❌

Normal view

Treasuri Aset Digital Solana Hentikan Pembelian SOL seiring Kerugian Belum Terealisasi Semakin Besar

21 January 2026 at 12:20

Perusahaan yang memilih Solana (SOL) sebagai aset strategis di treasury mereka kini menghadapi kerugian yang semakin besar karena pergerakan harga SOL berubah negatif pada Januari. Di antara mereka, Forward Industries memegang posisi SOL terbesar, yakni lebih dari 1,1% dari total suplai.

Nampaknya, kepercayaan terhadap nilai jangka panjang SOL tetap tidak berubah, meski SOL telah menghapus pemulihan sepanjang tahun berjalan.

Forward Industries Hadapi Lebih dari US$700 Juta Kerugian Mengambang seiring SOL Turun

Data dari Coingecko menunjukkan bahwa Forward Industries saat ini memegang lebih dari 6,91 juta SOL. Perusahaan ini memperoleh kepemilikan tersebut dengan total biaya sebesar US$1,59 miliar, yang setara dengan sekitar 1,12% dari total suplai Solana.

Dengan harga SOL yang saat ini di kisaran US$128, nilai investasi tersebut telah turun menjadi sekitar US$885,59 juta. Hal ini mengakibatkan kerugian belum terealisasi lebih dari US$700 juta, atau penurunan sebesar -46%.

Forward Industries' Solana Holding. Source: Coingecko
Kepemilikan Solana Forward Industries | Sumber: Coingecko

Walau menghadapi tantangan seperti ini, Forward Industries tetap dapat mengambil manfaat dari staking. Sejak memulai strategi treasury Solana pada September 2025, perusahaan ini telah mendapatkan lebih dari 133.450 SOL dari reward staking. Reward ini membantu meningkatkan jumlah SOL per saham. Walau demikian, jumlah tersebut tetap terbilang kecil dibanding kerugian yang kini terjadi.

β€œSejak awal, infrastruktur validator dari perusahaan berhasil menghasilkan 6,73% gross annual percentage yield (APY) sebelum biaya, melebihi validator rekanan teratas. Hampir seluruh kepemilikan SOL perusahaan saat ini dalam kondisi staking,” terang Forward Industries dalam laporannya.

Penurunan SOL tidak hanya memengaruhi treasury, tapi juga menyeret harga saham FWDI turun. Sejak mengumumkan pembelian SOL pada September 2025, sahamnya turun lebih dari 80%. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terkait risiko finansial.

Aksi jual ini menurunkan kapitalisasi pasar perusahaan dan ikut melemahkan kemampuan perusahaan untuk menghimpun dana serta kredibilitas di pasar saham.

DAT SOL Lain Juga Alami Kerugian dan Hentikan Akumulasi SOL

Forward Industries bukan satu-satunya. Perusahaan lain yang menggunakan model digital asset treasury (DAT) juga mengalami kerugian besar.

Upexi (UPXI) melaporkan kerugian belum terealisasi lebih dari US$47 juta dari kepemilikan SOL-nya, atau setara dengan kerugian -15,5%. Sharps Technology menghadapi kerugian belum terealisasi lebih dari US$133 juta, atau -34%. Galaxy Digital Holdings juga mencatat kerugian belum terealisasi lebih dari US$52 juta, atau -38%.

Contoh-contoh ini menunjukkan risiko sistemik dari model DAT. Volatilitas harga dapat melemahkan pondasi keuangan korporasi.

Analis mengingatkan kondisi dapat semakin memburuk. Jika SOL turun melewati level US$120, yaitu zona support multi-tahun, harga bisa turun ke kisaran US$70. Pergerakan ini dapat memperparah kerugian belum terealisasi dengan signifikan.

$SOL has to hold this multi year $120 support level OR we are going back to ~$70 pic.twitter.com/eQYJStTvkR

β€” Greeny (@greenytrades) January 21, 2026

Proyeksi ini nampaknya cukup beralasan. ETF Solana mencatat arus keluar pertama dalam empat minggu terakhir, menandakan kepercayaan investor yang mulai melemah.

