โŒ

Normal view

Apa Saja yang Dibeli oleh Crypto Whale untuk Potensi Keuntungan di Februari 2026

30 January 2026 at 18:51

Januari menjadi bulan yang penuh gejolak untuk aset kripto, dengan kenaikan di awal bulan yang kemudian diikuti aksi jual tajam di akhir bulan. Beberapa token besar menghapus kemajuan berminggu-minggu hanya dalam hitungan hari. Di tengah ketidakpastian ini, crypto whale pada Februari mulai memosisikan diri di tiga aset yang menunjukkan sinyal pembalikan awal.

Data on-chain menunjukkan peningkatan akumulasi, di mana tekanan jual mulai mereda dan pola divergensi bullish sedang terbentuk atau hampir terkonfirmasi. Hal ini mengindikasikan bahwa wallet besar sedang mempersiapkan rebound selektif, bukan mengejar momentum jangka pendek.

Shiba Inu (SHIB)

Shiba Inu menjadi salah satu nama mengejutkan yang menunjukkan aktivitas crypto whale menjelang Februari. Walau sebagian besar altcoin mengalami pelemahan di Januari, SHIB naik sekitar 3,3% dalam 30 hari terakhir, menjadikannya salah satu token besar yang berpotensi menutup bulan ini dengan performa hijau.

Kekuatan relatif ini kini didukung oleh holder besar.

Sejak 27 Januari, whale menambah kepemilikan mereka dari 666,05 triliun menjadi 666,74 triliun SHIB, alias penambahan 690 miliar SHIB. Ini menunjukkan posisi yang stabil di tengah pelemahan pasar. Waktu penambahan ini sangat berkaitan dengan sinyal teknikal penting.

Whale SHIB
Whale SHIB | Sumber: Santiment

Antara 4 November hingga 25 Januari, SHIB membentuk divergensi bullish. Pada periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. RSI mengukur momentum dan menunjukkan apakah tekanan beli atau jual sedang menguat. Ketika harga melemah, tapi RSI justru membaik, itu menandakan penjual mulai kehilangan kendali.

Pola divergensi ini terjadi dalam pola falling wedge yang lebih besar, yaitu pola bullish di mana harga menyempit sebelum potensi breakout. Setelah sinyal muncul pada 25 Januari, SHIB membukukan dua candle hijau dan whale mulai menambah posisi sejak 27 Januari.

Sejak 28 Januari, harga SHIB memang terkoreksi, tapi saldo whale tetap stabil. Ini menandakan holder besar memilih menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil aksi keluar terlalu dini.

Sekarang, pola divergensi serupa kembali terbentuk. Untuk konfirmasi, candle harga SHIB berikutnya perlu berada di atas US$0,0000071. Jika itu terjadi, momentum bisa menguat menuju zona breakout kunci di kisaran US$0,0000091, dengan potensi naik hingga US$0,000012.

Analisis Harga SHIB
Analisis Harga SHIB | Sumber: TradingView

Jika US$0,0000071 gagal ditembus, pola bullish ini jadi melemah dan risiko penurunan kembali muncul.

Untuk saat ini, akumulasi whale dan sinyal momentum yang membaik menunjukkan SHIB sedang diposisikan sebagai aset pemulihan berpotensi di Februari.

Pendle (PENDLE)

Pendle juga menjadi token yang< a href="https://id.beincrypto.com/privacy-coins-crypto-whales-beli-dan-jual-februari-2026/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> crypto whale nampaknya diposisikan pada Februari, meskipun harga saat ini masih lemah. Data on-chain menunjukkan holder besar telah menambah PENDLE dari 181,54 juta pada 27 Januari menjadi 184,81 juta, artinya ada tambahan sebanyak 3,27 juta token.

Dengan harga saat ini, akumulasi ini bernilai sekitar US$6,3 juta yang menandakan keyakinan kuat di tengah koreksi pasar.

Whale PENDLE
Whale PENDLE | Sumber: Santiment

Mau insight token lain seperti ini?ย Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.

