Normal view

Portugal Menindak Polymarket setelah Aktivitas Judi Pemilu Mencurigakan

20 January 2026 at 11:29

Pihak berwenang Portugal sedang bersiap untuk memblokir akses ke Polymarket setelah jutaan euro dipertaruhkan pada hasil pemilihan presiden di negara tersebut sebelum hasil resmi diumumkan.

Langkah ini diambil karena pasar prediksi semakin populer, dengan olahraga, politik, dan aset kripto menjadi aktivitas utama di platform tersebut.

Polymarket Dapat Tekanan Regulasi di Portugal

Menurut Renascença, Layanan Regulasi dan Inspeksi Perjudian (SRIJ) telah memastikan bahwa platform prediksi berbasis kripto ini beroperasi secara ilegal di Portugal, karena taruhan pada peristiwa politik memang dilarang oleh hukum nasional.

Pihak regulator menyampaikan bahwa Polymarket secara resmi telah diberi pemberitahuan pada hari Jumat dan diberikan waktu 48 jam untuk menghentikan aktivitasnya di negara tersebut. Meski sudah diperintahkan, platform ini masih bisa diakses hingga hari Senin, sehingga SRIJ mulai mengambil langkah untuk meminta penyedia layanan internet memblokir aksesnya.

Perhatian mulai tertuju pada Polymarket setelah ada volume taruhan yang sangat besar pada pemilihan presiden Portugal di jam-jam terakhir sebelum tempat pemungutan suara ditutup.

Lebih dari €4 juta dilaporkan dipertaruhkan sesaat sebelum hasil pemilu diketahui, sedangkan total volume pasar utama presiden saat ini sudah melampaui US$120 juta. Selama periode itu, peluang kemenangan berubah drastis untuk mengunggulkan António José Seguro, jauh sebelum proyeksi resmi diumumkan.

Data pasar menunjukkan bahwa peluang kemenangan Seguro naik tajam, dari sekitar 60% di pagi hari menjadi di atas 90% saat malam tiba, hingga hampir pasti ketika stasiun TV mulai menayangkan proyeksi hasil pemilu.

Pergerakan cepat ini memunculkan dugaan bahwa beberapa trader mungkin sudah memiliki akses lebih awal ke data exit poll atau informasi lain yang belum diumumkan ke publik.

Pi Coin Dapat Bantuan Sementara Setelah Cetak Rekor Terendah, tapi Risiko Masih Ada

20 January 2026 at 11:00

Pi Coin (PI) milik Pi Network mencatat pemulihan tipis pada hari Selasa setelah turun ke US$0,150 sehari sebelumnya, yang menandai level terendah sejak token ini mulai diperdagangkan di exchange.

Penurunan tajam ini menjadi ujian penting bagi proyek tersebut karena dua kekuatan yang saling bertentangan sedang bermain. Di satu sisi, cadangan exchange yang semakin menyusut menunjukkan tekanan jual dalam jangka pendek mulai berkurang. Di sisi lain, unlock token yang akan datang masih bisa menjadi hambatan bagi harga.

Sentimen Risk-Off Tekan Aset Kripto saat Pi Coin Cetak Rekor Terendah

Pernyataan Presiden Donald Trump terkait tarif baru untuk delapan negara Uni Eropa memicu volatilitas pasar secara luas dan menekan aset-aset berisiko di seluruh pasar.

BeInCrypto melaporkan bahwa logam mulia menguat akibat permintaan aset lindung nilai. Sementara itu, indeks saham dan saham kripto ikut melemah. Bitcoin (BTC) turun di bawah US$95.000, dan Ethereum (ETH) juga mencatat kerugian.

Pi Coin (PI) juga ikut terdampak pelemahan pasar secara menyeluruh. Data memperlihatkan token ini jatuh ke titik terendah sepanjang masa di US$0,150 di OKX, dan grafik harga menunjukkan lower wick yang cukup panjang.

Pi Network Price Performance
Performa Harga Pi Network | Sumber: TradingView

Meski harga ditutup bearish, presence lower wick yang panjang menandakan upaya gagal mendorong harga ke bawah. Penjual memang sempat menekan harga turun tajam, namun minat beli langsung menyerap penurunan tersebut dan menolak penurunan lebih lanjut, sehingga memperlihatkan adanya volatilitas serta permintaan di bawah kisaran saat ini, bukan dominasi jual berkelanjutan.

Pergerakan harga ini sejalan dengan perubahan saldo exchange. Statistik exchange dari Piscan menunjukkan bahwa per 20 Januari, exchange terpusat memegang sekitar 420 juta token Pi senilai kurang lebih US$75,6 juta.

