Reading view

River (RIVER) Catat All-Time High saat Pasar Derivatif Beri Sinyal Peringatan

River (RIVER) naik ke rekor tertinggi baru selama sesi perdagangan awal Asia, memperpanjang reli yang telah mengangkat nilai altcoin ini hampir 750% dalam sebulan terakhir.

Namun, pasar derivatif memberikan sinyal peringatan penting yang menimbulkan kekhawatiran. Selain itu, beberapa analis sekarang memprediksi kemungkinan penurunan harga.

Token RIVER Cetak All-Time High

Sebagai konteks, River adalah protokol decentralized finance (DeFi) yang membangun sistem stablecoin chain-abstraction. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menaruh jaminan di satu blockchain lalu mengakses likuiditas di blockchain lain tanpa perlu bridge atau wrapped assets.

Produk utama River adalah satUSD, yakni stablecoin overcollateralized yang dicetak lewat sistem Omni-CDP. Native token dari jaringan ini, RIVER, dipakai untuk governance berbasis staking, meningkatkan yield, mengurangi biaya, serta distribusi reward.

Altcoin ini mengalami reli kuat sejak awal 2026 dan momentumnya semakin besar di minggu ini meski pasar secara umum melemah karena pemicu tarif dari Trump. Tapi, sentimen membaik selama 24 jam terakhir setelah muncul laporan soal pencabutan tarif sehingga mengangkat pasar aset kripto secara keseluruhan.

Berdasarkan data CoinGecko, RIVER mencetak rekor harga tertinggi baru di US$48,56 pada hari ini. Dalam 24 jam terakhir, token ini naik 24,2%, jauh mengungguli kenaikan pasar secara umum yang hanya sekitar 1%. Pada waktu publikasi, RIVER diperdagangkan di harga US$45,8.

Performa Harga River (RIVER) | Sumber: CoinGecko

Selain reli harga, jaringan River juga menunjukkan perkembangan dari sisi pengembangan. Pada hari Rabu, River mengumumkan telah mendapatkan investasi strategis sebesar US$8 juta dari Justin Sun.

“Investasi ini mendukung integrasi ekosistem di @trondao dan penerapan infrastruktur stablecoin chain-abstraction milik River,” tulis tim River. “River akan meluncurkan Smart Vault dan Prime Vault dengan level institusi untuk memberikan peluang yield bagi stablecoin, TRX, dan aset utama ekosistem di TRON.”

Aktivitas Derivatif Memicu Tanda Bahaya

Tapi, reli harga ini juga memicu kekhawatiran. Dalam sebuah unggahan terbaru, CoinGlass menyoroti bahwa volume perdagangan futures RIVER melebihi volume perdagangan spot hingga lebih dari 80 kali lipat, menandakan ketidakseimbangan ekstrem dalam struktur pasar.

“Saat volume futures diperdagangkan 80 kali lipat lebih besar dari volume spot, harga tidak lagi ditemukan oleh pasar. Harga dibentuk melalui leverage, didorong oleh volatilitas yang sengaja dibuat dan siklus likuidasi yang berulang,” bunyi unggahan CoinGlass.

CoinGlass menambahkan bahwa pergerakan seperti ini bukanlah pergerakan organik, melainkan sepenuhnya direkayasa.

“Saran terbaik: jangan ikut terlibat. Inilah caranya ritel ‘dipanen’,” terang CoinGlass.

Dalam thread terpisah, platform analitik data tersebut menjelaskan bagaimana funding rate dapat dipakai untuk merekayasa pergerakan harga. CoinGlass memaparkan bahwa funding rate mencerminkan ketidakseimbangan antara trader long dan short, bukan petunjuk arah harga di masa depan.

Dengan membuat harga ditekan sambil membuat funding sangat negatif, pasar bisa dipenuhi oleh posisi short sehingga memperkuat keyakinan bahwa reli akan datang dengan sendirinya.

“Pada tahap ini, banyak trader entry long — bukan karena permintaan, tetapi karena mereka berharap akan ada pembayaran funding dan reli harga,” lanjut unggahan itu.

Menurut CoinGlass, harapan ini menciptakan jebakan. Gerakan naik yang terkontrol bisa memicu likuidasi dan short-covering paksa, yang akhirnya menyebabkan reli tajam meski funding tetap negatif. setelah posisi short keluar, funding kembali normal sehingga pola ini dapat terulang lagi.

“Proses ini bisa berulang berkali-kali: membuat funding ekstrem, menarik posisi konsensus, memaksa likuidasi, dan reset rekayasa harga. Ini bukan price discovery,” jelas CoinGlass.

Perusahaan itu menegaskan bahwa funding rate menunjukkan area di mana trader menumpuk dan risiko likuidasi paling tinggi. Mereka memperingatkan bahwa di pasar-rekayasa seperti ini, pilihan teraman justru bisa jadi adalah tidak membuka posisi sama sekali.

Selain itu, beberapa analis juga memperkirakan bahwa RIVER pada akhirnya bisa saja mengalami koreksi. Seorang pengamat pasar memprediksi bahwa token ini dapat mengalami penurunan seperti yang dialami Aurelia (BEAT).

$RIVER / $USD – Update

Waiting for triple figures minimum on my spot bags pic.twitter.com/AkwzxQxt0f

— Crypto Tony (@CryptoTony__) January 21, 2026

Dengan reli harga yang kuat dan pandangan yang hati-hati, beberapa hari ke depan akan menunjukkan apakah RIVER mampu mempertahankan kenaikannya atau justru tren turun akan muncul.

  •  

Sentimen Ritel XRP Berubah dari Greed ke Extreme Fear — Sinyal Bullish?

Harga XRP telah turun di bawah US$2, atau sekitar 19% lebih rendah dari puncaknya pada 5 Januari 2026. Koreksi ini membuat banyak investor merasa khawatir. meski begitu, analis masih melihat beberapa sinyal positif yang bisa mendukung pemulihan.

Artikel ini membahas faktor-faktor utama di balik pandangan tersebut. Analisis mengacu pada data sosial, aktivitas perdagangan, dan perkembangan terbaru dari exchange.

Sentimen Ritel Menjadi Bearish di Tengah Koreksi Harga

Sentimen untuk XRP mengalami pembalikan tajam.

Data Sentimen Positif/Negatif dari Santiment—platform analisis sentimen pasar berbasis percakapan di media sosial—menunjukkan bahwa XRP jatuh ke zona “Extreme Fear”. Padahal, satu minggu sebelumnya, metrik ini masih menunjukkan adanya greed.

Santiment menjelaskan bahwa, secara historis, ekstrem sentimen sering menjadi penanda titik pembalikan. Pasar cenderung bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas.

XRP Ratio of Positive/Negative Sentiment. Source: Santiment
Rasio Sentimen Positif/Negatif XRP | Sumber: Santiment

“Secara historis, banyak komentar bearish seperti ini justru memicu reli. Harga sering bergerak berlawanan dari ekspektasi ritel,” papar Santiment dalam laporannya.

Walaupun pengamatan ini memberi gambaran positif, perubahan sentimen yang sangat cepat dalam waktu singkat menunjukkan adanya ketidakpastian serta inkonsistensi di kalangan trader ritel. Biasanya, kondisi tidak stabil seperti ini kurang mendukung tren naik yang berkelanjutan.

Funding Rate Negatif Isyaratkan Pola Reversal Potensial

Data pasar juga menunjukkan sinyal pembalikan lainnya. Seorang analis di CryptoQuant mengidentifikasi funding rate negatif di kontrak perpetual futures, yang menandakan adanya penumpukan posisi short secara berlebihan.

Funding rate menggambarkan pembayaran periodik antara pemegang long dan short di pasar perpetual futures. Jika funding rate negatif, berarti penjual short membayar posisi long. Secara historis, kondisi seperti ini sering muncul sebelum harga XRP akhirnya kembali naik.

XRP Funding Rate. Source: CryptoQuant.
Funding Rate XRP | Sumber: CryptoQuant.

Data CryptoQuant memperlihatkan pola seperti ini sudah muncul dua kali sejak 2024—yaitu pada Agustus–September 2024 dan April 2025. Di kedua kasus itu, funding rate negatif mendahului rebound harga yang signifikan.

“Secara historis, pasar cenderung bergerak berlawanan dengan konsensus yang terlambat. Akumulasi posisi short memang memberikan tekanan jual jangka pendek, tapi sebetulnya juga membangun tekanan beli yang tersembunyi. Kalau harga mulai naik, posisi ini bisa terlikuidasi dan justru mendorong kenaikan lebih lanjut,” jelas analis CryptoQuant Darkfost dalam laporannya.

Binance Listing Pair Perdagangan XRP/RLUSD, Meningkatkan Volume

Perkembangan positif di sektor exchange juga memperkuat prospek XRP. Pada 21 Januari 2026, Binance mengumumkan listing pasangan trading baru XRP/RLUSD.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyampaikan keyakinan bahwa langkah ini positif. Trading RLUSD di Binance membawa stablecoin ini ke lebih banyak pengguna. Ekspansi ini mampu memperkuat ekosistem XRP Ledger dan secara tidak langsung bisa mendukung harga XRP.

Listing ini juga membuka jalur likuiditas tambahan baik untuk XRP maupun RLUSD. Dalam jangka panjang dan kondisi pasar yang mendukung, likuiditas yang lebih dalam bisa menambah kedalaman pasar, mengurangi volatilitas harga, serta menarik aliran modal baru.

Analisis teknikal dari BeInCrypto juga menyoroti terjadinya bullish divergence ketika XRP turun di bawah US$2. Sinyal ini menambah kepercayaan untuk potensi pemulihan jangka pendek.

  •  

Tokenisasi Jadi Sorotan Utama di Davos 2026 saat Pasar Melebihi US$21 Miliar

Hampir empat hari sejak pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, tema paling kuat dan konsisten untuk dunia kripto adalah tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Acara ini mulai pada hari Senin, 19 Januari 2026, dan berjalan hingga Jumat, 23 Januari, dengan pendiri dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), juga masuk dalam daftar pembicara.

Tokenisasi Muncul sebagai Tema Utama Aset Kripto di Davos 2026

Publikasi-publikasi yang berkaitan dengan WEF terus menggambarkan tahun 2026 sebagai “titik perubahan” bagi aset digital. Mereka menilai bahwa blockchain sudah melampaui tahap proyek uji coba dan kini telah diterapkan secara nyata.

Bukan lagi membahas perdebatan lama soal apakah aset digital layak berada di sistem keuangan, Davos 2026 justru fokus pada bagaimana aset digital diintegrasikan ke dalam sistem keuangan.

Pembicaraan sudah bergeser dari ideologi dan spekulasi ke arah infrastruktur, skalabilitas, dan penerapan berskala enterprise.

Dalam hal ini, tokenisasi secara luas digambarkan sebagai mekanisme yang membuat teknologi blockchain perlahan-lahan terintegrasi ke TradFi.

Pergeseran ini tampak jelas pada berbagai panel tingkat tinggi, termasuk sesi dengan judul “Apakah Tokenisasi adalah Masa Depan?” dan “Di Mana Kita Soal Stablecoin?”

Is Tokenization the Future? @cnbcKaren (@CNBC), @brian_armstrong (@coinbase), @bgarlinghouse (@ripple), Valérie Urbain ( @EuroclearGroup), François Villeroy de Galhau (@banquedefrance), Bill Winters (@StanChart) #WEF26 https://t.co/Ob8n7PCh1T

— World Economic Forum (@wef) January 21, 2026

Diskusi-diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh senior, termasuk CEO Ripple Brad Garlinghouse dan CEO Coinbase Brian Armstrong. Turut hadir juga pejabat dari European Central Bank dan perwakilan lembaga keuangan besar lainnya.

Para panelis menekankan kemampuan tokenisasi untuk membuat aset yang biasanya tidak likuid (saham, obligasi, dana, dan properti) dapat diperdagangkan di chain. Tujuannya untuk memungkinkan kepemilikan secara fraksional, meningkatkan likuiditas, serta mengurangi gesekan dalam penyelesaian lintas negara.

Lembaga-lembaga seperti BlackRock, BNY Mellon, dan Euroclear sekarang sudah meluncurkan produk tokenisasi secara massal. Hal ini menunjukkan adanya perpaduan yang makin kuat antara bank dan blockchain.

Kejelasan regulasi yang tercapai pada tahun 2025, khususnya di AS dan sebagian wilayah Eropa, berkali-kali disebut sebagai pemicu utama perubahan ini terjadi.

Stablecoin juga memainkan peran penting sebagai jembatan antara sistem TradFi dan DeFi. Stablecoin yang sering disebut sebagai contoh penggunaan blockchain pertama yang benar-benar universal, kini dilihat sebagai infrastruktur dasar untuk pembayaran, pengelolaan treasury, dan penyelesaian transaksi di chain.

Dengan munculnya kerangka kebijakan global yang lebih jelas, termasuk rujukan pada US GENIUS Act, stablecoin semakin dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganggu, bagi jalur keuangan yang sudah ada.

🚀BREAKING: At Davos, President Trump doubles down on crypto support

He vows to make the USA the "crypto capital of the world," positioning it against China's potential dominance in the sector.

