Broad-based bitcoin accumulation emerges after sharp capitulation


Karena volatilitas yang sering terjadi di pasar meme coin Solana, bertahan saja adalah hal yang langka. Namun The White Whale (WHITEWHALE), sebuah token yang lahir di launchpad Pump.fun pada akhir 2025, berhasil melawan berbagai rintangan.
WHITEWHALE sudah melewati aksi jual besar-besaran, tuduhan rug pull, serta sorotan tajam dari para trader dan analis.
Pada waktu publikasi, WHITEWHALE diperdagangkan di harga US$0,089, dengan data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar sebesar US$89,6 juta.
Sementara pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, token White Whale justru mencatatkan kenaikan sebesar 180% dalam dua minggu terakhir. Ini menunjukkan betapa ekstrimnya pergerakan harga token ini.

Meme coin WHITEWHALE diluncurkan pada Oktober 2025, terinspirasi dari sosok di X (Twitter) @TheWhiteWhaleV2, seorang trader perpetuals yang dikenal karena pernah mengalami likuidasi sebesar US$80 juta yang cukup terkenal.
Token ini tidak memiliki roadmap, tidak menjanjikan utilitas, dan tidak diketahui siapa pendirinya. Token ini hanya bermodalkan narasi meme dan suplai tetap hampir 1 miliar token, seperti yang diuraikan dalam posting komunitas di Medium pada awal peluncuran.
Karena khawatir reputasinya terganggu oleh penipuan yang menggunakan namanya, @TheWhiteWhaleV2 akhirnya turun tangan. Pada Desember, ia membeli token, menambah likuiditas, dan membantu mengoordinasikan pengambilalihan komunitas (CTO).
I'll make this brief because people don't read and then spout off at the mouth.
— The White Whale (@TheWhiteWhaleV2) December 7, 2025
The White Whale meme was not created by me.
I took it over to control use of image/likeness/reputation.
I make zero money from this.
An X user (sorry can't give credit, don't remember who) made…
Biaya Pump.fun dialihkan kembali ke para holder, dan aktivitas treasury dibuat transparan, sebuah langkah yang jarang terjadi di ekosistem meme Solana.
Lalu, siapa sebenarnya yang mengendalikan treasury WHITEWHALE saat ini?
“Saya yang mengendalikan. Memang itulah intinya. Token yang memakai nama saya, saya yang bertanggung jawab sepenuhnya. DAO dan struktur lain sering menciptakan ilusi demokrasi di ruang ini, padahal pada kenyataannya hampir tidak pernah ada. Kamu mempercayakan Jeff untuk menjadi pengelola yang baik di HyperLiquid. Kamu mempercayakan The White Whale untuk berlaku amanah atas namanya sendiri,” jelas The White Whale kepada BeInCrypto.
Peserta awal mendapat keuntungan besar, dengan beberapa laporan menyebutkan ada trader yang berhasil mengubah dana ratusan dolar menjadi lebih dari US$1 juta.
THIS GUY TURNED $370 INTO $1.2 MILLION
— Arkham (@arkham) January 12, 2026
Remus (@remusofmars) bought 1.5% of the WHITEWHALE supply for only $370, and he is now up $1.2 MILLION.
He held on to most of his WHITEWHALE until a $150M Market Cap. He has now cashed out a total of $220K, and is still holding $987K of… https://t.co/zYCqIVIahF pic.twitter.com/csuozFhK9R
Namun, trader yang sama, Remus di X, hampir kehilangan semua keuntungan itu seminggu kemudian dan hanya sempat mencairkan US$220.000 saja.
“Trader ini merugi US$1 juta di WHITEWHALE minggu lalu. Remus sempat untung US$1,5 juta dengan WHITEWHALE. Sayangnya, dia baru sempat mencairkan US$220K sebelum harga anjlok -80%. Sekarang ia hanya untung US$464.000. Akankah Remus bisa balik modal? Atau waktunya beralih ke koin berikutnya?” papar Arkham melaporkan.
Momen WHITEWHALE melejit terjadi pada awal Januari 2026. Dari harga terendah bulan Desember di US$0,0082, harga WHITEWHALE melonjak hampir 930% hingga sempat menyentuh US$0,20, menurut CoinGecko.
Kapitalisasi pasar token ini menembus US$200 juta, menjadikannya salah satu peluncuran Pump.fun paling sukses dalam beberapa bulan terakhir menurut Messari.

