Normal view

Received — 20 January 2026 BeInCrypto Indonesia

Proyek Air Jakarta Incar Rp593 Miliar Lewat Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

20 January 2026 at 10:26

Kesenjangan pendanaan infrastruktur air di Asia Tenggara semakin mengkhawatirkan. Dengan kebutuhan investasi mencapai US$4 triliun hingga 2040, perlu adanya inovasi pembiayaan baru.

Memanfaatkan teknologi blockchain, GSX dan GIF resmi menjalin kerja sama untuk menguji tokenisasi aset dunia nyata (real-world asset / RWA) pada sektor ini. Proyek perdana bermula di Indonesia dengan nilai US$30 juta, sebagai batu loncatan menuju target US$200 juta di seluruh Asia Tenggara. Skema ini secara unik menggabungkan aset fisik publik dengan kecepatan penyelesaian berbasis kripto tanpa mengabaikan kepatuhan regulasi.

Pilot Infrastruktur Air Jakarta Jadi Fondasi Baru Pembiayaan Publik

Inisiatif ini dimulai dengan fokus pada fasilitas pengolahan air di Jakarta yang beroperasi di bawah kontrak pemerintah. Karena menghasilkan arus kas yang stabil dan jangka panjang, aset ini dinilai sangat ideal sebagai basis tokenisasi bagi investor institusional.

Saat ini, terdapat delapan fasilitas dalam proyek pilot yang melayani lebih dari 36.000 penduduk dengan pasokan air bersih 2.300 liter per detik. Menurut prediksi, proyek ini akan mampu meraup pendapatan lebih dari US$15 juta pada akhir tahun 2026. Melalui skema tokenisasi, GSX dan Globalasia menargetkan dana tambahan sebesar US$35 juta untuk memperluas kapasitas serta jaringan distribusi air.

Struktur ini memungkinkan investor mendapatkan imbal hasil dari infrastruktur publik dengan tingkat transparansi yang setara dengan pasar modal tradisional.

Witjaksono, selaku perwakilan dari Globalasia, menyatakan antusiasmenya atas kolaborasi ini:

“Kami sangat senang bekerja sama dengan GSX untuk mengembangkan tokenisasi aset pada proyek nyata di Indonesia. Proses ini menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan, mengingat Indonesia memiliki banyak pengembangan infrastruktur utama dan aset alam yang dapat diakses untuk tokenisasi. Kolaborasi ini memberikan cara praktis bagi penerbit dan institusi untuk mendanai infrastruktur serta aset terkait ESG lainnya sembari bekerja berdampingan dengan regulator.”

Inovasi Keuangan: Stablecoin Rupiah & Settlement Instan (T+0)

Untuk mendukung efisiensi, kolaborasi ini memperkenalkan sistem penyelesaian (settlement) menggunakan stablecoin berbasis Rupiah. Keunggulan utamanya adalah:

  • Finalitas Instan (T+0): Memangkas waktu kliring lintas negara dari hitungan hari menjadi hampir seketika.
  • Standar Global: Mengintegrasikan kepatuhan internasional seperti rekomendasi FATF, prosedur KYC/AML, dan standar pesan keuangan ISO 20022.
  • Keamanan Terjamin: Aset dapat berpindah secara aman antara sistem keuangan tertutup (permissioned) dan jaringan publik.

Roadmap dan Proyeksi Masa Depan

Dalam 12 bulan ke depan, kedua pihak akan menjalankan uji coba penerbitan token dan penyelesaian stablecoin di koridor terbatas. Rencana ini nantinya akan berekspansi ke jalur valuta asing lain dengan melibatkan lebih banyak mitra institusional di bawah pengawasan ketat komite bersama.

Langkah ini menandai pergeseran besar infrastruktur kripto: dari sekadar eksperimen menuju penerapan nyata di sektor publik. Apabila berhasil, model ini berpotensi menjadi standar baru dalam pembiayaan infrastruktur dan aset berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh Asia Tenggara.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dalam mendanai infrastruktur publik di Indonesia di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