Normal view

Binance Suntik US$100 Juta Bitcoin di Tengah Kemerosotan Pasar

2 February 2026 at 12:21

Binance telah melakukan pembelian Bitcoin pertama dalam rencana konversi SAFU senilai US$1 miliar yang baru diumumkan, dengan mengakuisisi 1.315 BTC senilai sekitar US$100,7 juta.

Pembelian ini terjadi hanya beberapa hari setelah SAFU fund dialihkan menjadi cadangan Bitcoin, di saat pasar menghadapi tekanan jual yang cukup tinggi.

Binance Lakukan Langkah US$100 Juta yang Nampaknya Mirip Intervensi Bank Sentral

Pada 2 Februari, data on-chain mengonfirmasi bahwa alamat Binance SAFU Fund menerima 1.315 BTC senilai US$100,7 juta.

Binance Membeli 1.315 BTC
Binance Membeli 1.315 BTC | Sumber: Arkham Data

Ini menjadi pembelian pertama dalam rencana exchange untuk mengonversi Secure Asset Fund for Users dari stablecoin ke Bitcoin selama periode 30 hari.

Binance kemudian mengonfirmasi transaksi tersebut, dengan menyatakan bahwa US$100 juta dalam bentuk stablecoin telah dikonversi dan akan ada pembelian BTC lebih lanjut hingga target US$1 miliar tercapai.

#Binance SAFU Fund Asset Conversion progress update.

Binance has completed the first batch of Bitcoin conversion for the SAFU Fund, amounting to 100M USD stablecoins.

Our SAFU BTC address:
1BAuq7Vho2CEkVkUxbfU26LhwQjbCmWQkD

TXID: https://t.co/OdrvSINsRs

We’re continuing to… pic.twitter.com/Ue47ayJfbS

— Binance (@binance) February 2, 2026

Walaupun Binance tidak secara langsung menyebut langkah ini sebagai intervensi pasar, tetapi waktunya memang cukup signifikan. Ini terjadi saat harga Bitcoin masih dalam ketidakpastian, diperdagangkan di bawah level psikologis US$80.000.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

“Saya selalu heran, mereka yang paling banyak rugi jika Bitcoin jatuh (garis US$80.000) tidak berusaha mempertahankannya di akhir pekan,” ujar Jim Cramer, host acara Mad Money di CNBC, mengomentari.

Memang, Bitcoin mengalami akhir pekan yang sangat berat, memperlihatkan perbedaan besar di pasar antara peluang dan juga kerentanan struktural.

Melihat kondisi ini, beberapa analis membandingkan konversi SAFU seperti intervensi bank sentral di TradFi. Hal ini biasanya terjadi di dunia finansial tradisional, dimana institusi menggunakan cadangannya untuk menjaga kepercayaan pasar di masa krisis.

Beberapa contoh serupa di masa lalu antara lain:

Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan
Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan

Struktur ini pun memunculkan spekulasi bahwa Binance benar-benar berkomitmen untuk tetap membeli di harga bawah.

“Pengumuman terbaru Binance menegaskan mereka sudah membeli Bitcoin senilai US$100 juta dari pasar, dan masih ada US$900 juta yang akan dibelanjakan,” jelas analis AB Kuai Dong, menuturkan.

Ia menambahkan aturan penyeimbangan ulang fund ini bisa memperkuat dampaknya. Jika harga Bitcoin jatuh cukup dalam hingga nilai SAFU turun di bawah batas minimalnya, Binance wajib membeli BTC tambahan untuk mengembalikan nilai fund tersebut.

Backstop Bitcoin yang Lunak Muncul saat Binance, Saylor, dan Whale Terus Akumulasi

Berdasarkan kerangka SAFU, fund ini selalu diawasi secara berkala. Jika penurunan harga Bitcoin menyebabkan nilainya turun melampaui batas yang sudah ditentukan, Binance harus menambah dana ke fund tersebut. Dinamika ini bisa berperan sebagai penyangga lemah pada periode volatilitas tinggi.

Sinyal on-chain mengindikasikan Binance mungkin tengah bersiap melakukan akumulasi lebih lanjut. Sebelumnya di hari yang sama, alamat SAFU mulai melakukan transaksi otorisasi untuk menambah alamat penerima baru ke whitelist.

On-chain data shows that at 07:13 (UTC) today, the Binance SAFU Fund address initiated an authorization transaction to add two new addresses to its “approved recipient whitelist,” possibly in preparation for increasing its Bitcoin holdings. Previously, Binance converted $1…

— Wu Blockchain (@WuBlockchain) February 2, 2026

Langkah ini biasanya menjadi persiapan operasional untuk transfer aset tambahan.

