Reading view

NYC Token Kena Rug Pull? Ini 4 Tanda Bahayanya

Meme coin NYC milik mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, menuai kritik tajam dari komunitas aset kripto setelah anjlok lebih dari 80%, sehingga kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.

Baik Adams maupun tim proyeknya membantah melakukan kesalahan, tapi pergerakan likuiditas yang tidak lazim menimbulkan kekhawatiran, sehingga beberapa analis menilai token ini berpotensi sebagai rug pull. Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, seorang analis dari Nansen menjabarkan 4 alasan mengapa token NYC nampaknya masuk ke dalam kategori “rug pull” secara lebih luas.

Sekitar 60% Trader Alami Kerugian setelah NYC Token Mengalami Koreksi Besar

Awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Adams memperkenalkan token tersebut di Times Square. Nilainya sempat melonjak tak lama setelah peluncuran, namun reli itu tidak bertahan lama.

“MANTAN WALIKOTA NYC BARU SAJA MELAKUKAN RUGPULL. Koin itu langsung menyentuh kapitalisasi pasar US$500 juta sebelum Eric menarik likuiditas dari koin tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan besar hingga 80% dan token itu jatuh di bawah US$100 juta,” posting Ash Crypto .

Analis di blockchain menemukan perilaku likuiditas yang aneh. Rune Crypto menuduh Adams telah menarik US$3,4 juta dari liquidity pool token ini. Bubblemaps juga mengidentifikasi aktivitas likuiditas yang mencurigakan.

Eric Adams, former NYC major, has just removed the whole liquidity pool of his new memecoin: a total of $3,430,000 scammed https://t.co/QgGAVzgM3H pic.twitter.com/UdEbufckS3

— Rune (@RuneCrypto_) January 12, 2026

Dalam sebuah posting terpisah, Bubblemaps menyoroti dampak negatif dari token NYC. Sekitar 4.300 trader berinteraksi dengan token NYC, di mana kira-kira 60% mencatatkan kerugian.

  • 2.300 trader kehilangan kurang dari US$1.000.
  • 200 trader mengalami kerugian antara US$1.000 sampai US$10.000.
  • 40 trader kehilangan antara US$10.000 hingga US$100.000.
  • 15 trader mengalami kerugian lebih dari US$100.000.

Apakah NYC Token Kena Rug Pull?

Nicolai Sondergaard, Research Analyst di Nansen, menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa alasan token NYC bisa di kelompokkan bersama rug pull lainnya adalah karena cara mereka menarik likuiditas. Analis ini menguraikan 4 alasan utama:

  • Tim tidak membuat pengumuman sebelumnya terkait rencana “rebalance” likuiditas.
  • Sejumlah besar likuiditas di tarik dalam waktu yang sangat singkat, bukan secara bertahap.
  • Likuiditas yang di tarik tidak sepenuhnya di kembalikan ke pool.
  • Likuiditas baru di tarik setelah token mencapai level tinggi.

“Kalau ini memang langkah yang sah, saya pasti mengharapkan perubahan kecil serta ada pemberitahuan sebelumnya kalau akan ada pergeseran. Hal seperti ini sepertinya tidak akan berdampak negatif pada token,” komentar Sondergaard.

Ia menerangkan bahwa penarikan likuiditas, bahkan jika hanya sebagian, secara signifikan meningkatkan dampak dari satu order jual. Order jual yang biasanya tidak akan banyak mempengaruhi harga saat kondisi likuiditas normal, kini bisa menggerakkan pasar jauh lebih besar, seringkali memicu kepanikan, gelombang aksi jual, dan bahkan memaksa trader dengan limit order keluar dari posisinya.

“Apa yang mereka lakukan pada dasarnya menjebak para trader, sehingga banyak yang terpaksa menjual dengan kerugian di kondisi likuiditas rendah. Menambahkan likuiditas kembali pun tidak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Demikian pula dengan memasang order DCA, itu hanya solusi tambal sulam,” ujar analis tersebut.

Sondergaard menekankan bahwa, dari sisi integritas pasar, komunikasi yang jelas dan transparan mengenai likuiditas sangat penting. Mengapa? Karena trader tidak dapat menilai risiko secara akurat jika likuiditas bisa menghilang tanpa peringatan apapun.

Dia menyebut bahwa kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan di ekosistem secara luas. Analis ini menambahkan bahwa standar transparansi yang lebih baik, di tambah pengawasan berbasis data, akan membantu membedakan proyek-proyek yang sah dari pihak-pihak yang beritikad buruk. Sondergaard menyarankan,

“Akan lebih bijak kalau investor selalu berhati-hati ketika trading meme coin. Selalu nilai distribusi holder, apakah volume beli jauh lebih besar dari volume jual, apakah likuiditas yang masuk satu sisi saja (misal hanya token, atau usdc juga dimasukkan)?” terang analis tersebut.

Adams Bantah Tuduhan Rug Pull

Di tengah kritikan ini, juru bicara mantan wali kota, Todd Shapiro, membagikan pernyataan yang membantah tudingan tersebut. Ia menolak laporan yang menyebut Adams memindahkan dana investor atau mengambil keuntungan dari peluncuran token NYC, seraya menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti.

Juru bicara itu menuturkan bahwa NYC Token mengalami volatilitas harga yang memang umum terjadi pada aset digital yang baru diluncurkan. Ia mengulangi komitmen Adams terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi yang bertanggung jawab.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Sebelumnya, tim NYC Token menyatakan bahwa pergerakan likuiditas tersebut terjadi karena proses rebalancing setelah adanya permintaan yang sangat tinggi saat peluncuran.

Bagaimana pendapat Anda tentang token kripto NYC di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

3 Mata Uang Kripto Incaran Institusi, Apa Saja?

Tahun 2026 menjadi titik balik bagi industri kripto global. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa raksasa keuangan dunia tidak lagi melihat aset digital sebagai eksperimen spekulatif, melainkan sebagai komponen inti dalam portofolio mereka. Arus modal kini mengalir deras ke tiga aset utama.

Pergeseran ini menandai berakhirnya era spekulasi liar, berganti dengan strategi berbasis fundamental yang dipandu oleh para pemimpin pemikiran finansial dunia. Berikut adalah alasan mengapa ‘Smart Money’ kini berlabuh pada tiga pilar digital tersebut.

Standar Baru Aset Cadangan Korporasi

Bitcoin kini telah mengukuhkan posisinya sebagai “emas digital” yang wajib di miliki oleh institusi melalui instrumen ETF. Strategi ini di pertegas oleh Michael Saylor, Chairman MicroStrategy, yang melalui akun X miliknya Saylor menyatakan:

“Bitcoin bukan sekadar aset; ia adalah standar cadangan digital untuk peradaban modern. Di tahun 2026, setiap entitas yang tidak memiliki eksposur pada BTC berarti mereka sedang bertaruh melawan efisiensi matematika.”

Sejalan dengan Saylor, BlackRock kini memandang Bitcoin sebagai aset safe haven yang mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pusat Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

Bagi institusi yang fokus pada infrastruktur keuangan, Ethereum tetap menjadi raja yang tak tergoyahkan. Raoul Pal, CEO Global Macro Investor Raoul GMI, menjelaskan bahwa Ethereum adalah pusat dari digitalisasi aset global.

ethereum

Ethereum adalah ‘Global Settlement Layer’. Semua jalan menuju digitalisasi aset dunia nyata (RWA) bermuara di sini. Institusi memilih ETH karena mereka membutuhkan keamanan yang sudah teruji, bukan sekadar janji kecepatan.

Mesin Utama Adopsi Massal dan Efisiensi

Solana muncul sebagai “kuda hitam” yang paling disukai untuk skalabilitas tinggi. Cathie Wood, CEO ARK Invest CathieDWood, secara terbuka memuji kemampuan teknis jaringan ini dalam menangani transaksi skala besar.

Jika Ethereum adalah Apple-nya blockchain, maka Solana adalah infrastruktur yang memungkinkan adopsi massal terjadi sekarang. Kecepatannya yang setara dengan internet tradisional adalah alasan mengapa kami terus menambah posisi pada SOL.

Bagi banyak manajer aset, Solana dipandang sebagai solusi praktis untuk pembayaran global dan integrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Dukungan eksplisit dari tokoh-tokoh besar ini menunjukkan bahwa pasar kripto 2026 bukan lagi tentang “koin mana yang akan naik,” melainkan “infrastruktur mana yang akan di gunakan oleh dunia.” Bitcoin sebagai emas digital, Ethereum sebagai pusat data keuangan, dan Solana sebagai mesin transaksi cepat adalah tiga pilar yang kini memimpin revolusi ekonomi digital.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga 3 mata uang kripto incaran institusi di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Staking Ethereum Catat Banyak Rekor — Apakah ETH Siap untuk Breakout?

Pada Januari 2026, ekosistem Ethereum mencatat lonjakan aktivitas staking, dengan beberapa metrik mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini bisa mengurangi pasokan likuid dan mendorong potensi breakout harga.

Walaupun harga ETH tetap berada di bawah level US$3.500 selama dua bulan terakhir, analis merasa breakout semakin dekat berkat sinyal on-chain yang positif ini.

Hampir 36 Juta ETH Staking, Mewakili Hampir 30% dari Supply

Data ValidatorQueue menunjukkan bahwa ETH yang di staking telah mencapai 35,9 juta, atau sekitar 29,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan harga saat ini, nilainya lebih dari US$119 miliar.

Total ETH Staked vs. % Supply Staked. Source:  ValidatorQueue
Total ETH yang Di-Staking vs. Persentase Pasokan yang Di-Staking | Sumber: ValidatorQueue

Grafik tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Januari. ETH yang di staking naik dari 35,5 juta ke 35,9 juta, mengakhiri fase sideways panjang yang telah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

Pertumbuhan ini terjadi walau harga ETH menurun lebih dari 30% sejak Agustus. Data ini memperlihatkan keyakinan jangka panjang yang kuat dari investor serta memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan Ethereum.

Selain itu, per 15 Januari, antrean staking ETH menembus 2,5 juta ETH, mencetak level tertinggi baru sejak Agustus 2023. Sementara itu, antrean unstaking turun menjadi nol.

Etherem Validator Queue. ValidatorQueue
Antrean Validator Ethereum | Sumber: ValidatorQueue

Capaian ini terutama di picu oleh aktivitas staking dari institusi besar serta Digital Asset Treasury (DAT) yang terdaftar di publik.

