Reading view

Mengapa Pasar Aset Kripto Naik Hari Ini?

Total market cap aset kripto (TOTAL) dan Bitcoin (BTC) mencatat pemulihan dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini terjadi setelah AS membatalkan tarif 10% yang sebelumnya diumumkan untuk 8 negara Uni Eropa. Hal ini juga mendorong kenaikan harga MYX Finance (MYX), membawa altcoin tersebut mendekati US$6,00

Berita hari ini:-

Pasar Kripto Kembali Menguat di Atas US$3 Triliun

Total market cap aset kripto naik sebesar US$50 miliar menjadi US$3,01 triliun seiring dengan membaiknya sentimen pasar. Reli harga ini terjadi setelah ketegangan antara AS dan Uni Eropa mulai mereda. Minat risiko yang kembali meningkat telah mendorong penguatan harga di seluruh aset digital, menandakan stabilisasi jangka pendek usai volatilitas baru-baru ini.

Sentimen ekonomi makro yang membaik bisa memperpanjang pemulihan ini. Saat pasar keuangan global dibuka, momentum bullish mungkin akan berlanjut ke perdagangan aset kripto. Pembelian lanjutan yang kuat dapat membawa TOTAL menuju US$3,09 triliun, mencerminkan kepercayaan yang pulih serta aliran modal baru ke ekosistem aset kripto.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

TOTAL Price Analysis.
Analisis Harga TOTAL | Sumber: TradingView

Risiko kenaikan tetap bergantung pada permintaan yang berkelanjutan. Bila respons investor cenderung datar, pasar bisa bergerak sideways di level US$3,00 triliun. Kurangnya momentum juga dapat memicu koreksi, sehingga US$3,00 triliun akan menjadi zona support utama dalam waktu dekat.

Bitcoin Targetkan Breakout US$90.000

Bitcoin sempat turun di bawah US$90.000 dalam 48 jam terakhir, mencatat harga terendah harian di US$87.250 sebelum pulih kembali. Pada waktu publikasi, BTC diperdagangkan di kisaran US$89.832. Pemulihan ini menunjukkan adanya stabilisasi jangka pendek, walaupun sentimen investor masih waspada menyusul volatilitas yang tinggi di pasar aset kripto secara keseluruhan.

Bitcoin yang mendekati resistance di US$90.000 berpotensi mengembalikan kepercayaan investor. Jika terjadi pergerakan kuat menembus level ini, BTC bisa terdorong ke US$91.298. Jika resistance tersebut terlewati, momentum bullish akan semakin kuat dan membuka jalan menuju US$93.471, yang memberikan peluang bagi Bitcoin untuk memulihkan sebagian kerugian sebelumnya.

Bitcoin Price Analysis

Tekanan turun masih tetap ada jika tren bullish tidak berlanjut. Penolakan di dekat US$90.000 bisa mendorong Bitcoin kembali ke bawah zona support US$89.241. Dalam skenario tersebut, BTC berisiko turun ke US$87.210, sehingga mematahkan analisis bullish dan memperkuat tekanan bearish dalam jangka pendek.

MYX Finance Pulih dengan Cepat

MYX muncul sebagai altcoin top gainer dalam 24 jam terakhir, naik sebesar 16,7%. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di kisaran US$5,97. Momentum kenaikan yang kuat menandakan minat investor yang meningkat, karena MYX berhasil mengungguli aset kripto lainnya di sesi perdagangan terbaru.

Gerak harga saat ini berfokus pada resistance di level US$6,07. MYX tetap mendapat dukungan di atas area US$5,77, yang menjadi daya tarik bagi para pembeli. Jika berhasil breakout di atas US$6,07, momentum bullish dapat berlanjut dengan kekuatan menuju target psikologis US$7,00.

MYX Price Analysis.
Analisis Harga MYX | Sumber: TradingView

Jika tidak mampu menembus resistance, pandangan pasar akan berubah. Penolakan di US$6,07 bisa membuat MYX bergerak konsolidasi di antara kisaran US$6,07 dan zona support US$5,10. Pergerakan harga yang bertahan dalam rentang ini secara berkepanjangan dapat melemahkan momentum bullish dan membatalkan tren naik yang saat ini terjadi.

  •  

Optimalisasi Portofolio Makin Populer saat Harga Emas Mendekati US$5.000

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting mengenai perkembangan aset kripto utama hari ini.

Siapkan kopi, duduklah dengan nyaman, lalu bergabunglah bersama para investor untuk meninjau kembali aturan lama soal aset apa saja yang pantas masuk portofolio. Dengan pasar yang bergerak sangat cepat dan berita yang berubah setiap jam, debat tentang aset mana sebenarnya yang melindungi kekayaan makin memanas. Harga emas melonjak, Bitcoin menunggu, dan strategi yang dulu dianggap niche kini menjadi sorotan.

Berita Kripto Hari Ini: Apakah Emas dan Bitcoin Satu Tim atau Saling Bersaing?

Lonjakan harga emas kini memicu kembali perdebatan tentang cara terbaik untuk lindung nilai menghadapi ketidakpastian ekonomi makro. Para analis dan investor kini semakin mempertimbangkan kombinasi pendekatan antara aset tradisional dan aset digital.

Logam kuning ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.830 minggu ini, dengan momentum menuju US$5.000 semakin kuat. Kenaikan hampir US$250 selama sepekan menegaskan dominasi emas sebagai penyimpan nilai.

“Saya ingat dulu emas butuh waktu berbulan-bulan, kadang bertahun-tahun, untuk naik sebanyak itu. Sekarang kenaikan sebesar itu hanya butuh beberapa hari. Sebentar lagi bisa terjadi hanya dalam satu hari!” terang Peter Schiff .

Di tengah situasi ini, analis kuantitatif PlanB kembali mengangkat diskusi soal emas dan Bitcoin. Sang analis berpendapat bahwa kedua aset sebaiknya dipandang saling melengkapi, bukan sebagai pesaing.

Berdasarkan analisisnya, keduanya punya profil risiko dan imbal hasil yang hampir sama, jika diukur dengan Calmar ratio, dan menggabungkannya dapat meningkatkan performa portofolio.

Gold and bitcoin investors love to argue about who is smarter. But gold and bitcoin are in the same team and risk/return profile (calmar) is almost identical. Best investment is a combi of gold AND bitcoin. E.g. 80% gold + 20% bitcoin has LESS risk and 2x MORE return than gold. pic.twitter.com/Cs3PFPA25o

— PlanB (@100trillionUSD) January 20, 2026

Argumen untuk menggabungkan alokasi diperkuat oleh sejumlah investor seperti ZynxBTC, yang melihat reli emas sebagai batu loncatan pada adopsi Bitcoin yang lebih luas.

“Emas dengan kapitalisasi pasar US$34 triliun membuktikan tesis Bitcoin. Lebih mudah orang beralih dari emas ke Bitcoin dibanding dari fiat ke Bitcoin. Jujur saja, kalau tidak ada Bitcoin, kebanyakan dari kita pasti jadi Gold Bugs,” ujar Zynx , seraya menekankan bahwa kondisi pasar saat ini memberikan “kesempatan emas” untuk memiliki BTC di level harga menarik.

Meski demikian, perilaku Bitcoin saat ini berbeda dibanding aset safe haven tradisional. Reli yang terjadi pada emas dan logam lain seperti perak tidak diikuti oleh Bitcoin, sehingga untuk saat ini, pasar sepertinya belum sepenuhnya memandang BTC sebagai aset pertahanan.

Bitcoin (BTC), Gold (XAU), and Silver (XAG) Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC), Emas (XAU), dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView

Menyeimbangkan Emas dan Bitcoin: Mengapa Investor Mulai Memikirkan Ulang Strategi Hedging

Trader filbfilb menekankan utilitas unik Bitcoin, dengan menyoroti kemampuan transaksi yang permissionless serta nilainya, meski aset kripto pionir ini tidak reli bersama logam mulia.

https://twitter.com/filbfilb/status/2013924034434523602

Di tengah situasi ini, goldbug Peter Schiff mengingatkan para holder Bitcoin—meski BTC dan emas dibeli untuk tujuan ekonomi makro yang serupa, investor BTC bisa menghadapi kekecewaan bila prediksi ekonomi terjadi, namun performa portofolio digital mereka tertinggal.

