Normal view

3 Alasan Mengapa Januari Bitcoin Merupakan Fase Konsolidasi yang Krusial

20 January 2026 at 09:15

Fase konsolidasi Bitcoin sering terasa tidak nyaman bagi trader. Fase ini menguji kesabaran dan keyakinan. Tapi, periode ini juga bisa menciptakan peluang bagi investor yang mengikuti rencana manajemen modal dengan disiplin.

Beberapa sinyal menunjukkan Januari bisa menjadi bulan saat Bitcoin memasuki fase konsolidasi krusial sebelum pemulihan harga.

3 Sinyal Tunjukkan Januari Bisa Jadi Saat Bitcoin Membentuk Local Bottom

Berdasarkan data teknikal, on-chain, dan exchange, para analis percaya sinyal positif untuk pemulihan jangka panjang sudah mulai muncul.

Pertama, data teknikal menunjukkan Bitcoin sedang mendekati zona DCA optimal berdasarkan moving average (MA).

Menurut platform analitik on-chain Alphractal, zona akumulasi jangka panjang yang ideal biasanya terbentuk saat harga BTC turun di bawah semua moving average harian, mulai dari siklus 7 hari hingga 720 hari. Kondisi ini menciptakan “zona aman” di mana harga dianggap undervalued terhadap tren jangka panjangnya.

Saat ini, Bitcoin sudah turun di bawah sebagian besar moving average-nya sejak November lalu. Hanya MA720 yang masih bertahan. Level ini berada di kisaran US$86.000.

“Bitcoin sedang sangat dekat dengan salah satu zona terbaik untuk menerapkan strategi DCA. Secara historis, zona ini sangat baik untuk akumulasi jangka panjang. Agar itu terjadi, BTC harus turun di bawah US$86.000,” komentar Alphractal .

Bitcoin Dynamic MA & Price. Source: Alphractal
Bitcoin Dynamic MA & Harga | Sumber: Alphractal

Bitcoin turun di bawah US$86.000 belum tentu langsung menjadi titik terendah, tapi data historis menunjukkan periode BTC menembus MA7 sampai MA720 biasanya berlangsung beberapa bulan.

Kedua, data on-chain memperlihatkan pertumbuhan jaringan Bitcoin berada di titik terendah selama beberapa tahun terakhir. Meski terlihat negatif, pola historis justru menunjukkan hal ini sering menjadi awal fase pemulihan.

Menurut Swissblock, sebuah dana investasi sekaligus penyedia informasi pasar, lemahnya aktivitas jaringan dan likuiditas rendah mengindikasikan Bitcoin sedang berada di fase akumulasi atau konsolidasi sebelum pergerakan besar selanjutnya.

“Pertumbuhan jaringan sudah menyentuh titik terendah sejak 2022, sementara likuiditas terus berkurang. Pada 2022, level jaringan seperti ini memicu fase konsolidasi BTC saat pertumbuhan jaringan mulai membaik, walaupun likuiditas masih lemah dan mendekati dasar,” papar Swissblock.

Bitcoin Network Growth vs Liquidity. Source: Swissblock
Pertumbuhan Jaringan Bitcoin vs Likuiditas | Sumber: Swissblock

Swissblock juga menyebutkan bahwa masih diperlukan tanda-tanda adopsi baru di jaringan. Jika skenario ini terjadi, reli seperti tahun 2022 bisa mendorong Bitcoin menyentuh all-time high baru tahun ini.

Ketiga, data exchange memperlihatkan tekanan jual dari para whale turun drastis dalam satu bulan terakhir. Perubahan ini menciptakan lingkungan yang lebih mendukung untuk konsolidasi harga dan pemulihan selanjutnya.

Binance Whale to Exchange Flow. Source: CryptoQuant.
Arus Whale ke Exchange Binance | Sumber: CryptoQuant.

Penurunan Tekanan Jual dari Whale

Berdasarkan data CryptoQuant , arus BTC dari whale ke exchange turun sangat tajam, terutama di Binance.

Secara khusus, pasokan BTC masuk dari transaksi besar yang berkisar antara 100 sampai lebih dari 10.000 BTC telah turun dari hampir US$8 miliar per bulan pada akhir November 2025 menjadi sekitar US$2,74 miliar saat ini. Perubahan perilaku ini sangat mengurangi tekanan suplai di sisi penjual. Hal ini mendukung stabilitas harga serta memperkuat potensi pemulihan.

Kombinasi sinyal teknikal (harga diperdagangkan di bawah moving average utama), data on-chain (pertumbuhan jaringan rendah), dan metrik exchange (penurunan tekanan jual whale) mengindikasikan Bitcoin sedang memasuki fase konsolidasi yang ideal untuk membentuk titik terendah lokal.

