Regata OS is a Brazilian Linux distribution based on openSUSE, focusing on desktop and gaming needs. Its main characteristics include a Regata OS store for installing applications and games, out-of-the-box integration with Google Drive, support for a gaming mode via the Vulkan graphics API, an extensive library of games in the Regata OS Game Access portal, support for configuration of hybrid graphics in notebooks, and easy transfer of files between a computer and a smartphone. The distribution's user interface is KDE Plasma.
Pasar kripto memasuki pekan pertama Februari dengan pertarungan yang semakin intens antara bull dan bear. Bear masih memegang keunggulan, namun bull mulai melihat peluang. Situasi ini membuat volatilitas harga menjadi semakin kompleks. Kerugian akibat likuidasi terus meningkat, baik untuk posisi Long maupun Short.
Mengapa altcoin seperti Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Tron (TRX) perlu trader pantau dengan cermat? Artikel berikut mengulas detailnya.
1. Solana (SOL)
Pada awal Februari, SOL sempat ambruk di bawah US$100 di tengah tekanan negatif pasar secara luas.
Peta heatmap likuidasi 7 hari mengungkap potensi likuidasi lebih banyak didominasi posisi Short. Para trader jangka pendek dengan leverage kelihatannya yakin SOL masih bisa drop lebih dalam.
Namun, harga di sekitar US$100 menempatkan SOL pada zona support terpenting dalam dua tahun terakhir. Menambah leverage dan modal untuk short di level support utama sering kali membawa risiko besar.
Analisis BeInCrypto baru-baru ini menyoroti lonjakan tajam alamat baru Solana sepanjang Januari. Setiap harinya tercipta lebih dari 10 juta alamat baru.
Selain itu, beberapa faktor baru juga dapat mendukung pemulihan. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan pengguna dari peluncuran meme coin, ekspansi stablecoin USD1, serta SOL yang mengikuti tren privasi lewat GhostSwap.
Tekanan jual akibat sentimen negatif pasar kini bertabrakan dengan katalis bullish Solana di kisaran US$100. Konflik ini bisa memicu pergerakan wick yang tajam. Baik trader Long maupun Short berpotensi mengalami kerugian likuidasi.
Data CoinGlass meramalkan jika SOL bangkit melewati US$113 pekan ini, likuidasi posisi Short dapat mencapai US$500 juta. Sementara sebaliknya, jika SOL anjlok ke US$86, kerugian likuidasi Long bisa lebih dari US$142 juta.
Hyperliquid (HYPE) termasuk salah satu altcoin yang masih mampu mempertahankan reli 50% sejak titik terendah 21 Januari. Sebagian besar altcoin lain justru mencatatkan harga terendah baru.
Peta likuidasi HYPE memperlihatkan situasi yang cukup seimbang antara Long dan Short. Di harga saat ini, sekitar US$31, jika naik ke US$35,5 bisa memicu likuidasi Short sekitar US$80 juta. Andaikata turun ke US$26, posisi Long senilai US$80 juta juga terancam terlikuidasi.
Kemampuan HYPE untuk naik bertolak belakang dari tren pasar secara umum sudah menjadi risko tersendiri. Laporan BeInCrypto juga menunjukkan arus modal keluar yang besar, sedangkan likuiditas di pasar masih belum cukup untuk menopang pemulihan.
Bull dan bear saling menetralkan. Selama empat hari terakhir, HYPE membentuk pola candlestick spinning top secara beruntun. Pola seperti ini sering menandakan pergerakan harga besar sudah dekat, yang bisa meningkatkan risiko likuidasi.
3. TRX
Baru-baru ini, seorang wanita bernama Ten Ten (Zeng Ying), yang mengaku sebagai mantan kekasih Justin Sun, menuduhnya melakukan manipulasi pasar TRON (TRX) di masa awal. Ia menyatakan bahwa Sun diduga memerintahkan karyawan untuk mendaftarkan banyak akun Binance menggunakan identitas pribadi demi melakukan aksi trading terkoordinasi.
Perkembangan ini bisa menyebarkan sentimen negatif di kalangan holder TRX, terutama ketika terjadi gelombang aksi jual panik.
Trader jangka pendek bertaruh pada penurunan lebih lanjut. Peta heatmap likuidasi menunjukkan potensi likuidasi Short masih mendominasi. Nominalnya bisa hampir US$29 juta jika TRX pulih di atas US$0,31.
Namun, sinyal lain menunjukkan bahwa permintaan TRX juga semakin kuat. Tron Inc. (NASDAQ: TRON) baru-baru ini membeli tambahan 173.051 token TRX dengan harga rata-rata US$0,29. Total cadangan TRX milik perusahaan tersebut kini telah melampaui 679,2 juta TRX.
Jumlah alamat aktif mingguan di Tron juga terus meningkat secara stabil selama bertahun-tahun. Saat ini, jumlahnya mencapai 24,68 juta. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan TRX tetap terjaga bahkan selama penurunan pasar yang lebih luas.
