Normal view

Mengapa Diskon Harga ADA 45% dan Harapan Reversal Tidak Bisa Menyatukan Para Crypto Whale Cardano

2 February 2026 at 15:00

Harga Cardano sedang diperdagangkan dengan diskon besar. Sejak awal Desember, harga telah turun hampir 45% dan baru-baru ini menyentuh US$0,26 sebelum memantul ke sekitar US$0,28. Di atas kertas, area ini nampak seperti zona beli yang kuat.

Chart juga menunjukkan sinyal pembalikan awal. Trader ritel mulai kembali melakukan akumulasi. Namun, para holder besar yang dikenal sebagai whale masih bersikap hati-hati. Walau harga diskon dan indikator mulai membaik, pembelian belum meyakinkan. Ada tiga poin data yang menjelaskan alasannya.


Bullish Divergence di Dalam Channel Turun Masih Gagal Satukan Whale

Dari sisi teknikal, chart Cardano terlihat campuran.

Sejak November, ADA terus bergerak di dalam channel menurun, di mana harga membentuk lower high dan lower low di antara dua garis paralel. Pola ini menggambarkan tren turun yang terkontrol, bukan aksi jual panik, sebab channel masih terjaga. Namun, risiko penurunan tetap ada.

Pada saat bersamaan, momentum mulai membaik.

Antara 21 November sampai 31 Januari, ADA membentuk lower low. Pada periode yang sama, Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur momentum dalam skala 0–100. Jika harga turun, namun RSI naik, ini mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah. Fenomena ini dikenal dengan bullish divergence dan biasanya muncul mendekati awal pembalikan tren.

Chart ADA Campuran
Chart ADA Campuran: TradingView

Mau dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski muncul tanda-tanda pembalikan, whale belum menunjukkan respons yang kompak.

Data on-chain memperlihatkan tiga kelompok wallet utama punya pola perilaku berbeda:

  • Wallet yang memegang lebih dari 1 miliar ADA menambah kepemilikan sedikit setelah 28 Januari, namun tidak menambah saat harga turun di akhir Januari.
  • Wallet dengan 100 juta sampai 1 miliar ADA justru mengurangi kepemilikan dari sekitar 2,58 miliar menjadi 2,47 miliar ADA.
  • Wallet berisi 10 juta sampai 100 juta ADA meningkatkan kepemilikan dari sekitar 13,37 miliar ke 13,50 miliar ADA.
ADA Whale Bergerak
ADA Whale Bergerak: Santiment

Saat whale benar-benar yakin akan ada rebound, kelompok besar tadi biasanya kompak melakukan akumulasi. Kali ini hal itu belum terjadi. Kekuatan beli bersih hanya sekitar 20 juta ADA. Penyebabnya adalah risiko.

Selama ADA bertahan di dekat batas bawah channel menurun, kemungkinan breakdown masih ada. Jika terjadi break yang terkonfirmasi, harga bisa terjun lagi sekitar 29% seperti dibahas nanti saat membahas harga. Risiko struktur inilah yang membuat investor besar tetap bertahan defensif meskipun bullish divergence muncul.


Dominasi Sosial Lemah dan Pembelian Ritel yang Hati-Hati Batasi Momentum

Penghalang kedua adalah sentimen.

Dominasi sosial mengukur seberapa banyak perhatian yang diterima sebuah koin jika dibandingkan dengan seluruh pasar aset kripto. Indikator ini memantau porsi diskusi daring yang terfokus pada aset tersebut. Jika dominasinya naik, biasanya muncul spekulasi dan arus masuk baru.

Pada Cardano, dominasi sosial mencapai puncak sekitar 1,08% di bulan November 2025 ketika harga ADA sempat menyentuh US$0,59. Sejak itu nilainya turun konsisten. Sekarang dominasi sosial ADA ada di sekitar 0,047%, mendekati titik terendah beberapa bulan terakhir.

Secara historis, hal ini cukup berpengaruh.

  • Pada awal Desember, lonjakan dominasi sosial mendahului reli sebesar 12%.
  • Pada akhir Desember, puncak dominasi ini juga diikuti kenaikan harga 16%.
Dominasi Sosial Turun
Dominasi Sosial Turun: Santiment

Saat minat sosial naik, harga kerap mengekor. Tapi kini, atensi publik mulai surut. Tanpa dorongan narasi, whale tidak punya alasan besar menambah posisi. Perilaku ritel memang sedikit lebih positif, namun tetap berhati-hati.

