Normal view

White Whale Solana: Rug Pull, Perangkap, atau Meme Coin Sempurna?

3 February 2026 at 21:44

Karena volatilitas yang sering terjadi di pasar meme coin Solana, bertahan saja adalah hal yang langka. Namun The White Whale (WHITEWHALE), sebuah token yang lahir di launchpad Pump.fun pada akhir 2025, berhasil melawan berbagai rintangan.

WHITEWHALE sudah melewati aksi jual besar-besaran, tuduhan rug pull, serta sorotan tajam dari para trader dan analis.

Pergerakan Harga Whitewhale yang Liar dan Asal Usul Narasi Meme-nya

Pada waktu publikasi, WHITEWHALE diperdagangkan di harga US$0,089, dengan data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar sebesar US$89,6 juta.

Sementara pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, token White Whale justru mencatatkan kenaikan sebesar 180% dalam dua minggu terakhir. Ini menunjukkan betapa ekstrimnya pergerakan harga token ini.

Grafik Harga Token WHITEWHALE
Grafik Harga Token WHITEWHALE | Sumber: CoinGecko

Meme coin WHITEWHALE diluncurkan pada Oktober 2025, terinspirasi dari sosok di X (Twitter) @TheWhiteWhaleV2, seorang trader perpetuals yang dikenal karena pernah mengalami likuidasi sebesar US$80 juta yang cukup terkenal.

Token ini tidak memiliki roadmap, tidak menjanjikan utilitas, dan tidak diketahui siapa pendirinya. Token ini hanya bermodalkan narasi meme dan suplai tetap hampir 1 miliar token, seperti yang diuraikan dalam posting komunitas di Medium pada awal peluncuran.

Karena khawatir reputasinya terganggu oleh penipuan yang menggunakan namanya, @TheWhiteWhaleV2 akhirnya turun tangan. Pada Desember, ia membeli token, menambah likuiditas, dan membantu mengoordinasikan pengambilalihan komunitas (CTO).

I'll make this brief because people don't read and then spout off at the mouth.

The White Whale meme was not created by me.

I took it over to control use of image/likeness/reputation.

I make zero money from this.

An X user (sorry can't give credit, don't remember who) made…

— The White Whale (@TheWhiteWhaleV2) December 7, 2025

Biaya Pump.fun dialihkan kembali ke para holder, dan aktivitas treasury dibuat transparan, sebuah langkah yang jarang terjadi di ekosistem meme Solana.

Lalu, siapa sebenarnya yang mengendalikan treasury WHITEWHALE saat ini?

Saya yang mengendalikan. Memang itulah intinya. Token yang memakai nama saya, saya yang bertanggung jawab sepenuhnya. DAO dan struktur lain sering menciptakan ilusi demokrasi di ruang ini, padahal pada kenyataannya hampir tidak pernah ada. Kamu mempercayakan Jeff untuk menjadi pengelola yang baik di HyperLiquid. Kamu mempercayakan The White Whale untuk berlaku amanah atas namanya sendiri,” jelas The White Whale kepada BeInCrypto.

Peserta awal mendapat keuntungan besar, dengan beberapa laporan menyebutkan ada trader yang berhasil mengubah dana ratusan dolar menjadi lebih dari US$1 juta.

THIS GUY TURNED $370 INTO $1.2 MILLION

Remus (@remusofmars) bought 1.5% of the WHITEWHALE supply for only $370, and he is now up $1.2 MILLION.

He held on to most of his WHITEWHALE until a $150M Market Cap. He has now cashed out a total of $220K, and is still holding $987K of… https://t.co/zYCqIVIahF pic.twitter.com/csuozFhK9R

— Arkham (@arkham) January 12, 2026

Namun, trader yang sama, Remus di X, hampir kehilangan semua keuntungan itu seminggu kemudian dan hanya sempat mencairkan US$220.000 saja.

“Trader ini merugi US$1 juta di WHITEWHALE minggu lalu. Remus sempat untung US$1,5 juta dengan WHITEWHALE. Sayangnya, dia baru sempat mencairkan US$220K sebelum harga anjlok -80%. Sekarang ia hanya untung US$464.000. Akankah Remus bisa balik modal? Atau waktunya beralih ke koin berikutnya?” papar Arkham melaporkan.

Bagaimana Aksi Balas Dendam Retail Membuat WHITEWHALE Melonjak Vertikal

Momen WHITEWHALE melejit terjadi pada awal Januari 2026. Dari harga terendah bulan Desember di US$0,0082, harga WHITEWHALE melonjak hampir 930% hingga sempat menyentuh US$0,20, menurut CoinGecko.

Kapitalisasi pasar token ini menembus US$200 juta, menjadikannya salah satu peluncuran Pump.fun paling sukses dalam beberapa bulan terakhir menurut Messari.

WHITEWHALE Metrics
Metik WHITEWHALE | Sumber: Messari

Listing di exchange seperti Bybit, MEXC, KuCoin, sampai LBank turut memicu lonjakan volume yang mencapai US$48 juta dalam 24 jam.

Di X, para trader menganggap WHITEWHALE sebagai “balas dendam retail” yakni gerakan budaya melawan bot, snipers, dan peluncuran meme coin yang dikendalikan orang dalam.

Respectfully why the only “meme” I’ve bought ever is $Whitewhale @WhiteWhaleMeme. This the exact culture we should be promoting, no kols, rug pulls every 5 seconds, giving to communty. There can be cool thing about crypto currently. There is a token providing counter culture.…

— Imran (@ImmieV) January 30, 2026

Tetapi setelah itu, datanglah kejatuhan.

Rug atau Peristiwa Likuiditas? di Balik Crash WHITEWHALE Pada 20 Januari

Pada 20 Januari 2026, salah satu holder terbesar menjual token senilai sekitar US$1,3 juta, sehingga memicu penurunan harga hingga 60% dalam waktu singkat.

Perkiraan kapitalisasi pasar pun jatuh dari kisaran US$200 juta menjadi hanya US$20–40 juta. Hal ini memicu gelombang di media sosial, dengan tuduhan rug pull bermunculan.

The viral memecoin $WHITEWHALE just rugged.

From 200M to 20M. -45% candle in the last few minutes.
Thanks for playing pic.twitter.com/FfEFVOzAo2

— Darky (@Darky1k) January 19, 2026

Sementara banyak berita utama menyebut kejadian ini sebagai rug pull, analis on-chain yang memakai Bubblemaps melacak aksi jualnya pada satu wallet besar, yang berbeda dari milik Remus.

3/ This is a different whale from the one we covered last week and has no known connection to @TheWhiteWhaleV2 https://t.co/EFrtXT7Jsx

— Bubblemaps (@bubblemaps) January 19, 2026

Tim menepis tudingan itu, dan malah menyebut kejadian tersebut sebagai “peristiwa likuiditas” daripada exit scam, namun kepercayaan sudah lebih dulu goyah.

