Normal view

Sentimen Ritel XRP Berubah dari Greed ke Extreme Fear — Sinyal Bullish?

22 January 2026 at 05:45

Harga XRP telah turun di bawah US$2, atau sekitar 19% lebih rendah dari puncaknya pada 5 Januari 2026. Koreksi ini membuat banyak investor merasa khawatir. meski begitu, analis masih melihat beberapa sinyal positif yang bisa mendukung pemulihan.

Artikel ini membahas faktor-faktor utama di balik pandangan tersebut. Analisis mengacu pada data sosial, aktivitas perdagangan, dan perkembangan terbaru dari exchange.

Sentimen Ritel Menjadi Bearish di Tengah Koreksi Harga

Sentimen untuk XRP mengalami pembalikan tajam.

Data Sentimen Positif/Negatif dari Santiment—platform analisis sentimen pasar berbasis percakapan di media sosial—menunjukkan bahwa XRP jatuh ke zona “Extreme Fear”. Padahal, satu minggu sebelumnya, metrik ini masih menunjukkan adanya greed.

Santiment menjelaskan bahwa, secara historis, ekstrem sentimen sering menjadi penanda titik pembalikan. Pasar cenderung bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas.

XRP Ratio of Positive/Negative Sentiment. Source: Santiment
Rasio Sentimen Positif/Negatif XRP | Sumber: Santiment

“Secara historis, banyak komentar bearish seperti ini justru memicu reli. Harga sering bergerak berlawanan dari ekspektasi ritel,” papar Santiment dalam laporannya.

Walaupun pengamatan ini memberi gambaran positif, perubahan sentimen yang sangat cepat dalam waktu singkat menunjukkan adanya ketidakpastian serta inkonsistensi di kalangan trader ritel. Biasanya, kondisi tidak stabil seperti ini kurang mendukung tren naik yang berkelanjutan.

Funding Rate Negatif Isyaratkan Pola Reversal Potensial

Data pasar juga menunjukkan sinyal pembalikan lainnya. Seorang analis di CryptoQuant mengidentifikasi funding rate negatif di kontrak perpetual futures, yang menandakan adanya penumpukan posisi short secara berlebihan.

Funding rate menggambarkan pembayaran periodik antara pemegang long dan short di pasar perpetual futures. Jika funding rate negatif, berarti penjual short membayar posisi long. Secara historis, kondisi seperti ini sering muncul sebelum harga XRP akhirnya kembali naik.

XRP Funding Rate. Source: CryptoQuant.
Funding Rate XRP | Sumber: CryptoQuant.

Data CryptoQuant memperlihatkan pola seperti ini sudah muncul dua kali sejak 2024—yaitu pada Agustus–September 2024 dan April 2025. Di kedua kasus itu, funding rate negatif mendahului rebound harga yang signifikan.

“Secara historis, pasar cenderung bergerak berlawanan dengan konsensus yang terlambat. Akumulasi posisi short memang memberikan tekanan jual jangka pendek, tapi sebetulnya juga membangun tekanan beli yang tersembunyi. Kalau harga mulai naik, posisi ini bisa terlikuidasi dan justru mendorong kenaikan lebih lanjut,” jelas analis CryptoQuant Darkfost dalam laporannya.

Binance Listing Pair Perdagangan XRP/RLUSD, Meningkatkan Volume

Perkembangan positif di sektor exchange juga memperkuat prospek XRP. Pada 21 Januari 2026, Binance mengumumkan listing pasangan trading baru XRP/RLUSD.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyampaikan keyakinan bahwa langkah ini positif. Trading RLUSD di Binance membawa stablecoin ini ke lebih banyak pengguna. Ekspansi ini mampu memperkuat ekosistem XRP Ledger dan secara tidak langsung bisa mendukung harga XRP.

Listing ini juga membuka jalur likuiditas tambahan baik untuk XRP maupun RLUSD. Dalam jangka panjang dan kondisi pasar yang mendukung, likuiditas yang lebih dalam bisa menambah kedalaman pasar, mengurangi volatilitas harga, serta menarik aliran modal baru.

Analisis teknikal dari BeInCrypto juga menyoroti terjadinya bullish divergence ketika XRP turun di bawah US$2. Sinyal ini menambah kepercayaan untuk potensi pemulihan jangka pendek.

Tokenisasi Jadi Sorotan Utama di Davos 2026 saat Pasar Melebihi US$21 Miliar

22 January 2026 at 05:14

Hampir empat hari sejak pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, tema paling kuat dan konsisten untuk dunia kripto adalah tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Acara ini mulai pada hari Senin, 19 Januari 2026, dan berjalan hingga Jumat, 23 Januari, dengan pendiri dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), juga masuk dalam daftar pembicara.

