❌

Normal view

Dokumen Epstein Tunjukkan Email Menandai Kontroversi Aset Kripto Coinbase 2019

2 February 2026 at 22:14

Berkas Epstein yang baru dirilis menunjukkan bahwa Jeffrey Epstein menerima email pada Maret 2019 yang menyoroti apa yang digambarkan sebagai β€œkontroversi besar” terkait Coinbase dan akuisisinya atas perusahaan analitik blockchain, Neutrino.

Email tertanggal 12 Maret 2019 itu dikirim oleh Richard Kahn, seorang konsultan keuangan berbasis di New York yang sering muncul dalam berkas sebagai sumber berita dan analisis yang diteruskan.

Baris subjek email tersebut menyinggung klaim yang dikaitkan dengan CEO Kraken dan menyebut Ripple XRP beserta Neutrino.

Email yang dikirim ke Epstein tentang Kontroversi Coinbase dan Neutrino.
Email yang Dikirim ke Epstein Mengenai Kontroversi Coinbase dan Neutrino | Sumber: DOJ

Bagaimana Krisis Kripto 2019 Masuk ke Inbox Epstein

Waktu pengiriman pesan tersebut bertepatan dengan gelombang penolakan besar-besaran terhadap Coinbase setelah akuisisi Neutrino pada akhir Februari 2019.

Pendiri Neutrino sebelumnya bekerja di Hacking Team, sebuah perusahaan perangkat lunak pengawasan kontroversial yang dituduh mendukung pelanggaran hak asasi manusia.

Langkah akuisisi itu memicu reaksi keras di seluruh industri aset kripto. Para pegiat privasi dan pengguna menuding Coinbase telah mengkhianati kepercayaan pengguna, sehingga terlahir kampanye #DeleteCoinbase serta ajakan untuk melakukan boikot.

So, I spent some time looking into @coinbase's latest acquisition, Neutrino. What I found, just by reading existing reporting, is insanely dark, and could/deserves to become a massive scandal for Coinbase. Thread. /1https://t.co/z8MvAaPPKQ

β€” David Z. Morris (@davidzmorris) February 26, 2019

Pada periode yang sama, CEO Kraken Jesse Powell mengkritik secara terbuka kesepakatan tersebut, dengan menyatakan bahwa Neutrino tidak akan lolos dari tinjauan etika internal Kraken.

Coinbase kemudian mengumumkan bahwa karyawan Neutrino yang terafiliasi dengan Hacking Team akan keluar dari perusahaan.

Even more bizarre is the acquisition they made and reputational hit they took to be able to offer this service to the government. https://t.co/7VMpF66pYd

β€” Jesse Powell (@jespow) September 19, 2021


Koneksi XRP

Kontroversi ini terjadi di saat yang sensitif bagi Coinbase.

Beberapa minggu sebelumnya, exchange tersebut telah melakukan listing XRP untuk diperdagangkan, sehingga menambah sorotan terhadap tata kelola, standar listing, dan pengaruh mereka di pasar aset kripto.

Pemberitaan di masa itu seringkali menghubungkan beberapa isu sekaligus – mulai dari listing XRP oleh Coinbase, latar belakang Neutrino, dan kekhawatiran lebih luas tentang pengawasan serta regulasi – meskipun keterkaitan secara langsung belum terbukti.

Baris subjek email tersebut mencerminkan situasi penuh kecurigaan dan penyebaran informasi yang sangat cepat saat itu.

Email Coinbase ini menjadi salah satu dari beberapa referensi terkait aset kripto dalam berkas Epstein yang baru dirilis.

https://t.co/ZbWPcCurGd

β€” BeInCrypto (@beincrypto) February 2, 2026

Dokumen lain menunjukkan Epstein pernah berdiskusi tentang identitas Bitcoin bersama Peter Thiel, berinvestasi di perusahaan infrastruktur Bitcoin tahap awal Blockstream, dan menjaga kedekatan sosial dengan tokoh seperti Michael Saylor maupun Kevin Warsh.

Secara keseluruhan, catatan tersebut mengisyaratkan bahwa Epstein mengamati perkembangan aset kripto dengan cermat, khususnya di titik pertemuan antara keuangan, regulasi, dan jaringan kekuasaan elit – meski penyidik tidak menemukan bukti bahwa aset kripto terkait aktivitas kriminal dirinya.