Arkham melaporkan bahwa Bitmine milik Tom Lee menambah staking sebanyak 186.500 ETH, senilai lebih dari US$600 juta. Langkah ini membuat total ETH yang di staking Bitmine menjadi 1,53 juta ETH, dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Secara keseluruhan, Tom Lee kini melakukan staking lebih dari 1% dari total pasokan Ethereum.

“Tom Lee melakukan staking ETH senilai miliaran. Dia 100% tahu lebih banyak dibanding kita,” komentar CryptoGoos .

Sementara itu, SharpLink (SBET), perusahaan publik pertama yang memakai Ethereum sebagai aset treasury utama, menyampaikan bahwa aktivitas staking mereka telah menghasilkan lebih dari US$32 juta sejak Juni. Total reward yang terkumpul kini mencapai 11.157 ETH.

Ethereum juga mencatat pencapaian besar lainnya di Januari, karena aktivitas pengguna mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Tren ini mencerminkan besarnya partisipasi dalam transaksi stablecoin dan protokol DeFi di jaringan Ethereum.

Dengan sederet sinyal bullish tersebut, analis memperkirakan Ethereum bisa menembus resistance US$3.450 saat ini dan reli menuju US$4.000. Pandangan ini juga di dukung pola cup-and-handle yang sedang terbentuk dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi breakout ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Lighter Token Turun 15% saat Staking LIT Mulai Berjalan

Token LIT milik Lighter turun hampir 15% dalam 24 jam terakhir, setelah platform ini mengumumkan program staking terbarunya.

Walaupun peluncuran ini menambah utilitas baru dan menyelaraskan ekosistem, penurunan harga ini terutama disebabkan oleh aksi jual setelah peluncuran dan tekanan dari pasar secara umum.

Peluncuran Staking LIT: Semua Hal yang Perlu Diketahui Pengguna Lighter

Pada waktu publikasi, token LIT dari Lighter DEX diperdagangkan di harga US$1,85. Token ini turun hampir 14,79% dalam 24 jam terakhir. Dengan penurunan ini, Lighter secara efektif memvalidasi proyeksi penurunan 15% untuk token LIT.

Lighter (LIT) Price Performance
Performa Harga Lighter (LIT) | Sumber: BeInCrypto

Ini terjadi hanya beberapa jam setelah Lighter mengumumkan rencana staking mereka. Jaringan ini menyoroti bagaimana para holder LIT sekarang bisa mendapat imbalan serta mengakses fitur tambahan di seluruh platform. Dengan melakukan staking LIT, pengguna dapat membuka akses ke LLP milik Lighter, salah satu produk keuangan on-chain andalan mereka.

News: Lighter has launched staking for $LIT.

31M tokens have already been staked.

Rewards for stakers:
– LLP deposit allowance of 10 USDC per staked LIT.
– Fee-free fast withdrawals and in-platform transfers with a minimum of 100 staked LIT.
– Discounted fee tiers for premium… pic.twitter.com/eYlheTZFx6

— Lighter Daily (@lighter_daily) January 15, 2026

Dalam program ini, untuk setiap 1 LIT yang di-stake, pengguna bisa langsung mendepositkan 10 USDC ke LLP. Para holder LLP saat ini mendapat masa tenggang dua minggu hingga 28 Januari. Setelah itu, LIT yang di-stake harus tetap berada di pool.

Menurut Lighter, mekanisme ini dirancang untuk membuat para holder LIT lebih selaras dengan partisipan LLP sekaligus meningkatkan imbal hasil yang sudah diperhitungkan risikonya.

Rencana serupa juga akan diterapkan pada pool publik lainnya sebagai bagian dari tujuan exchange untuk “mendemokratisasi hedge fund di on-chain.”

Staking juga memberikan insentif berupa potongan biaya. Market maker premium dan perusahaan trading berfrekuensi tinggi (HFT) akan mendapat potongan biaya pada level biaya baru, sedangkan trading untuk ritel tetap gratis.

“Staking LIT di Lighter akan mendapatkan yield, dan kami akan mulai mempublikasikan APR begitu program ini berjalan,” baca salah satu kutipan dalam pengumuman tersebut.

Lighter berencana untuk merilis rincian lengkap level biaya premiumnya dalam beberapa hari mendatang, supaya para trader profesional bisa menyesuaikan algoritma mereka.

Keuntungan tambahan meliputi penarikan dan transfer tanpa biaya bagi pengguna yang melakukan staking minimal 100 LIT, serta dukungan staking lewat mobile yang akan segera hadir. Yield awalnya akan diberikan dari hak staking yang sebelumnya hanya tersedia untuk pengguna premium.

Mengapa LIT Turun: Penjualan setelah Peluncuran, FUD, dan Volatilitas Staking

Meski ada potensi keuntungan dari staking, penurunan harga LIT mencerminkan gabungan berbagai faktor pasar. Aksi jual setelah peluncuran dan distribusi token setelah peluncuran mainnet publik pada Oktober menciptakan tekanan turun yang signifikan.

Demikian pula, jaringan Lighter masih menanggung beban FUD terkait dugaan penjualan token secara diam-diam. CEO-nya, Valdimir Novakovski, telah menanggapi isu ini secara terbuka melalui Discord.

A must-read on the recent FUD attempt directed at Lighter. 🚨 pic.twitter.com/vNRVtYio1F

— Lighter Daily (@lighter_daily) January 1, 2026

Investor awal dan penerima airdrop menjual sebagian kepemilikan mereka, memicu rangkaian aksi keluar pasar. Volume trading juga menurun sejak hype peluncuran awal, dan level support teknikal telah ditembus, sehingga aksi jual pun semakin deras.

Pengumuman staking itu sendiri kemungkinan memperparah penurunan, akibat situasi “buy the rumor, sell the news,” sehingga periode volatilitas alami dan aksi ambil untung menjadi makin dalam.

Lighter sebelumnya juga sudah mencoba untuk menopang harga token lewat buyback yang telah dimulai pada 5 Januari sesuai model tokenomics mereka.

The fees generated and protocol buybacks can be tracked with the treasury account in the block explorer, see link in threadhttps://t.co/b6PubEokro

— Lighter (@Lighter_xyz) January 5, 2026

Namun, upaya tersebut sejauh ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Exchange ini tetap menjadi penantang teratas di pasar perpetual swap, dengan laporan volume perp hampir US$5 miliar dalam 24 jam terakhir, setelah pesaing seperti Aster (US$6,2 miliar) dan Hyperliquid (US$8,8 miliar).

Perp Volume by Protocols
Volume Perp Berdasarkan Protocol | Sumber: DefiLlama

Selain itu, Lighter baru-baru ini menggalang dana sebesar US$68 juta dengan valuasi US$1,5 miliar dalam ronde pendanaan bersama Founders Fund dan Ribbit Capital.

Seiring platform ini terus mengembangkan ekosistem LIT, peluncuran staking menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan utilitas token dengan akses ke produk keuangan.

  •  

Dash Balap Monero, Coin Privacy Reli 100% Dalam Sepekan

Dash (DASH) melonjak menjadi performa mingguan terbaik di antara 300 aset kripto teratas, naik lebih dari 100% bahkan mengungguli Monero (XMR).

Peningkatan ini menandakan permintaan yang semakin besar pada aset kripto privasi dan menyoroti potensi DASH untuk menjadi pesaing Monero. Adopsi merchant yang semakin cepat dan akses yang makin mudah juga ikut mendorong tren ini.

DASH Jadi Privacy Coin Paling Banyak Di perdagangkan Saat Kenaikan Mingguan Melebihi 100%

Data BeInCrypto Markets menunjukkan nilai DASH telah naik 102,5% selama sepekan terakhir. Kemarin, altcoin ini menyentuh harga US$88,5 atau tertinggi dalam hampir dua bulan.

Dalam satu hari terakhir saja, DASH sudah meningkat 33,2%. Pada waktu publikasi, harganya di perdagangkan di angka US$82,27. Selain itu, volume perdagangan hariannya sudah melampaui US$1,3 miliar, sehingga menjadi aset paling banyak di perdagangkan di sektor aset kripto privasi, menurut CoinGecko.

Performa Harga DASH | Sumber: BeInCrypto Markets

Kenaikan DASH merupakan bagian dari reli sektor aset kripto privasi secara luas. Berdasarkan CryptoRank, 14 dari 18 token privasi dengan kapitalisasi pasar di atas US$100 juta sudah mencatatkan imbal hasil positif sejak 1 Januari.

“80% token privasi naik di 2026. Seiring tema privasi makin bersinar, banyak token mencapai harga tertinggi terbaru,” tulis postingan tersebut.

Aturan know-your-customer dan anti-pencucian uang yang makin ketat membangkitkan kembali minat pada privasi keuangan sehingga mendorong aset kripto privasi kembali jadi sorotan. Zcash menjadi aset terbaik di sektor ini pada 2025, namun belakangan kekhawatiran terkait tim pengembangannya ikut membebani sentimen pasar.

Situasi ini mungkin saja memicu rotasi modal di dalam ruang privasi, menjauhkan minat dari ZEC. DASH juga turut di untungkan di tengah pergeseran ini, karena adopsi yang makin meningkat mengangkat sentimen pasar dan mendukung performa DASH terbaru dibandingkan Monero.

Pada 13 Januari, Alchemy Pay mengumumkan telah mulai mendukung fitur pembelian fiat on-ramp untuk DASH. Kerja sama ini memungkinkan pengguna di 173 negara untuk membeli DASH menggunakan pembayaran fiat lokal. Jangkauan geografis yang luas ini membuat akses makin mudah serta mengatasi salah satu hambatan terbesar bagi aset kripto privasi.

“Dengan integrasi DASH ke fiat on-ramp, Alchemy Pay memperluas akses ke ekosistem cash digital Dash dan mendukung penggunaannya untuk pembayaran, tabungan, serta aplikasi Web3,” tulis tim tersebut dalam pengumuman.

Sementara itu, data adopsi jangka panjang menempatkan DASH di depan pesaingnya sesama kripto privasi. Analitik Cryptwerk memperlihatkan saat ini terdapat 1.682 merchant yang menerima DASH. Altcoin ini berada di peringkat ketujuh untuk adopsi merchant secara keseluruhan, dengan popularitas sebesar 23,12%. Monero berada di peringkat sepuluh, diterima di 1.225 merchant dengan tingkat adopsi 16,84%.

