Normal view

Polymarket dan Kalshi Hadirkan Wali Kota Mamdani saat New York Pertimbangkan Regulasi Prediction Markets

3 February 2026 at 19:03

Platform prediction market Polymarket dan Kalshi sedang mengadakan bagi-bagi sembako besar-besaran di New York City, saat para pembuat undang-undang tengah membahas regulasi yang bisa sangat membatasi bisnis mereka di negara bagian tersebut.

Waktunya membuat kedua perusahaan ini berada langsung di pusaran politik Zohran Mamdani. Agenda keterjangkauan biaya hidup dari walikota baru ini mencakup usulan toko bahan pangan milik kota tanpa tujuan laba.

Sembako Gratis sebagai Latar Politik

Polymarket mengumumkan hari ini bahwa mereka telah menandatangani kontrak sewa untuk pop-up sementara yang mereka sebut “Toko Sembako Gratis Pertama di New York” yang akan dibuka pada 12 Februari. Perusahaan ini juga menyampaikan sudah menyumbang US$1.000.000 pada Food Bank For New York City.

After months of planning, we're excited to announce 'The Polymarket' is coming to New York City.

New York's first free grocery store.

We signed the lease. And we donated $1 million to Food Bank For NYC — an organization that changes how our city responds to hunger. 🧵 pic.twitter.com/BGMCWUMz8n

— Polymarket (@Polymarket) February 3, 2026

Kalshi mengadakan acara “sembako gratis” terpisah yang durasinya lebih singkat. Mereka menanggung belanjaan pembeli untuk waktu tertentu di satu supermarket Manhattan.

Kedua perusahaan tersebut tidak mengatakan bahwa inisiatif ini dikoordinasikan dengan Balai Kota.

Walau begitu, bahasa dan narasinya sangat mirip dengan usulan kampanye Mamdani yang ingin membuka toko sembako milik pemerintah di kelima borough demi menurunkan harga pangan.

Thousands have already picked up their free Kalshi groceries!

We are being told we've already inspired other companies to keep up the initiative!

2 more hours to get yours

Westside Market | 84 3rd Ave. NYC pic.twitter.com/8R11OGODLu

— Kalshi (@Kalshi) February 3, 2026

Rencana Mamdani dan Batas Kota

Mamdani berpendapat bahwa toko sembako milik kota bisa menekan biaya dengan beroperasi tanpa tujuan keuntungan dan memakai properti publik demi mengurangi sewa serta ongkos operasional. Usulan tersebut masih berada di tahap konsep percobaan, dan belum ada jadwal pelaksanaan yang disepakati.

Penting untuk dicatat bahwa walikota tidak punya wewenang langsung dalam mengatur prediction market. Pengawasan untuk platform-platform tersebut ada di tingkat negara bagian dan federal.

Meski demikian, kampanye keterjangkauan Mamdani sudah jadi sorotan utama dalam diskusi politik di New York, sehingga sangat wajar bila perusahaan menjadikan ini acuan agar lebih diterima publik.

Anggota DPRD Bergerak Secara Paralel

Saat yang sama, para legislator negara bagian New York juga tengah mengajukan usulan yang bisa langsung berdampak ke platform seperti Polymarket dan Kalshi.

Salah satu usulan, yang sering disebut ORACLE Act, akan membatasi atau melarang sejumlah kategori kontrak prediksi khusus bagi warga New York, dan memperketat pembatasan di pasar berbasis event.

Rancangan undang-undang terpisah mewajibkan operator prediction market memperoleh izin negara sebelum bisa beroperasi. Regulasi ini muncul karena ada kekhawatiran bahwa beberapa kontrak mirip perjudian tanpa regulasi atau sangat rentan direkayasa.

Sebagai keseluruhan, dengan mengaitkan branding mereka ke isu keterjangkauan bahan pokok dan filantropi setempat, kedua platform ini nampaknya sedang menempatkan diri sebagai perusahaan New York yang peduli masyarakat di tengah masa depan bisnis mereka yang masih belum pasti di negara bagian itu.

Dokumen Epstein Tunjukkan Email Menandai Kontroversi Aset Kripto Coinbase 2019

2 February 2026 at 22:14

Berkas Epstein yang baru dirilis menunjukkan bahwa Jeffrey Epstein menerima email pada Maret 2019 yang menyoroti apa yang digambarkan sebagai “kontroversi besar” terkait Coinbase dan akuisisinya atas perusahaan analitik blockchain, Neutrino.

