Reading view

Polygon PHK Nyaris 30% Karyawan Pasca Akuisisi, Apa Alasannya?

Polygon kabarnya melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran secara internal, menurut sejumlah pihak yang mengetahui situasi tersebut. Sumber industri menyebut kepada BeInCrypto bahwa sekitar 30% staf diberhentikan dalam pekan ini.

Di berbagai platform media sosial, sejumlah karyawan yang terhubung dengan Polygon serta figur dalam ekosistemnya mulai membagikan unggahan terkait kepergian mereka dan perubahan tim yang sedang berlangsung.

after a far too short of a run, i was let go from @0xPolygon today in a restructuring. sad!

but im ready to find my next home and give it everything.

— regan (@0xthegipper) January 15, 2026

Pergeseran Strategis Besar di Polygon?

Faktanya, ini bukan kali pertama jaringan layer-2 (L2) tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Pada 2024 lalu, perusahaan juga merumahkan hampir 20% dari total tenaga kerjanya.

Adapun timing terjadinya langkah ini selaras dengan restrukturisasi yang sudah Polygon sinyalkan dalam beberapa pekan terakhir. Awal bulan ini, Polygon Labs menyampaikan bahwa mereka tengah menyelaraskan ulang tenaga kerja dengan strategi baru yang berfokus pada pembayaran (payments-first), setelah melakukan pergeseran besar dari narasi murni scaling dan DeFi.

Perubahan arah tersebut terjadi setelah Polygon melakukan rangkaian akuisisi senilai lebih dari US$250 juta, termasuk Coinme—on-ramp fiat ke kripto yang teregulasi di Amerika Serikat—serta Sequence, penyedia wallet dan infrastruktur pembayaran lintas-chain.

Secara kolektif, aset-aset ini membentuk fondasi dari apa yang kini Polygon namai sebagai Open Money Stack, yakni sistem terintegrasi secara vertikal untuk pembayaran stablecoin yang teregulasi serta pergerakan dana on-chain.

Grafik Harga POL Dalam Sebulan Terakhir | Sumber: CoinGecko

Di saat yang sama, Polygon terus menggencarkan upgrade jaringan. Upgrade Madhugiri yang baru-baru ini tayang meningkatkan throughput dan mempersiapkan blockchain tersebut untuk volume transaksi yang lebih tinggi.

Perubahan-perubahan ini juga tecermin di pasar. Native token Polygon, POL, mencatat reli tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Namun secara internal, transisi ini nampaknya datang dengan konsekuensi. Meski sejumlah unggahan di media sosial mengeklaim bahwa beberapa PHK dilakukan melalui email, Polygon memberikan klarifikasi kepada BeInCrypto.

.@Polygon is laying people off via email, extremely fucking cool guys

— David Z. Morris (@davidzmorris) January 15, 2026

“Setiap karyawan yang terdampak menjalani percakapan langsung secara real-time dengan manajer mereka. Restrukturisasi ini berkaitan dengan integrasi pasca-akuisisi. Dengan bergabungnya tim Coinme dan Sequence, jumlah total karyawan diperkirakan akan tetap relatif seimbang,” ujar Kurt Patat, Head of Communications Polygon Labs, kepada BeInCrypto.

Untuk saat ini, Polygon belum mengonfirmasi secara resmi rumor PHK yang beredar tersebut. Namun, dengan semakin terlihatnya kepergian staf di berbagai platform media sosial, perubahan internal di Polygon kian nyata.

Bagaimana pendapat Anda tentang PHK massal oleh Polygon ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Monero (XMR) Cetak All-Time High Pasca Breakout 60%, Ini Alasannya

Monero (XMR) melesat ke rekor harga all-time high (ATH) baru pada hari Rabu (14/1), menembus level US$797 karena investor berbondong-bondong membeli aset kripto yang berfokus pada privasi. Reli ini menutup kenaikan selama sepekan yang mengangkat XMR lebih dari 50%, sehingga menjadi salah satu aset kripto dengan performa terkuat di pasar.

Kenaikan ini mengerek nilai pasar Monero di atas US$13 miliar dan sempat menempatkannya di jajaran 15 aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Volume transaksi juga melonjak karena pembeli berlomba-lomba mendapatkan eksposur.