“…holder privat terbesar kami keluar dari sebagian besar posisi mereka… kami tidak ikut serta dalam aksi jual, walaupun kami melakukan beberapa buyback… Yang berubah hanyalah distribusi. Satu posisi privat yang sangat besar kini sudah tidak lagi mendominasi pasar. Supply sekarang tersebar ke lebih banyak holder. Ini bukan peristiwa yang digerakkan oleh treasury. Ini juga bukan penyimpangan dari prinsip yang sudah kami sampaikan. Ini adalah peristiwa likuiditas,” tulis The White Whale.

BeInCrypto bertanya kepada The White Whale mengapa konsentrasi sebesar ini masih bisa terjadi, padahal proyek ini mengusung narasi anti-whale. Dia menjawab bahwa proyek ini mengikuti prinsip utama kripto: keuangan yang permissionless. Dia menekankan bahwa para trader harus bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Perlu diketahui bahwa saya tidak meluncurkan token ini. Jika saya yang meluncurkan, saya tidak akan memakai launchpad mana pun, karena saya menilai tak ada launchpad yang punya struktur supply/liquidity token yang cocok untuk melindungi investor dari hal-hal seperti ini. Tentu saja, kami berusaha menghubungi holder besar kami yang tersisa sebanyak mungkin, menawarkan deal OTC supaya dampak ke pasar bisa lebih kecil, dan sebagainya, namun orang-orang tetap bebas memilih apapun yang mereka mau.”

Paling penting, The White Whale menampik anggapan bahwa aksi jual satu wallet sebagai penyebab utama crash secara keseluruhan. Menurut dia, kejadian itu hanya memicu kepanikan dan aksi jual berantai.

Recovery Didukung oleh Penguncian, Dibayangi oleh Kontrol

Berlawanan dengan prediksi banyak orang, harga WHITEWHALE justru rebound. Hanya dalam beberapa hari, aset ini mencatat lonjakan harian di atas 70% dan bergerak naik lagi ke market cap US$80–90 juta.

Treasury mengunci 40 juta token selama setahun, sehingga suplai beredar berkurang sekaligus memberi sinyal komitmen untuk jangka panjang. Langkah ini sudah dikonfirmasi secara publik oleh sejumlah figur komunitas di X.

“Langkah ini betul-betul memangkas supply beredar, menghilangkan tekanan jual dari treasury, dan memperlihatkan komitmen kuat untuk jangka panjang – tidak ada dump jangka pendek di sini. Proyek yang kredibel memang menerapkan hal ini untuk membangun kepercayaan riil; disiplin seperti ini memunculkan sentimen positif dengan cepat,” observasi salah satu pengguna.       

Data on-chain yang dikutip Rootsdata mengungkap bahwa treasury dan wallet yang berafiliasi menguasai porsi supply signifikan, bahkan lebih dari 50%.

Sepuluh holder WHITEWHALE terbesar menguasai secara kolektif 64,5% (612,6 juta token) dari total supply.
Sepuluh holder WHITEWHALE terbesar menguasai secara kolektif 64,5% (612,6 juta token) dari total supply. Sumber: Solscan

Konsentrasi ini punya dua sisi, karena pendukungnya menilai hal tersebut bisa menghambat aksi dump yang merugikan, namun para kritikus memperingatkan token jadi rentan terhadap potensi jatuh mendadak lagi.

Everyone was talking about $WHITEWHALE before, screaming “rug” and calling it a scandal… and now?

Today it’s calmly pushing again for a new ATH, yet you don’t hear any of Crypto Twitter calling it out.

First they praise you, then they kill you, then they forget you. Sadly,…

— ZYPHER (@ZypherHQ) January 29, 2026

Tidak bisa dipungkiri memang ada risiko besar. Token WHITEWHALE tidak punya utilitas selain narasi, dan pergerakan harga hingga 60% atau lebih sangat sering terjadi. Sebagian besar trader juga masih berekspektasi penurunan harga, mengingat sebagian besar meme coin Solana akhirnya gagal. Namun, The White Whale sendiri tetap optimistis proyek ini bisa menjadi contoh standar baik bagi semua token di masa depan.

“Menurut saya, seluruh inti dari sebuah meme adalah karena memang tidak berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Banyak proyek yang gagal karena mencoba tampil lebih dari yang sebenarnya. Sebaliknya, kami memilih jujur tentang apa adanya kami, dan kami bangga terhadap itu. Prinsip utama, jika bisa disebut demikian, dari gerakan $WhiteWhale adalah membuktikan bahwa sesuatu bisa sukses tanpa mengorbankan integritas. Dan tujuan pribadi saya adalah menaikkan standar setinggi mungkin agar investor meme coin mulai menuntut transparansi, ketelitian, dedikasi, dan integritas yang sama dari semua pengembang.”

Meskipun begitu, keberlangsungan sangat penting. Di ekosistem di mana banyak token hilang tanpa jejak hanya dalam semalam, kemampuan WHITEWHALE untuk pulih serta aksi treasury yang terbuka membuatnya menonjol.

Namun, tetap saja aset ini sangat berisiko, didorong oleh whale, narasi, dan momentum, bukan fundamental.

Faktor RisikoDetailTingkat Dampak
Konsentrasi Whale54% di satu alamatTinggi – Potensi dump besar-besaran
VolatilitasPergerakan 60%+ setiap pekanEkstrem – Banyak trader ritel merugi
Riwayat RugPeristiwa “likuiditas” 20 JanuariSedang – FUD masih ada, tapi selamat
Tidak Ada UtilitasHanya narasiTinggi – Mengandalkan hype
Kekuatan KomunitasKunci supply transparan, redistribusiMitigasi – Membentuk loyalitas
Analisis Risiko Meme Coin WHITEWHALE

Jadi, token WHITEWHALE sepertinya bukan scam, hal ini juga didukung oleh sudah adanya trading di exchange besar. Volume yang dicatat juga nyata, dan komunitasnya terbilang aktif dan loyal, seperti yang disebutkan dalam dokumentasi dukungan exchange.

Sebagai penutup, BeInCrypto menanyakan kepada The White Whale tentang apa yang mungkin terjadi pada token tersebut jika ia memutuskan untuk mundur.

Lucunya, kalau saya sampai tertabrak bus, sepertinya itu justru akan sangat bullish untuk pergerakan harga. Namun, proyek ini membawa nama saya, jadi mustahil bagi saya untuk berpikir mundur.

Tom Lee Sebut Giliran Bitcoin Akan Datang setelah Washington Bikin Reli Emas & Perak | Berita Kripto AS

3 February 2026 at 13:27

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan penting untuk perkembangan utama di dunia kripto hari ini.

Siapkan kopi dan duduklah sebentar—pasar bergerak dengan cara yang membuat para investor berpengalaman pun harus memicingkan mata ketika melihat grafik. Emas dan perak sedang melonjak, aset kripto bergerak tidak stabil, dan kebijakan Washington menambah ketidakpastian. Tapi menurut Tom Lee, di tengah kekacauan ini, sepertinya titik balik diam-diam mulai terbentuk.

Berita Kripto Hari Ini: Tom Lee Sebut White House Mempercepat Kemenangan Pemilu Sela dan Mengacaukan Pasar

Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors memberikan pandangan hati-hati namun optimistis bagi investor aset kripto, dan berpendapat gejolak terbaru di Bitcoin dan Ethereum mungkin hanya bersifat sementara.

