Normal view

RUU Kripto “Very Soon” dari Trump Bertemu Jalan Buntu di Kongres

22 January 2026 at 02:13

Presiden Donald Trump menyatakan di World Economic Forum di Davos pada hari Rabu bahwa ia berharap bisa menandatangani legislasi struktur pasar kripto “dalam waktu dekat.” Tapi, legislasi ini masih mengalami kebuntuan di Kongres dan memperlihatkan jurang lebar antara ambisi presiden dan kenyataan legislasi.

Pertentangan antara Coinbase dan pelobi perbankan soal imbal hasil stablecoin mengancam gagalnya apa yang disebut oleh para legislator sebagai peluang regulasi yang sangat langka—berisiko menunda selama dua tahun dan bisa membuat bisnis kripto pindah ke luar negeri.

Trump: “Bitcoin, Semuanya”

“Sekarang Kongres sedang bekerja keras pada legislasi struktur pasar kripto, yang saya harap bisa saya tandatangani sangat segera, membuka jalur baru menuju kebebasan finansial,” ujar Trump dalam pidatonya di Davos. Saat membaca naskah yang sudah dipersiapkan, presiden sempat menoleh dari teleprompter dan menambahkan, “Bitcoin, semuanya.”

Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah Komite Perbankan Senat secara tiba-tiba membatalkan agenda markup yang sudah dijadwalkan. Pernyataan Trump terbaca seperti bentuk tekanan langsung kepada para legislator.

Komite Perbankan Tertunda, tapi Komite Pertanian Tetap Lanjut

RUU struktur pasar kripto sedang ditangani oleh dua komite Senat secara bersamaan. Komite Perbankan mengawasi regulasi terkait sekuritas, sedangkan Komite Pertanian menangani regulasi komoditas. Kedua RUU ini harus disahkan dan digabung sebelum maju ke sesi penuh Senat.

Komite Perbankan menunda markup minggu lalu setelah Coinbase menarik dukungan. Minggu ini, komite tersebut mengalihkan fokus ke upaya Trump untuk menekan biaya kepemilikan rumah. RUU kripto diperkirakan baru akan dilanjutkan pada akhir Februari atau Maret.

Sementara itu, Ketua Komite Pertanian Senat, John Boozman, menerbitkan teks Digital Commodity Intermediaries Act pada Rabu, yang mengonfirmasi bahwa komite akan melanjutkan markup pada 27 Januari. Boozman mengakui, tapi, negosiasi bipartisan dengan Senator Cory Booker gagal mencapai kesepakatan.

Konflik Inti: Imbal Hasil Stablecoin

Pertentangan Coinbase berfokus pada ketentuan terkait imbal hasil stablecoin. GENIUS Act, yang ditandatangani Trump tahun lalu, memungkinkan holder stablecoin mendapatkan imbalan—pada dasarnya pembayaran bunga. Imbal hasil ini bisa melampaui bunga simpanan bank tradisional, sehingga pelobi industri perbankan mendesak pembatasan dalam RUU struktur pasar yang baru.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, menarik dukungannya dan menuturkan, “Kami lebih baik tidak punya RUU sama sekali daripada punya RUU yang buruk.” Dalam wawancara Bloomberg di Davos, Armstrong menegaskan, “Kelompok lobi dan asosiasi bank di luar sana mencoba melarang kompetitor mereka, dan saya benar-benar tidak mentolerir itu. Saya pikir, itu tidak sesuai dengan prinsip Amerika.”

White House Balas Serangan ke Coinbase

Gedung Putih menanggapi dengan tegas. Patrick Witt, direktur eksekutif dewan aset digital Trump, secara terbuka mengkritik sikap Armstrong.

“‘Lebih baik tidak ada RUU dibanding RUU buruk.’ Sungguh sebuah privilese bisa mengucapkan kata-kata itu berkat kemenangan Presiden Trump, dan pemerintahan pro-kripto yang ia bentuk,” ucap Witt.

Ia memperingatkan, jika para pelaku industri kripto menghalangi pengesahan RUU saat ini, mereka akan “menjatuhkan bola” dan menanggung konsekuensi yang bisa sangat merugikan.

Para Pembuat Undang-Undang Khawatir Tertinggal

Dalam wawancara dengan Fox Business, para legislator menyampaikan rasa frustrasi mereka atas legislasi yang tertahan. Senator Cynthia Lummis (R-WY), pendukung utama kripto yang akan pensiun tahun depan, menyatakan kekecewaannya, “Saya merasa seperti Flat Stanley setelah ditabrak truk Mack. Saya masih punya waktu sebelas bulan lagi untuk mengupayakan agar ini selesai.”

CEO Blockchain Association, Peter Smith, memperingatkan ada konsekuensi besar, “Jika ini tidak lolos sekarang—padahal sudah dikerjakan sekitar satu setengah tahun—kita akan menghadapi penundaan signifikan setelah pemilu paruh waktu. Artinya, secara realistis, ada kemungkinan dua tahun tertunda lagi.”

Anggota DPR William Timmons (R-SC) menegaskan aspek ekonominya, “Puluhan miliar US$ akan masuk kembali ke AS jika Kongres menetapkan kerangka aturan yang baik. Jika tidak, apa pun yang berhubungan dengan kripto malah bisa pergi ke luar negeri.”

Di tengah perdebatan para legislator, pasar sudah melaju lebih dulu. New York Stock Exchange mengumumkan rencana meluncurkan platform perdagangan sekuritas ter-tokenisasi berbasis blockchain, dengan penyelesaian instan dan operasional 24 jam setiap hari.

Senator Thom Tillis (R-NC) menyoroti urgensi, “Kalau kita ingin tetap jadi standar emas di dunia perbankan, kita juga harus mengatur kripto dengan tepat karena kripto jelas merupakan bagian dari masa depan sistem perbankan kelas atas.”

Apa Selanjutnya

Garis pertempurannya jelas. Pemerintahan Trump ingin legislasi cepat, Coinbase memandang pembatasan imbal hasil stablecoin sebagai batas mutlak, dan pelobi bank tetap menuntut pembatasan itu tetap ada.

RUU Komite Pertanian fokus pada yurisdiksi CFTC atas pasar spot aset digital dan tidak langsung membahas isu imbal hasil stablecoin, sehingga markup 27 Januari tetap berjalan. Tapi, kerangka struktur pasar yang komprehensif butuh RUU Komite Perbankan untuk lolos dan digabungkan.

Penyelesaian sengketa antara Coinbase dan pelobi perbankan soal imbal hasil stablecoin tetap menjadi faktor kunci. Meskipun mendapat tekanan dari Gedung Putih, Armstrong belum memperlihatkan tanda akan mundur.

Pasar Reli Setelah Trump Hapus Tarif, tapi Risiko Greenland dan The Fed Masih Mengintai

22 January 2026 at 00:33

Pasar langsung reli setelah Presiden AS, Donald Trump, membatalkan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa pada Rabu usai pidatonya di World Economic Forum di Davos.

Tapi, kegembiraan ini hanya berlangsung sebentar, sehingga meskipun tarif dan aksi militer telah dibatalkan, kekhawatiran soal kemungkinan pengambilalihan Greenland dan intervensi The Fed di dalam negeri masih membebani sentimen investor.

Pasar Global Alami Reli Singkat

Tak lama setelah Trump mengurungkan janji-janji sebelumnya untuk mengenakan tarif pada delapan negara Eropa, Bitcoin berhasil kembali ke level US$90.000. Pergerakan ini mencerminkan kelegaan investor di tengah tanda-tanda meredanya ketegangan setelah pekan yang penuh gejolak.

Saham AS ikut stabil. Indeks S&P 500 naik 1%, memulihkan sebagian dari penurunan 2,1% yang terjadi sehari sebelumnya setelah pengumuman tarif awal oleh Trump. Indeks Nasdaq juga mencatat kenaikan serupa. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 550 poin.

BULL MARKET BACK ON

Trump cancels tariffs $SPY $QQQ pic.twitter.com/cnz0seRZ94

— Justin Banks (@RealJGBanks) January 21, 2026

Namun, kelegaan ini sepertinya berlangsung singkat. Dolar tetap tertekan, turun terhadap euro dan yen.

Permintaan emas juga tetap kuat, dengan harga mendekati US$4.839, naik sekitar 1% dibanding hari sebelumnya.

Meski Trump sudah membalikkan kebijakan tarif dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, kepercayaan investor masih rapuh. Pernyataan itu belum cukup untuk mengurangi kekhawatiran lebih besar soal risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan yang tetap memengaruhi sentimen pasar.

Greenland Mendorong di Tengah Kekhawatiran atas Independensi The Fed

Tekanan kuat Trump supaya AS mengakuisisi Greenland belum benar-benar menghilangkan keraguan di pasar. Meski ia mengumumkan di media sosial bahwa AS dan Eropa sudah “membentuk kerangka kesepakatan masa depan,” kesepakatan itu sejauh ini belum rampung dan detailnya juga masih belum diketahui.

Jika gagal terjadi, Trump sudah memperkirakan bahwa akan ada konsekuensi jika Uni Eropa tidak memenuhi permintaan AS.

“Kami ingin sepotong es untuk perlindungan dunia. Jika kalian bilang ya, kami akan sangat berterima kasih. Jika kalian bilang tidak, kami akan selalu ingat hal itu,” ujar Presiden AS.

Pada saat yang sama, Trump kembali mendesak pelonggaran kebijakan moneter, bahkan mengkritik keras The Fed. Ia menyerang Ketua Jerome Powell dengan menyebutnya “bodoh” dan menuduhnya mempertahankan suku bunga yang terlalu ketat, yang menurut Trump, menahan pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran akan potensi intervensi politik pada bank sentral AS mulai merambat ke pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya kecemasan di kalangan investor.

Beberapa pemimpin bisnis besar telah secara terbuka membela prinsip independensi bank sentral. Pekan lalu, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengkritik keputusan Departemen Kehakiman untuk membuka penyelidikan pidana terhadap Powell.

“Menurut saya, ini mungkin bukan ide bagus dan justru bisa berdampak sebaliknya, yaitu menaikkan ekspektasi inflasi dan mungkin malah memicu kenaikan suku bunga dalam jangka panjang,” papar dia kepada wartawan dalam sebuah panggilan konferensi.

Meski dikritik, Trump tetap tidak melunak. Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan keyakinan bahwa orang selanjutnya yang dipilih untuk menggantikan Powell sebagai ketua akan “melakukan tugas yang benar.”

Secara keseluruhan, investor tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selanjutnya.

Bank Sentral Iran Beli USDT Stablecoin Senilai US$500 Juta untuk Topang Rial

21 January 2026 at 22:35

Bank Sentral Iran diam-diam membeli lebih dari US$500 juta dalam bentuk stablecoin Tether USDT seiring krisis mata uang di negara itu yang semakin dalam, menurut temuan baru dari perusahaan keamanan kripto Elliptic.

Transaksi ini menunjukkan upaya level negara untuk menstabilkan nilai rial yang runtuh serta menjaga arus perdagangan dengan melewati sistem perbankan global.

Penjelasan Krisis Rial Iran

Elliptic mengungkapkan bahwa mereka mengidentifikasi jaringan wallet kripto yang dikendalikan oleh Bank Sentral Iran (CBI) yang mengumpulkan sedikitnya US$507 juta dalam USDT sepanjang tahun 2025.

Nominal ini adalah batas bawah, sebab analisis hanya mencakup wallet yang diatribusi dengan tingkat keyakinan tinggi.

Bagaimana Bank Sentral Iran Menerima USDT Secara Berkala Sepanjang 2025 | Sumber: Elliptic

Krisis mata uang Iran semakin parah dalam setahun terakhir, dengan nilai rial anjlok ke rekor terendah di pasar terbuka.

Di awal tahun 2026, nilai tukar memburuk sampai pada titik di mana daya beli rial benar-benar terhapus, sehingga menimbulkan kemarahan publik dan panik pasar.

Walaupun rial secara teknis tidak turun ke “nol”, depresiasi yang sangat cepat membuatnya hampir tidak bisa digunakan untuk perdagangan internasional maupun menabung.

Nilai Rial Iran Ambruk Terhadap Dolar AS | Sumber: Google Finance


Adanya berbagai nilai tukar, inflasi tinggi, dan hilangnya kepercayaan membuat pelaku usaha dan rumah tangga beralih ke dolar, emas, dan alternatif yang terhubung dengan kripto.

Tekanan sanksi menambah parah krisis ini. Akses yang dibatasi ke sistem kliring dolar dan bank koresponden sangat membatasi kemampuan Iran untuk menggunakan cadangan mata uang asing, meski mereka memiliki pendapatan minyak.

