Reading view

Tertarik Berkunjung ke Negara Ini? Anda Bisa Dapat “Paspor Bitcoin”

El Salvador kembali mengejutkan dunia. Kali ini, lewat peluncuran Bitcoin passport, sebuah langkah lanjutan dalam strategi unik negara tersebut. Program ini menggabungkan pariwisata, transaksi sehari-hari, dan konsep aset kripto dalam satu solusi. Yang terpenting, paspor Bitcoin ini dirancang untuk mendorong penggunaan Bitcoin di dunia nyata, bukan sekadar spekulasi.

El Salvador ingin membuktikan bahwa adopsi kripto dapat melampaui investasi semata dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Program Bitcoin Country dan dari Mana Asalnya?

Pekan ini, El Salvador resmi memperkenalkan program “Bitcoin Country” passport, yang memperluas strategi Bitcoin nasional ke sektor pariwisata dan perdagangan. Program ini merupakan kelanjutan dari pengakuan Bitcoin sebagai legal tender pada 2021. Pemerintah ingin Bitcoin hadir dalam transaksi harian, bukan hanya menjadi tajuk berita. Karena itu, fokus utama program ini adalah manfaat praktis bagi para penggunanya.

Melalui inisiatif ini, pemegang paspor berhak mendapatkan diskon hingga 10% di sejumlah merchant tertentu. Diskon tersebut hanya berlaku jika pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin, sehingga secara langsung mendorong adopsi kripto. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menarik wisatawan yang tertarik dengan dunia kripto, sekaligus memperkuat citra El Salvador sebagai Bitcoin hub global.

Otoritas setempat menegaskan bahwa paspor ini bukan dokumen perjalanan resmi. Paspor Bitcoin lebih berfungsi sebagai identitas bermerek atau kartu keanggotaan. Ia melambangkan keanggotaan dalam komunitas “Bitcoin Country” sekaligus memberikan penghematan nyata untuk transaksi sehari-hari.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Passport dalam Praktik?

Bitcoin passport tidak bisa digunakan untuk melintasi perbatasan atau menggantikan dokumen resmi negara. Fungsinya murni sebagai alat untuk mengakses manfaat lokal.

Pemegang paspor akan memperoleh diskon di merchant yang berpartisipasi, dengan syarat pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin dan merchant tersebut menerima aset kripto. Diskon bisa mencapai 10%, sehingga memberikan insentif finansial yang jelas bagi konsumen.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diuntungkan karena terdorong untuk menerima Bitcoin. Dengan demikian, adopsi kripto langsung terhubung dengan kebiasaan belanja sehari-hari.

Hingga kini, daftar lengkap merchant yang berpartisipasi belum dipublikasikan. Namun, informasi awal menunjukkan bahwa program ini akan banyak melibatkan hotel, restoran, dan layanan pariwisata, sektor yang secara alami berkaitan dengan arus wisatawan asing dan sebelumnya sudah diuntungkan oleh kedatangan “turis Bitcoin”.

Dalam praktiknya, paspor ini bekerja layaknya kartu keanggotaan. Pemegang cukup menunjukkannya kepada penjual untuk mendapatkan diskon. Seluruh proses dirancang agar sederhana dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna Bitcoin pemula sekalipun.

Bitcoin Passport sebagai Identitas dan Gaya Hidup

Sejak 2021, El Salvador terus bereksperimen dalam mengintegrasikan Bitcoin ke kehidupan sehari-hari. Awalnya, fokus berada pada dompet digital dan remitansi. Namun, program terbaru ini menandai perubahan pendekatan.

Kini, pemerintah menekankan aspek gaya hidup dan identitas nasional. Bitcoin passport menggabungkan branding negara dengan manfaat ekonomi yang nyata. Menurut otoritas, ini adalah solusi yang bersifat simbolis sekaligus sangat praktis.

Baik warga lokal maupun wisatawan mendapat pesan yang jelas: Bitcoin adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Aset kripto tidak lagi dipandang sebagai teknologi abstrak.

Program ini juga memperkuat strategi pemasaran El Salvador sebagai destinasi ramah kripto. Selama beberapa tahun terakhir, negara ini kerap menarik perhatian global lewat konferensi dan acara Bitcoin. Kehadiran paspor Bitcoin memperluas narasi tersebut dengan menawarkan insentif finansial konkret.

Bagi banyak orang, rasa memiliki itu penting. Bitcoin passport memberikan cara untuk menunjukkan dukungan terhadap keuangan digital tanpa membutuhkan pengetahuan teknis yang rumit. Ini menjadi langkah sederhana menuju adopsi massal.

NEW: El Salvador is now giving Bitcoin passports to tourists visiting the country 🇸🇻 pic.twitter.com/cUA6IBzrGu

— Bitcoin Magazine (@BitcoinMagazine) January 13, 2026

Apa Arti Program Ini bagi Turis dan Warga Lokal?

Bagi wisatawan asing, program ini menawarkan sistem diskon yang terstruktur. Aturannya jelas dan manfaatnya konkret. Pada saat yang sama, turis bisa merasakan langsung eksperimen kebijakan kripto El Salvador.