Saat tampil di Squawk Box CNBC, Lee mengaitkan lonjakan harga emas dan perak di awal tahun dengan manuver kebijakan dari Washington, D.C.

Ia menuturkan bahwa langkah-langkah Gedung Putih untuk sementara telah “membajak” selera risiko, menciptakan sebuah “pusaran” yang menarik modal keluar dari aset kripto meski punya fundamental yang kuat.

Emas melonjak hingga US$4.954,99 per ons, naik 6,5% dalam sehari, sementara perak melejit 13,66% ke US$87,53. Ini menjadi kenaikan harian terbesar untuk kedua logam sejak krisis keuangan tahun 2008.

🚨 WARNING: SOMETHING BIG IS COMING!

GOLD: $4,958
SILVER: $87

That's a 6.5% and 14% pump in ONE day.

It's the BIGGEST daily gain since 2008.

This is a WARNING you gotta understand if you hold stocks, crypto, or anything else.

Know what happened in 2008 to every market except… pic.twitter.com/Rz91UiylyB

— Wimar.X (@DefiWimar) February 3, 2026

Lee juga mengaitkan euforia ini dengan deleveraging pasar kripto di Oktober 2025 yang kurang tepat waktu.

“Industri aset kripto saat ini sama sekali tidak punya leverage,” ujar dia. “Performa emas dan perak menyedot seluruh selera risiko ke perdagangan logam mulia.”

Lee juga menyoroti politik di Washington sebagai pemicu utama ketidakpastian pasar. Dengan midterms yang semakin dekat, ia mengkritik Gedung Putih karena “sengaja lebih cepat menentukan siapa pemenang dan siapa yang kalah,” mendahulukan agendanya dan membuat pasar “terkunci”.

Spekulasi seputar siapa Ketua The Fed berikutnya juga menambah volatilitas, dengan Lee memperingatkan pasar akan menguji kebijakan dan komitmen suku bunga dari pejabat baru, seperti yang terjadi pada Janet Yellen dan Jerome Powell sebelumnya.

Meski banyak pihak percaya Partai Republik akan kehilangan kursi di DPR, Lee memaparkan bahwa jika partai itu bertahan, hasilnya bisa jadi “kejutan positif”.

Tanda-Tanda Menunjukkan Titik Terendah Kripto di Tengah Euforia Emas dan Perak

Meski dalam jangka pendek ada hambatan, Lee melihat sinyal bahwa aset kripto mungkin sudah menyentuh titik terbawah. Penasehat Fundstrat, Tom DeMark, menilai “keselarasan waktu dan harga” sudah tercapai, di mana Bitcoin kembali di atas US$78.000 dan Ethereum mendekati US$2.300.

Performa Harga Bitcoin dan Ethereum
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView

Lee menambahkan bahwa alamat aktif Ethereum sedang “naik tajam,” karena Wall Street makin banyak mengadopsi aset digital.

“Semua komponen sudah siap agar aset kripto membentuk titik terbawah saat ini,” ucapnya, membandingkan lemahnya harga dengan aktivitas jaringan.

Pandangan ini sejalan dengan catatan analis soal rotasi modal yang mungkin terjadi, di mana beberapa pihak menyoroti rebound emas 11% dari titik terendah, bertambah US$3,07 triliun, dan lonjakan perak 20% sehingga mengembalikan US$800 miliar.

Analis Bull Theory membandingkan kondisi sekarang dengan Agustus 2020, ketika emas mencapai puncak di US$2.075, Bitcoin sempat turun 20%, lalu reli 559% selama delapan bulan karena modal kembali masuk ke aset berisiko.

Dengan ISM Manufacturing Index saat ini di 52,6%, analis menilai ada kemungkinan rotasi serupa sedang terjadi:

“Emas sepertinya sudah di puncak, dan Bitcoin sudah terkoreksi—sekarang kita bisa melihat rotasi ke aset berisiko,” papar mereka.

Namun, tidak semua komentar bersifat bullish. Analis Wimar.X memberi peringatan bahwa lonjakan logam mulia ini menandakan sebuah sistem yang “rusak”, seperti kondisi sebelum krisis 2000, 2007, dan 2019.

Dengan rasio harga emas terhadap perak mendekati 56, mereka menilai institusi-institusi “keluar dari kasino”, yang mungkin menandakan kejatuhan pasar di tahun 2026.

Rasio Emas terhadap Perak
Rasio Emas terhadap Perak | Sumber: JM Bullion

Lee, di sisi lain, menekankan bahwa kondisi ekonomi makro secara umum masih kuat. Saham-saham naik 1% pada Januari, yang secara historis berkorelasi dengan kenaikan indeks S&P sebesar 18% per tahun dalam periode serupa sejak 1950.

Meski valuasi AI dan teknologi bisa saja kembali ke rata-rata, ia memandang logam mulia yang “beristirahat” adalah hal baik bagi pasar dan bisa membuka jalan bagi pergerakan kripto berikutnya.

Pertanyaannya sekarang, apakah arus modal yang digerakkan Washington akan terus mengalir ke logam mulia atau Bitcoin dan Ethereum sudah siap untuk bangkit kembali?

Chart of the Day

Rasio Emas ke Bitcoin pada 2026
Rasio Emas ke Bitcoin pada 2026 | Sumber: Milk Road

Rasio dominasi Emas ke Bitcoin membandingkan kapitalisasi pasar kedua aset tersebut.

Alpha Singkat Byte

Berikut ringkasan berita kripto AS lainnya yang bisa kamu simak hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan Per 2 FebruariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$139,66US$140,80 (+0,82%)
Coinbase (COIN)US$187,86US$189,53 (+0,89%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$26,44US$26,95 (+1,93%)
MARA Holdings (MARA)US$9,12US$9,18 (+0,66%)
Riot Platforms (RIOT)US$15,32US$15,53 (+1,37%)
Core Scientific (CORZ)US$17,87US$18,05 (+1,01%)
Persaingan saham kripto saat pasar dibuka: Google Finance

US$10 Triliun Hilang dari Aset Safe Haven, Pasar Mulai Harga Ulang Rezim Baru The Fed | Berita Kripto AS

2 February 2026 at 15:31

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting tentang perkembangan utama di dunia aset kripto untuk hari ini.

Silakan siapkan kopi karena pasar baru saja memberikan sinyal yang tidak mudah dijelaskan. Emas, perak, dan aset kripto semuanya bergerak ke arah yang tidak diharapkan secara bersamaan, membuat investor gelisah dan bertanya-tanya apa yang diam-diam berubah di balik layar.

Berita Kripto Hari Ini: Dump Bitcoin, Emas, dan Perak

Lebih dari US$10 triliun nilai pasar telah terhapus dari emas dan perak hanya dalam tiga hari, menandai salah satu episode kehancuran kekayaan paling besar dan paling cepat dalam sejarah logam modern.

Keambrukan mendadak ini mengguncang pasar global, sehingga menimbulkan pertanyaan mendesak soal likuiditas, kebijakan moneter, dan apakah aset “safe haven” tradisional mulai kehilangan peran defensifnya.

