Normal view

Likuidasi Masif Mengintai, Trader Crypto Wajib Pantau 3 Altcoin Pekan Ini

3 February 2026 at 12:54

Pasar kripto memasuki pekan pertama Februari dengan pertarungan yang semakin intens antara bull dan bear. Bear masih memegang keunggulan, namun bull mulai melihat peluang. Situasi ini membuat volatilitas harga menjadi semakin kompleks. Kerugian akibat likuidasi terus meningkat, baik untuk posisi Long maupun Short.

Mengapa altcoin seperti Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Tron (TRX) perlu trader pantau dengan cermat? Artikel berikut mengulas detailnya.

1. Solana (SOL)

Pada awal Februari, SOL sempat ambruk di bawah US$100 di tengah tekanan negatif pasar secara luas.

Peta heatmap likuidasi 7 hari mengungkap potensi likuidasi lebih banyak didominasi posisi Short. Para trader jangka pendek dengan leverage kelihatannya yakin SOL masih bisa drop lebih dalam.

Peta Likuidasi Exchange SOL. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange SOL | Sumber: Coinglass

Namun, harga di sekitar US$100 menempatkan SOL pada zona support terpenting dalam dua tahun terakhir. Menambah leverage dan modal untuk short di level support utama sering kali membawa risiko besar.

Analisis BeInCrypto baru-baru ini menyoroti lonjakan tajam alamat baru Solana sepanjang Januari. Setiap harinya tercipta lebih dari 10 juta alamat baru.

Selain itu, beberapa faktor baru juga dapat mendukung pemulihan. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan pengguna dari peluncuran meme coin, ekspansi stablecoin USD1, serta SOL yang mengikuti tren privasi lewat GhostSwap.

Tekanan jual akibat sentimen negatif pasar kini bertabrakan dengan katalis bullish Solana di kisaran US$100. Konflik ini bisa memicu pergerakan wick yang tajam. Baik trader Long maupun Short berpotensi mengalami kerugian likuidasi.

Data CoinGlass meramalkan jika SOL bangkit melewati US$113 pekan ini, likuidasi posisi Short dapat mencapai US$500 juta. Sementara sebaliknya, jika SOL anjlok ke US$86, kerugian likuidasi Long bisa lebih dari US$142 juta.

2. Hyperliquid (HYPE)

Hyperliquid (HYPE) termasuk salah satu altcoin yang masih mampu mempertahankan reli 50% sejak titik terendah 21 Januari. Sebagian besar altcoin lain justru mencatatkan harga terendah baru.

Peta likuidasi HYPE memperlihatkan situasi yang cukup seimbang antara Long dan Short. Di harga saat ini, sekitar US$31, jika naik ke US$35,5 bisa memicu likuidasi Short sekitar US$80 juta. Andaikata turun ke US$26, posisi Long senilai US$80 juta juga terancam terlikuidasi.

Peta Likuidasi Exchange HYPE. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange HYPE | Sumber: Coinglass

Kemampuan HYPE untuk naik bertolak belakang dari tren pasar secara umum sudah menjadi risko tersendiri. Laporan BeInCrypto juga menunjukkan arus modal keluar yang besar, sedangkan likuiditas di pasar masih belum cukup untuk menopang pemulihan.

Di sisi lain, HYPE juga memiliki katalisnya sendiri. Di antaranya, alokasi tim bulanan yang dipangkas 90%. Permintaan trading pair logam di Hyperliquid juga ikut menyokong harga token ini.

Bull dan bear saling menetralkan. Selama empat hari terakhir, HYPE membentuk pola candlestick spinning top secara beruntun. Pola seperti ini sering menandakan pergerakan harga besar sudah dekat, yang bisa meningkatkan risiko likuidasi.

3. TRX

Baru-baru ini, seorang wanita bernama Ten Ten (Zeng Ying), yang mengaku sebagai mantan kekasih Justin Sun, menuduhnya melakukan manipulasi pasar TRON (TRX) di masa awal. Ia menyatakan bahwa Sun diduga memerintahkan karyawan untuk mendaftarkan banyak akun Binance menggunakan identitas pribadi demi melakukan aksi trading terkoordinasi.

Perkembangan ini bisa menyebarkan sentimen negatif di kalangan holder TRX, terutama ketika terjadi gelombang aksi jual panik.