Meningkatnya Permintaan untuk Privasi Keuangan

Pendorong utama reli ini adalah lonjakan permintaan privasi keuangan. Di berbagai pasar utama, regulator memperketat aturan KYC dan anti-pencucian uang. Hal ini membuat transaksi anonim semakin sulit dilakukan di sebagian besar blockchain.

Karena itu, semakin banyak pengguna beralih ke aset kripto yang menyembunyikan saldo wallet, jumlah transaksi, serta identitas pengirim. Monero tetap menjadi aset kripto terbesar dan paling teruji dalam kategori ini.

Monero Rekor Tertinggi Hampir US$800 pada 14 Januari | Sumber: CoinGecko

Secara paradoks, larangan dan pembatasan justru memicu reli alih-alih menghentikannya.

Pada awal pekan ini, regulator keuangan Dubai melarang exchange di Dubai International Financial Centre untuk melakukan listing atau mempromosikan privacy coin (koin privasi).

Selain itu, Uni Eropa sedang menyiapkan regulasi yang akan melarang akun kripto anonim dan token privasi mulai 2027.

Bukannya membunuh permintaan, langkah-langkah tersebut justru memicu aksi beli lebih awal. Investor ramai-ramai membeli aset privasi sebelum akses semakin terbatas.

Monero is pumping with no etf, no major exchanges, no michael saylor, no government strategic reserves

just a community of people who love freedom

— Crypto Tea (@Cryptotea) January 12, 2026


Modal Berpindah dari Zcash

Monero juga diuntungkan dari gejolak di ekosistem Zcash.

Zcash, pesaing terdekatnya di ranah privacy coin, kehilangan momentum setelah terjadi perselisihan tata kelola dan keluarnya tim pengembang inti mereka.

Saat kepercayaan memudar, trader mengalihkan modal ke Monero yang dipandang lebih terdesentralisasi dan tidak terlalu bergantung pada satu foundation.

Pergeseran ini semakin memicu breakout XMR.

The privacy coin CT told me to buy vs the privacy coin I should've bought pic.twitter.com/3wEo7vd0Cm

— wale.moca 🐳 (@waleswoosh) January 12, 2026

Monero juga berhasil melewati level resistance dalam beberapa tahun terakhir di grafik. Setelah menembus kisaran US$600–US$650, trader sistematik dan dana berbasis momentum ikut masuk ke pasar.

Minat di media sosial melonjak dan likuiditas pun meningkat. Hal ini menciptakan umpan balik pembelian yang mendorong harga mendekati US$700.

Drama CLARITY Act Dorong Reli

Debat kebijakan kripto di AS juga mungkin membantu narasi soal privasi.

Revisi CLARITY Act di Senat akan memperluas pengawasan finansial, memperkuat kewajiban pelaporan, dan memberi regulator akses lebih luas ke data transaksi di berbagai exchange dan platform DeFi.

The CLARITY Act just changed. The Senate amendment adds more SEC power, more disclosures, tighter stablecoin rules, and DeFi oversight.

Coinbase has already opposed this version ❌ pic.twitter.com/XH0RB3XN7w

— BeInCrypto (@beincrypto) January 14, 2026

Walaupun rancangan undang-undang ini tidak langsung menargetkan koin privasi, beleid itu memperkuat kekhawatiran bahwa aktivitas on-chain akan semakin mudah diawasi pemerintah.

Kondisi ini membuat aset yang menjaga privasi semakin menarik, bahkan bagi pengguna yang tidak melakukan aktivitas ilegal sekalipun.

Monero kini menghadapi resistance teknikal yang kuat di sekitar US$700. Koreksi jangka pendek kemungkinan terjadi setelah kenaikan tajam seperti ini.

Meski begitu, tren dasarnya sudah jelas. Ketika pemerintah memperketat pengawasan dan membatasi anonimitas, permintaan akan privasi keuangan terus naik. Untuk saat ini, Monero masih menjadi pihak yang paling diuntungkan di pasar.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga XMR yang sukses torehkan rekor harga ATH baru ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Coinbase Cabut Dukungan untuk CLARITY Act usai Revisi Versi Senat

CEO Coinbase Brian Armstrong mengungkapkan pada Selasa malam bahwa perusahaannya tidak bisa lagi mendukung versi CLARITY Act yang disusun Senat AS setelah para legislator memperkenalkan perubahan besar pada struktur RUU pasar kripto (CLARITY Act) tersebut.