Harga emas spot jatuh di bawah US$4.500 per ons, turun hampir US$1.000 dalam tiga hari perdagangan. Sementara itu, harga perak turun di bawah US$72, memperpanjang penurunan hingga mendekati 40% dari harga tertinggi terakhir.

BREAKING: Gold falls below $4,500/oz and Silver falls below $72/oz as selling pressure builds.

Gold and silver have now erased over $10 TRILLION of market cap in 3 days. pic.twitter.com/H1BiB8Ana5

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) February 2, 2026

Dalam nilai kapitalisasi pasar, emas sendiri memangkas sekitar US$7,4 triliun, sementara perak kehilangan tambahan US$2,7 triliun, sehingga total kerugian ini justru lebih besar daripada seluruh pasar aset kripto. Pada waktu publikasi, harga emas berada di kisaran US$4.702, sedangkan perak diperdagangkan di harga US$81,59.

Performa Harga Emas dan Perak
Performa Harga Emas dan Perak | Sumber: TradingView

Hal yang membuat pergerakan ini terasa makin mengkhawatirkan adalah karena tidak ada pemicu yang jelas. Tidak ada guncangan geopolitik besar, sinyal resesi, maupun kejutan inflasi. Sebagai gantinya, pasar nampaknya menyesuaikan harga ulang untuk masa depan yang dipicu oleh pengetatan neraca The Fed secara agresif.

“Pasar sedang bereaksi terhadap pesan Ketua The Fed berikutnya Kevin Warsh: ‘The Fed harus memangkas neracanya,’tulis Coin Bureau, seraya menyoroti bahwa Warsh berpendapat neraca The Fed yang sekitar US$7 triliun “terlalu besar triliunan dari yang diperlukan.”

Argumennya, semakin kecil neraca, maka semakin sedikit likuiditas yang menopang saham, aset kripto, serta logam mulia.

Panik Menyebar saat Aset Kripto Ikut dalam Breakdown “Safe Haven”

Dampaknya ternyata tidak hanya menimpa logam mulia. Pasar aset kripto telah kehilangan lebih dari US$430 miliar nilai pasar hanya dalam empat hari terakhir.

Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa pelepasan aset berbasis likuiditas menjalar ke berbagai kelas aset lain. Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penurunan tajam, sedangkan sentimen pasar aset kripto secara luas juga memburuk cukup cepat.

Performa Harga Bitcoin dan Ethereum
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView

“Emas turun 20% dari puncaknya, dan telah menghapus US$7,4 triliun nilai kapitalisasi pasar atau 5 kali lipat kapitalisasi Bitcoin. Perak jatuh hampir 40% sehingga kehilangan US$2,7 triliun, jumlah yang setara dengan seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Aset safe haven kini bergerak seperti meme coin kripto,” ungkap analis Bull Theory.

Psikologi investor juga terlihat mulai retak, karena ada laporan bahwa jumlah investor yang terguncang dalam siklus kali ini lebih banyak dibandingkan saat kejatuhan aset kripto pada 2022.

“Beberapa investor pindah ke emas karena mereka masih ingin bertahan di jalur uang keras,” tulis Natalie Brunell, sembari mengingatkan agar tidak membingungkan pergerakan harga karena ketakutan dengan hilangnya alasan jangka panjang bagi Bitcoin.

Di sisi lain, beberapa ahli strategi tetap optimistis terhadap emas dalam jangka panjang, dengan Deutsche Bank dikabarkan masih mempertahankan proyeksi harga emas di US$6.000 walau harga sedang melemah.

JUST IN: Deutsche Bank sticks with gold forecast at $6,000 amid slump. pic.twitter.com/0GhPYkWbiL

— Whale Insider (@WhaleInsider) February 2, 2026

Kondisi ini memperjelas perbedaan antara tekanan likuidasi jangka pendek dan narasi lindung nilai moneter jangka panjang.

Beberapa lainnya melihat kemiripan sejarah, dengan analis Zev membandingkan pola reli dan koreksi emas saat ini dengan puncak tahun 1980. Berdasarkan itu, dia memperingatkan bahwa risiko terbesar mungkin bukan kejatuhan total, melainkan masa stagnasi panjang setelah kenaikan parabolik.

“Safe haven ≠ beli di harga berapa saja,” ingat dia.

Sementara itu, dalam wawancara terbaru, Tom Lee dari Fundstrat menilai kinerja buruk aset kripto dibandingkan emas akhir-akhir ini disebabkan peristiwa deleveraging besar-besaran Oktober lalu yang merusak struktur pasar aset kripto.

Sambil menegaskan kembali tesis “emas digital” untuk Bitcoin, Lee memperingatkan bahwa jalur adopsi akan tetap volatil, dengan tahun 2026 yang nampaknya menjadi ujian utama.

Chart of the Day

Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin
Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin | Sumber: Top Assets by Market Capitalization

Byte-Sized Alpha

Berikut ringkasan berita aset kripto di Amerika Serikat yang bisa Anda cermati hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 30 JanuariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$149,71US$139,47 (-6,84%)
Coinbase (COIN)US$194,74US$187,89 (-3,52%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,26US$27,03 (-4,35%)
MARA Holdings (MARA)US$9,50US$9,04 (-4,84%)
Riot Platforms (RIOT)US$15,47US$14,79 (-4,40%)
Core Scientific (CORZ)US$17,99US$17,92 (-0,39%)
Lomba pembukaan pasar saham kripto: Google Finance

Binance Suntik US$100 Juta Bitcoin di Tengah Kemerosotan Pasar

2 February 2026 at 12:21

Binance telah melakukan pembelian Bitcoin pertama dalam rencana konversi SAFU senilai US$1 miliar yang baru diumumkan, dengan mengakuisisi 1.315 BTC senilai sekitar US$100,7 juta.

Pembelian ini terjadi hanya beberapa hari setelah SAFU fund dialihkan menjadi cadangan Bitcoin, di saat pasar menghadapi tekanan jual yang cukup tinggi.

Binance Lakukan Langkah US$100 Juta yang Nampaknya Mirip Intervensi Bank Sentral

Pada 2 Februari, data on-chain mengonfirmasi bahwa alamat Binance SAFU Fund menerima 1.315 BTC senilai US$100,7 juta.

Binance Membeli 1.315 BTC
Binance Membeli 1.315 BTC | Sumber: Arkham Data

Ini menjadi pembelian pertama dalam rencana exchange untuk mengonversi Secure Asset Fund for Users dari stablecoin ke Bitcoin selama periode 30 hari.

Binance kemudian mengonfirmasi transaksi tersebut, dengan menyatakan bahwa US$100 juta dalam bentuk stablecoin telah dikonversi dan akan ada pembelian BTC lebih lanjut hingga target US$1 miliar tercapai.

#Binance SAFU Fund Asset Conversion progress update.

Binance has completed the first batch of Bitcoin conversion for the SAFU Fund, amounting to 100M USD stablecoins.