Selisih dalam penerimaan merchant ini menyoroti keunggulan praktis DASH. Dengan 457 merchant lebih banyak yang menerima DASH daripada Monero, tingkat adopsinya sekitar 37% lebih tinggi.

Outlook Harga DASH

Seiring dorongan bullish yang terus menguat, para analis masih terbagi mengenai apakah reli masih berlanjut atau akan terjadi pergerakan koreksi. Ardi, salah satu analis, menerangkan bahwa aset kripto privasi tersebut telah menunjukkan “kekuatan gila”.

“Jika momentum ini bertahan, sekitar US$77 jadi support likuiditas untuk pantulan. Jika tidak, area retest kemungkinan di US$71–US$73. Selama level itu kuat, zona US$98–US$103 menjadi target selanjutnya. Privacy szn,” paparnya Ardi.

Analis Jens juga memandang tren secara keseluruhan masih positif dan menganggap penurunan harga sebagai peluang beli, dengan potensi kenaikan menuju US$100.

“Setelah membentuk base lama di kisaran US$36–US$40, pembeli masuk dan momentum pun bergeser bullish. Sekarang harga sedang menguji zona resistance US$85–US$90. Jika bertahan kuat di sini, harga bisa menuju di atas US$100. Bahkan koreksi ke US$60–US$65 masih tergolong sehat,” terang analis tersebut dalam laporannya.

Walau begitu, sebagian pelaku pasar tetap berhati-hati dan memprediksi bahwa mungkin terjadi koreksi setelah reli ini.

$DASH / $USD – Update

Waiting on a dump to $53 for a bounce. WHAT A SCAM PUMP. pic.twitter.com/i1cqb6xCf0

— Crypto Tony (@CryptoTony__) January 13, 2026

Meski begitu, indikator teknikal hanya memberikan kemungkinan, bukan kepastian. DASH harus menjaga fundamental, adopsi, dan pertumbuhan sektor privacy-coin secara keseluruhan agar reli-nya bisa berlanjut. Dengan momentum dari sisi teknikal, infrastruktur, dan utilitas, Dash tetap menjadi privacy coin utama yang patut dipantau untuk bersaing dengan rivalnya seperti Monero.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga Dash di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Sinyal Bahaya Bitcoin: Bertahan di Atas US$95.000 atau Koreksi ?

Bitcoin sedang mencoba untuk memulihkan kerugian baru-baru ini setelah berhasil kembali ke level US$95.000, langkah yang membangkitkan optimisme jangka pendek. Reli ini mendorong BTC ke level tertinggi dua bulan, tapi pemulihan ini masih jauh dari selesai.

Pada kenyataannya, Bitcoin sekarang menghadapi ujian yang jauh lebih besar di depan. Zona antara US$98.000 dan US$110.000 merupakan resistance terkuat sejauh ini.

Holder Bitcoin Punya Peluang untuk Jual

Pergulatan Bitcoin menjadi semakin jelas jika melihat Long-Term Holder Cost Basis Distribution Heatmap. Sejak November 2025, setiap rebound selalu terhenti di dalam klaster suplai padat, berkisar dari sekitar US$93.000 hingga US$110.000. Area ini berisi koin yang dibeli saat puncak harga sebelumnya, sehingga menciptakan tekanan jual yang terus-menerus saat harga kembali ke zona tersebut.

Setiap upaya naik ke rentang ini selalu memicu distribusi baru dari para long-term holder. Akibatnya, Bitcoin gagal mempertahankan pemulihan struktural walaupun sudah beberapa kali terjadi breakout. Dengan harga kembali menekan suplai di atasnya, pasar menghadapi ujian ketahanan yang sudah tidak asing lagi. Menyerap distribusi ini masih menjadi kunci utama untuk pembalikan tren yang berkelanjutan.

Bitcoin LTH CBD Heatmap
Heatmap Bitcoin LTH CBD | Sumber: Glassnode

Dalam skala yang lebih luas, Net Realized Profit and Loss untuk long-term holder menampilkan gambaran yang lebih moderat. Data saat ini menunjukkan long-term holder merealisasikan sekitar 12.800 BTC per minggu dalam bentuk arus keuntungan bersih. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan puncak siklus sebelumnya yang melebihi 100.000 BTC per minggu.

Perlambatan ini menandakan aksi profit taking masih berlangsung tapi jauh lebih moderat. Kondisi ini membuat risiko penurunan jangka pendek menjadi berkurang, namun tidak sepenuhnya menghilangkan tekanan jual. Arah pasar sekarang sangat bergantung pada kekuatan permintaan, khususnya dari pembeli yang mengakumulasi Bitcoin selama kuartal kedua 2025. Bila permintaan tidak mampu menyerap pasokan, momentum naik akan melemah.

Bitcoin LTH Profit/Loss
Profit/Loss Bitcoin LTH | Sumber: Glassnode

Patokan utama jangka panjang tetap pada True Market Mean di sekitar US$81.000. Perdagangan yang bertahan di atas level ini mendukung prospek makro yang konstruktif. Jika gagal bertahan dalam jangka waktu yang lama, risiko kapitulasi akan naik secara signifikan, layaknya penurunan panjang yang terjadi antara April 2022 hingga April 2023.

Harga BTC Perlu Kekuatan untuk Tembus US$98.000

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$96.302 pada waktu publikasi, menandai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Pergerakan di atas US$95.000 mengangkat sentimen dan mendorong BTC mendekati resistance US$98.000. Momentum jangka pendek masih positif selama harga bertahan di atas support yang baru saja direbut kembali.

Namun, menembus US$98.000 dan bertahan di atas US$95.000 akan sangat sulit. Pasokan di atasnya masih berat, sehingga setiap kenaikan tekanan jual bisa dengan cepat membalikkan keuntungan. Jika investor memilih untuk mengamankan keuntungan, Bitcoin bisa kembali turun di bawah US$95.000. Kemudian koreksi lebih dalam ke arah US$91.471 menjadi lebih memungkinkan.

Bitcoin Price Analysis.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Skenario bullish masih mungkin terjadi jika long-term holder semakin mengurangi aksi jual. Jika distribusi mulai berkurang, Bitcoin berpotensi breakout di atas US$98.000 dan menantang US$100.000. Jika level psikologis tersebut berubah menjadi support, sentimen pasar akan membaik secara signifikan. Dari situ, BTC bisa memiliki peluang realistis menargetkan US$110.000, meskipun resistance baru akan muncul di atas angka enam digit tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi harga Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Tertarik Berkunjung ke Negara Ini? Anda Bisa Dapat “Paspor Bitcoin”

El Salvador kembali mengejutkan dunia. Kali ini, lewat peluncuran Bitcoin passport, sebuah langkah lanjutan dalam strategi unik negara tersebut. Program ini menggabungkan pariwisata, transaksi sehari-hari, dan konsep aset kripto dalam satu solusi. Yang terpenting, paspor Bitcoin ini dirancang untuk mendorong penggunaan Bitcoin di dunia nyata, bukan sekadar spekulasi.

El Salvador ingin membuktikan bahwa adopsi kripto dapat melampaui investasi semata dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Program Bitcoin Country dan dari Mana Asalnya?

Pekan ini, El Salvador resmi memperkenalkan program “Bitcoin Country” passport, yang memperluas strategi Bitcoin nasional ke sektor pariwisata dan perdagangan. Program ini merupakan kelanjutan dari pengakuan Bitcoin sebagai legal tender pada 2021. Pemerintah ingin Bitcoin hadir dalam transaksi harian, bukan hanya menjadi tajuk berita. Karena itu, fokus utama program ini adalah manfaat praktis bagi para penggunanya.

Melalui inisiatif ini, pemegang paspor berhak mendapatkan diskon hingga 10% di sejumlah merchant tertentu. Diskon tersebut hanya berlaku jika pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin, sehingga secara langsung mendorong adopsi kripto. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menarik wisatawan yang tertarik dengan dunia kripto, sekaligus memperkuat citra El Salvador sebagai Bitcoin hub global.

Otoritas setempat menegaskan bahwa paspor ini bukan dokumen perjalanan resmi. Paspor Bitcoin lebih berfungsi sebagai identitas bermerek atau kartu keanggotaan. Ia melambangkan keanggotaan dalam komunitas “Bitcoin Country” sekaligus memberikan penghematan nyata untuk transaksi sehari-hari.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Passport dalam Praktik?

Bitcoin passport tidak bisa digunakan untuk melintasi perbatasan atau menggantikan dokumen resmi negara. Fungsinya murni sebagai alat untuk mengakses manfaat lokal.

Pemegang paspor akan memperoleh diskon di merchant yang berpartisipasi, dengan syarat pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin dan merchant tersebut menerima aset kripto. Diskon bisa mencapai 10%, sehingga memberikan insentif finansial yang jelas bagi konsumen.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diuntungkan karena terdorong untuk menerima Bitcoin. Dengan demikian, adopsi kripto langsung terhubung dengan kebiasaan belanja sehari-hari.

Hingga kini, daftar lengkap merchant yang berpartisipasi belum dipublikasikan. Namun, informasi awal menunjukkan bahwa program ini akan banyak melibatkan hotel, restoran, dan layanan pariwisata, sektor yang secara alami berkaitan dengan arus wisatawan asing dan sebelumnya sudah diuntungkan oleh kedatangan “turis Bitcoin”.

Dalam praktiknya, paspor ini bekerja layaknya kartu keanggotaan. Pemegang cukup menunjukkannya kepada penjual untuk mendapatkan diskon. Seluruh proses dirancang agar sederhana dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna Bitcoin pemula sekalipun.

Bitcoin Passport sebagai Identitas dan Gaya Hidup

Sejak 2021, El Salvador terus bereksperimen dalam mengintegrasikan Bitcoin ke kehidupan sehari-hari. Awalnya, fokus berada pada dompet digital dan remitansi. Namun, program terbaru ini menandai perubahan pendekatan.

Kini, pemerintah menekankan aspek gaya hidup dan identitas nasional. Bitcoin passport menggabungkan branding negara dengan manfaat ekonomi yang nyata. Menurut otoritas, ini adalah solusi yang bersifat simbolis sekaligus sangat praktis.

Baik warga lokal maupun wisatawan mendapat pesan yang jelas: Bitcoin adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Aset kripto tidak lagi dipandang sebagai teknologi abstrak.