Elliptic Telusuri Pembelian USDT hingga 2025

Di tengah situasi ini, Elliptic menemukan dokumen bocor yang menunjukkan dua kali pembelian USDT oleh Bank Sentral pada April dan Mei 2025, yang dibayar dengan dirham UEA (AED). Waktunya bertepatan dengan meningkatnya tekanan pada rial dan gejolak baru di pasar mata uang.

Dengan menjadikan dokumen tersebut sebagai titik awal, Elliptic memetakan infrastruktur wallet milik Bank Sentral secara lebih luas. Analisisnya menunjukkan adanya akumulasi stablecoin secara sistematis, bukan hanya penggunaan kripto secara ad hoc.

Ketergantungan Awal pada Exchange Domestik

Sampai pertengahan 2025, sebagian besar USDT milik Bank Sentral mengalir ke Nobitex, exchange aset kripto terbesar di Iran. Nobitex memungkinkan pengguna menyimpan USDT, menukarnya ke aset kripto lain, atau menjualnya menjadi rial.

Pola ini menunjukkan kalau Bank Sentral semula memakai exchange tersebut sebagai saluran likuiditas domestik. USDT berfungsi sebagai cadangan dolar paralel yang bisa dikonversi ke mata uang lokal saat dibutuhkan.

namun, strategi tersebut membawa risiko besar.

BREAKING 🔴🔴🔴

Israeli-linked hacker group “Predatory Sparrow” wiped out 95% of assets on Iran’s Nobitex crypto exchange.

Nobitex was reportedly used by Tehran to evade sanctions through crypto. Wallet balances plunged from $1.8 billion to just $100 million. pic.twitter.com/vaKoRwHHRV

— Open Source Intel (@Osint613) June 18, 2025

Perubahan Strategi setelah Peretasan Besar

Pada Juni 2025, alur dana berubah drastis. Elliptic menemukan bahwa USDT tidak lagi disalurkan utama lewat Nobitex melainkan melalui bridge lintas chain, dengan memindahkan aset dari TRON ke Ethereum.

Dari sana, dana ini ditukar di decentralized exchange, dipindahkan antar blockchain, serta dialirkan melalui sejumlah platform terpusat. Proses ini berjalan hingga akhir 2025.

Perubahan ini terjadi setelah peretasan sebesar US$90 juta terhadap Nobitex pada 18 Juni 2025, yang dilakukan oleh kelompok pro-Israel Gonjeshke Darande.

Kelompok ini menuduh Nobitex membantu penghindaran sanksi dan mengklaim telah menghancurkan aset hasil curian tersebut.

Klaim Lokal Picu Kekhawatiran Keamanan Data

Media Iran melaporkan bahwa sorotan terhadap operasi aset kripto Bank Sentral Iran semakin besar setelah adanya laporan ini.

Pengusaha Babak Zanjani baru-baru ini mengklaim bahwa Bank Sentral membeli USDT untuk mengelola pasar valuta asing dan mentransfer dana tersebut ke wallet yang terhubung dengan anak perusahaan teknologi perbankan nasional.

“Hal yang mengkhawatirkan adalah untuk setiap wallet yang kami transfer Tether, alamat wallet kami, dalam waktu singkat, baik terungkap ke jaringan musuh atau masuk ke daftar sanksi dan penyitaan Israel. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius dan mendasar: Apakah terjadi kebocoran informasi di dalam Bank Sentral, atau Israel diam-diam memantau struktur dan proses Bank Sentral?” tulis Babak Zanjani.

Zanjani menuduh bahwa alamat wallet cepat terungkap dan kemudian diberi tanda oleh pihak bermusuhan, sehingga memunculkan kekhawatiran tentang kebocoran informasi di dalam institusi keuangan sensitif.

Walau belum terbukti, klaim tersebut membuat banyak pihak semakin mendesak Bank Sentral dan mitra teknologinya agar lebih transparan.

68% Trader XLM Sedang Short—Apakah Akumulasi Masih Bisa Memicu Pembalikan Arah?

21 January 2026 at 22:00

Harga Stellar masih tertekan karena pelemahan pasar aset kripto secara umum terus membebani altcoin. XLM turun secara bertahap, mengonfirmasi pola chart bearish dan meningkatkan risiko penurunan dalam jangka pendek.

Walaupun para trader mungkin ingin memanfaatkan momentum ini, perilaku on-chain menunjukkan bahwa para holder XLM mengambil posisi yang berbeda.

Holder Stellar Dapat Selamatkan XLM

Data derivatif menyoroti ketidakseimbangan yang jelas dalam penempatan posisi pasar. Peta likuidasi memperlihatkan eksposur sekitar 68% condong ke trader short, menandakan keyakinan bearish yang kuat. Dominasi seperti ini sering menambah sensitivitas terhadap volatilitas, sebab penempatan posisi yang terlalu ramai bisa memperbesar reaksi harga ketika momentum berubah.

Di bawah level saat ini, terdapat klaster padat likuidasi long dengan leverage di kisaran US$0,20 hingga US$0,185. Jika harga bergerak ke zona ini, bisa terjadi likuidasi paksa sehingga tekanan jual akan meningkat dan menambah laju penurunan. Kondisi ini menjelaskan kenapa pihak bearish masih mengincar penurunan lebih jauh, sebab kantong likuiditas tetap rentan di bawah level support utama.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

XLM Liquidation Map
Peta Likuidasi XLM | Sumber: Coinglass

Meskipun posisi pasar didominasi sentimen bearish, indikator makro memberikan tanda awal terjadinya divergensi. Chaikin Money Flow (CMF) membentuk higher low selama empat hari berturut-turut, meskipun harga XLM mencatatkan lower low. Divergensi bullish ini menunjukkan aliran modal masuk yang meningkat di balik permukaan transaksi.

CMF memantau tekanan beli dan jual lewat harga serta volume. Kenaikan CMF saat harga turun sering mengindikasikan akumulasi, bukan distribusi. Untuk Stellar, pola ini memberi sinyal bahwa investor perlahan membangun posisi, dan bisa saja menciptakan peluang pembalikan tren jangka pendek ketika tekanan jual mulai mereda.

XLM CMF
XLM CMF | Sumber: TradingView

Harga XLM Perlu Amankan Support

XLM diperdagangkan di kisaran US$0,212 pada waktu publikasi, bertahan sedikit di atas level support US$0,210. Awal pekan ini, altcoin tersebut menembus ke bawah dari pola descending triangle, formasi yang biasanya mengarah pada kelanjutan tren bearish. Breakout ke bawah ini membuat risiko penurunan dalam waktu dekat tetap tinggi.

Pola descending triangle memproyeksikan potensi penurunan 14% menuju US$0,188, menempatkan XLM sekitar 11% dari target. Meski begitu, kemungkinan harga akan stabil sebelum mencapai level tersebut. Support bisa muncul di sekitar US$0,210 atau, paling buruk, mendekati US$0,201. Ketidakpastian ini menguatkan proyeksi netral-cenderung bearish untuk XLM.

XLM Price Analysis.
Analisis Harga XLM | Sumber: TradingView

Perubahan momentum sangat bergantung pada pertahanan level kunci. Jika US$0,210 tetap menjadi support, Stellar bisa kembali stabil. Apabila terjadi reli yang berkelanjutan, harga XLM berpotensi menuju zona resistance US$0,230. Jika mampu merebut kembali level tersebut, pola bearish akan batal dan sinyal pembalikan jangka pendek akan muncul berkat permintaan yang mulai membaik.

ARK Invest Cathie Wood Buat Prediksi Berani untuk Bitcoin dan Nvidia

21 January 2026 at 21:56

ARK Invest milik Cathie Wood memberikan salah satu pandangan jangka panjang paling jelasnya mengenai Bitcoin dan Nvidia, dua aset yang mendefinisikan siklus pasar 2024–2025. Laporan terbaru perusahaan, Big Ideas 2026, memprediksi bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin akan naik hingga 700% dalam empat tahun ke depan.

ARK juga memperkirakan dominasi Nvidia di perangkat keras AI akan menghadapi tekanan yang semakin besar dari para pesaingnya.

Harga Bitcoin Akan Capai US$800.000?

ARK berpendapat bahwa perilaku Bitcoin berubah secara signifikan pada tahun 2025. Penurunan harganya lebih kecil, volatilitas menurun, dan imbal hasil yang sudah disesuaikan dengan risiko membaik dibandingkan siklus-siklus sebelumnya.

Pergerakan Harga Bitcoin pada Peristiwa-Penting di 2025 | Sumber: ARK Invest

Diukur menggunakan Sharpe Ratio, Bitcoin mampu mengungguli Ethereum, Solana, serta CoinDesk 10 Index dalam berbagai rentang waktu. Pergeseran ini mendukung pandangan ARK bahwa Bitcoin kian berperilaku seperti aset safe haven, bukan murni spekulatif saja.

Akibatnya, ARK memperkirakan Bitcoin akan mendominasi pasar aset kripto yang berkembang pesat. Perusahaan ini memperkirakan total kapitalisasi pasar aset kripto bisa menyentuh US$28 triliun pada 2030, dengan laju pertumbuhan sekitar 61% per tahun.

Yang tak kalah penting, ARK yakin Bitcoin dapat mengambil porsi 70% dari total pasar tersebut, sehingga kapitalisasi pasarnya bisa mencapai sekitar US$16 triliun pada akhir dekade ini.

Prediksi Kapitalisasi Pasar Kripto 2030 | Sumber: ARK Invest

Berdasarkan proyeksi suplai yang ada saat ini, hal itu berarti harga Bitcoin sekitar US$800.000 per koin. Nilai itu hampir sembilan kali lipat dari harga saat ini yang sekitar US$90.000.

Meski begitu, prediksi ARK tidak sepenuhnya bullish untuk semua kegunaan Bitcoin. ARK menurunkan ekspektasi terkait adopsi Bitcoin sebagai safe haven di negara berkembang, karena pertumbuhan cepat stablecoin yang didukung dolar.

Sebaliknya, ARK menaikkan asumsi Bitcoin sebagai “emas digital” setelah kapitalisasi pasar emas melonjak tajam di tahun 2025.

Pertumbuhan Nvidia Berlanjut, namun Persaingan Makin Ketat

Pandangan ARK terhadap Nvidia lebih hati-hati, meskipun permintaan AI global terus melonjak.

ARK memperkirakan belanja infrastruktur AI secara global akan melewati US$1,4 triliun pada 2030, yang didorong terutama oleh server akselerasi. Tren ini mendukung permintaan jangka panjang untuk chip AI, termasuk GPU Nvidia.

Namun ARK menyoroti perubahan penting. Para hyperscaler dan laboratorium AI kini semakin fokus pada total biaya kepemilikan, bukan hanya performa mentah saja.

Ini membuka peluang bagi chip AI custom dan application-specific integrated circuits (ASICs).

Pesaing seperti AMD, Broadcom, Annapurna Labs milik Amazon, dan platform TPU milik Google telah mengirimkan atau tengah mempersiapkan chip generasi terbaru.

Nvidia Menghadapi Persaingan Sengit dari AMD | Sumber: ARK Invest

Banyak pesaing menawarkan biaya operasional per jam yang lebih rendah daripada sistem Nvidia paling premium, walaupun dalam beberapa kasus performa mereka sedikit tertinggal.

Data ARK menunjukkan GPU terbaru Nvidia memang termasuk yang paling bertenaga, tapi juga di antara yang termahal untuk dioperasikan. Tekanan harga ini bisa membatasi kemampuan Nvidia memperluas margin keuntungan secepat tahun-tahun sebelumnya.

Apa Arti Hal Ini untuk Saham Nvidia

ARK tidak memprediksi bisnis Nvidia akan kolaps. Namun, ARK menandai adanya pergeseran dari dominasi eksplosif ke pertumbuhan yang lebih kompetitif.

Bagi saham Nvidia, hal ini memberikan lintasan berbeda dibanding Bitcoin. Alih-alih ekspansi berulang, keuntungan masa depan akan bergantung pada pertumbuhan pendapatan, pemasukan dari perangkat lunak, dan kekuatan ekosistem yang dimiliki.

Grafik Harga Saham Nvidia Selama Satu Tahun Terakhir | Sumber: Google Finance

Secara praktis, harga saham Nvidia mungkin masih bisa naik seiring waktu, tapi kemungkinan dengan pertumbuhan yang lebih lambat, volatilitas yang lebih tinggi, dan reaksi lebih tajam terhadap persaingan dan tekanan margin. Fase mudah dari revaluasi yang didorong AI sepertinya sudah berakhir.

Trump Batalkan Tarif Greenland, Pasar Menguat seiring Risiko Mereda

21 January 2026 at 20:01

Bitcoin dan pasar global pulih tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan ia tidak akan melanjutkan tarif yang terkait dengan Greenland. Pernyataan tersebut menghapus kekhawatiran perang dagang yang sebelumnya membuat investor khawatir.

