Reading view

Hyperliquid Rebut Mahkota Perp DEX setelah Volume dan Harga Token Lighter Turun

Pasar decentralized exchange perpetual sedang mengalami perombakan lagi. Hyperliquid berhasil kembali merebut posisi teratas, sedangkan volume perdagangan perpetual mingguan Lighter turun hampir tiga kali lipat dari puncaknya.

Bersamaan dengan itu, token LIT milik Lighter turun ke level terendah sepanjang masa pada hari Senin, tertekan oleh pelemahan pasar secara umum dan banyak holder airdrop yang keluar.

Hyperliquid Rebut Dominasi Perpetual Decentralized Exchange

Hyperliquid berhasil kembali memimpin di antara DEX perpetual. Data CryptoRank menunjukkan Hyperliquid membukukan volume perdagangan sekitar US$40,7 miliar minggu lalu. Aster menempati posisi kedua dengan US$31,7 miliar, sedangkan Lighter turun ke peringkat ketiga dengan US$25,3 miliar.

“Seiring airdrop Lighter dibagikan, volume di platform itu mulai turun – volume mingguan turun hampir 3x dari puncaknya,” terang CryptoRank.

Perubahan ini juga terlihat pada open interest 24 jam. Open interest adalah metrik di pasar derivatif yang menunjukkan jumlah total kontrak derivatif terbuka (seperti futures atau opsi) yang belum diselesaikan, ditutup, atau kedaluwarsa.

Hyperliquid memimpin dengan open interest sekitar US$9,57 miliar, melampaui total open interest gabungan semua platform DEX utama lainnya. Platform lain seperti Aster, Lighter, Variational, edgeX, dan Paradex, secara total memegang US$7,34 miliar. Lighter sendiri hanya di angka US$1,42 miliar dan Aster di US$2,73 miliar.

Top Perp DEX's Weekly Trading Volumes
Volume Perdagangan Mingguan DEX Perpetual Teratas | Sumber: X/CryptoRank

Postingan tersebut menambahkan bahwa Variational kini juga menjadi pesaing yang cukup menonjol, dengan volume harian mencapai US$1 miliar dan masuk ke dalam lima besar DEX perpetual.

Token Lighter (LIT) Turun ke Level Terendah Sepanjang Masa

Perlambatan pasca-airdrop turut berdampak bukan hanya pada volume, tapi juga harga token LIT. Sejak diluncurkan, altcoin ini mengalami volatilitas tinggi. Seorang analis mengungkapkan bahwa sekitar 40% airdrop telah dijual hanya dalam minggu pertama.

“Holder airdrop pada pergi. Dalam waktu yang sangat singkat, persentase token yang dipegang penerima awal turun dari 51% jadi 36% (dan saya yakin saat kamu membaca ini, angkanya bahkan lebih rendah lagi)…FUD datang dan pergi, bahkan Hyperliquid juga pernah menghadapi situasi serupa selama berbulan-bulan. Selalu perhatikan metrik internal; kondisinya tidak seburuk itu,” tambah posting itu.

Data BeInCrypto Markets memperlihatkan bahwa token ini sudah kehilangan 37% nilainya dalam sebulan terakhir. Hari ini, LIT anjlok ke US$1,68 di OKX dan mencetak rekor terendah baru.

Pada waktu publikasi, altcoin tersebut diperdagangkan di harga US$1,71, turun lebih dari 14% hanya dalam satu hari terakhir.

Lighter (LIT) Price Performance
Performa Harga Lighter (LIT) | Sumber: BeInCrypto Markets

Kesulitan terbaru Lighter muncul di tengah tren penurunan pasar yang lebih luas. Kapitalisasi pasar total turun 2,6% selama 24 jam terakhir. Selain itu, token perp DEX lainnya yaitu Aster, native token dari Aster, juga anjlok lebih dari 12% ke rekor terendah, padahal telah meluncurkan Program Buyback Tahap 5.

  •  

Exchange-Traded Fund (ETF) Solana Catat Outflow Pertama dalam 4 Minggu saat Harga Turun ke US$130

Aksi harga Solana baru-baru ini memperlihatkan upaya pemulihan yang gagal dan mengonfirmasi penurunan yang sebelumnya telah diproyeksikan. Setelah kesulitan mempertahankan momentum kenaikan, SOL justru berbalik melemah karena tekanan jual semakin meningkat.

Kepercayaan investor menurun setelah kerugian terakhir, yang juga berdampak pada exchange-traded fund dan mengakhiri rekor arus masuk selama empat minggu berturut-turut ke ETF berfokus Solana.

Solana Kehilangan Kepercayaan Investor

ETF spot Solana mencatat arus keluar bersih pertama dalam satu bulan, menandakan adanya perubahan sentimen institusi secara jelas. Arus keluar sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2025, sehingga data terbaru menjadi sangat penting. Perubahan ini menunjukkan bahwa investor yang fokus pada kondisi makro sedang mengevaluasi kembali eksposur mereka seiring SOL yang tidak mampu mempertahankan reli yang dicoba sebelumnya.

Ketiadaan kelanjutan kenaikan harga mengurangi keyakinan dari pelaku pasar besar. Arus ETF umumnya menggambarkan posisi jangka panjang daripada spekulasi jangka pendek. Ketika Solana kesulitan bertahan di level teknikal utama, modal pun berpindah dari produk-produk terkait SOL. Arus keluar ini menambah tekanan jual dan memperlemah kestabilan harga jangka pendek.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.

Solana ETF Flows.
Arus ETF Solana | Sumber: SoSoValue

Metri on-chain juga menunjukkan pandangan yang berhati-hati. Data Net Realized Profit/Loss memperlihatkan investor membukukan kerugian bersih selama empat hari berturut-turut. Pola ini menandakan tekanan yang kian meningkat di antara holder karena penurunan harga menghapus keuntungan yang baru diperoleh. Kerugian beruntun seperti ini sering kali diikuti peningkatan distribusi, terutama saat kondisi pasar tidak pasti.

Kerugian yang direalisasikan mendominasi Solana sepanjang Desember 2025, menggambarkan tekanan penurunan yang berlangsung lama. Januari sempat membawa angin segar dengan profitabilitas yang membaik. namun aksi jual panik selama empat hari terakhir lagi-lagi meniadakan kenaikan itu. Holder yang merugi sepertinya semakin siap untuk keluar dari posisi mereka sehingga pasokan meningkat dan mendorong SOL makin dalam ke fase koreksi.

Solana Net Realized Profit/Loss.
Arus Bersih Profit/Loss Realisasi Solana | Sumber: Glassnode

Rincian Harga SOL

Pada waktu publikasi, Solana diperdagangkan di kisaran US$133 setelah mengalami breakdown dari pola wedge menanjak. Secara teknikal, struktur ini memproyeksikan penurunan hampir 10% hingga ke US$128. SOL mendekati level ini dalam perdagangan terakhir, mengonfirmasi dampak bearish pada pola tersebut dan memvalidasi risiko penurunan lebih lanjut.

Setelah mencetak level terendah intraday di US$130, Solana nampak rentan untuk melemah lebih dalam. Pergerakan menuju US$128 diperkirakan masih sangat mungkin beberapa hari ke depan. Arus keluar ETF, kerugian yang ter-realisasi, dan kepercayaan investor yang memudar semuanya mengisyaratkan tekanan lanjutan pada harga SOL.

Solana Price Analysis.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Pandangan bearish ini bisa berubah jika arus keluar ETF mulai stabil. Jika tekanan jual dari institusi mulai mereda, Solana berpeluang merebut kembali US$136 sebagai support. Bertahan di level itu akan membatalkan skenario bearish saat ini. Pemulihan yang berhasil bisa membuka peluang menuju US$146, menandakan keyakinan baru dan momentum jangka pendek yang membaik.

  •  

Prediction Markets Catat Volume Perdagangan Tertinggi saat Kekhawatiran Fragmentasi Meningkat

Prediksi pasar mencatat volume trading mingguan tertinggi minggu lalu karena para trader makin banyak bertaruh pada peristiwa politik besar, hasil terkait kripto, dan pasar olahraga.

Peningkatan aktivitas ini mencerminkan minat yang makin tinggi terhadap trading berbasis peristiwa di berbagai sektor. Tapi, pertumbuhan cepat ini juga menimbulkan kekhawatiran baru soal fragmentasi pasar dan insider trading.

Prediction Markets Pecahkan Rekor Volume sementara Trader Raup Keuntungan dan Kerugian

Berdasarkan data Dune, prediksi pasar mencatat rekor volume trading mingguan sebesar US$3,7 miliar minggu lalu, mencetak rekor sepanjang masa. Volume notional mingguan juga melonjak ke rekor baru, yaitu US$5,57 miliar.

Peningkatan ini memanjangkan tren yang mulai terjadi sejak 2025, ketika aktivitas prediksi pasar mulai melampaui volume trading meme coin dan non-fungible token (NFT).

Prediction Market Weekly Notional Volume
Volume Notional Mingguan Prediksi Pasar | Sumber: Dune

Keterlibatan pengguna juga meningkat. Pengguna aktif mingguan memuncak di 335.583 pada minggu pertama Januari, dan jumlah transaksi juga mengikuti tren naik serupa.

Data menunjukkan bahwa aktivitas masih sangat terpusat, dengan tiga kategori mencakup mayoritas volume notional mingguan. Di Polymarket, trading terutama didominasi oleh peristiwa politik, olahraga, dan pasar yang berhubungan dengan kripto. Pola yang sama juga terlihat di Kalshi.

Konsentrasi ini juga tercermin di tingkat trader individu. Lookonchain melaporkan bahwa seorang trader Polymarket “beachboy4” melakukan perubahan besar, dari rugi lebih dari US$6,8 juta menjadi untung sekitar US$395.000 setelah bertaruh pada hasil olahraga.

Hanya dalam dua hari terakhir, trader tersebut kabarnya berhasil meraup keuntungan lebih dari US$10,5 juta dari lima prediksi yang sukses, dan sepenuhnya menutup kerugian sebelumnya.

“Meski demikian, nilai taruhan dia sekarang melonjak — dari beberapa ratus ribu per taruhan menjadi lebih dari US$3 juta dalam satu taruhan,” tambah posting tersebut.

Tapi tidak semua trader mengalami hasil serupa. Di Polymarket, 2 pengguna kehilangan hampir US$10 juta hanya dalam waktu kurang dari sebulan, yang menunjukkan risiko besar pada pasar berbasis peristiwa.

“2 trader Polymarket taruhan besar-besaran pada pasar olahraga di 48¢–57¢, dan kehilangan hampir US$10 juta dalam kurang dari sebulan. 0x4924: 346 prediksi, 46,24% tingkat kemenangan, -US$5,96 juta dalam 24 hari. bossoskil1: 65 prediksi, 41,54% tingkat kemenangan, -US$4,04 juta dalam 11 hari. Pada peluang ~50¢, itu sama seperti melempar koin. Bertaruh besar cuma berarti rugi lebih cepat,” noted Lookonchain lookonchain.

Tidak hanya pengguna ritel, pelaku industri besar juga mulai memanfaatkan tren ini. Coinbase disebut-sebut sedang bersiap untuk meluncurkan prediksi pasar milik mereka. Selain itu, afiliasi Gemini sudah mendapat izin regulator agar bisa menawarkan prediksi pasar kepada pelanggan di AS.

Trump Media & Technology Group juga menandakan akan memasuki sektor ini. Pada bulan Desember, Fanatics, platform olahraga, mengumumkan peluncuran platform prediksi pasar berbasis penggemar melalui kemitraan strategis dengan Crypto.com.

