Normal view

Received — 16 January 2026 BeInCrypto Indonesia

Top Strategist Wall Street Tak Lagi Percayai Bitcoin, Kenapa? | Berita Kripto AS

19 January 2026 at 03:05

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing, rangkuman esensial perkembangan kripto terpenting untuk hari ini.

Silakan ambil secangkir kopi, karena hari ini kita tidak membahas grafik harga, arus masuk exchange-traded fund (ETF), maupun narasi halving berikutnya. Alih-alih, kita akan membahas sesuatu yang jauh lebih tidak nyaman: apakah Bitcoin, seperti yang ada saat ini, memang dibangun untuk bertahan lama.

Berita Kripto Hari Ini: Mengapa Salah Satu “Bitcoin Bull” Terbesar Wall Street Memilih Pergi

Perubahan yang senyap namun berdampak besar tengah terjadi dalam cara institusi memandang kripto. Christopher Wood, global head of equity strategy di Jefferies dan salah satu strategist pasar paling diperhatikan di Wall Street, telah menghapus Bitcoin sepenuhnya dari model portofolio andalannya.

Petinggi Jefferies tersebut tidak menyebut volatilitas harga sebagai alasan, melainkan keraguan akan daya tahan aset ini dalam jangka panjang.

Wood memangkas alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model Jefferies dan mengalihkannya secara merata ke emas fisik serta saham penambang emas.

Keputusan ini dipaparkan dalam edisi terbaru newsletter Greed & Fear, di mana Wood menyoroti ancaman jangka panjang yang diakibatkan oleh kemajuan komputasi kuantum terhadap keamanan Bitcoin dan anggapan Bitcoin sebagai penyimpan nilai.

“Ancaman komputasi kuantum yang dahulu terasa jauh sekarang membuat salah satu analis pasar yang paling diperhatikan memutuskan untuk meninggalkan Bitcoin,” lapor Bloomberg mengutip pernyataan Wood di newsletter tersebut, serta menyoroti bagaimana sebuah risiko teoretis kini mulai masuk ke dalam konstruksi portofolio utama.

Wood adalah salah satu pendukung institusional awal untuk Bitcoin, yang pertama kali menambahkan aset ini ke dalam portofolio modelnya pada Desember 2020 di tengah stimulus era pandemi dan kekhawatiran atas penurunan nilai mata uang.

Kemudian, ia menambah eksposur menjadi 10% di 2021. Menariknya, sejak penambahan awal tersebut, Bitcoin telah naik sekitar 325%, sedangkan emas hanya naik 145%. Meski begitu, Wood menyatakan performa bukan lagi hal yang utama.

Menurutnya, komputasi kuantum telah melemahkan argumen bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai andal untuk jangka panjang, khususnya bagi investor pensiun dan jangka waktu panjang lainnya.

“Ada kekhawatiran yang semakin besar di komunitas Bitcoin bahwa komputasi kuantum mungkin hanya tinggal beberapa tahun lagi, bukan satu dekade atau lebih,” tulis Wood.

Memang, keamanan Bitcoin saat ini bertumpu pada sistem kriptografi yang membuat komputer masa kini nyaris mustahil mendapatkan private key dari public key.

Akan tetapi, jika komputer kuantum yang relevan untuk kriptografi (CRQC) hadir, hal ini dapat mematahkan asimetri tersebut. Ini bisa membuat para penyerang mampu menemukan kembali private key hanya dalam hitungan jam atau hari.

Risiko Kuantum, Tata Kelola, dan Pemikiran Ulang Institusional tentang Bitcoin

Perdebatan ini membuka jurang yang semakin lebar antara pengelola modal dan pengembang. Nic Carter, partner di Castle Island Ventures, menangkap ketegangan ini dalam sebuah postingan pada bulan Desember lalu.

The discrepancy between capital and developers on this issue is massive. Capital is concerned and looking for a solution. Devs are mainly in complete denial. Inability to even acknowledge quantum risk is already weighing on the price.

— nic carter (@nic_carter) December 18, 2025

Kendati demikian, isu utama terletak pada tata kelola. Solusi yang diusulkan—seperti membakar koin yang rentan terhadap kuantum atau memaksa migrasi ke kriptografi pasca-kuantum—mengundang pertanyaan pelik seputar hak kepemilikan dan perubahan aturan main.

The crypto community is debating the threat of quantum computers to the blockchain, specifically for Bitcoin.

I will explain to you what the threat is.

Modern blockchains rely on asymmetric cryptography.

The following principles apply:

▪️A private key is a secret number… pic.twitter.com/0DUQkSWfx4

— Cardano YOD₳ (@JaromirTesar) December 22, 2025

Jefferies menyoroti bahwa meski Bitcoin pernah mengalami fork sebelumnya, tindakan untuk menyita atau membatalkan koin bisa merusak nilai-nilai mendasar yang membuat jaringan ini dipercaya.

Selain itu, Jefferies juga menyoroti bahwa sebagian besar suplai Bitcoin bisa saja rentan jika skenario kuantum benar-benar terjadi. Termasuk di antaranya:

  • Aset dari era Satoshi yang disimpan di alamat Pay-to-Public-Key (P2PK)
  • Koin yang hilang, dan
  • Alamat yang digunakan ulang berkali-kali dalam banyak transaksi

Apabila dijumlahkan, potensi ini menyentuh jutaan BTC.

Analisis terbaru dari Coinbase juga menggemakan sejumlah kekhawatiran tersebut. Kepala Riset Investasi Coinbase David Duong mengatakan, komputasi kuantum membawa risiko jangka panjang, bukan hanya untuk keamanan private key, tetapi bisa memengaruhi model ekonomi serta keamanan Bitcoin.

Walau menekankan bahwa teknologi kuantum saat ini masih belum mampu membobol Bitcoin, Duong mengingatkan ada sekitar 6,5 juta BTC yang rentan akan serangan kuantum dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat migrasi ke kriptografi pasca-kuantum menjadi sangat penting, meskipun pelaksanaannya masih bertahun-tahun lagi.

Bitcoin At Risk of Quantum Attacks due to Vulnerable Addresses
Bitcoin Berisiko Terkena Serangan Quantum akibat Alamat yang Rentan | Sumber: David Duong di LinkedIn


Sementara itu, Wood mengatakan bahwa pertanyaan jangka panjang seputar komputasi kuantum justru menjadi hal positif untuk emas dalam jangka panjang. Pandangan ini didasarkan pada sejarah emas sebagai lindung nilai yang telah teruji dan bebas dari ketidakpastian teknologi maupun tata kelola.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam pola pikir institusional. Pendiri dan CIO Cyber Capital, Justin Bons, menyatakan Bitcoin bisa saja runtuh kapan saja setelah tahun 2033. Meski begitu, Bons menjelaskan penyebabnya adalah subsidi miner yang terus menurun setelah halving dan biaya transaksi yang rendah.

BTC will collapse within 7 to 11 years from now!

First, the mining industry will fall, as the security budget shrinks

That is when the attacks begin; censorship & double-spends

Core will then have to increase inflation beyond 21M, splitting the chain & that will be the end! 🧵… pic.twitter.com/HqFmhW480L

— Justin Bons (@Justin_Bons) January 15, 2026

Menurut Justin Bons, 51% attack bisa menjadi menguntungkan dengan biaya harian di bawah US$3 juta, sehingga berpotensi memungkinkan terjadinya double-spend di exchange dengan nilai miliaran. Semua kekhawatiran ini berkaitan dengan keamanan Bitcoin.

