Jaksa Prancis menggerebek markas X di Paris pada hari Selasa sebagai bagian dari penyelidikan yang semakin meluas terkait dugaan penyebaran gambar pelecehan seksual anak, deepfake yang dihasilkan AI, dan penyangkalan Holocaust di platform tersebut.
Penggerebekan yang didukung oleh Europol ini menandai peningkatan besar dalam upaya regulator Eropa menindak imperium media sosial Elon Musk. Jaksa telah memanggil Musk dan mantan CEO Linda Yaccarino untuk “wawancara sukarela” yang dijadwalkan pada 20 April.
Lingkup Investigasi
Unit kejahatan siber jaksa Paris membuka penyelidikan awal pada Januari 2025, awalnya berfokus pada tuduhan bahwa algoritma bias di X telah memanipulasi sistem pemrosesan data otomatis. Penyelidikan ini berkembang secara signifikan setelah chatbot AI milik Musk bernama Grok menghasilkan konten yang diduga menyangkal Holocaust dan membuat deepfake seksual eksplisit.
Dugaan yang sedang diselidiki meliputi keterlibatan dalam memiliki dan menyebarkan gambar pelecehan seksual anak serta deepfake seksual eksplisit. Jaksa juga menyelidiki penyangkalan kejahatan terhadap kemanusiaan dan manipulasi sistem pemrosesan data otomatis sebagai bagian dari kelompok terorganisasi.
Kantor jaksa mengumumkan penggeledahan yang sedang berlangsung tersebut melalui X. Setelah itu, kantor tersebut menyatakan keluar dari platform tersebut dan mengajak pengikutnya untuk bergabung di layanan media sosial lain.
Grok di Pusat Kontroversi
Chatbot Grok yang dikembangkan oleh xAI memicu kemarahan global bulan lalu. “Spicy mode”-nya menghasilkan puluhan ribu gambar deepfake seksual tanpa persetujuan merespons permintaan pengguna.
Chatbot tersebut juga memposting konten penyangkalan Holocaust dalam bahasa Prancis. Bot itu mengklaim kamar gas di Auschwitz-Birkenau dirancang untuk “desinfeksi dengan Zyklon B melawan tifus” dan bukan untuk pembunuhan massal—narasi yang lama digunakan oleh para penyangkal Holocaust.
Walaupun Grok kemudian mengubah pernyataannya dan mengakui kesalahan itu, kerusakan telah terjadi. Malaysia dan Indonesia menjadi negara pertama yang secara penuh memblokir Grok, di mana Malaysia juga mengumumkan tindakan hukum terhadap X dan xAI.
X Membalas
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di platformnya sendiri, X mengecam penggerebekan tersebut sebagai “tindakan aparat penegak hukum yang abusif, dirancang hanya untuk mencapai tujuan politik yang tidak sah dan bukan untuk memajukan tujuan penegakan hukum yang sah berdasarkan administrasi keadilan yang adil dan tidak memihak.”
Perusahaan itu membantah seluruh tuduhan dan menggambarkan tindakan Prancis tersebut sebagai bentuk sensor bernuansa politik.
Durov Berikan Pendapat
Pendiri Telegram, Pavel Durov, yang juga menghadapi tuduhan serupa di Prancis setelah penangkapannya pada Agustus 2024, membela X dan menyerang otoritas Prancis.
“Polisi Prancis saat ini sedang menggerebek kantor X di Paris. Prancis adalah satu-satunya negara di dunia yang secara pidana menindak seluruh jejaring sosial yang memberi kebebasan dalam tingkatan tertentu (Telegram, X, TikTok…). Jangan salah: ini bukan negara bebas,” tulis Durov di X.
Pada komentar lanjutannya, ia menambahkan: “Mempolitisasi isu perlindungan anak untuk membenarkan sensor dan pengawasan massal adalah hal yang menjijikkan. Orang-orang ini tidak tahu batas.”
Reaksi Campuran
Karakterisasi Durov tersebut menuai dukungan sekaligus kritik di dunia maya. Beberapa pengguna mengamini pandangannya, salah satunya menyebut kebijakan Prancis adalah “starter pack Autokrasi Digital” serta menggambarkan penangkapan Durov sebagai “peringatan” atas apa yang akan terjadi ke depannya.
Pihak lain meminta agar diskusi lebih seimbang. “Platform seperti Telegram dan X tidak hanya ‘alat kebebasan’. Platform ini bisa dipakai menyebarkan kebencian, mengoordinasikan kekerasan, dan mengguncang stabilitas masyarakat,” tulis seorang pengguna. “Menganggapnya sekadar ‘negara bebas atau tidak’ sangat menyederhanakan kenyataan di kedua sisi.”
Tekanan Regulasi Bertambah
Prancis bukan satu-satunya negara yang menyoroti platform milik Musk. Kantor Komisioner Informasi Inggris telah membuka penyelidikan resmi terkait bagaimana X dan xAI menangani data pribadi saat mengembangkan Grok, sementara regulator media Inggris Ofcom melanjutkan investigasi terpisah yang dapat memakan waktu berbulan-bulan.
Uni Eropa juga memulai penyelidikannya sendiri bulan lalu setelah insiden deepfake dan telah menjatuhkan denda kepada X sebesar €120 juta atas pelanggaran regulasi digital, termasuk praktik centang biru yang menyesatkan.
Tekanan hukum muncul di saat Musk tengah mengonsolidasikan bisnis teknologinya. SpaceX mengumumkan pada Senin bahwa mereka telah mengakuisisi xAI dalam kesepakatan yang akan menggabungkan Grok, X, dan perusahaan komunikasi satelit Starlink di bawah satu payung korporasi—langkah yang bisa membuat pengawasan regulator di berbagai yurisdiksi kian rumit.
Solana masih berada di bawah tekanan setelah penurunan yang berkepanjangan, yang sudah terjadi jauh sebelum kondisi pasar baru-baru ini semakin memburuk. Penurunan harga ini secara perlahan mengikis kepercayaan investor, sehingga para investor besar mulai menyesuaikan posisi mereka.
Polanya kini menunjukkan risiko penurunan yang meningkat. Walaupun ada sinyal oversold yang mulai muncul, data secara keseluruhan tetap mencerminkan pandangan hati-hati terhadap SOL.
Holder Solana Mulai Lakukan Koreksi
HODLer Net Position Change Solana mulai menunjukkan tren menurun. Bar hijau yang semakin sedikit menandakan bahwa holder jangka panjang mulai memperlambat akumulasi. Kelompok ini biasanya berperan membantu menstabilkan harga di saat terjadi koreksi. Penurunan aktivitas pembelian ini menunjukkan keyakinan yang mulai melemah, bukan aksi distribusi besar-besaran pada harga saat ini.
Meski data tersebut tidak mengonfirmasi adanya penjualan aktif, data ini menyoroti berkurangnya permintaan dari investor berpengaruh. Berkurangnya akumulasi sering membatasi upaya pemulihan saat fase oversold. Tanpa tekanan beli baru, SOL bisa saja kesulitan mempertahankan rebound, apalagi jika kondisi pasar secara umum tetap rapuh.
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk mendapatkan Crypto Newsletter Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Perubahan Posisi Bersih HODLer Solana | Sumber: Glassnode
HODL Waves memberikan pemahaman lebih lanjut tentang perilaku investor. Wallet yang mengakumulasi SOL satu sampai tiga bulan lalu turun sebesar 5%. Sementara itu, proporsi holder dengan usia tiga hingga enam bulan naik 4,5%. Pergeseran ini menunjukkan bahwa investor yang sedang mengalami kerugian belum menjual asetnya.
Walaupun masih ada ketahanan, kesabaran holder tentu memiliki batas. Secara historis, pelemahan harga dalam waktu lama akan menguji keyakinan holder. Jika harga Solana turun lebih dalam, kelompok ini mungkin mulai menjual. Pola tersebut akan memperbesar tekanan turun dan memperkuat tren makro bearish yang sudah ada.
Solana saat ini diperdagangkan di kisaran US$103, masih berada di atas support penting US$100. Level ini sesuai dengan Fibonacci Extension 161,8%. Mempertahankan zona ini penting untuk kestabilan jangka pendek. Namun, reli yang gagal membuat risiko koreksi ke bawah menuju ke harga US$95 yang berada di Fibonacci 178,6%.
Indikator momentum menunjukkan kondisi oversold. Money Flow Index hampir mendekati level oversold. Secara historis, setiap penurunan di bawah level ini biasanya memicu rebound singkat. Namun, pantulan ini sering gagal membalikkan tren utama dan akhirnya diikuti penurunan lagi setelah pemulihan singkat.
Dalam waktu dekat, Solana mungkin akan bertahan di US$100 atau memantul ke resistance US$107. Bounce secara teknikal masih mungkin terjadi karena kondisi oversold. Akan tetapi, sinyal makro masih lebih condong ke risiko penurunan. Tanpa permintaan yang lebih kuat, SOL nampaknya rentan terhadap breakdown lagi di bawah US$100.
Pandangan bearish akan batal jika Solana berhasil menembus US$107 dan menjadikannya support. Kenaikan yang konsisten bisa membuka jalan menuju US$118. Untuk mencapai level itu, Solana membutuhkan arus investasi yang stabil dan kepercayaan investor yang baru. Jika modal belum kembali masuk ke SOL, upaya kenaikan harga kemungkinan masih akan terbatas.
Karena volatilitas yang sering terjadi di pasar meme coin Solana, bertahan saja adalah hal yang langka. Namun The White Whale (WHITEWHALE), sebuah token yang lahir di launchpad Pump.fun pada akhir 2025, berhasil melawan berbagai rintangan.
WHITEWHALE sudah melewati aksi jual besar-besaran, tuduhan rug pull, serta sorotan tajam dari para trader dan analis.
Pergerakan Harga Whitewhale yang Liar dan Asal Usul Narasi Meme-nya
Pada waktu publikasi, WHITEWHALE diperdagangkan di harga US$0,089, dengan data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar sebesar US$89,6 juta.
Sementara pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, token White Whale justru mencatatkan kenaikan sebesar 180% dalam dua minggu terakhir. Ini menunjukkan betapa ekstrimnya pergerakan harga token ini.
Meme coin WHITEWHALE diluncurkan pada Oktober 2025, terinspirasi dari sosok di X (Twitter) @TheWhiteWhaleV2, seorang trader perpetuals yang dikenal karena pernah mengalami likuidasi sebesar US$80 juta yang cukup terkenal.
Token ini tidak memiliki roadmap, tidak menjanjikan utilitas, dan tidak diketahui siapa pendirinya. Token ini hanya bermodalkan narasi meme dan suplai tetap hampir 1 miliar token, seperti yang diuraikan dalam posting komunitas di Medium pada awal peluncuran.
Karena khawatir reputasinya terganggu oleh penipuan yang menggunakan namanya, @TheWhiteWhaleV2 akhirnya turun tangan. Pada Desember, ia membeli token, menambah likuiditas, dan membantu mengoordinasikan pengambilalihan komunitas (CTO).
I'll make this brief because people don't read and then spout off at the mouth.
The White Whale meme was not created by me.
I took it over to control use of image/likeness/reputation.
I make zero money from this.
An X user (sorry can't give credit, don't remember who) made…
Biaya Pump.fun dialihkan kembali ke para holder, dan aktivitas treasury dibuat transparan, sebuah langkah yang jarang terjadi di ekosistem meme Solana.
Lalu, siapa sebenarnya yang mengendalikan treasury WHITEWHALE saat ini?
“Saya yang mengendalikan. Memang itulah intinya. Token yang memakai nama saya, saya yang bertanggung jawab sepenuhnya. DAO dan struktur lain sering menciptakan ilusi demokrasi di ruang ini, padahal pada kenyataannya hampir tidak pernah ada. Kamu mempercayakan Jeff untuk menjadi pengelola yang baik di HyperLiquid. Kamu mempercayakan The White Whale untuk berlaku amanah atas namanya sendiri,” jelas The White Whale kepada BeInCrypto.
Peserta awal mendapat keuntungan besar, dengan beberapa laporan menyebutkan ada trader yang berhasil mengubah dana ratusan dolar menjadi lebih dari US$1 juta.
THIS GUY TURNED $370 INTO $1.2 MILLION
Remus (@remusofmars) bought 1.5% of the WHITEWHALE supply for only $370, and he is now up $1.2 MILLION.
Namun, trader yang sama, Remus di X, hampir kehilangan semua keuntungan itu seminggu kemudian dan hanya sempat mencairkan US$220.000 saja.
“Trader ini merugi US$1 juta di WHITEWHALE minggu lalu. Remus sempat untung US$1,5 juta dengan WHITEWHALE. Sayangnya, dia baru sempat mencairkan US$220K sebelum harga anjlok -80%. Sekarang ia hanya untung US$464.000. Akankah Remus bisa balik modal? Atau waktunya beralih ke koin berikutnya?” papar Arkham melaporkan.
Bagaimana Aksi Balas Dendam Retail Membuat WHITEWHALE Melonjak Vertikal
Momen WHITEWHALE melejit terjadi pada awal Januari 2026. Dari harga terendah bulan Desember di US$0,0082, harga WHITEWHALE melonjak hampir 930% hingga sempat menyentuh US$0,20, menurut CoinGecko.
Kapitalisasi pasar token ini menembus US$200 juta, menjadikannya salah satu peluncuran Pump.fun paling sukses dalam beberapa bulan terakhir menurut Messari.
Listing di exchange seperti Bybit, MEXC, KuCoin, sampai LBank turut memicu lonjakan volume yang mencapai US$48 juta dalam 24 jam.
Di X, para trader menganggap WHITEWHALE sebagai “balas dendam retail” yakni gerakan budaya melawan bot, snipers, dan peluncuran meme coin yang dikendalikan orang dalam.