“Akan sangat mengecewakan dan disayangkan bagi para HODLer Bitcoin, yang beli Bitcoin karena alasan sama seperti saya membeli emas dan perak, ketika nanti semua prediksi ekonomi kita bersama terbukti, namun akhirnya mereka justru rugi lebih besar daripada orang yang tidak melakukan persiapan apa-apa,” papar Schiff .

Kenaikan harga emas, potensi jangka panjang Bitcoin, serta strategi alokasi gabungan kini mendorong investor untuk meninjau ulang cara hedging di pasar yang volatil.

Dengan menyeimbangkan stabilitas emas dan potensi kenaikan nilai Bitcoin, bisakah pelaku pasar meraih imbal hasil penyesuaian risiko yang lebih kuat sambil tetap siap menghadapi guncangan ekonomi makro di masa depan?

Geopolitik, kekuatan ekonomi makro, dan perdagangan global terus membentuk tahun 2026, membuat pembahasan portofolio kombinasi kini makin diminati.

Dengan emas menorehkan rekor baru dan keunikan Bitcoin yang makin diakui, perdebatan bukan lagi soal memilih pemenang, melainkan mencari sinergi terbaik. Bisa jadi, lindung nilai terbaik bukan emas atau Bitcoin; keduanya justru bisa menjadi jawaban.

Chart of the Day

Bitcoin-to-gold ratio
Rasio Bitcoin terhadap Emas | Sumber: Longterm Trends

Berdasarkan grafik ini, rasio saat ini berada di bawah puncak terakhirnya, yang menunjukkan bahwa Bitcoin lebih murah dibandingkan emas dibandingkan saat bull run sebelumnya, walaupun kedua aset ini mengalami kenaikan secara nominal. Ini menandakan reli emas belakangan ini meningkatkan nilainya lebih cepat dari Bitcoin di awal 2026.

Alpha Singkat Byte

Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang perlu kamu ikuti hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 20 JanuariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$160,23US$159,50 (-0,46%)
Coinbase (COIN)US$227,73US$226,79 (-0,41%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$32,10US$31,64 (-1,43%)
MARA Holdings (MARA)US$10,37US$10,33 (-0,39%)
Riot Platforms (RIOT)US$18,10US$18,06 (-0,22%)
Core Scientific (CORZ)US$18,36US$18,31 (-0,27%)
Perlombaan pembukaan pasar saham kripto | Sumber: Google Finance

  •  

3 Alasan Mengapa Januari Bitcoin Merupakan Fase Konsolidasi yang Krusial

Fase konsolidasi Bitcoin sering terasa tidak nyaman bagi trader. Fase ini menguji kesabaran dan keyakinan. Tapi, periode ini juga bisa menciptakan peluang bagi investor yang mengikuti rencana manajemen modal dengan disiplin.

Beberapa sinyal menunjukkan Januari bisa menjadi bulan saat Bitcoin memasuki fase konsolidasi krusial sebelum pemulihan harga.

3 Sinyal Tunjukkan Januari Bisa Jadi Saat Bitcoin Membentuk Local Bottom

Berdasarkan data teknikal, on-chain, dan exchange, para analis percaya sinyal positif untuk pemulihan jangka panjang sudah mulai muncul.

Pertama, data teknikal menunjukkan Bitcoin sedang mendekati zona DCA optimal berdasarkan moving average (MA).

Menurut platform analitik on-chain Alphractal, zona akumulasi jangka panjang yang ideal biasanya terbentuk saat harga BTC turun di bawah semua moving average harian, mulai dari siklus 7 hari hingga 720 hari. Kondisi ini menciptakan “zona aman” di mana harga dianggap undervalued terhadap tren jangka panjangnya.

Saat ini, Bitcoin sudah turun di bawah sebagian besar moving average-nya sejak November lalu. Hanya MA720 yang masih bertahan. Level ini berada di kisaran US$86.000.

“Bitcoin sedang sangat dekat dengan salah satu zona terbaik untuk menerapkan strategi DCA. Secara historis, zona ini sangat baik untuk akumulasi jangka panjang. Agar itu terjadi, BTC harus turun di bawah US$86.000,” komentar Alphractal .

Bitcoin Dynamic MA & Price. Source: Alphractal
Bitcoin Dynamic MA & Harga | Sumber: Alphractal

Bitcoin turun di bawah US$86.000 belum tentu langsung menjadi titik terendah, tapi data historis menunjukkan periode BTC menembus MA7 sampai MA720 biasanya berlangsung beberapa bulan.

Kedua, data on-chain memperlihatkan pertumbuhan jaringan Bitcoin berada di titik terendah selama beberapa tahun terakhir. Meski terlihat negatif, pola historis justru menunjukkan hal ini sering menjadi awal fase pemulihan.

Menurut Swissblock, sebuah dana investasi sekaligus penyedia informasi pasar, lemahnya aktivitas jaringan dan likuiditas rendah mengindikasikan Bitcoin sedang berada di fase akumulasi atau konsolidasi sebelum pergerakan besar selanjutnya.

“Pertumbuhan jaringan sudah menyentuh titik terendah sejak 2022, sementara likuiditas terus berkurang. Pada 2022, level jaringan seperti ini memicu fase konsolidasi BTC saat pertumbuhan jaringan mulai membaik, walaupun likuiditas masih lemah dan mendekati dasar,” papar Swissblock.

Bitcoin Network Growth vs Liquidity. Source: Swissblock
Pertumbuhan Jaringan Bitcoin vs Likuiditas | Sumber: Swissblock

Swissblock juga menyebutkan bahwa masih diperlukan tanda-tanda adopsi baru di jaringan. Jika skenario ini terjadi, reli seperti tahun 2022 bisa mendorong Bitcoin menyentuh all-time high baru tahun ini.

Ketiga, data exchange memperlihatkan tekanan jual dari para whale turun drastis dalam satu bulan terakhir. Perubahan ini menciptakan lingkungan yang lebih mendukung untuk konsolidasi harga dan pemulihan selanjutnya.

Binance Whale to Exchange Flow. Source: CryptoQuant.
Arus Whale ke Exchange Binance | Sumber: CryptoQuant.

Penurunan Tekanan Jual dari Whale

Berdasarkan data CryptoQuant , arus BTC dari whale ke exchange turun sangat tajam, terutama di Binance.

Secara khusus, pasokan BTC masuk dari transaksi besar yang berkisar antara 100 sampai lebih dari 10.000 BTC telah turun dari hampir US$8 miliar per bulan pada akhir November 2025 menjadi sekitar US$2,74 miliar saat ini. Perubahan perilaku ini sangat mengurangi tekanan suplai di sisi penjual. Hal ini mendukung stabilitas harga serta memperkuat potensi pemulihan.

Kombinasi sinyal teknikal (harga diperdagangkan di bawah moving average utama), data on-chain (pertumbuhan jaringan rendah), dan metrik exchange (penurunan tekanan jual whale) mengindikasikan Bitcoin sedang memasuki fase konsolidasi yang ideal untuk membentuk titik terendah lokal.

Meski begitu, data di atas belum cukup untuk menentukan harga dasar secara pasti. Selain itu, beberapa ketidakpastian eksternal masih belum terhitung. Hal ini termasuk potensi kembalinya tekanan tarif di tengah ketegangan geopolitik dan dampak pasar akibat pergantian kepemimpinan Federal Reserve yang akan datang.

Bagaimana pendapat Anda tentang fase konsolidasi Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Empat Peristiwa Ekonomi Amerika Serikat Berdampak Besar Siap Pengaruhi Sentimen Bitcoin Pekan Ini

Ketika para bull Bitcoin mempertahankan level psikologis US$90.000 meski volatilitas akibat geopolitik meningkat, para trader kini mencermati jadwal ekonomi Amerika Serikat yang padat dan bisa mempengaruhi sentimen kripto.

Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang berubah-ubah, rilis data penting serta pidato tokoh-tokoh ternama mungkin bisa memicu pergerakan tajam pada BTC dan altcoin.

4 Peristiwa Ekonomi AS yang Perlu Diperhatikan Pekan Ini

Berikut rangkuman empat peristiwa utama yang masing-masing bisa berdampak signifikan pada pasar kripto minggu ini.

US Economic Events to Watch This Week
Peristiwa Ekonomi AS yang Wajib Dipantau Pekan Ini | Sumber: Trading Economics

Presiden Trump Berbicara

Pidato Presiden Donald Trump di World Economic Forum Davos pada 21 Januari pukul 13.30 ET diperkirakan akan menjadi pemicu pergerakan pasar. Ekspektasinya tinggi mengingat ia sering menyampaikan komentar tidak terduga soal perdagangan, tarif, dan geopolitik.