Listing di exchange seperti Bybit, MEXC, KuCoin, sampai LBank turut memicu lonjakan volume yang mencapai US$48 juta dalam 24 jam.
Di X, para trader menganggap WHITEWHALE sebagai “balas dendam retail” yakni gerakan budaya melawan bot, snipers, dan peluncuran meme coin yang dikendalikan orang dalam.
Respectfully why the only “meme” I’ve bought ever is $Whitewhale @WhiteWhaleMeme. This the exact culture we should be promoting, no kols, rug pulls every 5 seconds, giving to communty. There can be cool thing about crypto currently. There is a token providing counter culture.…
— Imran (@ImmieV) January 30, 2026
Tetapi setelah itu, datanglah kejatuhan.
Pada 20 Januari 2026, salah satu holder terbesar menjual token senilai sekitar US$1,3 juta, sehingga memicu penurunan harga hingga 60% dalam waktu singkat.
Perkiraan kapitalisasi pasar pun jatuh dari kisaran US$200 juta menjadi hanya US$20–40 juta. Hal ini memicu gelombang di media sosial, dengan tuduhan rug pull bermunculan.
The viral memecoin $WHITEWHALE just rugged.
— Darky (@Darky1k) January 19, 2026
From 200M to 20M. -45% candle in the last few minutes.
Thanks for playing pic.twitter.com/FfEFVOzAo2
Sementara banyak berita utama menyebut kejadian ini sebagai rug pull, analis on-chain yang memakai Bubblemaps melacak aksi jualnya pada satu wallet besar, yang berbeda dari milik Remus.
3/ This is a different whale from the one we covered last week and has no known connection to @TheWhiteWhaleV2 https://t.co/EFrtXT7Jsx
— Bubblemaps (@bubblemaps) January 19, 2026
Tim menepis tudingan itu, dan malah menyebut kejadian tersebut sebagai “peristiwa likuiditas” daripada exit scam, namun kepercayaan sudah lebih dulu goyah.
“…holder privat terbesar kami keluar dari sebagian besar posisi mereka… kami tidak ikut serta dalam aksi jual, walaupun kami melakukan beberapa buyback… Yang berubah hanyalah distribusi. Satu posisi privat yang sangat besar kini sudah tidak lagi mendominasi pasar. Supply sekarang tersebar ke lebih banyak holder. Ini bukan peristiwa yang digerakkan oleh treasury. Ini juga bukan penyimpangan dari prinsip yang sudah kami sampaikan. Ini adalah peristiwa likuiditas,” tulis The White Whale.
BeInCrypto bertanya kepada The White Whale mengapa konsentrasi sebesar ini masih bisa terjadi, padahal proyek ini mengusung narasi anti-whale. Dia menjawab bahwa proyek ini mengikuti prinsip utama kripto: keuangan yang permissionless. Dia menekankan bahwa para trader harus bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan.
“Perlu diketahui bahwa saya tidak meluncurkan token ini. Jika saya yang meluncurkan, saya tidak akan memakai launchpad mana pun, karena saya menilai tak ada launchpad yang punya struktur supply/liquidity token yang cocok untuk melindungi investor dari hal-hal seperti ini. Tentu saja, kami berusaha menghubungi holder besar kami yang tersisa sebanyak mungkin, menawarkan deal OTC supaya dampak ke pasar bisa lebih kecil, dan sebagainya, namun orang-orang tetap bebas memilih apapun yang mereka mau.”
Paling penting, The White Whale menampik anggapan bahwa aksi jual satu wallet sebagai penyebab utama crash secara keseluruhan. Menurut dia, kejadian itu hanya memicu kepanikan dan aksi jual berantai.
Berlawanan dengan prediksi banyak orang, harga WHITEWHALE justru rebound. Hanya dalam beberapa hari, aset ini mencatat lonjakan harian di atas 70% dan bergerak naik lagi ke market cap US$80–90 juta.
Treasury mengunci 40 juta token selama setahun, sehingga suplai beredar berkurang sekaligus memberi sinyal komitmen untuk jangka panjang. Langkah ini sudah dikonfirmasi secara publik oleh sejumlah figur komunitas di X.
“Langkah ini betul-betul memangkas supply beredar, menghilangkan tekanan jual dari treasury, dan memperlihatkan komitmen kuat untuk jangka panjang – tidak ada dump jangka pendek di sini. Proyek yang kredibel memang menerapkan hal ini untuk membangun kepercayaan riil; disiplin seperti ini memunculkan sentimen positif dengan cepat,” observasi salah satu pengguna.
Data on-chain yang dikutip Rootsdata mengungkap bahwa treasury dan wallet yang berafiliasi menguasai porsi supply signifikan, bahkan lebih dari 50%.