Program ini juga memperkuat strategi pemasaran El Salvador sebagai destinasi ramah kripto. Selama beberapa tahun terakhir, negara ini kerap menarik perhatian global lewat konferensi dan acara Bitcoin. Kehadiran paspor Bitcoin memperluas narasi tersebut dengan menawarkan insentif finansial konkret.

Bagi banyak orang, rasa memiliki itu penting. Bitcoin passport memberikan cara untuk menunjukkan dukungan terhadap keuangan digital tanpa membutuhkan pengetahuan teknis yang rumit. Ini menjadi langkah sederhana menuju adopsi massal.

NEW: El Salvador is now giving Bitcoin passports to tourists visiting the country 🇸🇻 pic.twitter.com/cUA6IBzrGu

— Bitcoin Magazine (@BitcoinMagazine) January 13, 2026

Apa Arti Program Ini bagi Turis dan Warga Lokal?

Bagi wisatawan asing, program ini menawarkan sistem diskon yang terstruktur. Aturannya jelas dan manfaatnya konkret. Pada saat yang sama, turis bisa merasakan langsung eksperimen kebijakan kripto El Salvador.

Kombinasi antara pariwisata dan keuangan digital inilah yang membedakan El Salvador dari negara lain.

Bagi penduduk lokal, paspor ini memperkuat peran Bitcoin di luar sekadar instrumen investasi. Aset kripto menjadi alat pembayaran sehari-hari. Program ini menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berfungsi di ekonomi nyata, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan terhadap sistem secara keseluruhan.

Pertanyaan besarnya adalah apakah solusi ini benar-benar akan meningkatkan adopsi. Jawabannya bergantung pada skala partisipasi merchant dan pengguna. Jika daftar vendor terus bertambah, program ini akan semakin relevan dan paspor Bitcoin bisa benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan lain adalah apakah negara lain akan mengikuti langkah El Salvador. Untuk saat ini, ini masih menjadi eksperimen unik yang diawasi secara global. Jika berhasil, bukan tidak mungkin program serupa akan ditiru di negara lain.

Manfaat Utama Program Bitcoin Country Passport

  • Diskon hingga 10% untuk pembayaran menggunakan Bitcoin
  • Promosi pariwisata berbasis kripto
  • Penguatan adopsi Bitcoin dalam perdagangan
  • Pembangunan identitas nasional berbasis inovasi

Bitcoin passport menyatukan pariwisata, perdagangan, dan keuangan digital dalam satu sistem yang kohesif. El Salvador menunjukkan bahwa aset kripto dapat terintegrasi ke dalam pengalaman sehari-hari. Program ini memang tidak menyelesaikan seluruh tantangan adopsi, namun jelas menandai arah baru.

Ini adalah satu langkah berani lagi dalam eksperimen Bitcoin global.

Bagaimana pendapat Anda tentang inovasi El Salvador soal paspor Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Base App Jadi Trading-First, Tapi Bagaimana dengan Mini Apps dan Creator Coin?

Base, wallet self-custodial dan ekosistem aplikasi on-chain yang dikembangkan oleh Coinbase, sedang melakukan perubahan strategi ke pendekatan trading-first.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, aplikasi Base telah menarik ratusan ribu pengguna yang terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari trading, menabung, membangun, hingga membelanjakan aset secara on-chain.

Base App Beralih ke Visi Trading-First sambil Menjaga Mini Apps dan Creator Coin

Jesse Pollak, pencipta Base, mengumumkan perubahan ini, serta menjelaskan bahwa aplikasi kini akan memprioritaskan peningkatan permintaan dan distribusi untuk semua jenis aset yang bisa diperdagangkan.

Tl;dr: We’re focusing the Base app to be trading-first to drive demand and distribution for every asset and to be the best app for whatever you do in the onchain economy.

Since announcing the Base app in July, hundreds of thousands of you have used the app to create, trade,…

— jesse.base.eth (@jessepollak) January 14, 2026

Langkah ini mencerminkan masukan dari pengguna yang mengatakan bahwa versi awal aplikasi terlalu menitikberatkan pada fitur sosial, sehingga berbagai aset on-chain kurang mendapat perhatian.

Pollak menuturkan bahwa ada tiga tema utama yang muncul dari umpan balik pengguna:

  • Fokus sosial di aplikasi terlalu mengingatkan pada platform Web2
  • Ada permintaan kuat untuk lebih banyak aset berkualitas tinggi yang bisa diperdagangkan, dan
  • Feed di aplikasi seharusnya menampilkan gambaran lengkap aktivitas on-chain, termasuk aplikasi, saham, prediksi, serta social token.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Base kini akan membangun fitur trading sebagai fitur utama. Perubahan ini bertujuan untuk mendorong aliran modal ke berbagai kelas aset yang sedang berkembang, termasuk protokol, aplikasi, saham, prediksi, meme, dan creator coin.

Pollak menegaskan bahwa pengalaman pengguna (UX) yang finance-first sekarang akan menjadi fondasi aplikasi. Nantinya, beberapa lapisan sosial seperti copy-trading, feed-trading, dan leaderboard akan ditambahkan di atasnya.

Targetnya yaitu meningkatkan keterlibatan pengguna, retensi, dan distribusi di seluruh ekosistem Base.

Mini Apps dan Creator Coin Tetap Jadi Inti saat Base Perluas Trading Global dan Feed Multi-Aset

Meski beralih strategi, Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari platform ini. Pollak meyakinkan para pengembang dan pengguna bahwa alat-alat untuk membantu kreator dan memperlancar pengalaman pengguna tetap akan didukung.

“…Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari visi ini – kami sedang mengembangkan fitur yang memudahkan penemuan aplikasi, serta alat yang jauh lebih baik untuk memantau performa + leaderboard + dampak (misalnya, berapa banyak orang yang sudah berhasil Anda onboarding). Tujuan utama perubahan ini ialah mendorong lebih banyak distribusi, bukan sebaliknya,” papar dia .

Peningkatan dalam hal kemudahan penemuan aplikasi, pelacakan performa, dan pengukuran dampak – termasuk leaderboard yang memperlihatkan data onboarding pengguna dan keterlibatan aset – sedang dalam proses pengembangan.

Hal ini memastikan bahwa Mini Apps tetap mendorong visibilitas serta distribusi untuk aplikasi dan kreator.

Creator coin, sebagai ciri khas ekonomi Base lain, juga masih akan jadi bagian utama. Pollak secara khusus menegaskan bahwa token $ Jesse miliknya dan aset kreator lainnya tetap didukung. Ini memperkuat komitmen Base pada ekonomi on-chain yang beragam dan inklusif.

creator coins will continue to be a part of the @base economy, alongside all of the other incredible assets, and $jesse isn't going anywhere 🙂

— jesse.base.eth (@jessepollak) January 14, 2026

Builder, pengembang, dan trader bisa mengharapkan semua fitur tetap dapat diakses luas secara global, sambil mengikuti aturan regulasi di wilayah masing-masing. Hal ini termasuk yurisdiksi seperti Inggris yang memberlakukan pembatasan lebih ketat.

CEO Coinbase Brian Armstrong pun menambahkan bahwa Base App akan memperluas feed agar mencakup lebih banyak aset dan aplikasi, memberikan pengalaman lintas chain namun tetap menghadirkan Base sebagai pusat utamanya.

We're continuing to rapidly iterate on the Base App since launch. Thanks everyone who jumped in to share thoughts on it in the last few weeks.

Going forward:
– we will focus on retail investors and traders as initial users, and grow from there
– we will broaden the feed to… https://t.co/U9hxLqY6GM

— Brian Armstrong (@brian_armstrong) January 14, 2026

Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk memudahkan penemuan, menciptakan permintaan, dan mengalirkan modal ke seluruh ekosistem on-chain.

Dengan menambahkan fungsi sosial di atas platform finance-first, Base bertujuan menawarkan lingkungan lengkap bagi aktivitas trading, membangun, dan keterlibatan dengan aset on-chain.

Namun, meskipun terjadi perubahan paradigma ini, Coinbase dan juga Base tetap harus menempuh jalan panjang untuk bisa menarik pengguna, apalagi karena keterlambatan eksekusi dan keamanan yang jadi sorotan.

Para pengembang mengkritik Base karena lebih mengutamakan pihak dalam, meme coin, serta eksperimen sosial daripada kegunaan nyata.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa beralih ke visi trading-first merupakan langkah ke arah yang benar, mengikuti tuntutan retail yang menginginkan alat keuangan terintegrasi, bukan aplikasi terpisah atau gangguan sosial on-chain semata.

  •  

CEO CoinGecko Tegaskan Kekuatan dan Visi Jangka Panjang di Tengah Rumor Penjualan US$500 Juta

CEO dan co-founder CoinGecko, Bobby Ong, merilis pernyataan terkait pandangan platform tersebut. Ia menekankan kekuatan operasional dan terus berfokus pada transparansi serta pertumbuhan jangka panjang.

Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang mengatakan bahwa CoinGecko mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan penjualan.

Coingecko Tegaskan Visi Jangka Panjang di Tengah Laporan Potensi Penjualan

Laporan terbaru yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan ini, menyebut CoinGecko, agregator data aset kripto independen, tengah mempertimbangkan kemungkinan penjualan dengan valuasi sekitar US$500.000.000.

Menurut sumber tersebut, perusahaan telah menunjuk bank investasi Moelis untuk memberikan saran dalam proses ini. Salah satu sumber menyampaikan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan valuasi pasti. Mereka juga menambahkan bahwa prosesnya sendiri baru dimulai pada akhir tahun lalu.

Di tengah laporan tersebut, Ong menggunakan LinkedIn untuk menegaskan kembali kekuatan operasional dan prinsip inti CoinGecko.

“Setelah hampir 12 tahun membangun CoinGecko sebagai perusahaan bootstrap, pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah apa rencana ke depannya. Yang bisa saya bagikan hari ini adalah: CoinGecko beroperasi dari posisi yang kuat. Kami terus berkembang, menguntungkan, dan melihat permintaan yang meningkat dari institusi, seiring dengan semakin besarnya adopsi aset kripto oleh keuangan tradisional,” ujar Ong .

Ong juga menambahkan bahwa perusahaan secara rutin meninjau berbagai jalur strategis potensial, sambil menegaskan bahwa setiap pertimbangan tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan layanan yang diberikan kepada pengguna maupun klien institusional.

