Reading view

Harga Solana Hadapi Risiko Crash meski Ada 8 Juta Investor Baru

Harga Solana secara keseluruhan masih bergerak naik, namun risiko jangka pendek mulai muncul. SOL membentuk pola wedge naik sejak awal bulan, sebuah pola yang sering berakhir dengan koreksi.

Meski partisipasi investor tetap tinggi, pola ini menandakan ada potensi penurunan harga yang bisa mengurangi hasil bullish belakangan ini.

Holder Solana Saling Melawan Satu Sama Lain

Aktivitas on-chain memperlihatkan pertumbuhan jaringan yang kuat. Sejak awal bulan ini, jumlah alamat yang bertransaksi di Solana naik tajam. Pada puncaknya, lebih dari 8 juta alamat baru masuk ke jaringan hanya dalam waktu 24 jam.

Kenaikan ini menandakan adanya permintaan tinggi terhadap SOL. Alamat-alamat baru biasanya membawa modal segar, sehingga meningkatkan likuiditas dan penggunaan jaringan. Pertumbuhan seperti ini merefleksikan daya tarik ekosistem Solana yang semakin meluas, didorong oleh aktivitas DeFi, meme coin, dan aplikasi berkecepatan tinggi yang menarik minat peserta baru.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Solana New Addresses
Alamat Baru Solana | Sumber: Glassnode

Meski adopsi jaringan terus meningkat, momentum makro justru menunjukkan hal berbeda. Data perubahan posisi di exchange memperlihatkan bahwa holder lama kini lebih berpengaruh terhadap pergerakan harga. Tekanan beli dari peserta jangka panjang semakin melemah, sehingga arus modal baru menjadi kurang berdampak.

Saat kekuatan beli mulai berkurang, tekanan jual justru semakin mendominasi. Pergeseran ini menandakan bahwa holder SOL lama sedang mengurangi eksposur atau bersiap menjual. Jika pasokan lama lebih besar dari permintaan baru, harga berpotensi melemah dan kemungkinan breakdown dari struktur saat ini pun meningkat.

Solana Exchange Position Change.
Perubahan Posisi Solana di Exchange | Sumber: Glassnode

Harga SOL Nampaknya Akan Mengalami Koreksi

Harga Solana berada di kisaran US$144 pada waktu publikasi, bergerak di dalam pola wedge naik yang terbentuk beberapa hari terakhir. Pola bearish continuation ini memproyeksikan potensi penurunan sebesar 9,5%, sehingga target koreksi bisa mendekati US$129 jika struktur ini break ke bawah.

Proyeksi penurunan ini sejalan dengan momentum yang mulai melemah. Jika breakdown terkonfirmasi, SOL kemungkinan akan turun ke level US$136 terlebih dahulu. Kehilangan support ini bisa membawa harga menuju US$130, di mana para pembeli mungkin akan mencoba menahan harga di tengah kewaspadaan pasar yang lebih luas.

Solana Price Analysis.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Meski begitu, skenario bearish belum tentu terjadi. Jika sentimen investor membaik dan tekanan jual mereda, SOL bisa saja rebound dari garis bawah wedge tersebut. Jika harga mampu menembus US$146, itu akan menjadi sinyal kekuatan baru. Potensi kenaikan berikutnya dapat membawa Solana ke US$151 sehingga membatalkan prediksi bearish.

  •  

Jaringan Burger Amerika Lakukan Pembelian Bitcoin Senilai US$10 Juta

Steak ‘n Shake telah membeli Bitcoin senilai US$10.000.000, menandakan peningkatan besar dalam strategi mereka untuk mengubah pendapatan restoran cepat saji menjadi treasury aset kripto perusahaan.

Aksi akuisisi ini menandai fase terbaru dari inisiatif “Bitcoin-to-Burger” milik jaringan yang sudah berusia 90 tahun, yaitu langkah keuangan yang langsung mengkonversi arus kas operasional menjadi aset digital.

