Reading view

Whale Onyxcoin Kumpulkan 10 Miliar XCN saat Ritel Lewatkan Setup Reli Bertingkat

Harga Onyxcoin sedang berusaha stabil setelah mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Koin XCN telah turun hampir 60% antara 6 Januari dan 31 Januari, setelah reli besar 216% pada akhir Desember dan awal Januari. Sejak saat itu, harga bergerak dalam sebuah falling wedge di grafik 12 jam, pola yang biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah.

Pada saat yang sama, partisipasi trader ritel turun drastis, menandakan banyak trader memilih lebih hati-hati setelah penurunan tajam. Meski ada keraguan ini, para holder besar justru bergerak berlawanan arah, mengisyaratkan adanya perbedaan pandangan antara smart money dan sentimen pasar secara umum.


Retail Fokus pada Sinyal Bearish saat Aktivitas Beli Melambat

Pada grafik 12 jam, XCN masih bergerak di dalam falling wedge setelah mengalami koreksi 60%. Walau struktur ini secara teknikal cenderung bullish, sekarang mulai diuji oleh kemungkinan terjadinya bearish crossover di antara exponential moving average (EMA) periode 50 dan 100. Jika crossover ini benar terjadi, itu berarti tekanan turun bertambah kuat dan prospek pemulihan jangka pendek akan melemah.

Mau dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Struktur Harga XCN 12 Jam
Struktur Harga XCN 12 Jam: TradingView

Risiko teknikal ini nampaknya mempengaruhi perilaku pasar ritel. Data arus keluar exchange menunjukkan bahwa aktivitas beli sudah sangat melambat. Di awal Januari, arus keluar harian dari exchange sempat mencapai puncak mendekati 1,51 miliar XCN, menandakan akumulasi besar. Namun, pada awal Februari, arus keluar turun jadi sekitar 13,16 juta XCN, artinya terjadi penurunan lebih dari 99%.

Arus Keluar Mulai Melambat
Arus Keluar Mulai Melambat: Santiment

Arus keluar yang turun berarti makin sedikit koin yang ditarik dari exchange untuk di-hold dalam jangka panjang. Biasanya ini menandakan kepercayaan yang menurun dan minat beli di harga bawah juga makin lemah. Secara praktis, trader ritel memilih sikap hati-hati ketimbang ikut mengakumulasi saat sinyal bearish terus muncul di timeframe yang lebih tinggi.

Penurunan partisipasi ini juga bisa menjelaskan kenapa harga XCN kesulitan bergerak naik meski masih berada dalam pola bullish. Tapi, nampaknya ada sesuatu yang sedang berubah cepat!


Whale Akumulasi Secara Agresif saat Zona Cost-Basis Batasi Risiko Penurunan

Walau minat pasar ritel memudar, para holder besar justru agresif mengakumulasi. Dalam 24 jam terakhir, wallet whale XCN menambah kepemilikannya dari sekitar 42,5 miliar XCN menjadi kurang lebih 52,19 miliar XCN. Itu artinya, mereka menambah hampir 10 miliar token (tepatnya 9,7 miliar).

Whale XCN
Whale XCN: Santiment

Di harga saat ini, akumulasi ini nilainya sekitar US$55 juta, menunjukkan keyakinan kuat dari para pelaku besar.

Perilaku beli mendadak ini nampaknya berhubungan dengan zona cost-basis yang menguntungkan. Data on-chain menunjukkan ada klaster permintaan besar di antara US$0,0052 dan US$0,0053, yang mewakili lebih dari 5,2 miliar XCN. Area ini berfungsi sebagai support struktural yang kuat, sehingga risiko penurunan lebih lanjut jadi terbatas walaupun harga melemah lagi.

Klaster Support
Klaster Support: Glassnode

Di sisi atas, ada klaster suplai besar antara US$0,0060 dan US$0,0061 yang berisi sekitar 4,9 miliar XCN. Jika harga berhasil menembus zona ini, didorong oleh aksi beli para whale, potensi terjadinya forced covering dan momentum baru bisa terbuka lebar.

Dinding Jual Utama
Dinding Jual Utama: Glassnode

Para whale mungkin bersiap lebih awal di dekat area support, bertaruh bahwa risiko penurunan sudah terbatas sementara potensi naik masih besar jika harga berhasil melewati resistance. Dan grafik memang menunjukkan alasan kenapa klaster di sisi atas mungkin tidak sekuat kelihatannya.


Divergensi Harga Onyxcoin yang Tersembunyi Jelaskan Mengapa Whale Mulai Masuk Lebih Awal

Sinyal paling penting yang mendukung optimisme whale nampaknya muncul di timeframe yang lebih rendah, namun sejauh ini retail belum menyadarinya.

Pada grafik 4 jam, harga XCN membentuk bullish divergence antara 21 Januari hingga 3 Februari. Selama periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI), yaitu indikator momentum, membentuk higher low. Pola ini sering kali menandakan tekanan jual mulai melemah dan ada potensi pantulan lebih awal di timeframe yang lebih pendek.

Pada saat yang sama, harga juga mendekati exponential moving average (EMA) 20-periode pada timeframe 4 jam. Level ini pernah menjadi pemicu penting sebelumnya. Pada 28 Januari, harga berhasil merebut kembali EMA ini dengan bersih dan menghasilkan reli 18% dalam beberapa hari.

Formasi serupa sedang terbentuk sekarang, namun dengan sudut yang lebih bertahap layaknya domino.

Jika harga XCN mampu bertahan dan menutup candle 4 jam di atas US$0,0057, yang selaras dengan EMA dan resistance jangka pendek, momentum bisa semakin kuat. Target selanjutnya berada di sekitar US$0,0061. Breakout di atas zona ini akan menembus klaster supply utama (yang telah dibahas sebelumnya) dan membuka peluang menuju US$0,0070, bahkan mungkin US$0,0076 dalam reli relief.

Analisis Harga Onyxcoin
Analisis Harga Onyxcoin | Sumber: TradingView

Struktur berlapis ini menjelaskan perilaku whale. Mereka mulai masuk posisi di dekat support kuat, bersiap menghadapi potensi breakout karena divergence, sementara retail masih fokus pada risiko di timeframe yang lebih tinggi. Struktur ini hanya berubah menjadi bearish jika harga Onyxcoin ditutup di bawah US$0,0052 pada timeframe 4 jam.

  •  

Zcash Kehilangan 70% Aktivitas Trading dalam Tiga Minggu saat Reli Penurunan US$200 Makin Cepat

Harga Zcash terus turun semakin dalam ke wilayah bearish karena baik harga maupun aktivitas trading makin melemah. Token yang fokus pada privasi ini turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan sekarang sudah jatuh lebih dari 44% dalam sebulan terakhir.

Zcash sebenarnya masih mencatat kenaikan sekitar 700% secara year-on-year. Tapi, reli itu kini terasa jauh. Tekanan jual terus meningkat, minat trader mulai hilang, dan harga perlahan-lahan bergerak menuju target penurunan utama berikutnya di kisaran US$200. Dengan momentum yang melemah di berbagai indikator, pasar mulai meragukan apakah penurunan yang lebih dalam kini tidak bisa dihindari lagi.


Breakdown Head-and-Shoulders dan Volume Anjlok Jadikan Target US$200 Zcash Jadi Sorotan

Penurunan harga Zcash saat ini dimulai karena terjadinya breakdown teknikal yang jelas di akhir Januari. Pada 31 Januari, token ini membentuk pola head-and-shoulders, yaitu formasi bearish klasik yang sering menandakan perubahan tren. sejak itu, harga ZEC konsisten mengikuti struktur breakdown tersebut.

Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Struktur Harga ZEC
Struktur Harga ZEC: TradingView

Di saat yang sama, aktivitas trading turun drastis. Data Dune menunjukkan volume total Zcash di exchange terpusat memuncak pada 9 Januari. Pada hari itu, volume harian gabungan melewati US$1,5 miliar. Namun, pada 2 Februari, volume harian turun menjadi sekitar US$450 juta. Ini berarti penurunan sekitar 70% hanya dalam tiga minggu saja.

Penurunan Volume Trading Zcash: Dune
Penurunan Volume Trading Zcash: Dune

Penurunan aktivitas tajam seperti ini menandakan minat trader yang makin surut. Peserta yang lebih sedikit berarti likuiditas melemah dan dukungan saat penjualan juga makin rendah. Dalam praktiknya, ini membuat penurunan harga makin mudah terjadi.


Arus Modal Menjadi Negatif saat Penjualan Whale Mengalahkan Pembelian Smart Money

Indikator aliran modal juga mengonfirmasi bahwa tekanan jual saat ini masih mendominasi. Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana sedang masuk atau keluar dari suatu aset berdasarkan harga dan volume, terus turun sejak akhir Desember.

CMF memuncak sekitar 27 Desember, saat Zcash membentuk bagian “kepala” pada polanya. sejak itu, CMF gagal menembus garis tren turunnya. Pada awal Februari, CMF akhirnya jatuh di bawah garis nol, menandakan bahwa dana yang keluar kini lebih banyak dari dana yang masuk.

Aliran Modal Melemah
Aliran Modal Melemah: TradingView

Dengan kata lain, lebih banyak modal yang keluar dari Zcash dibandingkan yang masuk ke dalamnya.

Data exchange dan posisi whale semakin memperkuat pandangan ini. Dalam 24 jam terakhir, cadangan Zcash di exchange melonjak lebih dari 64%.

Kenaikan cadangan biasanya berarti holder sedang memindahkan koin ke exchange untuk persiapan jual. Selain itu, holder besar juga memangkas eksposur lebih dari 35% dalam beberapa sesi terakhir. Ini sejalan dengan turunnya CMF dan menunjukkan tekanan suplai makin besar.

Holder Utama Zcash
Holder Utama Zcash: Nansen

Dalam situasi ini, hanya ada satu data yang sedikit memberi harapan. Wallet “smart money” meningkatkan kepemilikan Zcash sekitar 9% dalam 24 jam terakhir. Walau mereka sering bergerak tepat waktu, partisipasi mereka tetap kecil dibandingkan arus keluar besar-besaran yang sedang terjadi.

Saat ini, akumulasi selektif masih kalah oleh aksi jual yang meluas.


Pergerakan Harga Zcash Menunjukkan Mengapa Taruhan Smart Money Masih Terlihat Berisiko

Struktur harga Zcash sangat jelas mencerminkan ketidakseimbangan ini. Saat ini, Zcash sudah menembus zona support US$289.

Support penting berikutnya ada di kisaran US$262. Di bawahnya, target teknikal utama dari pola head-and-shoulders ada di sekitar US$200. Dari level saat ini sekitar US$284, ini berarti potensi penurunan hampir 30% lagi.