Kekhawatiran yang Semakin Besar Mengelilingi Prediction Market

Tapi, sejumlah ahli menyampaikan kekhawatiran tentang lonjakan pasar ini, menyebutnya sebagai “endgame” untuk sektor tersebut.

the endgame for prediction markets:

– anyone can create a market
– creators earn fees from the volume they generate

fully personalized and permissionless

— nairolf (@0xNairolf) January 17, 2026

Ada juga yang berpendapat bahwa jumlah pasar bukan isu utamanya. Sebaliknya, likuiditas masih jadi tantangan terbesar untuk prediksi pasar.

“Semua ini cuma mendorong makin banyak pasar tanpa likuiditas, orang-orang hanya mengejar biaya kreator beberapa sen,” papar Alex Finn Alex Finn.

Selain masalah fragmentasi, insider trading kini muncul sebagai kekhawatiran besar lainnya di prediksi pasar. Sejumlah kejadian terbaru memunculkan pertanyaan apakah informasi non-publik telah mempengaruhi hasil di pasar.

Dalam satu kasus, tiga wallet bersama-sama membukukan profit lebih dari US$630.000 di Polymarket setelah bertaruh soal pencopotan Nicolás Maduro sebelum penangkapannya diumumkan. Di lain tempat, seorang trader dilaporkan meraup hampir US$1 juta dari taruhan terkait hasil “Year in Search” Google 2025.

Pola serupa juga terlihat pada acara hiburan. Di Polymarket, pengguna memasang 27 taruhan pada hasil Penghargaan Golden Globe, dengan 26 di antaranya menghasilkan keuntungan. Hasil yang sangat akurat ini semakin menimbulkan kekhawatiran bahwa pengetahuan orang dalam mungkin mempengaruhi aktivitas di platform prediksi.

  •  

Analis Sebut Kedatangan Alien Bisa Picu Volatilitas Ekstrem, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Perbincangan mengenai kemungkinan alien memengaruhi Bitcoin (BTC) kini melampaui fiksi ilmiah dan merambah diskursus finansial arus utama. Seorang mantan analis di Bank of England melontarkan peringatan tak lazim: pengumuman resmi tentang keberadaan kehidupan ekstraterestrial di luar bumi dapat memicu guncangan ekonomi global yang sukar diredam. Dalam lanskap yang serba retak ini, Bitcoin mulai diposisikan sebagai jangkar alternatif atau aset safe haven ketika kepercayaan pada institusi tradisional tergerus.

Walau terdengar ganjil, isu tersebut memperoleh traksi di media dan pasar prediksi. Bayangan “pengungkapan besar” memunculkan pertanyaan mendasar tentang stabilitas finansial, reaksi psikologis kolektif, serta relevansi aset digital dalam krisis yang belum memiliki preseden historis.

Pengungkapan Ekstraterestrial dan Bayang-bayang Instabilitas Finansial

Pengungkapan ekstraterestrial merujuk pada konfirmasi resmi, disertai bukti yang tak terbantahkan, atas eksistensi alien cerdas. Helen McCaw, mantan analis keamanan finansial di Bank of England, menilai pengumuman semacam itu dapat memicu ontological shock: guncangan eksistensial yang menembus ranah psikologis hingga ekonomi.

McCaw dikabarkan menyurati Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, dengan peringatan bahwa pasar global tidak disiapkan untuk menilai aset dalam skenario yang merobohkan kerangka valuasi konvensional.

Ia menegaskan bahwa volatilitas ekstrem bisa muncul dari dua kutub emosi yang sama-sama berbahaya: kepanikan dan euforia, disertai runtuhnya keyakinan pada metode penilaian yang selama ini dianggap mapan.

“Pengungkapan UAP sangat mungkin memicu ontological shock dan respons psikologis dengan konsekuensi material… Volatilitas harga ekstrem dapat terjadi di pasar finansial akibat katastrofik atau euforia, serta runtuhnya kepercayaan ketika pelaku pasar tidak lagi yakin bagaimana menilai aset dengan metode yang biasa,” terang McCaw.

Sinyal pasar prediksi menunjukkan isu ini tidak lagi ditempatkan di ranah mustahil. Di Polymarket, probabilitas pengungkapan sebelum 2027 berada di kisaran 11%, meski volume transaksi masih tipis.

Percakapan ini diperkuat oleh makin banyaknya pejabat Amerika Serikat, mulai dari senator hingga eks petinggi intelijen, yang secara terbuka menyinggung fenomena UAP.

Akankah Amerika Serikat mengonfirmasi keberadaan ekstraterestrial sebelum 2027? | Sumber: Polymarket

Dokumenter terbaru serta pernyataan figur politik ikut memelihara persepsi bahwa pengumuman resmi dapat muncul dalam horizon menengah.

Bagi McCaw, pertanyaan krusial bukan soal jika, melainkan bagaimana sistem keuangan bereaksi ketika kabar itu datang secara mendadak. Namun, tak semua kalangan menanggapinya dengan serius, sebagian justru menyambutnya dengan satir tajam.

“Kami menggelar rapat darurat antara CEO Bitcoin dan perwakilan ekstraterestrial. Kesimpulannya, jaringan BTC akan tetap memproduksi blok pada hari pengumuman. Bahkan, duta alien mengusulkan menjalankan node dan proyek mining BTC di sisi jauh bulan,” canda analis kripto dan Bitcoin maximalist David Battaglia.

Que no cunda el pánico 😱

Último momento: Se ha aconsejado al Banco de Inglaterra que se prepare para una importante crisis financiera que podría desencadenarse por un anuncio oficial que confirme la existencia de extraterrestres. 🤡

Hemos tenido una reunión de emergencia el… pic.twitter.com/kd0nzr0bQq

— David Battaglia (@DBATTAGLIAYtube) January 18, 2026

Bitcoin di Tengah Erosi Kepercayaan Institusional

Dalam skenario pengungkapan luas, McCaw memproyeksikan terjadinya arus pelarian menuju aset alternatif. Di antara kandidatnya, Bitcoin mencuat lantaran tidak bernaung di bawah negara ataupun bank sentral. Ketika legitimasi struktur kenegaraan dipertanyakan, aset terdesentralisasi berpotensi menjadi magnet bagi publik yang mencari kepastian di tengah kekacauan.

Ia menilai Bitcoin bisa memainkan peran safe haven digital, sepadan dengan fungsi emas di masa krisis, meski dampak awalnya nyaris pasti kacau dan sulit dipetakan. Volatilitas tinggi diperkirakan mendahului fase stabilisasi, jika itu pun tercapai.

Let’s say Aliens do come to earth.

You think they want USD or Bitcoin to zap ⚡️ back home with? https://t.co/SYPglTFWVh

— CrisCy₿org.Com (@criscyborg) January 18, 2026

Emas sendiri menyimpan paradoks. Rekam jejaknya sebagai penyimpan nilai bisa menarik arus masuk, tetapi bayang-bayang depresiasi jangka panjang juga mengintai jika teknologi luar angkasa memungkinkan ekstraksi logam secara masif.

Berbeda dengan emas, Bitcoin memegang kebijakan moneter yang rigid. Algoritma difficulty adjustment memastikan pasokan tidak melonjak secara tiba-tiba, sekalipun minat atau kapasitas mining meningkat drastis. Kekakuan inilah yang mempertebal narasi Bitcoin sebagai aset yang dapat diprediksi dalam lanskap ketidakpastian ekstrem.

“Kapten, saya sudah tak bisa membedakan kapan Anda serius dan kapan bercanda. Begitulah dunia sekarang, batas antara akal sehat dan absurditas makin kabur. Saya bisa saja menjual BTC dan beralih ke obligasi negara kapan pun,” tulis fedemdq menanggapi komentar Battaglia.

Risiko tentu belum sirna. Serangan sosial, pergeseran konsensus, hingga ancaman komputasi kuantum tetap menjadi variabel laten. Namun demikian, para pengembang telah mulai menyiapkan mitigasi dan jalur peningkatan untuk mengantisipasi ancaman di masa depan.

Kesimpulan

Kemungkinan pengungkapan kehidupan ekstraterestrial telah melahirkan perdebatan yang nyaris tak nyata di dunia finansial. Walau probabilitasnya kecil, skenario ini menelanjangi pertanyaan fundamental: bagaimana pasar bereaksi ketika seluruh asumsi dasar runtuh sekaligus.

Dalam konteks ekstrem tersebut, Bitcoin tampil sebagai opsi perlindungan dari erosi kepercayaan institusional. Di luar soal alien, diskursus ini menegaskan satu hal: aset digital kini dipertimbangkan serius sebagai alternatif ketika dunia memasuki wilayah ketidakpastian yang nyaris tak terbayangkan.

Bagaimana pendapat Anda tentang kedatangan alien yang berpotensi berimbas ke pasar kripto dan Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Alien Sudah Dikonfirmasi? Mantan Orang Dalam Bank of England Kaitkan Bitcoin dengan Teori Kosmik

Pertama, pasar membahas tentang komputasi kuantum, lalu salah satu strategi top Wall Street berhenti percaya pada Bitcoin. Sekarang, muncul argumen baru bahwa bahkan makhluk luar angkasa bisa memicu kekacauan di pasar keuangan, dan Bitcoin bisa saja ikut terjebak di tengahnya.

Helen McCaw, mantan analis senior di Bank of England (BoE), memperingatkan bahwa konfirmasi resmi tentang kehidupan luar angkasa dapat memicu kekacauan keuangan yang belum pernah terjadi di pasar modern.

Mantan Analis Bank of England Peringatkan Kekacauan Finansial jika Alien Dikonfirmasi

Menurut pandangannya, Bitcoin (BTC) bisa muncul sebagai tempat perlindungan terakhir, bahkan ketika institusi tradisional runtuh. McCaw, yang pernah bekerja di bidang stabilitas keuangan dan risiko di BoE hingga tahun 2012, menulis langsung ke Gubernur Andrew Bailey. Ia mendesak bank sentral untuk melakukan uji ketahanan pada skenario yang dianggap mustahil: kecerdasan di balik Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) yang benar-benar terverifikasi.

Ia memprediksi akan terjadi “ontological shock”—yaitu goncangan psikologis yang dapat meruntuhkan kepercayaan kolektif terhadap realitas itu sendiri.

Menurut The Times, hal semacam itu bisa memicu volatilitas pasar ekstrem, rush ke bank, kegagalan sistem pembayaran, bahkan kerusuhan sipil, bahkan dalam hitungan jam.

Kekhawatiran tersebut berpangkal pada upaya deklasifikasi yang sedang berlangsung di AS, termasuk pengarahan dari Pentagon dan UAP Transparency Act.

Menariknya, beberapa pejabat senior Amerika, termasuk Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, Senator New York Kirsten Gillibrand, dan James Clapper, mantan direktur intelijen nasional, baru-baru ini menunjukkan keyakinan mereka pada kemungkinan adanya kehidupan non-manusia yang cerdas.

Have you watched or heard of the “documentary” called The age of disclosure? Lots of US officials give evidence, even Marco Rubio. It was released last year.

— Sara 🌻 🇬🇧🏴󠁧󠁢󠁳󠁣󠁴󠁿 (@amun_sarah) January 16, 2026

Bitcoin Siap Jadi Lindung Nilai di Tengah Ketidakpastian Besar

McCaw memperkirakan akan ada perburuan ke aset aman. Emas tradisional mungkin tidak lagi menarik jika teknologi alien menunjukkan masa depan penuh logam mulia hasil tambang luar angkasa.

Bitcoin, sebaliknya, bersifat terdesentralisasi dan bebas dari kontrol pemerintah, sehingga bisa jadi menarik bagi investor yang mulai mempertanyakan legitimasi mata uang fiat.

Prediction market sudah mulai menyoroti isu ini, di mana platform seperti Polymarket memberi peluang sekitar 14% akan adanya pengungkapan resmi sebelum tahun 2027.

Meski kemungkinannya tetap rendah di angka 14%, McCaw berpendapat pasar belum siap terhadap efek berantai dari peristiwa radikal seperti ini.

