Normal view

US$10 Triliun Hilang dari Aset Safe Haven, Pasar Mulai Harga Ulang Rezim Baru The Fed | Berita Kripto AS

2 February 2026 at 15:31

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting tentang perkembangan utama di dunia aset kripto untuk hari ini.

Silakan siapkan kopi karena pasar baru saja memberikan sinyal yang tidak mudah dijelaskan. Emas, perak, dan aset kripto semuanya bergerak ke arah yang tidak diharapkan secara bersamaan, membuat investor gelisah dan bertanya-tanya apa yang diam-diam berubah di balik layar.

Berita Kripto Hari Ini: Dump Bitcoin, Emas, dan Perak

Lebih dari US$10 triliun nilai pasar telah terhapus dari emas dan perak hanya dalam tiga hari, menandai salah satu episode kehancuran kekayaan paling besar dan paling cepat dalam sejarah logam modern.

Keambrukan mendadak ini mengguncang pasar global, sehingga menimbulkan pertanyaan mendesak soal likuiditas, kebijakan moneter, dan apakah aset “safe haven” tradisional mulai kehilangan peran defensifnya.

Harga emas spot jatuh di bawah US$4.500 per ons, turun hampir US$1.000 dalam tiga hari perdagangan. Sementara itu, harga perak turun di bawah US$72, memperpanjang penurunan hingga mendekati 40% dari harga tertinggi terakhir.

BREAKING: Gold falls below $4,500/oz and Silver falls below $72/oz as selling pressure builds.

Gold and silver have now erased over $10 TRILLION of market cap in 3 days. pic.twitter.com/H1BiB8Ana5

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) February 2, 2026

Dalam nilai kapitalisasi pasar, emas sendiri memangkas sekitar US$7,4 triliun, sementara perak kehilangan tambahan US$2,7 triliun, sehingga total kerugian ini justru lebih besar daripada seluruh pasar aset kripto. Pada waktu publikasi, harga emas berada di kisaran US$4.702, sedangkan perak diperdagangkan di harga US$81,59.

Performa Harga Emas dan Perak
Performa Harga Emas dan Perak | Sumber: TradingView

Hal yang membuat pergerakan ini terasa makin mengkhawatirkan adalah karena tidak ada pemicu yang jelas. Tidak ada guncangan geopolitik besar, sinyal resesi, maupun kejutan inflasi. Sebagai gantinya, pasar nampaknya menyesuaikan harga ulang untuk masa depan yang dipicu oleh pengetatan neraca The Fed secara agresif.

“Pasar sedang bereaksi terhadap pesan Ketua The Fed berikutnya Kevin Warsh: ‘The Fed harus memangkas neracanya,’tulis Coin Bureau, seraya menyoroti bahwa Warsh berpendapat neraca The Fed yang sekitar US$7 triliun “terlalu besar triliunan dari yang diperlukan.”

Argumennya, semakin kecil neraca, maka semakin sedikit likuiditas yang menopang saham, aset kripto, serta logam mulia.

Panik Menyebar saat Aset Kripto Ikut dalam Breakdown “Safe Haven”

Dampaknya ternyata tidak hanya menimpa logam mulia. Pasar aset kripto telah kehilangan lebih dari US$430 miliar nilai pasar hanya dalam empat hari terakhir.

Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa pelepasan aset berbasis likuiditas menjalar ke berbagai kelas aset lain. Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penurunan tajam, sedangkan sentimen pasar aset kripto secara luas juga memburuk cukup cepat.

Performa Harga Bitcoin dan Ethereum
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView

“Emas turun 20% dari puncaknya, dan telah menghapus US$7,4 triliun nilai kapitalisasi pasar atau 5 kali lipat kapitalisasi Bitcoin. Perak jatuh hampir 40% sehingga kehilangan US$2,7 triliun, jumlah yang setara dengan seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Aset safe haven kini bergerak seperti meme coin kripto,” ungkap analis Bull Theory.

Psikologi investor juga terlihat mulai retak, karena ada laporan bahwa jumlah investor yang terguncang dalam siklus kali ini lebih banyak dibandingkan saat kejatuhan aset kripto pada 2022.

“Beberapa investor pindah ke emas karena mereka masih ingin bertahan di jalur uang keras,” tulis Natalie Brunell, sembari mengingatkan agar tidak membingungkan pergerakan harga karena ketakutan dengan hilangnya alasan jangka panjang bagi Bitcoin.

Di sisi lain, beberapa ahli strategi tetap optimistis terhadap emas dalam jangka panjang, dengan Deutsche Bank dikabarkan masih mempertahankan proyeksi harga emas di US$6.000 walau harga sedang melemah.