Trader short mungkin bisa meraup untung jangka pendek saat sentimen negatif mendominasi. Namun tanpa rencana ambil untung yang jelas, keuntungan tersebut bisa cepat lenyap.
Masing-masing altcoin ini memiliki narasi sendiri. Tapi, seiring volatilitas pasar yang terus melebar, risiko likuidasi meningkat tajam bagi trader posisi Long maupun Short.
“Total likuidasi kripto secara resmi telah melampaui US$5 miliar dalam 4 hari terakhir, menandai gelombang likuidasi terbesar sejak 10 Oktober,” terang The Kobeissi Letter melaporkan.
Seiring kerugian likuidasi yang terus membesar, investor ritel bisa kehabisan modal untuk mempertahankan tekanan beli. Kondisi ini dapat mendorong pasar memasuki fase stagnan berkepanjangan.
Bagaimana pendapat Anda tentang risiko likuidasi yang membayangi Solana, Hyperliquid, dan TRX pada pekan pertama Februari ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
The new platform, planned to debut by July, will use tools from tZERO and integrate with blockchain firm Figure to offer services such as mortgages and renovation loans.
Perusahaan AI saat ini berlomba-lomba untuk mengotomasi segalanya, mulai dari menulis kode, membuat gambar, menjadwalkan iklan, merangkum rapat, dan banyak lagi. Tapi, seiring sistem ini makin berkembang, dampaknya terhadap tenaga kerja manusia semakin sulit diabaikan. Beberapa pakar kini memperingatkan bahwa generative AI bisa memicu gelombang besar penggantian pekerjaan yang akan terjadi lebih cepat dan lebih dalam dari yang telah dipersiapkan oleh sebagian besar ekonomi.
Bukannya melawan masa depan, sebuah platform asli kripto justru memilih pendekatan yang berbeda. Kalau otomatisasi memang tidak bisa dihindari, maka kepemilikan juga harus demikian.
Action Model hari ini meluncurkan ekstensi Chrome dengan sistem undangan khusus yang memungkinkan pengguna melatih sebuah sistem AI dengan cara membagikan aktivitas nyata di browser seperti klik, jalur navigasi, mengetik, dan alur tugas. Platform ini menyebutnya Large Action Model (LAM), yang mampu belajar melakukan pekerjaan digital, bukan sekadar menghasilkan konten. Sebagai imbalan kontribusi, peserta mendapatkan poin yang mungkin akan diubah menjadi token tata kelola US$LAM, bertujuan untuk mewakili hak partisipasi dalam perkembangan sistem ke depannya.
“Jika AI akan menggantikan kerja digital maka para pekerja seharusnya memiliki mesin yang menggantikan mereka,” ujar pendiri Action Model, Sina Yamani.
Melatih AI yang Melakukan Pekerjaan
Tidak seperti model chatbot yang hanya menghasilkan konten, LAM memang dirancang untuk mengoperasikan software secara langsung. Idenya sederhana: kalau manusia bisa melakukan tugas digital dengan mouse dan keyboard, agent AI yang terlatih juga seharusnya mampu melakukannya.
“Beberapa tahun terakhir ini kita melihat chatbot. Sekarang saatnya otomatisasi,” tutur Yamani. “Ada sekitar satu miliar orang bekerja menggunakan komputer. Kalau sebuah perusahaan mendapatkan alat yang dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama terus-menerus dengan biaya lebih murah, pasti mereka akan memakainya.”
Ekstensi Action Model mengumpulkan data perilaku yang telah disetujui pengguna untuk melatih AI. Tugas-tugas seperti mengelola penggajian, memasukkan data CRM, atau menjalankan operasi dasar dapat direkam sekali lalu diulang oleh model. Kontributor bisa mempublikasikan otomatisasi mereka ke marketplace publik, agar penggunaannya dapat dipantau dan mendapatkan imbalan sesuai skema insentif platform.
Kemunculan sistem AI agentic telah banyak didokumentasikan di berbagai industri, karena model-model ini makin berkembang dari sekadar menghasilkan konten menjadi menjalankan tugas secara mandiri. Sistem-sistem ini, seperti dijelaskan di artikel ini, mengumpulkan dan bertindak berdasarkan data pengguna asli, mempelajari cara menjelajahi lingkungan digital secara otonom.
Platform ini sudah menarik minat lebih dari 40.000 pengguna melalui daftar tunggu, sistem referal, dan komunitas mitra. Akses masih bersifat undangan demi menjaga kualitas kontributor sekaligus menghargai peserta awal.
Apa Bedanya dengan Alat Otomasi yang Sudah Ada?
Kebanyakan alat otomatisasi yang ada saat ini mengandalkan API atau integrasi yang kaku. Tapi, kebanyakan pekerjaan digital di dunia nyata berlangsung di sistem lawas, dashboard internal, dan alat yang memang tidak didesain untuk diotomatisasi.