He highlighted key actions:
✅ Signed the stablecoin GENIUS Act.
✅ Pushing the… https://t.co/gs6lTErch1 pic.twitter.com/lZuAhGgT7F

— Mia-BYDFi (@rokmawinda) January 22, 2026

Tokenisasi Bergerak dari Proyek Percontohan ke Infrastruktur Keuangan Skala Triliunan

Data terbaru yang dibagikan selama WEF di Davos menyoroti besarnya peluang tokenisasi. Total value locked (TVL) dalam RWA yang sudah ditokenisasi kini sudah melampaui US$21 miliar. Angka ini mencerminkan naiknya adopsi sekaligus semakin beragamnya kelas aset yang masuk ke chain.

Proyeksi jangka panjang turut menggarisbawahi besarnya tren ini. McKinsey memperkirakan pasar aset tokenisasi bisa mencapai antara US$2 triliun hingga US$4 triliun pada tahun 2030. Sementara itu, Boston Consulting Group menyampaikan skenario yang lebih agresif hingga US$16 triliun.

Tokenized Real-World Assets Reach $21B in TVL

The RWA sector continues to expand, both in total value locked and in the range of assets being tokenized. Long-term projections highlight the scale of this trend. @McKinsey estimates the tokenized asset market could reach $2 to $4… pic.twitter.com/LkzBpPFhaX

— CryptoRank.io (@CryptoRank_io) January 21, 2026

Para pemimpin industri menggunakan momen Davos untuk menampilkan kemajuan nyata di lapangan. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan perusahaan bekerja erat bersama bank global untuk menjembatani kesenjangan antara tokenisasi dan DeFi.

Dia menerangkan bahwa volume tokenisasi di XRP Ledger naik dari US$19 triliun menjadi US$33 triliun hanya dalam satu tahun. Fokusnya, papar dia, lebih kepada infrastruktur berstandar institusional, bukan pada kasus penggunaan bersifat spekulatif.

BOOM! 🚨 $XRP is building the rails for trillions.

Ripple CEO Brad Garlinghouse just said at Davos 2026 that the company has been working with banks worldwide to bridge tokenization and DeFi through the XRP Ledger.

Tokenized volume grew from 19T to 33T in just one year.
Most… pic.twitter.com/OdzyGT9nQU

— X Finance Bull (@Xfinancebull) January 21, 2026

Penyedia infrastruktur juga menyampaikan pesan serupa. SWIFT mengatakan aset tokenisasi yang saling terhubung bisa sangat mempercepat perdagangan global, membuka likuiditas yang terjebak, dan menghubungkan TradFi dengan keuangan digital secara lebih luas.

CEO Coinbase Brian Armstrong juga menambahkan bahwa saham yang telah ditokenisasi adalah masa depan pasar tradisional. Eksekutif kripto ini memandangnya sebagai evolusi infrastruktur pasar saham yang tak terelakkan, bukan eksperimen khas dunia kripto.

Pasar Tradisional Adopsi Tokenisasi sebagai Infrastruktur Keuangan Inti

Pandangan ini semakin diterima oleh pelaku utama. New York Stock Exchange (NYSE) sedang menjelajahi sekuritas tokenisasi dan perdagangan 24/7 tanpa mengubah kerangka regulasi yang berlaku.

Tujuannya untuk memodernisasi infrastruktur pasar, bukan mendorong perilaku spekulatif. Sementara itu, data yang dipaparkan selama Davos menunjukkan lebih dari 65% aset tokenisasi, termasuk stablecoin berbasis fiat, saat ini diterbitkan di Ethereum. Ini menegaskan peran sentral Ethereum dalam ekonomi tokenisasi yang sedang berkembang.

Secara keseluruhan, Davos 2026 menunjukkan bahwa tokenisasi bukan lagi konsep masa depan. Kini, tokenisasi menjadi kacamata utama bagi keuangan global dalam berinteraksi dengan kripto, bukan sebagai kekuatan yang mengganggu, melainkan sebagai infrastruktur kokoh yang diam-diam mengubah pasar modal dunia.

  •  

Mengapa Pasar Aset Kripto Naik Hari Ini?

Total market cap aset kripto (TOTAL) dan Bitcoin (BTC) mencatat pemulihan dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini terjadi setelah AS membatalkan tarif 10% yang sebelumnya diumumkan untuk 8 negara Uni Eropa. Hal ini juga mendorong kenaikan harga MYX Finance (MYX), membawa altcoin tersebut mendekati US$6,00

Berita hari ini:-

Pasar Kripto Kembali Menguat di Atas US$3 Triliun

Total market cap aset kripto naik sebesar US$50 miliar menjadi US$3,01 triliun seiring dengan membaiknya sentimen pasar. Reli harga ini terjadi setelah ketegangan antara AS dan Uni Eropa mulai mereda. Minat risiko yang kembali meningkat telah mendorong penguatan harga di seluruh aset digital, menandakan stabilisasi jangka pendek usai volatilitas baru-baru ini.

Sentimen ekonomi makro yang membaik bisa memperpanjang pemulihan ini. Saat pasar keuangan global dibuka, momentum bullish mungkin akan berlanjut ke perdagangan aset kripto. Pembelian lanjutan yang kuat dapat membawa TOTAL menuju US$3,09 triliun, mencerminkan kepercayaan yang pulih serta aliran modal baru ke ekosistem aset kripto.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

TOTAL Price Analysis.
Analisis Harga TOTAL | Sumber: TradingView

Risiko kenaikan tetap bergantung pada permintaan yang berkelanjutan. Bila respons investor cenderung datar, pasar bisa bergerak sideways di level US$3,00 triliun. Kurangnya momentum juga dapat memicu koreksi, sehingga US$3,00 triliun akan menjadi zona support utama dalam waktu dekat.

Bitcoin Targetkan Breakout US$90.000

Bitcoin sempat turun di bawah US$90.000 dalam 48 jam terakhir, mencatat harga terendah harian di US$87.250 sebelum pulih kembali. Pada waktu publikasi, BTC diperdagangkan di kisaran US$89.832. Pemulihan ini menunjukkan adanya stabilisasi jangka pendek, walaupun sentimen investor masih waspada menyusul volatilitas yang tinggi di pasar aset kripto secara keseluruhan.

Bitcoin yang mendekati resistance di US$90.000 berpotensi mengembalikan kepercayaan investor. Jika terjadi pergerakan kuat menembus level ini, BTC bisa terdorong ke US$91.298. Jika resistance tersebut terlewati, momentum bullish akan semakin kuat dan membuka jalan menuju US$93.471, yang memberikan peluang bagi Bitcoin untuk memulihkan sebagian kerugian sebelumnya.

Bitcoin Price Analysis

Tekanan turun masih tetap ada jika tren bullish tidak berlanjut. Penolakan di dekat US$90.000 bisa mendorong Bitcoin kembali ke bawah zona support US$89.241. Dalam skenario tersebut, BTC berisiko turun ke US$87.210, sehingga mematahkan analisis bullish dan memperkuat tekanan bearish dalam jangka pendek.

MYX Finance Pulih dengan Cepat

MYX muncul sebagai altcoin top gainer dalam 24 jam terakhir, naik sebesar 16,7%. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di kisaran US$5,97. Momentum kenaikan yang kuat menandakan minat investor yang meningkat, karena MYX berhasil mengungguli aset kripto lainnya di sesi perdagangan terbaru.

Gerak harga saat ini berfokus pada resistance di level US$6,07. MYX tetap mendapat dukungan di atas area US$5,77, yang menjadi daya tarik bagi para pembeli. Jika berhasil breakout di atas US$6,07, momentum bullish dapat berlanjut dengan kekuatan menuju target psikologis US$7,00.

MYX Price Analysis.
Analisis Harga MYX | Sumber: TradingView

Jika tidak mampu menembus resistance, pandangan pasar akan berubah. Penolakan di US$6,07 bisa membuat MYX bergerak konsolidasi di antara kisaran US$6,07 dan zona support US$5,10. Pergerakan harga yang bertahan dalam rentang ini secara berkepanjangan dapat melemahkan momentum bullish dan membatalkan tren naik yang saat ini terjadi.

  •  

Trader Polymarket Kena Imbas Setelah “TACO Trade” Trump Hancurkan Taruhan Greenland

Beberapa trader di Polymarket mengalami kerugian besar setelah Presiden Trump membatalkan tarif pada Uni Eropa dan memberikan pernyataan baru soal Greenland.

Meskipun strategi yang disebut “TACO trade” ini telah merugikan banyak peserta, akan tetapi hal ini juga mendorong reli baru di pasar aset kripto.

Ancaman dan Penarikan Tarif Trump Menghidupkan Kembali Narasi “TACO Trade”

Sebagai konteks, istilah “TACO trade” adalah singkatan dari “Trump Always Chickens Out.” Kolumnis Financial Times, Robert Armstrong, memperkenalkannya pada Mei 2025.

Strategi ini memanfaatkan siklus yang berulang, yakni Trump memakai ancaman ekstrim sebagai tekanan, pasar bereaksi negatif, lalu dia mundur dan menyebabkan pasar kembali menguat.

Siklus ini terlihat jelas pada 2 April 2025, disebut sebagai “Liberation Day.” Presiden mengumumkan tarif luas yang menargetkan hampir semua mitra dagang Amerika Serikat, sehingga memicu kekacauan pasar.

Kebijakan tersebut kemudian dikurangi, namun tarif baru yang menargetkan industri tertentu langsung menyusul setelahnya.

Pola yang mirip kembali muncul pada Januari 2026. Dalam sebuah pengumuman di akhir pekan, Presiden Trump menyampaikan rencana mengenakan tarif 10% kepada delapan negara Eropa, dengan penerapan mulai 1 Februari.

Proposal tersebut juga memuat ketentuan untuk menaikkan tarif menjadi 25% pada bulan Juni, dengan lamanya tergantung pada tercapainya kesepakatan Amerika Serikat dalam pembelian Greenland.

Pada hari Rabu, Presiden mengubah keputusannya dan membatalkan rencana tarif itu. Dia juga menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland.

“Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, kami telah menetapkan kerangka untuk kesepakatan di masa depan terkait Greenland dan, bahkan, seluruh Kawasan Arktik. Jika solusi ini terlaksana, ini akan menjadi hal yang luar biasa bagi Amerika Serikat dan semua negara anggota NATO. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan Tarif yang semula dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,” tulis Trump .

Trump Balikkan Tarif Picu Kerugian pada Taruhan Greenland di Prediction Markets

Perubahan kebijakan yang mendadak ini membuat harga kontrak terkait politik dan ekonomi makro di pasar prediksi langsung berubah tajam. Di Polymarket, probabilitas untuk pertanyaan “Apakah Trump akan mendapatkan Greenland sebelum 2027?” turun menjadi hanya 11%.

Peluang Trump Mengambil Alih Greenland Sebelum Desember 2027 | Sumber: Polymarket

Akibatnya, para trader yang mempertaruhkan dana besar pada hasil “Ya” mengalami kerugian besar. Lookonchain melaporkan bahwa akun baru bernama GamblingRuinsLives memasang taruhan senilai US$105.000 untuk hasil “Ya.”

Sekarang, trader tersebut rugi US$46.000, dengan posisinya kini hanya bernilai US$56.300. Trader lainnya, opticnrvs, bahkan merugi lebih besar, yakni lebih dari US$91.000, juga karena bertaruh pada akuisisi Greenland.

Pemilik posisi “Ya” terbesar kini mengalami penurunan nilai sebesar kurang lebih 40% hingga 50%. Sebaliknya, trader yang bertaruh pada hasil “Tidak” mencatatkan profit tipis.

Kejadian ini menunjukkan seberapa cepat narasi politik bisa berubah di pasar prediksi, khususnya ketika ancaman kebijakan dibatalkan atau dilunakkan. Hal ini juga menegaskan semakin besarnya pengaruh sinyal politik jangka pendek terhadap posisi spekulatif.

Di sisi lain, “TACO trade” terus mendukung pasar aset kripto. Berdasarkan data BeInCrypto Markets, total kapitalisasi pasar aset kripto naik 1,5% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan membaiknya sentimen investor dan meningkatnya selera risiko. Seluruh 10 aset kripto teratas bergerak hijau, mencatatkan kenaikan yang tipis namun merata.

  •  

RUU Kripto “Very Soon” dari Trump Bertemu Jalan Buntu di Kongres

Presiden Donald Trump menyatakan di World Economic Forum di Davos pada hari Rabu bahwa ia berharap bisa menandatangani legislasi struktur pasar kripto “dalam waktu dekat.” Tapi, legislasi ini masih mengalami kebuntuan di Kongres dan memperlihatkan jurang lebar antara ambisi presiden dan kenyataan legislasi.

Pertentangan antara Coinbase dan pelobi perbankan soal imbal hasil stablecoin mengancam gagalnya apa yang disebut oleh para legislator sebagai peluang regulasi yang sangat langka—berisiko menunda selama dua tahun dan bisa membuat bisnis kripto pindah ke luar negeri.

Trump: “Bitcoin, Semuanya”

“Sekarang Kongres sedang bekerja keras pada legislasi struktur pasar kripto, yang saya harap bisa saya tandatangani sangat segera, membuka jalur baru menuju kebebasan finansial,” ujar Trump dalam pidatonya di Davos. Saat membaca naskah yang sudah dipersiapkan, presiden sempat menoleh dari teleprompter dan menambahkan, “Bitcoin, semuanya.”

Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah Komite Perbankan Senat secara tiba-tiba membatalkan agenda markup yang sudah dijadwalkan. Pernyataan Trump terbaca seperti bentuk tekanan langsung kepada para legislator.