Bitcoin naik kembali mendekati US$90.000, setelah sempat turun ke level intraday di bawah US$89.000, sementara Ethereum juga pulih menuju US$3.000 setelah sempat tergelincir di bawah level tersebut. Saham-saham AS juga kembali stabil, dengan S&P 500 berbalik menguat setelah sempat merugi. Emas, yang sebelumnya naik karena risiko geopolitik, memotong kenaikannya.

Postingan Terbaru Donald Trump di Truth Social

Ketakutan Tarif Greenland Sudah Mendorong Pergerakan Risk-off

Reaksi pasar muncul setelah Trump menyampaikan bahwa sebuah kerangka kesepakatan telah dicapai dengan Sekjen NATO Mark Rutte, sehingga memperkecil kemungkinan aksi perdagangan terhadap sekutu Eropa dalam waktu dekat.

Sebelumnya pada sesi perdagangan, pasar terjual karena Trump dan pejabat tinggi AS kembali menyampaikan retorika tarif yang agresif pada World Economic Forum di Davos

Pasar Kripto Bangkit Setelah Trump Batalkan Tarif Greenland | Sumber: CoinGecko

Investor bereaksi terhadap penggunaan kembali tarif sebagai alat geopolitik, terutama setelah Menteri Keuangan Scott Bessent membela tarif sebagai alat negosiasi yang efektif.

Bessent memperingatkan pemerintah asing untuk tidak membalas, dengan mengatakan, “Tenang, tarik napas dalam-dalam. Jangan membalas,” sambil menegaskan bahwa tarif tetap menjadi inti strategi ekonomi dan keamanan AS.

Pasar kripto anjlok bersama dengan saham karena investor memperhitungkan risiko inflasi yang lebih tinggi, kondisi likuiditas yang makin ketat, dan ketidakpastian perdagangan global yang kembali muncul

Bitcoin turun di bawah US$90.000, sementara Ethereum melemah ke bawah US$3.000, menunjukkan sensitivitas aset kripto terhadap guncangan risiko ekonomi makro.  

Seiring memudarnya risiko tersebut berkat update terbaru dari Presiden AS, pasar mulai berubah. Aset berisiko menunjukkan tanda-tanda pemulihan awal. Sementara itu, harga emas langsung turun setelah pengumuman tersebut. 

Harga Emas Turun Setelah Trump Batalkan Tarif Greenland | Sumber: TradingView

Reversal Validasi Arus Kripto yang Dipengaruhi Ekonomi Makro

Pemulihan cepat ini menunjukkan bahwa pasar kripto kini sangat terikat dengan sinyal kebijakan dan faktor ekonomi makro, khususnya terkait inflasi dan perdagangan.

Analisis sebelumnya menunjukkan bahwa tarif yang diberlakukan sepanjang tahun lalu sebagian besar sudah terbebankan kepada konsumen AS. Data ini menguatkan kekhawatiran bahwa eskalasi perang dagang yang berlanjut dapat menunda pemangkasan suku bunga dan memperketat kondisi keuangan.

Latar belakang ini sudah membebani aset digital sejak Oktober, membuat harga bergerak dalam rentang terbatas dan reli terus-menerus gagal menembus resistance kunci.

Begitu ancaman tarif langsung dihapus, selera risiko kembali muncul, sehingga memicu short covering dan pembelian aset kripto serta saham. S&P 500 menghapus kerugian, sedangkan Bitcoin stabil setelah sesi yang volatil.

S&P 500 Balik Menguat Usai Kerugian Sebelumnya | Sumber: Google Finance

Meski pasar menyambut deeskalasi, ketidakpastian masih ada. Trump menyatakan pembicaraan lebih lanjut masih berlangsung terkait peran strategis Greenland dalam pertahanan rudal dan keamanan Arktik, sehingga permasalahan ini belum sepenuhnya selesai.

Apakah Reli 180% Axie Infinity (AXS) Hanya Exit Liquidity untuk Para Holder? Chart Punya Jawabannya

21 January 2026 at 20:00

Axie Infinity sedang mengalami hari yang sangat baik. Harga AXS naik sekitar 17% hari ini, mengonfirmasi terjadinya breakout yang sudah diantisipasi sebelumnya. Dengan pergerakan ini, token tersebut sekarang telah mencatat kenaikan sekitar 180% dalam sebulan terakhir, yang menjadikannya salah satu performa terbaik di sektor GameFi.

Tapi reli besar sering kali menimbulkan satu pertanyaan yang tidak nyaman. Apakah kekuatan ini benar-benar permintaan nyata, atau hanya menjadi likuiditas keluar bagi para holder besar? Data grafik dan on-chain menunjuk pada jawaban yang lebih kompleks.

Breakout Terkonfirmasi, tapi Momentum Mulai Melambat

Breakout harga AXS sendiri sangat jelas.

AXS breakout dari pola bull flag setelah beberapa sesi konsolidasi. Harga reli hingga ke level tertinggi mendekati US$2,54, sebuah pergerakan sekitar 168% dari basisnya. Tapi reaksi harga di US$2,54 cukup penting.

Harga langsung mendapat penolakan tajam, sehingga muncul wick atas yang panjang. Wick ini menandakan adanya aksi jual aktif, bukan hanya realisasi profit secara pasif. Area US$2,54 pun menjadi level suplai yang nyata.

Momen saat ini juga memberikan sinyal peringatan.

Antara 17 Januari hingga 21 Januari, harga AXS nampaknya mencetak harga tertinggi baru, sementara nilai Relative Strength Index (RSI) membentuk lower high. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan harga terkini. Ketika harga naik, tapi RSI melemah, berarti kekuatan kenaikan mulai menurun, yang dikenal sebagai pola bearish divergence. Untuk mengonfirmasi divergence, candle berikutnya perlu terbentuk di bawah US$2,54, sedangkan nilai RSI tetap lebih rendah dari puncak sebelumnya.

Axie Infinity Pattern
Pola Axie Infinity | Sumber: TradingView

Mau insight token seperti ini setiap hari? Langganan Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Bearish divergence yang sedang berkembang ini tidak membatalkan breakout yang terjadi.

Ini menunjukkan bahwa kelanjutan reli sekarang membutuhkan permintaan baru, bukan hanya momentum dari pembeli sebelumnya. Tanpanya, reli ini rentan terhadap koreksi, jeda, atau bahkan pembalikan tren.


Holder Besar Jual Saat Harga Naik Sementara Pembeli Jangka Pendek Mengejar

Data on-chain menjelaskan mengapa reli ini terlihat goyah.

Sejak 13 Januari, harga AXS naik dari sekitar US$0,95 ke US$2,39, atau kenaikan sekitar 151%. Dalam periode yang sama, suplai whale turun dari 255,16 juta AXS menjadi sekitar 244 juta AXS. Artinya, para whale telah menjual sekitar 11,2 juta AXS, atau sekitar 4,4% dari kepemilikan mereka—langsung pada saat harga sedang naik.

AXS Whales
Whale AXS | Sumber: Santiment

HODL waves juga mengonfirmasi perilaku ini.

HODL waves melacak berapa lama coin telah di-hold dan menunjukkan kelompok holder mana yang menaikkan atau mengurangi suplai. Kelompok 1 tahun hingga 2 tahun mengalami penurunan tajam, dari 13,73% total suplai menjadi sekitar 4,16%. Holder jangka panjang memanfaatkan reli ini untuk mengurangi kepemilikan, bukan menambahnya.

Long-Term Holders
Holder Jangka Panjang | Sumber: Glassnode

NUPL menjelaskan mengapa hal ini terjadi sekarang. Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) mengukur apakah para holder sedang memperoleh untung atau masih rugi. Nilai negatif berarti holder masih dalam posisi rugi. Untuk AXS, nilai NUPL masih dalam zona kapitulasi, tapi intensitas kerugian mulai berkurang.

Sejak akhir Desember, NUPL telah membaik dari sekitar −3,4 menjadi sekitar −0,5. Secara sederhana, holder masih menjual dalam kondisi rugi, tapi setiap reli harga mengurangi kerugian tersebut. Ini menciptakan insentif kuat untuk menjual saat harga menguat guna memulihkan modal.

Losses Going Down
Kerugian Mulai Berkurang | Sumber: Glassnode

Holder jangka pendek justru melakukan kebalikannya. Kelompok 1 bulan hingga 3 bulan meningkatkan porsi kepemilikannya dari 2,64% menjadi 4,76%, atau naik lebih dari 80%. Para pembeli ini sedang mengejar momentum, bukan berusaha menutup kerugian.

HODL Waves
HODL Waves | Sumber: Glassnode

Ini adalah struktur exit-liquidity klasik. Holder jangka panjang dan whale menjual saat kerugian mulai mengecil, sedangkan trader jangka pendek membeli dengan harapan harga akan segera lanjut naik dengan cepat.


Cost Basis dan Level Harga AXS Tunjukkan di Mana Likuiditas Keluar Jadi Berisiko

Data cost basis menunjukkan di mana setup GameFi ini bertahan atau gagal.

Support terpenting dalam waktu dekat ada di kisaran US$2,17–US$2,20, yang juga tercermin di grafik harga. Sekitar 1,99 juta AXS sudah terakumulasi di area ini. Selama harga bergerak di atas level itu, koreksi harga masih dianggap wajar.

Key AXS Price Clusters
Klaster Harga Kunci AXS | Sumber: Glassnode

Di bawah area itu, support struktural terkuat berada di level US$1,62–US$1,64, di mana sekitar 3,50 juta AXS sudah terakumulasi. Jika harga jatuh di bawah US$1,63 yang juga ada di grafik harga, ini menjadi sinyal bahwa pembeli jangka pendek terperangkap dan struktur breakout gagal.

Strongest Support If Price Corrects
Support Terkuat Jika Harga Terkoreksi | Sumber: Glassnode

Di sisi atas, buyer perlu menutup harga harian di atas US$2,54, atau sekitar 6% di atas level saat ini, agar jalur menuju US$2,72 bahkan bisa ke US$3,01 kembali terbuka.

AXS Price Analysis
Analisis Harga AXS | Sumber: TradingView

Sampai hal itu terjadi, setiap pergerakan naik kemungkinan besar akan bertemu tekanan jual daripada percepatan kenaikan.

Trader Kripto Diam-Diam Mundur dari Prediction Market

21 January 2026 at 18:52

Trader aset kripto masih aktif di prediction market, namun makin sedikit yang berani mengambil risiko. Analisis on-chain baru dari BeInCrypto menunjukkan bahwa aktivitas trading kripto dengan keyakinan tinggi di Polymarket terus menurun sejak awal Januari, setelah sempat mencapai puncak dua kali pada akhir Desember dan minggu pertama tahun baru.

Data ini tidak mencatat pengguna biasa atau penonton pasif. Sebaliknya, data ini hanya fokus pada wallet yang secara aktif memasang order dan menyediakan likuiditas di pasar yang berhubungan dengan aset kripto, sehingga memberikan sinyal sentimen trader yang lebih jelas.

Aktivitas Kripto Yakin Tinggi Sempat Mencapai Puncak, lalu Mereda

Analis BeInCrypto mengamati aktivitas maker harian di Polymarket selama 30 hari terakhir, dengan memfilter hanya pasar bertanda kripto seperti prediksi harga Bitcoin dan Ethereum, meme coin, NFT, dan airdrop.

Karena yang dihitung hanya maker, data ini menangkap wallet yang benar-benar berani mengambil risiko dengan dananya, bukan trader yang hanya mengisi order yang sudah ada. Hasilnya terlihat dua gelombang keterlibatan yang jelas.

 Aktivitas maker kripto harian di Polymarket, 30 hari. Sumber: Dune


Gelombang pertama terjadi pada akhir Desember, ketika jumlah maker kripto aktif harian naik ke kisaran 30.000-an. Gelombang kedua, yang lebih besar, muncul di awal Januari, dengan puncak aktivitas sekitar 40.000–45.000 wallet.

namun, setelah 9 Januari, tren ini berbalik. Aktivitas maker kripto harian terus turun hingga pertengahan Januari, kembali ke kisaran 20.000-an sebelum turun tajam di akhir periode tersebut.

Keterlibatan Bitcoin Menegaskan Pendinginan Lebih Luas

Pasar yang berfokus pada Bitcoin memperlihatkan pola yang sama.

Grafik lain dari Dune yang memantau wallet maker khusus Bitcoin memperlihatkan keterlibatan tinggi pada akhir Desember dan awal Januari, lalu mengalami penurunan yang terus menerus.

Pada 18 Januari, jumlah maker Bitcoin aktif hanya tersisa 2.875 wallet, turun drastis dari level lima digit yang terlihat sebelumnya dalam periode tersebut.