Sampai sekarang, pergerakan harga belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Analisis Harga Zcash
Analisis Harga Zcash | Sumber: TradingView

Jika akumulasi oleh smart money mendorong adanya pantulan jangka pendek, Zcash harus terlebih dahulu merebut kembali US$289 dengan meyakinkan. Pergerakan di atas level ini bisa membuka jalan menuju US$317, yang sejalan dengan resistance Fibonacci dan zona konsolidasi sebelumnya. Walau begitu, reli semacam ini kemungkinan hanya bersifat korektif dan bukan perubahan tren utama.

Dalam banyak kasus, reli di tengah tren turun yang sudah terkonfirmasi biasanya hanya digunakan untuk menjebak posisi short sebelum harga kembali melemah. Jika tidak ada volume besar dan arus modal yang kuat, biasanya reli tersebut akan mudah memudar. Agar struktur bearish secara keseluruhan benar-benar melemah, Zcash harus bisa mengambil kembali area US$407 yang berada di dekat bahu kanan pola ini. Sampai itu terjadi, formasi head-and-shoulders masih tetap bertahan.

  •  

Saham MicroStrategy (MSTR) Hampir Saja Melewati Harga Modal — Reli Harga 20% Menanti?

Setelah berminggu-minggu mendapat tekanan berat dan turun lebih dari 12%, saham MicroStrategy mencoba untuk stabil. Reli Bitcoin mendekati US$79.000 pada waktu publikasi membantu meredakan kekhawatiran tentang harga rata-rata akuisisi perusahaan, yang sempat mendominasi sentimen pasar pada akhir Januari.

Selama beberapa waktu, investor cemas kalau penurunan harga Bitcoin yang lebih dalam bisa membuat MSTR mengalami rugi belum terealisasi. Kini karena risiko langsung itu sudah mereda, perhatian beralih pada apakah pemulihan harga bisa terjadi. Data korelasi, arus modal, dan struktur harga menunjukkan saham ini berada di zona risiko tinggi, di mana pergerakan besar Bitcoin berikutnya berpotensi mengarahkan tren MSTR dalam beberapa minggu ke depan.


Korelasi Bitcoin Menjelaskan Kenapa MicroStrategy Turun Lebih Cepat

Sejak awal Oktober, saham MicroStrategy sudah turun sekitar 62%, sedangkan Bitcoin turun sekitar 38% di periode yang sama. Perbedaan ini menyoroti bahwa MSTR bergerak seperti versi Bitcoin dengan leverage. Kalau Bitcoin melemah, biasanya saham MicroStrategy jatuh lebih dalam karena investor juga mempertimbangkan paparan neraca, utang, dan risiko sentimen.

Penurunan Bersama MSTR-BTC
Penurunan Bersama MSTR-BTC: TradingView

Data Dune juga mendukung hubungan ini. Korelasi 90 hari antara MSTR dan Bitcoin hampir mencapai 0,97 (mendekati 1), artinya kedua aset ini bergerak ke arah yang sama hampir setiap hari.

Korelasi MSTR-BTC
Korelasi MSTR-BTC: Dune

Meskipun begitu, korelasi tinggi ini tidak berarti besaran penurunannya sama. Korelasi hanya mengukur arah, bukan besar kecilnya pergerakan. Data ini menunjukkan bahwa MSTR mengikuti tren Bitcoin, akan tetapi risiko leverage dan struktur membuat pergerakan saham lebih ekstrem.

Korelasi 90 Hari Hampir 1
Korelasi 90 Hari Hampir 1: Dune

Situasi seperti ini makin terlihat jelas pada akhir Januari, ketika Bitcoin sempat turun di bawah harga rata-rata pembelian MicroStrategy sekitar US$76.000. Saat itu muncul kekhawatiran soal rugi belum terealisasi dan tekanan tambahan pada saham MSTR. Setelah Bitcoin kembali naik di atas US$78.000, ancaman itu pun mereda dan suasana market menjadi lebih tenang.

Kepemilikan MicroStrategy
Kepemilikan MicroStrategy: Strategy

Walau begitu, korelasi tetap sangat tinggi. Jika Bitcoin kembali melemah, harga saham MSTR kemungkinan akan ikut turun, sehingga risiko penurunan tetap besar.


Money Flow dan Volume Beri Sinyal Campuran

Data arus modal mencerminkan gambaran yang lebih rumit. Chaikin Money Flow (CMF), yaitu indikator yang mengukur apakah uang mengalir masuk atau keluar berdasarkan harga dan volume, trennya makin naik sejak pertengahan Januari. Antara 14 Januari hingga 2 Februari, harga saham MSTR memang turun, namun CMF terus naik. Divergensi bullish ini menandakan investor besar secara diam-diam mengakumulasi ketika harga sedang lemah.

Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Dukungan dari Big Money
Dukungan dari Big Money: TradingView

Saat ini CMF mendekati garis nol, yaitu batas antara arus modal masuk bersih dan keluar bersih. Jika CMF bisa menembus dan bertahan di atas nol, maka tekanan beli lebih dominan dari tekanan jual. Terakhir kali CMF bergerak jelas di atas level nol adalah awal September, setelah itu saham reli hampir 25%. Karena itulah, CMF jadi pemicu utama bila ada upaya pemulihan harga.

Namun, volume saham MicroStrategy justru memberi sinyal berbeda. On-Balance Volume (OBV), yang melacak apakah volume perdagangan mendukung tren harga, justru menurun. OBV anjlok seiring harga dan kini sudah turun di bawah garis tren naiknya. Ini artinya partisipasi makin lemah dan minat trader ritel juga memudar.

Breakdown Volume
Breakdown Volume: TradingView

Secara keseluruhan, indikator-indikator ini memberi sinyal beragam. CMF mengisyaratkan akumulasi selektif dari pemain besar, sedangkan OBV menunjukkan minat pelaku pasar umum masih lemah, kemungkinan karena sentimen negatif dari rata-rata harga beli di masa lalu.

Ketika metrik-metrik ini tidak sejalan, reli sering kesulitan untuk mendapatkan momentum. Tanpa partisipasi yang kuat, pergerakan naik biasanya cepat memudar. Oleh karena itu, meskipun institusi mungkin melakukan positioning lebih awal, kenaikan berkelanjutan kemungkinan membutuhkan performa Bitcoin yang lebih kuat.


Level Harga Saham MicroStrategy Kunci Tunjukkan Zona Keputusan 20% di Depan

Dengan indikator yang memberikan sinyal bertentangan, level harga MSTR sekarang lebih penting dari sebelumnya. Support terpenting berada di dekat US$139. Level ini sudah beberapa kali diuji dan sejalan dengan support Fibonacci dari penurunan Oktober, sehingga menjadi titik keputusan utama pasar.

Jika US$139 jebol pada penutupan harian, risiko penurunan akan meningkat tajam. Dalam skenario itu, harga bisa turun menuju US$107, yang berarti penurunan tambahan sekitar 20%. Pergerakan seperti ini kemungkinan akan terjadi bersamaan dengan melemahnya Bitcoin lagi. Breakdown yang lebih dalam kemungkinan juga akan terjadi seiring dengan berlanjutnya pelemahan Bitcoin.

Di sisi atas, resistance utama pertama ada di dekat US$170, juga sekitar 20% dari level saat ini. Level ini telah beberapa kali membatasi upaya rebound dan tetap menjadi hambatan utama. Breakout di atas US$170 secara konsisten akan memperbaiki struktur teknikal dan menandakan mulai pulihnya kepercayaan. Setelah itu, hambatan berikutnya ada di dekat US$190.

Jika zona ini tembus, tren akan berbalik menjadi bullish secara meyakinkan dan mengonfirmasi bahwa masuknya modal benar-benar membuat harga menguat.

Analisis Harga MicroStrategy
Analisis Harga MicroStrategy | Sumber: TradingView

Saat ini, MicroStrategy berada di sekitar US$139, dengan risiko ke bawah menuju US$107 dan resistance di dekat US$170. Rentang yang lebar ini mewakili hampir 20% ke dua arah, sehingga membentuk zona keputusan dua arah. Pergerakan Bitcoin nampaknya akan menentukan sisi mana yang akan ditembus lebih dulu. Jika Bitcoin bergerak di atas US$80.000, MSTR berpotensi menguji US$170, sementara pergerakan sideways bisa memperpanjang konsolidasi. Jika Bitcoin melemah, support di dekat US$139 menjadi rentan.

Sampai breakout yang jelas terjadi, volatilitas kemungkinan tetap tinggi dan setiap reli berisiko mengalami pembalikan.

  •  

Peringatan Harga Ethereum: Risiko US$1.500 Muncul saat Metrik Bullish Turun 90%

Harga Ethereum Mulai Stabil Setelah Jatuh Tajam, tapi Sentimen Holder Jangka Panjang Melemah

Namun, data on-chain menunjukkan cerita yang lebih hati-hati. Walaupun struktur bullish belum benar-benar patah, perilaku holder jangka panjang dan metrik untung-rugi mengalami pelemahan. Kedua hal ini mengisyaratkan bahwa rebound ini belum didukung keyakinan yang kuat. Jika tren seperti ini berlanjut, Ethereum bisa tetap rentan terkoreksi lebih dalam, bahkan sampai ke level US$1.500.


Penurunan Harga 37% Tak Mematahkan Pola, Tapi Ada Syaratnya

Sejak pertengahan Januari, Ethereum sudah turun hampir 37% hingga menyentuh level terendah di kisaran US$2.160. Penurunan ini terjadi setelah adanya divergensi bearish yang jelas.

Antara 6 Januari hingga 14 Januari, ETH mencetak higher high, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk lower high. RSI sendiri mengukur momentum pada skala 0–100. Ketika harga naik, namun RSI melemah, itu menunjukkan tekanan beli mulai berkurang. Divergensi seperti ini sering memicu pembalikan tren, dan Ethereum juga bergerak sesuai pola tersebut.

Walaupun sempat anjlok tajam, harga masih berada dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk ketika harga menciptakan lower high dan lower low di dalam garis tren yang semakin menyempit. Biasanya, struktur ini merupakan pola bullish yang mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah.

Struktur Ethereum Masih Terjaga
Struktur Ethereum Masih Terjaga | Sumber: TradingView

Ingin wawasan token seperti ini? Langganan Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Secara struktur, Ethereum belum benar-benar breakdown. Tetapi, hal yang lebih penting justru melemah: keyakinan holder jangka panjang.

Hodler Net Position Change memantau apakah investor jangka panjang sedang akumulasi atau justru menjual. Pada 18 Januari, perubahan net posisi 30 hari mencapai puncak mendekati +338.708 ETH. Ini menandakan akumulasi yang kuat.

