Reading view

Pasar Reli Pasca Trump Hapus Tarif, tapi Risiko Greenland & The Fed Masih Ada

Pasar keuangan global menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif terhadap sekutu Eropa pada Rabu (21/1), menyusul pidatonya di World Economic Forum di Davos.

Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama. Meski ancaman tarif dan aksi militer telah dikesampingkan, kekhawatiran terkait potensi pengambilalihan Greenland serta intervensi terhadap Federal Reserve di dalam negeri terus membebani kepercayaan investor.

Reli Pasar Global Berlangsung Singkat

Tak lama setelah Trump menarik kembali janji sebelumnya untuk memberlakukan tarif terhadap delapan negara Eropa, Bitcoin kembali menembus level US$90.000. Pergerakan ini mencerminkan kelegaan investor di tengah sinyal de-eskalasi setelah sepekan pasar bergejolak.

Saham AS ikut stabil. Indeks S&P 500 naik 1%, memulihkan sebagian dari penurunan 2,1% yang terjadi sehari sebelumnya setelah pengumuman tarif awal oleh Trump. Indeks Nasdaq juga mencatat kenaikan serupa. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 550 poin.

BULL MARKET BACK ON

Trump cancels tariffs $SPY $QQQ pic.twitter.com/cnz0seRZ94

— Justin Banks (@RealJGBanks) January 21, 2026

Namun, kelegaan ini sepertinya berlangsung singkat. Dolar tetap tertekan, turun terhadap euro dan yen.

Permintaan emas juga tetap solid, dengan harga mendekati US$4.839, naik sekitar 1% dibanding hari sebelumnya.

Walaupun Trump membatalkan tarif dan menegaskan bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, kepercayaan investor masih rapuh. Pernyataan itu faktanya belum cukup untuk mengurangi kekhawatiran yang lebih besar soal risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan yang tetap memengaruhi sentimen pasar.

Dorongan Greenland Bertemu Kekhawatiran Indepedensi The Fed

Tekanan kuat Trump supaya AS mengakuisisi Greenland belum benar-benar menghilangkan keraguan di pasar. Meski ia mengumumkan di media sosial bahwa AS dan Eropa sudah “membentuk kerangka kesepakatan masa depan”, kesepakatan itu sejauh ini belum rampung dan detailnya juga masih belum diketahui.

Jika gagal terjadi, Trump sudah memperkirakan bahwa akan ada konsekuensi jika Uni Eropa tidak memenuhi permintaan AS.

“Kami ingin sepotong es untuk perlindungan dunia. Jika kalian bilang ya, kami akan sangat berterima kasih. Jika kalian bilang tidak, kami akan selalu ingat hal itu,” ujar Presiden AS.

Pada saat yang sama, Trump kembali mendesak pelonggaran kebijakan moneter, bahkan mengkritik keras The Fed. Ia menyerang Ketua Jerome Powell dengan menyebutnya “bodoh” dan menuduhnya mempertahankan suku bunga yang terlalu ketat, yang menurut Trump, menekan pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran akan potensi intervensi politik pada bank sentral AS mulai merambat ke pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya kecemasan di kalangan investor.

Beberapa pemimpin bisnis besar telah secara terbuka membela prinsip independensi bank sentral. Pekan lalu, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengkritik keputusan Departemen Kehakiman untuk membuka penyelidikan pidana terhadap Powell.

“Menurut saya, ini mungkin bukan ide bagus dan justru bisa berdampak sebaliknya, yaitu menaikkan ekspektasi inflasi dan mungkin malah memicu kenaikan suku bunga dalam jangka panjang,” papar dia kepada wartawan dalam sebuah panggilan konferensi.

Meski menuai kritik, Trump tetap tidak melunak. Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan keyakinan bahwa orang selanjutnya yang dipilih untuk menggantikan Powell sebagai ketua akan “melakukan tugas dengan benar”.

Secara keseluruhan, investor masih bersikap hati-hati terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang dampak kebijakan Trump dan isu independensi The Fed terhadap stabilitas pasar kripto ke depannya? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  
❌