Jaringan Burger Amerika Lakukan Pembelian Bitcoin Senilai US$10 Juta
Steak ‘n Shake telah membeli Bitcoin senilai US$10.000.000, menandakan peningkatan besar dalam strategi mereka untuk mengubah pendapatan restoran cepat saji menjadi treasury aset kripto perusahaan.
Aksi akuisisi ini menandai fase terbaru dari inisiatif “Bitcoin-to-Burger” milik jaringan yang sudah berusia 90 tahun, yaitu langkah keuangan yang langsung mengkonversi arus kas operasional menjadi aset digital.
Steak ‘n Shake Klaim Strategi Bitcoin Dorong Pertumbuhan ‘Terbaik di Industri’ pada 2025
Program ini, yang dimulai pada Mei 2025, mengintegrasikan akumulasi aset digital ke dalam operasi harian perusahaan.
Dengan menerima pembayaran Bitcoin dan memasarkan langsung ke komunitas kripto, jaringan restoran ini bertujuan untuk memodernisasi struktur modalnya.
Eight months ago today, Steak n Shake launched its burger-to-Bitcoin transformation when we started accepting bitcoin payments. Our same-store sales have risen dramatically ever since.
— Steak 'n Shake (@SteaknShake) January 17, 2026
All Bitcoin sales go into our Strategic Bitcoin Reserve.
Today we increased our Bitcoin…
Manajemen perusahaan menggambarkan model ini sebagai “sistem yang dapat menopang dirinya sendiri.” Dalam kerangka ini, peningkatan kualitas makanan mendorong peningkatan pendapatan, yang kemudian dialirkan ke cadangan Bitcoin perusahaan.
Berdasarkan data internal, strategi ini telah memberikan hasil nyata. Tahun lalu, perusahaan mencatat pertumbuhan dua digit pada penjualan toko yang sama, didorong oleh adopsi BTC, yang membuatnya unggul jauh dibandingkan industri serupa.
“Pada tahun 2025, Steak n Shake mencapai pertumbuhan penjualan toko sejenis dua digit — terbaik di industri! Menjadi perusahaan Bitcoin memberikan dorongan besar pada bisnis kami, sehingga kami bisa lebih meningkatkan kualitas makanan,” demikian dinyatakan oleh mereka.
Yang penting, jaringan restoran ini sedang memantapkan diri sebagai entitas “hanya Bitcoin”.
Walaupun survei perusahaan baru-baru ini menunjukkan 53% responden memilih menambah Ethereum (ETH) sebagai metode pembayaran, pihak manajemen dengan tegas menolak usulan tersebut.
Keputusan ini memperkuat filosofi maksimalis yang bertujuan menjaga loyalitas dari segmen pasar yang spesifik dan memiliki orientasi ideologis.
Selain itu, integrasi BTC ini juga meluas ke karyawan perusahaan.
Pada Oktober lalu, Steak ‘n Shake mengupdate infrastruktur penggajian mereka agar 10.000 karyawannya dapat menerima persentase gaji mereka dalam Bitcoin. Langkah ini menunjukkan pandangan perusahaan bahwa aset ini sebagai penyimpan nilai yang layak sebanding dengan mata uang fiat.
Berdiri sejak tahun 1934, Steak ‘n Shake mengoperasikan ratusan lokasi di seluruh Amerika Serikat dan juga di mancanegara.
Langkah terbarunya mengukuhkan status mereka sebagai pengecualian di sektor restoran konvensional, dengan mencoba memodernisasi merek warisan dengan mengaitkan kesehatan finansial jangka panjang perusahaan ke performa aset kripto terbesar di dunia ini.