Komite Perbankan Tertunda, tapi Komite Pertanian Tetap Lanjut

RUU struktur pasar kripto sedang ditangani oleh dua komite Senat secara bersamaan. Komite Perbankan mengawasi regulasi terkait sekuritas, sedangkan Komite Pertanian menangani regulasi komoditas. Kedua RUU ini harus disahkan dan digabung sebelum maju ke sesi penuh Senat.

Komite Perbankan menunda markup minggu lalu setelah Coinbase menarik dukungan. Minggu ini, komite tersebut mengalihkan fokus ke upaya Trump untuk menekan biaya kepemilikan rumah. RUU kripto diperkirakan baru akan dilanjutkan pada akhir Februari atau Maret.

Sementara itu, Ketua Komite Pertanian Senat, John Boozman, menerbitkan teks Digital Commodity Intermediaries Act pada Rabu, yang mengonfirmasi bahwa komite akan melanjutkan markup pada 27 Januari. Boozman mengakui, tapi, negosiasi bipartisan dengan Senator Cory Booker gagal mencapai kesepakatan.

Konflik Inti: Imbal Hasil Stablecoin

Pertentangan Coinbase berfokus pada ketentuan terkait imbal hasil stablecoin. GENIUS Act, yang ditandatangani Trump tahun lalu, memungkinkan holder stablecoin mendapatkan imbalan—pada dasarnya pembayaran bunga. Imbal hasil ini bisa melampaui bunga simpanan bank tradisional, sehingga pelobi industri perbankan mendesak pembatasan dalam RUU struktur pasar yang baru.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, menarik dukungannya dan menuturkan, “Kami lebih baik tidak punya RUU sama sekali daripada punya RUU yang buruk.” Dalam wawancara Bloomberg di Davos, Armstrong menegaskan, “Kelompok lobi dan asosiasi bank di luar sana mencoba melarang kompetitor mereka, dan saya benar-benar tidak mentolerir itu. Saya pikir, itu tidak sesuai dengan prinsip Amerika.”

White House Balas Serangan ke Coinbase

Gedung Putih menanggapi dengan tegas. Patrick Witt, direktur eksekutif dewan aset digital Trump, secara terbuka mengkritik sikap Armstrong.

“‘Lebih baik tidak ada RUU dibanding RUU buruk.’ Sungguh sebuah privilese bisa mengucapkan kata-kata itu berkat kemenangan Presiden Trump, dan pemerintahan pro-kripto yang ia bentuk,” ucap Witt.

Ia memperingatkan, jika para pelaku industri kripto menghalangi pengesahan RUU saat ini, mereka akan “menjatuhkan bola” dan menanggung konsekuensi yang bisa sangat merugikan.

Para Pembuat Undang-Undang Khawatir Tertinggal

Dalam wawancara dengan Fox Business, para legislator menyampaikan rasa frustrasi mereka atas legislasi yang tertahan. Senator Cynthia Lummis (R-WY), pendukung utama kripto yang akan pensiun tahun depan, menyatakan kekecewaannya, “Saya merasa seperti Flat Stanley setelah ditabrak truk Mack. Saya masih punya waktu sebelas bulan lagi untuk mengupayakan agar ini selesai.”

CEO Blockchain Association, Peter Smith, memperingatkan ada konsekuensi besar, “Jika ini tidak lolos sekarang—padahal sudah dikerjakan sekitar satu setengah tahun—kita akan menghadapi penundaan signifikan setelah pemilu paruh waktu. Artinya, secara realistis, ada kemungkinan dua tahun tertunda lagi.”

Anggota DPR William Timmons (R-SC) menegaskan aspek ekonominya, “Puluhan miliar US$ akan masuk kembali ke AS jika Kongres menetapkan kerangka aturan yang baik. Jika tidak, apa pun yang berhubungan dengan kripto malah bisa pergi ke luar negeri.”

Di tengah perdebatan para legislator, pasar sudah melaju lebih dulu. New York Stock Exchange mengumumkan rencana meluncurkan platform perdagangan sekuritas ter-tokenisasi berbasis blockchain, dengan penyelesaian instan dan operasional 24 jam setiap hari.

Senator Thom Tillis (R-NC) menyoroti urgensi, “Kalau kita ingin tetap jadi standar emas di dunia perbankan, kita juga harus mengatur kripto dengan tepat karena kripto jelas merupakan bagian dari masa depan sistem perbankan kelas atas.”

Apa Selanjutnya

Garis pertempurannya jelas. Pemerintahan Trump ingin legislasi cepat, Coinbase memandang pembatasan imbal hasil stablecoin sebagai batas mutlak, dan pelobi bank tetap menuntut pembatasan itu tetap ada.

RUU Komite Pertanian fokus pada yurisdiksi CFTC atas pasar spot aset digital dan tidak langsung membahas isu imbal hasil stablecoin, sehingga markup 27 Januari tetap berjalan. Tapi, kerangka struktur pasar yang komprehensif butuh RUU Komite Perbankan untuk lolos dan digabungkan.

Penyelesaian sengketa antara Coinbase dan pelobi perbankan soal imbal hasil stablecoin tetap menjadi faktor kunci. Meskipun mendapat tekanan dari Gedung Putih, Armstrong belum memperlihatkan tanda akan mundur.

  •  

Pasar Reli Pasca Trump Hapus Tarif, tapi Risiko Greenland & The Fed Masih Ada

Pasar keuangan global menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif terhadap sekutu Eropa pada Rabu (21/1), menyusul pidatonya di World Economic Forum di Davos.

Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama. Meski ancaman tarif dan aksi militer telah dikesampingkan, kekhawatiran terkait potensi pengambilalihan Greenland serta intervensi terhadap Federal Reserve di dalam negeri terus membebani kepercayaan investor.

Reli Pasar Global Berlangsung Singkat

Tak lama setelah Trump menarik kembali janji sebelumnya untuk memberlakukan tarif terhadap delapan negara Eropa, Bitcoin kembali menembus level US$90.000. Pergerakan ini mencerminkan kelegaan investor di tengah sinyal de-eskalasi setelah sepekan pasar bergejolak.

Saham AS ikut stabil. Indeks S&P 500 naik 1%, memulihkan sebagian dari penurunan 2,1% yang terjadi sehari sebelumnya setelah pengumuman tarif awal oleh Trump. Indeks Nasdaq juga mencatat kenaikan serupa. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak 550 poin.

BULL MARKET BACK ON

Trump cancels tariffs $SPY $QQQ pic.twitter.com/cnz0seRZ94

— Justin Banks (@RealJGBanks) January 21, 2026

Namun, kelegaan ini sepertinya berlangsung singkat. Dolar tetap tertekan, turun terhadap euro dan yen.

Permintaan emas juga tetap solid, dengan harga mendekati US$4.839, naik sekitar 1% dibanding hari sebelumnya.

Walaupun Trump membatalkan tarif dan menegaskan bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, kepercayaan investor masih rapuh. Pernyataan itu faktanya belum cukup untuk mengurangi kekhawatiran yang lebih besar soal risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan yang tetap memengaruhi sentimen pasar.

Dorongan Greenland Bertemu Kekhawatiran Indepedensi The Fed

Tekanan kuat Trump supaya AS mengakuisisi Greenland belum benar-benar menghilangkan keraguan di pasar. Meski ia mengumumkan di media sosial bahwa AS dan Eropa sudah “membentuk kerangka kesepakatan masa depan”, kesepakatan itu sejauh ini belum rampung dan detailnya juga masih belum diketahui.

Jika gagal terjadi, Trump sudah memperkirakan bahwa akan ada konsekuensi jika Uni Eropa tidak memenuhi permintaan AS.

“Kami ingin sepotong es untuk perlindungan dunia. Jika kalian bilang ya, kami akan sangat berterima kasih. Jika kalian bilang tidak, kami akan selalu ingat hal itu,” ujar Presiden AS.

Pada saat yang sama, Trump kembali mendesak pelonggaran kebijakan moneter, bahkan mengkritik keras The Fed. Ia menyerang Ketua Jerome Powell dengan menyebutnya “bodoh” dan menuduhnya mempertahankan suku bunga yang terlalu ketat, yang menurut Trump, menekan pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran akan potensi intervensi politik pada bank sentral AS mulai merambat ke pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya kecemasan di kalangan investor.

Beberapa pemimpin bisnis besar telah secara terbuka membela prinsip independensi bank sentral. Pekan lalu, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengkritik keputusan Departemen Kehakiman untuk membuka penyelidikan pidana terhadap Powell.

“Menurut saya, ini mungkin bukan ide bagus dan justru bisa berdampak sebaliknya, yaitu menaikkan ekspektasi inflasi dan mungkin malah memicu kenaikan suku bunga dalam jangka panjang,” papar dia kepada wartawan dalam sebuah panggilan konferensi.

Meski menuai kritik, Trump tetap tidak melunak. Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan keyakinan bahwa orang selanjutnya yang dipilih untuk menggantikan Powell sebagai ketua akan “melakukan tugas dengan benar”.

Secara keseluruhan, investor masih bersikap hati-hati terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang dampak kebijakan Trump dan isu independensi The Fed terhadap stabilitas pasar kripto ke depannya? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Bank Sentral Iran Beli USDT Stablecoin Senilai US$500 Juta untuk Topang Rial

Bank Sentral Iran diam-diam membeli lebih dari US$500 juta dalam bentuk stablecoin Tether USDT seiring krisis mata uang di negara itu yang semakin dalam, menurut temuan baru dari perusahaan keamanan kripto Elliptic.

Transaksi ini menunjukkan upaya level negara untuk menstabilkan nilai rial yang runtuh serta menjaga arus perdagangan dengan melewati sistem perbankan global.

Penjelasan Krisis Rial Iran

Elliptic mengungkapkan bahwa mereka mengidentifikasi jaringan wallet kripto yang dikendalikan oleh Bank Sentral Iran (CBI) yang mengumpulkan sedikitnya US$507 juta dalam USDT sepanjang tahun 2025.

Nominal ini adalah batas bawah, sebab analisis hanya mencakup wallet yang diatribusi dengan tingkat keyakinan tinggi.

Bagaimana Bank Sentral Iran Menerima USDT Secara Berkala Sepanjang 2025 | Sumber: Elliptic

Krisis mata uang Iran semakin parah dalam setahun terakhir, dengan nilai rial anjlok ke rekor terendah di pasar terbuka.

Di awal tahun 2026, nilai tukar memburuk sampai pada titik di mana daya beli rial benar-benar terhapus, sehingga menimbulkan kemarahan publik dan panik pasar.

Walaupun rial secara teknis tidak turun ke “nol”, depresiasi yang sangat cepat membuatnya hampir tidak bisa digunakan untuk perdagangan internasional maupun menabung.

Nilai Rial Iran Ambruk Terhadap Dolar AS | Sumber: Google Finance


Adanya berbagai nilai tukar, inflasi tinggi, dan hilangnya kepercayaan membuat pelaku usaha dan rumah tangga beralih ke dolar, emas, dan alternatif yang terhubung dengan kripto.

Tekanan sanksi menambah parah krisis ini. Akses yang dibatasi ke sistem kliring dolar dan bank koresponden sangat membatasi kemampuan Iran untuk menggunakan cadangan mata uang asing, meski mereka memiliki pendapatan minyak.

Elliptic Telusuri Pembelian USDT hingga 2025

Di tengah situasi ini, Elliptic menemukan dokumen bocor yang menunjukkan dua kali pembelian USDT oleh Bank Sentral pada April dan Mei 2025, yang dibayar dengan dirham UEA (AED). Waktunya bertepatan dengan meningkatnya tekanan pada rial dan gejolak baru di pasar mata uang.

Dengan menjadikan dokumen tersebut sebagai titik awal, Elliptic memetakan infrastruktur wallet milik Bank Sentral secara lebih luas. Analisisnya menunjukkan adanya akumulasi stablecoin secara sistematis, bukan hanya penggunaan kripto secara ad hoc.

Ketergantungan Awal pada Exchange Domestik

Sampai pertengahan 2025, sebagian besar USDT milik Bank Sentral mengalir ke Nobitex, exchange aset kripto terbesar di Iran. Nobitex memungkinkan pengguna menyimpan USDT, menukarnya ke aset kripto lain, atau menjualnya menjadi rial.

Pola ini menunjukkan kalau Bank Sentral semula memakai exchange tersebut sebagai saluran likuiditas domestik. USDT berfungsi sebagai cadangan dolar paralel yang bisa dikonversi ke mata uang lokal saat dibutuhkan.

namun, strategi tersebut membawa risiko besar.

BREAKING 🔴🔴🔴

Israeli-linked hacker group “Predatory Sparrow” wiped out 95% of assets on Iran’s Nobitex crypto exchange.

Nobitex was reportedly used by Tehran to evade sanctions through crypto. Wallet balances plunged from $1.8 billion to just $100 million. pic.twitter.com/vaKoRwHHRV

— Open Source Intel (@Osint613) June 18, 2025

Perubahan Strategi setelah Peretasan Besar

Pada Juni 2025, alur dana berubah drastis. Elliptic menemukan bahwa USDT tidak lagi disalurkan utama lewat Nobitex melainkan melalui bridge lintas chain, dengan memindahkan aset dari TRON ke Ethereum.