Tokenisasi Muncul sebagai Tema Utama Aset Kripto di Davos 2026

Publikasi-publikasi yang berkaitan dengan WEF terus menggambarkan tahun 2026 sebagai “titik perubahan” bagi aset digital. Mereka menilai bahwa blockchain sudah melampaui tahap proyek uji coba dan kini telah diterapkan secara nyata.

Bukan lagi membahas perdebatan lama soal apakah aset digital layak berada di sistem keuangan, Davos 2026 justru fokus pada bagaimana aset digital diintegrasikan ke dalam sistem keuangan.

Pembicaraan sudah bergeser dari ideologi dan spekulasi ke arah infrastruktur, skalabilitas, dan penerapan berskala enterprise.

Dalam hal ini, tokenisasi secara luas digambarkan sebagai mekanisme yang membuat teknologi blockchain perlahan-lahan terintegrasi ke TradFi.

Pergeseran ini tampak jelas pada berbagai panel tingkat tinggi, termasuk sesi dengan judul “Apakah Tokenisasi adalah Masa Depan?” dan “Di Mana Kita Soal Stablecoin?”

Is Tokenization the Future? @cnbcKaren (@CNBC), @brian_armstrong (@coinbase), @bgarlinghouse (@ripple), Valérie Urbain ( @EuroclearGroup), François Villeroy de Galhau (@banquedefrance), Bill Winters (@StanChart) #WEF26 https://t.co/Ob8n7PCh1T

— World Economic Forum (@wef) January 21, 2026

Diskusi-diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh senior, termasuk CEO Ripple Brad Garlinghouse dan CEO Coinbase Brian Armstrong. Turut hadir juga pejabat dari European Central Bank dan perwakilan lembaga keuangan besar lainnya.

Para panelis menekankan kemampuan tokenisasi untuk membuat aset yang biasanya tidak likuid (saham, obligasi, dana, dan properti) dapat diperdagangkan di chain. Tujuannya untuk memungkinkan kepemilikan secara fraksional, meningkatkan likuiditas, serta mengurangi gesekan dalam penyelesaian lintas negara.

Lembaga-lembaga seperti BlackRock, BNY Mellon, dan Euroclear sekarang sudah meluncurkan produk tokenisasi secara massal. Hal ini menunjukkan adanya perpaduan yang makin kuat antara bank dan blockchain.

Kejelasan regulasi yang tercapai pada tahun 2025, khususnya di AS dan sebagian wilayah Eropa, berkali-kali disebut sebagai pemicu utama perubahan ini terjadi.

Stablecoin juga memainkan peran penting sebagai jembatan antara sistem TradFi dan DeFi. Stablecoin yang sering disebut sebagai contoh penggunaan blockchain pertama yang benar-benar universal, kini dilihat sebagai infrastruktur dasar untuk pembayaran, pengelolaan treasury, dan penyelesaian transaksi di chain.

Dengan munculnya kerangka kebijakan global yang lebih jelas, termasuk rujukan pada US GENIUS Act, stablecoin semakin dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganggu, bagi jalur keuangan yang sudah ada.

🚀BREAKING: At Davos, President Trump doubles down on crypto support

He vows to make the USA the "crypto capital of the world," positioning it against China's potential dominance in the sector.

He highlighted key actions:
✅ Signed the stablecoin GENIUS Act.
✅ Pushing the… https://t.co/gs6lTErch1 pic.twitter.com/lZuAhGgT7F

— Mia-BYDFi (@rokmawinda) January 22, 2026

Tokenisasi Bergerak dari Proyek Percontohan ke Infrastruktur Keuangan Skala Triliunan

Data terbaru yang dibagikan selama WEF di Davos menyoroti besarnya peluang tokenisasi. Total value locked (TVL) dalam RWA yang sudah ditokenisasi kini sudah melampaui US$21 miliar. Angka ini mencerminkan naiknya adopsi sekaligus semakin beragamnya kelas aset yang masuk ke chain.

Proyeksi jangka panjang turut menggarisbawahi besarnya tren ini. McKinsey memperkirakan pasar aset tokenisasi bisa mencapai antara US$2 triliun hingga US$4 triliun pada tahun 2030. Sementara itu, Boston Consulting Group menyampaikan skenario yang lebih agresif hingga US$16 triliun.