JUST IN: Deutsche Bank sticks with gold forecast at $6,000 amid slump. pic.twitter.com/0GhPYkWbiL

— Whale Insider (@WhaleInsider) February 2, 2026

Kondisi ini memperjelas perbedaan antara tekanan likuidasi jangka pendek dan narasi lindung nilai moneter jangka panjang.

Beberapa lainnya melihat kemiripan sejarah, dengan analis Zev membandingkan pola reli dan koreksi emas saat ini dengan puncak tahun 1980. Berdasarkan itu, dia memperingatkan bahwa risiko terbesar mungkin bukan kejatuhan total, melainkan masa stagnasi panjang setelah kenaikan parabolik.

“Safe haven ≠ beli di harga berapa saja,” ingat dia.

Sementara itu, dalam wawancara terbaru, Tom Lee dari Fundstrat menilai kinerja buruk aset kripto dibandingkan emas akhir-akhir ini disebabkan peristiwa deleveraging besar-besaran Oktober lalu yang merusak struktur pasar aset kripto.

Sambil menegaskan kembali tesis “emas digital” untuk Bitcoin, Lee memperingatkan bahwa jalur adopsi akan tetap volatil, dengan tahun 2026 yang nampaknya menjadi ujian utama.

Chart of the Day

Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin
Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin | Sumber: Top Assets by Market Capitalization

Byte-Sized Alpha

Berikut ringkasan berita aset kripto di Amerika Serikat yang bisa Anda cermati hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 30 JanuariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$149,71US$139,47 (-6,84%)
Coinbase (COIN)US$194,74US$187,89 (-3,52%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,26US$27,03 (-4,35%)
MARA Holdings (MARA)US$9,50US$9,04 (-4,84%)
Riot Platforms (RIOT)US$15,47US$14,79 (-4,40%)
Core Scientific (CORZ)US$17,99US$17,92 (-0,39%)
Lomba pembukaan pasar saham kripto: Google Finance

Binance Suntik US$100 Juta Bitcoin di Tengah Kemerosotan Pasar

2 February 2026 at 12:21

Binance telah melakukan pembelian Bitcoin pertama dalam rencana konversi SAFU senilai US$1 miliar yang baru diumumkan, dengan mengakuisisi 1.315 BTC senilai sekitar US$100,7 juta.

Pembelian ini terjadi hanya beberapa hari setelah SAFU fund dialihkan menjadi cadangan Bitcoin, di saat pasar menghadapi tekanan jual yang cukup tinggi.

Binance Lakukan Langkah US$100 Juta yang Nampaknya Mirip Intervensi Bank Sentral

Pada 2 Februari, data on-chain mengonfirmasi bahwa alamat Binance SAFU Fund menerima 1.315 BTC senilai US$100,7 juta.

Binance Membeli 1.315 BTC
Binance Membeli 1.315 BTC | Sumber: Arkham Data

Ini menjadi pembelian pertama dalam rencana exchange untuk mengonversi Secure Asset Fund for Users dari stablecoin ke Bitcoin selama periode 30 hari.

Binance kemudian mengonfirmasi transaksi tersebut, dengan menyatakan bahwa US$100 juta dalam bentuk stablecoin telah dikonversi dan akan ada pembelian BTC lebih lanjut hingga target US$1 miliar tercapai.

#Binance SAFU Fund Asset Conversion progress update.

Binance has completed the first batch of Bitcoin conversion for the SAFU Fund, amounting to 100M USD stablecoins.

Our SAFU BTC address:
1BAuq7Vho2CEkVkUxbfU26LhwQjbCmWQkD

TXID: https://t.co/OdrvSINsRs

We’re continuing to… pic.twitter.com/Ue47ayJfbS

— Binance (@binance) February 2, 2026

Walaupun Binance tidak secara langsung menyebut langkah ini sebagai intervensi pasar, tetapi waktunya memang cukup signifikan. Ini terjadi saat harga Bitcoin masih dalam ketidakpastian, diperdagangkan di bawah level psikologis US$80.000.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

“Saya selalu heran, mereka yang paling banyak rugi jika Bitcoin jatuh (garis US$80.000) tidak berusaha mempertahankannya di akhir pekan,” ujar Jim Cramer, host acara Mad Money di CNBC, mengomentari.

Memang, Bitcoin mengalami akhir pekan yang sangat berat, memperlihatkan perbedaan besar di pasar antara peluang dan juga kerentanan struktural.

Melihat kondisi ini, beberapa analis membandingkan konversi SAFU seperti intervensi bank sentral di TradFi. Hal ini biasanya terjadi di dunia finansial tradisional, dimana institusi menggunakan cadangannya untuk menjaga kepercayaan pasar di masa krisis.