Email tertanggal 12 Maret 2019 itu dikirim oleh Richard Kahn, seorang konsultan keuangan berbasis di New York yang sering muncul dalam berkas sebagai sumber berita dan analisis yang diteruskan.

Baris subjek email tersebut menyinggung klaim yang dikaitkan dengan CEO Kraken dan menyebut Ripple XRP beserta Neutrino.

Email yang dikirim ke Epstein tentang Kontroversi Coinbase dan Neutrino.
Email yang Dikirim ke Epstein Mengenai Kontroversi Coinbase dan Neutrino | Sumber: DOJ

Bagaimana Krisis Kripto 2019 Masuk ke Inbox Epstein

Waktu pengiriman pesan tersebut bertepatan dengan gelombang penolakan besar-besaran terhadap Coinbase setelah akuisisi Neutrino pada akhir Februari 2019.

Pendiri Neutrino sebelumnya bekerja di Hacking Team, sebuah perusahaan perangkat lunak pengawasan kontroversial yang dituduh mendukung pelanggaran hak asasi manusia.

Langkah akuisisi itu memicu reaksi keras di seluruh industri aset kripto. Para pegiat privasi dan pengguna menuding Coinbase telah mengkhianati kepercayaan pengguna, sehingga terlahir kampanye #DeleteCoinbase serta ajakan untuk melakukan boikot.

So, I spent some time looking into @coinbase's latest acquisition, Neutrino. What I found, just by reading existing reporting, is insanely dark, and could/deserves to become a massive scandal for Coinbase. Thread. /1https://t.co/z8MvAaPPKQ

— David Z. Morris (@davidzmorris) February 26, 2019

Pada periode yang sama, CEO Kraken Jesse Powell mengkritik secara terbuka kesepakatan tersebut, dengan menyatakan bahwa Neutrino tidak akan lolos dari tinjauan etika internal Kraken.

Coinbase kemudian mengumumkan bahwa karyawan Neutrino yang terafiliasi dengan Hacking Team akan keluar dari perusahaan.

Even more bizarre is the acquisition they made and reputational hit they took to be able to offer this service to the government. https://t.co/7VMpF66pYd

— Jesse Powell (@jespow) September 19, 2021


Koneksi XRP

Kontroversi ini terjadi di saat yang sensitif bagi Coinbase.

Beberapa minggu sebelumnya, exchange tersebut telah melakukan listing XRP untuk diperdagangkan, sehingga menambah sorotan terhadap tata kelola, standar listing, dan pengaruh mereka di pasar aset kripto.

Pemberitaan di masa itu seringkali menghubungkan beberapa isu sekaligus – mulai dari listing XRP oleh Coinbase, latar belakang Neutrino, dan kekhawatiran lebih luas tentang pengawasan serta regulasi – meskipun keterkaitan secara langsung belum terbukti.

Baris subjek email tersebut mencerminkan situasi penuh kecurigaan dan penyebaran informasi yang sangat cepat saat itu.

Email Coinbase ini menjadi salah satu dari beberapa referensi terkait aset kripto dalam berkas Epstein yang baru dirilis.

https://t.co/ZbWPcCurGd

— BeInCrypto (@beincrypto) February 2, 2026

Dokumen lain menunjukkan Epstein pernah berdiskusi tentang identitas Bitcoin bersama Peter Thiel, berinvestasi di perusahaan infrastruktur Bitcoin tahap awal Blockstream, dan menjaga kedekatan sosial dengan tokoh seperti Michael Saylor maupun Kevin Warsh.

Secara keseluruhan, catatan tersebut mengisyaratkan bahwa Epstein mengamati perkembangan aset kripto dengan cermat, khususnya di titik pertemuan antara keuangan, regulasi, dan jaringan kekuasaan elit – meski penyidik tidak menemukan bukti bahwa aset kripto terkait aktivitas kriminal dirinya.

Sejumlah Bitcoin Miner Utama Hadapi Risiko Shutdown jika BTC Turun di Bawah US$70.000

2 February 2026 at 18:40

Penjualan besar Bitcoin terbaru tidak hanya sekadar koreksi teknikal. Pergerakannya kini semakin dalam hingga mendekati level yang langsung mempengaruhi ekonomi mining — dan ini mengubah profil risiko di pasar.