Pembelian ini juga berlangsung di tengah munculnya sinyal kepercayaan baru dari para holder besar Bitcoin lainnya. Sehari sebelumnya, Executive Chair Strategy Michael Saylor mengunggah pesan misterius “More Orange” di X (Twitter), yang secara luas diartikan sebagai kode bahwa akan ada akuisisi Bitcoin berikutnya.

More Orange. pic.twitter.com/b5iYIMARJX

— Michael Saylor (@saylor) February 1, 2026

Unggahan itu muncul meski harga saham MicroStrategy baru saja turun tajam di beberapa sesi terakhir dan harga Bitcoin sempat menyentuh rata-rata harga beli perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini memperkuat narasi bahwa para pemain bermodal besar sedang berupaya menstabilkan pasar secara organik, bukan melalui aksi terkoordinasi.

Selain pengumuman individu, tren on-chain yang lebih luas menunjukkan bahwa holder besar mungkin sudah mulai turun tangan. Data dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa whale tetap melakukan akumulasi selama penurunan harga baru-baru ini.

Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun
Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun | Sumber: CryptoQuant

Apakah dukungan yang mulai muncul ini bisa berubah menjadi lantai harga yang kuat di dekat US$75.000?

Performa Harga Bitcoin
Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Meski begitu, dengan konversi SAFU senilai US$900 juta yang belum dieksekusi, Binance telah menempatkan dirinya sebagai salah satu sumber permintaan Bitcoin struktural paling signifikan dalam waktu dekat.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah agresif Binance memborong Bitcoin di tengah penurunan pasar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Justin Sun Diterpa Klaim Manipulasi Pasar Eksplosif saat Diduga Mantan Pacar Berikan Bukti ke SEC

1 February 2026 at 18:19

Pendiri Tron, Justin Sun, kembali mendapat sorotan setelah seorang wanita yang mengaku mantan pacarnya secara terbuka menuduhnya melakukan manipulasi pasar besar-besaran pada masa awal TRX.

Diduga, eksekutif aset kripto kontroversial ini memakai banyak akun Binance untuk mengerek harga TRX sebelum melakukan dump token ke investor ritel.

Justin Sun Dituduh Gunakan Akun Binance untuk Manipulasi TRX

Wanita penuduh, yang memperkenalkan dirinya sebagai Ten Ten (Zeng Ying), menyatakan bahwa dirinya pernah menjalin hubungan asmara dengan Sun saat peluncuran TRON dan masa pertumbuhan awalnya.

Ia menuduh Justin Sun menyuruh sejumlah karyawan yang berbasis di Beijing agar menggunakan identitas dan ponsel pribadi mereka untuk mendaftar banyak akun Binance. Akun tersebut kemudian dipakai untuk aksi trading terkoordinasi.

Diduga, akun-akun ini melakukan pembelian agresif untuk secara artifisial mendorong harga dan kapitalisasi pasar TRX pada akhir 2017 dan awal 2018.

Setelah itu terjadi aksi jual dalam skala besar, yang diduga mengakibatkan dump token ke investor ritel dan menghasilkan apa yang ia sebut sebagai “keuntungan ilegal yang sangat besar”.

“Saya memegang bukti yang menunjukkan bahwa ia menggunakan identitas dan ponsel dari banyak karyawan untuk mendaftar banyak akun Binance,” tulisnya.

Ten Ten mengaku memiliki rekaman percakapan WeChat, kesaksian orang dalam dari karyawan, serta dokumen lain. Ia tekankan bahwa yang sudah dipublikasikan selama ini “hanya sebagian kecil saja” dari semua bukti yang ada.

Selain itu, ia menyampaikan kesediaannya bekerja sama penuh jika SEC AS melakukan penyelidikan. Ia juga menyerukan agar pihak berwenang segera menghubunginya.

Sudah Ada Preseden meski Klaim Ten Ten Belum Terverifikasi

Kendati klaim tersebut belum terverifikasi, tuduhan itu mirip sekali dengan gugatan dari SEC sebelumnya. Pada Maret 2023, regulator ini telah menggugat Sun, Tron Foundation Limited, BitTorrent Foundation Ltd., dan Rainberry Inc. (dulunya BitTorrent) secara perdata.

Regulator sekuritas menuduh mereka menawarkan dan menjual TRX serta BitTorrent Token (BTT) secara ilegal tanpa pendaftaran, serta melakukan manipulasi pasar dalam skala besar.