Peningkatan posisi ini terjadi saat PENDLE sedang kesulitan di pasar. Dalam 24 jam terakhir, token ini turun sekitar 6% dan hampir 5,2% selama sebulan terakhir, mengikuti tren pelemahan di ranah DeFi dan aset berfokus pada imbal hasil.

namun, perilaku whale mengindikasikan investor skala besar sedang memposisikan diri untuk pembalikan menengah, bukan mengejar momentum jangka pendek.

Pada chart 12 jam, PENDLE menunjukkan tanda awal divergensi bullish. Dari 14 November hingga 30 Januari, harga membentuk lower low, sementara RSI membentuk higher low.

Agar pola ini tetap valid, candle 12 jam saat ini harus bertahan di atas US$1,78. Jika level itu bisa dipertahankan, divergensi masih terjaga dan peluang pembalikan meningkat.

Pola ini sangat sesuai dengan pola akumulasi whale yang mulai meningkat setelah 27 Januari, mengikuti sinyal divergensi yang muncul sebelumnya antara 14 November hingga 25 Januari.

Analisis Harga PENDLE
Analisis Harga PENDLE | Sumber: TradingView

Jika momentum menguat, resistance pertama berada di kisaran US$2,08, sekitar 14% di atas level saat ini. Breakout di situ bisa membuka peluang naik ke US$2,38 dan US$2,87. Namun, jika gagal bertahan di US$1,78, skenario bullish langsung melemah dan risiko penurunan kembali meningkat.

Saat ini, PENDLE menunjukkan pola klasik pembalikan yang dipimpin whale: akumulasi di tengah pelemahan, dan didukung dengan sinyal momentum yang mulai membaik.

Cardano (ADA)

Cardano tiba-tiba masuk ke radar crypto whale menjelang Februari, karena ada akumulasi besar dari dua kelompok holder utama.

Data memperlihatkan bahwa wallet yang memiliki 1 miliar ADA atau lebih mulai menambah kepemilikan sejak 28 Januari. Total ADA yang mereka pegang naik dari sekitar 2,93 miliar ADA menjadi 3,18 miliar ADA. Di saat yang sama, kelompok holder dengan 100 juta hingga 1 miliar ADA juga mulai ikut akumulasi sejak 29 Januari. Saldo mereka naik dari 2,55 miliar menjadi 2,60 miliar ADA.

Whale ADA
Whale ADA | Sumber: Santiment

Kedua kelompok whale terbesar ini mengumpulkan hampir 300 juta ADA hanya dalam waktu 48 jam, yang mengisyaratkan adanya pergeseran posisi secara terkoordinasi.

Aksi beli besar ini menarik perhatian karena Cardano akhir-akhir ini berada di bawah tekanan. ADA turun hampir 6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 7,2% selama sebulan terakhir, sejalan dengan kondisi pasar yang melemah secara umum. Jika dilihat sekilas, ini bukan suasana yang bullish. Tapi grafik memperlihatkan alasan kenapa para whale mulai tertarik.

Antara 31 Desember hingga 30 Januari, ADA mencetak level harga yang lebih rendah, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. Untuk mengonfirmasi divergensi bullish ini, candle harga berikutnya harus tetap bertahan di atas US$0,31, dan RSI tidak turun di bawah level 31 Desember.

Saat ini ADA diperdagangkan di kisaran US$0,32, menjaga struktur tersebut. RSI juga perlu tetap berada di atas garis tren naiknya.

Analisis Harga ADA
Analisis Harga ADA | Sumber: TradingView

Jika sinyal ini terkonfirmasi, target rebound pertama ada di kisaran US$0,36, yang merupakan resistance penting yang ditembus pada 22 Januari. Jika titik ini berhasil direbut kembali, potensi kenaikan sekitar 12% dari harga saat ini bisa terjadi.

Namun jika harga turun di bawah US$0,31, pola pembalikan ini akan batal dan argumen dari para whale menjadi semakin lemah.