Meski begitu, data di atas belum cukup untuk menentukan harga dasar secara pasti. Selain itu, beberapa ketidakpastian eksternal masih belum terhitung. Hal ini termasuk potensi kembalinya tekanan tarif di tengah ketegangan geopolitik dan dampak pasar akibat pergantian kepemimpinan Federal Reserve yang akan datang.

Bagaimana pendapat Anda tentang fase konsolidasi Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Whale Ethereum Transaksi US$110 Juta saat Tekanan Pasar Meningkat

20 January 2026 at 06:08

Ethereum (ETH) mengalami tekanan jual yang signifikan pada Januari 2026. Wallet whale dan institusi telah memindahkan lebih dari US$110 juta ETH ke beberapa exchange utama.

Pada saat yang sama, Coinbase Premium Index menunjukkan permintaan yang melemah di pasar Amerika Serikat. Meski begitu, permintaan staking yang semakin tinggi. Sinyal teknikal yang mendukung memberikan prospek yang tetap optimistis meskipun hati-hati untuk aset ini.

Transfer Ethereum Besar Tunjukkan Aktivitas Tinggi dari Whale dan Institusi

Data on-chain menunjukkan banyak transaksi besar Ethereum. Perusahaan analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa sebuah wallet dengan identitas 0xB3E8, yang mulai melakukan trading ETH delapan tahun lalu, telah mentransfer 13.083 ETH senilai sekitar US$43,35 juta ke Gemini minggu lalu.

Walaupun terjadi perpindahan tersebut, wallet tersebut masih menyimpan 34.616 ETH, dengan nilai sekitar US$115 juta.

It appears that a whale is dumping 13,000 $ETH($41.75M).

Galaxy Digital OTC wallet just transferred 13,000 $ETH($41.75M) out and has already deposited 6,500 $ETH($20.89M) into #Binance, #Bybit, and #OKX.https://t.co/UT2jKKEMFS pic.twitter.com/GolGaNMzrN

— Lookonchain (@lookonchain) January 19, 2026

Selain whale, pelaku institusi juga melakukan pergerakan besar. Lookonchain mencatat bahwa perusahaan Ethereum treasury FG Nexus menjual 2.500 ETH, dengan nilai sekitar US$8,04 juta.

Penjualan sebelumnya dari perusahaan ini terjadi pada November 2025, saat mereka memindahkan 10.975 ETH ke Galaxy Digital pada 18 dan 19 November. Saat ini, perusahaan tersebut memegang 37.594 ETH dengan nilai sekitar US$119,7 juta.

Selain itu, Lookonchain mengungkapkan bahwa sebuah wallet yang kemungkinan terkait dengan perusahaan venture capital Fenbushi Capital mengirim 7.798 ETH senilai US$25 juta ke Binance. Token-token tersebut telah di-staking selama dua tahun sebelum akhirnya kembali beredar.

Perlu dicatat bahwa pelaku pasar sering melihat arus masuk dana ke exchange sebagai sinyal awal adanya potensi aksi jual. Aset biasanya dipindahkan ke exchange terpusat untuk mendapatkan likuiditas atau melakukan trading.

Tapi, pergerakan ini belum tentu langsung diikuti oleh penjualan pasar secara segera. Dana tersebut bisa juga untuk kebutuhan rebalancing internal, penempatan collateral, strategi hedging, atau penyelesaian over-the-counter. Jadi, meskipun deposit ke exchange bisa meningkatkan risiko aksi jual jangka pendek, hal ini tidak serta merta menandakan bahwa likuidasi akan segera terjadi.

Sejalan dengan pergerakan on-chain tersebut, indikator berbasis pasar juga memberikan gambaran tambahan soal kondisi saat ini. Coinbase Premium Index, yang mengukur perbedaan persentase harga Coinbase Pro (pasangan USD) dan harga Binance (pasangan USDT), saat ini berada di zona negatif. Hal ini menunjukkan permintaan yang lebih lemah dari investor institusi asal Amerika Serikat.

ETH's Negative Coinbase Premium Index
Coinbase Premium Index Negatif ETH | Sumber: CryptoQuant

Ethereum Staking dan Sinyal Teknikal Tunjukkan Ketahanan

Meski begitu, ekosistem staking Ethereum terus menunjukkan permintaan yang konsisten. Berdasarkan data antrean validator, terdapat 2,7 juta ETH dalam antrean masuk untuk staking, sehingga menyebabkan waktu tunggu hingga 47 hari. Backlog yang besar ini menandakan minat yang tinggi untuk berpartisipasi sebagai validator dan dukungan jangka panjang terhadap jaringan.