“Zapier mengotomasi software. Kami mengotomasi pekerjaan,” ucap Yamani. “Hanya sekitar 2 persen internet yang bisa diakses melalui API. Sisanya 98 persen, masih butuh interaksi manusia.”
Dengan Action Model, pengguna tidak perlu menulis kode atau mengatur integrasi. Mereka cukup merekam bagaimana mereka menyelesaikan tugas. AI kemudian belajar dari alur nyata pengguna dan bisa mengulangi proses itu secara mandiri.
Hal ini membuat Action Model cukup fleksibel menangkap kasus khusus dan alur kerja yang tidak terdokumentasi, yang tidak bisa dijangkau oleh sistem tradisional.
Bagaimana dengan Privasi?
Semua pelatihan bersifat opsional dan pengguna yang memutuskan data apa yang akan dibagikan. Situs sensitif seperti email, layanan kesehatan, atau perbankan diblokir secara default. Pengguna dapat menjeda pelatihan, memblokir domain tertentu, atau menghapus kontribusi mereka sepenuhnya.
“Prinsip utama kami sederhana. Kami tidak butuh data Anda. Kami hanya butuh pola,” terang Yamani. “Data pelatihan diproses secara lokal dan dianonimkan sebelum digunakan untuk melatih model.”
Data yang dihapus akan benar-benar dihapus permanen dan tidak bisa dipulihkan, bahkan oleh pihak perusahaan. Semua kontribusi digabungkan dengan data pengguna lain menggunakan konsep k-anonymity, untuk mencegah identifikasi ulang individu. Sebuah dashboard memungkinkan kontributor memantau serta mengelola histori pelatihan dan imbalan kapan saja.
“Sementara perusahaan Big Tech mengumpulkan data seperti ini tanpa persetujuan nyata, kami transparan, dikontrol oleh pengguna, dan memberi imbalan pada orang-orang yang benar-benar melatih AI,” papar Yamani.
Jadi, Bisakah Bot Mengakali Sistem?
Untuk menghindari masalah yang menimpa sistem reward kripto sebelumnya, Action Model memakai analisis perilaku guna memastikan input dari pengguna asli. Sistem ini mencari adanya struktur, waktu, variasi, dan sinyal pengambilan keputusan — hal-hal yang sulit dipalsukan oleh bot atau click farm.
“Klik asal tidak ada gunanya,” jelas Yamani. “Alur kerja nyata itu melibatkan niat, jeda, koreksi, mengulang, dan pengambilan keputusan. Itu tidak bisa dipalsukan secara massal.”
Proyek lain yang mengganjar keterlibatan sosial atau postingan baru-baru ini dilarang di platform utama setelah terjadi lonjakan spam AI, balasan bot, dan interaksi palsu. Sebagai respons, akses API dicabut dan ekosistem token pun kolaps karena aktivitas berkualitas rendah.
ActionFi, mesin reward dari platform ini, memang dirancang untuk sepenuhnya menghindari jebakan seperti itu. Ia tidak membayar tweet atau klik. ActionFi hanya memberi imbalan pada alur kerja yang terverifikasi sebagai gambaran pekerjaan digital nyata dan terstruktur.
“Kami tidak membayar untuk kebisingan. Kami membayar untuk jalur kerja yang berguna,” tambah Yamani.
Siapa Sebenarnya yang Memiliki Sistem?
Saat ini, Action Model masih mengontrol ekstensi, logika pelatihan, dan sistem reward. Tapi, proyek ini telah berkomitmen untuk mengalihkan kepemilikan kepada para holder token US$LAM secara bertahap. Struktur DAO nantinya akan memungkinkan kontributor untuk mengatur keputusan platform, mekanisme insentif, dan peluncuran model.
“Sistem awal butuh koordinasi. Yang penting adalah apakah sistem itu terdesentralisasi sejak awal,” tegas Yamani.
Bila diterapkan seperti yang dijelaskan, kepemilikan akan memberi holder token pengaruh dalam mengambil keputusan infrastruktur yang berkaitan dengan data yang telah mereka bantu hasilkan.
Jika AI Pasti Terjadi, Apakah Kepemilikan Juga Bisa?
Generasi AI berikutnya kini tidak hanya dibangun di atas bahasa, tetapi juga tenaga kerja. Dari kerja kantoran hingga operasional, banyak tugas di balik layar kini bisa diambil alih oleh agent cerdas.
“Anda sudah sering dengar bahwa jutaan pekerjaan berbasis layar akan terotomatisasi. Hal itu bukan cerita puluhan tahun lagi — itu sedang terjadi sekarang,” ucap Yamani. “Jika data Anda membantu melatih AI, Anda seharusnya berhak atas apa yang tercipta.”
Apakah Action Model bisa berkembang, tetap transparan, dan membangun ekonomi yang berkelanjutan merupakan hal yang akan terus kami pantau dengan saksama dalam beberapa bulan ke depan. Tapi, taruhannya sudah sangat jelas. Pergulatan utama AI bukan hanya soal apa yang bisa dilakukan, tapi juga siapa yang mendapatkan manfaatnya.
