Normal view

Hyperliquid Rebut Mahkota Perp DEX setelah Volume dan Harga Token Lighter Turun

19 January 2026 at 11:24

Pasar decentralized exchange perpetual sedang mengalami perombakan lagi. Hyperliquid berhasil kembali merebut posisi teratas, sedangkan volume perdagangan perpetual mingguan Lighter turun hampir tiga kali lipat dari puncaknya.

Bersamaan dengan itu, token LIT milik Lighter turun ke level terendah sepanjang masa pada hari Senin, tertekan oleh pelemahan pasar secara umum dan banyak holder airdrop yang keluar.

Hyperliquid Rebut Dominasi Perpetual Decentralized Exchange

Hyperliquid berhasil kembali memimpin di antara DEX perpetual. Data CryptoRank menunjukkan Hyperliquid membukukan volume perdagangan sekitar US$40,7 miliar minggu lalu. Aster menempati posisi kedua dengan US$31,7 miliar, sedangkan Lighter turun ke peringkat ketiga dengan US$25,3 miliar.

“Seiring airdrop Lighter dibagikan, volume di platform itu mulai turun – volume mingguan turun hampir 3x dari puncaknya,” terang CryptoRank.

Perubahan ini juga terlihat pada open interest 24 jam. Open interest adalah metrik di pasar derivatif yang menunjukkan jumlah total kontrak derivatif terbuka (seperti futures atau opsi) yang belum diselesaikan, ditutup, atau kedaluwarsa.

Hyperliquid memimpin dengan open interest sekitar US$9,57 miliar, melampaui total open interest gabungan semua platform DEX utama lainnya. Platform lain seperti Aster, Lighter, Variational, edgeX, dan Paradex, secara total memegang US$7,34 miliar. Lighter sendiri hanya di angka US$1,42 miliar dan Aster di US$2,73 miliar.

Top Perp DEX's Weekly Trading Volumes
Volume Perdagangan Mingguan DEX Perpetual Teratas | Sumber: X/CryptoRank

Postingan tersebut menambahkan bahwa Variational kini juga menjadi pesaing yang cukup menonjol, dengan volume harian mencapai US$1 miliar dan masuk ke dalam lima besar DEX perpetual.

Token Lighter (LIT) Turun ke Level Terendah Sepanjang Masa

Perlambatan pasca-airdrop turut berdampak bukan hanya pada volume, tapi juga harga token LIT. Sejak diluncurkan, altcoin ini mengalami volatilitas tinggi. Seorang analis mengungkapkan bahwa sekitar 40% airdrop telah dijual hanya dalam minggu pertama.

“Holder airdrop pada pergi. Dalam waktu yang sangat singkat, persentase token yang dipegang penerima awal turun dari 51% jadi 36% (dan saya yakin saat kamu membaca ini, angkanya bahkan lebih rendah lagi)…FUD datang dan pergi, bahkan Hyperliquid juga pernah menghadapi situasi serupa selama berbulan-bulan. Selalu perhatikan metrik internal; kondisinya tidak seburuk itu,” tambah posting itu.

Data BeInCrypto Markets memperlihatkan bahwa token ini sudah kehilangan 37% nilainya dalam sebulan terakhir. Hari ini, LIT anjlok ke US$1,68 di OKX dan mencetak rekor terendah baru.

Pada waktu publikasi, altcoin tersebut diperdagangkan di harga US$1,71, turun lebih dari 14% hanya dalam satu hari terakhir.

Lighter (LIT) Price Performance
Performa Harga Lighter (LIT) | Sumber: BeInCrypto Markets

Kesulitan terbaru Lighter muncul di tengah tren penurunan pasar yang lebih luas. Kapitalisasi pasar total turun 2,6% selama 24 jam terakhir. Selain itu, token perp DEX lainnya yaitu Aster, native token dari Aster, juga anjlok lebih dari 12% ke rekor terendah, padahal telah meluncurkan Program Buyback Tahap 5.

Prediction Markets Catat Volume Perdagangan Tertinggi saat Kekhawatiran Fragmentasi Meningkat

19 January 2026 at 10:24

Prediksi pasar mencatat volume trading mingguan tertinggi minggu lalu karena para trader makin banyak bertaruh pada peristiwa politik besar, hasil terkait kripto, dan pasar olahraga.

Peningkatan aktivitas ini mencerminkan minat yang makin tinggi terhadap trading berbasis peristiwa di berbagai sektor. Tapi, pertumbuhan cepat ini juga menimbulkan kekhawatiran baru soal fragmentasi pasar dan insider trading.

Prediction Markets Pecahkan Rekor Volume sementara Trader Raup Keuntungan dan Kerugian

Berdasarkan data Dune, prediksi pasar mencatat rekor volume trading mingguan sebesar US$3,7 miliar minggu lalu, mencetak rekor sepanjang masa. Volume notional mingguan juga melonjak ke rekor baru, yaitu US$5,57 miliar.

Peningkatan ini memanjangkan tren yang mulai terjadi sejak 2025, ketika aktivitas prediksi pasar mulai melampaui volume trading meme coin dan non-fungible token (NFT).

Prediction Market Weekly Notional Volume
Volume Notional Mingguan Prediksi Pasar | Sumber: Dune

Keterlibatan pengguna juga meningkat. Pengguna aktif mingguan memuncak di 335.583 pada minggu pertama Januari, dan jumlah transaksi juga mengikuti tren naik serupa.

Data menunjukkan bahwa aktivitas masih sangat terpusat, dengan tiga kategori mencakup mayoritas volume notional mingguan. Di Polymarket, trading terutama didominasi oleh peristiwa politik, olahraga, dan pasar yang berhubungan dengan kripto. Pola yang sama juga terlihat di Kalshi.

Konsentrasi ini juga tercermin di tingkat trader individu. Lookonchain melaporkan bahwa seorang trader Polymarket “beachboy4” melakukan perubahan besar, dari rugi lebih dari US$6,8 juta menjadi untung sekitar US$395.000 setelah bertaruh pada hasil olahraga.

Hanya dalam dua hari terakhir, trader tersebut kabarnya berhasil meraup keuntungan lebih dari US$10,5 juta dari lima prediksi yang sukses, dan sepenuhnya menutup kerugian sebelumnya.

“Meski demikian, nilai taruhan dia sekarang melonjak — dari beberapa ratus ribu per taruhan menjadi lebih dari US$3 juta dalam satu taruhan,” tambah posting tersebut.

Tapi tidak semua trader mengalami hasil serupa. Di Polymarket, 2 pengguna kehilangan hampir US$10 juta hanya dalam waktu kurang dari sebulan, yang menunjukkan risiko besar pada pasar berbasis peristiwa.

“2 trader Polymarket taruhan besar-besaran pada pasar olahraga di 48¢–57¢, dan kehilangan hampir US$10 juta dalam kurang dari sebulan. 0x4924: 346 prediksi, 46,24% tingkat kemenangan, -US$5,96 juta dalam 24 hari. bossoskil1: 65 prediksi, 41,54% tingkat kemenangan, -US$4,04 juta dalam 11 hari. Pada peluang ~50¢, itu sama seperti melempar koin. Bertaruh besar cuma berarti rugi lebih cepat,” noted Lookonchain lookonchain.

Tidak hanya pengguna ritel, pelaku industri besar juga mulai memanfaatkan tren ini. Coinbase disebut-sebut sedang bersiap untuk meluncurkan prediksi pasar milik mereka. Selain itu, afiliasi Gemini sudah mendapat izin regulator agar bisa menawarkan prediksi pasar kepada pelanggan di AS.

Trump Media & Technology Group juga menandakan akan memasuki sektor ini. Pada bulan Desember, Fanatics, platform olahraga, mengumumkan peluncuran platform prediksi pasar berbasis penggemar melalui kemitraan strategis dengan Crypto.com.

Kekhawatiran yang Semakin Besar Mengelilingi Prediction Market

Tapi, sejumlah ahli menyampaikan kekhawatiran tentang lonjakan pasar ini, menyebutnya sebagai “endgame” untuk sektor tersebut.

the endgame for prediction markets:

– anyone can create a market
– creators earn fees from the volume they generate

fully personalized and permissionless

— nairolf (@0xNairolf) January 17, 2026

Ada juga yang berpendapat bahwa jumlah pasar bukan isu utamanya. Sebaliknya, likuiditas masih jadi tantangan terbesar untuk prediksi pasar.

“Semua ini cuma mendorong makin banyak pasar tanpa likuiditas, orang-orang hanya mengejar biaya kreator beberapa sen,” papar Alex Finn Alex Finn.