Tokenized Real-World Assets Reach $21B in TVL

The RWA sector continues to expand, both in total value locked and in the range of assets being tokenized. Long-term projections highlight the scale of this trend. @McKinsey estimates the tokenized asset market could reach $2 to $4… pic.twitter.com/LkzBpPFhaX

— CryptoRank.io (@CryptoRank_io) January 21, 2026

Para pemimpin industri menggunakan momen Davos untuk menampilkan kemajuan nyata di lapangan. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan perusahaan bekerja erat bersama bank global untuk menjembatani kesenjangan antara tokenisasi dan DeFi.

Dia menerangkan bahwa volume tokenisasi di XRP Ledger naik dari US$19 triliun menjadi US$33 triliun hanya dalam satu tahun. Fokusnya, papar dia, lebih kepada infrastruktur berstandar institusional, bukan pada kasus penggunaan bersifat spekulatif.

BOOM! 🚨 $XRP is building the rails for trillions.

Ripple CEO Brad Garlinghouse just said at Davos 2026 that the company has been working with banks worldwide to bridge tokenization and DeFi through the XRP Ledger.

Tokenized volume grew from 19T to 33T in just one year.
Most… pic.twitter.com/OdzyGT9nQU

— X Finance Bull (@Xfinancebull) January 21, 2026

Penyedia infrastruktur juga menyampaikan pesan serupa. SWIFT mengatakan aset tokenisasi yang saling terhubung bisa sangat mempercepat perdagangan global, membuka likuiditas yang terjebak, dan menghubungkan TradFi dengan keuangan digital secara lebih luas.

CEO Coinbase Brian Armstrong juga menambahkan bahwa saham yang telah ditokenisasi adalah masa depan pasar tradisional. Eksekutif kripto ini memandangnya sebagai evolusi infrastruktur pasar saham yang tak terelakkan, bukan eksperimen khas dunia kripto.

Pasar Tradisional Adopsi Tokenisasi sebagai Infrastruktur Keuangan Inti

Pandangan ini semakin diterima oleh pelaku utama. New York Stock Exchange (NYSE) sedang menjelajahi sekuritas tokenisasi dan perdagangan 24/7 tanpa mengubah kerangka regulasi yang berlaku.

Tujuannya untuk memodernisasi infrastruktur pasar, bukan mendorong perilaku spekulatif. Sementara itu, data yang dipaparkan selama Davos menunjukkan lebih dari 65% aset tokenisasi, termasuk stablecoin berbasis fiat, saat ini diterbitkan di Ethereum. Ini menegaskan peran sentral Ethereum dalam ekonomi tokenisasi yang sedang berkembang.

Secara keseluruhan, Davos 2026 menunjukkan bahwa tokenisasi bukan lagi konsep masa depan. Kini, tokenisasi menjadi kacamata utama bagi keuangan global dalam berinteraksi dengan kripto, bukan sebagai kekuatan yang mengganggu, melainkan sebagai infrastruktur kokoh yang diam-diam mengubah pasar modal dunia.

Harga XRP Turun 3% tapi Presiden Ripple Punya 4 Prediksi Kuat untuk 2026

21 January 2026 at 05:27

Harga XRP turun 3% pada hari Rabu, meskipun Presiden Ripple, Monica Long, memaparkan salah satu pandangan institusional paling optimistis untuk aset kripto sejauh ini.

Menurut pendapatnya, tahun 2026 akan menjadi titik balik penting dari masa eksperimen ke produksi penuh di seluruh sektor keuangan global.

Prediksi Presiden Ripple Monica Long untuk 2026

Monica Long membagikan sebuah unggahan terperinci beserta laporan yang menunjukkan bahwa industri ini sedang memasuki “era produksi”.

Ia menuturkan infrastruktur yang terpercaya dan utilitas nyata akhirnya mendorong bank, korporasi, dan penyedia layanan keuangan untuk melampaui tahap uji coba dan mulai melakukan penerapan skala besar.

“Setelah salah satu tahun paling menarik bagi kripto (dan Ripple), industri ini sedang memasuki era produksinya,” mulai Long.

Menurut eksekutif Ripple tersebut, tahun 2026 akan menjadi masa institusionalisasi aset kripto, di mana:

Stablecoin Jadi Infrastruktur Utama untuk Penyelesaian Transaksi

Pusat dari tesis Long terletak pada stablecoin, yang menurutnya sudah beralih dari jalur pembayaran alternatif menjadi fondasi penyelesaian global. Hal ini sejalan dengan prediksi CEO Coinbase bahwa bank pada akhirnya akan menuntut stablecoin yang memberikan bunga.

