❌

Normal view

Whale Onyxcoin Kumpulkan 10 Miliar XCN saat Ritel Lewatkan Setup Reli Bertingkat

3 February 2026 at 21:00

Harga Onyxcoin sedang berusaha stabil setelah mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Koin XCN telah turun hampir 60% antara 6 Januari dan 31 Januari, setelah reli besar 216% pada akhir Desember dan awal Januari. Sejak saat itu, harga bergerak dalam sebuah falling wedge di grafik 12 jam, pola yang biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah.

Pada saat yang sama, partisipasi trader ritel turun drastis, menandakan banyak trader memilih lebih hati-hati setelah penurunan tajam. Meski ada keraguan ini, para holder besar justru bergerak berlawanan arah, mengisyaratkan adanya perbedaan pandangan antara smart money dan sentimen pasar secara umum.


Retail Fokus pada Sinyal Bearish saat Aktivitas Beli Melambat

Pada grafik 12 jam, XCN masih bergerak di dalam falling wedge setelah mengalami koreksi 60%. Walau struktur ini secara teknikal cenderung bullish, sekarang mulai diuji oleh kemungkinan terjadinya bearish crossover di antara exponential moving average (EMA) periode 50 dan 100. Jika crossover ini benar terjadi, itu berarti tekanan turun bertambah kuat dan prospek pemulihan jangka pendek akan melemah.

Mau dapat insight token seperti ini?Β Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh NotariyaΒ di sini.

Struktur Harga XCN 12 Jam
Struktur Harga XCN 12 Jam: TradingView

Risiko teknikal ini nampaknya mempengaruhi perilaku pasar ritel. Data arus keluar exchange menunjukkan bahwa aktivitas beli sudah sangat melambat. Di awal Januari, arus keluar harian dari exchange sempat mencapai puncak mendekati 1,51 miliar XCN, menandakan akumulasi besar. Namun, pada awal Februari, arus keluar turun jadi sekitar 13,16 juta XCN, artinya terjadi penurunan lebih dari 99%.

Arus Keluar Mulai Melambat
Arus Keluar Mulai Melambat: Santiment

Arus keluar yang turun berarti makin sedikit koin yang ditarik dari exchange untuk di-hold dalam jangka panjang. Biasanya ini menandakan kepercayaan yang menurun dan minat beli di harga bawah juga makin lemah. Secara praktis, trader ritel memilih sikap hati-hati ketimbang ikut mengakumulasi saat sinyal bearish terus muncul di timeframe yang lebih tinggi.

Penurunan partisipasi ini juga bisa menjelaskan kenapa harga XCN kesulitan bergerak naik meski masih berada dalam pola bullish. Tapi, nampaknya ada sesuatu yang sedang berubah cepat!


Whale Akumulasi Secara Agresif saat Zona Cost-Basis Batasi Risiko Penurunan

Walau minat pasar ritel memudar, para holder besar justru agresif mengakumulasi. Dalam 24 jam terakhir, wallet whale XCN menambah kepemilikannya dari sekitar 42,5 miliar XCN menjadi kurang lebih 52,19 miliar XCN. Itu artinya, mereka menambah hampir 10 miliar token (tepatnya 9,7 miliar).

Whale XCN
Whale XCN: Santiment

Di harga saat ini, akumulasi ini nilainya sekitar US$55 juta, menunjukkan keyakinan kuat dari para pelaku besar.

Perilaku beli mendadak ini nampaknya berhubungan dengan zona cost-basis yang menguntungkan. Data on-chain menunjukkan ada klaster permintaan besar di antara US$0,0052 dan US$0,0053, yang mewakili lebih dari 5,2 miliar XCN. Area ini berfungsi sebagai support struktural yang kuat, sehingga risiko penurunan lebih lanjut jadi terbatas walaupun harga melemah lagi.

