Normal view

3 Meme Coin Wajib Pantau di Pekan Ketiga Januari 2026

20 January 2026 at 04:42

Meme coin mengalami pekan yang berat, seiring pasar kripto secara luas memancarkan sinyal netral hingga bearish. Meski banyak token masih mencatatkan koreksi, sebagian lainnya kini berada di titik yang berpotensi memicu pembalikan arah alias reversal.

BeInCrypto menganalisis 3 meme coin yang wajib masuk watchlist investor menjelang akhir Januari ini.

Ponke (PONKE)

PONKE masuk dalam jajaran performer terlemah pekan ini setelah anjlok 21% dan diperdagangkan di kisaran US$0,0474. Meski demikian, meme coin ini masih bertahan di atas level support US$0,0454, yang untuk sementara membatasi tekanan turun lebih lanjut. Pergerakan harga jangka pendek mencerminkan tekanan jual yang kokoh, namun stabilisasi mengindikasikan belum terjadi kapitulasi penuh.

Di tengah koreksi tersebut, PONKE masih mampu bertahan di atas exponential moving average (EMA) 50 hari. Level ini kerap menjadi penanda kekuatan tren jangka pendek. Selama harga tetap berada di atas EMA tersebut, peluang terjadinya breakdown yang lebih dalam relatif menurun, sekaligus menjaga peluang rebound teknikal tetap terbuka.

PONKE Price Analysis.
Analisis Harga PONKE | Sumber: TradingView

Agar pemulihan benar-benar terkonfirmasi, PONKE perlu merebut kembali resistance di US$0,0525. Jika level ini berhasil diterobos, harga berpotensi melaju menuju US$0,0611, yang dapat menutup sebagian kerugian sebelumnya. Sebaliknya, jika sentimen bearish terus berlanjut, drop di bawah US$0,0454 dapat membuka jalan bagi pelemahan lanjutan menuju US$0,0402.

Popcat (POPCAT)

POPCAT terkoreksi 18,4% dalam sepekan terakhir dan menjadi salah satu meme coin dengan kinerja terlemah. Saat ini, token tersebut diperdagangkan di atas support US$0,081. Meski tekanan jual cukup intens, zona ini sejauh ini mampu menahan penurunan lebih lanjut, menandakan fase stabilisasi jangka pendek ketika pelaku pasar menilai apakah tekanan jual mulai mereda.

Indikator teknikal mulai mengisyaratkan potensi kelelahan penjual. Money Flow Index (MFI) berada di sekitar ambang oversold (jenuh jual) di level 20,0, yang biasanya menandai berkurangnya tekanan jual. Penurunan di bawah level ini kerap diikuti oleh relief rally. Apabila minat beli kembali muncul, POPCAT berpotensi rebound menuju US$0,089, dengan US$0,100 menjadi level kunci untuk memulihkan kerugian terbaru.

POPCAT Price Analysis
Analisis Harga POPCAT | Sumber: TradingView

Namun, risiko koreksi masih membayangi apabila sentimen pasar gagal membaik. Tekanan jual yang berlanjut dapat mendorong POPCAT menembus support US$0,081. Jika itu terjadi, harga berpotensi meluncur ke area US$0,077 atau lebih rendah, yang akan membatalkan skenario pembalikan bullish dan memperkuat momentum bearish dalam jangka pendek.

Mog Coin (MOG)

Harga MOG turun 17,8% sepanjang pekan lalu dan kini parkir di sekitar US$0,000000267 pada waktu publikasi. Berbeda dengan meme coin lainnya, MOG masih menunjukkan tanda stabilisasi yang terbatas. Struktur harga dan indikator momentum justru mengarah pada risiko penurunan lanjutan, alih-alih sinyal pembalikan dalam kondisi pasar saat ini.

Tekanan jual masih terus terbangun berdasarkan indikator momentum. Money Flow Index berada di level 37,1, jauh di atas ambang oversold 20,0 yang biasanya mendahului rebound. Kondisi ini mengindikasikan harga MOG masih berpotensi melanjutkan penurunan, menembus support US$0,000000242, dan meluncur menuju level yang sebelumnya sempat diuji di US$0,000000206.

MOG Price Analysis.
Analisis Harga MOG | Sumber: TradingView

Meski demikian, perubahan sentimen pasar secara luas dapat mengubah prospek MOG. Jika kondisi bullish menguat, MOG berpotensi bertahan di atas support US$0,000000242. Bertahannya level ini dapat membuka peluang rebound menuju US$0,000000317, sekaligus membatalkan skenario bearish dan menandakan kembalinya minat spekulatif terhadap meme coin tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang meme coin untuk masuk watchlist pekan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Litecoin (LTC): Retail Nyerah, Tapi Whale Aktif Siapkan Posisi

15 January 2026 at 16:20

Holder Litecoin (LTC) masih belum melihat keuntungan di tahun 2026, karena harganya masih terbebani oleh aksi jual besar pada Oktober tahun lalu. Tapi, jika melihat gambaran trading secara luas, Litecoin menunjukan beberapa tanda yang mengindikasikan potensi pembalikan arah.

