Normal view

3 Alasan Mengapa Januari Bitcoin Merupakan Fase Konsolidasi yang Krusial

20 January 2026 at 09:15

Fase konsolidasi Bitcoin sering terasa tidak nyaman bagi trader. Fase ini menguji kesabaran dan keyakinan. Tapi, periode ini juga bisa menciptakan peluang bagi investor yang mengikuti rencana manajemen modal dengan disiplin.

Beberapa sinyal menunjukkan Januari bisa menjadi bulan saat Bitcoin memasuki fase konsolidasi krusial sebelum pemulihan harga.

3 Sinyal Tunjukkan Januari Bisa Jadi Saat Bitcoin Membentuk Local Bottom

Berdasarkan data teknikal, on-chain, dan exchange, para analis percaya sinyal positif untuk pemulihan jangka panjang sudah mulai muncul.

Pertama, data teknikal menunjukkan Bitcoin sedang mendekati zona DCA optimal berdasarkan moving average (MA).

Menurut platform analitik on-chain Alphractal, zona akumulasi jangka panjang yang ideal biasanya terbentuk saat harga BTC turun di bawah semua moving average harian, mulai dari siklus 7 hari hingga 720 hari. Kondisi ini menciptakan “zona aman” di mana harga dianggap undervalued terhadap tren jangka panjangnya.

Saat ini, Bitcoin sudah turun di bawah sebagian besar moving average-nya sejak November lalu. Hanya MA720 yang masih bertahan. Level ini berada di kisaran US$86.000.

“Bitcoin sedang sangat dekat dengan salah satu zona terbaik untuk menerapkan strategi DCA. Secara historis, zona ini sangat baik untuk akumulasi jangka panjang. Agar itu terjadi, BTC harus turun di bawah US$86.000,” komentar Alphractal .

Bitcoin Dynamic MA & Price. Source: Alphractal
Bitcoin Dynamic MA & Harga | Sumber: Alphractal

Bitcoin turun di bawah US$86.000 belum tentu langsung menjadi titik terendah, tapi data historis menunjukkan periode BTC menembus MA7 sampai MA720 biasanya berlangsung beberapa bulan.

Kedua, data on-chain memperlihatkan pertumbuhan jaringan Bitcoin berada di titik terendah selama beberapa tahun terakhir. Meski terlihat negatif, pola historis justru menunjukkan hal ini sering menjadi awal fase pemulihan.

Menurut Swissblock, sebuah dana investasi sekaligus penyedia informasi pasar, lemahnya aktivitas jaringan dan likuiditas rendah mengindikasikan Bitcoin sedang berada di fase akumulasi atau konsolidasi sebelum pergerakan besar selanjutnya.

“Pertumbuhan jaringan sudah menyentuh titik terendah sejak 2022, sementara likuiditas terus berkurang. Pada 2022, level jaringan seperti ini memicu fase konsolidasi BTC saat pertumbuhan jaringan mulai membaik, walaupun likuiditas masih lemah dan mendekati dasar,” papar Swissblock.

Bitcoin Network Growth vs Liquidity. Source: Swissblock
Pertumbuhan Jaringan Bitcoin vs Likuiditas | Sumber: Swissblock

Swissblock juga menyebutkan bahwa masih diperlukan tanda-tanda adopsi baru di jaringan. Jika skenario ini terjadi, reli seperti tahun 2022 bisa mendorong Bitcoin menyentuh all-time high baru tahun ini.

Ketiga, data exchange memperlihatkan tekanan jual dari para whale turun drastis dalam satu bulan terakhir. Perubahan ini menciptakan lingkungan yang lebih mendukung untuk konsolidasi harga dan pemulihan selanjutnya.

Binance Whale to Exchange Flow. Source: CryptoQuant.
Arus Whale ke Exchange Binance | Sumber: CryptoQuant.

Penurunan Tekanan Jual dari Whale

Berdasarkan data CryptoQuant , arus BTC dari whale ke exchange turun sangat tajam, terutama di Binance.