Chart of the Day

Performa Harga Bitcoin dan Emas Sejak Alokasi Modal Awal Wood | Sumber: TradingView

Byte-Sized Alpha

Berikut rangkuman berita kripto AS menarik lainnya hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 15 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$170,91US$172,74 (+1,07%)
Coinbase (COIN)US$239,28US$241,38 (+0,88%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$31,99US$32,21 (+0,69%)
MARA Holdings (MARA)US$10,66US$10,74 (+0,75%)
Riot Platforms (RIOT)US$16,57US$16,76 (+1,15%)
Core Scientific (CORZ)US$18,08US$18,25 (+0,94%)
Lomba Pembukaan Pasar Crypto Equities: Google Finance

Bagaimana pendapat Anda tentang berita kripto AS teranyar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Harga PENGU Lewatkan Sinyal di Kerja Sama Pudgy Penguins dengan Manchester City

16 January 2026 at 10:12

Pudgy Penguins mengumumkan kemitraan bersejarah dengan klub sepak bola Premier League, Manchester City.

Ini menjadi salah satu kolaborasi paling bergengsi antara merek Web3 dan penggemar olahraga global.

Kerja Sama Pudgy Penguins dan Manchester City Tunjukkan Strategi Baru NFT

Kolaborasi ini akan menghadirkan koleksi NFT eksklusif beserta merchandise premium, sehingga memperluas jangkauan Pudgy Penguins jauh melampaui audiens kripto tradisional.

“Kami sangat antusias mengumumkan bahwa kami akan berkolaborasi dengan Man City untuk perilisan koleksi dan merchandise premium, sehingga membawa Pengu ke jutaan fans Man City di seluruh dunia,” tulis Pudgy Penguins dalam sebuah postingan.

Tim tersebut menambahkan bahwa kemitraan ini dirancang untuk saling memperkenalkan kedua belah pihak. Artinya, mereka membawa PENGU ke para penggemar mereka secara global, dan sekaligus memperkenalkan Man City ke komunitas Pudgy Penguins yang lebih luas.

Working with Man City on this high-end collectible and merch drop will bring Pengu to their fans globally, while also introducing Man City to the wider Pudgy Penguins audience.

We are ecstatic to bring Pengu to the world of football alongside Man City on January 17th. pic.twitter.com/MQ3PnHkfF4

— Pudgy Penguins (@pudgypenguins) January 15, 2026

Koleksi NFT dan perilisan merchandise ini dijadwalkan pada 17 Januari 2026, dan akan menyasar audiens berusia 18 tahun ke atas.

Saat Pudgy Penguins menyebut “perilisan koleksi dan merchandise premium,” artinya mereka lebih menekankan posisi eksklusif, bukan NFT massal. Strategi ini mengikuti tren terbaru di sektor ini, yang fokus pada kualitas, pengenalan merek, dan relevansi budaya di dunia nyata.

Penting untuk melihat dampak kerja sama ini bagi Pudgy Penguins, sebab ini menjadi langkah ekspansi strategis yang besar. Manchester City memiliki basis penggemar global yang sangat besar dan sangat aktif secara komersial di dunia sepak bola.

Peluang ini memberi Pudgy Penguins akses ke jutaan calon pelanggan yang memang sudah terbiasa membeli merchandise dan koleksi berlisensi dari klub favorit mereka.

Dengan menggandeng merek olahraga papan atas, Pudgy Penguins terus berupaya memposisikan PENGU sebagai intellectual property yang mainstream, bukan hanya karakter yang muncul dari dunia kripto saja.

Pudgy Penguins and Manchester City partnership announcement
Pengumuman partnership yang menampilkan karakter Pudgy Penguins dengan jersey Manchester City | Sumber: Pudgy Penguins/X

Mengapa Pudgy Penguins Bertaruh pada Budaya, Bukan Harga Jangka Pendek

Langkah ini juga menyoroti bagaimana organisasi olahraga besar kini semakin sering bereksperimen dengan koleksi digital setelah siklus NFT sebelumnya melemah.

Bukannya membuat NFT spekulatif berdiri sendiri, kolaborasi seperti ini justru menitikberatkan pada storytelling merek, merchandise fisik, dan penggemar. Perlu dicatat, hal-hal ini memang sudah menjadi keunggulan klub sepak bola selama ini.

Walaupun pengumuman ini jadi sorotan, harga token PENGU tidak menunjukkan reaksi harga yang langsung atau signifikan.

Pudgy Penguins (PENGU) Price Performance
Performa Harga Pudgy Penguins (PENGU) | Sumber: CoinGecko

Harga PENGU turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$0,01222 pada waktu publikasi.

Kemitraan ini nampaknya lebih sebagai langkah branding jangka panjang, bukan pemicu trading jangka pendek. Meski demikian, sentimen terhadap token ini masih tetap optimistis secara umum.

People want “the next runner”

The runner is still $PENGU

Conviction feels stupid before it feels genius pic.twitter.com/EpEPFV9IWv

— Fuel (@fuelkek) January 15, 2026

Tazman, salah satu pengguna populer di X, menyoroti momentum ekosistem yang lebih luas, sekaligus memperkirakan harga PENGU masih berpotensi naik lagi di tahun 2026.

“…lihat saja bagaimana US$PENGU meroket di tahun 2026, naik 60% sejak 2025!!!! Percayalah pada 2026, para penguin akan tampil dengan sangat jelas dan berani,” tulis Tazman.

Tazman juga memaparkan bahwa banyak proyek besar, seperti OKX dan Crypto.com, sudah mulai mencantumkan penguin di postingan mereka.

Year of the Penguin. pic.twitter.com/YoR2tTR0Yp

— OKX (@okx) January 7, 2026

Meski pergerakan harga masih landai untuk saat ini, kolaborasi Pudgy Penguins dan Manchester City ini merefleksikan tren yang lebih luas. Merek Web3 yang berhasil kini lebih bersaing dalam hal relevansi budaya dan jangkauan global.

Hal ini berbeda dibanding sekadar fokus pada metrik on-chain saja, dan agak mirip dengan langkah yang dilakukan BitMine baru-baru ini.

Jika dieksekusi dengan baik, peluncuran pada 17 Januari nanti bisa menjadi contoh baru bagaimana NFT dapat menyatu dengan fandom olahraga mainstream di fase adopsi kripto berikutnya.

Stablecoin RLUSD Cetak ATH di Tengah Dorongan Institusi Ripple — tapi XRP Tertinggal

16 January 2026 at 08:42

Stablecoin RLUSD dari Ripple yang di dukung oleh US dollar, melonjak ke level tertinggi baru, di dorong oleh serangkaian kerja sama penting dan pencapaian regulasi yang mempercepat adopsinya di kalangan investor institusional.

Akan tetapi, sepertinya RLUSD menjadi satu-satunya token yang mendapatkan keuntungan dari kemajuan dan ekspansi Ripple, sedangkan XRP justru harus menanggung tekanan dari kekuatan pasar.

Kapitalisasi Pasar RLUSD Melonjak Melewati US$1,38 Miliar saat Ripple Perluas Adopsi Institusional

Data DefiLlama memperlihatkan bahwa kapitalisasi pasar stablecoin RLUSD kini sudah melewati US$1,38 miliar. Ini membuat RLUSD menjadi salah satu aset digital dengan pertumbuhan tercepat, karena US$125 juta tambahan sejak akhir November 2025.

  • Baca Juga: Analisis: Aksi Jual Masif 200 Juta XRP Tak Halangi Reli Harga
RLUSD Market Cap
Kapitalisasi Pasar RLUSD | Sumber: DefiLlama

Pendorong terbaru dari pertumbuhan RLUSD berasal dari kemitraan baru Ripple bersama LMAX Group. LMAX Group sendiri merupakan marketplace lintas aset terkemuka di dunia untuk valuta asing dan aset digital.

We’re partnering with @LMAX to accelerate institutional stablecoin adoption and cross-asset mobility.$RLUSD will be integrated as core collateral across LMAX’s global marketplace — unlocking cross-collateral efficiencies across crypto and traditional markets. https://t.co/5Q34wIbYZV

— Ripple (@Ripple) January 15, 2026

Melalui kerja sama jangka panjang ini, RLUSD akan di integrasikan sebagai aset jaminan utama di seluruh infrastruktur trading institusional LMAX.