Pada 2 Februari, angka itu anjlok ke sekitar +40.953 ETH. Itu turun hampir 90%.

Holder Akumulasi Ethereum Lebih Sedikit
Holder Akumulasi Ethereum Lebih Sedikit | Sumber: Glassnode

Ini menandakan holder jangka panjang sangat mengurangi aksi beli selama koreksi. Jika holder yang punya keyakinan tidak tambah akumulasi saat harga turun, biasanya pasar memang belum menyentuh dasar yang kuat. Bottom yang kokoh biasanya terjadi ketika holder terus akumulasi saat harga jatuh. Sekarang, situasi tersebut belum terlihat.


Keuntungan di Atas Kertas dan Transfer ke Exchange Tunjukkan Reli Sedang Dijual

Peringatan kedua datang dari data Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) Ethereum dan data transfer exchange.

NUPL mengukur seberapa besar keuntungan atau kerugian holder secara hitungan di atas kertas. Metode ini membandingkan harga saat ini dengan rata-rata harga beli. Jika NUPL tinggi, mayoritas investor sedang cuan. Jika NUPL negatif, banyak investor sedang merugi.

Akhir Januari, NUPL Ethereum turun dari kisaran 0,25 menjadi sekitar 0,007 per 1 Februari. Ini memperlihatkan bahwa keuntungan hampir lenyap, meski belum sepenuhnya habis.

NUPL Butuh Reset
NUPL Butuh Reset | Sumber: Glassnode

Namun, kalau melihat dalam periode satu tahun, NUPL masih jauh dari kondisi benar-benar kapitulas.

Pada April 2025, NUPL sempat turun ke −0,22. Kondisi itu menandai adanya ketakutan dan kapitulas yang mendalam. Setelah itu, ETH reli dari sekitar US$1.472 ke US$4.829, melonjak sekitar 228%. Saat ini, NUPL masih jauh dari level tersebut.

Ini mengindikasikan fase kapitulas besar-besaran belum terjadi. Koreksi masih bisa berlanjut sampai terbentuk bottom yang benar-benar kuat.

Data transfer exchange menambah risiko ini. Saat harga turun tajam akhir Januari, jumlah transfer (bukan koin) jatuh jadi sekitar 23.000–24.000 per hari. Ini menandakan tekanan jual berkurang di level terendah. Namun, saat rebound antara 1 sampai 2 Februari, jumlah transfer langsung melonjak ke atas 37.000.

Lonjakan ini lebih dari 50% hanya dalam satu hari. Artinya, banyak holder (mungkin holder spekulatif) memanfaatkan bounce untuk memindahkan ETH ke exchange dan kemungkinan besar menjual. Jika setiap reli malah memicu lonjakan transfer ke exchange, berarti reli justru jadi momen distribusi, bukan akumulasi.

Transfer ke Exchange Naik Tajam
Transfer ke Exchange Naik Tajam | Sumber: Glassnode

Pola ini menyoroti semakin besarnya jarak antara trader spekulatif dengan dana jangka panjang.

Gil Rosen, Co-Founder Blockchain Builders Fund, menjelaskan perbedaan ini secara eksklusif kepada BeInCrypto:

“Ada dua arus modal yang terpisah. Ada modal institusi yang mulai banyak berinvestasi di aset kripto dari semua kelas aset, dan ada juga arus modal ritel. Modal institusi selalu mendahulukan ekonomi makro, dan ketika pasar berubah, aset kripto masih dianggap sebagai aset berisiko. Sementara itu, modal spekulatif jangka pendek melonjak pada kuartal 4,” terang dia.

Perilaku ini membuat pergerakan naik jadi kurang kuat.


Level Harga Ethereum Tunjukkan Mengapa US$1.500 Kembali Masuk dalam Permainan

Dengan struktur yang masih bertahan namun keyakinan mulai melemah, level harga Ethereum kini lebih penting daripada indikator. Support utama pertama berada di sekitar US$2.250. Level ini menjadi dasar jangka pendek setelah terjadi rebound.

Di bawahnya, US$2.160 tetap menjadi level krusial. Ini menandai level terendah terbaru dan mendekati batas bawah pola falling wedge. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah zona ini, struktur harga bullish Ethereum akan semakin melemah.

Jika US$2.160 gagal bertahan dan juga lower trendline wedge ditembus, risiko penurunan harga bisa terbuka menuju wilayah US$1.540, yang merupakan level ekstensi Fib utama ke bawah. Koreksi seperti ini juga akan membawa NUPL mendekati level kapitulasi historis serta harga mendekati zona April 2025.

Analisis Harga Ethereum
Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Di area itulah potensi reset yang lebih dalam bisa terjadi. Untuk bergerak naik, Ethereum harus bisa menembus kembali US$2.690 agar sentimen berubah. Level ini merupakan area resistance Fibonacci utama dan juga zona breakdown sebelumnya.

Hanya pergerakan yang bertahan di atas US$2.690 yang menandakan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali. Sampai saat itu, reli di antara US$2.250 dan US$2.690 kemungkinan akan mengalami tekanan jual yang kuat. Selama ETH masih terjebak di rentang ini, setiap pantulan harga berisiko menjadi peluang keluar berikutnya.

  •  

Solana Reli setelah Sell-Off saat Dana Besar Kembali — Kenapa US$120 Penting Berikutnya

Solana mulai menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi setelah koreksi tajam di pasar. Selama tujuh hari terakhir, SOL turun sekitar 15,5%. Penurunan ini makin tajam saat pasar secara keseluruhan mengalami aksi jual pada 31 Januari hingga 1 Februari.

Pada titik terendahnya, Solana sempat turun ke US$95,87 sebelum menemukan support. setelah itu, harga Solana sudah rebound hampir 8% dan sekarang diperdagangkan di kisaran US$103,15.

Rebound ini sudah menghapus sebagian besar kerugian harian terbaru. Lebih penting lagi, rebound ini didukung oleh arus modal yang mulai membaik dan perilaku holder jangka panjang yang tetap stabil. Sinyal-sinyal ini memperlihatkan adanya pembeli kuat yang mulai masuk. Tapi, risiko tetap ada. Apakah pemulihan ini bisa berubah menjadi reli berkelanjutan kini bergantung pada satu level kunci: US$120.


Target Breakdown Tercapai saat Dana Besar Masuk di Dekat Support

Penurunan terbaru Solana mengikuti pola teknikal yang jelas. Pada grafik harian, harga SOL menunjukkan breakdown head-and-shoulders di akhir Januari. Target penurunan dari pola ini mengarah ke zona US$95–US$96.

Target itu pun tercapai hampir sempurna di US$95,87.

Setelah menyentuh level ini, tekanan jual mulai mereda, dan pembeli mulai masuk. Pergeseran ini terlihat pada Chaikin Money Flow (CMF). CMF mengukur apakah modal sedang masuk atau keluar dari sebuah aset dengan memanfaatkan harga dan volume. Ketika CMF naik, artinya investor besar sedang mengakumulasi.

Antara 27 Januari hingga 3 Februari, harga SOL cenderung turun, namun CMF justru naik. Fenomena ini disebut bullish divergence. Artinya, walaupun harga melemah, dana tetap masuk ke pasar.

Ingin wawasan token seperti ini? Daftarkan diri Anda di Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Breakdown Harga Solana
Breakdown Harga Solana: TradingView

Perilaku ini jarang terjadi saat koreksi tajam. Biasanya, CMF juga turun seiring dengan harga. Dalam kasus ini, CMF yang naik menandakan whale atau bahkan institusi melihat zona US$95-US$96 sebagai area menarik.

Sekarang, CMF bergerak kembali mendekati garis nol. Jika CMF menembus di atas nol, itu akan mengonfirmasi bahwa tekanan beli lebih kuat daripada tekanan jual. Hal ini bisa memperkuat peluang rebound. Sampai kini, data ini memperlihatkan bahwa support Solana di sekitar US$96 bukanlah kebetulan. Support ini benar-benar dijaga oleh modal besar.


Holder Jangka Panjang Tetap Sabar, tetapi Risiko Jangka Pendek Semakin Meningkat

Rebound yang kuat biasanya memerlukan dukungan dari investor jangka panjang. Dalam kasus Solana, dukungan itu bisa dilihat di data liveliness.

Liveliness mengukur seberapa sering koin yang sudah lama disimpan akhirnya dijual. Ketika liveliness naik, holder jangka panjang menjual asetnya. Kalau turun, mereka tetap menahan.

Selama sebulan terakhir, liveliness Solana terus bergerak turun.

Bahkan waktu harga turun tajam dari US$127 sampai di bawah US$100, liveliness tidak langsung melonjak tinggi. Selain ada kenaikan singkat sekitar 29-30 Januari, tren liveliness justru turun. Hal ini menunjukkan holder jangka panjang tidak melakukan panic selling. Sebaliknya, mereka tetap sabar.

Liveliness Turun
Liveliness Turun: Glassnode

Perilaku ini mendukung gagasan bahwa penurunan baru-baru ini dianggap bersifat sementara, bukan perubahan struktural. Namun, tidak semua grup holder sejalan.

HODL Waves menunjukkan berapa lama investor memegang koin mereka. HODL Waves membantu mengidentifikasi grup mana yang sedang membeli atau menjual. Data terbaru memperlihatkan bahwa kelompok holder 1 hari sampai 1 minggu menaikkan kepemilikan mereka dari sekitar 4,38% ke 5,26% antara 31 Desember dan 1 Februari.

Kelompok ini mewakili trader jangka pendek dan spekulan.

Mereka biasanya membeli saat harga turun dan langsung jual ketika harga rebound. Semakin banyak mereka, volatilitas juga meningkat. Ini juga menambah risiko bahwa reli bisa cepat berbalik begitu harga naik lagi.

HODL Waves SOL
HODL Waves SOL: Glassnode

Jadi, meskipun holder jangka panjang tetap menunjukkan keyakinan tinggi, trader jangka pendek kini makin aktif. Hal ini menciptakan struktur yang campur aduk. Situasi ini mendukung rebound jangka pendek, namun membatasi potensi reli kecuali CMF, alias permintaan institusi, benar-benar melonjak atau bergerak di atas garis nol.


Level Harga Kunci Solana dan Kenapa US$120 Merupakan Ujian Sebenarnya

Dengan momentum yang mulai membaik tapi risiko masih ada, level harga Solana sekarang lebih penting daripada indikator teknikal.

Support penting pertama tetap pada zona US$95,87–US$96,88. Area ini menandai target breakdown yang sudah tercapai. Selama SOL bertahan di atasnya, struktur rebound masih terjaga. Jika zona ini jebol, potensi penurunan terbuka hingga ke US$77. Hal ini akan membatalkan banyak setup bullish.