Our SAFU BTC address:
1BAuq7Vho2CEkVkUxbfU26LhwQjbCmWQkD

TXID: https://t.co/OdrvSINsRs

We’re continuing to… pic.twitter.com/Ue47ayJfbS

— Binance (@binance) February 2, 2026

Walaupun Binance tidak secara langsung menyebut langkah ini sebagai intervensi pasar, tetapi waktunya memang cukup signifikan. Ini terjadi saat harga Bitcoin masih dalam ketidakpastian, diperdagangkan di bawah level psikologis US$80.000.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

“Saya selalu heran, mereka yang paling banyak rugi jika Bitcoin jatuh (garis US$80.000) tidak berusaha mempertahankannya di akhir pekan,” ujar Jim Cramer, host acara Mad Money di CNBC, mengomentari.

Memang, Bitcoin mengalami akhir pekan yang sangat berat, memperlihatkan perbedaan besar di pasar antara peluang dan juga kerentanan struktural.

Melihat kondisi ini, beberapa analis membandingkan konversi SAFU seperti intervensi bank sentral di TradFi. Hal ini biasanya terjadi di dunia finansial tradisional, dimana institusi menggunakan cadangannya untuk menjaga kepercayaan pasar di masa krisis.

Beberapa contoh serupa di masa lalu antara lain:

Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan
Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan

Struktur ini pun memunculkan spekulasi bahwa Binance benar-benar berkomitmen untuk tetap membeli di harga bawah.

“Pengumuman terbaru Binance menegaskan mereka sudah membeli Bitcoin senilai US$100 juta dari pasar, dan masih ada US$900 juta yang akan dibelanjakan,” jelas analis AB Kuai Dong, menuturkan.

Ia menambahkan aturan penyeimbangan ulang fund ini bisa memperkuat dampaknya. Jika harga Bitcoin jatuh cukup dalam hingga nilai SAFU turun di bawah batas minimalnya, Binance wajib membeli BTC tambahan untuk mengembalikan nilai fund tersebut.

Backstop Bitcoin yang Lunak Muncul saat Binance, Saylor, dan Whale Terus Akumulasi

Berdasarkan kerangka SAFU, fund ini selalu diawasi secara berkala. Jika penurunan harga Bitcoin menyebabkan nilainya turun melampaui batas yang sudah ditentukan, Binance harus menambah dana ke fund tersebut. Dinamika ini bisa berperan sebagai penyangga lemah pada periode volatilitas tinggi.

Sinyal on-chain mengindikasikan Binance mungkin tengah bersiap melakukan akumulasi lebih lanjut. Sebelumnya di hari yang sama, alamat SAFU mulai melakukan transaksi otorisasi untuk menambah alamat penerima baru ke whitelist.

On-chain data shows that at 07:13 (UTC) today, the Binance SAFU Fund address initiated an authorization transaction to add two new addresses to its “approved recipient whitelist,” possibly in preparation for increasing its Bitcoin holdings. Previously, Binance converted $1…

— Wu Blockchain (@WuBlockchain) February 2, 2026

Langkah ini biasanya menjadi persiapan operasional untuk transfer aset tambahan.

Pembelian ini juga berlangsung di tengah munculnya sinyal kepercayaan baru dari para holder besar Bitcoin lainnya. Sehari sebelumnya, Executive Chair Strategy Michael Saylor mengunggah pesan misterius “More Orange” di X (Twitter), yang secara luas diartikan sebagai kode bahwa akan ada akuisisi Bitcoin berikutnya.

More Orange. pic.twitter.com/b5iYIMARJX

— Michael Saylor (@saylor) February 1, 2026

Unggahan itu muncul meski harga saham MicroStrategy baru saja turun tajam di beberapa sesi terakhir dan harga Bitcoin sempat menyentuh rata-rata harga beli perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini memperkuat narasi bahwa para pemain bermodal besar sedang berupaya menstabilkan pasar secara organik, bukan melalui aksi terkoordinasi.

Selain pengumuman individu, tren on-chain yang lebih luas menunjukkan bahwa holder besar mungkin sudah mulai turun tangan. Data dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa whale tetap melakukan akumulasi selama penurunan harga baru-baru ini.

Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun
Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun | Sumber: CryptoQuant

Apakah dukungan yang mulai muncul ini bisa berubah menjadi lantai harga yang kuat di dekat US$75.000?

Performa Harga Bitcoin
Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Meski begitu, dengan konversi SAFU senilai US$900 juta yang belum dieksekusi, Binance telah menempatkan dirinya sebagai salah satu sumber permintaan Bitcoin struktural paling signifikan dalam waktu dekat.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah agresif Binance memborong Bitcoin di tengah penurunan pasar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Sanksi AS Terhadap Exchange Kripto Inggris di Tengah Masalah Terkait Iran

1 February 2026 at 21:14

Departemen Keuangan AS mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan memasukkan dua exchange aset kripto yang terdaftar di Inggris ke daftar hitam karena memproses dana yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran.

Ini adalah pertama kalinya seluruh platform aset digital dikenakan sanksi berdasarkan aturan keuangan khusus Iran.

Sejarah Baru: Seluruh Crypto Exchange Dikenai Sanksi karena Kaitan dengan IRGC Iran

Pada 30 Januari 2026, Office of Foreign Assets Control (OFAC) menunjuk Zedcex Exchange Ltd. dan Zedxion Exchange Ltd., dengan alasan peran mereka dalam memfasilitasi hampir US$1 miliar transaksi yang berhubungan dengan IRGC, sebagian besar menggunakan Tether (USDT) di jaringan Tron.

Sejak terdaftar pada Agustus 2022, Zedcex sendiri telah memproses lebih dari US$94 miliar total transaksi, menunjukkan besarnya operasi exchange tersebut.

Dilaporkan, exchange ini terkait dengan Babak Morteza Zanjani, seorang pengusaha Iran yang sebelumnya dihukum karena menggelapkan miliaran dari Perusahaan Minyak Nasional Iran.

Pejabat Treasury menuduh bahwa setelah hukuman mati Zanjani diubah pada 2024, dia kembali melakukan aktivitas keuangan untuk mencuci dana bagi rezim Iran serta mendukung proyek-proyek terkait IRGC.

“Treasury akan terus menargetkan jaringan Iran dan elit korup yang memperkaya diri mereka sendiri dengan merugikan rakyat Iran,” ujar Menteri Keuangan Scott Bessent. “Ini termasuk usaha rezim untuk memanfaatkan aset digital demi menghindari sanksi serta membiayai operasi siber kriminal.”

Sanksi ini merupakan bagian dari penindakan terhadap pejabat dan jaringan Iran yang dituduh keras menekan para demonstran. Tokoh-tokoh senior yang jadi target termasuk Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni Kalagari serta beberapa komandan IRGC.

Perkiraan independen menyebutkan hingga 30.000 demonstran meninggal selama penindasan baru-baru ini. Pihak berwenang dilaporkan menggunakan pemakaman massal dan jaringan medis rahasia untuk menyembunyikan korban jiwa.

Aset Kripto untuk Hindari Sanksi: AS Menargetkan Seluruh Exchange dan Jaringan yang Didukung Negara

Tindakan Departemen Keuangan AS ini menyoroti makin maraknya penggunaan kripto untuk menghindari sanksi dan membiayai kegiatan ilegal.