Di sekitar US$70.000, Bitcoin bergerak dari pasar yang sepenuhnya digerakkan trader menuju pasar di mana faktor ekonomi jaringan, perilaku miner, dan risiko forced selling mulai menjadi sangat penting. Inilah sebabnya level ini jauh lebih penting dibandingkan garis tren atau moving average saat ini.

Bitcoin Masuk ke Zona Stres Mining

Pada tingkat kesulitan jaringan saat ini dan biaya listrik sekitar US$0,08 per kWh, data mining terbaru menunjukkan adanya zona tekanan yang jelas.

Kebanyakan mesin Antminer seri S21, yang mencakup sebagian besar hashrate global modern, punya harga shutdown di kisaran US$69.000 hingga US$74.000 per BTC.

Sederhananya, di bawah kisaran harga ini, banyak miner tidak mendapatkan keuntungan dari aktivitas mining saja.

Sebagian besar Bitcoin miner punya harga Shutdown di bawah US$70.000
Sebagian besar Bitcoin miner punya harga Shutdown di bawah US$70.000 | Sumber: Antpool

Pergerakan harga Bitcoin bisa naik turun ribuan dolar dalam waktu singkat. Tapi yang membedakan situasi kali ini adalah siapa yang tertekan, bukan seberapa cepat harga bergerak.

Di atas US$70.000, mining tetap secara umum menguntungkan. Tapi, di bawah level itu, hanya miner paling efisien saja yang masih profit, sementara operator kelas menengah mulai rugi.

Kondisi ini jadi tekanan bukan hanya pada harga, namun juga arus kas, neraca keuangan, dan perilaku pelaku industri.

Harga Shutdown Bukan Berarti Harga Dasar

Penting untuk bersikap jelas.

Harga shutdown bukan berarti jadi level support yang terjamin. Miner tidak mengendalikan harga Bitcoin, dan pasar bisa saja turun melewati titik impas mining cukup lama.

Namun, harga shutdown menandakan zona di mana perilaku berubah, dan perilaku inilah yang menggerakkan pasar saat masa tekanan berlangsung.

Harga Bitcoin selama satu bulan terakhir

Harga Bitcoin Selama Sebulan Terakhir | Sumber: CoinGecko

Apa yang Terjadi jika Bitcoin Turun di Bawah US$70.000

Jika Bitcoin hanya sebentar turun di bawah US$70.000 lalu dengan cepat kembali naik, dampaknya cenderung terbatas. Tapi kalau harga terus berada di bawah level itu, maka efek domino mulai bermunculan.

Pertama, miner yang lemah bisa saja menjual cadangan BTC mereka untuk tutup biaya listrik dan hosting. Sebagian miner bahkan akan mematikan mesinnya, yang akhirnya menurunkan hashrate.

Paling penting, sentimen negatif akan semakin kuat ketika berita bergeser dari isu “volatilitas” ke “tekanan mining”.

Risiko semacam ini tidak fatal jika berdiri sendiri. Tetapi jika digabungkan, dampaknya bisa memperdalam koreksi harga.

Tekanan mining bisa sangat berbahaya ketika bertemu dengan tekanan likuiditas.

Saat ini, Bitcoin sudah berhadapan dengan:

  • Likuiditas global yang ketat
  • Penurunan selera risiko
  • Arus keluar ETF dan likuidasi derivatif

Jika tekanan mining menambah aksi jual dengan terpaksa di atas semua masalah ini, harga di pasar bisa jatuh jauh lebih cepat dari yang dibenarkan oleh fundamental.

Beginilah gerakan tajam serta tidak teratur bisa terjadi — bukan karena Bitcoin rusak, melainkan karena banyak tekanan terjadi bersamaan.

Setiap Pengungkapan Bitcoin dan Aset Kripto di Berkas Epstein

2 February 2026 at 01:44

Berkas Epstein yang baru dibuka pada 30 Januari mengungkap kedekatannya yang mengejutkan dengan pendiri, investor, dan proyek aset kripto di masa-masa awal industri ini.

Dokumen-dokumen tersebut menampilkan campuran diskusi investasi, komentar filosofis, dan kontak dengan tokoh-tokoh penting dalam kebangkitan Bitcoin.

Sebuah “Sharia Coin” untuk Arab Saudi dan Ideasi Bitcoin

Pada 2016, Epstein menawarkan rencana “radikal” kepada penasihat kerajaan Saudi yang melibatkan pembuatan dua mata uang digital, termasuk aset kripto bertema “syariah” yang ditujukan untuk negara-negara Muslim.