Beberapa contoh serupa di masa lalu antara lain:

Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan
Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan

Struktur ini pun memunculkan spekulasi bahwa Binance benar-benar berkomitmen untuk tetap membeli di harga bawah.

“Pengumuman terbaru Binance menegaskan mereka sudah membeli Bitcoin senilai US$100 juta dari pasar, dan masih ada US$900 juta yang akan dibelanjakan,” jelas analis AB Kuai Dong, menuturkan.

Ia menambahkan aturan penyeimbangan ulang fund ini bisa memperkuat dampaknya. Jika harga Bitcoin jatuh cukup dalam hingga nilai SAFU turun di bawah batas minimalnya, Binance wajib membeli BTC tambahan untuk mengembalikan nilai fund tersebut.

Backstop Bitcoin yang Lunak Muncul saat Binance, Saylor, dan Whale Terus Akumulasi

Berdasarkan kerangka SAFU, fund ini selalu diawasi secara berkala. Jika penurunan harga Bitcoin menyebabkan nilainya turun melampaui batas yang sudah ditentukan, Binance harus menambah dana ke fund tersebut. Dinamika ini bisa berperan sebagai penyangga lemah pada periode volatilitas tinggi.

Sinyal on-chain mengindikasikan Binance mungkin tengah bersiap melakukan akumulasi lebih lanjut. Sebelumnya di hari yang sama, alamat SAFU mulai melakukan transaksi otorisasi untuk menambah alamat penerima baru ke whitelist.

On-chain data shows that at 07:13 (UTC) today, the Binance SAFU Fund address initiated an authorization transaction to add two new addresses to its “approved recipient whitelist,” possibly in preparation for increasing its Bitcoin holdings. Previously, Binance converted $1…

— Wu Blockchain (@WuBlockchain) February 2, 2026

Langkah ini biasanya menjadi persiapan operasional untuk transfer aset tambahan.

Pembelian ini juga berlangsung di tengah munculnya sinyal kepercayaan baru dari para holder besar Bitcoin lainnya. Sehari sebelumnya, Executive Chair Strategy Michael Saylor mengunggah pesan misterius “More Orange” di X (Twitter), yang secara luas diartikan sebagai kode bahwa akan ada akuisisi Bitcoin berikutnya.

More Orange. pic.twitter.com/b5iYIMARJX

— Michael Saylor (@saylor) February 1, 2026

Unggahan itu muncul meski harga saham MicroStrategy baru saja turun tajam di beberapa sesi terakhir dan harga Bitcoin sempat menyentuh rata-rata harga beli perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini memperkuat narasi bahwa para pemain bermodal besar sedang berupaya menstabilkan pasar secara organik, bukan melalui aksi terkoordinasi.

Selain pengumuman individu, tren on-chain yang lebih luas menunjukkan bahwa holder besar mungkin sudah mulai turun tangan. Data dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa whale tetap melakukan akumulasi selama penurunan harga baru-baru ini.

Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun
Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun | Sumber: CryptoQuant

Apakah dukungan yang mulai muncul ini bisa berubah menjadi lantai harga yang kuat di dekat US$75.000?

Performa Harga Bitcoin
Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Meski begitu, dengan konversi SAFU senilai US$900 juta yang belum dieksekusi, Binance telah menempatkan dirinya sebagai salah satu sumber permintaan Bitcoin struktural paling signifikan dalam waktu dekat.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah agresif Binance memborong Bitcoin di tengah penurunan pasar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Sanksi AS Terhadap Exchange Kripto Inggris di Tengah Masalah Terkait Iran

1 February 2026 at 21:14

Departemen Keuangan AS mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan memasukkan dua exchange aset kripto yang terdaftar di Inggris ke daftar hitam karena memproses dana yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran.

Ini adalah pertama kalinya seluruh platform aset digital dikenakan sanksi berdasarkan aturan keuangan khusus Iran.

Sejarah Baru: Seluruh Crypto Exchange Dikenai Sanksi karena Kaitan dengan IRGC Iran

Pada 30 Januari 2026, Office of Foreign Assets Control (OFAC) menunjuk Zedcex Exchange Ltd. dan Zedxion Exchange Ltd., dengan alasan peran mereka dalam memfasilitasi hampir US$1 miliar transaksi yang berhubungan dengan IRGC, sebagian besar menggunakan Tether (USDT) di jaringan Tron.

Sejak terdaftar pada Agustus 2022, Zedcex sendiri telah memproses lebih dari US$94 miliar total transaksi, menunjukkan besarnya operasi exchange tersebut.

Dilaporkan, exchange ini terkait dengan Babak Morteza Zanjani, seorang pengusaha Iran yang sebelumnya dihukum karena menggelapkan miliaran dari Perusahaan Minyak Nasional Iran.