Seiring AI membentuk ulang dunia kerja, apakah masa depan akan dikuasai oleh platform, atau justru oleh semua orang?
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting tentang perkembangan utama di dunia aset kripto untuk hari ini.
Silakan siapkan kopi karena pasar baru saja memberikan sinyal yang tidak mudah dijelaskan. Emas, perak, dan aset kripto semuanya bergerak ke arah yang tidak diharapkan secara bersamaan, membuat investor gelisah dan bertanya-tanya apa yang diam-diam berubah di balik layar.
Berita Kripto Hari Ini: Dump Bitcoin, Emas, dan Perak
Lebih dari US$10 triliun nilai pasar telah terhapus dari emas dan perak hanya dalam tiga hari, menandai salah satu episode kehancuran kekayaan paling besar dan paling cepat dalam sejarah logam modern.
Keambrukan mendadak ini mengguncang pasar global, sehingga menimbulkan pertanyaan mendesak soal likuiditas, kebijakan moneter, dan apakah aset “safe haven” tradisional mulai kehilangan peran defensifnya.
Harga emas spot jatuh di bawah US$4.500 per ons, turun hampir US$1.000 dalam tiga hari perdagangan. Sementara itu, harga perak turun di bawah US$72, memperpanjang penurunan hingga mendekati 40% dari harga tertinggi terakhir.
BREAKING: Gold falls below $4,500/oz and Silver falls below $72/oz as selling pressure builds.
Dalam nilai kapitalisasi pasar, emas sendiri memangkas sekitar US$7,4 triliun, sementara perak kehilangan tambahan US$2,7 triliun, sehingga total kerugian ini justru lebih besar daripada seluruh pasar aset kripto. Pada waktu publikasi, harga emas berada di kisaran US$4.702, sedangkan perak diperdagangkan di harga US$81,59.
Performa Harga Emas dan Perak | Sumber: TradingView
Hal yang membuat pergerakan ini terasa makin mengkhawatirkan adalah karena tidak ada pemicu yang jelas. Tidak ada guncangan geopolitik besar, sinyal resesi, maupun kejutan inflasi. Sebagai gantinya, pasar nampaknya menyesuaikan harga ulang untuk masa depan yang dipicu oleh pengetatan neraca The Fed secara agresif.
“Pasar sedang bereaksi terhadap pesan Ketua The Fed berikutnya Kevin Warsh: ‘The Fed harus memangkas neracanya,’” tulis Coin Bureau, seraya menyoroti bahwa Warsh berpendapat neraca The Fed yang sekitar US$7 triliun “terlalu besar triliunan dari yang diperlukan.”
Argumennya, semakin kecil neraca, maka semakin sedikit likuiditas yang menopang saham, aset kripto, serta logam mulia.
Panik Menyebar saat Aset Kripto Ikut dalam Breakdown “Safe Haven”
Dampaknya ternyata tidak hanya menimpa logam mulia. Pasar aset kripto telah kehilangan lebih dari US$430 miliar nilai pasar hanya dalam empat hari terakhir.
Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa pelepasan aset berbasis likuiditas menjalar ke berbagai kelas aset lain. Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penurunan tajam, sedangkan sentimen pasar aset kripto secara luas juga memburuk cukup cepat.
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView
“Emas turun 20% dari puncaknya, dan telah menghapus US$7,4 triliun nilai kapitalisasi pasar atau 5 kali lipat kapitalisasi Bitcoin. Perak jatuh hampir 40% sehingga kehilangan US$2,7 triliun, jumlah yang setara dengan seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Aset safe haven kini bergerak seperti meme coin kripto,” ungkap analis Bull Theory.
Psikologi investor juga terlihat mulai retak, karena ada laporan bahwa jumlah investor yang terguncang dalam siklus kali ini lebih banyak dibandingkan saat kejatuhan aset kripto pada 2022.
“Beberapa investor pindah ke emas karena mereka masih ingin bertahan di jalur uang keras,” tulis Natalie Brunell, sembari mengingatkan agar tidak membingungkan pergerakan harga karena ketakutan dengan hilangnya alasan jangka panjang bagi Bitcoin.
Di sisi lain, beberapa ahli strategi tetap optimistis terhadap emas dalam jangka panjang, dengan Deutsche Bank dikabarkan masih mempertahankan proyeksi harga emas di US$6.000 walau harga sedang melemah.
Kondisi ini memperjelas perbedaan antara tekanan likuidasi jangka pendek dan narasi lindung nilai moneter jangka panjang.
Beberapa lainnya melihat kemiripan sejarah, dengan analis Zev membandingkan pola reli dan koreksi emas saat ini dengan puncak tahun 1980. Berdasarkan itu, dia memperingatkan bahwa risiko terbesar mungkin bukan kejatuhan total, melainkan masa stagnasi panjang setelah kenaikan parabolik.
“Safe haven ≠ beli di harga berapa saja,” ingat dia.