Respectfully why the only “meme” I’ve bought ever is $Whitewhale@WhiteWhaleMeme. This the exact culture we should be promoting, no kols, rug pulls every 5 seconds, giving to communty. There can be cool thing about crypto currently. There is a token providing counter culture.…
Rug atau Peristiwa Likuiditas? di Balik Crash WHITEWHALE Pada 20 Januari
Pada 20 Januari 2026, salah satu holder terbesar menjual token senilai sekitar US$1,3 juta, sehingga memicu penurunan harga hingga 60% dalam waktu singkat.
Perkiraan kapitalisasi pasar pun jatuh dari kisaran US$200 juta menjadi hanya US$20–40 juta. Hal ini memicu gelombang di media sosial, dengan tuduhan rug pull bermunculan.
Sementara banyak berita utama menyebut kejadian ini sebagai rug pull, analis on-chain yang memakai Bubblemaps melacak aksi jualnya pada satu wallet besar, yang berbeda dari milik Remus.
Tim menepis tudingan itu, dan malah menyebut kejadian tersebut sebagai “peristiwa likuiditas” daripada exit scam, namun kepercayaan sudah lebih dulu goyah.
“…holder privat terbesar kami keluar dari sebagian besar posisi mereka… kami tidak ikut serta dalam aksi jual, walaupun kami melakukan beberapa buyback… Yang berubah hanyalah distribusi. Satu posisi privat yang sangat besar kini sudah tidak lagi mendominasi pasar. Supply sekarang tersebar ke lebih banyak holder. Ini bukan peristiwa yang digerakkan oleh treasury. Ini juga bukan penyimpangan dari prinsip yang sudah kami sampaikan. Ini adalah peristiwa likuiditas,” tulis The White Whale.
BeInCrypto bertanya kepada The White Whale mengapa konsentrasi sebesar ini masih bisa terjadi, padahal proyek ini mengusung narasi anti-whale. Dia menjawab bahwa proyek ini mengikuti prinsip utama kripto: keuangan yang permissionless. Dia menekankan bahwa para trader harus bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan.
“Perlu diketahui bahwa saya tidak meluncurkan token ini. Jika saya yang meluncurkan, saya tidak akan memakai launchpad mana pun, karena saya menilai tak ada launchpad yang punya struktur supply/liquidity token yang cocok untuk melindungi investor dari hal-hal seperti ini. Tentu saja, kami berusaha menghubungi holder besar kami yang tersisa sebanyak mungkin, menawarkan deal OTC supaya dampak ke pasar bisa lebih kecil, dan sebagainya, namun orang-orang tetap bebas memilih apapun yang mereka mau.”
Paling penting, The White Whale menampik anggapan bahwa aksi jual satu wallet sebagai penyebab utama crash secara keseluruhan. Menurut dia, kejadian itu hanya memicu kepanikan dan aksi jual berantai.
Recovery Didukung oleh Penguncian, Dibayangi oleh Kontrol
Berlawanan dengan prediksi banyak orang, harga WHITEWHALE justru rebound. Hanya dalam beberapa hari, aset ini mencatat lonjakan harian di atas 70% dan bergerak naik lagi ke market cap US$80–90 juta.
Treasury mengunci 40 juta token selama setahun, sehingga suplai beredar berkurang sekaligus memberi sinyal komitmen untuk jangka panjang. Langkah ini sudah dikonfirmasi secara publik oleh sejumlah figur komunitas di X.
“Langkah ini betul-betul memangkas supply beredar, menghilangkan tekanan jual dari treasury, dan memperlihatkan komitmen kuat untuk jangka panjang – tidak ada dump jangka pendek di sini. Proyek yang kredibel memang menerapkan hal ini untuk membangun kepercayaan riil; disiplin seperti ini memunculkan sentimen positif dengan cepat,” observasi salah satu pengguna.
Data on-chain yang dikutip Rootsdata mengungkap bahwa treasury dan wallet yang berafiliasi menguasai porsi supply signifikan, bahkan lebih dari 50%.
Sepuluh holder WHITEWHALE terbesar menguasai secara kolektif 64,5% (612,6 juta token) dari total supply. Sumber: Solscan
Konsentrasi ini punya dua sisi, karena pendukungnya menilai hal tersebut bisa menghambat aksi dump yang merugikan, namun para kritikus memperingatkan token jadi rentan terhadap potensi jatuh mendadak lagi.
Everyone was talking about $WHITEWHALE before, screaming “rug” and calling it a scandal… and now?
Today it’s calmly pushing again for a new ATH, yet you don’t hear any of Crypto Twitter calling it out.
First they praise you, then they kill you, then they forget you. Sadly,…
Tidak bisa dipungkiri memang ada risiko besar. Token WHITEWHALE tidak punya utilitas selain narasi, dan pergerakan harga hingga 60% atau lebih sangat sering terjadi. Sebagian besar trader juga masih berekspektasi penurunan harga, mengingat sebagian besar meme coin Solana akhirnya gagal. Namun, The White Whale sendiri tetap optimistis proyek ini bisa menjadi contoh standar baik bagi semua token di masa depan.
“Menurut saya, seluruh inti dari sebuah meme adalah karena memang tidak berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Banyak proyek yang gagal karena mencoba tampil lebih dari yang sebenarnya. Sebaliknya, kami memilih jujur tentang apa adanya kami, dan kami bangga terhadap itu. Prinsip utama, jika bisa disebut demikian, dari gerakan $WhiteWhale adalah membuktikan bahwa sesuatu bisa sukses tanpa mengorbankan integritas. Dan tujuan pribadi saya adalah menaikkan standar setinggi mungkin agar investor meme coin mulai menuntut transparansi, ketelitian, dedikasi, dan integritas yang sama dari semua pengembang.”
Meskipun begitu, keberlangsungan sangat penting. Di ekosistem di mana banyak token hilang tanpa jejak hanya dalam semalam, kemampuan WHITEWHALE untuk pulih serta aksi treasury yang terbuka membuatnya menonjol.
Namun, tetap saja aset ini sangat berisiko, didorong oleh whale, narasi, dan momentum, bukan fundamental.
Faktor Risiko
Detail
Tingkat Dampak
Konsentrasi Whale
54% di satu alamat
Tinggi – Potensi dump besar-besaran
Volatilitas
Pergerakan 60%+ setiap pekan
Ekstrem – Banyak trader ritel merugi
Riwayat Rug
Peristiwa “likuiditas” 20 Januari
Sedang – FUD masih ada, tapi selamat
Tidak Ada Utilitas
Hanya narasi
Tinggi – Mengandalkan hype
Kekuatan Komunitas
Kunci supply transparan, redistribusi
Mitigasi – Membentuk loyalitas
Analisis Risiko Meme Coin WHITEWHALE
Jadi, token WHITEWHALE sepertinya bukan scam, hal ini juga didukung oleh sudah adanya trading di exchange besar. Volume yang dicatat juga nyata, dan komunitasnya terbilang aktif dan loyal, seperti yang disebutkan dalam dokumentasi dukungan exchange.
Sebagai penutup, BeInCrypto menanyakan kepada The White Whale tentang apa yang mungkin terjadi pada token tersebut jika ia memutuskan untuk mundur.
“Lucunya, kalau saya sampai tertabrak bus, sepertinya itu justru akan sangat bullish untuk pergerakan harga. Namun, proyek ini membawa nama saya, jadi mustahil bagi saya untuk berpikir mundur.“
Harga Onyxcoin sedang berusaha stabil setelah mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Koin XCN telah turun hampir 60% antara 6 Januari dan 31 Januari, setelah reli besar 216% pada akhir Desember dan awal Januari. Sejak saat itu, harga bergerak dalam sebuah falling wedge di grafik 12 jam, pola yang biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah.
Pada saat yang sama, partisipasi trader ritel turun drastis, menandakan banyak trader memilih lebih hati-hati setelah penurunan tajam. Meski ada keraguan ini, para holder besar justru bergerak berlawanan arah, mengisyaratkan adanya perbedaan pandangan antara smart money dan sentimen pasar secara umum.
Retail Fokus pada Sinyal Bearish saat Aktivitas Beli Melambat
Pada grafik 12 jam, XCN masih bergerak di dalam falling wedge setelah mengalami koreksi 60%. Walau struktur ini secara teknikal cenderung bullish, sekarang mulai diuji oleh kemungkinan terjadinya bearish crossover di antara exponential moving average (EMA) periode 50 dan 100. Jika crossover ini benar terjadi, itu berarti tekanan turun bertambah kuat dan prospek pemulihan jangka pendek akan melemah.
Mau dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Risiko teknikal ini nampaknya mempengaruhi perilaku pasar ritel. Data arus keluar exchange menunjukkan bahwa aktivitas beli sudah sangat melambat. Di awal Januari, arus keluar harian dari exchange sempat mencapai puncak mendekati 1,51 miliar XCN, menandakan akumulasi besar. Namun, pada awal Februari, arus keluar turun jadi sekitar 13,16 juta XCN, artinya terjadi penurunan lebih dari 99%.
Arus keluar yang turun berarti makin sedikit koin yang ditarik dari exchange untuk di-hold dalam jangka panjang. Biasanya ini menandakan kepercayaan yang menurun dan minat beli di harga bawah juga makin lemah. Secara praktis, trader ritel memilih sikap hati-hati ketimbang ikut mengakumulasi saat sinyal bearish terus muncul di timeframe yang lebih tinggi.
Penurunan partisipasi ini juga bisa menjelaskan kenapa harga XCN kesulitan bergerak naik meski masih berada dalam pola bullish. Tapi, nampaknya ada sesuatu yang sedang berubah cepat!
Whale Akumulasi Secara Agresif saat Zona Cost-Basis Batasi Risiko Penurunan
Walau minat pasar ritel memudar, para holder besar justru agresif mengakumulasi. Dalam 24 jam terakhir, wallet whale XCN menambah kepemilikannya dari sekitar 42,5 miliar XCN menjadi kurang lebih 52,19 miliar XCN. Itu artinya, mereka menambah hampir 10 miliar token (tepatnya 9,7 miliar).
Di harga saat ini, akumulasi ini nilainya sekitar US$55 juta, menunjukkan keyakinan kuat dari para pelaku besar.
Perilaku beli mendadak ini nampaknya berhubungan dengan zona cost-basis yang menguntungkan. Data on-chain menunjukkan ada klaster permintaan besar di antara US$0,0052 dan US$0,0053, yang mewakili lebih dari 5,2 miliar XCN. Area ini berfungsi sebagai support struktural yang kuat, sehingga risiko penurunan lebih lanjut jadi terbatas walaupun harga melemah lagi.
Di sisi atas, ada klaster suplai besar antara US$0,0060 dan US$0,0061 yang berisi sekitar 4,9 miliar XCN. Jika harga berhasil menembus zona ini, didorong oleh aksi beli para whale, potensi terjadinya forced covering dan momentum baru bisa terbuka lebar.
Para whale mungkin bersiap lebih awal di dekat area support, bertaruh bahwa risiko penurunan sudah terbatas sementara potensi naik masih besar jika harga berhasil melewati resistance. Dan grafik memang menunjukkan alasan kenapa klaster di sisi atas mungkin tidak sekuat kelihatannya.
Divergensi Harga Onyxcoin yang Tersembunyi Jelaskan Mengapa Whale Mulai Masuk Lebih Awal
Sinyal paling penting yang mendukung optimisme whale nampaknya muncul di timeframe yang lebih rendah, namun sejauh ini retail belum menyadarinya.
Pada grafik 4 jam, harga XCN membentuk bullish divergence antara 21 Januari hingga 3 Februari. Selama periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI), yaitu indikator momentum, membentuk higher low. Pola ini sering kali menandakan tekanan jual mulai melemah dan ada potensi pantulan lebih awal di timeframe yang lebih pendek.
Pada saat yang sama, harga juga mendekati exponential moving average (EMA) 20-periode pada timeframe 4 jam. Level ini pernah menjadi pemicu penting sebelumnya. Pada 28 Januari, harga berhasil merebut kembali EMA ini dengan bersih dan menghasilkan reli 18% dalam beberapa hari.
Formasi serupa sedang terbentuk sekarang, namun dengan sudut yang lebih bertahap layaknya domino.
Jika harga XCN mampu bertahan dan menutup candle 4 jam di atas US$0,0057, yang selaras dengan EMA dan resistance jangka pendek, momentum bisa semakin kuat. Target selanjutnya berada di sekitar US$0,0061. Breakout di atas zona ini akan menembus klaster supply utama (yang telah dibahas sebelumnya) dan membuka peluang menuju US$0,0070, bahkan mungkin US$0,0076 dalam reli relief.
Struktur berlapis ini menjelaskan perilaku whale. Mereka mulai masuk posisi di dekat support kuat, bersiap menghadapi potensi breakout karena divergence, sementara retail masih fokus pada risiko di timeframe yang lebih tinggi. Struktur ini hanya berubah menjadi bearish jika harga Onyxcoin ditutup di bawah US$0,0052 pada timeframe 4 jam.
Platform prediction market Polymarket dan Kalshi sedang mengadakan bagi-bagi sembako besar-besaran di New York City, saat para pembuat undang-undang tengah membahas regulasi yang bisa sangat membatasi bisnis mereka di negara bagian tersebut.
Waktunya membuat kedua perusahaan ini berada langsung di pusaran politik Zohran Mamdani. Agenda keterjangkauan biaya hidup dari walikota baru ini mencakup usulan toko bahan pangan milik kota tanpa tujuan laba.
Sembako Gratis sebagai Latar Politik
Polymarket mengumumkan hari ini bahwa mereka telah menandatangani kontrak sewa untuk pop-up sementara yang mereka sebut “Toko Sembako Gratis Pertama di New York” yang akan dibuka pada 12 Februari. Perusahaan ini juga menyampaikan sudah menyumbang US$1.000.000 pada Food Bank For New York City.