Dari sana, dana ini ditukar di decentralized exchange, dipindahkan antar blockchain, serta dialirkan melalui sejumlah platform terpusat. Proses ini berjalan hingga akhir 2025.

Perubahan ini terjadi setelah peretasan sebesar US$90 juta terhadap Nobitex pada 18 Juni 2025, yang dilakukan oleh kelompok pro-Israel Gonjeshke Darande.

Kelompok ini menuduh Nobitex membantu penghindaran sanksi dan mengklaim telah menghancurkan aset hasil curian tersebut.

Klaim Lokal Picu Kekhawatiran Keamanan Data

Media Iran melaporkan bahwa sorotan terhadap operasi aset kripto Bank Sentral Iran semakin besar setelah adanya laporan ini.

Pengusaha Babak Zanjani baru-baru ini mengklaim bahwa Bank Sentral membeli USDT untuk mengelola pasar valuta asing dan mentransfer dana tersebut ke wallet yang terhubung dengan anak perusahaan teknologi perbankan nasional.

“Hal yang mengkhawatirkan adalah untuk setiap wallet yang kami transfer Tether, alamat wallet kami, dalam waktu singkat, baik terungkap ke jaringan musuh atau masuk ke daftar sanksi dan penyitaan Israel. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius dan mendasar: Apakah terjadi kebocoran informasi di dalam Bank Sentral, atau Israel diam-diam memantau struktur dan proses Bank Sentral?” tulis Babak Zanjani.

Zanjani menuduh bahwa alamat wallet cepat terungkap dan kemudian diberi tanda oleh pihak bermusuhan, sehingga memunculkan kekhawatiran tentang kebocoran informasi di dalam institusi keuangan sensitif.

Walau belum terbukti, klaim tersebut membuat banyak pihak semakin mendesak Bank Sentral dan mitra teknologinya agar lebih transparan.

  •  

68% Trader XLM Sedang Short—Apakah Akumulasi Masih Bisa Memicu Pembalikan Arah?

Harga Stellar masih tertekan karena pelemahan pasar aset kripto secara umum terus membebani altcoin. XLM turun secara bertahap, mengonfirmasi pola chart bearish dan meningkatkan risiko penurunan dalam jangka pendek.

Walaupun para trader mungkin ingin memanfaatkan momentum ini, perilaku on-chain menunjukkan bahwa para holder XLM mengambil posisi yang berbeda.

Holder Stellar Dapat Selamatkan XLM

Data derivatif menyoroti ketidakseimbangan yang jelas dalam penempatan posisi pasar. Peta likuidasi memperlihatkan eksposur sekitar 68% condong ke trader short, menandakan keyakinan bearish yang kuat. Dominasi seperti ini sering menambah sensitivitas terhadap volatilitas, sebab penempatan posisi yang terlalu ramai bisa memperbesar reaksi harga ketika momentum berubah.

Di bawah level saat ini, terdapat klaster padat likuidasi long dengan leverage di kisaran US$0,20 hingga US$0,185. Jika harga bergerak ke zona ini, bisa terjadi likuidasi paksa sehingga tekanan jual akan meningkat dan menambah laju penurunan. Kondisi ini menjelaskan kenapa pihak bearish masih mengincar penurunan lebih jauh, sebab kantong likuiditas tetap rentan di bawah level support utama.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

XLM Liquidation Map
Peta Likuidasi XLM | Sumber: Coinglass

Meskipun posisi pasar didominasi sentimen bearish, indikator makro memberikan tanda awal terjadinya divergensi. Chaikin Money Flow (CMF) membentuk higher low selama empat hari berturut-turut, meskipun harga XLM mencatatkan lower low. Divergensi bullish ini menunjukkan aliran modal masuk yang meningkat di balik permukaan transaksi.

CMF memantau tekanan beli dan jual lewat harga serta volume. Kenaikan CMF saat harga turun sering mengindikasikan akumulasi, bukan distribusi. Untuk Stellar, pola ini memberi sinyal bahwa investor perlahan membangun posisi, dan bisa saja menciptakan peluang pembalikan tren jangka pendek ketika tekanan jual mulai mereda.

XLM CMF
XLM CMF | Sumber: TradingView

Harga XLM Perlu Amankan Support

XLM diperdagangkan di kisaran US$0,212 pada waktu publikasi, bertahan sedikit di atas level support US$0,210. Awal pekan ini, altcoin tersebut menembus ke bawah dari pola descending triangle, formasi yang biasanya mengarah pada kelanjutan tren bearish. Breakout ke bawah ini membuat risiko penurunan dalam waktu dekat tetap tinggi.

Pola descending triangle memproyeksikan potensi penurunan 14% menuju US$0,188, menempatkan XLM sekitar 11% dari target. Meski begitu, kemungkinan harga akan stabil sebelum mencapai level tersebut. Support bisa muncul di sekitar US$0,210 atau, paling buruk, mendekati US$0,201. Ketidakpastian ini menguatkan proyeksi netral-cenderung bearish untuk XLM.

XLM Price Analysis.
Analisis Harga XLM | Sumber: TradingView

Perubahan momentum sangat bergantung pada pertahanan level kunci. Jika US$0,210 tetap menjadi support, Stellar bisa kembali stabil. Apabila terjadi reli yang berkelanjutan, harga XLM berpotensi menuju zona resistance US$0,230. Jika mampu merebut kembali level tersebut, pola bearish akan batal dan sinyal pembalikan jangka pendek akan muncul berkat permintaan yang mulai membaik.

  •  

ARK Invest Cathie Wood Buat Prediksi Berani untuk Bitcoin dan Nvidia

ARK Invest milik Cathie Wood memberikan salah satu pandangan jangka panjang paling jelasnya mengenai Bitcoin dan Nvidia, dua aset yang mendefinisikan siklus pasar 2024–2025. Laporan terbaru perusahaan, Big Ideas 2026, memprediksi bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin akan naik hingga 700% dalam empat tahun ke depan.

ARK juga meramal dominasi Nvidia di perangkat keras AI akan menghadapi tekanan yang semakin besar dari para pesaingnya.

Harga Bitcoin Akan Capai US$800.000?

ARK berpendapat bahwa perilaku Bitcoin berubah secara signifikan pada tahun 2025. Penurunan harganya lebih kecil, volatilitas menurun, dan imbal hasil yang sudah disesuaikan dengan risiko membaik dibandingkan siklus-siklus sebelumnya.

Pergerakan Harga Bitcoin pada Peristiwa-Penting di 2025 | Sumber: ARK Invest

Diukur menggunakan Sharpe Ratio, Bitcoin mampu mengungguli Ethereum, Solana, serta CoinDesk 10 Index dalam berbagai rentang waktu. Pergeseran ini mendukung pandangan ARK bahwa Bitcoin kian berperilaku seperti aset safe haven, bukan murni spekulatif saja.

Akibatnya, ARK memprediksi Bitcoin akan mendominasi pasar aset kripto yang berkembang pesat. Perusahaan ini menerawang total kapitalisasi pasar aset kripto bisa menyentuh US$28 triliun pada 2030, dengan laju pertumbuhan sekitar 61% per tahun.

Yang tak kalah penting, ARK yakin Bitcoin dapat mengambil porsi 70% dari total pasar tersebut. Sehingga kapitalisasi pasarnya bisa mencapai sekitar US$16 triliun pada akhir dekade ini.

Prediksi Kapitalisasi Pasar Kripto 2030 | Sumber: ARK Invest

Merujuk pada proyeksi suplai yang ada saat ini, hal itu berarti harga Bitcoin sekitar US$800.000 per koin. Nilai itu hampir sembilan kali lipat dari harga saat ini yang sekitar US$90.000.

Walau begitu, prediksi ARK tidak sepenuhnya bullish untuk semua kegunaan Bitcoin. ARK menurunkan ekspektasi terkait adopsi Bitcoin sebagai safe haven di negara berkembang, sebab pertumbuhan cepat stablecoin yang didukung dolar.

Sebaliknya, ARK menaikkan asumsi Bitcoin sebagai “emas digital” setelah kapitalisasi pasar emas melonjak tajam di tahun 2025.

Pertumbuhan Nvidia Berlanjut, namun Persaingan Makin Ketat

Pandangan ARK terhadap Nvidia lebih hati-hati, meskipun permintaan AI global terus melonjak.

ARK meramal belanja infrastruktur AI secara global akan menembus angka US$1,4 triliun pada 2030, yang didorong terutama oleh server akselerasi. Tren ini mendukung permintaan jangka panjang untuk chip AI, termasuk GPU Nvidia.

Namun ARK menyoroti perubahan penting. Para hyperscaler dan laboratorium AI kini semakin fokus pada total biaya kepemilikan, bukan hanya performa mentah saja.

Ini membuka peluang bagi chip AI custom dan application-specific integrated circuits (ASICs).

Pesaing seperti AMD, Broadcom, Annapurna Labs milik Amazon, dan platform TPU milik Google telah mengirimkan atau tengah mempersiapkan chip generasi terbaru.

Nvidia Menghadapi Persaingan Sengit dari AMD | Sumber: ARK Invest

Banyak pesaing menawarkan biaya operasional per jam yang lebih rendah daripada sistem Nvidia paling premium, walaupun dalam beberapa kasus performa mereka sedikit tertinggal.

Data ARK menunjukkan GPU terbaru Nvidia memang termasuk yang paling bertenaga, tapi juga di antara yang termahal untuk dioperasikan. Tekanan harga ini bisa membatasi kemampuan Nvidia memperluas margin profit secepat tahun-tahun sebelumnya.

Dampaknya bagi Saham Nvidia

ARK tidak memprediksi bisnis Nvidia akan kolaps. Hanya saja, ARK menandai adanya pergeseran dari dominasi eksplosif ke pertumbuhan yang lebih kompetitif.

Bagi saham Nvidia, hal ini memberikan lintasan berbeda ketimbang Bitcoin. Alih-alih ekspansi berulang, keuntungan masa depan akan bergantung pada pertumbuhan pendapatan, pemasukan dari perangkat lunak, dan kekuatan ekosistem yang dimiliki.

Grafik Harga Saham Nvidia Selama Satu Tahun Terakhir | Sumber: Google Finance

Secara praktis, harga saham Nvidia mungkin masih bisa naik seiring waktu, tetapi kemungkinan dengan pertumbuhan yang lebih lambat, volatilitas yang lebih tinggi, dan reaksi lebih tajam terhadap persaingan dan tekanan margin. Fase mudah dari revaluasi yang didorong AI sepertinya sudah berakhir.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi fantastis ARK Invest mengenai harga Bitcoin dan masa depan Nvidia di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Trump Batalkan Tarif Greenland, Pasar Menguat seiring Risiko Mereda

Bitcoin dan pasar global pulih tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan ia tidak akan melanjutkan tarif yang terkait dengan Greenland. Pernyataan tersebut menghapus kekhawatiran perang dagang yang sebelumnya membuat investor khawatir.

Bitcoin naik kembali mendekati US$90.000, setelah sempat turun ke level intraday di bawah US$89.000, sementara Ethereum juga pulih menuju US$3.000 setelah sempat tergelincir di bawah level tersebut. Saham-saham AS juga kembali stabil, dengan S&P 500 berbalik menguat setelah sempat merugi. Emas, yang sebelumnya naik karena risiko geopolitik, memotong kenaikannya.

Postingan Terbaru Donald Trump di Truth Social

Ketakutan Tarif Greenland Sudah Mendorong Pergerakan Risk-off

Reaksi pasar muncul setelah Trump menyampaikan bahwa sebuah kerangka kesepakatan telah dicapai dengan Sekjen NATO Mark Rutte, sehingga memperkecil kemungkinan aksi perdagangan terhadap sekutu Eropa dalam waktu dekat.

Sebelumnya pada sesi perdagangan, pasar terjual karena Trump dan pejabat tinggi AS kembali menyampaikan retorika tarif yang agresif pada World Economic Forum di Davos

Pasar Kripto Bangkit Setelah Trump Batalkan Tarif Greenland | Sumber: CoinGecko

Investor bereaksi terhadap penggunaan kembali tarif sebagai alat geopolitik, terutama setelah Menteri Keuangan Scott Bessent membela tarif sebagai alat negosiasi yang efektif.

Bessent memperingatkan pemerintah asing untuk tidak membalas, dengan mengatakan, “Tenang, tarik napas dalam-dalam. Jangan membalas,” sambil menegaskan bahwa tarif tetap menjadi inti strategi ekonomi dan keamanan AS.

Pasar kripto anjlok bersama dengan saham karena investor memperhitungkan risiko inflasi yang lebih tinggi, kondisi likuiditas yang makin ketat, dan ketidakpastian perdagangan global yang kembali muncul

Bitcoin turun di bawah US$90.000, sementara Ethereum melemah ke bawah US$3.000, menunjukkan sensitivitas aset kripto terhadap guncangan risiko ekonomi makro.  

Seiring memudarnya risiko tersebut berkat update terbaru dari Presiden AS, pasar mulai berubah. Aset berisiko menunjukkan tanda-tanda pemulihan awal. Sementara itu, harga emas langsung turun setelah pengumuman tersebut. 

Harga Emas Turun Setelah Trump Batalkan Tarif Greenland | Sumber: TradingView

Reversal Validasi Arus Kripto yang Dipengaruhi Ekonomi Makro

Pemulihan cepat ini menunjukkan bahwa pasar kripto kini sangat terikat dengan sinyal kebijakan dan faktor ekonomi makro, khususnya terkait inflasi dan perdagangan.