Monica Long mengungkapkan bahwa jaringan pembayaran besar dan perusahaan fintech sudah mulai memasukkan dolar digital langsung ke dalam sistem yang telah ada.

“Stablecoin akan menjadi fondasi penyelesaian global, bukan lagi jalur alternatif,” ujar Long menunjukkan Visa, Stripe, dan institusi finansial besar yang mengintegrasikan stablecoin ke dalam alur pembayaran.

Meskipun adopsi ritel terus berlanjut, ia menekankan bahwa pembayaran B2B menjadi mesin pertumbuhan utama, dengan korporasi memanfaatkan dolar digital untuk memperoleh likuiditas real-time dan efisiensi modal.

Presiden Ripple ini juga menyoroti data yang menunjukkan bahwa pembayaran stablecoin B2B mencapai run rate tahunan sebesar US$76 miliar tahun lalu, naik dari kurang dari US$100 juta per bulan di awal 2023.

Ia memaparkan bahwa hadiahnya adalah membebaskan triliunan dolar modal kerja yang selama ini mengendap di neraca perusahaan.

Akses Kripto Menjadi Arus Utama

Prediksi besar kedua dari Long adalah bahwa aset kripto tidak lagi dipandang sebagai spekulasi oleh institusi, melainkan sebagai infrastruktur keuangan inti.

Pada 2026, ia memperkirakan sekitar 50% perusahaan Fortune 500 akan memiliki eksposur ke kripto atau strategi treasury aset digital yang terstruktur.

“Aset kripto bukan lagi spekulatif — aset ini sedang menjadi lapisan pengoperasian dari keuangan modern,” ia tulis, memproyeksikan penggunaan aktif dari aset tokenisasi, T-bill on-chain, stablecoin, serta instrumen keuangan terprogram di neraca perusahaan.

Ia juga menyoroti ekspansi pesat exchange-traded fund (ETF) kripto, yang kini menyediakan akses institusional, tapi masih baru mewakili 1–2% dari pasar ETF di AS, sehingga masih ada peluang pertumbuhan yang besar.

Pasar Modal dan Kustodian Mengikuti On-Chain

Seiring dengan meningkatnya adopsi, Long memperkirakan pasar modal akan mengikuti. Ia memprediksi bahwa 5–10% aktivitas penyelesaian global akan berpindah ke on-chain, didorong oleh tokenisasi dan mobilitas jaminan berbasis stablecoin.

Pada saat yang sama, layanan kustodian kripto sedang memasuki fase konsolidasi. Dengan nilai aktivitas merger dan akuisisi aset kripto mencapai US$8,6 miliar di tahun 2025, Long memperkirakan layanan kustodian akan menjadi arena persaingan utama berikutnya, di mana komoditisasi mendorong integrasi vertikal dan strategi multi-custodian.

4/ Crypto M&A reflects market maturity, with $8.6B in deal volume in 2025 driven largely by institutions and custody emerging as the next major consolidation driver. As custody commoditizes, spurring vertical integration and multi-custodian strategies, ~50% of the world’s top 50…

— Monica Long (@MonicaLongSF) January 20, 2026

Menjelang tahun 2026, ia memperkirakan lebih dari separuh dari 50 bank terbesar dunia akan meresmikan kerja sama kustodian baru.

Blockchain Bertemu dengan AI tapi Pasar Tetap Waspada

Long juga menyoroti konvergensi antara blockchain dan AI, di mana smart contract, model AI, dan zero-knowledge proof yang menjaga privasi akan mengotomasi manajemen treasury, optimalisasi jaminan, dan penilaian risiko secara real-time.

Meski visinya sangat luas, respons pasar justru datar karena harga XRP turun lebih dari 3% ke level US$1,90, sehingga turun di bawah angka US$2.

Ripple (XRP) Price Performance
Performa Harga Ripple (XRP) | Sumber: BeInCrypto

Penurunan harga XRP ini mencerminkan masih adanya kesenjangan antara pergerakan harga jangka pendek dan narasi infrastruktur jangka panjang. Hal ini terjadi meskipun Ripple menempatkan tahun 2026 sebagai tahun penentu bagi adopsi kripto institusional.

XRP Berpotensi Menjadi Bintang di 2026 dan Ungguli Ethereum

By:Bey
20 January 2026 at 11:16

Para ahli mengatakan Ethereum akan segera mengungguli seluruh pasar, tetapi XRP menantang ETH seperti belum pernah terjadi sebelumnya! Dua sinyal bullish, salah satunya muncul kembali untuk pertama kalinya sejak 2021, menunjukkan bahwa ciptaan Vitalik Buterin mungkin bukan rajanya.

