Ketua The Fed Pro-Bitcoin Baru Trump Disebut di Berkas Epstein Terbaru
Kevin Warsh, calon yang baru saja dinominasikan oleh Presiden Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve AS, muncul dalam dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman minggu ini.
Pengungkapan ini terjadi hanya satu hari setelah Trump mengonfirmasi Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed pada bulan Mei, sehingga memicu reaksi politik dan sorotan baru terhadap tokoh-tokoh elit yang disebutkan dalam kasus Epstein yang telah berlangsung lama.
Trumpβs newly named Fed Chair Kevin Warsh is listed in the Epstein files in connection with a βSt. Barthβs Christmasβ event in 2010.
β AF Post (@AFpost) January 30, 2026
Warsh is a former steering committee member of the Bilderberg Group.
He is the son-in-law of Ronald Lauder, the former president of the World⦠pic.twitter.com/l4NTreCSlF
Warsh Disebut di Email Epstein, Tidak Ada Tuduhan Kesalahan
Menurut sejumlah laporan yang telah dikonfirmasi, nama Warsh tercantum dalam satu email dari seorang humas kepada Epstein yang mencantumkan 43 orang yang diundang ke acara Natal. Email itu juga memuat beberapa nama terkenal dari dunia bisnis, politik, dan hiburan.
Tidak ada bukti dalam dokumen yang menunjukkan Warsh pernah bertemu Epstein, menghadiri acara tersebut, atau terlibat dalam aktivitas kriminal apa pun. Laporan itu menekankan bahwa munculnya nama seseorang dalam dokumen ini tidak berarti yang bersangkutan melakukan pelanggaran.
Warsh belum memberikan komentar publik terkait pengungkapan ini per 31 Januari.
Apa Lagi yang Terungkap dari Berkas Epstein Terbaru
Departemen Kehakiman merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, beserta ribuan video dan gambar, yang menurut pejabat merupakan rilis terakhir yang diwajibkan.
Dokumen tersebut memuat email dan catatan yang menyebutkan tokoh-tokoh seperti Elon Musk, Bill Gates, Melania Trump, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Dalam banyak kasus, dokumen ini hanya menampilkan undangan acara sosial atau korespondensi email dan bukan bukti tindakan kejahatan.
Howard Lutnick in 2005: I never want to be in the same room as Jeffrey Epstein again.
β Rogue POTUS Staff (@RoguePOTUSStaff) January 30, 2026
Howard Lutnick in 2012: Jeffrey, darling, let's have dinner. There's 8 children I want you to meet! pic.twitter.com/BYChg4nE3j
Penyintas pelecehan oleh Epstein mengkritik proses rilis ini, karena menurut mereka identitas korban justru terbuka sementara dugaan pelaku masih terlindungi melalui pengaburan data.
Mengapa Nominasi Warsh Penting
Warsh adalah mantan gubernur Federal Reserve yang menjabat dari tahun 2006 sampai 2011. Ia dikenal sebagai sosok yang hawkish terhadap inflasi dan pengkritik kebijakan The Fed pasca pandemi.
Berbeda dengan Jerome Powell, Warsh berpendapat mandat The Fed sebaiknya dipersempit, neraca keuangan harus lebih kecil, dan disiplin moneter yang lebih ketat. Ia juga menentang keterlibatan The Fed dalam kebijakan iklim dan sosial.
Kevin Warsh vs. Powell: How is Trump's new Fed chair pick different? And what does it mean for crypto? pic.twitter.com/l2eKVw3zdM
β BeInCrypto (@beincrypto) January 30, 2026
Warsh bukan anti-kripto, tapi ia bersikap skeptis terhadap aset kripto sebagai uang.
Ia telah mengakui potensi Bitcoin sebagai penyimpan nilai, namun memperingatkan bahwa volatilitas harga membatasi penggunaannya dalam pembayaran. Warsh juga pernah berinvestasi di perusahaan yang bergerak di bidang kripto serta mendukung regulasi yang lebih jelas untuk stablecoin.
Ia lebih memilih bank sentral digital US (CBDC) untuk transaksi skala besar daripada CBDC versi ritel.
Soon, Kevin Warsh will be the first pro-Bitcoin Chairman of the Federal Reserve.pic.twitter.com/afEBrBFeWX
β Michael Saylor (@saylor) January 30, 2026
Momentum ini memang sangat sensitif.
Pasar sudah berada dalam kondisi waspada di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian pemangkasan suku bunga, dan tekanan politik terhadap The Fed. Nominasi Warsh mengisyaratkan kemungkinan perubahan kebijakan. Kemunculannya di dokumen Epstein, meskipun tanpa tuduhan, menambah ketidakpastian baru.