Klaster Support
Klaster Support: Glassnode

Di sisi atas, ada klaster suplai besar antara US$0,0060 dan US$0,0061 yang berisi sekitar 4,9 miliar XCN. Jika harga berhasil menembus zona ini, didorong oleh aksi beli para whale, potensi terjadinya forced covering dan momentum baru bisa terbuka lebar.

Dinding Jual Utama
Dinding Jual Utama: Glassnode

Para whale mungkin bersiap lebih awal di dekat area support, bertaruh bahwa risiko penurunan sudah terbatas sementara potensi naik masih besar jika harga berhasil melewati resistance. Dan grafik memang menunjukkan alasan kenapa klaster di sisi atas mungkin tidak sekuat kelihatannya.


Divergensi Harga Onyxcoin yang Tersembunyi Jelaskan Mengapa Whale Mulai Masuk Lebih Awal

Sinyal paling penting yang mendukung optimisme whale nampaknya muncul di timeframe yang lebih rendah, namun sejauh ini retail belum menyadarinya.

Pada grafik 4 jam, harga XCN membentuk bullish divergence antara 21 Januari hingga 3 Februari. Selama periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI), yaitu indikator momentum, membentuk higher low. Pola ini sering kali menandakan tekanan jual mulai melemah dan ada potensi pantulan lebih awal di timeframe yang lebih pendek.

Pada saat yang sama, harga juga mendekati exponential moving average (EMA) 20-periode pada timeframe 4 jam. Level ini pernah menjadi pemicu penting sebelumnya. Pada 28 Januari, harga berhasil merebut kembali EMA ini dengan bersih dan menghasilkan reli 18% dalam beberapa hari.

Formasi serupa sedang terbentuk sekarang, namun dengan sudut yang lebih bertahap layaknya domino.

Jika harga XCN mampu bertahan dan menutup candle 4 jam di atas US$0,0057, yang selaras dengan EMA dan resistance jangka pendek, momentum bisa semakin kuat. Target selanjutnya berada di sekitar US$0,0061. Breakout di atas zona ini akan menembus klaster supply utama (yang telah dibahas sebelumnya) dan membuka peluang menuju US$0,0070, bahkan mungkin US$0,0076 dalam reli relief.

Analisis Harga Onyxcoin
Analisis Harga Onyxcoin | Sumber: TradingView

Struktur berlapis ini menjelaskan perilaku whale. Mereka mulai masuk posisi di dekat support kuat, bersiap menghadapi potensi breakout karena divergence, sementara retail masih fokus pada risiko di timeframe yang lebih tinggi. Struktur ini hanya berubah menjadi bearish jika harga Onyxcoin ditutup di bawah US$0,0052 pada timeframe 4 jam.

Zcash Kehilangan 70% Aktivitas Trading dalam Tiga Minggu saat Reli Penurunan US$200 Makin Cepat

3 February 2026 at 17:00

Harga Zcash terus turun semakin dalam ke wilayah bearish karena baik harga maupun aktivitas trading makin melemah. Token yang fokus pada privasi ini turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan sekarang sudah jatuh lebih dari 44% dalam sebulan terakhir.

Zcash sebenarnya masih mencatat kenaikan sekitar 700% secara year-on-year. Tapi, reli itu kini terasa jauh. Tekanan jual terus meningkat, minat trader mulai hilang, dan harga perlahan-lahan bergerak menuju target penurunan utama berikutnya di kisaran US$200. Dengan momentum yang melemah di berbagai indikator, pasar mulai meragukan apakah penurunan yang lebih dalam kini tidak bisa dihindari lagi.


Breakdown Head-and-Shoulders dan Volume Anjlok Jadikan Target US$200 Zcash Jadi Sorotan

Penurunan harga Zcash saat ini dimulai karena terjadinya breakdown teknikal yang jelas di akhir Januari. Pada 31 Januari, token ini membentuk pola head-and-shoulders, yaitu formasi bearish klasik yang sering menandakan perubahan tren. sejak itu, harga ZEC konsisten mengikuti struktur breakdown tersebut.

Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Struktur Harga ZEC
Struktur Harga ZEC: TradingView

Di saat yang sama, aktivitas trading turun drastis. Data Dune menunjukkan volume total Zcash di exchange terpusat memuncak pada 9 Januari. Pada hari itu, volume harian gabungan melewati US$1,5 miliar. Namun, pada 2 Februari, volume harian turun menjadi sekitar US$450 juta. Ini berarti penurunan sekitar 70% hanya dalam tiga minggu saja.

Penurunan Volume Trading Zcash: Dune
Penurunan Volume Trading Zcash: Dune

Penurunan aktivitas tajam seperti ini menandakan minat trader yang makin surut. Peserta yang lebih sedikit berarti likuiditas melemah dan dukungan saat penjualan juga makin rendah. Dalam praktiknya, ini membuat penurunan harga makin mudah terjadi.


Arus Modal Menjadi Negatif saat Penjualan Whale Mengalahkan Pembelian Smart Money

Indikator aliran modal juga mengonfirmasi bahwa tekanan jual saat ini masih mendominasi. Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana sedang masuk atau keluar dari suatu aset berdasarkan harga dan volume, terus turun sejak akhir Desember.

CMF memuncak sekitar 27 Desember, saat Zcash membentuk bagian β€œkepala” pada polanya. sejak itu, CMF gagal menembus garis tren turunnya. Pada awal Februari, CMF akhirnya jatuh di bawah garis nol, menandakan bahwa dana yang keluar kini lebih banyak dari dana yang masuk.

Aliran Modal Melemah
Aliran Modal Melemah: TradingView

Dengan kata lain, lebih banyak modal yang keluar dari Zcash dibandingkan yang masuk ke dalamnya.

Data exchange dan posisi whale semakin memperkuat pandangan ini. Dalam 24 jam terakhir, cadangan Zcash di exchange melonjak lebih dari 64%.

Kenaikan cadangan biasanya berarti holder sedang memindahkan koin ke exchange untuk persiapan jual. Selain itu, holder besar juga memangkas eksposur lebih dari 35% dalam beberapa sesi terakhir. Ini sejalan dengan turunnya CMF dan menunjukkan tekanan suplai makin besar.

Holder Utama Zcash
Holder Utama Zcash: Nansen

Dalam situasi ini, hanya ada satu data yang sedikit memberi harapan. Wallet β€œsmart money” meningkatkan kepemilikan Zcash sekitar 9% dalam 24 jam terakhir. Walau mereka sering bergerak tepat waktu, partisipasi mereka tetap kecil dibandingkan arus keluar besar-besaran yang sedang terjadi.

Saat ini, akumulasi selektif masih kalah oleh aksi jual yang meluas.


Pergerakan Harga Zcash Menunjukkan Mengapa Taruhan Smart Money Masih Terlihat Berisiko

Struktur harga Zcash sangat jelas mencerminkan ketidakseimbangan ini. Saat ini, Zcash sudah menembus zona support US$289.

Support penting berikutnya ada di kisaran US$262. Di bawahnya, target teknikal utama dari pola head-and-shoulders ada di sekitar US$200. Dari level saat ini sekitar US$284, ini berarti potensi penurunan hampir 30% lagi.

Sampai sekarang, pergerakan harga belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Analisis Harga Zcash
Analisis Harga Zcash | Sumber: TradingView

Jika akumulasi oleh smart money mendorong adanya pantulan jangka pendek, Zcash harus terlebih dahulu merebut kembali US$289 dengan meyakinkan. Pergerakan di atas level ini bisa membuka jalan menuju US$317, yang sejalan dengan resistance Fibonacci dan zona konsolidasi sebelumnya. Walau begitu, reli semacam ini kemungkinan hanya bersifat korektif dan bukan perubahan tren utama.