Pejabat Treasury menuduh bahwa setelah hukuman mati Zanjani diubah pada 2024, dia kembali melakukan aktivitas keuangan untuk mencuci dana bagi rezim Iran serta mendukung proyek-proyek terkait IRGC.

“Treasury akan terus menargetkan jaringan Iran dan elit korup yang memperkaya diri mereka sendiri dengan merugikan rakyat Iran,” ujar Menteri Keuangan Scott Bessent. “Ini termasuk usaha rezim untuk memanfaatkan aset digital demi menghindari sanksi serta membiayai operasi siber kriminal.”

Sanksi ini merupakan bagian dari penindakan terhadap pejabat dan jaringan Iran yang dituduh keras menekan para demonstran. Tokoh-tokoh senior yang jadi target termasuk Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni Kalagari serta beberapa komandan IRGC.

Perkiraan independen menyebutkan hingga 30.000 demonstran meninggal selama penindasan baru-baru ini. Pihak berwenang dilaporkan menggunakan pemakaman massal dan jaringan medis rahasia untuk menyembunyikan korban jiwa.

Aset Kripto untuk Hindari Sanksi: AS Menargetkan Seluruh Exchange dan Jaringan yang Didukung Negara

Tindakan Departemen Keuangan AS ini menyoroti makin maraknya penggunaan kripto untuk menghindari sanksi dan membiayai kegiatan ilegal.

Today, as the people of Iran bravely take to the streets to demand basic freedoms and economic security, Treasury’s Office of Foreign Assets Control (OFAC) is taking action against the architects of the Iranian regime’s brutal crackdown on peaceful demonstrators, as well as the…

— Treasury Department (@USTreasury) January 15, 2026

Elliptic melaporkan Bank Sentral Iran telah memperoleh lebih dari US$507 juta dalam bentuk USDT pada 2025. Mereka menggunakan stablecoin ini untuk menstabilkan nilai rial yang anjlok serta menjaga perdagangan luar negeri, sehingga bisa menghindari pembatasan perbankan tradisional.

The Washington Post, mengutip firma intelijen blockchain TRM Labs, mengamati lebih dari setengah volume transaksi exchange di 2023 terhubung dengan entitas yang terkait IRGC. Ini menunjukkan bagaimana aktor yang didukung negara makin sering memanfaatkan aset digital.

Selain membekukan seluruh aset yang dimiliki pihak yang terkena sanksi di AS, aturan ini juga melarang warga Amerika melakukan bisnis dengan Zedcex, Zedxion, Zanjani, maupun individu dan entitas yang sudah ditetapkan lainnya.

Penalti perdata dan pidana untuk pelanggaran sangat berat, yang menggambarkan komitmen AS untuk menghalangi pendanaan ilegal di ruang aset kripto.

Sanksi ini juga menjadi penanda perubahan bersejarah dalam strategi penegakan. Kini, bukan hanya wallet atau transaksi individual yang jadi sasaran, tetapi otoritas AS mulai menjatuhkan sanksi pada seluruh platform kripto demi mendisrupsi jaringan keuangan sistemik yang dipakai untuk menghindari sanksi serta pendanaan teror.

Dengan lebih dari 875 individu, kapal, dan pesawat Iran yang sudah terkena sanksi di 2025 karena aktivitas destabilizing, langkah terbaru OFAC ini menunjukkan makin kompleksnya hubungan antara aset digital dan kebijakan keamanan global.

Karena kripto terus terintegrasi ke sistem keuangan internasional, otoritas memperluas pengawasannya, menegaskan bahwa exchange yang beroperasi di luar yurisdiksi tradisional tidak lagi bisa merasa kebal jika mereka memfasilitasi aliran dana ilegal untuk negara atau entitas yang terkena sanksi.

Reli Bitcoin Tunjukkan Perpecahan Pasar yang Dalam: Peluang atau Kerentanan Struktural?

1 February 2026 at 20:35

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini telah memperlihatkan ketegangan yang semakin besar di pasar aset kripto, mempertemukan investor berpengalaman “buy the dip” dengan bukti-bukti kerentanan struktural yang terus meningkat.

Ketika aset digital ini turun bersamaan dengan pergerakan risk-off yang meluas di pasar global, para analis memberikan interpretasi yang sangat berbeda tentang penurunan ini dan dampaknya bagi investor.

