Normal view

Received — 16 January 2026 BeInCrypto Indonesia

Bitcoin Berpotensi Runtuh dalam 7–11 Tahun, Pendiri Cyber Capital Wanti-wanti

17 January 2026 at 03:50

Pendiri sekaligus Chief Investment Officer Cyber Capital, Justin Bons, memprediksi bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi kolaps dalam kurun 7 hingga 11 tahun ke depan.

Ia menunjuk pada menurunnya security budget (anggaran keamanan), meningkatnya risiko 51% attack, serta apa yang ia sebut sebagai pilihan mustahil yang harus dihadapi jaringan Bitcoin. Menurut Bons, kerentanan fundamental ini dapat menggerus kepercayaan dan bahkan memicu perpecahan chain.

Model Keamanan Ekonomi Bitcoin Mulai Dipertanyakan

Selama bertahun-tahun, para pakar telah menyoroti berbagai risiko yang mengancam Bitcoin, terutama komputasi kuantum, yang berpotensi merusak standar kriptografi saat ini.

Tetapi, lewat sebuah unggahan yang detail, Bons menyampaikan kekhawatiran yang berbeda. Ia menilai ancaman jangka panjang Bitcoin ada pada model keamanan ekonominya.

“BTC akan runtuh dalam 7 sampai 11 tahun mendatang! Industri mining akan tumbang terlebih dahulu, seiring anggaran keamanan yang menyusut. Saat itulah serangan mulai terjadi; sensor & double-spend,” tulisnya.

Inti dari argumennya adalah penurunan anggaran keamanan Bitcoin. Setiap kali halving terjadi, reward miner terpotong setengah, sehingga insentif untuk mengamankan jaringan pun turut melemah.

Halving terbaru terjadi pada April 2024, dan akan terus berlangsung setiap empat tahun sekali. Menurut Bons, untuk mempertahankan tingkat keamanan saat ini, Bitcoin butuh kenaikan harga eksponensial yang berkelanjutan atau biaya transaksi yang permanen tinggi, dua hal yang ia anggap tidak realistis.

Bitcoin's Declining Security Budget
Anggaran Keamanan Bitcoin yang Menurun. Sumber: X/Justin Bons

Pendapatan Miner Susut, Risiko Serangan Bertambah

Menurut Bons, pendapatan miner, bukan sekadar hashrate, adalah tolok ukur paling penting untuk keamanan jaringan. Ia menyoroti bahwa seiring efisiensi perangkat keras yang meningkat, hashrate bisa naik walaupun biaya memproduksi hash turun, sehingga hashrate menjadi indikator yang menyesatkan tentang ketahanan terhadap serangan.

Menurutnya, pendapatan miner yang menurun langsung menurunkan biaya untuk menyerang jaringan. Ketika biaya menjalankan 51% attack lebih kecil daripada potensi keuntungan dari double-spending atau mengacaukan jaringan, serangan seperti itu jadi masuk akal secara ekonomi.

“Teori permainan kripto-ekonomi bergantung pada hukuman & imbalan, carrot & stick. Itulah alasan kenapa pendapatan miner menentukan biaya sebuah serangan. Untuk sisi imbalannya: Double-spending dengan 51% attack yang menyasar exchange, adalah vektor serangan yang sangat realistis karena keuntungan potensialnya sangat besar,” ulas unggahan itu.

Saat ini, biaya transaksi hanya menyumbang sebagian kecil dari pendapatan miner. Ketika subsidi blok mendekati nol dalam beberapa dekade mendatang, Bitcoin nyaris hanya bisa mengandalkan biaya transaksi untuk menjaga keamanan jaringan. Akan tetapi, ruang blok terbatas bikin jumlah transaksi dan total pendapatan biaya jadi terbatas.

Bons juga menyatakan kecil kemungkinan biaya tinggi bisa bertahan lama, sebab pengguna cenderung keluar dari jaringan setiap kali biaya membengkak, sehingga biaya tidak dapat secara konsisten menggantikan subsidi blok dalam jangka panjang.

Kemacetan, Dinamika Bank Run, dan Ancaman Death Spiral

Selain kekhawatiran soal anggaran keamanan, Bons juga memperingatkan potensi skenario “rush ke bank”. Menurut dia,

“Bahkan menurut estimasi paling konservatif, jika setiap pengguna BTC saat ini hanya melakukan satu transaksi, antrean akan panjang hingga 1,82 bulan!”

Ia memaparkan bahwa saat terjadi kepanikan, jaringan tidak akan mampu memproses penarikan dengan cukup cepat sehingga pengguna bisa terjebak karena kemacetan dan biaya yang melonjak. Kondisi ini mirip dengan bank run.

Bons juga menyoroti mekanisme penyesuaian tingkat kesulitan dua minggu sekali pada Bitcoin sebagai risiko yang bisa memperburuk. Jika harga turun tajam, miner yang tidak lagi untung bisa tutup usaha, sehingga produksi blok melambat sampai penyesuaian berikutnya.

“Karena kepanikan bikin harga jatuh, lalu makin banyak miner tutup, sehingga chain makin melambat, memicu kepanikan baru yang bikin harga makin terjun dan masih lebih banyak miner menutup operasinya, begitu seterusnya, tanpa henti…Itu disebut sebagai siklus ganas dalam teori permainan, juga dikenal sebagai negative feedback loop atau death spiral,” tutur Bons.

Ia menambahkan bahwa risiko kemacetan ini membuat self-custody massal jadi tidak aman saat periode stres, dan memperingatkan bahwa pengguna bisa saja tidak dapat keluar dari jaringan ketika lonjakan permintaan terjadi.