Steak ‘n Shake Klaim Strategi Bitcoin Dorong Pertumbuhan ‘Terbaik di Industri’ pada 2025

Program ini, yang dimulai pada Mei 2025, mengintegrasikan akumulasi aset digital ke dalam operasi harian perusahaan.

Dengan menerima pembayaran Bitcoin dan memasarkan langsung ke komunitas kripto, jaringan restoran ini bertujuan untuk memodernisasi struktur modalnya.

Eight months ago today, Steak n Shake launched its burger-to-Bitcoin transformation when we started accepting bitcoin payments. Our same-store sales have risen dramatically ever since.

All Bitcoin sales go into our Strategic Bitcoin Reserve.

Today we increased our Bitcoin…

— Steak 'n Shake (@SteaknShake) January 17, 2026

Manajemen perusahaan menggambarkan model ini sebagai “sistem yang dapat menopang dirinya sendiri.” Dalam kerangka ini, peningkatan kualitas makanan mendorong peningkatan pendapatan, yang kemudian dialirkan ke cadangan Bitcoin perusahaan.

Berdasarkan data internal, strategi ini telah memberikan hasil nyata. Tahun lalu, perusahaan mencatat pertumbuhan dua digit pada penjualan toko yang sama, didorong oleh adopsi BTC, yang membuatnya unggul jauh dibandingkan industri serupa.

“Pada tahun 2025, Steak n Shake mencapai pertumbuhan penjualan toko sejenis dua digit — terbaik di industri! Menjadi perusahaan Bitcoin memberikan dorongan besar pada bisnis kami, sehingga kami bisa lebih meningkatkan kualitas makanan,” demikian dinyatakan oleh mereka.

Yang penting, jaringan restoran ini sedang memantapkan diri sebagai entitas “hanya Bitcoin”.

Walaupun survei perusahaan baru-baru ini menunjukkan 53% responden memilih menambah Ethereum (ETH) sebagai metode pembayaran, pihak manajemen dengan tegas menolak usulan tersebut.

Keputusan ini memperkuat filosofi maksimalis yang bertujuan menjaga loyalitas dari segmen pasar yang spesifik dan memiliki orientasi ideologis.

Selain itu, integrasi BTC ini juga meluas ke karyawan perusahaan.

Pada Oktober lalu, Steak ‘n Shake mengupdate infrastruktur penggajian mereka agar 10.000 karyawannya dapat menerima persentase gaji mereka dalam Bitcoin. Langkah ini menunjukkan pandangan perusahaan bahwa aset ini sebagai penyimpan nilai yang layak sebanding dengan mata uang fiat.

Berdiri sejak tahun 1934, Steak ‘n Shake mengoperasikan ratusan lokasi di seluruh Amerika Serikat dan juga di mancanegara.

Langkah terbarunya mengukuhkan status mereka sebagai pengecualian di sektor restoran konvensional, dengan mencoba memodernisasi merek warisan dengan mengaitkan kesehatan finansial jangka panjang perusahaan ke performa aset kripto terbesar di dunia ini.

  •  

Bull Ethereum Bisa Gagal karena Pembalikan Kritis Ini

Harga Ethereum baru saja mengalami breakout dari pola segitiga bullish, yang menunjukkan adanya dorongan naik kembali.

Namun, breakout ini kini nampaknya rentan. ETH sudah mencetak divergensi bearish hampir selama tiga minggu, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa pergerakan ini kurang meyakinkan.

Holder Penting Ethereum Tengah Melakukan Koreksi

Ethereum menunjukkan divergensi bearish yang jelas dalam tiga minggu terakhir, yang menjadi sinyal melemahnya kekuatan internal. Walaupun harga ETH terus membentuk level tertinggi yang lebih tinggi, indikator Chaikin Money Flow justru membentuk posisi terendah yang semakin tinggi pula. Pola ini mengisyaratkan bahwa kenaikan harga terjadi bersamaan dengan meningkatnya arus keluar modal, bukan arus masuk modal yang konsisten.

