Normal view

Modal Tebak Harga, Pemain Bisa Raup Pool Reward Rp25,3 Miliar di Game Web3 Ini

21 January 2026 at 11:14

YGG Play mengonfirmasi kolaborasi dengan Roach Racing Club, sebuah game simulasi trading kompetitif yang menyulap prediksi pergerakan pasar menjadi balapan cepat berhadiah kripto. Lewat kerja sama ini, Roach Racing Club bergabung ke YGG Play Launchpad, dengan quest yang langsung terintegrasi ke dalam gameplay inti.

Kolaborasi ini dirancang untuk mendorong pemain tetap aktif, mendongkrak retensi, sekaligus memperkuat aktivitas on-chain dalam ekonomi game.

Apa Itu Roach Racing Club?

Roach Racing Club adalah game simulasi trading kompetitif berbasis Abstract chain. Alih-alih farming pasif, game ini mengusung konsep race to win, di mana pemain saling adu kecepatan dan akurasi dalam membaca market.

Pemain akan mengendalikan “roach” mereka untuk melakukan prediksi market secara real-time. Setiap prediksi yang tepat akan mendorong roach semakin dekat ke garis finis. Semakin jago membaca market, semakin besar pula peluang untuk menang dan membawa pulang hadiah.

Model ini membuat trading terasa seperti balapan—cepat, kompetitif, dan penuh tekanan—bukan sekadar menunggu hasil atau skor akhir.

Raup Cuan dari Main Game

Berbeda dari banyak game Web3 yang mengandalkan grinding, Roach Racing Club menekankan skill-based gameplay. Artinya, hasil yang didapat pemain sangat bergantung pada kemampuan mereka membaca pergerakan harga, bukan seberapa lama bermain.

Pendekatan ini terbukti menarik minat crypto degen, streamer, hingga pemain kompetitif. Sejak meluncur di Abstract, Roach Racing Club telah:

  • Membagikan lebih dari US$1,5 juta total hadiah
  • Menarik lebih dari 450.000 pemain
  • Mencatat lebih dari 9,2 juta balapan

Raihan tersebut menjadikannya salah satu game dengan performa terbaik di ekosistem Abstract.

Lewat kemitraan ini, YGG Play akan mendukung Roach Racing Club dari berbagai sisi, mulai dari revenue share berbasis smart contract, akuisisi pemain, strategi marketing, hingga aktivasi KOL.

Sejumlah KOL dari ekosistem Abstract seperti Badlynasty, GMB, lorenzo, Marcello, Micka Penguins, dan Nickytha akan mempromosikan quest Roach Racing Club di YGG Play.

Di samping itu, game unggulan YGG Play, LOL Land, juga akan menghadirkan papan bertema Roach Racing mulai 29 Januari 2026. Tim Roach Racing Club juga tengah menyiapkan event in-game lanjutan, melanjutkan kolaborasi sebelumnya yang sempat menghadirkan YGG Stadium map dengan total hadiah lebih dari US$10.000.

Game Kompetitif untuk “Casual Degen”

CEO Roach Racing Club, 0xRoachCoach, menyebut kolaborasi ini sebagai kelanjutan alami dari kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya dan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Sementara itu, co-founder YGG, Gabby Dizon, menilai Roach Racing Club sebagai game crypto-native yang relevan dengan tren saat ini.

“Ini adalah game kompetitif berbasis aksi market nyata. Sangat cocok untuk casual degen, dan itu membuatnya pas dengan visi YGG Play,” ujar sang co-founder.

Kolaborasi dengan Roach Racing Club menjadi kemitraan pertama YGG Play di 2026. Ke depannya, YGG Play berencana menambah lebih banyak developer dan judul game lain ke dalam ekosistemnya.

Dengan menggabungkan prediksi market, kompetisi real-time, dan insentif kripto, Roach Racing Club menunjukkan bagaimana konsep play-to-earn (P2E) berevolusi menjadi play-to-win (P2E), di mana skill, bukan sekadar waktu, menjadi kunci untuk mendulang cuan dari game Web3.