Dilema yang Tidak Terhindarkan untuk Bitcoin

Sebagai penutup, Bons menyimpulkan bahwa Bitcoin menghadapi dilema mendasar.

Satu opsi adalah meningkatkan total suplai di atas batas 21 juta BTC demi menjaga insentif miner dan keamanan jaringan. Namun, langkah ini akan merusak proposisi nilai utama Bitcoin dan hampir pasti memicu perpecahan chain.

Opsi lainnya, terang dia, adalah membiarkan model keamanan terus melemah, yang berarti eksposur terhadap serangan dan sensor akan semakin besar.

“Kemungkinan terbesar, dalam 7 sampai 11 tahun ke depan, kedua opsi yang saya paparkan & lebih banyak lagi bisa terjadi bersamaan,” tulis Bons.

Ia juga mengaitkan masalah ini dengan warisan perang ukuran blok, dan berpendapat bahwa kendala tata kelola dalam Bitcoin Core membuat perubahan protokol yang bermakna sulit terjadi secara politis sebelum krisis benar-benar memaksa. Saat momen itu terjadi, ia memperingatkan, bisa saja sudah terlambat.

Bagaimana pendapat Anda tentang risiko runtuhnya Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Apa Kenaikan 500% Token GAS Mengungkap Tentang Meta Baru yang Muncul di Dunia Kripto

16 January 2026 at 11:40

Gas Town (GAS) muncul sebagai altcoin top gainer harian di pasar aset kripto, naik lebih dari 500% dan mencetak all-time high (ATH) baru hari ini.

Reli ini menjadi bagian dari tren baru yang berkembang di mana para builder makin banyak memanfaatkan aset kripto untuk mendukung pengembangan proyek.

Apa Itu Token Gas Town (Gas)?

Token GAS terinspirasi dari Gas Town. Proyek ini merupakan framework AI multi-agent orchestration buatan Steve Yegge, mantan engineer senior di Google dan Amazon.

“Yegge merilis Gas Town pada 1 Januari 2026: sebuah open-source workspace manager multi-agent yang dirancang untuk mengoordinasikan dan mengatur AI coding agent seperti Claude Code dan Gemini. Framework ini memungkinkan pengembang menjalankan 20–30 (atau lebih) AI agent secara bersamaan dalam proyek kompleks tanpa kehilangan konteks, tanpa menciptakan konflik merge, ataupun membuat kekacauan tugas,” tulis Lookonchain .

Gas Town berbeda dengan asisten biasa karena berfungsi seperti pabrik coding AI skala industri. Arsitektur agent yang bertingkat terdiri atas bagian yang disebut Town (kantor pusat) dan Rigs (repository).

Sistem ini juga memiliki peran seperti Mayor (agent utama), Overseer (pengguna), Refinery, Polecats, Crew, Witness, Deacon, dan Dogs. Seperti yang dijelaskan posting blog Yegge, Gas Town “mirip sekali dengan” Kubernetes dan Temporal, serta “100% vibe coded.

Berkat pertumbuhan minat pada proyek ini, sebuah token langsung muncul, meski bukan dari Yegge sendiri. Seorang anggota komunitas anonim menciptakan token GAS di BAGS.

BAGS merupakan platform crypto yang berfokus pada kreator dan launchpad di blockchain Solana. Dalam blog terbaru, Yegge mengungkapkan bahwa komentar seorang pengguna membuatnya sadar dia telah menerima dana sekitar US$49.000 dalam bentuk BAGS.

“Singkat cerita, pagi ini saya benar-benar mengklaim penghasilan saya; totalnya waktu itu sudah naik jadi US$68.000 dan sekarang menjadi US$75.000. Dan saat postingan ini mulai beredar, yah, bisa dibilang saya akan ada klaim tambahan lagi,” terang dia . “Sebagai pencipta Gas Town, saya mendapatkan 99% dari trading fee tersebut, berkat orang yang menciptakan koin GAS.”

Ia juga menuturkan bahwa dana tersebut akan memungkinkan dirinya berinvestasi ulang ke proyek, sehingga peluang Gas Town menjadi lebih sukses makin terbuka lebar.

“Dengan AI, ekonomi kreator akan mengalahkan ekonomi korporasi. Dalam 2 tahun ke depan semuanya akan terbalik,” papar Yegge.

Mengapa Gas Token Mengalami Reli?

Menariknya, token ini sudah mencuri perhatian beberapa key opinion leader (KOL), sehingga membuat popularitasnya makin meroket dan sepertinya turut memicu reli harga terbaru ini.

so yea Jim the name's $gas, gas town

this genius-level dev Yegge created kubernetes for concurrent agentic workflows straight from his home desk

then the crypto kids tokenized it, now hes adopted it and used the fees to fund his exploration into the future of post-agi devwork pic.twitter.com/OULemrj3qL

— Ansem (@blknoiz06) January 16, 2026

Menurut data GeckoTerminal, kapitalisasi pasar token GAS sempat menyentuh hampir US$60.000.000 hari ini, yang merupakan ATH baru. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di US$0,044, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$44.000.000.

Aktivitas trading ikut melonjak seiring pergerakan harga. GAS mencatat volume perdagangan 24 jam sebesar US$109.000.000, naik tajam 1.613%.

GAS Token Price Performance
Performa Harga Token GAS | Sumber: GeckoTerminal

Investor awal telah menikmati imbal hasil besar berkat lonjakan harga GAS. Lookonchain melaporkan seorang trader (S2XVoy) membelanjakan US$394 untuk mendapatkan 12,6 juta token GAS. Dari jumlah tersebut, investor tersebut telah menjual 5,3 juta token dengan nilai sekitar US$98.800. Selain itu, nilai sisa asetnya, yaitu 7,3 juta GAS, kini telah naik menjadi sekitar US$322.500.