Pada gugatan itu, SEC menuduh Sun melakukan wash trading. Dilaporkan, ia melakukan lebih dari 600.000 transaksi antara April 2018 hingga Februari 2019. Sun disebut memakai akun yang dikendalikan atau nama pinjaman untuk menciptakan volume trading dan stabilitas harga buatan tanpa ada perubahan kepemilikan riil.

Badan tersebut juga menuding Sun mengatur promosi selebritas berbayar tanpa mengungkapkan sponsornya demi mendongkrak hype token. SEC mengatakan, skema ini menghasilkan sekitar US$31 juta keuntungan ilegal.

Kasus terdahulu ini memang tidak secara spesifik menyinggung identitas karyawan atau akun Binance. Tapi, inti tuduhannya sejalan dengan pengakuan Ten Ten terkait aktivitas trading TRX pada periode awal, yaitu:

  • Trading terkoordinasi
  • Inflasi volume secara artifisial, dan
  • Pengambilan keuntungan oleh orang dalam

Kasus SEC ini ditunda pada Februari 2025. Penundaan itu terjadi tak lama setelah muncul kabar Sun menginvestasikan jutaan dolar ke proyek aset kripto yang terkait keluarga Trump, termasuk World Liberty Financial, yang diduga memberi manfaat sekitar US$50 juta pada Donald Trump.

Penundaan yang berlanjut hingga kini menuai kritik dari anggota Kongres AS Maxine Waters, Sean Casten, dan Brad Sherman pada pertengahan Januari 2026.

Dalam surat pada Ketua SEC Paul Atkins, para legislator itu mempertanyakan sikap SEC yang seolah-olah mundur dari penegakan hukum di ranah aset kripto. Mereka menyebut berbagai kasus yang dihentikan atau ditunda, seperti terhadap Sun, Binance, Coinbase, dan Kraken, serta memperingatkan potensi adanya dinamika “bayar untuk main” yang terkait pengaruh politik.

“Permintaan SEC untuk menunda litigasi Sun, serta langkah selanjutnya untuk menyelesaikannya, bisa saja dipengaruhi secara tak wajar oleh hubungan Sun dengan keluarga Trump, termasuk kontribusi finansial besar ke bisnis mereka,” tulis mereka.

Pada pernyataannya, Ten Ten menyampaikan bahwa keputusannya untuk berbicara didorong oleh alasan pribadi sekaligus moral. Dia mengungkapkan antara lain:

  • Menyaksikan dugaan eksploitasi investor ritel
  • Pencucian uang, dan
  • Pemanfaatan kekayaan demi membangun pujian dan perlindungan politik.

The reason I exposed him is that I devoted my own future to his career. The man who once promised to marry me later, at a recent public event, openly boasted to CZ that he was dating a well-known athlete. Subsequently, at a private dinner with prominent figures from the Chinese…

— 曾颖 (@tenten19901107) February 1, 2026

Dia juga secara terbuka meminta Donald Trump dan Eric Trump untuk menjauhkan diri dari Sun, mempertanyakan integritas hukum di AS jika hubungan tersebut tetap terjadi. Ia mengatakan dirinya menyimpan bukti dengan aman dan merasa khawatir terhadap keselamatan pribadi.

Sun belum menanggapi substansi tuduhan ini. Satu-satunya respons publik darinya adalah unggahan singkat di X, “Ignore the FUD and keep building & holding.”

Ignore the FUD and keep building & holding

— H.E. Justin Sun 👨‍🚀 🌞 (@justinsuntron) February 1, 2026

Baik Binance maupun SEC belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan baru ini per 1 Februari 2026.

Kita tidak bisa menutup mata bahwa tuduhan dari mantan pasangan perlu diwaspadai karena bisa mengandung bias pribadi.

Meskipun begitu, detail yang diungkapkan, kesesuaian dengan temuan SEC sebelumnya, serta kemunculannya di tengah sorotan politik dan regulasi yang lebih luas membuat tuduhan ini punya bobot lebih dari sekadar drama media sosial.

Jika terbukti, tuduhan tersebut bisa semakin meningkatkan desakan untuk meneliti ulang praktik perdagangan awal TRON, konsistensi penegakan hukum, dan juga peran pengaruh pada persimpangan ranah aset kripto, politik, dan regulasi.

Performa Harga TRON (TRX)
Performa Harga TRON (TRX) | Sumber: BeInCrypto

Token TRX milik TRON diperdagangkan di harga US$0,2843 pada waktu publikasi, turun tipis sebesar 0,5% dalam 24 jam terakhir.

❌