Today, as the people of Iran bravely take to the streets to demand basic freedoms and economic security, Treasury’s Office of Foreign Assets Control (OFAC) is taking action against the architects of the Iranian regime’s brutal crackdown on peaceful demonstrators, as well as the…

— Treasury Department (@USTreasury) January 15, 2026

Elliptic melaporkan Bank Sentral Iran telah memperoleh lebih dari US$507 juta dalam bentuk USDT pada 2025. Mereka menggunakan stablecoin ini untuk menstabilkan nilai rial yang anjlok serta menjaga perdagangan luar negeri, sehingga bisa menghindari pembatasan perbankan tradisional.

The Washington Post, mengutip firma intelijen blockchain TRM Labs, mengamati lebih dari setengah volume transaksi exchange di 2023 terhubung dengan entitas yang terkait IRGC. Ini menunjukkan bagaimana aktor yang didukung negara makin sering memanfaatkan aset digital.

Selain membekukan seluruh aset yang dimiliki pihak yang terkena sanksi di AS, aturan ini juga melarang warga Amerika melakukan bisnis dengan Zedcex, Zedxion, Zanjani, maupun individu dan entitas yang sudah ditetapkan lainnya.

Penalti perdata dan pidana untuk pelanggaran sangat berat, yang menggambarkan komitmen AS untuk menghalangi pendanaan ilegal di ruang aset kripto.

Sanksi ini juga menjadi penanda perubahan bersejarah dalam strategi penegakan. Kini, bukan hanya wallet atau transaksi individual yang jadi sasaran, tetapi otoritas AS mulai menjatuhkan sanksi pada seluruh platform kripto demi mendisrupsi jaringan keuangan sistemik yang dipakai untuk menghindari sanksi serta pendanaan teror.

Dengan lebih dari 875 individu, kapal, dan pesawat Iran yang sudah terkena sanksi di 2025 karena aktivitas destabilizing, langkah terbaru OFAC ini menunjukkan makin kompleksnya hubungan antara aset digital dan kebijakan keamanan global.

Karena kripto terus terintegrasi ke sistem keuangan internasional, otoritas memperluas pengawasannya, menegaskan bahwa exchange yang beroperasi di luar yurisdiksi tradisional tidak lagi bisa merasa kebal jika mereka memfasilitasi aliran dana ilegal untuk negara atau entitas yang terkena sanksi.

Reli Bitcoin Tunjukkan Perpecahan Pasar yang Dalam: Peluang atau Kerentanan Struktural?

1 February 2026 at 20:35

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini telah memperlihatkan ketegangan yang semakin besar di pasar aset kripto, mempertemukan investor berpengalaman “buy the dip” dengan bukti-bukti kerentanan struktural yang terus meningkat.

Ketika aset digital ini turun bersamaan dengan pergerakan risk-off yang meluas di pasar global, para analis memberikan interpretasi yang sangat berbeda tentang penurunan ini dan dampaknya bagi investor.

Aksi Jual Bitcoin Mengungkap Pertarungan yang Semakin Dalam antara Pembeli Berkeyakinan dan Kelemahan Pasar Struktural

Bagi Robert Kiyosaki, seorang “Bitcoin bull” dan penulis kenamaan, penurunan harga ini merupakan kesempatan langka untuk membeli. Ia membandingkan perilaku pasar dengan penjualan ritel, seraya menjelaskan bahwa banyak orang justru berbondong-bondong membeli barang diskon di toko, tapi investor sering panik ketika terjadi aksi jual aset di pasar keuangan.

“Pasar emas, perak, dan Bitcoin baru saja anjlok… Saya sedang menunggu dengan uang tunai di tangan untuk mulai membeli lebih banyak,” ujar Kiyosaki , sembari menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai kesempatan masuk dengan diskon untuk akumulasi jangka panjang.

Namun, beberapa pakar lain justru meminta untuk tetap waspada. CEO CryptoQuant Ki Young Ju menyoroti kurangnya arus modal segar dan Realized Cap yang stagnan—yakni metrik yang melacak nilai koin di harga terakhir saat berpindah tangan—sebagai sinyal bahwa aksi jual ini lebih mengindikasikan aksi ambil untung daripada pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.

“Bitcoin turun karena tekanan jual yang masih bertahan. Ketika market cap turun dalam kondisi ini, itu bukan bull market,” terang dia , sembari menjelaskan bahwa meski crash drastis seperti siklus sebelumnya nampaknya tidak akan terjadi, posisi bottom pasar masih belum pasti.

Kelemahan di Bitcoin juga merupakan bagian dari koreksi lintas kelas aset yang lebih luas. Ahli strategi makro dari Bull Theory menggambarkan penurunan ini sebagai reaksi berantai secara berurutan, diawali dari saham berkapitalisasi kecil dan dolar AS, lalu merembet ke saham, logam mulia, dan akhirnya juga ke pasar aset kripto yang sangat banyak menggunakan leverage.

“Ini bukan kejadian acak. Ini reaksi berantai: small caps, dolar, ekuitas, logam, kripto,” komentar pihak Bull Theory , sekaligus menyoroti keterkaitan pasar global yang sangat erat.

Model Kuantitatif Soroti Kondisi Undervalued Bitcoin di Tengah Risiko Struktural Pasar

Meski ada indikator bearish seperti ini, beberapa analisis kuantitatif justru menilai Bitcoin masih undervalued secara historis.

Model power-law terbaru menunjukkan bahwa BTC saat ini diperdagangkan sekitar 35% di bawah tren 15 tahunnya, sehingga masuk ke zona “oversold” yang secara historis sering diikuti oleh pembalikan tajam ke rata-rata.

Menurut model ini, Bitcoin berpotensi rebound ke US$113.000 pada pertengahan 2026 dan bahkan melewati US$160.000 di awal 2027, dengan proyeksi potensi imbal hasil di 12 bulan ke depan bisa melampaui 100%.

Namun, aksi jual kali ini juga memperlihatkan pelajaran struktural yang mendasar. Analis JA Maartun menegaskan bahwa pasar secara konsisten selalu menguji tingkat konsentrasi dan keyakinan.

Ketika pergerakan harga sangat bergantung pada aksi beli konsisten oleh segelintir pelaku, perlambatan apa pun bakal mengungkap kelemahan yang ada.

Kejadian masa lalu, mulai dari Terra/LUNA hingga kepemilikan Bitcoin MicroStrategy, menunjukkan bahwa ketergantungan pada arus modal terpusat bisa memperbesar volatilitas ketika arus tersebut mulai terhenti.

Seiring Bitcoin mencari stabilitas, pasar saat ini seperti terjepit di antara dua kekuatan: investor dengan keyakinan kuat yang memanfaatkan harga diskon dan tekanan struktural akibat minimnya modal baru serta posisi leverage yang ada.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$76.819, turun sebesar 0,34% dalam 24 jam terakhir.

Justin Sun Diterpa Klaim Manipulasi Pasar Eksplosif saat Diduga Mantan Pacar Berikan Bukti ke SEC

1 February 2026 at 18:19

Pendiri Tron, Justin Sun, kembali mendapat sorotan setelah seorang wanita yang mengaku mantan pacarnya secara terbuka menuduhnya melakukan manipulasi pasar besar-besaran pada masa awal TRX.

Diduga, eksekutif aset kripto kontroversial ini memakai banyak akun Binance untuk mengerek harga TRX sebelum melakukan dump token ke investor ritel.