Sejak 22 Januari, ADA mencatat arus keluar (outflow) harian dari exchange. Arus keluar artinya koin meninggalkan exchange, umumnya untuk disimpan, bukan dijual. Ini menandakan adanya tekanan beli.

Puncak pembelian bersih harian mencapai sekitar US$14,9 juta pada 31 Januari, kemudian turun ke sekitar US$2,8 juta. Tidak ada hari dengan aksi jual besar sejak akhir Januari.

Arus Bersih di Exchange
Arus Bersih: Coinglass

Ini menunjukkan investor ritel perlahan-lahan melakukan akumulasi saat harga turun. Tapi, laju akumulasinya masih lambat. Tanpa adanya perhatian sosial yang meningkat, permintaan ritel saja tidak bisa mendorong tren yang kuat.


Smart Money Lemah dan Level Harga Kunci Cardano Membuat Crypto Whale Tetap Bertahan

Peringatan terakhir datang dari “smart money” dan struktur harga.

Smart Money Index melacak bagaimana trader berpengalaman menempatkan posisi selama jam pasar yang berbeda. Indeks ini bertujuan mencerminkan perilaku yang didasari pengetahuan, bukan karena emosi.

Belakangan ini, indeks ini turun di bawah garis sinyalnya dan terus melemah. Pada reli sebelumnya, sekitar awal Januari, indeks ini biasanya naik lebih dulu sebelum harga bergerak naik. Lemahnya indeks saat ini menandakan para trader profesional belum bersiap untuk rebound. Hal ini juga menegaskan sikap hati-hati para whale.

Dari sisi teknikal, beberapa level penting sekarang menjadi penentu prospek bulan Februari.

Jika harga naik, ADA harus terlebih dahulu merebut kembali level US$0,319. Ini akan menandakan rasa percaya diri yang mulai membaik. Gerakan di atas US$0,376 bahkan lebih penting. Itu akan menembus channel turun dan mengubah struktur menjadi netral dari bearish. Dengan begitu, pembelian terkoordinasi dari whale bisa terjadi.

Jika harga turun, US$0,268 tetap menjadi level krusial. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah level ini, maka akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka peluang penurunan menuju US$0,188, yang berarti target penurunan sebesar 29% dari titik breakdown.

Analisis Harga Cardano
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView

Selama harga tetap berada di kisaran US$0,268 sampai US$0,319, ketidakpastian masih mendominasi. Perbedaan (divergence) bullish menunjukkan tekanan jual mulai berkurang. tapi, momentum sosial yang lemah, perilaku whale yang terpecah, dan tidak adanya dukungan dari smart money, membuat keyakinan pasar tetap rendah. Sebelum sentimen membaik dan resistance utama berhasil ditembus, peluang rebound Cardano masih sebatas kemungkinan, belum jadi kenyataan.

Menakar Titik Bottom Bitcoin, Akankah BTC Crash ke US$63.000? 3 Metrik Beri Jawaban

2 February 2026 at 14:59

Harga Bitcoin (BTC) mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Tepatnya, terjadi crash lebih dari 11% sejak puncaknya di akhir Januari. Kendati harga telah menyentuh target teknikal utama, data on-chain dan derivatif menunjukkan bahwa pasar kemungkinan belum selesai terkoreksi.

Dengan pembeli yang masih berhati-hati serta crypto whale yang mulai mengurangi eksposur, pertanyaannya kini sederhana: apakah ini benar-benar titik terendah (bottom), atau sekadar persinggahan sebelum drop lanjutan?


Bitcoin Capai Target Breakdown setelah Pola Gagal

Penurunan Bitcoin baru-baru ini mengikuti roadmap teknikal yang jelas.

Pada akhir Januari, harga Bitcoin menembus formasi head-and-shoulders ke bawah, mengonfirmasi pembalikan tren bearish. Breakdown pada 29 Januari memproyeksikan target koreksi dekat US$75.130. Pada awal Februari, Bitcoin telah menyentuh zona ini, sehingga pola teknikal terkonfirmasi nyaris sempurna.