Ia menyampaikan bahwa draf Komite Perbankan Senat “merusak bagian-bagian penting dari struktur pasar” dan menciptakan risiko untuk saham yang ditokenisasi, DeFi, stablecoin, serta pasar kripto terbuka secara umum.

CLARITY Act Baru Saja Berubah

Coinbase menarik dukungannya hanya beberapa jam sebelum Senat dijadwalkan untuk membawa RUU tersebut ke tahap markup komite.

After reviewing the Senate Banking draft text over the last 48hrs, Coinbase unfortunately can’t support the bill as written.

There are too many issues, including:

– A defacto ban on tokenized equities
– DeFi prohibitions, giving the government unlimited access to your financial…

— Brian Armstrong (@brian_armstrong) January 14, 2026

Pada saat yang sama, terdapat laporan yang belum dikonfirmasi beredar di lingkungan Capitol Hill bahwa markup yang dijadwalkan untuk esok hari bisa saja dibatalkan setelah langkah Coinbase tersebut.

Laporan ini masih berupa rumor, namun menunjukkan risiko politik yang semakin besar seputar RUU ini.

Armstrong memaparkan ada empat kekhawatiran utama dalam pernyataannya. Pelarangan de facto terhadap saham tokenisasi berarti instrumen keuangan dan saham berbasis blockchain tidak bisa diperdagangkan secara bebas di infrastruktur aset kripto.

CEO Coinbase menilai bahwa RUU ini memperluas akses pemerintah terhadap data transaksi DeFi dengan mendorong protokol terdesentralisasi masuk ke dalam rezim Bank Secrecy Act dan anti pencucian uang.

Penting untuk dipahami bahwa perubahan terbaru memperluas kendali SEC atas pasar aset kripto. Ini berpotensi membawa masalah era Gensler kembali ke industri ini.

🚨NEW: It probably speaks to the size and influence of @coinbase on Capitol Hill that I'm hearing rumblings the markup could be pulled tomorrow after CEO @brian_armstrong announced he was withdrawing the company's support for the bill an hour ago. TO BE CLEAR: I have not…

— Eleanor Terrett (@EleanorTerrett) January 14, 2026

Terakhir, ia menyebutkan bahwa draf ini memiliki ketentuan stablecoin dan perbankan yang mengizinkan bank untuk membatasi persaingan dan mengurangi insentif murni dari dunia kripto.

Apa yang Diubah dalam Versi Senat?

Komite Perbankan Senat tidak melakukan voting pada CLARITY Act yang sudah disetujui DPR. Sebaliknya, mereka menggunakan penulisan ulang secara penuh yang dikenal sebagai “amendment in the nature of a substitute”.

Draf tersebut membuat beberapa perubahan besar dalam cara pengaturan pasar aset kripto di AS.

Berikut perbandingan sederhana mengenai apa saja yang berubah.

CLARITY Act Asli vs Penulisan Ulang oleh Senat

Coinbase merupakan crypto exchange teregulasi terbesar di Amerika Serikat dan menjadi salah satu suara paling aktif di dunia kebijakan industri ini di Washington.

Penarikan dukungan secara terbuka ini memberi sinyal pada para legislator bahwa RUU tersebut mungkin sudah tidak mendapat dukungan dari industri di momen krusial.

Hal ini penting karena Komite Perbankan Senat dan Komite Pertanian Senat memerlukan dukungan bipartisan untuk meloloskan RUU tersebut ke tahap berikutnya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk CLARITY Act?

Senat sebelumnya diperkirakan akan memulai markup komite pekan ini, yaitu saat para pembuat undang-undang secara resmi membahas dan melakukan voting atas amandemen.

Akan tetapi, setelah pernyataan Coinbase tersebut, beberapa pihak yang dekat dengan kebijakan kini menyebut pimpinan mungkin akan menunda atau membatalkan markup guna menghindari kegagalan dukungan secara terbuka.