Dalam surel tersebut, ia menulis, “Saya telah berbicara dengan beberapa pendiri Bitcoin yang sangat antusias.”

Austin Hill, co-founder Blockstream, berdiskusi rencana Sharia Coin dengan Epstein
Austin Hill, co-founder Blockstream, Berdiskusi Rencana Sharia Coin dengan Epstein

Ini bukan satu-satunya komentar Epstein tentang dunia kripto.

Pada 2013, dia menerima briefing yang membahas kemungkinan Bitcoin sebagai sistem pembayaran. Lalu, dalam pesan pada 2011, Epstein menyebut Bitcoin “brilian,” tapi ia juga memperingatkan ada “risiko besar.”

Komunikasi-komunikasi itu menunjukkan ia sudah memantau potensi kripto bahkan sebelum aset ini dikenal luas.

Ia Berdebat soal Identitas Bitcoin dengan Peter Thiel

Dalam percakapan Juli 2014 dengan investor miliarder Peter Thiel, Epstein terlibat diskusi mendalam tentang definisi Bitcoin. Ia menulis:

“Ada sangat sedikit kesepakatan tentang apa itu Bitcoin… penyimpan nilai, mata uang, properti… seperti laki-laki yang tampil seperti perempuan, rasanya seperti properti yang tampil seperti mata uang.”

Pesan sebelumnya dari Thiel dalam email itu bertanya, “Menurutmu ini langkah awal untuk meningkatkan tekanan anti-BTC?”

Percakapan ini menunjukkan Epstein memahami secara mendalam argumen ideologis soal hakikat Bitcoin, bahkan membandingkannya dengan perdebatan identitas gender.

Epstein and Peter Theil having an email exchange about Bitcoin in 2014. pic.twitter.com/xm4hEm8yf9

— Brutal Truth Bombs (@FORTRESSMAXXING) January 31, 2026

Tapi Dia Menolak Bitcoin sebagai Investasi pada 2017

Dalam surel singkat tertanggal 31 Agustus 2017, seseorang bertanya pada Epstein: “Apakah layak membeli bitcoin?”

Balasan satu kata dari Epstein: “Tidak.”

Meskipun ia punya rasa ingin tahu di tahun-tahun sebelumnya, ini menandakan ia tetap skeptis pada nilai Bitcoin sebagai investasi di harga puncaknya saat itu.

Pada 2011, Epstein ragu terhadap Bitcoin
Pada 2011, Epstein Ragu Terhadap Bitcoin


Epstein Terlibat di Pendanaan Awal Blockstream

Sebuah thread tahun 2014 menunjukkan keterlibatan Epstein dalam pendanaan awal Blockstream, salah satu perusahaan infrastruktur Bitcoin terpenting.

Co-founder Austin Hill mengirim email ke Epstein, Joi Ito (MIT Media Lab), dan Dr. Adam Back (pionir Bitcoin) untuk menuntaskan alokasi dalam putaran pendanaan US$18.000.000 yang kelebihan permintaan.

Hill menulis, “Permintaan kami 10 kali lipat kelebihan… tingkatkan alokasi Anda dari US$50.000 ke US$500.000.” Sebelumnya, Epstein telah mengonfirmasi akan berinvestasi melalui dana milik Ito.

Epstein terlibat dalam putaran pendanaan awal Blockstream
Epstein Terlibat dalam Pendanaan Awal Blockstream

Ini merupakan bukti langsung bahwa Epstein memang menanamkan modal di perusahaan Bitcoin besar.

Menariknya, baik Hill maupun Back juga tercantum dalam email koordinasi perjalanan ke St. Thomas—pulau yang jadi markas Epstein.

Adam Back dan Austin Hill disebut dalam rencana perjalanan ke Pulau Epstein
Adam Back dan Austin Hill Disebut dalam Rencana Perjalanan ke Pulau Epstein

Dia Mendapatkan Gosip Awal Proyek Bitcoin

Dalam email terpisah pada 2014, Hill memperingatkan Epstein, Ito, dan Reid Hoffman (co-founder LinkedIn) soal meningkatnya ketegangan di industri kripto. Ia mengkritik Jed McCaleb dari Ripple karena meluncurkan Stellar, dan mengatakan:

“Ripple dan proyek Stellar milik Jed buruk untuk ekosistem… investor yang mendukung keduanya justru merugikan perusahaan kami.”