Di sisi atas, hambatan jangka pendek pertama berada di sekitar US$103,60. Saat ini, Solana sedang menguji area ini. Penutupan harian yang stabil di atas level tersebut akan menandakan kekuatan jangka pendek.

Namun, level terpenting ada di US$120,88. Level ini penting karena tiga alasan.

Pertama, area ini merupakan titik breakdown utama sejak 29 Januari. Kedua, level ini hampir sejajar dengan exponential moving average (EMA) 20 hari. EMA melacak tren harga terbaru dan berfungsi sebagai resistance dinamis saat terjadi tren turun.

Analisis Harga Solana
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Ketiga, ketika Solana berhasil merebut kembali zona ini pada awal Januari lalu, harganya sempat reli 17%. Jika Solana mampu breakout dan menutup harian di atas US$120,88, maka itu menandakan momentum mulai beralih ke pembeli. Ini juga akan menjadi sinyal bahwa fase koreksi mulai berakhir.

Di atas US$120,88, resistance harga Solana berikutnya ada di sekitar US$128,29. Jika berhasil menembus level tersebut, potensi reli lanjutan bisa membawa harga menuju US$148,63 sebagai bagian dari relief rally.

Namun, skenario ini hanya mungkin terjadi jika aliran modal terus masuk dan perilaku holder jangka panjang tetap stabil. Jika volume didominasi oleh trader jangka pendek, reli bisa saja terhenti sebelum mencapai target tersebut.

  •  

Harga XRP Menemukan Support di US$1,50 — Tapi Buyer yang Salah yang Menguasai Pasar

Harga XRP sedang berusaha menstabilkan diri setelah aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Token ini sempat turun hingga mendekati US$1,50 sebelum kembali naik ke sekitar US$1,61, mengikuti penurunan besar yang terjadi pada 31 Januari hingga 1 Februari. Secara teknikal, pergerakan ini terlihat seperti pantulan teknikal dan mungkin menjadi awal dari tren yang lebih besar.

Tapi, data on-chain dan aliran token memperlihatkan bahwa pemulihan ini masih lemah. Para pembeli yang menopang harga XRP saat ini kebanyakan berasal dari trader jangka pendek. Permintaan secara keseluruhan juga tetap lemah. Ada tiga indikator yang menjelaskan mengapa rebound ini masih bisa gagal.


Holder Jangka Pendek Memimpin Reli — dan Itu Berisiko

Harga XRP masih bergerak di dalam channel turun jangka panjang yang aktif sejak awal Juli lalu.

Kenaikan baru-baru ini terjadi di dekat batas bawah channel tersebut, sekitar US$1,50. Level itu menarik minat pembeli yang membantu menahan harga. Tapi, siapa yang membeli lebih penting dibandingkan di mana harga memantul.

XRP Masih Cenderung Bearish
XRP Masih Cenderung Bearish: TradingView

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Crypto Newsletter Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Di sinilah peran penting HODL Waves. HODL Waves memantau berapa lama investor menyimpan aset mereka. Grafik ini juga menunjukkan kelompok holder mana yang sedang menambah atau mengurangi kepemilikan.

Data terbaru memperlihatkan bahwa kelompok pemegang 1 minggu hingga 1 bulan, yang adalah trader jangka pendek, menjadi pendorong utama pembelian. Persentase suplai XRP yang mereka miliki meningkat dari sekitar 1,99% menjadi 5,27% antara 31 Januari hingga 1 Februari. Ini adalah lonjakan besar jika melihat rentang waktu cuma dua hari.

Kenaikan kepemilikan spekulatif yang sangat tajam seperti ini jelas berisiko.

Sejarah mencatat alasan mengapa ini berisiko. Saat harga XRP mencapai puncak mendekati US$2,35 pada 5 Januari, kelompok yang sama memegang sekitar 4,83% suplai. Begitu harga mulai melandai, mereka cepat-cepat menjual kepemilikan hampir separuh menjadi 2,15%. Gelombang jual inilah yang ikut mendorong harga XRP turun ke kisaran US$1,65 beberapa minggu setelahnya.

HODL Waves Menunjukkan Uang Spekulatif
HODL Waves Menunjukkan Uang Spekulatif: Glassnode

Sederhananya, kelompok trader ini biasanya membeli di saat harga turun dan cepat menjual begitu harga mulai naik. Mereka tidak tahan menghadapi ketidakpastian pasar.

Sekarang, mereka kembali menjadi motor utama rebound harga. Artinya, support saat ini lebih banyak berasal dari perputaran modal spekulatif, bukan kepercayaan jangka panjang. Jika harga XRP kesulitan menembus resistance, kelompok ini bisa saja buru-buru keluar dan memicu penurunan baru.


Outflow Exchange Menurun karena Pembelian Lebih Luas Melemah

Peringatan kedua datang dari data arus keluar-masuk di exchange.

Arus keluar dari exchange mencerminkan seberapa banyak aset yang keluar dari platform perdagangan. Biasanya, semakin banyak aset keluar, menandakan ada yang membeli dan ingin menyimpan jangka panjang. Sebaliknya, arus masuk menunjukkan tekanan jual. Rebound harga yang kuat umumnya didukung oleh peningkatan arus keluar saat harga turun, tanda adanya permintaan baru.

XRP menunjukkan pola sebaliknya.

Pada 31 Januari, arus keluar XRP dari exchange tercatat sebesar 31,38 juta XRP. Di awal Februari, angkanya turun tajam hingga sekitar 9,81 juta. Artinya ada penurunan hampir 70%. Hal ini terjadi saat XRP anjlok sekitar 14% dari harga puncak akhir Januari.

Arus Keluar Exchange Turun
Arus Keluar Exchange Turun: Santiment

Alih-alih meningkat saat harga turun, tekanan beli justru semakin melemah.

Hal ini penting karena menunjukkan hanya sebagian kecil trader yang menopang harga, yaitu kelompok spekulatif seperti yang dijelaskan tadi. Peserta pasar yang lebih luas tidak menambah porsi investasi mereka. Jadi jika holder jangka pendek mulai menjual, tidak banyak permintaan baru yang siap menyerap suplai tersebut.

Ini menimbulkan struktur yang rapuh. Harga mungkin bisa bertahan sementara, tapi daya tahannya kurang. Tanpa arus keluar yang lebih kuat, rebound harga biasanya tidak bertahan lama.


Pembeli Berkeyakinan Lemah dan Level Harga Kunci Bikin XRP Rentan

Risiko terakhir berasal dari tidak adanya investor jangka panjang dan investor “berkeyakinan tinggi”.

HODL Waves memperlihatkan kelompok yang berinvestasi lebih lama, terutama holder 2 tahun sampai 3 tahun, belum kembali masuk. Kelompok ini pernah memegang lebih dari 14% suplai XRP di akhir 2025. Saat ini angkanya turun menjadi sekitar 5,7% dan cenderung datar. Tidak ada aksi beli meski harga sempat turun drastis.

Kelompok holder seperti ini biasanya melakukan akumulasi besar saat harga benar-benar telah jatuh dalam. Tidak munculnya mereka menjadi tanda bahwa pasar belum menilai harga saat ini cukup menarik untuk masuk jangka panjang. Kurangnya keyakinan ini sejalan dengan struktur harga XRP sekarang.

Pembeli XRP Berkeyakinan Tinggi Masih Menjauh
Pembeli XRP Berkeyakinan Tinggi Masih Menjauh | Sumber: Glassnode

Saat ini, ada beberapa level yang menentukan prospek XRP.

Di sisi atas, US$1,69 adalah resistensi utama pertama. Jika XRP berhasil merebut kembali level ini, kepercayaan diri mulai membaik. Jika berhasil naik lagi, US$1,96 menjadi level krusial. Pergerakan harga di atas area ini bisa menantang channel penurunan dan berpeluang mengubah tren menjadi netral.

Sementara di sisi bawah, zona support penting berada di US$1,47-US$1,50. Jika level ini jebol, harga bisa turun ke US$1,25. Hal tersebut akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka potensi penurunan sekitar 27% sampai serendah US$0,93. Selama XRP bergerak di antara US$1,47 dan US$1,69, ketidakpastian masih mendominasi.

Analisis Harga XRP
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Pantulan harga baru-baru ini menunjukkan tekanan jual mulai melambat. Tapi arus exchange yang lemah, perilaku holder yang terpecah, dan ketiadaan pembeli berkeyakinan tinggi masih membatasi potensi kenaikan harga.

Saat ini, kelompok trader yang menahan harga XRP tetap di atas adalah mereka yang dulu juga pernah menjual lebih awal. Jika permintaan yang lebih besar dan partisipasi jangka panjang tidak kembali, support ini bisa justru menjadi pemicu gelombang jual berikutnya semakin cepat.

  •  

Mengapa Diskon Harga ADA 45% dan Harapan Reversal Tidak Bisa Menyatukan Para Crypto Whale Cardano

Harga Cardano sedang diperdagangkan dengan diskon besar. Sejak awal Desember, harga telah turun hampir 45% dan baru-baru ini menyentuh US$0,26 sebelum memantul ke sekitar US$0,28. Di atas kertas, area ini nampak seperti zona beli yang kuat.

Chart juga menunjukkan sinyal pembalikan awal. Trader ritel mulai kembali melakukan akumulasi. Namun, para holder besar yang dikenal sebagai whale masih bersikap hati-hati. Walau harga diskon dan indikator mulai membaik, pembelian belum meyakinkan. Ada tiga poin data yang menjelaskan alasannya.


Bullish Divergence di Dalam Channel Turun Masih Gagal Satukan Whale

Dari sisi teknikal, chart Cardano terlihat campuran.

Sejak November, ADA terus bergerak di dalam channel menurun, di mana harga membentuk lower high dan lower low di antara dua garis paralel. Pola ini menggambarkan tren turun yang terkontrol, bukan aksi jual panik, sebab channel masih terjaga. Namun, risiko penurunan tetap ada.

Pada saat bersamaan, momentum mulai membaik.

Antara 21 November sampai 31 Januari, ADA membentuk lower low. Pada periode yang sama, Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur momentum dalam skala 0–100. Jika harga turun, namun RSI naik, ini mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah. Fenomena ini dikenal dengan bullish divergence dan biasanya muncul mendekati awal pembalikan tren.

Chart ADA Campuran
Chart ADA Campuran: TradingView

Mau dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski muncul tanda-tanda pembalikan, whale belum menunjukkan respons yang kompak.

