Normal view

Received — 1 February 2026 BeInCrypto Indonesia

BitMine Kehilangan US$6 Miliar: Apakah Taruhan Supercycle Ethereum Tom Lee Kini Jadi Malapetaka?

31 January 2026 at 21:33

Saat harga Ethereum (ETH) anjlok akibat aksi jual besar-besaran, hanya sedikit nama yang menarik perhatian sebesar BitMine Immersion Technologies (BMNR), perusahaan publik yang dipimpin oleh Tom Lee dari Fundstrat.

Pernah menjadi perusahaan perangkat keras crypto-mining yang sederhana, BitMine merombak dirinya menjadi pemegang Ethereum korporat terbesar, mengumpulkan sekitar 4,24 juta ETH, atau sekitar 3,5% dari total suplai.

Luka US$6 Miliar BitMine Bikin Treasury ETH Tom Lee di Ambang Kehancuran

Dengan harga ETH yang kini diperdagangkan di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir dan media sosial ramai membahas potensi kerugian belum terealisasi sebesar US$5–7 miliar, hanya satu pertanyaan yang menguasai Twitter kripto: apa yang benar-benar akan terjadi jika BitMine menjual Ethereum-nya sekarang?

Jawaban singkatnya: ini kemungkinan bakal jadi salah satu peristiwa likuidasi paling mengacaukan dalam sejarah Ethereum.

Performa Harga Ethereum (ETH)
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView

Penjualan yang Pasar Tidak Siap Menyerap

Pada harga saat ini di US$2.408, tumpukan ETH milik BitMine nilainya sekitar US$10,2 miliar, turun drastis dari estimasi investasi sekitar US$15,6 miliar di harga rata-rata masuk mendekati US$3.600–US$3.900.

Menjual seluruh posisi tersebut berarti melepas lebih dari 4 juta ETH ke pasar yang biasanya memperdagangkan puluhan miliar dolar per hari, tapi terbagi ke ribuan pelaku pasar, bukan satu penjual saja.

Walaupun dilakukan secara bertahap, volume sebesar ini akan membanjiri order book. Para analis menyoroti aksi likuidasi whale di masa lalu yang jauh lebih kecil saja sudah bisa menyebabkan harga anjlok 10–30% hanya dalam hitungan jam.

Dalam kasus BitMine, bila terpaksa harus menjual, ETH berpotensi koreksi hingga 20–40% lagi, sehingga kerugian di atas kertas saat ini menjadi kerugian nyata.

Alih-alih membawa pulang US$10 miliar, BitMine mungkin hanya mendapat US$5–7 miliar setelah slippage, menurut estimasi kedalaman pasar, yang berarti mengunci kerugian beberapa miliar dolar.

BREAKING: Tom Lee’s Bitmine $ETH portfolio is now down over $5.5 billion; bankruptcy now expected. pic.twitter.com/6GmroQG26O

— Jacob King (@JacobKinge) January 31, 2026

Staking Membuatnya Lebih Lambat dan Rumit

Sekitar 2 juta ETH dari kepemilikan BitMine sudah di-stake, menghasilkan imbal hasil sekitar 2,8% per tahun melalui mekanisme staking Ethereum. Imbal hasil ini, yang nilainya ratusan juta per tahun dalam skala besar, akan hilang seketika bila keluar dari staking.

Lebih penting lagi, ETH yang di-stake tidak bisa langsung dijual. Antrian keluar di Ethereum bisa menunda penarikan selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu, artinya BitMine tidak bisa langsung melakukan dump semuanya sekaligus walau berniat demikian.

Antrian Validator Ethereum
Antrian Validator Ethereum | Sumber: Validator Queue

Ironisnya, penundaan tersebut mungkin dapat mencegah pasar dari kejatuhan mendadak, tapi justru memperpanjang ketidakpastian, dengan para trader berusaha mendahului kelebihan suplai yang diprediksi akan datang.

Dari Supercycle Kripto ke Tumpukan Uang Tunai

Secara strategis, penjualan ini akan menjadi langkah mundur total dari identitas inti BitMine. Perusahaan ini memosisikan dirinya sebagai saham supercycle Ethereum, bahkan berencana menghadirkan Validator Network Made-in-America (MAVAN) untuk peluncuran komersial pada 2026. Likuidasi ETH sepenuhnya berarti meninggalkan roadmap tersebut.

Tom Lee is a genius.

Bitmine is turning $ETH into the ultimate institutional reserve.

Already holding 1.5M $ETH, trading at 1.26x mNAV, and scaling toward billions.

The model: buy $ETH → stake → compound yield perpetually → accumulate more $ETH.

This machine grows reserves… pic.twitter.com/7WmY6ibdXq

— CryptoGoos (@cryptogoos) August 21, 2025

Setelah penjualan, BitMine akan berubah menjadi perusahaan dengan cadangan kas besar: likuiditas beberapa miliar dolar, eksposur Bitcoin sedikit (sekitar 193 BTC), dan hanya sejumlah kecil investasi non-kripto, seperti Beast Industries.

Fluktuasi akan turun, tetapi potensi keuntungan juga mengecil. Setiap rebound ETH, yang oleh Lee masih dipandang tak terhindarkan dalam jangka panjang, akan luput dari tangan mereka.

Saham, Pajak, dan Dampak pada Reputasi

Bagi para pemegang saham, situasi ini bisa sangat memberatkan. Saham BMNR sudah turun tajam mengikuti penurunan ETH, dan bila terjadi capitulation, pasar mungkin menganggapnya sebagai bentuk menyerah.

Performa Saham BitMine (BMNR)
Performa Saham BitMine (BMNR) | Sumber: Google Finance

Aksi jual berlanjut, atau bahkan ketakutan akan delisting, bisa jadi akan mengikuti, terlepas dari neraca perusahaan yang bebas utang.

🚨 BREAKING

TOM LEE’S BITMINE IS CURRENTLY SITTING ON A $6.9 BILLION LOSS ON ETHEREUM.

THEIR STOCK DUMPED 84% AND IS NOW AT RISK OF DELISTING AND FULL LIQUIDATION.

THE SCARY PART?

WE HAVEN’T EVEN ENTERED THE BEAR MARKET YET… pic.twitter.com/jfveZnPWmW

— 0xNobler (@CryptoNobler) January 31, 2026

Ada juga aspek pajak. Walaupun harga saat ini menunjukkan kerugian yang sudah terealisasi, pembelian di harga lebih rendah sebelumnya bisa saja tetap memicu keuntungan kena pajak, sehingga mengurangi hasil penjualan. Regulator juga mungkin akan mengawasi likuidasi sebesar ini untuk melihat potensi dampak ke pasar.