Sinyal positif yang mendukung teori pembalikan arah ini meliputi aktivitas trading whale yang konsisten serta minat baru terhadap Litecoin.

Dominasi Whale dan Akumulasi Strategis Sejak Kuartal 4 2024

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa Whale vs. Retail Delta LTC sebagian besar tetap positif mulai dari kuartal 4 tahun 2024 hingga sekarang.

Whale vs. Retail Delta mengukur perbedaan aktivitas trading antara whale dan investor ritel. Jika indikator ini berada di atas nol dan cukup tinggi dibandingkan level historisnya, berarti partisipasi whale sangat kuat.

Perilaku ini bisa menjadi sinyal akumulasi posisi pada harga rendah. Indikator ini juga bisa memperingatkan tekanan jual besar jika harga mulai naik.

Untuk Litecoin, grafik menunjukan dua fase berbeda yang diberi penanda merah dan hijau.

LTC Whale vs Retail Delta. Source: Coinglass
LTC Whale vs Retail Delta | Sumber: Coinglass

Sebelum kuartal 4 tahun 2024, delta tetap negatif. Trader ritel mendominasi aktivitas pada periode ini, sementara harga LTC umumnya berada di bawah US$100. Setelah kuartal 4 tahun 2024, whale mulai menguasai aktivitas trading. Delta pun berubah positif, meski harga LTC masih bergerak sideways dalam rentang multi-tahun.

Pola ini menunjukkan bahwa investor ritel sepertinya sudah menyerah, sementara whale justru aktif mempersiapkan posisi.

Lonjakan Aktivitas Jaringan dan Potensi Pemulihan Pasar Derivatif

Data jangka pendek dari Santiment, platform analitik on-chain, menunjukkan lonjakan aktivitas jaringan Litecoin. Transaksi whale mencapai level tertinggi dalam lima minggu terakhir.

“Secara historis, sebuah aset punya peluang pembalikan arah yang jauh lebih tinggi ketika terjadi lonjakan aktivitas whale,” papar Santiment melalui laporan.

Transaksi Whale Litecoin vs. Harga | Sumber: Santiment.

Data ini semakin memperkuat peluang bahwa LTC bisa pulih atau membalik arah kapan saja, meskipun harganya masih bisa turun lebih dalam lagi.

Data pasar derivatif memberikan lapisan tambahan. Open Interest LTC baru-baru ini melonjak. Di sisi negatif, open interest yang tinggi meningkatkan risiko likuidasi ketika trader memakai leverage besar.

Total Open Interest Litecoin dalam USD | Sumber: Santiment.

Di sisi positif, ini menandakan semakin banyak trader yang menambah eksposur ke Litecoin di banding sebelumnya. Pergeseran ini bisa menunjukan minat ritel pada LTC mulai kembali.

Kesimpulannya, kombinasi aktivitas whale jangka panjang dan jangka pendek, di tambah adanya dorongan baru di pasar derivatif, bisa mengindikasikan potensi pemulihan untuk LTC.

Tapi, kenaikan harga sepertinya tidak akan mudah atau cepat terjadi, karena harga LTC masih sekitar 46% di bawah puncak tahun lalu.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi pembalikan harga Litecoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

NYC Token Kena Rug Pull? Ini 4 Tanda Bahayanya

15 January 2026 at 12:01

Meme coin NYC milik mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, menuai kritik tajam dari komunitas aset kripto setelah anjlok lebih dari 80%, sehingga kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.

Baik Adams maupun tim proyeknya membantah melakukan kesalahan, tapi pergerakan likuiditas yang tidak lazim menimbulkan kekhawatiran, sehingga beberapa analis menilai token ini berpotensi sebagai rug pull. Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, seorang analis dari Nansen menjabarkan 4 alasan mengapa token NYC nampaknya masuk ke dalam kategori “rug pull” secara lebih luas.

Sekitar 60% Trader Alami Kerugian setelah NYC Token Mengalami Koreksi Besar

Awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Adams memperkenalkan token tersebut di Times Square. Nilainya sempat melonjak tak lama setelah peluncuran, namun reli itu tidak bertahan lama.