Data tambahan menunjukkan perusahaan-perusahaan sudah tidak lagi membeli SOL dalam dua bulan terakhir. Total SOL yang terkumpul oleh DAT pun tertahan di angka 17,7 juta.

Solana Treasury Tracker | Sumber: Sentora

Melambatnya pembelian ini mencerminkan sikap kehati-hatian yang meningkat di tengah rasa takut pelaku pasar yang makin besar.

Meskipun demikian, Forward Industries tetap optimistis. Perusahaan meyakini bahwa tahun 2026 akan menjadi tahunnya Solana. Mereka menyoroti roadmap upgrade paling agresif dalam sejarah jaringan ini, mulai dari konsensus hingga infrastruktur. Targetnya adalah mengubah Solana menjadi β€œNasdaq terdesentralisasi.”

"Solana's 2026 roadmap may be the most aggressive upgrade cycle in the network's history, overhauling everything from consensus to infrastructure to become the decentralized Nasdaq." – @Delphi_Digital

2026 is the year of Solana. https://t.co/ksMKdYKrcD

β€” Forward Ind. | NASDAQ-$FWDI (@FWDind) January 20, 2026

Di saat yang sama, Token Terminal melaporkan rasio staking Solana telah mencapai 70%, atau level tertinggi sepanjang masa. Nilai total staking berada di kisaran US$60 miliar, sehingga keamanan jaringan semakin kuat.

Faktor positif ini mungkin menjadi alasan mengapa pasar belum melihat gelombang aksi jual dari DAT SOL. Pergerakan harga SOL dalam beberapa hari ke depan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana perusahaan-perusahaan ini akan meresponsnya.

Axie Infinity Bangkit di Tengah Ketakutan Pasar, namun Berbagai Data Memicu Peringatan

21 January 2026 at 07:33

Walau pasar aset kripto masih diliputi ketakutan karena volatilitas global, Axie Infinity (AXS) justru tak diduga muncul sebagai titik terang. Token AXS melonjak tajam, melewati US$2,4 dan menghapus seluruh kerugian dari aksi jual Oktober tahun lalu.

Pertanyaan utama adalah apakah reli ini bisa bertahan. Data multi-dimensi menawarkan pandangan yang lebih objektif untuk investor.

Apa yang Mendorong Reli Axie Infinity (AXS) di Januari?

Data terbaru dari BeInCrypto Price menunjukkan bahwa AXS sudah melonjak lebih dari 200% sejak awal tahun. Volume transaksi harian sudah menembus US$1 miliar.

Reli ini dimulai setelah pendiri proyek mengumumkan rencana untuk mengubah reward AXS di Axie Infinity menjadi versi token aplikasi AXS, yaitu bAXS. Pemain bisa memakai bAXS di Axie Core dan melakukan staking untuk mendapatkan manfaat tambahan.

AXS Price Performance Over The Past Three Months. Source: BeInCrypto Price
Performa Harga AXS Selama Tiga Bulan Terakhir | Sumber: BeInCrypto Price

Mengejutkannya, reli AXS tidak langsung berakhir. Reli ini berlanjut selama satu minggu lagi, meski terjadi koreksi pasar yang lebih luas di periode yang sama.

Data dari CoinGecko menyoroti faktor penting lainnya. Trader Korea Selatan berperan besar dalam menyediakan likuiditas. Antusiasme mereka mendorong harga AXS menembus level US$2,4.

AXS Trading Volume Across Exchanges. Source: CoinGecko
Volume Perdagangan AXS di Berbagai Exchange | Sumber: CoinGecko

Dari lebih dari US$1 miliar volume transaksi harian, Upbit sendiri menyumbang lebih dari US$320 juta atau 32%. Harga di Upbit juga diperdagangkan lebih premium dibandingkan Binance dan exchange lain. Hal ini menunjukkan trader Korea Selatan rela membayar harga lebih tinggi karena berharap ada kenaikan lebih lanjut.