Pada akhirnya, ada juga faktor Tom Lee sendiri. Sedikit sekali analis yang lebih bullish secara terbuka terhadap Ethereum dibanding Tom Lee. Jika ia menjual sekarang, maka hal itu akan langsung bertentangan dengan pandangannya yang sudah berjalan lama, sehingga muncul pertanyaan soal keyakinan versus pengelolaan risiko.

Secara teori, menjual akan menghentikan kerugian lebih lanjut. Namun, kenyataannya, langkah ini akan mewujudkan kerugian, membuat harga ETH anjlok, dan menghancurkan seluruh strategi BitMine. Karena itulah, walau ada banyak rumor di X (Twitter), BitMine sepertinya akan tetap membeli dan melakukan staking, bukan menjual.

Jadi, saat harga Ethereum, sama seperti Bitcoin, terus turun selama akhir pekan ini, likuidasi besar-besaran tetap menjadi pilihan paling ekstrem.

Emas dan Perak Hilangkan US$7 Triliun dari Pasar Global, Akankah Bitcoin Mengikuti?

31 January 2026 at 20:31

Sebuah peristiwa likuidasi besar-besaran terjadi di pasar emas dan perak selama 48 jam terakhir, yang menghapus sekitar US$7 triliun nilai dari logam mulia. Di sisi lain, Bitcoin turun 7% namun tetap terlihat cukup tangguh di tengah aksi jual yang melanda pasar secara umum.

Analis Bitcoin, Joe Consorti, menyoroti bahwa penurunan nilai kapitalisasi pasar logam mulia tersebut sekitar empat kali lipat dari kapitalisasi pasar Bitcoin secara keseluruhan.

Gold and silver have lost a combined $6.52 trillion over the last 48 hours.

That is equivalent to Bitcoin's entire market cap nearly 4 times over.

Wild. pic.twitter.com/7tNipGt19e

— Joe Consorti (@JoeConsorti) January 30, 2026

BTC Hindari Likuidasi Bertubi-Tubi yang Menekan Harga Emas dan Perak

Data dari perusahaan analisis blockchain, Santiment, menyoroti betapa langkanya peristiwa ini. Santiment menerangkan bahwa harga Bitcoin dan altcoin bergerak mendatar, sedangkan harga emas turun lebih dari 8% dan perak turun lebih dari 25%.

Perlu dicatat, harga emas sempat anjlok dari puncaknya di US$5.600 per ons menjadi sekitar US$4.700, sementara harga perak terjun dari US$121 ke US$77.

Performa Harga Bitcoin vs Emas.
Performa Harga Bitcoin vs Emas | Sumber: Santiment

Pelaku pasar mengaitkan aksi jual besar-besaran di logam mulia ini dengan pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed.

Warsh secara luas dikenal sebagai pihak yang hawkish terhadap inflasi dan berkomitmen mempertahankan dolar AS. Sikap ini membantah narasi depresiasi dolar yang selama ini mendorong lonjakan harga logam mulia.

Menariknya, para trader sebelumnya ramai-ramai memasang taruhan leverage, karena menduga pemerintah akan mengambil langkah pemangkasan suku bunga secara agresif.

namun, pencalonan Warsh memberi sinyal perubahan haluan menuju kebijakan moneter yang lebih ketat, yang akhirnya memicu aksi likuidasi perdagangan secara brutal.

“Pergerakan tajam di pasar logam tersebut adalah gejala dari banyaknya uang panas yang memburu harga belakangan ini, dan sekarang terhenti, leverage dilepas, serta banyak pemain melakukan profit taking,” terang Bob Coleman, CEO Idaho Armored Vaults, menjelaskan.

Sementara itu, sebagian pakar pasar menuturkan bahwa pasar emas memang sudah saatnya mengalami koreksi, karena menjadi terlalu panas akibat meningkatnya antusiasme publik terhadap logam mulia.

“Walau pergerakan parabola seringkali membawa harga aset melampaui ekspektasi kebanyakan investor, lonjakan luar biasa biasanya terjadi di akhir sebuah siklus. Menurut kami, saat ini yang menjadi gelembung bukan AI, melainkan emas. Penguatan dolar bisa meletuskan gelembung itu, seperti periode 1980 hingga 2000 saat harga emas turun lebih dari 60%,” papar Cathie Wood, pendiri Ark Invest.

Apa Selanjutnya untuk Bitcoin?

Pertanyaan yang kini muncul bagi para investor Bitcoin adalah apakah stabilitas aset kripto teratas ini di sekitar US$82.000 menandakan mulai terlepasnya Bitcoin dari komoditas tradisional, atau justru reaksi pasar yang tertunda.

Tidak seperti logam mulia, Bitcoin tidak ikut serta dalam fase terakhir reli “debasement trade” yang penuh euforia. Kondisi ini bisa membuatnya memiliki sedikit tekanan spekulatif yang harus dibuang dan lebih banyak ruang untuk reli.

Beberapa analis berpendapat, ketika uang keluar dari perdagangan logam mulia yang sudah sangat ramai, modal bisa saja beralih ke aset digital. Para pengamat ini melihat kelangkaan Bitcoin sebagai sesuatu yang berbeda dari dinamika industri yang saat ini membebani emas dan perak.

namun, jika pencalonan Warsh pada akhirnya membuat pengetatan likuiditas global terus berlanjut, aset berisiko termasuk aset kripto bisa kembali menghadapi tekanan dalam beberapa minggu ke depan.

Received — 31 January 2026 BeInCrypto Indonesia

Penjualan Ethereum Hampir US$3 Miliar Bisa Picu Koreksi 16%

31 January 2026 at 19:14

Harga Ethereum telah melemah tajam selama beberapa sesi terakhir, memperpanjang penurunan seiring sentimen pasar yang memburuk. Penurunan baru-baru ini mencerminkan kondisi bearish yang lebih luas dan juga aksi investor yang sengaja dilakukan.

Peningkatan tekanan jual membuat pemulihan semakin sulit. Pada saat yang sama, risiko distribusi yang terus berlanjut mendorong ETH bergerak lebih rendah lagi sebelum terjadi stabilisasi yang berarti.

Holder Ethereum Mulai Jual Aset Mereka

Aktivitas whale memiliki peran besar dalam penurunan Ethereum terbaru. Selama sepekan terakhir, alamat yang memegang antara 10.000 dan 100.000 ETH mengurangi eksposur mereka secara agresif. Holder besar ini telah menjual lebih dari 1,1 juta ETH dalam periode tersebut. Pada harga saat ini, nilai distribusi tersebut melebihi US$2,8 miliar.