Secara khusus, pasokan BTC masuk dari transaksi besar yang berkisar antara 100 sampai lebih dari 10.000 BTC telah turun dari hampir US$8 miliar per bulan pada akhir November 2025 menjadi sekitar US$2,74 miliar saat ini. Perubahan perilaku ini sangat mengurangi tekanan suplai di sisi penjual. Hal ini mendukung stabilitas harga serta memperkuat potensi pemulihan.

Kombinasi sinyal teknikal (harga diperdagangkan di bawah moving average utama), data on-chain (pertumbuhan jaringan rendah), dan metrik exchange (penurunan tekanan jual whale) mengindikasikan Bitcoin sedang memasuki fase konsolidasi yang ideal untuk membentuk titik terendah lokal.

Meski begitu, data di atas belum cukup untuk menentukan harga dasar secara pasti. Selain itu, beberapa ketidakpastian eksternal masih belum terhitung. Hal ini termasuk potensi kembalinya tekanan tarif di tengah ketegangan geopolitik dan dampak pasar akibat pergantian kepemimpinan Federal Reserve yang akan datang.

Bagaimana pendapat Anda tentang fase konsolidasi Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin yang Bisa Picu Likuidasi Besar di Pekan Ketiga Januari

19 January 2026 at 20:00

Pada awal minggu ketiga Januari, total likuidasi di seluruh pasar mencapai hampir US$900 juta. Volatilitas negatif yang dipicu oleh dampak tarif Trump terhadap Uni Eropa menyebabkan lonjakan ini. Angka ini bisa terus bertambah karena beberapa altcoin menunjukkan tanda peringatan.

XRP, Axie Infinity (AXS), dan Dusk (DUSK) menarik modal serta leverage minggu ini karena alasan berbeda. Akan tetapi, aset kripto ini bisa menjadi jebakan bagi investor yang tidak punya rencana manajemen risiko yang ketat.

1. XRP

Pada 19 Januari, harga XRP turun ke US$1,85 sebelum kembali naik ke US$1,95. Penurunan ini menghapus sebagian besar upaya pemulihan sejak awal tahun.

Trader jangka pendek nampaknya semakin bearish. Banyak yang bertaruh harga akan turun lebih dalam. Peta likuidasi 7 hari menunjukkan potensi likuidasi Short lebih besar daripada posisi Long.

XRP Exchange Liquidation Map. Source: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange XRP | Sumber: Coinglass

Data likuidasi mengungkapkan bahwa jika XRP rebound ke US$2,29 minggu ini, posisi Short berpotensi terkena likuidasi lebih dari US$600 juta.

Skenario ini dapat terjadi jika kekhawatiran terkait tarif baru Trump cepat mereda. Permintaan beli yang kuat di kisaran US$1,8 juga akan mendukung peluang rebound.

Metode kunci lainnya adalah rata-rata ukuran pesanan spot XRP. Data CryptoQuant menunjukkan bahwa ketika harga XRP di bawah US$2,4, pesanan besar dari whale sering muncul. Pola ini mencerminkan permintaan whale yang kuat di harga lebih rendah.

XRP Spot Average Order Size. Source: CryptoQuant.
Rata-rata Ukuran Pesanan Spot XRP | Sumber: CryptoQuant.

“Minat whale berada di level tertinggi sejak 2026. Pesanan besar mendominasi pasar, menandakan ‘Smart Money’ bergerak lebih dulu untuk kenaikan selanjutnya,” komentar seorang analis dari CryptoQuant .

Jika akumulasi whale mampu mengalahkan rasa takut pasar sementara, XRP bisa pulih secara cepat. Langkah ini akan memaksa trader Short untuk likuidasi posisi.

2. Axie Infinity (AXS)

Axie Infinity (AXS) secara tak terduga kembali ke daftar top trending di minggu ketiga Januari. Token ini telah mencetak kenaikan lebih dari 120% sepanjang tahun ini.

