Empat Peristiwa Ekonomi Amerika Serikat Berdampak Besar Siap Pengaruhi Sentimen Bitcoin Pekan Ini
Ketika para bull Bitcoin mempertahankan level psikologis US$90.000 meski volatilitas akibat geopolitik meningkat, para trader kini mencermati jadwal ekonomi Amerika Serikat yang padat dan bisa mempengaruhi sentimen kripto.
Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang berubah-ubah, rilis data penting serta pidato tokoh-tokoh ternama mungkin bisa memicu pergerakan tajam pada BTC dan altcoin.
4 Peristiwa Ekonomi AS yang Perlu Diperhatikan Pekan Ini
Berikut rangkuman empat peristiwa utama yang masing-masing bisa berdampak signifikan pada pasar kripto minggu ini.

Presiden Trump Berbicara
Pidato Presiden Donald Trump di World Economic Forum Davos pada 21 Januari pukul 13.30 ET diperkirakan akan menjadi pemicu pergerakan pasar. Ekspektasinya tinggi mengingat ia sering menyampaikan komentar tidak terduga soal perdagangan, tarif, dan geopolitik.
Trump dominates World Economic Forum in Davos. His speech will be closely watch by European leaders as Greenland situation escalates.
— Sidhant Sibal (@sidhant) January 19, 2026
Reporting from Switzerland:pic.twitter.com/1qkUCw2Ewy
Dengan delegasi AS terbesar yang pernah hadir di Davos, komentar Trump bisa saja membahas sengketa tarif yang masih berlangsung, kemungkinan aksi militer, ataupun kebijakan ekonomi yang bisa berdampak langsung pada kekuatan USD serta minat risiko global.
Pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan makroekonomi, sehingga volatilitas dapat meningkat bila Trump memberi sinyal kebijakan perdagangan yang hawkish, berpotensi memperkuat dolar dan menekan harga Bitcoin.
Di sisi lain, petunjuk yang mendukung pertumbuhan atau ramah terhadap kripto bisa saja memicu reli.
Initial Jobless Claims
Laporan Initial Jobless Claims pada Kamis, 22 Januari pukul 13.30 ET, memberi gambaran terbaru tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS. Data ini menunjukkan jumlah warga AS yang pertama kali mengajukan klaim asuransi pengangguran pekan lalu.
Ekonom yang disurvei Trading Economics memperkirakan jumlah initial jobless claims mencapai 203.000 untuk pekan yang berakhir 15 Januari, naik dari 198.000 pada pekan sebelumnya.
Rilis berdampak besar ini hadir di tengah data tenaga kerja yang masih solid, karena angka sebelumnya hanya 198.000, di bawah ekspektasi 215.000. Ini mengindikasikan ekonomi kuat dan mendukung penguatan dolar.
🚨 BREAKING 🚨
— Mr. Bitcoin Whale (@MrBitcoinWhalee) January 15, 2026
🇺🇸 U.S. INITIAL JOBLESS CLAIMS JUST DROPPED:
📌 ACTUAL: 198K
📌 FORECAST: 215K
LABOR MARKET STILL HOLDING STRONG 👀🔥 pic.twitter.com/Re0SSd9mkt
Bagi Bitcoin, klaim yang lebih rendah (menandakan PHK lebih sedikit) dapat memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, mendorong yield naik dan memberi tekanan pada aset berisiko seperti kripto.
Tren terbaru menunjukkan klaim mendekati rekor terendah sepanjang masa jika disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja, tanpa tanda-tanda resesi.
“Faktanya, bila penyesuaian dilakukan terhadap jumlah tenaga kerja, jobless claims berada di *level terendah sepanjang masa* sejak 1965,” tulis perusahaan hipotek kripto, Milo.
Jika data klaim kembali melampaui ekspektasi, sentimen BTC bisa memburuk, memperpanjang koreksi dari level tertinggi US$90.000 karena muncul kekhawatiran pemangkasan suku bunga yang tertunda.
Sebaliknya, data yang lebih lemah bisa menghidupkan kembali harapan pelonggaran, menopang rebound kripto. Peristiwa ini juga senada dengan sorotan makro lain, karena analis menghubungkan kekuatan tenaga kerja dengan pergerakan kripto.
Karena korelasi antara Bitcoin dan saham sedang tinggi, penyimpangan dari ekspektasi bisa memicu volatilitas, apalagi setelah pidato Trump.
Core PCE Price Index
Selain itu, pada 22 Januari pukul 13.30 ET, data Core PCE Price Index m/m, yaitu ukuran inflasi favorit The Fed, diproyeksi sebesar 0,2%, naik dari 0,1% sebelumnya.
Rilis data bulan November ini, bersama data Oktober yang 0,2%, akan mempengaruhi peluang pemangkasan suku bunga tahun 2026. Inflasi yang lebih panas bisa saja menunda pelonggaran dan memperkuat USD.

Bagi Bitcoin, inflasi yang terus bertahan di atas target dapat mengikis minat risiko, sebab yield lebih tinggi menarik dana keluar dari kripto.
Sementara itu, analisis web terbaru menyebutkan keterkaitan yang makin kuat antara PCE dan volatilitas kripto, dengan kenaikan moderat diprediksi, namun kejutan tetap bisa terjadi apalagi di tengah perdebatan tarif.
Jika PCE melampaui prediksi, BTC bisa mengalami tekanan turun, tapi data yang lebih rendah dari ekspektasi bisa mendorong sentimen positif.
Sentimen Konsumen
Menutup pekan peristiwa ekonomi AS yang berdampak pada kripto adalah laporan sentimen konsumen.
Pada 23 Januari pukul 15.00 ET, data Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan yang telah direvisi untuk Januari diproyeksi ada di angka 54,0, sama dengan angka awal 54,0, yang mana ini merupakan level terendah dalam 75 tahun terakhir.
Consumer Sentiment is the lowest its been in 75 years.
— yourfriendSOMMI ❤️💛💚💙 (@yourfriendSOMMI) January 12, 2026
Main Street (the average Joe & Jane) are squeezed into despair.
Crypto is a retail phenomena (institutions only recently started entering Bitcoin and Ethereum).
So we need Main Street to be healthy for Crypto to rise pic.twitter.com/1JTcVsUhFX
Indikator ini mencerminkan suasana ekonomi masyarakat umum, yang sangat penting untuk adopsi aset kripto yang didorong oleh ritel. Sentimen yang rendah menandakan konsumen sedang tertekan karena tingginya biaya dan ketidakpastian. Hal ini bisa mengurangi antusiasme terhadap Bitcoin karena institusi semakin mendominasi, sedangkan ritel sebenarnya yang mendorong reli pasar.
Jika revisi data ini melebihi ekspektasi, sentimen terhadap BTC bisa meningkat, menandakan adanya pemulihan. Sebaliknya, jika hasilnya mengecewakan, kehati-hatian bisa terus berlanjut dan menekan harga.

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$92.663, turun hampir 3% dalam 24 jam terakhir.