After months of planning, we're excited to announce 'The Polymarket' is coming to New York City.
New York's first free grocery store.
We signed the lease. And we donated $1 million to Food Bank For NYC — an organization that changes how our city responds to hunger. 🧵 pic.twitter.com/BGMCWUMz8n
Kalshi mengadakan acara “sembako gratis” terpisah yang durasinya lebih singkat. Mereka menanggung belanjaan pembeli untuk waktu tertentu di satu supermarket Manhattan.
Kedua perusahaan tersebut tidak mengatakan bahwa inisiatif ini dikoordinasikan dengan Balai Kota.
Walau begitu, bahasa dan narasinya sangat mirip dengan usulan kampanye Mamdani yang ingin membuka toko sembako milik pemerintah di kelima borough demi menurunkan harga pangan.
Thousands have already picked up their free Kalshi groceries!
We are being told we've already inspired other companies to keep up the initiative!
Mamdani berpendapat bahwa toko sembako milik kota bisa menekan biaya dengan beroperasi tanpa tujuan keuntungan dan memakai properti publik demi mengurangi sewa serta ongkos operasional. Usulan tersebut masih berada di tahap konsep percobaan, dan belum ada jadwal pelaksanaan yang disepakati.
Penting untuk dicatat bahwa walikota tidak punya wewenang langsung dalam mengatur prediction market. Pengawasan untuk platform-platform tersebut ada di tingkat negara bagian dan federal.
Meski demikian, kampanye keterjangkauan Mamdani sudah jadi sorotan utama dalam diskusi politik di New York, sehingga sangat wajar bila perusahaan menjadikan ini acuan agar lebih diterima publik.
Anggota DPRD Bergerak Secara Paralel
Saat yang sama, para legislator negara bagian New York juga tengah mengajukan usulan yang bisa langsung berdampak ke platform seperti Polymarket dan Kalshi.
Salah satu usulan, yang sering disebut ORACLE Act, akan membatasi atau melarang sejumlah kategori kontrak prediksi khusus bagi warga New York, dan memperketat pembatasan di pasar berbasis event.
Rancangan undang-undang terpisah mewajibkan operator prediction market memperoleh izin negara sebelum bisa beroperasi. Regulasi ini muncul karena ada kekhawatiran bahwa beberapa kontrak mirip perjudian tanpa regulasi atau sangat rentan direkayasa.
Sebagai keseluruhan, dengan mengaitkan branding mereka ke isu keterjangkauan bahan pokok dan filantropi setempat, kedua platform ini nampaknya sedang menempatkan diri sebagai perusahaan New York yang peduli masyarakat di tengah masa depan bisnis mereka yang masih belum pasti di negara bagian itu.
Hyperliquid mencatat lonjakan harga tajam seiring antisipasi yang meningkat menjelang peluncuran HIP-4. HYPE telah reli kuat dalam sesi-sesi terbaru, didorong oleh minat tinggi pada kontrak outcome yang sepenuhnya terjamin.
Kontrak-kontrak ini diselesaikan dalam rentang harga tetap dan membatasi keuntungan maupun kerugian. Desain ini cocok untuk prediction market dan strategi DeFi bergaya opsi. Walaupun sentimen optimistis semakin tinggi, permintaan belum berada di puncaknya.
Dampak HIP-4 Hyperliquid Belum Tercermin di Harga
Meski HYPE tampil kuat, dominasi sosialnya masih cukup rendah. Data menunjukkan diskusi tentang aset ini masih terbatas jika dibandingkan dengan reli harga yang serupa.
Hal ini menandakan reli belum menarik perhatian besar dari ritel. Keterpaparan sosial yang rendah biasanya mengurangi risiko posisi yang terlalu ramai, sehingga dapat membantu menjaga tren saat pasar sedang volatil.
Faktor lain yang berperan adalah kelelahan trader. Banyak pelaku pasar masih berhati-hati setelah berkali-kali melihat pump satu aset di tengah siklus bear yang lebih luas. Selain itu, perkembangan HIP-4 pun belum sepenuhnya menjangkau masyarakat aset kripto secara umum.
Keterlambatan penyebaran informasi ini mencegah spekulasi berlebihan dan membantu HYPE terhindar dari kondisi overbought.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar untuk menerima Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Data derivatif menunjukkan eksposur bullish yang sangat kuat di pasar Futures. Peta likuidasi menunjukkan dominasi posisi long yang jelas. Likuidasi sisi long berada di kisaran US$3,86 juta, sementara likuidasi short hanya US$93.700. Ketimpangan ini mencerminkan posisi trader yang cukup percaya diri akan berlanjutnya tren naik.
Eksposur yang berat ke satu sisi seperti ini sering memberi dorongan pada tren naik. Saat harga terus bergerak naik, para pemegang short HYPE terpaksa menutup posisi sehingga tekanan beli semakin kuat. Meski begitu, risiko tetap terkonsentrasi.
Klaster likuidasi terbesar berada di dekat US$26. Jika harga mendekati level ini, akan terjadi likuidasi sekitar US$3,86 juta, yang dapat menguji struktur bullish dan menggerus kepercayaan pada semua posisi leverage.
Harga HYPE saat ini diperdagangkan di sekitar US$36 pada waktu publikasi. Token ini naik hampir 20% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini menambah reli 76% selama dua minggu terakhir.
Percepatan ini mencerminkan permintaan kuat dan minat yang terus tumbuh terhadap perubahan protokol yang akan datang dari Hyperliquid.
Reli ini sebagian besar dipicu oleh antisipasi, bukan spekulasi setelah peluncuran. Dinamika ini mengisyaratkan potensi kenaikan bisa berlanjut setelah perilisan HIP-4. Aliran investasi masih kuat, dan tidak ada tanda distribusi besar. Jika kondisi pasar secara umum stabil, HYPE berpeluang untuk melanjutkan kenaikan lebih jauh.
Dari level saat ini, HYPE masih 60,5% di bawah rekor tertinggi sepanjang masanya di US$59. Momentum terbaru mengisyaratkan gap ini bisa cepat tertutup. Target jangka pendek yaitu merebut kembali US$42 dan US$47 sebagai support. Jika bertahan di level ini, ini akan mengonfirmasi kekuatan tren sekaligus menjaga ATH tetap dalam jangkauan.
Namun demikian, risiko penurunan masih ada jika sentimen berubah atau momentum melemah. Jika support US$30 hilang, HYPE bisa rawan terkoreksi lebih dalam. Dalam skenario tersebut, harga bisa turun mendekati US$26. Breakdown pada level itu akan menginvalasi skenario bullish dan memicu likuidasi besar-besaran.
Harga Zcash terus turun semakin dalam ke wilayah bearish karena baik harga maupun aktivitas trading makin melemah. Token yang fokus pada privasi ini turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan sekarang sudah jatuh lebih dari 44% dalam sebulan terakhir.
Zcash sebenarnya masih mencatat kenaikan sekitar 700% secara year-on-year. Tapi, reli itu kini terasa jauh. Tekanan jual terus meningkat, minat trader mulai hilang, dan harga perlahan-lahan bergerak menuju target penurunan utama berikutnya di kisaran US$200. Dengan momentum yang melemah di berbagai indikator, pasar mulai meragukan apakah penurunan yang lebih dalam kini tidak bisa dihindari lagi.
Breakdown Head-and-Shoulders dan Volume Anjlok Jadikan Target US$200 Zcash Jadi Sorotan
Penurunan harga Zcash saat ini dimulai karena terjadinya breakdown teknikal yang jelas di akhir Januari. Pada 31 Januari, token ini membentuk pola head-and-shoulders, yaitu formasi bearish klasik yang sering menandakan perubahan tren. sejak itu, harga ZEC konsisten mengikuti struktur breakdown tersebut.
Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Di saat yang sama, aktivitas trading turun drastis. Data Dune menunjukkan volume total Zcash di exchange terpusat memuncak pada 9 Januari. Pada hari itu, volume harian gabungan melewati US$1,5 miliar. Namun, pada 2 Februari, volume harian turun menjadi sekitar US$450 juta. Ini berarti penurunan sekitar 70% hanya dalam tiga minggu saja.
Penurunan aktivitas tajam seperti ini menandakan minat trader yang makin surut. Peserta yang lebih sedikit berarti likuiditas melemah dan dukungan saat penjualan juga makin rendah. Dalam praktiknya, ini membuat penurunan harga makin mudah terjadi.
Arus Modal Menjadi Negatif saat Penjualan Whale Mengalahkan Pembelian Smart Money
Indikator aliran modal juga mengonfirmasi bahwa tekanan jual saat ini masih mendominasi. Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana sedang masuk atau keluar dari suatu aset berdasarkan harga dan volume, terus turun sejak akhir Desember.
CMF memuncak sekitar 27 Desember, saat Zcash membentuk bagian “kepala” pada polanya. sejak itu, CMF gagal menembus garis tren turunnya. Pada awal Februari, CMF akhirnya jatuh di bawah garis nol, menandakan bahwa dana yang keluar kini lebih banyak dari dana yang masuk.
Dengan kata lain, lebih banyak modal yang keluar dari Zcash dibandingkan yang masuk ke dalamnya.
Data exchange dan posisi whale semakin memperkuat pandangan ini. Dalam 24 jam terakhir, cadangan Zcash di exchange melonjak lebih dari 64%.
Kenaikan cadangan biasanya berarti holder sedang memindahkan koin ke exchange untuk persiapan jual. Selain itu, holder besar juga memangkas eksposur lebih dari 35% dalam beberapa sesi terakhir. Ini sejalan dengan turunnya CMF dan menunjukkan tekanan suplai makin besar.
Dalam situasi ini, hanya ada satu data yang sedikit memberi harapan. Wallet “smart money” meningkatkan kepemilikan Zcash sekitar 9% dalam 24 jam terakhir. Walau mereka sering bergerak tepat waktu, partisipasi mereka tetap kecil dibandingkan arus keluar besar-besaran yang sedang terjadi.
Saat ini, akumulasi selektif masih kalah oleh aksi jual yang meluas.
Pergerakan Harga Zcash Menunjukkan Mengapa Taruhan Smart Money Masih Terlihat Berisiko
Struktur harga Zcash sangat jelas mencerminkan ketidakseimbangan ini. Saat ini, Zcash sudah menembus zona support US$289.
Support penting berikutnya ada di kisaran US$262. Di bawahnya, target teknikal utama dari pola head-and-shoulders ada di sekitar US$200. Dari level saat ini sekitar US$284, ini berarti potensi penurunan hampir 30% lagi.
Sampai sekarang, pergerakan harga belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Jika akumulasi oleh smart money mendorong adanya pantulan jangka pendek, Zcash harus terlebih dahulu merebut kembali US$289 dengan meyakinkan. Pergerakan di atas level ini bisa membuka jalan menuju US$317, yang sejalan dengan resistance Fibonacci dan zona konsolidasi sebelumnya. Walau begitu, reli semacam ini kemungkinan hanya bersifat korektif dan bukan perubahan tren utama.
Dalam banyak kasus, reli di tengah tren turun yang sudah terkonfirmasi biasanya hanya digunakan untuk menjebak posisi short sebelum harga kembali melemah. Jika tidak ada volume besar dan arus modal yang kuat, biasanya reli tersebut akan mudah memudar. Agar struktur bearish secara keseluruhan benar-benar melemah, Zcash harus bisa mengambil kembali area US$407 yang berada di dekat bahu kanan pola ini. Sampai itu terjadi, formasi head-and-shoulders masih tetap bertahan.
Setelah berminggu-minggu mendapat tekanan berat dan turun lebih dari 12%, saham MicroStrategy mencoba untuk stabil. Reli Bitcoin mendekati US$79.000 pada waktu publikasi membantu meredakan kekhawatiran tentang harga rata-rata akuisisi perusahaan, yang sempat mendominasi sentimen pasar pada akhir Januari.
Selama beberapa waktu, investor cemas kalau penurunan harga Bitcoin yang lebih dalam bisa membuat MSTR mengalami rugi belum terealisasi. Kini karena risiko langsung itu sudah mereda, perhatian beralih pada apakah pemulihan harga bisa terjadi. Data korelasi, arus modal, dan struktur harga menunjukkan saham ini berada di zona risiko tinggi, di mana pergerakan besar Bitcoin berikutnya berpotensi mengarahkan tren MSTR dalam beberapa minggu ke depan.
Korelasi Bitcoin Menjelaskan Kenapa MicroStrategy Turun Lebih Cepat
Sejak awal Oktober, saham MicroStrategy sudah turun sekitar 62%, sedangkan Bitcoin turun sekitar 38% di periode yang sama. Perbedaan ini menyoroti bahwa MSTR bergerak seperti versi Bitcoin dengan leverage. Kalau Bitcoin melemah, biasanya saham MicroStrategy jatuh lebih dalam karena investor juga mempertimbangkan paparan neraca, utang, dan risiko sentimen.
Data Dune juga mendukung hubungan ini. Korelasi 90 hari antara MSTR dan Bitcoin hampir mencapai 0,97 (mendekati 1), artinya kedua aset ini bergerak ke arah yang sama hampir setiap hari.
Meskipun begitu, korelasi tinggi ini tidak berarti besaran penurunannya sama. Korelasi hanya mengukur arah, bukan besar kecilnya pergerakan. Data ini menunjukkan bahwa MSTR mengikuti tren Bitcoin, akan tetapi risiko leverage dan struktur membuat pergerakan saham lebih ekstrem.
Situasi seperti ini makin terlihat jelas pada akhir Januari, ketika Bitcoin sempat turun di bawah harga rata-rata pembelian MicroStrategy sekitar US$76.000. Saat itu muncul kekhawatiran soal rugi belum terealisasi dan tekanan tambahan pada saham MSTR. Setelah Bitcoin kembali naik di atas US$78.000, ancaman itu pun mereda dan suasana market menjadi lebih tenang.