Aktivitas maker Bitcoin di Polymarket, 30 hari. Sumber: Dune

Ini mengonfirmasi bahwa perlambatan tidak hanya terjadi pada taruhan kripto di segmen niche atau narasi altcoin. Koreksi tersebut juga berdampak ke Bitcoin, yang merupakan kategori kripto paling likuid dan paling sering diperdagangkan di platform ini.

Data Mingguan Tunjukkan Dominasi Polymarket, Namun Perilaku Mulai Berubah

Data mingguan di berbagai prediction market platforms memberi konteks tambahan. Polymarket masih menjadi penyumbang utama pengguna prediction market mingguan, jauh meninggalkan pesaingnya secara absolut.

Pada minggu-minggu puncak di akhir Desember dan awal Januari, pengguna mingguan lintas platform prediction market mencapai kisaran 200.000-an atas hingga 300.000-an bawah.

Pengguna Prediction Market Mingguan per Platform. Sumber: Dune

Meski jumlah total pengguna tetap tinggi, komposisi aktivitasnya berubah. Partisipasi maker di pasar kripto menurun bahkan ketika keterlibatan di platform secara keseluruhan masih cukup tinggi.

Pertentangan ini memperlihatkan bahwa trader tidak benar-benar meninggalkan prediction market. Mereka hanya menjadi lebih selektif dalam menentukan kapan serta berapa banyak dana yang ingin mereka gunakan.

Liquidity Provider Mundur sebelum Pengguna Menghilang

Filter khusus maker menjadi kunci untuk memahami sinyal ini.

Penyedia likuiditas umumnya menarik diri lebih awal sebelum jumlah pengguna menurun secara luas. Saat volatilitas menurun atau narasi aset kripto memudar, trader biasanya berhenti memasang order baru meski mereka masih memantau pasar atau melakukan trading secara oportunistik.

Pola seperti ini terlihat jelas pada data. Aktivitas maker kripto menurun secara bertahap setelah awal Januari, mengisyaratkan penurunan keyakinan—bukan minat—secara tiba-tiba.

Perilaku ini mirip dengan dinamika di pasar decentralized finance dan derivatif, di mana funding rate, open interest, dan kedalaman likuiditas biasanya melemah sebelum volume spot ikut turun.

Jika digabungkan, data-data ini mengarah pada satu kesimpulan yang jelas.

Trader kripto belum benar-benar meninggalkan prediction market. namun, jumlah yang bersedia menyediakan likuiditas dan mengambil risiko arah menjadi lebih sedikit dibandingkan awal Januari.

Sederhananya, prediction market sedang memberi sinyal perubahan sentimen risiko di kripto, yang paling dulu terlihat di kalangan trader dengan keyakinan tinggi.

Breakdown Zcash 34% Terpicu — Mengapa Semua Ini Bisa Jadi Setup untuk Menjebak Bear

21 January 2026 at 18:00

Zcash telah secara resmi mengonfirmasi terjadinya breakdown bearish. Harganya kehilangan garis tren jangka panjang utama dan mengaktifkan pola teknikal yang menandakan potensi penurunan sebesar 34%. Dalam kondisi normal, konfirmasi seperti ini biasanya menarik penjual agresif. Tapi, justru yang terjadi sebaliknya. Holder besar mulai masuk, saldo exchange turun drastis, sementara posisi leverage banyak didominasi posisi short karena bear berharap harga turun lebih dalam lagi.

Kombinasi seperti ini jarang muncul saat breakdown berjalan mulus. Pola ini biasanya muncul saat pasar sedang menyiapkan hukuman bagi satu sisi trader.

Breakdown Teronfirmasi setelah Kehilangan Level Tren Krusial

Dari sisi teknikal, breakdown ini memang nyata.

Harga Zcash masih turun sekitar 55% dari puncak awal November di dekat US$745. Lebih penting lagi, harga ZEC kini sudah kehilangan exponential moving average (EMA) 100 hari. EMA adalah indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga berguna untuk melihat perubahan arah pasar.

Level ini pernah menjadi perhatian sebelumnya. Pada awal Desember, Zcash sempat turun di bawah EMA 100 hari, tapi langsung naik lagi ke atas keesokan harinya. Pergerakan itu memicu reli tajam sebesar 71%. Kali ini, level tersebut belum berhasil ditembus kembali, sehingga tekanan tren bearish tetap dominan.

Zcash Price History
Riwayat Harga Zcash | Sumber: TradingView

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Pada grafik 12 jam, Zcash juga mengonfirmasi breakdown head-and-shoulders pada 20 Januari. Ini adalah pola pembalikan tren yang muncul setelah tren naik dan biasanya mengindikasikan pergerakan turun yang lebih dalam jika neckline jebol. Berdasarkan struktur ini, potensi penurunan sekitar 34% kini seharusnya sudah aktif.

Breakdown Kunci | Sumber: TradingView

Saat ini secara teknikal, bear sudah memperoleh apa yang mereka inginkan. Tapi reaksi setelahnya justru membuat pola ini jadi tidak biasa.

Aksi Beli Muncul setelah Pelemahan, Bukan Sebelumnya — Tapi Kenapa

Data on-chain menjelaskan mengapa respons terhadap breakdown ini sangat penting.

Saldo exchange menunjukkan berapa banyak koin yang tersimpan di platform trading. Jika saldo exchange naik, biasanya menandakan tekanan jual meningkat, sedangkan jika saldo turun, menandakan koin dipindahkan ke wallet pribadi untuk disimpan.

Saat breakdown terjadi, saldo exchange naik yang menunjukkan aksi jual aktif. Hal ini sejalan dengan sentimen bearish.

Setelah itu, perilaku pasar berbalik arah.

Dalam waktu 24 jam berikutnya, saldo exchange turun sekitar 17%. Dalam waktu yang sama, holder besar juga meningkatkan kepemilikan mereka. Wallet whale menambah sekitar 2,44% ke kepemilikan mereka, sementara 100 alamat teratas (mega whale) meningkatkan posisi hampir 4%.

Zcash Buyers
Pembeli Zcash | Sumber: Nansen

Ini adalah akumulasi setelah adanya konfirmasi, bukan aksi beli spekulatif sebelum breakdown.

Saat holder besar masuk ketika harga sudah benar-benar lemah, mereka biasanya sedang bersiap untuk dua kemungkinan: fast reclaim ke level kunci, atau aksi volatilitas akibat likuidasi paksa. Data derivatif sangat mendukung skenario kedua.

Short Positioning Membuka Peluang Squeeze dengan Level Harga Penting Zcash yang Jadi Sorotan

Peta likuidasi menunjukkan di mana trader leverage akan merugi bila harga bergerak berlawanan dengan posisi mereka.

Level likuidasi adalah zona harga di mana trader leverage akan otomatis terlikuidasi oleh exchange. Ketika banyak posisi berkumpul di satu sisi, pergerakan harga ke arah level itu bisa terjadi dengan sangat cepat.

Untuk Zcash, eksposur likuidasi short dalam beberapa hari ke depan berada di kisaran US$15,4 juta, sedangkan eksposur likuidasi long sekitar US$7,8 juta. Ini berarti pasar condong kuat ke posisi short, dengan rasio hampir 2:1 untuk bias short.

Peta Likuidasi | Sumber: Coinglass

Ketidakseimbangan ini sangat penting. Zcash tidak perlu harus membalikkan tren supaya bisa memicu dampak besar. Bahkan, rebound moderat saja sudah bisa membuat posisi short terlikuidasi, sehingga memicu minat beli yang mendorong harga naik.

Pergerakan ke kisaran US$375 sampai US$400 akan memicu sebagian besar posisi short, sehingga menjebak sisi bearish di pasar. Jika harga menembus di atas US$450, struktur bearish akan melemah secara signifikan. Selain itu, jika harga ZEC berhasil merebut kembali exponential moving average (EMA) 100 hari, data historis menunjukkan kenaikan bisa berkembang dengan cepat alih-alih stabil secara perlahan.

Zcash Price Analysis
Analisis Harga Zcash | Sumber: TradingView

Teori jebakan ini gagal jika harga terus melemah. Jika terjadi penurunan harga secara berkelanjutan di bawah US$329 pada time frame 12 jam, potensi penurunan 34% akan tetap terbuka dan bisa membawa harga ke kisaran US$255 atau bahkan lebih rendah lagi.




Optimalisasi Portofolio Makin Populer saat Harga Emas Mendekati US$5.000

21 January 2026 at 17:23

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting mengenai perkembangan aset kripto utama hari ini.

Siapkan kopi, duduklah dengan nyaman, lalu bergabunglah bersama para investor untuk meninjau kembali aturan lama soal aset apa saja yang pantas masuk portofolio. Dengan pasar yang bergerak sangat cepat dan berita yang berubah setiap jam, debat tentang aset mana sebenarnya yang melindungi kekayaan makin memanas. Harga emas melonjak, Bitcoin menunggu, dan strategi yang dulu dianggap niche kini menjadi sorotan.

Berita Kripto Hari Ini: Apakah Emas dan Bitcoin Satu Tim atau Saling Bersaing?

Lonjakan harga emas kini memicu kembali perdebatan tentang cara terbaik untuk lindung nilai menghadapi ketidakpastian ekonomi makro. Para analis dan investor kini semakin mempertimbangkan kombinasi pendekatan antara aset tradisional dan aset digital.

Logam kuning ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.830 minggu ini, dengan momentum menuju US$5.000 semakin kuat. Kenaikan hampir US$250 selama sepekan menegaskan dominasi emas sebagai penyimpan nilai.

“Saya ingat dulu emas butuh waktu berbulan-bulan, kadang bertahun-tahun, untuk naik sebanyak itu. Sekarang kenaikan sebesar itu hanya butuh beberapa hari. Sebentar lagi bisa terjadi hanya dalam satu hari!” terang Peter Schiff .

Di tengah situasi ini, analis kuantitatif PlanB kembali mengangkat diskusi soal emas dan Bitcoin. Sang analis berpendapat bahwa kedua aset sebaiknya dipandang saling melengkapi, bukan sebagai pesaing.

Berdasarkan analisisnya, keduanya punya profil risiko dan imbal hasil yang hampir sama, jika diukur dengan Calmar ratio, dan menggabungkannya dapat meningkatkan performa portofolio.

Gold and bitcoin investors love to argue about who is smarter. But gold and bitcoin are in the same team and risk/return profile (calmar) is almost identical. Best investment is a combi of gold AND bitcoin. E.g. 80% gold + 20% bitcoin has LESS risk and 2x MORE return than gold. pic.twitter.com/Cs3PFPA25o

— PlanB (@100trillionUSD) January 20, 2026

Argumen untuk menggabungkan alokasi diperkuat oleh sejumlah investor seperti ZynxBTC, yang melihat reli emas sebagai batu loncatan pada adopsi Bitcoin yang lebih luas.

“Emas dengan kapitalisasi pasar US$34 triliun membuktikan tesis Bitcoin. Lebih mudah orang beralih dari emas ke Bitcoin dibanding dari fiat ke Bitcoin. Jujur saja, kalau tidak ada Bitcoin, kebanyakan dari kita pasti jadi Gold Bugs,” ujar Zynx , seraya menekankan bahwa kondisi pasar saat ini memberikan “kesempatan emas” untuk memiliki BTC di level harga menarik.

Meski demikian, perilaku Bitcoin saat ini berbeda dibanding aset safe haven tradisional. Reli yang terjadi pada emas dan logam lain seperti perak tidak diikuti oleh Bitcoin, sehingga untuk saat ini, pasar sepertinya belum sepenuhnya memandang BTC sebagai aset pertahanan.

Bitcoin (BTC), Gold (XAU), and Silver (XAG) Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC), Emas (XAU), dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView

Menyeimbangkan Emas dan Bitcoin: Mengapa Investor Mulai Memikirkan Ulang Strategi Hedging

Trader filbfilb menekankan utilitas unik Bitcoin, dengan menyoroti kemampuan transaksi yang permissionless serta nilainya, meski aset kripto pionir ini tidak reli bersama logam mulia.

https://twitter.com/filbfilb/status/2013924034434523602

Di tengah situasi ini, goldbug Peter Schiff mengingatkan para holder Bitcoin—meski BTC dan emas dibeli untuk tujuan ekonomi makro yang serupa, investor BTC bisa menghadapi kekecewaan bila prediksi ekonomi terjadi, namun performa portofolio digital mereka tertinggal.

“Akan sangat mengecewakan dan disayangkan bagi para HODLer Bitcoin, yang beli Bitcoin karena alasan sama seperti saya membeli emas dan perak, ketika nanti semua prediksi ekonomi kita bersama terbukti, namun akhirnya mereka justru rugi lebih besar daripada orang yang tidak melakukan persiapan apa-apa,” papar Schiff .

Kenaikan harga emas, potensi jangka panjang Bitcoin, serta strategi alokasi gabungan kini mendorong investor untuk meninjau ulang cara hedging di pasar yang volatil.