Trump dominates World Economic Forum in Davos. His speech will be closely watch by European leaders as Greenland situation escalates.

Reporting from Switzerland:pic.twitter.com/1qkUCw2Ewy

— Sidhant Sibal (@sidhant) January 19, 2026

Dengan delegasi AS terbesar yang pernah hadir di Davos, komentar Trump bisa saja membahas sengketa tarif yang masih berlangsung, kemungkinan aksi militer, ataupun kebijakan ekonomi yang bisa berdampak langsung pada kekuatan USD serta minat risiko global.

Pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan makroekonomi, sehingga volatilitas dapat meningkat bila Trump memberi sinyal kebijakan perdagangan yang hawkish, berpotensi memperkuat dolar dan menekan harga Bitcoin.

Di sisi lain, petunjuk yang mendukung pertumbuhan atau ramah terhadap kripto bisa saja memicu reli.

Initial Jobless Claims

Laporan Initial Jobless Claims pada Kamis, 22 Januari pukul 13.30 ET, memberi gambaran terbaru tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS. Data ini menunjukkan jumlah warga AS yang pertama kali mengajukan klaim asuransi pengangguran pekan lalu.

Ekonom yang disurvei Trading Economics memperkirakan jumlah initial jobless claims mencapai 203.000 untuk pekan yang berakhir 15 Januari, naik dari 198.000 pada pekan sebelumnya.

Rilis berdampak besar ini hadir di tengah data tenaga kerja yang masih solid, karena angka sebelumnya hanya 198.000, di bawah ekspektasi 215.000. Ini mengindikasikan ekonomi kuat dan mendukung penguatan dolar.

🚨 BREAKING 🚨

🇺🇸 U.S. INITIAL JOBLESS CLAIMS JUST DROPPED:

📌 ACTUAL: 198K
📌 FORECAST: 215K

LABOR MARKET STILL HOLDING STRONG 👀🔥 pic.twitter.com/Re0SSd9mkt

— Mr. Bitcoin Whale (@MrBitcoinWhalee) January 15, 2026

Bagi Bitcoin, klaim yang lebih rendah (menandakan PHK lebih sedikit) dapat memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, mendorong yield naik dan memberi tekanan pada aset berisiko seperti kripto.

Tren terbaru menunjukkan klaim mendekati rekor terendah sepanjang masa jika disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja, tanpa tanda-tanda resesi.

“Faktanya, bila penyesuaian dilakukan terhadap jumlah tenaga kerja, jobless claims berada di *level terendah sepanjang masa* sejak 1965,” tulis perusahaan hipotek kripto, Milo.

Jika data klaim kembali melampaui ekspektasi, sentimen BTC bisa memburuk, memperpanjang koreksi dari level tertinggi US$90.000 karena muncul kekhawatiran pemangkasan suku bunga yang tertunda.

Sebaliknya, data yang lebih lemah bisa menghidupkan kembali harapan pelonggaran, menopang rebound kripto. Peristiwa ini juga senada dengan sorotan makro lain, karena analis menghubungkan kekuatan tenaga kerja dengan pergerakan kripto.

Karena korelasi antara Bitcoin dan saham sedang tinggi, penyimpangan dari ekspektasi bisa memicu volatilitas, apalagi setelah pidato Trump.

Core PCE Price Index

Selain itu, pada 22 Januari pukul 13.30 ET, data Core PCE Price Index m/m, yaitu ukuran inflasi favorit The Fed, diproyeksi sebesar 0,2%, naik dari 0,1% sebelumnya.

Rilis data bulan November ini, bersama data Oktober yang 0,2%, akan mempengaruhi peluang pemangkasan suku bunga tahun 2026. Inflasi yang lebih panas bisa saja menunda pelonggaran dan memperkuat USD.

Fed Rate Cut Probabilities
Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed | Sumber: CME FedWatch Tool

Bagi Bitcoin, inflasi yang terus bertahan di atas target dapat mengikis minat risiko, sebab yield lebih tinggi menarik dana keluar dari kripto.

Sementara itu, analisis web terbaru menyebutkan keterkaitan yang makin kuat antara PCE dan volatilitas kripto, dengan kenaikan moderat diprediksi, namun kejutan tetap bisa terjadi apalagi di tengah perdebatan tarif.

Jika PCE melampaui prediksi, BTC bisa mengalami tekanan turun, tapi data yang lebih rendah dari ekspektasi bisa mendorong sentimen positif.

Sentimen Konsumen

Menutup pekan peristiwa ekonomi AS yang berdampak pada kripto adalah laporan sentimen konsumen.

Pada 23 Januari pukul 15.00 ET, data Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan yang telah direvisi untuk Januari diproyeksi ada di angka 54,0, sama dengan angka awal 54,0, yang mana ini merupakan level terendah dalam 75 tahun terakhir.

Consumer Sentiment is the lowest its been in 75 years.

Main Street (the average Joe & Jane) are squeezed into despair.

Crypto is a retail phenomena (institutions only recently started entering Bitcoin and Ethereum).

So we need Main Street to be healthy for Crypto to rise pic.twitter.com/1JTcVsUhFX

— yourfriendSOMMI ❤️💛💚💙 (@yourfriendSOMMI) January 12, 2026

Indikator ini mencerminkan suasana ekonomi masyarakat umum, yang sangat penting untuk adopsi aset kripto yang didorong oleh ritel. Sentimen yang rendah menandakan konsumen sedang tertekan karena tingginya biaya dan ketidakpastian. Hal ini bisa mengurangi antusiasme terhadap Bitcoin karena institusi semakin mendominasi, sedangkan ritel sebenarnya yang mendorong reli pasar.

Jika revisi data ini melebihi ekspektasi, sentimen terhadap BTC bisa meningkat, menandakan adanya pemulihan. Sebaliknya, jika hasilnya mengecewakan, kehati-hatian bisa terus berlanjut dan menekan harga.

Bitcoin (BTC) Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$92.663, turun hampir 3% dalam 24 jam terakhir.

  •  

Jalur Breakout 13% Bitcoin Tetap Aman di Tengah Lonjakan Profit Booking 150%, Grafik Menjelaskan Caranya

Harga Bitcoin mengalami koreksi, tapi struktur besarnya belum rusak. Setelah puncak pertama tahun 2026 pada 14 Januari, BTC terkoreksi hampir 6% dan sempat menyentuh area US$92.000. Sejak saat itu, harga BTC mulai stabil, meski masih menunjukkan penurunan sekitar 2,6% dalam 24 jam terakhir.

Sekilas, pergerakan ini terlihat lemah. Tapi kalau dilihat lebih luas, baik struktur pada grafik maupun data on-chain justru menunjukkan koreksi ini hanyalah aksi ambil untung terkontrol dan bukan awal penurunan lebih dalam. Sekarang, pertanyaan utamanya cukup sederhana: apakah ini hanya jeda, atau Bitcoin sedang bersiap untuk bergerak naik lagi?

Struktur Cup-And-Handle Menjaga Bias Bullish Tetap Hidup

Pada grafik harian, Bitcoin masih bergerak di dalam pola handle dari cup-and-handle. Ini penting karena handle-nya terbentuk di atas neckline yang terus naik. Handle yang naik menandakan pembeli mulai masuk di harga yang lebih tinggi, sehingga peluang breakout sukses akan semakin besar jika resistance berhasil dilewati.

Bullish BTC Structure
Struktur Bullish BTC | Sumber: TradingView

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Sinyal pendukung lain datang dari sisi momentum. Antara 4 November sampai 19 Januari, harga Bitcoin membentuk lower low, tapi Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dengan penurunan harga terkini. Saat harga turun tapi RSI naik, itu menandakan tekanan jual mulai melemah.

Tim analitik dari ekosistem aset kripto all-in-one B2BINPAY dalam komentarnya eksklusif kepada BeInCrypto menyebutkan bahwa pergerakan harga ini mengisyaratkan kesabaran, bukan kelelahan pasar.

“Apa yang kami lihat pada Bitcoin adalah pergerakannya secara perlahan mulai keluar dari fase datar panjang yang telah dimulai sejak pertengahan November 2025. Tidak ada lonjakan aktivitas tajam di grafiknya, dan biasanya hal ini berarti pasar sedang jeda sebelum mencoba kembali menguji level US$100.000,” papar mereka.