Angka ini telah turun hampir 7 juta sejak awal Januari, yang mengindikasikan investor membeli di harga bawah lalu dengan cepat menarik PI dari platform. Pada waktu publikasi, altcoin ini diperdagangkan di harga US$0,189, naik sekitar 1% selama 24 jam terakhir.

Harga Pi Network Menghadapi Prospek Rapuh Karena Volume Turun dan Supply Akan Naik

Walaupun demikian, pemulihan harga ini nampaknya masih rentan. BeInCrypto menyoroti bahwa volume perdagangan mingguan Pi Coin turun tajam, bahkan berada di bawah US$100 juta. Angka ini menurun 99% dibanding volume mingguan yang sempat menembus US$10 miliar pada Maret 2025.

Karena aktivitas perdagangan sangat tipis, pemulihan harga sulit bertahan, sebab volume rendah menunjukkan minat investor yang juga minim. Kurangnya partisipasi ini juga diperkuat oleh data Google Trends data, di mana pencarian “Pi Network” tetap rendah, hanya di angka 5 pada saat berita ini ditulis.

“Satu-satunya harapan agar PI benar-benar bisa melesat adalah dengan listing di Binance,” klaim seorang pengguna .

Melihat ke depan, tambahan tekanan dari sisi suplai bisa bermunculan. Pi Network dijadwalkan unlock lebih dari 140 juta token dalam 30 hari ke depan.

Token Unlock Pi Network | Sumber: PiScan

Unlock token seringkali menjadi hambatan jangka pendek untuk performa harga karena jumlah suplai di pasar bertambah. Ketika banyak token masuk ke pasar, para holder bisa mengambil keuntungan dengan menjual, yang otomatis menambah tekanan jual. Bila permintaan tidak ikut meningkat secara proporsional, suplai yang melimpah ini dapat menekan harga lebih lanjut.

Pola Breakdown XRP 2022: Sejarah Terulang di Bawah US$1?

20 January 2026 at 08:56

Harga XRP (XRP) turun hampir 10% sejak Rabu lalu karena tekanan ekonomi makro terus membebani pasar aset kripto secara keseluruhan.

Menariknya, ada tiga pola utama yang terakhir muncul pada tahun 2022 kini muncul kembali, sehingga memicu kekhawatiran bahwa XRP bisa jatuh di bawah level US$1.

3 Pararel Historis Tunjukkan Risiko XRP yang Meningkat

Pertama, data Glassnode menunjukkan bahwa investor aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini sedang melakukan akumulasi pada harga di bawah biaya dasar holder 6 bulan hingga 12 bulan. Hal ini menandakan kalau pelaku pasar baru mulai masuk di level yang lebih menguntungkan.

Dinamika Klaster Holder XRP | Sumber: X/Glassnode

Selama ketidakseimbangan ini terjadi, tekanan psikologis terus meningkat bagi investor yang membeli di dekat harga puncak. Glassnode memperingatkan bahwa “pembeli di puncak” ini akan menghadapi tekanan yang makin besar seiring waktu. Pola ini mirip dengan situasi yang terjadi pada Februari 2022.

“Pola itu tidak berakhir dengan baik waktu itu,” tutur seorang pengamat pasar menambahkan.

Kedua, penurunan volume yang terjadi bersamaan dengan turunnya harga sangat mirip dengan perilaku pasar pada periode 2021–2022.

Kombinasi ini menunjukkan bahwa pelemahan harga XRP belakangan ini tidak menarik minat beli saat harga rendah yang berarti. Ini menandakan kurangnya keyakinan para pelaku pasar. Pola yang sama juga terjadi sebelum penurunan besar di Februari 2022.

XRP Historical Parallels
Paralel Historis XRP | Sumber: Coinglass

Ketiga, sinyal teknikal menyoroti risiko tambahan. Jika membandingkan struktur histogram Moving average convergence/divergence (MACD) antara periode 2025–2026 dan siklus 2021–2022, nampak pola momentum yang sangat mirip.

Data ini mengindikasikan bahwa XRP bisa saja turun hingga 45% jika harga menembus zona support di US$1,8–US$1,9. Jika terjadi breakdown, harga XRP bisa turun di bawah US$1, dan melintasi ambang psikologis dan teknikal yang penting.

XRP Price Prediction
Prediksi Harga XRP | Sumber: TradingView

Skenario Bullish: Potensi Pembalikan Arah

Sementara itu, analisis BeInCrypto menyebut XRP kini berada di momen penentuan. Harga XRP sedang membentuk pola inverse head-and-shoulders yang berpotensi bullish.