Walau begitu, korelasi tetap sangat tinggi. Jika Bitcoin kembali melemah, harga saham MSTR kemungkinan akan ikut turun, sehingga risiko penurunan tetap besar.
Money Flow dan Volume Beri Sinyal Campuran
Data arus modal mencerminkan gambaran yang lebih rumit. Chaikin Money Flow (CMF), yaitu indikator yang mengukur apakah uang mengalir masuk atau keluar berdasarkan harga dan volume, trennya makin naik sejak pertengahan Januari. Antara 14 Januari hingga 2 Februari, harga saham MSTR memang turun, namun CMF terus naik. Divergensi bullish ini menandakan investor besar secara diam-diam mengakumulasi ketika harga sedang lemah.
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Saat ini CMF mendekati garis nol, yaitu batas antara arus modal masuk bersih dan keluar bersih. Jika CMF bisa menembus dan bertahan di atas nol, maka tekanan beli lebih dominan dari tekanan jual. Terakhir kali CMF bergerak jelas di atas level nol adalah awal September, setelah itu saham reli hampir 25%. Karena itulah, CMF jadi pemicu utama bila ada upaya pemulihan harga.
Namun, volume saham MicroStrategy justru memberi sinyal berbeda. On-Balance Volume (OBV), yang melacak apakah volume perdagangan mendukung tren harga, justru menurun. OBV anjlok seiring harga dan kini sudah turun di bawah garis tren naiknya. Ini artinya partisipasi makin lemah dan minat trader ritel juga memudar.
Secara keseluruhan, indikator-indikator ini memberi sinyal beragam. CMF mengisyaratkan akumulasi selektif dari pemain besar, sedangkan OBV menunjukkan minat pelaku pasar umum masih lemah, kemungkinan karena sentimen negatif dari rata-rata harga beli di masa lalu.
Ketika metrik-metrik ini tidak sejalan, reli sering kesulitan untuk mendapatkan momentum. Tanpa partisipasi yang kuat, pergerakan naik biasanya cepat memudar. Oleh karena itu, meskipun institusi mungkin melakukan positioning lebih awal, kenaikan berkelanjutan kemungkinan membutuhkan performa Bitcoin yang lebih kuat.
Level Harga Saham MicroStrategy Kunci Tunjukkan Zona Keputusan 20% di Depan
Dengan indikator yang memberikan sinyal bertentangan, level harga MSTR sekarang lebih penting dari sebelumnya. Support terpenting berada di dekat US$139. Level ini sudah beberapa kali diuji dan sejalan dengan support Fibonacci dari penurunan Oktober, sehingga menjadi titik keputusan utama pasar.
Jika US$139 jebol pada penutupan harian, risiko penurunan akan meningkat tajam. Dalam skenario itu, harga bisa turun menuju US$107, yang berarti penurunan tambahan sekitar 20%. Pergerakan seperti ini kemungkinan akan terjadi bersamaan dengan melemahnya Bitcoin lagi. Breakdown yang lebih dalam kemungkinan juga akan terjadi seiring dengan berlanjutnya pelemahan Bitcoin.
Di sisi atas, resistance utama pertama ada di dekat US$170, juga sekitar 20% dari level saat ini. Level ini telah beberapa kali membatasi upaya rebound dan tetap menjadi hambatan utama. Breakout di atas US$170 secara konsisten akan memperbaiki struktur teknikal dan menandakan mulai pulihnya kepercayaan. Setelah itu, hambatan berikutnya ada di dekat US$190.
Jika zona ini tembus, tren akan berbalik menjadi bullish secara meyakinkan dan mengonfirmasi bahwa masuknya modal benar-benar membuat harga menguat.
Analisis Harga MicroStrategy | Sumber: TradingView
Saat ini, MicroStrategy berada di sekitar US$139, dengan risiko ke bawah menuju US$107 dan resistance di dekat US$170. Rentang yang lebar ini mewakili hampir 20% ke dua arah, sehingga membentuk zona keputusan dua arah. Pergerakan Bitcoin nampaknya akan menentukan sisi mana yang akan ditembus lebih dulu. Jika Bitcoin bergerak di atas US$80.000, MSTR berpotensi menguji US$170, sementara pergerakan sideways bisa memperpanjang konsolidasi. Jika Bitcoin melemah, support di dekat US$139 menjadi rentan.
Sampai breakout yang jelas terjadi, volatilitas kemungkinan tetap tinggi dan setiap reli berisiko mengalami pembalikan.
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan penting untuk perkembangan utama di dunia kripto hari ini.
Siapkan kopi dan duduklah sebentar—pasar bergerak dengan cara yang membuat para investor berpengalaman pun harus memicingkan mata ketika melihat grafik. Emas dan perak sedang melonjak, aset kripto bergerak tidak stabil, dan kebijakan Washington menambah ketidakpastian. Tapi menurut Tom Lee, di tengah kekacauan ini, sepertinya titik balik diam-diam mulai terbentuk.
Berita Kripto Hari Ini: Tom Lee Sebut White House Mempercepat Kemenangan Pemilu Sela dan Mengacaukan Pasar
Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors memberikan pandangan hati-hati namun optimistis bagi investor aset kripto, dan berpendapat gejolak terbaru di Bitcoin dan Ethereum mungkin hanya bersifat sementara.
Saat tampil di Squawk Box CNBC, Lee mengaitkan lonjakan harga emas dan perak di awal tahun dengan manuver kebijakan dari Washington, D.C.
Ia menuturkan bahwa langkah-langkah Gedung Putih untuk sementara telah “membajak” selera risiko, menciptakan sebuah “pusaran” yang menarik modal keluar dari aset kripto meski punya fundamental yang kuat.
Emas melonjak hingga US$4.954,99 per ons, naik 6,5% dalam sehari, sementara perak melejit 13,66% ke US$87,53. Ini menjadi kenaikan harian terbesar untuk kedua logam sejak krisis keuangan tahun 2008.
🚨 WARNING: SOMETHING BIG IS COMING!
GOLD: $4,958 SILVER: $87
That's a 6.5% and 14% pump in ONE day.
It's the BIGGEST daily gain since 2008.
This is a WARNING you gotta understand if you hold stocks, crypto, or anything else.
“Industri aset kripto saat ini sama sekali tidak punya leverage,” ujar dia. “Performa emas dan perak menyedot seluruh selera risiko ke perdagangan logam mulia.”
Lee juga menyoroti politik di Washington sebagai pemicu utama ketidakpastian pasar. Dengan midterms yang semakin dekat, ia mengkritik Gedung Putih karena “sengaja lebih cepat menentukan siapa pemenang dan siapa yang kalah,” mendahulukan agendanya dan membuat pasar “terkunci”.
Spekulasi seputar siapa Ketua The Fed berikutnya juga menambah volatilitas, dengan Lee memperingatkan pasar akan menguji kebijakan dan komitmen suku bunga dari pejabat baru, seperti yang terjadi pada Janet Yellen dan Jerome Powell sebelumnya.
Meski banyak pihak percaya Partai Republik akan kehilangan kursi di DPR, Lee memaparkan bahwa jika partai itu bertahan, hasilnya bisa jadi “kejutan positif”.
Tanda-Tanda Menunjukkan Titik Terendah Kripto di Tengah Euforia Emas dan Perak
Meski dalam jangka pendek ada hambatan, Lee melihat sinyal bahwa aset kripto mungkin sudah menyentuh titik terbawah. Penasehat Fundstrat, Tom DeMark, menilai “keselarasan waktu dan harga” sudah tercapai, di mana Bitcoin kembali di atas US$78.000 dan Ethereum mendekati US$2.300.
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView
Lee menambahkan bahwa alamat aktif Ethereum sedang “naik tajam,” karena Wall Street makin banyak mengadopsi aset digital.
“Semua komponen sudah siap agar aset kripto membentuk titik terbawah saat ini,” ucapnya, membandingkan lemahnya harga dengan aktivitas jaringan.
Pandangan ini sejalan dengan catatan analis soal rotasi modal yang mungkin terjadi, di mana beberapa pihak menyoroti rebound emas 11% dari titik terendah, bertambah US$3,07 triliun, dan lonjakan perak 20% sehingga mengembalikan US$800 miliar.
Analis Bull Theory membandingkan kondisi sekarang dengan Agustus 2020, ketika emas mencapai puncak di US$2.075, Bitcoin sempat turun 20%, lalu reli 559% selama delapan bulan karena modal kembali masuk ke aset berisiko.
“Emas sepertinya sudah di puncak, dan Bitcoin sudah terkoreksi—sekarang kita bisa melihat rotasi ke aset berisiko,” papar mereka.
Namun, tidak semua komentar bersifat bullish. Analis Wimar.X memberi peringatan bahwa lonjakan logam mulia ini menandakan sebuah sistem yang “rusak”, seperti kondisi sebelum krisis 2000, 2007, dan 2019.
Dengan rasio harga emas terhadap perak mendekati 56, mereka menilai institusi-institusi “keluar dari kasino”, yang mungkin menandakan kejatuhan pasar di tahun 2026.
Lee, di sisi lain, menekankan bahwa kondisi ekonomi makro secara umum masih kuat. Saham-saham naik 1% pada Januari, yang secara historis berkorelasi dengan kenaikan indeks S&P sebesar 18% per tahun dalam periode serupa sejak 1950.
Meski valuasi AI dan teknologi bisa saja kembali ke rata-rata, ia memandang logam mulia yang “beristirahat” adalah hal baik bagi pasar dan bisa membuka jalan bagi pergerakan kripto berikutnya.
Pertanyaannya sekarang, apakah arus modal yang digerakkan Washington akan terus mengalir ke logam mulia atau Bitcoin dan Ethereum sudah siap untuk bangkit kembali?
Chart of the Day
Rasio Emas ke Bitcoin pada 2026 | Sumber: Milk Road
Rasio dominasi Emas ke Bitcoin membandingkan kapitalisasi pasar kedua aset tersebut.
Alpha Singkat Byte
Berikut ringkasan berita kripto AS lainnya yang bisa kamu simak hari ini:
Harga Ethereum Mulai Stabil Setelah Jatuh Tajam, tapi Sentimen Holder Jangka Panjang Melemah
Namun, data on-chain menunjukkan cerita yang lebih hati-hati. Walaupun struktur bullish belum benar-benar patah, perilaku holder jangka panjang dan metrik untung-rugi mengalami pelemahan. Kedua hal ini mengisyaratkan bahwa rebound ini belum didukung keyakinan yang kuat. Jika tren seperti ini berlanjut, Ethereum bisa tetap rentan terkoreksi lebih dalam, bahkan sampai ke level US$1.500.
Penurunan Harga 37% Tak Mematahkan Pola, Tapi Ada Syaratnya
Sejak pertengahan Januari, Ethereum sudah turun hampir 37% hingga menyentuh level terendah di kisaran US$2.160. Penurunan ini terjadi setelah adanya divergensi bearish yang jelas.
Antara 6 Januari hingga 14 Januari, ETH mencetak higher high, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk lower high. RSI sendiri mengukur momentum pada skala 0–100. Ketika harga naik, namun RSI melemah, itu menunjukkan tekanan beli mulai berkurang. Divergensi seperti ini sering memicu pembalikan tren, dan Ethereum juga bergerak sesuai pola tersebut.
Walaupun sempat anjlok tajam, harga masih berada dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk ketika harga menciptakan lower high dan lower low di dalam garis tren yang semakin menyempit. Biasanya, struktur ini merupakan pola bullish yang mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah.
Struktur Ethereum Masih Terjaga | Sumber: TradingView
Ingin wawasan token seperti ini? Langganan Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Hodler Net Position Change memantau apakah investor jangka panjang sedang akumulasi atau justru menjual. Pada 18 Januari, perubahan net posisi 30 hari mencapai puncak mendekati +338.708 ETH. Ini menandakan akumulasi yang kuat.
Pada 2 Februari, angka itu anjlok ke sekitar +40.953 ETH. Itu turun hampir 90%.
Holder Akumulasi Ethereum Lebih Sedikit | Sumber: Glassnode
Ini menandakan holder jangka panjang sangat mengurangi aksi beli selama koreksi. Jika holder yang punya keyakinan tidak tambah akumulasi saat harga turun, biasanya pasar memang belum menyentuh dasar yang kuat. Bottom yang kokoh biasanya terjadi ketika holder terus akumulasi saat harga jatuh. Sekarang, situasi tersebut belum terlihat.
Keuntungan di Atas Kertas dan Transfer ke Exchange Tunjukkan Reli Sedang Dijual
Peringatan kedua datang dari data Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) Ethereum dan data transfer exchange.
NUPL mengukur seberapa besar keuntungan atau kerugian holder secara hitungan di atas kertas. Metode ini membandingkan harga saat ini dengan rata-rata harga beli. Jika NUPL tinggi, mayoritas investor sedang cuan. Jika NUPL negatif, banyak investor sedang merugi.
Akhir Januari, NUPL Ethereum turun dari kisaran 0,25 menjadi sekitar 0,007 per 1 Februari. Ini memperlihatkan bahwa keuntungan hampir lenyap, meski belum sepenuhnya habis.
Namun, kalau melihat dalam periode satu tahun, NUPL masih jauh dari kondisi benar-benar kapitulas.
Pada April 2025, NUPL sempat turun ke −0,22. Kondisi itu menandai adanya ketakutan dan kapitulas yang mendalam. Setelah itu, ETH reli dari sekitar US$1.472 ke US$4.829, melonjak sekitar 228%. Saat ini, NUPL masih jauh dari level tersebut.
Ini mengindikasikan fase kapitulas besar-besaran belum terjadi. Koreksi masih bisa berlanjut sampai terbentuk bottom yang benar-benar kuat.