Will the United States confirm the existence of extraterrestrials before 2027
Apakah Amerika Serikat akan mengonfirmasi keberadaan makhluk luar angkasa sebelum tahun 2027? | Sumber: Polymarket

Komunitas kripto pun ramai membahas isu ini, dengan para pengguna X yang memperbesar peringatan McCaw sebagai alasan unik yang bullish untuk BTC.

❤️💛💚💙

🧃 Juicy News

⚪ BTC $95K
⚪ ETH $3300
🟢ETH-BTC = 0.035

🇬🇧 Bank Of England releases article saying to Prepare for Alien Disclosure from the US Government.
🇬🇧 They mention that Stocks could go Down or Up, and talk about Precious Metals & Bitcoin potentially having big… pic.twitter.com/zKh5KbdeZE

— yourfriendSOMMI ❤️💛💚💙 (@yourfriendSOMMI) January 18, 2026

Mempersiapkan Diri untuk Hal yang Tak Terpikirkan dan Peran yang Bisa Dimainkan oleh Bitcoin

Bank of England sendiri belum pernah mengeluarkan peringatan tentang alien—pendapat McCaw sepenuhnya bersifat pribadi. Tapi media telah membesar-besarkan pesan ini menjadi “Bank of England Bersiap Hadapi Kiamat Alien.”

Meski demikian, logika dasarnya tetap terasa masuk akal. Sistem keuangan sangat rentan terhadap guncangan kepercayaan, dan struktur desentralisasi Bitcoin bisa saja diuntungkan ketika kepercayaan terhadap aset yang didukung pemerintah menghilang.

White paper McCaw untuk Sol Foundation tahun 2024 menekankan bahwa pemerintah harus mengatasi “cognitive dissonance” terhadap UAP dan berkoordinasi secara global dengan sekutu seperti AS dan Jepang.

Singkatnya, ini bukan soal membuktikan alien benar-benar ada, melainkan soal bersiap jika hal yang tak terbayangkan memang terjadi.

McCaw tidak meramalkan ada pendaratan alien besok. Ia hanya mendorong sektor keuangan untuk bersiap menghadapi yang tak terpikirkan. Di dunia di mana realitas pun bisa dipertanyakan, kepastian terdesentralisasi milik Bitcoin bisa bersinar paling terang—saat segalanya terasa… asing.

Apakah Anda punya opini tentang bagaimana “alien bisa berdampak pada Bitcoin” atau topik lain? Tulis kepada kami atau ikut diskusi di channel Telegram BeInCrypto, atau di YouTube. Anda juga bisa menemukan kami di  LinkedIn dan (X)Twitter.

  •  

Trump Berulah! Bitcoin Turun, Emas ATH. Uni Eropa Siaga Satu?

Bitcoin (BTC) dan emas bergerak ke arah berlawanan ketika ketegangan tarif meningkat antara Presiden AS Donald Trump dan Uni Eropa.

Sementara logam mulia ini reli ke rekor tertinggi baru di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat, aset kripto utama justru melemah. Pergerakan yang saling bertolak belakang ini mencerminkan pola serupa yang terjadi di bulan Oktober. Hal ini kembali memicu perdebatan tentang apa yang bisa terjadi selanjutnya bagi kedua aset tersebut.

Ketegangan Perdagangan AS–Uni Eropa Meningkat setelah Langkah Tarif Terbaru Trump

Pada 17 Januari 2026, Presiden Trump mengumumkan tarif sebesar 10% untuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, yang berlaku mulai 1 Februari. Tarif tersebut akan naik menjadi 25% pada 1 Juni dan tetap berlaku sampai Amerika Serikat mendapatkan kesepakatan untuk membeli Greenland.

Sementara itu, para perwakilan dari delapan negara yang terdampak tarif baru AS mengadakan pertemuan darurat pada Minggu. Dalam pernyataan bersama, Presiden Costa dan Presiden von der Leyen menyampaikan bahwa Uni Eropa “sepenuhnya mendukung” Denmark dan rakyat Greenland. Hal ini menandakan respons politik yang bersatu atas langkah Washington terbaru ini.

Selain itu, Financial Times melaporkan bahwa Uni Eropa tengah mempertimbangkan paket balasan yang lebih luas. Bisa saja mencakup tarif senilai hingga €93 miliar (US$107,71 miliar) atau melarang perusahaan-perusahaan AS memasuki pasar blok kawasan tersebut.

Guncangan Tarif Dorong Investor ke Emas saat Saham dan Bitcoin Turun

Pasar bereaksi cepat terhadap berita tarif tersebut, namun dengan cara bertolak belakang. Harga emas melonjak hingga US$4.690/oz pada awal perdagangan Asia hari ini, menandai level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru.

Harga perak juga naik mencapai rekor baru di atas US$94/oz. Sebaliknya, pasar saham dibuka melemah.

BREAKING: Stock market futures officially open for the first time since President Trump announced 10% tariffs on 8 EU countries, demanding an acquisition of Greenland:

1. S&P 500: -0.7%
2. Nasdaq 100: -1%
3. Dow Jones: -0.5%
4. Gold: +1%
5. Silver: +3%

It’s going to be an…

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) January 18, 2026

Bitcoin juga bergerak turun bersama sejumlah aset berisiko lainnya. Data Pasar BeInCrypto menunjukkan bahwa BTC sempat turun di bawah US$95.000.

Pada waktu publikasi, aset ini diperdagangkan di US$92.574, turun 2,67% dalam 24 jam terakhir. Total kapitalisasi pasar aset kripto merosot hampir US$98 miliar dalam periode yang sama.

Penurunan harga ini memicu gelombang likuidasi di seluruh pasar kripto. Dalam 24 jam terakhir, total nilai likuidasi mencapai US$864,35 juta, dengan posisi long menyumbang lebih dari US$780 juta dari jumlah tersebut.

“Bitcoin turun hampir -US$4.000 karena posisi long dengan leverage senilai US$500 juta terlikuidasi hanya dalam 60 menit,” papar The Kobeissi Letter .

Kontras antara emas dan Bitcoin di tengah gejolak akibat tarif ini menyoroti perbedaan utama dalam cara pasar memandang kedua aset tersebut. Peran emas sebagai penyimpan nilai di masa ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik tetap tak tergoyahkan.

Bitcoin, yang sering disebut sebagai “emas digital,” masih diperdagangkan layaknya aset berisiko ketika ketidakpastian meningkat, dengan harga yang terikat erat pada sentimen pasar secara umum ketimbang permintaan safe haven yang langsung melonjak.

Apa Selanjutnya untuk Bitcoin di Januari?

Analis Timothy Peterson membagikan analisisnya soal respons Bitcoin yang tertunda terhadap pengumuman Trump. Ia menuturkan bahwa meski Bitcoin diperdagangkan 24 jam, harganya tidak merespon selama kurang lebih 36 jam dan baru turun setelah perdagangan institusional dimulai di Asia.

“Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar berita intraday soal pergerakan harga biasanya cuma narasi tidak penting yang baru diceritakan setelah kejadian. Selain itu, banyak trader ritel tetap memasang leverage meski sudah ada peringatan lebih dari sehari penuh bahwa peristiwa ini akan terjadi (Ini adalah pengumuman tarif Trump ketiga, setiap kali Bitcoin babak belur.) Benar-benar tidak bisa berkata-kata,” jelasnya .

Selain itu, Crypto Rover mengingatkan bahwa minggu ini “bisa mengguncang seluruh pasar,” merujuk pada serangkaian kebijakan besar yang berpotensi membuat volatilitas tinggi di saham dan aset kripto.

“Tarif Uni Eropa mengancam arus perdagangan senilai hampir US$1,5 triliun,” ujar dia . “Jika Uni Eropa mulai membangun kesepakatan dagang dengan negara-negara yang juga dijatuhi sanksi AS, AS berisiko tersingkir dari jalur perdagangan utama. Hal itu akan: Buruk untuk sentimen risiko global, Buruk untuk saham AS, Buruk untuk dollar.”

Rover juga menyebutkan bahwa keputusan Mahkamah Agung AS yang akan datang menambah tingkat ketidakpastian lain, karena keputusan apapun terkait tarif bisa saja mengguncang pasar. Ia menambahkan bahwa kedua skenario tersebut besar kemungkinan akan memberi tekanan pada saham dan aset kripto.

Di tengah situasi ini, para ahli masih berbeda pendapat mengenai potensi pergerakan Bitcoin. Mike McGlone, senior commodity strategist di Bloomberg Intelligence, memperkirakan bahwa rasio Bitcoin terhadap emas kemungkinan besar akan terus turun mendekati 10x, sehingga mempertegas kinerja emas yang lebih unggul secara berkelanjutan, bukan kembali naik mendekati 30x menguntungkan Bitcoin.

“Semua orang berharap Bitcoin mengikuti jejak emas dan reli ke level tertinggi baru. Tapi pasar sudah memberikan waktu terlalu lama bagi spekulan untuk membeli. Yang jauh lebih mungkin terjadi adalah kegagalan Bitcoin menyamai keuntungan emas justru akan melemahkan narasi Bitcoin sebagai emas digital, sehingga terjadi crash yang spektakuler,” papar ekonom Peter Schiff di postingannya.

Trader veteran Peter Brandt menuturkan bahwa aset berbasis US dollar bisa jadi tampil kurang baik daripada komoditas fisik. Ia juga mengakui masih ragu soal peran Bitcoin dalam pergeseran ini dan memprediksi bahwa altcoin akan kehilangan nilai secara signifikan.

“Emas akan kembali menjadi tempat penyimpanan kekayaan paling andal di dunia. Aset berbasis USD akan kehilangan nilai terhadap komoditas fisik — yang, omong-omong, bisa saja termasuk atau tidak termasuk Bitcoin. Altcoin akan jadi lebih tidak berharga dibanding USD,” komentar trader tersebut.

Walau begitu, optimisme masih tersisa di beberapa sudut. Sejumlah analis tetap memperkirakan Bitcoin akan menyusul performa emas.

“Tahun lalu, emas menambah kapitalisasi pasar sekitar US$10 triliun. Saya tidak akan terkejut jika sebagian keuntungan itu dipindahkan atau didiversifikasi ke bitcoin,” ucap seorang pengamat pasar di postingannya.

Global M2 expansion is already being priced in by gold and silver

Both metals moved first as liquidity accelerated, while Bitcoin is still lagging below the trend

Historically, $BTC catches up late in the cycle, not early

We are going higher pic.twitter.com/CJOaVl8bIi

— BLADE (@BladeDefi) January 18, 2026

Dengan eskalasi ketegangan perdagangan dan selera risiko yang terus memburuk, pasar akan segera mengungkap apakah Bitcoin dapat menyusul atau emas tetap menjadi standar safe haven yang tak tergantikan.

Bagaimana pendapat Anda tentang manuver terbaru Trump yang bikin market guncang ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Sinyal Bear Bitcoin Mulai Muncul Januari Ini, Apa Saja?

Januari sejauh ini berlangsung volatil untuk Bitcoin (BTC), karena aset ini menghadapi tekanan baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Uni Eropa setelah pengumuman tarif terbaru dari Presiden Trump.

Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar ini turun hampir 2,5% ke US$92.663. Sementara itu, para analis menunjukkan sinyal pasar bearish yang mulai muncul di tahun 2026.

1. Bearish Kumo Twist Muncul di Chart Bitcoin

Pada postingan terbaru di X (sebelumnya Twitter), analis Titan of Crypto menyoroti adanya “Kumo twist” yang tampak di chart mingguan Bitcoin. Sebagai informasi, Kumo twist adalah formasi yang terjadi ketika dua rentang utama dari Ichimoku Cloud (Senkou Span A dan Senkou Span B) berpotongan sehingga menyebabkan arah cloud masa depan berubah.