Sambil menegaskan kembali tesis “emas digital” untuk Bitcoin, Lee memperingatkan bahwa jalur adopsi akan tetap volatil, dengan tahun 2026 yang nampaknya menjadi ujian utama.
Harga Cardano sedang diperdagangkan dengan diskon besar. Sejak awal Desember, harga telah turun hampir 45% dan baru-baru ini menyentuh US$0,26 sebelum memantul ke sekitar US$0,28. Di atas kertas, area ini nampak seperti zona beli yang kuat.
Chart juga menunjukkan sinyal pembalikan awal. Trader ritel mulai kembali melakukan akumulasi. Namun, para holder besar yang dikenal sebagai whale masih bersikap hati-hati. Walau harga diskon dan indikator mulai membaik, pembelian belum meyakinkan. Ada tiga poin data yang menjelaskan alasannya.
Bullish Divergence di Dalam Channel Turun Masih Gagal Satukan Whale
Dari sisi teknikal, chart Cardano terlihat campuran.
Sejak November, ADA terus bergerak di dalam channel menurun, di mana harga membentuk lower high dan lower low di antara dua garis paralel. Pola ini menggambarkan tren turun yang terkontrol, bukan aksi jual panik, sebab channel masih terjaga. Namun, risiko penurunan tetap ada.
Pada saat bersamaan, momentum mulai membaik.
Antara 21 November sampai 31 Januari, ADA membentuk lower low. Pada periode yang sama, Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur momentum dalam skala 0–100. Jika harga turun, namun RSI naik, ini mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah. Fenomena ini dikenal dengan bullish divergence dan biasanya muncul mendekati awal pembalikan tren.
Saat whale benar-benar yakin akan ada rebound, kelompok besar tadi biasanya kompak melakukan akumulasi. Kali ini hal itu belum terjadi. Kekuatan beli bersih hanya sekitar 20 juta ADA. Penyebabnya adalah risiko.
Selama ADA bertahan di dekat batas bawah channel menurun, kemungkinan breakdown masih ada. Jika terjadi break yang terkonfirmasi, harga bisa terjun lagi sekitar 29% seperti dibahas nanti saat membahas harga. Risiko struktur inilah yang membuat investor besar tetap bertahan defensif meskipun bullish divergence muncul.
Dominasi Sosial Lemah dan Pembelian Ritel yang Hati-Hati Batasi Momentum
Penghalang kedua adalah sentimen.
Dominasi sosial mengukur seberapa banyak perhatian yang diterima sebuah koin jika dibandingkan dengan seluruh pasar aset kripto. Indikator ini memantau porsi diskusi daring yang terfokus pada aset tersebut. Jika dominasinya naik, biasanya muncul spekulasi dan arus masuk baru.
Pada Cardano, dominasi sosial mencapai puncak sekitar 1,08% di bulan November 2025 ketika harga ADA sempat menyentuh US$0,59. Sejak itu nilainya turun konsisten. Sekarang dominasi sosial ADA ada di sekitar 0,047%, mendekati titik terendah beberapa bulan terakhir.
Secara historis, hal ini cukup berpengaruh.
Pada awal Desember, lonjakan dominasi sosial mendahului reli sebesar 12%.
Pada akhir Desember, puncak dominasi ini juga diikuti kenaikan harga 16%.
Saat minat sosial naik, harga kerap mengekor. Tapi kini, atensi publik mulai surut. Tanpa dorongan narasi, whale tidak punya alasan besar menambah posisi. Perilaku ritel memang sedikit lebih positif, namun tetap berhati-hati.
Sejak 22 Januari, ADA mencatat arus keluar (outflow) harian dari exchange. Arus keluar artinya koin meninggalkan exchange, umumnya untuk disimpan, bukan dijual. Ini menandakan adanya tekanan beli.
Puncak pembelian bersih harian mencapai sekitar US$14,9 juta pada 31 Januari, kemudian turun ke sekitar US$2,8 juta. Tidak ada hari dengan aksi jual besar sejak akhir Januari.
Ini menunjukkan investor ritel perlahan-lahan melakukan akumulasi saat harga turun. Tapi, laju akumulasinya masih lambat. Tanpa adanya perhatian sosial yang meningkat, permintaan ritel saja tidak bisa mendorong tren yang kuat.
Smart Money Lemah dan Level Harga Kunci Cardano Membuat Crypto Whale Tetap Bertahan
Peringatan terakhir datang dari “smart money” dan struktur harga.
Smart Money Index melacak bagaimana trader berpengalaman menempatkan posisi selama jam pasar yang berbeda. Indeks ini bertujuan mencerminkan perilaku yang didasari pengetahuan, bukan karena emosi.
Belakangan ini, indeks ini turun di bawah garis sinyalnya dan terus melemah. Pada reli sebelumnya, sekitar awal Januari, indeks ini biasanya naik lebih dulu sebelum harga bergerak naik. Lemahnya indeks saat ini menandakan para trader profesional belum bersiap untuk rebound. Hal ini juga menegaskan sikap hati-hati para whale.