Trader jangka pendek bertaruh pada penurunan lebih lanjut. Peta heatmap likuidasi menunjukkan potensi likuidasi Short masih mendominasi. Nominalnya bisa hampir US$29 juta jika TRX pulih di atas US$0,31.

Peta Likuidasi Exchange TRX. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange TRX | Sumber: Coinglass

Namun, sinyal lain menunjukkan bahwa permintaan TRX juga semakin kuat. Tron Inc. (NASDAQ: TRON) baru-baru ini membeli tambahan 173.051 token TRX dengan harga rata-rata US$0,29. Total cadangan TRX milik perusahaan tersebut kini telah melampaui 679,2 juta TRX.

Jumlah alamat aktif mingguan di Tron juga terus meningkat secara stabil selama bertahun-tahun. Saat ini, jumlahnya mencapai 24,68 juta. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan TRX tetap terjaga bahkan selama penurunan pasar yang lebih luas.

Alamat Aktif Mingguan di Tron. Sumber: DefiLlama
Alamat Aktif Mingguan di Tron | Sumber: DefiLlama

Trader short mungkin bisa meraup untung jangka pendek saat sentimen negatif mendominasi. Namun tanpa rencana ambil untung yang jelas, keuntungan tersebut bisa cepat lenyap.

Masing-masing altcoin ini memiliki narasi sendiri. Tapi, seiring volatilitas pasar yang terus melebar, risiko likuidasi meningkat tajam bagi trader posisi Long maupun Short.

“Total likuidasi kripto secara resmi telah melampaui US$5 miliar dalam 4 hari terakhir, menandai gelombang likuidasi terbesar sejak 10 Oktober,” terang The Kobeissi Letter melaporkan.

Seiring kerugian likuidasi yang terus membesar, investor ritel bisa kehabisan modal untuk mempertahankan tekanan beli. Kondisi ini dapat mendorong pasar memasuki fase stagnan berkepanjangan.

Bagaimana pendapat Anda tentang risiko likuidasi yang membayangi Solana, Hyperliquid, dan TRX pada pekan pertama Februari ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Tanda-Tanda Permintaan Tembaga Ter-tokenisasi Bisa Melonjak di 2026

30 January 2026 at 12:51

Selagi harga emas dan perak terus mencetak rekor tertinggi baru, logam berkapitalisasi kecil seperti tembaga juga mulai menarik arus modal. Teknologi blockchain bisa menjadi jembatan, yang memungkinkan modal ini masuk ke pasar kripto melalui tokenisasi.

Beberapa indikator menunjukkan tembaga kemungkinan memasuki reli seperti perak, dan tokenisasi tembaga bisa mengalami pertumbuhan eksplosif pada tahun 2026.

Permintaan Tembaga Bisa Terus Naik Tajam Selama 15 Tahun ke Depan

Toto Finance, platform tokenisasi komoditas institusional, memproyeksikan permintaan tembaga global dapat mencapai sekitar 42 juta ton pada 2040. Sementara itu, pasokan diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2030 lalu menurun.

Permintaan vs Pasokan Tembaga (2025–2040). Sumber: Toto Finance
Permintaan vs Pasokan Tembaga (2025–2040) | Sumber: Toto Finance

Berdasarkan grafik “Permintaan vs Pasokan Tembaga (2025–2040)” milik Toto Finance, permintaan naik secara stabil hingga mendekati 40 juta ton pada 2040. Sebaliknya, kurva pasokan memuncak sekitar 28–30 juta ton pada 2030 lalu turun drastis. Hal ini menyebabkan kesenjangan permintaan dan pasokan semakin lebar.

Ini bukanlah siklus sementara. Ada ketidakseimbangan struktural yang menjadikan tembaga sebagai sumber daya strategis. Toto Finance menekankan bahwa tokenisasi akan menjadi cara baru untuk mengakses, memiliki, serta menambah likuiditas untuk tembaga, sehingga mengubahnya menjadi aset digital yang lebih mudah diperdagangkan.

“Ini bukanlah siklus, melainkan gap struktural. Ketika tembaga menjadi strategis, tokenisasi adalah cara akses, kepemilikan, dan likuiditas berkembang,” prediksi Toto Finance .