Biasanya, divergensi seperti ini mendahului pembalikan tren. Investor nampaknya mendistribusikan ETH saat harga menguat dan bukan menambah kepemilikan. Ketika modal keluar dari pasar sewaktu harga naik, maka dorongan naik pun berkurang. Dinamika ini meningkatkan kemungkinan breakout yang gagal, apalagi di tengah situasi pasar kripto yang sedang berhati-hati.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

ETH Bearish Divergence
Divergensi Bearish ETH | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat sinyal bearish yang terlihat pada indikator momentum. Crypto whale Ethereum meningkatkan aktivitas penjualan selama sepekan terakhir. Wallet yang berisi antara 100.000 dan 1 juta ETH telah menjual lebih dari 230.000 ETH, menurut data on-chain.

Tekanan jual ini setara dengan sekitar US$760 juta pada harga saat ini. Arus keluar besar dari wallet sejalan dengan penurunan CMF, yang mengonfirmasi kepercayaan yang melemah di antara holder besar. Ketika whale menjual di momen breakout, kekuatan harga menjadi lemah dan peluang penurunan harga dalam waktu dekat pun meningkat.

ETH Whale Holding
Kepemilikan Whale ETH | Sumber: TradingView

Harga ETH Bisa Menghadapi Penurunan

Harga Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar US$3.309 pada waktu publikasi dan masih berada sedikit di atas level support US$3.287. Breakout dari pola segitiga sebelumnya memproyeksikan kenaikan hingga 29,5%, dengan target ke US$4.240. Namun, melemahnya momentum dan divergensi bearish mengancam struktur bullish tersebut.

Dengan situasi seperti saat ini, ETH kemungkinan akan kehilangan support US$3.287. Jika breakdown terjadi, harga bisa turun ke area US$3.131 dan memvalidasi pergerakan ini sebagai fakeout. Penolakan seperti ini akan meningkatkan tekanan jual dan mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam di bawah US$3.000.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Meski begitu, potensi turun belum pasti terjadi. Jika ETH berhasil rebound dari US$3.287 dan aksi jual whale mulai berkurang, momentum bullish bisa kembali.

Menahan support tersebut bisa membuka peluang Ethereum naik hingga US$3.441. Dan jika kekuatan berlanjut, maka potensi keuntungan bisa bertambah ke area US$3.802, sehingga membatalkan outlook bearish sebelumnya.

  •  

Sebuah Perampokan Bitcoin Senilai US$280 Juta Picu Reli Harga Monero


Seorang investor aset kripto kehilangan lebih dari US$282 juta dalam bentuk Bitcoin dan Litecoin setelah terkena scam rekayasa sosial yang melibatkan hardware wallet.

Pada 16 Januari, investigator on-chain ZachXBT mengungkap pencurian besar ini, yang dilaporkan menguras akun korban hingga 2,05 juta Litecoin (LTC) dan 1.459 Bitcoin (BTC).

Monero Naik 36% setelah Hacker Tukar Aset Kripto Curian ke Privacy Coin

Perusahaan keamanan siber ZeroShadow memastikan bahwa pelaku melakukan aksi perampokan ini dengan menyamar sebagai customer support Trezor. Trezor sendiri adalah penyedia hardware wallet ternama yang sudah memiliki lebih dari 2 juta pengguna.

Penipu itu berhasil memanipulasi korban dengan membuatnya memberikan recovery seed phrase, sehingga mereka bisa menguasai penuh seluruh aset korban.

Setelah terjadinya peretasan, pelaku langsung mulai mencuci dana hasil curian tersebut.

ZachXBT melaporkan bahwa pelaku memanfaatkan beberapa instant exchange, terutama Thorchain, untuk menjembatani Bitcoin curian ke Ethereum, Ripple, dan Litecoin.