Kombinasi antara pariwisata dan keuangan digital inilah yang membedakan El Salvador dari negara lain.

Bagi penduduk lokal, paspor ini memperkuat peran Bitcoin di luar sekadar instrumen investasi. Aset kripto menjadi alat pembayaran sehari-hari. Program ini menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berfungsi di ekonomi nyata, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan terhadap sistem secara keseluruhan.

Pertanyaan besarnya adalah apakah solusi ini benar-benar akan meningkatkan adopsi. Jawabannya bergantung pada skala partisipasi merchant dan pengguna. Jika daftar vendor terus bertambah, program ini akan semakin relevan dan paspor Bitcoin bisa benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan lain adalah apakah negara lain akan mengikuti langkah El Salvador. Untuk saat ini, ini masih menjadi eksperimen unik yang diawasi secara global. Jika berhasil, bukan tidak mungkin program serupa akan ditiru di negara lain.

Manfaat Utama Program Bitcoin Country Passport

  • Diskon hingga 10% untuk pembayaran menggunakan Bitcoin
  • Promosi pariwisata berbasis kripto
  • Penguatan adopsi Bitcoin dalam perdagangan
  • Pembangunan identitas nasional berbasis inovasi

Bitcoin passport menyatukan pariwisata, perdagangan, dan keuangan digital dalam satu sistem yang kohesif. El Salvador menunjukkan bahwa aset kripto dapat terintegrasi ke dalam pengalaman sehari-hari. Program ini memang tidak menyelesaikan seluruh tantangan adopsi, namun jelas menandai arah baru.

Ini adalah satu langkah berani lagi dalam eksperimen Bitcoin global.

Bagaimana pendapat Anda tentang inovasi El Salvador soal paspor Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Coinbase Cabut Dukungan untuk CLARITY Act usai Revisi Versi Senat

CEO Coinbase Brian Armstrong mengungkapkan pada Selasa malam bahwa perusahaannya tidak bisa lagi mendukung versi CLARITY Act yang disusun Senat AS setelah para legislator memperkenalkan perubahan besar pada struktur RUU pasar kripto (CLARITY Act) tersebut.

Ia menyampaikan bahwa draf Komite Perbankan Senat “merusak bagian-bagian penting dari struktur pasar” dan menciptakan risiko untuk saham yang ditokenisasi, DeFi, stablecoin, serta pasar kripto terbuka secara umum.

CLARITY Act Baru Saja Berubah

Coinbase menarik dukungannya hanya beberapa jam sebelum Senat dijadwalkan untuk membawa RUU tersebut ke tahap markup komite.

After reviewing the Senate Banking draft text over the last 48hrs, Coinbase unfortunately can’t support the bill as written.

There are too many issues, including:

– A defacto ban on tokenized equities
– DeFi prohibitions, giving the government unlimited access to your financial…

— Brian Armstrong (@brian_armstrong) January 14, 2026

Pada saat yang sama, terdapat laporan yang belum dikonfirmasi beredar di lingkungan Capitol Hill bahwa markup yang dijadwalkan untuk esok hari bisa saja dibatalkan setelah langkah Coinbase tersebut.

Laporan ini masih berupa rumor, namun menunjukkan risiko politik yang semakin besar seputar RUU ini.

Armstrong memaparkan ada empat kekhawatiran utama dalam pernyataannya. Pelarangan de facto terhadap saham tokenisasi berarti instrumen keuangan dan saham berbasis blockchain tidak bisa diperdagangkan secara bebas di infrastruktur aset kripto.

CEO Coinbase menilai bahwa RUU ini memperluas akses pemerintah terhadap data transaksi DeFi dengan mendorong protokol terdesentralisasi masuk ke dalam rezim Bank Secrecy Act dan anti pencucian uang.

Penting untuk dipahami bahwa perubahan terbaru memperluas kendali SEC atas pasar aset kripto. Ini berpotensi membawa masalah era Gensler kembali ke industri ini.

🚨NEW: It probably speaks to the size and influence of @coinbase on Capitol Hill that I'm hearing rumblings the markup could be pulled tomorrow after CEO @brian_armstrong announced he was withdrawing the company's support for the bill an hour ago. TO BE CLEAR: I have not…

— Eleanor Terrett (@EleanorTerrett) January 14, 2026

Terakhir, ia menyebutkan bahwa draf ini memiliki ketentuan stablecoin dan perbankan yang mengizinkan bank untuk membatasi persaingan dan mengurangi insentif murni dari dunia kripto.

Apa yang Diubah dalam Versi Senat?

Komite Perbankan Senat tidak melakukan voting pada CLARITY Act yang sudah disetujui DPR. Sebaliknya, mereka menggunakan penulisan ulang secara penuh yang dikenal sebagai “amendment in the nature of a substitute”.

Draf tersebut membuat beberapa perubahan besar dalam cara pengaturan pasar aset kripto di AS.

Berikut perbandingan sederhana mengenai apa saja yang berubah.