Analisis sebelumnya menunjukkan bahwa tarif yang diberlakukan sepanjang tahun lalu sebagian besar sudah terbebankan kepada konsumen AS. Data ini menguatkan kekhawatiran bahwa eskalasi perang dagang yang berlanjut dapat menunda pemangkasan suku bunga dan memperketat kondisi keuangan.

Latar belakang ini sudah membebani aset digital sejak Oktober, membuat harga bergerak dalam rentang terbatas dan reli terus-menerus gagal menembus resistance kunci.

Begitu ancaman tarif langsung dihapus, selera risiko kembali muncul, sehingga memicu short covering dan pembelian aset kripto serta saham. S&P 500 menghapus kerugian, sedangkan Bitcoin stabil setelah sesi yang volatil.

S&P 500 Balik Menguat Usai Kerugian Sebelumnya | Sumber: Google Finance

Meski pasar menyambut deeskalasi, ketidakpastian masih ada. Trump menyatakan pembicaraan lebih lanjut masih berlangsung terkait peran strategis Greenland dalam pertahanan rudal dan keamanan Arktik, sehingga permasalahan ini belum sepenuhnya selesai.

  •  

Apakah Reli 180% Axie Infinity (AXS) Hanya Exit Liquidity untuk Para Holder? Chart Punya Jawabannya

Axie Infinity sedang mengalami hari yang sangat baik. Harga AXS naik sekitar 17% hari ini, mengonfirmasi terjadinya breakout yang sudah diantisipasi sebelumnya. Dengan pergerakan ini, token tersebut sekarang telah mencatat kenaikan sekitar 180% dalam sebulan terakhir, yang menjadikannya salah satu performa terbaik di sektor GameFi.

Tapi reli besar sering kali menimbulkan satu pertanyaan yang tidak nyaman. Apakah kekuatan ini benar-benar permintaan nyata, atau hanya menjadi likuiditas keluar bagi para holder besar? Data grafik dan on-chain menunjuk pada jawaban yang lebih kompleks.

Breakout Terkonfirmasi, tapi Momentum Mulai Melambat

Breakout harga AXS sendiri sangat jelas.

AXS breakout dari pola bull flag setelah beberapa sesi konsolidasi. Harga reli hingga ke level tertinggi mendekati US$2,54, sebuah pergerakan sekitar 168% dari basisnya. Tapi reaksi harga di US$2,54 cukup penting.

Harga langsung mendapat penolakan tajam, sehingga muncul wick atas yang panjang. Wick ini menandakan adanya aksi jual aktif, bukan hanya realisasi profit secara pasif. Area US$2,54 pun menjadi level suplai yang nyata.

Momen saat ini juga memberikan sinyal peringatan.

Antara 17 Januari hingga 21 Januari, harga AXS nampaknya mencetak harga tertinggi baru, sementara nilai Relative Strength Index (RSI) membentuk lower high. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan harga terkini. Ketika harga naik, tapi RSI melemah, berarti kekuatan kenaikan mulai menurun, yang dikenal sebagai pola bearish divergence. Untuk mengonfirmasi divergence, candle berikutnya perlu terbentuk di bawah US$2,54, sedangkan nilai RSI tetap lebih rendah dari puncak sebelumnya.

Axie Infinity Pattern
Pola Axie Infinity | Sumber: TradingView

Mau insight token seperti ini setiap hari? Langganan Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Bearish divergence yang sedang berkembang ini tidak membatalkan breakout yang terjadi.

Ini menunjukkan bahwa kelanjutan reli sekarang membutuhkan permintaan baru, bukan hanya momentum dari pembeli sebelumnya. Tanpanya, reli ini rentan terhadap koreksi, jeda, atau bahkan pembalikan tren.


Holder Besar Jual Saat Harga Naik Sementara Pembeli Jangka Pendek Mengejar

Data on-chain menjelaskan mengapa reli ini terlihat goyah.

Sejak 13 Januari, harga AXS naik dari sekitar US$0,95 ke US$2,39, atau kenaikan sekitar 151%. Dalam periode yang sama, suplai whale turun dari 255,16 juta AXS menjadi sekitar 244 juta AXS. Artinya, para whale telah menjual sekitar 11,2 juta AXS, atau sekitar 4,4% dari kepemilikan mereka—langsung pada saat harga sedang naik.

AXS Whales
Whale AXS | Sumber: Santiment

HODL waves juga mengonfirmasi perilaku ini.

HODL waves melacak berapa lama coin telah di-hold dan menunjukkan kelompok holder mana yang menaikkan atau mengurangi suplai. Kelompok 1 tahun hingga 2 tahun mengalami penurunan tajam, dari 13,73% total suplai menjadi sekitar 4,16%. Holder jangka panjang memanfaatkan reli ini untuk mengurangi kepemilikan, bukan menambahnya.

Long-Term Holders
Holder Jangka Panjang | Sumber: Glassnode

NUPL menjelaskan mengapa hal ini terjadi sekarang. Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) mengukur apakah para holder sedang memperoleh untung atau masih rugi. Nilai negatif berarti holder masih dalam posisi rugi. Untuk AXS, nilai NUPL masih dalam zona kapitulasi, tapi intensitas kerugian mulai berkurang.

Sejak akhir Desember, NUPL telah membaik dari sekitar −3,4 menjadi sekitar −0,5. Secara sederhana, holder masih menjual dalam kondisi rugi, tapi setiap reli harga mengurangi kerugian tersebut. Ini menciptakan insentif kuat untuk menjual saat harga menguat guna memulihkan modal.

Losses Going Down
Kerugian Mulai Berkurang | Sumber: Glassnode

Holder jangka pendek justru melakukan kebalikannya. Kelompok 1 bulan hingga 3 bulan meningkatkan porsi kepemilikannya dari 2,64% menjadi 4,76%, atau naik lebih dari 80%. Para pembeli ini sedang mengejar momentum, bukan berusaha menutup kerugian.

HODL Waves
HODL Waves | Sumber: Glassnode

Ini adalah struktur exit-liquidity klasik. Holder jangka panjang dan whale menjual saat kerugian mulai mengecil, sedangkan trader jangka pendek membeli dengan harapan harga akan segera lanjut naik dengan cepat.


Cost Basis dan Level Harga AXS Tunjukkan di Mana Likuiditas Keluar Jadi Berisiko

Data cost basis menunjukkan di mana setup GameFi ini bertahan atau gagal.

Support terpenting dalam waktu dekat ada di kisaran US$2,17–US$2,20, yang juga tercermin di grafik harga. Sekitar 1,99 juta AXS sudah terakumulasi di area ini. Selama harga bergerak di atas level itu, koreksi harga masih dianggap wajar.

Key AXS Price Clusters
Klaster Harga Kunci AXS | Sumber: Glassnode

Di bawah area itu, support struktural terkuat berada di level US$1,62–US$1,64, di mana sekitar 3,50 juta AXS sudah terakumulasi. Jika harga jatuh di bawah US$1,63 yang juga ada di grafik harga, ini menjadi sinyal bahwa pembeli jangka pendek terperangkap dan struktur breakout gagal.

Strongest Support If Price Corrects
Support Terkuat Jika Harga Terkoreksi | Sumber: Glassnode

Di sisi atas, buyer perlu menutup harga harian di atas US$2,54, atau sekitar 6% di atas level saat ini, agar jalur menuju US$2,72 bahkan bisa ke US$3,01 kembali terbuka.

AXS Price Analysis
Analisis Harga AXS | Sumber: TradingView

Sampai hal itu terjadi, setiap pergerakan naik kemungkinan besar akan bertemu tekanan jual daripada percepatan kenaikan.

  •  

Trader Kripto Diam-Diam Mundur dari Prediction Market

Trader aset kripto masih aktif di prediction market, namun makin sedikit yang berani mengambil risiko. Analisis on-chain baru dari BeInCrypto menunjukkan bahwa aktivitas trading kripto dengan keyakinan tinggi di Polymarket terus menurun sejak awal Januari, setelah sempat mencapai puncak dua kali pada akhir Desember dan minggu pertama tahun baru.

Data ini tidak mencatat pengguna biasa atau penonton pasif. Sebaliknya, data ini hanya fokus pada wallet yang secara aktif memasang order dan menyediakan likuiditas di pasar yang berhubungan dengan aset kripto, sehingga memberikan sinyal sentimen trader yang lebih jelas.

Aktivitas Kripto Yakin Tinggi Sempat Mencapai Puncak, lalu Mereda

Analis BeInCrypto mengamati aktivitas maker harian di Polymarket selama 30 hari terakhir, dengan memfilter hanya pasar bertanda kripto seperti prediksi harga Bitcoin dan Ethereum, meme coin, NFT, dan airdrop.

Karena yang dihitung hanya maker, data ini menangkap wallet yang benar-benar berani mengambil risiko dengan dananya, bukan trader yang hanya mengisi order yang sudah ada. Hasilnya terlihat dua gelombang keterlibatan yang jelas.

 Aktivitas maker kripto harian di Polymarket, 30 hari. Sumber: Dune


Gelombang pertama terjadi pada akhir Desember, ketika jumlah maker kripto aktif harian naik ke kisaran 30.000-an. Gelombang kedua, yang lebih besar, muncul di awal Januari, dengan puncak aktivitas sekitar 40.000–45.000 wallet.

namun, setelah 9 Januari, tren ini berbalik. Aktivitas maker kripto harian terus turun hingga pertengahan Januari, kembali ke kisaran 20.000-an sebelum turun tajam di akhir periode tersebut.

Keterlibatan Bitcoin Menegaskan Pendinginan Lebih Luas

Pasar yang berfokus pada Bitcoin memperlihatkan pola yang sama.

Grafik lain dari Dune yang memantau wallet maker khusus Bitcoin memperlihatkan keterlibatan tinggi pada akhir Desember dan awal Januari, lalu mengalami penurunan yang terus menerus.

Pada 18 Januari, jumlah maker Bitcoin aktif hanya tersisa 2.875 wallet, turun drastis dari level lima digit yang terlihat sebelumnya dalam periode tersebut.

Aktivitas maker Bitcoin di Polymarket, 30 hari. Sumber: Dune

Ini mengonfirmasi bahwa perlambatan tidak hanya terjadi pada taruhan kripto di segmen niche atau narasi altcoin. Koreksi tersebut juga berdampak ke Bitcoin, yang merupakan kategori kripto paling likuid dan paling sering diperdagangkan di platform ini.

Data Mingguan Tunjukkan Dominasi Polymarket, Namun Perilaku Mulai Berubah

Data mingguan di berbagai prediction market platforms memberi konteks tambahan. Polymarket masih menjadi penyumbang utama pengguna prediction market mingguan, jauh meninggalkan pesaingnya secara absolut.

Pada minggu-minggu puncak di akhir Desember dan awal Januari, pengguna mingguan lintas platform prediction market mencapai kisaran 200.000-an atas hingga 300.000-an bawah.

Pengguna Prediction Market Mingguan per Platform. Sumber: Dune

Meski jumlah total pengguna tetap tinggi, komposisi aktivitasnya berubah. Partisipasi maker di pasar kripto menurun bahkan ketika keterlibatan di platform secara keseluruhan masih cukup tinggi.

Pertentangan ini memperlihatkan bahwa trader tidak benar-benar meninggalkan prediction market. Mereka hanya menjadi lebih selektif dalam menentukan kapan serta berapa banyak dana yang ingin mereka gunakan.

Liquidity Provider Mundur sebelum Pengguna Menghilang

Filter khusus maker menjadi kunci untuk memahami sinyal ini.

Penyedia likuiditas umumnya menarik diri lebih awal sebelum jumlah pengguna menurun secara luas. Saat volatilitas menurun atau narasi aset kripto memudar, trader biasanya berhenti memasang order baru meski mereka masih memantau pasar atau melakukan trading secara oportunistik.

Pola seperti ini terlihat jelas pada data. Aktivitas maker kripto menurun secara bertahap setelah awal Januari, mengisyaratkan penurunan keyakinan—bukan minat—secara tiba-tiba.

Perilaku ini mirip dengan dinamika di pasar decentralized finance dan derivatif, di mana funding rate, open interest, dan kedalaman likuiditas biasanya melemah sebelum volume spot ikut turun.

Jika digabungkan, data-data ini mengarah pada satu kesimpulan yang jelas.

Trader kripto belum benar-benar meninggalkan prediction market. namun, jumlah yang bersedia menyediakan likuiditas dan mengambil risiko arah menjadi lebih sedikit dibandingkan awal Januari.

Sederhananya, prediction market sedang memberi sinyal perubahan sentimen risiko di kripto, yang paling dulu terlihat di kalangan trader dengan keyakinan tinggi.

  •  

Breakdown Zcash 34% Terpicu — Mengapa Semua Ini Bisa Jadi Setup untuk Menjebak Bear

Zcash telah secara resmi mengonfirmasi terjadinya breakdown bearish. Harganya kehilangan garis tren jangka panjang utama dan mengaktifkan pola teknikal yang menandakan potensi penurunan sebesar 34%. Dalam kondisi normal, konfirmasi seperti ini biasanya menarik penjual agresif. Tapi, justru yang terjadi sebaliknya. Holder besar mulai masuk, saldo exchange turun drastis, sementara posisi leverage banyak didominasi posisi short karena bear berharap harga turun lebih dalam lagi.