Dua sinyal bullish, salah satunya muncul kembali untuk pertama kalinya sejak 2021, menunjukkan bahwa ciptaan Vitalik Buterin mungkin bukan rajanya.

XRP Mencetak Terobosan Bersejarah

XRP telah mencapai tonggak sejarah langka terhadap Ethereum dengan menembus di atas awan Ichimoku pada grafik dua mingguan. Secara historis, zona ini telah menghambat kenaikan XRP/ETH selama pasar bullish, bertindak sebagai resistensi kuat sejak 2018. Untuk pertama kalinya sejak 2021, awan tersebut kini tampak sebagai level support potensial.

Rasio XRP/ETH di perdagangkan sekitar 0,00061 ETH setelah penurunan baru-baru ini sekitar 6%, tetapi tetap berada di atas cloud

Setelah mencapai titik terendah 0,0001251 ETH pada Juni 2024, XRP kembali menembus level cloud pada November 2024. Hal ini menandakan pergeseran struktural utama. Pada tahun 2025, pasangan ini mencapai level tertinggi lima tahun di 0,00139 ETH sebelum terkoreksi sebesar 56%. Terlepas dari penurunan ini, harga tetap berada di atas level clou. Sekarang bertindak sebagai support, menandakan kemungkinan pembalikan tren bullish. Analis Matt Hughes menunjukkan bahwa Tenkan-sen telah melintasi di atas Kijun-sen, menunjukkan momentum jangka menengah yang di perbarui.

Sementara itu, cadangan XRP yang di simpan di Binance telah turun sekitar 45% dalam satu tahun. Penurunan signifikan ini menunjukkan pengurangan yang nyata dalam pasokan yang tersedia di platform pertukaran terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna memindahkan XRP mereka ke dompet pribadi daripada membiarkannya di bursa. Tren ini mencerminkan perilaku akumulasi jangka panjang daripada keinginan untuk menjual segera.

Secara historis, kontraksi cadangan di bursa semacam ini sering mendahului pasar bullish, karena pasokan yang lebih terbatas meningkatkan sensitivitas harga terhadap permintaan. Dengan lebih sedikit XRP yang tersedia untuk penjualan langsung, peningkatan permintaan apa pun dapat mendorong harga lebih cepat daripada Ethereum, yang tidak menunjukkan dinamika akumulasi yang begitu kentara.

Sumber: CryptoQuant

Target Kenaikan 5x Lipat Dalam Indikator Hijau

Sementara itu, harga XRP tetap berfluktuasi tetapi mendukung: saat ini di perdagangkan sekitar US$2,06, sedikit turun harian dan mingguan. Harga bertahan di atas rata-rata pergerakan 50 hari (US$2,02), menunjukkan dukungan jangka pendek, tetapi tetap di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (US$2,53), mencerminkan tren bearish secara keseluruhan . Terakhir, RSI di 50,7 menunjukkan pasar netral, tanpa penjualan berlebihan maupun pembelian berlebihan.

Altcoin ini baru-baru ini menyelesaikan fase akumulasi panjang setelah menembus pola descending wedge tahun 2020-2024, di ikuti oleh ekspansi 600% sejak awal kemunculannya di US$0,60. Saat ini, altcoin tersebut diperdagangkan di atas zona breakout yang telah dikonfirmasi, dengan struktur bullish yang tetap utuh selama harganya tetap di atas US$1,30.

Target potensial meliputi US$3,50, US$5,00, US$8,70, dan di atas US$10, dengan pembatalan di bawah US$1,30 pada penutupan tertinggi. Struktur teknis ini, di kombinasikan dengan kelemahan relatif Ethereum terhadap awan Ichimoku, memposisikan XRP untuk kinerja yang lebih baik pada tahun 2026.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi XRP di 2026 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

XRP Resmi Masuk ‘Big Three’ Kripto dan Raih Imunitas

By:Bey
20 January 2026 at 10:37

Dunia aset digital memasuki babak baru pada awal 2026. XRP, token yang dikembangkan oleh Ripple, secara resmi telah mengakhiri ketidakpastian regulasi selama bertahun-tahun.

Melalui implementasi Digital Asset Market Clarity Act yang berlaku mulai 1 Januari 2026, XRP kini memiliki status hukum yang setara dengan Bitcoin dan Ethereum.