Reli Januari ini didorong rencana pendiri Axie untuk mengonversi reward menjadi token utilitas baru bernama bAXS. Perubahan ini adalah bagian dari pembaruan tokenomics besar yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Peta likuidasi 7 hari untuk AXS menunjukkan potensi volume likuidasi sekitar US$12 juta. Akan tetapi, rentang harga yang dibutuhkan untuk melikuidasi posisi Long lebih sempit dibandingkan Short. Kondisi ini menggambarkan bahwa banyak trader masih berharap harga naik dalam waktu dekat.

AXS Exchange Liquidation Map. Source: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange AXS | Sumber: Coinglass

Di sisi lain, data menunjukkan reli AXS di bulan Januari bersamaan dengan lonjakan tajam setoran ke exchange. Rata-rata jumlah transaksi deposit selama 7 hari mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Axie Infinity Exchange Depositing Transactions. Source: CryptoQuant.
Transaksi Deposit Exchange Axie Infinity | Sumber: CryptoQuant.

Tren ini menandakan banyak investor berniat keluar saat harga pulih, sehingga tekanan jual bisa sewaktu-waktu muncul. Perkembangan seperti ini bisa jadi risiko besar untuk posisi Long.

3. Dusk (DUSK)

Dusk kini muncul sebagai sorotan baru di tengah meningkatnya minat pada koin privasi. Reli ini mencerminkan rotasi modal dari koin privasi kapitalisasi besar ke alternatif kapitalisasi kecil.

Meski harganya telah meningkat hampir enam kali lipat sejak awal tahun, DUSK sudah memicu likuidasi Short besar selama empat hari terakhir. Trader jangka pendek terus menambah modal serta leverage untuk bertaruh pada pergerakan bullish.

Peta Likuidasi DUSK di Exchange. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi DUSK di Exchange | Sumber: Coinglass

Peta likuidasi DUSK memperlihatkan bahwa potensi likuidasi Long sangat mendominasi. Jika harganya mengalami koreksi minggu ini, posisi Long akan menghadapi risiko besar.

Laporan terbaru BeInCrypto menyoroti peningkatan arus masuk DUSK ke exchange. Tren ini menggambarkan adanya tekanan jual untuk ambil untung. Selain itu, DUSK tengah reli di tengah kembalinya rasa takut di pasar akibat tarif baru dari Trump untuk Eropa. Faktor-faktor ini mengancam keberlanjutan tren naik.

Pada Oktober tahun lalu, harga DASH melonjak enam kali lipat setelah terjadi rotasi modal dari ZEC ke privacy coin berkapitalisasi kecil. Namun, harga DASH turun 60% pada minggu berikutnya. DUSK pun berisiko mengalami hal serupa.

Jika FOMO DUSK mereda dan harganya turun di bawah US$0,13, total likuidasi Long bisa mencapai US$12.000.000.

Ketiga altcoin ini mencerminkan harapan yang sangat berbeda, bahkan saling bertentangan, di antara trader jangka pendek. Kompleksitas ini muncul karena tekanan geopolitik bertabrakan dengan dinamika internal pasar. Tanpa strategi stop-loss yang disiplin, kerugian likuidasi bisa menimpa posisi Long maupun Short.

Investor Beralih ke DUSK setelah Ketinggalan Reli XMR dan DASH, tapi Data Mengindikasikan Peringatan

19 January 2026 at 05:42

Modal dari investor yang tertarik pada aset kripto privasi menampakkan perputaran ke altcoin berkapitalisasi pasar rendah. Pergeseran ini terjadi karena banyak pihak meyakini proyek-proyek bernilai miliaran US$ seperti XMR dan DASH sudah terlalu jenuh. Salah satu kandidat yang jadi sorotan yakni Dusk (DUSK).

Apa saja keunggulan yang membuat DUSK menarik bagi investor? Dan sinyal on-chain apa yang perlu diwaspadai? Artikel berikut akan mengulas kedua pertanyaan ini secara rinci.

Dusk (DUSK) Melawan Arah Pasar, Reli Lebih dari 4x di Januari

Pada 19 Januari, ketika Bitcoin turun hampir 3% ke bawah US$93.000 dan banyak altcoin lain anjlok 5–10%, DUSK justru melonjak 40% hingga menembus US$0,22. Angka ini jadi level tertinggi DUSK sejak Januari 2025.