Hal ini menunjukkan bahwa Epstein tidak sekadar berinvestasi—ia juga termasuk orang dalam yang mengetahui konflik internal di komunitas blockchain awal.

Michael Saylor Disebut di Email Gala Epstein

Sebuah pesan tahun 2010 dari publisis masyarakat Peggy Siegal menyebut Michael Saylor, yang sekarang dikenal sebagai pendukung Bitcoin paling vokal dari kalangan korporasi.

Dia menulis: “Michael Saylor memberikan US$25.000… Saylor benar-benar aneh. Dia tidak punya kepribadian. Seperti zombie yang sedang pakai obat.”

Konteksnya adalah sebuah acara gala bergengsi, tanpa ada kaitan dengan Bitcoin. Tapi, ini menegaskan bahwa Saylor sudah memiliki hubungan sosial dengan Epstein jauh sebelum aset kripto jadi identitas publiknya.

The Epstein files include an email describing Michael Saylor as “a complete creep,” comparing him to a drug-addicted zombie with no social awareness. https://t.co/CRR38W5Q5Q pic.twitter.com/Jq8gTCGXHn

— Mario Nawfal (@MarioNawfal) January 31, 2026

Kevin Warsh Masuk di Daftar Tamu Epstein 2010

Salah satu pengungkapan yang paling bernuansa politik: Ketua The Fed baru pilihan Trump, Kevin Warsh, juga muncul di catatan Epstein.

Namanya tercantum di daftar undangan pesta Tahun Baru 2010 di St. Barts, bersama Roman Abramovich dan Martha Stewart.

Just a day after being nominated as Fed chair, Kevin Warsh’s name appears in the newly released Epstein files👀 pic.twitter.com/sXLGlqrPo5

— BeInCrypto (@beincrypto) January 31, 2026

Warsh, eks gubernur The Fed, pernah menyatakan dukungan untuk Bitcoin dan reformasi CBDC. Trump mencalonkan dirinya tepat satu hari sebelum dokumen-dokumen ini terungkap. Tidak ada tuduhan pelanggaran, tapi waktu terungkapnya hal ini membuat publik bertanya-tanya.

Tidak Ada Bukti Penyalahgunaan Aset Kripto oleh Epstein

Yang penting, para penyelidik tidak menemukan wallet kripto, transaksi blockchain, ataupun kejahatan yang melibatkan aset kripto di catatan Epstein.

DOJ menegaskan bahwa meski banyak detail dalam dokumen yang belum terverifikasi, sejauh ini tidak ada tanda-tanda Epstein memakai Bitcoin untuk mencuci uang atau menghindari pengawasan.

Perannya di dunia kripto nampaknya hanya sebagai jejaring tingkat atas, investor sesekali, dan pengamat yang penasaran.

Tokoh Kunci Aset Kripto Terkait dengan Epstein di Berkas

NamaPeran di KriptoKaitan dengan Epstein
Michael SaylorCEO MicroStrategy, Bitcoin bullHadir di gala yang diadakan oleh Epstein tahun 2010
Peter ThielCo-founder PayPal, investor BitcoinBerdebat soal arti Bitcoin dengan Epstein lewat email
Adam BackCEO Blockstream, pionir BitcoinTerlibat di email perencanaan investasi & perjalanan
Austin HillCo-founder BlockstreamMengkoordinasi pendanaan US$18.000.000, menyertakan Epstein di daftar investor awal
Joi ItoMantan direktur MIT Media LabJalur investasi Epstein ke Blockstream
Kevin WarshCalon Ketua The Fed, suara pro-kriptoMasuk daftar tamu acara Epstein tahun 2010

Terkait, tapi Benar-benar Ada Koneksi Kripto

Epstein bukanlah crypto whale rahasia. Tapi dokumen ini menunjukkan dia lebih terlibat di lingkaran awal Bitcoin daripada yang selama ini diketahui.

Dia mendanai proyek infrastruktur, mengikuti perdebatan, dan berinteraksi dengan orang-orang yang kini dianggap arsitek industri.

Di dunia kripto, kedekatan sering menunjukkan pengaruh. Fakta tersebut membuat pengungkapan informasi ini semakin penting.