Akhir Sengketa Regulasi: Imunitas Hukum dan Yurisdiksi CFTC

Langkah ini memberikan XRP apa yang disebut sebagai “imunitas hukum”. Kini, token tersebut berada di bawah yurisdiksi penuh Commodity Futures Trading Commission (CFTC), bukan lagi di bawah pengawasan ketat SEC. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyambut antusias perkembangan ini. “Hari ini kita tidak hanya merayakan kemenangan hukum, tetapi juga pengakuan bahwa XRP adalah infrastruktur vital bagi masa depan keuangan global yang transparan,” tegasnya.

Status baru ini memicu pergeseran besar dalam hierarki pasar. XRP kini resmi bergabung dalam kelompok eksklusif “Big Three” bersama Bitcoin dan Ethereum. Analis pasar dari BeInCrypto, Jakub Dziadkowiec, mencatat bahwa momen ini adalah titik balik krusial. “XRP akhirnya terbebas dari bayang-bayang SEC. Ini bukan lagi tentang spekulasi, melainkan tentang adopsi institusi skala besar yang selama ini tertahan,” ungkapnya.

XRP Sebagai ‘Kekasih Baru’ Pasar Kripto

Selain aspek investasi, kegunaan praktis XRP sebagai aset jembatan (bridge asset) untuk penyelesaian pembayaran global semakin menguat. Dengan total nilai terkunci (TVL) di XRP Ledger yang melebihi 15 miliar USD, kepercayaan terhadap teknologi ini mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

Sorotan CNBC Television: XRP Sebagai ‘Kekasih Baru’ Pasar Kripto

Keberhasilan XRP melepaskan diri dari belenggu hukum bukan hanya kemenangan bagi Ripple, tetapi juga menjadi preseden penting bagi seluruh industri kripto dalam mencapai kejelasan regulasi global. XRP kini berdiri tegak sebagai pilar ketiga dalam ekosistem aset digital dunia.

Masa Depan XRP Sebagai Infrastruktur Pembayaran Global

Selain aspek investasi, kegunaan praktis XRP sebagai aset jembatan (bridge asset) untuk penyelesaian pembayaran global semakin menguat. Dengan total nilai terkunci (TVL) di XRP Ledger yang melebihi 15 miliar USD, kepercayaan terhadap teknologi ini mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

Keberhasilan XRP melepaskan diri dari belenggu hukum bukan hanya kemenangan bagi Ripple, tetapi juga menjadi preseden penting bagi seluruh industri kripto dalam mencapai kejelasan regulasi global. XRP kini berdiri tegak sebagai pilar ketiga dalam ekosistem aset digital dunia.

Bagaimana pendapat Anda tentang status hukum XRP ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Pola Breakdown XRP 2022: Sejarah Terulang di Bawah US$1?

20 January 2026 at 08:56

Harga XRP (XRP) turun hampir 10% sejak Rabu lalu karena tekanan ekonomi makro terus membebani pasar aset kripto secara keseluruhan.

Menariknya, ada tiga pola utama yang terakhir muncul pada tahun 2022 kini muncul kembali, sehingga memicu kekhawatiran bahwa XRP bisa jatuh di bawah level US$1.

3 Pararel Historis Tunjukkan Risiko XRP yang Meningkat

Pertama, data Glassnode menunjukkan bahwa investor aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini sedang melakukan akumulasi pada harga di bawah biaya dasar holder 6 bulan hingga 12 bulan. Hal ini menandakan kalau pelaku pasar baru mulai masuk di level yang lebih menguntungkan.

Dinamika Klaster Holder XRP | Sumber: X/Glassnode

Selama ketidakseimbangan ini terjadi, tekanan psikologis terus meningkat bagi investor yang membeli di dekat harga puncak. Glassnode memperingatkan bahwa “pembeli di puncak” ini akan menghadapi tekanan yang makin besar seiring waktu. Pola ini mirip dengan situasi yang terjadi pada Februari 2022.

“Pola itu tidak berakhir dengan baik waktu itu,” tutur seorang pengamat pasar menambahkan.

Kedua, penurunan volume yang terjadi bersamaan dengan turunnya harga sangat mirip dengan perilaku pasar pada periode 2021–2022.

Kombinasi ini menunjukkan bahwa pelemahan harga XRP belakangan ini tidak menarik minat beli saat harga rendah yang berarti. Ini menandakan kurangnya keyakinan para pelaku pasar. Pola yang sama juga terjadi sebelum penurunan besar di Februari 2022.

XRP Historical Parallels
Paralel Historis XRP | Sumber: Coinglass

Ketiga, sinyal teknikal menyoroti risiko tambahan. Jika membandingkan struktur histogram Moving average convergence/divergence (MACD) antara periode 2025–2026 dan siklus 2021–2022, nampak pola momentum yang sangat mirip.