DUSK Price Performance Over The Past Year. Source: BeInCrypto Price
Performa Harga DUSK Selama Satu Tahun Terakhir | Sumber: BeInCrypto Price

DUSK sudah naik lebih dari empat kali lipat sejak awal tahun ini. Data Arkham tentang volume transaksi DUSK di exchange terpusat (CEX) memperlihatkan volume perdagangan menembus US$1,4 miliar selama sepekan terakhir. Nilai ini jadi yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

DUSK Trading Volume on CEXs. Source: Arkham
Volume Perdagangan DUSK di Exchange Terpusat | Sumber: Arkham

Pada waktu publikasi, altcoin ini menempati Top 4 berdasarkan volume perdagangan 24 jam, hanya di bawah ZEC, XMR, dan DASH menurut CoinGecko. Lonjakan volume ini mengindikasikan tingginya minat ritel terhadap DUSK.

Dua Faktor Kunci yang Mendorong Reli Harga DUSK

Faktor pertama terletak pada nilai intrinsik DUSK. Kekuatan utamanya berasal dari teknologi enkripsi canggih. DUSK mengintegrasikan zero-knowledge proofs (ZK proofs) dan zk-SNARKs untuk menyembunyikan detail transaksi, tetapi tetap memungkinkan regulator untuk mengakses data yang diperlukan.

Sementara altcoin seperti XMR bisa menghadapi masalah hukum karena anonimitas penuh bahkan terhadap regulator, DUSK mengambil pendekatan berbeda. Jalur ini memang tidak sepenuhnya memuaskan para pendukung privasi ekstrem, tapi DUSK berupaya mencari titik tengah.

Investor Paxton menjelaskan bahwa bisnis membutuhkan privasi sedangkan regulator memerlukan transparansi. Dusk memposisikan dirinya di tengah-tengah.

“Private by default, accountable when required. DUSK shielded transfers hide sender and amount from the public, while the receiver can still verify—and cryptographically prove—who paid them. That missing piece makes privacy on Dusk much more travel-rule-friendly and compliant.” — Hein Dauven, CTO of the Dusk Foundation, ujar.

Faktor kedua berasal dari eksternal. Para investor semakin percaya bahwa privacy coin berkapitalisasi besar kini terbatas potensi keuntungannya setelah reli kuat. Karena itu, modal bergerak ke proyek privacy coin berkapitalisasi kecil. Kapitalisasi pasar DUSK saat ini sedikit di atas US$100 juta.

Data On-Chain Menandakan Risiko Potensial

Meski reli begitu kuat, kenaikan harga DUSK berisiko setelah naik empat kali lipat. Data arus keluar-masuk exchange on-chain dari Arkham mengingatkan adanya sinyal peringatan.

Dusk On-chain Exchange Flow. Source: Arkham
Arus DUSK di Exchange Secara On-chain | Sumber: Arkham

Data ini merefleksikan besarnya DUSK yang berpindah masuk maupun keluar exchange. Pada 16–17 Januari, arus masuk ke exchange melonjak hingga di atas 6 juta DUSK per hari. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama 30 hari terakhir. Data tersebut mengindikasikan investor awal kemungkinan sedang mengambil untung setelah reli terbaru.

Selain itu, perputaran modal ke altcoin berkapitalisasi rendah dalam satu narasi yang sama sering menandakan akhir siklus sudah mendekat. Jika dikombinasikan dengan kembalinya sentimen ketakutan di pekan ketiga Januari, tren ini bisa meningkatkan risiko bagi investor yang mengejar DUSK pada level harga sekarang.

Tiga Privacy Coin Mid-cap Alami Akumulasi Besar oleh Whale pada Januari

16 January 2026 at 10:45

Meski aset privasi terkemuka seperti Monero (XMR), Zcash (ZEC), dan Dash (DASH) sudah mencapai kapitalisasi pasar miliaran US dollar dan mencatatkan lonjakan harga yang kuat, aliran modal saat ini nampaknya mulai berpindah ke aset privasi dengan kapitalisasi lebih kecil.