Dalam banyak kasus, reli di tengah tren turun yang sudah terkonfirmasi biasanya hanya digunakan untuk menjebak posisi short sebelum harga kembali melemah. Jika tidak ada volume besar dan arus modal yang kuat, biasanya reli tersebut akan mudah memudar. Agar struktur bearish secara keseluruhan benar-benar melemah, Zcash harus bisa mengambil kembali area US$407 yang berada di dekat bahu kanan pola ini. Sampai itu terjadi, formasi head-and-shoulders masih tetap bertahan.

Saham MicroStrategy (MSTR) Hampir Saja Melewati Harga Modal β€” Reli Harga 20% Menanti?

3 February 2026 at 15:00

Setelah berminggu-minggu mendapat tekanan berat dan turun lebih dari 12%, saham MicroStrategy mencoba untuk stabil. Reli Bitcoin mendekati US$79.000 pada waktu publikasi membantu meredakan kekhawatiran tentang harga rata-rata akuisisi perusahaan, yang sempat mendominasi sentimen pasar pada akhir Januari.

Selama beberapa waktu, investor cemas kalau penurunan harga Bitcoin yang lebih dalam bisa membuat MSTR mengalami rugi belum terealisasi. Kini karena risiko langsung itu sudah mereda, perhatian beralih pada apakah pemulihan harga bisa terjadi. Data korelasi, arus modal, dan struktur harga menunjukkan saham ini berada di zona risiko tinggi, di mana pergerakan besar Bitcoin berikutnya berpotensi mengarahkan tren MSTR dalam beberapa minggu ke depan.


Korelasi Bitcoin Menjelaskan Kenapa MicroStrategy Turun Lebih Cepat

Sejak awal Oktober, saham MicroStrategy sudah turun sekitar 62%, sedangkan Bitcoin turun sekitar 38% di periode yang sama. Perbedaan ini menyoroti bahwa MSTR bergerak seperti versi Bitcoin dengan leverage. Kalau Bitcoin melemah, biasanya saham MicroStrategy jatuh lebih dalam karena investor juga mempertimbangkan paparan neraca, utang, dan risiko sentimen.

Penurunan Bersama MSTR-BTC
Penurunan Bersama MSTR-BTC: TradingView

Data Dune juga mendukung hubungan ini. Korelasi 90 hari antara MSTR dan Bitcoin hampir mencapai 0,97 (mendekati 1), artinya kedua aset ini bergerak ke arah yang sama hampir setiap hari.

Korelasi MSTR-BTC
Korelasi MSTR-BTC: Dune

Meskipun begitu, korelasi tinggi ini tidak berarti besaran penurunannya sama. Korelasi hanya mengukur arah, bukan besar kecilnya pergerakan. Data ini menunjukkan bahwa MSTR mengikuti tren Bitcoin, akan tetapi risiko leverage dan struktur membuat pergerakan saham lebih ekstrem.

Korelasi 90 Hari Hampir 1
Korelasi 90 Hari Hampir 1: Dune

Situasi seperti ini makin terlihat jelas pada akhir Januari, ketika Bitcoin sempat turun di bawah harga rata-rata pembelian MicroStrategy sekitar US$76.000. Saat itu muncul kekhawatiran soal rugi belum terealisasi dan tekanan tambahan pada saham MSTR. Setelah Bitcoin kembali naik di atas US$78.000, ancaman itu pun mereda dan suasana market menjadi lebih tenang.

Kepemilikan MicroStrategy
Kepemilikan MicroStrategy: Strategy

Walau begitu, korelasi tetap sangat tinggi. Jika Bitcoin kembali melemah, harga saham MSTR kemungkinan akan ikut turun, sehingga risiko penurunan tetap besar.


Money Flow dan Volume Beri Sinyal Campuran

Data arus modal mencerminkan gambaran yang lebih rumit. Chaikin Money Flow (CMF), yaitu indikator yang mengukur apakah uang mengalir masuk atau keluar berdasarkan harga dan volume, trennya makin naik sejak pertengahan Januari. Antara 14 Januari hingga 2 Februari, harga saham MSTR memang turun, namun CMF terus naik. Divergensi bullish ini menandakan investor besar secara diam-diam mengakumulasi ketika harga sedang lemah.