Integrasi ini memungkinkan bank, broker, dan institusi buy-side untuk memanfaatkan RLUSD sebagai jaminan silang dan efisiensi margin di spot crypto, futures perpetual, hingga CFD trading.

“Bermitra dengan pemimpin seperti Ripple merupakan pencapaian penting bagi LMAX,” ujar David Mercer, CEO LMAX Group. “Dengan kejelasan regulasi yang semakin besar di AS dan global, stablecoin yang didukung fiat akan menjadi katalis utama dalam mempertemukan TradFi dan aset digital, dan RLUSD sudah berada di posisi terdepan.”

Kemitraan dengan LMAX ini juga di dukung oleh komitmen pendanaan senilai US$150 juta dari Ripple. Dukungan ini akan memperkuat strategi pertumbuhan lintas aset jangka panjang dari exchange tersebut.

Klien institusi bisa menikmati likuiditas yang semakin tinggi, kustodi yang aman melalui wallet terpisah, serta akses 24 jam setiap hari ke marketplace lintas aset. Menariknya, fitur ini biasanya tidak tersedia untuk mata uang fiat konvensional.

“LMAX sudah lama menjadi pemimpin dalam menyediakan infrastruktur yang transparan dan teregulasi seperti yang dibutuhkan oleh pelaku institusional. Kemitraan ini akan mempercepat pemanfaatan RLUSD—yang kini sudah masuk lima besar stablecoin USD—dalam salah satu lingkungan trading terbesar dan paling canggih,” tambah Jack McDonald, SVP Stablecoin di Ripple.

Perjalanan pertumbuhan RLUSD ikut di perkuat oleh pengumuman dari Interactive Brokers bahwa klien yang memenuhi syarat nantinya dapat mendanai akun mereka menggunakan stablecoin ini. Langkah ini memperluas kehadiran RLUSD ke layanan broker utama.

RLUSD get's more traction:

Interactive Brokers (Nasdaq: IBKR), an automated global electronic broker, today announced that eligible clients of Interactive Brokers LLC (IB LLC) can now fund their brokerage accounts using stablecoin.

Clients can fund their accounts by sending… pic.twitter.com/ulGAM6O4iu

— Leonidas (@LeoHadjiloizou) January 15, 2026

Lembaga institusi besar lain yang mulai menggunakan RLUSD termasuk DBS, Franklin Templeton, dan SBI Holdings. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang makin tinggi terhadap RLUSD sebagai aset kliring dan jaminan yang tepercaya.

Ethereum Kuasai Pasokan RLUSD, Batasi Utilitas XRP

Meskipun menorehkan kesuksesan, mayoritas suplai RLUSD (hampir 76%) justru berada di Ethereum dan bukan di native XRP Ledger (XRPL) milik Ripple.

Ripple’s RLUSD on Ethereum vs. XRPL
RLUSD Ripple di Ethereum vs. XRPL | Sumber: DefiLlama

Dengan demikian, walau integrasi ke Ethereum membuka likuiditas DeFi yang besar, hal ini membatasi utilitas langsung dari XRP. Pasalnya, transaksi RLUSD di Ethereum tidak berkontribusi pada mekanisme burn XRP maupun pendapatan bagi holder.

A friend of mine FaceTimed me today. Long-time $XRP holder.

He'd just found out RLUSD lives on Ethereum. He was in awe, wondering what's the point of Ripple then.

I LOL'd and said "I've been tweeting about it non-stop for weeks".

He later swapped his XRP for $LINK & $ETH. pic.twitter.com/4Jr9GoEkaq

— jfab.eth (@josefabregab) September 2, 2025

Situasi ini pun memicu perdebatan di komunitas XRP maupun masyarakat kripto secara umum. Kekhawatiran bermunculan karena inovasi Ripple seharusnya langsung mendorong permintaan XRP.

>RLUSD largely displaces the need for XRP for cross border transactions
>80% of RLUSD is on Ethereum
>Ethereum doesn’t use XRP
>XRP holders don’t receive revenue from RLUSD
>XRP is the gas token of a chain that has little to no activity
>Little to no XRP is burned on XRPL

You…

— Zach Rynes | CLG (@ChainLinkGod) September 30, 2025

Meski demikian, persetujuan regulasi secara konsisten memperkuat kredibilitas institusional RLUSD. Otoritas Regulasi Jasa Keuangan Abu Dhabi (FSRA) telah memberikan izin RLUSD untuk digunakan secara institusional dan teratur.

Sementara itu, persetujuan EMI awal di Luksemburg membuka jalan untuk ekspansi operasi secara luas di Uni Eropa. Ripple kini diakui sebagai salah satu perusahaan kripto paling patuh regulasi di dunia, dengan lebih dari 75 lisensi resmi.

Dengan kapitalisasi pasar melebihi US$1,38 miliar serta deretan kemitraan bergengsi yang terus bertambah, RLUSD siap melaju lebih jauh lagi.

Integrasi RLUSD ke infrastruktur trading LMAX Group sekaligus pengakuan dari regulator global menandai langkah besar menuju adopsi stablecoin secara massal, menjembatani pasar kripto dan ekosistem TradFi.

Ripple (XRP) Price Performance
Performa Harga Ripple (XRP) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, XRP diperdagangkan di harga US$2,08, turun lebih dari 1% selama 24 jam terakhir.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Raksasa Ethereum BitMine Dukung MrBeast dengan US$200 Juta, Tapi Mengapa? | Berita Kripto AS

15 January 2026 at 17:01

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan utama untuk perkembangan terpenting di dunia kripto hari ini.

Siapkan kopi Anda, karena Ethereum, modal kripto, dan salah satu kreator terbesar dunia bertemu dalam sebuah kesepakatan yang sedang ramai dibicarakan banyak orang.

Berita Kripto Hari Ini: BitMine Milik Tom Lee Dukung MrBeast

Bintang YouTube Jimmy Donaldson, yang lebih dikenal sebagai MrBeast, mungkin pernah mengaku bahwa dia punya “uang negatif,” tapi perusahaannya, Beast Industries, baru saja mendapat suntikan dana besar.

Pada pengumuman hari Kamis, BitMine Immersion Technologies mengumumkan investasi ekuitas senilai US$200 juta.

BITMINE JUST MADE A $200M MOVE OUTSIDE CRYPTO$BMNR announced a $200M equity investment into Beast Industries, the company behind MrBeast.

This isn’t a random bet.
It’s strategic.

🔹 Direct exposure to the largest creator platform on earth
🔹 Global reach across Gen Z, Gen… pic.twitter.com/Sa6ASiS6VT

— BMNR Bullz (@BMNRBullz) January 15, 2026

Kesepakatan ini diumumkan dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan BitMine di Wynn Las Vegas. Perusahaan ini memposisikan diri sebagai pemimpin global dalam likuiditas Ethereum, dengan target mengakuisisi 5% ETH. Data dari StrategicETHreserve.xyz menunjukkan BitMine sudah memegang 3,36% pasokan ETH.

Meskipun investasinya berupa ekuitas setara USD, kas Ethereum milik BitMine menjadi sumber modal utama, sehingga kesepakatan ini sangat relevan dengan kripto.

Mereka pun semakin sering menginvestasikan modal ke proyek-proyek besar di luar proyek blockchain tradisional.

“MrBeast dan Beast Industries, menurut kami, adalah kreator konten terdepan di generasi kita, dengan jangkauan dan keterlibatan yang tak tertandingi oleh GenZ, GenAlpha, maupun Millennial,” baca kutipan dalam pengumuman itu, mengutip Tom Lee, Chairman BitMine.

Lee juga menegaskan Beast Industries sebagai platform pembuat konten terbesar dan paling inovatif di dunia, sambil menyoroti bahwa nilai-nilai perusahaan mereka sangat sejalan satu sama lain.”

Beast Industries, yang bernilai US$5 miliar, beroperasi di berbagai bidang. Tapi, meskipun valuasinya fantastis, Donaldson sebelumnya mengakui likuiditas pribadinya sangat terbatas.