Data transfer exchange menambah risiko ini. Saat harga turun tajam akhir Januari, jumlah transfer (bukan koin) jatuh jadi sekitar 23.000–24.000 per hari. Ini menandakan tekanan jual berkurang di level terendah. Namun, saat rebound antara 1 sampai 2 Februari, jumlah transfer langsung melonjak ke atas 37.000.
Lonjakan ini lebih dari 50% hanya dalam satu hari. Artinya, banyak holder (mungkin holder spekulatif) memanfaatkan bounce untuk memindahkan ETH ke exchange dan kemungkinan besar menjual. Jika setiap reli malah memicu lonjakan transfer ke exchange, berarti reli justru jadi momen distribusi, bukan akumulasi.
Transfer ke Exchange Naik Tajam | Sumber: Glassnode
Pola ini menyoroti semakin besarnya jarak antara trader spekulatif dengan dana jangka panjang.
Gil Rosen, Co-Founder Blockchain Builders Fund, menjelaskan perbedaan ini secara eksklusif kepada BeInCrypto:
“Ada dua arus modal yang terpisah. Ada modal institusi yang mulai banyak berinvestasi di aset kripto dari semua kelas aset, dan ada juga arus modal ritel. Modal institusi selalu mendahulukan ekonomi makro, dan ketika pasar berubah, aset kripto masih dianggap sebagai aset berisiko. Sementara itu, modal spekulatif jangka pendek melonjak pada kuartal 4,” terang dia.
Perilaku ini membuat pergerakan naik jadi kurang kuat.
Level Harga Ethereum Tunjukkan Mengapa US$1.500 Kembali Masuk dalam Permainan
Dengan struktur yang masih bertahan namun keyakinan mulai melemah, level harga Ethereum kini lebih penting daripada indikator. Support utama pertama berada di sekitar US$2.250. Level ini menjadi dasar jangka pendek setelah terjadi rebound.
Di bawahnya, US$2.160 tetap menjadi level krusial. Ini menandai level terendah terbaru dan mendekati batas bawah pola falling wedge. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah zona ini, struktur harga bullish Ethereum akan semakin melemah.
Jika US$2.160 gagal bertahan dan juga lower trendline wedge ditembus, risiko penurunan harga bisa terbuka menuju wilayah US$1.540, yang merupakan level ekstensi Fib utama ke bawah. Koreksi seperti ini juga akan membawa NUPL mendekati level kapitulasi historis serta harga mendekati zona April 2025.
Di area itulah potensi reset yang lebih dalam bisa terjadi. Untuk bergerak naik, Ethereum harus bisa menembus kembali US$2.690 agar sentimen berubah. Level ini merupakan area resistance Fibonacci utama dan juga zona breakdown sebelumnya.
Hanya pergerakan yang bertahan di atas US$2.690 yang menandakan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali. Sampai saat itu, reli di antara US$2.250 dan US$2.690 kemungkinan akan mengalami tekanan jual yang kuat. Selama ETH masih terjebak di rentang ini, setiap pantulan harga berisiko menjadi peluang keluar berikutnya.
Penurunan singkat Bitcoin di bawah US$76.000 minggu ini memicu penurunan harga saham Strategy sebesar 7%. Hal ini mengungkap kenyataan struktural bahwa pasar tidak bisa lagi mengabaikan: seluruh posisi 713.502 BTC milik perusahaan ini sekarang tepat berada di harga modalnya.
Kenyataan ini mengubah apa yang dulunya hanya taruhan treasury korporat menjadi sebuah acuan utama bagi pasar.
Saat Ukuran Menjadi Struktur
Strategy, sebelumnya bernama MicroStrategy, telah mengakumulasi sekitar 3,57% dari total suplai Bitcoin. Konsentrasi ini menjadikan perusahaan tersebut bukan sekadar holder besar, tapi juga bagian dari struktur pasar itu sendiri.
“Saylor bukan hanya optimistis—dia adalah pasarnya sendiri,” papar analis CryptoQuant Maartunn dalam penilaian mendalam atas posisi Strategy. “Ini sudah bukan lagi kepemilikan pasif. Ini adalah struktur pasar.”
Angka-angka memperjelas transformasi ini. Per 1 Februari, Strategy memiliki 713.502 BTC yang diperoleh dengan total sekitar US$54,26 miliar pada harga rata-rata US$76.052 per koin. Ketika harga Bitcoin menyentuh US$74.500 pada hari Senin—level terendahnya sejak April—seluruh posisi perusahaan ini sempat berada di bawah harga modal.
Harga kini sudah pulih ke sekitar US$78.800, namun peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa level US$76.000 menjadi titik acuan mekanis. Berdasarkan analisis Maartunn, sekitar 61% suplai Bitcoin yang beredar saat ini berada di atas harga pasar, sementara 39% di bawahnya. Posisi besar Strategy tepat membelah garis keseimbangan ini.
Tekanan Pembelian yang Berlanjut
Meski volatilitas terjadi, Strategy mengumumkan pembelian lagi: 855 BTC dengan harga rata-rata US$87.974. Ini menunjukan komitmen berkelanjutan pada strategi treasury Bitcoin, sekaligus menambah tekanan struktural baru.
Strategy has acquired 855 BTC for ~$75.3 million at ~$87,974 per bitcoin. As of 2/1/2026, we hodl 713,502 $BTC acquired for ~$54.26 billion at ~$76,052 per bitcoin. $MSTR$STRChttps://t.co/tYTGMwPPUF
Pembelian terbaru ini meningkatkan biaya marjinal kepemilikan Strategy dan memperbesar ketergantungan pada modal. Lebih krusial lagi, pembelian dilakukan di harga sekitar 7% di atas level pasar saat ini, sehingga koin baru mereka sudah mengalami kerugian di atas kertas.
“Membeli 855 BTC di US$87.974 menaikkan biaya marjinal, meningkatkan ketergantungan modal, menambah ukuran posisi yang secara langsung berada di kerugian -7%,” ulas Maartunn. “Saylor kini memegang lebih banyak BTC di atas harga pasar daripada di bawahnya. Artinya, penurunan harga kini lebih cepat terasa.”
Jenis Leverage yang Berbeda
Posisi Strategy menggunakan leverage—hanya saja bukan jenis leverage yang umum di trading kripto. Pembelian Bitcoin perusahaan ini didanai melalui penerbitan saham, obligasi konversi, dan instrumen pasar modal lainnya.
Paparan SEC memperlihatkan kapasitas dana yang tersedia: saham preferen STRK saja masih memiliki kapasitas penerbitan US$20,33 miliar, ditambah kapasitas dari STRF (US$1,62 miliar), STRC (US$3,62 miliar), STRD (US$4,01 miliar), dan saham biasa (US$8,06 miliar).
Namun, ketergantungan pada pasar modal ini bisa menciptakan efek umpan balik. Jika harga Bitcoin jatuh, saham Strategy juga melemah. Harga saham yang turun membatasi kemampuan perusahaan untuk menggalang modal lewat penerbitan saham. Akses modal yang terbatas mengurangi daya beli, sehingga menghilangkan salah satu sumber permintaan penting di pasar.
“Saylor memang tidak berleverage seperti trader, namun neraca keuangan tetap memperbesar risiko,” terang Maartunn. “Jika harga BTC turun, saham MSTR melemah, atau minat pendanaan menurun—efek umpan baliknya bisa berbalik arah.”
Apa yang Sebenarnya Diuji oleh Pasar
Saat ini, situasinya mengundang perbandingan dengan kerentanan struktural di pasar kripto sebelumnya—bukan karena Strategy terancam kolaps, melainkan karena posisinya yang sudah cukup besar sampai bisa membentuk perilaku pasar.
“Kita pernah melihat struktur seperti ini sebelumnya,” komentar Maartunn, merujuk pada Terra dan FTX. “Bukan karena mereka jahat, namun karena terlalu banyak bergantung pada mereka. Saylor belum sampai di titik itu. Tetapi dengan 3,57% dari suplai total, visibilitas publik yang ekstrim, harga yang duduk tepat di harga modalnya, dan pembelian lanjutan yang diperlukan untuk mempertahankan struktur—pola ancamannya sudah jelas.”
Metri on-chain menegaskan pandangan waspada ini. Realized Cap tetap datar, menandakan tidak ada arus modal baru yang signifikan. Spent Output Profit Ratio (SOPR) masih bertahan di bawah 1, artinya holder jangka pendek cenderung menjual dalam keadaan rugi. Tanpa perbaikan volume spot dan arus ETF, pemulihan harga kemungkinan tidak akan didukung secara struktural.
“Harga yang mendekati rata-rata modal Anda bukan berarti aman. Itu justru menandakan fokus,” tutup Maartunn. “Pasar tidak menguji cerita. Pasar tidak menguji keyakinan. Tapi pasar menguji ukuran, konsentrasi, struktur pendanaan, dan seberapa besar harga sangat bergantung pada partisipasi yang terus berlanjut.”
Untuk saat ini, pasar nampaknya akan bergerak sideways dalam pola konsolidasi, bukannya mengalami breakdown tajam—kecuali jika efek umpan balik antara harga Bitcoin, saham Strategy, dan akses pada pasar modal berubah menjadi negatif.
Solana mulai menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi setelah koreksi tajam di pasar. Selama tujuh hari terakhir, SOL turun sekitar 15,5%. Penurunan ini makin tajam saat pasar secara keseluruhan mengalami aksi jual pada 31 Januari hingga 1 Februari.
Pada titik terendahnya, Solana sempat turun ke US$95,87 sebelum menemukan support. setelah itu, harga Solana sudah rebound hampir 8% dan sekarang diperdagangkan di kisaran US$103,15.
Rebound ini sudah menghapus sebagian besar kerugian harian terbaru. Lebih penting lagi, rebound ini didukung oleh arus modal yang mulai membaik dan perilaku holder jangka panjang yang tetap stabil. Sinyal-sinyal ini memperlihatkan adanya pembeli kuat yang mulai masuk. Tapi, risiko tetap ada. Apakah pemulihan ini bisa berubah menjadi reli berkelanjutan kini bergantung pada satu level kunci: US$120.
Target Breakdown Tercapai saat Dana Besar Masuk di Dekat Support
Penurunan terbaru Solana mengikuti pola teknikal yang jelas. Pada grafik harian, harga SOL menunjukkan breakdown head-and-shoulders di akhir Januari. Target penurunan dari pola ini mengarah ke zona US$95–US$96.
Target itu pun tercapai hampir sempurna di US$95,87.
Setelah menyentuh level ini, tekanan jual mulai mereda, dan pembeli mulai masuk. Pergeseran ini terlihat pada Chaikin Money Flow (CMF). CMF mengukur apakah modal sedang masuk atau keluar dari sebuah aset dengan memanfaatkan harga dan volume. Ketika CMF naik, artinya investor besar sedang mengakumulasi.
Antara 27 Januari hingga 3 Februari, harga SOL cenderung turun, namun CMF justru naik. Fenomena ini disebut bullish divergence. Artinya, walaupun harga melemah, dana tetap masuk ke pasar.
Ingin wawasan token seperti ini? Daftarkan diri Anda di Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Perilaku ini jarang terjadi saat koreksi tajam. Biasanya, CMF juga turun seiring dengan harga. Dalam kasus ini, CMF yang naik menandakan whale atau bahkan institusi melihat zona US$95-US$96 sebagai area menarik.
Sekarang, CMF bergerak kembali mendekati garis nol. Jika CMF menembus di atas nol, itu akan mengonfirmasi bahwa tekanan beli lebih kuat daripada tekanan jual. Hal ini bisa memperkuat peluang rebound. Sampai kini, data ini memperlihatkan bahwa support Solana di sekitar US$96 bukanlah kebetulan. Support ini benar-benar dijaga oleh modal besar.
Holder Jangka Panjang Tetap Sabar, tetapi Risiko Jangka Pendek Semakin Meningkat
Rebound yang kuat biasanya memerlukan dukungan dari investor jangka panjang. Dalam kasus Solana, dukungan itu bisa dilihat di data liveliness.
Liveliness mengukur seberapa sering koin yang sudah lama disimpan akhirnya dijual. Ketika liveliness naik, holder jangka panjang menjual asetnya. Kalau turun, mereka tetap menahan.
Selama sebulan terakhir, liveliness Solana terus bergerak turun.
Bahkan waktu harga turun tajam dari US$127 sampai di bawah US$100, liveliness tidak langsung melonjak tinggi. Selain ada kenaikan singkat sekitar 29-30 Januari, tren liveliness justru turun. Hal ini menunjukkan holder jangka panjang tidak melakukan panic selling. Sebaliknya, mereka tetap sabar.
Perilaku ini mendukung gagasan bahwa penurunan baru-baru ini dianggap bersifat sementara, bukan perubahan struktural. Namun, tidak semua grup holder sejalan.
HODL Waves menunjukkan berapa lama investor memegang koin mereka. HODL Waves membantu mengidentifikasi grup mana yang sedang membeli atau menjual. Data terbaru memperlihatkan bahwa kelompok holder 1 hari sampai 1 minggu menaikkan kepemilikan mereka dari sekitar 4,38% ke 5,26% antara 31 Desember dan 1 Februari.
Kelompok ini mewakili trader jangka pendek dan spekulan.
Mereka biasanya membeli saat harga turun dan langsung jual ketika harga rebound. Semakin banyak mereka, volatilitas juga meningkat. Ini juga menambah risiko bahwa reli bisa cepat berbalik begitu harga naik lagi.
Jadi, meskipun holder jangka panjang tetap menunjukkan keyakinan tinggi, trader jangka pendek kini makin aktif. Hal ini menciptakan struktur yang campur aduk. Situasi ini mendukung rebound jangka pendek, namun membatasi potensi reli kecuali CMF, alias permintaan institusi, benar-benar melonjak atau bergerak di atas garis nol.