Data ini mengindikasikan bahwa XRP bisa saja turun hingga 45% jika harga menembus zona support di US$1,8–US$1,9. Jika terjadi breakdown, harga XRP bisa turun di bawah US$1, dan melintasi ambang psikologis dan teknikal yang penting.

XRP Price Prediction
Prediksi Harga XRP | Sumber: TradingView

Skenario Bullish: Potensi Pembalikan Arah

Sementara itu, analisis BeInCrypto menyebut XRP kini berada di momen penentuan. Harga XRP sedang membentuk pola inverse head-and-shoulders yang berpotensi bullish.

Pola ini hanya akan valid bullish jika XRP berhasil merebut kembali EMA 100 hari di atas US$2,24 dan menembus zona neckline US$2,48–US$2,52. Jika terkonfirmasi, formasi ini berpotensi memberikan kenaikan sekitar 33%.

Selain itu, sebagian pelaku pasar percaya potensi reli mulai terbentuk untuk XRP. Seorang analis on-chain kripto ucap bahwa retest tren harian CME XRP telah selesai dan gap 4 jam CME juga sudah terisi.

Menurut analis tersebut, kondisi ini bisa membuka peluang bagi XRP untuk bergerak terpisah dari pasar dan segera reli dari level saat ini.

$XRP will pump hard soon.

Stay focused. 👇 pic.twitter.com/YEIglUifpK

— STEPH IS CRYPTO (@Steph_iscrypto) January 19, 2026

Dalam beberapa minggu ke depan, para trader akan mengamati apakah pola tahun 2022 terulang. Untuk sekarang, baik sinyal teknikal maupun on-chain serta kondisi pasar secara luas menunjukkan outlook hati-hati saat XRP menghadapi fase krusial ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang pola breakdown XRP ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Stablecoin RLUSD Cetak ATH di Tengah Dorongan Institusi Ripple — tapi XRP Tertinggal

16 January 2026 at 08:42

Stablecoin RLUSD dari Ripple yang di dukung oleh US dollar, melonjak ke level tertinggi baru, di dorong oleh serangkaian kerja sama penting dan pencapaian regulasi yang mempercepat adopsinya di kalangan investor institusional.

Akan tetapi, sepertinya RLUSD menjadi satu-satunya token yang mendapatkan keuntungan dari kemajuan dan ekspansi Ripple, sedangkan XRP justru harus menanggung tekanan dari kekuatan pasar.

Kapitalisasi Pasar RLUSD Melonjak Melewati US$1,38 Miliar saat Ripple Perluas Adopsi Institusional

Data DefiLlama memperlihatkan bahwa kapitalisasi pasar stablecoin RLUSD kini sudah melewati US$1,38 miliar. Ini membuat RLUSD menjadi salah satu aset digital dengan pertumbuhan tercepat, karena US$125 juta tambahan sejak akhir November 2025.

  • Baca Juga: Analisis: Aksi Jual Masif 200 Juta XRP Tak Halangi Reli Harga
RLUSD Market Cap
Kapitalisasi Pasar RLUSD | Sumber: DefiLlama

Pendorong terbaru dari pertumbuhan RLUSD berasal dari kemitraan baru Ripple bersama LMAX Group. LMAX Group sendiri merupakan marketplace lintas aset terkemuka di dunia untuk valuta asing dan aset digital.

We’re partnering with @LMAX to accelerate institutional stablecoin adoption and cross-asset mobility.$RLUSD will be integrated as core collateral across LMAX’s global marketplace — unlocking cross-collateral efficiencies across crypto and traditional markets. https://t.co/5Q34wIbYZV

— Ripple (@Ripple) January 15, 2026

Melalui kerja sama jangka panjang ini, RLUSD akan di integrasikan sebagai aset jaminan utama di seluruh infrastruktur trading institusional LMAX.

Integrasi ini memungkinkan bank, broker, dan institusi buy-side untuk memanfaatkan RLUSD sebagai jaminan silang dan efisiensi margin di spot crypto, futures perpetual, hingga CFD trading.

“Bermitra dengan pemimpin seperti Ripple merupakan pencapaian penting bagi LMAX,” ujar David Mercer, CEO LMAX Group. “Dengan kejelasan regulasi yang semakin besar di AS dan global, stablecoin yang didukung fiat akan menjadi katalis utama dalam mempertemukan TradFi dan aset digital, dan RLUSD sudah berada di posisi terdepan.”

Kemitraan dengan LMAX ini juga di dukung oleh komitmen pendanaan senilai US$150 juta dari Ripple. Dukungan ini akan memperkuat strategi pertumbuhan lintas aset jangka panjang dari exchange tersebut.