“Hanya dengan US$394 bisa jadi profit US$420.700 — cuan 535x lipat!” bunyi unggahan tersebut.

Token GAS menunjukkan bagaimana pengembang AI open-source dapat memakai aset kripto untuk menggalang dana langsung dari komunitasnya. RALPH adalah contoh lain.

Token ini terinspirasi dari teknik Ralph Wiggum yang dikembangkan oleh Geoffrey Huntley. Dia telah secara terbuka mendukung token ini dan membuat website khusus untuknya. Sebanyak 99% royalti dialokasikan untuk mendukung riset terbuka Huntley tentang software evolusioner.

“Akhir-akhir ini ada fenomena baru yang terjadi di onchain…Fenomena ini terutama berfokus pada para founder AI open source, pengembang, dan engineer yang memanfaatkan aset kripto untuk mengumpulkan sumber daya, mirip seperti yang kita lihat pada tren agent meta dan Internet Capital Markets. Jika dibandingkan dengan tren sebelumnya, gelombang kali ini nampaknya jauh lebih berakar pada pengembangan nyata di dunia nyata,” terang Connor King .

Meski tren baru ini menyoroti cara-cara baru bagi pengembang untuk menarik perhatian dan sumber daya melalui mekanisme asli kripto, hasil akhirnya kemungkinan bakal berbeda-beda di setiap proyek. Penting juga untuk dicatat bahwa GAS adalah token baru dengan kapitalisasi pasar di bawah US$100,000.000.

Aset dengan ukuran seperti ini bisa sangat fluktuatif dan rentan terhadap manipulasi harga. Investasi pada token tahap awal membawa risiko besar, dan pembaca harus melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.

Minat pasar terhadap token seperti ini biasanya menunjukkan perpaduan antara eksperimen teknologi, partisipasi komunitas, dan aktivitas spekulatif. Meski begitu, seberapa berkelanjutan model-model ini akan sangat bergantung pada eksekusi, transparansi, dan relevansi jangka panjang.

Received — 15 January 2026 BeInCrypto Indonesia

NYC Token Kena Rug Pull? Ini 4 Tanda Bahayanya

15 January 2026 at 12:01

Meme coin NYC milik mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, menuai kritik tajam dari komunitas aset kripto setelah anjlok lebih dari 80%, sehingga kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.

Baik Adams maupun tim proyeknya membantah melakukan kesalahan, tapi pergerakan likuiditas yang tidak lazim menimbulkan kekhawatiran, sehingga beberapa analis menilai token ini berpotensi sebagai rug pull. Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, seorang analis dari Nansen menjabarkan 4 alasan mengapa token NYC nampaknya masuk ke dalam kategori “rug pull” secara lebih luas.

Sekitar 60% Trader Alami Kerugian setelah NYC Token Mengalami Koreksi Besar

Awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Adams memperkenalkan token tersebut di Times Square. Nilainya sempat melonjak tak lama setelah peluncuran, namun reli itu tidak bertahan lama.

“MANTAN WALIKOTA NYC BARU SAJA MELAKUKAN RUGPULL. Koin itu langsung menyentuh kapitalisasi pasar US$500 juta sebelum Eric menarik likuiditas dari koin tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan besar hingga 80% dan token itu jatuh di bawah US$100 juta,” posting Ash Crypto .

Analis di blockchain menemukan perilaku likuiditas yang aneh. Rune Crypto menuduh Adams telah menarik US$3,4 juta dari liquidity pool token ini. Bubblemaps juga mengidentifikasi aktivitas likuiditas yang mencurigakan.

Eric Adams, former NYC major, has just removed the whole liquidity pool of his new memecoin: a total of $3,430,000 scammed https://t.co/QgGAVzgM3H pic.twitter.com/UdEbufckS3

— Rune (@RuneCrypto_) January 12, 2026

Dalam sebuah posting terpisah, Bubblemaps menyoroti dampak negatif dari token NYC. Sekitar 4.300 trader berinteraksi dengan token NYC, di mana kira-kira 60% mencatatkan kerugian.

  • 2.300 trader kehilangan kurang dari US$1.000.
  • 200 trader mengalami kerugian antara US$1.000 sampai US$10.000.
  • 40 trader kehilangan antara US$10.000 hingga US$100.000.
  • 15 trader mengalami kerugian lebih dari US$100.000.

Apakah NYC Token Kena Rug Pull?

Nicolai Sondergaard, Research Analyst di Nansen, menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa alasan token NYC bisa di kelompokkan bersama rug pull lainnya adalah karena cara mereka menarik likuiditas. Analis ini menguraikan 4 alasan utama:

  • Tim tidak membuat pengumuman sebelumnya terkait rencana “rebalance” likuiditas.
  • Sejumlah besar likuiditas di tarik dalam waktu yang sangat singkat, bukan secara bertahap.
  • Likuiditas yang di tarik tidak sepenuhnya di kembalikan ke pool.
  • Likuiditas baru di tarik setelah token mencapai level tinggi.

“Kalau ini memang langkah yang sah, saya pasti mengharapkan perubahan kecil serta ada pemberitahuan sebelumnya kalau akan ada pergeseran. Hal seperti ini sepertinya tidak akan berdampak negatif pada token,” komentar Sondergaard.