On January 10, 2026 at around 11 pm UTC a victim lost $282M+ worth of LTC & BTC due to a hardware wallet social engineering scam.

The attacker began converting the stolen LTC & BTC to Monero via multiple instant exchanges causing the XMR price to sharply increase.

BTC was also…

— ZachXBT (@zachxbt) January 16, 2026

Sementara itu, ketergantungan pelaku pada Thorchain mendapat kritik tajam terhadap penyedia infrastruktur decentralized tersebut.

ZachXBT menuturkan bahwa ini bukan pertama kalinya pelaku kejahatan memanfaatkan platform ini untuk keperluan semacam itu. Hal ini menandakan bahwa platform tersebut masih menjadi tujuan favorit para kriminal untuk memindahkan kekayaan hasil curian.

Di saat bersamaan, hacker tersebut mengonversi sebagian besar dana curian ke Monero (XMR), token yang berfokus pada privasi dan dirancang untuk menyembunyikan detail transaksi.

“ZeroShadow melacak arus keluar dana dan berhasil membekukan lebih dari US$1 juta sebelum dana itu ditukar ke XMR. Aktivitas yang lolos kemungkinan meningkatkan harga XMR,” demikian bunyi pernyataan Zero Shadow dalam keterangannya.

Menariknya, aksi pembelian besar-besaran tersebut memicu kenaikan harga signifikan di pasar Monero.

Data dari BeinCrypto menunjukkan token tersebut melonjak lebih dari 36% selama periode tujuh hari, mencapai puncak hampir US$800. Setelah itu, harga aset telah mengalami koreksi ke kisaran US$621 pada saat artikel ini diterbitkan.

Insiden ini semakin menyoroti krisis keamanan yang semakin besar di sektor aset digital. Para pelaku kini mulai mengubah taktik, mengutamakan scam rekayasa sosial dan penyamaran merek ketimbang eksploitasi kode teknis untuk menipu korban.

Perusahaan analitik blockchain Chainalysis menghitung tren ini, dengan melaporkan lonjakan scam impersonasi hingga 1.400% dari tahun ke tahun. Perusahaan itu juga menyebutkan bahwa rata-rata kerugian finansial per kejadian naik lebih dari 600%.

  •  

Pemulihan Harga XRP Kembali Ditolak, Bisakah XRP Hindari Penurunan di Bawah US$2?

Harga XRP terus kesulitan seiring kondisi pasar aset kripto yang melemah. Token ini masih berada di bawah tekanan selama beberapa hari, karena gagal mempertahankan upaya pemulihan.

Meski aksi jual masih terjadi, para investor XRP tetap aktif melakukan akumulasi, bertujuan untuk mempertahankan level support kunci dan membatasi risiko penurunan.

Holder XRP Ubah Sikap Mereka

Sentimen pasar terhadap XRP saat ini masih rapuh, sementara data likuidasi menunjukkan risiko penurunan yang semakin meningkat. Berdasarkan liquidation heatmap, trader long XRP menghadapi risiko besar jika harga turun mendekati US$2,00. Terdapat klaster padat likuidasi long di sekitar US$2,02, mewakili sekitar US$25,4 juta posisi leverage.

Pergerakan menuju zona ini bisa dengan cepat mengikis kepercayaan bullish. Likuidasi paksa akan memperbesar tekanan jual dan menarik minat short seller.

Perubahan ini kemungkinan besar akan mendorong sentimen pasar menjadi bearish, khususnya di antara para trader derivatif yang masih optimistis di tengah tren penurunan berkepanjangan dan momentum jangka pendek yang melemah pada XRP.