RSI Hints At Price Rise
RSI Mengisyaratkan Kenaikan Harga | Sumber: TradingView

Bullish divergence ini menunjukkan tren turun selama tiga bulan terakhir, di mana Bitcoin masih turun sekitar 15%, nampaknya mulai kehilangan tenaga. Divergensi ini akan terkonfirmasi jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$92.000 dan mulai menguat kembali. Selama harga masih berada di dalam handle, struktur bullish-nya tetap utuh.

Jadi jika grafiknya masih terlihat bagus, kenapa Bitcoin justru turun awalnya?

Profit Booking oleh Holder Jangka Panjang Menjelaskan Penurunan

Jawabannya ada di data on-chain. Koreksi terbaru ini sangat selaras dengan aksi ambil untung oleh holder jangka panjang, bukan aksi jual panik.

NUPL holder jangka panjang (Net Unrealized Profit/Loss) turun dari sekitar 0,60 ke 0,58 saat terjadi koreksi. NUPL mengukur seberapa besar profit yang belum direalisasi oleh para holder. Penurunan NUPL berarti profit sedang direalisasikan. Ini menjadi salah satu koreksi NUPL paling tajam dalam timeframe bulanan, mirip penurunan yang terjadi pada 5–10 Januari lalu.

Long-Term Holders Book Profits
Holder Jangka Panjang Ambil Untung | Sumber: Glassnode

Hal ini juga dikonfirmasi oleh perubahan posisi bersih holder jangka panjang. Metode ini melacak apakah holder yang memegang koin lebih dari 365 hari sedang akumulasi atau menjual. Pada 14 Januari, holder jangka panjang melepas sekitar 25.738 BTC. Dan pada 18 Januari, angkanya naik jadi sekitar 62.656 BTC. Artinya, tekanan jual bertambah sekitar 150% hanya dalam beberapa hari.

LTH Selling Pressure
Tekanan Jual Holder Jangka Panjang | Sumber: Glassnode

Walaupun tekanan aksi ambil untung makin tinggi, para analis menyoroti bahwa perilaku permintaan tidak menunjukkan pelemahan yang berarti. Menurut tim analitik B2BINPAY, posisi pasar secara luas masih menunjukkan akumulasi yang stabil di balik layar.

“Pembeli tetap ada, tapi mereka tidak terburu-buru. Di saat yang sama, holder besar terus menambah kepemilikan. Pada 13 Januari, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot mencatat arus masuk hampir US$900 juta, jadi hari terkuat sejak 7 Oktober. Pada hari itu juga, harga Bitcoin naik hampir 8%,” terang mereka.

Aksi jual tersebut menjelaskan kenapa reli Bitcoin belakangan ini sulit berlanjut. Saat holder berkeyakinan melepas kepemilikan, kenaikan harga bakal tertahan meski grafik masih sehat.

Tapi, tidak semuanya bersifat negatif.

Saat holder jangka panjang sedang menjual, ada kelompok lain secara diam-diam melakukan hal sebaliknya.

Whale Masih Akumulasi Saat Level Harga Kunci Bitcoin Jadi Sorotan

Entitas yang memegang lebih dari 1.000 BTC terus melakukan akumulasi. Sejak 12 Januari, jumlah entitas seperti ini naik dari sekitar 1.273 menjadi kurang lebih 1.290. Angka ini memang kenaikan kecil, tapi yang penting, peningkatan itu terjadi sebelum harga turun dan terus berlanjut selama penurunan.

Ini menunjukkan para whale tidak menjual saat harga melemah. Akumulasi mereka membantu menyerap sebagian pasokan, meskipun holder jangka panjang mengambil keuntungan.

Whale Balances Grew
Saldo Whale Bertambah | Sumber: Glassnode

Dari sisi harga, saat ini Bitcoin ada di titik penentuan. Agar kembali kuat, harga perlu kembali menembus US$95.200, yang akan menjadi sinyal breakout dari pola handle. Di atas level tersebut, US$98.800 jadi level utama berikutnya. Jika tembus, jalur menuju proyeksi pola di sekitar US$111.800 pun terbuka, naik sekitar 13% dari neckline dinamis cup.

Tim B2BINPAY juga menyoroti level BTC serupa saat berbincang dengan BeInCrypto:

“Secara keseluruhan, struktur masih mendukung kelanjutan tren. Selama Bitcoin di atas area US$94–95 ribu, pergerakan ke US$100–105 ribu sangat realistis dalam beberapa minggu ke depan, bahkan bisa mencapai kisaran US$120–140 ribu pada 2026 jika permintaan tetap terjaga. Jika gagal, kemungkinan besar akan terjadi koreksi ke US$88–90 ribu, di mana likuiditas sudah terkonsentrasi,” terang mereka.

Di sisi bawah, struktur akan melemah jika Bitcoin menutup di bawah US$92.000. Jika turun signifikan di bawah US$89.200, pola tersebut sepenuhnya tidak lagi valid.

Bitcoin Price Analysis
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Penurunan harga baru-baru ini didorong oleh aksi ambil untung, bukan rasa takut. Struktur masih bullish. Whale juga masih menambah. Tapi agar breakout benar-benar kuat, holder jangka panjang perlu berhenti menjual dan mulai membeli lagi. Sampai itu terjadi, harapan breakout 13% Bitcoin tetap terbuka, walau belum pasti terwujud.

  •  

Rekor Opsi Ritel & Guncangan Geopolitik Ancam Pasar Pekan Ini

Pasar kripto tengah bersiap menghadapi pekan yang luar biasa turbulen, seiring aktivitas opsi ritel yang mencetak rekor bertabrakan dengan risiko geopolitik yang kian memanas.

Meski harga Bitcoin bertahan di sekitar US$95.100 pada Minggu, memberi kesan pasar tanpa volatilitas ketika kripto pelopor tersebut berkonsolidasi di level yang tipis, perhatian tetap tertuju pada konvergensi ketegangan dagang AS–UE, putusan Mahkamah Agung yang membayangi, serta lonjakan spekulasi ritel.

Pekan Berisiko Tinggi di Depan Mata: Kripto, Saham, dan Logam dalam Bidikan

Trader ritel saat ini memberikan pengaruh yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap dinamika pasar, dengan laporan yang menunjukan bahwa partisipasi ritel di pasar opsi kini mencapai 21,7% dari total volume, naik dari 10,7% pada tahun 2022.

Volume call harian dari ritel melonjak menjadi 8,2 juta kontrak, sedangkan put mencapai 5,4 juta, jumlah ini merupakan rekor tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Retail Options Trading Share
Pangsa Perdagangan Opsi Ritel | Sumber: Kobeissi Letter di X

Pionir Bitcoin Max Keiser menyebut kegilaan ini sebagai “casino gulag” pasar, mengacu pada pasar yang didominasi spekulasi, leverage, serta taruhan jangka pendek dengan pelaku yang terjebak dalam lingkungan perjudian berisiko tinggi.

Casino Gulag 🫠 https://t.co/WJzhzkCIRT

— Max Keiser (@maxkeiser) January 18, 2026

Investor individu kini semakin membentuk tren harga dan memperbesar penggunaan leverage di BTC, SPY, serta aset likuid lainnya.

“Investor ritel belum pernah berspekulasi sebanyak ini sebelumnya,” tulis seorang pengamat pasar global. “Volume call saja melebihi 8 juta kontrak per hari, sedangkan put naik sampai 5 juta. Secara keseluruhan, volume opsi ritel lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu. Selera risiko tetap sangat tinggi.”

Menambah tekanan pasar, tensi dagang AS–UE kian meningkat. Selama akhir pekan, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 10% atas 8 negara Eropa. Ini adalah langkah yang dirancang untuk menekan dukungan terhadap pembelian Greenland oleh AS.

Tarif ini bisa meningkat sampai 25% pada bulan Juni jika tidak ada kesepakatan, sehingga mengancam arus perdagangan senilai US$1,5 triliun. Presiden Prancis Emmanuel Macron membalas dengan menyerukan Uni Eropa untuk menggunakan instrumen anti-koersi”. Yakni, langkah yang dapat memblokir perbankan AS dari pengadaan di Uni Eropa dan menargetkan raksasa teknologi Amerika.