“Seperti perusahaan yang dikelola dengan baik pada tahap ini, kami secara rutin mengevaluasi peluang strategis yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan kami dan memperkuat nilai yang kami berikan – baik kepada jutaan pengguna yang mengandalkan platform kami, maupun kepada basis klien korporat yang terus bertambah,” terang Ong.

Ia menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap transparansi serta fokus pada penyediaan data aset kripto yang berkualitas tinggi dan tanpa bias tetap tidak berubah.

Eksekutif tersebut juga menyinggung perkembangan yang lebih luas di sektor kripto. Ia menyoroti kerangka regulasi yang semakin jelas dan meningkatnya partisipasi institusi, sekaligus menekankan bahwa CoinGecko tetap fokus pada para penggunanya dan pertumbuhan jangka panjang.

“Kami sangat antusias akan peluang ke depan dan tetap fokus melayani pengguna sekaligus terus membangun CoinGecko untuk jangka panjang,” tutur Ong.

Dengan demikian, jelas bahwa pernyataan sang pendiri tidak mengonfirmasi atau menyangkal penjualan CoinGecko. Pernyataan ini menekankan kekuatan keuangan, pertumbuhan, serta keterbukaan untuk mengevaluasi peluang strategis, tanpa memberikan sinyal bahwa ada transaksi yang direncanakan atau akan segera terjadi.

Sementara itu, industri aset kripto secara umum mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas merger dan akuisisi. Laporan terbaru dari Architect Partners menunjukkan bahwa aktivitas M&A kripto mencapai rekor baru pada 2025, dengan kesepakatan investasi aset kripto menyumbang 27,8% dari total aktivitas.

Crypto M&A Activity
Aktivitas M&A Kripto | Sumber: Architect Partners

Transaksi besar yang tercatat, antara lain akuisisi Deribit oleh Coinbase senilai US$2,9 miliar, pembelian NinjaTrader oleh Kraken senilai US$1,5 miliar, serta pengakuisisian Hidden Road oleh Ripple senilai US$1,25 miliar.

Tren ini juga berlanjut hingga 2026, ditandai dengan Strive yang minggu ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan akuisisi Semler Scientific.

  •  

Hanya Butuh 1 Bulan, Trader Crypto Ini “Sulap” Rp6 Juta Jadi Rp20 Miliar

Bayangkan “menyulap” US$370 (Rp6,25 juta) menjadi US$1,2 juta (Rp20,26 miliar) hanya dalam satu bulan. Inilah kisah gila seorang trader crypto yang berhasil memanfaatkan hype meme coin lebih awal dan, dengan demikian, menantang gravitasi pasar.

Seorang Trader Membidik dengan Begitu Presisi

Seorang trader crypto yang dikenal dengan nama Remusofmars berhasil mengubah investasi kecil senilai US$370 pada koin White Whale (WHITEWHALE), yang berbasis di blockchain Solana, menjadi lebih dari US$1,2 juta. Pembelian awal ini ia lakukan pada awal Desember 2025 dan saat itu mewakili sekitar 1,5% dari total pasokan token.

Dalam waktu 24 jam saja, nilai portofolionya sudah melonjak ke US$6.200, atau naik sekitar 16 kali lipat. Lonjakan ini membuktikan betapa cepat sekaligus ekstremnya pergerakan harga di pasar spekulatif seperti meme coin.

Perjalanan Remusofmars berlanjut dengan pengelolaan posisi yang strategis. Ketika kapitalisasi pasar crypto tersebut mencapai US$150 juta, ia memilih untuk merealisasikan cuan sebesar US$220.000. Namun, ia tetap mempertahankan eksposur besar, yakni sekitar US$930.000 dalam bentuk WHITEWHALE dan US$237.500 dalam USDC. Dengan begitu, total asetnya menembus US$1,2 juta.

THIS GUY TURNED $370 INTO $1.2 MILLION

Remus (@remusofmars) bought 1.5% of the WHITEWHALE supply for only $370, and he is now up $1.2 MILLION.

He held on to most of his WHITEWHALE until a $150M Market Cap. He has now cashed out a total of $220K, and is still holding $987K of… https://t.co/zYCqIVIahF pic.twitter.com/csuozFhK9R

— Arkham (@arkham) January 12, 2026

Setelah mendulang profit tersebut, Remusofmars menyatakan bahwa ia mempertahankan token tersebut bukan semata demi uang, melainkan karena keyakinan. Sebelum menjadi sangat menguntungkan, proyek ini sebenarnya sempat diliputi kontroversi.

Kisahnya bermula dari sebuah skandal yang melibatkan trader lain dengan julukan “The White Whale”, yang akunnya di platform MEXC dibekukan karena dicurigai melakukan perdagangan otomatis (automated trading), sementara dana sekitar US$3 juta tertahan di dalamnya. Setelah gelombang protes publik, MEXC akhirnya mengakui kesalahan dan mengembalikan dana tersebut.

Memanfaatkan popularitas yang meledak, The White Whale kemudian mengambil alih kendali proyek WHITEWHALE yang diluncurkan oleh komunitas di Solana. Ia dengan cepat mengamankan likuiditas token dan memperkenalkan insentif menarik bagi holder jangka panjang, mengubah meme coin sederhana menjadi salah satu performer paling mengesankan di ekosistem tersebut.

Remusofmars pun melihat peluang besar dari situ. Kini, ia kembali mencuri perhatian dengan bertaruh penuh pada meme coin Gachapin. Apakah langkah ini akan kembali membuahkan hasil, hanya waktu yang bisa menjawab.

The biggest talk of CT is @remusofmars

he bought $366 of $Whitewhale and turned it into $1,500,000

his Wallet is BCrTEXmWutwPz8qv6w1S5gDbaLnSLpXKM5kSGVWyyfxu

Found he bought $197 of $Gachapin and still hold $Gachapin
CA:
CJAyvbBoP4nEku5GGnrLHkGupUV4fYgkiaTyZHaWpump

Is this… pic.twitter.com/GRlA0XGdob

— RIckk (@rickk_k5) January 12, 2026

Tempat yang Sama, Eldorado Baru?

Kisah ini dengan sempurna menggambarkan demam meme coin yang tengah melanda pasar crypto, ibarat ladang emas baru. Pekan ini, pasar crypto secara keseluruhan mengalami kenaikan, tetapi koin-koin bernuansa humor justru menjadi yang paling unggul.

Rata-rata, meme coin mencatat apresiasi sekitar 8,1%. PEPE memimpin dengan lonjakan 14,1%, Fartcoin naik 15,4%, serta Dogecoin yang tengah bersiap untuk reli lanjutan. Di jaringan Solana, kapitalisasi pasar sektor ini kini mencapai US$6,7 miliar, naik dari US$5,1 miliar pada awal 2025. Volume harian bahkan melampaui US$2,5 miliar, sementara platform seperti pump.fun terus mencetak rekor transaksi.

Highest daily user numbers on Pump Fun since Sept 2025.

Pump generated nearly $1M over the past 24 hours.
Yet $PUMP is down -73% compared to the same timeframe.

There's a disconnect here. pic.twitter.com/lu9aUR7TqY

— Emperor Osmo 🐂 🎯 (@Flowslikeosmo) January 13, 2026

Namun, ledakan ini datang bersama volatilitas yang sangat tinggi. Setelah tahun 2025 yang tergolong buruk, koreksi tajam tetap menjadi ancaman konstan. Changpeng Zhao, mantan CEO Binance, telah memperingatkan bahaya spekulasi yang berlebihan. Ia menekankan bahwa mengikuti tren token secara membabi buta sering kali berujung pada kerugian.

Pasalnya, pasar sudah sangat jenuh. Sepanjang 2025, lebih dari 13 juta token menetas di Solana dan BNB Chain. Sekitar 99% di antaranya berakhir menjadi zombie coin atau rug pull, memicu kerugian hingga ratusan juta dolar. Karena itu, sebelum berinvestasi, investor perlu benar-benar memahami ke mana arah dan risiko yang diambil.

Pesan moral: keberuntungan berpihak pada mereka yang berani (fortune favours the bold), tetapi khususnya kepada mereka yang melakukan riset dengan matang.

Bagaimana pendapat Anda tentang rahasia di balik nasib mujur trader crypto ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Crypto Whale Tingkatkan Akumulasi Chainlink setelah Exchange-Traded Fund (ETF) LINK Kedua Resmi Meluncur

Para crypto whale sedang menambah eksposur mereka ke Chainlink (LINK) seiring masuknya exchange-traded fund (ETF) spot kedua yang berhubungan dengan altcoin ini ke pasar minggu ini.

Peningkatan aktivitas institusi dan holder besar menunjukkan semakin tumbuhnya kepercayaan terhadap prospek Chainlink. Meski begitu, LINK mengalami penurunan lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan tren penurunan pasar secara umum.

Bitwise Chainlink ETF Debut Dengan Arus Masuk US$2,59 Juta

Bitwise Chainlink ETF (kode: CLNK) mulai diperdagangkan di NYSE Arca pada 14 Januari. CLNK memiliki biaya manajemen sebesar 0,34%. tapi, Bitwise menggratiskan biaya ini selama tiga bulan pertama untuk aset hingga US$500 juta.

“Chainlink menyediakan infrastruktur oracle penting yang menjembatani kesenjangan itu, mendukung manajemen risiko dan pengambilan keputusan finansial yang diperlukan untuk adopsi mainstream. Dengan CLNK, investor kini memiliki cara baru untuk berinvestasi di lapisan fundamental ekonomi blockchain ini,” terang Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise .

Berdasarkan data dari SoSoValue, pada hari pembukaan terjadi arus bersih masuk senilai US$2,59 juta. Nilai aset bersih dana naik menjadi US$5,18 juta, dengan volume transaksi sebesar US$3,24 juta.

Peluncuran ini menjadi ETF spot LINK kedua di AS yang langsung terhubung ke LINK. Grayscale Chainlink Trust ETF (GLNK), yang debut awal Desember, berhasil menarik arus masuk US$37,05 juta pada hari pertamanya.

Dibandingkan, arus masuk awal Bitwise terlihat lebih kecil. Walaupun demikian, peluncuran ETF ini berhasil mendorong total aset bersih LINK ETF menjadi US$95,87 juta, semakin mendekati angka US$100 juta.