Penjualan dalam skala besar seperti ini memberikan tekanan langsung pada pasar spot. Ketika whale mengurangi kepemilikan, likuiditas menyerap suplai pada harga lebih rendah. Perilaku ini sering mempercepat tren turun jangka pendek.

Dalam kasus Ethereum, aksi jual ini memperkuat momentum bearish dan berkontribusi pada breakdown terbaru di bawah level teknikal kunci.

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Kepemilikan Whale Ethereum.
Kepemilikan Whale Ethereum | Sumber: Santiment

Indikator makro menghadirkan prospek yang beragam untuk Ethereum. Data menunjukkan total suplai yang berada dalam kondisi profit kini turun di bawah ambang 50%. Saat semakin sedikit holder yang meraup keuntungan belum terealisasi, rasa takut biasanya meningkat. Lingkungan seperti ini bisa sementara mengurangi volume penjualan, karena investor ragu untuk merealisasikan kerugian.

namun, metrik yang sama juga membawa risiko penurunan. Jika kerugian makin dalam, perilaku investor bisa berubah cepat. Mereka bisa saja menjual untuk mencegah penurunan lebih lanjut. Dalam kondisi tersebut, harga Ethereum berpotensi kembali tertekan meski ada upaya stabilisasi jangka pendek akibat penurunan aksi profit taking.

Suplai Ethereum Dalam Profit
Suplai Ethereum Dalam Profit | Sumber: Glassnode

Harga ETH Masih Punya Jalan Panjang

Pada waktu publikasi, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$2.636. Aset ini tercatat turun 12,7% dalam dua hari terakhir. Penurunan ini telah mengonfirmasi pola ascending wedge bearish. Formasi ini memproyeksikan penurunan lanjutan sebesar 16%, dengan target level US$2.465 jika momentum berlanjut.

Peluang skenario ini semakin besar setelah support kunci hilang. ETH menembus US$2.802 ke bawah, sehingga mengonfirmasi breakdown dari pola tersebut. Struktur teknikal biasanya menjadi semakin valid setelah level support gagal bertahan. Selama harga bertahan di bawah support sebelumnya, risiko bearish continuation masih sangat kuat.

Analisis Harga ETH.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Masih ada jalur pemulihan jika kondisi membaik. Jika Ethereum mampu bertahan di support US$2.570, pembeli bisa mencoba melakukan rebound. Pergerakan harga yang konsisten kembali ke area US$2.802 menjadi sangat penting. Jika level itu direbut kembali menjadi support, bias bearish akan batal dan kekuatan baru akan muncul.

Harga Bitcoin Turun di Bawah US$80.000 saat Pembeli Baru Berlomba Kumpulkan

31 January 2026 at 17:45

Harga Bitcoin telah turun di bawah US$80.000 untuk pertama kalinya sejak April 2025. Meski begitu, performa Bitcoin tetap melampaui emas. Sementara BTC turun bersama aset berisiko lainnya, jumlah kerugiannya jauh lebih kecil dibandingkan logam mulia.

Kekuatan relatif ini menarik perhatian peserta pasar baru. Banyak investor melihat koreksi ini sebagai peluang untuk mengakumulasi Bitcoin di harga diskon.

Bitcoin price faces technical risk. Doji candles, a lost 20-day EMA, and a rising wedge signal buyers are defending, not pushing higher.

If support breaks, Bitcoin could fall toward $77K as miner selling rises and long-term buying slows. pic.twitter.com/Do8i8PHLpc

— BeInCrypto (@beincrypto) January 24, 2026

Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, tapi Kalahkan Emas

Emas mengalami aksi jual tajam saat akhir pekan. Dari Kamis hingga Jumat, harga logam mulia ini anjlok hampir 10%. Dalam periode yang sama, Bitcoin turun sekitar 5,6%. Perbedaan ini menyoroti perubahan preferensi investor ketika pasar mengalami tekanan.

Walaupun emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai inflasi, Bitcoin justru menunjukkan ketahanan lebih kuat dalam jangka pendek. Penurunan yang lebih kecil ini menandakan dukungan permintaan yang lebih solid untuk BTC.

Perilaku investor mencerminkan perubahan ini, karena modal cenderung lebih memilih Bitcoin dibanding emas di tengah volatilitas yang terjadi baru-baru ini.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Performa Bitcoin vs Emas
Performa Bitcoin vs Emas | Sumber: Santiment

Data on-chain turut memperkuat tren ini. Jaringan Bitcoin mencatat lonjakan alamat baru dalam 24 jam terakhir. Sekitar 335.772 alamat baru tercipta, menjadi rekor tertinggi dalam dua bulan. Ini juga merupakan kenaikan harian terbesar sejak November 2025.

Peningkatan ini terjadi saat harga Bitcoin turun mendekati US$81.000. Peserta baru nampaknya melihat penurunan ini sebagai peluang masuk yang menarik.

Pertumbuhan alamat baru sering kali menandakan adopsi yang semakin luas dan minat yang kembali meningkat. Arus masuk ini dapat memperkuat permintaan dan membantu menjaga stabilitas harga saat terjadi koreksi.

Alamat Bitcoin Baru
Alamat Bitcoin Baru | Sumber: Glassnode

Penurunan Harga BTC Bisa Berlanjut

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$78.000 pada waktu publikasi. Baru-baru ini, BTC break down dari pola broadening ascending wedge. Pola bearish ini memproyeksikan penurunan sebesar 12,6%, dengan target di area US$75.850.

Aksi jual semakin intens setelah Bitcoin kehilangan level support US$82.503. Breakdown tersebut menegaskan momentum bearish jangka pendek. meski begitu, jika level ini kembali direbut, sentimen bisa berubah. Metrik on-chain yang membaik dan pertumbuhan alamat baru meningkatkan peluang stabilisasi.

Analisis Harga Bitcoin.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Pemulihan lebih kuat membutuhkan Bitcoin untuk merebut kembali level support US$87.210. Jika hal ini tercapai, kepercayaan pembeli akan kembali dan BTC bisa menghapus kerugian terbaru. Jika tren penurunan terus berlanjut, risiko pelemahan masih terbuka.

Kegagalan bertahan di level saat ini dapat membawa Bitcoin turun menuju US$78.763. Jika support ini hilang, Bitcoin berisiko turun ke US$75.895 sehingga prospek bullish menjadi tidak berlaku.