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

XRP Liquidation Heatmap.
Peta Likuidasi XRP | Sumber: Coinglass

Meski ada tekanan jangka pendek, indikator makro menunjukkan permintaan dasar yang semakin positif. Data perubahan posisi di exchange menunjukkan peningkatan bar hijau, menandakan arus keluar bersih dari exchange. Tren ini biasanya mencerminkan meningkatnya tekanan beli, karena para investor memindahkan XRP ke wallet pribadi alih-alih menyiapkan aset untuk dijual.

Ini merupakan perubahan mencolok dibanding tiga bulan sebelumnya, ketika tekanan jual menguasai pergerakan harga XRP. Akumulasi yang berkelanjutan bisa membantu menstabilkan perilaku harga selama kondisi pasar secara umum tidak semakin memburuk.

Peralihan dari distribusi ke akumulasi ini mendukung kemungkinan skenario pemulihan dalam jangka menengah.

XRP Exchange Net Position Change.
Perubahan Arus Bersih Posisi XRP di Exchange | Sumber: Glassnode

Harga XRP Mungkin Aman dari Penurunan Lebih Lanjut

Harga XRP berada di kisaran US$2,06 pada waktu publikasi, masih melanjutkan tren turun yang sudah membatasi pemulihan selama lebih dari sepuluh hari. Token ini masih bertahan di atas level support US$2,03 yang sangat penting untuk struktur pasar jangka pendek dan kepercayaan trader.

Support ini sudah bertahan dari beberapa kali uji dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menandakan minat investor yang kuat di level tersebut. Akumulasi yang berkelanjutan diperkirakan akan tetap bertahan di US$2,03, bahkan jika XRP konsolidasi di kisaran harga itu.

Pantulan yang berhasil bisa mendorong harga menembus US$2,10, sehingga XRP mampu breakout dari tren turun dan mendapatkan kembali momentum.

XRP Price Analysis
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Namun, tekanan kelemahan pasar secara umum bisa saja mengalahkan upaya bullish ini. Penurunan harga yang jelas di bawah US$2,03 akan membuka peluang XRP turun di bawah US$2,00.

Pergerakan seperti itu akan membatalkan skenario bullish, memicu likuidasi long sekitar US$25 juta, dan kemungkinan membawa harga XRP jatuh ke US$1,93 di tengah tekanan jual yang semakin menguat.

  •  

Vitalik Buterin Akui Ethereum ‘Mundur’ dalam 10 Tahun Terakhir

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun di mana blockchain ini akan kembali ke asal-usul “cypherpunk”-nya.

Pada 16 Januari, Buterin mengumumkan roadmap teknis yang bertujuan membalikkan apa yang ia sebut sebagai “mundurnya” desentralisasi selama satu dekade terakhir.

Bagaimana Ethereum Berencana Memperbaiki Komprominya?

Co-founder Ethereum itu mengakui bahwa upaya jaringan untuk mencapai skalabilitas secara luas telah mengorbankan janji dasarnya tentang kedaulatan diri (self-sovereignty).

2026 is the year that we take back lost ground in terms of self-sovereignty and trustlessness.

Some of what this practically means:

Full nodes: thanks to ZK-EVM and BAL, it will once again become easier to locally run a node and verify the Ethereum chain on your own computer.…

— vitalik.eth (@VitalikButerin) January 16, 2026

Menurutnya, ekosistem saat ini membuat pengguna sangat bergantung pada infrastruktur terpusat untuk berinteraksi dengan ledger. Ketergantungan ini terpusat pada server tepercaya dan Remote Procedure Calls (RPC).

Arsitektur ini memaksa pengguna untuk percaya pada penyedia data pihak ketiga alih-alih memverifikasi chain sendiri.

Untuk mengatasi ketergantungan ini, roadmap tahun 2026 memprioritaskan penerapan Helios dan Zero-Knowledge Ethereum Virtual Machines (ZK-EVMs).

Teknologi tersebut bertujuan mendemokratisasi pengalaman “full node”, sehingga perangkat keras konsumen biasa bisa memverifikasi data yang masuk menggunakan Bridges dan Local Verification (BAL).

