Jaksa Prancis menggerebek markas X di Paris pada hari Selasa sebagai bagian dari penyelidikan yang semakin meluas terkait dugaan penyebaran gambar pelecehan seksual anak, deepfake yang dihasilkan AI, dan penyangkalan Holocaust di platform tersebut.
Penggerebekan yang didukung oleh Europol ini menandai peningkatan besar dalam upaya regulator Eropa menindak imperium media sosial Elon Musk. Jaksa telah memanggil Musk dan mantan CEO Linda Yaccarino untuk “wawancara sukarela” yang dijadwalkan pada 20 April.
Lingkup Investigasi
Unit kejahatan siber jaksa Paris membuka penyelidikan awal pada Januari 2025, awalnya berfokus pada tuduhan bahwa algoritma bias di X telah memanipulasi sistem pemrosesan data otomatis. Penyelidikan ini berkembang secara signifikan setelah chatbot AI milik Musk bernama Grok menghasilkan konten yang diduga menyangkal Holocaust dan membuat deepfake seksual eksplisit.
Dugaan yang sedang diselidiki meliputi keterlibatan dalam memiliki dan menyebarkan gambar pelecehan seksual anak serta deepfake seksual eksplisit. Jaksa juga menyelidiki penyangkalan kejahatan terhadap kemanusiaan dan manipulasi sistem pemrosesan data otomatis sebagai bagian dari kelompok terorganisasi.
Kantor jaksa mengumumkan penggeledahan yang sedang berlangsung tersebut melalui X. Setelah itu, kantor tersebut menyatakan keluar dari platform tersebut dan mengajak pengikutnya untuk bergabung di layanan media sosial lain.
Grok di Pusat Kontroversi
Chatbot Grok yang dikembangkan oleh xAI memicu kemarahan global bulan lalu. “Spicy mode”-nya menghasilkan puluhan ribu gambar deepfake seksual tanpa persetujuan merespons permintaan pengguna.
Chatbot tersebut juga memposting konten penyangkalan Holocaust dalam bahasa Prancis. Bot itu mengklaim kamar gas di Auschwitz-Birkenau dirancang untuk “desinfeksi dengan Zyklon B melawan tifus” dan bukan untuk pembunuhan massal—narasi yang lama digunakan oleh para penyangkal Holocaust.
Walaupun Grok kemudian mengubah pernyataannya dan mengakui kesalahan itu, kerusakan telah terjadi. Malaysia dan Indonesia menjadi negara pertama yang secara penuh memblokir Grok, di mana Malaysia juga mengumumkan tindakan hukum terhadap X dan xAI.
X Membalas
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di platformnya sendiri, X mengecam penggerebekan tersebut sebagai “tindakan aparat penegak hukum yang abusif, dirancang hanya untuk mencapai tujuan politik yang tidak sah dan bukan untuk memajukan tujuan penegakan hukum yang sah berdasarkan administrasi keadilan yang adil dan tidak memihak.”
Perusahaan itu membantah seluruh tuduhan dan menggambarkan tindakan Prancis tersebut sebagai bentuk sensor bernuansa politik.
Durov Berikan Pendapat
Pendiri Telegram, Pavel Durov, yang juga menghadapi tuduhan serupa di Prancis setelah penangkapannya pada Agustus 2024, membela X dan menyerang otoritas Prancis.
“Polisi Prancis saat ini sedang menggerebek kantor X di Paris. Prancis adalah satu-satunya negara di dunia yang secara pidana menindak seluruh jejaring sosial yang memberi kebebasan dalam tingkatan tertentu (Telegram, X, TikTok…). Jangan salah: ini bukan negara bebas,” tulis Durov di X.
Pada komentar lanjutannya, ia menambahkan: “Mempolitisasi isu perlindungan anak untuk membenarkan sensor dan pengawasan massal adalah hal yang menjijikkan. Orang-orang ini tidak tahu batas.”
Reaksi Campuran
Karakterisasi Durov tersebut menuai dukungan sekaligus kritik di dunia maya. Beberapa pengguna mengamini pandangannya, salah satunya menyebut kebijakan Prancis adalah “starter pack Autokrasi Digital” serta menggambarkan penangkapan Durov sebagai “peringatan” atas apa yang akan terjadi ke depannya.
Pihak lain meminta agar diskusi lebih seimbang. “Platform seperti Telegram dan X tidak hanya ‘alat kebebasan’. Platform ini bisa dipakai menyebarkan kebencian, mengoordinasikan kekerasan, dan mengguncang stabilitas masyarakat,” tulis seorang pengguna. “Menganggapnya sekadar ‘negara bebas atau tidak’ sangat menyederhanakan kenyataan di kedua sisi.”
Tekanan Regulasi Bertambah
Prancis bukan satu-satunya negara yang menyoroti platform milik Musk. Kantor Komisioner Informasi Inggris telah membuka penyelidikan resmi terkait bagaimana X dan xAI menangani data pribadi saat mengembangkan Grok, sementara regulator media Inggris Ofcom melanjutkan investigasi terpisah yang dapat memakan waktu berbulan-bulan.
Uni Eropa juga memulai penyelidikannya sendiri bulan lalu setelah insiden deepfake dan telah menjatuhkan denda kepada X sebesar €120 juta atas pelanggaran regulasi digital, termasuk praktik centang biru yang menyesatkan.
Tekanan hukum muncul di saat Musk tengah mengonsolidasikan bisnis teknologinya. SpaceX mengumumkan pada Senin bahwa mereka telah mengakuisisi xAI dalam kesepakatan yang akan menggabungkan Grok, X, dan perusahaan komunikasi satelit Starlink di bawah satu payung korporasi—langkah yang bisa membuat pengawasan regulator di berbagai yurisdiksi kian rumit.
Solana masih berada di bawah tekanan setelah penurunan yang berkepanjangan, yang sudah terjadi jauh sebelum kondisi pasar baru-baru ini semakin memburuk. Penurunan harga ini secara perlahan mengikis kepercayaan investor, sehingga para investor besar mulai menyesuaikan posisi mereka.
Polanya kini menunjukkan risiko penurunan yang meningkat. Walaupun ada sinyal oversold yang mulai muncul, data secara keseluruhan tetap mencerminkan pandangan hati-hati terhadap SOL.
Holder Solana Mulai Lakukan Koreksi
HODLer Net Position Change Solana mulai menunjukkan tren menurun. Bar hijau yang semakin sedikit menandakan bahwa holder jangka panjang mulai memperlambat akumulasi. Kelompok ini biasanya berperan membantu menstabilkan harga di saat terjadi koreksi. Penurunan aktivitas pembelian ini menunjukkan keyakinan yang mulai melemah, bukan aksi distribusi besar-besaran pada harga saat ini.
Meski data tersebut tidak mengonfirmasi adanya penjualan aktif, data ini menyoroti berkurangnya permintaan dari investor berpengaruh. Berkurangnya akumulasi sering membatasi upaya pemulihan saat fase oversold. Tanpa tekanan beli baru, SOL bisa saja kesulitan mempertahankan rebound, apalagi jika kondisi pasar secara umum tetap rapuh.
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk mendapatkan Crypto Newsletter Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Perubahan Posisi Bersih HODLer Solana | Sumber: Glassnode
HODL Waves memberikan pemahaman lebih lanjut tentang perilaku investor. Wallet yang mengakumulasi SOL satu sampai tiga bulan lalu turun sebesar 5%. Sementara itu, proporsi holder dengan usia tiga hingga enam bulan naik 4,5%. Pergeseran ini menunjukkan bahwa investor yang sedang mengalami kerugian belum menjual asetnya.