Target Breakdown Bitcoin
Target Breakdown Bitcoin | Sumber: TradingView

Sejak 31 Januari, Bitcoin sudah terkoreksi hampir 11%, turun dari level tertinggi lokal ke kisaran US$75.000. Pergerakan ini memicu likuidasi masif dan menyeret pasar kripto secara keseluruhan turun.

Biasanya pencapaian target breakdown akan membawa sedikit kelegaan sementara. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa harga akan benar-benar berada di titik bottom. Apakah level ini akan bertahan atau tidak, sangat tergantung pada bagaimana respons pembeli setelah kerusakan teknikal terjadi.

Sampai saat ini, respons tersebut masih lemah.


Pembeli Spot Masih Absen di Area Support Krusial

Salah satu sinyal peringatan terbesar yakni tidak adanya akumulasi kokoh di sekitar level US$75.000.

Arus keluar dari exchange, yang menunjukkan seberapa banyak Bitcoin berpindah dari platform trading ke penyimpanan jangka panjang, turun drastis. Sekitar 31 Januari, jumlah arus keluar mencapai sekitar 42.400 BTC. Setelah koreksi harga, arus keluarnya hanya sekitar 14.100 BTC, turun hampir 67%.

Aksi Beli yang Redup
Aksi Beli yang Redup | Sumber: Santiment

Tandanya, investor belum terburu-buru membeli saat harga turun (buy the dip). Inilah metrik peringatan pertama.

Perilaku whale juga turut menambah kekhawatiran sebagai metrik peringatan kedua. Wallet yang menampung antara 10.000 hingga 100.000 BTC mulai memangkas saldo sejak 1 Februari. Kepemilikan kolektif mereka anjlok dari sekitar 2,21 juta BTC menjadi 2,20 juta BTC. Artinya, sekitar 10.000 BTC dijual, atau setara sekitar US$750 juta dengan harga saat ini.

Whale Beraksi
Whale Beraksi | Sumber: Santiment

Sementara itu, NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) holder jangka pendek, yang mengukur apakah pembeli baru-baru ini sedang cuan atau rugi, juga turut memperlihatkan peringatan sebagai metrik ketiga. Saat ini, NUPL bertengger di kisaran -0,23, menempatkan trader di zona kapitulasi. Akan tetapi, saat koreksi di November lalu, NUPL sempat ambruk hingga sekitar -0,27 sebelum rebound monumental bermula. Ini menunjukkan ada kepanikan, tapi belum ekstrem, memberi sinyal bahwa dasar harga bisa saja tertunda.

STH NUPL
STH NUPL | Sumber: Glassnode

Kombinasi arus keluar yang kian surut, aksi jual whale, serta kapitulasi yang belum tuntas menjadi sinyal kuat bahwa keyakinan pasar masih lemah.


Pasar Derivatif Didominasi Posisi Short, Bukan Permintaan Sehat

Karena pembeli spot tetap berhati-hati, pasar derivatif saat ini menjadi sumber utama potensi reli harga.

Data likuidasi dari Binance menunjukkan akumulasi posisi short leverage sekitar US$1,91 miliar, sementara posisi long hanya tersisa sekitar US$168 juta. Ini menciptakan ketidakseimbangan besar yang menguntungkan taruhan bearish.

Ketika posisi short terlalu ramai, reli kecil saja bisa memicu aksi beli paksa. Seumpama harga Bitcoin naik, trader short akan terpaksa menutup posisi sehingga bisa memicu reli tajam. Inilah potensi terjadinya short squeeze.

Peta likuidasi BTC
Peta Likuidasi BTC: Coinglass

Namun, kondisi ini berbeda dengan permintaan yang sehat. Reli yang hanya terjadi karena likuidasi biasanya cepat hilang bila tidak didukung oleh akumulasi nyata. Tanpa adanya pembelian spot yang kuat dan partisipasi whale, reli harga kemungkinan hanya bersifat sementara. Ini karena setelah short squeeze mendorong harga naik, lebih banyak posisi long bisa terbuka sehingga risiko turun masih tetap ada.

Saat ini, derivatif hanya menawarkan volatilitas, bukan stabilitas. Yang benar-benar dibutuhkan oleh harga BTC adalah permintaan spot, namun hal itu masih belum ada sekarang.