Justin Sun Dituduh Gunakan Akun Binance untuk Manipulasi TRX

Wanita penuduh, yang memperkenalkan dirinya sebagai Ten Ten (Zeng Ying), menyatakan bahwa dirinya pernah menjalin hubungan asmara dengan Sun saat peluncuran TRON dan masa pertumbuhan awalnya.

Ia menuduh Justin Sun menyuruh sejumlah karyawan yang berbasis di Beijing agar menggunakan identitas dan ponsel pribadi mereka untuk mendaftar banyak akun Binance. Akun tersebut kemudian dipakai untuk aksi trading terkoordinasi.

Diduga, akun-akun ini melakukan pembelian agresif untuk secara artifisial mendorong harga dan kapitalisasi pasar TRX pada akhir 2017 dan awal 2018.

Setelah itu terjadi aksi jual dalam skala besar, yang diduga mengakibatkan dump token ke investor ritel dan menghasilkan apa yang ia sebut sebagai “keuntungan ilegal yang sangat besar”.

“Saya memegang bukti yang menunjukkan bahwa ia menggunakan identitas dan ponsel dari banyak karyawan untuk mendaftar banyak akun Binance,” tulisnya.

Ten Ten mengaku memiliki rekaman percakapan WeChat, kesaksian orang dalam dari karyawan, serta dokumen lain. Ia tekankan bahwa yang sudah dipublikasikan selama ini “hanya sebagian kecil saja” dari semua bukti yang ada.

Selain itu, ia menyampaikan kesediaannya bekerja sama penuh jika SEC AS melakukan penyelidikan. Ia juga menyerukan agar pihak berwenang segera menghubunginya.

Sudah Ada Preseden meski Klaim Ten Ten Belum Terverifikasi

Kendati klaim tersebut belum terverifikasi, tuduhan itu mirip sekali dengan gugatan dari SEC sebelumnya. Pada Maret 2023, regulator ini telah menggugat Sun, Tron Foundation Limited, BitTorrent Foundation Ltd., dan Rainberry Inc. (dulunya BitTorrent) secara perdata.

Regulator sekuritas menuduh mereka menawarkan dan menjual TRX serta BitTorrent Token (BTT) secara ilegal tanpa pendaftaran, serta melakukan manipulasi pasar dalam skala besar.

Pada gugatan itu, SEC menuduh Sun melakukan wash trading. Dilaporkan, ia melakukan lebih dari 600.000 transaksi antara April 2018 hingga Februari 2019. Sun disebut memakai akun yang dikendalikan atau nama pinjaman untuk menciptakan volume trading dan stabilitas harga buatan tanpa ada perubahan kepemilikan riil.

Badan tersebut juga menuding Sun mengatur promosi selebritas berbayar tanpa mengungkapkan sponsornya demi mendongkrak hype token. SEC mengatakan, skema ini menghasilkan sekitar US$31 juta keuntungan ilegal.

Kasus terdahulu ini memang tidak secara spesifik menyinggung identitas karyawan atau akun Binance. Tapi, inti tuduhannya sejalan dengan pengakuan Ten Ten terkait aktivitas trading TRX pada periode awal, yaitu:

  • Trading terkoordinasi
  • Inflasi volume secara artifisial, dan
  • Pengambilan keuntungan oleh orang dalam

Kasus SEC ini ditunda pada Februari 2025. Penundaan itu terjadi tak lama setelah muncul kabar Sun menginvestasikan jutaan dolar ke proyek aset kripto yang terkait keluarga Trump, termasuk World Liberty Financial, yang diduga memberi manfaat sekitar US$50 juta pada Donald Trump.

Penundaan yang berlanjut hingga kini menuai kritik dari anggota Kongres AS Maxine Waters, Sean Casten, dan Brad Sherman pada pertengahan Januari 2026.

Dalam surat pada Ketua SEC Paul Atkins, para legislator itu mempertanyakan sikap SEC yang seolah-olah mundur dari penegakan hukum di ranah aset kripto. Mereka menyebut berbagai kasus yang dihentikan atau ditunda, seperti terhadap Sun, Binance, Coinbase, dan Kraken, serta memperingatkan potensi adanya dinamika “bayar untuk main” yang terkait pengaruh politik.

“Permintaan SEC untuk menunda litigasi Sun, serta langkah selanjutnya untuk menyelesaikannya, bisa saja dipengaruhi secara tak wajar oleh hubungan Sun dengan keluarga Trump, termasuk kontribusi finansial besar ke bisnis mereka,” tulis mereka.

Pada pernyataannya, Ten Ten menyampaikan bahwa keputusannya untuk berbicara didorong oleh alasan pribadi sekaligus moral. Dia mengungkapkan antara lain:

  • Menyaksikan dugaan eksploitasi investor ritel
  • Pencucian uang, dan
  • Pemanfaatan kekayaan demi membangun pujian dan perlindungan politik.

The reason I exposed him is that I devoted my own future to his career. The man who once promised to marry me later, at a recent public event, openly boasted to CZ that he was dating a well-known athlete. Subsequently, at a private dinner with prominent figures from the Chinese…

— 曾颖 (@tenten19901107) February 1, 2026

Dia juga secara terbuka meminta Donald Trump dan Eric Trump untuk menjauhkan diri dari Sun, mempertanyakan integritas hukum di AS jika hubungan tersebut tetap terjadi. Ia mengatakan dirinya menyimpan bukti dengan aman dan merasa khawatir terhadap keselamatan pribadi.

Sun belum menanggapi substansi tuduhan ini. Satu-satunya respons publik darinya adalah unggahan singkat di X, “Ignore the FUD and keep building & holding.”

Ignore the FUD and keep building & holding

— H.E. Justin Sun 👨‍🚀 🌞 (@justinsuntron) February 1, 2026

Baik Binance maupun SEC belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan baru ini per 1 Februari 2026.

Kita tidak bisa menutup mata bahwa tuduhan dari mantan pasangan perlu diwaspadai karena bisa mengandung bias pribadi.

Meskipun begitu, detail yang diungkapkan, kesesuaian dengan temuan SEC sebelumnya, serta kemunculannya di tengah sorotan politik dan regulasi yang lebih luas membuat tuduhan ini punya bobot lebih dari sekadar drama media sosial.

Jika terbukti, tuduhan tersebut bisa semakin meningkatkan desakan untuk meneliti ulang praktik perdagangan awal TRON, konsistensi penegakan hukum, dan juga peran pengaruh pada persimpangan ranah aset kripto, politik, dan regulasi.

Performa Harga TRON (TRX)
Performa Harga TRON (TRX) | Sumber: BeInCrypto

Token TRX milik TRON diperdagangkan di harga US$0,2843 pada waktu publikasi, turun tipis sebesar 0,5% dalam 24 jam terakhir.

BitMine Kehilangan US$6 Miliar: Apakah Taruhan Supercycle Ethereum Tom Lee Kini Jadi Malapetaka?

31 January 2026 at 21:33

Saat harga Ethereum (ETH) anjlok akibat aksi jual besar-besaran, hanya sedikit nama yang menarik perhatian sebesar BitMine Immersion Technologies (BMNR), perusahaan publik yang dipimpin oleh Tom Lee dari Fundstrat.