Dengan memindahkan verifikasi ke sisi pengguna, Ethereum ingin menghilangkan kebutuhan pengguna untuk percaya begitu saja pada gateway terpusat seperti Infura atau Alchemy.

Roadmap ini juga memperkenalkan fitur “privacy UX” agresif yang bisa menempatkan jaringan ini berseberangan dengan perusahaan analitik yang haus data.

Maka dari itu, Buterin mengusulkan integrasi Oblivious RAM (ORAM) dan Private Information Retrieval (PIR). Protokol kriptografi ini memungkinkan wallet untuk meminta data dari jaringan tanpa mengungkapkan pola akses spesifik, sehingga RPC provider tidak bisa melihat aktivitas pengguna secara langsung.

Langkah ini bertujuan mencegah “penjualan” data perilaku pengguna ke pihak ketiga.

Dari sisi keamanan, jaringan akan membuat standarisasi penggunaan social recovery wallet dan time lock. Kedua alat ini bertujuan membuat pemulihan dana jadi lebih mudah tanpa harus kembali ke penyedia kustodian terpusat atau cadangan cloud yang bisa saja “dibobol Google” atau raksasa teknologi lainnya.

Selain itu, Ethereum juga akan memperkuat antarmuka pengguna dengan menggunakan protokol penyimpanan terdesentralisasi seperti IPFS. Hal ini mengurangi risiko peretasan tampilan depan yang dapat mengunci pengguna dari aset mereka sendiri.

Meski dia mengingatkan bahwa peningkatan ini mungkin belum hadir di rilis berikutnya, agenda 2026 menandai perombakan mendasar pada cara blockchain terbesar kedua di dunia menangani kepercayaan.

“Ini akan menjadi perjalanan panjang. Kita tidak akan mendapatkan semua yang kita inginkan di rilis Kohaku berikutnya, atau di hard fork selanjutnya, ataupun di hard fork setelah itu. Tetapi, perubahan ini akan membuat Ethereum menjadi ekosistem yang layak bukan hanya untuk posisinya saat ini di dunia, melainkan tempat yang jauh lebih besar lagi,” terang dia.

Bagaimana pendapat Anda tentang pengakuan Buterin soal Ethereum yang mundur selama 10 tahun terakhir ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Pemberi Pinjaman Perumahan AS Akan Terima Bitcoin dan Ethereum untuk Kualifikasi Hipotek

Newrez, salah satu pemberi pinjaman dan pengelola hipotek terkemuka, mengumumkan rencana untuk mulai mengakui aset kripto sebagai syarat kualifikasi hipotek pada Februari 2026.

Langkah ini menandai integrasi besar antara keuangan digital dan pasar properti tradisional.

Newrez Bidik Gen Z dengan Produk Hipotek yang Mengakomodasi Aset Kripto

Inisiatif ini akan memungkinkan peminjam menggunakan kepemilikan Bitcoin, Ethereum, stablecoin yang dipatok US dollar, dan exchange-traded fund (ETF) kripto spot untuk memverifikasi aset. Kepemilikan tersebut juga dapat digunakan untuk memperkirakan pendapatan dalam pengajuan pinjaman hipotek.

Program ini eksklusif untuk produk Smart Series milik Newrez. Lini ini menawarkan pinjaman hipotek non-kualifikasi bagi peminjam yang tidak memenuhi kriteria standar pinjaman pemerintah.

Presiden Newrez, Baron Silverstein ujar langkah ini merefleksikan evolusi yang diperlukan dalam pembiayaan modern seiring industri kripto yang makin terintegrasi dengan keuangan tradisional.

Pemberi pinjaman ini mengutip data internal yang menunjukkan sekitar 45% investor Gen Z dan Milenial memiliki aset kripto. Kelompok ini digambarkan sebagai demografi inti pembeli rumah pertama kali.