Ketua The Fed Pro-Bitcoin Baru Trump Disebut di Berkas Epstein Terbaru

31 January 2026 at 16:04

Kevin Warsh, calon yang baru saja dinominasikan oleh Presiden Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve AS, muncul dalam dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman minggu ini.

Pengungkapan ini terjadi hanya satu hari setelah Trump mengonfirmasi Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed pada bulan Mei, sehingga memicu reaksi politik dan sorotan baru terhadap tokoh-tokoh elit yang disebutkan dalam kasus Epstein yang telah berlangsung lama.

Trump’s newly named Fed Chair Kevin Warsh is listed in the Epstein files in connection with a “St. Barth’s Christmas” event in 2010.

Warsh is a former steering committee member of the Bilderberg Group.

He is the son-in-law of Ronald Lauder, the former president of the World… pic.twitter.com/l4NTreCSlF

— AF Post (@AFpost) January 30, 2026

Warsh Disebut di Email Epstein, Tidak Ada Tuduhan Kesalahan

Menurut sejumlah laporan yang telah dikonfirmasi, nama Warsh tercantum dalam satu email dari seorang humas kepada Epstein yang mencantumkan 43 orang yang diundang ke acara Natal. Email itu juga memuat beberapa nama terkenal dari dunia bisnis, politik, dan hiburan.

Tidak ada bukti dalam dokumen yang menunjukkan Warsh pernah bertemu Epstein, menghadiri acara tersebut, atau terlibat dalam aktivitas kriminal apa pun. Laporan itu menekankan bahwa munculnya nama seseorang dalam dokumen ini tidak berarti yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

Warsh belum memberikan komentar publik terkait pengungkapan ini per 31 Januari.

Apa Lagi yang Terungkap dari Berkas Epstein Terbaru

Departemen Kehakiman merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, beserta ribuan video dan gambar, yang menurut pejabat merupakan rilis terakhir yang diwajibkan.

Dokumen tersebut memuat email dan catatan yang menyebutkan tokoh-tokoh seperti Elon Musk, Bill Gates, Melania Trump, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Dalam banyak kasus, dokumen ini hanya menampilkan undangan acara sosial atau korespondensi email dan bukan bukti tindakan kejahatan.

Howard Lutnick in 2005: I never want to be in the same room as Jeffrey Epstein again.

Howard Lutnick in 2012: Jeffrey, darling, let's have dinner. There's 8 children I want you to meet! pic.twitter.com/BYChg4nE3j

— Rogue POTUS Staff (@RoguePOTUSStaff) January 30, 2026

Penyintas pelecehan oleh Epstein mengkritik proses rilis ini, karena menurut mereka identitas korban justru terbuka sementara dugaan pelaku masih terlindungi melalui pengaburan data.

Mengapa Nominasi Warsh Penting

Warsh adalah mantan gubernur Federal Reserve yang menjabat dari tahun 2006 sampai 2011. Ia dikenal sebagai sosok yang hawkish terhadap inflasi dan pengkritik kebijakan The Fed pasca pandemi.

Berbeda dengan Jerome Powell, Warsh berpendapat mandat The Fed sebaiknya dipersempit, neraca keuangan harus lebih kecil, dan disiplin moneter yang lebih ketat. Ia juga menentang keterlibatan The Fed dalam kebijakan iklim dan sosial.

Kevin Warsh vs. Powell: How is Trump's new Fed chair pick different? And what does it mean for crypto? pic.twitter.com/l2eKVw3zdM

— BeInCrypto (@beincrypto) January 30, 2026

Warsh bukan anti-kripto, tapi ia bersikap skeptis terhadap aset kripto sebagai uang.

Ia telah mengakui potensi Bitcoin sebagai penyimpan nilai, namun memperingatkan bahwa volatilitas harga membatasi penggunaannya dalam pembayaran. Warsh juga pernah berinvestasi di perusahaan yang bergerak di bidang kripto serta mendukung regulasi yang lebih jelas untuk stablecoin.

Ia lebih memilih bank sentral digital US (CBDC) untuk transaksi skala besar daripada CBDC versi ritel.

Soon, Kevin Warsh will be the first pro-Bitcoin Chairman of the Federal Reserve.pic.twitter.com/afEBrBFeWX

— Michael Saylor (@saylor) January 30, 2026

Momentum ini memang sangat sensitif.

Pasar sudah berada dalam kondisi waspada di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian pemangkasan suku bunga, dan tekanan politik terhadap The Fed. Nominasi Warsh mengisyaratkan kemungkinan perubahan kebijakan. Kemunculannya di dokumen Epstein, meskipun tanpa tuduhan, menambah ketidakpastian baru.

Para Holder XRP Ini Bisa Menstabilkan Harga di Tengah Pasar Global yang Kacau

31 January 2026 at 16:00

Harga XRP melemah dalam 48 jam terakhir karena kondisi pasar yang lebih luas belum stabil. Aset kripto ini memperpanjang koreksi, mencerminkan sikap menghindari risiko yang terus-menerus di seluruh aset digital.

Walaupun harga turun, XRP tidak memperlihatkan tanda-tanda penjualan yang kacau. Saat ini, fokus bergeser ke upaya stabilisasi, dengan beberapa kelompok holder berusaha menyerap tekanan dan mendukung potensi pemulihan.

XRP di Zona Peluang

Indikator sentimen pasar menunjukkan XRP mungkin mendekati titik balik. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) sudah masuk wilayah peluang.

Nilai di bawah -14% biasanya menandakan kejenuhan penjualan. Secara historis, kondisi seperti ini sering mendahului fase akumulasi karena investor mencari titik masuk yang undervalued.

Situasi seperti ini biasanya menarik pembeli yang siap menyerap kelebihan suplai. Saat MVRV tertahan di area rendah, momentum penurunan harga cenderung melambat. Investor sering masuk untuk memanfaatkan harga diskon.

Perilaku serupa juga diharapkan akan muncul dalam beberapa hari ke depan, sehingga bisa membantu XRP membentuk fondasi jangka pendek.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Rasio MVRV XRP
Rasio MVRV XRP | Sumber: Santiment

Perilaku holder jangka panjang semakin mendukung potensi stabilisasi harga. Indikator Liveliness XRP terus turun secara konsisten selama beberapa minggu terakhir. Saat ini, angkanya mendekati level terendah dalam empat bulan. Liveliness melacak pergerakan aset kripto yang sudah lama di-hold sehingga memberi gambaran tentang keyakinan holder.