Kombinasi seperti ini jarang muncul saat breakdown berjalan mulus. Pola ini biasanya muncul saat pasar sedang menyiapkan hukuman bagi satu sisi trader.

Breakdown Teronfirmasi setelah Kehilangan Level Tren Krusial

Dari sisi teknikal, breakdown ini memang nyata.

Harga Zcash masih turun sekitar 55% dari puncak awal November di dekat US$745. Lebih penting lagi, harga ZEC kini sudah kehilangan exponential moving average (EMA) 100 hari. EMA adalah indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga berguna untuk melihat perubahan arah pasar.

Level ini pernah menjadi perhatian sebelumnya. Pada awal Desember, Zcash sempat turun di bawah EMA 100 hari, tapi langsung naik lagi ke atas keesokan harinya. Pergerakan itu memicu reli tajam sebesar 71%. Kali ini, level tersebut belum berhasil ditembus kembali, sehingga tekanan tren bearish tetap dominan.

Zcash Price History
Riwayat Harga Zcash | Sumber: TradingView

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Pada grafik 12 jam, Zcash juga mengonfirmasi breakdown head-and-shoulders pada 20 Januari. Ini adalah pola pembalikan tren yang muncul setelah tren naik dan biasanya mengindikasikan pergerakan turun yang lebih dalam jika neckline jebol. Berdasarkan struktur ini, potensi penurunan sekitar 34% kini seharusnya sudah aktif.

Breakdown Kunci | Sumber: TradingView

Saat ini secara teknikal, bear sudah memperoleh apa yang mereka inginkan. Tapi reaksi setelahnya justru membuat pola ini jadi tidak biasa.

Aksi Beli Muncul setelah Pelemahan, Bukan Sebelumnya — Tapi Kenapa

Data on-chain menjelaskan mengapa respons terhadap breakdown ini sangat penting.

Saldo exchange menunjukkan berapa banyak koin yang tersimpan di platform trading. Jika saldo exchange naik, biasanya menandakan tekanan jual meningkat, sedangkan jika saldo turun, menandakan koin dipindahkan ke wallet pribadi untuk disimpan.

Saat breakdown terjadi, saldo exchange naik yang menunjukkan aksi jual aktif. Hal ini sejalan dengan sentimen bearish.

Setelah itu, perilaku pasar berbalik arah.

Dalam waktu 24 jam berikutnya, saldo exchange turun sekitar 17%. Dalam waktu yang sama, holder besar juga meningkatkan kepemilikan mereka. Wallet whale menambah sekitar 2,44% ke kepemilikan mereka, sementara 100 alamat teratas (mega whale) meningkatkan posisi hampir 4%.

Zcash Buyers
Pembeli Zcash | Sumber: Nansen

Ini adalah akumulasi setelah adanya konfirmasi, bukan aksi beli spekulatif sebelum breakdown.

Saat holder besar masuk ketika harga sudah benar-benar lemah, mereka biasanya sedang bersiap untuk dua kemungkinan: fast reclaim ke level kunci, atau aksi volatilitas akibat likuidasi paksa. Data derivatif sangat mendukung skenario kedua.

Short Positioning Membuka Peluang Squeeze dengan Level Harga Penting Zcash yang Jadi Sorotan

Peta likuidasi menunjukkan di mana trader leverage akan merugi bila harga bergerak berlawanan dengan posisi mereka.

Level likuidasi adalah zona harga di mana trader leverage akan otomatis terlikuidasi oleh exchange. Ketika banyak posisi berkumpul di satu sisi, pergerakan harga ke arah level itu bisa terjadi dengan sangat cepat.

Untuk Zcash, eksposur likuidasi short dalam beberapa hari ke depan berada di kisaran US$15,4 juta, sedangkan eksposur likuidasi long sekitar US$7,8 juta. Ini berarti pasar condong kuat ke posisi short, dengan rasio hampir 2:1 untuk bias short.

Peta Likuidasi | Sumber: Coinglass

Ketidakseimbangan ini sangat penting. Zcash tidak perlu harus membalikkan tren supaya bisa memicu dampak besar. Bahkan, rebound moderat saja sudah bisa membuat posisi short terlikuidasi, sehingga memicu minat beli yang mendorong harga naik.

Pergerakan ke kisaran US$375 sampai US$400 akan memicu sebagian besar posisi short, sehingga menjebak sisi bearish di pasar. Jika harga menembus di atas US$450, struktur bearish akan melemah secara signifikan. Selain itu, jika harga ZEC berhasil merebut kembali exponential moving average (EMA) 100 hari, data historis menunjukkan kenaikan bisa berkembang dengan cepat alih-alih stabil secara perlahan.

Zcash Price Analysis
Analisis Harga Zcash | Sumber: TradingView

Teori jebakan ini gagal jika harga terus melemah. Jika terjadi penurunan harga secara berkelanjutan di bawah US$329 pada time frame 12 jam, potensi penurunan 34% akan tetap terbuka dan bisa membawa harga ke kisaran US$255 atau bahkan lebih rendah lagi.




  •  

Optimalisasi Portofolio Makin Populer saat Harga Emas Mendekati US$5.000

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting mengenai perkembangan aset kripto utama hari ini.

Siapkan kopi, duduklah dengan nyaman, lalu bergabunglah bersama para investor untuk meninjau kembali aturan lama soal aset apa saja yang pantas masuk portofolio. Dengan pasar yang bergerak sangat cepat dan berita yang berubah setiap jam, debat tentang aset mana sebenarnya yang melindungi kekayaan makin memanas. Harga emas melonjak, Bitcoin menunggu, dan strategi yang dulu dianggap niche kini menjadi sorotan.

Berita Kripto Hari Ini: Apakah Emas dan Bitcoin Satu Tim atau Saling Bersaing?

Lonjakan harga emas kini memicu kembali perdebatan tentang cara terbaik untuk lindung nilai menghadapi ketidakpastian ekonomi makro. Para analis dan investor kini semakin mempertimbangkan kombinasi pendekatan antara aset tradisional dan aset digital.

Logam kuning ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.830 minggu ini, dengan momentum menuju US$5.000 semakin kuat. Kenaikan hampir US$250 selama sepekan menegaskan dominasi emas sebagai penyimpan nilai.

“Saya ingat dulu emas butuh waktu berbulan-bulan, kadang bertahun-tahun, untuk naik sebanyak itu. Sekarang kenaikan sebesar itu hanya butuh beberapa hari. Sebentar lagi bisa terjadi hanya dalam satu hari!” terang Peter Schiff .

Di tengah situasi ini, analis kuantitatif PlanB kembali mengangkat diskusi soal emas dan Bitcoin. Sang analis berpendapat bahwa kedua aset sebaiknya dipandang saling melengkapi, bukan sebagai pesaing.

Berdasarkan analisisnya, keduanya punya profil risiko dan imbal hasil yang hampir sama, jika diukur dengan Calmar ratio, dan menggabungkannya dapat meningkatkan performa portofolio.

Gold and bitcoin investors love to argue about who is smarter. But gold and bitcoin are in the same team and risk/return profile (calmar) is almost identical. Best investment is a combi of gold AND bitcoin. E.g. 80% gold + 20% bitcoin has LESS risk and 2x MORE return than gold. pic.twitter.com/Cs3PFPA25o

— PlanB (@100trillionUSD) January 20, 2026

Argumen untuk menggabungkan alokasi diperkuat oleh sejumlah investor seperti ZynxBTC, yang melihat reli emas sebagai batu loncatan pada adopsi Bitcoin yang lebih luas.

“Emas dengan kapitalisasi pasar US$34 triliun membuktikan tesis Bitcoin. Lebih mudah orang beralih dari emas ke Bitcoin dibanding dari fiat ke Bitcoin. Jujur saja, kalau tidak ada Bitcoin, kebanyakan dari kita pasti jadi Gold Bugs,” ujar Zynx , seraya menekankan bahwa kondisi pasar saat ini memberikan “kesempatan emas” untuk memiliki BTC di level harga menarik.

Meski demikian, perilaku Bitcoin saat ini berbeda dibanding aset safe haven tradisional. Reli yang terjadi pada emas dan logam lain seperti perak tidak diikuti oleh Bitcoin, sehingga untuk saat ini, pasar sepertinya belum sepenuhnya memandang BTC sebagai aset pertahanan.

Bitcoin (BTC), Gold (XAU), and Silver (XAG) Price Performance
Performa Harga Bitcoin (BTC), Emas (XAU), dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView

Menyeimbangkan Emas dan Bitcoin: Mengapa Investor Mulai Memikirkan Ulang Strategi Hedging

Trader filbfilb menekankan utilitas unik Bitcoin, dengan menyoroti kemampuan transaksi yang permissionless serta nilainya, meski aset kripto pionir ini tidak reli bersama logam mulia.

https://twitter.com/filbfilb/status/2013924034434523602

Di tengah situasi ini, goldbug Peter Schiff mengingatkan para holder Bitcoin—meski BTC dan emas dibeli untuk tujuan ekonomi makro yang serupa, investor BTC bisa menghadapi kekecewaan bila prediksi ekonomi terjadi, namun performa portofolio digital mereka tertinggal.

“Akan sangat mengecewakan dan disayangkan bagi para HODLer Bitcoin, yang beli Bitcoin karena alasan sama seperti saya membeli emas dan perak, ketika nanti semua prediksi ekonomi kita bersama terbukti, namun akhirnya mereka justru rugi lebih besar daripada orang yang tidak melakukan persiapan apa-apa,” papar Schiff .

Kenaikan harga emas, potensi jangka panjang Bitcoin, serta strategi alokasi gabungan kini mendorong investor untuk meninjau ulang cara hedging di pasar yang volatil.

Dengan menyeimbangkan stabilitas emas dan potensi kenaikan nilai Bitcoin, bisakah pelaku pasar meraih imbal hasil penyesuaian risiko yang lebih kuat sambil tetap siap menghadapi guncangan ekonomi makro di masa depan?

Geopolitik, kekuatan ekonomi makro, dan perdagangan global terus membentuk tahun 2026, membuat pembahasan portofolio kombinasi kini makin diminati.

Dengan emas menorehkan rekor baru dan keunikan Bitcoin yang makin diakui, perdebatan bukan lagi soal memilih pemenang, melainkan mencari sinergi terbaik. Bisa jadi, lindung nilai terbaik bukan emas atau Bitcoin; keduanya justru bisa menjadi jawaban.

Chart of the Day

Bitcoin-to-gold ratio
Rasio Bitcoin terhadap Emas | Sumber: Longterm Trends

Berdasarkan grafik ini, rasio saat ini berada di bawah puncak terakhirnya, yang menunjukkan bahwa Bitcoin lebih murah dibandingkan emas dibandingkan saat bull run sebelumnya, walaupun kedua aset ini mengalami kenaikan secara nominal. Ini menandakan reli emas belakangan ini meningkatkan nilainya lebih cepat dari Bitcoin di awal 2026.

Alpha Singkat Byte

Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang perlu kamu ikuti hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 20 JanuariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$160,23US$159,50 (-0,46%)
Coinbase (COIN)US$227,73US$226,79 (-0,41%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$32,10US$31,64 (-1,43%)
MARA Holdings (MARA)US$10,37US$10,33 (-0,39%)
Riot Platforms (RIOT)US$18,10US$18,06 (-0,22%)
Core Scientific (CORZ)US$18,36US$18,31 (-0,27%)
Perlombaan pembukaan pasar saham kripto | Sumber: Google Finance

  •  

Harga Monero (XMR) Turun 20% di Bawah US$500: Tanda Peringatan atau Koreksi Strategis?

Harga Monero mengalami koreksi tajam, sehingga memicu kekhawatiran di seluruh pasar. XMR turun hampir 20% dalam satu hari, bahkan sempat jatuh di bawah level US$500.

Pergerakan tiba-tiba ini membuat panik para trader jangka pendek. Walaupun begitu, data saat ini menunjukkan bahwa penurunan ini mungkin hanya merupakan koreksi wajar, bukan pembalikan tren utama.

Monero Nampaknya Aman dari Penjualan Lebih Lanjut

Meski terjadi aksi jual besar-besaran, holder XMR tetap tidak buru-buru keluar dari pasar. Sinyal on-chain menampilkan tekanan jual yang masih relatif rendah. Money Flow Index memang turun, menandakan turunnya minat beli, namun MFI masih bertahan di atas level netral 50 — sebuah indikator penting bahwa bear belum menguasai pasar.

Karena MFI menggabungkan harga dan volume, posisi MFI di zona positif menunjukkan permintaan masih lebih besar dibanding aksi jual. Untuk XMR, hal ini menandakan kelelahan setelah reli, bukan kelemahan secara struktural. Pola perilaku holder yang tetap disiplin membantu mencegah harga jatuh lebih dalam.

Monero MFI
Monero MFI | Sumber: TradingView

Data derivatif memberikan gambaran tambahan. Open Interest turun 20,8% dalam 48 jam terakhir, yaitu dari US$624 juta ke US$494 juta. Di permukaan, ini memang terlihat bearish. Tapi, pada kenyataannya, ini lebih menggambarkan terjadinya likuidasi posisi leverage saat long yang terlalu tinggi akhirnya terpaksa keluar dari pasar.