Bagaimana pendapat Anda tentang tren baru game kompetitif berbasis skill trading di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Proyek Air Jakarta Incar Rp593 Miliar Lewat Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

20 January 2026 at 10:26

Kesenjangan pendanaan infrastruktur air di Asia Tenggara semakin mengkhawatirkan. Dengan kebutuhan investasi mencapai US$4 triliun hingga 2040, perlu adanya inovasi pembiayaan baru.

Memanfaatkan teknologi blockchain, GSX dan GIF resmi menjalin kerja sama untuk menguji tokenisasi aset dunia nyata (real-world asset / RWA) pada sektor ini. Proyek perdana bermula di Indonesia dengan nilai US$30 juta, sebagai batu loncatan menuju target US$200 juta di seluruh Asia Tenggara. Skema ini secara unik menggabungkan aset fisik publik dengan kecepatan penyelesaian berbasis kripto tanpa mengabaikan kepatuhan regulasi.

Pilot Infrastruktur Air Jakarta Jadi Fondasi Baru Pembiayaan Publik

Inisiatif ini dimulai dengan fokus pada fasilitas pengolahan air di Jakarta yang beroperasi di bawah kontrak pemerintah. Karena menghasilkan arus kas yang stabil dan jangka panjang, aset ini dinilai sangat ideal sebagai basis tokenisasi bagi investor institusional.

Saat ini, terdapat delapan fasilitas dalam proyek pilot yang melayani lebih dari 36.000 penduduk dengan pasokan air bersih 2.300 liter per detik. Menurut prediksi, proyek ini akan mampu meraup pendapatan lebih dari US$15 juta pada akhir tahun 2026. Melalui skema tokenisasi, GSX dan Globalasia menargetkan dana tambahan sebesar US$35 juta untuk memperluas kapasitas serta jaringan distribusi air.

Struktur ini memungkinkan investor mendapatkan imbal hasil dari infrastruktur publik dengan tingkat transparansi yang setara dengan pasar modal tradisional.

Witjaksono, selaku perwakilan dari Globalasia, menyatakan antusiasmenya atas kolaborasi ini:

“Kami sangat senang bekerja sama dengan GSX untuk mengembangkan tokenisasi aset pada proyek nyata di Indonesia. Proses ini menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan, mengingat Indonesia memiliki banyak pengembangan infrastruktur utama dan aset alam yang dapat diakses untuk tokenisasi. Kolaborasi ini memberikan cara praktis bagi penerbit dan institusi untuk mendanai infrastruktur serta aset terkait ESG lainnya sembari bekerja berdampingan dengan regulator.”

Inovasi Keuangan: Stablecoin Rupiah & Settlement Instan (T+0)

Untuk mendukung efisiensi, kolaborasi ini memperkenalkan sistem penyelesaian (settlement) menggunakan stablecoin berbasis Rupiah. Keunggulan utamanya adalah:

  • Finalitas Instan (T+0): Memangkas waktu kliring lintas negara dari hitungan hari menjadi hampir seketika.
  • Standar Global: Mengintegrasikan kepatuhan internasional seperti rekomendasi FATF, prosedur KYC/AML, dan standar pesan keuangan ISO 20022.
  • Keamanan Terjamin: Aset dapat berpindah secara aman antara sistem keuangan tertutup (permissioned) dan jaringan publik.

Roadmap dan Proyeksi Masa Depan

Dalam 12 bulan ke depan, kedua pihak akan menjalankan uji coba penerbitan token dan penyelesaian stablecoin di koridor terbatas. Rencana ini nantinya akan berekspansi ke jalur valuta asing lain dengan melibatkan lebih banyak mitra institusional di bawah pengawasan ketat komite bersama.

Langkah ini menandai pergeseran besar infrastruktur kripto: dari sekadar eksperimen menuju penerapan nyata di sektor publik. Apabila berhasil, model ini berpotensi menjadi standar baru dalam pembiayaan infrastruktur dan aset berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh Asia Tenggara.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dalam mendanai infrastruktur publik di Indonesia di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