Penurunan nilai Liveliness mengindikasikan akumulasi, bukan distribusi. Dalam kasus XRP, holder jangka panjang terlihat menambah posisi, bukan melepasnya. Pola ini membuat suplai beredar menurun dan volatilitas harga lebih terjaga. Akumulasi yang konsisten dari kelompok ini sering membantu stabilisasi harga saat terjadi penurunan berkepanjangan.

Liveliness XRP
Liveliness XRP | Sumber: Glassnode

Tren Penurunan Harga XRP Berlanjut

Dalam 48 jam terakhir, harga XRP turun 10,9% dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,69 pada waktu publikasi. Harga token ini berada tepat di bawah area support US$1,70. Tekanan bearish dari tren turun yang lebih luas masih memberi beban pada pergerakan harga.

Garis tren menurun sudah menjadi resistance sejak awal tahun ini. Agar XRP bisa pulih, partisipasi investor harus meningkat. Mengambil kembali area support di US$1,81 akan menjadi langkah penting.

Jika digabungkan dengan perbaikan indikator sentimen, pergerakan ini bisa membawa XRP naik ke level US$2,00.

Analisis Harga XRP
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Risiko penurunan masih tetap ada jika tekanan jual berlanjut. Jika koreksi berlanjut, XRP bisa turun di bawah zona support US$1,61. Jika skenario ini terjadi, harga bisa jatuh ke sekitar US$1,54. Pergerakan seperti ini akan menginvalidasi skenario bullish dan menandakan kelemahan berkepanjangan sampai permintaan baru muncul.

CEO OKX: Kampanye Yield USDe Binance Sebabkan Crash 10 Oktober

31 January 2026 at 15:11

CEO OKX, Star Xu, menuduh Binance sebagai pemicu krisis 10 Oktober yang menghapus hampir US$19 miliar dari pasar aset kripto.

Xu mengklaim gejolak tersebut terjadi karena pemasaran agresif Binance terhadap dollar sintetis Ethena, USDe.

CEO OKX Kritik Pemasaran USDe Binance yang Dinilai Tidak Bertanggung Jawab

Pada unggahan 31 Januari di X (dulu Twitter), Xu berpendapat bahwa kejatuhan pasar bukan kecelakaan acak akibat kompleksitas, melainkan kegagalan manajemen risiko yang bisa diprediksi.

“Tidak ada kompleksitas. Tidak ada kecelakaan. 10/10 terjadi karena kampanye pemasaran yang tidak bertanggung jawab dari beberapa perusahaan,” ucapnya.

Xu menyebutkan bahwa kampanye akuisisi pengguna Binance untuk dollar sintetis Ethena, USDe, mendorong penggunaan leverage secara berlebihan. Ia menilai hal ini menciptakan kerentanan sistemik yang akhirnya runtuh saat terjadi tekanan pasar.

Menurut CEO OKX tersebut, Binance menawarkan imbal hasil tahunan 12% pada USDe. Hal ini memungkinkan pengguna menjadikan aset tersebut sebagai jaminan dengan syarat yang mirip dengan stablecoin tradisional seperti USDT dan USDC.

No complexity. No accident.
10/10 was caused by irresponsible marketing campaigns by certain companies.

On October 10, tens of billions of dollars were liquidated. As CEO of OKX, we observed clearly that the crypto market’s microstructure fundamentally changed after that day.… pic.twitter.com/N1VlY4F7rt

— Star (@star_okx) January 31, 2026

Xu menilai hal ini menciptakan “leveraged loop” di mana para trader menukar stablecoin standar mereka menjadi USDe untuk mencari yield tinggi. Ia juga menyebut aktivitas ini membuat APY token tersebut tampak tidak wajar hingga mencapai 70%.

“Kampanye ini memungkinkan pengguna memakai USDe sebagai jaminan dengan perlakuan sama seperti USDT dan USDC tanpa batasan efektif,” tulis Xu.

Berbeda dengan stablecoin tradisional yang didukung kas atau setara kas, USDe memakai strategi lindung nilai delta netral yang menurut Xu punya “risiko struktural setara hedge fund.”

Saat volatilitas tiba pada 10 Oktober, Xu menegaskan leverage tersebut terurai dengan sangat cepat. Pelepasan peg USDe ini memicu likuidasi beruntun yang tidak mampu dikendalikan mesin risiko, terutama berdampak pada aset seperti WETH dan BNSOL.

Kata dia, beberapa token sempat diperdagangkan hampir di level nol, dan stabilitas “artifisial” USDe justru menutupi risiko sistemik yang menumpuk sampai semuanya terlambat.

“Sebagai platform global terbesar, Binance punya pengaruh besar—dan tanggung jawab yang sama besarnya—sebagai pemimpin industri. Kepercayaan jangka panjang terhadap kripto tidak akan terbangun dari permainan yield jangka pendek, leverage berlebihan, atau praktik pemasaran yang menyembunyikan risiko,” tutup Xu.

Binance, Ethena Membantah Teori dari OKX

Tapi, para pelaku utama industri tegas membantah narasi Xu dan mengacu pada data transaksi yang tak sejalan dengan kronologi yang dia jabarkan.

Haseeb Qureshi, managing partner di Dragonfly, menilai teori Xu tidak mempertimbangkan urutan kejadian. Qureshi mengatakan harga Bitcoin sudah mencapai titik terendah 30 menit sebelum USDe lepas peg di Binance.

“USDe jelas tidak mungkin jadi penyebab spiral likuidasi,” ujar Qureshi, menyebut tuduhan itu sebagai kesalahan dalam memahami sebab-akibat.

Ia menambahkan bahwa depeg USDe merupakan kejadian terisolasi di order book Binance, sementara spiral likuidasi terjadi di seluruh pasar.

“Kalau USDe ‘depeg’ tidak menyebar ke seluruh pasar, tidak mungkin menjelaskan kenapa setiap exchange mengalami pembantaian besar-besaran,” tambah Qureshi.

Pendiri Ethena Labs, Guy Young, juga menolak klaim Xu. Ia mengutip data order book yang membuktikan perbedaan harga USDe baru terjadi setelah seluruh pasar lebih dulu anjlok.

We want simple explanations and scapegoats but unfortunately this is just factually incorrect.

Data below shows clearly USDe had a price discrepancy on Binance orderbooks a full 30 minutes *after* BTC had bottomed from the crash.

Either you are wrong or this is the first "root… https://t.co/eyhVHuIQR2 pic.twitter.com/VLjY7r2xr2

— G | Ethena (@gdog97_) January 31, 2026

Sementara itu, Binance tetap berpendapat masalah utama berasal dari “kekosongan likuiditas” alih-alih produk yang mereka tawarkan.