Selain masalah fragmentasi, insider trading kini muncul sebagai kekhawatiran besar lainnya di prediksi pasar. Sejumlah kejadian terbaru memunculkan pertanyaan apakah informasi non-publik telah mempengaruhi hasil di pasar.

Dalam satu kasus, tiga wallet bersama-sama membukukan profit lebih dari US$630.000 di Polymarket setelah bertaruh soal pencopotan Nicolás Maduro sebelum penangkapannya diumumkan. Di lain tempat, seorang trader dilaporkan meraup hampir US$1 juta dari taruhan terkait hasil “Year in Search” Google 2025.

Pola serupa juga terlihat pada acara hiburan. Di Polymarket, pengguna memasang 27 taruhan pada hasil Penghargaan Golden Globe, dengan 26 di antaranya menghasilkan keuntungan. Hasil yang sangat akurat ini semakin menimbulkan kekhawatiran bahwa pengetahuan orang dalam mungkin mempengaruhi aktivitas di platform prediksi.

Empat Peristiwa Ekonomi Amerika Serikat Berdampak Besar Siap Pengaruhi Sentimen Bitcoin Pekan Ini

19 January 2026 at 10:00

Ketika para bull Bitcoin mempertahankan level psikologis US$90.000 meski volatilitas akibat geopolitik meningkat, para trader kini mencermati jadwal ekonomi Amerika Serikat yang padat dan bisa mempengaruhi sentimen kripto.

Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang berubah-ubah, rilis data penting serta pidato tokoh-tokoh ternama mungkin bisa memicu pergerakan tajam pada BTC dan altcoin.

4 Peristiwa Ekonomi AS yang Perlu Diperhatikan Pekan Ini

Berikut rangkuman empat peristiwa utama yang masing-masing bisa berdampak signifikan pada pasar kripto minggu ini.

US Economic Events to Watch This Week
Peristiwa Ekonomi AS yang Wajib Dipantau Pekan Ini | Sumber: Trading Economics

Presiden Trump Berbicara

Pidato Presiden Donald Trump di World Economic Forum Davos pada 21 Januari pukul 13.30 ET diperkirakan akan menjadi pemicu pergerakan pasar. Ekspektasinya tinggi mengingat ia sering menyampaikan komentar tidak terduga soal perdagangan, tarif, dan geopolitik.

Trump dominates World Economic Forum in Davos. His speech will be closely watch by European leaders as Greenland situation escalates.

Reporting from Switzerland:pic.twitter.com/1qkUCw2Ewy

— Sidhant Sibal (@sidhant) January 19, 2026

Dengan delegasi AS terbesar yang pernah hadir di Davos, komentar Trump bisa saja membahas sengketa tarif yang masih berlangsung, kemungkinan aksi militer, ataupun kebijakan ekonomi yang bisa berdampak langsung pada kekuatan USD serta minat risiko global.

Pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan makroekonomi, sehingga volatilitas dapat meningkat bila Trump memberi sinyal kebijakan perdagangan yang hawkish, berpotensi memperkuat dolar dan menekan harga Bitcoin.

Di sisi lain, petunjuk yang mendukung pertumbuhan atau ramah terhadap kripto bisa saja memicu reli.

Initial Jobless Claims

Laporan Initial Jobless Claims pada Kamis, 22 Januari pukul 13.30 ET, memberi gambaran terbaru tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS. Data ini menunjukkan jumlah warga AS yang pertama kali mengajukan klaim asuransi pengangguran pekan lalu.

Ekonom yang disurvei Trading Economics memperkirakan jumlah initial jobless claims mencapai 203.000 untuk pekan yang berakhir 15 Januari, naik dari 198.000 pada pekan sebelumnya.

Rilis berdampak besar ini hadir di tengah data tenaga kerja yang masih solid, karena angka sebelumnya hanya 198.000, di bawah ekspektasi 215.000. Ini mengindikasikan ekonomi kuat dan mendukung penguatan dolar.

🚨 BREAKING 🚨

🇺🇸 U.S. INITIAL JOBLESS CLAIMS JUST DROPPED:

📌 ACTUAL: 198K
📌 FORECAST: 215K

LABOR MARKET STILL HOLDING STRONG 👀🔥 pic.twitter.com/Re0SSd9mkt

— Mr. Bitcoin Whale (@MrBitcoinWhalee) January 15, 2026

Bagi Bitcoin, klaim yang lebih rendah (menandakan PHK lebih sedikit) dapat memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, mendorong yield naik dan memberi tekanan pada aset berisiko seperti kripto.

Tren terbaru menunjukkan klaim mendekati rekor terendah sepanjang masa jika disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja, tanpa tanda-tanda resesi.

“Faktanya, bila penyesuaian dilakukan terhadap jumlah tenaga kerja, jobless claims berada di *level terendah sepanjang masa* sejak 1965,” tulis perusahaan hipotek kripto, Milo.

Jika data klaim kembali melampaui ekspektasi, sentimen BTC bisa memburuk, memperpanjang koreksi dari level tertinggi US$90.000 karena muncul kekhawatiran pemangkasan suku bunga yang tertunda.

Sebaliknya, data yang lebih lemah bisa menghidupkan kembali harapan pelonggaran, menopang rebound kripto. Peristiwa ini juga senada dengan sorotan makro lain, karena analis menghubungkan kekuatan tenaga kerja dengan pergerakan kripto.

Karena korelasi antara Bitcoin dan saham sedang tinggi, penyimpangan dari ekspektasi bisa memicu volatilitas, apalagi setelah pidato Trump.

Core PCE Price Index

Selain itu, pada 22 Januari pukul 13.30 ET, data Core PCE Price Index m/m, yaitu ukuran inflasi favorit The Fed, diproyeksi sebesar 0,2%, naik dari 0,1% sebelumnya.

Rilis data bulan November ini, bersama data Oktober yang 0,2%, akan mempengaruhi peluang pemangkasan suku bunga tahun 2026. Inflasi yang lebih panas bisa saja menunda pelonggaran dan memperkuat USD.

Fed Rate Cut Probabilities
Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed | Sumber: CME FedWatch Tool

Bagi Bitcoin, inflasi yang terus bertahan di atas target dapat mengikis minat risiko, sebab yield lebih tinggi menarik dana keluar dari kripto.

Sementara itu, analisis web terbaru menyebutkan keterkaitan yang makin kuat antara PCE dan volatilitas kripto, dengan kenaikan moderat diprediksi, namun kejutan tetap bisa terjadi apalagi di tengah perdebatan tarif.

Jika PCE melampaui prediksi, BTC bisa mengalami tekanan turun, tapi data yang lebih rendah dari ekspektasi bisa mendorong sentimen positif.

Sentimen Konsumen

Menutup pekan peristiwa ekonomi AS yang berdampak pada kripto adalah laporan sentimen konsumen.

Pada 23 Januari pukul 15.00 ET, data Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan yang telah direvisi untuk Januari diproyeksi ada di angka 54,0, sama dengan angka awal 54,0, yang mana ini merupakan level terendah dalam 75 tahun terakhir.

Consumer Sentiment is the lowest its been in 75 years.

Main Street (the average Joe & Jane) are squeezed into despair.

Crypto is a retail phenomena (institutions only recently started entering Bitcoin and Ethereum).

So we need Main Street to be healthy for Crypto to rise pic.twitter.com/1JTcVsUhFX

— yourfriendSOMMI ❤️💛💚💙 (@yourfriendSOMMI) January 12, 2026

Indikator ini mencerminkan suasana ekonomi masyarakat umum, yang sangat penting untuk adopsi aset kripto yang didorong oleh ritel. Sentimen yang rendah menandakan konsumen sedang tertekan karena tingginya biaya dan ketidakpastian. Hal ini bisa mengurangi antusiasme terhadap Bitcoin karena institusi semakin mendominasi, sedangkan ritel sebenarnya yang mendorong reli pasar.

Jika revisi data ini melebihi ekspektasi, sentimen terhadap BTC bisa meningkat, menandakan adanya pemulihan. Sebaliknya, jika hasilnya mengecewakan, kehati-hatian bisa terus berlanjut dan menekan harga.

Bitcoin (BTC) Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$92.663, turun hampir 3% dalam 24 jam terakhir.

Analis Sebut Kedatangan Alien Bisa Picu Volatilitas Ekstrem, Bagaimana Nasib Bitcoin?

19 January 2026 at 09:30

Perbincangan mengenai kemungkinan alien memengaruhi Bitcoin (BTC) kini melampaui fiksi ilmiah dan merambah diskursus finansial arus utama. Seorang mantan analis di Bank of England melontarkan peringatan tak lazim: pengumuman resmi tentang keberadaan kehidupan ekstraterestrial di luar bumi dapat memicu guncangan ekonomi global yang sukar diredam. Dalam lanskap yang serba retak ini, Bitcoin mulai diposisikan sebagai jangkar alternatif atau aset safe haven ketika kepercayaan pada institusi tradisional tergerus.