Level Harga Kunci Bitcoin Tunjukkan US$69.000 dan Zona Risiko Lebih Rendah

Jika Bitcoin gagal bertahan pada support saat ini, model on-chain dan teknikal menyoroti target koreksi yang jelas.

Distribusi Harga Realisasi UTXO (UTXO Realized Price Distribution/URPD) menunjukkan di mana pasokan Bitcoin saat ini terakhir kali dibeli. Klaster seperti ini sering jadi area support saat harga turun.

Klaster URPD terkuat dalam waktu dekat berada di sekitar US$66.890, di mana sekitar 0,95% pasokan terkonsentrasi.

Level Support Utama
Level Support Utama: Glassnode

Di bawahnya, klaster utama lain muncul di sekitar US$63.111 yang menampung sekitar 1,14% pasokan. Zona tersebut kemungkinan menarik pembeli jika harga terus merosot. Itulah support on-chain terkuat BTC dalam waktu dekat.

Klaster BTC Utama
Klaster BTC Utama: Glassnode

Dari sudut pandang teknikal, breakdown di bawah US$75.630–US$75.130 akan membuka jalan ke US$69.500. Jika level tersebut juga runtuh, Bitcoin bakal menguji area US$66.000–US$63.000, yaitu zona klaster penting. Bila crash yang lebih dalam terjadi, support di sekitar US$61.840 menjadi relevan. Karena itulah, US$69.500 jadi area keputusan utama apabila $BTC kehilangan US$75.130.

Analisis Harga Bitcoin
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Di sisi atas, percobaan pemulihan akan menghadapi resistance di dekat US$79.890 dan US$84.140. Pergerakan yang berkelanjutan di atas US$84.140 diperlukan agar struktur bullish pulih lagi. Sebelum itu terjadi, risiko turunmasih mendominasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang sinyal on-chain dan analisis teknikal yang menilai zona US$63.000 sebagai area risiko utama bagi harga Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

HBAR Masih Bullish setelah Turun 35%? Namun Satu Rekor Terputus Bisa Tunda Reli Harga

2 February 2026 at 11:00

HBAR milik Hedera memasuki Februari 2026 dalam tekanan setelah koreksi pasar yang tajam secara luas. Sejak pertengahan Januari, token ini turun hampir 35%, bahkan koreksi makin besar selama aksi jual massal antara 21 Januari hingga 1 Februari. Dari level tertinggi November, harga HBAR sekarang turun lebih dari 40% dan momentum harga tetap lemah.

Meski demikian, indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah. Apakah potensi ini akan berubah jadi rebound atau justru breakdown berikutnya kini bergantung pada volume, arus dana, dan level support kunci.

Money Flow dan Falling Wedge Tunjukkan Pembeli Saat Koreksi Masih Aktif

Meskipun terjadi aksi jual belakangan ini, struktur grafik HBAR secara keseluruhan tetap konstruktif.

Sejak akhir Oktober 2025, harga HBAR bergerak di dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk saat harga mencatatkan lower high dan lower low, namun struktur semakin menyempit dari waktu ke waktu. Biasanya, ini menandakan tekanan jual mulai melemah.

Bahkan setelah crash Januari, HBAR tetap berada dalam pola ini. Maka, peluang rebound jangka panjang masih terbuka.

Indikator money flow juga mendukung pandangan ini.

Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana besar mengalir masuk atau keluar dari suatu aset, membentuk divergensi jelas sejak akhir Desember. Antara 30 Desember sampai 2 Februari, harga HBAR cenderung turun, namun CMF justru naik. Artinya, modal masih terus masuk ke pasar meskipun harga turun.

Arus Dana Menguat ke Bullish
Arus Dana Menguat ke Bullish | Sumber: TradingView

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski CMF sempat turun di bawah garis tren naiknya dan sempat juga jatuh di bawah nol, tetapi posisinya masih dekat zona netral.

Money Flow Index (MFI) yang menjadi indikator aksi beli saat koreksi, menunjukkan pola serupa.

Sejak akhir November, harga HBAR tetap bergerak turun, sedangkan MFI justru naik. Ini menandakan trader sudah rutin beli saat koreksi selama lebih dari dua bulan. Baru-baru ini, MFI mulai melengkung naik lagi dan sekarang di kisaran 41. Jika bisa tembus di atas 54, maka terbentuk higher high dan divergensi bullish makin kuat.

Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi:
Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi: TradingView

Secara bersamaan, CMF dan MFI mengindikasikan pembeli saat koreksi masih aktif. Bahkan setelah turun 35%, modal masih belum sepenuhnya keluar dari pasar. Justru, pembeli nampaknya diam-diam terus akumulasi di dalam pola falling wedge. Jadi, harapan akan rebound tetap bertahan.

Tetapi, untuk memastikan pemulihan berkelanjutan, harga juga perlu didukung oleh volume. Di sinilah risiko berikutnya terlihat.


Reli Spot Tiga Bulan Terputus, Apakah Bisa Membatasi Kenaikan?

Meskipun CMF dan MFI tampak konstruktif, data volume justru memberi sinyal kehati-hatian lebih.

Indikator On-Balance Volume (OBV) mengukur apakah volume mendukung tren harga. OBV yang naik menegaskan kekuatan beli, sedangkan OBV yang turun menandakan distribusi. Dalam kasus HBAR, OBV terus melemah.

Pada 29 Januari, OBV menembus ke bawah garis tren menurun utama. Sejak Oktober, OBV juga terus menunjukkan tren turun. Hal ini menghasilkan divergensi bearish.

Volume Hedera Melemah
Volume Hedera Melemah | Sumber: TradingView

Ini berarti setiap kenaikan harga tidak didukung volume kuat. Kelemahan ini sekarang makin terlihat dari data spot flow.

Sejak akhir Oktober, HBAR terus mencatat arus keluar bersih mingguan secara konsisten. Selama hampir 14 pekan, lebih banyak token keluar dari exchange daripada yang masuk. Ini mencerminkan adanya akumulasi konstan di saat harga terkoreksi, sejalan dengan divergensi MFI yang telah dibahas tadi. namun, OBV yang melemah selalu membatasi potensi kenaikan.

Arus Spot HBAR Kini Positif
Arus Spot Kini Positif: Coinglass

Baru-baru ini saja tren ini terhenti.

Pada 2 Februari (analisis mingguan), HBAR mencatatkan pekan pertama arus masuk bersih yang signifikan sejak Oktober, dengan total sekitar US$749.000. Ini mengakhiri tren beli selama tiga bulan (saat artikel dibuat), yang mengisyaratkan pergeseran dari akumulasi menuju kemungkinan siap untuk aksi jual. Itu juga menjelaskan breakdown OBV terbaru, yang berada di bawah garis tren menurun.

Jadi meskipun CMF dan MFI menunjukkan pembeli masih eksis, pasar secara umum tidak lagi menyerap pasokan sebanyak sebelumnya. Tanpa arus keluar berkelanjutan, reli mungkin akan terus melemah — atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Maka, perhatian beralih ke level harga berikutnya.


Level Harga HBAR yang Akan Tentukan Arah Februari

Dengan sinyal yang bercampur dari berbagai indikator, level harga HBAR kini menjadi sangat penting. Di sisi bawah, support utama berada di sekitar US$0,076.

Jika HBAR bertahan di atas US$0,076 dan CMF serta MFI terus membaik, maka upaya rebound bisa berlanjut. namun, jika terjadi penurunan bersih di bawah level ini, itu menandakan penjual kembali menguasai pasar, sesuatu yang sudah diisyaratkan oleh OBV.

Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya terbuka di sekitar US$0,062 dan US$0,043.

Analisis Harga HBAR
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Di sisi atas, rintangan pertama berada di US$0,090, jika OBV membaik.

Wilayah ini telah membatasi reli sejak Januari dan menjadi resistance jangka pendek. Jika level ini berhasil direbut kembali, itu menunjukkan kepercayaan awal mulai kembali. Di atas US$0,090, tes harga Hedera utama ada di sekitar US$0,107.

Pergerakan berkelanjutan di atas US$0,107 akan mengonfirmasi breakout dari pola falling wedge. Ini akan mengaktifkan target terukur dari wedge, yang menunjuk pada potensi kenaikan hingga 52% dalam jangka waktu tertentu. meski begitu, skenario tersebut masih cukup jauh untuk saat ini.

❌