Sejumlah Bitcoin Miner Utama Hadapi Risiko Shutdown jika BTC Turun di Bawah US$70.000

2 February 2026 at 18:40

Penjualan besar Bitcoin terbaru tidak hanya sekadar koreksi teknikal. Pergerakannya kini semakin dalam hingga mendekati level yang langsung mempengaruhi ekonomi mining β€” dan ini mengubah profil risiko di pasar.

Di sekitar US$70.000, Bitcoin bergerak dari pasar yang sepenuhnya digerakkan trader menuju pasar di mana faktor ekonomi jaringan, perilaku miner, dan risiko forced selling mulai menjadi sangat penting. Inilah sebabnya level ini jauh lebih penting dibandingkan garis tren atau moving average saat ini.

Bitcoin Masuk ke Zona Stres Mining

Pada tingkat kesulitan jaringan saat ini dan biaya listrik sekitar US$0,08 per kWh, data mining terbaru menunjukkan adanya zona tekanan yang jelas.

Kebanyakan mesin Antminer seri S21, yang mencakup sebagian besar hashrate global modern, punya harga shutdown di kisaran US$69.000 hingga US$74.000 per BTC.

Sederhananya, di bawah kisaran harga ini, banyak miner tidak mendapatkan keuntungan dari aktivitas mining saja.

Sebagian besar Bitcoin miner punya harga Shutdown di bawah US$70.000
Sebagian besar Bitcoin miner punya harga Shutdown di bawah US$70.000 | Sumber: Antpool

Pergerakan harga Bitcoin bisa naik turun ribuan dolar dalam waktu singkat. Tapi yang membedakan situasi kali ini adalah siapa yang tertekan, bukan seberapa cepat harga bergerak.

Di atas US$70.000, mining tetap secara umum menguntungkan. Tapi, di bawah level itu, hanya miner paling efisien saja yang masih profit, sementara operator kelas menengah mulai rugi.

Kondisi ini jadi tekanan bukan hanya pada harga, namun juga arus kas, neraca keuangan, dan perilaku pelaku industri.

Harga Shutdown Bukan Berarti Harga Dasar

Penting untuk bersikap jelas.

Harga shutdown bukan berarti jadi level support yang terjamin. Miner tidak mengendalikan harga Bitcoin, dan pasar bisa saja turun melewati titik impas mining cukup lama.

Namun, harga shutdown menandakan zona di mana perilaku berubah, dan perilaku inilah yang menggerakkan pasar saat masa tekanan berlangsung.

Harga Bitcoin selama satu bulan terakhir

Harga Bitcoin Selama Sebulan Terakhir | Sumber: CoinGecko

Apa yang Terjadi jika Bitcoin Turun di Bawah US$70.000

Jika Bitcoin hanya sebentar turun di bawah US$70.000 lalu dengan cepat kembali naik, dampaknya cenderung terbatas. Tapi kalau harga terus berada di bawah level itu, maka efek domino mulai bermunculan.

Pertama, miner yang lemah bisa saja menjual cadangan BTC mereka untuk tutup biaya listrik dan hosting. Sebagian miner bahkan akan mematikan mesinnya, yang akhirnya menurunkan hashrate.

Paling penting, sentimen negatif akan semakin kuat ketika berita bergeser dari isu β€œvolatilitas” ke β€œtekanan mining”.

Risiko semacam ini tidak fatal jika berdiri sendiri. Tetapi jika digabungkan, dampaknya bisa memperdalam koreksi harga.

Tekanan mining bisa sangat berbahaya ketika bertemu dengan tekanan likuiditas.

Saat ini, Bitcoin sudah berhadapan dengan:

  • Likuiditas global yang ketat
  • Penurunan selera risiko
  • Arus keluar ETF dan likuidasi derivatif

Jika tekanan mining menambah aksi jual dengan terpaksa di atas semua masalah ini, harga di pasar bisa jatuh jauh lebih cepat dari yang dibenarkan oleh fundamental.

Beginilah gerakan tajam serta tidak teratur bisa terjadi β€” bukan karena Bitcoin rusak, melainkan karena banyak tekanan terjadi bersamaan.

❌