Walau terdengar ganjil, isu tersebut memperoleh traksi di media dan pasar prediksi. Bayangan “pengungkapan besar” memunculkan pertanyaan mendasar tentang stabilitas finansial, reaksi psikologis kolektif, serta relevansi aset digital dalam krisis yang belum memiliki preseden historis.

Pengungkapan Ekstraterestrial dan Bayang-bayang Instabilitas Finansial

Pengungkapan ekstraterestrial merujuk pada konfirmasi resmi, disertai bukti yang tak terbantahkan, atas eksistensi alien cerdas. Helen McCaw, mantan analis keamanan finansial di Bank of England, menilai pengumuman semacam itu dapat memicu ontological shock: guncangan eksistensial yang menembus ranah psikologis hingga ekonomi.

McCaw dikabarkan menyurati Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, dengan peringatan bahwa pasar global tidak disiapkan untuk menilai aset dalam skenario yang merobohkan kerangka valuasi konvensional.

Ia menegaskan bahwa volatilitas ekstrem bisa muncul dari dua kutub emosi yang sama-sama berbahaya: kepanikan dan euforia, disertai runtuhnya keyakinan pada metode penilaian yang selama ini dianggap mapan.

“Pengungkapan UAP sangat mungkin memicu ontological shock dan respons psikologis dengan konsekuensi material… Volatilitas harga ekstrem dapat terjadi di pasar finansial akibat katastrofik atau euforia, serta runtuhnya kepercayaan ketika pelaku pasar tidak lagi yakin bagaimana menilai aset dengan metode yang biasa,” terang McCaw.

Sinyal pasar prediksi menunjukkan isu ini tidak lagi ditempatkan di ranah mustahil. Di Polymarket, probabilitas pengungkapan sebelum 2027 berada di kisaran 11%, meski volume transaksi masih tipis.

Percakapan ini diperkuat oleh makin banyaknya pejabat Amerika Serikat, mulai dari senator hingga eks petinggi intelijen, yang secara terbuka menyinggung fenomena UAP.

Akankah Amerika Serikat mengonfirmasi keberadaan ekstraterestrial sebelum 2027? | Sumber: Polymarket

Dokumenter terbaru serta pernyataan figur politik ikut memelihara persepsi bahwa pengumuman resmi dapat muncul dalam horizon menengah.

Bagi McCaw, pertanyaan krusial bukan soal jika, melainkan bagaimana sistem keuangan bereaksi ketika kabar itu datang secara mendadak. Namun, tak semua kalangan menanggapinya dengan serius, sebagian justru menyambutnya dengan satir tajam.

“Kami menggelar rapat darurat antara CEO Bitcoin dan perwakilan ekstraterestrial. Kesimpulannya, jaringan BTC akan tetap memproduksi blok pada hari pengumuman. Bahkan, duta alien mengusulkan menjalankan node dan proyek mining BTC di sisi jauh bulan,” canda analis kripto dan Bitcoin maximalist David Battaglia.

Que no cunda el pánico 😱

Último momento: Se ha aconsejado al Banco de Inglaterra que se prepare para una importante crisis financiera que podría desencadenarse por un anuncio oficial que confirme la existencia de extraterrestres. 🤡

Hemos tenido una reunión de emergencia el… pic.twitter.com/kd0nzr0bQq

— David Battaglia (@DBATTAGLIAYtube) January 18, 2026

Bitcoin di Tengah Erosi Kepercayaan Institusional

Dalam skenario pengungkapan luas, McCaw memproyeksikan terjadinya arus pelarian menuju aset alternatif. Di antara kandidatnya, Bitcoin mencuat lantaran tidak bernaung di bawah negara ataupun bank sentral. Ketika legitimasi struktur kenegaraan dipertanyakan, aset terdesentralisasi berpotensi menjadi magnet bagi publik yang mencari kepastian di tengah kekacauan.

Ia menilai Bitcoin bisa memainkan peran safe haven digital, sepadan dengan fungsi emas di masa krisis, meski dampak awalnya nyaris pasti kacau dan sulit dipetakan. Volatilitas tinggi diperkirakan mendahului fase stabilisasi, jika itu pun tercapai.

Let’s say Aliens do come to earth.

You think they want USD or Bitcoin to zap ⚡️ back home with? https://t.co/SYPglTFWVh

— CrisCy₿org.Com (@criscyborg) January 18, 2026

Emas sendiri menyimpan paradoks. Rekam jejaknya sebagai penyimpan nilai bisa menarik arus masuk, tetapi bayang-bayang depresiasi jangka panjang juga mengintai jika teknologi luar angkasa memungkinkan ekstraksi logam secara masif.

Berbeda dengan emas, Bitcoin memegang kebijakan moneter yang rigid. Algoritma difficulty adjustment memastikan pasokan tidak melonjak secara tiba-tiba, sekalipun minat atau kapasitas mining meningkat drastis. Kekakuan inilah yang mempertebal narasi Bitcoin sebagai aset yang dapat diprediksi dalam lanskap ketidakpastian ekstrem.

“Kapten, saya sudah tak bisa membedakan kapan Anda serius dan kapan bercanda. Begitulah dunia sekarang, batas antara akal sehat dan absurditas makin kabur. Saya bisa saja menjual BTC dan beralih ke obligasi negara kapan pun,” tulis fedemdq menanggapi komentar Battaglia.

Risiko tentu belum sirna. Serangan sosial, pergeseran konsensus, hingga ancaman komputasi kuantum tetap menjadi variabel laten. Namun demikian, para pengembang telah mulai menyiapkan mitigasi dan jalur peningkatan untuk mengantisipasi ancaman di masa depan.

Kesimpulan

Kemungkinan pengungkapan kehidupan ekstraterestrial telah melahirkan perdebatan yang nyaris tak nyata di dunia finansial. Walau probabilitasnya kecil, skenario ini menelanjangi pertanyaan fundamental: bagaimana pasar bereaksi ketika seluruh asumsi dasar runtuh sekaligus.

Dalam konteks ekstrem tersebut, Bitcoin tampil sebagai opsi perlindungan dari erosi kepercayaan institusional. Di luar soal alien, diskursus ini menegaskan satu hal: aset digital kini dipertimbangkan serius sebagai alternatif ketika dunia memasuki wilayah ketidakpastian yang nyaris tak terbayangkan.

Bagaimana pendapat Anda tentang kedatangan alien yang berpotensi berimbas ke pasar kripto dan Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Trump Berulah! Bitcoin Turun, Emas ATH. Uni Eropa Siaga Satu?

19 January 2026 at 07:57

Bitcoin (BTC) dan emas bergerak ke arah berlawanan ketika ketegangan tarif meningkat antara Presiden AS Donald Trump dan Uni Eropa.

Sementara logam mulia ini reli ke rekor tertinggi baru di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat, aset kripto utama justru melemah. Pergerakan yang saling bertolak belakang ini mencerminkan pola serupa yang terjadi di bulan Oktober. Hal ini kembali memicu perdebatan tentang apa yang bisa terjadi selanjutnya bagi kedua aset tersebut.

Ketegangan Perdagangan AS–Uni Eropa Meningkat setelah Langkah Tarif Terbaru Trump

Pada 17 Januari 2026, Presiden Trump mengumumkan tarif sebesar 10% untuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, yang berlaku mulai 1 Februari. Tarif tersebut akan naik menjadi 25% pada 1 Juni dan tetap berlaku sampai Amerika Serikat mendapatkan kesepakatan untuk membeli Greenland.

Sementara itu, para perwakilan dari delapan negara yang terdampak tarif baru AS mengadakan pertemuan darurat pada Minggu. Dalam pernyataan bersama, Presiden Costa dan Presiden von der Leyen menyampaikan bahwa Uni Eropa “sepenuhnya mendukung” Denmark dan rakyat Greenland. Hal ini menandakan respons politik yang bersatu atas langkah Washington terbaru ini.

Selain itu, Financial Times melaporkan bahwa Uni Eropa tengah mempertimbangkan paket balasan yang lebih luas. Bisa saja mencakup tarif senilai hingga €93 miliar (US$107,71 miliar) atau melarang perusahaan-perusahaan AS memasuki pasar blok kawasan tersebut.

Guncangan Tarif Dorong Investor ke Emas saat Saham dan Bitcoin Turun

Pasar bereaksi cepat terhadap berita tarif tersebut, namun dengan cara bertolak belakang. Harga emas melonjak hingga US$4.690/oz pada awal perdagangan Asia hari ini, menandai level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru.