CLARITY Act Asli vs Penulisan Ulang oleh Senat

Coinbase merupakan crypto exchange teregulasi terbesar di Amerika Serikat dan menjadi salah satu suara paling aktif di dunia kebijakan industri ini di Washington.

Penarikan dukungan secara terbuka ini memberi sinyal pada para legislator bahwa RUU tersebut mungkin sudah tidak mendapat dukungan dari industri di momen krusial.

Hal ini penting karena Komite Perbankan Senat dan Komite Pertanian Senat memerlukan dukungan bipartisan untuk meloloskan RUU tersebut ke tahap berikutnya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk CLARITY Act?

Senat sebelumnya diperkirakan akan memulai markup komite pekan ini, yaitu saat para pembuat undang-undang secara resmi membahas dan melakukan voting atas amandemen.

Akan tetapi, setelah pernyataan Coinbase tersebut, beberapa pihak yang dekat dengan kebijakan kini menyebut pimpinan mungkin akan menunda atau membatalkan markup guna menghindari kegagalan dukungan secara terbuka.

Untuk saat ini, RUU masih belum pasti. Namun, persaingan seputar siapa yang mengendalikan aset kripto, stablecoin, dan DeFi di Amerika Serikat jelas sudah memasuki tahap yang paling rapuh sejauh ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang Coinbase yang menarik dukungan untuk CLARITY Act ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Haruskah Pengguna Exchange Terpusat Khawatir dengan Kemajuan Deepfake?

Pemakaian alat berbasis AI yang makin marak untuk membuat konten deepfake telah memunculkan kembali kekhawatiran soal keamanan publik.

Ketika teknologi ini semakin canggih dan mudah diakses banyak orang, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keandalan sistem verifikasi identitas visual yang dipakai oleh exchange terpusat.

Pemerintah Bergerak untuk Membatasi Deepfake

Video-video yang menipu kini tersebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, sehingga menambah kekhawatiran tentang gelombang baru disinformasi serta konten palsu. Penyalahgunaan teknologi ini yang makin meluas semakin merusak keamanan publik dan integritas pribadi.

Tingkat permasalahan ini kian meningkat, karena pemerintah di seluruh dunia mulai membuat undang-undang untuk melarang penggunaan deepfake.

Pada pekan ini, Malaysia dan Indonesia menjadi negara pertama yang membatasi akses ke Grok, chatbot kecerdasan buatan buatan xAI milik Elon Musk. Pihak berwenang mengatakan keputusan ini diambil karena kekhawatiran atas penyalahgunaan Grok untuk membuat gambar eksplisit seksual tanpa persetujuan.

xAI’s decision to create and host a breeding ground for predators to spread nonconsensual sexually explicit AI deepfakes, including images that digitally undress children, is vile.

I am calling on the Attorney General to immediately investigate the company and hold xAI…

— Governor Gavin Newsom (@CAgovernor) January 14, 2026

Jaksa Agung California, Rob Bonta, juga mengambil langkah serupa. Pada hari Rabu, ia menegaskan bahwa kantornya sedang menyelidiki sejumlah laporan terkait gambar seksual tanpa persetujuan yang menampilkan orang sungguhan.

“Materi ini, yang menggambarkan perempuan dan anak di situasi telanjang dan eksplisit secara seksual, telah digunakan untuk melecehkan orang di internet. Saya mendesak xAI untuk segera bertindak agar penyebaran ini berhenti,” ujar Bonta dalam sebuah pernyataan.

Berbeda dengan deepfake generasi awal, alat-alat terbaru kini dapat merespons permintaan secara dinamis bahkan meniru gerakan wajah dan sinkronisasi ucapan secara alami dengan sangat meyakinkan.

Akibatnya, pemeriksaan dasar seperti mengedipkan mata, tersenyum, atau menggerakkan kepala bisa jadi tidak lagi cukup untuk memastikan identitas pengguna.

Kemajuan ini berdampak langsung bagi exchange terpusat yang mengandalkan verifikasi visual dalam proses onboarding pengguna.

Centralized Exchange di Bawah Tekanan

Dampak finansial dari penipuan berbasis deepfake kini bukan lagi sekadar teori.

Pengamat industri dan peneliti teknologi telah memperingatkan bahwa gambar maupun video hasil AI semakin sering digunakan, seperti dalam klaim asuransi dan kasus hukum.

The end of KYC video verification pic.twitter.com/bLSne3JS9f

— 0xMarioNawfal (@RoundtableSpace) January 14, 2026

Platform aset kripto yang beroperasi secara global dan kerap memakai proses onboarding otomatis bisa menjadi sasaran empuk jika langkah pengamanan tidak berkembang sejalan dengan teknologinya.

Ketika konten hasil AI semakin mudah dibuat, kepercayaan yang hanya mengandalkan verifikasi visual mungkin tidak lagi memadai.

Tantangan bagi platform kripto adalah bergerak cepat sebelum teknologi ini melampaui sistem perlindungan yang dibuat untuk melindungi pengguna dan infrastruktur mereka.

  •  
❌