Perbandingan antara antrean masuk dan keluar menjadi perhatian. Ada 36.960 ETH yang menunggu antrean keluar. Ketidakseimbangan ini memberi sinyal bahwa meski beberapa holder besar memilih untuk menjual, mayoritas validator tetap berkomitmen ingin mendapatkan imbalan staking dan membantu menjaga keamanan jaringan.

Tom Lee(@fundstrat)'s #Bitmine staked another 86,848 $ETH($277.5M) 5 hours ago.

In total, #Bitmine has now staked 1,771,936 $ETH($5.66B).https://t.co/P684j5Yil8 pic.twitter.com/fNoIuERqKt

— Lookonchain (@lookonchain) January 20, 2026

Selain itu, analis pasar juga menyoroti sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut untuk aset ini. Mengomentari situasi saat ini, analis Crypto Gerla menuturkan bahwa ETH sedang berada di fase re-akumulasi. Analis tersebut juga menambahkan bahwa pergerakan menuju US$3.600 bisa saja terjadi.

Bears called for a top last cycle because of the $ETH head and shoulder pattern.

Now, ETH is forming an inverse head and shoulder pattern, but bears think it won't play out this time.

They were right in 2022 and will be wrong in 2026. pic.twitter.com/mHcDZyGBXY

— BitBull (@AkaBull_) January 19, 2026

Berdasarkan data terbaru dari BeInCrypto Markets, harga perdagangan Ethereum berada di angka US$3.166,51, turun 1,11%. Apakah tekanan jual akan tetap menekan aset ini atau justru momentum bullish kembali berkuasa, bakal menjadi tren penting yang perlu diperhatikan dalam periode mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan whale Ethereum ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin Incaran Crypto Whale saat Market Pump

14 January 2026 at 15:08

Market pump alias reli pasar kripto kian mendulang momentum menyusul data inflasi Amerika Serikat keluar dengan angka yang stabil. Consumer Price Index (CPI) Desember naik 2,7% secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi dan tetap memancarkan tren pendinginan inflasi. Kondisi ini pun meredakan tekanan terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat serta meningkatkan sentimen risk-on di berbagai pasar. Sejumlah crypto whale pun mulai mengambil posisi.

Meski demikian, pergerakan whale terpantau terukur, bukan euforia. Alih-alih mengejar reli secara agresif, para holder besar justru terlihat menambah eksposur pada tiga token tertentu sambil mencermati level teknikal kunci. Sikap ini mencerminkan persiapan yang matang, bukan pengambilan risiko secara membabi buta.

Dogecoin (DOGE)

Dogecoin kembali menarik minat crypto whale seiring pasar yang terus bergerak naik. Dalam 24 jam terakhir, DOGE menguat sekitar 5,9%, memperpanjang kenaikan 30 harinya menjadi kurang lebih 7,6%. Pergerakan ini memang terbilang moderat, namun terjadi di titik teknikal yang penting.

Data on-chain menunjukkan crypto whale yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta DOGE meningkatkan eksposur mereka selama pergerakan ini. Dalam satu hari terakhir, kelompok ini menaikkan kepemilikan dari 17,60 miliar DOGE menjadi 17,76 miliar DOGE, atau menambah sekitar 160 juta token, setara dengan kurang lebih US$23,5 juta dalam bentuk akumulasi.

Dogecoin Whales
Whale Dogecoin | Sumber: Santiment

Grafik harga membantu menjelaskan mengapa whale mulai masuk saat ini. Pada time frame harian, Dogecoin baru saja berhasil merebut kembali exponential moving average (EMA) 20 hari dan 50 hari. EMA memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru dan kerap digunakan untuk mengidentifikasi perubahan tren sejak dini.

Konfigurasi ini penting karena terakhir kali DOGE merebut kembali EMA 20 hari lalu EMA 50 hari dalam urutan yang sama terjadi pada awal Juli. Saat itu, pergerakan tersebut diikuti reli sekitar 73%, sekaligus ditandai dengan bullish crossover, yakni EMA 20 hari melintas ke atas EMA 50 hari.

Saat ini, EMA 20 hari kembali mendekati EMA 50 hari, membuka peluang terjadinya bullish crossover berikutnya.

Dari posisi sekarang, level pertama yang kemungkinan diperhatikan whale adalah US$0,154, sekitar 4,6% di atas harga saat ini. Penembusan bersih di atas area tersebut akan membawa EMA 100 hari dan EMA 200 hari sebagai resistance berikutnya. Jika level-level ini berhasil ditembus, itu akan menandai pergeseran tren yang lebih bermakna, bukan sekadar pantulan singkat, dan bahkan bisa membuka jalan bagi DOGE untuk merebut kembali US$0,209.