Konsentrasi ini punya dua sisi, karena pendukungnya menilai hal tersebut bisa menghambat aksi dump yang merugikan, namun para kritikus memperingatkan token jadi rentan terhadap potensi jatuh mendadak lagi.
Everyone was talking about $WHITEWHALE before, screaming “rug” and calling it a scandal… and now?
— ZYPHER (@ZypherHQ) January 29, 2026
Today it’s calmly pushing again for a new ATH, yet you don’t hear any of Crypto Twitter calling it out.
First they praise you, then they kill you, then they forget you. Sadly,…
Tidak bisa dipungkiri memang ada risiko besar. Token WHITEWHALE tidak punya utilitas selain narasi, dan pergerakan harga hingga 60% atau lebih sangat sering terjadi. Sebagian besar trader juga masih berekspektasi penurunan harga, mengingat sebagian besar meme coin Solana akhirnya gagal. Namun, The White Whale sendiri tetap optimistis proyek ini bisa menjadi contoh standar baik bagi semua token di masa depan.
“Menurut saya, seluruh inti dari sebuah meme adalah karena memang tidak berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Banyak proyek yang gagal karena mencoba tampil lebih dari yang sebenarnya. Sebaliknya, kami memilih jujur tentang apa adanya kami, dan kami bangga terhadap itu. Prinsip utama, jika bisa disebut demikian, dari gerakan $WhiteWhale adalah membuktikan bahwa sesuatu bisa sukses tanpa mengorbankan integritas. Dan tujuan pribadi saya adalah menaikkan standar setinggi mungkin agar investor meme coin mulai menuntut transparansi, ketelitian, dedikasi, dan integritas yang sama dari semua pengembang.”
Meskipun begitu, keberlangsungan sangat penting. Di ekosistem di mana banyak token hilang tanpa jejak hanya dalam semalam, kemampuan WHITEWHALE untuk pulih serta aksi treasury yang terbuka membuatnya menonjol.
Namun, tetap saja aset ini sangat berisiko, didorong oleh whale, narasi, dan momentum, bukan fundamental.
| Faktor Risiko | Detail | Tingkat Dampak |
| Konsentrasi Whale | 54% di satu alamat | Tinggi – Potensi dump besar-besaran |
| Volatilitas | Pergerakan 60%+ setiap pekan | Ekstrem – Banyak trader ritel merugi |
| Riwayat Rug | Peristiwa “likuiditas” 20 Januari | Sedang – FUD masih ada, tapi selamat |
| Tidak Ada Utilitas | Hanya narasi | Tinggi – Mengandalkan hype |
| Kekuatan Komunitas | Kunci supply transparan, redistribusi | Mitigasi – Membentuk loyalitas |
Jadi, token WHITEWHALE sepertinya bukan scam, hal ini juga didukung oleh sudah adanya trading di exchange besar. Volume yang dicatat juga nyata, dan komunitasnya terbilang aktif dan loyal, seperti yang disebutkan dalam dokumentasi dukungan exchange.
Sebagai penutup, BeInCrypto menanyakan kepada The White Whale tentang apa yang mungkin terjadi pada token tersebut jika ia memutuskan untuk mundur.
“Lucunya, kalau saya sampai tertabrak bus, sepertinya itu justru akan sangat bullish untuk pergerakan harga. Namun, proyek ini membawa nama saya, jadi mustahil bagi saya untuk berpikir mundur.“
Januari menjadi bulan yang penuh gejolak untuk aset kripto, dengan kenaikan di awal bulan yang kemudian diikuti aksi jual tajam di akhir bulan. Beberapa token besar menghapus kemajuan berminggu-minggu hanya dalam hitungan hari. Di tengah ketidakpastian ini, crypto whale pada Februari mulai memosisikan diri di tiga aset yang menunjukkan sinyal pembalikan awal.
Data on-chain menunjukkan peningkatan akumulasi, di mana tekanan jual mulai mereda dan pola divergensi bullish sedang terbentuk atau hampir terkonfirmasi. Hal ini mengindikasikan bahwa wallet besar sedang mempersiapkan rebound selektif, bukan mengejar momentum jangka pendek.
Shiba Inu menjadi salah satu nama mengejutkan yang menunjukkan aktivitas crypto whale menjelang Februari. Walau sebagian besar altcoin mengalami pelemahan di Januari, SHIB naik sekitar 3,3% dalam 30 hari terakhir, menjadikannya salah satu token besar yang berpotensi menutup bulan ini dengan performa hijau.
Kekuatan relatif ini kini didukung oleh holder besar.
Sejak 27 Januari, whale menambah kepemilikan mereka dari 666,05 triliun menjadi 666,74 triliun SHIB, alias penambahan 690 miliar SHIB. Ini menunjukkan posisi yang stabil di tengah pelemahan pasar. Waktu penambahan ini sangat berkaitan dengan sinyal teknikal penting.