Bergantung pada arah perpotongan tersebut, formasi ini bisa menjadi sinyal potensi transisi dari kondisi bullish ke bearish atau sebaliknya, dari bearish ke bullish. Pada kasus Bitcoin saat ini, twist yang muncul bersifat bearish.

Bitcoin Ichimoku Cloud bearish shift
Ichimoku Cloud Mingguan Bitcoin | Sumber: X/Titan of Crypto

Merujuk pada siklus pasar sebelumnya, Titan of Crypto menjelaskan bahwa pergeseran Kumo mingguan serupa biasanya di ikuti fase koreksi yang signifikan di mana Bitcoin mencatat penurunan sekitar 67% hingga 70%.

“Secara historis, ketika Kumo mingguan berubah jadi bearish, BTC memasuki fase bear market. Itu bukan berarti harga langsung turun. Artinya, struktur dan dinamika tren pasar secara umum telah berubah. Ini hanya sebagai konteks, bukan prediksi. Berdasarkan tiga siklus terakhir,” terang postingan tersebut.

2. Bitcoin Masih Sulit Menembus Batas Penting

Selain itu, saat ini Bitcoin di perdagangkan di bawah moving average 365 hari yang berada di kisaran US$101.000. Batas ini sangat penting pada bear market tahun 2022, karena sempat menghentikan reli pemulihan.

Bitcoin 365-day moving average analysis
Penolakan Harga Bitcoin di MA 365 Hari | Sumber: X/Coin Bureau

Analisis dari Coin Bureau menerangkan bahwa posisi Bitcoin yang kini berada di bawah MA ini menandakan pasar masih dalam kondisi bearish.

Analisis teknikal lain menggunakan Gaussian Channel pada chart lima hari juga memperkuat kekhawatiran tersebut. Analis kripto bernama Raven mengamati bahwa Bitcoin telah kehilangan level median dari channel ini.

Postingan tersebut menambahkan bahwa kegagalan menahan dan melakukan retest pada level ini secara historis menandai awal fase lebih agresif dari bear market.

“Saya yakin kita memang menuju zona US$103k untuk retest, atau mungkin sedikit lebih tinggi demi mencari likuiditas. Jika kita berhasil membentuk dan mempertahankan support di atas median, saya akan memberi kabar. Sampai saat itu, semuanya sebaiknya dianggap hanya dead cat bounce,” lanjut analis tersebut.

Bitcoin Gaussian Channel analysis
Gagalnya Retest Median Gaussian Channel Bitcoin | Sumber: X/Crypto Raven

3. Pola Drawdown Historis Menunjukkan Masih Ada Penurunan

Sejarah harga Bitcoin menunjukkan pola berulang penurunan tajam setelah puncak siklus. Setelah mencapai puncak tahun 2013, harga Bitcoin turun sekitar 75,9%, lalu turun 81,2% setelah puncak tahun 2017, dan sekitar 74% penurunan setelah puncak tahun 2021.

Namun pada siklus saat ini, koreksinya jauh lebih ringan, dengan kerugian justru hanya sedikit di atas 30%, atau terbilang kecil jika di bandingkan sejarah. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan masih pada tahap awal dan ada peluang penurunan lebih lanjut seiring perkembangan siklusnya.

Bitcoin's Historical Price Drop Patterns
Pola Penurunan Harga Bitcoin Secara Historis | Sumber: CryptoQuant

4. Indikator Siklus Pasar Tunjukkan Fase Bear Bitcoin Masih Berkembang

Walaupun penurunan harga historis biasanya menyoroti perilaku harga setelah pasar mencapai puncaknya, indikator siklus yang lebih luas membantu menilai kondisi saat ini cocok dengan periode yang mana.

Indikator Siklus Pasar Bull-Bear, yang melacak fase-fase besar dalam pasar, menunjukkan kondisi bearish telah dimulai sejak Oktober 2025. tapi, indikator ini belum bergerak ke dalam fase bear yang ekstrem.

“Dengan metrik ini, BTC sudah berada di wilayah bear market, dan di setiap siklus sebelumnya kita selalu masuk ke zona biru tua, yang menandakan level harga masih bisa turun lagi. Tapi silakan saja, kalau mau prediksi harga naik! Pada akhirnya, seseorang pasti jadi exit liquidity,” ujar seorang analis melalui X.

Bitcoin Bull-Bear Market Cycle Indicator.
Indikator Siklus Pasar Bull-Bear Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

5. Exchange Inflow Menunjukkan Distribusi oleh Holder Besar

Terakhir, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan aliran masuk Bitcoin ke exchange. Aliran ini didominasi oleh holder menengah hingga besar, terutama mereka yang memiliki 10–100 BTC dan 100–1.000 BTC.

Peningkatan transfer Bitcoin ke exchange biasanya menandakan aktivitas distribusi yang semakin banyak dibandingkan dengan akumulasi jangka panjang, karena partisipan pasar memindahkan asetnya untuk bersiap-siap menjual.

“Aktivitas mereka biasanya lebih relevan secara informasi dibandingkan aliran ritel yang terfragmentasi, karena mencerminkan keputusan strategis, bukan cuma ‘noise’. Dari sudut pandang on-chain makro, kombinasi meningkatnya aliran masuk ke exchange dan distribusi dari kelompok holder besar mengindikasikan pasar sedang masuk ke fase yang lebih rentan,” terang seorang analis di CryptoQuant.

Secara keseluruhan, Bitcoin memperlihatkan beberapa sinyal bear market di berbagai indikator teknikal, historis, dan on-chain. Meski begitu, apakah pergerakannya akan mengikuti pola penurunan historis atau justru mengejutkan pasar dengan kekuatan baru, masih belum pasti.

Bagaimana pendapat Anda tentang 5 sinyal penurunan Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Investor Beralih ke DUSK setelah Ketinggalan Reli XMR dan DASH, tapi Data Mengindikasikan Peringatan

Modal dari investor yang tertarik pada aset kripto privasi menampakkan perputaran ke altcoin berkapitalisasi pasar rendah. Pergeseran ini terjadi karena banyak pihak meyakini proyek-proyek bernilai miliaran US$ seperti XMR dan DASH sudah terlalu jenuh. Salah satu kandidat yang jadi sorotan yakni Dusk (DUSK).

Apa saja keunggulan yang membuat DUSK menarik bagi investor? Dan sinyal on-chain apa yang perlu diwaspadai? Artikel berikut akan mengulas kedua pertanyaan ini secara rinci.

Dusk (DUSK) Melawan Arah Pasar, Reli Lebih dari 4x di Januari

Pada 19 Januari, ketika Bitcoin turun hampir 3% ke bawah US$93.000 dan banyak altcoin lain anjlok 5–10%, DUSK justru melonjak 40% hingga menembus US$0,22. Angka ini jadi level tertinggi DUSK sejak Januari 2025.

DUSK Price Performance Over The Past Year. Source: BeInCrypto Price
Performa Harga DUSK Selama Satu Tahun Terakhir | Sumber: BeInCrypto Price

DUSK sudah naik lebih dari empat kali lipat sejak awal tahun ini. Data Arkham tentang volume transaksi DUSK di exchange terpusat (CEX) memperlihatkan volume perdagangan menembus US$1,4 miliar selama sepekan terakhir. Nilai ini jadi yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

DUSK Trading Volume on CEXs. Source: Arkham
Volume Perdagangan DUSK di Exchange Terpusat | Sumber: Arkham

Pada waktu publikasi, altcoin ini menempati Top 4 berdasarkan volume perdagangan 24 jam, hanya di bawah ZEC, XMR, dan DASH menurut CoinGecko. Lonjakan volume ini mengindikasikan tingginya minat ritel terhadap DUSK.

Dua Faktor Kunci yang Mendorong Reli Harga DUSK

Faktor pertama terletak pada nilai intrinsik DUSK. Kekuatan utamanya berasal dari teknologi enkripsi canggih. DUSK mengintegrasikan zero-knowledge proofs (ZK proofs) dan zk-SNARKs untuk menyembunyikan detail transaksi, tetapi tetap memungkinkan regulator untuk mengakses data yang diperlukan.

Sementara altcoin seperti XMR bisa menghadapi masalah hukum karena anonimitas penuh bahkan terhadap regulator, DUSK mengambil pendekatan berbeda. Jalur ini memang tidak sepenuhnya memuaskan para pendukung privasi ekstrem, tapi DUSK berupaya mencari titik tengah.

Investor Paxton menjelaskan bahwa bisnis membutuhkan privasi sedangkan regulator memerlukan transparansi. Dusk memposisikan dirinya di tengah-tengah.

“Private by default, accountable when required. DUSK shielded transfers hide sender and amount from the public, while the receiver can still verify—and cryptographically prove—who paid them. That missing piece makes privacy on Dusk much more travel-rule-friendly and compliant.” — Hein Dauven, CTO of the Dusk Foundation, ujar.

Faktor kedua berasal dari eksternal. Para investor semakin percaya bahwa privacy coin berkapitalisasi besar kini terbatas potensi keuntungannya setelah reli kuat. Karena itu, modal bergerak ke proyek privacy coin berkapitalisasi kecil. Kapitalisasi pasar DUSK saat ini sedikit di atas US$100 juta.

Data On-Chain Menandakan Risiko Potensial

Meski reli begitu kuat, kenaikan harga DUSK berisiko setelah naik empat kali lipat. Data arus keluar-masuk exchange on-chain dari Arkham mengingatkan adanya sinyal peringatan.

Dusk On-chain Exchange Flow. Source: Arkham
Arus DUSK di Exchange Secara On-chain | Sumber: Arkham

Data ini merefleksikan besarnya DUSK yang berpindah masuk maupun keluar exchange. Pada 16–17 Januari, arus masuk ke exchange melonjak hingga di atas 6 juta DUSK per hari. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama 30 hari terakhir. Data tersebut mengindikasikan investor awal kemungkinan sedang mengambil untung setelah reli terbaru.

Selain itu, perputaran modal ke altcoin berkapitalisasi rendah dalam satu narasi yang sama sering menandakan akhir siklus sudah mendekat. Jika dikombinasikan dengan kembalinya sentimen ketakutan di pekan ketiga Januari, tren ini bisa meningkatkan risiko bagi investor yang mengejar DUSK pada level harga sekarang.

  •  

Jalur Breakout 13% Bitcoin Tetap Aman di Tengah Lonjakan Profit Booking 150%, Grafik Menjelaskan Caranya

Harga Bitcoin mengalami koreksi, tapi struktur besarnya belum rusak. Setelah puncak pertama tahun 2026 pada 14 Januari, BTC terkoreksi hampir 6% dan sempat menyentuh area US$92.000. Sejak saat itu, harga BTC mulai stabil, meski masih menunjukkan penurunan sekitar 2,6% dalam 24 jam terakhir.

Sekilas, pergerakan ini terlihat lemah. Tapi kalau dilihat lebih luas, baik struktur pada grafik maupun data on-chain justru menunjukkan koreksi ini hanyalah aksi ambil untung terkontrol dan bukan awal penurunan lebih dalam. Sekarang, pertanyaan utamanya cukup sederhana: apakah ini hanya jeda, atau Bitcoin sedang bersiap untuk bergerak naik lagi?

Struktur Cup-And-Handle Menjaga Bias Bullish Tetap Hidup

Pada grafik harian, Bitcoin masih bergerak di dalam pola handle dari cup-and-handle. Ini penting karena handle-nya terbentuk di atas neckline yang terus naik. Handle yang naik menandakan pembeli mulai masuk di harga yang lebih tinggi, sehingga peluang breakout sukses akan semakin besar jika resistance berhasil dilewati.

Bullish BTC Structure
Struktur Bullish BTC | Sumber: TradingView

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Sinyal pendukung lain datang dari sisi momentum. Antara 4 November sampai 19 Januari, harga Bitcoin membentuk lower low, tapi Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dengan penurunan harga terkini. Saat harga turun tapi RSI naik, itu menandakan tekanan jual mulai melemah.