Harga perak juga naik mencapai rekor baru di atas US$94/oz. Sebaliknya, pasar saham dibuka melemah.

BREAKING: Stock market futures officially open for the first time since President Trump announced 10% tariffs on 8 EU countries, demanding an acquisition of Greenland:

1. S&P 500: -0.7%
2. Nasdaq 100: -1%
3. Dow Jones: -0.5%
4. Gold: +1%
5. Silver: +3%

It’s going to be an…

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) January 18, 2026

Bitcoin juga bergerak turun bersama sejumlah aset berisiko lainnya. Data Pasar BeInCrypto menunjukkan bahwa BTC sempat turun di bawah US$95.000.

Pada waktu publikasi, aset ini diperdagangkan di US$92.574, turun 2,67% dalam 24 jam terakhir. Total kapitalisasi pasar aset kripto merosot hampir US$98 miliar dalam periode yang sama.

Penurunan harga ini memicu gelombang likuidasi di seluruh pasar kripto. Dalam 24 jam terakhir, total nilai likuidasi mencapai US$864,35 juta, dengan posisi long menyumbang lebih dari US$780 juta dari jumlah tersebut.

“Bitcoin turun hampir -US$4.000 karena posisi long dengan leverage senilai US$500 juta terlikuidasi hanya dalam 60 menit,” papar The Kobeissi Letter .

Kontras antara emas dan Bitcoin di tengah gejolak akibat tarif ini menyoroti perbedaan utama dalam cara pasar memandang kedua aset tersebut. Peran emas sebagai penyimpan nilai di masa ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik tetap tak tergoyahkan.

Bitcoin, yang sering disebut sebagai “emas digital,” masih diperdagangkan layaknya aset berisiko ketika ketidakpastian meningkat, dengan harga yang terikat erat pada sentimen pasar secara umum ketimbang permintaan safe haven yang langsung melonjak.

Apa Selanjutnya untuk Bitcoin di Januari?

Analis Timothy Peterson membagikan analisisnya soal respons Bitcoin yang tertunda terhadap pengumuman Trump. Ia menuturkan bahwa meski Bitcoin diperdagangkan 24 jam, harganya tidak merespon selama kurang lebih 36 jam dan baru turun setelah perdagangan institusional dimulai di Asia.

“Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar berita intraday soal pergerakan harga biasanya cuma narasi tidak penting yang baru diceritakan setelah kejadian. Selain itu, banyak trader ritel tetap memasang leverage meski sudah ada peringatan lebih dari sehari penuh bahwa peristiwa ini akan terjadi (Ini adalah pengumuman tarif Trump ketiga, setiap kali Bitcoin babak belur.) Benar-benar tidak bisa berkata-kata,” jelasnya .

Selain itu, Crypto Rover mengingatkan bahwa minggu ini “bisa mengguncang seluruh pasar,” merujuk pada serangkaian kebijakan besar yang berpotensi membuat volatilitas tinggi di saham dan aset kripto.

“Tarif Uni Eropa mengancam arus perdagangan senilai hampir US$1,5 triliun,” ujar dia . “Jika Uni Eropa mulai membangun kesepakatan dagang dengan negara-negara yang juga dijatuhi sanksi AS, AS berisiko tersingkir dari jalur perdagangan utama. Hal itu akan: Buruk untuk sentimen risiko global, Buruk untuk saham AS, Buruk untuk dollar.”

Rover juga menyebutkan bahwa keputusan Mahkamah Agung AS yang akan datang menambah tingkat ketidakpastian lain, karena keputusan apapun terkait tarif bisa saja mengguncang pasar. Ia menambahkan bahwa kedua skenario tersebut besar kemungkinan akan memberi tekanan pada saham dan aset kripto.

Di tengah situasi ini, para ahli masih berbeda pendapat mengenai potensi pergerakan Bitcoin. Mike McGlone, senior commodity strategist di Bloomberg Intelligence, memperkirakan bahwa rasio Bitcoin terhadap emas kemungkinan besar akan terus turun mendekati 10x, sehingga mempertegas kinerja emas yang lebih unggul secara berkelanjutan, bukan kembali naik mendekati 30x menguntungkan Bitcoin.

“Semua orang berharap Bitcoin mengikuti jejak emas dan reli ke level tertinggi baru. Tapi pasar sudah memberikan waktu terlalu lama bagi spekulan untuk membeli. Yang jauh lebih mungkin terjadi adalah kegagalan Bitcoin menyamai keuntungan emas justru akan melemahkan narasi Bitcoin sebagai emas digital, sehingga terjadi crash yang spektakuler,” papar ekonom Peter Schiff di postingannya.

Trader veteran Peter Brandt menuturkan bahwa aset berbasis US dollar bisa jadi tampil kurang baik daripada komoditas fisik. Ia juga mengakui masih ragu soal peran Bitcoin dalam pergeseran ini dan memprediksi bahwa altcoin akan kehilangan nilai secara signifikan.

“Emas akan kembali menjadi tempat penyimpanan kekayaan paling andal di dunia. Aset berbasis USD akan kehilangan nilai terhadap komoditas fisik — yang, omong-omong, bisa saja termasuk atau tidak termasuk Bitcoin. Altcoin akan jadi lebih tidak berharga dibanding USD,” komentar trader tersebut.

Walau begitu, optimisme masih tersisa di beberapa sudut. Sejumlah analis tetap memperkirakan Bitcoin akan menyusul performa emas.

“Tahun lalu, emas menambah kapitalisasi pasar sekitar US$10 triliun. Saya tidak akan terkejut jika sebagian keuntungan itu dipindahkan atau didiversifikasi ke bitcoin,” ucap seorang pengamat pasar di postingannya.

Global M2 expansion is already being priced in by gold and silver

Both metals moved first as liquidity accelerated, while Bitcoin is still lagging below the trend

Historically, $BTC catches up late in the cycle, not early

We are going higher pic.twitter.com/CJOaVl8bIi

— BLADE (@BladeDefi) January 18, 2026

Dengan eskalasi ketegangan perdagangan dan selera risiko yang terus memburuk, pasar akan segera mengungkap apakah Bitcoin dapat menyusul atau emas tetap menjadi standar safe haven yang tak tergantikan.

Bagaimana pendapat Anda tentang manuver terbaru Trump yang bikin market guncang ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Sinyal Bear Bitcoin Mulai Muncul Januari Ini, Apa Saja?

19 January 2026 at 07:38

Januari sejauh ini berlangsung volatil untuk Bitcoin (BTC), karena aset ini menghadapi tekanan baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Uni Eropa setelah pengumuman tarif terbaru dari Presiden Trump.

Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar ini turun hampir 2,5% ke US$92.663. Sementara itu, para analis menunjukkan sinyal pasar bearish yang mulai muncul di tahun 2026.

1. Bearish Kumo Twist Muncul di Chart Bitcoin

Pada postingan terbaru di X (sebelumnya Twitter), analis Titan of Crypto menyoroti adanya “Kumo twist” yang tampak di chart mingguan Bitcoin. Sebagai informasi, Kumo twist adalah formasi yang terjadi ketika dua rentang utama dari Ichimoku Cloud (Senkou Span A dan Senkou Span B) berpotongan sehingga menyebabkan arah cloud masa depan berubah.

Bergantung pada arah perpotongan tersebut, formasi ini bisa menjadi sinyal potensi transisi dari kondisi bullish ke bearish atau sebaliknya, dari bearish ke bullish. Pada kasus Bitcoin saat ini, twist yang muncul bersifat bearish.

Bitcoin Ichimoku Cloud bearish shift
Ichimoku Cloud Mingguan Bitcoin | Sumber: X/Titan of Crypto

Merujuk pada siklus pasar sebelumnya, Titan of Crypto menjelaskan bahwa pergeseran Kumo mingguan serupa biasanya di ikuti fase koreksi yang signifikan di mana Bitcoin mencatat penurunan sekitar 67% hingga 70%.

“Secara historis, ketika Kumo mingguan berubah jadi bearish, BTC memasuki fase bear market. Itu bukan berarti harga langsung turun. Artinya, struktur dan dinamika tren pasar secara umum telah berubah. Ini hanya sebagai konteks, bukan prediksi. Berdasarkan tiga siklus terakhir,” terang postingan tersebut.

2. Bitcoin Masih Sulit Menembus Batas Penting

Selain itu, saat ini Bitcoin di perdagangkan di bawah moving average 365 hari yang berada di kisaran US$101.000. Batas ini sangat penting pada bear market tahun 2022, karena sempat menghentikan reli pemulihan.