Data on-chain memperlihatkan tiga kelompok wallet utama punya pola perilaku berbeda:

  • Wallet yang memegang lebih dari 1 miliar ADA menambah kepemilikan sedikit setelah 28 Januari, namun tidak menambah saat harga turun di akhir Januari.
  • Wallet dengan 100 juta sampai 1 miliar ADA justru mengurangi kepemilikan dari sekitar 2,58 miliar menjadi 2,47 miliar ADA.
  • Wallet berisi 10 juta sampai 100 juta ADA meningkatkan kepemilikan dari sekitar 13,37 miliar ke 13,50 miliar ADA.
ADA Whale Bergerak
ADA Whale Bergerak: Santiment

Saat whale benar-benar yakin akan ada rebound, kelompok besar tadi biasanya kompak melakukan akumulasi. Kali ini hal itu belum terjadi. Kekuatan beli bersih hanya sekitar 20 juta ADA. Penyebabnya adalah risiko.

Selama ADA bertahan di dekat batas bawah channel menurun, kemungkinan breakdown masih ada. Jika terjadi break yang terkonfirmasi, harga bisa terjun lagi sekitar 29% seperti dibahas nanti saat membahas harga. Risiko struktur inilah yang membuat investor besar tetap bertahan defensif meskipun bullish divergence muncul.


Dominasi Sosial Lemah dan Pembelian Ritel yang Hati-Hati Batasi Momentum

Penghalang kedua adalah sentimen.

Dominasi sosial mengukur seberapa banyak perhatian yang diterima sebuah koin jika dibandingkan dengan seluruh pasar aset kripto. Indikator ini memantau porsi diskusi daring yang terfokus pada aset tersebut. Jika dominasinya naik, biasanya muncul spekulasi dan arus masuk baru.

Pada Cardano, dominasi sosial mencapai puncak sekitar 1,08% di bulan November 2025 ketika harga ADA sempat menyentuh US$0,59. Sejak itu nilainya turun konsisten. Sekarang dominasi sosial ADA ada di sekitar 0,047%, mendekati titik terendah beberapa bulan terakhir.

Secara historis, hal ini cukup berpengaruh.

  • Pada awal Desember, lonjakan dominasi sosial mendahului reli sebesar 12%.
  • Pada akhir Desember, puncak dominasi ini juga diikuti kenaikan harga 16%.
Dominasi Sosial Turun
Dominasi Sosial Turun: Santiment

Saat minat sosial naik, harga kerap mengekor. Tapi kini, atensi publik mulai surut. Tanpa dorongan narasi, whale tidak punya alasan besar menambah posisi. Perilaku ritel memang sedikit lebih positif, namun tetap berhati-hati.

Sejak 22 Januari, ADA mencatat arus keluar (outflow) harian dari exchange. Arus keluar artinya koin meninggalkan exchange, umumnya untuk disimpan, bukan dijual. Ini menandakan adanya tekanan beli.

Puncak pembelian bersih harian mencapai sekitar US$14,9 juta pada 31 Januari, kemudian turun ke sekitar US$2,8 juta. Tidak ada hari dengan aksi jual besar sejak akhir Januari.

Arus Bersih di Exchange
Arus Bersih: Coinglass

Ini menunjukkan investor ritel perlahan-lahan melakukan akumulasi saat harga turun. Tapi, laju akumulasinya masih lambat. Tanpa adanya perhatian sosial yang meningkat, permintaan ritel saja tidak bisa mendorong tren yang kuat.


Smart Money Lemah dan Level Harga Kunci Cardano Membuat Crypto Whale Tetap Bertahan

Peringatan terakhir datang dari “smart money” dan struktur harga.

Smart Money Index melacak bagaimana trader berpengalaman menempatkan posisi selama jam pasar yang berbeda. Indeks ini bertujuan mencerminkan perilaku yang didasari pengetahuan, bukan karena emosi.

Belakangan ini, indeks ini turun di bawah garis sinyalnya dan terus melemah. Pada reli sebelumnya, sekitar awal Januari, indeks ini biasanya naik lebih dulu sebelum harga bergerak naik. Lemahnya indeks saat ini menandakan para trader profesional belum bersiap untuk rebound. Hal ini juga menegaskan sikap hati-hati para whale.

Dari sisi teknikal, beberapa level penting sekarang menjadi penentu prospek bulan Februari.

Jika harga naik, ADA harus terlebih dahulu merebut kembali level US$0,319. Ini akan menandakan rasa percaya diri yang mulai membaik. Gerakan di atas US$0,376 bahkan lebih penting. Itu akan menembus channel turun dan mengubah struktur menjadi netral dari bearish. Dengan begitu, pembelian terkoordinasi dari whale bisa terjadi.

Jika harga turun, US$0,268 tetap menjadi level krusial. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah level ini, maka akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka peluang penurunan menuju US$0,188, yang berarti target penurunan sebesar 29% dari titik breakdown.

Analisis Harga Cardano
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView

Selama harga tetap berada di kisaran US$0,268 sampai US$0,319, ketidakpastian masih mendominasi. Perbedaan (divergence) bullish menunjukkan tekanan jual mulai berkurang. tapi, momentum sosial yang lemah, perilaku whale yang terpecah, dan tidak adanya dukungan dari smart money, membuat keyakinan pasar tetap rendah. Sebelum sentimen membaik dan resistance utama berhasil ditembus, peluang rebound Cardano masih sebatas kemungkinan, belum jadi kenyataan.

  •  

Menakar Titik Bottom Bitcoin, Akankah BTC Crash ke US$63.000? 3 Metrik Beri Jawaban

Harga Bitcoin (BTC) mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Tepatnya, terjadi crash lebih dari 11% sejak puncaknya di akhir Januari. Kendati harga telah menyentuh target teknikal utama, data on-chain dan derivatif menunjukkan bahwa pasar kemungkinan belum selesai terkoreksi.

Dengan pembeli yang masih berhati-hati serta crypto whale yang mulai mengurangi eksposur, pertanyaannya kini sederhana: apakah ini benar-benar titik terendah (bottom), atau sekadar persinggahan sebelum drop lanjutan?


Bitcoin Capai Target Breakdown setelah Pola Gagal

Penurunan Bitcoin baru-baru ini mengikuti roadmap teknikal yang jelas.

Pada akhir Januari, harga Bitcoin menembus formasi head-and-shoulders ke bawah, mengonfirmasi pembalikan tren bearish. Breakdown pada 29 Januari memproyeksikan target koreksi dekat US$75.130. Pada awal Februari, Bitcoin telah menyentuh zona ini, sehingga pola teknikal terkonfirmasi nyaris sempurna.

Target Breakdown Bitcoin
Target Breakdown Bitcoin | Sumber: TradingView

Sejak 31 Januari, Bitcoin sudah terkoreksi hampir 11%, turun dari level tertinggi lokal ke kisaran US$75.000. Pergerakan ini memicu likuidasi masif dan menyeret pasar kripto secara keseluruhan turun.

Biasanya pencapaian target breakdown akan membawa sedikit kelegaan sementara. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa harga akan benar-benar berada di titik bottom. Apakah level ini akan bertahan atau tidak, sangat tergantung pada bagaimana respons pembeli setelah kerusakan teknikal terjadi.

Sampai saat ini, respons tersebut masih lemah.


Pembeli Spot Masih Absen di Area Support Krusial

Salah satu sinyal peringatan terbesar yakni tidak adanya akumulasi kokoh di sekitar level US$75.000.

Arus keluar dari exchange, yang menunjukkan seberapa banyak Bitcoin berpindah dari platform trading ke penyimpanan jangka panjang, turun drastis. Sekitar 31 Januari, jumlah arus keluar mencapai sekitar 42.400 BTC. Setelah koreksi harga, arus keluarnya hanya sekitar 14.100 BTC, turun hampir 67%.

Aksi Beli yang Redup
Aksi Beli yang Redup | Sumber: Santiment

Tandanya, investor belum terburu-buru membeli saat harga turun (buy the dip). Inilah metrik peringatan pertama.

Perilaku whale juga turut menambah kekhawatiran sebagai metrik peringatan kedua. Wallet yang menampung antara 10.000 hingga 100.000 BTC mulai memangkas saldo sejak 1 Februari. Kepemilikan kolektif mereka anjlok dari sekitar 2,21 juta BTC menjadi 2,20 juta BTC. Artinya, sekitar 10.000 BTC dijual, atau setara sekitar US$750 juta dengan harga saat ini.

Whale Beraksi
Whale Beraksi | Sumber: Santiment

Sementara itu, NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) holder jangka pendek, yang mengukur apakah pembeli baru-baru ini sedang cuan atau rugi, juga turut memperlihatkan peringatan sebagai metrik ketiga. Saat ini, NUPL bertengger di kisaran -0,23, menempatkan trader di zona kapitulasi. Akan tetapi, saat koreksi di November lalu, NUPL sempat ambruk hingga sekitar -0,27 sebelum rebound monumental bermula. Ini menunjukkan ada kepanikan, tapi belum ekstrem, memberi sinyal bahwa dasar harga bisa saja tertunda.

STH NUPL
STH NUPL | Sumber: Glassnode

Kombinasi arus keluar yang kian surut, aksi jual whale, serta kapitulasi yang belum tuntas menjadi sinyal kuat bahwa keyakinan pasar masih lemah.


Pasar Derivatif Didominasi Posisi Short, Bukan Permintaan Sehat

Karena pembeli spot tetap berhati-hati, pasar derivatif saat ini menjadi sumber utama potensi reli harga.

Data likuidasi dari Binance menunjukkan akumulasi posisi short leverage sekitar US$1,91 miliar, sementara posisi long hanya tersisa sekitar US$168 juta. Ini menciptakan ketidakseimbangan besar yang menguntungkan taruhan bearish.

Ketika posisi short terlalu ramai, reli kecil saja bisa memicu aksi beli paksa. Seumpama harga Bitcoin naik, trader short akan terpaksa menutup posisi sehingga bisa memicu reli tajam. Inilah potensi terjadinya short squeeze.

Peta likuidasi BTC
Peta Likuidasi BTC: Coinglass

Namun, kondisi ini berbeda dengan permintaan yang sehat. Reli yang hanya terjadi karena likuidasi biasanya cepat hilang bila tidak didukung oleh akumulasi nyata. Tanpa adanya pembelian spot yang kuat dan partisipasi whale, reli harga kemungkinan hanya bersifat sementara. Ini karena setelah short squeeze mendorong harga naik, lebih banyak posisi long bisa terbuka sehingga risiko turun masih tetap ada.

Saat ini, derivatif hanya menawarkan volatilitas, bukan stabilitas. Yang benar-benar dibutuhkan oleh harga BTC adalah permintaan spot, namun hal itu masih belum ada sekarang.


