Normal view

3 Mata Uang Kripto Incaran Institusi, Apa Saja?

By:Bey
15 January 2026 at 09:52

Tahun 2026 menjadi titik balik bagi industri kripto global. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa raksasa keuangan dunia tidak lagi melihat aset digital sebagai eksperimen spekulatif, melainkan sebagai komponen inti dalam portofolio mereka. Arus modal kini mengalir deras ke tiga aset utama.

Pergeseran ini menandai berakhirnya era spekulasi liar, berganti dengan strategi berbasis fundamental yang dipandu oleh para pemimpin pemikiran finansial dunia. Berikut adalah alasan mengapa ‘Smart Money’ kini berlabuh pada tiga pilar digital tersebut.

Standar Baru Aset Cadangan Korporasi

Bitcoin kini telah mengukuhkan posisinya sebagai “emas digital” yang wajib di miliki oleh institusi melalui instrumen ETF. Strategi ini di pertegas oleh Michael Saylor, Chairman MicroStrategy, yang melalui akun X miliknya Saylor menyatakan:

“Bitcoin bukan sekadar aset; ia adalah standar cadangan digital untuk peradaban modern. Di tahun 2026, setiap entitas yang tidak memiliki eksposur pada BTC berarti mereka sedang bertaruh melawan efisiensi matematika.”

Sejalan dengan Saylor, BlackRock kini memandang Bitcoin sebagai aset safe haven yang mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pusat Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

Bagi institusi yang fokus pada infrastruktur keuangan, Ethereum tetap menjadi raja yang tak tergoyahkan. Raoul Pal, CEO Global Macro Investor Raoul GMI, menjelaskan bahwa Ethereum adalah pusat dari digitalisasi aset global.

ethereum

Ethereum adalah ‘Global Settlement Layer’. Semua jalan menuju digitalisasi aset dunia nyata (RWA) bermuara di sini. Institusi memilih ETH karena mereka membutuhkan keamanan yang sudah teruji, bukan sekadar janji kecepatan.

Mesin Utama Adopsi Massal dan Efisiensi

Solana muncul sebagai “kuda hitam” yang paling disukai untuk skalabilitas tinggi. Cathie Wood, CEO ARK Invest CathieDWood, secara terbuka memuji kemampuan teknis jaringan ini dalam menangani transaksi skala besar.

Jika Ethereum adalah Apple-nya blockchain, maka Solana adalah infrastruktur yang memungkinkan adopsi massal terjadi sekarang. Kecepatannya yang setara dengan internet tradisional adalah alasan mengapa kami terus menambah posisi pada SOL.

Bagi banyak manajer aset, Solana dipandang sebagai solusi praktis untuk pembayaran global dan integrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Dukungan eksplisit dari tokoh-tokoh besar ini menunjukkan bahwa pasar kripto 2026 bukan lagi tentang “koin mana yang akan naik,” melainkan “infrastruktur mana yang akan di gunakan oleh dunia.” Bitcoin sebagai emas digital, Ethereum sebagai pusat data keuangan, dan Solana sebagai mesin transaksi cepat adalah tiga pilar yang kini memimpin revolusi ekonomi digital.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga 3 mata uang kripto incaran institusi di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Staking Ethereum Catat Banyak Rekor — Apakah ETH Siap untuk Breakout?

15 January 2026 at 09:44

Pada Januari 2026, ekosistem Ethereum mencatat lonjakan aktivitas staking, dengan beberapa metrik mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini bisa mengurangi pasokan likuid dan mendorong potensi breakout harga.

Walaupun harga ETH tetap berada di bawah level US$3.500 selama dua bulan terakhir, analis merasa breakout semakin dekat berkat sinyal on-chain yang positif ini.

Hampir 36 Juta ETH Staking, Mewakili Hampir 30% dari Supply

Data ValidatorQueue menunjukkan bahwa ETH yang di staking telah mencapai 35,9 juta, atau sekitar 29,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan harga saat ini, nilainya lebih dari US$119 miliar.