Aksi Jual Bitcoin Mengungkap Pertarungan yang Semakin Dalam antara Pembeli Berkeyakinan dan Kelemahan Pasar Struktural

Bagi Robert Kiyosaki, seorang “Bitcoin bull” dan penulis kenamaan, penurunan harga ini merupakan kesempatan langka untuk membeli. Ia membandingkan perilaku pasar dengan penjualan ritel, seraya menjelaskan bahwa banyak orang justru berbondong-bondong membeli barang diskon di toko, tapi investor sering panik ketika terjadi aksi jual aset di pasar keuangan.

“Pasar emas, perak, dan Bitcoin baru saja anjlok… Saya sedang menunggu dengan uang tunai di tangan untuk mulai membeli lebih banyak,” ujar Kiyosaki , sembari menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai kesempatan masuk dengan diskon untuk akumulasi jangka panjang.

Namun, beberapa pakar lain justru meminta untuk tetap waspada. CEO CryptoQuant Ki Young Ju menyoroti kurangnya arus modal segar dan Realized Cap yang stagnan—yakni metrik yang melacak nilai koin di harga terakhir saat berpindah tangan—sebagai sinyal bahwa aksi jual ini lebih mengindikasikan aksi ambil untung daripada pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.

“Bitcoin turun karena tekanan jual yang masih bertahan. Ketika market cap turun dalam kondisi ini, itu bukan bull market,” terang dia , sembari menjelaskan bahwa meski crash drastis seperti siklus sebelumnya nampaknya tidak akan terjadi, posisi bottom pasar masih belum pasti.

Kelemahan di Bitcoin juga merupakan bagian dari koreksi lintas kelas aset yang lebih luas. Ahli strategi makro dari Bull Theory menggambarkan penurunan ini sebagai reaksi berantai secara berurutan, diawali dari saham berkapitalisasi kecil dan dolar AS, lalu merembet ke saham, logam mulia, dan akhirnya juga ke pasar aset kripto yang sangat banyak menggunakan leverage.

“Ini bukan kejadian acak. Ini reaksi berantai: small caps, dolar, ekuitas, logam, kripto,” komentar pihak Bull Theory , sekaligus menyoroti keterkaitan pasar global yang sangat erat.

Model Kuantitatif Soroti Kondisi Undervalued Bitcoin di Tengah Risiko Struktural Pasar

Meski ada indikator bearish seperti ini, beberapa analisis kuantitatif justru menilai Bitcoin masih undervalued secara historis.

Model power-law terbaru menunjukkan bahwa BTC saat ini diperdagangkan sekitar 35% di bawah tren 15 tahunnya, sehingga masuk ke zona “oversold” yang secara historis sering diikuti oleh pembalikan tajam ke rata-rata.

Menurut model ini, Bitcoin berpotensi rebound ke US$113.000 pada pertengahan 2026 dan bahkan melewati US$160.000 di awal 2027, dengan proyeksi potensi imbal hasil di 12 bulan ke depan bisa melampaui 100%.

Namun, aksi jual kali ini juga memperlihatkan pelajaran struktural yang mendasar. Analis JA Maartun menegaskan bahwa pasar secara konsisten selalu menguji tingkat konsentrasi dan keyakinan.

Ketika pergerakan harga sangat bergantung pada aksi beli konsisten oleh segelintir pelaku, perlambatan apa pun bakal mengungkap kelemahan yang ada.

Kejadian masa lalu, mulai dari Terra/LUNA hingga kepemilikan Bitcoin MicroStrategy, menunjukkan bahwa ketergantungan pada arus modal terpusat bisa memperbesar volatilitas ketika arus tersebut mulai terhenti.

Seiring Bitcoin mencari stabilitas, pasar saat ini seperti terjepit di antara dua kekuatan: investor dengan keyakinan kuat yang memanfaatkan harga diskon dan tekanan struktural akibat minimnya modal baru serta posisi leverage yang ada.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$76.819, turun sebesar 0,34% dalam 24 jam terakhir.

Justin Sun Diterpa Klaim Manipulasi Pasar Eksplosif saat Diduga Mantan Pacar Berikan Bukti ke SEC

1 February 2026 at 18:19

Pendiri Tron, Justin Sun, kembali mendapat sorotan setelah seorang wanita yang mengaku mantan pacarnya secara terbuka menuduhnya melakukan manipulasi pasar besar-besaran pada masa awal TRX.

Diduga, eksekutif aset kripto kontroversial ini memakai banyak akun Binance untuk mengerek harga TRX sebelum melakukan dump token ke investor ritel.

Justin Sun Dituduh Gunakan Akun Binance untuk Manipulasi TRX

Wanita penuduh, yang memperkenalkan dirinya sebagai Ten Ten (Zeng Ying), menyatakan bahwa dirinya pernah menjalin hubungan asmara dengan Sun saat peluncuran TRON dan masa pertumbuhan awalnya.