Tim analitik dari ekosistem aset kripto all-in-one B2BINPAY dalam komentarnya eksklusif kepada BeInCrypto menyebutkan bahwa pergerakan harga ini mengisyaratkan kesabaran, bukan kelelahan pasar.

“Apa yang kami lihat pada Bitcoin adalah pergerakannya secara perlahan mulai keluar dari fase datar panjang yang telah dimulai sejak pertengahan November 2025. Tidak ada lonjakan aktivitas tajam di grafiknya, dan biasanya hal ini berarti pasar sedang jeda sebelum mencoba kembali menguji level US$100.000,” papar mereka.

RSI Hints At Price Rise
RSI Mengisyaratkan Kenaikan Harga | Sumber: TradingView

Bullish divergence ini menunjukkan tren turun selama tiga bulan terakhir, di mana Bitcoin masih turun sekitar 15%, nampaknya mulai kehilangan tenaga. Divergensi ini akan terkonfirmasi jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$92.000 dan mulai menguat kembali. Selama harga masih berada di dalam handle, struktur bullish-nya tetap utuh.

Jadi jika grafiknya masih terlihat bagus, kenapa Bitcoin justru turun awalnya?

Profit Booking oleh Holder Jangka Panjang Menjelaskan Penurunan

Jawabannya ada di data on-chain. Koreksi terbaru ini sangat selaras dengan aksi ambil untung oleh holder jangka panjang, bukan aksi jual panik.

NUPL holder jangka panjang (Net Unrealized Profit/Loss) turun dari sekitar 0,60 ke 0,58 saat terjadi koreksi. NUPL mengukur seberapa besar profit yang belum direalisasi oleh para holder. Penurunan NUPL berarti profit sedang direalisasikan. Ini menjadi salah satu koreksi NUPL paling tajam dalam timeframe bulanan, mirip penurunan yang terjadi pada 5–10 Januari lalu.

Long-Term Holders Book Profits
Holder Jangka Panjang Ambil Untung | Sumber: Glassnode

Hal ini juga dikonfirmasi oleh perubahan posisi bersih holder jangka panjang. Metode ini melacak apakah holder yang memegang koin lebih dari 365 hari sedang akumulasi atau menjual. Pada 14 Januari, holder jangka panjang melepas sekitar 25.738 BTC. Dan pada 18 Januari, angkanya naik jadi sekitar 62.656 BTC. Artinya, tekanan jual bertambah sekitar 150% hanya dalam beberapa hari.

LTH Selling Pressure
Tekanan Jual Holder Jangka Panjang | Sumber: Glassnode

Walaupun tekanan aksi ambil untung makin tinggi, para analis menyoroti bahwa perilaku permintaan tidak menunjukkan pelemahan yang berarti. Menurut tim analitik B2BINPAY, posisi pasar secara luas masih menunjukkan akumulasi yang stabil di balik layar.

“Pembeli tetap ada, tapi mereka tidak terburu-buru. Di saat yang sama, holder besar terus menambah kepemilikan. Pada 13 Januari, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot mencatat arus masuk hampir US$900 juta, jadi hari terkuat sejak 7 Oktober. Pada hari itu juga, harga Bitcoin naik hampir 8%,” terang mereka.

Aksi jual tersebut menjelaskan kenapa reli Bitcoin belakangan ini sulit berlanjut. Saat holder berkeyakinan melepas kepemilikan, kenaikan harga bakal tertahan meski grafik masih sehat.

Tapi, tidak semuanya bersifat negatif.

Saat holder jangka panjang sedang menjual, ada kelompok lain secara diam-diam melakukan hal sebaliknya.

Whale Masih Akumulasi Saat Level Harga Kunci Bitcoin Jadi Sorotan

Entitas yang memegang lebih dari 1.000 BTC terus melakukan akumulasi. Sejak 12 Januari, jumlah entitas seperti ini naik dari sekitar 1.273 menjadi kurang lebih 1.290. Angka ini memang kenaikan kecil, tapi yang penting, peningkatan itu terjadi sebelum harga turun dan terus berlanjut selama penurunan.

Ini menunjukkan para whale tidak menjual saat harga melemah. Akumulasi mereka membantu menyerap sebagian pasokan, meskipun holder jangka panjang mengambil keuntungan.

Whale Balances Grew
Saldo Whale Bertambah | Sumber: Glassnode

Dari sisi harga, saat ini Bitcoin ada di titik penentuan. Agar kembali kuat, harga perlu kembali menembus US$95.200, yang akan menjadi sinyal breakout dari pola handle. Di atas level tersebut, US$98.800 jadi level utama berikutnya. Jika tembus, jalur menuju proyeksi pola di sekitar US$111.800 pun terbuka, naik sekitar 13% dari neckline dinamis cup.

Tim B2BINPAY juga menyoroti level BTC serupa saat berbincang dengan BeInCrypto:

“Secara keseluruhan, struktur masih mendukung kelanjutan tren. Selama Bitcoin di atas area US$94–95 ribu, pergerakan ke US$100–105 ribu sangat realistis dalam beberapa minggu ke depan, bahkan bisa mencapai kisaran US$120–140 ribu pada 2026 jika permintaan tetap terjaga. Jika gagal, kemungkinan besar akan terjadi koreksi ke US$88–90 ribu, di mana likuiditas sudah terkonsentrasi,” terang mereka.

Di sisi bawah, struktur akan melemah jika Bitcoin menutup di bawah US$92.000. Jika turun signifikan di bawah US$89.200, pola tersebut sepenuhnya tidak lagi valid.

Bitcoin Price Analysis
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Penurunan harga baru-baru ini didorong oleh aksi ambil untung, bukan rasa takut. Struktur masih bullish. Whale juga masih menambah. Tapi agar breakout benar-benar kuat, holder jangka panjang perlu berhenti menjual dan mulai membeli lagi. Sampai itu terjadi, harapan breakout 13% Bitcoin tetap terbuka, walau belum pasti terwujud.

  •  

Zcash Siap Breakout? Ini Sinyal Teknikal yang Bisa Picu Reli Harga

Harga Zcash kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berminggu-minggu bergerak sideways tanpa arah yang jelas. Perilaku investor terbaru mengindikasikan meningkatnya kepercayaan pasar, dengan akumulasi yang mulai terlihat di berbagai metrik utama.

Sinyal-sinyal bullish ini berpotensi menjadi katalis, membantu ZEC keluar dari fase konsolidasi dan membentuk tren yang lebih tegas dalam waktu dekat.

Whale Zcash Berusaha Dorong Harga Naik

Sentimen pasar terhadap Zcash semakin membaik seiring indikator teknikal menunjukkan sinyal bullish awal. Indikator Chaikin Money Flow membentuk divergensi bullish di grafik. Sementara harga ZEC terus mencetak lower low, CMF justru menghasilkan lower high, menandakan akumulasi tersembunyi.

Divergensi ini mengisyaratkan bahwa arus masuk modal belum sepenuhnya tecermin dalam aksi harga. Baru-baru ini, CMF naik di atas garis nol yang mengonfirmasi perpindahan ke arah arus masuk bersih. Secara historis, pola seperti ini sering mendahului pergerakan harga naik, sehingga Zcash kemungkinan sedang bersiap untuk reli pemulihan.

ZEC CMF
ZEC CMF | Sumber: TradingView

Momen makro juga semakin memperkuat peluang bullish. Data on-chain menunjukkan aktivitas meningkat dari holder besar. Alamat-alamat yang memegang lebih dari US$1.000.000 ZEC terus melakukan akumulasi dalam sepekan terakhir, menguatkan sinyal yang terlihat di indikator momentum.

Kepemilikan whale meningkat sekitar 6,7% selama periode ini. Meskipun laju akumulasi berlangsung moderat, konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan. Pembelian berkelanjutan dari investor besar sering memberikan fondasi yang stabil untuk apresiasi harga, apalagi ketika kondisi pasar lebih luas tetap mendukung.

Zcash Whale Holdings
Kepemilikan Whale Zcash | Sumber: Nansen

Breakout Harga ZEC di Depan Mata

Pada waktu publikasi, harga Zcash parkir di kisaran US$396 setelah sempat meluncur di bawah level support US$405. Altcoin ini masih bergerak dalam pola segitiga, yang mengindikasikan fase kompresi sebelum pergerakan besar berikutnya. Dengan sentimen yang makin positif serta tren akumulasi yang menguat, breakout bullish makin berpotensi terjadi.

Pergerakan tegas di atas resistance US$450 akan mengonfirmasi breakout tersebut. Kekuatan seperti ini bisa membawa ZEC naik ke area US$504, menandakan ZEC keluar tegas dari pola sebelumnya. Jika momentum terus berlangsung, harga bisa lanjut menuju US$540 sehingga Zcash mampu menutupi sebagian besar penurunan terakhirnya.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Meski demikian, risiko penurunan masih tetap ada. Jika sentimen whale berubah dan tekanan jual muncul, skenario bullish akan melemah. Seumpama terjadi breakdown di bawah pola segitiga, pola setup akan dianggap tidak valid. Dalam situasi seperti itu, ZEC berpotensi terjun ke area US$340, yang mencerminkan distribusi ulang dan hilangnya momentum jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Zcash (ZEC) di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Akankah Harga PUMP Gagal Breakout 57% atau Smart Money Akan Menyelamatkan Altcoin Ini?

Harga Pump.fun melonjak awal pekan ini, menandakan potensi breakout dan momentum bullish yang kembali menguat. Reli tersebut sempat mengisyaratkan pergerakan naik berkelanjutan untuk PUMP.

Namun, koreksi setelahnya menimbulkan ketidakpastian, karena perilaku holder yang beragam kini membayangi prospek PUMP dan menimbulkan keraguan apakah breakout ini bisa bertahan.

Holder PUMP Menunjukkan Perilaku Beragam

Sentimen pasar masih terbelah, meski aktivitas smart money memberikan sedikit dukungan. Smart money merujuk pada dana yang dikelola oleh investor berpengalaman, peserta institusional, perusahaan ventura, serta whale wallet berpengaruh. Entitas-entitas ini sering mengarahkan arah harga melalui akumulasi strategis saat periode penuh ketidakpastian.

Pada kasus PUMP, wallet smart money menambah sekitar 48 juta token selama sepekan terakhir. Ini meningkatkan total kepemilikan mereka sebesar 5,8%. Akumulasi seperti ini menunjukkan kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga ke depan. Pembelian berkelanjutan dari pemain besar bisa menstabilkan PUMP dan mencegah penurunan lebih dalam.

Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar ke Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

PUMP Smart Money
PUMP Smart Money | Sumber: Nansen

Meski terjadi akumulasi dari smart money, momentum makro memberikan sinyal kehati-hatian. Data jaringan menunjukkan penurunan tajam pada jumlah alamat PUMP baru.

Selama periode 48 jam, pembuatan wallet baru turun dari 8.570 menjadi 2.201, menandakan penurunan partisipasi sebesar 74%.

Penurunan ini menandakan minat ritel memudar dan arus modal segar yang melemah. Holder baru punya peranan krusial dalam menopang reli, terutama untuk altcoin yang sedang berkembang.

Tanpa permintaan baru dari partisipan baru, menjaga kekuatan harga akan makin sulit, bahkan dengan dukungan whale sekalipun.

PUMP New Addresses
PUMP Alamat Baru | Sumber: Santiment

Bisakah Harga PUMP Berhasil dalam Breakout?

Harga PUMP baru-baru ini breakout dari pola cup and saucer, formasi yang biasanya menandakan kelanjutan tren bullish. Breakout ini memproyeksikan potensi kenaikan 57% dari US$0,00264, dengan target ke US$0,00420.