Selain itu, laporan BeInCrypto terbaru mengungkap adanya minat baru pada proyek GameFi. Investor nampaknya mulai menengok masa lalu serta kembali mengalokasikan dana ke token GameFi yang sebelumnya dianggap terlupakan.

β€œNostalgia adalah emosi paling kuat di alam semesta. Tidak ada IP lain di kripto yang dapat membuat orang merasa sekaligus rindu masa lalu dan bersemangat menyambut masa depan. Itulah zona kejeniusan tempat Axie berada.” β€” ujar Jihoz.ron, Co-founder Axie Infinity, .

Sinyal Peringatan yang Bisa Mengancam Reli AXS

Reli AXS melawan tren pasar yang melemah justru membuat beberapa analis merasa skeptis. Di pasar kripto, semangat internal terkadang bisa mengalahkan rasa takut dari luar.

the $AXS pump doesn't make sense.

but nothing in crypto make sense anyway.

Enjoy while it last.

β€” xavie (@xavierverse) January 21, 2026

namun, di balik lonjakan harga yang impresif, ada sinyal on-chain yang mengkhawatirkan. Saldo AXS di exchange meningkat seiring harga melonjak. Ini menandakan makin banyak token yang tersedia di pasar dan berpotensi menciptakan tekanan jual.

Cadangan AXS di Exchange | Sumber: CryptoQuant

Laporan BeInCrypto terbaru juga menunjukkan rata-rata jumlah transaksi deposit tujuh hari telah mencapai level tertinggi dalam tiga tahun. Data on-chain memperlihatkan sejumlah wallet dengan saldo besar baru-baru ini mengirim AXS ke Binance.

Sepanjang tekanan beli tetap kuat, aliran masuk ini bisa terserap dengan cepat. Tetapi, jika permintaan melemah, tren tersebut bisa berbalik.

Faktor lain yang juga perlu diperhitungkan adalah tidak adanya pertumbuhan pemain baru di jaringan Ronin, yaitu platform inti Axie Infinity.

Weekly Active Addresses on Ronin Network. Source: Dune/Ronin
Jumlah Alamat Aktif Mingguan di Jaringan Ronin | Sumber: Dune/Ronin

Data Dune Analytics untuk Ronin menunjukkan jumlah alamat aktif baru mingguan tetap berada di bawah 10.000. Angka ini telah turun drastis dari lebih dari 500.000 pada 2024 dan belum menampakkan tanda pemulihan yang jelas.

Tidak ada perluasan basis pengguna yang berarti menandakan saturasi dalam model play-to-earn. Model ini sebelumnya menarik jutaan pemain selama pandemi. Tanpa masuknya pengguna baru, pemulihan AXS berpotensi menghadapi tantangan struktural.

Selain itu, open interest pada kontrak Futures AXS sudah melebihi US$130 juta, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini memperlihatkan aktivitas spekulasi yang semakin tinggi, dengan investor memanfaatkan leverage untuk bertaruh pada pergerakan harga.

Axie Infinity Open Interest. Source: CoinGlass
Open Interest Axie Infinity | Sumber: CoinGlass

Open interest yang tinggi biasanya menunjukkan risiko likuidasi yang juga meningkat, terlebih di kondisi pasar yang volatil. Lingkungan seperti ini memperbesar kemungkinan terjadinya likuidasi berantai, yang bisa membuat harga AXS anjlok tajam.

Berapa lama reli AXS bisa bertahan akan sangat bergantung pada apakah katalis positif mampu mengimbangi sinyal-sinyal peringatan di atas. Trading di situasi seperti ini membutuhkan keseimbangan berbagai faktor untuk mengurangi risiko, seiring pasar yang masih sering menghadapi volatilitas tak terduga dan meningkat.

❌