Walaupun masih ada ketahanan, kesabaran holder tentu memiliki batas. Secara historis, pelemahan harga dalam waktu lama akan menguji keyakinan holder. Jika harga Solana turun lebih dalam, kelompok ini mungkin mulai menjual. Pola tersebut akan memperbesar tekanan turun dan memperkuat tren makro bearish yang sudah ada.
Solana saat ini diperdagangkan di kisaran US$103, masih berada di atas support penting US$100. Level ini sesuai dengan Fibonacci Extension 161,8%. Mempertahankan zona ini penting untuk kestabilan jangka pendek. Namun, reli yang gagal membuat risiko koreksi ke bawah menuju ke harga US$95 yang berada di Fibonacci 178,6%.
Indikator momentum menunjukkan kondisi oversold. Money Flow Index hampir mendekati level oversold. Secara historis, setiap penurunan di bawah level ini biasanya memicu rebound singkat. Namun, pantulan ini sering gagal membalikkan tren utama dan akhirnya diikuti penurunan lagi setelah pemulihan singkat.
Dalam waktu dekat, Solana mungkin akan bertahan di US$100 atau memantul ke resistance US$107. Bounce secara teknikal masih mungkin terjadi karena kondisi oversold. Akan tetapi, sinyal makro masih lebih condong ke risiko penurunan. Tanpa permintaan yang lebih kuat, SOL nampaknya rentan terhadap breakdown lagi di bawah US$100.
Pandangan bearish akan batal jika Solana berhasil menembus US$107 dan menjadikannya support. Kenaikan yang konsisten bisa membuka jalan menuju US$118. Untuk mencapai level itu, Solana membutuhkan arus investasi yang stabil dan kepercayaan investor yang baru. Jika modal belum kembali masuk ke SOL, upaya kenaikan harga kemungkinan masih akan terbatas.
Karena volatilitas yang sering terjadi di pasar meme coin Solana, bertahan saja adalah hal yang langka. Namun The White Whale (WHITEWHALE), sebuah token yang lahir di launchpad Pump.fun pada akhir 2025, berhasil melawan berbagai rintangan.
WHITEWHALE sudah melewati aksi jual besar-besaran, tuduhan rug pull, serta sorotan tajam dari para trader dan analis.
Pergerakan Harga Whitewhale yang Liar dan Asal Usul Narasi Meme-nya
Pada waktu publikasi, WHITEWHALE diperdagangkan di harga US$0,089, dengan data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar sebesar US$89,6 juta.
Sementara pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, token White Whale justru mencatatkan kenaikan sebesar 180% dalam dua minggu terakhir. Ini menunjukkan betapa ekstrimnya pergerakan harga token ini.
Meme coin WHITEWHALE diluncurkan pada Oktober 2025, terinspirasi dari sosok di X (Twitter) @TheWhiteWhaleV2, seorang trader perpetuals yang dikenal karena pernah mengalami likuidasi sebesar US$80 juta yang cukup terkenal.
Token ini tidak memiliki roadmap, tidak menjanjikan utilitas, dan tidak diketahui siapa pendirinya. Token ini hanya bermodalkan narasi meme dan suplai tetap hampir 1 miliar token, seperti yang diuraikan dalam posting komunitas di Medium pada awal peluncuran.
Karena khawatir reputasinya terganggu oleh penipuan yang menggunakan namanya, @TheWhiteWhaleV2 akhirnya turun tangan. Pada Desember, ia membeli token, menambah likuiditas, dan membantu mengoordinasikan pengambilalihan komunitas (CTO).
I'll make this brief because people don't read and then spout off at the mouth.
The White Whale meme was not created by me.
I took it over to control use of image/likeness/reputation.
I make zero money from this.
An X user (sorry can't give credit, don't remember who) made…
Biaya Pump.fun dialihkan kembali ke para holder, dan aktivitas treasury dibuat transparan, sebuah langkah yang jarang terjadi di ekosistem meme Solana.
Lalu, siapa sebenarnya yang mengendalikan treasury WHITEWHALE saat ini?
“Saya yang mengendalikan. Memang itulah intinya. Token yang memakai nama saya, saya yang bertanggung jawab sepenuhnya. DAO dan struktur lain sering menciptakan ilusi demokrasi di ruang ini, padahal pada kenyataannya hampir tidak pernah ada. Kamu mempercayakan Jeff untuk menjadi pengelola yang baik di HyperLiquid. Kamu mempercayakan The White Whale untuk berlaku amanah atas namanya sendiri,” jelas The White Whale kepada BeInCrypto.
Peserta awal mendapat keuntungan besar, dengan beberapa laporan menyebutkan ada trader yang berhasil mengubah dana ratusan dolar menjadi lebih dari US$1 juta.
THIS GUY TURNED $370 INTO $1.2 MILLION
Remus (@remusofmars) bought 1.5% of the WHITEWHALE supply for only $370, and he is now up $1.2 MILLION.
Namun, trader yang sama, Remus di X, hampir kehilangan semua keuntungan itu seminggu kemudian dan hanya sempat mencairkan US$220.000 saja.
“Trader ini merugi US$1 juta di WHITEWHALE minggu lalu. Remus sempat untung US$1,5 juta dengan WHITEWHALE. Sayangnya, dia baru sempat mencairkan US$220K sebelum harga anjlok -80%. Sekarang ia hanya untung US$464.000. Akankah Remus bisa balik modal? Atau waktunya beralih ke koin berikutnya?” papar Arkham melaporkan.
Bagaimana Aksi Balas Dendam Retail Membuat WHITEWHALE Melonjak Vertikal
Momen WHITEWHALE melejit terjadi pada awal Januari 2026. Dari harga terendah bulan Desember di US$0,0082, harga WHITEWHALE melonjak hampir 930% hingga sempat menyentuh US$0,20, menurut CoinGecko.
Kapitalisasi pasar token ini menembus US$200 juta, menjadikannya salah satu peluncuran Pump.fun paling sukses dalam beberapa bulan terakhir menurut Messari.
Listing di exchange seperti Bybit, MEXC, KuCoin, sampai LBank turut memicu lonjakan volume yang mencapai US$48 juta dalam 24 jam.
Di X, para trader menganggap WHITEWHALE sebagai “balas dendam retail” yakni gerakan budaya melawan bot, snipers, dan peluncuran meme coin yang dikendalikan orang dalam.
Respectfully why the only “meme” I’ve bought ever is $Whitewhale@WhiteWhaleMeme. This the exact culture we should be promoting, no kols, rug pulls every 5 seconds, giving to communty. There can be cool thing about crypto currently. There is a token providing counter culture.…
Rug atau Peristiwa Likuiditas? di Balik Crash WHITEWHALE Pada 20 Januari
Pada 20 Januari 2026, salah satu holder terbesar menjual token senilai sekitar US$1,3 juta, sehingga memicu penurunan harga hingga 60% dalam waktu singkat.
Perkiraan kapitalisasi pasar pun jatuh dari kisaran US$200 juta menjadi hanya US$20–40 juta. Hal ini memicu gelombang di media sosial, dengan tuduhan rug pull bermunculan.