Apa yang Bisa Diharapkan dari Harga XRP di Februari 2026

30 January 2026 at 17:20

XRP Memasuki Februari dalam Tekanan. Token ini turun hampir 7% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 5% selama sebulan terakhir, mencerminkan pelemahan yang semakin besar di seluruh pasar. Secara historis, Februari memang menjadi bulan yang berat untuk harga XRP. Data menunjukkan median return XRP di bulan Februari sebesar โˆ’8,12%, dengan rata-rata penurunan sebesar โˆ’5%. Pada tahun 2025, token ini bahkan turun hampir 29% di periode yang sama.

Tahun ini, sinyal teknikal dan on-chain menunjukkan risiko serupa sedang terbentuk. Namun, akumulasi selektif dan indikator momentum awal memberikan petunjuk bahwa pemulihan masih mungkin terjadi. Berikut adalah data yang tersedia.


Mengapa Koreksi Harga Sudah Diperkirakan

XRP masih bergerak di dalam channel turun jangka panjang pada grafik dua hari. Channel turun adalah pola bearish di mana harga terus membentuk lower high dan lower low di antara garis tren yang sejajar.

Sejak pertengahan 2025, pola ini menahan reli dan menekan harga makin turun. Ketika Februari yang secara historis lemah semakin dekat, XRP makin merapat ke batas bawah channel, sehingga risiko penurunan makin tinggi.

Sejarah Harga XRP
Sejarah Harga XRP: CryptoRank

Mau insight token lainnya seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariyaย di sini.

Vasily Shilov, Chief Business Development Officer di SwapSpace, berujar pola musiman memang masih relevan, namun bukan lagi faktor utama yang menentukan pergerakan harga.

โ€œAliran ETF saat ini lebih bisa diandalkan sebagai penggerak arah,โ€ terang dia.

โ€œPergerakan dalam range adalah hasil paling mungkin jika belum ada kejelasan di sektor ekonomi makro,โ€ lanjutnya.

Kendati begitu, pelemahan teknikal ini sebenarnya sudah terlihat sejak lama.

Antara 2 Oktober hingga 5 Januari, XRP membentuk lower high pada harga, namun Relative Strength Index (RSI) justru mencetak higher high. RSI mengukur momentum, memperlihatkan apakah tekanan beli atau jual semakin kuat.

Pola Harga Bearish
Pola Harga Bearish: TradingView

Ketidakselarasan ini disebut hidden bearish divergence. Sering kali, ini menjadi tanda awal ketika kekuatan naik mulai melemah sebelum koreksi terjadi. Sinyal ini muncul di awal Januari, lalu disusul penurunan hampir 30%.

Sekarang, pola baru mulai terbentuk.

Antara 10 Oktober sampai 29 Januari, harga XRP mencatat lower low (masih berlangsung saat artikel ini ditulis) sementara RSI mencoba membentuk higher low. Ini menciptakan potensi bullish divergence, yang dapat menandai kelelahan tren turun.

Terbentuk Divergence
Terbentuk Divergence: TradingView

Agar sinyal ini terkonfirmasi:

  • Candle harga XRP dua hari berikutnya harus terbentuk di atas US$1,71, sehingga menegaskan pola lower low pada harga
  • RSI harus tetap di atas 32,83

Jika kedua syarat ini terpenuhi, tekanan turun menurun dan potensi rebound meningkat. Namun jika gagal, channel bearish masih tetap mendominasi.


Money Flow dan Aktivitas Whale Tunjukkan Sinyal Campuran

Sementara harga XRP sedang bergerak turun, data arus modal justru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Chaikin Money Flow (CMF), yang melacak tekanan beli dari institusi dan wallet besar, mengalami kenaikan di periode 5 Januari hingga 25 Januari, meskipun harga turun. Ini membentuk bullish divergence.

Artinya, pemain besar โ€” kemungkinan institusi โ€” telah mengakumulasi XRP secara diam-diam selama koreksi harga.

CMF Naik
CMF Naik: TradingView

Data aliran ETF juga mendukung tren ini. Walau secara keseluruhan aliran ETF Januari masih net negatif akibat outflow besar pada 21 Januari, arus masuk bersih mulai membaik mendekati akhir bulan. Bar hijau terakhir menunjukkan minat institusional yang mulai tumbuh kembali.