Klien institusi bisa menikmati likuiditas yang semakin tinggi, kustodi yang aman melalui wallet terpisah, serta akses 24 jam setiap hari ke marketplace lintas aset. Menariknya, fitur ini biasanya tidak tersedia untuk mata uang fiat konvensional.

“LMAX sudah lama menjadi pemimpin dalam menyediakan infrastruktur yang transparan dan teregulasi seperti yang dibutuhkan oleh pelaku institusional. Kemitraan ini akan mempercepat pemanfaatan RLUSD—yang kini sudah masuk lima besar stablecoin USD—dalam salah satu lingkungan trading terbesar dan paling canggih,” tambah Jack McDonald, SVP Stablecoin di Ripple.

Perjalanan pertumbuhan RLUSD ikut di perkuat oleh pengumuman dari Interactive Brokers bahwa klien yang memenuhi syarat nantinya dapat mendanai akun mereka menggunakan stablecoin ini. Langkah ini memperluas kehadiran RLUSD ke layanan broker utama.

RLUSD get's more traction:

Interactive Brokers (Nasdaq: IBKR), an automated global electronic broker, today announced that eligible clients of Interactive Brokers LLC (IB LLC) can now fund their brokerage accounts using stablecoin.

Clients can fund their accounts by sending… pic.twitter.com/ulGAM6O4iu

— Leonidas (@LeoHadjiloizou) January 15, 2026

Lembaga institusi besar lain yang mulai menggunakan RLUSD termasuk DBS, Franklin Templeton, dan SBI Holdings. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang makin tinggi terhadap RLUSD sebagai aset kliring dan jaminan yang tepercaya.

Ethereum Kuasai Pasokan RLUSD, Batasi Utilitas XRP

Meskipun menorehkan kesuksesan, mayoritas suplai RLUSD (hampir 76%) justru berada di Ethereum dan bukan di native XRP Ledger (XRPL) milik Ripple.

Ripple’s RLUSD on Ethereum vs. XRPL
RLUSD Ripple di Ethereum vs. XRPL | Sumber: DefiLlama

Dengan demikian, walau integrasi ke Ethereum membuka likuiditas DeFi yang besar, hal ini membatasi utilitas langsung dari XRP. Pasalnya, transaksi RLUSD di Ethereum tidak berkontribusi pada mekanisme burn XRP maupun pendapatan bagi holder.

A friend of mine FaceTimed me today. Long-time $XRP holder.

He'd just found out RLUSD lives on Ethereum. He was in awe, wondering what's the point of Ripple then.

I LOL'd and said "I've been tweeting about it non-stop for weeks".

He later swapped his XRP for $LINK & $ETH. pic.twitter.com/4Jr9GoEkaq

— jfab.eth (@josefabregab) September 2, 2025

Situasi ini pun memicu perdebatan di komunitas XRP maupun masyarakat kripto secara umum. Kekhawatiran bermunculan karena inovasi Ripple seharusnya langsung mendorong permintaan XRP.

>RLUSD largely displaces the need for XRP for cross border transactions
>80% of RLUSD is on Ethereum
>Ethereum doesn’t use XRP
>XRP holders don’t receive revenue from RLUSD
>XRP is the gas token of a chain that has little to no activity
>Little to no XRP is burned on XRPL

You…

— Zach Rynes | CLG (@ChainLinkGod) September 30, 2025

Meski demikian, persetujuan regulasi secara konsisten memperkuat kredibilitas institusional RLUSD. Otoritas Regulasi Jasa Keuangan Abu Dhabi (FSRA) telah memberikan izin RLUSD untuk digunakan secara institusional dan teratur.

Sementara itu, persetujuan EMI awal di Luksemburg membuka jalan untuk ekspansi operasi secara luas di Uni Eropa. Ripple kini diakui sebagai salah satu perusahaan kripto paling patuh regulasi di dunia, dengan lebih dari 75 lisensi resmi.

Dengan kapitalisasi pasar melebihi US$1,38 miliar serta deretan kemitraan bergengsi yang terus bertambah, RLUSD siap melaju lebih jauh lagi.

Integrasi RLUSD ke infrastruktur trading LMAX Group sekaligus pengakuan dari regulator global menandai langkah besar menuju adopsi stablecoin secara massal, menjembatani pasar kripto dan ekosistem TradFi.

Ripple (XRP) Price Performance
Performa Harga Ripple (XRP) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, XRP diperdagangkan di harga US$2,08, turun lebih dari 1% selama 24 jam terakhir.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