Ia menerangkan bahwa penarikan likuiditas, bahkan jika hanya sebagian, secara signifikan meningkatkan dampak dari satu order jual. Order jual yang biasanya tidak akan banyak mempengaruhi harga saat kondisi likuiditas normal, kini bisa menggerakkan pasar jauh lebih besar, seringkali memicu kepanikan, gelombang aksi jual, dan bahkan memaksa trader dengan limit order keluar dari posisinya.

“Apa yang mereka lakukan pada dasarnya menjebak para trader, sehingga banyak yang terpaksa menjual dengan kerugian di kondisi likuiditas rendah. Menambahkan likuiditas kembali pun tidak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Demikian pula dengan memasang order DCA, itu hanya solusi tambal sulam,” ujar analis tersebut.

Sondergaard menekankan bahwa, dari sisi integritas pasar, komunikasi yang jelas dan transparan mengenai likuiditas sangat penting. Mengapa? Karena trader tidak dapat menilai risiko secara akurat jika likuiditas bisa menghilang tanpa peringatan apapun.

Dia menyebut bahwa kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan di ekosistem secara luas. Analis ini menambahkan bahwa standar transparansi yang lebih baik, di tambah pengawasan berbasis data, akan membantu membedakan proyek-proyek yang sah dari pihak-pihak yang beritikad buruk. Sondergaard menyarankan,

“Akan lebih bijak kalau investor selalu berhati-hati ketika trading meme coin. Selalu nilai distribusi holder, apakah volume beli jauh lebih besar dari volume jual, apakah likuiditas yang masuk satu sisi saja (misal hanya token, atau usdc juga dimasukkan)?” terang analis tersebut.

Adams Bantah Tuduhan Rug Pull

Di tengah kritikan ini, juru bicara mantan wali kota, Todd Shapiro, membagikan pernyataan yang membantah tudingan tersebut. Ia menolak laporan yang menyebut Adams memindahkan dana investor atau mengambil keuntungan dari peluncuran token NYC, seraya menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti.

Juru bicara itu menuturkan bahwa NYC Token mengalami volatilitas harga yang memang umum terjadi pada aset digital yang baru diluncurkan. Ia mengulangi komitmen Adams terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi yang bertanggung jawab.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Sebelumnya, tim NYC Token menyatakan bahwa pergerakan likuiditas tersebut terjadi karena proses rebalancing setelah adanya permintaan yang sangat tinggi saat peluncuran.

Bagaimana pendapat Anda tentang token kripto NYC di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Dash Balap Monero, Coin Privacy Reli 100% Dalam Sepekan

15 January 2026 at 08:56

Dash (DASH) melonjak menjadi performa mingguan terbaik di antara 300 aset kripto teratas, naik lebih dari 100% bahkan mengungguli Monero (XMR).

Peningkatan ini menandakan permintaan yang semakin besar pada aset kripto privasi dan menyoroti potensi DASH untuk menjadi pesaing Monero. Adopsi merchant yang semakin cepat dan akses yang makin mudah juga ikut mendorong tren ini.

DASH Jadi Privacy Coin Paling Banyak Di perdagangkan Saat Kenaikan Mingguan Melebihi 100%

Data BeInCrypto Markets menunjukkan nilai DASH telah naik 102,5% selama sepekan terakhir. Kemarin, altcoin ini menyentuh harga US$88,5 atau tertinggi dalam hampir dua bulan.

Dalam satu hari terakhir saja, DASH sudah meningkat 33,2%. Pada waktu publikasi, harganya di perdagangkan di angka US$82,27. Selain itu, volume perdagangan hariannya sudah melampaui US$1,3 miliar, sehingga menjadi aset paling banyak di perdagangkan di sektor aset kripto privasi, menurut CoinGecko.

Performa Harga DASH | Sumber: BeInCrypto Markets

Kenaikan DASH merupakan bagian dari reli sektor aset kripto privasi secara luas. Berdasarkan CryptoRank, 14 dari 18 token privasi dengan kapitalisasi pasar di atas US$100 juta sudah mencatatkan imbal hasil positif sejak 1 Januari.

“80% token privasi naik di 2026. Seiring tema privasi makin bersinar, banyak token mencapai harga tertinggi terbaru,” tulis postingan tersebut.

Aturan know-your-customer dan anti-pencucian uang yang makin ketat membangkitkan kembali minat pada privasi keuangan sehingga mendorong aset kripto privasi kembali jadi sorotan. Zcash menjadi aset terbaik di sektor ini pada 2025, namun belakangan kekhawatiran terkait tim pengembangannya ikut membebani sentimen pasar.

Situasi ini mungkin saja memicu rotasi modal di dalam ruang privasi, menjauhkan minat dari ZEC. DASH juga turut di untungkan di tengah pergeseran ini, karena adopsi yang makin meningkat mengangkat sentimen pasar dan mendukung performa DASH terbaru dibandingkan Monero.

Pada 13 Januari, Alchemy Pay mengumumkan telah mulai mendukung fitur pembelian fiat on-ramp untuk DASH. Kerja sama ini memungkinkan pengguna di 173 negara untuk membeli DASH menggunakan pembayaran fiat lokal. Jangkauan geografis yang luas ini membuat akses makin mudah serta mengatasi salah satu hambatan terbesar bagi aset kripto privasi.

“Dengan integrasi DASH ke fiat on-ramp, Alchemy Pay memperluas akses ke ekosistem cash digital Dash dan mendukung penggunaannya untuk pembayaran, tabungan, serta aplikasi Web3,” tulis tim tersebut dalam pengumuman.