Sementara banyak berita utama menyebut kejadian ini sebagai rug pull, analis on-chain yang memakai Bubblemaps melacak aksi jualnya pada satu wallet besar, yang berbeda dari milik Remus.
Tim menepis tudingan itu, dan malah menyebut kejadian tersebut sebagai “peristiwa likuiditas” daripada exit scam, namun kepercayaan sudah lebih dulu goyah.
“…holder privat terbesar kami keluar dari sebagian besar posisi mereka… kami tidak ikut serta dalam aksi jual, walaupun kami melakukan beberapa buyback… Yang berubah hanyalah distribusi. Satu posisi privat yang sangat besar kini sudah tidak lagi mendominasi pasar. Supply sekarang tersebar ke lebih banyak holder. Ini bukan peristiwa yang digerakkan oleh treasury. Ini juga bukan penyimpangan dari prinsip yang sudah kami sampaikan. Ini adalah peristiwa likuiditas,” tulis The White Whale.
BeInCrypto bertanya kepada The White Whale mengapa konsentrasi sebesar ini masih bisa terjadi, padahal proyek ini mengusung narasi anti-whale. Dia menjawab bahwa proyek ini mengikuti prinsip utama kripto: keuangan yang permissionless. Dia menekankan bahwa para trader harus bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan.
“Perlu diketahui bahwa saya tidak meluncurkan token ini. Jika saya yang meluncurkan, saya tidak akan memakai launchpad mana pun, karena saya menilai tak ada launchpad yang punya struktur supply/liquidity token yang cocok untuk melindungi investor dari hal-hal seperti ini. Tentu saja, kami berusaha menghubungi holder besar kami yang tersisa sebanyak mungkin, menawarkan deal OTC supaya dampak ke pasar bisa lebih kecil, dan sebagainya, namun orang-orang tetap bebas memilih apapun yang mereka mau.”
Paling penting, The White Whale menampik anggapan bahwa aksi jual satu wallet sebagai penyebab utama crash secara keseluruhan. Menurut dia, kejadian itu hanya memicu kepanikan dan aksi jual berantai.
Recovery Didukung oleh Penguncian, Dibayangi oleh Kontrol
Berlawanan dengan prediksi banyak orang, harga WHITEWHALE justru rebound. Hanya dalam beberapa hari, aset ini mencatat lonjakan harian di atas 70% dan bergerak naik lagi ke market cap US$80–90 juta.
Treasury mengunci 40 juta token selama setahun, sehingga suplai beredar berkurang sekaligus memberi sinyal komitmen untuk jangka panjang. Langkah ini sudah dikonfirmasi secara publik oleh sejumlah figur komunitas di X.
“Langkah ini betul-betul memangkas supply beredar, menghilangkan tekanan jual dari treasury, dan memperlihatkan komitmen kuat untuk jangka panjang – tidak ada dump jangka pendek di sini. Proyek yang kredibel memang menerapkan hal ini untuk membangun kepercayaan riil; disiplin seperti ini memunculkan sentimen positif dengan cepat,” observasi salah satu pengguna.
Data on-chain yang dikutip Rootsdata mengungkap bahwa treasury dan wallet yang berafiliasi menguasai porsi supply signifikan, bahkan lebih dari 50%.
Sepuluh holder WHITEWHALE terbesar menguasai secara kolektif 64,5% (612,6 juta token) dari total supply. Sumber: Solscan
Konsentrasi ini punya dua sisi, karena pendukungnya menilai hal tersebut bisa menghambat aksi dump yang merugikan, namun para kritikus memperingatkan token jadi rentan terhadap potensi jatuh mendadak lagi.
Everyone was talking about $WHITEWHALE before, screaming “rug” and calling it a scandal… and now?
Today it’s calmly pushing again for a new ATH, yet you don’t hear any of Crypto Twitter calling it out.
First they praise you, then they kill you, then they forget you. Sadly,…
Tidak bisa dipungkiri memang ada risiko besar. Token WHITEWHALE tidak punya utilitas selain narasi, dan pergerakan harga hingga 60% atau lebih sangat sering terjadi. Sebagian besar trader juga masih berekspektasi penurunan harga, mengingat sebagian besar meme coin Solana akhirnya gagal. Namun, The White Whale sendiri tetap optimistis proyek ini bisa menjadi contoh standar baik bagi semua token di masa depan.
“Menurut saya, seluruh inti dari sebuah meme adalah karena memang tidak berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Banyak proyek yang gagal karena mencoba tampil lebih dari yang sebenarnya. Sebaliknya, kami memilih jujur tentang apa adanya kami, dan kami bangga terhadap itu. Prinsip utama, jika bisa disebut demikian, dari gerakan $WhiteWhale adalah membuktikan bahwa sesuatu bisa sukses tanpa mengorbankan integritas. Dan tujuan pribadi saya adalah menaikkan standar setinggi mungkin agar investor meme coin mulai menuntut transparansi, ketelitian, dedikasi, dan integritas yang sama dari semua pengembang.”
Meskipun begitu, keberlangsungan sangat penting. Di ekosistem di mana banyak token hilang tanpa jejak hanya dalam semalam, kemampuan WHITEWHALE untuk pulih serta aksi treasury yang terbuka membuatnya menonjol.
Namun, tetap saja aset ini sangat berisiko, didorong oleh whale, narasi, dan momentum, bukan fundamental.
Faktor Risiko
Detail
Tingkat Dampak
Konsentrasi Whale
54% di satu alamat
Tinggi – Potensi dump besar-besaran
Volatilitas
Pergerakan 60%+ setiap pekan
Ekstrem – Banyak trader ritel merugi
Riwayat Rug
Peristiwa “likuiditas” 20 Januari
Sedang – FUD masih ada, tapi selamat
Tidak Ada Utilitas
Hanya narasi
Tinggi – Mengandalkan hype
Kekuatan Komunitas
Kunci supply transparan, redistribusi
Mitigasi – Membentuk loyalitas
Analisis Risiko Meme Coin WHITEWHALE
Jadi, token WHITEWHALE sepertinya bukan scam, hal ini juga didukung oleh sudah adanya trading di exchange besar. Volume yang dicatat juga nyata, dan komunitasnya terbilang aktif dan loyal, seperti yang disebutkan dalam dokumentasi dukungan exchange.
Sebagai penutup, BeInCrypto menanyakan kepada The White Whale tentang apa yang mungkin terjadi pada token tersebut jika ia memutuskan untuk mundur.
“Lucunya, kalau saya sampai tertabrak bus, sepertinya itu justru akan sangat bullish untuk pergerakan harga. Namun, proyek ini membawa nama saya, jadi mustahil bagi saya untuk berpikir mundur.“
Harga Onyxcoin sedang berusaha stabil setelah mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Koin XCN telah turun hampir 60% antara 6 Januari dan 31 Januari, setelah reli besar 216% pada akhir Desember dan awal Januari. Sejak saat itu, harga bergerak dalam sebuah falling wedge di grafik 12 jam, pola yang biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah.
Pada saat yang sama, partisipasi trader ritel turun drastis, menandakan banyak trader memilih lebih hati-hati setelah penurunan tajam. Meski ada keraguan ini, para holder besar justru bergerak berlawanan arah, mengisyaratkan adanya perbedaan pandangan antara smart money dan sentimen pasar secara umum.