Ketua The Fed Pro-Bitcoin Baru Trump Disebut di Berkas Epstein Terbaru

31 January 2026 at 16:04

Kevin Warsh, calon yang baru saja dinominasikan oleh Presiden Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve AS, muncul dalam dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman minggu ini.

Pengungkapan ini terjadi hanya satu hari setelah Trump mengonfirmasi Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed pada bulan Mei, sehingga memicu reaksi politik dan sorotan baru terhadap tokoh-tokoh elit yang disebutkan dalam kasus Epstein yang telah berlangsung lama.

Trump’s newly named Fed Chair Kevin Warsh is listed in the Epstein files in connection with a “St. Barth’s Christmas” event in 2010.

Warsh is a former steering committee member of the Bilderberg Group.

He is the son-in-law of Ronald Lauder, the former president of the World… pic.twitter.com/l4NTreCSlF

— AF Post (@AFpost) January 30, 2026

Warsh Disebut di Email Epstein, Tidak Ada Tuduhan Kesalahan

Menurut sejumlah laporan yang telah dikonfirmasi, nama Warsh tercantum dalam satu email dari seorang humas kepada Epstein yang mencantumkan 43 orang yang diundang ke acara Natal. Email itu juga memuat beberapa nama terkenal dari dunia bisnis, politik, dan hiburan.

Tidak ada bukti dalam dokumen yang menunjukkan Warsh pernah bertemu Epstein, menghadiri acara tersebut, atau terlibat dalam aktivitas kriminal apa pun. Laporan itu menekankan bahwa munculnya nama seseorang dalam dokumen ini tidak berarti yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

Warsh belum memberikan komentar publik terkait pengungkapan ini per 31 Januari.

Apa Lagi yang Terungkap dari Berkas Epstein Terbaru

Departemen Kehakiman merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, beserta ribuan video dan gambar, yang menurut pejabat merupakan rilis terakhir yang diwajibkan.

Dokumen tersebut memuat email dan catatan yang menyebutkan tokoh-tokoh seperti Elon Musk, Bill Gates, Melania Trump, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Dalam banyak kasus, dokumen ini hanya menampilkan undangan acara sosial atau korespondensi email dan bukan bukti tindakan kejahatan.

Howard Lutnick in 2005: I never want to be in the same room as Jeffrey Epstein again.

Howard Lutnick in 2012: Jeffrey, darling, let's have dinner. There's 8 children I want you to meet! pic.twitter.com/BYChg4nE3j

— Rogue POTUS Staff (@RoguePOTUSStaff) January 30, 2026

Penyintas pelecehan oleh Epstein mengkritik proses rilis ini, karena menurut mereka identitas korban justru terbuka sementara dugaan pelaku masih terlindungi melalui pengaburan data.

Mengapa Nominasi Warsh Penting

Warsh adalah mantan gubernur Federal Reserve yang menjabat dari tahun 2006 sampai 2011. Ia dikenal sebagai sosok yang hawkish terhadap inflasi dan pengkritik kebijakan The Fed pasca pandemi.

Berbeda dengan Jerome Powell, Warsh berpendapat mandat The Fed sebaiknya dipersempit, neraca keuangan harus lebih kecil, dan disiplin moneter yang lebih ketat. Ia juga menentang keterlibatan The Fed dalam kebijakan iklim dan sosial.

Kevin Warsh vs. Powell: How is Trump's new Fed chair pick different? And what does it mean for crypto? pic.twitter.com/l2eKVw3zdM

— BeInCrypto (@beincrypto) January 30, 2026

Warsh bukan anti-kripto, tapi ia bersikap skeptis terhadap aset kripto sebagai uang.

Ia telah mengakui potensi Bitcoin sebagai penyimpan nilai, namun memperingatkan bahwa volatilitas harga membatasi penggunaannya dalam pembayaran. Warsh juga pernah berinvestasi di perusahaan yang bergerak di bidang kripto serta mendukung regulasi yang lebih jelas untuk stablecoin.

Ia lebih memilih bank sentral digital US (CBDC) untuk transaksi skala besar daripada CBDC versi ritel.

Soon, Kevin Warsh will be the first pro-Bitcoin Chairman of the Federal Reserve.pic.twitter.com/afEBrBFeWX

— Michael Saylor (@saylor) January 30, 2026

Momentum ini memang sangat sensitif.