Yang lebih penting lagi, funding rate XMR tetap positif sepanjang penurunan harga tadi. Artinya, posisi long masih dominan dan para trader tetap membayar biaya untuk tetap berharap harga naik. Bias pasar ini menunjukkan kecenderungan menuju stabilisasi dan pemulihan ketimbang penurunan lebih jauh.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

XMR OI and Funding Rate.
OI dan Funding Rate XMR | Sumber: Glassnode

Prospek Makro XMR Nampak Bullish

Analis Matthew Hyland menyoroti pola ascending triangle XMR yang sudah terbentuk selama satu dekade. Harga selalu menghormati diagonal support naik yang ada sejak siklus 2016–2017, terus membentuk higher low dan menjaga struktur bullish jangka panjang.

Ada zona horizontal utama di kisaran US$400–US$500, di mana harga sering tertahan sebelumnya. Aksi harga saat ini menunjukkan XMR kembali berkutat di area ini sehingga semakin menekan penjual dan membuka peluang pergerakan besar di time frame lebih tinggi.

“IMO US$10.000–US$125.000 dalam 5–20 tahun ke depan,” terang Matthew, soal proyeksi jangka panjangnya untuk XMR.

Monero Price Macro Outlook
Prospek Makro Harga Monero | Sumber: Matthew Hyland

Jika harga XMR berhasil bertahan dan bangkit di area ini, maka sinyal bullish semakin kuat. Namun, jika zona ini sampai hilang, kemungkinan akan terjadi konsolidasi berkepanjangan atau koreksi lebih dalam menuju trendline naik di area US$200–US$300 sebelum impuls besar berikutnya.

Pemulihan Harga XMR Nampaknya Jadi Langkah Berikutnya

Pada waktu publikasi, Monero diperdagangkan di kisaran US$499 setelah anjlok sekitar 20% dalam 24 jam terakhir. Koreksi ini membuat harga turun menembus 23,6% Fibonacci retracement, yang sering menjadi area support di pasar bear. Kehilangan area ini patut diwaspadai, tapi konteks tetap penting.

Bila harga cepat kembali dan bertahan di atas US$500, risiko penurunan pun bisa banyak berkurang. Karena belum ada tanda distribusi agresif dan posisi long masih mendominasi, peluang rebound tetap besar. Jika pembeli kembali masuk, XMR berpotensi naik lagi ke arah US$560, bahkan US$600 bisa jadi target berikutnya jika momentum mendukung.

Monero Price Analysis.
Analisis Harga Monero | Sumber: TradingView

Setup bullish ini akan gagal jika sentimen pasar berubah. Jika aksi ambil untung meningkat, harga XMR bisa semakin tertekan. Dalam situasi ini, US$450 menjadi support penting berikutnya. Kehilangan support ini bisa menggugurkan skenario pemulihan dan membuat XMR rentan koreksi lebih dalam menuju US$417 sehingga menandakan fase koreksi yang lebih besar.

  •  

Komputasi Kuantum Ternyata Sudah Menghantam Bitcoin, Apa Buktinya?

Ancaman komputasi kuantum terhadap Bitcoin kerap dianggap masih jauh di masa depan. Namun, jika dicermati lebih dalam, dampaknya mulai terasa sejak sekarang.

Sejumlah riset terbaru dan langkah investor institusional menunjukkan bahwa “jam hitung mundur” bisa berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Komputasi Kuantum Sudah Berdampak ke Bitcoin, namun Tidak Seperti yang Anda Kira

Kinerja Bitcoin yang tertinggal dari emas belakangan ini kembali mencuri perhatian investor institusional. Namun, penyebabnya bukan sekadar faktor pasar konvensional, melainkan meningkatnya kekhawatiran akan risiko komputasi kuantum yang berpotensi mengancam sistem kriptografi Bitcoin di masa depan.

Para ahli strategi kini tidak lagi memandang risiko ini sebagai teori semata. Kekhawatiran tersebut mulai memengaruhi keputusan alokasi portofolio dan memicu perdebatan baru soal ketahanan jangka panjang Bitcoin.

BeInCrypto melaporkan bahwa Christopher Wood, ahli strategi Jefferies, menghapus alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model andalannya “Greed & Fear”, lalu mengalihkan dana tersebut ke emas fisik dan saham perusahaan tambang.

Wood menilai komputasi kuantum berpotensi memecahkan kunci Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) milik Bitcoin, yang pada akhirnya dapat meruntuhkan narasi Bitcoin sebagai store of value alias instrumen penyimpan nilai.

“Penasihat keuangan membaca riset semacam ini dan akhirnya menahan alokasi klien di level rendah atau bahkan nol, karena komputasi kuantum adalah ancaman eksistensial. Ini akan menjadi beban di leher BTC sampai masalah ini benar-benar teratasi,” tulis pengguna X populer, batsoupyum.

Sejumlah riset mendukung sikap hati-hati ini. Studi Chaincode Labs pada 2025 memperkirakan sekitar 20 hingga 50% alamat Bitcoin yang beredar berpotensi rawan terhadap serangan komputasi kuantum di masa depan akibat penggunaan ulang public key (kunci publik). Artinya, sekitar 6,26 juta BTC dengan nilai US$650 miliar hingga US$750 miliar bisa terekspos.

Sementara itu, grafik Projection Calculator menunjukkan pertumbuhan eksponensial kapabilitas perangkat keras kuantum dari waktu ke waktu.

Quantum Doomsday Clock
Jam Kiamat Quantum | Sumber: Projection Calculator

Seiring meningkatnya jumlah qubit pada mesin komputasi kuantum, terutama setelah tonggak pencapaian Google pada 2025, keberadaan cryptographically relevant quantum computers (CRQC) menjadi semakin realistis.

Struktur Bitcoin yang sepenuhnya terdesentralisasi justru memperbesar tantangan ini. Berbeda dengan bank tradisional yang bisa memaksakan upgrade sistem tahan komputasi kuantum melalui otoritas terpusat, Bitcoin harus mengoordinasikan perubahan lewat jaringan global yang tersebar.

Tidak ada komite risiko, tidak ada mandat, dan tidak ada satu entitas pun yang dapat memaksakan perubahan secara instan.

“Saya dulu menganggap remeh risiko komputasi kuantum terhadap Bitcoin. Sekarang tidak lagi. Argumen klasiknya selalu sama: komputasi kuantum belum menjadi ancaman, dan jika iya, seluruh sistem keuangan juga akan bermasalah. Memang Bitcoin bisa melakukan upgrade secara teknis, tetapi prosesnya lambat dan berantakan karena harus melalui koordinasi jaringan terdesentralisasi. Tidak ada yang bisa berkata, ‘kita ganti sekarang’,” terang Jamie Coutts.

Risiko Komputasi Kuantum Mulai Membayangi Daya Tarik Bitcoin bagi Institusi

Pasar mulai memperlihatkan kekhawatiran ini. Sepanjang 2026, kinerja Bitcoin terhadap emas turun sekitar 6,5%, sementara harga emas melonjak hingga 55%. Rasio BTC terhadap emas yang berada di level 19,26 pada Januari 2026 sejalan dengan sikap hati-hati para penasihat investasi.

Bitcoin-to-Gold Ratio
Rasio Bitcoin-Emas | Sumber: longtermtrends

Respons institusi pun terpecah. Di satu sisi, Wood memangkas eksposur. Namun di sisi lain, Harvard justru menambah alokasi Bitcoin hampir 240%.

Harvard ramped its bitcoin investment in Q3 from $117m ot $443m. It also boosted its gold ETF allocation from $102m to $235m.

Think about that for a second: Harvard decided to put on a debasement trade and it allocated to bitcoin 2-to-1 over gold.

— Matt Hougan (@Matt_Hougan) December 8, 2025

Begitu juga, Morgan Stanley mulai merekomendasikan klien wealth management untuk mengalokasikan hingga 4% portofolio mereka ke aset digital. Selain itu, Bank of America mengizinkan alokasi antara 1% hingga 4%.

Hal ini menunjukkan bahwa dukungan institusional tidak menghilang, melainkan terdistribusi berdasarkan penilaian risiko yang berbeda.

Meski demikian, sebagian analis menilai risiko komputasi kuantum memiliki probabilitas rendah, tetapi dampaknya sangat besar jika terjadi. David Duong dari Coinbase menyoroti dua ancaman utama: quantum computer yang bisa membobol kunci ECDSA dan menargetkan SHA-256, yang menjadi dasar sistem proof-of-work Bitcoin.

Alamat yang dianggap rentan mencakup skrip Pay-to-Public-Key lama, beberapa multi-signature wallet, serta konfigurasi Taproot yang public key-nya terekspos.

Menjaga kebersihan alamat, menghindari penggunaan ulang alamat, serta memindahkan koin ke alamat yang lebih tahan terhadap komputasi kuantum dinilai sebagai langkah mitigasi awal yang penting.

Standar kriptografi pasca-kuantum yang difinalisasi oleh NIST pada 2024 memberikan roadmap perlindungan di masa depan. Namun, implementasinya di Bitcoin tetap kompleks.

Charles Hoskinson dari Cardano memperingatkan bahwa adopsi yang terlalu dini bisa sangat menurunkan efisiensi. Sementara itu, Quantum Blockchain Initiative milik DARPA menunjukkan ancaman yang berarti kemungkinan muncul pada tahun 2030-an.

Meski demikian, kemajuan pesat yang tergambar pada grafik proyeksi memperlihatkan bahwa garis waktunya bisa saja lebih cepat, khususnya jika integrasi AI mempercepat pengembangan kuantum.

Pertanyaan tentang komputasi kuantum sekarang sudah bergeser dari sekadar teori menjadi dampak nyata pada portofolio. Performa buruk Bitcoin bukan hanya cerminan dari siklus pasar. Justru, ini menunjukkan beban risiko eksistensial yang terus bertambah, memengaruhi cara institusi mengalokasikan modal dan memaksa jaringan menghadapi tantangan teknis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selama jaringan Bitcoin belum mampu mengoordinasikan upgrade yang benar-benar tahan komputasi kuantum, “beban” tersebut akan terus membayangi BTC.

Bagaimana pendapat Anda tentang tentang ancaman komputasi kuantum terhadap keamanan aset Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Orang Amerika Lebih Muda Percaya Aset Kripto 5x Lebih Besar daripada Baby Boomer, Survei OKX Menunjukkan

Orang Amerika yang lebih muda jauh lebih memercayai platform kripto dibanding generasi yang lebih tua, di mana Gen Z dan Milenial hampir lima kali lebih percaya dibanding Baby Boomer, menurut survei terbaru dari OKX.

Survei ini dilakukan pada Januari 2026 terhadap 1.000 responden di Amerika Serikat, dan menyoroti semakin dalamnya perbedaan sikap antar generasi terhadap aset kripto dan keuangan tradisional.

Kepercayaan Terhadap Aset Kripto Meningkat di Kalangan Gen Z Sementara Generasi Boomer Tetap Waspada

Survei OKX menunjukkan bahwa 40% Gen Z dan 41% Milenial melaporkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap platform kripto, dengan skor 6 atau lebih pada skala 10 poin. Sebaliknya, hanya 9% Boomer yang mengungkapkan kepercayaan yang sama.

Different Generations' Trust in Crypto Platforms
Kepercayaan Antar Generasi terhadap Platform Kripto | Sumber: OKX

Perbedaan ini makin jelas jika dibandingkan dengan kepercayaan pada bank tradisional. Sekitar 74% Boomer memberikan skor kepercayaan tinggi pada institusi keuangan konvensional, sekitar delapan kali lipat lebih besar daripada kepercayaan mereka pada kripto. 

Di antara responden yang lebih muda, keraguan terhadap bank lebih mencolok. Sekitar 22% Gen Z dan 21% Milenial melaporkan tingkat kepercayaan rendah pada institusi perbankan tradisional.

“Bagi anak muda, sistem keuangan tradisional terasa seperti peninggalan dari generasi orang tua mereka. Gen Z dan Milenial muda tumbuh di dunia digital. Sudah wajar kalau mereka merasa lebih nyaman dengan ekonomi aset digital,” ujar Haider Rafique, Global Managing Partner, OKX, kepada BeInCrypto.

Data ini menunjukkan bahwa kepercayaan di kalangan pengguna muda tidak hanya lebih tinggi, tapi juga meningkat. Dibandingkan Januari 2025, sebanyak 36% Gen Z dan 34% Milenial mengaku kepercayaan mereka terhadap platform kripto meningkat selama setahun terakhir.

Di sisi Boomer, sentimennya lebih datar. Hanya 6% yang melaporkan kepercayaan yang meningkat. Selain itu, 49% menyatakan tingkat kepercayaannya tidak berubah.

Lalu apa yang mendorong kepercayaan ini? Apakah lebih dipengaruhi oleh pengalaman pribadi atau oleh pengaruh komunitas seperti media sosial, teman sebaya, dan kreator konten? Rafique memaparkan bahwa kedua faktor tersebut berperan, walau dampaknya berbeda untuk pengguna muda.

Ia menjelaskan bahwa untuk generasi muda, media sosial adalah pintu masuk paling alami untuk mendapatkan informasi, baik untuk layanan pelanggan, pengalaman pengguna, atau menilai kredibilitas. Mereka lebih dulu mencari di media sosial ketika mengalami masalah, ingin belajar hal baru, atau ingin tahu pendapat tokoh-tokoh terpercaya di dunia maya.