Arus ETF XRP
Arus ETF XRP: Glassnode

Shilov menuturkan bahwa volatilitas ETF di bulan Januari mencerminkan kehati-hatian ekonomi makro yang lebih luas dan bukan kelemahan struktural permintaan XRP.

Ia menjelaskan bahwa meski tekanan makro membuat investor lebih memilih aset aman seperti emas dan perak, exchange-traded fund (ETF) XRP spot tetap mencatat arus masuk lebih dari US$1,3 miliar sejak peluncuran dan belum pernah membukukan penebusan bersih dalam sebulan.

โ€œSkala dan konsistensi arus masuk menggambarkan tren pembalikan sepertinya kecil kemungkinannya untuk saat ini,โ€ komentar Shilov.

Tapi, data dari exchange menantang pandangan optimistis ini.

Saldo arus XRP di exchange melonjak drastis sejak 17 Januari, berubah dari โˆ’7,64 juta menjadi +3,78 juta. Yang mengkhawatirkan adalah pola pergerakannya.

Arus XRP di Exchange
Arus XRP di Exchange: Santiment

Tiga puncak arus masuk secara berurutan muncul pada 25, 27, dan 29 Januari. Pola yang mirip juga terbentuk sebelumnya pada 4, 8, dan 13 Januari. setelah itu, harga XRP turun dari US$2,10 ke US$1,73, atau sekitar 18%. Hal ini membuat struktur arus masuk saat ini menjadi sinyal risiko yang jelas meski ada optimisme terkait ETF.

Shilov menambahkan, permintaan ETF saja masih belum cukup kuat untuk sepenuhnya melindungi XRP dari tekanan pasar yang lebih luas. Berdasarkan data perdagangan SwapSpace, ia menyebut pergerakan jangka pendek XRP masih mengikuti tren Bitcoin dan sentimen risiko makro saat arus ETF menjadi tidak stabil.

โ€œArah BTC, tekanan makro, dan posisi derivatif kemungkinan akan menentukan selera risiko dalam waktu dekat,โ€ papar Shilov.

Whale XRP Hadirkan Perspektif Menarik

Perilaku whale memberikan lapisan analisis tambahan.

Wallet yang memegang lebih dari 1 miliar XRP terus menambah akumulasi sejak awal Januari, yaitu saat harga mulai terkoreksi. Kepemilikan mereka meningkat dari 23,35 miliar menjadi 23,49 miliar XRP, menandakan penempatan modal signifikan saat harga sedang lemah.

Whale Terus Menambah
Whale Terus Menambah: Santiment

Berbeda dengan tahun lalu, dimana whale besar menunggu hingga akhir Februari untuk membeli, sekarang mereka membangun posisi lebih awal pada siklus kali ini. Hal ini mengurangi potensi penurunan tajam, namun tidak menghilangkan risiko penurunan dalam jangka pendek.

Shilov mengingatkan bahwa akumulasi holder besar harus dilihat dalam konteks yang tepat. Ia berkata bahwa pola saat ini lebih mirip dengan posisi taktis, bukan keyakinan kuat.

โ€œAkumulasi stabil harus berlangsung bersamaan dengan arus masuk ETF yang stabil,โ€ ujar Shilov.

โ€œJika tidak, pembelian bisa cepat mengering jika tekanan makro meningkat.โ€

Sinyal yang muncul saling bertentangan, sehingga penurunan 5% di bulan Januari terjadi, dan tidak menjadi separah penurunan hampir 15% pada Desember 2025.


Level Support Utama, Risiko Penurunan, dan Skenario Pemulihan Harga XRP

Struktur harga XRP saat ini membuat level-level penting sangat jelas. Zona pertama yang harus dipertahankan XRP adalah US$1,71โ€“US$1,69. Penutupan selama dua hari berturut-turut di bawah area ini akan melemahkan support channel dan membuka peluang breakdown yang lebih besar.

Jika ini terjadi, support utama berikutnya berada di kisaran US$1,46. Penurunan yang bertahan di bawah US$1,46 bisa memicu penjualan besar dan membuat XRP berisiko turun lebih dalam ke sekitar US$1,24.