MrBeast says he currently has “negative money” in his bank account.

“They’re like, ‘You’re a billionaire!’ I’m like, ‘That’s net worth.’ I have negative money right now. I’m borrowing money. That’s how little money I have. Technically, everyone watching this video has more money… pic.twitter.com/JiLLrEw8oj

— Complex (@Complex) January 14, 2026

Integrasi BitMine dan DeFi: Era Baru untuk Creator Finance

Investasi senilai US$200 juta ini bukan sekadar berita selebritas, melainkan juga menunjukkan tren baru di mana likuiditas Ethereum mengalir ke ekonomi kreator.

CEO Jeff Housenbold menyoroti bahwa kesepakatan ini membuktikan jalur pertumbuhan Beast Industries sekaligus membuka peluang inovasi ke depan, khususnya di dunia DeFi.

“Kami sangat senang menyambut Tom Lee dan BitMine sebagai investor terbaru Beast Industries, bergabung bersama para investor ventura papan atas kami saat ini… Kami menantikan peluang kolaborasi ke depan, termasuk mengintegrasikan DeFi dalam platform layanan keuangan kami berikutnya,” ujar Housenbold.

Kesepakatan ini ditargetkan rampung pada atau sekitar 19 Januari 2026, memberikan Beast Industries waktu tambahan untuk berkembang.

Pengumuman ini memberikan gambaran singkat tentang potensi ekonomi kreator berbasis token, di mana modal berbacking Ethereum mendukung model kepemilikan penggemar secara fraksional.

Dengan keterlibatan BitMine, kesepakatan ini bisa jadi contoh untuk menjembatani kerajaan konten Web2 dan keuangan berbasis DeFi. Hal ini pun memperlihatkan bahwa likuiditas Ethereum mulai menjangkau jauh melampaui proyek blockchain tradisional.

Sementara itu, Beast Industries sebelumnya pernah membahas kemungkinan melakukan IPO demi memberi kesempatan para penggemar untuk bisa menjadi pemilik.

Chart of the Day

Bitmine ETH Holdings
Kepemilikan ETH BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz

Alpha Sekilas

Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang bisa Anda pantau hari ini:

Gambaran Umum Pre-Market Ekuitas Kripto

PerusahaanPenutupan per 14 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$179,33US$178,70 (-0,35%)
Coinbase (COIN)US$255,86US$252,00 (-1,51%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,19US$28,07 (-0,43%)
MARA Holdings (MARA)US$11,11US$11,05 (-0,54%)
Riot Platforms (RIOT)US$17,31US$17,26 (-0,29%)
Core Scientific (CORZ)US$17,92US$18,10 (+1,00%)
Perlombaan Pembukaan Pasar Saham Kripto | Sumber: Google Finance

Aksi Borong BTC: Pembelian Bitcoin Besar-besaran US$6 Miliar

15 January 2026 at 16:59

Bitcoin melonjak tajam minggu ini, naik dari sekitar US$91.000 pada hari Senin menjadi sedikit di atas US$95.000 pada hari Rabu. Sementara itu, data on-chain menunjukkan aksi borong BTC dalam jumlah besar ke wallet exchange utama.

Pergerakan harga yang dramatis ini memicu banyak diskusi. Sebagian orang menduga bahwa pasar mungkin sedang mengalami dorongan beli secara terkoordinasi.

Arus Masuk BTC Sebesar US$6 Miliar Dorong Bitcoin Menuju US$100.000

Data dari perusahaan analitik on-chain Arkham menunjukkan bahwa wallet Binance saja menambah 32.752 BTC baik ke cold wallet maupun hot wallet. Coinbase mengalami peningkatan 26.486 BTC.

Exchange yang lebih kecil juga mencatat arus masuk besar, dengan Kraken dan Bitfinex masing-masing menambah 3.508 BTC dan 3.000 BTC. Secara total, pergerakan ini mewakili sekitar US$6 miliar daya beli gabungan, menurut Arkham.

Bitcoin Inflows into Exchanges Over the Last 24 Hours
Arus Masuk Bitcoin ke Exchange Selama 24 Jam Terakhir | Sumber: Arkham

Besarnya transfer ini memicu perdebatan soal apakah lonjakan harga baru-baru ini didorong oleh aktivitas pasar yang terkoordinasi. CEO Binance Changpeng Zhao menanggapi spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa setoran BTC tersebut mencerminkan pembelian pengguna di wallet exchange, bukan pembelian internal oleh exchange itu sendiri.

users on those exchanges bought…

— CZ 🔶 BNB (@cz_binance) January 14, 2026

Meski sudah ada penegasan ini, para analis menilai bahwa data tersebut menunjukkan adanya arus masuk yang kuat dari investor institusi dan investor dengan kekayaan besar.

Hal ini terjadi tidak lama setelah arus masuk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin mencapai level tertinggi seperti terakhir di bulan Oktober 2025, karena investasi ke instrumen keuangan tersebut mencapai US$753 juta pada hari Selasa, 13 Januari.

Bitcoin ETF Flows
Arus Masuk ETF Bitcoin | Sumber: SoSoValue

FBTC milik Fidelity mencatatkan arus masuk tertinggi pada hari Selasa, mencapai US$351 juta, dan menandai salah satu sinyal permintaan harian terkuat untuk eksposur institusi pada BTC di tahun ini.

Apakah US$100.000 Jadi Target Berikutnya ?

Dengan harga Silver menargetkan US$100, Bitcoin pun berlomba ke US$100.000 yang didorong oleh aktivitas beli terbaru dan sentimen bullish yang meluas di pasar aset kripto.

Kenaikan Bitcoin menuju US$100.000 terjadi saat investor mempertimbangkan faktor ekonomi makro, termasuk tren inflasi dan kebijakan likuiditas bank sentral, bersamaan dengan perkembangan ekosistem aset digital yang lebih luas.

Kenaikan tersebut memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka panjang di tengah ketidakpastian keuangan dan kekacauan geopolitik.

Data Arkham menunjukkan konsentrasi aktivitas di exchange besar, yang seringkali menjadi pintu masuk utama bagi pembelian institusi.

Arus masuk seperti ini secara historis biasanya terjadi sebelum reli harga yang signifikan. Ini mencerminkan permintaan yang meningkat dan pasokan yang terbatas di pasar. Tapi, meski skala pembeliannya besar, pasar kripto tetap bergejolak dan pembalikan harga secara tiba-tiba selalu mungkin terjadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang aksi borong Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Robinhood Listing Picu Reli Ringan: Token Pulih setelah Turun 15%

15 January 2026 at 13:19

Robinhood telah melakukan listing token LIT milik Lighter DEX, meski altcoin ini sempat mengalami dump 15% pada hari Kamis. Listing ini memberikan dorongan pemulihan untuk token DEX tersebut, yang kini diperdagangkan di harga US$2,11.

Langkah ini terjadi hanya beberapa jam setelah Lighter mengumumkan peluncuran staking LIT yang sudah lama dinantikan, lengkap dengan detail tentang bagaimana para holder kini bisa mendapatkan reward serta mengakses fitur tambahan di platform tersebut.

Mengapa 86% dari Semua Kegagalan Token Kripto Terjadi di 2025

15 January 2026 at 11:52

Pada tahun 2025, pasar aset kripto mengalami gelombang besar proyek yang kolaps, dengan lebih dari 11,6 juta token gagal hanya dalam satu tahun, menurut data terbaru dari CoinGecko.

Angka ini mewakili 86,3% dari semua kegagalan aset kripto yang tercatat sejak tahun 2021, sehingga tahun 2025 menjadi tahun paling merusak sepanjang sejarah industri untuk kelangsungan hidup sebuah token.

Pembuatan Token Meledak—Tingkat Bertahan Turun, Laporan CoinGecko Menunjukkan

Temuan CoinGecko menyoroti adanya kerusakan struktural di dalam ekonomi token, yang dipicu oleh ledakan penciptaan proyek baru, membludaknya meme coin, dan gejolak pasar yang makin tinggi.