Total ETH Staked vs. % Supply Staked. Source:  ValidatorQueue
Total ETH yang Di-Staking vs. Persentase Pasokan yang Di-Staking | Sumber: ValidatorQueue

Grafik tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Januari. ETH yang di staking naik dari 35,5 juta ke 35,9 juta, mengakhiri fase sideways panjang yang telah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

Pertumbuhan ini terjadi walau harga ETH menurun lebih dari 30% sejak Agustus. Data ini memperlihatkan keyakinan jangka panjang yang kuat dari investor serta memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan Ethereum.

Selain itu, per 15 Januari, antrean staking ETH menembus 2,5 juta ETH, mencetak level tertinggi baru sejak Agustus 2023. Sementara itu, antrean unstaking turun menjadi nol.

Etherem Validator Queue. ValidatorQueue
Antrean Validator Ethereum | Sumber: ValidatorQueue

Capaian ini terutama di picu oleh aktivitas staking dari institusi besar serta Digital Asset Treasury (DAT) yang terdaftar di publik.

Arkham melaporkan bahwa Bitmine milik Tom Lee menambah staking sebanyak 186.500 ETH, senilai lebih dari US$600 juta. Langkah ini membuat total ETH yang di staking Bitmine menjadi 1,53 juta ETH, dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Secara keseluruhan, Tom Lee kini melakukan staking lebih dari 1% dari total pasokan Ethereum.

“Tom Lee melakukan staking ETH senilai miliaran. Dia 100% tahu lebih banyak dibanding kita,” komentar CryptoGoos .

Sementara itu, SharpLink (SBET), perusahaan publik pertama yang memakai Ethereum sebagai aset treasury utama, menyampaikan bahwa aktivitas staking mereka telah menghasilkan lebih dari US$32 juta sejak Juni. Total reward yang terkumpul kini mencapai 11.157 ETH.

Ethereum juga mencatat pencapaian besar lainnya di Januari, karena aktivitas pengguna mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Tren ini mencerminkan besarnya partisipasi dalam transaksi stablecoin dan protokol DeFi di jaringan Ethereum.

Dengan sederet sinyal bullish tersebut, analis memperkirakan Ethereum bisa menembus resistance US$3.450 saat ini dan reli menuju US$4.000. Pandangan ini juga di dukung pola cup-and-handle yang sedang terbentuk dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi breakout ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

US$4.000 Kini Dalam Permainan untuk Harga Ethereum saat Metode Jaringan Kunci Menguat

14 January 2026 at 18:00

Setelah breakout di atas level US$3.300, harga Ethereum sekarang sedang menguji zona teknikal yang bisa menentukan apakah pasar siap reli menuju US$4.000 atau justru kembali terkoreksi lagi.

Sementara itu, metrik kunci menunjukkan harapan baru untuk 2026, yang memperkuat peluang pergerakan menuju US$4.000.

Ethereum Uji Resistance Kunci US$3.450 saat US$4.000 Jadi Fokus

Harga Ethereum telah melewati rintangan penting setelah naik di atas US$3.300, namun sekarang menghadapi ujian penting, yaitu harus merebut kembali level US$3.450. Menurut analis Ted Pillows, jika hal itu terjadi, jalan menuju US$4.000 bisa terbuka lebar.

“ETH telah breakout di atas level US$3.300. Ethereum perlu kembali ke level US$3.450, dan reli cepat ke level US$4.000 bisa saja terjadi,” tulis Pillows.

Tapi, reli ini belum pasti terjadi, karena penolakan dari zona resistance US$3.450 bisa saja membatalkan potensi reli tersebut.

Ethereum (ETH) Price Performance
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView

Yang membuat situasi ini berbeda dari upaya sebelumnya adalah kondisi yang terjadi di balik layar. Walaupun harga masih stabil, aktivitas on-chain Ethereum justru meningkat pesat, bahkan jarang terjadi sebelumnya.

Data yang dibagikan BMNR Bulls menunjukkan Ethereum mencatat 393.600 wallet baru dalam satu hari, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam seminggu terakhir, rata-rata pembuatan wallet baru sekitar 327.000 per hari, sehingga jumlah wallet ETH yang aktif mencapai level tertinggi baru. Menurut BMNR Bulls, pertumbuhan ini bukan didorong oleh spekulasi harga saja.