Sementara itu, data adopsi jangka panjang menempatkan DASH di depan pesaingnya sesama kripto privasi. Analitik Cryptwerk memperlihatkan saat ini terdapat 1.682 merchant yang menerima DASH. Altcoin ini berada di peringkat ketujuh untuk adopsi merchant secara keseluruhan, dengan popularitas sebesar 23,12%. Monero berada di peringkat sepuluh, diterima di 1.225 merchant dengan tingkat adopsi 16,84%.

Selisih dalam penerimaan merchant ini menyoroti keunggulan praktis DASH. Dengan 457 merchant lebih banyak yang menerima DASH daripada Monero, tingkat adopsinya sekitar 37% lebih tinggi.

Outlook Harga DASH

Seiring dorongan bullish yang terus menguat, para analis masih terbagi mengenai apakah reli masih berlanjut atau akan terjadi pergerakan koreksi. Ardi, salah satu analis, menerangkan bahwa aset kripto privasi tersebut telah menunjukkan “kekuatan gila”.

“Jika momentum ini bertahan, sekitar US$77 jadi support likuiditas untuk pantulan. Jika tidak, area retest kemungkinan di US$71–US$73. Selama level itu kuat, zona US$98–US$103 menjadi target selanjutnya. Privacy szn,” paparnya Ardi.

Analis Jens juga memandang tren secara keseluruhan masih positif dan menganggap penurunan harga sebagai peluang beli, dengan potensi kenaikan menuju US$100.

“Setelah membentuk base lama di kisaran US$36–US$40, pembeli masuk dan momentum pun bergeser bullish. Sekarang harga sedang menguji zona resistance US$85–US$90. Jika bertahan kuat di sini, harga bisa menuju di atas US$100. Bahkan koreksi ke US$60–US$65 masih tergolong sehat,” terang analis tersebut dalam laporannya.

Walau begitu, sebagian pelaku pasar tetap berhati-hati dan memprediksi bahwa mungkin terjadi koreksi setelah reli ini.

$DASH / $USD – Update

Waiting on a dump to $53 for a bounce. WHAT A SCAM PUMP. pic.twitter.com/i1cqb6xCf0

— Crypto Tony (@CryptoTony__) January 13, 2026

Meski begitu, indikator teknikal hanya memberikan kemungkinan, bukan kepastian. DASH harus menjaga fundamental, adopsi, dan pertumbuhan sektor privacy-coin secara keseluruhan agar reli-nya bisa berlanjut. Dengan momentum dari sisi teknikal, infrastruktur, dan utilitas, Dash tetap menjadi privacy coin utama yang patut dipantau untuk bersaing dengan rivalnya seperti Monero.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga Dash di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

CEO CoinGecko Tegaskan Kekuatan dan Visi Jangka Panjang di Tengah Rumor Penjualan US$500 Juta

15 January 2026 at 07:10

CEO dan co-founder CoinGecko, Bobby Ong, merilis pernyataan terkait pandangan platform tersebut. Ia menekankan kekuatan operasional dan terus berfokus pada transparansi serta pertumbuhan jangka panjang.

Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang mengatakan bahwa CoinGecko mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan penjualan.

Coingecko Tegaskan Visi Jangka Panjang di Tengah Laporan Potensi Penjualan

Laporan terbaru yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan ini, menyebut CoinGecko, agregator data aset kripto independen, tengah mempertimbangkan kemungkinan penjualan dengan valuasi sekitar US$500.000.000.

Menurut sumber tersebut, perusahaan telah menunjuk bank investasi Moelis untuk memberikan saran dalam proses ini. Salah satu sumber menyampaikan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan valuasi pasti. Mereka juga menambahkan bahwa prosesnya sendiri baru dimulai pada akhir tahun lalu.

Di tengah laporan tersebut, Ong menggunakan LinkedIn untuk menegaskan kembali kekuatan operasional dan prinsip inti CoinGecko.

“Setelah hampir 12 tahun membangun CoinGecko sebagai perusahaan bootstrap, pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah apa rencana ke depannya. Yang bisa saya bagikan hari ini adalah: CoinGecko beroperasi dari posisi yang kuat. Kami terus berkembang, menguntungkan, dan melihat permintaan yang meningkat dari institusi, seiring dengan semakin besarnya adopsi aset kripto oleh keuangan tradisional,” ujar Ong .

Ong juga menambahkan bahwa perusahaan secara rutin meninjau berbagai jalur strategis potensial, sambil menegaskan bahwa setiap pertimbangan tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan layanan yang diberikan kepada pengguna maupun klien institusional.

“Seperti perusahaan yang dikelola dengan baik pada tahap ini, kami secara rutin mengevaluasi peluang strategis yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan kami dan memperkuat nilai yang kami berikan – baik kepada jutaan pengguna yang mengandalkan platform kami, maupun kepada basis klien korporat yang terus bertambah,” terang Ong.

Ia menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap transparansi serta fokus pada penyediaan data aset kripto yang berkualitas tinggi dan tanpa bias tetap tidak berubah.

Eksekutif tersebut juga menyinggung perkembangan yang lebih luas di sektor kripto. Ia menyoroti kerangka regulasi yang semakin jelas dan meningkatnya partisipasi institusi, sekaligus menekankan bahwa CoinGecko tetap fokus pada para penggunanya dan pertumbuhan jangka panjang.

“Kami sangat antusias akan peluang ke depan dan tetap fokus melayani pengguna sekaligus terus membangun CoinGecko untuk jangka panjang,” tutur Ong.

Dengan demikian, jelas bahwa pernyataan sang pendiri tidak mengonfirmasi atau menyangkal penjualan CoinGecko. Pernyataan ini menekankan kekuatan keuangan, pertumbuhan, serta keterbukaan untuk mengevaluasi peluang strategis, tanpa memberikan sinyal bahwa ada transaksi yang direncanakan atau akan segera terjadi.