“Meski begitu, kepercayaan yang nyata hanya bisa dibangun melalui pengalaman langsung. Ini bagian dari perubahan besar pada perilaku Gen Z: Mereka melakukan verifikasi sendiri lewat penggunaan berulang secara pribadi. Di aset digital, khususnya, loyalitas lahir dari tiap transaksi lancar satu per satu,” tambahnya.

Setengah Generasi Z dan Milenial Melihat Aset Kripto sebagai Masa Depan

Peningkatan kepercayaan ini juga diikuti oleh tindakan nyata. Tahun ini, 40% Gen Z dan 36% Milenial berencana untuk meningkatkan aktivitas trading kripto mereka. Hanya 11% Boomer yang mengatakan hal serupa, sehingga responden muda hampir empat kali lebih optimistis dibanding generasi yang lebih tua.

Perbedaan tingkat kepercayaan ini nampak sangat terkait dengan apa yang dianggap penting oleh masing-masing generasi. Bagi Gen Z, Milenial, dan Gen X, keamanan platform adalah faktor utama yang disebut oleh 59%, 50%, dan 54% secara berurutan.

Sementara itu, Boomer paling mengutamakan regulasi serta perlindungan hukum, dengan 65% yang menjadikannya sebagai perhatian utama.

Di kalangan pengguna muda yang masih skeptis terhadap kripto, Rafique menyebutkan bahwa kompleksitas menjadi alasan utama enggan mencoba.

“Gen Z tumbuh dengan aplikasi fintech yang terasa mudah digunakan. Kripto sering kali masih terkesan seperti menyerahkan seperangkat alat berat dan menyuruh orang lain untuk cari tahu sendiri — navigasi membingungkan, biaya tersembunyi, jargon di mana-mana. Kesalahan yang tidak bisa dibatalkan, padahal bisa membuat rugi uang nyata,” terang Rafique.

Perbedaan antar generasi ini juga terlihat pada harapan jangka panjang terhadap masa depan keuangan. Sebanyak 52% Gen Z dan 50% Milenial percaya bahwa kripto pada akhirnya akan menyaingi atau bahkan melampaui keuangan tradisional sebagai kekuatan utama.

Di sisi Boomer, hanya 28% yang memiliki pandangan serupa. Selain itu, 71% tetap yakin bahwa bank akan terus menjadi tulang punggung sistem keuangan di masa mendatang.

“Generasi muda jelas melihat kripto sebagai jalan untuk membuka peluang yang lebih besar dan sebagai lindung nilai terhadap keterbatasan pada jalur pembangunan kekayaan tradisional,” terang laporan tersebut.

Pandangan soal kegunaan kripto semakin memperjelas perbedaan antar generasi. Hampir setengah Boomer mengatakan kripto tidak menyelesaikan masalah apapun lebih baik dibanding keuangan tradisional. Di Gen Z, hanya 6% yang setuju dengan hal itu. Menurut temuan survei ini, 

“Peserta muda secara konsisten menyoroti keunggulan praktis yang sangat relevan di dunia digital, seperti akses 24/7 yang nyata, transfer lintas batas, dan fleksibilitas yang tak bisa ditiru oleh infrastruktur lama yang kaku. Persepsi keunggulan ini mendorong adopsi sekaligus memberikan rasa berdaya bagi mereka yang tumbuh di era finansial yang serba instan dan selalu terhubung.”

Data ini mengindikasikan bahwa pengguna muda semakin melihat kripto sebagai sesuatu yang aman, inovatif, dan tak terhindarkan. Sebaliknya, generasi yang lebih tua cenderung mengaitkan aset digital dengan risiko serta ketidakpastian.

Bukannya jadi hambatan, perbedaan kepercayaan ini justru menjadi penanda ke mana arah perkembangan kripto selanjutnya. Adopsi dan pertumbuhan didorong oleh generasi yang menaruh kepercayaan terbesar pada teknologi ini.

“Ingat saat Facebook dulu sulit dipahami oleh generasi yang lebih tua? Sekarang, seluruh platform itu diisi oleh para Boomer. Kita akan melihat pola yang serupa pada ekonomi aset digital,” tutur Rafique.

Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menunjukkan adanya pergeseran kepercayaan finansial antar generasi. Generasi muda yang semakin percaya diri melalui pengalaman langsung dan saluran digital semakin besar membentuk arah adopsi aset kripto, sedangkan generasi yang lebih tua tetap berpegang pada model perbankan tradisional.

  •  

Token SKR Seeker Turun setelah Airdrop saat Holder Awal Mulai Jual

Token SKR milik Seeker mengalami debut yang volatil setelah Solana Mobile meluncurkan airdrop mereka. Pada 21 Januari, Solana Mobile membagikan 2 miliar token SKR—senilai sekitar US$26,6 juta saat peluncuran—kepada pengguna ponsel Seeker dan pengembangnya.

Airdrop ini langsung membuat SKR menjadi sorotan para trader, sehingga memicu aksi harga agresif di awal peluncuran. Meski begitu, setelah lonjakan awal mereda, proses penemuan harga menjadi tidak stabil karena tekanan jual mulai muncul dengan cepat setelah gelombang euforia pertama.

Holder Seeker Sudah Mulai Menjual

Sinyal jangka pendek menunjukkan momentum mulai melemah walaupun pembukaan berlangsung kuat. Pada grafik 15 menit, Money Flow Index (MFI) terus menurun sejak SKR mencapai puncaknya di awal peluncuran. Sebagai indikator momentum berbasis volume, saat MFI turun di bawah garis netral 50,0, itu menandakan bahwa seller mulai mengambil kendali.

Penurunan MFI yang berlangsung lama biasanya menandakan permintaan yang mulai melemah, bukan sekadar volatilitas acak. Untuk kasus SKR, ini mengarah pada penerima airdrop awal yang menjual token mereka demi mengamankan profit. Pola ini memang biasa terjadi pada peluncuran token baru, tapi tetap saja menandakan sinyal bearish selama momentum masih negatif.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

SKR MFI
MFI SKR | Sumber: TradingView

Data transaksi on-chain memperkuat hal ini. Sejak peluncuran, ada sekitar 22.130 transaksi beli dibandingkan dengan kurang lebih 25.039 transaksi jual. Ketimpangan tersebut menunjukkan aksi distribusi lebih besar dari akumulasi, sehingga memperkuat bias bearish untuk jangka pendek.

Perbedaan ini menyoroti kewaspadaan trader setelah lonjakan awal. Walau perhatian terhadap SKR masih tinggi, mayoritas aksi yang terjadi justru pengambilan profit, bukan membangun posisi baru. Jika belum ada perubahan menuju arus beli bersih, tekanan turun kemungkinan tetap bertahan.

Seeker Buy/Sell Difference.
Perbedaan Beli/Jual Seeker | Sumber: GeckoTerminal

Harga SKR Menghadapi Risiko Penurunan Lebih Lanjut

Seeker (SKR) masih naik sekitar 37% dari harga saat peluncuran, dan diperdagangkan dekat US$0,01198 pada waktu publikasi. Akan tetapi, setelah sempat menyentuh puncak di US$0,01553, harganya berbalik turun dan mulai masuk fase koreksi sehingga euforia awal perlahan menghilang seiring likuiditas mulai stabil.

Jika tekanan jual terus berlanjut, SKR berisiko kehilangan support di US$0,01098. Jika harga benar-benar menembus level ini, momentum penurunan bisa semakin cepat, dan area US$0,00879 bakal menjadi target selanjutnya. Kalau koreksi terjadi lebih dalam, harga dapat meluncur ke sekitar US$0,00754, yang akan menghapus sebagian besar kenaikan di hari peluncuran.

SKR Price Analysis.
Analisis Harga SKR | Sumber: TradingView

Stabilisasi dalam waktu dekat bergantung pada pertahanan di US$0,01098. Jika zona ini bisa dipertahankan, peluang harga membentuk dasar semakin besar. Sebaliknya, jika SKR mampu menembus kembali level US$0,01417, momentum akan bergeser ke sisi positif dan menunjukkan kepercayaan buyer mulai pulih.

  •  

Treasuri Aset Digital Solana Hentikan Pembelian SOL seiring Kerugian Belum Terealisasi Semakin Besar

Perusahaan yang memilih Solana (SOL) sebagai aset strategis di treasury mereka kini menghadapi kerugian yang semakin besar karena pergerakan harga SOL berubah negatif pada Januari. Di antara mereka, Forward Industries memegang posisi SOL terbesar, yakni lebih dari 1,1% dari total suplai.

Nampaknya, kepercayaan terhadap nilai jangka panjang SOL tetap tidak berubah, meski SOL telah menghapus pemulihan sepanjang tahun berjalan.

Forward Industries Hadapi Lebih dari US$700 Juta Kerugian Mengambang seiring SOL Turun

Data dari Coingecko menunjukkan bahwa Forward Industries saat ini memegang lebih dari 6,91 juta SOL. Perusahaan ini memperoleh kepemilikan tersebut dengan total biaya sebesar US$1,59 miliar, yang setara dengan sekitar 1,12% dari total suplai Solana.

Dengan harga SOL yang saat ini di kisaran US$128, nilai investasi tersebut telah turun menjadi sekitar US$885,59 juta. Hal ini mengakibatkan kerugian belum terealisasi lebih dari US$700 juta, atau penurunan sebesar -46%.

Forward Industries' Solana Holding. Source: Coingecko
Kepemilikan Solana Forward Industries | Sumber: Coingecko

Walau menghadapi tantangan seperti ini, Forward Industries tetap dapat mengambil manfaat dari staking. Sejak memulai strategi treasury Solana pada September 2025, perusahaan ini telah mendapatkan lebih dari 133.450 SOL dari reward staking. Reward ini membantu meningkatkan jumlah SOL per saham. Walau demikian, jumlah tersebut tetap terbilang kecil dibanding kerugian yang kini terjadi.

“Sejak awal, infrastruktur validator dari perusahaan berhasil menghasilkan 6,73% gross annual percentage yield (APY) sebelum biaya, melebihi validator rekanan teratas. Hampir seluruh kepemilikan SOL perusahaan saat ini dalam kondisi staking,” terang Forward Industries dalam laporannya.

Penurunan SOL tidak hanya memengaruhi treasury, tapi juga menyeret harga saham FWDI turun. Sejak mengumumkan pembelian SOL pada September 2025, sahamnya turun lebih dari 80%. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terkait risiko finansial.

Aksi jual ini menurunkan kapitalisasi pasar perusahaan dan ikut melemahkan kemampuan perusahaan untuk menghimpun dana serta kredibilitas di pasar saham.

DAT SOL Lain Juga Alami Kerugian dan Hentikan Akumulasi SOL

Forward Industries bukan satu-satunya. Perusahaan lain yang menggunakan model digital asset treasury (DAT) juga mengalami kerugian besar.

Upexi (UPXI) melaporkan kerugian belum terealisasi lebih dari US$47 juta dari kepemilikan SOL-nya, atau setara dengan kerugian -15,5%. Sharps Technology menghadapi kerugian belum terealisasi lebih dari US$133 juta, atau -34%. Galaxy Digital Holdings juga mencatat kerugian belum terealisasi lebih dari US$52 juta, atau -38%.

Contoh-contoh ini menunjukkan risiko sistemik dari model DAT. Volatilitas harga dapat melemahkan pondasi keuangan korporasi.

Analis mengingatkan kondisi dapat semakin memburuk. Jika SOL turun melewati level US$120, yaitu zona support multi-tahun, harga bisa turun ke kisaran US$70. Pergerakan ini dapat memperparah kerugian belum terealisasi dengan signifikan.

$SOL has to hold this multi year $120 support level OR we are going back to ~$70 pic.twitter.com/eQYJStTvkR

— Greeny (@greenytrades) January 21, 2026

Proyeksi ini nampaknya cukup beralasan. ETF Solana mencatat arus keluar pertama dalam empat minggu terakhir, menandakan kepercayaan investor yang mulai melemah.

Data tambahan menunjukkan perusahaan-perusahaan sudah tidak lagi membeli SOL dalam dua bulan terakhir. Total SOL yang terkumpul oleh DAT pun tertahan di angka 17,7 juta.

Solana Treasury Tracker | Sumber: Sentora

Melambatnya pembelian ini mencerminkan sikap kehati-hatian yang meningkat di tengah rasa takut pelaku pasar yang makin besar.

Meskipun demikian, Forward Industries tetap optimistis. Perusahaan meyakini bahwa tahun 2026 akan menjadi tahunnya Solana. Mereka menyoroti roadmap upgrade paling agresif dalam sejarah jaringan ini, mulai dari konsensus hingga infrastruktur. Targetnya adalah mengubah Solana menjadi “Nasdaq terdesentralisasi.”

"Solana's 2026 roadmap may be the most aggressive upgrade cycle in the network's history, overhauling everything from consensus to infrastructure to become the decentralized Nasdaq." – @Delphi_Digital

2026 is the year of Solana. https://t.co/ksMKdYKrcD

— Forward Ind. | NASDAQ-$FWDI (@FWDind) January 20, 2026

Di saat yang sama, Token Terminal melaporkan rasio staking Solana telah mencapai 70%, atau level tertinggi sepanjang masa. Nilai total staking berada di kisaran US$60 miliar, sehingga keamanan jaringan semakin kuat.

Faktor positif ini mungkin menjadi alasan mengapa pasar belum melihat gelombang aksi jual dari DAT SOL. Pergerakan harga SOL dalam beberapa hari ke depan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana perusahaan-perusahaan ini akan meresponsnya.

  •  
❌