Dengan menyeimbangkan stabilitas emas dan potensi kenaikan nilai Bitcoin, bisakah pelaku pasar meraih imbal hasil penyesuaian risiko yang lebih kuat sambil tetap siap menghadapi guncangan ekonomi makro di masa depan?

Geopolitik, kekuatan ekonomi makro, dan perdagangan global terus membentuk tahun 2026, membuat pembahasan portofolio kombinasi kini makin diminati.

Dengan emas menorehkan rekor baru dan keunikan Bitcoin yang makin diakui, perdebatan bukan lagi soal memilih pemenang, melainkan mencari sinergi terbaik. Bisa jadi, lindung nilai terbaik bukan emas atau Bitcoin; keduanya justru bisa menjadi jawaban.

Chart of the Day

Bitcoin-to-gold ratio
Rasio Bitcoin terhadap Emas | Sumber: Longterm Trends

Berdasarkan grafik ini, rasio saat ini berada di bawah puncak terakhirnya, yang menunjukkan bahwa Bitcoin lebih murah dibandingkan emas dibandingkan saat bull run sebelumnya, walaupun kedua aset ini mengalami kenaikan secara nominal. Ini menandakan reli emas belakangan ini meningkatkan nilainya lebih cepat dari Bitcoin di awal 2026.

Alpha Singkat Byte

Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang perlu kamu ikuti hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 20 JanuariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$160,23US$159,50 (-0,46%)
Coinbase (COIN)US$227,73US$226,79 (-0,41%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$32,10US$31,64 (-1,43%)
MARA Holdings (MARA)US$10,37US$10,33 (-0,39%)
Riot Platforms (RIOT)US$18,10US$18,06 (-0,22%)
Core Scientific (CORZ)US$18,36US$18,31 (-0,27%)
Perlombaan pembukaan pasar saham kripto | Sumber: Google Finance

Slimbook Launches New Slimbook ONE Mini Linux PC, Slimbook Executive Laptop

21 January 2026 at 16:57

Slimbook ONE Linux

Slimbook launches new Slimbook ONE mini Linux PC, Slimbook Executive Linux laptop, and Slimbook Kymera Woodline desktop computer.

The post Slimbook Launches New Slimbook ONE Mini Linux PC, Slimbook Executive Laptop appeared first on 9to5Linux - do not reproduce this article without permission. This RSS feed is intended for readers, not scrapers.

Harga Monero (XMR) Turun 20% di Bawah US$500: Tanda Peringatan atau Koreksi Strategis?

21 January 2026 at 16:00

Harga Monero mengalami koreksi tajam, sehingga memicu kekhawatiran di seluruh pasar. XMR turun hampir 20% dalam satu hari, bahkan sempat jatuh di bawah level US$500.

Pergerakan tiba-tiba ini membuat panik para trader jangka pendek. Walaupun begitu, data saat ini menunjukkan bahwa penurunan ini mungkin hanya merupakan koreksi wajar, bukan pembalikan tren utama.

Monero Nampaknya Aman dari Penjualan Lebih Lanjut

Meski terjadi aksi jual besar-besaran, holder XMR tetap tidak buru-buru keluar dari pasar. Sinyal on-chain menampilkan tekanan jual yang masih relatif rendah. Money Flow Index memang turun, menandakan turunnya minat beli, namun MFI masih bertahan di atas level netral 50 — sebuah indikator penting bahwa bear belum menguasai pasar.

Karena MFI menggabungkan harga dan volume, posisi MFI di zona positif menunjukkan permintaan masih lebih besar dibanding aksi jual. Untuk XMR, hal ini menandakan kelelahan setelah reli, bukan kelemahan secara struktural. Pola perilaku holder yang tetap disiplin membantu mencegah harga jatuh lebih dalam.

Monero MFI
Monero MFI | Sumber: TradingView

Data derivatif memberikan gambaran tambahan. Open Interest turun 20,8% dalam 48 jam terakhir, yaitu dari US$624 juta ke US$494 juta. Di permukaan, ini memang terlihat bearish. Tapi, pada kenyataannya, ini lebih menggambarkan terjadinya likuidasi posisi leverage saat long yang terlalu tinggi akhirnya terpaksa keluar dari pasar.

Yang lebih penting lagi, funding rate XMR tetap positif sepanjang penurunan harga tadi. Artinya, posisi long masih dominan dan para trader tetap membayar biaya untuk tetap berharap harga naik. Bias pasar ini menunjukkan kecenderungan menuju stabilisasi dan pemulihan ketimbang penurunan lebih jauh.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

XMR OI and Funding Rate.
OI dan Funding Rate XMR | Sumber: Glassnode

Prospek Makro XMR Nampak Bullish

Analis Matthew Hyland menyoroti pola ascending triangle XMR yang sudah terbentuk selama satu dekade. Harga selalu menghormati diagonal support naik yang ada sejak siklus 2016–2017, terus membentuk higher low dan menjaga struktur bullish jangka panjang.

Ada zona horizontal utama di kisaran US$400–US$500, di mana harga sering tertahan sebelumnya. Aksi harga saat ini menunjukkan XMR kembali berkutat di area ini sehingga semakin menekan penjual dan membuka peluang pergerakan besar di time frame lebih tinggi.

“IMO US$10.000–US$125.000 dalam 5–20 tahun ke depan,” terang Matthew, soal proyeksi jangka panjangnya untuk XMR.

Monero Price Macro Outlook
Prospek Makro Harga Monero | Sumber: Matthew Hyland

Jika harga XMR berhasil bertahan dan bangkit di area ini, maka sinyal bullish semakin kuat. Namun, jika zona ini sampai hilang, kemungkinan akan terjadi konsolidasi berkepanjangan atau koreksi lebih dalam menuju trendline naik di area US$200–US$300 sebelum impuls besar berikutnya.

Pemulihan Harga XMR Nampaknya Jadi Langkah Berikutnya

Pada waktu publikasi, Monero diperdagangkan di kisaran US$499 setelah anjlok sekitar 20% dalam 24 jam terakhir. Koreksi ini membuat harga turun menembus 23,6% Fibonacci retracement, yang sering menjadi area support di pasar bear. Kehilangan area ini patut diwaspadai, tapi konteks tetap penting.

Bila harga cepat kembali dan bertahan di atas US$500, risiko penurunan pun bisa banyak berkurang. Karena belum ada tanda distribusi agresif dan posisi long masih mendominasi, peluang rebound tetap besar. Jika pembeli kembali masuk, XMR berpotensi naik lagi ke arah US$560, bahkan US$600 bisa jadi target berikutnya jika momentum mendukung.

Monero Price Analysis.
Analisis Harga Monero | Sumber: TradingView

Setup bullish ini akan gagal jika sentimen pasar berubah. Jika aksi ambil untung meningkat, harga XMR bisa semakin tertekan. Dalam situasi ini, US$450 menjadi support penting berikutnya. Kehilangan support ini bisa menggugurkan skenario pemulihan dan membuat XMR rentan koreksi lebih dalam menuju US$417 sehingga menandakan fase koreksi yang lebih besar.

Quantum Computing Sudah Mengguncang Bitcoin—Ini Cara Kerjanya

21 January 2026 at 15:00

Ancaman quantum computing terhadap Bitcoin sering dianggap masih jauh di masa depan, tapi jika diperhatikan lebih saksama, dampaknya mungkin sudah mulai terlihat sekarang.

Riset-riset terbaru dan langkah-langkah institusi menunjukkan bahwa waktunya mungkin berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Quantum Computing Sudah Berdampak ke Bitcoin, Tapi Tidak Seperti yang Anda Kira

Performa Bitcoin yang baru-baru ini kalah dibandingkan emas menarik perhatian baru dari para investor institusional. Tapi, penyebabnya bukan karena faktor pasar tradisional, melainkan risiko quantum computing (QC) yang suatu hari bisa mengancam kriptografi Bitcoin.

Para ahli strategi kini menganggap ancaman ini bukan sekadar teori, sehingga mereka mulai merombak alokasi portofolio dan memicu debat tentang keamanan jangka panjang Bitcoin.

BeInCrypto melaporkan bahwa ahli strategi Jefferies, Christopher Wood, menghapus posisi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model utama “Greed & Fear”, lalu mengalihkan alokasi ke emas fisik dan saham pertambangan.

Wood menyampaikan kekhawatiran bahwa quantum computing bisa membobol kunci Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) milik Bitcoin sehingga bisa menggoyang klaim Bitcoin sebagai penyimpan nilai.

“Financial advisors membaca riset seperti ini dan memilih alokasi klien tetap rendah atau bahkan nol karena quantum computing adalah ancaman eksistensial. Ini akan jadi beban di leher BTC sampai permasalahan ini benar-benar selesai,” tulis batsoupyum, seorang pengguna populer di X.

Penelitian mendukung kehati-hatian ini, salah satunya studi Chaincode Labs tahun 2025 memperkirakan bahwa 20–50% alamat Bitcoin yang beredar rentan terhadap serangan quantum di masa depan karena penggunaan ulang public key. Sekitar 6,26 juta BTC, dengan nilai antara US$650 miliar dan US$750 miliar, bisa terekspos.

Sementara itu, grafik Projection Calculator menunjukkan risiko yang semakin nyata, dengan pertumbuhan kemampuan perangkat keras quantum yang eksponensial dari waktu ke waktu.

Quantum Doomsday Clock
Jam Kiamat Quantum | Sumber: Projection Calculator

Saat jumlah qubit pada mesin quantum meningkat dengan pesat, terutama setelah terwujudnya tonggak sejarah Google di 2025, potensi kehadiran quantum computer yang relevan untuk kriptografi (CRQC) makin masuk akal.

Struktur Bitcoin yang terdesentralisasi membuat tantangan ini semakin besar. Berbeda dengan bank tradisional yang bisa mewajibkan upgrade quantum-safe lewat otoritas terpusat, Bitcoin harus berkoordinasi lewat jaringan yang tersebar.

Tidak ada komite risiko, tidak ada mandat, dan tak ada satu pihak pun yang bisa memaksa perubahan secara instan.

“Dulu saya menganggap risiko quantum computing (QC) terhadap Bitcoin itu terlalu mengada-ada. Sekarang tidak lagi. Biasanya orang membantah begini: QC belum jadi ancaman selama bertahun-tahun, dan kalau memang terjadi, seluruh sistem keuangan juga akan bermasalah… [Bitcoin] memang bisa upgrade secara teknis. Tapi proses itu perlu koordinasi yang lambat dan rumit di jaringan terdesentralisasi. Tidak ada yang bisa bilang, ‘kita pindah sekarang’,” terang Jamie Coutts .

Risiko Quantum Computing Semakin Bayangi Daya Tarik Institusional Bitcoin

Pasar mulai memperlihatkan kekhawatiran ini. Kinerja Bitcoin sepanjang tahun berjalan (YTD) di 2026 kalah 6,5% dari emas, sementara emas melonjak 55%. Rasio BTC/emas sebesar 19,26 di Januari 2026 sejalan dengan sikap hati-hati para penasihat keuangan.

Bitcoin-to-Gold Ratio
Rasio Bitcoin-Emas | Sumber: longtermtrends

Respons institusi pun beragam. Sementara Wood mengurangi eksposur, Harvard justru dilaporkan menambah alokasi Bitcoin hampir 240%.

Harvard ramped its bitcoin investment in Q3 from $117m ot $443m. It also boosted its gold ETF allocation from $102m to $235m.

Think about that for a second: Harvard decided to put on a debasement trade and it allocated to bitcoin 2-to-1 over gold.

— Matt Hougan (@Matt_Hougan) December 8, 2025

Begitu juga, Morgan Stanley mulai menyarankan klien wealth management untuk mengalokasikan hingga 4% portofolio mereka ke aset digital. Selain itu, Bank of America mengizinkan alokasi antara 1% hingga 4%.

Ini menunjukkan bahwa dukungan tidak menghilang, tapi menjadi lebih tersebar sesuai dengan penilaian risiko masing-masing institusi.

Meski demikian, sebagian pihak menganggap risiko quantum tetap kecil kemungkinannya, tapi berdampak besar jika terjadi. David Duong dari Coinbase menyoroti dua ancaman utama: quantum computer yang bisa membobol kunci ECDSA dan menargetkan SHA-256, yang menjadi dasar sistem proof-of-work Bitcoin.

Alamat yang rentan antara lain Pay-to-Public-Key lawas, beberapa multisignature wallet, dan setup Taproot terbuka.

Kebiasaan menjaga kebersihan alamat, menghindari penggunaan ulang alamat, serta memindahkan koin ke alamat yang tahan terhadap quantum, dianggap sebagai strategi mitigasi utama.

Standar kriptografi pasca-quantum yang difinalisasi NIST pada 2024 memberikan roadmap untuk perlindungan di masa depan. namun, adopsinya di Bitcoin tetaplah rumit.