Saat ini, 53,2% dari seluruh aset kripto yang dipantau di GeckoTerminal sudah tidak aktif. Sebagian besar kegagalan ini terjadi dalam dua tahun terakhir.

53.2% Cryptocurrencies Have Died Since 2021
53,2% Aset Kripto Sudah Mati Sejak 2021 | Sumber: CoinGecko

Antara tahun 2021 hingga 2025, jumlah proyek aset kripto yang terdaftar melonjak dari 428.383 menjadi hampir 20,2 juta. Walaupun pertumbuhan cepat ini mencerminkan akses yang makin mudah terhadap alat penciptaan token, pasar pun mengalami kejenuhan parah.

Data kegagalan tahunan menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi. Pada 2021, hanya 2.584 token yang gagal. Angka ini melonjak menjadi 213.075 pada 2022 dan 245.049 di 2023.

Kondisi makin memburuk di 2024, dengan 1.382.010 token yang kolaps. Tapi tahun 2025 jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya, dengan 11.564.909 token yang gagal.

Number of Failed Cryptocurrencies by Year

2021: 2,584 tokens
2022: 213,075 tokens
2023: 245,049 tokens
2024: 1,382,010 tokens
2025: 11,564,909 tokens

What's one project that you think will succeed?

— CoinGecko (@coingecko) January 14, 2026

Secara total, tahun 2024 dan 2025 menyumbang lebih dari 96% seluruh kegagalan token kripto sejak 2021, yang menunjukkan kondisi pasar belakangan ini benar-benar mengubah ketahanan suatu token.

Metodologi CoinGecko hanya memfokuskan pada aset kripto yang setidaknya pernah mencatat satu kali perdagangan dan sudah terdaftar di GeckoTerminal sebelum akhirnya menjadi tidak aktif.

Token dengan nol aktivitas perdagangan tidak dihitung, sedangkan hanya token Pump.fun yang lulus yang dilibatkan, sehingga memperkuat kredibilitas data tersebut.

Q4 2025 Menjadi Titik Balik di Tengah Saturasi Meme Coin dan Masalah “Crime Szn”

Gelombang kolaps makin cepat di bulan-bulan terakhir tahun tersebut. Pada kuartal 4 tahun 2025 saja, ada 7,7 juta token gagal—ini mencakup 34,9% dari seluruh kegagalan yang tercatat selama lima tahun ini.

Peningkatan ini terjadi berbarengan dengan cascading likuidasi pada 10 Oktober, saat posisi leverage senilai US$19 miliar terhapus hanya dalam 24 jam, menandai peristiwa deleveraging terbesar yang pernah terjadi dalam industri kripto.

Kejadian ini membuka celah kelemahan pada token yang likuiditasnya tipis, di mana banyak di antaranya:

  • Tidak memiliki likuiditas yang memadai atau
  • Pihak pelaku pasar yang berkomitmen untuk bertahan menghadapi volatilitas ekstrem.

CoinGecko menuturkan bahwa penurunan tingkat kelangsungan hidup sangat terlihat di sektor meme coin, yang berkembang sangat pesat selama setahun terakhir.

Meningkatnya peluncuran launchpad yang mudah dipakai punya peran sentral dalam gelombang kegagalan ini. Platform seperti Pump.fun menurunkan hambatan teknis secara signifikan, sehingga hampir siapa pun bisa meluncurkan token dalam hitungan menit.

This is huge.
The 11.5M token failures in 2025 exposes a policy vacuum.

1️⃣ Zero regulation on launching a token. Anyone can deploy one in minutes.
2️⃣ Platforms like https://t.co/3tm9tPLONE massively lower friction, enable mass launches, and take no accountability for outcomes.…

— Sapna Singh (@AdvSapna_) January 14, 2026

Meskipun langkah ini mendemokratisasi eksperimen token, pasar pun kebanjiran proyek asal-asalan yang tidak punya prospek jangka panjang.

Eksekutif DWF Labs, Andrei Grachev, menggambarkan situasi ini seperti musim kejahatan, sambil menunjukkan tekanan sistemik yang dihadapi baik founder maupun investor.

Basically it created a "crime szn", failure rate is so high, which affects founders and investors – hard to get attention, hard to get liquidity, hard to find a market fit.
Market is BTC, blue chips and gambling.
Retail liquidity is being burn
Liquidity wars are ongoing https://t.co/o5EACJJ6Ft

— Andrei Grachev 🦅🟠 $FF (@ag_dwf) January 15, 2026

Pernyataannya mencerminkan tren konsolidasi yang semakin kuat di pasar kripto saat ini, di mana modal makin banyak mengalir ke Bitcoin, aset mapan, dan perdagangan spekulatif jangka pendek. Hal ini membuat proyek baru makin sulit untuk menarik likuiditas berkelanjutan.

Penumpukan kegagalan di 2025 pun semakin memperkuat kekhawatiran terhadap kesehatan praktik penciptaan token dalam jangka panjang.

Walau inovasi tetap jadi fondasi utama pasar aset kripto, data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap proyek baru benar-benar sudah terlalu terbebani.

Saat jutaan token menghilang, kepercayaan investor ritel pun terus menurun. Hal ini menyebabkan likuiditas berkurang dan persyaratan untuk peluncuran baru jadi makin tinggi.

Mengapa Siklus Kegagalan Token Mungkin Berlanjut hingga 2026

Di sisi lain, faktor-faktor yang mendorong kolapsnya pasar kripto di tahun 2025 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berbalik arah. Penciptaan token tetap mudah, likuiditas ritel terpecah-pecah, dan fokus pasar masih tertuju ke Bitcoin, aset blue-chip, serta perdagangan spekulatif jangka pendek.

Data CoinGecko memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasokan token jauh lebih cepat ketimbang kemampuan pasar untuk menyerapnya. Dengan hampir 20,2 juta proyek terdaftar di akhir 2025, bahkan jika peluncuran lewat launchpad terus berjalan wajar saja, risiko kegagalan akan terus naik di 2026—terutama jika permintaan dan likuiditas tidak kembali menguat.

I hope we fix this in 2026.

Most launches in 2025 didn’t fail because the "market was bad."
They failed because the launch design was structurally short-vol and short-trust.

Here are the recurring launch patterns that nuked most of them ↓

1️⃣ High FDV, low float:
You’re… pic.twitter.com/FC0ngx1HrW

— Stacy Muur (@stacy_muur) December 15, 2025

Peristiwa tekanan pasar juga tetap menjadi kelemahan utama. Pada 10 Oktober terjadi likuidasi besar-besaran, yang menghapuskan US$19 miliar posisi leverage hanya dalam 24 jam, dan itu menunjukkan betapa cepatnya guncangan sistemik bisa menyebar ke aset yang volume perdagangannya tipis.

Token yang tidak memiliki likuiditas dalam atau basis pengguna yang loyal terkena dampak paling besar, sehingga volatilitas serupa bisa memicu lebih banyak kegagalan massal.

Managing partner DWF Labs, Andrei Grachev, memperingatkan bahwa kondisi pasar saat ini secara struktural memang tidak ramah bagi proyek baru, sambil menggambarkan “perang likuiditas” yang terus berlangsung di seluruh pasar aset kripto.

ketika modal ritel makin menipis dan persaingan semakin ketat, token-token baru menghadapi hambatan yang semakin besar untuk bertahan. Tanpa perubahan pada insentif peluncuran, standar pengungkapan, atau edukasi investor, pasar berisiko mengulangi siklus yang sama: penerbitan yang cepat, spekulasi sesaat, lalu akhirnya kolaps.

Walaupun para pelaku industri berpendapat bahwa pembersihan ini pada akhirnya bisa memperkuat aset kripto dengan mengeliminasi proyek-proyek lemah, data menunjukkan penyesuaian ini masih jauh dari selesai.