Dari sisi teknikal, beberapa level penting sekarang menjadi penentu prospek bulan Februari.
Jika harga naik, ADA harus terlebih dahulu merebut kembali level US$0,319. Ini akan menandakan rasa percaya diri yang mulai membaik. Gerakan di atas US$0,376 bahkan lebih penting. Itu akan menembus channel turun dan mengubah struktur menjadi netral dari bearish. Dengan begitu, pembelian terkoordinasi dari whale bisa terjadi.
Jika harga turun, US$0,268 tetap menjadi level krusial. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah level ini, maka akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka peluang penurunan menuju US$0,188, yang berarti target penurunan sebesar 29% dari titik breakdown.
Selama harga tetap berada di kisaran US$0,268 sampai US$0,319, ketidakpastian masih mendominasi. Perbedaan (divergence) bullish menunjukkan tekanan jual mulai berkurang. tapi, momentum sosial yang lemah, perilaku whale yang terpecah, dan tidak adanya dukungan dari smart money, membuat keyakinan pasar tetap rendah. Sebelum sentimen membaik dan resistance utama berhasil ditembus, peluang rebound Cardano masih sebatas kemungkinan, belum jadi kenyataan.
Harga Bitcoin (BTC) mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Tepatnya, terjadi crash lebih dari 11% sejak puncaknya di akhir Januari. Kendati harga telah menyentuh target teknikal utama, data on-chain dan derivatif menunjukkan bahwa pasar kemungkinan belum selesai terkoreksi.
Dengan pembeli yang masih berhati-hati serta crypto whale yang mulai mengurangi eksposur, pertanyaannya kini sederhana: apakah ini benar-benar titik terendah (bottom), atau sekadar persinggahan sebelum drop lanjutan?
Pada akhir Januari, harga Bitcoin menembus formasi head-and-shoulders ke bawah, mengonfirmasi pembalikan tren bearish. Breakdown pada 29 Januari memproyeksikan target koreksi dekat US$75.130. Pada awal Februari, Bitcoin telah menyentuh zona ini, sehingga pola teknikal terkonfirmasi nyaris sempurna.
Sejak 31 Januari, Bitcoin sudah terkoreksi hampir 11%, turun dari level tertinggi lokal ke kisaran US$75.000. Pergerakan ini memicu likuidasi masif dan menyeret pasar kripto secara keseluruhan turun.
Biasanya pencapaian target breakdown akan membawa sedikit kelegaan sementara. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa harga akan benar-benar berada di titik bottom. Apakah level ini akan bertahan atau tidak, sangat tergantung pada bagaimana respons pembeli setelah kerusakan teknikal terjadi.
Sampai saat ini, respons tersebut masih lemah.
Pembeli Spot Masih Absen di Area Support Krusial
Salah satu sinyal peringatan terbesar yakni tidak adanya akumulasi kokoh di sekitar level US$75.000.
Arus keluar dari exchange, yang menunjukkan seberapa banyak Bitcoin berpindah dari platform trading ke penyimpanan jangka panjang, turun drastis. Sekitar 31 Januari, jumlah arus keluar mencapai sekitar 42.400 BTC. Setelah koreksi harga, arus keluarnya hanya sekitar 14.100 BTC, turun hampir 67%.
Tandanya, investor belum terburu-buru membeli saat harga turun (buy the dip). Inilah metrik peringatan pertama.
Perilaku whale juga turut menambah kekhawatiran sebagai metrik peringatan kedua. Wallet yang menampung antara 10.000 hingga 100.000 BTC mulai memangkas saldo sejak 1 Februari. Kepemilikan kolektif mereka anjlok dari sekitar 2,21 juta BTC menjadi 2,20 juta BTC. Artinya, sekitar 10.000 BTC dijual, atau setara sekitar US$750 juta dengan harga saat ini.
Sementara itu, NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) holder jangka pendek, yang mengukur apakah pembeli baru-baru ini sedang cuan atau rugi, juga turut memperlihatkan peringatan sebagai metrik ketiga. Saat ini, NUPL bertengger di kisaran -0,23, menempatkan trader di zona kapitulasi. Akan tetapi, saat koreksi di November lalu, NUPL sempat ambruk hingga sekitar -0,27 sebelum rebound monumental bermula. Ini menunjukkan ada kepanikan, tapi belum ekstrem, memberi sinyal bahwa dasar harga bisa saja tertunda.
Kombinasi arus keluar yang kian surut, aksi jual whale, serta kapitulasi yang belum tuntas menjadi sinyal kuat bahwa keyakinan pasar masih lemah.
Pasar Derivatif Didominasi Posisi Short, Bukan Permintaan Sehat
Karena pembeli spot tetap berhati-hati, pasar derivatif saat ini menjadi sumber utama potensi reli harga.
Data likuidasi dari Binance menunjukkan akumulasi posisi short leverage sekitar US$1,91 miliar, sementara posisi long hanya tersisa sekitar US$168 juta. Ini menciptakan ketidakseimbangan besar yang menguntungkan taruhan bearish.