Charles Hoskinson dari Cardano memperingatkan bahwa adopsi yang terlalu dini bisa sangat menurunkan efisiensi. Sementara itu, Quantum Blockchain Initiative milik DARPA menunjukkan ancaman yang berarti kemungkinan muncul pada tahun 2030-an.

Namun, kemajuan pesat yang tergambar pada grafik proyeksi memperlihatkan bahwa garis waktunya bisa lebih cepat, khususnya jika integrasi AI mempercepat pengembangan quantum.

Pertanyaan tentang komputasi quantum sudah bergeser dari sekadar teori menjadi dampak nyata pada portofolio. Performa buruk Bitcoin bukan hanya cerminan dari siklus pasar. Justru, ini menunjukkan beban risiko eksistensial yang terus bertambah, memengaruhi cara institusi mengalokasikan modal dan memaksa jaringan menghadapi tantangan teknis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sampai sistem terdesentralisasi Bitcoin benar-benar bisa berkoordinasi melakukan upgrade tahan quantum sepenuhnya, “beban” di leher BTC akan tetap nyata.

Orang Amerika Lebih Muda Percaya Aset Kripto 5x Lebih Besar daripada Baby Boomer, Survei OKX Menunjukkan

21 January 2026 at 14:00

Orang Amerika yang lebih muda jauh lebih memercayai platform kripto dibanding generasi yang lebih tua, di mana Gen Z dan Milenial hampir lima kali lebih percaya dibanding Baby Boomer, menurut survei terbaru dari OKX.

Survei ini dilakukan pada Januari 2026 terhadap 1.000 responden di Amerika Serikat, dan menyoroti semakin dalamnya perbedaan sikap antar generasi terhadap aset kripto dan keuangan tradisional.

Kepercayaan Terhadap Aset Kripto Meningkat di Kalangan Gen Z Sementara Generasi Boomer Tetap Waspada

Survei OKX menunjukkan bahwa 40% Gen Z dan 41% Milenial melaporkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap platform kripto, dengan skor 6 atau lebih pada skala 10 poin. Sebaliknya, hanya 9% Boomer yang mengungkapkan kepercayaan yang sama.

Different Generations' Trust in Crypto Platforms
Kepercayaan Antar Generasi terhadap Platform Kripto | Sumber: OKX

Perbedaan ini makin jelas jika dibandingkan dengan kepercayaan pada bank tradisional. Sekitar 74% Boomer memberikan skor kepercayaan tinggi pada institusi keuangan konvensional, sekitar delapan kali lipat lebih besar daripada kepercayaan mereka pada kripto. 

Di antara responden yang lebih muda, keraguan terhadap bank lebih mencolok. Sekitar 22% Gen Z dan 21% Milenial melaporkan tingkat kepercayaan rendah pada institusi perbankan tradisional.

“Bagi anak muda, sistem keuangan tradisional terasa seperti peninggalan dari generasi orang tua mereka. Gen Z dan Milenial muda tumbuh di dunia digital. Sudah wajar kalau mereka merasa lebih nyaman dengan ekonomi aset digital,” ujar Haider Rafique, Global Managing Partner, OKX, kepada BeInCrypto.

Data ini menunjukkan bahwa kepercayaan di kalangan pengguna muda tidak hanya lebih tinggi, tapi juga meningkat. Dibandingkan Januari 2025, sebanyak 36% Gen Z dan 34% Milenial mengaku kepercayaan mereka terhadap platform kripto meningkat selama setahun terakhir.

Di sisi Boomer, sentimennya lebih datar. Hanya 6% yang melaporkan kepercayaan yang meningkat. Selain itu, 49% menyatakan tingkat kepercayaannya tidak berubah.

Lalu apa yang mendorong kepercayaan ini? Apakah lebih dipengaruhi oleh pengalaman pribadi atau oleh pengaruh komunitas seperti media sosial, teman sebaya, dan kreator konten? Rafique memaparkan bahwa kedua faktor tersebut berperan, walau dampaknya berbeda untuk pengguna muda.

Ia menjelaskan bahwa untuk generasi muda, media sosial adalah pintu masuk paling alami untuk mendapatkan informasi, baik untuk layanan pelanggan, pengalaman pengguna, atau menilai kredibilitas. Mereka lebih dulu mencari di media sosial ketika mengalami masalah, ingin belajar hal baru, atau ingin tahu pendapat tokoh-tokoh terpercaya di dunia maya.

“Meski begitu, kepercayaan yang nyata hanya bisa dibangun melalui pengalaman langsung. Ini bagian dari perubahan besar pada perilaku Gen Z: Mereka melakukan verifikasi sendiri lewat penggunaan berulang secara pribadi. Di aset digital, khususnya, loyalitas lahir dari tiap transaksi lancar satu per satu,” tambahnya.

Setengah Generasi Z dan Milenial Melihat Aset Kripto sebagai Masa Depan

Peningkatan kepercayaan ini juga diikuti oleh tindakan nyata. Tahun ini, 40% Gen Z dan 36% Milenial berencana untuk meningkatkan aktivitas trading kripto mereka. Hanya 11% Boomer yang mengatakan hal serupa, sehingga responden muda hampir empat kali lebih optimistis dibanding generasi yang lebih tua.

Perbedaan tingkat kepercayaan ini nampak sangat terkait dengan apa yang dianggap penting oleh masing-masing generasi. Bagi Gen Z, Milenial, dan Gen X, keamanan platform adalah faktor utama yang disebut oleh 59%, 50%, dan 54% secara berurutan.

Sementara itu, Boomer paling mengutamakan regulasi serta perlindungan hukum, dengan 65% yang menjadikannya sebagai perhatian utama.

Di kalangan pengguna muda yang masih skeptis terhadap kripto, Rafique menyebutkan bahwa kompleksitas menjadi alasan utama enggan mencoba.

“Gen Z tumbuh dengan aplikasi fintech yang terasa mudah digunakan. Kripto sering kali masih terkesan seperti menyerahkan seperangkat alat berat dan menyuruh orang lain untuk cari tahu sendiri — navigasi membingungkan, biaya tersembunyi, jargon di mana-mana. Kesalahan yang tidak bisa dibatalkan, padahal bisa membuat rugi uang nyata,” terang Rafique.

Perbedaan antar generasi ini juga terlihat pada harapan jangka panjang terhadap masa depan keuangan. Sebanyak 52% Gen Z dan 50% Milenial percaya bahwa kripto pada akhirnya akan menyaingi atau bahkan melampaui keuangan tradisional sebagai kekuatan utama.

Di sisi Boomer, hanya 28% yang memiliki pandangan serupa. Selain itu, 71% tetap yakin bahwa bank akan terus menjadi tulang punggung sistem keuangan di masa mendatang.

“Generasi muda jelas melihat kripto sebagai jalan untuk membuka peluang yang lebih besar dan sebagai lindung nilai terhadap keterbatasan pada jalur pembangunan kekayaan tradisional,” terang laporan tersebut.

Pandangan soal kegunaan kripto semakin memperjelas perbedaan antar generasi. Hampir setengah Boomer mengatakan kripto tidak menyelesaikan masalah apapun lebih baik dibanding keuangan tradisional. Di Gen Z, hanya 6% yang setuju dengan hal itu. Menurut temuan survei ini, 

“Peserta muda secara konsisten menyoroti keunggulan praktis yang sangat relevan di dunia digital, seperti akses 24/7 yang nyata, transfer lintas batas, dan fleksibilitas yang tak bisa ditiru oleh infrastruktur lama yang kaku. Persepsi keunggulan ini mendorong adopsi sekaligus memberikan rasa berdaya bagi mereka yang tumbuh di era finansial yang serba instan dan selalu terhubung.”

Data ini mengindikasikan bahwa pengguna muda semakin melihat kripto sebagai sesuatu yang aman, inovatif, dan tak terhindarkan. Sebaliknya, generasi yang lebih tua cenderung mengaitkan aset digital dengan risiko serta ketidakpastian.

Bukannya jadi hambatan, perbedaan kepercayaan ini justru menjadi penanda ke mana arah perkembangan kripto selanjutnya. Adopsi dan pertumbuhan didorong oleh generasi yang menaruh kepercayaan terbesar pada teknologi ini.

“Ingat saat Facebook dulu sulit dipahami oleh generasi yang lebih tua? Sekarang, seluruh platform itu diisi oleh para Boomer. Kita akan melihat pola yang serupa pada ekonomi aset digital,” tutur Rafique.

Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menunjukkan adanya pergeseran kepercayaan finansial antar generasi. Generasi muda yang semakin percaya diri melalui pengalaman langsung dan saluran digital semakin besar membentuk arah adopsi aset kripto, sedangkan generasi yang lebih tua tetap berpegang pada model perbankan tradisional.

Token SKR Seeker Turun setelah Airdrop saat Holder Awal Mulai Jual

21 January 2026 at 12:29

Token SKR milik Seeker mengalami debut yang volatil setelah Solana Mobile meluncurkan airdrop mereka. Pada 21 Januari, Solana Mobile membagikan 2 miliar token SKR—senilai sekitar US$26,6 juta saat peluncuran—kepada pengguna ponsel Seeker dan pengembangnya.

Airdrop ini langsung membuat SKR menjadi sorotan para trader, sehingga memicu aksi harga agresif di awal peluncuran. Meski begitu, setelah lonjakan awal mereda, proses penemuan harga menjadi tidak stabil karena tekanan jual mulai muncul dengan cepat setelah gelombang euforia pertama.

Holder Seeker Sudah Mulai Menjual

Sinyal jangka pendek menunjukkan momentum mulai melemah walaupun pembukaan berlangsung kuat. Pada grafik 15 menit, Money Flow Index (MFI) terus menurun sejak SKR mencapai puncaknya di awal peluncuran. Sebagai indikator momentum berbasis volume, saat MFI turun di bawah garis netral 50,0, itu menandakan bahwa seller mulai mengambil kendali.

Penurunan MFI yang berlangsung lama biasanya menandakan permintaan yang mulai melemah, bukan sekadar volatilitas acak. Untuk kasus SKR, ini mengarah pada penerima airdrop awal yang menjual token mereka demi mengamankan profit. Pola ini memang biasa terjadi pada peluncuran token baru, tapi tetap saja menandakan sinyal bearish selama momentum masih negatif.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

SKR MFI
MFI SKR | Sumber: TradingView

Data transaksi on-chain memperkuat hal ini. Sejak peluncuran, ada sekitar 22.130 transaksi beli dibandingkan dengan kurang lebih 25.039 transaksi jual. Ketimpangan tersebut menunjukkan aksi distribusi lebih besar dari akumulasi, sehingga memperkuat bias bearish untuk jangka pendek.

Perbedaan ini menyoroti kewaspadaan trader setelah lonjakan awal. Walau perhatian terhadap SKR masih tinggi, mayoritas aksi yang terjadi justru pengambilan profit, bukan membangun posisi baru. Jika belum ada perubahan menuju arus beli bersih, tekanan turun kemungkinan tetap bertahan.

Seeker Buy/Sell Difference.
Perbedaan Beli/Jual Seeker | Sumber: GeckoTerminal

Harga SKR Menghadapi Risiko Penurunan Lebih Lanjut

Seeker (SKR) masih naik sekitar 37% dari harga saat peluncuran, dan diperdagangkan dekat US$0,01198 pada waktu publikasi. Akan tetapi, setelah sempat menyentuh puncak di US$0,01553, harganya berbalik turun dan mulai masuk fase koreksi sehingga euforia awal perlahan menghilang seiring likuiditas mulai stabil.

Jika tekanan jual terus berlanjut, SKR berisiko kehilangan support di US$0,01098. Jika harga benar-benar menembus level ini, momentum penurunan bisa semakin cepat, dan area US$0,00879 bakal menjadi target selanjutnya. Kalau koreksi terjadi lebih dalam, harga dapat meluncur ke sekitar US$0,00754, yang akan menghapus sebagian besar kenaikan di hari peluncuran.

SKR Price Analysis.
Analisis Harga SKR | Sumber: TradingView

Stabilisasi dalam waktu dekat bergantung pada pertahanan di US$0,01098. Jika zona ini bisa dipertahankan, peluang harga membentuk dasar semakin besar. Sebaliknya, jika SKR mampu menembus kembali level US$0,01417, momentum akan bergeser ke sisi positif dan menunjukkan kepercayaan buyer mulai pulih.

Treasuri Aset Digital Solana Hentikan Pembelian SOL seiring Kerugian Belum Terealisasi Semakin Besar

21 January 2026 at 12:20

Perusahaan yang memilih Solana (SOL) sebagai aset strategis di treasury mereka kini menghadapi kerugian yang semakin besar karena pergerakan harga SOL berubah negatif pada Januari. Di antara mereka, Forward Industries memegang posisi SOL terbesar, yakni lebih dari 1,1% dari total suplai.