Jika penciptaan token terus lebih cepat daripada pertumbuhan likuiditas, pada 2026 mungkin ada lebih sedikit peluncuran, tapi bukan berarti jumlah kegagalan juga akan berkurang.

Received — 15 January 2026 BeInCrypto Indonesia

Lighter Token Turun 15% saat Staking LIT Mulai Berjalan

15 January 2026 at 09:34

Token LIT milik Lighter turun hampir 15% dalam 24 jam terakhir, setelah platform ini mengumumkan program staking terbarunya.

Walaupun peluncuran ini menambah utilitas baru dan menyelaraskan ekosistem, penurunan harga ini terutama disebabkan oleh aksi jual setelah peluncuran dan tekanan dari pasar secara umum.

Peluncuran Staking LIT: Semua Hal yang Perlu Diketahui Pengguna Lighter

Pada waktu publikasi, token LIT dari Lighter DEX diperdagangkan di harga US$1,85. Token ini turun hampir 14,79% dalam 24 jam terakhir. Dengan penurunan ini, Lighter secara efektif memvalidasi proyeksi penurunan 15% untuk token LIT.

Lighter (LIT) Price Performance
Performa Harga Lighter (LIT) | Sumber: BeInCrypto

Ini terjadi hanya beberapa jam setelah Lighter mengumumkan rencana staking mereka. Jaringan ini menyoroti bagaimana para holder LIT sekarang bisa mendapat imbalan serta mengakses fitur tambahan di seluruh platform. Dengan melakukan staking LIT, pengguna dapat membuka akses ke LLP milik Lighter, salah satu produk keuangan on-chain andalan mereka.

News: Lighter has launched staking for $LIT.

31M tokens have already been staked.

Rewards for stakers:
– LLP deposit allowance of 10 USDC per staked LIT.
– Fee-free fast withdrawals and in-platform transfers with a minimum of 100 staked LIT.
– Discounted fee tiers for premium… pic.twitter.com/eYlheTZFx6

— Lighter Daily (@lighter_daily) January 15, 2026

Dalam program ini, untuk setiap 1 LIT yang di-stake, pengguna bisa langsung mendepositkan 10 USDC ke LLP. Para holder LLP saat ini mendapat masa tenggang dua minggu hingga 28 Januari. Setelah itu, LIT yang di-stake harus tetap berada di pool.

Menurut Lighter, mekanisme ini dirancang untuk membuat para holder LIT lebih selaras dengan partisipan LLP sekaligus meningkatkan imbal hasil yang sudah diperhitungkan risikonya.

Rencana serupa juga akan diterapkan pada pool publik lainnya sebagai bagian dari tujuan exchange untuk “mendemokratisasi hedge fund di on-chain.”

Staking juga memberikan insentif berupa potongan biaya. Market maker premium dan perusahaan trading berfrekuensi tinggi (HFT) akan mendapat potongan biaya pada level biaya baru, sedangkan trading untuk ritel tetap gratis.

“Staking LIT di Lighter akan mendapatkan yield, dan kami akan mulai mempublikasikan APR begitu program ini berjalan,” baca salah satu kutipan dalam pengumuman tersebut.

Lighter berencana untuk merilis rincian lengkap level biaya premiumnya dalam beberapa hari mendatang, supaya para trader profesional bisa menyesuaikan algoritma mereka.

Keuntungan tambahan meliputi penarikan dan transfer tanpa biaya bagi pengguna yang melakukan staking minimal 100 LIT, serta dukungan staking lewat mobile yang akan segera hadir. Yield awalnya akan diberikan dari hak staking yang sebelumnya hanya tersedia untuk pengguna premium.

Mengapa LIT Turun: Penjualan setelah Peluncuran, FUD, dan Volatilitas Staking

Meski ada potensi keuntungan dari staking, penurunan harga LIT mencerminkan gabungan berbagai faktor pasar. Aksi jual setelah peluncuran dan distribusi token setelah peluncuran mainnet publik pada Oktober menciptakan tekanan turun yang signifikan.

Demikian pula, jaringan Lighter masih menanggung beban FUD terkait dugaan penjualan token secara diam-diam. CEO-nya, Valdimir Novakovski, telah menanggapi isu ini secara terbuka melalui Discord.

A must-read on the recent FUD attempt directed at Lighter. 🚨 pic.twitter.com/vNRVtYio1F

— Lighter Daily (@lighter_daily) January 1, 2026

Investor awal dan penerima airdrop menjual sebagian kepemilikan mereka, memicu rangkaian aksi keluar pasar. Volume trading juga menurun sejak hype peluncuran awal, dan level support teknikal telah ditembus, sehingga aksi jual pun semakin deras.

Pengumuman staking itu sendiri kemungkinan memperparah penurunan, akibat situasi “buy the rumor, sell the news,” sehingga periode volatilitas alami dan aksi ambil untung menjadi makin dalam.

Lighter sebelumnya juga sudah mencoba untuk menopang harga token lewat buyback yang telah dimulai pada 5 Januari sesuai model tokenomics mereka.

The fees generated and protocol buybacks can be tracked with the treasury account in the block explorer, see link in threadhttps://t.co/b6PubEokro

— Lighter (@Lighter_xyz) January 5, 2026

Namun, upaya tersebut sejauh ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Exchange ini tetap menjadi penantang teratas di pasar perpetual swap, dengan laporan volume perp hampir US$5 miliar dalam 24 jam terakhir, setelah pesaing seperti Aster (US$6,2 miliar) dan Hyperliquid (US$8,8 miliar).

Perp Volume by Protocols
Volume Perp Berdasarkan Protocol | Sumber: DefiLlama

Selain itu, Lighter baru-baru ini menggalang dana sebesar US$68 juta dengan valuasi US$1,5 miliar dalam ronde pendanaan bersama Founders Fund dan Ribbit Capital.

Seiring platform ini terus mengembangkan ekosistem LIT, peluncuran staking menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan utilitas token dengan akses ke produk keuangan.

Base App Jadi Trading-First, Tapi Bagaimana dengan Mini Apps dan Creator Coin?

15 January 2026 at 07:35

Base, wallet self-custodial dan ekosistem aplikasi on-chain yang dikembangkan oleh Coinbase, sedang melakukan perubahan strategi ke pendekatan trading-first.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, aplikasi Base telah menarik ratusan ribu pengguna yang terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari trading, menabung, membangun, hingga membelanjakan aset secara on-chain.

Base App Beralih ke Visi Trading-First sambil Menjaga Mini Apps dan Creator Coin

Jesse Pollak, pencipta Base, mengumumkan perubahan ini, serta menjelaskan bahwa aplikasi kini akan memprioritaskan peningkatan permintaan dan distribusi untuk semua jenis aset yang bisa diperdagangkan.

Tl;dr: We’re focusing the Base app to be trading-first to drive demand and distribution for every asset and to be the best app for whatever you do in the onchain economy.

Since announcing the Base app in July, hundreds of thousands of you have used the app to create, trade,…

— jesse.base.eth (@jessepollak) January 14, 2026

Langkah ini mencerminkan masukan dari pengguna yang mengatakan bahwa versi awal aplikasi terlalu menitikberatkan pada fitur sosial, sehingga berbagai aset on-chain kurang mendapat perhatian.

Pollak menuturkan bahwa ada tiga tema utama yang muncul dari umpan balik pengguna:

  • Fokus sosial di aplikasi terlalu mengingatkan pada platform Web2
  • Ada permintaan kuat untuk lebih banyak aset berkualitas tinggi yang bisa diperdagangkan, dan
  • Feed di aplikasi seharusnya menampilkan gambaran lengkap aktivitas on-chain, termasuk aplikasi, saham, prediksi, serta social token.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Base kini akan membangun fitur trading sebagai fitur utama. Perubahan ini bertujuan untuk mendorong aliran modal ke berbagai kelas aset yang sedang berkembang, termasuk protokol, aplikasi, saham, prediksi, meme, dan creator coin.