Level Harga Kunci Solana dan Kenapa US$120 Merupakan Ujian Sebenarnya
Dengan momentum yang mulai membaik tapi risiko masih ada, level harga Solana sekarang lebih penting daripada indikator teknikal.
Support penting pertama tetap pada zona US$95,87–US$96,88. Area ini menandai target breakdown yang sudah tercapai. Selama SOL bertahan di atasnya, struktur rebound masih terjaga. Jika zona ini jebol, potensi penurunan terbuka hingga ke US$77. Hal ini akan membatalkan banyak setup bullish.
Di sisi atas, hambatan jangka pendek pertama berada di sekitar US$103,60. Saat ini, Solana sedang menguji area ini. Penutupan harian yang stabil di atas level tersebut akan menandakan kekuatan jangka pendek.
Namun, level terpenting ada di US$120,88. Level ini penting karena tiga alasan.
Pertama, area ini merupakan titik breakdown utama sejak 29 Januari. Kedua, level ini hampir sejajar dengan exponential moving average (EMA) 20 hari. EMA melacak tren harga terbaru dan berfungsi sebagai resistance dinamis saat terjadi tren turun.
Ketiga, ketika Solana berhasil merebut kembali zona ini pada awal Januari lalu, harganya sempat reli 17%. Jika Solana mampu breakout dan menutup harian di atas US$120,88, maka itu menandakan momentum mulai beralih ke pembeli. Ini juga akan menjadi sinyal bahwa fase koreksi mulai berakhir.
Di atas US$120,88, resistance harga Solana berikutnya ada di sekitar US$128,29. Jika berhasil menembus level tersebut, potensi reli lanjutan bisa membawa harga menuju US$148,63 sebagai bagian dari relief rally.
Namun, skenario ini hanya mungkin terjadi jika aliran modal terus masuk dan perilaku holder jangka panjang tetap stabil. Jika volume didominasi oleh trader jangka pendek, reli bisa saja terhenti sebelum mencapai target tersebut.
Negosiasi yang dipimpin Gedung Putih terkait Clarity Act berakhir pada hari Senin tanpa adanya kesepakatan, karena industri aset kripto dan kelompok lobi perbankan gagal mencapai titik temu terkait imbal hasil stablecoin. Selain itu, investasi baru sebesar US$500 juta oleh pejabat UEA di perusahaan kripto keluarga Presiden Donald Trump, semakin memperumit prospek rancangan undang-undang tersebut.
Clarity Act dibuat untuk memberikan kepastian regulasi di pasar aset kripto Amerika. Akan tetapi, rancangan ini justru terjerat kontroversi konflik kepentingan yang berpotensi menggagalkan prioritas utama pemerintah dalam regulasi aset kripto—serta bisa mengubah masa depan keuangan digital secara menyeluruh.
Deadlock Yield
Pertemuan di Eisenhower Executive Office Building, yang dipandu oleh penasihat kripto presiden Patrick Witt, mempertemukan perwakilan dari Coinbase, Circle, dan Ripple, serta kelompok perdagangan bank. Setelah lebih dari dua jam diskusi, para peserta meninggalkan ruangan tanpa ada persetujuan apakah exchange kripto boleh menawarkan bunga pada stablecoin atau tidak.
Pihak kripto, yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan perbankan, merasa bahwa bank-bank sedang mengulur-ulur waktu. Gedung Putih meminta kedua belah pihak agar dapat mencapai kompromi sebelum akhir bulan.
Taruhannya sangat besar. Analisis Departemen Keuangan memperkirakan hingga US$6,6 triliun simpanan dapat berpindah dari bank ke stablecoin jika imbal hasil diperbolehkan. Pihak bank memperingatkan risiko lahirnya sistem keuangan paralel tanpa regulasi; sedangkan eksekutif kripto membalas bahwa bank sekadar takut menghadapi persaingan.
Perselisihan ini memanas pada Januari lalu saat CEO Coinbase, Brian Armstrong, menarik dukungannya untuk rancangan undang-undang, dengan menyatakan bahwa ia lebih memilih tidak ada peraturan sama sekali ketimbang undang-undang yang dianggap cacat.
🚨NEW: Some preliminary color from sources in the room on the White House stablecoin meeting that just wrapped:
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan—Penasihat Keamanan Nasional UEA sekaligus ketua sovereign wealth fund negara itu senilai US$1,5 triliun—mengakuisisi 49% saham World Liberty Financial, perusahaan aset kripto milik keluarga Trump, hanya empat hari sebelum pelantikan.
Pemantau etika mengkritik keras kesepakatan ini sebagai konflik kepentingan yang jelas dan potensi pelanggaran konstitusi. Kronologi waktunya sendiri jadi sorotan: Trump menjamu Tahnoon dalam makan malam Gedung Putih di bulan Maret; stablecoin USD1 milik World Liberty memfasilitasi investasi UEA sebesar US$2 miliar ke Binance pada bulan Mei; dua minggu kemudian, pemerintah menyetujui ekspor 500.000 chip AI Nvidia ke UEA, membatalkan larangan era Biden sebelumnya.
Paradoks Kejelasan
Di sinilah letak ironinya: jika lolos, Clarity Act akan mengatur semua stablecoin AS—termasuk USD1 milik World Liberty. Artinya, Trump akan menandatangani aturan yang justru mengatur bisnis aset kripto keluarganya sendiri. Dengan demikian, posisi pemerintah tentang imbal hasil akan langsung memengaruhi daya saing USD1.
Bahkan sebelum munculnya investasi UEA, pihak Demokrat sudah mendesak adanya pasal anti-korupsi. Senator Elizabeth Warren menyebut situasi ini jelas-jelas sebagai korupsi dan mendesak dilakukan tindakan Kongres. Namun karena Partai Republik menguasai kedua kamar, penyelidikan resmi masih sangat kecil kemungkinannya.
Jalur yang Menyempit
Rancangan undang-undang ini telah lolos di Komite Pertanian DPR dan Senat, namun masih perlu melewati Komite Perbankan Senat. Partai Demokrat memegang kekuatan di sana, dan tuntutan mereka tak hanya soal etika, namun juga penambahan staf penuh untuk CFTC serta penguatan perlindungan anti pencucian uang.
Jaksa di New York menambah rumit situasi, dengan menuduh melalui surat bahwa undang-undang ini memungkinkan penerbit stablecoin memperoleh untung dari penipuan dengan menahan dana curian alih-alih mengembalikannya kepada korban.
Trump menjanjikan di Davos akan menandatangani undang-undang struktur pasar dalam waktu dekat. Akan tetapi, kebuntuan soal imbal hasil, problem etika, dan tuduhan UEA kian membuat waktu tersebut sulit untuk tercapai. Penurunan harga Bitcoin sampai 40% sejak puncak Oktober mencerminkan ketidakpastian yang terus meningkat.
Clarity Act bertujuan untuk menghadirkan aturan yang jelas bagi pasar aset kripto. Namun kenyataannya, undang-undang ini justru menjadi contoh bagaimana konflik kepentingan presiden dapat mengaburkan niat legislasi yang semula sangat jelas.
Harga XRP sedang berusaha menstabilkan diri setelah aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Token ini sempat turun hingga mendekati US$1,50 sebelum kembali naik ke sekitar US$1,61, mengikuti penurunan besar yang terjadi pada 31 Januari hingga 1 Februari. Secara teknikal, pergerakan ini terlihat seperti pantulan teknikal dan mungkin menjadi awal dari tren yang lebih besar.
Tapi, data on-chain dan aliran token memperlihatkan bahwa pemulihan ini masih lemah. Para pembeli yang menopang harga XRP saat ini kebanyakan berasal dari trader jangka pendek. Permintaan secara keseluruhan juga tetap lemah. Ada tiga indikator yang menjelaskan mengapa rebound ini masih bisa gagal.
Holder Jangka Pendek Memimpin Reli — dan Itu Berisiko
Harga XRP masih bergerak di dalam channel turun jangka panjang yang aktif sejak awal Juli lalu.
Kenaikan baru-baru ini terjadi di dekat batas bawah channel tersebut, sekitar US$1,50. Level itu menarik minat pembeli yang membantu menahan harga. Tapi, siapa yang membeli lebih penting dibandingkan di mana harga memantul.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Crypto Newsletter Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Di sinilah peran penting HODL Waves. HODL Waves memantau berapa lama investor menyimpan aset mereka. Grafik ini juga menunjukkan kelompok holder mana yang sedang menambah atau mengurangi kepemilikan.
Data terbaru memperlihatkan bahwa kelompok pemegang 1 minggu hingga 1 bulan, yang adalah trader jangka pendek, menjadi pendorong utama pembelian. Persentase suplai XRP yang mereka miliki meningkat dari sekitar 1,99% menjadi 5,27% antara 31 Januari hingga 1 Februari. Ini adalah lonjakan besar jika melihat rentang waktu cuma dua hari.
Kenaikan kepemilikan spekulatif yang sangat tajam seperti ini jelas berisiko.
Sejarah mencatat alasan mengapa ini berisiko. Saat harga XRP mencapai puncak mendekati US$2,35 pada 5 Januari, kelompok yang sama memegang sekitar 4,83% suplai. Begitu harga mulai melandai, mereka cepat-cepat menjual kepemilikan hampir separuh menjadi 2,15%. Gelombang jual inilah yang ikut mendorong harga XRP turun ke kisaran US$1,65 beberapa minggu setelahnya.
Sederhananya, kelompok trader ini biasanya membeli di saat harga turun dan cepat menjual begitu harga mulai naik. Mereka tidak tahan menghadapi ketidakpastian pasar.
Sekarang, mereka kembali menjadi motor utama rebound harga. Artinya, support saat ini lebih banyak berasal dari perputaran modal spekulatif, bukan kepercayaan jangka panjang. Jika harga XRP kesulitan menembus resistance, kelompok ini bisa saja buru-buru keluar dan memicu penurunan baru.
Outflow Exchange Menurun karena Pembelian Lebih Luas Melemah
Peringatan kedua datang dari data arus keluar-masuk di exchange.
Arus keluar dari exchange mencerminkan seberapa banyak aset yang keluar dari platform perdagangan. Biasanya, semakin banyak aset keluar, menandakan ada yang membeli dan ingin menyimpan jangka panjang. Sebaliknya, arus masuk menunjukkan tekanan jual. Rebound harga yang kuat umumnya didukung oleh peningkatan arus keluar saat harga turun, tanda adanya permintaan baru.
XRP menunjukkan pola sebaliknya.
Pada 31 Januari, arus keluar XRP dari exchange tercatat sebesar 31,38 juta XRP. Di awal Februari, angkanya turun tajam hingga sekitar 9,81 juta. Artinya ada penurunan hampir 70%. Hal ini terjadi saat XRP anjlok sekitar 14% dari harga puncak akhir Januari.
Alih-alih meningkat saat harga turun, tekanan beli justru semakin melemah.
Hal ini penting karena menunjukkan hanya sebagian kecil trader yang menopang harga, yaitu kelompok spekulatif seperti yang dijelaskan tadi. Peserta pasar yang lebih luas tidak menambah porsi investasi mereka. Jadi jika holder jangka pendek mulai menjual, tidak banyak permintaan baru yang siap menyerap suplai tersebut.
Ini menimbulkan struktur yang rapuh. Harga mungkin bisa bertahan sementara, tapi daya tahannya kurang. Tanpa arus keluar yang lebih kuat, rebound harga biasanya tidak bertahan lama.
Pembeli Berkeyakinan Lemah dan Level Harga Kunci Bikin XRP Rentan
Risiko terakhir berasal dari tidak adanya investor jangka panjang dan investor “berkeyakinan tinggi”.
HODL Waves memperlihatkan kelompok yang berinvestasi lebih lama, terutama holder 2 tahun sampai 3 tahun, belum kembali masuk. Kelompok ini pernah memegang lebih dari 14% suplai XRP di akhir 2025. Saat ini angkanya turun menjadi sekitar 5,7% dan cenderung datar. Tidak ada aksi beli meski harga sempat turun drastis.
Kelompok holder seperti ini biasanya melakukan akumulasi besar saat harga benar-benar telah jatuh dalam. Tidak munculnya mereka menjadi tanda bahwa pasar belum menilai harga saat ini cukup menarik untuk masuk jangka panjang. Kurangnya keyakinan ini sejalan dengan struktur harga XRP sekarang.
Pembeli XRP Berkeyakinan Tinggi Masih Menjauh | Sumber: Glassnode
Saat ini, ada beberapa level yang menentukan prospek XRP.
Di sisi atas, US$1,69 adalah resistensi utama pertama. Jika XRP berhasil merebut kembali level ini, kepercayaan diri mulai membaik. Jika berhasil naik lagi, US$1,96 menjadi level krusial. Pergerakan harga di atas area ini bisa menantang channel penurunan dan berpeluang mengubah tren menjadi netral.
Sementara di sisi bawah, zona support penting berada di US$1,47-US$1,50. Jika level ini jebol, harga bisa turun ke US$1,25. Hal tersebut akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka potensi penurunan sekitar 27% sampai serendah US$0,93. Selama XRP bergerak di antara US$1,47 dan US$1,69, ketidakpastian masih mendominasi.
Pantulan harga baru-baru ini menunjukkan tekanan jual mulai melambat. Tapi arus exchange yang lemah, perilaku holder yang terpecah, dan ketiadaan pembeli berkeyakinan tinggi masih membatasi potensi kenaikan harga.
Saat ini, kelompok trader yang menahan harga XRP tetap di atas adalah mereka yang dulu juga pernah menjual lebih awal. Jika permintaan yang lebih besar dan partisipasi jangka panjang tidak kembali, support ini bisa justru menjadi pemicu gelombang jual berikutnya semakin cepat.
Berkas Epstein yang baru dirilis menunjukkan bahwa Jeffrey Epstein menerima email pada Maret 2019 yang menyoroti apa yang digambarkan sebagai “kontroversi besar” terkait Coinbase dan akuisisinya atas perusahaan analitik blockchain, Neutrino.