Sementara itu, industri aset kripto secara umum mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas merger dan akuisisi. Laporan terbaru dari Architect Partners menunjukkan bahwa aktivitas M&A kripto mencapai rekor baru pada 2025, dengan kesepakatan investasi aset kripto menyumbang 27,8% dari total aktivitas.

Crypto M&A Activity
Aktivitas M&A Kripto | Sumber: Architect Partners

Transaksi besar yang tercatat, antara lain akuisisi Deribit oleh Coinbase senilai US$2,9 miliar, pembelian NinjaTrader oleh Kraken senilai US$1,5 miliar, serta pengakuisisian Hidden Road oleh Ripple senilai US$1,25 miliar.

Tren ini juga berlanjut hingga 2026, ditandai dengan Strive yang minggu ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan akuisisi Semler Scientific.

Crypto Whale Tingkatkan Akumulasi Chainlink setelah Exchange-Traded Fund (ETF) LINK Kedua Resmi Meluncur

15 January 2026 at 06:44

Para crypto whale sedang menambah eksposur mereka ke Chainlink (LINK) seiring masuknya exchange-traded fund (ETF) spot kedua yang berhubungan dengan altcoin ini ke pasar minggu ini.

Peningkatan aktivitas institusi dan holder besar menunjukkan semakin tumbuhnya kepercayaan terhadap prospek Chainlink. Meski begitu, LINK mengalami penurunan lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan tren penurunan pasar secara umum.

Bitwise Chainlink ETF Debut Dengan Arus Masuk US$2,59 Juta

Bitwise Chainlink ETF (kode: CLNK) mulai diperdagangkan di NYSE Arca pada 14 Januari. CLNK memiliki biaya manajemen sebesar 0,34%. tapi, Bitwise menggratiskan biaya ini selama tiga bulan pertama untuk aset hingga US$500 juta.

“Chainlink menyediakan infrastruktur oracle penting yang menjembatani kesenjangan itu, mendukung manajemen risiko dan pengambilan keputusan finansial yang diperlukan untuk adopsi mainstream. Dengan CLNK, investor kini memiliki cara baru untuk berinvestasi di lapisan fundamental ekonomi blockchain ini,” terang Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise .

Berdasarkan data dari SoSoValue, pada hari pembukaan terjadi arus bersih masuk senilai US$2,59 juta. Nilai aset bersih dana naik menjadi US$5,18 juta, dengan volume transaksi sebesar US$3,24 juta.

Peluncuran ini menjadi ETF spot LINK kedua di AS yang langsung terhubung ke LINK. Grayscale Chainlink Trust ETF (GLNK), yang debut awal Desember, berhasil menarik arus masuk US$37,05 juta pada hari pertamanya.

Dibandingkan, arus masuk awal Bitwise terlihat lebih kecil. Walaupun demikian, peluncuran ETF ini berhasil mendorong total aset bersih LINK ETF menjadi US$95,87 juta, semakin mendekati angka US$100 juta.

Performa ETF Chainlink | Sumber: SoSoValue

Whale LINK Tingkatkan Akumulasi

Di luar minat institusi, Chainlink juga menarik atensi para crypto whale. Data on-chain memperlihatkan bahwa satu wallet whale (0x10D9) menarik 139.950 LINK dari Binance, senilai sekitar US$1,96 juta.

Langkah ini mengikuti fase akumulasi sebelumnya, di mana wallet yang sama menarik 202.607 LINK senilai sekitar US$2,7 juta dari exchange tersebut.

“Kini whale tersebut memegang 342.557 $LINK bernilai US$4,81 juta yang diakumulasi dalam 2 hari terakhir,” cuit Onchain Lens .

Selain itu, Onchain Lens juga menyoroti wallet whale lain, 0xb59, yang menarik 207.328 LINK senilai sekitar US$2,78 juta pada 12 Januari.

Peningkatan minat whale bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. BeInCrypto melaporkan pekan lalu bahwa holder besar sedang mengakumulasi LINK dalam jumlah besar. Merujuk pada data Nansen , saldo wallet whale meningkat 1,37% selama seminggu terakhir, sementara saldo LINK di exchange turun 1% pada periode yang sama.

Perbedaan tren ini menunjukkan investor besar sedang memindahkan token dari exchange ke wallet sendiri, pola umum yang sering dikaitkan dengan akumulasi jangka panjang dibandingkan aktivitas trading jangka pendek.

Performa Harga Chainlink (LINK) | Sumber: BeInCrypto Markets

Meski begitu, tekanan pasar secara umum masih membebani LINK. Data dari BeInCrypto Markets memperlihatkan bahwa altcoin ini turun 1,2% dalam sehari terakhir. Pada waktu publikasi, LINK diperdagangkan di US$13,8.

Apa yang Mendorong Reli Internet Computer (ICP) Hampir 40%?

15 January 2026 at 04:25

Internet Computer (ICP) melonjak lebih dari 39% dalam sepekan terakhir, melampaui aset kripto utama lainnya karena investor merespons perilisan whitepaper MISSION70 terbaru.

Dokumen ini mengusulkan pembaruan menyeluruh untuk menurunkan inflasi sedikitnya 70% hingga akhir 2026. Target ini akan dicapai melalui kombinasi percepatan permintaan dan pengurangan suplai.

Internet Computer Menjadi Top Gainer Harian di Tengah Pemulihan Pasar Aset Kripto yang Lebih Luas

ICP kini menjadi salah satu performa terbaik di pasar aset kripto. Data dari CoinGecko memperlihatkan ICP membukukan kenaikan hampir 26% dalam 24 jam terakhir, menempatkan token ini di posisi teratas dalam leaderboard harian di antara 100 aset kripto terbesar.