Pernah menjadi perusahaan perangkat keras crypto-mining yang sederhana, BitMine merombak dirinya menjadi pemegang Ethereum korporat terbesar, mengumpulkan sekitar 4,24 juta ETH, atau sekitar 3,5% dari total suplai.

Luka US$6 Miliar BitMine Bikin Treasury ETH Tom Lee di Ambang Kehancuran

Dengan harga ETH yang kini diperdagangkan di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir dan media sosial ramai membahas potensi kerugian belum terealisasi sebesar US$5–7 miliar, hanya satu pertanyaan yang menguasai Twitter kripto: apa yang benar-benar akan terjadi jika BitMine menjual Ethereum-nya sekarang?

Jawaban singkatnya: ini kemungkinan bakal jadi salah satu peristiwa likuidasi paling mengacaukan dalam sejarah Ethereum.

Performa Harga Ethereum (ETH)
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView

Penjualan yang Pasar Tidak Siap Menyerap

Pada harga saat ini di US$2.408, tumpukan ETH milik BitMine nilainya sekitar US$10,2 miliar, turun drastis dari estimasi investasi sekitar US$15,6 miliar di harga rata-rata masuk mendekati US$3.600–US$3.900.

Menjual seluruh posisi tersebut berarti melepas lebih dari 4 juta ETH ke pasar yang biasanya memperdagangkan puluhan miliar dolar per hari, tapi terbagi ke ribuan pelaku pasar, bukan satu penjual saja.

Walaupun dilakukan secara bertahap, volume sebesar ini akan membanjiri order book. Para analis menyoroti aksi likuidasi whale di masa lalu yang jauh lebih kecil saja sudah bisa menyebabkan harga anjlok 10–30% hanya dalam hitungan jam.

Dalam kasus BitMine, bila terpaksa harus menjual, ETH berpotensi koreksi hingga 20–40% lagi, sehingga kerugian di atas kertas saat ini menjadi kerugian nyata.

Alih-alih membawa pulang US$10 miliar, BitMine mungkin hanya mendapat US$5–7 miliar setelah slippage, menurut estimasi kedalaman pasar, yang berarti mengunci kerugian beberapa miliar dolar.

BREAKING: Tom Lee’s Bitmine $ETH portfolio is now down over $5.5 billion; bankruptcy now expected. pic.twitter.com/6GmroQG26O

— Jacob King (@JacobKinge) January 31, 2026

Staking Membuatnya Lebih Lambat dan Rumit

Sekitar 2 juta ETH dari kepemilikan BitMine sudah di-stake, menghasilkan imbal hasil sekitar 2,8% per tahun melalui mekanisme staking Ethereum. Imbal hasil ini, yang nilainya ratusan juta per tahun dalam skala besar, akan hilang seketika bila keluar dari staking.

Lebih penting lagi, ETH yang di-stake tidak bisa langsung dijual. Antrian keluar di Ethereum bisa menunda penarikan selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu, artinya BitMine tidak bisa langsung melakukan dump semuanya sekaligus walau berniat demikian.

Antrian Validator Ethereum
Antrian Validator Ethereum | Sumber: Validator Queue

Ironisnya, penundaan tersebut mungkin dapat mencegah pasar dari kejatuhan mendadak, tapi justru memperpanjang ketidakpastian, dengan para trader berusaha mendahului kelebihan suplai yang diprediksi akan datang.

Dari Supercycle Kripto ke Tumpukan Uang Tunai

Secara strategis, penjualan ini akan menjadi langkah mundur total dari identitas inti BitMine. Perusahaan ini memosisikan dirinya sebagai saham supercycle Ethereum, bahkan berencana menghadirkan Validator Network Made-in-America (MAVAN) untuk peluncuran komersial pada 2026. Likuidasi ETH sepenuhnya berarti meninggalkan roadmap tersebut.

Tom Lee is a genius.

Bitmine is turning $ETH into the ultimate institutional reserve.

Already holding 1.5M $ETH, trading at 1.26x mNAV, and scaling toward billions.

The model: buy $ETH → stake → compound yield perpetually → accumulate more $ETH.

This machine grows reserves… pic.twitter.com/7WmY6ibdXq

— CryptoGoos (@cryptogoos) August 21, 2025

Setelah penjualan, BitMine akan berubah menjadi perusahaan dengan cadangan kas besar: likuiditas beberapa miliar dolar, eksposur Bitcoin sedikit (sekitar 193 BTC), dan hanya sejumlah kecil investasi non-kripto, seperti Beast Industries.

Fluktuasi akan turun, tetapi potensi keuntungan juga mengecil. Setiap rebound ETH, yang oleh Lee masih dipandang tak terhindarkan dalam jangka panjang, akan luput dari tangan mereka.

Saham, Pajak, dan Dampak pada Reputasi

Bagi para pemegang saham, situasi ini bisa sangat memberatkan. Saham BMNR sudah turun tajam mengikuti penurunan ETH, dan bila terjadi capitulation, pasar mungkin menganggapnya sebagai bentuk menyerah.

Performa Saham BitMine (BMNR)
Performa Saham BitMine (BMNR) | Sumber: Google Finance

Aksi jual berlanjut, atau bahkan ketakutan akan delisting, bisa jadi akan mengikuti, terlepas dari neraca perusahaan yang bebas utang.

🚨 BREAKING

TOM LEE’S BITMINE IS CURRENTLY SITTING ON A $6.9 BILLION LOSS ON ETHEREUM.

THEIR STOCK DUMPED 84% AND IS NOW AT RISK OF DELISTING AND FULL LIQUIDATION.

THE SCARY PART?

WE HAVEN’T EVEN ENTERED THE BEAR MARKET YET… pic.twitter.com/jfveZnPWmW

— 0xNobler (@CryptoNobler) January 31, 2026

Ada juga aspek pajak. Walaupun harga saat ini menunjukkan kerugian yang sudah terealisasi, pembelian di harga lebih rendah sebelumnya bisa saja tetap memicu keuntungan kena pajak, sehingga mengurangi hasil penjualan. Regulator juga mungkin akan mengawasi likuidasi sebesar ini untuk melihat potensi dampak ke pasar.

Pada akhirnya, ada juga faktor Tom Lee sendiri. Sedikit sekali analis yang lebih bullish secara terbuka terhadap Ethereum dibanding Tom Lee. Jika ia menjual sekarang, maka hal itu akan langsung bertentangan dengan pandangannya yang sudah berjalan lama, sehingga muncul pertanyaan soal keyakinan versus pengelolaan risiko.

Secara teori, menjual akan menghentikan kerugian lebih lanjut. Namun, kenyataannya, langkah ini akan mewujudkan kerugian, membuat harga ETH anjlok, dan menghancurkan seluruh strategi BitMine. Karena itulah, walau ada banyak rumor di X (Twitter), BitMine sepertinya akan tetap membeli dan melakukan staking, bukan menjual.

Jadi, saat harga Ethereum, sama seperti Bitcoin, terus turun selama akhir pekan ini, likuidasi besar-besaran tetap menjadi pilihan paling ekstrem.

❌