Normal view

Tiga Privacy Coin Mid-cap Alami Akumulasi Besar oleh Whale pada Januari

16 January 2026 at 10:45

Meski aset privasi terkemuka seperti Monero (XMR), Zcash (ZEC), dan Dash (DASH) sudah mencapai kapitalisasi pasar miliaran US dollar dan mencatatkan lonjakan harga yang kuat, aliran modal saat ini nampaknya mulai berpindah ke aset privasi dengan kapitalisasi lebih kecil.

Pada bulan Januari, aktivitas akumulasi mencolok terjadi pada beberapa altcoin dengan kapitalisasi menengah hingga rendah. Hal ini bisa menunjukkan posisi crypto whale yang bersiap menghadapi ekspektasi bahwa narasi aset privasi akan terus menarik modal pada tahun 2026.

1. Horizen (ZEN)

Horizen adalah protokol layer privasi yang dibangun di Base, yaitu jaringan layer-2 Ethereum.

Horizen bertujuan menghadirkan privasi dengan tetap taat regulasi. Protokol ini memungkinkan institusi, perusahaan, dan pengguna untuk melakukan transaksi serta perhitungan di on-chain secara rahasia, dapat diverifikasi, serta sesuai aturan hukum.

ZEN saat ini termasuk altcoin berkapitalisasi menengah, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$226 juta. Pada bulan Januari, harga ZEN naik lebih dari 50%. Walaupun sudah terjadi rebound, nilainya masih turun lebih dari 90% dibanding puncak tahun 2021.

Grayscale Investment ZEN Holdings
Kepemilikan ZEN oleh Grayscale Investment | Sumber: Coinglass

ZEN juga menjadi bagian dari produk investasi Grayscale melalui Grayscale Horizen Trust. Data CoinGlass memperlihatkan Grayscale meningkatkan akumulasi ZEN sejak akhir 2024. Saat ini, mereka memegang lebih dari 948.000 ZEN, atau setara dengan lebih dari 5% dari total suplai yang beredar.

Akumulasi berlanjut dari Grayscale, meskipun harga ZEN sudah anjlok lebih dari 70% sejak akhir 2024, menjadi sinyal keyakinan jangka panjang dari investor Grayscale. Sebelumnya, promosi Grayscale juga menjadi salah satu pendorong utama reli ZEC tahun lalu.

Beberapa investor yakin bahwa setelah reli Monero (XMR) dan Dash (DASH), Horizen (ZEN) bisa menjadi kandidat berikutnya.

“Kami sudah mengambil posisi besar di Horizen (ZEN). Altcoin ini tampak siap untuk pump agresif setelah XMR dan DASH mencatatkan kenaikan besar,” ujar The Whale Pod .

2. Railgun (RAIL)

RAILGUN merupakan sistem privasi dan keamanan on-chain yang dibangun langsung di berbagai blockchain, seperti Ethereum, BSC, Polygon, dan Arbitrum.

Railgun memanfaatkan kriptografi zero-knowledge (ZK) agar pengguna bisa bertransaksi dan menggunakan layanan decentralized finance (DeFi) secara anonim.

RAIL adalah token governance dari RAILGUN dan sekarang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$165 juta. Data Nansen menunjukkan dalam 30 hari terakhir, saldo RAIL di exchange turun lebih dari 5%. Sementara itu, saldo di wallet whale justru naik lebih dari 24%.

Saldo RAIL di Exchange | Sumber: Nansen

Sebuah laporan dari Messari, platform analitik on-chain, menjelaskan bahwa sepanjang 2025, Railgun memproses transaksi shielded dan unshielded senilai US$2 miliar. Aktivitas ini menghasilkan pendapatan sebesar US$5 juta.

Railgun Quant, peneliti di Messari, menyoroti bahwa dengan harga di bawah US$3, RAIL bisa jadi sedang undervalued. Harga token ini secara potensial dapat naik dua kali lipat dari level saat ini.

“Bahkan di harga US$3,10, RAIL masih diperdagangkan dengan diskon lebih dari 50% dari estimasi model valuasi RAILGUN saya di level dasar US$6,26,” terang Railgun Quant .

3. Decred (DCR)

Decred (DCR) adalah blockchain layer-1 yang menggunakan mekanisme konsensus hybrid Proof-of-Work (PoW) dan Proof-of-Stake (PoS). Jaringan ini juga mendukung transaksi yang menjaga privasi pengguna.

Saat ini, DCR memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$479 juta. Tren akumulasi tercermin dari meningkatnya persentase suplai yang di-stake sejak kuartal IV 2025.

Data Decred mencatat, sudah ada lebih dari 10 juta DCR yang di-stake atau lebih dari 62% dari total suplai. Angka ini menjadi rasio tertinggi sejak Maret 2025.

Partisipasi Stake Railgun | Sumber: Decred Charts

Di tengah meningkatnya minat terhadap privacy coin, Decred kini masuk dalam 5 besar privacy coin berdasarkan kapitalisasi pasar di CoinGecko. Para analis memperkirakan harganya bisa menembus level saat ini di US$27,6 dan bahkan berpotensi mencapai US$60.