Performa ETF Chainlink | Sumber: SoSoValue

Whale LINK Tingkatkan Akumulasi

Di luar minat institusi, Chainlink juga menarik atensi para crypto whale. Data on-chain memperlihatkan bahwa satu wallet whale (0x10D9) menarik 139.950 LINK dari Binance, senilai sekitar US$1,96 juta.

Langkah ini mengikuti fase akumulasi sebelumnya, di mana wallet yang sama menarik 202.607 LINK senilai sekitar US$2,7 juta dari exchange tersebut.

“Kini whale tersebut memegang 342.557 $LINK bernilai US$4,81 juta yang diakumulasi dalam 2 hari terakhir,” cuit Onchain Lens .

Selain itu, Onchain Lens juga menyoroti wallet whale lain, 0xb59, yang menarik 207.328 LINK senilai sekitar US$2,78 juta pada 12 Januari.

Peningkatan minat whale bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. BeInCrypto melaporkan pekan lalu bahwa holder besar sedang mengakumulasi LINK dalam jumlah besar. Merujuk pada data Nansen , saldo wallet whale meningkat 1,37% selama seminggu terakhir, sementara saldo LINK di exchange turun 1% pada periode yang sama.

Perbedaan tren ini menunjukkan investor besar sedang memindahkan token dari exchange ke wallet sendiri, pola umum yang sering dikaitkan dengan akumulasi jangka panjang dibandingkan aktivitas trading jangka pendek.

Performa Harga Chainlink (LINK) | Sumber: BeInCrypto Markets

Meski begitu, tekanan pasar secara umum masih membebani LINK. Data dari BeInCrypto Markets memperlihatkan bahwa altcoin ini turun 1,2% dalam sehari terakhir. Pada waktu publikasi, LINK diperdagangkan di US$13,8.

  •  

Senat dan Tokoh Besar Kripto Isyaratkan CLARITY Act Masih Hidup Meski Ada Pemberontakan Coinbase

Keputusan mendadak Coinbase untuk menarik dukungan terhadap CLARITY Act mengejutkan Washington dan juga pasar aset kripto. Hal ini memicu pembatalan markup Komite Perbankan Senat yang telah dijadwalkan serta menyalakan kembali kekhawatiran bahwa reformasi struktur pasar aset kripto AS bisa saja kembali terhambat.

Nampaknya, jika reaksi awal menimbulkan kekacauan politik, respons setelahnya justru menunjukkan cerita yang lebih beragam nuansa.

CLARITY Act Masuk Fase Negosiasi Krusial setelah Coinbase Mundur

Alih-alih benar-benar gagal, rancangan undang-undang ini nampaknya masuk dalam jeda yang menegangkan tapi terencana, di mana para legislator, pemimpin industri, bahkan Gedung Putih menegaskan bahwa ini adalah bagian dari tahap akhir, bukan jalan buntu.

Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, bergerak cepat untuk mengubah persepsi atas penundaan ini menjadi sesuatu yang konstruktif.

“Saya sudah berdiskusi dengan para pemimpin industri aset kripto, sektor keuangan, dan kolega saya dari Demokrat serta Republik, dan semua masih duduk bersama bekerja dengan itikad baik,” ujar Scott lewat akun X.

Menurut Tim Scott, tujuannya tetap sama, yaitu menghadirkan “aturan yang jelas guna melindungi konsumen, memperkuat keamanan nasional, dan memastikan masa depan keuangan dibangun di AS.”

Senator Cynthia Lummis, salah satu arsitek utama RUU ini, juga menegaskan pesan serupa, mengakui adanya rasa frustrasi tapi menolak anggapan bahwa langkah Coinbase telah menggagalkan upaya mereka.

Senator Cynthia Lummis statement on CLARITY Act negotiations
Senator Cynthia Lummis soal CLARITY Act | Sumber: Lummis di X

Di kalangan industri, sikap Coinbase memperjelas adanya perpecahan, tapi bukan berarti kehilangan momentum. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyoroti upaya Senat ini sebagai langkah besar untuk menyediakan kerangka kerja yang nyata bagi industri aset kripto.

Mengakui bahwa “kejelasan lebih baik daripada kekacauan,” eksekutif Ripple tersebut tetap optimistis masalah bisa dipecahkan selama proses markup berlangsung.

While long-overdue, this move by @SenatorTimScott and @BankingGOP on market structure is a massive step forward in providing workable frameworks for crypto, while continuing to protect consumers. Ripple (and I) know firsthand that clarity beats chaos, and this bill’s success is… https://t.co/EWcml1NpBE

— Brad Garlinghouse (@bgarlinghouse) January 14, 2026

Di sisi lain, Chris Dixon dari a16z juga memiliki pandangan serupa, menyatakan meskipun RUU ini belum sempurna, kini adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan CLARITY Act. Langkah ini diambil seiring AS berupaya menguatkan posisinya di pasar aset kripto global.

Eksekutif Kraken, Arjun Sethi, melangkah lebih jauh, menyebut momen ini sebagai ujian keteguhan politik dan bukan kegagalan legislatif.

“Menyatakan kegagalan itu mudah. Meninggalkan proses ketika mulai sulit pun gampang,” ucap Sethi lewat X, memperingatkan bahwa meninggalkan RUU ini akan “mempertahankan ketidakpastian dan membuat perusahaan AS tetap beroperasi di bawah ketidakjelasan. Sementara itu, negara lain terus maju.”

CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, menguatkan pandangan tersebut. Di samping itu, Gedung Putih juga menyoroti betapa pentingnya isu ini.

Urgensi White House Bertemu Frustrasi Senat saat Debat CLARITY Act Berubah Arah

Tokoh aset kripto dan AI, David Sacks, menyatakan pengesahan regulasi struktur pasar “sudah sedekat ini dari yang pernah ada.” Karenanya, ia mendorong industri agar memanfaatkan jeda ini untuk menyelesaikan perbedaan, menciptakan aturan yang jelas, serta mengamankan masa depan industri.

Passage of market structure legislation remains as close as it’s ever been. The crypto industry should use this pause to resolve any remaining differences. Now is the time to set the rules of the road and secure the future of this industry. https://t.co/8tsmW9T1N4

— David Sacks (@davidsacks47) January 15, 2026

Di balik layar, frustrasi memang jadi perhatian utama. Sumber dari Senat yang dikutip Sander Lutz dari Decrypt mengatakan anggota Komite Perbankan “cukup kesal” soal pengumuman mendadak dari Coinbase.

“Rasa yang berkembang adalah sebetulnya tidak perlu seperti ini,” tutur Lutz mengutip sumber anonim.

Frustrasi ini tampaknya berkontribusi pada keputusan pimpinan untuk membatalkan markup, sebagaimana dikonfirmasi oleh jurnalis Eleanor Terrett. BeInCrypto akan memberikan laporan setelah jadwal baru ditetapkan.

🚨JUST IN: The Senate Banking Committee has decided to pull tomorrow’s scheduled market structure markup following today’s drama with Coinbase. It’s unclear whether a new date has been set.

— Eleanor Terrett (@EleanorTerrett) January 15, 2026

Tetapi, perdebatan yang lebih luas kini mulai bergeser. Komentator seperti Echo X berpendapat bahwa garis pembatas sekarang bukan lagi aset kripto melawan bank, melainkan adu model bisnis antara platform yang didominasi exchange dengan sistem infrastruktur yang bisa tumbuh melampaui satu perusahaan saja.

Sementara Eropa, Inggris, dan Asia terus memperkenalkan kerangka regulasi aset kripto secara terpadu, tekanan terhadap legislator AS makin besar untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai.

Saat ini, CLARITY Act memang jeda, bukan dibatalkan. Beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah konsensus rapuh ini akan menjadi undang-undang atau justru runtuh karena kepentingan yang bersaing. Yang pasti, meninggalkan upaya ini sekarang hanya akan menambah ketidakpastian di dalam negeri, di saat kejelasan regulasi semakin berkembang di negara lain.

  •  

Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini?

Total market cap aset kripto (TOTAL) anjlok tajam dalam 24 jam terakhir karena lebih dari US$120 miliar hilang dari pasar kripto. Bitcoin (BTC) memimpin penurunan ini ketika sang raja kripto kehilangan level support penting dan Monero (XMR) turun di bawah US$500.

Berita hari ini:-

  • Strategy menyelesaikan pembelian Bitcoin terbesar sejak November 2024, dengan mengakuisisi 22.305 BTC senilai US$2,13 miliar tepat sebelum Bitcoin jatuh di bawah US$90.000. Walaupun memperkuat strategi akumulasi jangka panjang dan meningkatkan total kepemilikan menjadi 709.715 BTC, saham Strategy justru turun lebih dari 7%.
  • Trump Media & Technology Group telah menetapkan 2 Februari 2026 sebagai tanggal pencatatan untuk distribusi token digital baru kepada pemegang saham yang memenuhi syarat melalui kerja sama dengan Crypto.com. Para pemegang saham yang memiliki setidaknya satu lembar saham DJT secara penuh pada tanggal tersebut berhak menerima distribusi token ini.

Pasar Aset Kripto Mengalami Crash

Total market cap aset kripto turun sebanyak US$120 miliar selama 24 jam terakhir dan kini berada di kisaran US$2,98 triliun. Penurunan ini mendorong TOTAL di bawah ambang krusial US$3,00 triliun. Penjualan besar-besaran di pasar mencerminkan tingginya keengganan risiko ketika investor meninjau ulang eksposur mereka di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang meningkat.

Penurunan ini terjadi setelah ancaman pengenaan tarif baru oleh Presiden Trump terhadap Eropa. Di saat yang sama, harga emas yang naik mengalihkan modal dari kripto, sehingga menegaskan profil risiko tinggi pasar kripto. Jika kondisi ini terus berlangsung, tekanan jual bisa makin meningkat dan mendorong market cap pasar aset kripto ke level support berikutnya di kisaran US$2,92 triliun.

Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga TOTAL | Sumber: TradingView

Pemulihan pasar sangat tergantung pada stabilitas di pasar global. Jika kondisi makro membaik dan selera risiko kembali, TOTAL bisa saja kembali merebut level US$3,00 triliun. Jika berhasil tembus di atas level ini, peluang naik ke US$3,05 triliun terbuka, yang akan menandakan kepercayaan pasar mulai pulih dan tekanan bearish di pasar aset kripto mulai mereda.