DOGE Price Analysis
Analisis Harga DOGE | Sumber: TradingView

Sebaliknya, jika DOGE kembali kehilangan EMA 20 hari dan 50 hari, sentimen bullish akan melemah dan harga berpotensi tertekan hingga ke area US$0,115.

Chainlink (LINK)

Chainlink mencatat arus masuk whale yang berkelanjutan untuk hari kedua berturut-turut. Meski kepemilikan sempat turun tipis antara 12 dan 13 Januari, reli pasar kripto memicu minat baru. Harga LINK naik hampir 6% dalam 24 jam terakhir, dengan harga kini menguji zona resistance teknikal penting setelah koreksi yang relatif terkendali.

Data on-chain memperlihatkan crypto whale mulai kembali secara perlahan. Dalam satu hari terakhir, kepemilikan whale meningkat dari 503,20 juta LINK menjadi 503,42 juta LINK, atau bertambah sekitar 220.000 LINK. Dengan harga saat ini, angka tersebut setara dengan sekitar US$3,1 juta dalam bentuk akumulasi baru. Meski skalanya lebih kecil dibanding fase buy the dip agresif, timing-nya cukup signifikan.

Chainlink Whales
Whale Chainlink | Sumber: Santiment

Grafik harga menjelaskan mengapa whale mulai mengambil posisi di area ini. Pada awal bulan, LINK terkoreksi setelah muncul peringatan momentum. Antara 9 Desember hingga 6 Januari, harga membentuk lower high, sementara Relative Strength Index (RSI) justru mencetak higher high. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan harga terbaru. Ketidaksinkronan ini menandakan momentum melemah dan mendorong terjadinya koreksi.

Kini, koreksi tersebut terlihat lebih konstruktif ketimbang bearish. Pergerakan harga selama fase koreksi membentuk bagian handle dari pola cup and handle, dan LINK kini menekan area neckline.

Untuk mengonfirmasi pola ini, LINK membutuhkan penutupan harian di atas US$14,10, diikuti kekuatan lanjutan di atas US$15,04. Jika tercapai, proyeksi pola mengarah ke US$17,62, sekitar 25% di atas harga saat ini. Potensi inilah yang tampaknya mendorong whale kembali masuk meski harga sudah naik.

  • Baca Juga:
Analisis Harga LINK | Sumber: TradingView

Di sisi bawah, penurunan di bawah US$12,97 akan melemahkan struktur ini, sementara penembusan di bawah US$11,73 akan membatalkannya sepenuhnya.

Uniswap (UNI)

Uniswap mencatat akumulasi crypto whale yang lebih berhati-hati saat harga mendekati level teknikal penting. UNI naik sekitar 5,5% dalam 24 jam terakhir, namun perilaku whale menunjukkan pendekatan yang terukur, bukan aksi mengejar harga secara agresif.

Sejak 13 Januari, whale meningkatkan kepemilikan UNI dari 549,37 juta menjadi 549,57 juta token, atau menambah sekitar 200.000 UNI. Dengan harga saat ini, akumulasi tersebut setara dengan sekitar US$1,1 juta.

UNI Whales
Whale UNI | Sumber: Santiment

Grafik harga menjelaskan sikap hati-hati ini. Uniswap saat ini berada tepat di bawah EMA 20 hari.

Secara historis, perebutan kembali EMA 20 hari kerap menjadi momen penting bagi UNI:

  1. Pada 8 November, merebut EMA ini menghasilkan reli sebesar 76%.
  2. Pada 20 Desember, merebut EMA ini memicu pergerakan sebesar 24%.
  3. Pada 3 Januari, merebut EMA ini secara singkat mendorong kenaikan 13%.

Para whale nampaknya mulai mengambil posisi lebih awal, namun masih menunggu konfirmasi. Penutupan harian di atas EMA 20 hari, kemudian diikuti dorongan menuju EMA 50 hari, akan memperkuat skenario bullish. Di atasnya, level resistance kunci berada di US$5,98 lalu US$6,57, dan bisa saja menyentuh US$8,13 jika kondisi pasar tetap mendukung.

Uniswap Price Analysis
Analisis Harga Uniswap | TradingView

Jika upaya merebut EMA gagal, risiko drop masih ada. Apabila kehilangan US$5,28, setup akan melemah dan bisa saja menekan harga ke US$4,74 dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi untuk ketiga altcoin incaran crypto whale kala market pump ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