Exchange itu merilis data yang menunjukkan likuiditas Bitcoin berada di level “nol atau hampir nol” di sebagian besar exchange utama selama kejatuhan. Kondisi pasar tipis ini memicu skenario di mana penjualan mekanis membuat harga turun keterlaluan.

Kronologi Peristiwa Binance pada 10 Oktober.
Kronologi Peristiwa Binance pada 10 Oktober | Sumber: Binance

Exchange ini juga membantah tuduhan manipulasi sistemik, dan menyebut perilaku harga yang kacau karena market maker menarik inventaris mereka saat volatilitas ekstrem serta keterlambatan API.

Meski begitu, konflik ini memperlihatkan semakin memanaskan saling tuding di antara exchange kripto papan atas karena mereka terus diterpa sorotan terkait kerentanan struktur yang terkuak dalam insiden 10 Oktober.

Investor Kripto Kehilangan Lebih dari US$12 Juta Ethereum karena Scam ‘Address Poisoning’

31 January 2026 at 13:35

Seorang investor aset kripto kehilangan 4.556 Ethereum, dengan nilai sekitar US$12,4 juta, setelah menjadi korban serangan “address poisoning” yang sangat canggih.

Specter, seorang analis blockchain yang dikenal dengan nama samaran, melaporkan bahwa pencurian ini terjadi sekitar 32 jam setelah pelaku “mempercikkan” wallet korban dengan transaksi nominal.

Bagaimana Alamat Palsu Mirip Asli Membuat Seorang Holder Ethereum Rugi Jutaan US$

Berdasarkan analisis on-chain dari Specter, pelaku menghabiskan dua bulan untuk memantau aktivitas transaksi korban. Selama periode ini, hacker secara khusus menemukan alamat deposit yang digunakan untuk penyelesaian OTC.

A victim has lost 4,556 ETH (~$12.4M) to an address-poisoning attack.

The attacker had been dusting the victim’s wallet with a look-alike address mimicking the victim’s OTC deposit address for over two months. The recent dusting occurred ~32 hours before the loss, after which… pic.twitter.com/YBriKd65Fi

— Specter (@SpecterAnalyst) January 30, 2026

Pelaku menggunakan perangkat lunak vanity address generation untuk membuat wallet tiruan yang sangat mirip. Alamat palsu ini memiliki karakter awal dan akhir yang persis sama seperti alamat tujuan sah milik korban.

Address poisoning mengandalkan kebiasaan pengguna yang hanya memeriksa beberapa karakter pertama dan terakhir dari serangkaian angka dan huruf heksadesimal yang panjang. Dalam kasus ini, alamat palsu dan alamat OTC asli terlihat sangat mirip jika dilihat sekilas.

Pertama, pelaku mengirimkan transaksi kecil ke wallet korban, sebuah strategi agar alamat palsu muncul di riwayat aktivitas pengguna. Langkah ini membuat alamat yang sudah diubah tersebut tampil paling atas dalam daftar “transaksi terbaru”.

Berdasarkan daftar yang sudah tercemar ini, tanpa sengaja korban menyalin alamat yang sudah teracuni itu, alih-alih alamat yang sah, saat mencoba memindahkan dana senilai US$12,4 juta.

Serangan Address Poisoning.
Serangan Address Poisoning | Sumber: Scam Sniffer

Kejadian ini menjadi kasus besar kedua pencurian dana delapan digit melalui metode yang sama dalam beberapa pekan terakhir. Bulan lalu, seorang trader kripto lainnya kehilangan sekitar US$50 juta dalam skema serupa.

Pelaku industri menilai, maraknya serangan ini terjadi karena antarmuka wallet sering memotong tampilan alamat untuk menghemat ruang pada layar. Desain seperti ini akhirnya menyembunyikan karakter tengah yang berbeda.

Di sisi lain, insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai protokol verifikasi di kalangan investor kelas institusi.

Sementara trader ritel biasanya hanya copy-paste alamat, pihak yang mengelola dana jutaan biasanya menerapkan prosedur whitelist yang ketat dan melakukan uji transaksi.

Oleh karena itu, perusahaan keamanan blockchain, Scam Sniffer, telah mengimbau investor untuk tidak lagi mengandalkan riwayat transaksi ketika melakukan pembayaran kripto secara berulang. Sebagai gantinya, mereka merekomendasikan penggunaan buku alamat yang sudah terverifikasi dan dikodekan secara manual guna mengurangi risiko pemalsuan antarmuka.

Tether Catat Laba Rekor saat Kepemilikan Utang AS Capai US$141 Miliar

31 January 2026 at 11:30

Tether, tulang punggung kontroversial namun dominan di pasar aset kripto, melaporkan laba bersih fantastis sebesar US$10 miliar untuk tahun 2025.

Hasil ini menegaskan tahun ekspansi agresif yang mengubah penerbit stablecoin tersebut menjadi salah satu pemegang surat utang pemerintah AS swasta terbesar di dunia.

Ekspansi USDT Senilai US$50 Miliar Dorong Laba Rekor

Laba ini, yang Tether klaim sepenuhnya berasal dari bisnis inti stablecoin mereka, bertepatan dengan suntikan likuiditas raksasa sebesar US$50 miliar ke dalam ekosistem kripto.

Tether just released its quarterly attestation for Q4 2025.

Tether had a great year, surpassing 10B in profits.

USDT expanded throughout the year by 50 billion, because global demand for dollars is increasingly moving outside traditional banking rails, particularly in regions… https://t.co/RMkIvQC9uY

— Paolo Ardoino 🤖 (@paoloardoino) January 30, 2026

Penerbitan ini mendorong total USDT beredar melewati US$186 miliar. Ini menjadi ekspansi tahunan terbesar kedua dalam sejarah perusahaan yang sudah berjalan satu dekade.

“USDT berkembang sepanjang tahun sebesar 50 miliar, karena permintaan global untuk dolar makin bergerak ke luar jalur perbankan tradisional, terutama di wilayah di mana sistem keuangan lambat, terfragmentasi, atau sulit dijangkau. USDT, dengan efek jaringannya dan pertumbuhan parabolis, kini menjadi jejaring sosial moneter yang paling banyak diadopsi dalam sejarah umat manusia.” ujar CEO Tether Paolo Ardoino.

Sementara Tether punya portofolio ventura senilai US$20 miliar di berbagai sektor seperti AI dan bioteknologi, investasi berisiko tinggi itu bukanlah penggerak utama rezeki tahun ini. Justru, laba tersebut merupakan hasil dari kondisi suku bunga tinggi yang bertahan lama.