Pola ini hanya akan valid bullish jika XRP berhasil merebut kembali EMA 100 hari di atas US$2,24 dan menembus zona neckline US$2,48–US$2,52. Jika terkonfirmasi, formasi ini berpotensi memberikan kenaikan sekitar 33%.

Selain itu, sebagian pelaku pasar percaya potensi reli mulai terbentuk untuk XRP. Seorang analis on-chain kripto ucap bahwa retest tren harian CME XRP telah selesai dan gap 4 jam CME juga sudah terisi.

Menurut analis tersebut, kondisi ini bisa membuka peluang bagi XRP untuk bergerak terpisah dari pasar dan segera reli dari level saat ini.

$XRP will pump hard soon.

Stay focused. 👇 pic.twitter.com/YEIglUifpK

— STEPH IS CRYPTO (@Steph_iscrypto) January 19, 2026

Dalam beberapa minggu ke depan, para trader akan mengamati apakah pola tahun 2022 terulang. Untuk sekarang, baik sinyal teknikal maupun on-chain serta kondisi pasar secara luas menunjukkan outlook hati-hati saat XRP menghadapi fase krusial ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang pola breakdown XRP ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Whale Ethereum Transaksi US$110 Juta saat Tekanan Pasar Meningkat

20 January 2026 at 06:08

Ethereum (ETH) mengalami tekanan jual yang signifikan pada Januari 2026. Wallet whale dan institusi telah memindahkan lebih dari US$110 juta ETH ke beberapa exchange utama.

Pada saat yang sama, Coinbase Premium Index menunjukkan permintaan yang melemah di pasar Amerika Serikat. Meski begitu, permintaan staking yang semakin tinggi. Sinyal teknikal yang mendukung memberikan prospek yang tetap optimistis meskipun hati-hati untuk aset ini.

Transfer Ethereum Besar Tunjukkan Aktivitas Tinggi dari Whale dan Institusi

Data on-chain menunjukkan banyak transaksi besar Ethereum. Perusahaan analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa sebuah wallet dengan identitas 0xB3E8, yang mulai melakukan trading ETH delapan tahun lalu, telah mentransfer 13.083 ETH senilai sekitar US$43,35 juta ke Gemini minggu lalu.

Walaupun terjadi perpindahan tersebut, wallet tersebut masih menyimpan 34.616 ETH, dengan nilai sekitar US$115 juta.

It appears that a whale is dumping 13,000 $ETH($41.75M).

Galaxy Digital OTC wallet just transferred 13,000 $ETH($41.75M) out and has already deposited 6,500 $ETH($20.89M) into #Binance, #Bybit, and #OKX.https://t.co/UT2jKKEMFS pic.twitter.com/GolGaNMzrN

— Lookonchain (@lookonchain) January 19, 2026

Selain whale, pelaku institusi juga melakukan pergerakan besar. Lookonchain mencatat bahwa perusahaan Ethereum treasury FG Nexus menjual 2.500 ETH, dengan nilai sekitar US$8,04 juta.

Penjualan sebelumnya dari perusahaan ini terjadi pada November 2025, saat mereka memindahkan 10.975 ETH ke Galaxy Digital pada 18 dan 19 November. Saat ini, perusahaan tersebut memegang 37.594 ETH dengan nilai sekitar US$119,7 juta.

Selain itu, Lookonchain mengungkapkan bahwa sebuah wallet yang kemungkinan terkait dengan perusahaan venture capital Fenbushi Capital mengirim 7.798 ETH senilai US$25 juta ke Binance. Token-token tersebut telah di-staking selama dua tahun sebelum akhirnya kembali beredar.

Perlu dicatat bahwa pelaku pasar sering melihat arus masuk dana ke exchange sebagai sinyal awal adanya potensi aksi jual. Aset biasanya dipindahkan ke exchange terpusat untuk mendapatkan likuiditas atau melakukan trading.

Tapi, pergerakan ini belum tentu langsung diikuti oleh penjualan pasar secara segera. Dana tersebut bisa juga untuk kebutuhan rebalancing internal, penempatan collateral, strategi hedging, atau penyelesaian over-the-counter. Jadi, meskipun deposit ke exchange bisa meningkatkan risiko aksi jual jangka pendek, hal ini tidak serta merta menandakan bahwa likuidasi akan segera terjadi.

