Normal view

Sebuah Tweet White House Ungkap Risiko Sebenarnya dalam CLARITY Act

4 February 2026 at 23:40

Perdebatan seputar CLARITY Act sebagian besar berputar pada tarik-ulur antara bank dan perusahaan kripto mengenai yield stablecoin. Meskipun konflik ini mendominasi pemberitaan soal RUU yang dianggap sebagai aturan struktur pasar, ada isu yang lebih tenang tapi berpotensi lebih berdampak—dan kerap luput dari perhatian.

Setelah diberlakukan, CLARITY Act akan secara resmi melegitimasi peran kripto yang diregulasi dan secara implisit membuatnya harus tunduk pada kepatuhan Bank Secrecy Act. Bahkan tanpa keharusan eksplisit, kondisi ini berisiko mengukuhkan model pengawasan yang menekan perantara untuk delist aset privasi dan meninggalkan konsep privacy-by-design, sebelum Kongres secara terbuka membahas berbagai pertukaran risiko dan manfaatnya.

Bank Ikut dalam Diskusi tentang Imbal Hasil Stablecoin

Pada hari Senin, para pelaku industri bertemu dengan penasihat Presiden AS Donald Trump untuk mencari kompromi dalam RUU struktur pasar yang masih menuai perdebatan.

Pembahasan dipimpin oleh Patrick Witt, direktur eksekutif Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital. Dalam diskusi tersebut hadir juga tokoh senior dari sektor kripto maupun perbankan tradisional.

Sincere thanks to the representatives from the crypto and banking industries who participated in today’s meeting on stablecoin rewards and yield. The discussion was constructive, fact-based, and, most importantly, solutions-oriented.

Over the course of the past few months, we…

— Patrick Witt (@patrickjwitt) February 2, 2026

Pertemuan itu kembali memanaskan hubungan antara sektor kripto dan keuangan tradisional.

Para pengkritik mempertanyakan mengapa pembuat kebijakan mengajak Wall Street membantu merancang undang-undang yang justru akan mengatur produk yang menjadi pesaing utama bisnis inti mereka. Salah satunya adalah stablecoin ber-yield, yang dianggap oleh banyak kalangan sebagai ancaman langsung bagi simpanan bank tradisional.

Meski begitu, pertemuan itu juga membuat isu yang jauh lebih halus namun sama pentingnya—yakni privasi—hampir tidak mendapat perhatian.

KOL mempertanyakan mengapa bank ikut dalam diskusi terkait CLARITY Act
KOL Mempertanyakan Mengapa Bank Ikut dalam Diskusi Terkait CLARITY Act

Bagaimana CLARITY Menarik Aset Kripto di Bawah Bank Secrecy Act

CLARITY Act hadir sebagai kerangka struktur pasar yang menawarkan kepastian regulasi bagi industri kripto di AS. Tujuannya adalah menetapkan otoritas pengawas terhadap berbagai aktivitas sekaligus memberikan kejelasan hukum yang lama dinantikan bagi pelaku pasar.

Tapi, RUU ini lebih dari sekadar membagi wilayah pengawasan.

Dengan secara resmi mendefinisikan peran kripto yang diregulasi, khususnya untuk exchange terpusat dan penerbit stablecoin, RUU ini menempatkan para pelaku ini di dalam sistem keuangan yang sudah ada.

Setelah peran tersebut diakui secara hukum, maka kepatuhan terhadap Bank Secrecy Act (BSA) menjadi hal yang tidak terelakkan, walaupun legislasi ini tidak secara rinci menjelaskan bagaimana persyaratan BSA mengatur aktivitas on-chain.

Ketiadaan detail ini memberi keputusan penting pada para perantara, sehingga merekalah yang menentukan aturan, bukan Kongres.