Antara 4 November hingga 25 Januari, SHIB membentuk divergensi bullish. Pada periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. RSI mengukur momentum dan menunjukkan apakah tekanan beli atau jual sedang menguat. Ketika harga melemah, tapi RSI justru membaik, itu menandakan penjual mulai kehilangan kendali.
Pola divergensi ini terjadi dalam pola falling wedge yang lebih besar, yaitu pola bullish di mana harga menyempit sebelum potensi breakout. Setelah sinyal muncul pada 25 Januari, SHIB membukukan dua candle hijau dan whale mulai menambah posisi sejak 27 Januari.
Sejak 28 Januari, harga SHIB memang terkoreksi, tapi saldo whale tetap stabil. Ini menandakan holder besar memilih menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil aksi keluar terlalu dini.
Sekarang, pola divergensi serupa kembali terbentuk. Untuk konfirmasi, candle harga SHIB berikutnya perlu berada di atas US$0,0000071. Jika itu terjadi, momentum bisa menguat menuju zona breakout kunci di kisaran US$0,0000091, dengan potensi naik hingga US$0,000012.

Jika US$0,0000071 gagal ditembus, pola bullish ini jadi melemah dan risiko penurunan kembali muncul.
Untuk saat ini, akumulasi whale dan sinyal momentum yang membaik menunjukkan SHIB sedang diposisikan sebagai aset pemulihan berpotensi di Februari.
Pendle juga menjadi token yang< a href="https://id.beincrypto.com/privacy-coins-crypto-whales-beli-dan-jual-februari-2026/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> crypto whale nampaknya diposisikan pada Februari, meskipun harga saat ini masih lemah. Data on-chain menunjukkan holder besar telah menambah PENDLE dari 181,54 juta pada 27 Januari menjadi 184,81 juta, artinya ada tambahan sebanyak 3,27 juta token.
Dengan harga saat ini, akumulasi ini bernilai sekitar US$6,3 juta yang menandakan keyakinan kuat di tengah koreksi pasar.