Level Harga Kunci Bitcoin Tunjukkan US$69.000 dan Zona Risiko Lebih Rendah

Jika Bitcoin gagal bertahan pada support saat ini, model on-chain dan teknikal menyoroti target koreksi yang jelas.

Distribusi Harga Realisasi UTXO (UTXO Realized Price Distribution/URPD) menunjukkan di mana pasokan Bitcoin saat ini terakhir kali dibeli. Klaster seperti ini sering jadi area support saat harga turun.

Klaster URPD terkuat dalam waktu dekat berada di sekitar US$66.890, di mana sekitar 0,95% pasokan terkonsentrasi.

Level Support Utama
Level Support Utama: Glassnode

Di bawahnya, klaster utama lain muncul di sekitar US$63.111 yang menampung sekitar 1,14% pasokan. Zona tersebut kemungkinan menarik pembeli jika harga terus merosot. Itulah support on-chain terkuat BTC dalam waktu dekat.

Klaster BTC Utama
Klaster BTC Utama: Glassnode

Dari sudut pandang teknikal, breakdown di bawah US$75.630–US$75.130 akan membuka jalan ke US$69.500. Jika level tersebut juga runtuh, Bitcoin bakal menguji area US$66.000–US$63.000, yaitu zona klaster penting. Bila crash yang lebih dalam terjadi, support di sekitar US$61.840 menjadi relevan. Karena itulah, US$69.500 jadi area keputusan utama apabila $BTC kehilangan US$75.130.

Analisis Harga Bitcoin
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Di sisi atas, percobaan pemulihan akan menghadapi resistance di dekat US$79.890 dan US$84.140. Pergerakan yang berkelanjutan di atas US$84.140 diperlukan agar struktur bullish pulih lagi. Sebelum itu terjadi, risiko turunmasih mendominasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang sinyal on-chain dan analisis teknikal yang menilai zona US$63.000 sebagai area risiko utama bagi harga Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

HBAR Masih Bullish setelah Turun 35%? Namun Satu Rekor Terputus Bisa Tunda Reli Harga

HBAR milik Hedera memasuki Februari 2026 dalam tekanan setelah koreksi pasar yang tajam secara luas. Sejak pertengahan Januari, token ini turun hampir 35%, bahkan koreksi makin besar selama aksi jual massal antara 21 Januari hingga 1 Februari. Dari level tertinggi November, harga HBAR sekarang turun lebih dari 40% dan momentum harga tetap lemah.

Meski demikian, indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah. Apakah potensi ini akan berubah jadi rebound atau justru breakdown berikutnya kini bergantung pada volume, arus dana, dan level support kunci.

Money Flow dan Falling Wedge Tunjukkan Pembeli Saat Koreksi Masih Aktif

Meskipun terjadi aksi jual belakangan ini, struktur grafik HBAR secara keseluruhan tetap konstruktif.

Sejak akhir Oktober 2025, harga HBAR bergerak di dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk saat harga mencatatkan lower high dan lower low, namun struktur semakin menyempit dari waktu ke waktu. Biasanya, ini menandakan tekanan jual mulai melemah.

Bahkan setelah crash Januari, HBAR tetap berada dalam pola ini. Maka, peluang rebound jangka panjang masih terbuka.

Indikator money flow juga mendukung pandangan ini.

Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana besar mengalir masuk atau keluar dari suatu aset, membentuk divergensi jelas sejak akhir Desember. Antara 30 Desember sampai 2 Februari, harga HBAR cenderung turun, namun CMF justru naik. Artinya, modal masih terus masuk ke pasar meskipun harga turun.

Arus Dana Menguat ke Bullish
Arus Dana Menguat ke Bullish | Sumber: TradingView

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski CMF sempat turun di bawah garis tren naiknya dan sempat juga jatuh di bawah nol, tetapi posisinya masih dekat zona netral.

Money Flow Index (MFI) yang menjadi indikator aksi beli saat koreksi, menunjukkan pola serupa.

Sejak akhir November, harga HBAR tetap bergerak turun, sedangkan MFI justru naik. Ini menandakan trader sudah rutin beli saat koreksi selama lebih dari dua bulan. Baru-baru ini, MFI mulai melengkung naik lagi dan sekarang di kisaran 41. Jika bisa tembus di atas 54, maka terbentuk higher high dan divergensi bullish makin kuat.

Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi:
Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi: TradingView

Secara bersamaan, CMF dan MFI mengindikasikan pembeli saat koreksi masih aktif. Bahkan setelah turun 35%, modal masih belum sepenuhnya keluar dari pasar. Justru, pembeli nampaknya diam-diam terus akumulasi di dalam pola falling wedge. Jadi, harapan akan rebound tetap bertahan.

Tetapi, untuk memastikan pemulihan berkelanjutan, harga juga perlu didukung oleh volume. Di sinilah risiko berikutnya terlihat.


Reli Spot Tiga Bulan Terputus, Apakah Bisa Membatasi Kenaikan?

Meskipun CMF dan MFI tampak konstruktif, data volume justru memberi sinyal kehati-hatian lebih.

Indikator On-Balance Volume (OBV) mengukur apakah volume mendukung tren harga. OBV yang naik menegaskan kekuatan beli, sedangkan OBV yang turun menandakan distribusi. Dalam kasus HBAR, OBV terus melemah.

Pada 29 Januari, OBV menembus ke bawah garis tren menurun utama. Sejak Oktober, OBV juga terus menunjukkan tren turun. Hal ini menghasilkan divergensi bearish.

Volume Hedera Melemah
Volume Hedera Melemah | Sumber: TradingView

Ini berarti setiap kenaikan harga tidak didukung volume kuat. Kelemahan ini sekarang makin terlihat dari data spot flow.

Sejak akhir Oktober, HBAR terus mencatat arus keluar bersih mingguan secara konsisten. Selama hampir 14 pekan, lebih banyak token keluar dari exchange daripada yang masuk. Ini mencerminkan adanya akumulasi konstan di saat harga terkoreksi, sejalan dengan divergensi MFI yang telah dibahas tadi. namun, OBV yang melemah selalu membatasi potensi kenaikan.

Arus Spot HBAR Kini Positif
Arus Spot Kini Positif: Coinglass

Baru-baru ini saja tren ini terhenti.

Pada 2 Februari (analisis mingguan), HBAR mencatatkan pekan pertama arus masuk bersih yang signifikan sejak Oktober, dengan total sekitar US$749.000. Ini mengakhiri tren beli selama tiga bulan (saat artikel dibuat), yang mengisyaratkan pergeseran dari akumulasi menuju kemungkinan siap untuk aksi jual. Itu juga menjelaskan breakdown OBV terbaru, yang berada di bawah garis tren menurun.

Jadi meskipun CMF dan MFI menunjukkan pembeli masih eksis, pasar secara umum tidak lagi menyerap pasokan sebanyak sebelumnya. Tanpa arus keluar berkelanjutan, reli mungkin akan terus melemah — atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Maka, perhatian beralih ke level harga berikutnya.


Level Harga HBAR yang Akan Tentukan Arah Februari

Dengan sinyal yang bercampur dari berbagai indikator, level harga HBAR kini menjadi sangat penting. Di sisi bawah, support utama berada di sekitar US$0,076.

Jika HBAR bertahan di atas US$0,076 dan CMF serta MFI terus membaik, maka upaya rebound bisa berlanjut. namun, jika terjadi penurunan bersih di bawah level ini, itu menandakan penjual kembali menguasai pasar, sesuatu yang sudah diisyaratkan oleh OBV.

Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya terbuka di sekitar US$0,062 dan US$0,043.

Analisis Harga HBAR
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Di sisi atas, rintangan pertama berada di US$0,090, jika OBV membaik.

Wilayah ini telah membatasi reli sejak Januari dan menjadi resistance jangka pendek. Jika level ini berhasil direbut kembali, itu menunjukkan kepercayaan awal mulai kembali. Di atas US$0,090, tes harga Hedera utama ada di sekitar US$0,107.

Pergerakan berkelanjutan di atas US$0,107 akan mengonfirmasi breakout dari pola falling wedge. Ini akan mengaktifkan target terukur dari wedge, yang menunjuk pada potensi kenaikan hingga 52% dalam jangka waktu tertentu. meski begitu, skenario tersebut masih cukup jauh untuk saat ini.

  •  

Apa Saja yang Dibeli oleh Crypto Whale untuk Potensi Keuntungan di Februari 2026

Januari menjadi bulan yang penuh gejolak untuk aset kripto, dengan kenaikan di awal bulan yang kemudian diikuti aksi jual tajam di akhir bulan. Beberapa token besar menghapus kemajuan berminggu-minggu hanya dalam hitungan hari. Di tengah ketidakpastian ini, crypto whale pada Februari mulai memosisikan diri di tiga aset yang menunjukkan sinyal pembalikan awal.

Data on-chain menunjukkan peningkatan akumulasi, di mana tekanan jual mulai mereda dan pola divergensi bullish sedang terbentuk atau hampir terkonfirmasi. Hal ini mengindikasikan bahwa wallet besar sedang mempersiapkan rebound selektif, bukan mengejar momentum jangka pendek.

Shiba Inu (SHIB)

Shiba Inu menjadi salah satu nama mengejutkan yang menunjukkan aktivitas crypto whale menjelang Februari. Walau sebagian besar altcoin mengalami pelemahan di Januari, SHIB naik sekitar 3,3% dalam 30 hari terakhir, menjadikannya salah satu token besar yang berpotensi menutup bulan ini dengan performa hijau.

Kekuatan relatif ini kini didukung oleh holder besar.

Sejak 27 Januari, whale menambah kepemilikan mereka dari 666,05 triliun menjadi 666,74 triliun SHIB, alias penambahan 690 miliar SHIB. Ini menunjukkan posisi yang stabil di tengah pelemahan pasar. Waktu penambahan ini sangat berkaitan dengan sinyal teknikal penting.

Whale SHIB
Whale SHIB | Sumber: Santiment

Antara 4 November hingga 25 Januari, SHIB membentuk divergensi bullish. Pada periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. RSI mengukur momentum dan menunjukkan apakah tekanan beli atau jual sedang menguat. Ketika harga melemah, tapi RSI justru membaik, itu menandakan penjual mulai kehilangan kendali.

Pola divergensi ini terjadi dalam pola falling wedge yang lebih besar, yaitu pola bullish di mana harga menyempit sebelum potensi breakout. Setelah sinyal muncul pada 25 Januari, SHIB membukukan dua candle hijau dan whale mulai menambah posisi sejak 27 Januari.