Sejalan dengan pergerakan on-chain tersebut, indikator berbasis pasar juga memberikan gambaran tambahan soal kondisi saat ini. Coinbase Premium Index, yang mengukur perbedaan persentase harga Coinbase Pro (pasangan USD) dan harga Binance (pasangan USDT), saat ini berada di zona negatif. Hal ini menunjukkan permintaan yang lebih lemah dari investor institusi asal Amerika Serikat.

ETH's Negative Coinbase Premium Index
Coinbase Premium Index Negatif ETH | Sumber: CryptoQuant

Ethereum Staking dan Sinyal Teknikal Tunjukkan Ketahanan

Meski begitu, ekosistem staking Ethereum terus menunjukkan permintaan yang konsisten. Berdasarkan data antrean validator, terdapat 2,7 juta ETH dalam antrean masuk untuk staking, sehingga menyebabkan waktu tunggu hingga 47 hari. Backlog yang besar ini menandakan minat yang tinggi untuk berpartisipasi sebagai validator dan dukungan jangka panjang terhadap jaringan.

Perbandingan antara antrean masuk dan keluar menjadi perhatian. Ada 36.960 ETH yang menunggu antrean keluar. Ketidakseimbangan ini memberi sinyal bahwa meski beberapa holder besar memilih untuk menjual, mayoritas validator tetap berkomitmen ingin mendapatkan imbalan staking dan membantu menjaga keamanan jaringan.

Tom Lee(@fundstrat)'s #Bitmine staked another 86,848 $ETH($277.5M) 5 hours ago.

In total, #Bitmine has now staked 1,771,936 $ETH($5.66B).https://t.co/P684j5Yil8 pic.twitter.com/fNoIuERqKt

— Lookonchain (@lookonchain) January 20, 2026

Selain itu, analis pasar juga menyoroti sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut untuk aset ini. Mengomentari situasi saat ini, analis Crypto Gerla menuturkan bahwa ETH sedang berada di fase re-akumulasi. Analis tersebut juga menambahkan bahwa pergerakan menuju US$3.600 bisa saja terjadi.

Bears called for a top last cycle because of the $ETH head and shoulder pattern.

Now, ETH is forming an inverse head and shoulder pattern, but bears think it won't play out this time.

They were right in 2022 and will be wrong in 2026. pic.twitter.com/mHcDZyGBXY

— BitBull (@AkaBull_) January 19, 2026

Berdasarkan data terbaru dari BeInCrypto Markets, harga perdagangan Ethereum berada di angka US$3.166,51, turun 1,11%. Apakah tekanan jual akan tetap menekan aset ini atau justru momentum bullish kembali berkuasa, bakal menjadi tren penting yang perlu diperhatikan dalam periode mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan whale Ethereum ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Bitcoin Bakal Koreksi 30%+ Menurut Prediksi Trader Veteran Peter Brandt

20 January 2026 at 05:33

Trader veteran Peter Brandt membeber prediksi bahwa Bitcoin (BTC) bisa turun menuju zona US$58.000–US$62.000. Bila benar terjadi, itu akan mewakili koreksi sebesar 33–37% dari level harga terkini sekitar US$92.400.

Prediksi ini muncul di tengah Bitcoin yang terus memancarkan banyak sinyal bearish, sementara analis lain juga turut menyoroti adanya risiko koreksi lanjutan.

Peter Brandt Wanti-wanti Bitcoin Berpotensi Drop Merujuk Pola Teknikal

Dalam sebuah unggahan di X (sebelumnya Twitter), Brandt menyebut Bitcoin berpeluang bergerak turun ke kisaran US$58.000 sampai US$62.000. Chart atau grafik harga yang tercantum menunjukkan bahwa pandangannya bersandarkan pada pola rising wedge yang terbentuk selama dua bulan terakhir.

“US$58.000 sampai US$62.000 adalah area yang saya prediksi akan menjadi tujuan BTC,” begitu isi unggahan tersebut.

Peter Brandt's Bitcoin Price Prediction
Prediksi Harga Bitcoin Peter Brandt | Sumber: X/Peter Brandt

Sebagai informasi, pola rising wedge muncul ketika harga terkonsolidasi di antara dua garis tren naik yang saling mendekat, di mana garis tren bawah naik lebih curam ketimbang garis tren atas.

Pola ini acap kali mengindikasikan melemahnya momentum dan meningkatkan probabilitas pergerakan turun, meskipun analisis teknikal tidak pernah menjamin hasil pasti. Brandt juga mengakui adanya ketidakpastian dalam setiap proyeksi pasar. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan jika prediksinya meleset.