Retail Fokus pada Sinyal Bearish saat Aktivitas Beli Melambat
Pada grafik 12 jam, XCN masih bergerak di dalam falling wedge setelah mengalami koreksi 60%. Walau struktur ini secara teknikal cenderung bullish, sekarang mulai diuji oleh kemungkinan terjadinya bearish crossover di antara exponential moving average (EMA) periode 50 dan 100. Jika crossover ini benar terjadi, itu berarti tekanan turun bertambah kuat dan prospek pemulihan jangka pendek akan melemah.
Mau dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Risiko teknikal ini nampaknya mempengaruhi perilaku pasar ritel. Data arus keluar exchange menunjukkan bahwa aktivitas beli sudah sangat melambat. Di awal Januari, arus keluar harian dari exchange sempat mencapai puncak mendekati 1,51 miliar XCN, menandakan akumulasi besar. Namun, pada awal Februari, arus keluar turun jadi sekitar 13,16 juta XCN, artinya terjadi penurunan lebih dari 99%.
Arus keluar yang turun berarti makin sedikit koin yang ditarik dari exchange untuk di-hold dalam jangka panjang. Biasanya ini menandakan kepercayaan yang menurun dan minat beli di harga bawah juga makin lemah. Secara praktis, trader ritel memilih sikap hati-hati ketimbang ikut mengakumulasi saat sinyal bearish terus muncul di timeframe yang lebih tinggi.
Penurunan partisipasi ini juga bisa menjelaskan kenapa harga XCN kesulitan bergerak naik meski masih berada dalam pola bullish. Tapi, nampaknya ada sesuatu yang sedang berubah cepat!
Whale Akumulasi Secara Agresif saat Zona Cost-Basis Batasi Risiko Penurunan
Walau minat pasar ritel memudar, para holder besar justru agresif mengakumulasi. Dalam 24 jam terakhir, wallet whale XCN menambah kepemilikannya dari sekitar 42,5 miliar XCN menjadi kurang lebih 52,19 miliar XCN. Itu artinya, mereka menambah hampir 10 miliar token (tepatnya 9,7 miliar).
Di harga saat ini, akumulasi ini nilainya sekitar US$55 juta, menunjukkan keyakinan kuat dari para pelaku besar.
Perilaku beli mendadak ini nampaknya berhubungan dengan zona cost-basis yang menguntungkan. Data on-chain menunjukkan ada klaster permintaan besar di antara US$0,0052 dan US$0,0053, yang mewakili lebih dari 5,2 miliar XCN. Area ini berfungsi sebagai support struktural yang kuat, sehingga risiko penurunan lebih lanjut jadi terbatas walaupun harga melemah lagi.
Di sisi atas, ada klaster suplai besar antara US$0,0060 dan US$0,0061 yang berisi sekitar 4,9 miliar XCN. Jika harga berhasil menembus zona ini, didorong oleh aksi beli para whale, potensi terjadinya forced covering dan momentum baru bisa terbuka lebar.
Para whale mungkin bersiap lebih awal di dekat area support, bertaruh bahwa risiko penurunan sudah terbatas sementara potensi naik masih besar jika harga berhasil melewati resistance. Dan grafik memang menunjukkan alasan kenapa klaster di sisi atas mungkin tidak sekuat kelihatannya.
Divergensi Harga Onyxcoin yang Tersembunyi Jelaskan Mengapa Whale Mulai Masuk Lebih Awal
Sinyal paling penting yang mendukung optimisme whale nampaknya muncul di timeframe yang lebih rendah, namun sejauh ini retail belum menyadarinya.
Pada grafik 4 jam, harga XCN membentuk bullish divergence antara 21 Januari hingga 3 Februari. Selama periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI), yaitu indikator momentum, membentuk higher low. Pola ini sering kali menandakan tekanan jual mulai melemah dan ada potensi pantulan lebih awal di timeframe yang lebih pendek.
Pada saat yang sama, harga juga mendekati exponential moving average (EMA) 20-periode pada timeframe 4 jam. Level ini pernah menjadi pemicu penting sebelumnya. Pada 28 Januari, harga berhasil merebut kembali EMA ini dengan bersih dan menghasilkan reli 18% dalam beberapa hari.
Formasi serupa sedang terbentuk sekarang, namun dengan sudut yang lebih bertahap layaknya domino.
Jika harga XCN mampu bertahan dan menutup candle 4 jam di atas US$0,0057, yang selaras dengan EMA dan resistance jangka pendek, momentum bisa semakin kuat. Target selanjutnya berada di sekitar US$0,0061. Breakout di atas zona ini akan menembus klaster supply utama (yang telah dibahas sebelumnya) dan membuka peluang menuju US$0,0070, bahkan mungkin US$0,0076 dalam reli relief.
Struktur berlapis ini menjelaskan perilaku whale. Mereka mulai masuk posisi di dekat support kuat, bersiap menghadapi potensi breakout karena divergence, sementara retail masih fokus pada risiko di timeframe yang lebih tinggi. Struktur ini hanya berubah menjadi bearish jika harga Onyxcoin ditutup di bawah US$0,0052 pada timeframe 4 jam.
Platform prediction market Polymarket dan Kalshi sedang mengadakan bagi-bagi sembako besar-besaran di New York City, saat para pembuat undang-undang tengah membahas regulasi yang bisa sangat membatasi bisnis mereka di negara bagian tersebut.
Waktunya membuat kedua perusahaan ini berada langsung di pusaran politik Zohran Mamdani. Agenda keterjangkauan biaya hidup dari walikota baru ini mencakup usulan toko bahan pangan milik kota tanpa tujuan laba.
Sembako Gratis sebagai Latar Politik
Polymarket mengumumkan hari ini bahwa mereka telah menandatangani kontrak sewa untuk pop-up sementara yang mereka sebut “Toko Sembako Gratis Pertama di New York” yang akan dibuka pada 12 Februari. Perusahaan ini juga menyampaikan sudah menyumbang US$1.000.000 pada Food Bank For New York City.
After months of planning, we're excited to announce 'The Polymarket' is coming to New York City.
New York's first free grocery store.
We signed the lease. And we donated $1 million to Food Bank For NYC — an organization that changes how our city responds to hunger. 🧵 pic.twitter.com/BGMCWUMz8n
Kalshi mengadakan acara “sembako gratis” terpisah yang durasinya lebih singkat. Mereka menanggung belanjaan pembeli untuk waktu tertentu di satu supermarket Manhattan.
Kedua perusahaan tersebut tidak mengatakan bahwa inisiatif ini dikoordinasikan dengan Balai Kota.
Walau begitu, bahasa dan narasinya sangat mirip dengan usulan kampanye Mamdani yang ingin membuka toko sembako milik pemerintah di kelima borough demi menurunkan harga pangan.
Thousands have already picked up their free Kalshi groceries!
We are being told we've already inspired other companies to keep up the initiative!
Mamdani berpendapat bahwa toko sembako milik kota bisa menekan biaya dengan beroperasi tanpa tujuan keuntungan dan memakai properti publik demi mengurangi sewa serta ongkos operasional. Usulan tersebut masih berada di tahap konsep percobaan, dan belum ada jadwal pelaksanaan yang disepakati.
Penting untuk dicatat bahwa walikota tidak punya wewenang langsung dalam mengatur prediction market. Pengawasan untuk platform-platform tersebut ada di tingkat negara bagian dan federal.