INTEL: Macron calls for EU to deploy unprecedented “anti-coercion instrument” against US after Trump’s Greenland tariff threat. It could block US banks from EU procurement and target American tech giants. pic.twitter.com/GSI7Gk1H75

— Solid Intel 📡 (@solidintel_x) January 18, 2026

Langkah balasan yang belum pernah terjadi ini berpotensi membentuk ulang leverage perdagangan global.

Tensi Geopolitik, Ketidakpastian Hukum, dan Spekulasi Ritel Ancam Stabilitas Pasar

Risiko geopolitik juga melebar lebih dari sekadar tarif. Analis memperingatkan bahwa kesepakatan dagang Uni Eropa-Mercosur dan pengaruh AS terhadap negara-negara Mercosur, termasuk Argentina dan Brasil, dapat semakin memperburuk sentimen risiko global.

Analis Endgame Macro menggambarkan situasi ini sebagai uji kekuatan pengaruh, menjelaskan bahwa Washington bisa diam-diam memberi tekanan pada blok dagang Amerika Selatan lewat saluran keuangan dan perdagangan, sehingga menciptakan risiko tidak seimbang meski tanpa konflik terbuka.

If the EU really moves to block or freeze a U.S. trade in response to Trump’s tariff threats, this stops being about tariffs or Greenland and turns into something much bigger. It becomes a test of leverage.

The EU-Mercosur agreement that was signed yesterday, after decades of… https://t.co/nir8xI8MGj

— EndGame Macro (@onechancefreedm) January 18, 2026

Di sisi lain, pasar sedang menunggu putusan Mahkamah Agung tentang legalitas tarif Trump, yang menambah ketidakpastian.

Jika Mahkamah memutuskan menentang pemerintah, hal ini bisa menggerus kepercayaan terhadap kebijakan perdagangan dan memicu aksi jual mendadak di pasar.

Sebaliknya, putusan yang berpihak pada tarif akan memaksa investor memasukkan kemungkinan gangguan perdagangan berkepanjangan dan pertumbuhan yang melambat. Hasil seperti ini akan menekan baik pasar saham maupun aset kripto.

Logam mulia bahkan sudah memperlihatkan tanda-tanda tekanan. Pelaku pasar terus memantau perak fisik dan logam mulia lain, yang turut terdampak volatilitas berlipat karena guncangan tarif serta isu kelangkaan di exchange seperti LBMA (London Bullion Market Association).

Bitcoin (BTC), Gold (XAU), and Silver (XAG) Price Performances
Performa Harga Bitcoin (BTC), Emas (XAU), dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView

Secara historis, guncangan tarif seperti ini telah memicu arus dana tajam dari London ke Comex (Commodity Exchange di New York), memperbesar backwardation, dan menyebabkan gangguan jangka pendek.

Di tengah situasi ini, level Bitcoin yang mendekati US$95.000 semakin rapuh. Spekulasi ritel, ketidakpastian hukum, dan gesekan geopolitik saat ini bertemu serta menciptakan skenario berisiko tinggi untuk trader dan institusi.

Kombinasi rekor aktivitas ritel dan guncangan ekonomi makro bisa membuat minggu ini menjadi salah satu periode paling volatil dalam sejarah pasar belakangan ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang sejumlah faktor yang berpotensi guncang pasar pekan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Top Strategist Wall Street Tak Lagi Percayai Bitcoin, Kenapa? | Berita Kripto AS

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing, rangkuman esensial perkembangan kripto terpenting untuk hari ini.

Silakan ambil secangkir kopi, karena hari ini kita tidak membahas grafik harga, arus masuk exchange-traded fund (ETF), maupun narasi halving berikutnya. Alih-alih, kita akan membahas sesuatu yang jauh lebih tidak nyaman: apakah Bitcoin, seperti yang ada saat ini, memang dibangun untuk bertahan lama.

Berita Kripto Hari Ini: Mengapa Salah Satu “Bitcoin Bull” Terbesar Wall Street Memilih Pergi

Perubahan yang senyap namun berdampak besar tengah terjadi dalam cara institusi memandang kripto. Christopher Wood, global head of equity strategy di Jefferies dan salah satu strategist pasar paling diperhatikan di Wall Street, telah menghapus Bitcoin sepenuhnya dari model portofolio andalannya.

Petinggi Jefferies tersebut tidak menyebut volatilitas harga sebagai alasan, melainkan keraguan akan daya tahan aset ini dalam jangka panjang.

Wood memangkas alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model Jefferies dan mengalihkannya secara merata ke emas fisik serta saham penambang emas.

Keputusan ini dipaparkan dalam edisi terbaru newsletter Greed & Fear, di mana Wood menyoroti ancaman jangka panjang yang diakibatkan oleh kemajuan komputasi kuantum terhadap keamanan Bitcoin dan anggapan Bitcoin sebagai penyimpan nilai.

“Ancaman komputasi kuantum yang dahulu terasa jauh sekarang membuat salah satu analis pasar yang paling diperhatikan memutuskan untuk meninggalkan Bitcoin,” lapor Bloomberg mengutip pernyataan Wood di newsletter tersebut, serta menyoroti bagaimana sebuah risiko teoretis kini mulai masuk ke dalam konstruksi portofolio utama.

Wood adalah salah satu pendukung institusional awal untuk Bitcoin, yang pertama kali menambahkan aset ini ke dalam portofolio modelnya pada Desember 2020 di tengah stimulus era pandemi dan kekhawatiran atas penurunan nilai mata uang.

Kemudian, ia menambah eksposur menjadi 10% di 2021. Menariknya, sejak penambahan awal tersebut, Bitcoin telah naik sekitar 325%, sedangkan emas hanya naik 145%. Meski begitu, Wood menyatakan performa bukan lagi hal yang utama.

Menurutnya, komputasi kuantum telah melemahkan argumen bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai andal untuk jangka panjang, khususnya bagi investor pensiun dan jangka waktu panjang lainnya.

“Ada kekhawatiran yang semakin besar di komunitas Bitcoin bahwa komputasi kuantum mungkin hanya tinggal beberapa tahun lagi, bukan satu dekade atau lebih,” tulis Wood.

Memang, keamanan Bitcoin saat ini bertumpu pada sistem kriptografi yang membuat komputer masa kini nyaris mustahil mendapatkan private key dari public key.

Akan tetapi, jika komputer kuantum yang relevan untuk kriptografi (CRQC) hadir, hal ini dapat mematahkan asimetri tersebut. Ini bisa membuat para penyerang mampu menemukan kembali private key hanya dalam hitungan jam atau hari.

Risiko Kuantum, Tata Kelola, dan Pemikiran Ulang Institusional tentang Bitcoin

Perdebatan ini membuka jurang yang semakin lebar antara pengelola modal dan pengembang. Nic Carter, partner di Castle Island Ventures, menangkap ketegangan ini dalam sebuah postingan pada bulan Desember lalu.

The discrepancy between capital and developers on this issue is massive. Capital is concerned and looking for a solution. Devs are mainly in complete denial. Inability to even acknowledge quantum risk is already weighing on the price.

— nic carter (@nic_carter) December 18, 2025

Kendati demikian, isu utama terletak pada tata kelola. Solusi yang diusulkan—seperti membakar koin yang rentan terhadap kuantum atau memaksa migrasi ke kriptografi pasca-kuantum—mengundang pertanyaan pelik seputar hak kepemilikan dan perubahan aturan main.

The crypto community is debating the threat of quantum computers to the blockchain, specifically for Bitcoin.

I will explain to you what the threat is.

Modern blockchains rely on asymmetric cryptography.

The following principles apply:

▪️A private key is a secret number… pic.twitter.com/0DUQkSWfx4

— Cardano YOD₳ (@JaromirTesar) December 22, 2025

Jefferies menyoroti bahwa meski Bitcoin pernah mengalami fork sebelumnya, tindakan untuk menyita atau membatalkan koin bisa merusak nilai-nilai mendasar yang membuat jaringan ini dipercaya.

Selain itu, Jefferies juga menyoroti bahwa sebagian besar suplai Bitcoin bisa saja rentan jika skenario kuantum benar-benar terjadi. Termasuk di antaranya:

  • Aset dari era Satoshi yang disimpan di alamat Pay-to-Public-Key (P2PK)
  • Koin yang hilang, dan
  • Alamat yang digunakan ulang berkali-kali dalam banyak transaksi

Apabila dijumlahkan, potensi ini menyentuh jutaan BTC.