Ketika posisi short terlalu ramai, reli kecil saja bisa memicu aksi beli paksa. Seumpama harga Bitcoin naik, trader short akan terpaksa menutup posisi sehingga bisa memicu reli tajam. Inilah potensi terjadinya short squeeze.
Namun, kondisi ini berbeda dengan permintaan yang sehat. Reli yang hanya terjadi karena likuidasi biasanya cepat hilang bila tidak didukung oleh akumulasi nyata. Tanpa adanya pembelian spot yang kuat dan partisipasi whale, reli harga kemungkinan hanya bersifat sementara. Ini karena setelah short squeeze mendorong harga naik, lebih banyak posisi long bisa terbuka sehingga risiko turun masih tetap ada.
Saat ini, derivatif hanya menawarkan volatilitas, bukan stabilitas. Yang benar-benar dibutuhkan oleh harga BTC adalah permintaan spot, namun hal itu masih belum ada sekarang.
Level Harga Kunci Bitcoin Tunjukkan US$69.000 dan Zona Risiko Lebih Rendah
Jika Bitcoin gagal bertahan pada support saat ini, model on-chain dan teknikal menyoroti target koreksi yang jelas.
Distribusi Harga Realisasi UTXO (UTXO Realized Price Distribution/URPD) menunjukkan di mana pasokan Bitcoin saat ini terakhir kali dibeli. Klaster seperti ini sering jadi area support saat harga turun.
Klaster URPD terkuat dalam waktu dekat berada di sekitar US$66.890, di mana sekitar 0,95% pasokan terkonsentrasi.
Di bawahnya, klaster utama lain muncul di sekitar US$63.111 yang menampung sekitar 1,14% pasokan. Zona tersebut kemungkinan menarik pembeli jika harga terus merosot. Itulah support on-chain terkuat BTC dalam waktu dekat.
Dari sudut pandang teknikal, breakdown di bawah US$75.630–US$75.130 akan membuka jalan ke US$69.500. Jika level tersebut juga runtuh, Bitcoin bakal menguji area US$66.000–US$63.000, yaitu zona klaster penting. Bila crash yang lebih dalam terjadi, support di sekitar US$61.840 menjadi relevan. Karena itulah, US$69.500 jadi area keputusan utama apabila $BTC kehilangan US$75.130.
Di sisi atas, percobaan pemulihan akan menghadapi resistance di dekat US$79.890 dan US$84.140. Pergerakan yang berkelanjutan di atas US$84.140 diperlukan agar struktur bullish pulih lagi. Sebelum itu terjadi, risiko turunmasih mendominasi.
Bagaimana pendapat Anda tentang sinyal on-chain dan analisis teknikal yang menilai zona US$63.000 sebagai area risiko utama bagi harga Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Ether's plunging price stands in stark contrast to surging blockchain activity, marking a contrast to prior bear markets, company Chairman Tom Lee said.
Europe now accounts for over 40% of global incidents, with France leading at 19 reported attacks, involving home invasions, kidnappings, and targeted personal threats.
KDE Linux is a user-focused, general-purpose Linux distribution. It is built by KDE and it is meant to showcase the best implementation of everything KDE has to offer, using the most advanced technologies. The distribution's base packages come from Arch Linux, while everything else is either compiled by the kde-builder tool or included as Flatpak packages. KDE Linux does not come with any traditional package manager, but supports installing Flatpak, Snap or AppImage applications. As it has an immutable base, system updates involve replacing the operating system image with an entirely new one.
Peringatan untuk Bitcoin! Setelah jatuh di bawah US$80.000 , ChatGPT-5 menetapkan tanggal yang menentukan untuk kehancuran di US$50.000, dan sinyal teknis sudah selaras dengan berbahaya.
Bitcoin Mencapai Harga US$50.000 Adalah Hal yang Sangat Mungkin.
Sejak penurunan terbarunya ke bawah US$80.000, harga BTC tampaknya telah memasuki fase konsolidasi. Untuk saat ini. Menurut ChatGPT-5, kembalinya ke $50.000 tidak hanya masuk akal, tetapi juga sangat konsisten dengan sejarah aset digital paling terkenal ini.
Menurut perkiraannya, potensi penurunan 39% tersebut masih dalam batas normal siklus kenaikan Bitcoin, yang sering kali diwarnai oleh koreksi sebesar 30 hingga 80%.
Berdasarkan data volatilitas historis, ChatGPT-5 memperkirakan probabilitas ambang batas US$50.000 tercapai setidaknya sekali dalam 12 bulan ke depan sebesar 45-55%, dan hingga 65% dalam 18 bulan.
Skenario yang paling mungkin? Tekanan penurunan bertahap antara kuartal kedua dan ketiga tahun 2026, dengan puncak volatilitas antara musim semi dan musim panas.