Meski demikian, kampanye keterjangkauan Mamdani sudah jadi sorotan utama dalam diskusi politik di New York, sehingga sangat wajar bila perusahaan menjadikan ini acuan agar lebih diterima publik.
Anggota DPRD Bergerak Secara Paralel
Saat yang sama, para legislator negara bagian New York juga tengah mengajukan usulan yang bisa langsung berdampak ke platform seperti Polymarket dan Kalshi.
Salah satu usulan, yang sering disebut ORACLE Act, akan membatasi atau melarang sejumlah kategori kontrak prediksi khusus bagi warga New York, dan memperketat pembatasan di pasar berbasis event.
Rancangan undang-undang terpisah mewajibkan operator prediction market memperoleh izin negara sebelum bisa beroperasi. Regulasi ini muncul karena ada kekhawatiran bahwa beberapa kontrak mirip perjudian tanpa regulasi atau sangat rentan direkayasa.
Sebagai keseluruhan, dengan mengaitkan branding mereka ke isu keterjangkauan bahan pokok dan filantropi setempat, kedua platform ini nampaknya sedang menempatkan diri sebagai perusahaan New York yang peduli masyarakat di tengah masa depan bisnis mereka yang masih belum pasti di negara bagian itu.
Hyperliquid mencatat lonjakan harga tajam seiring antisipasi yang meningkat menjelang peluncuran HIP-4. HYPE telah reli kuat dalam sesi-sesi terbaru, didorong oleh minat tinggi pada kontrak outcome yang sepenuhnya terjamin.
Kontrak-kontrak ini diselesaikan dalam rentang harga tetap dan membatasi keuntungan maupun kerugian. Desain ini cocok untuk prediction market dan strategi DeFi bergaya opsi. Walaupun sentimen optimistis semakin tinggi, permintaan belum berada di puncaknya.
Dampak HIP-4 Hyperliquid Belum Tercermin di Harga
Meski HYPE tampil kuat, dominasi sosialnya masih cukup rendah. Data menunjukkan diskusi tentang aset ini masih terbatas jika dibandingkan dengan reli harga yang serupa.
Hal ini menandakan reli belum menarik perhatian besar dari ritel. Keterpaparan sosial yang rendah biasanya mengurangi risiko posisi yang terlalu ramai, sehingga dapat membantu menjaga tren saat pasar sedang volatil.
Faktor lain yang berperan adalah kelelahan trader. Banyak pelaku pasar masih berhati-hati setelah berkali-kali melihat pump satu aset di tengah siklus bear yang lebih luas. Selain itu, perkembangan HIP-4 pun belum sepenuhnya menjangkau masyarakat aset kripto secara umum.
Keterlambatan penyebaran informasi ini mencegah spekulasi berlebihan dan membantu HYPE terhindar dari kondisi overbought.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar untuk menerima Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Data derivatif menunjukkan eksposur bullish yang sangat kuat di pasar Futures. Peta likuidasi menunjukkan dominasi posisi long yang jelas. Likuidasi sisi long berada di kisaran US$3,86 juta, sementara likuidasi short hanya US$93.700. Ketimpangan ini mencerminkan posisi trader yang cukup percaya diri akan berlanjutnya tren naik.
Eksposur yang berat ke satu sisi seperti ini sering memberi dorongan pada tren naik. Saat harga terus bergerak naik, para pemegang short HYPE terpaksa menutup posisi sehingga tekanan beli semakin kuat. Meski begitu, risiko tetap terkonsentrasi.
Klaster likuidasi terbesar berada di dekat US$26. Jika harga mendekati level ini, akan terjadi likuidasi sekitar US$3,86 juta, yang dapat menguji struktur bullish dan menggerus kepercayaan pada semua posisi leverage.
Harga HYPE saat ini diperdagangkan di sekitar US$36 pada waktu publikasi. Token ini naik hampir 20% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini menambah reli 76% selama dua minggu terakhir.
Percepatan ini mencerminkan permintaan kuat dan minat yang terus tumbuh terhadap perubahan protokol yang akan datang dari Hyperliquid.
Reli ini sebagian besar dipicu oleh antisipasi, bukan spekulasi setelah peluncuran. Dinamika ini mengisyaratkan potensi kenaikan bisa berlanjut setelah perilisan HIP-4. Aliran investasi masih kuat, dan tidak ada tanda distribusi besar. Jika kondisi pasar secara umum stabil, HYPE berpeluang untuk melanjutkan kenaikan lebih jauh.
Dari level saat ini, HYPE masih 60,5% di bawah rekor tertinggi sepanjang masanya di US$59. Momentum terbaru mengisyaratkan gap ini bisa cepat tertutup. Target jangka pendek yaitu merebut kembali US$42 dan US$47 sebagai support. Jika bertahan di level ini, ini akan mengonfirmasi kekuatan tren sekaligus menjaga ATH tetap dalam jangkauan.
Namun demikian, risiko penurunan masih ada jika sentimen berubah atau momentum melemah. Jika support US$30 hilang, HYPE bisa rawan terkoreksi lebih dalam. Dalam skenario tersebut, harga bisa turun mendekati US$26. Breakdown pada level itu akan menginvalasi skenario bullish dan memicu likuidasi besar-besaran.
Harga Zcash terus turun semakin dalam ke wilayah bearish karena baik harga maupun aktivitas trading makin melemah. Token yang fokus pada privasi ini turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan sekarang sudah jatuh lebih dari 44% dalam sebulan terakhir.
Zcash sebenarnya masih mencatat kenaikan sekitar 700% secara year-on-year. Tapi, reli itu kini terasa jauh. Tekanan jual terus meningkat, minat trader mulai hilang, dan harga perlahan-lahan bergerak menuju target penurunan utama berikutnya di kisaran US$200. Dengan momentum yang melemah di berbagai indikator, pasar mulai meragukan apakah penurunan yang lebih dalam kini tidak bisa dihindari lagi.
Breakdown Head-and-Shoulders dan Volume Anjlok Jadikan Target US$200 Zcash Jadi Sorotan
Penurunan harga Zcash saat ini dimulai karena terjadinya breakdown teknikal yang jelas di akhir Januari. Pada 31 Januari, token ini membentuk pola head-and-shoulders, yaitu formasi bearish klasik yang sering menandakan perubahan tren. sejak itu, harga ZEC konsisten mengikuti struktur breakdown tersebut.
Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Di saat yang sama, aktivitas trading turun drastis. Data Dune menunjukkan volume total Zcash di exchange terpusat memuncak pada 9 Januari. Pada hari itu, volume harian gabungan melewati US$1,5 miliar. Namun, pada 2 Februari, volume harian turun menjadi sekitar US$450 juta. Ini berarti penurunan sekitar 70% hanya dalam tiga minggu saja.
Penurunan aktivitas tajam seperti ini menandakan minat trader yang makin surut. Peserta yang lebih sedikit berarti likuiditas melemah dan dukungan saat penjualan juga makin rendah. Dalam praktiknya, ini membuat penurunan harga makin mudah terjadi.
Arus Modal Menjadi Negatif saat Penjualan Whale Mengalahkan Pembelian Smart Money
Indikator aliran modal juga mengonfirmasi bahwa tekanan jual saat ini masih mendominasi. Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana sedang masuk atau keluar dari suatu aset berdasarkan harga dan volume, terus turun sejak akhir Desember.