Mau insight token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Peningkatan posisi ini terjadi saat PENDLE sedang kesulitan di pasar. Dalam 24 jam terakhir, token ini turun sekitar 6% dan hampir 5,2% selama sebulan terakhir, mengikuti tren pelemahan di ranah DeFi dan aset berfokus pada imbal hasil.
namun, perilaku whale mengindikasikan investor skala besar sedang memposisikan diri untuk pembalikan menengah, bukan mengejar momentum jangka pendek.
Pada chart 12 jam, PENDLE menunjukkan tanda awal divergensi bullish. Dari 14 November hingga 30 Januari, harga membentuk lower low, sementara RSI membentuk higher low.
Agar pola ini tetap valid, candle 12 jam saat ini harus bertahan di atas US$1,78. Jika level itu bisa dipertahankan, divergensi masih terjaga dan peluang pembalikan meningkat.
Pola ini sangat sesuai dengan pola akumulasi whale yang mulai meningkat setelah 27 Januari, mengikuti sinyal divergensi yang muncul sebelumnya antara 14 November hingga 25 Januari.

Jika momentum menguat, resistance pertama berada di kisaran US$2,08, sekitar 14% di atas level saat ini. Breakout di situ bisa membuka peluang naik ke US$2,38 dan US$2,87. Namun, jika gagal bertahan di US$1,78, skenario bullish langsung melemah dan risiko penurunan kembali meningkat.
Saat ini, PENDLE menunjukkan pola klasik pembalikan yang dipimpin whale: akumulasi di tengah pelemahan, dan didukung dengan sinyal momentum yang mulai membaik.
Cardano tiba-tiba masuk ke radar crypto whale menjelang Februari, karena ada akumulasi besar dari dua kelompok holder utama.
Data memperlihatkan bahwa wallet yang memiliki 1 miliar ADA atau lebih mulai menambah kepemilikan sejak 28 Januari. Total ADA yang mereka pegang naik dari sekitar 2,93 miliar ADA menjadi 3,18 miliar ADA. Di saat yang sama, kelompok holder dengan 100 juta hingga 1 miliar ADA juga mulai ikut akumulasi sejak 29 Januari. Saldo mereka naik dari 2,55 miliar menjadi 2,60 miliar ADA.

Kedua kelompok whale terbesar ini mengumpulkan hampir 300 juta ADA hanya dalam waktu 48 jam, yang mengisyaratkan adanya pergeseran posisi secara terkoordinasi.
Aksi beli besar ini menarik perhatian karena Cardano akhir-akhir ini berada di bawah tekanan. ADA turun hampir 6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 7,2% selama sebulan terakhir, sejalan dengan kondisi pasar yang melemah secara umum. Jika dilihat sekilas, ini bukan suasana yang bullish. Tapi grafik memperlihatkan alasan kenapa para whale mulai tertarik.
Antara 31 Desember hingga 30 Januari, ADA mencetak level harga yang lebih rendah, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. Untuk mengonfirmasi divergensi bullish ini, candle harga berikutnya harus tetap bertahan di atas US$0,31, dan RSI tidak turun di bawah level 31 Desember.
Saat ini ADA diperdagangkan di kisaran US$0,32, menjaga struktur tersebut. RSI juga perlu tetap berada di atas garis tren naiknya.

Jika sinyal ini terkonfirmasi, target rebound pertama ada di kisaran US$0,36, yang merupakan resistance penting yang ditembus pada 22 Januari. Jika titik ini berhasil direbut kembali, potensi kenaikan sekitar 12% dari harga saat ini bisa terjadi.
Namun jika harga turun di bawah US$0,31, pola pembalikan ini akan batal dan argumen dari para whale menjadi semakin lemah.