Skenario ini menjadi lebih mungkin jika arus masuk ke exchange terus naik dan permintaan ETF gagal menguat.

Di sisi atas, peluang pemulihan bergantung pada satu level penting. XRP harus merebut kembali US$1,97 pada penutupan dua hari berturut-turut. Ini akan menjadi sinyal breakout di atas resistance jangka pendek serta menandakan pembeli mulai kembali mengendalikan harga. Level XRP ini sudah disorot oleh analis BeInCrypto kemarin.

Analisis Harga XRP
Analisis Harga XRP: TradingView

Jika pergerakan di atas US$1,97 terkonfirmasi, jalan menuju US$2,41 terbuka, sejalan dengan level resistance channel dan Fibonacci utama.

Ke depan, Shilov mengatakan konfirmasi terkuat untuk breakout bullish adalah kembalinya arus masuk ETF yang konsisten, seperti yang terjadi pada periode peluncuran di bulan November.

โ€œArus dana masuk mingguan antara US$80 juta sampai US$200 juta akan membangun momentum kuat di atas US$2,10,โ€ ujar dia.

Ia juga memberi petunjuk terkait level breakdown yang sejalan banget dengan analisis kami:

โ€œJika kondisi geopolitik global atau ekonomi makro makin memburuk, penurunan XRP bisa semakin dalam dan mendorong aset ini turun di bawah US$1,70,โ€ terang dia.

Sekarang, pertarungan fokus pada support US$1,69 dan resistance US$1,97. Level mana yang jebol lebih dulu kemungkinan besar akan menentukan arah harga XRP untuk sisa bulan Februari.

Kisah Sebenarnya di Balik Crash Bitcoin 10% โ€” Mengapa Likuidasi Terjadi Belakangan

30 January 2026 at 09:49

Harga Bitcoin turun lebih dari 10% dari level tertingginya di akhir Januari, sempat anjlok di bawah US$81.000 sebelum akhirnya stabil di atas US$82.300. Dalam waktu hanya 24 jam, pasar mencatat lebih dari US$1,7 miliar likuidasi, dengan Bitcoin menyumbang hampir US$800 juta likuidasi posisi long. Harga BTC masih turun lebih dari 6% secara harian.

Kebanyakan trader menyalahkan leverage. Tapi, data menunjukkan bahwa derivatif bukan yang memulai penurunan ini. Derivatif hanya mempercepatnya saja. Penurunan sebenarnya sudah dimulai lebih awal, di dekat zona on-chain dan struktur yang sangat penting.


Volume Besar, Support Jebol, dan Perangkap US$84.600

Peringatan pertama muncul dari grafik harian. Bitcoin mencetak candle volume merah terbesar sejak awal Desember. Candle volume merah berarti tekanan jual sangat besar, di mana penjual lebih kuat daripada pembeli.

Terakhir kali volume mencapai tingkat ini, yaitu di awal Desember, Bitcoin turun hampir 9%.

Pada waktu itu, pembeli langsung masuk. Tapi kali ini, mereka tidak melakukannya. Sebaliknya, harga BTC menembus ke bawah US$84.600, yang merupakan level support penting, dan terus turun mendekati US$81.000.

Crash Harga Bitcoin
Crash Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Pada saat yang sama, Bitcoin masuk ke salah satu zona on-chain terpentingnya.

Inilah saat di mana UTXO Realized Price Distribution (URPD) berperan. URPD menunjukkan di mana supply Bitcoin yang ada terakhir kali dibeli. Klaster besar menandakan level di mana banyak koin terakhir berpindah tangan, biasanya bertindak sebagai zona support atau resistance utama.

Dua klaster terbesar, berdasarkan grafik, berada di:

  • US$84.569 (3,11% dari supply)
  • US$83.307 (2,61% dari supply)
Level URPD Kunci
Level URPD Kunci | Sumber: Glassnode

Keduanya membentuk salah satu zona kepemilikan terpadat di siklus ini.

Saat Bitcoin jatuh ke bawah US$84.600, Bitcoin masuk ke zona klaster ini. Di sinilah masalah mulai muncul karena klaster pertama mulai terancam.