Namun, harga gagal melanjutkan kenaikan, menandakan adanya keraguan di antara pembeli.

Sinyal beragam mengindikasikan PUMP sepertinya akan terus konsolidasi di atas level support US$0,00264. Bertahan di zona ini menjaga struktur bullish tetap utuh.

Bila resistance US$0,00278 berhasil dikonfirmasi menjadi support, momentum bisa kembali dan reli breakout pun bisa hidup lagi.

PUMP Price Analysis
Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView

Di sisi lain, arus modal yang melemah bisa meningkatkan risiko penurunan. Jika US$0,00264 tidak mampu dipertahankan, PUMP bisa turun ke area support US$0,00242. Pelemahan lanjutan dapat membatalkan skenario bullish.

Jika tekanan jual terus berlanjut, harga pun bisa merosot lebih jauh ke US$0,00212, yang akan mengonfirmasi breakdown.

  •  

Tekanan Jual HBAR di Level Tertinggi pada 2026, Akankah Trader Long Menghadapi Likuidasi

Harga Hedera terus turun karena tekanan jual yang berkelanjutan membebani struktur pasar. HBAR masih berada dalam tren turun berkepanjangan, sehingga upaya pemulihan pun terhambat.

Data terbaru menunjukkan para penjual benar-benar menguasai pasar, mendorong HBAR menuju zona support penting seiring melemahnya kepercayaan di kalangan trader jangka pendek dan trader dengan leverage.

Holder Hedera Jual

Sentimen pasar terhadap HBAR saat ini sangat bearish. Money Flow Index menunjukkan tekanan jual yang terus menerus dalam beberapa sesi terakhir.

Indikator ini sudah turun di bawah ambang netral 50,0 dan kini berada di area negatif, menandakan arus keluar modal lebih besar daripada arus masuk.

Bacaan ini menandakan investor masih ragu terhadap potensi pemulihan dalam waktu dekat.

Selain itu, jika MFI terus berada di level rendah, ini menandakan permintaan yang melemah dan minat risiko yang turun. Kondisi seperti ini biasanya mendahului pelemahan harga berlanjut, apalagi jika momentum belum bergeser kembali ke fase akumulasi.

Ingin wawasan token seperti ini setiap hari? Daftar ke Crypto Newsletter harian Editor Harsh Notariya di sini.

HBAR MFI
MFI HBAR | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat risiko penurunan yang dihadapi Hedera. Peta likuidasi menunjukkan meningkatnya kerentanan di antara trader long.

Namun, jika HBAR kehilangan level support langsung di US$0,114, sekitar US$1,07 juta posisi long bisa terlikuidasi. Hal ini akan menambah tekanan jual di pasar.

Tekanan turun lebih lanjut akan memperburuk kondisi ini. Jika harga menembus di bawah US$0,112, lebih dari US$2,71 juta posisi long bisa terlikuidasi. Tekanan keluar paksa ini menambah stres di pasar, memperkuat momentum bearish, dan membuat trader baru enggan masuk dalam posisi long.

Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Harga HBAR Masih dalam Tren Turun

Harga HBAR masih berada dalam tren turun yang jelas hampir selama dua bulan. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di kisaran US$0,117. Harganya masih sedikit berada di atas support US$0,114 yang sejauh ini menjadi pertahanan sementara dari penurunan lebih dalam.

Dengan momentum bearish yang dominan, peluang hilangnya support ini pun semakin tinggi. Jadi, penurunan di bawah US$0,114 kemungkinan akan memicu likuidasi sesuai prediksi. Meski begitu, pergerakan bisa menyeret HBAR ke level US$0,109 sehingga menegaskan struktur penurunan yang lebih luas.

HBAR Price Analysis.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Meskipun begitu, skenario pemulihan masih terbuka. Jika momentum bullish muncul kembali dan tekanan jual mulai mereda, HBAR bisa bergerak lebih tinggi. Tekanan beli berkelanjutan di atas US$0,120 akan memperbaiki sentimen pasar. Selain itu, penembusan level US$0,125 akan menggagalkan pola bearish, menandakan kekuatan baru serta potensi pembalikan tren jangka pendek.

  •  

Vitalik Buterin Paparkan Roadmap ‘Simplicity’ untuk Amankan Desentralisasi Ethereum

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyatakan bahwa kelangsungan jangka panjang jaringan ini sangat bergantung pada upaya besar untuk menyederhanakan protokolnya.

Pada sebuah unggahan di X tanggal 18 Januari, Buterin menuturkan bahwa blockchain Ethereum kini terlalu rumit untuk diverifikasi secara mandiri. Menurutnya, kompleksitas teknis yang berlebihan mengancam kedaulatan dasar jaringan ini.

Co-founder Ethereum Dukung ‘Garbage Collection’ Kode

Ia menjelaskan bahwa ketergantungan pada “kriptografi tingkat PhD” dan kode yang semakin membengkak berisiko mempersempit aksesibilitas Ethereum. Dalam situasi seperti ini, jaringan bisa berubah menjadi model technokratis, bukan lagi menjadi layanan publik terdesentralisasi.

An important, and perenially underrated, aspect of "trustlessness", "passing the walkaway test" and "self-sovereignty" is protocol simplicity.

Even if a protocol is super decentralized with hundreds of thousands of nodes, and it has 49% byzantine fault tolerance, and nodes fully… pic.twitter.com/kvzkg11M3c

— vitalik.eth (@VitalikButerin) January 18, 2026

Mengingat hal tersebut, ia kembali menyoroti konsep “walkaway test” sebagai tolok ukur penting untuk sebuah keberhasilan. Tes ini mengukur apakah blockchain bisa tetap berjalan dengan aman jika pendiri asli dan peneliti utama benar-benar meninggalkan proyeknya selamanya.

Buterin mengingatkan bahwa Ethereum saat ini berisiko gagal dalam tes tersebut karena operasinya terlalu rumit untuk dikelola tim baru tanpa bimbingan pakar.

Ia memaparkan bahwa para pengembang cenderung bersemangat menambah fitur baru demi fungsi jangka pendek. Kebiasaan ini, dalam jangka panjang, menciptakan hutang teknis yang ia sebut sebagai sesuatu yang “sangat merusak” masa depan jaringan.

“Salah satu ketakutan saya dengan pengembangan protokol Ethereum adalah kita bisa terlalu bersemangat menambah fitur-fitur baru untuk memenuhi kebutuhan yang sangat spesifik, walaupun fitur tersebut memperbesar protokol atau menambah komponen baru yang saling terhubung, atau kriptografi rumit sebagai ketergantungan utama,” tulisnya.

Untuk mengatasi hal ini, Buterin menyerukan perlunya fungsi “garbage collection” secara eksplisit dalam proses pengembangan—yaitu kewajiban untuk menghapus kode dan ketergantungan yang sudah usang.

“Garbage collection bisa dilakukan secara bertahap, atau bisa juga secara besar-besaran. Pendekatan bertahap mencoba mengambil fitur yang sudah ada, lalu menyederhanakannya agar lebih simpel dan lebih jelas,” paparnya.

Berkaitan hal ini, ia menuturkan bahwa langkah ke depan didasari pada tiga metrik konkret. Di antaranya meminimalkan jumlah kode protokol secara keseluruhan, mengurangi ketergantungan pada komponen rumit, dan meningkatkan jumlah invarian yang mampu berjalan secara mandiri.

Buterin menunjuk transisi Ethereum dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake sebagai salah satu contoh sukses dari filosofi ini yang diterapkan.

Ia menegaskan bahwa transisi tersebut bukan sekadar upgrade biasa, tapi sebagai langkah penting untuk membersihkan mekanisme lama yang dinilai sudah tidak efisien.

Sementara itu, pengungkapan ini mengisyaratkan kemungkinan perlambatan dalam peluncuran fitur-fitur eksperimental. Jaringan ini kini nampaknya lebih memprioritaskan evolusi menjadi settlement layer otomatis yang dapat diverifikasi.

“Dalam jangka panjang, saya berharap laju perubahan di Ethereum bisa lebih lambat. Saya pikir atas berbagai alasan, pada akhirnya hal itu _harus_ terjadi. Lima belas tahun pertama ini sebaiknya dipandang sebagai masa remaja, di mana kita mencoba banyak ide dan melihat mana yang berhasil, yang berguna, dan mana yang tidak,” terang Buterin.

Dengan memprioritaskan auditability dibandingkan kompleksitas, Buterin ingin memastikan Ethereum tetap aman tanpa harus membutuhkan tim ahli terpusat untuk merawatnya.

  •  

Pimpinan BitMine Baru Saja Merespons setelah Rapat Pemegang Saham yang Penuh Ketegangan

Hanya beberapa hari setelah rapat tahunan pemegang saham BitMine (BMNR) di Las Vegas, muncul kontroversi yang memperlihatkan adanya perpecahan tajam antara manajemen dan investor.

Masalah tersebut berpusat pada tata kelola, transparansi, serta pergeseran ambisius perusahaan dari kendaraan staking Ethereum murni menjadi pengelola modal ala “Berkshire digital.”

Eksekutif BitMine Menjawab Kekhawatiran Pemegang Saham setelah RUPS Kontroversial

Pemegang saham mengkritik rapat tersebut karena ada eksekutif yang absen, presentasi yang serba terburu-buru, serta hasil pemungutan suara yang tidak jelas.

Baik CEO maupun CFO baru tidak menghadiri acara, sedangkan pembicara tamu yang dijanjikan dengan profil tinggi pun tidak muncul. Berdasarkan hal itu, investor mengatakan bahwa acara tersebut dikelola dengan buruk dan tidak menghormati pemegang saham, bahkan beberapa menyamakannya seperti “pertunjukan badut.”

Respectfully?

You and the board need to stop and take a hard look at what just happened and be honest about the elephant in the room. There are justifiable reasons why shareholders are very upset. Disrespect being one of them.
 
That shareholder meeting did not meet the most… https://t.co/uhLWwTEXvx

— Christopher O'Malley (@chris_t_omalley) January 18, 2026

Kekhawatiran semakin meningkat karena Tom Lee memimpin Fundstrat dan menimbulkan pertanyaan apakah ia bisa memberikan perhatian yang cukup untuk BitMine.

Rob Sechan, anggota dewan, mengakui adanya frustrasi dari pemegang saham, namun menegaskan bahwa rapat ini berlangsung pada masa transisi. Kabarnya, beberapa posisi eksekutif baru resmi terisi hanya beberapa hari sebelum acara.

Ia membela pengawasan dewan, sambil menerangkan bahwa tujuan RUPS ini adalah untuk menjelaskan strategi “DAT-plus” perusahaan serta menunjukkan potensi jangka panjangnya.

I hear the frustration in this, and I want to acknowledge it directly.

This AGM took place during a period of real transition. The executive team at @BitMNR is largely brand new, with several positions being filled within days of the meeting. This was the first annual meeting…

— Rob Sechan (@RobSechan) January 18, 2026

Para pengkritik, namun, beranggapan respons dari dewan tidak menjawab masalah utama soal perencanaan, transparansi, dan akuntabilitas.

Perubahan Strategis: dari Staking ke Alokasi Modal Digital saat Kesepakatan MrBeast Membelah Investor

Meski mendapat kritik dalam tata kelola, manajemen menyoroti adanya perubahan strategi besar. BitMine kini bergerak melampaui staking ETH dan ingin menjadi perusahaan digital holding yang menyalurkan modalnya ke proyek-proyek dengan tujuan memperluas adopsi Ethereum.

Perusahaan memiliki lebih dari 4 juta ETH (sekitar US$14 miliar) dan menghasilkan US$400–US$430 juta per tahun dari staking, dengan proyeksi naik menjadi US$540–US$580 juta karena perusahaan menargetkan 5% dari total pasokan Ethereum.