CMF memuncak sekitar 27 Desember, saat Zcash membentuk bagian “kepala” pada polanya. sejak itu, CMF gagal menembus garis tren turunnya. Pada awal Februari, CMF akhirnya jatuh di bawah garis nol, menandakan bahwa dana yang keluar kini lebih banyak dari dana yang masuk.
Dengan kata lain, lebih banyak modal yang keluar dari Zcash dibandingkan yang masuk ke dalamnya.
Data exchange dan posisi whale semakin memperkuat pandangan ini. Dalam 24 jam terakhir, cadangan Zcash di exchange melonjak lebih dari 64%.
Kenaikan cadangan biasanya berarti holder sedang memindahkan koin ke exchange untuk persiapan jual. Selain itu, holder besar juga memangkas eksposur lebih dari 35% dalam beberapa sesi terakhir. Ini sejalan dengan turunnya CMF dan menunjukkan tekanan suplai makin besar.
Dalam situasi ini, hanya ada satu data yang sedikit memberi harapan. Wallet “smart money” meningkatkan kepemilikan Zcash sekitar 9% dalam 24 jam terakhir. Walau mereka sering bergerak tepat waktu, partisipasi mereka tetap kecil dibandingkan arus keluar besar-besaran yang sedang terjadi.
Saat ini, akumulasi selektif masih kalah oleh aksi jual yang meluas.
Pergerakan Harga Zcash Menunjukkan Mengapa Taruhan Smart Money Masih Terlihat Berisiko
Struktur harga Zcash sangat jelas mencerminkan ketidakseimbangan ini. Saat ini, Zcash sudah menembus zona support US$289.
Support penting berikutnya ada di kisaran US$262. Di bawahnya, target teknikal utama dari pola head-and-shoulders ada di sekitar US$200. Dari level saat ini sekitar US$284, ini berarti potensi penurunan hampir 30% lagi.
Sampai sekarang, pergerakan harga belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Jika akumulasi oleh smart money mendorong adanya pantulan jangka pendek, Zcash harus terlebih dahulu merebut kembali US$289 dengan meyakinkan. Pergerakan di atas level ini bisa membuka jalan menuju US$317, yang sejalan dengan resistance Fibonacci dan zona konsolidasi sebelumnya. Walau begitu, reli semacam ini kemungkinan hanya bersifat korektif dan bukan perubahan tren utama.
Dalam banyak kasus, reli di tengah tren turun yang sudah terkonfirmasi biasanya hanya digunakan untuk menjebak posisi short sebelum harga kembali melemah. Jika tidak ada volume besar dan arus modal yang kuat, biasanya reli tersebut akan mudah memudar. Agar struktur bearish secara keseluruhan benar-benar melemah, Zcash harus bisa mengambil kembali area US$407 yang berada di dekat bahu kanan pola ini. Sampai itu terjadi, formasi head-and-shoulders masih tetap bertahan.
Setelah berminggu-minggu mendapat tekanan berat dan turun lebih dari 12%, saham MicroStrategy mencoba untuk stabil. Reli Bitcoin mendekati US$79.000 pada waktu publikasi membantu meredakan kekhawatiran tentang harga rata-rata akuisisi perusahaan, yang sempat mendominasi sentimen pasar pada akhir Januari.
Selama beberapa waktu, investor cemas kalau penurunan harga Bitcoin yang lebih dalam bisa membuat MSTR mengalami rugi belum terealisasi. Kini karena risiko langsung itu sudah mereda, perhatian beralih pada apakah pemulihan harga bisa terjadi. Data korelasi, arus modal, dan struktur harga menunjukkan saham ini berada di zona risiko tinggi, di mana pergerakan besar Bitcoin berikutnya berpotensi mengarahkan tren MSTR dalam beberapa minggu ke depan.
Korelasi Bitcoin Menjelaskan Kenapa MicroStrategy Turun Lebih Cepat
Sejak awal Oktober, saham MicroStrategy sudah turun sekitar 62%, sedangkan Bitcoin turun sekitar 38% di periode yang sama. Perbedaan ini menyoroti bahwa MSTR bergerak seperti versi Bitcoin dengan leverage. Kalau Bitcoin melemah, biasanya saham MicroStrategy jatuh lebih dalam karena investor juga mempertimbangkan paparan neraca, utang, dan risiko sentimen.
Data Dune juga mendukung hubungan ini. Korelasi 90 hari antara MSTR dan Bitcoin hampir mencapai 0,97 (mendekati 1), artinya kedua aset ini bergerak ke arah yang sama hampir setiap hari.
Meskipun begitu, korelasi tinggi ini tidak berarti besaran penurunannya sama. Korelasi hanya mengukur arah, bukan besar kecilnya pergerakan. Data ini menunjukkan bahwa MSTR mengikuti tren Bitcoin, akan tetapi risiko leverage dan struktur membuat pergerakan saham lebih ekstrem.
Situasi seperti ini makin terlihat jelas pada akhir Januari, ketika Bitcoin sempat turun di bawah harga rata-rata pembelian MicroStrategy sekitar US$76.000. Saat itu muncul kekhawatiran soal rugi belum terealisasi dan tekanan tambahan pada saham MSTR. Setelah Bitcoin kembali naik di atas US$78.000, ancaman itu pun mereda dan suasana market menjadi lebih tenang.
Walau begitu, korelasi tetap sangat tinggi. Jika Bitcoin kembali melemah, harga saham MSTR kemungkinan akan ikut turun, sehingga risiko penurunan tetap besar.
Money Flow dan Volume Beri Sinyal Campuran
Data arus modal mencerminkan gambaran yang lebih rumit. Chaikin Money Flow (CMF), yaitu indikator yang mengukur apakah uang mengalir masuk atau keluar berdasarkan harga dan volume, trennya makin naik sejak pertengahan Januari. Antara 14 Januari hingga 2 Februari, harga saham MSTR memang turun, namun CMF terus naik. Divergensi bullish ini menandakan investor besar secara diam-diam mengakumulasi ketika harga sedang lemah.
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Saat ini CMF mendekati garis nol, yaitu batas antara arus modal masuk bersih dan keluar bersih. Jika CMF bisa menembus dan bertahan di atas nol, maka tekanan beli lebih dominan dari tekanan jual. Terakhir kali CMF bergerak jelas di atas level nol adalah awal September, setelah itu saham reli hampir 25%. Karena itulah, CMF jadi pemicu utama bila ada upaya pemulihan harga.
Namun, volume saham MicroStrategy justru memberi sinyal berbeda. On-Balance Volume (OBV), yang melacak apakah volume perdagangan mendukung tren harga, justru menurun. OBV anjlok seiring harga dan kini sudah turun di bawah garis tren naiknya. Ini artinya partisipasi makin lemah dan minat trader ritel juga memudar.
Secara keseluruhan, indikator-indikator ini memberi sinyal beragam. CMF mengisyaratkan akumulasi selektif dari pemain besar, sedangkan OBV menunjukkan minat pelaku pasar umum masih lemah, kemungkinan karena sentimen negatif dari rata-rata harga beli di masa lalu.
Ketika metrik-metrik ini tidak sejalan, reli sering kesulitan untuk mendapatkan momentum. Tanpa partisipasi yang kuat, pergerakan naik biasanya cepat memudar. Oleh karena itu, meskipun institusi mungkin melakukan positioning lebih awal, kenaikan berkelanjutan kemungkinan membutuhkan performa Bitcoin yang lebih kuat.