Pasar sudah berada dalam kondisi waspada di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian pemangkasan suku bunga, dan tekanan politik terhadap The Fed. Nominasi Warsh mengisyaratkan kemungkinan perubahan kebijakan. Kemunculannya di dokumen Epstein, meskipun tanpa tuduhan, menambah ketidakpastian baru.

Siapa Pilihan Fed Chair Trump Kevin Warsh, dan Apakah Ia Baik untuk Aset Kripto?

30 January 2026 at 15:25

Presiden Donald Trump telah menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed berikutnya, yang akan memimpin perubahan kepemimpinan di bank sentral paling berpengaruh di dunia pada Mei 2026.

Penunjukan ini hadir di saat yang rapuh. Inflasi masih tinggi, pasar finansial bergerak tidak pasti, dan pasar aset kripto sudah tertekan oleh situasi ekonomi makro yang penuh ketidakpastian. Pilihan Ketua The Fed saat ini menjadi lebih penting dibandingkan waktu-waktu sejak pandemi.

President Donald J. Trump announces the nomination of Kevin Warsh to be the CHAIRMAN OF THE BOARD OF GOVERNORS OF THE FEDERAL RESERVE. pic.twitter.com/ZENG1ytVFD

— The White House (@WhiteHouse) January 30, 2026

Lalu siapa itu Kevin Warsh, apa bedanya dengan Jerome Powell, dan apa dampak penunjukannya terhadap suku bunga — serta pasar kripto di paruh kedua 2026?

Siapa Itu Kevin Warsh?

Kevin Warsh bukanlah orang baru bagi The Fed. Pengangkatannya tetap membutuhkan konfirmasi dari Senat. Tapi, pasar sudah mulai bereaksi terhadap sinyal kebijakan di balik pilihan ini.

Warsh pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed dari 2006 hingga 2011 dan menjadi gubernur termuda dalam sejarah lembaga tersebut.

Ia bekerja erat dengan ketua The Fed saat itu, Ben Bernanke, dalam masa krisis keuangan global dan mewakili The Fed pada pertemuan G20.

Kevin Warsh berbicara di rapat Fed yang pertama kali direkam kamera tahun 2007
Di tahun 2007, Kevin Warsh Berbicara di Rapat The Fed Pertama yang Direkam Kamera

Setelah keluar dari The Fed, Warsh aktif di bidang akademis dan kebijakan. Saat ini, ia menjabat sebagai senior fellow di Hoover Institution Stanford serta kerap menjadi pengkritik kebijakan bank sentral modern.

Rekam Jejak Kebijakan Moneter Warsh: Dikenal Sebagai Hawk Inflasi

Secara historis, Warsh paling tepat disebut sebagai seorang inflation hawk atau sosok yang tegas melawan inflasi.

Selama krisis 2008–2009, ia berkali-kali memperingatkan bahwa pelonggaran agresif bisa memicu inflasi di masa depan. Ia menolak pelonggaran kuantitatif berkepanjangan dan mendorong penyusutan neraca The Fed, bahkan saat inflasi masih rendah.

Pendekatannya ini bertolak belakang dengan kebijakan The Fed pasca-2020.

Penjelasan tentang karakter inflation hawk
Penjelasan Sosok Inflation Hawk | Sumber: Investopedia

Namun, pandangan Warsh sudah berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, ia berpendapat bahwa deregulasi dan pengendalian fiskal bisa menurunkan inflasi secara alami — sehingga The Fed dapat menurunkan suku bunga tanpa risiko harga melambung.

Pergeseran ini jadi penting dalam siklus ekonomi saat ini.

Perbedaan Warsh dan Jerome Powell

Perbedaannya dengan Jerome Powell sangat nyata.

Powell memilih stimulus darurat saat COVID dan pada awalnya meremehkan risiko inflasi di tahun 2021. Penundaan itu kemudian memaksa The Fed menaikkan suku bunga secara agresif dalam beberapa dekade terakhir.

Warsh secara terbuka menyebut periode tersebut sebagai kegagalan kebijakan, dengan alasan The Fed kehilangan kepercayaan publik karena bereaksi terlalu lambat.

Dia juga mengkritik perluasan mandat The Fed. Warsh menolak keterlibatan bank sentral dalam kebijakan iklim, isu sosial, dan sinyal politik. Sebaliknya, Powell cenderung lebih terbuka dengan inisiatif seperti itu.

Singkatnya, Warsh mendukung Fed yang lebih fokus dan tradisional — hanya memprioritaskan inflasi, pekerjaan, dan stabilitas keuangan.