“DCR baru saja breakout dari akumulasi! Pola inverse head & shoulders sudah terkonfirmasi. Ini menggeser pasar ke mode markup!” prediksi analis AltCryptoTalk .

Pakar masih memberi nilai tinggi pada narasi privacy coin hingga 2026. Privacy coin berkapitalisasi besar yang sudah bernilai miliaran dolar mungkin akan mendapat tekanan untuk realisasi cuan. Altcoin dengan kapitalisasi kecil punya risiko likuiditas yang lebih tinggi. Privacy coin berkapitalisasi menengah bisa menjadi pilihan seimbang dan berpotensi masuk ke dalam grup kapitalisasi pasar miliaran dolar.

Mengapa 86% dari Semua Kegagalan Token Kripto Terjadi di 2025

15 January 2026 at 11:52

Pada tahun 2025, pasar aset kripto mengalami gelombang besar proyek yang kolaps, dengan lebih dari 11,6 juta token gagal hanya dalam satu tahun, menurut data terbaru dari CoinGecko.

Angka ini mewakili 86,3% dari semua kegagalan aset kripto yang tercatat sejak tahun 2021, sehingga tahun 2025 menjadi tahun paling merusak sepanjang sejarah industri untuk kelangsungan hidup sebuah token.

Pembuatan Token Meledak—Tingkat Bertahan Turun, Laporan CoinGecko Menunjukkan

Temuan CoinGecko menyoroti adanya kerusakan struktural di dalam ekonomi token, yang dipicu oleh ledakan penciptaan proyek baru, membludaknya meme coin, dan gejolak pasar yang makin tinggi.

Saat ini, 53,2% dari seluruh aset kripto yang dipantau di GeckoTerminal sudah tidak aktif. Sebagian besar kegagalan ini terjadi dalam dua tahun terakhir.

53.2% Cryptocurrencies Have Died Since 2021
53,2% Aset Kripto Sudah Mati Sejak 2021 | Sumber: CoinGecko

Antara tahun 2021 hingga 2025, jumlah proyek aset kripto yang terdaftar melonjak dari 428.383 menjadi hampir 20,2 juta. Walaupun pertumbuhan cepat ini mencerminkan akses yang makin mudah terhadap alat penciptaan token, pasar pun mengalami kejenuhan parah.

Data kegagalan tahunan menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi. Pada 2021, hanya 2.584 token yang gagal. Angka ini melonjak menjadi 213.075 pada 2022 dan 245.049 di 2023.

Kondisi makin memburuk di 2024, dengan 1.382.010 token yang kolaps. Tapi tahun 2025 jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya, dengan 11.564.909 token yang gagal.

Number of Failed Cryptocurrencies by Year

2021: 2,584 tokens
2022: 213,075 tokens
2023: 245,049 tokens
2024: 1,382,010 tokens
2025: 11,564,909 tokens

What's one project that you think will succeed?

— CoinGecko (@coingecko) January 14, 2026

Secara total, tahun 2024 dan 2025 menyumbang lebih dari 96% seluruh kegagalan token kripto sejak 2021, yang menunjukkan kondisi pasar belakangan ini benar-benar mengubah ketahanan suatu token.

Metodologi CoinGecko hanya memfokuskan pada aset kripto yang setidaknya pernah mencatat satu kali perdagangan dan sudah terdaftar di GeckoTerminal sebelum akhirnya menjadi tidak aktif.

Token dengan nol aktivitas perdagangan tidak dihitung, sedangkan hanya token Pump.fun yang lulus yang dilibatkan, sehingga memperkuat kredibilitas data tersebut.

Q4 2025 Menjadi Titik Balik di Tengah Saturasi Meme Coin dan Masalah “Crime Szn”

Gelombang kolaps makin cepat di bulan-bulan terakhir tahun tersebut. Pada kuartal 4 tahun 2025 saja, ada 7,7 juta token gagal—ini mencakup 34,9% dari seluruh kegagalan yang tercatat selama lima tahun ini.

Peningkatan ini terjadi berbarengan dengan cascading likuidasi pada 10 Oktober, saat posisi leverage senilai US$19 miliar terhapus hanya dalam 24 jam, menandai peristiwa deleveraging terbesar yang pernah terjadi dalam industri kripto.

Kejadian ini membuka celah kelemahan pada token yang likuiditasnya tipis, di mana banyak di antaranya:

  • Tidak memiliki likuiditas yang memadai atau
  • Pihak pelaku pasar yang berkomitmen untuk bertahan menghadapi volatilitas ekstrem.

CoinGecko menuturkan bahwa penurunan tingkat kelangsungan hidup sangat terlihat di sektor meme coin, yang berkembang sangat pesat selama setahun terakhir.