Bitcoin 365-day moving average analysis
Penolakan Harga Bitcoin di MA 365 Hari | Sumber: X/Coin Bureau

Analisis dari Coin Bureau menerangkan bahwa posisi Bitcoin yang kini berada di bawah MA ini menandakan pasar masih dalam kondisi bearish.

Analisis teknikal lain menggunakan Gaussian Channel pada chart lima hari juga memperkuat kekhawatiran tersebut. Analis kripto bernama Raven mengamati bahwa Bitcoin telah kehilangan level median dari channel ini.

Postingan tersebut menambahkan bahwa kegagalan menahan dan melakukan retest pada level ini secara historis menandai awal fase lebih agresif dari bear market.

“Saya yakin kita memang menuju zona US$103k untuk retest, atau mungkin sedikit lebih tinggi demi mencari likuiditas. Jika kita berhasil membentuk dan mempertahankan support di atas median, saya akan memberi kabar. Sampai saat itu, semuanya sebaiknya dianggap hanya dead cat bounce,” lanjut analis tersebut.

Bitcoin Gaussian Channel analysis
Gagalnya Retest Median Gaussian Channel Bitcoin | Sumber: X/Crypto Raven

3. Pola Drawdown Historis Menunjukkan Masih Ada Penurunan

Sejarah harga Bitcoin menunjukkan pola berulang penurunan tajam setelah puncak siklus. Setelah mencapai puncak tahun 2013, harga Bitcoin turun sekitar 75,9%, lalu turun 81,2% setelah puncak tahun 2017, dan sekitar 74% penurunan setelah puncak tahun 2021.

Namun pada siklus saat ini, koreksinya jauh lebih ringan, dengan kerugian justru hanya sedikit di atas 30%, atau terbilang kecil jika di bandingkan sejarah. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan masih pada tahap awal dan ada peluang penurunan lebih lanjut seiring perkembangan siklusnya.

Bitcoin's Historical Price Drop Patterns
Pola Penurunan Harga Bitcoin Secara Historis | Sumber: CryptoQuant

4. Indikator Siklus Pasar Tunjukkan Fase Bear Bitcoin Masih Berkembang

Walaupun penurunan harga historis biasanya menyoroti perilaku harga setelah pasar mencapai puncaknya, indikator siklus yang lebih luas membantu menilai kondisi saat ini cocok dengan periode yang mana.

Indikator Siklus Pasar Bull-Bear, yang melacak fase-fase besar dalam pasar, menunjukkan kondisi bearish telah dimulai sejak Oktober 2025. tapi, indikator ini belum bergerak ke dalam fase bear yang ekstrem.

“Dengan metrik ini, BTC sudah berada di wilayah bear market, dan di setiap siklus sebelumnya kita selalu masuk ke zona biru tua, yang menandakan level harga masih bisa turun lagi. Tapi silakan saja, kalau mau prediksi harga naik! Pada akhirnya, seseorang pasti jadi exit liquidity,” ujar seorang analis melalui X.

Bitcoin Bull-Bear Market Cycle Indicator.
Indikator Siklus Pasar Bull-Bear Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

5. Exchange Inflow Menunjukkan Distribusi oleh Holder Besar

Terakhir, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan aliran masuk Bitcoin ke exchange. Aliran ini didominasi oleh holder menengah hingga besar, terutama mereka yang memiliki 10–100 BTC dan 100–1.000 BTC.

Peningkatan transfer Bitcoin ke exchange biasanya menandakan aktivitas distribusi yang semakin banyak dibandingkan dengan akumulasi jangka panjang, karena partisipan pasar memindahkan asetnya untuk bersiap-siap menjual.

“Aktivitas mereka biasanya lebih relevan secara informasi dibandingkan aliran ritel yang terfragmentasi, karena mencerminkan keputusan strategis, bukan cuma ‘noise’. Dari sudut pandang on-chain makro, kombinasi meningkatnya aliran masuk ke exchange dan distribusi dari kelompok holder besar mengindikasikan pasar sedang masuk ke fase yang lebih rentan,” terang seorang analis di CryptoQuant.

Secara keseluruhan, Bitcoin memperlihatkan beberapa sinyal bear market di berbagai indikator teknikal, historis, dan on-chain. Meski begitu, apakah pergerakannya akan mengikuti pola penurunan historis atau justru mengejutkan pasar dengan kekuatan baru, masih belum pasti.

Bagaimana pendapat Anda tentang 5 sinyal penurunan Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Buyback Token ASTER Dimulai saat Harga Turun 12% ke Level Terendah Sepanjang Sejarah

19 January 2026 at 06:05

Harga token ASTER turun lebih dari 12% pada hari Senin, menyentuh level terendah baru sepanjang masa meskipun protokol Aster mulai mengaktifkan strategi buyback token yang sudah lama direncanakan.

Inisiatif ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan mengembalikan kepercayaan pasar, karena buyback token dikenal dapat memengaruhi kekuatan suplai.

Buyback Dimulai saat ASTER Catat Rekor Terendah dan Tekanan Pasar Meningkat

Berdasarkan data CoinGecko, token ASTER diperdagangkan di harga US$0,63 pada waktu publikasi, dengan penurunan lebih dari 12% dalam 24 jam terakhir.

Aster Price Performance
Performa Harga Aster | Sumber: CoinGecko

Penurunan ini bersamaan dengan dimulainya program pembelian kembali token strategis oleh Aster. ASTER meluncurkan buyback token pada Senin pagi waktu Asia setelah harga mencapai rekor terendah baru di US$0,61.

“Kami kini secara aktif menerapkan Strategic Buyback Reserve untuk pembelian kembali token $ASTER secara otomatis. Mengacu pada Program Buyback Tahap 5 yang kami umumkan bulan lalu, aktivasi ini mengalokasikan 20-40% dari biaya harian platform untuk buyback terarah, menyesuaikan secara dinamis dengan kondisi pasar agar dapat memaksimalkan nilai dan mengurangi suplai beredar,” terang Aster dalam sebuah unggahan.

Langkah ini menyoroti ketegangan antara kelemahan harga jangka pendek dan intervensi tokenomik jangka panjang.

Penurunan harga Aster terjadi di tengah tekanan terus-menerus pada token DEX kecil di tengah ketidakpastian pasar yang lebih luas.

Namun, buyback berbasis fee dapat menyerap tekanan jual secara efektif, dengan langkah terbaru ASTER menunjukkan bahwa tim mempercepat respons di tengah volatilitas yang meningkat.

Sesuai rencana, Aster telah mulai menggunakan dana dari Strategic Buyback Reserve mereka, mengaktifkan pembelian kembali otomatis yang langsung terhubung dengan pendapatan platform.

Program Buyback Stage 5 Uji Tokenomik Berbasis Biaya Aster

Dengan eksekusi yang sudah berjalan, pembelian kembali awal secara otomatis dilakukan dari wallet cadangan 0x5E4969C41ca9F9831468B98328A370b7AbD5a397, on-chain dan dapat diverifikasi.

Sementara itu, aktivasi terbaru ini adalah bagian dari Buyback Program Tahap 5 Aster, yang diumumkan pada akhir Desember. Tim memperkenalkan program ini sebagai pendekatan terstruktur untuk mendukung token ASTER melalui fee protokol, bukan intervensi diskresioner.

Pada waktu itu, Aster menjelaskan mekanisme dua jalur yang menggabungkan prediktabilitas sekaligus fleksibilitas.

“Buyback Program Tahap 5: Dukungan Terstruktur untuk $ASTER Kami menjalankan program buyback sistematis yang dirancang untuk memperkuat tokenomik $ASTER dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi komunitas kami,” ujar Aster pada 22 Desember.

Protokol tersebut telah menyampaikan akan mengalokasikan hingga 80% dari fee harian platform untuk buyback mulai 23 Desember 2025.

Dalam kerangka ini, “Buyback Harian Otomatis (40% dari fee)—Dieksekusi setiap hari secara otomatis, memberikan dukungan on-chain yang konsisten dan pengurangan suplai secara bertahap.

Hal ini menciptakan fondasi prediktif untuk nilai token, dengan transaksi dilakukan melalui wallet khusus.

Secara paralel, Strategic Buyback Reserve (20%-40% dari fee) dialokasikan untuk buyback terarah sesuai kondisi pasar. Dana cadangan ini memberikan fleksibilitas untuk merespons volatilitas dan memaksimalkan penciptaan nilai ketika peluang muncul.

Skenario ini mirip dengan apa yang dilakukan Lighter DEX baru-baru ini, namun reaksi pasar atas token LIT berbeda karena altcoin mengalami reli hampir 20%.