Bitcoin Turun di Bawah US$90.000

Harga Bitcoin turun 3,6% dalam 24 jam terakhir dan pada waktu publikasi diperdagangkan di kisaran US$89.225. Penurunan ini menunjukkan kekhawatiran investor yang semakin besar setelah BTC tergelincir di bawah level psikologis US$90.000. Volatilitas yang meningkat ini menandakan sikap hati-hati di pasar aset kripto secara umum.

Saat ini, BTC bertahan dekat level support US$89.241, yang menjadi zona teknikal penting jangka pendek. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, harga berpeluang stabil dan memancing aksi beli saat harga turun. Ketika support ini terjaga, Bitcoin berpeluang merebut kembali US$90.000 dan melaju ke resistance berikutnya di kisaran US$91.298.

Bitcoin Price Analysis
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Risiko penurunan masih ada jika momentum bullish melemah. Jika Bitcoin tidak mampu bertahan di support US$89.241, tekanan jual kemungkinan besar bakal berlanjut. Dalam skenario tersebut, harga Bitcoin bisa bergerak menuju US$87.210, sehingga membatalkan skenario pemulihan dan memperkuat dominasi bearish dalam jangka pendek.

Monero Bersinar sebagai Performa Terburuk

XMR tercatat sebagai aset kripto dengan performa terburuk selama 24 jam terakhir, anjlok 21% dan diperdagangkan di kisaran US$491. Penurunan tajam ini membuat Monero jatuh di bawah level psikologis US$500. Tekanan jual yang masif mencerminkan sentimen pasar yang memburuk sebab investor mulai mengurangi eksposur pada aset privasi di tengah melemahnya pasar secara keseluruhan.

Arus di chain menunjukkan keluarnya dana dari XMR, sehingga menandakan skeptisisme yang semakin tinggi di antara para holder. Arus keluar dana yang terus berlanjut biasanya mendahului koreksi yang lebih dalam. Jika tren ini terus terjadi, harga Monero bisa turun ke level support US$450, membatasi peluang pemulihan dan memperkuat momentum bearish dalam waktu dekat.

XMR Price Analysis.
Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Pembalikan arah tetap mungkin terjadi jika pembeli mampu mengendalikan pasar. Jika XMR berhasil mengambil kembali level US$500 sebagai support, itu akan menjadi sinyal teknikal penting. Bertahan di atas level ini bisa memicu reli hingga resistance US$560, membatalkan skenario bearish dan membuka peluang bagi XMR untuk memulihkan sebagian kerugiannya.

  •  

Apa yang Mendorong Reli Internet Computer (ICP) Hampir 40%?

Internet Computer (ICP) melonjak lebih dari 39% dalam sepekan terakhir, melampaui aset kripto utama lainnya karena investor merespons perilisan whitepaper MISSION70 terbaru.

Dokumen ini mengusulkan pembaruan menyeluruh untuk menurunkan inflasi sedikitnya 70% hingga akhir 2026. Target ini akan dicapai melalui kombinasi percepatan permintaan dan pengurangan suplai.

Internet Computer Menjadi Top Gainer Harian di Tengah Pemulihan Pasar Aset Kripto yang Lebih Luas

ICP kini menjadi salah satu performa terbaik di pasar aset kripto. Data dari CoinGecko memperlihatkan ICP membukukan kenaikan hampir 26% dalam 24 jam terakhir, menempatkan token ini di posisi teratas dalam leaderboard harian di antara 100 aset kripto terbesar.

Reli ini merupakan bagian dari tren kenaikan yang lebih luas sejak awal pekan. Altcoin ini memasuki tahun 2026 sejalan dengan pasar aset kripto secara keseluruhan, dan sempat mengalami kenaikan sebelum koreksi singkat.

Tapi, momentum berubah lagi pekan ini. Aset utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kembali bergerak naik, sehingga optimisme pasar secara luas pun pulih.

Sentimen positif ini turut menopang pergerakan harga ICP, sementara perkembangan di ekosistem Internet Computer juga ikut mendorong reli, menambah kepercayaan investor pada fundamental jaringan tersebut.

“Internet Computer memimpin aset large cap selama sepekan terakhir dengan kenaikan market cap +39%,” tulis Santiment .

Internet Computer (ICP) Price Performance
Performa Harga Internet Computer (ICP) | Sumber: TradingView

Whitepaper Mission 70 Jelaskan Strategi Ganda untuk Kurangi Inflasi Token ICP

Tim DFINITY merilis whitepaper MISSION70 pada 13 Januari 2026. Dokumen ini menjelaskan pendekatan ganda untuk menurunkan tingkat inflasi ICP. Strateginya menggabungkan aksi dari sisi suplai dan permintaan, dengan tujuan penurunan inflasi token sebesar 70% hingga akhir tahun.

Reformasi di sisi suplai akan berkontribusi pada 44% dari total penurunan. Perubahan ini meliputi penurunan reward voting, reward node provider, pembatasan reward pool, serta memperkenalkan mekanisme modulasai maturity yang lebih sederhana.

Whitepaper ini menyoroti bahwa reward node provider saat ini jauh melampaui biaya infrastruktur dasar, sehingga masih ada ruang untuk pemangkasan tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

“Kami memperkirakan langkah sisi suplai akan menurunkan proses pencetakan ICP dari 9,72% (Januari 2026) menjadi 5,42% (Januari 2027), atau turun 44%. DFINITY yakin target Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% bisa terlampaui dengan gabungan upaya sisi suplai dan percepatan permintaan,” bunyi dokumen tersebut.

Sisa penurunan 26% membutuhkan peningkatan aktivitas jaringan. DFINITY berencana mendorong permintaan lewat aplikasi on-chain berbasis AI serta produk cloud engine baru.

Whitepaper tersebut memperkirakan bahwa semakin banyaknya penggunaan akan membakar lebih banyak ICP lewat biaya komputasi, sehingga bisa menciptakan tekanan deflasi pada token.

“Untuk mencapai target keseluruhan Mission 70 berupa penurunan inflasi 70% (dari 9,72% ke 2,92%), dibutuhkan tambahan dampak permintaan sebesar 26% di luar penurunan 44% dari sisi suplai. Pada level harga saat ini, diperlukan peningkatan cycle burn rate dari 0,05 XDR per detik menjadi 0,77 XDR per detik,” tambah tim tersebut.

🚨The $ICP new whitepaper shows how they plan on dropping inflation by 70% in 2026 as part of MISSION70.

📉 44% from cutting rewards
🔥 26% from more people actually using the network
Inflation goes from 9.72% → 2.92%. pic.twitter.com/gRwSg9Sefi

— ALLINCRYPTO (@RealAllinCrypto) January 14, 2026

Respons Pasar dan Data On-Chain Tunjukkan Kepercayaan Kuat

Di sisi lain, kenaikan harga ICP juga diiringi aktivitas on-chain yang menonjol. Data Nansen memperlihatkan saldo ICP di exchange turun lebih dari 58% dalam 24 jam terakhir.

Arus keluar tajam semacam ini biasanya menandakan para holder memindahkan token dari exchange, yang biasanya berkorelasi dengan penurunan tekanan jual jangka pendek.

Saldo ICP di Exchange | Sumber: Nansen

Pemanfaatan jaringan juga terus naik. Menurut Chainspect, Internet Computer memproses sekitar 90 juta transaksi dalam satu hari, menandai aktivitas harian tertinggi jaringan tersebut dalam lebih dari satu bulan.

Dari sisi teknikal, analis masih optimistis terhadap prospek ICP. Beberapa pihak melihat ada kemiripan dengan struktur harga bulan November 2025, sehingga jika momentum bertahan, aset ini bisa mencoba pergerakan naik serupa.

Anything look familiar here $ICP? pic.twitter.com/r7cch2lELj

— The Crypto Professor (@TheCryptoProfes) January 14, 2026

Ketika Internet Computer memasuki periode penting ini, pasar aset kripto akan memperhatikan apakah DFINITY benar-benar bisa menghadirkan perubahan ekonomi ini. Waktu mendatang akan membuktikan apakah reli harga ini menandakan perubahan yang bertahan lama atau hanya reaksi terhadap perkembangan yang sudah diantisipasi.

  •  

Top 6 B2B Software Comparison Websites for Software Vendors (2026)

Top B2B Software Review Sites for Software Vendors

As a software vendor, getting your product in front of the right audience is crucial. One of the best ways to reach business buyers is by leveraging B2B software comparison and review platforms. These websites attract millions of in-market software buyers who rely on peer reviews and ratings to make purchasing decisions. In fact, 88% of buyers trust online reviews as much as personal recommendations [1]. By listing your software on these platforms, you can gather authentic user feedback, build credibility, and dramatically improve your visibility to potential customers. Below we rank the top six B2B software comparison websites – and highlight what makes each one valuable for vendors looking to boost exposure and win more business. Now updated for 2026.

1. SourceForge

SourceForge for B2B Software Vendors

SourceForge tops our list as a powerhouse platform for software vendors. Why SourceForge? For starters, it boasts enormous traffic – over 20 million monthly visitors actively searching for software solutions [2]. In fact, SourceForge drives more traffic than any other B2B software directory (often more than all other major sites combined!) [2]. Semrush even estimates SourceForge's November 2025 traffic at 27.51 million visitors[3]. This means listing your product here can put you in front of a vast pool of potential business buyers. SourceForge offers a complete business software and services comparison platform where buyers can find, compare, and review software. As the site itself says: “Selling software? You’re in the right place. We’ll help you reach millions of intent-driven software and IT buyers and influencers every day.” For a vendor, this translates into incredible visibility and lead generation opportunities.

  •  

Looking Ahead: What 2026 Holds for the Linux Ecosystem

Looking Ahead: What 2026 Holds for the Linux Ecosystem

Linux has always been more than just a kernel, it’s a living, breathing world of innovation, community collaboration, and divergent use cases. As we roll into 2026, the landscape is poised for exciting growth. From continuing evolution of core kernel infrastructure to newfound momentum in areas like gaming, AI-augmented tooling, hardware support and security, the coming year promises both refinement and transformation. Whether you’re a developer, system administrator, gamer, or casual user, here’s what you can expect from the Linux world in 2026.

1. Kernel Evolution: Performance, Security, and AI-Driven Behavior

The Linux kernel remains the beating heart of the OS. In 2026, we’ll likely see:

  • New Long-Term Support (LTS) Baselines: With releases like 6.18 already declared LTS and successor branches maturing, distributions will rally around kernels that offer both performance gains and security longevity.