Level Harga Saham MicroStrategy Kunci Tunjukkan Zona Keputusan 20% di Depan
Dengan indikator yang memberikan sinyal bertentangan, level harga MSTR sekarang lebih penting dari sebelumnya. Support terpenting berada di dekat US$139. Level ini sudah beberapa kali diuji dan sejalan dengan support Fibonacci dari penurunan Oktober, sehingga menjadi titik keputusan utama pasar.
Jika US$139 jebol pada penutupan harian, risiko penurunan akan meningkat tajam. Dalam skenario itu, harga bisa turun menuju US$107, yang berarti penurunan tambahan sekitar 20%. Pergerakan seperti ini kemungkinan akan terjadi bersamaan dengan melemahnya Bitcoin lagi. Breakdown yang lebih dalam kemungkinan juga akan terjadi seiring dengan berlanjutnya pelemahan Bitcoin.
Di sisi atas, resistance utama pertama ada di dekat US$170, juga sekitar 20% dari level saat ini. Level ini telah beberapa kali membatasi upaya rebound dan tetap menjadi hambatan utama. Breakout di atas US$170 secara konsisten akan memperbaiki struktur teknikal dan menandakan mulai pulihnya kepercayaan. Setelah itu, hambatan berikutnya ada di dekat US$190.
Jika zona ini tembus, tren akan berbalik menjadi bullish secara meyakinkan dan mengonfirmasi bahwa masuknya modal benar-benar membuat harga menguat.
Analisis Harga MicroStrategy | Sumber: TradingView
Saat ini, MicroStrategy berada di sekitar US$139, dengan risiko ke bawah menuju US$107 dan resistance di dekat US$170. Rentang yang lebar ini mewakili hampir 20% ke dua arah, sehingga membentuk zona keputusan dua arah. Pergerakan Bitcoin nampaknya akan menentukan sisi mana yang akan ditembus lebih dulu. Jika Bitcoin bergerak di atas US$80.000, MSTR berpotensi menguji US$170, sementara pergerakan sideways bisa memperpanjang konsolidasi. Jika Bitcoin melemah, support di dekat US$139 menjadi rentan.
Sampai breakout yang jelas terjadi, volatilitas kemungkinan tetap tinggi dan setiap reli berisiko mengalami pembalikan.
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan penting untuk perkembangan utama di dunia kripto hari ini.
Siapkan kopi dan duduklah sebentar—pasar bergerak dengan cara yang membuat para investor berpengalaman pun harus memicingkan mata ketika melihat grafik. Emas dan perak sedang melonjak, aset kripto bergerak tidak stabil, dan kebijakan Washington menambah ketidakpastian. Tapi menurut Tom Lee, di tengah kekacauan ini, sepertinya titik balik diam-diam mulai terbentuk.
Berita Kripto Hari Ini: Tom Lee Sebut White House Mempercepat Kemenangan Pemilu Sela dan Mengacaukan Pasar
Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors memberikan pandangan hati-hati namun optimistis bagi investor aset kripto, dan berpendapat gejolak terbaru di Bitcoin dan Ethereum mungkin hanya bersifat sementara.
Saat tampil di Squawk Box CNBC, Lee mengaitkan lonjakan harga emas dan perak di awal tahun dengan manuver kebijakan dari Washington, D.C.
Ia menuturkan bahwa langkah-langkah Gedung Putih untuk sementara telah “membajak” selera risiko, menciptakan sebuah “pusaran” yang menarik modal keluar dari aset kripto meski punya fundamental yang kuat.
Emas melonjak hingga US$4.954,99 per ons, naik 6,5% dalam sehari, sementara perak melejit 13,66% ke US$87,53. Ini menjadi kenaikan harian terbesar untuk kedua logam sejak krisis keuangan tahun 2008.
🚨 WARNING: SOMETHING BIG IS COMING!
GOLD: $4,958 SILVER: $87
That's a 6.5% and 14% pump in ONE day.
It's the BIGGEST daily gain since 2008.
This is a WARNING you gotta understand if you hold stocks, crypto, or anything else.
“Industri aset kripto saat ini sama sekali tidak punya leverage,” ujar dia. “Performa emas dan perak menyedot seluruh selera risiko ke perdagangan logam mulia.”
Lee juga menyoroti politik di Washington sebagai pemicu utama ketidakpastian pasar. Dengan midterms yang semakin dekat, ia mengkritik Gedung Putih karena “sengaja lebih cepat menentukan siapa pemenang dan siapa yang kalah,” mendahulukan agendanya dan membuat pasar “terkunci”.
Spekulasi seputar siapa Ketua The Fed berikutnya juga menambah volatilitas, dengan Lee memperingatkan pasar akan menguji kebijakan dan komitmen suku bunga dari pejabat baru, seperti yang terjadi pada Janet Yellen dan Jerome Powell sebelumnya.
Meski banyak pihak percaya Partai Republik akan kehilangan kursi di DPR, Lee memaparkan bahwa jika partai itu bertahan, hasilnya bisa jadi “kejutan positif”.
Tanda-Tanda Menunjukkan Titik Terendah Kripto di Tengah Euforia Emas dan Perak
Meski dalam jangka pendek ada hambatan, Lee melihat sinyal bahwa aset kripto mungkin sudah menyentuh titik terbawah. Penasehat Fundstrat, Tom DeMark, menilai “keselarasan waktu dan harga” sudah tercapai, di mana Bitcoin kembali di atas US$78.000 dan Ethereum mendekati US$2.300.
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView
Lee menambahkan bahwa alamat aktif Ethereum sedang “naik tajam,” karena Wall Street makin banyak mengadopsi aset digital.
“Semua komponen sudah siap agar aset kripto membentuk titik terbawah saat ini,” ucapnya, membandingkan lemahnya harga dengan aktivitas jaringan.
Pandangan ini sejalan dengan catatan analis soal rotasi modal yang mungkin terjadi, di mana beberapa pihak menyoroti rebound emas 11% dari titik terendah, bertambah US$3,07 triliun, dan lonjakan perak 20% sehingga mengembalikan US$800 miliar.
Analis Bull Theory membandingkan kondisi sekarang dengan Agustus 2020, ketika emas mencapai puncak di US$2.075, Bitcoin sempat turun 20%, lalu reli 559% selama delapan bulan karena modal kembali masuk ke aset berisiko.
“Emas sepertinya sudah di puncak, dan Bitcoin sudah terkoreksi—sekarang kita bisa melihat rotasi ke aset berisiko,” papar mereka.
Namun, tidak semua komentar bersifat bullish. Analis Wimar.X memberi peringatan bahwa lonjakan logam mulia ini menandakan sebuah sistem yang “rusak”, seperti kondisi sebelum krisis 2000, 2007, dan 2019.
Dengan rasio harga emas terhadap perak mendekati 56, mereka menilai institusi-institusi “keluar dari kasino”, yang mungkin menandakan kejatuhan pasar di tahun 2026.
Lee, di sisi lain, menekankan bahwa kondisi ekonomi makro secara umum masih kuat. Saham-saham naik 1% pada Januari, yang secara historis berkorelasi dengan kenaikan indeks S&P sebesar 18% per tahun dalam periode serupa sejak 1950.
Meski valuasi AI dan teknologi bisa saja kembali ke rata-rata, ia memandang logam mulia yang “beristirahat” adalah hal baik bagi pasar dan bisa membuka jalan bagi pergerakan kripto berikutnya.