Data Glassnode menunjukkan bahwa holder jangka panjang, yaitu koin yang mungkin disimpan beberapa bulan hingga setahun, mulai menjual di level ini. Pada 29 Januari, perubahan posisi bersih 30 hari mereka turun ke -144.684 BTC, arus keluar bulanan terbesar pada periode ini.

Holder Jangka Panjang
Holder Jangka Panjang | Sumber: Glassnode

Holder jangka panjang menjual di dekat US$84.600, sebelah klaster URPD terbesar. Saat penjualan besar terjadi di zona biaya penting, support pun jebol. Setelah harga menembus support ini, sebagian besar supply berpindah ke posisi rugi. Tekanan likuidasi baru meledak setelah breakdown tersebut.


Mengapa Data On-Chain Nampak Sehat saat Risiko Sebenarnya Meningkat

Crash harga BTC ini mengejutkan banyak trader karena metrik di permukaan terlihat stabil.

Hodler Net Position Change masih positif, menandakan sekitar +16.358 BTC bertambah selama 30 hari terakhir.

HODler Terus Membeli
HODler Terus Membeli | Sumber: Glassnode

Ingin dapat insight token seperti ini?ย Daftarkan diri Anda untuk menerima Crypto Newsletter harian dari Editor Harsh Notariya dengan klik di sini.

Saldo whale juga terus meningkat. Wallet besar tidak melakukan dump secara agresif. Secara angka, penimbunan masih terjadi.

Whale BTC
Whale BTC | Sumber: Glassnode

Tetapi metrik-metrik ini mencampurkan berbagai kelompok investor.

Holder jangka menengah dan wallet besar masih membeli. Holder jangka panjang justru diam-diam melakukan distribusi. Ketika holder berpengalaman mulai menjual di dekat klaster biaya utama, itu menandakan risiko karena keyakinan mereka, walaupun saldo secara keseluruhan terlihat masih kuat.

Itulah sebabnya kebanyakan investor melewatkan peringatan tersebut. Analis BeInCrypto sudah menyoroti risiko ini satu minggu yang lalu. Pasar nampak sehat. Di balik itu, support terkuatnya justru sedang dijual.

Begitu aksi jual itu melemahkan zona US$84.600, leverage menjadi rentan. Saat harga turun lebih dalam, posisi long mulai terlikuidasi. Data dari CoinGlass menunjukkan hampir US$800 juta posisi long Bitcoin terhapus dalam waktu 24 jam.

Angka Likuidasi
Angka Likuidasi: Coinglass

Derivatif bukan penyebab pelemahan. Instrumen itu hanya bereaksi terhadap pelemahan yang terjadi.


Struktur Rusak, Risiko Penurunan, dan Level Harga Kunci Bitcoin

Struktur teknikal kini sudah memburuk. Bitcoin sudah turun menembus neckline pola head and shoulders pada grafik harian. Ini adalah pola pembalikan bearish yang sering muncul sebelum terjadi koreksi berkepanjangan.

Berdasarkan pola ini, breakdown memperkirakan penurunan lanjutan sekitar 12% dari neckline. Hal ini menempatkan risiko di dekat zona US$75.000 jika aksi jual berlanjut. Level US$81.000 kini menjadi support krusial.

Jika Bitcoin kembali kehilangan level ini, momentum penurunan bisa makin kencang. jika bertahan, peluang stabilisasi bisa terjadi.

Analisis Harga Bitcoin
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Pemulihan harga bergantung pada kemampuan merebut kembali level kunci on-chain dan grafik. Zona harga BTC penting pertama ada di sekitar US$83.300, yang sesuai dengan klaster URPD terbesar kedua. Jika harga menembus level ini, artinya para pembeli mampu mempertahankan area kepemilikan sebelumnya.

Level utama tetap di US$84.600. Di sinilah holder jangka panjang melakukan penjualan. Dan di sinilah klaster URPD terbesar berada. Sampai Bitcoin benar-benar ditutup di atas US$84.600, setiap rebound tetap rentan.

โŒ