“Kalau ternyata tidak turun sampai ke sana, saya TIDAK akan malu. Jadi saya tidak perlu melihat para troll menyimpan tangkapan layar ini di masa depan. Saya salah sekitar 50% sejauh ini. Saya tidak masalah jika salah.”

Selain Brandt, beberapa pengamat pasar juga menyoroti skenario bearish lain. Seorang analis menemukan kemiripan antara struktur harga Bitcoin saat ini dengan siklus pasar tahun 2022, lalu berpendapat bahwa aset ini “mengulang pola fractal 2022 secara persis”.

Sang analis membagikan perbandingan visual yang menunjukkan bahwa dalam kedua periode tersebut, Bitcoin sempat mencatat relief rally yang kemudian tertahan di bawah resistance horizontal. Pergerakan ini akhirnya membentuk bull trap sebelum harga menembus support yang menanjak.

Pada 2022, jebolnya support tersebut memicu akselerasi penurunan yang tajam. Menurut analis tersebut, dinamika serupa kini berpotensi kembali terjadi, seiring momentum penurunan yang mulai terakumulasi.

Bitcoin 2022 vs 2026
Bitcoin 2022 vs 2026 | Sumber: Linton Worm

Terakhir, BeInCrypto juga telah menemukan 5 sinyal utama bearish untuk Bitcoin, yang semakin memperkuat kemungkinan pergerakan turun. Meski begitu, beberapa analis punya pandangan yang berlawanan.

Analis Ted Pillows menerangkan bahwa pertumbuhan likuiditas AS secara tahunan mulai menyentuh titik terendah pada November 2025, yang kebetulan juga bertepatan dengan titik terendah lokal bagi Bitcoin.

Menurut Pillows, kondisi likuiditas AS kini sudah mulai membaik, hal yang ia percaya dapat mendukung reli aset kripto.

“Sekarang likuiditas AS membaik, yang menjadi salah satu alasan kenapa saya memperkirakan akan ada reli aset kripto. Sesederhana itu,” papar dia.

$BTC is still in an uptrend on the weekly chart.

We’ve tested the same support line 3 times now and it keeps holding.
This last bounce around ~$93K shows buyers are still stepping in.

As long as BTC stays above this trendline, the trend stays bullish.

Next level to watch is… pic.twitter.com/XPCC3K0ME6

— Crypto King (@CryptoKing4Ever) January 19, 2026

Aktivitas Crypto Whale OG Bitcoin Kembali Muncul di Tengah Pandangan Pasar yang Terbelah

Di tengah indikator teknikal dan ekonomi makro yang menunjukkan sinyal beragam, data on-chain menunjukkan bahwa holder jangka panjang juga mulai semakin aktif. Platform analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa seorang crypto whale OG Bitcoin yang lama tidak aktif terekam memindahkan 909,38 BTC senilai sekitar US$84,62 juta ke wallet baru setelah 13 tahun.

Saat pertama kali diterima, setiap BTC tersebut bernilai kurang dari US$7, yang berarti telah mengalami apresiasi sekitar 13.900 kali lipat. Pergerakan semacam ini kerap memantik perhatian pasar karena bisa mengindikasikan potensi aksi jual atau reposisi strategis oleh investor awal.

Dalam laporan terpisah, Lookonchain juga mengungkap aktivitas whale OG lainnya yang mulai melepas kepemilikan. Whale ini mengakumulasi 5.000 BTC dengan harga US$332 per koin sekitar 12 tahun lalu. Baru-baru ini, ia menjual 500 BTC senilai US$47,77 juta, melanjutkan pola distribusi bertahap yang dimulai sejak Desember 2024.

“Sejak 4 Desember 2024, ia sudah menjual $BTC, melakukan dump sebanyak 2.500 $BTC (US$265,0 juta) di harga rata-rata US$106.164. Dia masih menyimpan 2.500 $BTC (US$237,5 juta), dengan total keuntungan lebih dari US$500,0 juta,” terang postingan tersebut.

Dalam laporan terpisah, Lookonchain juga mengungkap aktivitas whale OG lainnya yang mulai melepas kepemilikan. Whale ini mengakumulasi 5.000 BTC dengan harga US$332 per koin sekitar 12 tahun lalu. Baru-baru ini, ia menjual 500 BTC senilai US$47,77 juta, melanjutkan pola distribusi bertahap yang dimulai sejak Desember 2024. Ihwal ke mana arah Bitcoin selanjutnya, masih harus kita tunggu.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi Bitcoin versi Brandt di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