Nampaknya, kepercayaan terhadap nilai jangka panjang SOL tetap tidak berubah, meski SOL telah menghapus pemulihan sepanjang tahun berjalan.

Forward Industries Hadapi Lebih dari US$700 Juta Kerugian Mengambang seiring SOL Turun

Data dari Coingecko menunjukkan bahwa Forward Industries saat ini memegang lebih dari 6,91 juta SOL. Perusahaan ini memperoleh kepemilikan tersebut dengan total biaya sebesar US$1,59 miliar, yang setara dengan sekitar 1,12% dari total suplai Solana.

Dengan harga SOL yang saat ini di kisaran US$128, nilai investasi tersebut telah turun menjadi sekitar US$885,59 juta. Hal ini mengakibatkan kerugian belum terealisasi lebih dari US$700 juta, atau penurunan sebesar -46%.

Forward Industries' Solana Holding. Source: Coingecko
Kepemilikan Solana Forward Industries | Sumber: Coingecko

Walau menghadapi tantangan seperti ini, Forward Industries tetap dapat mengambil manfaat dari staking. Sejak memulai strategi treasury Solana pada September 2025, perusahaan ini telah mendapatkan lebih dari 133.450 SOL dari reward staking. Reward ini membantu meningkatkan jumlah SOL per saham. Walau demikian, jumlah tersebut tetap terbilang kecil dibanding kerugian yang kini terjadi.

“Sejak awal, infrastruktur validator dari perusahaan berhasil menghasilkan 6,73% gross annual percentage yield (APY) sebelum biaya, melebihi validator rekanan teratas. Hampir seluruh kepemilikan SOL perusahaan saat ini dalam kondisi staking,” terang Forward Industries dalam laporannya.

Penurunan SOL tidak hanya memengaruhi treasury, tapi juga menyeret harga saham FWDI turun. Sejak mengumumkan pembelian SOL pada September 2025, sahamnya turun lebih dari 80%. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terkait risiko finansial.

Aksi jual ini menurunkan kapitalisasi pasar perusahaan dan ikut melemahkan kemampuan perusahaan untuk menghimpun dana serta kredibilitas di pasar saham.

DAT SOL Lain Juga Alami Kerugian dan Hentikan Akumulasi SOL

Forward Industries bukan satu-satunya. Perusahaan lain yang menggunakan model digital asset treasury (DAT) juga mengalami kerugian besar.

Upexi (UPXI) melaporkan kerugian belum terealisasi lebih dari US$47 juta dari kepemilikan SOL-nya, atau setara dengan kerugian -15,5%. Sharps Technology menghadapi kerugian belum terealisasi lebih dari US$133 juta, atau -34%. Galaxy Digital Holdings juga mencatat kerugian belum terealisasi lebih dari US$52 juta, atau -38%.

Contoh-contoh ini menunjukkan risiko sistemik dari model DAT. Volatilitas harga dapat melemahkan pondasi keuangan korporasi.

Analis mengingatkan kondisi dapat semakin memburuk. Jika SOL turun melewati level US$120, yaitu zona support multi-tahun, harga bisa turun ke kisaran US$70. Pergerakan ini dapat memperparah kerugian belum terealisasi dengan signifikan.

$SOL has to hold this multi year $120 support level OR we are going back to ~$70 pic.twitter.com/eQYJStTvkR

— Greeny (@greenytrades) January 21, 2026

Proyeksi ini nampaknya cukup beralasan. ETF Solana mencatat arus keluar pertama dalam empat minggu terakhir, menandakan kepercayaan investor yang mulai melemah.

Data tambahan menunjukkan perusahaan-perusahaan sudah tidak lagi membeli SOL dalam dua bulan terakhir. Total SOL yang terkumpul oleh DAT pun tertahan di angka 17,7 juta.

Solana Treasury Tracker | Sumber: Sentora

Melambatnya pembelian ini mencerminkan sikap kehati-hatian yang meningkat di tengah rasa takut pelaku pasar yang makin besar.

Meskipun demikian, Forward Industries tetap optimistis. Perusahaan meyakini bahwa tahun 2026 akan menjadi tahunnya Solana. Mereka menyoroti roadmap upgrade paling agresif dalam sejarah jaringan ini, mulai dari konsensus hingga infrastruktur. Targetnya adalah mengubah Solana menjadi “Nasdaq terdesentralisasi.”

"Solana's 2026 roadmap may be the most aggressive upgrade cycle in the network's history, overhauling everything from consensus to infrastructure to become the decentralized Nasdaq." – @Delphi_Digital

2026 is the year of Solana. https://t.co/ksMKdYKrcD

— Forward Ind. | NASDAQ-$FWDI (@FWDind) January 20, 2026

Di saat yang sama, Token Terminal melaporkan rasio staking Solana telah mencapai 70%, atau level tertinggi sepanjang masa. Nilai total staking berada di kisaran US$60 miliar, sehingga keamanan jaringan semakin kuat.

Faktor positif ini mungkin menjadi alasan mengapa pasar belum melihat gelombang aksi jual dari DAT SOL. Pergerakan harga SOL dalam beberapa hari ke depan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana perusahaan-perusahaan ini akan meresponsnya.

Harapan Pemulihan XRP Meningkat saat Satu Metrik Sentuh Level Terendah 6 Bulan — Apa Berikutnya untuk Harga?

21 January 2026 at 12:00

Harga XRP mengalami koreksi tajam pada Januari ini. Sejak 14 Januari, XRP turun sekitar 16%. Meskipun sempat rebound sedikit, koin ini masih turun hampir 2% dalam 24 jam terakhir, sehingga pasar tetap berhati-hati.

Namun, berbagai sinyal sekarang menunjukkan tekanan jual mulai mereda, bukannya semakin kuat. Pola momentum yang secara historis selalu terbukti kini muncul kembali, aktivitas koin turun ke level terendah dalam enam bulan terakhir, dan holder jangka pendek telah mengalami kerugian besar. Kombinasi kondisi ini seringkali menjadi tanda bahwa harga akan berbalik arah dengan tajam.


Bullish Divergence yang Sudah Pernah Memicu Reli 33%

Sinyal pertama berasal dari momentum.

Pada grafik harga harian, XRP menunjukkan bullish divergence. Antara 4 November hingga 31 Desember, harga mencetak lower low, sementara RSI membentuk higher low. RSI mengukur momentum dengan membandingkan keuntungan dan kerugian terkini. Ketika RSI naik sementara harga terus melemah, biasanya ini menandakan tekanan jual sudah melemah.

Terakhir kali pola ini muncul, XRP reli cukup agresif, naik sekitar 33% hanya dalam waktu kurang dari seminggu.

XRP Flashes Bullish Structure
XRP Menunjukkan Struktur Bullish: TradingView

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Pola yang sama sekarang mulai terbentuk kembali, yakni antara 4 November hingga 19 Januari. Harga memang turun, namun RSI justru tidak mengikuti penurunan dan malah bergerak naik. Hal ini memang tidak menjamin XRP akan reli lagi 33%, tapi menandakan momentum kembali berlawanan dengan harga, seperti saat pembalikan tren sebelumnya.

Momentum saja tidak cukup. Perilaku penjual juga harus mengonfirmasi tanda kelelahan pasar.


Penjualan Panik Kemungkinan Menurun karena Aktivitas Coin Turun dari 83 Juta ke Hampir Nol

Konfirmasi tersebut datang dari perilaku on-chain.

Satu sinyal bearish yang terkait dengan kepanikan jual telah merosot ke level terendah dalam enam bulan. Aktivitas koin dari berbagai kelompok umur, yang diukur dengan metrik Spent Coins Age band, anjlok dari sekitar 83 juta XRP pada 15 Januari jadi hampir nol (0,06) pada 21 Januari. Ini menunjukkan sangat sedikit koin yang aktif dipindahkan atau mungkin dijual, meskipun harga turun tajam.

Coin Activity Hits A Six-Month Low
Aktivitas Koin Mencapai Level Terendah dalam Enam Bulan: Santiment

Pada saat yang sama, perilaku holder jangka pendek semakin menguatkan tanda kelelahan pasar ini.

NUPL holder jangka pendek (Net Unrealized Profit/Loss), yang mengukur apakah pembeli baru masih untung atau sudah rugi, turun drastis. Sejak 5 Januari, metrik ini turun dari sekitar −0,03 menjadi −0,235, atau lebih dari 680% lebih dalam ke wilayah rugi. Sederhananya, holder jangka pendek sudah benar-benar dalam posisi rugi besar.

Profit Booking Incentive Dips
Insentif Realisasi Profit Menurun: Glassnode

Saat holder sudah sedalam ini mengalami kerugian dan perpindahan koin mengering, insentif untuk jual lebih lanjut menurun tajam. Tekanan jual melemah bukan karena pembeli kuat, melainkan karena penjual sudah kelelahan.

Dengan minimnya halangan untuk rebound, perhatian kini beralih ke area potensi bounce berikutnya.


Klaster Cost Basis Tentukan Level Breakout dan Breakdown Harga XRP

Data cost basis menunjukkan di mana kelompok besar XRP pernah dibeli sebelumnya. Zona-zona ini sering menjadi resistance karena holder yang hampir impas cenderung menjual.

Level kunci pertama berada di US$2,00, harga psikologis utama sekaligus zona cost basis dengan sekitar 1,55 miliar XRP. Menembus level ini akan menjadi langkah awal menuju stabilisasi.

Nearest Cluster For XRP
Klaster Terdekat untuk XRP: Glassnode

Di atas level itu, resistance terkuat dalam waktu dekat ada di rentang US$2,14–US$2,16. Area ini berisi sekitar 1,92 miliar XRP, menjadikannya klaster pasokan terberat di atas harga saat ini.

Klaster Terkuat: Glassnode

Pergerakan bersih di atas US$2,17 akan menghilangkan suplai ini dan menandakan bahwa penjual telah terserap. Jika itu terjadi, maka level kenaikan di sekitar US$2,41, US$2,49, bahkan US$2,89 akan menjadi fokus, menurut chart harga XRP.

Di sisi sebaliknya, jika gagal bertahan di struktur saat ini, maka risiko tetap terbuka.

XRP Price Analysis
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Penurunan di bawah US$1,84 akan melemahkan potensi rebound, sementara US$1,77 tetap menjadi level support paling krusial.

CEO Coinbase Brian Armstrong Bertemu Kepala Bank Sentral Prancis soal Bitcoin di Davos

21 January 2026 at 11:38

CEO Coinbase Brian Armstrong menempatkan Bitcoin di pusat perdebatan kebijakan Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada hari Rabu.

Pernyataannya muncul ketika pasar menantikan kehadiran Presiden AS Donald Trump di acara Davos, karena ia dikenal kerap memberikan komentar spontan terkait perdagangan, tarif, dan geopolitik.

Independensi Bitcoin Bertabrakan dengan Perbankan Sentral di Davos

Pimpinan Coinbase ini secara langsung menantang Gubernur Banque de France, François Villeroy de Galhau, terkait isu kemandirian moneter.

“Saya lebih mempercayai bank sentral independen dengan mandat demokratis daripada penerbit swasta Bitcoin,” Gareth Jenkinson melaporkan, mengutip pernyataan Villeroy de Galhau dalam diskusi di Davos.

Pernyataan ini mencerminkan pandangan lama di kalangan bank sentral bahwa lembaga berdaulat secara inheren dianggap lebih sah dibanding alternatif terdesentralisasi.

Armstrong memberikan tanggapannya dengan mengubah fokus perdebatan ke isu pengendalian dan penerbitan, bukan sekadar mandat politik.

“Bitcoin adalah protokol terdesentralisasi. Sebenarnya tidak ada penerbitnya. Jadi jika berbicara soal kemandirian, Bitcoin justru lebih independen. Tidak ada negara, perusahaan, maupun individu mana pun di dunia yang mengendalikannya,” terang Armstrong.

Pertukaran argumen ini menjadi momen langka di WEF di mana Bitcoin itu sendiri, dan bukan sekadar teknologi blockchain atau keuangan tokenisasi, dibahas secara langsung.

Selama bertahun-tahun, panel WEF lebih sering menyoroti ledger yang terotorisasi, adopsi institusional, dan mata uang digital bank sentral. Mereka kerap menghindari tantangan Bitcoin terhadap kedaulatan moneter secara utuh.

Dinamikanya mulai berubah di WEF 2026, sebagian karena desakan dari para jurnalis yang hadir langsung di lapangan.

Gareth Jenkinson menanyakan langsung kepada Armstrong dalam sesi “Crypto at a Crossroads”, apakah AS akan melanjutkan pembahasan mengenai pembentukan Strategic Bitcoin Reserve.

Jawaban Armstrong menyoroti bahwa Bitcoin bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan jaringan moneter global yang netral dan kian diakui oleh pemerintah – bukan lagi diabaikan begitu saja.