Reli ini merupakan bagian dari tren kenaikan yang lebih luas sejak awal pekan. Altcoin ini memasuki tahun 2026 sejalan dengan pasar aset kripto secara keseluruhan, dan sempat mengalami kenaikan sebelum koreksi singkat.

Tapi, momentum berubah lagi pekan ini. Aset utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kembali bergerak naik, sehingga optimisme pasar secara luas pun pulih.

Sentimen positif ini turut menopang pergerakan harga ICP, sementara perkembangan di ekosistem Internet Computer juga ikut mendorong reli, menambah kepercayaan investor pada fundamental jaringan tersebut.

“Internet Computer memimpin aset large cap selama sepekan terakhir dengan kenaikan market cap +39%,” tulis Santiment .

Internet Computer (ICP) Price Performance
Performa Harga Internet Computer (ICP) | Sumber: TradingView

Whitepaper Mission 70 Jelaskan Strategi Ganda untuk Kurangi Inflasi Token ICP

Tim DFINITY merilis whitepaper MISSION70 pada 13 Januari 2026. Dokumen ini menjelaskan pendekatan ganda untuk menurunkan tingkat inflasi ICP. Strateginya menggabungkan aksi dari sisi suplai dan permintaan, dengan tujuan penurunan inflasi token sebesar 70% hingga akhir tahun.

Reformasi di sisi suplai akan berkontribusi pada 44% dari total penurunan. Perubahan ini meliputi penurunan reward voting, reward node provider, pembatasan reward pool, serta memperkenalkan mekanisme modulasai maturity yang lebih sederhana.

Whitepaper ini menyoroti bahwa reward node provider saat ini jauh melampaui biaya infrastruktur dasar, sehingga masih ada ruang untuk pemangkasan tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

“Kami memperkirakan langkah sisi suplai akan menurunkan proses pencetakan ICP dari 9,72% (Januari 2026) menjadi 5,42% (Januari 2027), atau turun 44%. DFINITY yakin target Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% bisa terlampaui dengan gabungan upaya sisi suplai dan percepatan permintaan,” bunyi dokumen tersebut.

Sisa penurunan 26% membutuhkan peningkatan aktivitas jaringan. DFINITY berencana mendorong permintaan lewat aplikasi on-chain berbasis AI serta produk cloud engine baru.

Whitepaper tersebut memperkirakan bahwa semakin banyaknya penggunaan akan membakar lebih banyak ICP lewat biaya komputasi, sehingga bisa menciptakan tekanan deflasi pada token.

“Untuk mencapai target keseluruhan Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% (dari 9,72% ke 2,92%), dibutuhkan tambahan dampak permintaan sebesar 26% di luar penurunan 44% dari sisi suplai. Pada level harga saat ini, diperlukan peningkatan cycle burn rate dari 0,05 XDR per detik menjadi 0,77 XDR per detik,” tambah tim tersebut.

🚨The $ICP new whitepaper shows how they plan on dropping inflation by 70% in 2026 as part of MISSION70.

📉 44% from cutting rewards
🔥 26% from more people actually using the network
Inflation goes from 9.72% → 2.92%. pic.twitter.com/gRwSg9Sefi

— ALLINCRYPTO (@RealAllinCrypto) January 14, 2026

Respons Pasar dan Data On-Chain Tunjukkan Kepercayaan Kuat

Di sisi lain, kenaikan harga ICP juga diiringi aktivitas on-chain yang menonjol. Data Nansen memperlihatkan saldo ICP di exchange turun lebih dari 58% dalam 24 jam terakhir.

Arus keluar tajam semacam ini biasanya menandakan para holder memindahkan token dari exchange, yang biasanya berkorelasi dengan penurunan tekanan jual jangka pendek.

Saldo ICP di Exchange | Sumber: Nansen

Pemanfaatan jaringan juga terus naik. Menurut Chainspect, Internet Computer memproses sekitar 90 juta transaksi dalam satu hari, menandai aktivitas harian tertinggi jaringan tersebut dalam lebih dari satu bulan.

Dari sisi teknikal, analis masih optimistis terhadap prospek ICP. Beberapa pihak melihat ada kemiripan dengan struktur harga bulan November 2025, sehingga jika momentum bertahan, aset ini bisa mencoba pergerakan naik serupa.

Anything look familiar here $ICP? pic.twitter.com/r7cch2lELj

— The Crypto Professor (@TheCryptoProfes) January 14, 2026

Ketika Internet Computer memasuki periode penting ini, pasar aset kripto akan memperhatikan apakah DFINITY benar-benar bisa menghadirkan perubahan ekonomi ini. Waktu mendatang akan membuktikan apakah reli harga ini menandakan perubahan yang bertahan lama atau hanya reaksi terhadap perkembangan yang sudah diantisipasi.

3 Katalis yang Bisa Picu Pemulihan Pasar Kripto Lebih Luas pada 2026

14 January 2026 at 16:45

Likuiditas pasar kripto menjadi tidak merata sepanjang 2025, menurut market maker Wintermute. Modal investor terkonsentrasi pada sekelompok kecil token, sementara sebagian besar pasar kesulitan mendapatkan traksi yang berarti.

Seiring pasar kripto mulai menjauh dari pola siklus klasik sebelumnya, Wintermute mengidentifikasi tiga perkembangan kunci yang diyakini dapat membuka jalan bagi pemulihan pasar yang lebih luas pada 2026.