Oleh karena itu, penurunan ASTER yang terus berlanjut mungkin menjadi akibat pembelian kembali yang digerakkan protokol di pasar bearish atau dengan likuiditas tipis. Kini, token ASTER diperdagangkan mendekati rekor terendahnya.

Rekor Opsi Ritel & Guncangan Geopolitik Ancam Pasar Pekan Ini

19 January 2026 at 02:35

Pasar kripto tengah bersiap menghadapi pekan yang luar biasa turbulen, seiring aktivitas opsi ritel yang mencetak rekor bertabrakan dengan risiko geopolitik yang kian memanas.

Meski harga Bitcoin bertahan di sekitar US$95.100 pada Minggu, memberi kesan pasar tanpa volatilitas ketika kripto pelopor tersebut berkonsolidasi di level yang tipis, perhatian tetap tertuju pada konvergensi ketegangan dagang AS–UE, putusan Mahkamah Agung yang membayangi, serta lonjakan spekulasi ritel.

Pekan Berisiko Tinggi di Depan Mata: Kripto, Saham, dan Logam dalam Bidikan

Trader ritel saat ini memberikan pengaruh yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap dinamika pasar, dengan laporan yang menunjukan bahwa partisipasi ritel di pasar opsi kini mencapai 21,7% dari total volume, naik dari 10,7% pada tahun 2022.

Volume call harian dari ritel melonjak menjadi 8,2 juta kontrak, sedangkan put mencapai 5,4 juta, jumlah ini merupakan rekor tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Retail Options Trading Share
Pangsa Perdagangan Opsi Ritel | Sumber: Kobeissi Letter di X

Pionir Bitcoin Max Keiser menyebut kegilaan ini sebagai “casino gulag” pasar, mengacu pada pasar yang didominasi spekulasi, leverage, serta taruhan jangka pendek dengan pelaku yang terjebak dalam lingkungan perjudian berisiko tinggi.

Casino Gulag 🫠 https://t.co/WJzhzkCIRT

— Max Keiser (@maxkeiser) January 18, 2026

Investor individu kini semakin membentuk tren harga dan memperbesar penggunaan leverage di BTC, SPY, serta aset likuid lainnya.

“Investor ritel belum pernah berspekulasi sebanyak ini sebelumnya,” tulis seorang pengamat pasar global. “Volume call saja melebihi 8 juta kontrak per hari, sedangkan put naik sampai 5 juta. Secara keseluruhan, volume opsi ritel lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu. Selera risiko tetap sangat tinggi.”

Menambah tekanan pasar, tensi dagang AS–UE kian meningkat. Selama akhir pekan, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 10% atas 8 negara Eropa. Ini adalah langkah yang dirancang untuk menekan dukungan terhadap pembelian Greenland oleh AS.

Tarif ini bisa meningkat sampai 25% pada bulan Juni jika tidak ada kesepakatan, sehingga mengancam arus perdagangan senilai US$1,5 triliun. Presiden Prancis Emmanuel Macron membalas dengan menyerukan Uni Eropa untuk menggunakan instrumen anti-koersi”. Yakni, langkah yang dapat memblokir perbankan AS dari pengadaan di Uni Eropa dan menargetkan raksasa teknologi Amerika.

INTEL: Macron calls for EU to deploy unprecedented “anti-coercion instrument” against US after Trump’s Greenland tariff threat. It could block US banks from EU procurement and target American tech giants. pic.twitter.com/GSI7Gk1H75

— Solid Intel 📡 (@solidintel_x) January 18, 2026

Langkah balasan yang belum pernah terjadi ini berpotensi membentuk ulang leverage perdagangan global.

Tensi Geopolitik, Ketidakpastian Hukum, dan Spekulasi Ritel Ancam Stabilitas Pasar

Risiko geopolitik juga melebar lebih dari sekadar tarif. Analis memperingatkan bahwa kesepakatan dagang Uni Eropa-Mercosur dan pengaruh AS terhadap negara-negara Mercosur, termasuk Argentina dan Brasil, dapat semakin memperburuk sentimen risiko global.

Analis Endgame Macro menggambarkan situasi ini sebagai uji kekuatan pengaruh, menjelaskan bahwa Washington bisa diam-diam memberi tekanan pada blok dagang Amerika Selatan lewat saluran keuangan dan perdagangan, sehingga menciptakan risiko tidak seimbang meski tanpa konflik terbuka.

If the EU really moves to block or freeze a U.S. trade in response to Trump’s tariff threats, this stops being about tariffs or Greenland and turns into something much bigger. It becomes a test of leverage.

The EU-Mercosur agreement that was signed yesterday, after decades of… https://t.co/nir8xI8MGj

— EndGame Macro (@onechancefreedm) January 18, 2026

Di sisi lain, pasar sedang menunggu putusan Mahkamah Agung tentang legalitas tarif Trump, yang menambah ketidakpastian.

Jika Mahkamah memutuskan menentang pemerintah, hal ini bisa menggerus kepercayaan terhadap kebijakan perdagangan dan memicu aksi jual mendadak di pasar.

Sebaliknya, putusan yang berpihak pada tarif akan memaksa investor memasukkan kemungkinan gangguan perdagangan berkepanjangan dan pertumbuhan yang melambat. Hasil seperti ini akan menekan baik pasar saham maupun aset kripto.

Logam mulia bahkan sudah memperlihatkan tanda-tanda tekanan. Pelaku pasar terus memantau perak fisik dan logam mulia lain, yang turut terdampak volatilitas berlipat karena guncangan tarif serta isu kelangkaan di exchange seperti LBMA (London Bullion Market Association).

Bitcoin (BTC), Gold (XAU), and Silver (XAG) Price Performances
Performa Harga Bitcoin (BTC), Emas (XAU), dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView

Secara historis, guncangan tarif seperti ini telah memicu arus dana tajam dari London ke Comex (Commodity Exchange di New York), memperbesar backwardation, dan menyebabkan gangguan jangka pendek.

Di tengah situasi ini, level Bitcoin yang mendekati US$95.000 semakin rapuh. Spekulasi ritel, ketidakpastian hukum, dan gesekan geopolitik saat ini bertemu serta menciptakan skenario berisiko tinggi untuk trader dan institusi.

Kombinasi rekor aktivitas ritel dan guncangan ekonomi makro bisa membuat minggu ini menjadi salah satu periode paling volatil dalam sejarah pasar belakangan ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang sejumlah faktor yang berpotensi guncang pasar pekan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Trove Markets Dituduh Lakukan Dump Token HYPE Senilai US$10 Juta di Tengah Kekhawatiran Penipuan

18 January 2026 at 21:11

Trove Markets menghadapi sorotan yang makin besar setelah diduga melakukan dump lebih dari US$10.000.000 dalam token $HYPE hanya dalam 24 jam. Exchange perpetual Web3 terdesentralisasi ini dibangun di atas protokol HIP-3 milik Hyperliquid.

Token-token ini awalnya didapatkan untuk staking demi meluncurkan DEX tersebut. Namun, token ini dijual dari sebuah wallet yang terhubung ke proyek tersebut, sehingga menimbulkan kecurigaan manipulasi internal dan merusak kepercayaan komunitas.

Trove Markets Dihadirkan Dugaan soal Dump HYPE Senilai US$10 Juta

Proyek ini berhasil mengumpulkan dana US$20.000.000 melalui initial coin offering (ICO) untuk mengamankan 500.000 token $HYPE, jumlah staking yang dibutuhkan untuk peluncuran permissionless berdasarkan protokol HIP-3 Hyperliquid.

Data on-chain dari wallet 0xebe07e526c4dc5f0005801bbd7d9850c424cf719 mengonfirmasi bahwa penjualan dimulai dari 6.196 $HYPE senilai sekitar US$160.000 dengan nilai HYPE saat ini.

Hyperliquid (HYPE) Transactions Linked to Trove Markets
Transaksi Hyperliquid (HYPE) yang Terhubung ke Trove Markets | Sumber: Hypurrscan.io

Namun, aktivitas penjualan ini dengan cepat meningkat. Hyperliquid News melaporkan bahwa Trove Markets awalnya melikuidasi token senilai US$5.000.000, kemudian total penjualan mencapai 194.273 token HYPE, atau sekitar US$10.000.000 hanya dalam satu hari.

They increased to $10 million in dumping in 24 hours.https://t.co/tvm9rAqiiq pic.twitter.com/kLZ5tN2Oky

— Hyperliquid News (@HyperliquidNews) January 18, 2026

Situasi ini makin rumit setelah founder Trove dilaporkan secara terbuka menyangkal kontrol atas wallet tersebut dan meminta agar wallet tersebut dinonaktifkan. Namun, wallet tersebut justru melanjutkan penjualan hanya beberapa menit setelahnya.