BitMine Ethereum Holdings.
Kepemilikan Ethereum BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz

Sechan menggambarkan strategi ini mirip Berkshire Hathaway dengan menyebutnya sebagai alokasi modal yang disiplin, namun diadaptasi untuk era digital.

“Basis modal ditambah penempatan secara disiplin ke bisnis-bisnis produktif persis seperti yang dilakukan $BRK. Konsepnya sama, hanya beda zaman dan infrastruktur,” ia tulis, membalas kritik yang menilai langkah ini terlalu ambisius.

Unsur yang paling menuai perdebatan adalah komitmen BitMine sebesar US$200 juta untuk Beast Industries milik MrBeast. Investasi ini bertujuan mengintegrasikan Ethereum ke ekonomi kreator melalui platform dan jaringan distribusi yang sudah ditokenisasi.

Pendukung menilai kesepakatan tersebut memanfaatkan salah satu mesin atensi terbesar di dunia untuk mempercepat adopsi Ethereum di kalangan generasi Z dan Alpha.

Namun, pengkritik menganggap kemitraan ini justru mengalihkan perusahaan dari prioritas tata kelola dan operasional, serta mempertanyakan apakah perusahaan justru terlalu memaksakan diri.

Jika melihat semuanya, rapat ini benar-benar memperjelas adanya ketegangan besar antara ambisi dan akuntabilitas. Walau visi strategis BitMine menjanjikan pertumbuhan jangka panjang, para pemangku kepentingan tetap waspada terhadap risiko eksekusi dan kekosongan kepemimpinan.

Sechan berjanji bakal meningkatkan transparansi dan keterlibatan, dengan harapan pertemuan berikutnya bisa lebih terstruktur dan interaktif.

Saat BitMine berusaha menyeimbangkan tata kelola, kepercayaan investor, serta inovasi berani, perusahaan menghadapi ujian besar. Mereka harus membuktikan bahwa model “Berkshire digital” mampu memberikan hasil pada ETH sekaligus mewujudkan visi besar perusahaan tanpa mengecewakan pemegang saham.

  •  

Kode Keras, MicroStrategy Siapkan US$1,25 Miliar untuk Borong Bitcoin Lagi

Strategy Inc. (sebelumnya MicroStrategy) mengisyaratkan bahwa mereka tengah bersiap mengeksekusi akuisisi Bitcoin yang akan melampaui pembelian besar senilai US$1,25 miliar yang baru saja rampung pekan lalu.

Pada 18 Januari, Michael Saylor mengunggah sebuah grafik di platform media sosial X dengan keterangan “Bigger Orange”. Para analis pasar secara luas menafsirkan frasa tersebut sebagai sinyal niat untuk melampaui 13.627 Bitcoin yang baru saja perusahaan borong.

Strategy Beri Sinyal Beli Bitcoin Tertinggi di Tengah Drop Premium Saham

Akuisisi sebelumnya itu sendiri telah memperkuat posisi Strategy sebagai holder Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Namun, aksi beli yang melampaui jumlah tersebut akan mengerek total kepemilikan Bitcoin Strategy melewati ambang 700.000 BTC.

₿igger Orange. pic.twitter.com/HI47hMCnui

— Michael Saylor (@saylor) January 18, 2026

Catatan ini akan menempatkan treasury perusahaan pada level yang langka, hanya berada di bawah exchange-traded fund (ETF) IBIT milik BlackRock dan estimasi 1,2 juta BTC yang dimiliki oleh Satoshi Nakamoto, pendiri jaringan yang menggunakan nama samaran.

Pencapaian ini akan menempatkan kas perusahaan di level yang sangat langka, hanya berada di bawah exchange-traded fund (ETF) BlackRock IBIT serta estimasi kepemilikan sekitar 1,2 juta BTC milik Satoshi Nakamoto, pendiri pseudonim jaringan Bitcoin.

Langkah agresif ini terjadi di saat yang cukup rentan bagi perusahaan perangkat lunak enterprise.

Saham Strategy anjlok lebih dari 50% tahun lalu, dan premi market-to-net-asset-value (mNAV) yang penting juga turun drastis menjadi sekitar 1,0x.

Penurunan premi ini mengancam model arbitrase yang selama ini Saylor gunakan untuk mendanai akuisisi.

Ketika modal institusi semakin banyak masuk ke exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot—yang memberikan eksposur tanpa kerumitan atau premi dari saham Strategy—perusahaan pun kehilangan leverage mudah yang dulunya bisa mereka nikmati.

Guna mempertahankan laju akumulasi di tengah situasi ini, Strategy beralih ke taktik pendanaan yang lebih agresif.

Hanya dalam setahun terakhir, perusahaan sudah mengumpulkan dana US$25 miliar melalui penjualan saham biasa serta penerbitan jenis saham preferen baru, termasuk STRC.

Strategy Bitcoin Fundraise in 2025.
Penggalangan Dana Strategy untuk Bitcoin di 2025 | Sumber: Strategy

Sementara itu, Wall Street menyikapi dilusi ini dengan hati-hati. TD Cowen baru-baru ini memangkas target harga saham menjadi US$440 dari US$500, namun tetap mempertahankan rating Beli.

Perusahaan itu menyebut turunnya “Bitcoin Yield” untuk tahun fiskal 2026, sebuah metrik khusus yang mengukur eksposur Bitcoin per saham. Para analis menyatakan bahwa ketergantungan perusahaan untuk menerbitkan lebih banyak ekuitas guna pembelian, secara aktif mendilusi yield bagi para pemegang saham.

Walaupun ada rasa skeptis, beberapa pengamat pasar berpendapat Strategy telah membangun benteng struktural yang sulit keuangan tradisional jangkau.

“Mereka menemukan cara mengakumulasi Bitcoin dalam skala besar, membungkusnya ke dalam produk, dan menawarkan eksposur dengan cara yang tidak bisa ditandingi bank tradisional,” ujar analis Bitcoin Shagun Makin.

Makin berpendapat bahwa tekanan regulasi dan pasar yang makin besar terhadap perusahaan mencerminkan efektivitas modelnya, alih-alih kelemahannya.

“Bank tidak bisa meniru model ini tanpa merusak neraca mereka sendiri. Jadi, satu-satunya pilihan nyata adalah memperlambatnya, mendiskreditkannya, atau mengaturnya,” tambahnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang isyarat akuisisi Bitcoin oleh Strategy di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Kritik Strategi Ethereum, CEO Solana Tolak Konsep “Ossification” Buterin

Co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, menegaskan bahwa protokol blockchain harus senantiasa “beriterasi” agar dapat bertahan.

Pada 17 Januari, lewat platform media sosial X, Yakovenko berpendapat bahwa umur panjang sebuah jaringan sangat bergantung pada kemampuannya untuk terus beriterasi.

Yakovenko Paparkan Masa Depan Solana Berbasis AI

Ia mengemukakan bahwa agar blockchain tidak usang, jaringan harus selalu berubah mengikuti kebutuhan para pengembang serta penggunanya yang terus berubah.

“Agar tidak mati, harus selalu bermanfaat. Jadi, tujuan utama perubahan protokol seharusnya ialah menyelesaikan masalah pengembang atau pengguna. Itu bukan berarti semua masalah harus dipecahkan, bahkan, mengatakan tidak pada sebagian besar masalah justru diperlukan,” tulisnya.

Yakovenko menggambarkan masa depan di mana Solana tidak bergantung pada satu individu atau tim inti rekayasa untuk mendorong iterasi ini. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa upgrade protokol selayaknya berasal dari komunitas kontributor yang beragam dan terdesentralisasi.

I actually think fairly differently on this. Solana needs to never stop iterating. It shouldn’t depend on any single group or individual to do so, but if it ever stops changing to fit the needs of its devs and users, it will die.

It needs to be so materially useful to humans… https://t.co/itqr1b5az4

— toly 🇺🇸 (@toly) January 17, 2026

Menariknya, eksekutif Solana ini menyebut bahwa kecerdasan buatan dapat memainkan peran sentral dalam menjaga perkembangan jaringan yang pesat dengan membentuk tata kelola dan proses pengkodean di masa depan.

“LLM bisa menghasilkan spesifikasi SIMD yang sangat ketat sehingga LLM dapat memverifikasi bahwa spesifikasi itu lengkap dan tidak ambigu, lalu mengimplementasikannya. Satu-satunya hambatan utama adalah kesepakatan dan pengujian di testnet,” klaimnya.

Pendekatan ini, menurutnya, akan memungkinkan jaringan melakukan self-optimization (optimasi diri) dengan kecepatan yang mustahil dicapai oleh tim yang sepenuhnya bergantung pada manusia.

Sementara itu, pernyataan Yakovenko menjadi bantahan langsung terhadap strategi visi terbaru yang diajukan oleh co-founder Ethereum, Vitalik Buterin.

Buterin baru-baru ini memperkenalkan konsep “walkaway test”. Ini adalah sebuah pencapaian di mana jaringan Ethereum dapat bertahan sendiri dan terus berjalan secara permanen tanpa keterlibatan para pengembang awalnya.

Dalam visi tersebut, Ethereum akan mengalami “ossification”, yaitu mencapai kondisi di mana nilai utamanya berasal dari ketetapan protokol, bukan dari janji fitur-fitur baru di masa depan.

Buterin mengakui Ethereum harus terus berubah dalam jangka pendek. Namun, ia menekankan bahwa jaringan ini bertujuan untuk mengunci protokol setelah mampu melewati beberapa hambatan teknis tertentu.

Beberapa hambatan tersebut antara lain perlunya ketahanan terhadap kuantum secara penuh, skalabilitas yang memadai, dan arsitektur state yang berkelanjutan.

Benturan ideologi ini dengan jelas menggambarkan dua jalur berbeda dalam pasar kripto.

Roadmap Buterin menempatkan Ethereum sebagai sistem penyelesaian yang andal dengan mengutamakan keamanan dan immutability, guna menarik kepercayaan komunitas.

Di sisi lain, strategi Yakovenko menempatkan Solana sebagai platform teknologi dengan pertumbuhan tinggi. Dengan demikian, jaringan ini lebih mengutamakan kecepatan dan juga adaptasi agresif agar bisa merebut pangsa pasar di tengah persaingan yang ketat.

Bagaimana pendapat Anda tentang CEO Solana yang tentang visi Buterin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Coinbase Bantah Standoff Dengan White House, Targetkan Kompromi Stablecoin untuk CLARITY Act

CEO Coinbase, Brian Armstrong, membantah laporan tentang meningkatnya ketegangan dengan pemerintahan Trump, dan menegaskan bahwa kolaborasi terkait CLARITY Act tetap “sangat konstruktif”.

Pernyataan ini muncul setelah laporan dari jurnalis kripto, Eleanor Terrett, yang menyebutkan bahwa pemerintahan sangat marah kepada exchange tersebut.

Polymarket Menempatkan Peluang Pengesahan CLARITY Act Tahun Ini di 41%

Berdasarkan laporan tersebut, pejabat pemerintah bahkan siap menarik dukungan untuk regulasi itu jika Coinbase tidak kembali bernegosiasi dengan kompromi soal imbal hasil stablecoin.

Pertikaian ini berakar dari kekhawatiran sektor perbankan tradisional akan “melarikan dana simpanan.”

Bank komunitas dan bank regional sudah memperingatkan bahwa jika exchange kripto boleh menawarkan yield tinggi pada stablecoin, maka arus keluar simpanan bisa makin cepat. Mereka berpendapat bahwa nasabah akan memindahkan dana dari rekening tabungan berbunga rendah ke aset digital yang mengacu pada dolar, sehingga risiko stabilitas perbankan meningkat.

Meski begitu, Armstrong menyangkal anggapan bahwa Gedung Putih mengancam untuk membatalkan RUU tersebut. Ia justru menggambarkan situasinya sebagai arahan strategis dari pemerintah untuk menyelesaikan kekhawatiran khusus bank regional.