Di sisi lain, neraca keuangan Tether kini bisa menyaingi negara-negara berdaulat besar. Total aset cadangan perusahaan ini melonjak ke rekor US$193 miliar, didukung oleh eksposur besar US$141 miliar ke US Treasury (baik langsung maupun tidak langsung).

Cadangan Stablecoin USDT Tether
Cadangan Stablecoin USDT Tether | Sumber: Tether

Angka US$141 miliar ini menempatkan Tether di antara kreditor terbesar pemerintah AS secara global, sebuah fakta yang menuai kekaguman investor dan juga pengawasan dari Washington.

Pertumbuhan ini membawa risiko sistemik yang kian tinggi karena perusahaan masih belum diaudit oleh kantor akuntan “Big Four”.

Akibatnya, para kritikus masih mempertanyakan likuiditas sejati dari kepemilikan emas senilai US$17,4 miliar dan kepemilikan Bitcoin senilai US$8,4 miliar saat terjadi tekanan pasar. meski begitu, perusahaan menegaskan mereka masih memiliki cadangan lebih sebesar US$6,3 miliar.

Hambatan Regulasi Tether

Pencapaian finansial ini saat ini tertutupi oleh jurang regulasi yang makin melebar. Di Eropa, USDT tetap beroperasi tanpa izin di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA).

Lebih penting lagi, pengesahan GENIUS Act di Amerika Serikat membuat USDT menjadi “tidak memenuhi syarat” untuk dipakai secara domestik.

Untuk melindungi kepentingannya di Amerika, Tether meluncurkan USAT, sebuah aset onshore yang secara khusus mengikuti aturan pemerintah federal AS.

Strategi terpisah ini—menggunakan USDT untuk “shadow banking” global dan USAT untuk kegiatan niaga yang diregulasi di AS—menandai perubahan penting dalam upaya Tether mencapai status “too big to fail”.

Meski diterpa berbagai kendala, USDT masih punya pangsa pasar 60,5%. Untuk saat ini, Tether tetap menjadi pemimpin likuiditas utama, walaupun tembok regulasi global mulai menutup ruang geraknya.

Mengapa Pasar Aset Kripto Turun Hari Ini?

2 February 2026 at 04:36

Total kapitalisasi pasar aset kripto (TOTAL) melanjutkan tren bearish di akhir pekan, kehilangan lebih dari US$121 miliar dalam 24 jam terakhir. Penurunan harga Bitcoin (BTC) menuju US$75.000 menjadi perhatian karena dampaknya juga terasa pada altcoin, di mana Monero (XMR) mencatat penurunan sebesar 16%.

Berita hari ini:-

Pasar Aset Kripto Semakin Turun

Total kapitalisasi pasar kripto turun sebesar US$121 miliar dan kini berada di sekitar US$2,51 triliun pada waktu publikasi. Meskipun terjadi koreksi, TOTAL masih bertahan di atas level support utama US$2,50 triliun. Bertahannya zona ini menunjukkan tekanan jual mulai mereda, sehingga mencegah breakdown lebih dalam untuk saat ini.

Pada akhir Januari lalu, volatilitas sangat tinggi dan hampir US$300 miliar hilang dari pasar hanya dalam satu hari. Peristiwa itu mencerminkan meningkatnya sikap menghindari risiko di berbagai aset global. Jika momentum bearish terus berlanjut, TOTAL bisa saja kehilangan lantai US$2,50 triliun. Breakdown kemungkinan akan mendorong pasar menuju support berikutnya di sekitar US$2,39 triliun.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga TOTAL.
Analisis Harga TOTAL | Sumber: TradingView

Skenario pemulihan akan bergantung pada tekanan beli yang kembali di aset kripto utama. Inflow yang kuat dapat membalikkan kerugian baru-baru ini dan mendorong harga token secara keseluruhan. Jika sentimen membaik, TOTAL mungkin bisa rebound menuju US$2,67 triliun. Kekuatan yang bertahan di atas level ini akan menjadi sinyal stabilisasi dan mengurangi risiko penurunan dalam waktu dekat.

Bitcoin Kehilangan Support Penting

Harga Bitcoin kini diperdagangkan di sekitar US$75.739 pada waktu publikasi setelah sempat merosot mendekati area support US$75.000. Zona ini belum diuji selama lebih dari tiga bulan. BTC telah turun lebih dari 15,6% dalam lima hari terakhir, yang mencerminkan tekanan jual berkelanjutan dan sentimen jangka pendek yang lemah.

Jika kondisi pasar saat ini berlanjut, risiko penurunan tetap tinggi. Aksi menghindari risiko yang terus berjalan bisa membuat Bitcoin turun lagi dalam beberapa sesi ke depan. Breakdown di bawah US$75.000 kemungkinan akan membuka jalan menuju support di US$74.000. Langkah ini akan mengonfirmasi momentum bearish yang sedang berlangsung dan memperlambat upaya pemulihan apa pun dalam waktu dekat.

Analisis Harga Bitcoin
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Skenario rebound tetap mungkin terjadi jika investor menganggap harga saat ini sebagai titik masuk yang menarik. Minat beli yang kembali dapat menstabilkan BTC di dekat area support. Jika permintaan menguat, Bitcoin berpotensi mencoba pemulihan ke arah US$80.000. Jika harga mampu bertahan di atas level yang sudah direbut kembali ini, maka itu jadi sinyal perbaikan sentimen dan risiko penurunan pun berkurang.

Monero Turun di Bawah US$400

Monero menjadi aset kripto dengan performa terburuk hari ini, anjlok hampir 16% dalam 24 jam terakhir. Penurunan tajam ini membawa XMR di bawah level psikologis US$400. Breakdown ini memperlihatkan sikap menghindari risiko yang meningkat dan ketidakpastian di kalangan investor ketika tekanan jual makin kuat.

Skeptisisme investor terus membebani prospek Monero. Indikator Chaikin Money Flow telah turun, menandakan arus modal keluar mendominasi aset ini. Jika tekanan jual tetap kuat, XMR bisa saja turun di bawah area support US$387. Breakdown yang terkonfirmasi dapat membuka peluang penurunan lebih dalam menuju wilayah US$357.

Analisis Harga XMR.
Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Skenario pemulihan masih mungkin terjadi jika permintaan kembali muncul. Jika XMR stabil di sekitar US$387 dan berhasil merebut kembali US$417, momentum bisa berbalik. Pergerakan seperti ini akan menandakan minat beli yang kembali meningkat. Dalam kondisi yang lebih baik, Monero bisa pulih ke arah US$450, sehingga membatalkan skenario bearish dan mengurangi tekanan penurunan.