Pada bulan Januari, aktivitas akumulasi mencolok terjadi pada beberapa altcoin dengan kapitalisasi menengah hingga rendah. Hal ini bisa menunjukkan posisi crypto whale yang bersiap menghadapi ekspektasi bahwa narasi aset privasi akan terus menarik modal pada tahun 2026.

1. Horizen (ZEN)

Horizen adalah protokol layer privasi yang dibangun di Base, yaitu jaringan layer-2 Ethereum.

Horizen bertujuan menghadirkan privasi dengan tetap taat regulasi. Protokol ini memungkinkan institusi, perusahaan, dan pengguna untuk melakukan transaksi serta perhitungan di on-chain secara rahasia, dapat diverifikasi, serta sesuai aturan hukum.

ZEN saat ini termasuk altcoin berkapitalisasi menengah, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$226 juta. Pada bulan Januari, harga ZEN naik lebih dari 50%. Walaupun sudah terjadi rebound, nilainya masih turun lebih dari 90% dibanding puncak tahun 2021.

Grayscale Investment ZEN Holdings
Kepemilikan ZEN oleh Grayscale Investment | Sumber: Coinglass

ZEN juga menjadi bagian dari produk investasi Grayscale melalui Grayscale Horizen Trust. Data CoinGlass memperlihatkan Grayscale meningkatkan akumulasi ZEN sejak akhir 2024. Saat ini, mereka memegang lebih dari 948.000 ZEN, atau setara dengan lebih dari 5% dari total suplai yang beredar.

Akumulasi berlanjut dari Grayscale, meskipun harga ZEN sudah anjlok lebih dari 70% sejak akhir 2024, menjadi sinyal keyakinan jangka panjang dari investor Grayscale. Sebelumnya, promosi Grayscale juga menjadi salah satu pendorong utama reli ZEC tahun lalu.

Beberapa investor yakin bahwa setelah reli Monero (XMR) dan Dash (DASH), Horizen (ZEN) bisa menjadi kandidat berikutnya.

“Kami sudah mengambil posisi besar di Horizen (ZEN). Altcoin ini tampak siap untuk pump agresif setelah XMR dan DASH mencatatkan kenaikan besar,” ujar The Whale Pod .

2. Railgun (RAIL)

RAILGUN merupakan sistem privasi dan keamanan on-chain yang dibangun langsung di berbagai blockchain, seperti Ethereum, BSC, Polygon, dan Arbitrum.

Railgun memanfaatkan kriptografi zero-knowledge (ZK) agar pengguna bisa bertransaksi dan menggunakan layanan decentralized finance (DeFi) secara anonim.

RAIL adalah token governance dari RAILGUN dan sekarang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$165 juta. Data Nansen menunjukkan dalam 30 hari terakhir, saldo RAIL di exchange turun lebih dari 5%. Sementara itu, saldo di wallet whale justru naik lebih dari 24%.

Saldo RAIL di Exchange | Sumber: Nansen

Sebuah laporan dari Messari, platform analitik on-chain, menjelaskan bahwa sepanjang 2025, Railgun memproses transaksi shielded dan unshielded senilai US$2 miliar. Aktivitas ini menghasilkan pendapatan sebesar US$5 juta.

Railgun Quant, peneliti di Messari, menyoroti bahwa dengan harga di bawah US$3, RAIL bisa jadi sedang undervalued. Harga token ini secara potensial dapat naik dua kali lipat dari level saat ini.

“Bahkan di harga US$3,10, RAIL masih diperdagangkan dengan diskon lebih dari 50% dari estimasi model valuasi RAILGUN saya di level dasar US$6,26,” terang Railgun Quant .

3. Decred (DCR)

Decred (DCR) adalah blockchain layer-1 yang menggunakan mekanisme konsensus hybrid Proof-of-Work (PoW) dan Proof-of-Stake (PoS). Jaringan ini juga mendukung transaksi yang menjaga privasi pengguna.

Saat ini, DCR memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$479 juta. Tren akumulasi tercermin dari meningkatnya persentase suplai yang di-stake sejak kuartal IV 2025.