Ia menerangkan bahwa Gedung Putih meminta exchange tersebut untuk bernegosiasi dengan pihak bank, dan detail lebih lanjut terkait hal ini akan “segera diumumkan”.

“Sebenarnya, kami sudah sedang merancang beberapa gagasan bagus tentang bagaimana kami bisa membantu bank komunitas secara spesifik melalui RUU ini, karena inilah fokus utamanya,” tulis Armstrong di platform media sosial X.

Ketegangan ini menyoroti rapuhnya rancangan undang-undang komprehensif tersebut, yang bertujuan memberikan kejelasan regulasi yang sudah lama dicari bagi industri aset kripto.

Pada awal pekan, Coinbase sempat memberi sinyal akan menarik dukungan terhadap CLARITY Act. Exchange itu menyoroti beberapa aturan yang melarang tokenisasi saham, membatasi protokol decentralized finance, serta menghapus imbalan stablecoin.

Di sisi lain, pelaku industri lain juga mencermati negosiasi ini dengan seksama.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menuturkan bahwa meski proses legislatif berlangsung alot, langkah dari Senat adalah “kemajuan besar” untuk melindungi konsumen dan membangun kerangka kerja yang lebih jelas.

“Ripple (dan saya) tahu secara langsung bahwa kejelasan selalu lebih baik daripada kekacauan, dan keberhasilan RUU ini berarti keberhasilan kripto. Kami tetap terlibat dalam pembahasan, dan akan terus mendorong debat yang adil,” ujar dia.

Meski ada optimisme, pasar prediksi tetap skeptis soal waktu pengesahan. Di platform taruhan Polymarket, para trader kini memperkirakan hanya ada peluang 41% RUU struktur pasar ini akan menjadi undang-undang tahun ini.

  •  

Harga Solana Hadapi Risiko Crash meski Ada 8 Juta Investor Baru

Harga Solana secara keseluruhan masih bergerak naik, namun risiko jangka pendek mulai muncul. SOL membentuk pola wedge naik sejak awal bulan, sebuah pola yang sering berakhir dengan koreksi.

Meski partisipasi investor tetap tinggi, pola ini menandakan ada potensi penurunan harga yang bisa mengurangi hasil bullish belakangan ini.

Holder Solana Saling Melawan Satu Sama Lain

Aktivitas on-chain memperlihatkan pertumbuhan jaringan yang kuat. Sejak awal bulan ini, jumlah alamat yang bertransaksi di Solana naik tajam. Pada puncaknya, lebih dari 8 juta alamat baru masuk ke jaringan hanya dalam waktu 24 jam.

Kenaikan ini menandakan adanya permintaan tinggi terhadap SOL. Alamat-alamat baru biasanya membawa modal segar, sehingga meningkatkan likuiditas dan penggunaan jaringan. Pertumbuhan seperti ini merefleksikan daya tarik ekosistem Solana yang semakin meluas, didorong oleh aktivitas DeFi, meme coin, dan aplikasi berkecepatan tinggi yang menarik minat peserta baru.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Solana New Addresses
Alamat Baru Solana | Sumber: Glassnode

Meski adopsi jaringan terus meningkat, momentum makro justru menunjukkan hal berbeda. Data perubahan posisi di exchange memperlihatkan bahwa holder lama kini lebih berpengaruh terhadap pergerakan harga. Tekanan beli dari peserta jangka panjang semakin melemah, sehingga arus modal baru menjadi kurang berdampak.

Saat kekuatan beli mulai berkurang, tekanan jual justru semakin mendominasi. Pergeseran ini menandakan bahwa holder SOL lama sedang mengurangi eksposur atau bersiap menjual. Jika pasokan lama lebih besar dari permintaan baru, harga berpotensi melemah dan kemungkinan breakdown dari struktur saat ini pun meningkat.

Solana Exchange Position Change.
Perubahan Posisi Solana di Exchange | Sumber: Glassnode

Harga SOL Nampaknya Akan Mengalami Koreksi

Harga Solana berada di kisaran US$144 pada waktu publikasi, bergerak di dalam pola wedge naik yang terbentuk beberapa hari terakhir. Pola bearish continuation ini memproyeksikan potensi penurunan sebesar 9,5%, sehingga target koreksi bisa mendekati US$129 jika struktur ini break ke bawah.

Proyeksi penurunan ini sejalan dengan momentum yang mulai melemah. Jika breakdown terkonfirmasi, SOL kemungkinan akan turun ke level US$136 terlebih dahulu. Kehilangan support ini bisa membawa harga menuju US$130, di mana para pembeli mungkin akan mencoba menahan harga di tengah kewaspadaan pasar yang lebih luas.

Solana Price Analysis.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Meski begitu, skenario bearish belum tentu terjadi. Jika sentimen investor membaik dan tekanan jual mereda, SOL bisa saja rebound dari garis bawah wedge tersebut. Jika harga mampu menembus US$146, itu akan menjadi sinyal kekuatan baru. Potensi kenaikan berikutnya dapat membawa Solana ke US$151 sehingga membatalkan prediksi bearish.

  •  

Jaringan Burger Amerika Lakukan Pembelian Bitcoin Senilai US$10 Juta

Steak ‘n Shake telah membeli Bitcoin senilai US$10.000.000, menandakan peningkatan besar dalam strategi mereka untuk mengubah pendapatan restoran cepat saji menjadi treasury aset kripto perusahaan.

Aksi akuisisi ini menandai fase terbaru dari inisiatif “Bitcoin-to-Burger” milik jaringan yang sudah berusia 90 tahun, yaitu langkah keuangan yang langsung mengkonversi arus kas operasional menjadi aset digital.

Steak ‘n Shake Klaim Strategi Bitcoin Dorong Pertumbuhan ‘Terbaik di Industri’ pada 2025

Program ini, yang dimulai pada Mei 2025, mengintegrasikan akumulasi aset digital ke dalam operasi harian perusahaan.

Dengan menerima pembayaran Bitcoin dan memasarkan langsung ke komunitas kripto, jaringan restoran ini bertujuan untuk memodernisasi struktur modalnya.

Eight months ago today, Steak n Shake launched its burger-to-Bitcoin transformation when we started accepting bitcoin payments. Our same-store sales have risen dramatically ever since.

All Bitcoin sales go into our Strategic Bitcoin Reserve.

Today we increased our Bitcoin…

— Steak 'n Shake (@SteaknShake) January 17, 2026

Manajemen perusahaan menggambarkan model ini sebagai “sistem yang dapat menopang dirinya sendiri.” Dalam kerangka ini, peningkatan kualitas makanan mendorong peningkatan pendapatan, yang kemudian dialirkan ke cadangan Bitcoin perusahaan.

Berdasarkan data internal, strategi ini telah memberikan hasil nyata. Tahun lalu, perusahaan mencatat pertumbuhan dua digit pada penjualan toko yang sama, didorong oleh adopsi BTC, yang membuatnya unggul jauh dibandingkan industri serupa.

“Pada tahun 2025, Steak n Shake mencapai pertumbuhan penjualan toko sejenis dua digit — terbaik di industri! Menjadi perusahaan Bitcoin memberikan dorongan besar pada bisnis kami, sehingga kami bisa lebih meningkatkan kualitas makanan,” demikian dinyatakan oleh mereka.

Yang penting, jaringan restoran ini sedang memantapkan diri sebagai entitas “hanya Bitcoin”.

Walaupun survei perusahaan baru-baru ini menunjukkan 53% responden memilih menambah Ethereum (ETH) sebagai metode pembayaran, pihak manajemen dengan tegas menolak usulan tersebut.

Keputusan ini memperkuat filosofi maksimalis yang bertujuan menjaga loyalitas dari segmen pasar yang spesifik dan memiliki orientasi ideologis.

Selain itu, integrasi BTC ini juga meluas ke karyawan perusahaan.

Pada Oktober lalu, Steak ‘n Shake mengupdate infrastruktur penggajian mereka agar 10.000 karyawannya dapat menerima persentase gaji mereka dalam Bitcoin. Langkah ini menunjukkan pandangan perusahaan bahwa aset ini sebagai penyimpan nilai yang layak sebanding dengan mata uang fiat.

Berdiri sejak tahun 1934, Steak ‘n Shake mengoperasikan ratusan lokasi di seluruh Amerika Serikat dan juga di mancanegara.

Langkah terbarunya mengukuhkan status mereka sebagai pengecualian di sektor restoran konvensional, dengan mencoba memodernisasi merek warisan dengan mengaitkan kesehatan finansial jangka panjang perusahaan ke performa aset kripto terbesar di dunia ini.

  •  

Bull Ethereum Bisa Gagal karena Pembalikan Kritis Ini

Harga Ethereum baru saja mengalami breakout dari pola segitiga bullish, yang menunjukkan adanya dorongan naik kembali.

Namun, breakout ini kini nampaknya rentan. ETH sudah mencetak divergensi bearish hampir selama tiga minggu, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa pergerakan ini kurang meyakinkan.

Holder Penting Ethereum Tengah Melakukan Koreksi

Ethereum menunjukkan divergensi bearish yang jelas dalam tiga minggu terakhir, yang menjadi sinyal melemahnya kekuatan internal. Walaupun harga ETH terus membentuk level tertinggi yang lebih tinggi, indikator Chaikin Money Flow justru membentuk posisi terendah yang semakin tinggi pula. Pola ini mengisyaratkan bahwa kenaikan harga terjadi bersamaan dengan meningkatnya arus keluar modal, bukan arus masuk modal yang konsisten.

Biasanya, divergensi seperti ini mendahului pembalikan tren. Investor nampaknya mendistribusikan ETH saat harga menguat dan bukan menambah kepemilikan. Ketika modal keluar dari pasar sewaktu harga naik, maka dorongan naik pun berkurang. Dinamika ini meningkatkan kemungkinan breakout yang gagal, apalagi di tengah situasi pasar kripto yang sedang berhati-hati.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

ETH Bearish Divergence
Divergensi Bearish ETH | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat sinyal bearish yang terlihat pada indikator momentum. Crypto whale Ethereum meningkatkan aktivitas penjualan selama sepekan terakhir. Wallet yang berisi antara 100.000 dan 1 juta ETH telah menjual lebih dari 230.000 ETH, menurut data on-chain.

Tekanan jual ini setara dengan sekitar US$760 juta pada harga saat ini. Arus keluar besar dari wallet sejalan dengan penurunan CMF, yang mengonfirmasi kepercayaan yang melemah di antara holder besar. Ketika whale menjual di momen breakout, kekuatan harga menjadi lemah dan peluang penurunan harga dalam waktu dekat pun meningkat.

ETH Whale Holding
Kepemilikan Whale ETH | Sumber: TradingView

Harga ETH Bisa Menghadapi Penurunan

Harga Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar US$3.309 pada waktu publikasi dan masih berada sedikit di atas level support US$3.287. Breakout dari pola segitiga sebelumnya memproyeksikan kenaikan hingga 29,5%, dengan target ke US$4.240. Namun, melemahnya momentum dan divergensi bearish mengancam struktur bullish tersebut.

Dengan situasi seperti saat ini, ETH kemungkinan akan kehilangan support US$3.287. Jika breakdown terjadi, harga bisa turun ke area US$3.131 dan memvalidasi pergerakan ini sebagai fakeout. Penolakan seperti ini akan meningkatkan tekanan jual dan mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam di bawah US$3.000.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Meski begitu, potensi turun belum pasti terjadi. Jika ETH berhasil rebound dari US$3.287 dan aksi jual whale mulai berkurang, momentum bullish bisa kembali.

Menahan support tersebut bisa membuka peluang Ethereum naik hingga US$3.441. Dan jika kekuatan berlanjut, maka potensi keuntungan bisa bertambah ke area US$3.802, sehingga membatalkan outlook bearish sebelumnya.

  •  
❌