Sejak 28 Januari, harga SHIB memang terkoreksi, tapi saldo whale tetap stabil. Ini menandakan holder besar memilih menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil aksi keluar terlalu dini.

Sekarang, pola divergensi serupa kembali terbentuk. Untuk konfirmasi, candle harga SHIB berikutnya perlu berada di atas US$0,0000071. Jika itu terjadi, momentum bisa menguat menuju zona breakout kunci di kisaran US$0,0000091, dengan potensi naik hingga US$0,000012.

Analisis Harga SHIB
Analisis Harga SHIB | Sumber: TradingView

Jika US$0,0000071 gagal ditembus, pola bullish ini jadi melemah dan risiko penurunan kembali muncul.

Untuk saat ini, akumulasi whale dan sinyal momentum yang membaik menunjukkan SHIB sedang diposisikan sebagai aset pemulihan berpotensi di Februari.

Pendle (PENDLE)

Pendle juga menjadi token yang< a href="https://id.beincrypto.com/privacy-coins-crypto-whales-beli-dan-jual-februari-2026/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> crypto whale nampaknya diposisikan pada Februari, meskipun harga saat ini masih lemah. Data on-chain menunjukkan holder besar telah menambah PENDLE dari 181,54 juta pada 27 Januari menjadi 184,81 juta, artinya ada tambahan sebanyak 3,27 juta token.

Dengan harga saat ini, akumulasi ini bernilai sekitar US$6,3 juta yang menandakan keyakinan kuat di tengah koreksi pasar.

Whale PENDLE
Whale PENDLE | Sumber: Santiment

Mau insight token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.

Peningkatan posisi ini terjadi saat PENDLE sedang kesulitan di pasar. Dalam 24 jam terakhir, token ini turun sekitar 6% dan hampir 5,2% selama sebulan terakhir, mengikuti tren pelemahan di ranah DeFi dan aset berfokus pada imbal hasil.

namun, perilaku whale mengindikasikan investor skala besar sedang memposisikan diri untuk pembalikan menengah, bukan mengejar momentum jangka pendek.

Pada chart 12 jam, PENDLE menunjukkan tanda awal divergensi bullish. Dari 14 November hingga 30 Januari, harga membentuk lower low, sementara RSI membentuk higher low.

Agar pola ini tetap valid, candle 12 jam saat ini harus bertahan di atas US$1,78. Jika level itu bisa dipertahankan, divergensi masih terjaga dan peluang pembalikan meningkat.

Pola ini sangat sesuai dengan pola akumulasi whale yang mulai meningkat setelah 27 Januari, mengikuti sinyal divergensi yang muncul sebelumnya antara 14 November hingga 25 Januari.

Analisis Harga PENDLE
Analisis Harga PENDLE | Sumber: TradingView

Jika momentum menguat, resistance pertama berada di kisaran US$2,08, sekitar 14% di atas level saat ini. Breakout di situ bisa membuka peluang naik ke US$2,38 dan US$2,87. Namun, jika gagal bertahan di US$1,78, skenario bullish langsung melemah dan risiko penurunan kembali meningkat.

Saat ini, PENDLE menunjukkan pola klasik pembalikan yang dipimpin whale: akumulasi di tengah pelemahan, dan didukung dengan sinyal momentum yang mulai membaik.

Cardano (ADA)

Cardano tiba-tiba masuk ke radar crypto whale menjelang Februari, karena ada akumulasi besar dari dua kelompok holder utama.

Data memperlihatkan bahwa wallet yang memiliki 1 miliar ADA atau lebih mulai menambah kepemilikan sejak 28 Januari. Total ADA yang mereka pegang naik dari sekitar 2,93 miliar ADA menjadi 3,18 miliar ADA. Di saat yang sama, kelompok holder dengan 100 juta hingga 1 miliar ADA juga mulai ikut akumulasi sejak 29 Januari. Saldo mereka naik dari 2,55 miliar menjadi 2,60 miliar ADA.

Whale ADA
Whale ADA | Sumber: Santiment

Kedua kelompok whale terbesar ini mengumpulkan hampir 300 juta ADA hanya dalam waktu 48 jam, yang mengisyaratkan adanya pergeseran posisi secara terkoordinasi.

Aksi beli besar ini menarik perhatian karena Cardano akhir-akhir ini berada di bawah tekanan. ADA turun hampir 6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 7,2% selama sebulan terakhir, sejalan dengan kondisi pasar yang melemah secara umum. Jika dilihat sekilas, ini bukan suasana yang bullish. Tapi grafik memperlihatkan alasan kenapa para whale mulai tertarik.

Antara 31 Desember hingga 30 Januari, ADA mencetak level harga yang lebih rendah, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. Untuk mengonfirmasi divergensi bullish ini, candle harga berikutnya harus tetap bertahan di atas US$0,31, dan RSI tidak turun di bawah level 31 Desember.

Saat ini ADA diperdagangkan di kisaran US$0,32, menjaga struktur tersebut. RSI juga perlu tetap berada di atas garis tren naiknya.

Analisis Harga ADA
Analisis Harga ADA | Sumber: TradingView

Jika sinyal ini terkonfirmasi, target rebound pertama ada di kisaran US$0,36, yang merupakan resistance penting yang ditembus pada 22 Januari. Jika titik ini berhasil direbut kembali, potensi kenaikan sekitar 12% dari harga saat ini bisa terjadi.

Namun jika harga turun di bawah US$0,31, pola pembalikan ini akan batal dan argumen dari para whale menjadi semakin lemah.

  •  

Apa yang Bisa Diharapkan dari Harga XRP di Februari 2026

XRP Memasuki Februari dalam Tekanan. Token ini turun hampir 7% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 5% selama sebulan terakhir, mencerminkan pelemahan yang semakin besar di seluruh pasar. Secara historis, Februari memang menjadi bulan yang berat untuk harga XRP. Data menunjukkan median return XRP di bulan Februari sebesar −8,12%, dengan rata-rata penurunan sebesar −5%. Pada tahun 2025, token ini bahkan turun hampir 29% di periode yang sama.

Tahun ini, sinyal teknikal dan on-chain menunjukkan risiko serupa sedang terbentuk. Namun, akumulasi selektif dan indikator momentum awal memberikan petunjuk bahwa pemulihan masih mungkin terjadi. Berikut adalah data yang tersedia.


Mengapa Koreksi Harga Sudah Diperkirakan

XRP masih bergerak di dalam channel turun jangka panjang pada grafik dua hari. Channel turun adalah pola bearish di mana harga terus membentuk lower high dan lower low di antara garis tren yang sejajar.

Sejak pertengahan 2025, pola ini menahan reli dan menekan harga makin turun. Ketika Februari yang secara historis lemah semakin dekat, XRP makin merapat ke batas bawah channel, sehingga risiko penurunan makin tinggi.

Sejarah Harga XRP
Sejarah Harga XRP: CryptoRank

Mau insight token lainnya seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Vasily Shilov, Chief Business Development Officer di SwapSpace, berujar pola musiman memang masih relevan, namun bukan lagi faktor utama yang menentukan pergerakan harga.

“Aliran ETF saat ini lebih bisa diandalkan sebagai penggerak arah,” terang dia.

“Pergerakan dalam range adalah hasil paling mungkin jika belum ada kejelasan di sektor ekonomi makro,” lanjutnya.

Kendati begitu, pelemahan teknikal ini sebenarnya sudah terlihat sejak lama.

Antara 2 Oktober hingga 5 Januari, XRP membentuk lower high pada harga, namun Relative Strength Index (RSI) justru mencetak higher high. RSI mengukur momentum, memperlihatkan apakah tekanan beli atau jual semakin kuat.

Pola Harga Bearish
Pola Harga Bearish: TradingView

Ketidakselarasan ini disebut hidden bearish divergence. Sering kali, ini menjadi tanda awal ketika kekuatan naik mulai melemah sebelum koreksi terjadi. Sinyal ini muncul di awal Januari, lalu disusul penurunan hampir 30%.

Sekarang, pola baru mulai terbentuk.

Antara 10 Oktober sampai 29 Januari, harga XRP mencatat lower low (masih berlangsung saat artikel ini ditulis) sementara RSI mencoba membentuk higher low. Ini menciptakan potensi bullish divergence, yang dapat menandai kelelahan tren turun.

Terbentuk Divergence
Terbentuk Divergence: TradingView

Agar sinyal ini terkonfirmasi:

  • Candle harga XRP dua hari berikutnya harus terbentuk di atas US$1,71, sehingga menegaskan pola lower low pada harga
  • RSI harus tetap di atas 32,83

Jika kedua syarat ini terpenuhi, tekanan turun menurun dan potensi rebound meningkat. Namun jika gagal, channel bearish masih tetap mendominasi.


Money Flow dan Aktivitas Whale Tunjukkan Sinyal Campuran

Sementara harga XRP sedang bergerak turun, data arus modal justru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Chaikin Money Flow (CMF), yang melacak tekanan beli dari institusi dan wallet besar, mengalami kenaikan di periode 5 Januari hingga 25 Januari, meskipun harga turun. Ini membentuk bullish divergence.

Artinya, pemain besar — kemungkinan institusi — telah mengakumulasi XRP secara diam-diam selama koreksi harga.

CMF Naik
CMF Naik: TradingView

Data aliran ETF juga mendukung tren ini. Walau secara keseluruhan aliran ETF Januari masih net negatif akibat outflow besar pada 21 Januari, arus masuk bersih mulai membaik mendekati akhir bulan. Bar hijau terakhir menunjukkan minat institusional yang mulai tumbuh kembali.

Arus ETF XRP
Arus ETF XRP: Glassnode

Shilov menuturkan bahwa volatilitas ETF di bulan Januari mencerminkan kehati-hatian ekonomi makro yang lebih luas dan bukan kelemahan struktural permintaan XRP.

Ia menjelaskan bahwa meski tekanan makro membuat investor lebih memilih aset aman seperti emas dan perak, exchange-traded fund (ETF) XRP spot tetap mencatat arus masuk lebih dari US$1,3 miliar sejak peluncuran dan belum pernah membukukan penebusan bersih dalam sebulan.

“Skala dan konsistensi arus masuk menggambarkan tren pembalikan sepertinya kecil kemungkinannya untuk saat ini,” komentar Shilov.

Tapi, data dari exchange menantang pandangan optimistis ini.

Saldo arus XRP di exchange melonjak drastis sejak 17 Januari, berubah dari −7,64 juta menjadi +3,78 juta. Yang mengkhawatirkan adalah pola pergerakannya.