Banyak analis meyakini kelangkaan tembaga sudah resmi dimulai dan kemungkinan akan semakin buruk seiring waktu. Mike Investing berpendapat bahwa dalam 18 tahun ke depan, jumlah tembaga yang harus ditambang sama dengan jumlah yang telah diekstraksi selama 10.000 tahun terakhir. Ia percaya harga tembaga bisa naik 2–5 kali lipat dalam 14 bulan ke depan.

10,000 years of #Copper will be mined over the next 18 years.

The copper shortage has officially begun, & will continuously worsen.

Breaking out of a 20 year resistance Copper prices are about to skyrocket.

This is an easy 2-5x within the next 14 months.

Save this for later… pic.twitter.com/N87gA7jBzK

— Mike Investing (@MrMikeInvesting) January 30, 2026

AI dan Perluasan Grid Menjadi Pendorong Utama

Salah satu pendorong utama kenaikan permintaan tembaga adalah era booming AI dan ekspansi jaringan listrik global. Katusa Research menuturkan permintaan dari infrastruktur AI dan elektrifikasi akan membuat tembaga semakin langka.

Kebutuhan tembaga dari pusat data baru saja diperkirakan mencapai sekitar 400.000 ton metrik per tahun hingga 2035. Kendaraan listrik juga membutuhkan tiga kali lipat tembaga dibandingkan mobil mesin pembakaran dalam tradisional.

Sistem pertahanan modern dan drone juga makin meningkatkan permintaan elektronik, sehingga stok tembaga global bergerak menuju level yang semakin kritis.

Proyek tambang baru bisa memerlukan waktu hingga 17 tahun sebelum bisa berproduksi. Di sisi lain, kualitas bijih menurun, dan tambang-tambang utama tutup. Faktor-faktor inilah yang memperparah ketidakseimbangan permintaan dan pasokan.

Sinyal Awal Muncul di Pasar Aset Kripto

Paparan investor kripto terhadap tokenisasi tembaga maupun real-world assets (RWA) terkait tembaga masih sangat terbatas. Namun, permintaan trading token emas dan perak kini mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan.

Beberapa indikator awal mulai muncul. Versi tokenisasi Global X Copper Miners ETF (COPXON) milik Ondo mengalami pertumbuhan kapitalisasi pasar di bulan Januari. COPXON langsung menembus kapitalisasi pasar US$3 juta di minggu pertama.

Kapitalisasi Pasar Global X Copper Miners ETF (COPXON). Sumber: Coingeko
Kapitalisasi Pasar Global X Copper Miners ETF (COPXON) | Sumber: Coingeko

Remora Markets, platform perdagangan saham tokenisasi di Solana, juga melaporkan pertumbuhan pendapatan hingga US$110 juta. Lonjakan ini didorong oleh permintaan terhadap tokenisasi saham NASDAQ dan aset terkait logam.

Aset Kelolaan Copper rStock (CPERr) dari Waktu ke Waktu. Sumber: Dune
Aset Kelolaan Copper rStock (CPERr) dari Waktu ke Waktu | Sumber: Dune

Total value Copper rStock (CPERr) di Remora Markets melonjak pada minggu terakhir Januari. Angkanya memang masih kecil, tapi ini bisa menjadi tanda awal bahwa investor aset kripto ingin mendapatkan eksposur ke aset logam seperti tembaga.

Tokenisasi juga menjadi tren yang para pemimpin industri prediksi akan semakin cepat di tahun 2026. Hal ini bisa menciptakan peluang untuk ide startup baru, serta membuka kemungkinan baru bagi para trader.

Faktor Apa Saja yang Bisa Membantu Solana Menyerap Tekanan Jual yang Meningkat

30 January 2026 at 11:05

Solana (SOL) turun di bawah US$120 di tengah terus berlanjutnya arus keluar modal. Karena investor semakin waspada, pertanyaan utamanya adalah apa yang bisa ditawarkan Solana agar para holder tetap bertahan.

Beberapa perkembangan terbaru di ekosistem Solana dapat memberikan momentum dan membantu menahan tekanan jual yang semakin besar di pasar secara umum.

Katalis Baru Muncul di 2026 yang Mendukung Harga SOL

Analis khawatir SOL yang jatuh di bawah US$120 merupakan sinyal bearish. Hal ini bisa membuka peluang penurunan yang lebih dalam lagi.

Terbentuknya pola head-and-shoulders besar yang terus terjadi sejak 2024 menandakan potensi penurunan ke zona US$50 jika kondisi pasar tetap negatif.