Pollak menegaskan bahwa pengalaman pengguna (UX) yang finance-first sekarang akan menjadi fondasi aplikasi. Nantinya, beberapa lapisan sosial seperti copy-trading, feed-trading, dan leaderboard akan ditambahkan di atasnya.

Targetnya yaitu meningkatkan keterlibatan pengguna, retensi, dan distribusi di seluruh ekosistem Base.

Mini Apps dan Creator Coin Tetap Jadi Inti saat Base Perluas Trading Global dan Feed Multi-Aset

Meski beralih strategi, Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari platform ini. Pollak meyakinkan para pengembang dan pengguna bahwa alat-alat untuk membantu kreator dan memperlancar pengalaman pengguna tetap akan didukung.

“…Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari visi ini – kami sedang mengembangkan fitur yang memudahkan penemuan aplikasi, serta alat yang jauh lebih baik untuk memantau performa + leaderboard + dampak (misalnya, berapa banyak orang yang sudah berhasil Anda onboarding). Tujuan utama perubahan ini ialah mendorong lebih banyak distribusi, bukan sebaliknya,” papar dia .

Peningkatan dalam hal kemudahan penemuan aplikasi, pelacakan performa, dan pengukuran dampak – termasuk leaderboard yang memperlihatkan data onboarding pengguna dan keterlibatan aset – sedang dalam proses pengembangan.

Hal ini memastikan bahwa Mini Apps tetap mendorong visibilitas serta distribusi untuk aplikasi dan kreator.

Creator coin, sebagai ciri khas ekonomi Base lain, juga masih akan jadi bagian utama. Pollak secara khusus menegaskan bahwa token $ Jesse miliknya dan aset kreator lainnya tetap didukung. Ini memperkuat komitmen Base pada ekonomi on-chain yang beragam dan inklusif.

creator coins will continue to be a part of the @base economy, alongside all of the other incredible assets, and $jesse isn't going anywhere 🙂

— jesse.base.eth (@jessepollak) January 14, 2026

Builder, pengembang, dan trader bisa mengharapkan semua fitur tetap dapat diakses luas secara global, sambil mengikuti aturan regulasi di wilayah masing-masing. Hal ini termasuk yurisdiksi seperti Inggris yang memberlakukan pembatasan lebih ketat.

CEO Coinbase Brian Armstrong pun menambahkan bahwa Base App akan memperluas feed agar mencakup lebih banyak aset dan aplikasi, memberikan pengalaman lintas chain namun tetap menghadirkan Base sebagai pusat utamanya.

We're continuing to rapidly iterate on the Base App since launch. Thanks everyone who jumped in to share thoughts on it in the last few weeks.

Going forward:
– we will focus on retail investors and traders as initial users, and grow from there
– we will broaden the feed to… https://t.co/U9hxLqY6GM

— Brian Armstrong (@brian_armstrong) January 14, 2026

Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk memudahkan penemuan, menciptakan permintaan, dan mengalirkan modal ke seluruh ekosistem on-chain.

Dengan menambahkan fungsi sosial di atas platform finance-first, Base bertujuan menawarkan lingkungan lengkap bagi aktivitas trading, membangun, dan keterlibatan dengan aset on-chain.

Namun, meskipun terjadi perubahan paradigma ini, Coinbase dan juga Base tetap harus menempuh jalan panjang untuk bisa menarik pengguna, apalagi karena keterlambatan eksekusi dan keamanan yang jadi sorotan.

Para pengembang mengkritik Base karena lebih mengutamakan pihak dalam, meme coin, serta eksperimen sosial daripada kegunaan nyata.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa beralih ke visi trading-first merupakan langkah ke arah yang benar, mengikuti tuntutan retail yang menginginkan alat keuangan terintegrasi, bukan aplikasi terpisah atau gangguan sosial on-chain semata.

Senat dan Tokoh Besar Kripto Isyaratkan CLARITY Act Masih Hidup Meski Ada Pemberontakan Coinbase

15 January 2026 at 05:46

Keputusan mendadak Coinbase untuk menarik dukungan terhadap CLARITY Act mengejutkan Washington dan juga pasar aset kripto. Hal ini memicu pembatalan markup Komite Perbankan Senat yang telah dijadwalkan serta menyalakan kembali kekhawatiran bahwa reformasi struktur pasar aset kripto AS bisa saja kembali terhambat.

Nampaknya, jika reaksi awal menimbulkan kekacauan politik, respons setelahnya justru menunjukkan cerita yang lebih beragam nuansa.

CLARITY Act Masuk Fase Negosiasi Krusial setelah Coinbase Mundur

Alih-alih benar-benar gagal, rancangan undang-undang ini nampaknya masuk dalam jeda yang menegangkan tapi terencana, di mana para legislator, pemimpin industri, bahkan Gedung Putih menegaskan bahwa ini adalah bagian dari tahap akhir, bukan jalan buntu.

Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, bergerak cepat untuk mengubah persepsi atas penundaan ini menjadi sesuatu yang konstruktif.

“Saya sudah berdiskusi dengan para pemimpin industri aset kripto, sektor keuangan, dan kolega saya dari Demokrat serta Republik, dan semua masih duduk bersama bekerja dengan itikad baik,” ujar Scott lewat akun X.

Menurut Tim Scott, tujuannya tetap sama, yaitu menghadirkan “aturan yang jelas guna melindungi konsumen, memperkuat keamanan nasional, dan memastikan masa depan keuangan dibangun di AS.”

Senator Cynthia Lummis, salah satu arsitek utama RUU ini, juga menegaskan pesan serupa, mengakui adanya rasa frustrasi tapi menolak anggapan bahwa langkah Coinbase telah menggagalkan upaya mereka.

Senator Cynthia Lummis statement on CLARITY Act negotiations
Senator Cynthia Lummis soal CLARITY Act | Sumber: Lummis di X

Di kalangan industri, sikap Coinbase memperjelas adanya perpecahan, tapi bukan berarti kehilangan momentum. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyoroti upaya Senat ini sebagai langkah besar untuk menyediakan kerangka kerja yang nyata bagi industri aset kripto.

Mengakui bahwa “kejelasan lebih baik daripada kekacauan,” eksekutif Ripple tersebut tetap optimistis masalah bisa dipecahkan selama proses markup berlangsung.

While long-overdue, this move by @SenatorTimScott and @BankingGOP on market structure is a massive step forward in providing workable frameworks for crypto, while continuing to protect consumers. Ripple (and I) know firsthand that clarity beats chaos, and this bill’s success is… https://t.co/EWcml1NpBE

— Brad Garlinghouse (@bgarlinghouse) January 14, 2026

Di sisi lain, Chris Dixon dari a16z juga memiliki pandangan serupa, menyatakan meskipun RUU ini belum sempurna, kini adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan CLARITY Act. Langkah ini diambil seiring AS berupaya menguatkan posisinya di pasar aset kripto global.

Eksekutif Kraken, Arjun Sethi, melangkah lebih jauh, menyebut momen ini sebagai ujian keteguhan politik dan bukan kegagalan legislatif.

“Menyatakan kegagalan itu mudah. Meninggalkan proses ketika mulai sulit pun gampang,” ucap Sethi lewat X, memperingatkan bahwa meninggalkan RUU ini akan “mempertahankan ketidakpastian dan membuat perusahaan AS tetap beroperasi di bawah ketidakjelasan. Sementara itu, negara lain terus maju.”

CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, menguatkan pandangan tersebut. Di samping itu, Gedung Putih juga menyoroti betapa pentingnya isu ini.

Urgensi White House Bertemu Frustrasi Senat saat Debat CLARITY Act Berubah Arah

Tokoh aset kripto dan AI, David Sacks, menyatakan pengesahan regulasi struktur pasar “sudah sedekat ini dari yang pernah ada.” Karenanya, ia mendorong industri agar memanfaatkan jeda ini untuk menyelesaikan perbedaan, menciptakan aturan yang jelas, serta mengamankan masa depan industri.