Ia menuduh Justin Sun menyuruh sejumlah karyawan yang berbasis di Beijing agar menggunakan identitas dan ponsel pribadi mereka untuk mendaftar banyak akun Binance. Akun tersebut kemudian dipakai untuk aksi trading terkoordinasi.

Diduga, akun-akun ini melakukan pembelian agresif untuk secara artifisial mendorong harga dan kapitalisasi pasar TRX pada akhir 2017 dan awal 2018.

Setelah itu terjadi aksi jual dalam skala besar, yang diduga mengakibatkan dump token ke investor ritel dan menghasilkan apa yang ia sebut sebagai “keuntungan ilegal yang sangat besar”.

“Saya memegang bukti yang menunjukkan bahwa ia menggunakan identitas dan ponsel dari banyak karyawan untuk mendaftar banyak akun Binance,” tulisnya.

Ten Ten mengaku memiliki rekaman percakapan WeChat, kesaksian orang dalam dari karyawan, serta dokumen lain. Ia tekankan bahwa yang sudah dipublikasikan selama ini “hanya sebagian kecil saja” dari semua bukti yang ada.

Selain itu, ia menyampaikan kesediaannya bekerja sama penuh jika SEC AS melakukan penyelidikan. Ia juga menyerukan agar pihak berwenang segera menghubunginya.

Sudah Ada Preseden meski Klaim Ten Ten Belum Terverifikasi

Kendati klaim tersebut belum terverifikasi, tuduhan itu mirip sekali dengan gugatan dari SEC sebelumnya. Pada Maret 2023, regulator ini telah menggugat Sun, Tron Foundation Limited, BitTorrent Foundation Ltd., dan Rainberry Inc. (dulunya BitTorrent) secara perdata.

Regulator sekuritas menuduh mereka menawarkan dan menjual TRX serta BitTorrent Token (BTT) secara ilegal tanpa pendaftaran, serta melakukan manipulasi pasar dalam skala besar.

Pada gugatan itu, SEC menuduh Sun melakukan wash trading. Dilaporkan, ia melakukan lebih dari 600.000 transaksi antara April 2018 hingga Februari 2019. Sun disebut memakai akun yang dikendalikan atau nama pinjaman untuk menciptakan volume trading dan stabilitas harga buatan tanpa ada perubahan kepemilikan riil.

Badan tersebut juga menuding Sun mengatur promosi selebritas berbayar tanpa mengungkapkan sponsornya demi mendongkrak hype token. SEC mengatakan, skema ini menghasilkan sekitar US$31 juta keuntungan ilegal.

Kasus terdahulu ini memang tidak secara spesifik menyinggung identitas karyawan atau akun Binance. Tapi, inti tuduhannya sejalan dengan pengakuan Ten Ten terkait aktivitas trading TRX pada periode awal, yaitu:

  • Trading terkoordinasi
  • Inflasi volume secara artifisial, dan
  • Pengambilan keuntungan oleh orang dalam

Kasus SEC ini ditunda pada Februari 2025. Penundaan itu terjadi tak lama setelah muncul kabar Sun menginvestasikan jutaan dolar ke proyek aset kripto yang terkait keluarga Trump, termasuk World Liberty Financial, yang diduga memberi manfaat sekitar US$50 juta pada Donald Trump.

Penundaan yang berlanjut hingga kini menuai kritik dari anggota Kongres AS Maxine Waters, Sean Casten, dan Brad Sherman pada pertengahan Januari 2026.

Dalam surat pada Ketua SEC Paul Atkins, para legislator itu mempertanyakan sikap SEC yang seolah-olah mundur dari penegakan hukum di ranah aset kripto. Mereka menyebut berbagai kasus yang dihentikan atau ditunda, seperti terhadap Sun, Binance, Coinbase, dan Kraken, serta memperingatkan potensi adanya dinamika “bayar untuk main” yang terkait pengaruh politik.

“Permintaan SEC untuk menunda litigasi Sun, serta langkah selanjutnya untuk menyelesaikannya, bisa saja dipengaruhi secara tak wajar oleh hubungan Sun dengan keluarga Trump, termasuk kontribusi finansial besar ke bisnis mereka,” tulis mereka.

Pada pernyataannya, Ten Ten menyampaikan bahwa keputusannya untuk berbicara didorong oleh alasan pribadi sekaligus moral. Dia mengungkapkan antara lain:

  • Menyaksikan dugaan eksploitasi investor ritel
  • Pencucian uang, dan
  • Pemanfaatan kekayaan demi membangun pujian dan perlindungan politik.