Arti Hal Ini untuk Suku Bunga di 2026

Keputusan The Fed terbaru minggu ini mempertahankan suku bunga tetap di 3,50%–3,75%, menandakan sikap hati-hati setelah serangkaian penurunan tahun 2025.

Saat ini, pasar memperkirakan pemotongan suku bunga selanjutnya baru akan terjadi setelah pertengahan 2026.

Penunjukan Warsh membuat prediksi itu jadi lebih rumit.

How tall is Kevin Warsh? pic.twitter.com/SDVtUHkm1B

— Citrini (@Citrini7) January 30, 2026

Di satu sisi, reputasinya sebagai inflation hawk menunjukkan kedisiplinan. Dia sepertinya tidak akan buru-buru memangkas bunga tanpa bukti jelas inflasi sudah terkendali.

Di sisi lain, Warsh secara terbuka mendukung pandangan Trump bahwa regulasi berlebihan dan ekspansi fiskal berpotensi memicu inflasi. Jika tekanan ini mereda, ia bisa menyetujui normalisasi lebih cepat.

Ini bisa menciptakan situasi di mana pemangkasan suku bunga kembali terjadi di paruh kedua 2026 — namun dengan alasan yang lebih kuat.

Warsh dan Aset Kripto: Tidak Anti, tapi Bukan Evangelis

Hubungan Warsh dengan kripto terbilang cukup kompleks.

Ia pernah berinvestasi secara pribadi di perusahaan yang bergerak di industri kripto, termasuk proyek algoritmik stablecoin Basis serta manajer aset kripto Bitwise. Hal ini saja sudah membedakannya dari banyak pembuat kebijakan tradisional.

Pada tahun 2021, Kevin Warsh melakukan investasi pada putaran pendanaan Bitwise senilai US$70 juta
Pada tahun 2021, Kevin Warsh melakukan investasi pada putaran pendanaan Bitwise senilai US$70 juta

Pada saat yang sama, Warsh juga sangat skeptis terhadap aset kripto sebagai uang.

Ia berpendapat bahwa volatilitas Bitcoin membuatnya tidak cocok untuk digunakan sebagai alat tukar. Namun, dia pun mengakui bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai, mirip seperti emas.

Soon, Kevin Warsh will be the first pro-Bitcoin Chairman of the Federal Reserve.pic.twitter.com/afEBrBFeWX

— Michael Saylor (@saylor) January 30, 2026

Pendiriannya yang paling tegas yaitu menolak uang privat yang tidak diatur. Warsh berulang kali menyerukan aturan yang lebih jelas seputar stablecoin dan ia mendukung keberadaan CBDC wholesale AS yang hanya boleh dipakai antar bank, bukan untuk konsumen ritel.

Hal tersebut menempatkan dirinya lebih dekat pada kejelasan regulasi daripada permusuhan secara terbuka.

Apakah Warsh Bisa Optimistis untuk Aset Kripto?

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar tidak.

Pasar aset kripto masih didorong oleh likuiditas, suku bunga, dan risiko ekonomi makro. Warsh baru akan mulai menjabat pada bulan Mei, dan kebijakan suku bunga tetap bergantung pada data.

Namu, dalam jangka menengah hingga panjang, situasinya bisa berubah.

Penekanan Warsh pada kredibilitas, kejelasan aturan, dan sikap The Fed yang lebih berhati-hati bisa mengurangi ketidakpastian kebijakan — sesuatu yang sudah lama menjadi kendala bagi pasar aset kripto.

Jika inflasi terus menurun dan Warsh mendukung pemotongan suku bunga di akhir tahun 2026, aset berisiko bisa diuntungkan. Aset kripto, yang sangat sensitif terhadap yield riil dan ekspektasi likuiditas, kemungkinan besar bereaksi positif.

Yang sangat penting, Warsh tidak anti-kripto secara ideologis. Ia melihat blockchain sebagai teknologi yang berguna dan lebih memilih regulasi daripada penindasan.

Faktor tersebut saja sudah bisa memperbaiki sentimen.

Warsh sepertinya tidak akan langsung memicu reli. Tapi jika masa jabatannya membawa regulasi yang lebih jelas, inflasi yang menurun, serta jalur menuju pemotongan suku bunga berkelanjutan, paruh kedua tahun 2026 bisa menjadi periode yang jauh lebih konstruktif.

❌