Email tertanggal 12 Maret 2019 itu dikirim oleh Richard Kahn, seorang konsultan keuangan berbasis di New York yang sering muncul dalam berkas sebagai sumber berita dan analisis yang diteruskan.
Baris subjek email tersebut menyinggung klaim yang dikaitkan dengan CEO Kraken dan menyebut Ripple XRP beserta Neutrino.
Email yang Dikirim ke Epstein Mengenai Kontroversi Coinbase dan Neutrino | Sumber: DOJ
Bagaimana Krisis Kripto 2019 Masuk ke Inbox Epstein
Langkah akuisisi itu memicu reaksi keras di seluruh industri aset kripto. Para pegiat privasi dan pengguna menuding Coinbase telah mengkhianati kepercayaan pengguna, sehingga terlahir kampanye #DeleteCoinbase serta ajakan untuk melakukan boikot.
So, I spent some time looking into @coinbase's latest acquisition, Neutrino. What I found, just by reading existing reporting, is insanely dark, and could/deserves to become a massive scandal for Coinbase. Thread. /1https://t.co/z8MvAaPPKQ
Pada periode yang sama, CEO Kraken Jesse Powell mengkritik secara terbuka kesepakatan tersebut, dengan menyatakan bahwa Neutrino tidak akan lolos dari tinjauan etika internal Kraken.
Coinbase kemudian mengumumkan bahwa karyawan Neutrino yang terafiliasi dengan Hacking Team akan keluar dari perusahaan.
Even more bizarre is the acquisition they made and reputational hit they took to be able to offer this service to the government. https://t.co/7VMpF66pYd
Kontroversi ini terjadi di saat yang sensitif bagi Coinbase.
Beberapa minggu sebelumnya, exchange tersebut telah melakukan listing XRP untuk diperdagangkan, sehingga menambah sorotan terhadap tata kelola, standar listing, dan pengaruh mereka di pasar aset kripto.
Pemberitaan di masa itu seringkali menghubungkan beberapa isu sekaligus – mulai dari listing XRP oleh Coinbase, latar belakang Neutrino, dan kekhawatiran lebih luas tentang pengawasan serta regulasi – meskipun keterkaitan secara langsung belum terbukti.
Baris subjek email tersebut mencerminkan situasi penuh kecurigaan dan penyebaran informasi yang sangat cepat saat itu.
Dokumen lain menunjukkan Epstein pernah berdiskusi tentang identitas Bitcoin bersama Peter Thiel, berinvestasi di perusahaan infrastruktur Bitcoin tahap awal Blockstream, dan menjaga kedekatan sosial dengan tokoh seperti Michael Saylor maupun Kevin Warsh.
Secara keseluruhan, catatan tersebut mengisyaratkan bahwa Epstein mengamati perkembangan aset kripto dengan cermat, khususnya di titik pertemuan antara keuangan, regulasi, dan jaringan kekuasaan elit – meski penyidik tidak menemukan bukti bahwa aset kripto terkait aktivitas kriminal dirinya.
Altcoin menunjukkan kekuatan baru di awal Februari, dengan beberapa token tertentu yang semakin mendekati level tertinggi sepanjang masa. Momentum yang kuat, arus masuk dana yang meningkat, serta setup teknikal yang menguntungkan membuat beberapa nama altcoin menjadi pusat perhatian.
Oleh karena itu, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang berpotensi menantang atau bahkan mencetak rekor tertinggi baru di pekan pertama bulan Februari.
Rain (RAIN)
RAIN diperdagangkan di kisaran US$0,0094 pada waktu publikasi, dan masih berada di bawah level resistance US$0,0100. Aset kripto ini hanya sekitar 11% dari rekor tertingginya di US$0,0105. Konsolidasi harga di dekat resistance mengisyaratkan minat yang semakin besar karena pembeli kembali menguji batas atas harga.
Indikator momentum menunjukkan stabilitas jangka pendek yang cukup kuat. Money Flow Index berada di atas garis netral, menandakan adanya tekanan beli yang aktif. Permintaan yang stabil dapat meminimalkan risiko koreksi tajam. Kondisi ini memberi ruang bagi RAIN untuk mencoba naik lebih tinggi dan menantang rekor harga tertingginya.
Struktur makro masih menjadi perhatian. RAIN bergerak di dalam pola wedge naik, pola yang seringkali mendahului koreksi harga. Breakout di atas ATH bisa saja bertemu resistance garis tren dan menyebabkan pembalikan arah. Jika gagal menembus US$0,0100, harga bisa turun ke US$0,0090 dan membatalkan skenario bullish.
Kite (KITE)
KITE muncul sebagai salah satu altcoin terkuat pekan ini, naik 22% dan diperdagangkan di kisaran US$0,141 pada waktu publikasi. Token ini masih bertahan di atas level support US$0,138. Struktur ini menandakan permintaan yang berkelanjutan sekaligus antusiasme investor setelah reli terbaru.
Agar mencapai ATH di US$0,163, KITE perlu naik sekitar 14,8%. Breakout di atas resistance US$0,150 akan menjadi konfirmasi lanjutan tren bullish. Chaikin Money Flow masih berada di atas nol, artinya arus dana masuk masih tercatat. Bahkan jika arus masuk mulai melambat, potensi kenaikan harga jangka pendek masih terbuka.
Risiko koreksi akan meningkat jika KITE kehilangan level support di US$0,138. Langkah ini juga dapat mematahkan tren naik yang sedang berlangsung. Arus keluar dana yang mendominasi bisa memperkuat tekanan jual. Dalam skenario ini, harga KITE bisa turun menuju US$0,116, membatalkan skenario bullish dan menunda potensi pemulihan.
Stable (STABLE)
STABLE menjadi salah satu token small cap dengan performa terkuat pekan ini, naik 32% dalam tujuh hari terakhir. Altcoin ini kini diperdagangkan di dekat US$0,0271 pada waktu publikasi. Pergerakan ini mencerminkan permintaan yang meningkat dan perhatian lebih dari para trader yang beralih ke aset dengan momentum tinggi.
Saat reli kemarin, STABLE mencetak rekor harga tertinggi baru di US$0,0325, alias sekitar 19,9% di atas harga saat ini. Bertahan di atas US$0,0261 sebagai support sangat krusial. Jika kekuatan harga terjaga di atas zona ini, harga berpeluang menantang ATH dan memperpanjang tren naik.
Risiko penurunan harga tetap tinggi jika para holder memilih untuk mengambil profit. Gagal bertahan di support bisa menghentikan reli. Bila tekanan jual semakin kuat, STABLE berpotensi terkoreksi ke US$0,0214. Kondisi seperti ini akan membatalkan skenario bullish dan menandakan fase konsolidasi yang lebih dalam.
Bagaimana pendapat Anda tentang potensi 3 altcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Pada minggu pertama Februari 2026, pasar aset kripto akan kedatangan token baru dengan nilai lebih dari US$638 juta. Proyek-proyek besar seperti Hyperliquid (HYPE), XDC Network (XDC), dan Berachain (BERA) akan merilis pasokan token baru dalam jumlah besar.
Pelepasan token ini bisa menimbulkan volatilitas pasar dan memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek. Berikut penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan.
1. Hyperliquid (HYPE)
Tanggal Unlock: 6 Februari
Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 9,92 juta HYPE
Pasokan yang Dilepas: 395,49 juta HYPE
Total Pasokan: 1 miliar HYPE
Hyperliquid adalah decentralized perpetual futures exchange terkemuka yang dibangun di chain layer-1 miliknya sendiri. Platform ini menawarkan trading berperforma tinggi dengan latensi rendah, order book on-chain, dan finalisasi transaksi dalam waktu kurang dari satu detik.
Pada 6 Februari, tim Hyperliquid akan unlock 9,92 juta HYPE senilai US$303,55 juta. Token ini mewakili 2,79% dari total pasokan yang dilepas.
Unlock Token Kripto HYPE pada Februari | Sumber: Tokenomist
XDC Network adalah protokol blockchain EVM-compatible dengan standar enterprise yang dirancang untuk pembiayaan perdagangan. Platform ini memungkinkan tokenisasi aset dunia nyata dan instrumen keuangan dengan skalabilitas dan keamanan tinggi.
Pada tanggal 5 Februari, XDC Network akan unlock 841,18 juta token XDC. Token tersebut bernilai US$29,55 juta dan mencakup 5% dari total pasokan yang dilepas.
Unlock Token Kripto XDC pada Februari | Sumber: Tokenomist
Pendiri, penasihat, dan tim akan menerima 441,18 juta token. Selain itu, jaringan akan mengalokasikan 400 juta XDC untuk pengembangan ekosistem.
3. Berachain (BERA)
Tanggal Unlock: 6 Februari
Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 63,75 juta BERA
Pasokan yang Dilepas: 152,42 juta BERA
Total Pasokan: 741,43 juta (Tahun 2035)
Berachain adalah blockchain layer-1 identik dengan EVM yang fokus untuk mengoptimalkan likuiditas dan aktivitas decentralized finance. Mereka menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Liquidity (PoL) yang inovatif.
Pada tanggal 6 Februari, Berachain akan unlock 63,75 juta token BERA, dengan nilai sekitar US$28,8 juta, yang mewakili 41,70% dari pasokan yang dilepas. Tim Berachain akan membagi pasokan yang dilepas ini menjadi lima bagian.
Unlock Token Kripto BERA pada Februari | Sumber: Tokenomist
Investor akan menerima 28,58 juta BERA, sedangkan kontributor inti awal akan mendapat 14 juta token. Selain itu, tim juga mengalokasikan 10,92 juta token untuk inisiatif komunitas di masa depan dan 8,67 juta token untuk pengembangan ekosistem serta riset & pengembangan. Terakhir, Berachain menahan 1,58 juta token untuk keperluan airdrop.
Selain tiga aset ini, Ethena (ENA), COCA (COCA), dan Tribal Token (TRIBL), bersama beberapa aset lainnya, juga akan mengalami pasokan baru yang masuk ke pasar minggu ini.
Penjualan besar Bitcoin terbaru tidak hanya sekadar koreksi teknikal. Pergerakannya kini semakin dalam hingga mendekati level yang langsung mempengaruhi ekonomi mining — dan ini mengubah profil risiko di pasar.
Di sekitar US$70.000, Bitcoin bergerak dari pasar yang sepenuhnya digerakkan trader menuju pasar di mana faktor ekonomi jaringan, perilaku miner, dan risiko forced selling mulai menjadi sangat penting. Inilah sebabnya level ini jauh lebih penting dibandingkan garis tren atau moving average saat ini.
Bitcoin Masuk ke Zona Stres Mining
Pada tingkat kesulitan jaringan saat ini dan biaya listrik sekitar US$0,08 per kWh, data mining terbaru menunjukkan adanya zona tekanan yang jelas.
Kebanyakan mesin Antminer seri S21, yang mencakup sebagian besar hashrate global modern, punya harga shutdown di kisaran US$69.000 hingga US$74.000 per BTC.
Sederhananya, di bawah kisaran harga ini, banyak miner tidak mendapatkan keuntungan dari aktivitas mining saja.
Sebagian besar Bitcoin miner punya harga Shutdown di bawah US$70.000 | Sumber: Antpool
Pergerakan harga Bitcoin bisa naik turun ribuan dolar dalam waktu singkat. Tapi yang membedakan situasi kali ini adalah siapa yang tertekan, bukan seberapa cepat harga bergerak.
Di atas US$70.000, mining tetap secara umum menguntungkan. Tapi, di bawah level itu, hanya miner paling efisien saja yang masih profit, sementara operator kelas menengah mulai rugi.
Kondisi ini jadi tekanan bukan hanya pada harga, namun juga arus kas, neraca keuangan, dan perilaku pelaku industri.
Harga Shutdown Bukan Berarti Harga Dasar
Penting untuk bersikap jelas.
Harga shutdown bukan berarti jadi level support yang terjamin. Miner tidak mengendalikan harga Bitcoin, dan pasar bisa saja turun melewati titik impas mining cukup lama.
Namun, harga shutdown menandakan zona di mana perilaku berubah, dan perilaku inilah yang menggerakkan pasar saat masa tekanan berlangsung.
Harga Bitcoin Selama Sebulan Terakhir | Sumber: CoinGecko
Apa yang Terjadi jika Bitcoin Turun di Bawah US$70.000
Jika Bitcoin hanya sebentar turun di bawah US$70.000 lalu dengan cepat kembali naik, dampaknya cenderung terbatas. Tapi kalau harga terus berada di bawah level itu, maka efek domino mulai bermunculan.
Pertama, miner yang lemah bisa saja menjual cadangan BTC mereka untuk tutup biaya listrik dan hosting. Sebagian miner bahkan akan mematikan mesinnya, yang akhirnya menurunkan hashrate.
Paling penting, sentimen negatif akan semakin kuat ketika berita bergeser dari isu “volatilitas” ke “tekanan mining”.
Risiko semacam ini tidak fatal jika berdiri sendiri. Tetapi jika digabungkan, dampaknya bisa memperdalam koreksi harga.
Jika tekanan mining menambah aksi jual dengan terpaksa di atas semua masalah ini, harga di pasar bisa jatuh jauh lebih cepat dari yang dibenarkan oleh fundamental.
Beginilah gerakan tajam serta tidak teratur bisa terjadi — bukan karena Bitcoin rusak, melainkan karena banyak tekanan terjadi bersamaan.
Pasar kripto memasuki pekan pertama Februari dengan pertarungan yang semakin intens antara bull dan bear. Bear masih memegang keunggulan, namun bull mulai melihat peluang. Situasi ini membuat volatilitas harga menjadi semakin kompleks. Kerugian akibat likuidasi terus meningkat, baik untuk posisi Long maupun Short.
