Trove Markets Dituduh Lakukan Dump Token HYPE Senilai US$10 Juta di Tengah Kekhawatiran Penipuan
Trove Markets menghadapi sorotan yang makin besar setelah diduga melakukan dump lebih dari US$10.000.000 dalam token $HYPE hanya dalam 24 jam. Exchange perpetual Web3 terdesentralisasi ini dibangun di atas protokol HIP-3 milik Hyperliquid.
Token-token ini awalnya didapatkan untuk staking demi meluncurkan DEX tersebut. Namun, token ini dijual dari sebuah wallet yang terhubung ke proyek tersebut, sehingga menimbulkan kecurigaan manipulasi internal dan merusak kepercayaan komunitas.
Trove Markets Dihadirkan Dugaan soal Dump HYPE Senilai US$10 Juta
Proyek ini berhasil mengumpulkan dana US$20.000.000 melalui initial coin offering (ICO) untuk mengamankan 500.000 token $HYPE, jumlah staking yang dibutuhkan untuk peluncuran permissionless berdasarkan protokol HIP-3 Hyperliquid.
Data on-chain dari wallet 0xebe07e526c4dc5f0005801bbd7d9850c424cf719 mengonfirmasi bahwa penjualan dimulai dari 6.196 $HYPE senilai sekitar US$160.000 dengan nilai HYPE saat ini.

Namun, aktivitas penjualan ini dengan cepat meningkat. Hyperliquid News melaporkan bahwa Trove Markets awalnya melikuidasi token senilai US$5.000.000, kemudian total penjualan mencapai 194.273 token HYPE, atau sekitar US$10.000.000 hanya dalam satu hari.
They increased to $10 million in dumping in 24 hours.https://t.co/tvm9rAqiiq pic.twitter.com/kLZ5tN2Oky
β Hyperliquid News (@HyperliquidNews) January 18, 2026
Situasi ini makin rumit setelah founder Trove dilaporkan secara terbuka menyangkal kontrol atas wallet tersebut dan meminta agar wallet tersebut dinonaktifkan. Namun, wallet tersebut justru melanjutkan penjualan hanya beberapa menit setelahnya.
βBeberapa menit setelah founder @TroveMarkets mengatakan bahwa ia tidak mengontrol wallet tersebut dan meminta agar wallet dinonaktifkan, wallet itu mulai menjual lagi, hingga mencapai 194.272,79 $HYPE dalam waktu 24 jam,β lapor Hyperliquid News .
Penjualan yang cepat dan berlanjut ini memicu spekulasi soal kecurangan internal atau akses wallet yang dibobol, sehingga membuat kekhawatiran komunitas semakin besar.
Hyperliquid Foundation Gandeng ZachXBT untuk Selidiki
Kontroversi ini menambah daftar kritik yang sudah ada terkait ICO Trove Markets. Proses penawaran diperpanjang di detik terakhir dan akhirnya kelebihan permintaan, sehingga total terkumpul US$11.900.000 dengan fully diluted valuation sebesar US$20.000.000.
Kabarnya, kebingungan seputar ICO ini menyebabkan kerugian sekitar US$73.000 bagi para pengguna platform prediksi Polymarket.

Ada juga laporan bahwa proyek ini membayar influencer sebesar US$5.000 per bulan untuk mempromosikan token, sementara dugaan asal-usul tim dari Iran justru disembunyikan, sehingga menambah kekhawatiran tentang transparansi.
Anggota komunitas, termasuk NMTD8, juga menyoroti investasi Trove di proyek XMR1 yang kontroversial serta keterlambatan staking token HYPE.
Previously spoke out against Trove.
β NMTD.HL (@NMTD8) January 18, 2026
They then bought XMR1 with the funds from selling HYPE.
XMR1 is also extremely shady.
Beware of those trying to extract from HL.
If Trove had good intentions, they would have staked the 500K HYPE to be ready for HIP-3 deployments by now⦠https://t.co/RLfOeFCuYj
Secara umum, banyak yang berpendapat bahwa semua ini mengindikasikan strategi untuk menarik dana tanpa memenuhi kewajiban ICO. Sejak itu, harga token HYPE turun sekitar 60% di bawah harga ICO-nya, sehingga investor awal mengalami kerugian besar.
Menanggapi hal ini, Hyperliquid Foundation menyumbangkan 10.000 token $HYPE kepada investigator blockchain ZachXBT. Langkah ini menunjukkan adanya upaya untuk mengusut penjualan token dan menjauhkan protokol dari tindakan tercela yang mungkin terjadi.
On-chain investigators donβt get enough credit.
β Broke DoomerπΊ (@im_BrokeDoomer) January 18, 2026
Hyperliquid Foundation just donated 10,000 $HYPE (~$254K) to ZachXBT confirmed by Zach himself.
He confirmed it on-chain, and itβs one of the biggest donations heβs ever received. pic.twitter.com/Wu2iV2xze5
ZachXBT, yang dikenal karena melacak penipuan aset kripto dan memulihkan dana curian, diharapkan bisa memberikan kejelasan apakah penjualan ini bagian dari aksi tercatat yang terkoordinasi atau karena salah urus operasional.
Meski terjadi kontroversi, Trove Markets tetap berjalan dengan rencana peluncuran mainnet pada Februari 2026. Tetapi, acara TGE (token generation event) diundur menjadi pukul 16.00 UTC pada Senin, 19 Januari 2026, dua jam setelah jadwal semula pukul 19.00 UTC.
Due to the move to Solana and the refund processing, we need more time to execute this correctly.
β TROVE (@TroveMarkets) January 18, 2026
New TGE time: Jan 19, 4:00 PM UTC.
We sincerely apologize for the delay.
Weβll share the contract address and final distribution details once we are live.
Namun, aksi dump sebagian token dan hilangnya kepercayaan bisa membuat proyek ini terancam gagal memenuhi persyaratan staking sesuai HIP-3. Hal ini bisa menggagalkan peluncuran decentralized exchange dan membuat investor tidak punya jalan keluar.
Trove Markets have been facing major fud for doing undisclosed influencer ads and now they have also shifted their token launch from hyperliquid to solana.
β 0xMarioNawfal (@RoundtableSpace) January 18, 2026
So, zero right??? pic.twitter.com/TRVzSb4AI0
Pasar Trove belum langsung memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari BeInCrypto. Meski begitu, kejadian ini mencerminkan risiko yang melekat pada proyek decentralized finance yang masih baru, terutama yang melibatkan protokol permissionless, alokasi token besar, serta transparansi terbatas.