Perlu dicatat, selama ini pemberi pinjaman biasanya mewajibkan peminjam untuk menjual aset digital mereka demi membuktikan cadangan dana, yang memicu beban pajak dan membuat mereka keluar dari pasar.

“Kami percaya sekarang adalah waktu yang tepat untuk dengan hati-hati mengintegrasikan aset kripto yang memenuhi syarat ke dalam pembiayaan hipotek modern—sehingga konsumen dapat tetap memiliki investasinya sembari mengakses solusi pendanaan inovatif,” jelas Silverstein.

Newrez Menghindari Decentralized Finance, Wajibkan Penyimpanan di Exchange Teregulasi

Berdasarkan kebijakan baru ini, peminjam bisa memenuhi syarat tanpa perlu menjual asetnya. tapi, pemberi pinjaman akan menggunakan valuasi aset yang sudah disesuaikan dengan pasar untuk memperhitungkan volatilitas harga kripto.

“Misi kami di Newrez adalah melakukan segala yang mungkin agar setiap orang dapat memiliki rumah, dan inovasi ini menjadi langkah baru dalam menciptakan jalur baru untuk memiliki rumah, memberi konsumen fleksibilitas dan kendali,” terang Chief Commercial Officer Newrez, Leslie Gillin.

Selain itu, program ini juga menerapkan aturan ketat bagi peminjam baru. Newrez menegaskan, peminjam bisa menggunakan kripto untuk rasio underwriting, tapi tetap harus membayar uang muka dan biaya penutupan dalam mata uang US dollar.

Selain itu, semua aset yang memenuhi syarat wajib disimpan di entitas yang diawasi di AS, seperti exchange yang sesuai, aplikasi retail FinTech, atau broker yang diatur SEC maupun FINRA.

Syarat ini secara efektif mengecualikan aset yang disimpan di wallet self-custody atau protokol decentralized finance (DeFi).

Sementara itu, pengumuman ini mengikuti perubahan regulasi yang lebih luas di Washington.

Pada Juni 2025, Federal Housing Finance Agency mengeluarkan arahan untuk mempertimbangkan kripto dalam pemodelan risiko hipotek. Lembaga ini meminta Fannie Mae dan Freddie Mac membuat proposal agar aset digital dapat dimasukkan dalam penilaian risiko pinjaman keluarga tunggal.

Arahan tersebut merupakan bagian dari reformasi kebijakan keuangan AS yang dilakukan pemerintahan Trump. Hal ini menandakan mulai mencairnya hubungan antara regulator perumahan federal dan industri kripto.

  •  

Trump Ubah Pilihan untuk The Fed setelah Peluang Hassett Menurun: Siapa yang Akan Gantikan Powell?

Presiden Donald Trump secara terbuka menunjukkan keragu-raguan tentang memindahkan Kevin Hassett ke Federal Reserve, sehingga membuat peluang Hassett menjadi pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed semakin diragukan.

Berbicara di sebuah konferensi, Trump menyebut ia ingin tetap mempertahankan Hassett di posisi saat ini, karena ia khawatir akan kehilangan penasihat kepercayaannya jika Hassett dipindahkan ke The Fed.

BREAKING: President Trump comments on Kevin Hassett, the expected replacement for Fed Chair Powell:

“You were fantastic on TV today, I actually want to keep you where you are.”

“If I move him, these Fed guys don’t talk much, I would lose you. It’s a serious concern to me,”… pic.twitter.com/em0C28Oe6A

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) January 16, 2026

Peluang Kevin Hassett Nampaknya Menurun

Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi tentang siapa yang akan menjadi ketua The Fed berikutnya. Dengan peluang Hassett menurun, kini perhatian beralih ke Kevin Warsh, yang sekarang dipandang oleh pasar dan kalangan Washington sebagai kandidat terkuat.

Nama Hassett sebelumnya banyak dibicarakan sebagai calon utama pengganti Powell menjelang masa transisi Mei 2026.