Likuiditas Kripto Jadi Sangat Terkonsentrasi pada 2025

Dalam ulasan pasar OTC aset digital 2025, Wintermute menyoroti bahwa tahun ini menguji banyak asumsi lama dari pasar aset kripto. Laporan ini juga mengungkap perubahan besar dalam cara likuiditas bergerak di seluruh sektor.

Pada umumnya, di pasar kripto, modal mengalir secara siklikal, dimulai dengan Bitcoin sebagai pintu utama likuiditas, lalu beralih ke Ethereum setelah momentum Bitcoin mulai melambat.

Kemudian, modal biasanya masuk ke altcoin berkapitalisasi besar dan selanjutnya altcoin berkapitalisasi lebih kecil seiring meningkatnya selera risiko. Tapi, hal ini tidak terjadi di 2025.

Perusahaan market making tersebut menemukan bahwa aktivitas trading sepanjang 2025 lebih banyak terfokus pada Bitcoin dan Ethereum, bersama segelintir token berkapitalisasi besar. Akibatnya, likuiditas pun semakin berat di bagian atas, dengan modal menumpuk pada aset utama dan tidak menyebar ke seluruh pasar secara merata.

“Modal tidak lagi tersebar secara luas ke seluruh pasar. Sebaliknya, likuiditas justru semakin terkonsentrasi dan tidak merata, sehingga menyebabkan perbedaan semakin besar pada imbal hasil dan aktivitas pasar,” ujar laporan itu.

Changing Liquidity Dynamics in 2025
Dinamika Perubahan Likuiditas di 2025 | Sumber: Wintermute

Dinamika Likuiditas Berubah pada 2025

Menurut laporan tersebut, perubahan ini didorong oleh exchange-traded fund (ETF) dan digital asset treasuries (DAT). Sampai baru-baru ini, stablecoin dan investasi langsung menjadi jalur utama masuknya modal ke pasar kripto.

“Tapi, ETF dan DAT secara struktural telah mengubah cara likuiditas disalurkan ke dalam ekosistem,” papar Wintermute. “Seperti yang telah disebutkan, mandat mereka mulai diperluas dan memungkinkan paparan tidak hanya pada BTC dan ETH, tapi juga pada token besar lainnya; meski begitu, proses ini berjalan perlahan sehingga dampaknya bagi pasar altcoin akan membutuhkan waktu untuk terlihat.”

Hasilnya adalah penyempitan jangkauan pasar dan perbedaan return yang semakin lebar. Ini menandakan penempatan modal yang lebih terarah, bukan rotasi pasar secara menyeluruh. Tren ini tampak jelas pada performa sektor altcoin dan meme coin.

Reli Altcoin Semakin Pendek, Meme Coin Kehilangan Daya Dorong

Laporan tersebut menyoroti bahwa lama reli di pasar altcoin kini jauh lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di antara 2022 hingga 2024, reli altcoin biasanya bertahan selama 45 sampai 60 hari.

Sebaliknya, pada 2025 terjadi penurunan tajam dalam lama reli, di mana median ketahanannya hanya sekitar 20 hari. Penurunan ini terjadi meski terus muncul tema baru, seperti peluncuran meme coin, perpetual DEX, dan narasi x402.

“Narasi-narasi ini memang memicu lonjakan aktivitas sesaat, tapi gagal berkembang menjadi reli pasar yang bertahan lama. Hal ini mencerminkan kondisi ekonomi makro yang tidak stabil, kejenuhan pasar setelah lonjakan tahun lalu, dan likuiditas altcoin yang belum cukup kuat untuk membawa narasi melebihi tahap awalnya. Inilah yang membuat reli altcoin terasa seperti trading taktis, bukan tren keyakinan tinggi,” terang laporan tersebut.

Wintermute juga turut menyoroti performa meme coin selama 2025. Laporan menemukan bahwa kapitalisasi pasar meme coin secara agregat turun drastis setelah kuartal pertama. Selain itu, kapitalisasi pasar pun gagal kembali ke level support penting. Meski sempat ada lonjakan aktivitas secara singkat, hal tersebut tidak mampu membalikkan tren pelemahan secara menyeluruh.

Laporan ini menyebut episode volatilitas yang berlangsung singkat, seperti persaingan antara peluncuran meme coin Pump.fun dan LetsBonk pada Juli, sebagai contoh minat trading lokal yang tidak berkembang menjadi pemulihan pasar secara berkelanjutan.

Wintermute Paparkan Tiga Skenario Pemulihan Pasar pada 2026

Wintermute menegaskan bahwa pembalikan dinamika pasar tahun 2025 kemungkinan membutuhkan setidaknya satu dari tiga perkembangan berikut:

  • Paparan institusi yang lebih luas: Sebagian besar likuiditas baru pasar kripto masuk melalui ETF dan digital asset treasuries, tapi masih sangat terpusat. Pemulihan pasar yang lebih luas butuh “perluasan cakupan investasi mereka.”
  • Penguatan aset utama: Reli kuat pada Bitcoin atau Ethereum bisa menciptakan efek kekayaan. Tapi, seberapa besar modal akan berotasi ke pasar yang lebih luas masih belum jelas.
  • Kembalinya perhatian investor ritel: Pergeseran minat ritel dari saham ke kripto bisa membawa aliran modal baru. Meski begitu, Wintermute menilai skenario ini kurang mungkin terjadi.

Menurut laporan, hasil pada 2026 akan sangat bergantung apakah salah satu pemicu tersebut cukup kuat untuk memperluas likuiditas ke luar aset utama.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 katalis yang bisa picu pemulihan pasar kripto pada 2026 di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