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan
Beberapa katalis dapat memicu koreksi ini. Di bidang makroekonomi, kenaikan imbal hasil riil, penguatan dolar, atau kekecewaan terkait kebijakan suku bunga dapat melemahkan pasar . Di sisi kripto, arus keluar dari ETF Bitcoin, pengurangan leverage spekulatif, atau penjualan besar-besaran oleh penambang yang berada di bawah tekanan dapat memperkuat pergerakan tersebut . Keseimbangan yang rapuh di pasar stablecoin juga akan memainkan peran kunci dalam kontraksi likuiditas.
Terkait pergerakan harga, ChatGPT-5 mengidentifikasi beberapa level kunci yang perlu dipantau: US$75.000, US$70.000, dan kemudian US$64.000. Penutupan mingguan di bawah US$70.000 akan secara signifikan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut menuju US$62.000, atau bahkan penurunan tajam menuju US$50.000. Sebaliknya, reli berkelanjutan di atas US$88.000 yang disertai dengan tekanan beli yang kuat akan sangat mengurangi kemungkinan ini.
Bagaimana pendapat Anda tentang ramalan ChatGPT soal penurunan Bitcoin ke $50.000 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Meme coin memulai Februari dengan semangat baru seiring kembali naiknya minat spekulatif di pasar. Peluncuran token-token baru, pertumbuhan komunitas yang pesat, dan pergerakan harga yang agresif mengangkat beberapa token ke sorotan.
BeInCrypto telah menganalisis tiga meme coin ini, yang patut diperhatikan investor selama pekan pertama Februari.
Buttcoin (BUTTCOIN)
BUTTCOIN muncul sebagai salah satu meme coin top gainer pekan ini, menarik minat spekulatif yang besar. Token baru ini sudah memiliki lebih dari 10.000 holder. Pada waktu publikasi, BUTTCOIN diperdagangkan di kisaran US$0,0213 yang menandakan adopsi cepat dan permintaan jangka pendek yang tinggi.
Meme coin ini melonjak sebesar 259% dalam tujuh hari terakhir, mencetak all-time high baru di US$0,0292. Karena harga masih berada di fase price discovery, BUTTCOIN menghadapi resistance teknikal yang minim. Struktur ini mendukung potensi kenaikan lanjutan, sebab trader yang mengejar momentum sering mendorong harga lebih tinggi saat fase ekspansi awal.
Risiko penurunan terutama berasal dari aksi ambil untung. Investor awal mungkin memilih mengunci cuan setelah reli tajam. Jika tekanan jual meningkat, BUTTCOIN bisa turun di bawah support US$0,0187. Koreksi lebih dalam menuju US$0,0125 akan menginvalidasi skenario bullish dan menandakan momentum sudah menurun.
The White Whale (WHITEWHALE)
WHITEWHALE menjadi salah satu meme coin small-cap terdepan, naik 114% selama sepekan terakhir meskipun sempat terseret kontroversi. Token ini sedang konsolidasi usai lonjakan, diperdagangkan dalam rentang US$0,099 hingga US$0,070. Pergerakan mendatar ini menandakan momentum mulai tenang setelah arus masuk spekulasi yang agresif.
Fase konsolidasi ini bisa artinya reset, bukan kehabisan tenaga. Money Flow Index masih tinggi, menunjukkan tekanan beli yang kuat. Jika permintaan berlanjut, WHITEWHALE berpotensi breakout di atas US$0,099.
Breakout yang terkonfirmasi akan membuka peluang ke level US$0,123 dan mungkin lebih tinggi lagi.
Risiko penurunan masih ada jika sentimen berubah. Jika tekanan beli menghilang dan penjualan meningkat, WHITEWHALE bisa kehilangan support US$0,070. Breakdown bisa menargetkan level bawah di sekitar US$0,048 atau bahkan US$0,038. Pergerakan seperti ini akan menginvalidasi skenario bullish dan memperpanjang koreksi.
EGL1 (EGL1)
EGL1 tetap berada di tren naik stabil selama tiga minggu terakhir, diperdagangkan di sekitar US$0,044 pada waktu publikasi. Meme coin ini didukung oleh lebih dari 55.000 holder. Bertambahnya jumlah holder menjaga permintaan tetap kuat dan memperkuat momentum naik EGL1.
Indikator tren masih mendukung potensi kenaikan lanjutan. Parabolic SAR tetap berada di bawah harga, mengonfirmasi tren naik yang sedang terjadi. Sinyal ini menunjukkan momentum bullish masih punya ruang untuk bergerak. Jika tekanan beli bertahan, EGL1 bisa memperpanjang kenaikan dan mencoba menembus level US$0,053 dalam waktu dekat.
Walau struktur masih bullish, tetap dibutuhkan kehati-hatian. Saat ini pola ascending wedge tengah terbentuk di chart, sebuah pola yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan arah. Jika EGL1 turun di bawah support US$0,038, tekanan jual kemungkinan meningkat. Penurunan ke arah US$0,030 akan mengonfirmasi terjadinya breakdown bearish dan membatalkan skenario bullish.
Bagaimana pendapat Anda tentang 3 meme coin potensial diatas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!