Analisis terbaru dari Coinbase juga menggemakan sejumlah kekhawatiran tersebut. Kepala Riset Investasi Coinbase David Duong mengatakan, komputasi kuantum membawa risiko jangka panjang, bukan hanya untuk keamanan private key, tetapi bisa memengaruhi model ekonomi serta keamanan Bitcoin.

Walau menekankan bahwa teknologi kuantum saat ini masih belum mampu membobol Bitcoin, Duong mengingatkan ada sekitar 6,5 juta BTC yang rentan akan serangan kuantum dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat migrasi ke kriptografi pasca-kuantum menjadi sangat penting, meskipun pelaksanaannya masih bertahun-tahun lagi.

Bitcoin At Risk of Quantum Attacks due to Vulnerable Addresses
Bitcoin Berisiko Terkena Serangan Quantum akibat Alamat yang Rentan | Sumber: David Duong di LinkedIn


Sementara itu, Wood mengatakan bahwa pertanyaan jangka panjang seputar komputasi kuantum justru menjadi hal positif untuk emas dalam jangka panjang. Pandangan ini didasarkan pada sejarah emas sebagai lindung nilai yang telah teruji dan bebas dari ketidakpastian teknologi maupun tata kelola.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam pola pikir institusional. Pendiri dan CIO Cyber Capital, Justin Bons, menyatakan Bitcoin bisa saja runtuh kapan saja setelah tahun 2033. Meski begitu, Bons menjelaskan penyebabnya adalah subsidi miner yang terus menurun setelah halving dan biaya transaksi yang rendah.

BTC will collapse within 7 to 11 years from now!

First, the mining industry will fall, as the security budget shrinks

That is when the attacks begin; censorship & double-spends

Core will then have to increase inflation beyond 21M, splitting the chain & that will be the end! 🧵… pic.twitter.com/HqFmhW480L

— Justin Bons (@Justin_Bons) January 15, 2026

Menurut Justin Bons, 51% attack bisa menjadi menguntungkan dengan biaya harian di bawah US$3 juta, sehingga berpotensi memungkinkan terjadinya double-spend di exchange dengan nilai miliaran. Semua kekhawatiran ini berkaitan dengan keamanan Bitcoin.

Chart of the Day

Performa Harga Bitcoin dan Emas Sejak Alokasi Modal Awal Wood | Sumber: TradingView

Byte-Sized Alpha

Berikut rangkuman berita kripto AS menarik lainnya hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 15 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$170,91US$172,74 (+1,07%)
Coinbase (COIN)US$239,28US$241,38 (+0,88%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$31,99US$32,21 (+0,69%)
MARA Holdings (MARA)US$10,66US$10,74 (+0,75%)
Riot Platforms (RIOT)US$16,57US$16,76 (+1,15%)
Core Scientific (CORZ)US$18,08US$18,25 (+0,94%)
Lomba Pembukaan Pasar Crypto Equities: Google Finance

Bagaimana pendapat Anda tentang berita kripto AS teranyar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Bitcoin Mendekati US$98.000 Take Profit Atau Hold?

Harga Bitcoin menunjukkan pemulihan stabil dalam beberapa sesi terakhir, dengan kenaikan yang kini menempatkan BTC di dekat zona potensial breakout. Kenaikan berkelanjutan ini membuat suasana pasar menjadi lebih optimistis meskipun tetap berhati-hati.

Tapi, saat momentum bullish terus menguat, keuntungan holder jangka pendek yang naik menciptakan risiko yang sudah sering terjadi dan bisa menghambat laju kenaikan Bitcoin.

Beberapa Holder Bitcoin Keluar, Sementara yang Lain Membeli di Saat Harga Turun

Baru-baru ini, Bitcoin melonjak hingga ke level tertinggi dua bulan di dekat US$97.500, yang merupakan level terkuat sejak awal November. Reli ini terjadi meski partisipasi investor ritel terlihat berkurang secara signifikan. Data on-chain dalam tiga hari terakhir menunjukkan jumlah holder Bitcoin menurun, menandakan investor kecil memilih keluar.

“terjadi penurunan bersih sebanyak -47.244 holder, yang menunjukkan bahwa para ritel mulai keluar karena FUD & ketidaksabaran,” sorot Santiment.

Pada waktu yang sama, saldo Bitcoin di exchange turun ke titik terendah dalam tujuh bulan, sekitar 1,18 juta BTC. Persediaan yang lebih rendah di exchange seringkali menandakan tekanan jual instan yang juga menurun.

Ini merupakan kali ketiga dalam tiga bulan terakhir di mana penurunan saldo exchange berbarengan dengan stabilisasi harga. Jika digabung, sinyal-sinyal ini memperkuat kepercayaan bahwa Bitcoin sepertinya sedang membentuk titik terendah lokal baru.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Bitcoin Could Be Forming A Bottom.
Bitcoin Bisa Saja Sedang Membentuk Titik Terendah Baru | Sumber: Santiment

Indikator makro memberi warna tambahan bagi narasi pemulihan. Market Value to Realized Value Long/Short Difference menunjukkan holder jangka pendek kembali mendominasi profitabilitas dibandingkan holder jangka panjang. Aksi akumulasi baru-baru ini, bersama dengan harga yang naik, membuat profit holder jangka pendek menyentuh level tertinggi sejak Januari 2023.

Secara historis, profitabilitas jangka pendek yang tinggi bisa jadi sinyal ganda. Walau ini menunjukkan permintaan dan kekuatan harga yang membaik, holder jangka pendek biasanya lebih mudah menjual. Hingga saat ini, belum ada bukti distribusi agresif. Tapi, keuntungan yang terus bertambah bisa saja menggoda holder tipe ini untuk mengambil profit, yang nantinya bisa memperlambat pemulihan Bitcoin.

Bitcoin MVRV Long/Short Difference
Bitcoin MVRV Long/Short Difference | Sumber: Santiment

Harga BTC Punya Breakout di Depan Mata

Pada waktu publikasi, Bitcoin bergerak di kisaran US$95.372 dan berada dalam pola ascending broadening wedge. Struktur ini kerap membawa sentimen bullish bila harga mampu breakout dan bertahan. Breakout yang terkonfirmasi membutuhkan Bitcoin untuk merebut kembali level US$98.000 dan berhasil retest sebagai support.

Jika kondisi saat ini tetap bertahan, formasi dasar harga yang terlihat bisa mendukung kenaikan selanjutnya. Menahan level psikologis US$95.000 tetap jadi kunci. Jika zona ini berhasil dipertahankan, kemungkinan besar pembeli terdorong kembali mencoba menantang US$98.000. Jika level tersebut berhasil menjadi support, jalan menuju target psikologis di US$100.000 akan terbuka.

Bitcoin Price Analysis.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Skenario bearish juga masih bisa terjadi. Jika momentum bullish melemah dan holder jangka pendek mulai mengambil profit, Bitcoin dapat saja kehilangan support US$95.000. Jika terjadi, besar kemungkinan BTC turun ke US$93.471 atau bahkan lebih rendah lagi. Breakdown di bawah zona ini akan membatalkan skenario bullish dan menunda upaya breakout berikutnya.

  •  

Mengapa 86% dari Semua Kegagalan Token Kripto Terjadi di 2025

Pada tahun 2025, pasar aset kripto mengalami gelombang besar proyek yang kolaps, dengan lebih dari 11,6 juta token gagal hanya dalam satu tahun, menurut data terbaru dari CoinGecko.

Angka ini mewakili 86,3% dari semua kegagalan aset kripto yang tercatat sejak tahun 2021, sehingga tahun 2025 menjadi tahun paling merusak sepanjang sejarah industri untuk kelangsungan hidup sebuah token.

Pembuatan Token Meledak—Tingkat Bertahan Turun, Laporan CoinGecko Menunjukkan

Temuan CoinGecko menyoroti adanya kerusakan struktural di dalam ekonomi token, yang dipicu oleh ledakan penciptaan proyek baru, membludaknya meme coin, dan gejolak pasar yang makin tinggi.

Saat ini, 53,2% dari seluruh aset kripto yang dipantau di GeckoTerminal sudah tidak aktif. Sebagian besar kegagalan ini terjadi dalam dua tahun terakhir.

53.2% Cryptocurrencies Have Died Since 2021
53,2% Aset Kripto Sudah Mati Sejak 2021 | Sumber: CoinGecko

Antara tahun 2021 hingga 2025, jumlah proyek aset kripto yang terdaftar melonjak dari 428.383 menjadi hampir 20,2 juta. Walaupun pertumbuhan cepat ini mencerminkan akses yang makin mudah terhadap alat penciptaan token, pasar pun mengalami kejenuhan parah.

