Normal view

NYC Token Kena Rug Pull? Ini 4 Tanda Bahayanya

15 January 2026 at 12:01

Meme coin NYC milik mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, menuai kritik tajam dari komunitas aset kripto setelah anjlok lebih dari 80%, sehingga kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.

Baik Adams maupun tim proyeknya membantah melakukan kesalahan, tapi pergerakan likuiditas yang tidak lazim menimbulkan kekhawatiran, sehingga beberapa analis menilai token ini berpotensi sebagai rug pull. Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, seorang analis dari Nansen menjabarkan 4 alasan mengapa token NYC nampaknya masuk ke dalam kategori “rug pull” secara lebih luas.

Sekitar 60% Trader Alami Kerugian setelah NYC Token Mengalami Koreksi Besar

Awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Adams memperkenalkan token tersebut di Times Square. Nilainya sempat melonjak tak lama setelah peluncuran, namun reli itu tidak bertahan lama.

“MANTAN WALIKOTA NYC BARU SAJA MELAKUKAN RUGPULL. Koin itu langsung menyentuh kapitalisasi pasar US$500 juta sebelum Eric menarik likuiditas dari koin tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan besar hingga 80% dan token itu jatuh di bawah US$100 juta,” posting Ash Crypto .

Analis di blockchain menemukan perilaku likuiditas yang aneh. Rune Crypto menuduh Adams telah menarik US$3,4 juta dari liquidity pool token ini. Bubblemaps juga mengidentifikasi aktivitas likuiditas yang mencurigakan.

Eric Adams, former NYC major, has just removed the whole liquidity pool of his new memecoin: a total of $3,430,000 scammed https://t.co/QgGAVzgM3H pic.twitter.com/UdEbufckS3

— Rune (@RuneCrypto_) January 12, 2026

Dalam sebuah posting terpisah, Bubblemaps menyoroti dampak negatif dari token NYC. Sekitar 4.300 trader berinteraksi dengan token NYC, di mana kira-kira 60% mencatatkan kerugian.

  • 2.300 trader kehilangan kurang dari US$1.000.
  • 200 trader mengalami kerugian antara US$1.000 sampai US$10.000.
  • 40 trader kehilangan antara US$10.000 hingga US$100.000.
  • 15 trader mengalami kerugian lebih dari US$100.000.

Apakah NYC Token Kena Rug Pull?

Nicolai Sondergaard, Research Analyst di Nansen, menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa alasan token NYC bisa di kelompokkan bersama rug pull lainnya adalah karena cara mereka menarik likuiditas. Analis ini menguraikan 4 alasan utama:

  • Tim tidak membuat pengumuman sebelumnya terkait rencana “rebalance” likuiditas.
  • Sejumlah besar likuiditas di tarik dalam waktu yang sangat singkat, bukan secara bertahap.
  • Likuiditas yang di tarik tidak sepenuhnya di kembalikan ke pool.
  • Likuiditas baru di tarik setelah token mencapai level tinggi.

“Kalau ini memang langkah yang sah, saya pasti mengharapkan perubahan kecil serta ada pemberitahuan sebelumnya kalau akan ada pergeseran. Hal seperti ini sepertinya tidak akan berdampak negatif pada token,” komentar Sondergaard.

Ia menerangkan bahwa penarikan likuiditas, bahkan jika hanya sebagian, secara signifikan meningkatkan dampak dari satu order jual. Order jual yang biasanya tidak akan banyak mempengaruhi harga saat kondisi likuiditas normal, kini bisa menggerakkan pasar jauh lebih besar, seringkali memicu kepanikan, gelombang aksi jual, dan bahkan memaksa trader dengan limit order keluar dari posisinya.

“Apa yang mereka lakukan pada dasarnya menjebak para trader, sehingga banyak yang terpaksa menjual dengan kerugian di kondisi likuiditas rendah. Menambahkan likuiditas kembali pun tidak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Demikian pula dengan memasang order DCA, itu hanya solusi tambal sulam,” ujar analis tersebut.

Sondergaard menekankan bahwa, dari sisi integritas pasar, komunikasi yang jelas dan transparan mengenai likuiditas sangat penting. Mengapa? Karena trader tidak dapat menilai risiko secara akurat jika likuiditas bisa menghilang tanpa peringatan apapun.

Dia menyebut bahwa kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan di ekosistem secara luas. Analis ini menambahkan bahwa standar transparansi yang lebih baik, di tambah pengawasan berbasis data, akan membantu membedakan proyek-proyek yang sah dari pihak-pihak yang beritikad buruk. Sondergaard menyarankan,

“Akan lebih bijak kalau investor selalu berhati-hati ketika trading meme coin. Selalu nilai distribusi holder, apakah volume beli jauh lebih besar dari volume jual, apakah likuiditas yang masuk satu sisi saja (misal hanya token, atau usdc juga dimasukkan)?” terang analis tersebut.

Adams Bantah Tuduhan Rug Pull

Di tengah kritikan ini, juru bicara mantan wali kota, Todd Shapiro, membagikan pernyataan yang membantah tudingan tersebut. Ia menolak laporan yang menyebut Adams memindahkan dana investor atau mengambil keuntungan dari peluncuran token NYC, seraya menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti.

Juru bicara itu menuturkan bahwa NYC Token mengalami volatilitas harga yang memang umum terjadi pada aset digital yang baru diluncurkan. Ia mengulangi komitmen Adams terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi yang bertanggung jawab.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Sebelumnya, tim NYC Token menyatakan bahwa pergerakan likuiditas tersebut terjadi karena proses rebalancing setelah adanya permintaan yang sangat tinggi saat peluncuran.

Bagaimana pendapat Anda tentang token kripto NYC di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

❌