Arus XRP di Exchange
Arus XRP di Exchange: Santiment

Tiga puncak arus masuk secara berurutan muncul pada 25, 27, dan 29 Januari. Pola yang mirip juga terbentuk sebelumnya pada 4, 8, dan 13 Januari. setelah itu, harga XRP turun dari US$2,10 ke US$1,73, atau sekitar 18%. Hal ini membuat struktur arus masuk saat ini menjadi sinyal risiko yang jelas meski ada optimisme terkait ETF.

Shilov menambahkan, permintaan ETF saja masih belum cukup kuat untuk sepenuhnya melindungi XRP dari tekanan pasar yang lebih luas. Berdasarkan data perdagangan SwapSpace, ia menyebut pergerakan jangka pendek XRP masih mengikuti tren Bitcoin dan sentimen risiko makro saat arus ETF menjadi tidak stabil.

“Arah BTC, tekanan makro, dan posisi derivatif kemungkinan akan menentukan selera risiko dalam waktu dekat,” papar Shilov.

Whale XRP Hadirkan Perspektif Menarik

Perilaku whale memberikan lapisan analisis tambahan.

Wallet yang memegang lebih dari 1 miliar XRP terus menambah akumulasi sejak awal Januari, yaitu saat harga mulai terkoreksi. Kepemilikan mereka meningkat dari 23,35 miliar menjadi 23,49 miliar XRP, menandakan penempatan modal signifikan saat harga sedang lemah.

Whale Terus Menambah
Whale Terus Menambah: Santiment

Berbeda dengan tahun lalu, dimana whale besar menunggu hingga akhir Februari untuk membeli, sekarang mereka membangun posisi lebih awal pada siklus kali ini. Hal ini mengurangi potensi penurunan tajam, namun tidak menghilangkan risiko penurunan dalam jangka pendek.

Shilov mengingatkan bahwa akumulasi holder besar harus dilihat dalam konteks yang tepat. Ia berkata bahwa pola saat ini lebih mirip dengan posisi taktis, bukan keyakinan kuat.

“Akumulasi stabil harus berlangsung bersamaan dengan arus masuk ETF yang stabil,” ujar Shilov.

“Jika tidak, pembelian bisa cepat mengering jika tekanan makro meningkat.”

Sinyal yang muncul saling bertentangan, sehingga penurunan 5% di bulan Januari terjadi, dan tidak menjadi separah penurunan hampir 15% pada Desember 2025.


Level Support Utama, Risiko Penurunan, dan Skenario Pemulihan Harga XRP

Struktur harga XRP saat ini membuat level-level penting sangat jelas. Zona pertama yang harus dipertahankan XRP adalah US$1,71–US$1,69. Penutupan selama dua hari berturut-turut di bawah area ini akan melemahkan support channel dan membuka peluang breakdown yang lebih besar.

Jika ini terjadi, support utama berikutnya berada di kisaran US$1,46. Penurunan yang bertahan di bawah US$1,46 bisa memicu penjualan besar dan membuat XRP berisiko turun lebih dalam ke sekitar US$1,24.

Skenario ini menjadi lebih mungkin jika arus masuk ke exchange terus naik dan permintaan ETF gagal menguat.

Di sisi atas, peluang pemulihan bergantung pada satu level penting. XRP harus merebut kembali US$1,97 pada penutupan dua hari berturut-turut. Ini akan menjadi sinyal breakout di atas resistance jangka pendek serta menandakan pembeli mulai kembali mengendalikan harga. Level XRP ini sudah disorot oleh analis BeInCrypto kemarin.

Analisis Harga XRP
Analisis Harga XRP: TradingView

Jika pergerakan di atas US$1,97 terkonfirmasi, jalan menuju US$2,41 terbuka, sejalan dengan level resistance channel dan Fibonacci utama.

Ke depan, Shilov mengatakan konfirmasi terkuat untuk breakout bullish adalah kembalinya arus masuk ETF yang konsisten, seperti yang terjadi pada periode peluncuran di bulan November.

“Arus dana masuk mingguan antara US$80 juta sampai US$200 juta akan membangun momentum kuat di atas US$2,10,” ujar dia.

Ia juga memberi petunjuk terkait level breakdown yang sejalan banget dengan analisis kami:

“Jika kondisi geopolitik global atau ekonomi makro makin memburuk, penurunan XRP bisa semakin dalam dan mendorong aset ini turun di bawah US$1,70,” terang dia.

Sekarang, pertarungan fokus pada support US$1,69 dan resistance US$1,97. Level mana yang jebol lebih dulu kemungkinan besar akan menentukan arah harga XRP untuk sisa bulan Februari.

  •  

Kisah Sebenarnya di Balik Crash Bitcoin 10% — Mengapa Likuidasi Terjadi Belakangan

Harga Bitcoin turun lebih dari 10% dari level tertingginya di akhir Januari, sempat anjlok di bawah US$81.000 sebelum akhirnya stabil di atas US$82.300. Dalam waktu hanya 24 jam, pasar mencatat lebih dari US$1,7 miliar likuidasi, dengan Bitcoin menyumbang hampir US$800 juta likuidasi posisi long. Harga BTC masih turun lebih dari 6% secara harian.

Kebanyakan trader menyalahkan leverage. Tapi, data menunjukkan bahwa derivatif bukan yang memulai penurunan ini. Derivatif hanya mempercepatnya saja. Penurunan sebenarnya sudah dimulai lebih awal, di dekat zona on-chain dan struktur yang sangat penting.


Volume Besar, Support Jebol, dan Perangkap US$84.600

Peringatan pertama muncul dari grafik harian. Bitcoin mencetak candle volume merah terbesar sejak awal Desember. Candle volume merah berarti tekanan jual sangat besar, di mana penjual lebih kuat daripada pembeli.

Terakhir kali volume mencapai tingkat ini, yaitu di awal Desember, Bitcoin turun hampir 9%.

Pada waktu itu, pembeli langsung masuk. Tapi kali ini, mereka tidak melakukannya. Sebaliknya, harga BTC menembus ke bawah US$84.600, yang merupakan level support penting, dan terus turun mendekati US$81.000.

Crash Harga Bitcoin
Crash Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Pada saat yang sama, Bitcoin masuk ke salah satu zona on-chain terpentingnya.

Inilah saat di mana UTXO Realized Price Distribution (URPD) berperan. URPD menunjukkan di mana supply Bitcoin yang ada terakhir kali dibeli. Klaster besar menandakan level di mana banyak koin terakhir berpindah tangan, biasanya bertindak sebagai zona support atau resistance utama.

Dua klaster terbesar, berdasarkan grafik, berada di:

  • US$84.569 (3,11% dari supply)
  • US$83.307 (2,61% dari supply)
Level URPD Kunci
Level URPD Kunci | Sumber: Glassnode

Keduanya membentuk salah satu zona kepemilikan terpadat di siklus ini.

Saat Bitcoin jatuh ke bawah US$84.600, Bitcoin masuk ke zona klaster ini. Di sinilah masalah mulai muncul karena klaster pertama mulai terancam.

Data Glassnode menunjukkan bahwa holder jangka panjang, yaitu koin yang mungkin disimpan beberapa bulan hingga setahun, mulai menjual di level ini. Pada 29 Januari, perubahan posisi bersih 30 hari mereka turun ke -144.684 BTC, arus keluar bulanan terbesar pada periode ini.

Holder Jangka Panjang
Holder Jangka Panjang | Sumber: Glassnode

Holder jangka panjang menjual di dekat US$84.600, sebelah klaster URPD terbesar. Saat penjualan besar terjadi di zona biaya penting, support pun jebol. Setelah harga menembus support ini, sebagian besar supply berpindah ke posisi rugi. Tekanan likuidasi baru meledak setelah breakdown tersebut.


Mengapa Data On-Chain Nampak Sehat saat Risiko Sebenarnya Meningkat

Crash harga BTC ini mengejutkan banyak trader karena metrik di permukaan terlihat stabil.

Hodler Net Position Change masih positif, menandakan sekitar +16.358 BTC bertambah selama 30 hari terakhir.

HODler Terus Membeli
HODler Terus Membeli | Sumber: Glassnode

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Crypto Newsletter harian dari Editor Harsh Notariya dengan klik di sini.

Saldo whale juga terus meningkat. Wallet besar tidak melakukan dump secara agresif. Secara angka, penimbunan masih terjadi.

Whale BTC
Whale BTC | Sumber: Glassnode

Tetapi metrik-metrik ini mencampurkan berbagai kelompok investor.

Holder jangka menengah dan wallet besar masih membeli. Holder jangka panjang justru diam-diam melakukan distribusi. Ketika holder berpengalaman mulai menjual di dekat klaster biaya utama, itu menandakan risiko karena keyakinan mereka, walaupun saldo secara keseluruhan terlihat masih kuat.

Itulah sebabnya kebanyakan investor melewatkan peringatan tersebut. Analis BeInCrypto sudah menyoroti risiko ini satu minggu yang lalu. Pasar nampak sehat. Di balik itu, support terkuatnya justru sedang dijual.

Begitu aksi jual itu melemahkan zona US$84.600, leverage menjadi rentan. Saat harga turun lebih dalam, posisi long mulai terlikuidasi. Data dari CoinGlass menunjukkan hampir US$800 juta posisi long Bitcoin terhapus dalam waktu 24 jam.

Angka Likuidasi
Angka Likuidasi: Coinglass

Derivatif bukan penyebab pelemahan. Instrumen itu hanya bereaksi terhadap pelemahan yang terjadi.


Struktur Rusak, Risiko Penurunan, dan Level Harga Kunci Bitcoin

Struktur teknikal kini sudah memburuk. Bitcoin sudah turun menembus neckline pola head and shoulders pada grafik harian. Ini adalah pola pembalikan bearish yang sering muncul sebelum terjadi koreksi berkepanjangan.

Berdasarkan pola ini, breakdown memperkirakan penurunan lanjutan sekitar 12% dari neckline. Hal ini menempatkan risiko di dekat zona US$75.000 jika aksi jual berlanjut. Level US$81.000 kini menjadi support krusial.

Jika Bitcoin kembali kehilangan level ini, momentum penurunan bisa makin kencang. jika bertahan, peluang stabilisasi bisa terjadi.

Analisis Harga Bitcoin
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Pemulihan harga bergantung pada kemampuan merebut kembali level kunci on-chain dan grafik. Zona harga BTC penting pertama ada di sekitar US$83.300, yang sesuai dengan klaster URPD terbesar kedua. Jika harga menembus level ini, artinya para pembeli mampu mempertahankan area kepemilikan sebelumnya.

Level utama tetap di US$84.600. Di sinilah holder jangka panjang melakukan penjualan. Dan di sinilah klaster URPD terbesar berada. Sampai Bitcoin benar-benar ditutup di atas US$84.600, setiap rebound tetap rentan.

  •  
❌