Data kegagalan tahunan menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi. Pada 2021, hanya 2.584 token yang gagal. Angka ini melonjak menjadi 213.075 pada 2022 dan 245.049 di 2023.

Kondisi makin memburuk di 2024, dengan 1.382.010 token yang kolaps. Tapi tahun 2025 jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya, dengan 11.564.909 token yang gagal.

Number of Failed Cryptocurrencies by Year

2021: 2,584 tokens
2022: 213,075 tokens
2023: 245,049 tokens
2024: 1,382,010 tokens
2025: 11,564,909 tokens

What's one project that you think will succeed?

— CoinGecko (@coingecko) January 14, 2026

Secara total, tahun 2024 dan 2025 menyumbang lebih dari 96% seluruh kegagalan token kripto sejak 2021, yang menunjukkan kondisi pasar belakangan ini benar-benar mengubah ketahanan suatu token.

Metodologi CoinGecko hanya memfokuskan pada aset kripto yang setidaknya pernah mencatat satu kali perdagangan dan sudah terdaftar di GeckoTerminal sebelum akhirnya menjadi tidak aktif.

Token dengan nol aktivitas perdagangan tidak dihitung, sedangkan hanya token Pump.fun yang lulus yang dilibatkan, sehingga memperkuat kredibilitas data tersebut.

Q4 2025 Menjadi Titik Balik di Tengah Saturasi Meme Coin dan Masalah “Crime Szn”

Gelombang kolaps makin cepat di bulan-bulan terakhir tahun tersebut. Pada kuartal 4 tahun 2025 saja, ada 7,7 juta token gagal—ini mencakup 34,9% dari seluruh kegagalan yang tercatat selama lima tahun ini.

Peningkatan ini terjadi berbarengan dengan cascading likuidasi pada 10 Oktober, saat posisi leverage senilai US$19 miliar terhapus hanya dalam 24 jam, menandai peristiwa deleveraging terbesar yang pernah terjadi dalam industri kripto.

Kejadian ini membuka celah kelemahan pada token yang likuiditasnya tipis, di mana banyak di antaranya:

  • Tidak memiliki likuiditas yang memadai atau
  • Pihak pelaku pasar yang berkomitmen untuk bertahan menghadapi volatilitas ekstrem.

CoinGecko menuturkan bahwa penurunan tingkat kelangsungan hidup sangat terlihat di sektor meme coin, yang berkembang sangat pesat selama setahun terakhir.

Meningkatnya peluncuran launchpad yang mudah dipakai punya peran sentral dalam gelombang kegagalan ini. Platform seperti Pump.fun menurunkan hambatan teknis secara signifikan, sehingga hampir siapa pun bisa meluncurkan token dalam hitungan menit.

This is huge.
The 11.5M token failures in 2025 exposes a policy vacuum.

1️⃣ Zero regulation on launching a token. Anyone can deploy one in minutes.
2️⃣ Platforms like https://t.co/3tm9tPLONE massively lower friction, enable mass launches, and take no accountability for outcomes.…

— Sapna Singh (@AdvSapna_) January 14, 2026

Meskipun langkah ini mendemokratisasi eksperimen token, pasar pun kebanjiran proyek asal-asalan yang tidak punya prospek jangka panjang.

Eksekutif DWF Labs, Andrei Grachev, menggambarkan situasi ini seperti musim kejahatan, sambil menunjukkan tekanan sistemik yang dihadapi baik founder maupun investor.

Basically it created a "crime szn", failure rate is so high, which affects founders and investors – hard to get attention, hard to get liquidity, hard to find a market fit.
Market is BTC, blue chips and gambling.
Retail liquidity is being burn
Liquidity wars are ongoing https://t.co/o5EACJJ6Ft

— Andrei Grachev 🦅🟠 $FF (@ag_dwf) January 15, 2026

Pernyataannya mencerminkan tren konsolidasi yang semakin kuat di pasar kripto saat ini, di mana modal makin banyak mengalir ke Bitcoin, aset mapan, dan perdagangan spekulatif jangka pendek. Hal ini membuat proyek baru makin sulit untuk menarik likuiditas berkelanjutan.

Penumpukan kegagalan di 2025 pun semakin memperkuat kekhawatiran terhadap kesehatan praktik penciptaan token dalam jangka panjang.

Walau inovasi tetap jadi fondasi utama pasar aset kripto, data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap proyek baru benar-benar sudah terlalu terbebani.

Saat jutaan token menghilang, kepercayaan investor ritel pun terus menurun. Hal ini menyebabkan likuiditas berkurang dan persyaratan untuk peluncuran baru jadi makin tinggi.

Mengapa Siklus Kegagalan Token Mungkin Berlanjut hingga 2026

Di sisi lain, faktor-faktor yang mendorong kolapsnya pasar kripto di tahun 2025 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berbalik arah. Penciptaan token tetap mudah, likuiditas ritel terpecah-pecah, dan fokus pasar masih tertuju ke Bitcoin, aset blue-chip, serta perdagangan spekulatif jangka pendek.

Data CoinGecko memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasokan token jauh lebih cepat ketimbang kemampuan pasar untuk menyerapnya. Dengan hampir 20,2 juta proyek terdaftar di akhir 2025, bahkan jika peluncuran lewat launchpad terus berjalan wajar saja, risiko kegagalan akan terus naik di 2026—terutama jika permintaan dan likuiditas tidak kembali menguat.

I hope we fix this in 2026.

Most launches in 2025 didn’t fail because the "market was bad."
They failed because the launch design was structurally short-vol and short-trust.

Here are the recurring launch patterns that nuked most of them ↓

1️⃣ High FDV, low float:
You’re… pic.twitter.com/FC0ngx1HrW

— Stacy Muur (@stacy_muur) December 15, 2025

Peristiwa tekanan pasar juga tetap menjadi kelemahan utama. Pada 10 Oktober terjadi likuidasi besar-besaran, yang menghapuskan US$19 miliar posisi leverage hanya dalam 24 jam, dan itu menunjukkan betapa cepatnya guncangan sistemik bisa menyebar ke aset yang volume perdagangannya tipis.

Token yang tidak memiliki likuiditas dalam atau basis pengguna yang loyal terkena dampak paling besar, sehingga volatilitas serupa bisa memicu lebih banyak kegagalan massal.

Managing partner DWF Labs, Andrei Grachev, memperingatkan bahwa kondisi pasar saat ini secara struktural memang tidak ramah bagi proyek baru, sambil menggambarkan “perang likuiditas” yang terus berlangsung di seluruh pasar aset kripto.

ketika modal ritel makin menipis dan persaingan semakin ketat, token-token baru menghadapi hambatan yang semakin besar untuk bertahan. Tanpa perubahan pada insentif peluncuran, standar pengungkapan, atau edukasi investor, pasar berisiko mengulangi siklus yang sama: penerbitan yang cepat, spekulasi sesaat, lalu akhirnya kolaps.

Walaupun para pelaku industri berpendapat bahwa pembersihan ini pada akhirnya bisa memperkuat aset kripto dengan mengeliminasi proyek-proyek lemah, data menunjukkan penyesuaian ini masih jauh dari selesai.

Jika penciptaan token terus lebih cepat daripada pertumbuhan likuiditas, pada 2026 mungkin ada lebih sedikit peluncuran, tapi bukan berarti jumlah kegagalan juga akan berkurang.

  •  

Sinyal Bahaya Bitcoin: Bertahan di Atas US$95.000 atau Koreksi ?

Bitcoin sedang mencoba untuk memulihkan kerugian baru-baru ini setelah berhasil kembali ke level US$95.000, langkah yang membangkitkan optimisme jangka pendek. Reli ini mendorong BTC ke level tertinggi dua bulan, tapi pemulihan ini masih jauh dari selesai.

Pada kenyataannya, Bitcoin sekarang menghadapi ujian yang jauh lebih besar di depan. Zona antara US$98.000 dan US$110.000 merupakan resistance terkuat sejauh ini.