Ingin insight token seperti ini?Β Daftar untuk Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh NotariyaΒ di sini.

Dukungan dari Big Money
Dukungan dari Big Money: TradingView

Saat ini CMF mendekati garis nol, yaitu batas antara arus modal masuk bersih dan keluar bersih. Jika CMF bisa menembus dan bertahan di atas nol, maka tekanan beli lebih dominan dari tekanan jual. Terakhir kali CMF bergerak jelas di atas level nol adalah awal September, setelah itu saham reli hampir 25%. Karena itulah, CMF jadi pemicu utama bila ada upaya pemulihan harga.

Namun, volume saham MicroStrategy justru memberi sinyal berbeda. On-Balance Volume (OBV), yang melacak apakah volume perdagangan mendukung tren harga, justru menurun. OBV anjlok seiring harga dan kini sudah turun di bawah garis tren naiknya. Ini artinya partisipasi makin lemah dan minat trader ritel juga memudar.

Breakdown Volume
Breakdown Volume: TradingView

Secara keseluruhan, indikator-indikator ini memberi sinyal beragam. CMF mengisyaratkan akumulasi selektif dari pemain besar, sedangkan OBV menunjukkan minat pelaku pasar umum masih lemah, kemungkinan karena sentimen negatif dari rata-rata harga beli di masa lalu.

Ketika metrik-metrik ini tidak sejalan, reli sering kesulitan untuk mendapatkan momentum. Tanpa partisipasi yang kuat, pergerakan naik biasanya cepat memudar. Oleh karena itu, meskipun institusi mungkin melakukan positioning lebih awal, kenaikan berkelanjutan kemungkinan membutuhkan performa Bitcoin yang lebih kuat.


Level Harga Saham MicroStrategy Kunci Tunjukkan Zona Keputusan 20% di Depan

Dengan indikator yang memberikan sinyal bertentangan, level harga MSTR sekarang lebih penting dari sebelumnya. Support terpenting berada di dekat US$139. Level ini sudah beberapa kali diuji dan sejalan dengan support Fibonacci dari penurunan Oktober, sehingga menjadi titik keputusan utama pasar.

Jika US$139 jebol pada penutupan harian, risiko penurunan akan meningkat tajam. Dalam skenario itu, harga bisa turun menuju US$107, yang berarti penurunan tambahan sekitar 20%. Pergerakan seperti ini kemungkinan akan terjadi bersamaan dengan melemahnya Bitcoin lagi. Breakdown yang lebih dalam kemungkinan juga akan terjadi seiring dengan berlanjutnya pelemahan Bitcoin.

Di sisi atas, resistance utama pertama ada di dekat US$170, juga sekitar 20% dari level saat ini. Level ini telah beberapa kali membatasi upaya rebound dan tetap menjadi hambatan utama. Breakout di atas US$170 secara konsisten akan memperbaiki struktur teknikal dan menandakan mulai pulihnya kepercayaan. Setelah itu, hambatan berikutnya ada di dekat US$190.

Jika zona ini tembus, tren akan berbalik menjadi bullish secara meyakinkan dan mengonfirmasi bahwa masuknya modal benar-benar membuat harga menguat.

Analisis Harga MicroStrategy
Analisis Harga MicroStrategy | Sumber: TradingView

Saat ini, MicroStrategy berada di sekitar US$139, dengan risiko ke bawah menuju US$107 dan resistance di dekat US$170. Rentang yang lebar ini mewakili hampir 20% ke dua arah, sehingga membentuk zona keputusan dua arah. Pergerakan Bitcoin nampaknya akan menentukan sisi mana yang akan ditembus lebih dulu. Jika Bitcoin bergerak di atas US$80.000, MSTR berpotensi menguji US$170, sementara pergerakan sideways bisa memperpanjang konsolidasi. Jika Bitcoin melemah, support di dekat US$139 menjadi rentan.