Untuk saat ini, RUU masih belum pasti. Namun, persaingan seputar siapa yang mengendalikan aset kripto, stablecoin, dan DeFi di Amerika Serikat jelas sudah memasuki tahap yang paling rapuh sejauh ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang Coinbase yang menarik dukungan untuk CLARITY Act ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

SEC Tutup Investigasi Zcash Foundation, ZEC Langsung “to the Moon”

SEC telah menyelesaikan investigasinya atas Zcash Foundation dan memberitahukan kepada organisasi nirlaba tersebut bahwa mereka tidak berniat merekomendasikan tindakan penegakan hukum atau perubahan regulasi lain terkait kasus tersebut.

Keputusan ini menghapus ketidakpastian hukum yang telah membayangi Zcash selama lebih dari dua tahun.

Investigasi Selama Dua Tahun Berakhir

ZEC sontak meroket menyusul kabar ini. Token ini parkir di kisaran US$440, naik sekitar 13% dalam sehari, dengan volume tinggi karena para trader memperhitungkan risiko regulasi yang lebih rendah.

Namun, reli ini juga terjadi setelah beberapa hari gejolak tata kelola internal di ekosistem Zcash yang sebelumnya sempat menekan harga token secara tajam.

We are pleased to announce that the SEC has concluded its review and informed us that it does not intend to recommend any enforcement action or other changes against Zcash Foundation regarding this matter. https://t.co/zjxfh3mmst

— Zcash Foundation 🛡️ (@ZcashFoundation) January 14, 2026


SEC pertama kali menargetkan Zcash Foundation pada Agustus 2023, ketika lembaga tersebut menerbitkan subpoena resmi dalam penyelidikan luas bertajuk “Certain Crypto Asset Offerings”.

Dalam penyelidikan itu, SEC meminta informasi terkait apakah pendanaan, tata kelola, atau distribusi token yang berhubungan dengan Zcash dapat dikategorikan sebagai sekuritas menurut hukum AS.

Seperti banyak penyelidikan kripto pada periode tersebut, fokus utama adalah apakah ada bagian dari proyek yang menyerupai penawaran sekuritas tidak terdaftar. Desain Zcash yang berfokus pada privasi, serta keberadaan yayasan berbasis di AS, membuat proyek ini berada di bawah pengawasan ekstra.

Kini, lebih dari dua tahun kemudian, SEC menutup kasus tersebut tanpa merekomendasikan dakwaan, denda, maupun perubahan kepatuhan.

Harga Zcash Reli Setelah Dapat Persetujuan Regulasi | Sumber: CoinGecko


Kisruh Governance Melanda Zcash

Sementara kasus regulasi berjalan secara senyap, Zcash justru menghadapi krisis internal anyar bulan ini.

Pekan lalu, seluruh tim pengembang inti Electric Coin Company (ECC) mengundurkan diri setelah konflik terbuka dengan Bootstrap Foundation, entitas yang mengawasi tata kelola Zcash.

Pimpinan ECC menuduh dewan pengawas memberlakukan perubahan ketenagakerjaan dan tata kelola yang membuat pengembangan berkelanjutan menjadi tidak mungkin. Mereka menyebut situasi tersebut sebagai constructive discharge dan menyatakan akan tetap mengembangkan teknologi privasi di luar struktur yang ada saat ini.

Kabar ini memicu aksi jual brutal, dan ZEC anjlok lebih dari 20% dalam hitungan hari. Sebab, investor khawatir akan runtuhnya kepemimpinan protokol.

Sejak saat itu, para stakeholder Zcash berupaya menegaskan bahwa blockchain Zcash tetap terdesentralisasi dan beroperasi normal.

Tim juga disebut tengah melakukan restrukturisasi sebagai startup guna mempercepat skalabilitas jaringan. Pengembang independen, operator node, dan miner masih terus menjalankan jaringan.

We are all in on Zcash.
We need to scale Zcash to billions of users.
Startups can scale, but nonprofits can't.
That's why we created a new Zcash startup.https://t.co/ZurjfTxnPi pic.twitter.com/ksnwLewpPp

— Josh Swihart 🛡 (@jswihart) January 8, 2026

Di saat yang sama, keputusan SEC menghapus ancaman regulasi terbesar yang tersisa bagi proyek ini.

Kombinasi antara kejelasan regulasi dan stabilisasi internal inilah yang rupanya menggeser sentimen pasar kembali ke arah positif.

Bagaimana pendapat Anda tentang reli harga Zcash (ZEC) usai rampungnya investigasi oleh SEC ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  
❌