Normal view

Pembelian Bitcoin Terbesar MicroStrategy Guncang Kepercayaan Pasar Saham

20 January 2026 at 20:13

Strategy (sebelumnya MicroStrategy) melakukan pembelian Bitcoin terbesar sejak November 2024, hanya satu hari sebelum harga Bitcoin turun di bawah ambang US$90.000.

Meski perusahaan ini tetap konsisten menjalankan strategi akumulasi agresif, harga saham Strategy turun lebih dari 7%.

Pembelian Bitcoin Terbesar Strategy sejak 2024

Pada hari Selasa, Strategy mengumumkan telah membeli 22.305 Bitcoin senilai sekitar US$2,13 miliar, sehingga total kepemilikan Bitcoin-nya menjadi 709.715.

Transaksi ini, yang di lakukan pada hari Senin, menjadi pembelian Bitcoin terbesar oleh Strategy sejak November 2024. Selain itu, ini juga mengikuti dua pembelian tambahan yang mereka lakukan di awal Januari, yang semakin menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memperbesar cadangan Bitcoin-nya.

Pembelian Bitcoin oleh MicroStrategy Dalam 6 Bulan Terakhir | Sumber: Strategy

Walaupun besaran pembelian terbaru ini terbilang signifikan, reaksi pasar tetap tidak terlalu besar. Sama seperti akuisisi yang di umumkan hari Senin lalu, langkah ini gagal meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Strategy.

Dalam 24 jam terakhir, harga saham perusahaan turun 7,39%, dengan MSTR diperdagangkan di harga US$160,87 pada waktu publikasi.

Strategi perusahaan dalam menentukan waktu pembelian Bitcoin juga mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

Harga Saham MicroStrategy pada 20 Januari | Sumber: Google Finance

Akumulasi Bitcoin Tetap Berlanjut meski Pasar Melemah

Menurut pengumuman hari Senin, Strategy membayar rata-rata US$95.284 untuk setiap Bitcoin. Padahal, di hari yang sama harga Bitcoin di perdagangkan di kisaran US$92.500 dan bahkan sempat turun di bawah US$90.000 keesokan harinya.

Waktu pembelian ini menunjukkan pola yang sering terulang, di mana Strategy nampaknya gagal memanfaatkan penurunan harga jangka pendek.

Pada bulan Desember, BeInCrypto melaporkan bahwa perusahaan ini menghabiskan hampir US$1 miliar untuk membeli 10.624 Bitcoin. Walaupun harga Bitcoin saat itu sempat turun ke sekitar US$86.000, Strategy justru melakukan pembelian setelah harga pulih ke kisaran US$90.615.

Pendekatan seperti ini terus menimbulkan pertanyaan mengenai strategi masuk pasar perusahaan dan kecenderungan mereka untuk mengakumulasi Bitcoin di harga tinggi di bandingkan saat terjadi koreksi di pasar.

Langkah Strategy ini juga belum mampu meredakan kekhawatiran para pemegang saham terkait keputusan alokasi modal secara keseluruhan.

Meski harga Bitcoin sempat pulih tipis selama sebulan terakhir, aset ini belum mampu kembali ke level US$100.000. Di sisi lain, kekhawatiran analis tentang potensi bear market juga semakin meningkatkan ketidakpastian terkait prospek harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Di tengah situasi tersebut, Strategy tetap melanjutkan rencana akumulasi mereka.

Walaupun strategi akumulasi ini dimaksudkan memberi sinyal optimisme pada prospek jangka panjang Bitcoin, sejauh ini langkah tersebut belum banyak meredakan kekhawatiran investor dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang manuver microstrategy ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