Mengapa altcoin seperti Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Tron (TRX) perlu trader pantau dengan cermat? Artikel berikut mengulas detailnya.
1. Solana (SOL)
Pada awal Februari, SOL sempat ambruk di bawah US$100 di tengah tekanan negatif pasar secara luas.
Peta heatmap likuidasi 7 hari mengungkap potensi likuidasi lebih banyak didominasi posisi Short. Para trader jangka pendek dengan leverage kelihatannya yakin SOL masih bisa drop lebih dalam.
Namun, harga di sekitar US$100 menempatkan SOL pada zona support terpenting dalam dua tahun terakhir. Menambah leverage dan modal untuk short di level support utama sering kali membawa risiko besar.
Analisis BeInCrypto baru-baru ini menyoroti lonjakan tajam alamat baru Solana sepanjang Januari. Setiap harinya tercipta lebih dari 10 juta alamat baru.
Selain itu, beberapa faktor baru juga dapat mendukung pemulihan. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan pengguna dari peluncuran meme coin, ekspansi stablecoin USD1, serta SOL yang mengikuti tren privasi lewat GhostSwap.
Tekanan jual akibat sentimen negatif pasar kini bertabrakan dengan katalis bullish Solana di kisaran US$100. Konflik ini bisa memicu pergerakan wick yang tajam. Baik trader Long maupun Short berpotensi mengalami kerugian likuidasi.
Data CoinGlass meramalkan jika SOL bangkit melewati US$113 pekan ini, likuidasi posisi Short dapat mencapai US$500 juta. Sementara sebaliknya, jika SOL anjlok ke US$86, kerugian likuidasi Long bisa lebih dari US$142 juta.
Hyperliquid (HYPE) termasuk salah satu altcoin yang masih mampu mempertahankan reli 50% sejak titik terendah 21 Januari. Sebagian besar altcoin lain justru mencatatkan harga terendah baru.
Peta likuidasi HYPE memperlihatkan situasi yang cukup seimbang antara Long dan Short. Di harga saat ini, sekitar US$31, jika naik ke US$35,5 bisa memicu likuidasi Short sekitar US$80 juta. Andaikata turun ke US$26, posisi Long senilai US$80 juta juga terancam terlikuidasi.
Kemampuan HYPE untuk naik bertolak belakang dari tren pasar secara umum sudah menjadi risko tersendiri. Laporan BeInCrypto juga menunjukkan arus modal keluar yang besar, sedangkan likuiditas di pasar masih belum cukup untuk menopang pemulihan.
Bull dan bear saling menetralkan. Selama empat hari terakhir, HYPE membentuk pola candlestick spinning top secara beruntun. Pola seperti ini sering menandakan pergerakan harga besar sudah dekat, yang bisa meningkatkan risiko likuidasi.
3. TRX
Baru-baru ini, seorang wanita bernama Ten Ten (Zeng Ying), yang mengaku sebagai mantan kekasih Justin Sun, menuduhnya melakukan manipulasi pasar TRON (TRX) di masa awal. Ia menyatakan bahwa Sun diduga memerintahkan karyawan untuk mendaftarkan banyak akun Binance menggunakan identitas pribadi demi melakukan aksi trading terkoordinasi.
Perkembangan ini bisa menyebarkan sentimen negatif di kalangan holder TRX, terutama ketika terjadi gelombang aksi jual panik.
Trader jangka pendek bertaruh pada penurunan lebih lanjut. Peta heatmap likuidasi menunjukkan potensi likuidasi Short masih mendominasi. Nominalnya bisa hampir US$29 juta jika TRX pulih di atas US$0,31.
Namun, sinyal lain menunjukkan bahwa permintaan TRX juga semakin kuat. Tron Inc. (NASDAQ: TRON) baru-baru ini membeli tambahan 173.051 token TRX dengan harga rata-rata US$0,29. Total cadangan TRX milik perusahaan tersebut kini telah melampaui 679,2 juta TRX.
Jumlah alamat aktif mingguan di Tron juga terus meningkat secara stabil selama bertahun-tahun. Saat ini, jumlahnya mencapai 24,68 juta. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan TRX tetap terjaga bahkan selama penurunan pasar yang lebih luas.
Trader short mungkin bisa meraup untung jangka pendek saat sentimen negatif mendominasi. Namun tanpa rencana ambil untung yang jelas, keuntungan tersebut bisa cepat lenyap.
Masing-masing altcoin ini memiliki narasi sendiri. Tapi, seiring volatilitas pasar yang terus melebar, risiko likuidasi meningkat tajam bagi trader posisi Long maupun Short.
“Total likuidasi kripto secara resmi telah melampaui US$5 miliar dalam 4 hari terakhir, menandai gelombang likuidasi terbesar sejak 10 Oktober,” terang The Kobeissi Letter melaporkan.
Seiring kerugian likuidasi yang terus membesar, investor ritel bisa kehabisan modal untuk mempertahankan tekanan beli. Kondisi ini dapat mendorong pasar memasuki fase stagnan berkepanjangan.
Bagaimana pendapat Anda tentang risiko likuidasi yang membayangi Solana, Hyperliquid, dan TRX pada pekan pertama Februari ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Perusahaan AI saat ini berlomba-lomba untuk mengotomasi segalanya, mulai dari menulis kode, membuat gambar, menjadwalkan iklan, merangkum rapat, dan banyak lagi. Tapi, seiring sistem ini makin berkembang, dampaknya terhadap tenaga kerja manusia semakin sulit diabaikan. Beberapa pakar kini memperingatkan bahwa generative AI bisa memicu gelombang besar penggantian pekerjaan yang akan terjadi lebih cepat dan lebih dalam dari yang telah dipersiapkan oleh sebagian besar ekonomi.
Bukannya melawan masa depan, sebuah platform asli kripto justru memilih pendekatan yang berbeda. Kalau otomatisasi memang tidak bisa dihindari, maka kepemilikan juga harus demikian.
Action Model hari ini meluncurkan ekstensi Chrome dengan sistem undangan khusus yang memungkinkan pengguna melatih sebuah sistem AI dengan cara membagikan aktivitas nyata di browser seperti klik, jalur navigasi, mengetik, dan alur tugas. Platform ini menyebutnya Large Action Model (LAM), yang mampu belajar melakukan pekerjaan digital, bukan sekadar menghasilkan konten. Sebagai imbalan kontribusi, peserta mendapatkan poin yang mungkin akan diubah menjadi token tata kelola US$LAM, bertujuan untuk mewakili hak partisipasi dalam perkembangan sistem ke depannya.
“Jika AI akan menggantikan kerja digital maka para pekerja seharusnya memiliki mesin yang menggantikan mereka,” ujar pendiri Action Model, Sina Yamani.
Melatih AI yang Melakukan Pekerjaan
Tidak seperti model chatbot yang hanya menghasilkan konten, LAM memang dirancang untuk mengoperasikan software secara langsung. Idenya sederhana: kalau manusia bisa melakukan tugas digital dengan mouse dan keyboard, agent AI yang terlatih juga seharusnya mampu melakukannya.
“Beberapa tahun terakhir ini kita melihat chatbot. Sekarang saatnya otomatisasi,” tutur Yamani. “Ada sekitar satu miliar orang bekerja menggunakan komputer. Kalau sebuah perusahaan mendapatkan alat yang dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama terus-menerus dengan biaya lebih murah, pasti mereka akan memakainya.”
Ekstensi Action Model mengumpulkan data perilaku yang telah disetujui pengguna untuk melatih AI. Tugas-tugas seperti mengelola penggajian, memasukkan data CRM, atau menjalankan operasi dasar dapat direkam sekali lalu diulang oleh model. Kontributor bisa mempublikasikan otomatisasi mereka ke marketplace publik, agar penggunaannya dapat dipantau dan mendapatkan imbalan sesuai skema insentif platform.
Kemunculan sistem AI agentic telah banyak didokumentasikan di berbagai industri, karena model-model ini makin berkembang dari sekadar menghasilkan konten menjadi menjalankan tugas secara mandiri. Sistem-sistem ini, seperti dijelaskan di artikel ini, mengumpulkan dan bertindak berdasarkan data pengguna asli, mempelajari cara menjelajahi lingkungan digital secara otonom.
Platform ini sudah menarik minat lebih dari 40.000 pengguna melalui daftar tunggu, sistem referal, dan komunitas mitra. Akses masih bersifat undangan demi menjaga kualitas kontributor sekaligus menghargai peserta awal.
Apa Bedanya dengan Alat Otomasi yang Sudah Ada?
Kebanyakan alat otomatisasi yang ada saat ini mengandalkan API atau integrasi yang kaku. Tapi, kebanyakan pekerjaan digital di dunia nyata berlangsung di sistem lawas, dashboard internal, dan alat yang memang tidak didesain untuk diotomatisasi.
“Zapier mengotomasi software. Kami mengotomasi pekerjaan,” ucap Yamani. “Hanya sekitar 2 persen internet yang bisa diakses melalui API. Sisanya 98 persen, masih butuh interaksi manusia.”
Dengan Action Model, pengguna tidak perlu menulis kode atau mengatur integrasi. Mereka cukup merekam bagaimana mereka menyelesaikan tugas. AI kemudian belajar dari alur nyata pengguna dan bisa mengulangi proses itu secara mandiri.
Hal ini membuat Action Model cukup fleksibel menangkap kasus khusus dan alur kerja yang tidak terdokumentasi, yang tidak bisa dijangkau oleh sistem tradisional.
Bagaimana dengan Privasi?
Semua pelatihan bersifat opsional dan pengguna yang memutuskan data apa yang akan dibagikan. Situs sensitif seperti email, layanan kesehatan, atau perbankan diblokir secara default. Pengguna dapat menjeda pelatihan, memblokir domain tertentu, atau menghapus kontribusi mereka sepenuhnya.
“Prinsip utama kami sederhana. Kami tidak butuh data Anda. Kami hanya butuh pola,” terang Yamani. “Data pelatihan diproses secara lokal dan dianonimkan sebelum digunakan untuk melatih model.”
Data yang dihapus akan benar-benar dihapus permanen dan tidak bisa dipulihkan, bahkan oleh pihak perusahaan. Semua kontribusi digabungkan dengan data pengguna lain menggunakan konsep k-anonymity, untuk mencegah identifikasi ulang individu. Sebuah dashboard memungkinkan kontributor memantau serta mengelola histori pelatihan dan imbalan kapan saja.
“Sementara perusahaan Big Tech mengumpulkan data seperti ini tanpa persetujuan nyata, kami transparan, dikontrol oleh pengguna, dan memberi imbalan pada orang-orang yang benar-benar melatih AI,” papar Yamani.
Jadi, Bisakah Bot Mengakali Sistem?
Untuk menghindari masalah yang menimpa sistem reward kripto sebelumnya, Action Model memakai analisis perilaku guna memastikan input dari pengguna asli. Sistem ini mencari adanya struktur, waktu, variasi, dan sinyal pengambilan keputusan — hal-hal yang sulit dipalsukan oleh bot atau click farm.
“Klik asal tidak ada gunanya,” jelas Yamani. “Alur kerja nyata itu melibatkan niat, jeda, koreksi, mengulang, dan pengambilan keputusan. Itu tidak bisa dipalsukan secara massal.”
Proyek lain yang mengganjar keterlibatan sosial atau postingan baru-baru ini dilarang di platform utama setelah terjadi lonjakan spam AI, balasan bot, dan interaksi palsu. Sebagai respons, akses API dicabut dan ekosistem token pun kolaps karena aktivitas berkualitas rendah.
ActionFi, mesin reward dari platform ini, memang dirancang untuk sepenuhnya menghindari jebakan seperti itu. Ia tidak membayar tweet atau klik. ActionFi hanya memberi imbalan pada alur kerja yang terverifikasi sebagai gambaran pekerjaan digital nyata dan terstruktur.
“Kami tidak membayar untuk kebisingan. Kami membayar untuk jalur kerja yang berguna,” tambah Yamani.
Siapa Sebenarnya yang Memiliki Sistem?
Saat ini, Action Model masih mengontrol ekstensi, logika pelatihan, dan sistem reward. Tapi, proyek ini telah berkomitmen untuk mengalihkan kepemilikan kepada para holder token US$LAM secara bertahap. Struktur DAO nantinya akan memungkinkan kontributor untuk mengatur keputusan platform, mekanisme insentif, dan peluncuran model.
“Sistem awal butuh koordinasi. Yang penting adalah apakah sistem itu terdesentralisasi sejak awal,” tegas Yamani.
Bila diterapkan seperti yang dijelaskan, kepemilikan akan memberi holder token pengaruh dalam mengambil keputusan infrastruktur yang berkaitan dengan data yang telah mereka bantu hasilkan.
Jika AI Pasti Terjadi, Apakah Kepemilikan Juga Bisa?
Generasi AI berikutnya kini tidak hanya dibangun di atas bahasa, tetapi juga tenaga kerja. Dari kerja kantoran hingga operasional, banyak tugas di balik layar kini bisa diambil alih oleh agent cerdas.
“Anda sudah sering dengar bahwa jutaan pekerjaan berbasis layar akan terotomatisasi. Hal itu bukan cerita puluhan tahun lagi — itu sedang terjadi sekarang,” ucap Yamani. “Jika data Anda membantu melatih AI, Anda seharusnya berhak atas apa yang tercipta.”
Apakah Action Model bisa berkembang, tetap transparan, dan membangun ekonomi yang berkelanjutan merupakan hal yang akan terus kami pantau dengan saksama dalam beberapa bulan ke depan. Tapi, taruhannya sudah sangat jelas. Pergulatan utama AI bukan hanya soal apa yang bisa dilakukan, tapi juga siapa yang mendapatkan manfaatnya.
Seiring AI membentuk ulang dunia kerja, apakah masa depan akan dikuasai oleh platform, atau justru oleh semua orang?