“Beberapa menit setelah founder @TroveMarkets mengatakan bahwa ia tidak mengontrol wallet tersebut dan meminta agar wallet dinonaktifkan, wallet itu mulai menjual lagi, hingga mencapai 194.272,79 $HYPE dalam waktu 24 jam,” lapor Hyperliquid News .

Penjualan yang cepat dan berlanjut ini memicu spekulasi soal kecurangan internal atau akses wallet yang dibobol, sehingga membuat kekhawatiran komunitas semakin besar.

Hyperliquid Foundation Gandeng ZachXBT untuk Selidiki

Kontroversi ini menambah daftar kritik yang sudah ada terkait ICO Trove Markets. Proses penawaran diperpanjang di detik terakhir dan akhirnya kelebihan permintaan, sehingga total terkumpul US$11.900.000 dengan fully diluted valuation sebesar US$20.000.000.

Kabarnya, kebingungan seputar ICO ini menyebabkan kerugian sekitar US$73.000 bagi para pengguna platform prediksi Polymarket.

Trove ICO Bets
Taruhan ICO Trove | Sumber: Polymarket

Ada juga laporan bahwa proyek ini membayar influencer sebesar US$5.000 per bulan untuk mempromosikan token, sementara dugaan asal-usul tim dari Iran justru disembunyikan, sehingga menambah kekhawatiran tentang transparansi.

Anggota komunitas, termasuk NMTD8, juga menyoroti investasi Trove di proyek XMR1 yang kontroversial serta keterlambatan staking token HYPE.

Previously spoke out against Trove.

They then bought XMR1 with the funds from selling HYPE.

XMR1 is also extremely shady.

Beware of those trying to extract from HL.

If Trove had good intentions, they would have staked the 500K HYPE to be ready for HIP-3 deployments by now… https://t.co/RLfOeFCuYj

— NMTD.HL (@NMTD8) January 18, 2026

Secara umum, banyak yang berpendapat bahwa semua ini mengindikasikan strategi untuk menarik dana tanpa memenuhi kewajiban ICO. Sejak itu, harga token HYPE turun sekitar 60% di bawah harga ICO-nya, sehingga investor awal mengalami kerugian besar.

Menanggapi hal ini, Hyperliquid Foundation menyumbangkan 10.000 token $HYPE kepada investigator blockchain ZachXBT. Langkah ini menunjukkan adanya upaya untuk mengusut penjualan token dan menjauhkan protokol dari tindakan tercela yang mungkin terjadi.

On-chain investigators don’t get enough credit.

Hyperliquid Foundation just donated 10,000 $HYPE (~$254K) to ZachXBT confirmed by Zach himself.

He confirmed it on-chain, and it’s one of the biggest donations he’s ever received. pic.twitter.com/Wu2iV2xze5

— Broke Doomer🔺 (@im_BrokeDoomer) January 18, 2026

ZachXBT, yang dikenal karena melacak penipuan aset kripto dan memulihkan dana curian, diharapkan bisa memberikan kejelasan apakah penjualan ini bagian dari aksi tercatat yang terkoordinasi atau karena salah urus operasional.

Meski terjadi kontroversi, Trove Markets tetap berjalan dengan rencana peluncuran mainnet pada Februari 2026. Tetapi, acara TGE (token generation event) diundur menjadi pukul 16.00 UTC pada Senin, 19 Januari 2026, dua jam setelah jadwal semula pukul 19.00 UTC.

Due to the move to Solana and the refund processing, we need more time to execute this correctly.

New TGE time: Jan 19, 4:00 PM UTC.

We sincerely apologize for the delay.

We’ll share the contract address and final distribution details once we are live.

— TROVE (@TroveMarkets) January 18, 2026

Namun, aksi dump sebagian token dan hilangnya kepercayaan bisa membuat proyek ini terancam gagal memenuhi persyaratan staking sesuai HIP-3. Hal ini bisa menggagalkan peluncuran decentralized exchange dan membuat investor tidak punya jalan keluar.

Trove Markets have been facing major fud for doing undisclosed influencer ads and now they have also shifted their token launch from hyperliquid to solana.

So, zero right??? pic.twitter.com/TRVzSb4AI0

— 0xMarioNawfal (@RoundtableSpace) January 18, 2026

Pasar Trove belum langsung memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari BeInCrypto. Meski begitu, kejadian ini mencerminkan risiko yang melekat pada proyek decentralized finance yang masih baru, terutama yang melibatkan protokol permissionless, alokasi token besar, serta transparansi terbatas.

Pimpinan BitMine Baru Saja Merespons setelah Rapat Pemegang Saham yang Penuh Ketegangan

18 January 2026 at 19:53

Hanya beberapa hari setelah rapat tahunan pemegang saham BitMine (BMNR) di Las Vegas, muncul kontroversi yang memperlihatkan adanya perpecahan tajam antara manajemen dan investor.

Masalah tersebut berpusat pada tata kelola, transparansi, serta pergeseran ambisius perusahaan dari kendaraan staking Ethereum murni menjadi pengelola modal ala “Berkshire digital.”

Eksekutif BitMine Menjawab Kekhawatiran Pemegang Saham setelah RUPS Kontroversial

Pemegang saham mengkritik rapat tersebut karena ada eksekutif yang absen, presentasi yang serba terburu-buru, serta hasil pemungutan suara yang tidak jelas.

Baik CEO maupun CFO baru tidak menghadiri acara, sedangkan pembicara tamu yang dijanjikan dengan profil tinggi pun tidak muncul. Berdasarkan hal itu, investor mengatakan bahwa acara tersebut dikelola dengan buruk dan tidak menghormati pemegang saham, bahkan beberapa menyamakannya seperti “pertunjukan badut.”

Respectfully?

You and the board need to stop and take a hard look at what just happened and be honest about the elephant in the room. There are justifiable reasons why shareholders are very upset. Disrespect being one of them.
 
That shareholder meeting did not meet the most… https://t.co/uhLWwTEXvx

— Christopher O'Malley (@chris_t_omalley) January 18, 2026

Kekhawatiran semakin meningkat karena Tom Lee memimpin Fundstrat dan menimbulkan pertanyaan apakah ia bisa memberikan perhatian yang cukup untuk BitMine.

Rob Sechan, anggota dewan, mengakui adanya frustrasi dari pemegang saham, namun menegaskan bahwa rapat ini berlangsung pada masa transisi. Kabarnya, beberapa posisi eksekutif baru resmi terisi hanya beberapa hari sebelum acara.

Ia membela pengawasan dewan, sambil menerangkan bahwa tujuan RUPS ini adalah untuk menjelaskan strategi “DAT-plus” perusahaan serta menunjukkan potensi jangka panjangnya.

I hear the frustration in this, and I want to acknowledge it directly.

This AGM took place during a period of real transition. The executive team at @BitMNR is largely brand new, with several positions being filled within days of the meeting. This was the first annual meeting…

— Rob Sechan (@RobSechan) January 18, 2026

Para pengkritik, namun, beranggapan respons dari dewan tidak menjawab masalah utama soal perencanaan, transparansi, dan akuntabilitas.

Perubahan Strategis: dari Staking ke Alokasi Modal Digital saat Kesepakatan MrBeast Membelah Investor

Meski mendapat kritik dalam tata kelola, manajemen menyoroti adanya perubahan strategi besar. BitMine kini bergerak melampaui staking ETH dan ingin menjadi perusahaan digital holding yang menyalurkan modalnya ke proyek-proyek dengan tujuan memperluas adopsi Ethereum.

Perusahaan memiliki lebih dari 4 juta ETH (sekitar US$14 miliar) dan menghasilkan US$400–US$430 juta per tahun dari staking, dengan proyeksi naik menjadi US$540–US$580 juta karena perusahaan menargetkan 5% dari total pasokan Ethereum.

BitMine Ethereum Holdings.
Kepemilikan Ethereum BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz

Sechan menggambarkan strategi ini mirip Berkshire Hathaway dengan menyebutnya sebagai alokasi modal yang disiplin, namun diadaptasi untuk era digital.

“Basis modal ditambah penempatan secara disiplin ke bisnis-bisnis produktif persis seperti yang dilakukan $BRK. Konsepnya sama, hanya beda zaman dan infrastruktur,” ia tulis, membalas kritik yang menilai langkah ini terlalu ambisius.

Unsur yang paling menuai perdebatan adalah komitmen BitMine sebesar US$200 juta untuk Beast Industries milik MrBeast. Investasi ini bertujuan mengintegrasikan Ethereum ke ekonomi kreator melalui platform dan jaringan distribusi yang sudah ditokenisasi.