The reason I exposed him is that I devoted my own future to his career. The man who once promised to marry me later, at a recent public event, openly boasted to CZ that he was dating a well-known athlete. Subsequently, at a private dinner with prominent figures from the Chinese…

— 曾颖 (@tenten19901107) February 1, 2026

Dia juga secara terbuka meminta Donald Trump dan Eric Trump untuk menjauhkan diri dari Sun, mempertanyakan integritas hukum di AS jika hubungan tersebut tetap terjadi. Ia mengatakan dirinya menyimpan bukti dengan aman dan merasa khawatir terhadap keselamatan pribadi.

Sun belum menanggapi substansi tuduhan ini. Satu-satunya respons publik darinya adalah unggahan singkat di X, “Ignore the FUD and keep building & holding.”

Ignore the FUD and keep building & holding

— H.E. Justin Sun 👨‍🚀 🌞 (@justinsuntron) February 1, 2026

Baik Binance maupun SEC belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan baru ini per 1 Februari 2026.

Kita tidak bisa menutup mata bahwa tuduhan dari mantan pasangan perlu diwaspadai karena bisa mengandung bias pribadi.

Meskipun begitu, detail yang diungkapkan, kesesuaian dengan temuan SEC sebelumnya, serta kemunculannya di tengah sorotan politik dan regulasi yang lebih luas membuat tuduhan ini punya bobot lebih dari sekadar drama media sosial.

Jika terbukti, tuduhan tersebut bisa semakin meningkatkan desakan untuk meneliti ulang praktik perdagangan awal TRON, konsistensi penegakan hukum, dan juga peran pengaruh pada persimpangan ranah aset kripto, politik, dan regulasi.

Performa Harga TRON (TRX)
Performa Harga TRON (TRX) | Sumber: BeInCrypto

Token TRX milik TRON diperdagangkan di harga US$0,2843 pada waktu publikasi, turun tipis sebesar 0,5% dalam 24 jam terakhir.

BitMine Kehilangan US$6 Miliar: Apakah Taruhan Supercycle Ethereum Tom Lee Kini Jadi Malapetaka?

31 January 2026 at 21:33

Saat harga Ethereum (ETH) anjlok akibat aksi jual besar-besaran, hanya sedikit nama yang menarik perhatian sebesar BitMine Immersion Technologies (BMNR), perusahaan publik yang dipimpin oleh Tom Lee dari Fundstrat.

Pernah menjadi perusahaan perangkat keras crypto-mining yang sederhana, BitMine merombak dirinya menjadi pemegang Ethereum korporat terbesar, mengumpulkan sekitar 4,24 juta ETH, atau sekitar 3,5% dari total suplai.

Luka US$6 Miliar BitMine Bikin Treasury ETH Tom Lee di Ambang Kehancuran

Dengan harga ETH yang kini diperdagangkan di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir dan media sosial ramai membahas potensi kerugian belum terealisasi sebesar US$5–7 miliar, hanya satu pertanyaan yang menguasai Twitter kripto: apa yang benar-benar akan terjadi jika BitMine menjual Ethereum-nya sekarang?

Jawaban singkatnya: ini kemungkinan bakal jadi salah satu peristiwa likuidasi paling mengacaukan dalam sejarah Ethereum.

Performa Harga Ethereum (ETH)
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView

Penjualan yang Pasar Tidak Siap Menyerap

Pada harga saat ini di US$2.408, tumpukan ETH milik BitMine nilainya sekitar US$10,2 miliar, turun drastis dari estimasi investasi sekitar US$15,6 miliar di harga rata-rata masuk mendekati US$3.600–US$3.900.

Menjual seluruh posisi tersebut berarti melepas lebih dari 4 juta ETH ke pasar yang biasanya memperdagangkan puluhan miliar dolar per hari, tapi terbagi ke ribuan pelaku pasar, bukan satu penjual saja.

Walaupun dilakukan secara bertahap, volume sebesar ini akan membanjiri order book. Para analis menyoroti aksi likuidasi whale di masa lalu yang jauh lebih kecil saja sudah bisa menyebabkan harga anjlok 10–30% hanya dalam hitungan jam.

Dalam kasus BitMine, bila terpaksa harus menjual, ETH berpotensi koreksi hingga 20–40% lagi, sehingga kerugian di atas kertas saat ini menjadi kerugian nyata.

Alih-alih membawa pulang US$10 miliar, BitMine mungkin hanya mendapat US$5–7 miliar setelah slippage, menurut estimasi kedalaman pasar, yang berarti mengunci kerugian beberapa miliar dolar.