Pertanyaannya sekarang, apakah arus modal yang digerakkan Washington akan terus mengalir ke logam mulia atau Bitcoin dan Ethereum sudah siap untuk bangkit kembali?
Chart of the Day
Rasio Emas ke Bitcoin pada 2026 | Sumber: Milk Road
Rasio dominasi Emas ke Bitcoin membandingkan kapitalisasi pasar kedua aset tersebut.
Alpha Singkat Byte
Berikut ringkasan berita kripto AS lainnya yang bisa kamu simak hari ini:
Harga Ethereum Mulai Stabil Setelah Jatuh Tajam, tapi Sentimen Holder Jangka Panjang Melemah
Namun, data on-chain menunjukkan cerita yang lebih hati-hati. Walaupun struktur bullish belum benar-benar patah, perilaku holder jangka panjang dan metrik untung-rugi mengalami pelemahan. Kedua hal ini mengisyaratkan bahwa rebound ini belum didukung keyakinan yang kuat. Jika tren seperti ini berlanjut, Ethereum bisa tetap rentan terkoreksi lebih dalam, bahkan sampai ke level US$1.500.
Penurunan Harga 37% Tak Mematahkan Pola, Tapi Ada Syaratnya
Sejak pertengahan Januari, Ethereum sudah turun hampir 37% hingga menyentuh level terendah di kisaran US$2.160. Penurunan ini terjadi setelah adanya divergensi bearish yang jelas.
Antara 6 Januari hingga 14 Januari, ETH mencetak higher high, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk lower high. RSI sendiri mengukur momentum pada skala 0–100. Ketika harga naik, namun RSI melemah, itu menunjukkan tekanan beli mulai berkurang. Divergensi seperti ini sering memicu pembalikan tren, dan Ethereum juga bergerak sesuai pola tersebut.
Walaupun sempat anjlok tajam, harga masih berada dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk ketika harga menciptakan lower high dan lower low di dalam garis tren yang semakin menyempit. Biasanya, struktur ini merupakan pola bullish yang mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah.
Struktur Ethereum Masih Terjaga | Sumber: TradingView
Ingin wawasan token seperti ini? Langganan Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Hodler Net Position Change memantau apakah investor jangka panjang sedang akumulasi atau justru menjual. Pada 18 Januari, perubahan net posisi 30 hari mencapai puncak mendekati +338.708 ETH. Ini menandakan akumulasi yang kuat.
Pada 2 Februari, angka itu anjlok ke sekitar +40.953 ETH. Itu turun hampir 90%.
Holder Akumulasi Ethereum Lebih Sedikit | Sumber: Glassnode
Ini menandakan holder jangka panjang sangat mengurangi aksi beli selama koreksi. Jika holder yang punya keyakinan tidak tambah akumulasi saat harga turun, biasanya pasar memang belum menyentuh dasar yang kuat. Bottom yang kokoh biasanya terjadi ketika holder terus akumulasi saat harga jatuh. Sekarang, situasi tersebut belum terlihat.
Keuntungan di Atas Kertas dan Transfer ke Exchange Tunjukkan Reli Sedang Dijual
Peringatan kedua datang dari data Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) Ethereum dan data transfer exchange.
NUPL mengukur seberapa besar keuntungan atau kerugian holder secara hitungan di atas kertas. Metode ini membandingkan harga saat ini dengan rata-rata harga beli. Jika NUPL tinggi, mayoritas investor sedang cuan. Jika NUPL negatif, banyak investor sedang merugi.
Akhir Januari, NUPL Ethereum turun dari kisaran 0,25 menjadi sekitar 0,007 per 1 Februari. Ini memperlihatkan bahwa keuntungan hampir lenyap, meski belum sepenuhnya habis.
Namun, kalau melihat dalam periode satu tahun, NUPL masih jauh dari kondisi benar-benar kapitulas.
Pada April 2025, NUPL sempat turun ke −0,22. Kondisi itu menandai adanya ketakutan dan kapitulas yang mendalam. Setelah itu, ETH reli dari sekitar US$1.472 ke US$4.829, melonjak sekitar 228%. Saat ini, NUPL masih jauh dari level tersebut.
Ini mengindikasikan fase kapitulas besar-besaran belum terjadi. Koreksi masih bisa berlanjut sampai terbentuk bottom yang benar-benar kuat.
Data transfer exchange menambah risiko ini. Saat harga turun tajam akhir Januari, jumlah transfer (bukan koin) jatuh jadi sekitar 23.000–24.000 per hari. Ini menandakan tekanan jual berkurang di level terendah. Namun, saat rebound antara 1 sampai 2 Februari, jumlah transfer langsung melonjak ke atas 37.000.
Lonjakan ini lebih dari 50% hanya dalam satu hari. Artinya, banyak holder (mungkin holder spekulatif) memanfaatkan bounce untuk memindahkan ETH ke exchange dan kemungkinan besar menjual. Jika setiap reli malah memicu lonjakan transfer ke exchange, berarti reli justru jadi momen distribusi, bukan akumulasi.
Transfer ke Exchange Naik Tajam | Sumber: Glassnode
Pola ini menyoroti semakin besarnya jarak antara trader spekulatif dengan dana jangka panjang.
Gil Rosen, Co-Founder Blockchain Builders Fund, menjelaskan perbedaan ini secara eksklusif kepada BeInCrypto:
“Ada dua arus modal yang terpisah. Ada modal institusi yang mulai banyak berinvestasi di aset kripto dari semua kelas aset, dan ada juga arus modal ritel. Modal institusi selalu mendahulukan ekonomi makro, dan ketika pasar berubah, aset kripto masih dianggap sebagai aset berisiko. Sementara itu, modal spekulatif jangka pendek melonjak pada kuartal 4,” terang dia.
Perilaku ini membuat pergerakan naik jadi kurang kuat.
Level Harga Ethereum Tunjukkan Mengapa US$1.500 Kembali Masuk dalam Permainan
Dengan struktur yang masih bertahan namun keyakinan mulai melemah, level harga Ethereum kini lebih penting daripada indikator. Support utama pertama berada di sekitar US$2.250. Level ini menjadi dasar jangka pendek setelah terjadi rebound.
Di bawahnya, US$2.160 tetap menjadi level krusial. Ini menandai level terendah terbaru dan mendekati batas bawah pola falling wedge. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah zona ini, struktur harga bullish Ethereum akan semakin melemah.
Jika US$2.160 gagal bertahan dan juga lower trendline wedge ditembus, risiko penurunan harga bisa terbuka menuju wilayah US$1.540, yang merupakan level ekstensi Fib utama ke bawah. Koreksi seperti ini juga akan membawa NUPL mendekati level kapitulasi historis serta harga mendekati zona April 2025.
Di area itulah potensi reset yang lebih dalam bisa terjadi. Untuk bergerak naik, Ethereum harus bisa menembus kembali US$2.690 agar sentimen berubah. Level ini merupakan area resistance Fibonacci utama dan juga zona breakdown sebelumnya.
Hanya pergerakan yang bertahan di atas US$2.690 yang menandakan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali. Sampai saat itu, reli di antara US$2.250 dan US$2.690 kemungkinan akan mengalami tekanan jual yang kuat. Selama ETH masih terjebak di rentang ini, setiap pantulan harga berisiko menjadi peluang keluar berikutnya.