Holder Bitcoin Punya Peluang untuk Jual

Pergulatan Bitcoin menjadi semakin jelas jika melihat Long-Term Holder Cost Basis Distribution Heatmap. Sejak November 2025, setiap rebound selalu terhenti di dalam klaster suplai padat, berkisar dari sekitar US$93.000 hingga US$110.000. Area ini berisi koin yang dibeli saat puncak harga sebelumnya, sehingga menciptakan tekanan jual yang terus-menerus saat harga kembali ke zona tersebut.

Setiap upaya naik ke rentang ini selalu memicu distribusi baru dari para long-term holder. Akibatnya, Bitcoin gagal mempertahankan pemulihan struktural walaupun sudah beberapa kali terjadi breakout. Dengan harga kembali menekan suplai di atasnya, pasar menghadapi ujian ketahanan yang sudah tidak asing lagi. Menyerap distribusi ini masih menjadi kunci utama untuk pembalikan tren yang berkelanjutan.

Bitcoin LTH CBD Heatmap
Heatmap Bitcoin LTH CBD | Sumber: Glassnode

Dalam skala yang lebih luas, Net Realized Profit and Loss untuk long-term holder menampilkan gambaran yang lebih moderat. Data saat ini menunjukkan long-term holder merealisasikan sekitar 12.800 BTC per minggu dalam bentuk arus keuntungan bersih. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan puncak siklus sebelumnya yang melebihi 100.000 BTC per minggu.

Perlambatan ini menandakan aksi profit taking masih berlangsung tapi jauh lebih moderat. Kondisi ini membuat risiko penurunan jangka pendek menjadi berkurang, namun tidak sepenuhnya menghilangkan tekanan jual. Arah pasar sekarang sangat bergantung pada kekuatan permintaan, khususnya dari pembeli yang mengakumulasi Bitcoin selama kuartal kedua 2025. Bila permintaan tidak mampu menyerap pasokan, momentum naik akan melemah.

Bitcoin LTH Profit/Loss
Profit/Loss Bitcoin LTH | Sumber: Glassnode

Patokan utama jangka panjang tetap pada True Market Mean di sekitar US$81.000. Perdagangan yang bertahan di atas level ini mendukung prospek makro yang konstruktif. Jika gagal bertahan dalam jangka waktu yang lama, risiko kapitulasi akan naik secara signifikan, layaknya penurunan panjang yang terjadi antara April 2022 hingga April 2023.

Harga BTC Perlu Kekuatan untuk Tembus US$98.000

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$96.302 pada waktu publikasi, menandai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Pergerakan di atas US$95.000 mengangkat sentimen dan mendorong BTC mendekati resistance US$98.000. Momentum jangka pendek masih positif selama harga bertahan di atas support yang baru saja direbut kembali.

Namun, menembus US$98.000 dan bertahan di atas US$95.000 akan sangat sulit. Pasokan di atasnya masih berat, sehingga setiap kenaikan tekanan jual bisa dengan cepat membalikkan keuntungan. Jika investor memilih untuk mengamankan keuntungan, Bitcoin bisa kembali turun di bawah US$95.000. Kemudian koreksi lebih dalam ke arah US$91.471 menjadi lebih memungkinkan.

Bitcoin Price Analysis.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Skenario bullish masih mungkin terjadi jika long-term holder semakin mengurangi aksi jual. Jika distribusi mulai berkurang, Bitcoin berpotensi breakout di atas US$98.000 dan menantang US$100.000. Jika level psikologis tersebut berubah menjadi support, sentimen pasar akan membaik secara signifikan. Dari situ, BTC bisa memiliki peluang realistis menargetkan US$110.000, meskipun resistance baru akan muncul di atas angka enam digit tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi harga Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini?

Total market cap aset kripto (TOTAL) anjlok tajam dalam 24 jam terakhir karena lebih dari US$120 miliar hilang dari pasar kripto. Bitcoin (BTC) memimpin penurunan ini ketika sang raja kripto kehilangan level support penting dan Monero (XMR) turun di bawah US$500.

Berita hari ini:-

  • Strategy menyelesaikan pembelian Bitcoin terbesar sejak November 2024, dengan mengakuisisi 22.305 BTC senilai US$2,13 miliar tepat sebelum Bitcoin jatuh di bawah US$90.000. Walaupun memperkuat strategi akumulasi jangka panjang dan meningkatkan total kepemilikan menjadi 709.715 BTC, saham Strategy justru turun lebih dari 7%.
  • Trump Media & Technology Group telah menetapkan 2 Februari 2026 sebagai tanggal pencatatan untuk distribusi token digital baru kepada pemegang saham yang memenuhi syarat melalui kerja sama dengan Crypto.com. Para pemegang saham yang memiliki setidaknya satu lembar saham DJT secara penuh pada tanggal tersebut berhak menerima distribusi token ini.

Pasar Aset Kripto Mengalami Crash

Total market cap aset kripto turun sebanyak US$120 miliar selama 24 jam terakhir dan kini berada di kisaran US$2,98 triliun. Penurunan ini mendorong TOTAL di bawah ambang krusial US$3,00 triliun. Penjualan besar-besaran di pasar mencerminkan tingginya keengganan risiko ketika investor meninjau ulang eksposur mereka di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang meningkat.

Penurunan ini terjadi setelah ancaman pengenaan tarif baru oleh Presiden Trump terhadap Eropa. Di saat yang sama, harga emas yang naik mengalihkan modal dari kripto, sehingga menegaskan profil risiko tinggi pasar kripto. Jika kondisi ini terus berlangsung, tekanan jual bisa makin meningkat dan mendorong market cap pasar aset kripto ke level support berikutnya di kisaran US$2,92 triliun.

Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga TOTAL | Sumber: TradingView

Pemulihan pasar sangat tergantung pada stabilitas di pasar global. Jika kondisi makro membaik dan selera risiko kembali, TOTAL bisa saja kembali merebut level US$3,00 triliun. Jika berhasil tembus di atas level ini, peluang naik ke US$3,05 triliun terbuka, yang akan menandakan kepercayaan pasar mulai pulih dan tekanan bearish di pasar aset kripto mulai mereda.

Bitcoin Turun di Bawah US$90.000

Harga Bitcoin turun 3,6% dalam 24 jam terakhir dan pada waktu publikasi diperdagangkan di kisaran US$89.225. Penurunan ini menunjukkan kekhawatiran investor yang semakin besar setelah BTC tergelincir di bawah level psikologis US$90.000. Volatilitas yang meningkat ini menandakan sikap hati-hati di pasar aset kripto secara umum.

Saat ini, BTC bertahan dekat level support US$89.241, yang menjadi zona teknikal penting jangka pendek. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, harga berpeluang stabil dan memancing aksi beli saat harga turun. Ketika support ini terjaga, Bitcoin berpeluang merebut kembali US$90.000 dan melaju ke resistance berikutnya di kisaran US$91.298.

Bitcoin Price Analysis
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Risiko penurunan masih ada jika momentum bullish melemah. Jika Bitcoin tidak mampu bertahan di support US$89.241, tekanan jual kemungkinan besar bakal berlanjut. Dalam skenario tersebut, harga Bitcoin bisa bergerak menuju US$87.210, sehingga membatalkan skenario pemulihan dan memperkuat dominasi bearish dalam jangka pendek.

Monero Bersinar sebagai Performa Terburuk

XMR tercatat sebagai aset kripto dengan performa terburuk selama 24 jam terakhir, anjlok 21% dan diperdagangkan di kisaran US$491. Penurunan tajam ini membuat Monero jatuh di bawah level psikologis US$500. Tekanan jual yang masif mencerminkan sentimen pasar yang memburuk sebab investor mulai mengurangi eksposur pada aset privasi di tengah melemahnya pasar secara keseluruhan.

Arus di chain menunjukkan keluarnya dana dari XMR, sehingga menandakan skeptisisme yang semakin tinggi di antara para holder. Arus keluar dana yang terus berlanjut biasanya mendahului koreksi yang lebih dalam. Jika tren ini terus terjadi, harga Monero bisa turun ke level support US$450, membatasi peluang pemulihan dan memperkuat momentum bearish dalam waktu dekat.

XMR Price Analysis.
Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Pembalikan arah tetap mungkin terjadi jika pembeli mampu mengendalikan pasar. Jika XMR berhasil mengambil kembali level US$500 sebagai support, itu akan menjadi sinyal teknikal penting. Bertahan di atas level ini bisa memicu reli hingga resistance US$560, membatalkan skenario bearish dan membuka peluang bagi XMR untuk memulihkan sebagian kerugiannya.

  •  
❌