Sampai breakout yang jelas terjadi, volatilitas kemungkinan tetap tinggi dan setiap reli berisiko mengalami pembalikan.

Peringatan Harga Ethereum: Risiko US$1.500 Muncul saat Metrik Bullish Turun 90%

3 February 2026 at 13:00

Harga Ethereum Mulai Stabil Setelah Jatuh Tajam, tapi Sentimen Holder Jangka Panjang Melemah

Namun, data on-chain menunjukkan cerita yang lebih hati-hati. Walaupun struktur bullish belum benar-benar patah, perilaku holder jangka panjang dan metrik untung-rugi mengalami pelemahan. Kedua hal ini mengisyaratkan bahwa rebound ini belum didukung keyakinan yang kuat. Jika tren seperti ini berlanjut, Ethereum bisa tetap rentan terkoreksi lebih dalam, bahkan sampai ke level US$1.500.


Penurunan Harga 37% Tak Mematahkan Pola, Tapi Ada Syaratnya

Sejak pertengahan Januari, Ethereum sudah turun hampir 37% hingga menyentuh level terendah di kisaran US$2.160. Penurunan ini terjadi setelah adanya divergensi bearish yang jelas.

Antara 6 Januari hingga 14 Januari, ETH mencetak higher high, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk lower high. RSI sendiri mengukur momentum pada skala 0–100. Ketika harga naik, namun RSI melemah, itu menunjukkan tekanan beli mulai berkurang. Divergensi seperti ini sering memicu pembalikan tren, dan Ethereum juga bergerak sesuai pola tersebut.

Walaupun sempat anjlok tajam, harga masih berada dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk ketika harga menciptakan lower high dan lower low di dalam garis tren yang semakin menyempit. Biasanya, struktur ini merupakan pola bullish yang mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah.

Struktur Ethereum Masih Terjaga
Struktur Ethereum Masih Terjaga | Sumber: TradingView

Ingin wawasan token seperti ini?Β Langganan Newsletter Harian Crypto Editor Harsh NotariyaΒ di sini.

Secara struktur, Ethereum belum benar-benar breakdown. Tetapi, hal yang lebih penting justru melemah: keyakinan holder jangka panjang.

Hodler Net Position Change memantau apakah investor jangka panjang sedang akumulasi atau justru menjual. Pada 18 Januari, perubahan net posisi 30 hari mencapai puncak mendekati +338.708 ETH. Ini menandakan akumulasi yang kuat.

Pada 2 Februari, angka itu anjlok ke sekitar +40.953 ETH. Itu turun hampir 90%.

Holder Akumulasi Ethereum Lebih Sedikit
Holder Akumulasi Ethereum Lebih Sedikit | Sumber: Glassnode

Ini menandakan holder jangka panjang sangat mengurangi aksi beli selama koreksi. Jika holder yang punya keyakinan tidak tambah akumulasi saat harga turun, biasanya pasar memang belum menyentuh dasar yang kuat. Bottom yang kokoh biasanya terjadi ketika holder terus akumulasi saat harga jatuh. Sekarang, situasi tersebut belum terlihat.


Keuntungan di Atas Kertas dan Transfer ke Exchange Tunjukkan Reli Sedang Dijual

Peringatan kedua datang dari data Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) Ethereum dan data transfer exchange.

NUPL mengukur seberapa besar keuntungan atau kerugian holder secara hitungan di atas kertas. Metode ini membandingkan harga saat ini dengan rata-rata harga beli. Jika NUPL tinggi, mayoritas investor sedang cuan. Jika NUPL negatif, banyak investor sedang merugi.

Akhir Januari, NUPL Ethereum turun dari kisaran 0,25 menjadi sekitar 0,007 per 1 Februari. Ini memperlihatkan bahwa keuntungan hampir lenyap, meski belum sepenuhnya habis.