“MANTAN WALIKOTA NYC BARU SAJA MELAKUKAN RUGPULL. Koin itu langsung menyentuh kapitalisasi pasar US$500 juta sebelum Eric menarik likuiditas dari koin tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan besar hingga 80% dan token itu jatuh di bawah US$100 juta,” posting Ash Crypto .

Analis di blockchain menemukan perilaku likuiditas yang aneh. Rune Crypto menuduh Adams telah menarik US$3,4 juta dari liquidity pool token ini. Bubblemaps juga mengidentifikasi aktivitas likuiditas yang mencurigakan.

Eric Adams, former NYC major, has just removed the whole liquidity pool of his new memecoin: a total of $3,430,000 scammed https://t.co/QgGAVzgM3H pic.twitter.com/UdEbufckS3

— Rune (@RuneCrypto_) January 12, 2026

Dalam sebuah posting terpisah, Bubblemaps menyoroti dampak negatif dari token NYC. Sekitar 4.300 trader berinteraksi dengan token NYC, di mana kira-kira 60% mencatatkan kerugian.

  • 2.300 trader kehilangan kurang dari US$1.000.
  • 200 trader mengalami kerugian antara US$1.000 sampai US$10.000.
  • 40 trader kehilangan antara US$10.000 hingga US$100.000.
  • 15 trader mengalami kerugian lebih dari US$100.000.

Apakah NYC Token Kena Rug Pull?

Nicolai Sondergaard, Research Analyst di Nansen, menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa alasan token NYC bisa di kelompokkan bersama rug pull lainnya adalah karena cara mereka menarik likuiditas. Analis ini menguraikan 4 alasan utama:

  • Tim tidak membuat pengumuman sebelumnya terkait rencana “rebalance” likuiditas.
  • Sejumlah besar likuiditas di tarik dalam waktu yang sangat singkat, bukan secara bertahap.
  • Likuiditas yang di tarik tidak sepenuhnya di kembalikan ke pool.
  • Likuiditas baru di tarik setelah token mencapai level tinggi.

“Kalau ini memang langkah yang sah, saya pasti mengharapkan perubahan kecil serta ada pemberitahuan sebelumnya kalau akan ada pergeseran. Hal seperti ini sepertinya tidak akan berdampak negatif pada token,” komentar Sondergaard.

Ia menerangkan bahwa penarikan likuiditas, bahkan jika hanya sebagian, secara signifikan meningkatkan dampak dari satu order jual. Order jual yang biasanya tidak akan banyak mempengaruhi harga saat kondisi likuiditas normal, kini bisa menggerakkan pasar jauh lebih besar, seringkali memicu kepanikan, gelombang aksi jual, dan bahkan memaksa trader dengan limit order keluar dari posisinya.

“Apa yang mereka lakukan pada dasarnya menjebak para trader, sehingga banyak yang terpaksa menjual dengan kerugian di kondisi likuiditas rendah. Menambahkan likuiditas kembali pun tidak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Demikian pula dengan memasang order DCA, itu hanya solusi tambal sulam,” ujar analis tersebut.

Sondergaard menekankan bahwa, dari sisi integritas pasar, komunikasi yang jelas dan transparan mengenai likuiditas sangat penting. Mengapa? Karena trader tidak dapat menilai risiko secara akurat jika likuiditas bisa menghilang tanpa peringatan apapun.

Dia menyebut bahwa kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan di ekosistem secara luas. Analis ini menambahkan bahwa standar transparansi yang lebih baik, di tambah pengawasan berbasis data, akan membantu membedakan proyek-proyek yang sah dari pihak-pihak yang beritikad buruk. Sondergaard menyarankan,

“Akan lebih bijak kalau investor selalu berhati-hati ketika trading meme coin. Selalu nilai distribusi holder, apakah volume beli jauh lebih besar dari volume jual, apakah likuiditas yang masuk satu sisi saja (misal hanya token, atau usdc juga dimasukkan)?” terang analis tersebut.

Adams Bantah Tuduhan Rug Pull

Di tengah kritikan ini, juru bicara mantan wali kota, Todd Shapiro, membagikan pernyataan yang membantah tudingan tersebut. Ia menolak laporan yang menyebut Adams memindahkan dana investor atau mengambil keuntungan dari peluncuran token NYC, seraya menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti.

Juru bicara itu menuturkan bahwa NYC Token mengalami volatilitas harga yang memang umum terjadi pada aset digital yang baru diluncurkan. Ia mengulangi komitmen Adams terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi yang bertanggung jawab.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Sebelumnya, tim NYC Token menyatakan bahwa pergerakan likuiditas tersebut terjadi karena proses rebalancing setelah adanya permintaan yang sangat tinggi saat peluncuran.

Bagaimana pendapat Anda tentang token kripto NYC di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