Bank Melawan saat Bitcoin Masuk ke Debat Strategis dan Ekonomi Makro

Di luar Davos, Armstrong terus mempertajam kritiknya pada sistem TradFi. Dalam wawancara terpisah dengan CNBC, ia menuding lobi perbankan AS mencoba menahan persaingan melalui tekanan regulasi, terutama terkait regulasi stablecoin.

Here's a quick summary of what happened last week with the CLARITY Act.

Now we're all working together to find a win-win scenario for everyone, especially the American people. pic.twitter.com/Wcry97B3qf

— Brian Armstrong (@brian_armstrong) January 21, 2026

Dengan merujuk pada CLARITY Act yang masih tertunda, Armstrong berpandangan bahwa pihak bank mendorong pelarangan platform kripto agar tidak menawarkan imbal hasil, bukan karena risiko sistemik, melainkan karena persaingan bisnis.

“Kelompok lobi dan asosiasi perdagangan mereka masuk dan berupaya melarang persaingan,” ujar Armstrong, sambil menambahkan bahwa perusahaan kripto harusnya dapat bersaing secara adil, bukan dibatasi oleh pelaku lama di sektor tersebut.

Debat ini juga terjadi di saat kekhawatiran ekonomi makro terkait stabilitas sistem keuangan global semakin meningkat.

Veteran hedge fund Ray Dalio, yang juga berbicara kepada CNBC selama pekan Davos, memperingatkan bahwa tatanan moneter saat ini dalam kondisi tertekan.

“Tatanan moneter sedang mengalami keruntuhan,” Dalio ucap, dengan menyoroti utang yang meningkat dan perubahan strategi cadangan di bank sentral serta sovereign wealth fund.

Ia menuturkan bahwa naiknya kembali peran emas menandakan kekhawatiran yang semakin dalam akan kestabilan mata uang fiat. Kekhawatiran ini kini juga merambah ke aset digital seperti Bitcoin.

Sinyal kebijakan dari Washington menunjukkan bahwa Bitcoin kini tidak sepenuhnya berada di luar perhitungan strategis negara.

Menkeu AS Scott Bessent memastikan pada 2025 bahwa setiap Bitcoin hasil sitaan dari penegakan hukum akan dimasukkan ke dalam Strategic Reserve Amerika.

Walaupun langkah ini bukan sebuah dukungan penuh, kebijakan tersebut diam-diam mengakui ketahanan Bitcoin sebagai aset moneter.

Jika disimak secara keseluruhan, perdebatan di Davos mencerminkan pergeseran halus namun penting. Bitcoin kini tak lagi hanya sebatas pengganggu eksternal yang dikritik dari jauh.

Bitcoin kini semakin sering menjadi bahan perdebatan, walau kadang terasa kurang nyaman, di institusi yang dulu berusaha mengabaikannya.

Modal Tebak Harga, Pemain Bisa Raup Pool Reward Rp25,3 Miliar di Game Web3 Ini

21 January 2026 at 11:14

YGG Play mengonfirmasi kolaborasi dengan Roach Racing Club, sebuah game simulasi trading kompetitif yang menyulap prediksi pergerakan pasar menjadi balapan cepat berhadiah kripto. Lewat kerja sama ini, Roach Racing Club bergabung ke YGG Play Launchpad, dengan quest yang langsung terintegrasi ke dalam gameplay inti.

Kolaborasi ini dirancang untuk mendorong pemain tetap aktif, mendongkrak retensi, sekaligus memperkuat aktivitas on-chain dalam ekonomi game.

Apa Itu Roach Racing Club?

Roach Racing Club adalah game simulasi trading kompetitif berbasis Abstract chain. Alih-alih farming pasif, game ini mengusung konsep race to win, di mana pemain saling adu kecepatan dan akurasi dalam membaca market.

Pemain akan mengendalikan “roach” mereka untuk melakukan prediksi market secara real-time. Setiap prediksi yang tepat akan mendorong roach semakin dekat ke garis finis. Semakin jago membaca market, semakin besar pula peluang untuk menang dan membawa pulang hadiah.

Model ini membuat trading terasa seperti balapan—cepat, kompetitif, dan penuh tekanan—bukan sekadar menunggu hasil atau skor akhir.

Raup Cuan dari Main Game

Berbeda dari banyak game Web3 yang mengandalkan grinding, Roach Racing Club menekankan skill-based gameplay. Artinya, hasil yang didapat pemain sangat bergantung pada kemampuan mereka membaca pergerakan harga, bukan seberapa lama bermain.

Pendekatan ini terbukti menarik minat crypto degen, streamer, hingga pemain kompetitif. Sejak meluncur di Abstract, Roach Racing Club telah:

  • Membagikan lebih dari US$1,5 juta total hadiah
  • Menarik lebih dari 450.000 pemain
  • Mencatat lebih dari 9,2 juta balapan

Raihan tersebut menjadikannya salah satu game dengan performa terbaik di ekosistem Abstract.

Lewat kemitraan ini, YGG Play akan mendukung Roach Racing Club dari berbagai sisi, mulai dari revenue share berbasis smart contract, akuisisi pemain, strategi marketing, hingga aktivasi KOL.

Sejumlah KOL dari ekosistem Abstract seperti Badlynasty, GMB, lorenzo, Marcello, Micka Penguins, dan Nickytha akan mempromosikan quest Roach Racing Club di YGG Play.

Di samping itu, game unggulan YGG Play, LOL Land, juga akan menghadirkan papan bertema Roach Racing mulai 29 Januari 2026. Tim Roach Racing Club juga tengah menyiapkan event in-game lanjutan, melanjutkan kolaborasi sebelumnya yang sempat menghadirkan YGG Stadium map dengan total hadiah lebih dari US$10.000.

Game Kompetitif untuk “Casual Degen”

CEO Roach Racing Club, 0xRoachCoach, menyebut kolaborasi ini sebagai kelanjutan alami dari kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya dan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Sementara itu, co-founder YGG, Gabby Dizon, menilai Roach Racing Club sebagai game crypto-native yang relevan dengan tren saat ini.

“Ini adalah game kompetitif berbasis aksi market nyata. Sangat cocok untuk casual degen, dan itu membuatnya pas dengan visi YGG Play,” ujar sang co-founder.

Kolaborasi dengan Roach Racing Club menjadi kemitraan pertama YGG Play di 2026. Ke depannya, YGG Play berencana menambah lebih banyak developer dan judul game lain ke dalam ekosistemnya.

Dengan menggabungkan prediksi market, kompetisi real-time, dan insentif kripto, Roach Racing Club menunjukkan bagaimana konsep play-to-earn (P2E) berevolusi menjadi play-to-win (P2E), di mana skill, bukan sekadar waktu, menjadi kunci untuk mendulang cuan dari game Web3.

Bagaimana pendapat Anda tentang tren baru game kompetitif berbasis skill trading di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penurunan 13% Ethereum Menarik Pembelian Whale Senilai US$360 Juta — Tapi Mengapa Smart Money Masih Ragu?

21 January 2026 at 10:00

Harga Ethereum turun hampir 6% dalam 24 jam terakhir dan hampir 13% dalam dua hari, memperpanjang koreksi Januari yang fluktuatif. Harga sempat turun di bawah level kunci, sehingga memunculkan keraguan baru apakah pembeli bisa kembali mengambil alih kendali.

Namun, di balik layar, holder besar langsung bergerak agresif. Sekitar US$360 juta dalam bentuk ETH dikumpulkan oleh whale saat harga turun. Potensi rebound terlihat menggoda, tapi smart money (trader berpengalaman) belum sepenuhnya yakin.

Pola Triangle dan Bullish Divergence Hadapi Klaster Supply Besar

Ethereum sedang bergerak di dalam pola segitiga simetris pada grafik harian. Penjual sebelumnya menolak harga di dekat garis tren atas sekitar 14 Januari. Kini, harga sedang menguji batas bawah. Tapi, apakah pembeli bisa menyelamatkan dari potensi breakdown sekarang?

Momentum memberikan petunjuk penting. Di antara 4 November dan 20 Januari, Ethereum mencetak level terendah baru sedangkan Relative Strength Index (RSI) membentuk level terendah yang lebih tinggi. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan harga terbaru. Bullish divergence ini mengindikasikan tekanan jual mulai melemah, walaupun harga sedang menguji support.

Sinyal seperti ini sudah pernah terbukti penting sebelumnya. Pada awal Januari, bearish divergence pada RSI mendahului penurunan harga yang baru saja terjadi. Sekarang, kondisi sebaliknya mulai terbentuk, sehingga memberikan sinyal potensi pembalikan arah, bukan kelanjutan penurunan.

Price Reversal Cue
Sinyal Pembalikan Harga | Sumber: TradingView

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.

Potensi lonjakan harga tetap menghadapi rintangan yang jelas. Data cost basis menunjukkan ada banyak pasokan yang terkonsentrasi antara sekitar US$3.146 dan US$3.164. Sekitar 3,44 juta ETH dikumpulkan di zona ini.

Key Supply Cluster
Klaster Pasokan Kunci | Sumber: Glassnode

Banyak holder berada di titik impas. Situasi ini sering membuat area tersebut menjadi resistance yang kuat. Rebound apa pun harus mampu melewati klaster ini agar memvalidasi kekuatan dan membentuk pembalikan arah, seperti yang disarankan oleh RSI.

Whale Beli Saat Harga Turun, tapi Smart Money Menunggu

Whale bergerak dengan keyakinan. Saat Ethereum turun sekitar 13% (antara 19 Januari dan 21 Januari), kepemilikan whale naik dari sekitar 103,42 juta ETH menjadi sekitar 103,71 juta ETH. Kenaikan ini mewakili hampir US$360 juta akumulasi di harga saat ini. Hal ini bukan perilaku baru.

ETH Whales Are Back
Whale ETH Kembali Masuk | Sumber: Santiment

Pembelian whale serupa terjadi sekitar 14 Januari, tak lama sebelum ETH melonjak tajam. Selain itu, whale Ethereum mulai mengumpulkan pasokan lagi dalam beberapa jam terakhir.

Akumulasi berkelanjutan ini menandakan bahwa mereka yakin penurunan sudah cukup terbatas di level saat ini. Whale juga siap menyerap pasokan di tengah pelemahan harga.

Smart money justru memberikan gambaran berbeda.

Indeks smart money, yang memantau posisi para trader berpengalaman, masih berada di bawah garis sinyalnya. Smart money biasanya bergerak lebih awal dan agresif sebelum reli besar terjadi. Pada Desember, ketika indikator ini melesat melampaui garis sinyal, Ethereum reli sekitar 26% dalam sepuluh hari. Gerakan serupa di akhir Desember disusul kenaikan 16% hingga pertengahan Januari.

Smart Money Hesitates
Smart Money Ragu | Sumber: TradingView

Konfirmasi seperti itu masih belum terlihat sekarang. Smart money nampaknya masih menunggu bukti bahwa resistance sudah ditembus. Klaster cost basis yang berat di atas harga ETH kemungkinan memperjelas keraguan mereka. Sampai pasokan terserap, bersabar menjadi pilihan yang masuk akal.

Level Harga Ethereum Ungkap Zona Kunci

Sekarang, semua pergerakan mengarah ke kisaran level yang semakin sempit.

Level pertama yang harus direbut kembali adalah US$3.050. Ethereum kehilangan support dengan banyak sentuhan dalam aksi jual terakhir. Jika harga penutupan harian kembali di atas level ini, maka akan menandakan awal stabilitas.

Di atas level itu, perhatian tertuju ke area US$3.160. Level ini mendapat banyak sentuhan dan sejajar dengan klaster pasokan cost basis. Penutupan harian yang bersih di atasnya akan mewakili kenaikan sekitar 6% dari harga saat ini. Lebih penting lagi, itu berarti resistance berat berhasil ditembus dan bisa membuat smart money kembali masuk. Setelah itu, pola pembalikan arah dapat terbentuk.

Ethereum price Analysis
Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Jika itu terjadi, momentum bisa meningkat dengan cepat. Breakout yang terkonfirmasi akan membuka jalan menuju US$3.390, di mana pembalikan tren bullish yang lebih besar akan mulai terbentuk.

Di sisi bawah, jika harga turun melewati support segitiga bagian bawah di sekitar US$2.910, skenario rebound akan semakin lemah. Jika terjadi penurunan berkelanjutan di level itu, area US$2.610 akan menjadi support utama berikutnya.

Penjual Ethereum memang sempat unggul dalam pergerakan terbaru, tapi “perang” masih berlangsung. Para whale sudah mulai membangun posisi untuk reli. Smart money masih menanti konfirmasi. Jika Ethereum bisa menembus dinding supply di US$3.160, keraguan bisa langsung berubah menjadi momentum yang kuat.

❌