  • AI-Driven Infrastructure: Kernel subsystems may start experimenting with machine-learning-informed scheduling, resource management, or dynamic power/performance tuning, not via heavy inference at runtime, but via control-plane advice integrated at build or boot time.

  • Security Innovation: Hardware vulnerabilities like VMScape and speculative execution side channels have taught us that kernel mitigations remain crucial. Expect continued work on microarchitecture hardening, pointer tagging, and improved isolation.

The overall trend points to a kernel that is both more performant and more robust, without compromising the modularity that makes Linux adaptable across systems from supercomputers to handhelds.

2. The Desktop Experience: Polished, Consistent, and Accessible

For desktop users, 2026 should bring visible improvements to everyday workflows:

  • Wayland Maturity: Wayland adoption continues to solidify across distributions, with fewer fallbacks to legacy X11 backends. Compositors and toolkits will refine scaling, multi-monitor behavior, and screen capture APIs.

  • Accessibility Gains: Distros will invest more in accessibility, bringing improved screen reader support, better keyboard navigation, and wide internationalization.

  • Distribution Diversity: More polished newcomers and revitalizations of existing distros will continue, especially projects aimed at lowering the barrier to entry for users migrating from Windows or macOS.

The promise here is a Linux desktop that feels friendly without diluting depth for advanced customization.

3. Cloud, Edge, and Server Infrastructure: Linux Everywhere

Linux powers the backbone of the modern server and cloud world. In 2026:

  •  

Top Linux Distributions for Beginners: Friendly, Stable, and Easy to Learn

Top Linux Distributions for Beginners: Friendly, Stable, and Easy to Learn

Introduction

Linux has long been known as the operating system of developers and power users, but today it’s far more accessible than ever before. Thanks to user-friendly distributions that prioritize simplicity, stability, and support, even someone who’s never used Linux can get up and running quickly. In this guide, we’ll explore some of the best Linux distributions (distros) for beginners, what sets them apart, and who each one is best suited for.

Whether you’re switching from Windows or macOS, using a PC for the first time, or simply curious about Linux, there’s a distro here that fits your comfort level and workflow.

1. Ubuntu: The Standard for New Users

Why it’s great: Ubuntu is one of the most recognizable Linux distributions, and for good reason. It offers a polished graphical interface, a massive community, and extensive documentation. If you’ve ever wanted a desktop that “just works,” Ubuntu delivers with minimal setup.

Key Features:

  • Intuitive GNOME desktop environment

  • Regular releases and a Long-Term Support (LTS) version with five years of updates

  • Large software repository and excellent hardware support

  • Strong community forums and extensive official documentation

Good for: Users completely new to Linux or those switching from Windows or macOS.

Best for: Desktops, laptops, beginners.

2. Linux Mint: Familiar Feel for Former Windows Users

Why it’s great: Linux Mint focuses on a familiar desktop experience. Its Cinnamon edition resembles the classic Windows layout, making the transition easier for users coming from that platform. Mint is stable, fast, and comes with many tools that simplify daily tasks.

Key Features:

  • Traditional desktop layout (like Windows)

  • Comes bundled with multimedia codecs and essential apps

  • Excellent performance on older hardware

  • Multiple desktop options (Cinnamon, MATE, Xfce)

Good for: Windows switchers looking for a gentle introduction.

Best for: Desktops, older machines, learners.

3. Zorin OS: A Windows-Like Experience With Style

Why it’s great: Zorin OS is designed with newcomers in mind. It’s polished, modern, and “comfortable” for users who may find traditional Linux desktops intimidating. Its interface can mimic Windows or macOS out of the box, and Zorin includes tools to effortlessly install popular applications.

Key Features:

  • Look-and-feel switcher (Windows, macOS styles)

  •  

Linux Kernel 5.4 Reaches End-of-Life: Time to Retire a Workhorse

Linux Kernel 5.4 Reaches End-of-Life: Time to Retire a Workhorse

One of the most widely deployed Linux kernels has officially reached the end of its lifecycle. The maintainers of the Linux kernel have confirmed that Linux 5.4, once a cornerstone of countless servers, desktops, and embedded devices, is now end-of-life (EOL). After years of long-term support, the branch has been retired and will no longer receive upstream fixes or security updates.

A Kernel Release That Defined a Generation of Linux Systems

When Linux 5.4 debuted, it made headlines for bringing native exFAT support, broader hardware compatibility, and performance improvements that many distributions quickly embraced. It became the foundation for major OS releases, including Ubuntu LTS, certain ChromeOS versions, Android kernels, and numerous appliance and IoT devices.

Its long support window made it a favorite for organizations seeking stability over bleeding-edge features.

What End-of-Life Actually Means

With the EOL announcement, the upstream kernel maintainers are officially done with version 5.4. That means:

  • No more security patches

  • No more bug fixes or performance updates

  • No regressions or vulnerabilities will be addressed

Some enterprise vendors may continue backporting patches privately, but the public upstream branch is now frozen. For most users, that makes 5.4 effectively unsafe to run.

Why This Matters for Users and Organizations

Many devices, especially embedded systems, tend to run kernels for much longer than desktops or servers. If those systems continue using 5.4, they now risk exposure to unpatched vulnerabilities.

Running an unsupported kernel can also create compliance issues for companies operating under strict security guidelines or certifications. Even home users running older LTS distributions may unknowingly remain on a kernel that’s no longer protected.

Upgrading Is the Clear Next Step

With 5.4 retired, users should begin planning an upgrade to a supported kernel line. Today’s active long-term support kernels include more modern branches such as 6.1, 6.6, and 6.8, which provide:

  • Better CPU and GPU support

  • Significant security improvements

  • Enhanced performance and energy efficiency

  • Longer future support windows

Before upgrading, organizations should test workloads, custom drivers, and hardware, especially with specialized or embedded deployments.

  •  

Linux Distros Designed for Former Windows Users Are Picking Up Steam

Linux Distros Designed for Former Windows Users Are Picking Up Steam

For years, Windows users frustrated with constant changes, aggressive updates, and growing system bloat have flirted with switching to Linux. But 2025 marks a noticeable shift: a new generation of Linux distributions built specifically for ex-Windows users is gaining real traction. One of the standout examples is Bazzite, a gaming-optimized Fedora-based distro that has quickly become a go-to choice for people abandoning Windows in favor of a cleaner, more customizable experience.

Why Many Windows Users Are Finally Jumping Ship

Microsoft’s ecosystem has been slowly pushing some users toward the exit. Hardware requirements for Windows 11 left millions of perfectly functional PCs behind. Ads on the Start menu and in system notifications have frustrated many. And for gamers, launcher problems, forced reboots and background processes that siphon resources have driven a search for alternatives.

Linux distributions have benefited from that frustration, especially those that focus on simplicity, performance and gaming readiness.

Gaming-First Distros Are Leading the Movement

Historically, switching to Linux meant sacrificing game compatibility. But with Valve’s Proton layer and Vulkan-based translation technologies, thousands of Windows games now run flawlessly, sometimes better than on Windows.

Distros targeting former Windows users are leaning into this new reality:

  • Seamless Steam integration

  • Automatic driver configuration for AMD, Intel and NVIDIA

  • Built-in performance overlays like MangoHUD

  • Proton GE and tools for modding or shader fixes

  • Support for HDR, VR and modern controller layouts

This means a new Linux user can install one of these distros and jump straight into gaming with almost no setup.

Bazzite: A Standout Alternative OS

Bazzite has become the poster child for this trend. Built on Fedora’s image-based system and the Universal Blue infrastructure, it offers an incredibly stable base that updates atomically, similar to SteamOS.

What makes Bazzite so attractive to Windows refugees?

  • Gaming-ready out of the box no tweaking, no driver hunts

  • Rock-solid performance thanks to an immutable system layout

  • Support for handheld PCs like the Steam Deck, ROG Ally and Legion Go

  • Friendly workflows that feel familiar to new Linux users

  • Customization without the risk of breaking the system

It’s no surprise that many “I switched to Linux!” posts now mention Bazzite as their distro of choice.

  •  

Linux Kernel 6.18 Is Out: What’s New and Important

Linux Kernel 6.18 Is Out: What’s New and Important

The stable release of Linux Kernel 6.18 was officially tagged on November 30, 2025.

It’s expected to become this year’s major long-term support (LTS) kernel, something many users and distributions care about.

Here’s a breakdown of the most significant changes and improvements in this release:

Core Improvements: Performance, Memory, Infrastructure

  • The kernel’s memory allocation subsystem gets a major upgrade with “sheaves”, a per-CPU caching layer for slab allocations. This reduces locking overhead and speeds up memory allocation and freeing, improving overall system responsiveness.

  • A new device-mapper target dm-pcache arrives, enabling use of persistent memory (e.g. NVDIMM/CXL) as a cache layer for block devices, useful for systems with fast non-volatile memory, SSDs, or hybrid storage.

  • Overall memory management and swapping performance have been improved, which should help under memory pressure or heavy workloads.

Networking & Security Enhancements

  • Networking gets a boost: support for Accurate Explicit Congestion Notification (AccECN) in TCP, which can provide better congestion signals and more efficient network behaviour under load.

  • A new option for PSP-encrypted TCP connections has been added, a fresh attempt to push more secure transport-layer encryption (like a more efficient alternative to IPsec/TLS for some workloads) under kernel control.

  • The kernel now supports cryptographically signed BPF programs (eBPF), so BPF bytecode loaded at runtime can be verified for integrity. This is a noteworthy security hardening step.

  • The overall security infrastructure and auditing path, including multi-LSM (Linux Security Modules) support, has been refined, improving compatibility for setups using SELinux, AppArmor, or similar simultaneously.

Hardware, Drivers & Architecture Coverage

  • Kernel 6.18 brings enhanced hardware support: updated and new drivers for many platforms across architectures (x86_64, ARM, RISC-V, MIPS, etc.), including improvements for GPUs, CPU power management, storage controllers, and more.

  • In particular, support for newer SoCs, chipsets, and embedded-board device trees has been extended, beneficial for people using SBCs, ARM-based laptops/boards, or niche hardware.

  • For gaming rigs, laptops, and desktops alike: improvements to drivers, power-state management, and performance tuning may lead to better overall hardware efficiency.

  •  
❌