“Ini bukan spekulasi yang didorong oleh harga,” tulis pernyataan tersebut. “Ini terjadi karena biaya transaksi lebih rendah setelah Fusaka, aktivitas settle stablecoin tertinggi, serta pengguna riil yang mulai masuk ke aplikasi, pembayaran, dan DeFi.”

Ethereum Network Growth and Total Amount of Holders
Pertumbuhan Jaringan Ethereum dan Jumlah Holder | Sumber: CryptoQuant

Aktivitas Jaringan Ethereum Catat Rekor Tertinggi meski Harga Bergerak Sideways

Peningkatan adopsi itu terlihat jelas di data transaksi jaringan. Peneliti jaringan Joseph Young menyampaikan bahwa jumlah pengguna aktif mingguan di Ethereum telah mencapai rekor baru, dengan 889.300 pengguna yang aktif memakai jaringan setiap minggunya.

Ethereum Transacting Users
Pengguna Transaksi Ethereum | Sumber: Artemis

Dia menyebut pertumbuhan ini terjadi karena dominasi Ethereum di sektor stablecoin, DeFi, dan platform trading seperti Uniswap.

“…setelah Fusaka, ethereum mampu scaling dengan SANGAT efektif,” lanjutnya.

Analis Leon Waidmann juga mencatat bahwa volume transaksi di seluruh ekosistem Ethereum masih terus tumbuh.

Number of transactions processed across the ETH ecosystem keeps trending higher! 📈

Overall activity remains on a steady growth trajectory, with new all-time highs being set consistently over the past couple of months.

January is starting a bit slower so far, but the bigger… pic.twitter.com/BkT2QroVNE

— Leon Waidmann 🔥 (@LeonWaidmann) January 14, 2026

Sementara itu, analis teknikal seperti Kyle Doops, menyoroti adanya perbedaan yang makin besar antara harga dan fundamental.

“Harga cenderung tenang. Tapi jaringan tidaklah demikian,” ujar dia, sambil menyoroti rekor pembuatan wallet baru, jumlah transaksi yang naik, dan staking ETH yang juga mencapai rekor tertinggi. Menurut Doops, ketidaksesuaian ini “patut diperhatikan seiring Januari berjalan.”

Pemain besar juga sedang bergerak. Data on-chain dari Onchain Lens menunjukkan bahwa wallet whale “pension-usdt.eth” baru saja menutup posisi long ETH dengan leverage. Dari aksi ini, mereka mengantongi profit US$4,72 juta.

Secara keseluruhan, wallet tersebut telah menghasilkan sekitar US$27 juta profit dari ETH, yang menunjukkan besarnya modal yang sedang ikut dalam reli Ethereum belakangan ini.

The whale "pension-usdt.eth" has completely closed its $ETH (3x) long position, making a profit of $4.72M.

Overall, he has made ~$27M.https://t.co/4bHeKskbfz https://t.co/d6Nb8L8JQU pic.twitter.com/LVw8SzrlZO

— Onchain Lens (@OnchainLens) January 14, 2026

Sementara itu, institusi juga makin optimistis. Standard Chartered, seperti yang disampaikan oleh Walter Bloomberg, menyatakan bahwa prospek Ethereum semakin membaik dan aset ini berpotensi mengungguli Bitcoin.

Bank tersebut menyoroti kepemimpinan Ethereum di bidang stablecoin, aset dunia nyata, serta DeFi, ditambah lagi throughput jaringan yang terus meningkat dan peluang kepastian regulasi di Amerika Serikat. Menurut Standard Chartered, Ethereum diprediksi bisa tembus US$7.500 tahun ini dan mencapai US$30.000 pada 2029.

Dengan adopsi, aktivitas, dan minat institusi yang semakin meningkat, ujian Ethereum di level US$3.450 bisa menjadi penentu untuk pergerakan harga jangka pendek, serta apakah US$4.000 akan segera tercapai dalam waktu dekat atau tidak.

❌