Data Decred mencatat, sudah ada lebih dari 10 juta DCR yang di-stake atau lebih dari 62% dari total suplai. Angka ini menjadi rasio tertinggi sejak Maret 2025.

Partisipasi Stake Railgun | Sumber: Decred Charts

Di tengah meningkatnya minat terhadap privacy coin, Decred kini masuk dalam 5 besar privacy coin berdasarkan kapitalisasi pasar di CoinGecko. Para analis memperkirakan harganya bisa menembus level saat ini di US$27,6 dan bahkan berpotensi mencapai US$60.

“DCR baru saja breakout dari akumulasi! Pola inverse head & shoulders sudah terkonfirmasi. Ini menggeser pasar ke mode markup!” prediksi analis AltCryptoTalk .

Pakar masih memberi nilai tinggi pada narasi privacy coin hingga 2026. Privacy coin berkapitalisasi besar yang sudah bernilai miliaran dolar mungkin akan mendapat tekanan untuk realisasi cuan. Altcoin dengan kapitalisasi kecil punya risiko likuiditas yang lebih tinggi. Privacy coin berkapitalisasi menengah bisa menjadi pilihan seimbang dan berpotensi masuk ke dalam grup kapitalisasi pasar miliaran dolar.

Litecoin (LTC): Retail Nyerah, Tapi Whale Aktif Siapkan Posisi

15 January 2026 at 16:20

Holder Litecoin (LTC) masih belum melihat keuntungan di tahun 2026, karena harganya masih terbebani oleh aksi jual besar pada Oktober tahun lalu. Tapi, jika melihat gambaran trading secara luas, Litecoin menunjukan beberapa tanda yang mengindikasikan potensi pembalikan arah.

Sinyal positif yang mendukung teori pembalikan arah ini meliputi aktivitas trading whale yang konsisten serta minat baru terhadap Litecoin.

Dominasi Whale dan Akumulasi Strategis Sejak Kuartal 4 2024

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa Whale vs. Retail Delta LTC sebagian besar tetap positif mulai dari kuartal 4 tahun 2024 hingga sekarang.

Whale vs. Retail Delta mengukur perbedaan aktivitas trading antara whale dan investor ritel. Jika indikator ini berada di atas nol dan cukup tinggi dibandingkan level historisnya, berarti partisipasi whale sangat kuat.

Perilaku ini bisa menjadi sinyal akumulasi posisi pada harga rendah. Indikator ini juga bisa memperingatkan tekanan jual besar jika harga mulai naik.

Untuk Litecoin, grafik menunjukan dua fase berbeda yang diberi penanda merah dan hijau.

LTC Whale vs Retail Delta. Source: Coinglass
LTC Whale vs Retail Delta | Sumber: Coinglass

Sebelum kuartal 4 tahun 2024, delta tetap negatif. Trader ritel mendominasi aktivitas pada periode ini, sementara harga LTC umumnya berada di bawah US$100. Setelah kuartal 4 tahun 2024, whale mulai menguasai aktivitas trading. Delta pun berubah positif, meski harga LTC masih bergerak sideways dalam rentang multi-tahun.

Pola ini menunjukkan bahwa investor ritel sepertinya sudah menyerah, sementara whale justru aktif mempersiapkan posisi.

Lonjakan Aktivitas Jaringan dan Potensi Pemulihan Pasar Derivatif

Data jangka pendek dari Santiment, platform analitik on-chain, menunjukkan lonjakan aktivitas jaringan Litecoin. Transaksi whale mencapai level tertinggi dalam lima minggu terakhir.

“Secara historis, sebuah aset punya peluang pembalikan arah yang jauh lebih tinggi ketika terjadi lonjakan aktivitas whale,” papar Santiment melalui laporan.

Transaksi Whale Litecoin vs. Harga | Sumber: Santiment.

Data ini semakin memperkuat peluang bahwa LTC bisa pulih atau membalik arah kapan saja, meskipun harganya masih bisa turun lebih dalam lagi.