BREAKING: Tom Lee’s Bitmine $ETH portfolio is now down over $5.5 billion; bankruptcy now expected. pic.twitter.com/6GmroQG26O

— Jacob King (@JacobKinge) January 31, 2026

Staking Membuatnya Lebih Lambat dan Rumit

Sekitar 2 juta ETH dari kepemilikan BitMine sudah di-stake, menghasilkan imbal hasil sekitar 2,8% per tahun melalui mekanisme staking Ethereum. Imbal hasil ini, yang nilainya ratusan juta per tahun dalam skala besar, akan hilang seketika bila keluar dari staking.

Lebih penting lagi, ETH yang di-stake tidak bisa langsung dijual. Antrian keluar di Ethereum bisa menunda penarikan selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu, artinya BitMine tidak bisa langsung melakukan dump semuanya sekaligus walau berniat demikian.

Antrian Validator Ethereum
Antrian Validator Ethereum | Sumber: Validator Queue

Ironisnya, penundaan tersebut mungkin dapat mencegah pasar dari kejatuhan mendadak, tapi justru memperpanjang ketidakpastian, dengan para trader berusaha mendahului kelebihan suplai yang diprediksi akan datang.

Dari Supercycle Kripto ke Tumpukan Uang Tunai

Secara strategis, penjualan ini akan menjadi langkah mundur total dari identitas inti BitMine. Perusahaan ini memosisikan dirinya sebagai saham supercycle Ethereum, bahkan berencana menghadirkan Validator Network Made-in-America (MAVAN) untuk peluncuran komersial pada 2026. Likuidasi ETH sepenuhnya berarti meninggalkan roadmap tersebut.

Tom Lee is a genius.

Bitmine is turning $ETH into the ultimate institutional reserve.

Already holding 1.5M $ETH, trading at 1.26x mNAV, and scaling toward billions.

The model: buy $ETH → stake → compound yield perpetually → accumulate more $ETH.

This machine grows reserves… pic.twitter.com/7WmY6ibdXq

— CryptoGoos (@cryptogoos) August 21, 2025

Setelah penjualan, BitMine akan berubah menjadi perusahaan dengan cadangan kas besar: likuiditas beberapa miliar dolar, eksposur Bitcoin sedikit (sekitar 193 BTC), dan hanya sejumlah kecil investasi non-kripto, seperti Beast Industries.

Fluktuasi akan turun, tetapi potensi keuntungan juga mengecil. Setiap rebound ETH, yang oleh Lee masih dipandang tak terhindarkan dalam jangka panjang, akan luput dari tangan mereka.

Saham, Pajak, dan Dampak pada Reputasi

Bagi para pemegang saham, situasi ini bisa sangat memberatkan. Saham BMNR sudah turun tajam mengikuti penurunan ETH, dan bila terjadi capitulation, pasar mungkin menganggapnya sebagai bentuk menyerah.

Performa Saham BitMine (BMNR)
Performa Saham BitMine (BMNR) | Sumber: Google Finance

Aksi jual berlanjut, atau bahkan ketakutan akan delisting, bisa jadi akan mengikuti, terlepas dari neraca perusahaan yang bebas utang.

🚨 BREAKING

TOM LEE’S BITMINE IS CURRENTLY SITTING ON A $6.9 BILLION LOSS ON ETHEREUM.

THEIR STOCK DUMPED 84% AND IS NOW AT RISK OF DELISTING AND FULL LIQUIDATION.

THE SCARY PART?

WE HAVEN’T EVEN ENTERED THE BEAR MARKET YET… pic.twitter.com/jfveZnPWmW

— 0xNobler (@CryptoNobler) January 31, 2026

Ada juga aspek pajak. Walaupun harga saat ini menunjukkan kerugian yang sudah terealisasi, pembelian di harga lebih rendah sebelumnya bisa saja tetap memicu keuntungan kena pajak, sehingga mengurangi hasil penjualan. Regulator juga mungkin akan mengawasi likuidasi sebesar ini untuk melihat potensi dampak ke pasar.

Pada akhirnya, ada juga faktor Tom Lee sendiri. Sedikit sekali analis yang lebih bullish secara terbuka terhadap Ethereum dibanding Tom Lee. Jika ia menjual sekarang, maka hal itu akan langsung bertentangan dengan pandangannya yang sudah berjalan lama, sehingga muncul pertanyaan soal keyakinan versus pengelolaan risiko.

Secara teori, menjual akan menghentikan kerugian lebih lanjut. Namun, kenyataannya, langkah ini akan mewujudkan kerugian, membuat harga ETH anjlok, dan menghancurkan seluruh strategi BitMine. Karena itulah, walau ada banyak rumor di X (Twitter), BitMine sepertinya akan tetap membeli dan melakukan staking, bukan menjual.

Jadi, saat harga Ethereum, sama seperti Bitcoin, terus turun selama akhir pekan ini, likuidasi besar-besaran tetap menjadi pilihan paling ekstrem.

❌