Passage of market structure legislation remains as close as it’s ever been. The crypto industry should use this pause to resolve any remaining differences. Now is the time to set the rules of the road and secure the future of this industry. https://t.co/8tsmW9T1N4

— David Sacks (@davidsacks47) January 15, 2026

Di balik layar, frustrasi memang jadi perhatian utama. Sumber dari Senat yang dikutip Sander Lutz dari Decrypt mengatakan anggota Komite Perbankan “cukup kesal” soal pengumuman mendadak dari Coinbase.

“Rasa yang berkembang adalah sebetulnya tidak perlu seperti ini,” tutur Lutz mengutip sumber anonim.

Frustrasi ini tampaknya berkontribusi pada keputusan pimpinan untuk membatalkan markup, sebagaimana dikonfirmasi oleh jurnalis Eleanor Terrett. BeInCrypto akan memberikan laporan setelah jadwal baru ditetapkan.

🚨JUST IN: The Senate Banking Committee has decided to pull tomorrow’s scheduled market structure markup following today’s drama with Coinbase. It’s unclear whether a new date has been set.

— Eleanor Terrett (@EleanorTerrett) January 15, 2026

Tetapi, perdebatan yang lebih luas kini mulai bergeser. Komentator seperti Echo X berpendapat bahwa garis pembatas sekarang bukan lagi aset kripto melawan bank, melainkan adu model bisnis antara platform yang didominasi exchange dengan sistem infrastruktur yang bisa tumbuh melampaui satu perusahaan saja.

Sementara Eropa, Inggris, dan Asia terus memperkenalkan kerangka regulasi aset kripto secara terpadu, tekanan terhadap legislator AS makin besar untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai.

Saat ini, CLARITY Act memang jeda, bukan dibatalkan. Beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah konsensus rapuh ini akan menjadi undang-undang atau justru runtuh karena kepentingan yang bersaing. Yang pasti, meninggalkan upaya ini sekarang hanya akan menambah ketidakpastian di dalam negeri, di saat kejelasan regulasi semakin berkembang di negara lain.

US$4.000 Kini Dalam Permainan untuk Harga Ethereum saat Metode Jaringan Kunci Menguat

14 January 2026 at 18:00

Setelah breakout di atas level US$3.300, harga Ethereum sekarang sedang menguji zona teknikal yang bisa menentukan apakah pasar siap reli menuju US$4.000 atau justru kembali terkoreksi lagi.

Sementara itu, metrik kunci menunjukkan harapan baru untuk 2026, yang memperkuat peluang pergerakan menuju US$4.000.

Ethereum Uji Resistance Kunci US$3.450 saat US$4.000 Jadi Fokus

Harga Ethereum telah melewati rintangan penting setelah naik di atas US$3.300, namun sekarang menghadapi ujian penting, yaitu harus merebut kembali level US$3.450. Menurut analis Ted Pillows, jika hal itu terjadi, jalan menuju US$4.000 bisa terbuka lebar.

“ETH telah breakout di atas level US$3.300. Ethereum perlu kembali ke level US$3.450, dan reli cepat ke level US$4.000 bisa saja terjadi,” tulis Pillows.

Tapi, reli ini belum pasti terjadi, karena penolakan dari zona resistance US$3.450 bisa saja membatalkan potensi reli tersebut.

Ethereum (ETH) Price Performance
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView

Yang membuat situasi ini berbeda dari upaya sebelumnya adalah kondisi yang terjadi di balik layar. Walaupun harga masih stabil, aktivitas on-chain Ethereum justru meningkat pesat, bahkan jarang terjadi sebelumnya.

Data yang dibagikan BMNR Bulls menunjukkan Ethereum mencatat 393.600 wallet baru dalam satu hari, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam seminggu terakhir, rata-rata pembuatan wallet baru sekitar 327.000 per hari, sehingga jumlah wallet ETH yang aktif mencapai level tertinggi baru. Menurut BMNR Bulls, pertumbuhan ini bukan didorong oleh spekulasi harga saja.

“Ini bukan spekulasi yang didorong oleh harga,” tulis pernyataan tersebut. “Ini terjadi karena biaya transaksi lebih rendah setelah Fusaka, aktivitas settle stablecoin tertinggi, serta pengguna riil yang mulai masuk ke aplikasi, pembayaran, dan DeFi.”

Ethereum Network Growth and Total Amount of Holders
Pertumbuhan Jaringan Ethereum dan Jumlah Holder | Sumber: CryptoQuant

Aktivitas Jaringan Ethereum Catat Rekor Tertinggi meski Harga Bergerak Sideways

Peningkatan adopsi itu terlihat jelas di data transaksi jaringan. Peneliti jaringan Joseph Young menyampaikan bahwa jumlah pengguna aktif mingguan di Ethereum telah mencapai rekor baru, dengan 889.300 pengguna yang aktif memakai jaringan setiap minggunya.

Ethereum Transacting Users
Pengguna Transaksi Ethereum | Sumber: Artemis

Dia menyebut pertumbuhan ini terjadi karena dominasi Ethereum di sektor stablecoin, DeFi, dan platform trading seperti Uniswap.

“…setelah Fusaka, ethereum mampu scaling dengan SANGAT efektif,” lanjutnya.

Analis Leon Waidmann juga mencatat bahwa volume transaksi di seluruh ekosistem Ethereum masih terus tumbuh.

Number of transactions processed across the ETH ecosystem keeps trending higher! 📈

Overall activity remains on a steady growth trajectory, with new all-time highs being set consistently over the past couple of months.

January is starting a bit slower so far, but the bigger… pic.twitter.com/BkT2QroVNE

— Leon Waidmann 🔥 (@LeonWaidmann) January 14, 2026

Sementara itu, analis teknikal seperti Kyle Doops, menyoroti adanya perbedaan yang makin besar antara harga dan fundamental.

“Harga cenderung tenang. Tapi jaringan tidaklah demikian,” ujar dia, sambil menyoroti rekor pembuatan wallet baru, jumlah transaksi yang naik, dan staking ETH yang juga mencapai rekor tertinggi. Menurut Doops, ketidaksesuaian ini “patut diperhatikan seiring Januari berjalan.”

Pemain besar juga sedang bergerak. Data on-chain dari Onchain Lens menunjukkan bahwa wallet whale “pension-usdt.eth” baru saja menutup posisi long ETH dengan leverage. Dari aksi ini, mereka mengantongi profit US$4,72 juta.

Secara keseluruhan, wallet tersebut telah menghasilkan sekitar US$27 juta profit dari ETH, yang menunjukkan besarnya modal yang sedang ikut dalam reli Ethereum belakangan ini.

The whale "pension-usdt.eth" has completely closed its $ETH (3x) long position, making a profit of $4.72M.

Overall, he has made ~$27M.https://t.co/4bHeKskbfz https://t.co/d6Nb8L8JQU pic.twitter.com/LVw8SzrlZO

— Onchain Lens (@OnchainLens) January 14, 2026

Sementara itu, institusi juga makin optimistis. Standard Chartered, seperti yang disampaikan oleh Walter Bloomberg, menyatakan bahwa prospek Ethereum semakin membaik dan aset ini berpotensi mengungguli Bitcoin.

Bank tersebut menyoroti kepemimpinan Ethereum di bidang stablecoin, aset dunia nyata, serta DeFi, ditambah lagi throughput jaringan yang terus meningkat dan peluang kepastian regulasi di Amerika Serikat. Menurut Standard Chartered, Ethereum diprediksi bisa tembus US$7.500 tahun ini dan mencapai US$30.000 pada 2029.

Dengan adopsi, aktivitas, dan minat institusi yang semakin meningkat, ujian Ethereum di level US$3.450 bisa menjadi penentu untuk pergerakan harga jangka pendek, serta apakah US$4.000 akan segera tercapai dalam waktu dekat atau tidak.

❌