Data pasar derivatif memberikan lapisan tambahan. Open Interest LTC baru-baru ini melonjak. Di sisi negatif, open interest yang tinggi meningkatkan risiko likuidasi ketika trader memakai leverage besar.

Total Open Interest Litecoin dalam USD | Sumber: Santiment.

Di sisi positif, ini menandakan semakin banyak trader yang menambah eksposur ke Litecoin di banding sebelumnya. Pergeseran ini bisa menunjukan minat ritel pada LTC mulai kembali.

Kesimpulannya, kombinasi aktivitas whale jangka panjang dan jangka pendek, di tambah adanya dorongan baru di pasar derivatif, bisa mengindikasikan potensi pemulihan untuk LTC.

Tapi, kenaikan harga sepertinya tidak akan mudah atau cepat terjadi, karena harga LTC masih sekitar 46% di bawah puncak tahun lalu.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi pembalikan harga Litecoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Staking Ethereum Catat Banyak Rekor — Apakah ETH Siap untuk Breakout?

15 January 2026 at 09:44

Pada Januari 2026, ekosistem Ethereum mencatat lonjakan aktivitas staking, dengan beberapa metrik mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini bisa mengurangi pasokan likuid dan mendorong potensi breakout harga.

Walaupun harga ETH tetap berada di bawah level US$3.500 selama dua bulan terakhir, analis merasa breakout semakin dekat berkat sinyal on-chain yang positif ini.

Hampir 36 Juta ETH Staking, Mewakili Hampir 30% dari Supply

Data ValidatorQueue menunjukkan bahwa ETH yang di staking telah mencapai 35,9 juta, atau sekitar 29,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan harga saat ini, nilainya lebih dari US$119 miliar.

Total ETH Staked vs. % Supply Staked. Source:  ValidatorQueue
Total ETH yang Di-Staking vs. Persentase Pasokan yang Di-Staking | Sumber: ValidatorQueue

Grafik tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Januari. ETH yang di staking naik dari 35,5 juta ke 35,9 juta, mengakhiri fase sideways panjang yang telah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

Pertumbuhan ini terjadi walau harga ETH menurun lebih dari 30% sejak Agustus. Data ini memperlihatkan keyakinan jangka panjang yang kuat dari investor serta memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan Ethereum.

Selain itu, per 15 Januari, antrean staking ETH menembus 2,5 juta ETH, mencetak level tertinggi baru sejak Agustus 2023. Sementara itu, antrean unstaking turun menjadi nol.

Etherem Validator Queue. ValidatorQueue
Antrean Validator Ethereum | Sumber: ValidatorQueue

Capaian ini terutama di picu oleh aktivitas staking dari institusi besar serta Digital Asset Treasury (DAT) yang terdaftar di publik.

Arkham melaporkan bahwa Bitmine milik Tom Lee menambah staking sebanyak 186.500 ETH, senilai lebih dari US$600 juta. Langkah ini membuat total ETH yang di staking Bitmine menjadi 1,53 juta ETH, dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Secara keseluruhan, Tom Lee kini melakukan staking lebih dari 1% dari total pasokan Ethereum.

“Tom Lee melakukan staking ETH senilai miliaran. Dia 100% tahu lebih banyak dibanding kita,” komentar CryptoGoos .

Sementara itu, SharpLink (SBET), perusahaan publik pertama yang memakai Ethereum sebagai aset treasury utama, menyampaikan bahwa aktivitas staking mereka telah menghasilkan lebih dari US$32 juta sejak Juni. Total reward yang terkumpul kini mencapai 11.157 ETH.

Ethereum juga mencatat pencapaian besar lainnya di Januari, karena aktivitas pengguna mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Tren ini mencerminkan besarnya partisipasi dalam transaksi stablecoin dan protokol DeFi di jaringan Ethereum.

Dengan sederet sinyal bullish tersebut, analis memperkirakan Ethereum bisa menembus resistance US$3.450 saat ini dan reli menuju US$4.000. Pandangan ini juga di dukung pola cup-and-handle yang sedang terbentuk dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi breakout ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