Meningkatnya peluncuran launchpad yang mudah dipakai punya peran sentral dalam gelombang kegagalan ini. Platform seperti Pump.fun menurunkan hambatan teknis secara signifikan, sehingga hampir siapa pun bisa meluncurkan token dalam hitungan menit.

This is huge.
The 11.5M token failures in 2025 exposes a policy vacuum.

1️⃣ Zero regulation on launching a token. Anyone can deploy one in minutes.
2️⃣ Platforms like https://t.co/3tm9tPLONE massively lower friction, enable mass launches, and take no accountability for outcomes.…

— Sapna Singh (@AdvSapna_) January 14, 2026

Meskipun langkah ini mendemokratisasi eksperimen token, pasar pun kebanjiran proyek asal-asalan yang tidak punya prospek jangka panjang.

Eksekutif DWF Labs, Andrei Grachev, menggambarkan situasi ini seperti musim kejahatan, sambil menunjukkan tekanan sistemik yang dihadapi baik founder maupun investor.

Basically it created a "crime szn", failure rate is so high, which affects founders and investors – hard to get attention, hard to get liquidity, hard to find a market fit.
Market is BTC, blue chips and gambling.
Retail liquidity is being burn
Liquidity wars are ongoing https://t.co/o5EACJJ6Ft

— Andrei Grachev 🦅🟠 $FF (@ag_dwf) January 15, 2026

Pernyataannya mencerminkan tren konsolidasi yang semakin kuat di pasar kripto saat ini, di mana modal makin banyak mengalir ke Bitcoin, aset mapan, dan perdagangan spekulatif jangka pendek. Hal ini membuat proyek baru makin sulit untuk menarik likuiditas berkelanjutan.

Penumpukan kegagalan di 2025 pun semakin memperkuat kekhawatiran terhadap kesehatan praktik penciptaan token dalam jangka panjang.

Walau inovasi tetap jadi fondasi utama pasar aset kripto, data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap proyek baru benar-benar sudah terlalu terbebani.

Saat jutaan token menghilang, kepercayaan investor ritel pun terus menurun. Hal ini menyebabkan likuiditas berkurang dan persyaratan untuk peluncuran baru jadi makin tinggi.

Mengapa Siklus Kegagalan Token Mungkin Berlanjut hingga 2026

Di sisi lain, faktor-faktor yang mendorong kolapsnya pasar kripto di tahun 2025 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berbalik arah. Penciptaan token tetap mudah, likuiditas ritel terpecah-pecah, dan fokus pasar masih tertuju ke Bitcoin, aset blue-chip, serta perdagangan spekulatif jangka pendek.

Data CoinGecko memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasokan token jauh lebih cepat ketimbang kemampuan pasar untuk menyerapnya. Dengan hampir 20,2 juta proyek terdaftar di akhir 2025, bahkan jika peluncuran lewat launchpad terus berjalan wajar saja, risiko kegagalan akan terus naik di 2026—terutama jika permintaan dan likuiditas tidak kembali menguat.

I hope we fix this in 2026.

Most launches in 2025 didn’t fail because the "market was bad."
They failed because the launch design was structurally short-vol and short-trust.

Here are the recurring launch patterns that nuked most of them ↓

1️⃣ High FDV, low float:
You’re… pic.twitter.com/FC0ngx1HrW

— Stacy Muur (@stacy_muur) December 15, 2025

Peristiwa tekanan pasar juga tetap menjadi kelemahan utama. Pada 10 Oktober terjadi likuidasi besar-besaran, yang menghapuskan US$19 miliar posisi leverage hanya dalam 24 jam, dan itu menunjukkan betapa cepatnya guncangan sistemik bisa menyebar ke aset yang volume perdagangannya tipis.

Token yang tidak memiliki likuiditas dalam atau basis pengguna yang loyal terkena dampak paling besar, sehingga volatilitas serupa bisa memicu lebih banyak kegagalan massal.

Managing partner DWF Labs, Andrei Grachev, memperingatkan bahwa kondisi pasar saat ini secara struktural memang tidak ramah bagi proyek baru, sambil menggambarkan “perang likuiditas” yang terus berlangsung di seluruh pasar aset kripto.

ketika modal ritel makin menipis dan persaingan semakin ketat, token-token baru menghadapi hambatan yang semakin besar untuk bertahan. Tanpa perubahan pada insentif peluncuran, standar pengungkapan, atau edukasi investor, pasar berisiko mengulangi siklus yang sama: penerbitan yang cepat, spekulasi sesaat, lalu akhirnya kolaps.

Walaupun para pelaku industri berpendapat bahwa pembersihan ini pada akhirnya bisa memperkuat aset kripto dengan mengeliminasi proyek-proyek lemah, data menunjukkan penyesuaian ini masih jauh dari selesai.

Jika penciptaan token terus lebih cepat daripada pertumbuhan likuiditas, pada 2026 mungkin ada lebih sedikit peluncuran, tapi bukan berarti jumlah kegagalan juga akan berkurang.

❌