CLARITY Act puts banks in charge of crypto rules, risking surveillance-first regulation. Privacy for crypto may vanish without clear debate, say experts pic.twitter.com/ZgZlquHuV7

— BeInCrypto (@beincrypto) February 4, 2026

Akibatnya, exchange dan kustodian biasanya menjalankan pemeriksaan identitas secara ketat, memantau transaksi secara luas, dan mengumpulkan data dalam skala besar. Dengan cara ini, mereka membuat standar de facto tanpa landasan hukum yang jelas dari legislasi.

Dalam kerangka ini, proyek-proyek yang berfokus pada privasi menjadi pihak yang paling terkena dampaknya.

Aset Privasi di Garis Tembak

BSA mewajibkan institusi keuangan untuk memverifikasi identitas nasabah dan memantau aktivitas mencurigakan. Dalam praktiknya, artinya mereka harus tahu siapa nasabah mereka dan melaporkan tanda-tanda khusus kepada otoritas.

Namun, hukum ini tidak mengharuskan adanya transparansi penuh sistem setiap saat atau kemampuan melacak setiap transaksi ke identitas pemiliknya sepanjang waktu.

Meskipun begitu, perusahaan kripto besar seperti Binance, Coinbase, dan Circle sudah beroperasi seolah-olah memang ada kewajiban tersebut. Mereka menyamakan kepatuhan BSA dengan keterbukaan penuh aktivitas on-chain untuk meminimalkan risiko regulasi di tengah ketidakjelasan hukum.

Pendekatan ini berdampak pada persyaratan keterlacakan yang ketat dan penghindaran protokol yang membatasi visibilitas transaksi. Exchange terpusat umumnya menolak listing aset kripto berfokus privasi seperti Monero atau Zcash, bukan karena BSA secara eksplisit menuntutnya, melainkan sebagai langkah antisipasi risiko.

The CLARITY Act needs to be stopped. Not tweaked, not modified, completely stopped.

It is how you will “own nothing” – through the tokenization of all of your assets.

You will be impacted by this even if you don’t have crypto. Every thing you buy and sell will be on a…

— Aaron Day (@AaronRDay) February 2, 2026

Saat ini, CLARITY Act tidak membahas bagaimana BSA semestinya berlaku untuk sistem blockchain di mana privasi dan pseudonimitas berjalan berbeda dengan keuangan tradisional. Kekosongan ini jadi sangat penting.

Dengan membiarkan kewajiban utama tidak terdefinisi, CLARITY Act berisiko memperkokoh interpretasi BSA yang paling konservatif dan penuh pengawasan menjadi standar default.

Akibatnya, para partisipan yang berada di jalur prinsip cypherpunk kripto sangat mungkin terdampak paling besar, karena alat dan layanan yang berorientasi pada privasi menghadapi pembatasan paling banyak.

Bagaimana Kubu Kanan Eropa Memanfaatkan Aset Kripto setelah Trump Terpilih

30 January 2026 at 20:07

Sejak Presiden AS Donald Trump menempatkan aset kripto sebagai pilar utama kampanyenya, para pemimpin politik di Eropa mulai mengadopsi pendekatan serupa demi menarik pemilih yang mendukung kripto, seiring dengan terus berkembangnya industri aset digital.

Partai-partai sayap kanan, khususnya, sangat memanfaatkan strategi ini. Sifat Bitcoin yang tidak tunduk pada negara dan penekanannya pada intervensi negara yang terbatas menjadikan aset kripto sangat menarik bagi para pemimpin konservatif dan libertarian.

Meski demikian, potensi kripto untuk menyamarkan arus keuangan juga membuat para pemimpin oposisi merasa waspada.

Panduan Kripto Trump Menjadi Global

Selama kampanye 2024, Trump mencetak preseden dengan menjadikan kripto sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda kepresidenannya. Langkah ini sangat strategis.

Kepemilikan aset digital terus meningkat di Amerika Serikat, walaupun pertumbuhannya banyak terhambat oleh regulasi ketat yang dinilai banyak pihak di industri justru menghambat inovasi.

Pada saat yang sama, sektor ini terbukti sangat menguntungkan, dengan perusahaan kripto bersedia mengalirkan jutaan US$ ke kandidat presiden yang secara terbuka mendukung aset digital.