Namun, pernyataan Trump nampaknya menunjukkan bahwa dia lebih memilih adanya kesinambungan di dalam Gedung Putih dibandingkan memindahkan Hassett ke bank sentral.

Akibatnya, pasar prediksi dan pembicaraan analis dalam beberapa hari terakhir mulai menjauhi nama Hassett.

Kevin Warsh Naik Peringkat di Peluang Polymarket | Sumber: Polymarket

Kevin Warsh Maju ke Depan

Kevin Warsh membawa pengalaman dari bank sentral, setelah pernah menjabat sebagai gubernur The Fed saat krisis keuangan global. Profilnya telah lama menarik minat Partai Republik yang ingin memiliki kredibilitas di mata pasar dan pemisahan yang lebih tegas antara kebijakan moneter dan politik sehari-hari.

Keengganan Trump untuk melepas Hassett telah mengangkat nama Warsh ke jajaran kandidat teratas.

Crypto Lens: Warsh vs. Powell

Terkait aset kripto, Warsh dan Powell lebih banyak berbeda dari segi nada bicara, bukan hasil kebijakan. Powell tetap menjaga pendekatan hati-hati dan mengutamakan kelembagaan, berulang kali menekankan stabilitas keuangan, perlindungan konsumen, serta kejelasan aturan untuk stablecoin dan exchange.

FORMER FED GOVERNOR KEVIN WARSH: Bitcoin "could provide market discipline or it could tell the world that things need to be fixed."

"Bitcoin does NOT make me nervous."

"It can often be a very good policeman for policy." pic.twitter.com/3pYKyCFiCy

— Fiat Archive (@fiatarchive) December 27, 2025

Powell belum pernah secara terbuka mendukung kripto sebagai uang, namun tetap memberikan ruang bagi pasar berkembang di bawah aturan yang ada.

Rekam jejak Warsh menunjukkan sikap skeptis pragmatis. Ia mengakui potensi Bitcoin sebagai penyimpan nilai, sering membandingkannya dengan emas, namun dia tetap berhati-hati terhadap penggunaan aset kripto privat sebagai uang sehari-hari.

Sikap ini menunjukkan kemungkinan adanya pengawasan yang lebih ketat, bukan permusuhan secara langsung. Jika dibandingkan Powell, Warsh memang terdengar lebih terbuka untuk berdiskusi soal aset digital, tapi hasil kebijakan sepertinya akan tetap konservatif.

Waktu Powell Mulai Habis

Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei 2026. Ia masih bisa bertahan sebagai anggota Dewan Gubernur hingga tahun 2028, meskipun jarang ada ketua yang tetap menjabat setelah mengundurkan diri.

Meski inflasi mulai mereda tetapi belum sepenuhnya teratasi, pasar memprediksi ruang perubahan kebijakan yang besar sangat terbatas sebelum Powell lengser.

Trader semakin memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga lagi di bawah Powell sebelum masa transisi, dengan asumsi data ekonomi mendukungnya.

Mayoritas Pasar Memperkirakan Suku Bunga Akan Tetap Sama Sampai April 2026 | Sumber: CME FedWatch

Setiap perubahan kebijakan besar saat ini nampaknya semakin kecil kemungkinannya, sehingga semakin menegaskan bahwa kebijakan di tahun 2026 dan setelahnya bakal sangat dipengaruhi oleh ketua baru.

Sementara itu, Powell tengah menghadapi situasi politik yang tak biasa. Penyelidikan oleh Departemen Kehakiman terkait kesaksiannya di kongres soal pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed sudah memicu pemanggilan dokumen sebagai barang bukti.

Powell menyampaikan bahwa kasus tersebut tidak memengaruhi kebijakan moneter. Meski begitu, investigasi ini semakin memperkuat perdebatan tentang independensi bank sentral di tengah mendekatnya pergantian kepemimpinan.

  •  
❌