$SOL LOOKS HORRIBLE pic.twitter.com/oPlUb2UFco

— Greeny (@greenytrades) January 30, 2026

namun, SOL juga bisa membentuk ekor panjang dan pulih kuat ketika permintaan kembali naik.

Salah satu faktor penting adalah lonjakan jumlah alamat aktif harian pada platform launchpad Solana.

Berdasarkan data CryptoRank.io, pada 27 Januari 2026, alamat aktif harian tembus 300.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Hal ini menjadi lonjakan besar dalam aktivitas.

Alamat Aktif Harian Launchpad Solana. Sumber: CryptoRank
Alamat Aktif Harian Launchpad Solana | Sumber: CryptoRank

Volume trading harian di launchpad ini hampir mencapai US$200 juta, sementara jumlah token baru yang diluncurkan sudah mencapai 44.000 token per hari.

Secara keseluruhan di ekosistem Solana, alamat aktif harian meningkat jadi 4,4 juta, naik 16% dibanding akhir tahun lalu. Ini menandakan kebangkitan kuat setelah periode yang sepi aktivitas.

Kenaikan alamat aktif biasanya berdampak langsung dan positif terhadap harga SOL. Semakin banyak partisipasi pengguna nyata, permintaan akan SOL makin tinggi karena dibutuhkan untuk membayar biaya transaksi.

Pertumbuhan Stablecoin Tambah Likuiditas ke Solana

Pendorong utama lain adalah pertumbuhan pesat stablecoin USD1 di jaringan Solana.

Berdasarkan DefiLlama, USD1 — stablecoin yang terhubung dengan World Liberty Financial — mengalami lonjakan besar pada Januari. Total kapitalisasi pasar menembus US$5 miliar, dengan lebih dari US$610 juta beredar di Solana saja.

Total Peredaran USD1. Sumber: DefiLlama
Total Peredaran USD1 | Sumber: DefiLlama

Pertumbuhan market cap USD1 di Solana per bulan jadi yang tertinggi dibanding chain lainnya, naik hampir 300%.

“USD1 milik World Liberty Financial telah menjadi aset ter-tokenisasi dengan pertumbuhan tercepat di Solana… Adopsi institusional dan insentif di platform seperti Binance telah mendorong pertumbuhannya,” komentar investor kripto Aman .

Mello, Solana Ecosystem Lead di World Liberty Financial, berjanji akan menjadikan USD1 stablecoin paling bermanfaat di Solana. Perkembangan ini membawa likuiditas nyata, meningkatkan volume perdagangan, mendorong aktivitas transaksi, dan bisa menopang harga SOL jangka panjang.

Narasi Privasi Kembali Dengan GhostSwap

Selain itu, peluncuran GhostSwap oleh GhostwareOS juga memperluas ekosistem Solana, dengan fokus kuat pada privasi.

Sementara itu, privasi tetap menjadi salah satu narasi paling menarik bagi investor pada 2026.

GhostSwap is now live.

A private cross-chain swap experience designed to let users move assets into Solana without exposing transaction metadata.

Built to extend privacy-preserving workflows for the Solana ecosystem.https://t.co/5MEy3yULAg pic.twitter.com/tmJdKYQJk4

— GhostWareOS (@GhostWareOS) January 29, 2026

GhostSwap adalah platform swap lintas chain yang privasi. Platform ini memungkinkan pengguna memindahkan aset ke Solana tanpa mengekspos metadata transaksinya.

Analis memperkirakan GHOST akan ikut reli bersama koin privasi lain. Beberapa proyeksi menyebut GHOST dapat mencapai kapitalisasi pasar US$100 juta dalam waktu dekat.

Dalam jangka pendek, permintaan untuk GHOST bisa mendukung SOL melalui pasangan trading seperti GHOST/SOL di decentralized exchange.

Dalam jangka panjang, GhostwareOS memposisikan diri sebagai “The Privacy Layer of Solana.” Ini memperkuat citra Solana sebagai blockchain yang lebih serbaguna, bukan cuma soal meme coin dan DeFi, melainkan juga pada infrastruktur yang berfokus pada privasi.

Faktor-faktor ini memang positif, namun mungkin belum langsung berdampak pada harga seperti sentimen pasar. Tapi dalam jangka panjang, semua ini bisa menjadi pendorong pertumbuhan yang kuat bagi investor yang mampu memanfaatkan posisi Solana yang makin strategis.

❌