Lalu, Trump menang. Tak lama kemudian, para pemimpin politik dari wilayah lain – terutama Eropa – ikut melirik dan menerapkan strategi serupa.

Reform Party di Inggris yang dipimpin oleh Nigel Farage, menjadi contoh paling jelas dari perubahan arah ini.

Reform UK Buka Pintu untuk Aset Kripto

Pada Mei 2025, Reform menjadi partai politik pertama di Inggris yang menerima donasi kripto. Farage mengumumkan hal ini saat hadir di Bitcoin Conference di Las Vegas, di mana ia diperkenalkan sebagai kandidat presiden.

Saat berpidato, Farage menyampaikan bahwa Reform berencana untuk memperkenalkan rancangan undang-undang aset kripto dan keuangan digital. Regulasi ini akan membatasi pajak capital gain atas kripto menjadi hanya 10%.

'We are going to launch a crypto revolution in Britain.'

Reform UK Leader Nigel Farage has unveiled a new initiative — the Crypto Assets and Digital Finance Bill — which his party has drafted and will actively campaign for. pic.twitter.com/uiAD5eQihq

— GB News (@GBNEWS) May 29, 2025

Seketika, donasi dari investor kripto mulai mengalir.

Pada bulan Desember, muncul laporan bahwa investor mata uang kripto sekaligus pengusaha penerbangan Christopher Harborne menyumbang £9 juta ke partai tersebut. Harborne, salah satu investor besar di penerbit stablecoin Tether, memberikan sumbangan ini dalam bentuk tunai, bukan dalam bentuk kripto.

Koneksi yang kuat antara Farage dan lingkar dalam Trump juga mulai terlihat.

Byline Times baru-baru ini melaporkan bahwa pada Oktober lalu, Farage mengungkapkan menerima bayaran sebesar £30.000 untuk berbicara dari Blockworks Inc., sebuah platform data dan informasi kripto terkemuka yang memiliki hubungan dengan kelompok investor kripto pendukung Trump.

Media tersebut juga melaporkan bahwa Farage telah menerima pembayaran sebelum ia mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden.

Menurut jurnalis Nafeez Ahmed, David Bailey, CEO BTC Inc. sekaligus penasihat senior kripto untuk Trump, membayar honor Farage melalui BTC Inc. Beberapa bulan setelah itu, pemimpin Reform mengumumkan kebijakan pro-kripto mereka.

Meski tidak terlalu kentara, sejumlah negara tetangga Inggris pun mulai menyesuaikan posisi mereka terhadap industri aset digital.

Partai Kanan Jauh Prancis Ubah Sikap terhadap Bitcoin

Sejak pertengahan 2010-an, sayap kanan Prancis secara konsisten menjadi pesaing utama dalam pemilu presiden, meski hingga kini belum berhasil mengambil alih kursi presiden.

Marine Le Pen, pemimpin Partai National Rally, adalah tokoh paling menonjol di kubu kanan Prancis. Sikapnya terhadap Bitcoin dan sektor kripto secara umum pun mengalami perubahan seiring waktu.

Pada 2016, ia berjanji melarang mata uang virtual termasuk Bitcoin. Ia beralasan kripto merupakan hasil dari aliansi antara yang ia sebut “penguasa elit” dan kelompok lobi perbankan investasi Wall Street yang kuat.

Pada tahun 2022, Le Pen mengubah sikapnya, mendukung rencana untuk meregulasi aset digital. Memasuki 2025, ia mengusulkan agar Prancis sendiri juga membuat aset digital mereka.

Pada bulan Maret lalu, Le Pen mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Flamanville, dan mendukung pemanfaatan listrik reaktor berlebih untuk menambang Bitcoin.

France

Rassemblement National drafts law to mine Bitcoin with surplus nuclear energy from EDF plants. Major reversal from Marine Le Pen's 2016 crypto ban stance, now calling mining "secure and extremely profitable."