Pendukung menilai kesepakatan tersebut memanfaatkan salah satu mesin atensi terbesar di dunia untuk mempercepat adopsi Ethereum di kalangan generasi Z dan Alpha.

Namun, pengkritik menganggap kemitraan ini justru mengalihkan perusahaan dari prioritas tata kelola dan operasional, serta mempertanyakan apakah perusahaan justru terlalu memaksakan diri.

Jika melihat semuanya, rapat ini benar-benar memperjelas adanya ketegangan besar antara ambisi dan akuntabilitas. Walau visi strategis BitMine menjanjikan pertumbuhan jangka panjang, para pemangku kepentingan tetap waspada terhadap risiko eksekusi dan kekosongan kepemimpinan.

Sechan berjanji bakal meningkatkan transparansi dan keterlibatan, dengan harapan pertemuan berikutnya bisa lebih terstruktur dan interaktif.

Saat BitMine berusaha menyeimbangkan tata kelola, kepercayaan investor, serta inovasi berani, perusahaan menghadapi ujian besar. Mereka harus membuktikan bahwa model “Berkshire digital” mampu memberikan hasil pada ETH sekaligus mewujudkan visi besar perusahaan tanpa mengecewakan pemegang saham.

Kritik Strategi Ethereum, CEO Solana Tolak Konsep “Ossification” Buterin

19 January 2026 at 04:45

Co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, menegaskan bahwa protokol blockchain harus senantiasa “beriterasi” agar dapat bertahan.

Pada 17 Januari, lewat platform media sosial X, Yakovenko berpendapat bahwa umur panjang sebuah jaringan sangat bergantung pada kemampuannya untuk terus beriterasi.

Yakovenko Paparkan Masa Depan Solana Berbasis AI

Ia mengemukakan bahwa agar blockchain tidak usang, jaringan harus selalu berubah mengikuti kebutuhan para pengembang serta penggunanya yang terus berubah.

“Agar tidak mati, harus selalu bermanfaat. Jadi, tujuan utama perubahan protokol seharusnya ialah menyelesaikan masalah pengembang atau pengguna. Itu bukan berarti semua masalah harus dipecahkan, bahkan, mengatakan tidak pada sebagian besar masalah justru diperlukan,” tulisnya.

Yakovenko menggambarkan masa depan di mana Solana tidak bergantung pada satu individu atau tim inti rekayasa untuk mendorong iterasi ini. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa upgrade protokol selayaknya berasal dari komunitas kontributor yang beragam dan terdesentralisasi.

I actually think fairly differently on this. Solana needs to never stop iterating. It shouldn’t depend on any single group or individual to do so, but if it ever stops changing to fit the needs of its devs and users, it will die.

It needs to be so materially useful to humans… https://t.co/itqr1b5az4

— toly 🇺🇸 (@toly) January 17, 2026

Menariknya, eksekutif Solana ini menyebut bahwa kecerdasan buatan dapat memainkan peran sentral dalam menjaga perkembangan jaringan yang pesat dengan membentuk tata kelola dan proses pengkodean di masa depan.

“LLM bisa menghasilkan spesifikasi SIMD yang sangat ketat sehingga LLM dapat memverifikasi bahwa spesifikasi itu lengkap dan tidak ambigu, lalu mengimplementasikannya. Satu-satunya hambatan utama adalah kesepakatan dan pengujian di testnet,” klaimnya.

Pendekatan ini, menurutnya, akan memungkinkan jaringan melakukan self-optimization (optimasi diri) dengan kecepatan yang mustahil dicapai oleh tim yang sepenuhnya bergantung pada manusia.

Sementara itu, pernyataan Yakovenko menjadi bantahan langsung terhadap strategi visi terbaru yang diajukan oleh co-founder Ethereum, Vitalik Buterin.

Buterin baru-baru ini memperkenalkan konsep “walkaway test”. Ini adalah sebuah pencapaian di mana jaringan Ethereum dapat bertahan sendiri dan terus berjalan secara permanen tanpa keterlibatan para pengembang awalnya.

Dalam visi tersebut, Ethereum akan mengalami “ossification”, yaitu mencapai kondisi di mana nilai utamanya berasal dari ketetapan protokol, bukan dari janji fitur-fitur baru di masa depan.

Buterin mengakui Ethereum harus terus berubah dalam jangka pendek. Namun, ia menekankan bahwa jaringan ini bertujuan untuk mengunci protokol setelah mampu melewati beberapa hambatan teknis tertentu.

Beberapa hambatan tersebut antara lain perlunya ketahanan terhadap kuantum secara penuh, skalabilitas yang memadai, dan arsitektur state yang berkelanjutan.

Benturan ideologi ini dengan jelas menggambarkan dua jalur berbeda dalam pasar kripto.

Roadmap Buterin menempatkan Ethereum sebagai sistem penyelesaian yang andal dengan mengutamakan keamanan dan immutability, guna menarik kepercayaan komunitas.

Di sisi lain, strategi Yakovenko menempatkan Solana sebagai platform teknologi dengan pertumbuhan tinggi. Dengan demikian, jaringan ini lebih mengutamakan kecepatan dan juga adaptasi agresif agar bisa merebut pangsa pasar di tengah persaingan yang ketat.

Bagaimana pendapat Anda tentang CEO Solana yang tentang visi Buterin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Coinbase Bantah Standoff Dengan White House, Targetkan Kompromi Stablecoin untuk CLARITY Act

18 January 2026 at 11:59

CEO Coinbase, Brian Armstrong, membantah laporan tentang meningkatnya ketegangan dengan pemerintahan Trump, dan menegaskan bahwa kolaborasi terkait CLARITY Act tetap “sangat konstruktif”.

Pernyataan ini muncul setelah laporan dari jurnalis kripto, Eleanor Terrett, yang menyebutkan bahwa pemerintahan sangat marah kepada exchange tersebut.

Polymarket Menempatkan Peluang Pengesahan CLARITY Act Tahun Ini di 41%

Berdasarkan laporan tersebut, pejabat pemerintah bahkan siap menarik dukungan untuk regulasi itu jika Coinbase tidak kembali bernegosiasi dengan kompromi soal imbal hasil stablecoin.

Pertikaian ini berakar dari kekhawatiran sektor perbankan tradisional akan “melarikan dana simpanan.”

Bank komunitas dan bank regional sudah memperingatkan bahwa jika exchange kripto boleh menawarkan yield tinggi pada stablecoin, maka arus keluar simpanan bisa makin cepat. Mereka berpendapat bahwa nasabah akan memindahkan dana dari rekening tabungan berbunga rendah ke aset digital yang mengacu pada dolar, sehingga risiko stabilitas perbankan meningkat.

Meski begitu, Armstrong menyangkal anggapan bahwa Gedung Putih mengancam untuk membatalkan RUU tersebut. Ia justru menggambarkan situasinya sebagai arahan strategis dari pemerintah untuk menyelesaikan kekhawatiran khusus bank regional.

Ia menerangkan bahwa Gedung Putih meminta exchange tersebut untuk bernegosiasi dengan pihak bank, dan detail lebih lanjut terkait hal ini akan “segera diumumkan”.

“Sebenarnya, kami sudah sedang merancang beberapa gagasan bagus tentang bagaimana kami bisa membantu bank komunitas secara spesifik melalui RUU ini, karena inilah fokus utamanya,” tulis Armstrong di platform media sosial X.

Ketegangan ini menyoroti rapuhnya rancangan undang-undang komprehensif tersebut, yang bertujuan memberikan kejelasan regulasi yang sudah lama dicari bagi industri aset kripto.

Pada awal pekan, Coinbase sempat memberi sinyal akan menarik dukungan terhadap CLARITY Act. Exchange itu menyoroti beberapa aturan yang melarang tokenisasi saham, membatasi protokol decentralized finance, serta menghapus imbalan stablecoin.

Di sisi lain, pelaku industri lain juga mencermati negosiasi ini dengan seksama.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menuturkan bahwa meski proses legislatif berlangsung alot, langkah dari Senat adalah “kemajuan besar” untuk melindungi konsumen dan membangun kerangka kerja yang lebih jelas.

“Ripple (dan saya) tahu secara langsung bahwa kejelasan selalu lebih baik daripada kekacauan, dan keberhasilan RUU ini berarti keberhasilan kripto. Kami tetap terlibat dalam pembahasan, dan akan terus mendorong debat yang adil,” ujar dia.

Meski ada optimisme, pasar prediksi tetap skeptis soal waktu pengesahan. Di platform taruhan Polymarket, para trader kini memperkirakan hanya ada peluang 41% RUU struktur pasar ini akan menjadi undang-undang tahun ini.

❌