NUPL Butuh Reset
NUPL Butuh Reset | Sumber: Glassnode

Namun, kalau melihat dalam periode satu tahun, NUPL masih jauh dari kondisi benar-benar kapitulas.

Pada April 2025, NUPL sempat turun ke βˆ’0,22. Kondisi itu menandai adanya ketakutan dan kapitulas yang mendalam. Setelah itu, ETH reli dari sekitar US$1.472 ke US$4.829, melonjak sekitar 228%. Saat ini, NUPL masih jauh dari level tersebut.

Ini mengindikasikan fase kapitulas besar-besaran belum terjadi. Koreksi masih bisa berlanjut sampai terbentuk bottom yang benar-benar kuat.

Data transfer exchange menambah risiko ini. Saat harga turun tajam akhir Januari, jumlah transfer (bukan koin) jatuh jadi sekitar 23.000–24.000 per hari. Ini menandakan tekanan jual berkurang di level terendah. Namun, saat rebound antara 1 sampai 2 Februari, jumlah transfer langsung melonjak ke atas 37.000.

Lonjakan ini lebih dari 50% hanya dalam satu hari. Artinya, banyak holder (mungkin holder spekulatif) memanfaatkan bounce untuk memindahkan ETH ke exchange dan kemungkinan besar menjual. Jika setiap reli malah memicu lonjakan transfer ke exchange, berarti reli justru jadi momen distribusi, bukan akumulasi.

Transfer ke Exchange Naik Tajam
Transfer ke Exchange Naik Tajam | Sumber: Glassnode

Pola ini menyoroti semakin besarnya jarak antara trader spekulatif dengan dana jangka panjang.

Gil Rosen, Co-Founder Blockchain Builders Fund, menjelaskan perbedaan ini secara eksklusif kepada BeInCrypto:

β€œAda dua arus modal yang terpisah. Ada modal institusi yang mulai banyak berinvestasi di aset kripto dari semua kelas aset, dan ada juga arus modal ritel. Modal institusi selalu mendahulukan ekonomi makro, dan ketika pasar berubah, aset kripto masih dianggap sebagai aset berisiko. Sementara itu, modal spekulatif jangka pendek melonjak pada kuartal 4,” terang dia.

Perilaku ini membuat pergerakan naik jadi kurang kuat.


Level Harga Ethereum Tunjukkan Mengapa US$1.500 Kembali Masuk dalam Permainan

Dengan struktur yang masih bertahan namun keyakinan mulai melemah, level harga Ethereum kini lebih penting daripada indikator. Support utama pertama berada di sekitar US$2.250. Level ini menjadi dasar jangka pendek setelah terjadi rebound.

Di bawahnya, US$2.160 tetap menjadi level krusial. Ini menandai level terendah terbaru dan mendekati batas bawah pola falling wedge. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah zona ini, struktur harga bullish Ethereum akan semakin melemah.

Jika US$2.160 gagal bertahan dan juga lower trendline wedge ditembus, risiko penurunan harga bisa terbuka menuju wilayah US$1.540, yang merupakan level ekstensi Fib utama ke bawah. Koreksi seperti ini juga akan membawa NUPL mendekati level kapitulasi historis serta harga mendekati zona April 2025.

Analisis Harga Ethereum
Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Di area itulah potensi reset yang lebih dalam bisa terjadi. Untuk bergerak naik, Ethereum harus bisa menembus kembali US$2.690 agar sentimen berubah. Level ini merupakan area resistance Fibonacci utama dan juga zona breakdown sebelumnya.

Hanya pergerakan yang bertahan di atas US$2.690 yang menandakan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali. Sampai saat itu, reli di antara US$2.250 dan US$2.690 kemungkinan akan mengalami tekanan jual yang kuat. Selama ETH masih terjebak di rentang ini, setiap pantulan harga berisiko menjadi peluang keluar berikutnya.

❌