5/8 pic.twitter.com/VHMcQowSuV

— CoinMarketCap (@CoinMarketCap) August 13, 2025

Anggota Reconquête, partai sayap kanan lainnya di Prancis, juga mengusulkan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve di hadapan Parlemen Eropa.

Berdasarkan laporan Le Monde, rancangan regulasi tersebut hampir sama persis dengan executive order yang ditandatangani Trump pada Maret tahun lalu.

Semakin besarnya perhatian politik terhadap aset digital di Prancis bukanlah hal kebetulan. Berdasarkan laporan 2024 dari Asosiasi Perkembangan Aset Digital Prancis, sebanyak 12% penduduk memiliki aset kripto, naik 25% dibanding tahun sebelumnya.

Usulan Marine Le Pen tentang Bitcoin Mining di Prancis
Usulan Marine Le Pen tentang Bitcoin Mining di Prancis

Seperti yang sudah terlihat di Amerika Serikat selama kampanye Donald Trump, meraih simpati pemilih yang dekat dengan aset kripto memberikan para politisi jalan untuk membentuk basis pemilih yang terus bertambah.

Di negara lain, upaya untuk mengadopsi aset kripto bahkan lebih menonjol lagi.

Mentzen, Pelopor Kripto di Politik Polandia

Polandia mengalami lonjakan baru sentimen sayap kanan yang kuat dalam dunia politiknya selama beberapa tahun terakhir. Walaupun negara ini dipimpin oleh koalisi tengah-kanan, Polandia menghadapi persaingan yang semakin besar dari gerakan yang lebih konservatif dan libertarian.

Sławomir Mentzen, ketua partai sayap kanan baru bernama New Hope (Harapan Baru), muncul sebagai sosok kunci dalam perubahan ini dan dengan cepat melonjak popularitasnya. Sebagai seorang libertarian yang diakui sendiri, Mentzen sudah lama menunjukkan minat pada Bitcoin, yang menyumbang sebagian besar portofolio investasi pribadinya.

Saat Mentzen melaporkan keuangannya pada Desember 2023, kepemilikan Bitcoinnya bernilai sekitar 5 juta zloty, atau hampir US$1,5 juta pada saat itu.

Hal ini membuatnya menjadi holder aset digital terbesar di antara anggota parlemen. Dalam sebuah wawancara publik dua bulan kemudian, Mentzen mengatakan bahwa ia sudah menginvestasikan seluruh tabungannya ke aset kripto sejak tahun 2013.

Antusiasme pribadinya terhadap aset kripto juga tercermin dalam komitmen politiknya.

Poland should create a Strategic Bitcoin Reserve.

If I become the President of Poland, our country will become a cryptocurrency haven, with very friendly regulations, low taxes, and a supportive approach from banks and regulators.

BTC to the Moon! pic.twitter.com/izKc4spkkV

— Sławomir Mentzen (@SlawomirMentzen) November 17, 2024

Saat mencalonkan diri sebagai presiden, Mentzen berjanji akan membentuk Strategic Bitcoin Reserve jika terpilih. Ia juga berjanji akan mendukung iklim yang ramah bagi bisnis yang berhubungan dengan aset kripto, dengan alasan bahwa kebijakan ini akan mendorong inovasi dan menarik investor internasional.

Bagi banyak pemilih, pesannya ini terasa relevan. Menurut laporan Statista baru-baru ini, 19% dari populasi Polandia, atau sekitar 7 juta orang, menggunakan aset kripto di tahun 2025. Angka ini diperkirakan akan naik menjadi 7,6 juta pada akhir tahun 2026.

Walaupun Mentzen akhirnya menempati posisi ketiga pada pemilihan presiden terbaru, perolehan suaranya cukup mencolok.

Pada putaran pertama, ia meraih sekitar 2,9 juta suara, atau hampir 15% dari total suara. Hasil ini menjadi salah satu pencapaian terkuat kandidat sayap kanan dalam sejarah pemilu presiden Polandia modern.

❌