The Binance Playbook: Kenapa Crypto Twitter Membenci Exchange Terbesar?

30 January 2026 at 20:41

Crypto Twitter kembali marah. Kali ini, targetnya adalah pihak yang sudah dikenal: Binance, exchange aset kripto terbesar di dunia, serta co-founder-nya, Changpeng Zhao (CZ).

Dalam beberapa hari terakhir, tuduhan-tuduhan besar memenuhi linimasa Twitter (atau X), dengan beberapa pengguna menyebut CZ “penipu” dan menuntut agar ia “dikirim kembali ke penjara.” Lantas, sebenarnya apa yang mendasari tuduhan terbaru ini, dan sejauh mana hal itu didukung bukti yang bisa diverifikasi?

Crash Pasar Oktober: Apa yang Terjadi?

Salah satu tuduhan paling serius yang menghadang Binance berawal dari Oktober, pada saat yang kini dikenal dengan sebutan “Crypto Black Friday.”

Pada 10 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 100% dan kontrol ekspor yang menyasar Cina. Pengumuman ini langsung mengguncang pasar global, hingga aset-aset berisiko anjlok tajam.

Dunia kripto pun ikut terdampak. BeInCrypto melaporkan Bitcoin turun sekitar 10%. Altcoin utama seperti Ethereum (ETH), XRP (XRP), dan BNB (BNB) juga jatuh lebih dari 15%.

Kecelakaan Pasar Kripto pada 10 Oktober.
Kecelakaan Pasar Kripto pada 10 Oktober | Sumber: TradingView

Dalam waktu 24 jam, lebih dari US$19 miliar posisi leverage terlikuidasi, menandai peristiwa likuidasi terbesar yang pernah tercatat oleh firma analisis data kripto, CoinGlass.

Pada awalnya, kejatuhan ini dipandang sebagai kepanikan pasar secara luas yang dipicu oleh berita ekonomi makro. tapi, para pelaku pasar segera mempertanyakan apakah kejatuhan tersebut murni organik.

Di media sosial, para trader menduga bahwa besarnya dan cepatnya likuidasi menunjukkan sesuatu yang lebih terkoordinasi dibanding aksi jual biasa. Fokus pun cepat mengarah ke Binance.

Mengapa Binance Menjadi Fokus Utama

Saat fase terburuk kejatuhan terjadi, para pengguna Binance melaporkan akun yang dibekukan dan perintah stop-loss yang gagal, serta sulitnya mengakses platform. Bahkan, beberapa trader mengamati adanya flash crash singkat yang membuat aset seperti Enjin (ENJ) dan Cosmos (ATOM) hampir menyentuh nol.

BeInCrypto melaporkan bahwa tiga aset yang listing di Binance, termasuk USDe, wBETH, dan BNSOL, sempat kehilangan peg-nya secara sementara di tengah kekacauan tersebut.

Binance secara terbuka mengakui adanya gangguan saat peristiwa itu terjadi. Exchange tersebut menyebutkan “aktivitas pasar yang sangat padat” sebagai penyebab keterlambatan sistem, juga masalah tampilan, sambil menegaskan dana pengguna tetap SAFU.

Meskipun demikian, penjelasan ini tidak bisa menenangkan seluruh kritikus. Beberapa pengguna menuduh Binance diuntungkan oleh pembekuan perdagangan, dan menyangka gangguan tersebut memberi exchange keuntungan saat volatilitas pasar sedang tinggi-tingginya.

due to our market makers manipulation, some users may experience negative balance

we’re actively making sure everyone get a fair share of it.

don’t celebrate yet, your bag could still go down by -90%

thanks for your attention to this matter!

— Ola Ξlixir (@thegreatola) October 10, 2025

Apakah Strategi Kompensasi Binance Berhasil?

Pada 12 Oktober, Binance merilis pernyataan setelah melakukan tinjauan internal terhadap insiden tersebut. Menurut exchange ini, mesin pencocokan perdagangan spot inti dan Futures, serta perdagangan API, tetap berjalan normal. 

“Berdasarkan data, volume likuidasi paksa yang diproses oleh platform Binance hanya mencakup proporsi yang relatif rendah dari total volume perdagangan, menandakan bahwa volatilitas ini terutama didorong oleh kondisi pasar secara keseluruhan,” terang exchange tersebut dalam laporannya.

Meski begitu, Binance mengakui bahwa beberapa modul di platformnya sempat mengalami kendala teknis singkat setelah pukul 21:18 UTC tanggal 10 Oktober, serta beberapa aset mengalami de-pegging akibat gejolak pasar ekstrem.

Binance menyebutkan bahwa mereka telah menyelesaikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak dalam waktu 24 jam, dengan mendistribusikan sekitar US$283 juta dalam dua tahap.

Dua hari kemudian, pada 14 Oktober, Binance meluncurkan inisiatif dukungan senilai US$400 juta. Paket ini berisi voucher penggantian US$300 juta untuk trader yang memenuhi syarat, dan dana sisanya diberikan untuk pinjaman institusi dengan bunga rendah.

Walaupun Binance menjadi pusat protes dari komunitas, exchange ini bukanlah satu-satunya platform yang terdampak di tengah kejatuhan tersebut. Exchange besar lain seperti Coinbase dan Robinhood juga melaporkan adanya gangguan layanan. 

Aktivitas perdagangan Bitcoin di Coinbase juga diawasi publik, meski belum ada bukti yang mengaitkannya dengan manipulasi pasar maupun sebagai pemicu kejatuhan.

Patut dicatat bahwa pengawasan publik berlanjut di beberapa minggu setelah crash; beberapa klaim sebelumnya kemudian ditinjau ulang. Salah satu trader yang pernah menuduh Binance secara terbuka akhirnya mencabut pernyataan tersebut. 

Setelah meninjau data teknis yang diberikan oleh exchange, trader itu mengatakan log Binance menunjukkan tidak ada kesalahan sistem. Ia kemudian menghapus postingan aslinya, dan menyampaikan ia tidak ingin menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Argumen utama saya adalah bahwa ‘order API gagal, dan order reduce-only mengembalikan error 503.’ Namun, tim teknis Binance memberikan log lengkap saat pertemuan kami, yang menunjukkan bahwa order reduce-only sebenarnya tidak pernah mengalami error 503. Sebuah perusahaan investasi yang terhubung dengan teman saya juga ikut dalam investigasi. Tim pengelola akun utama dan staf yang bertanggung jawab meninjau log global dan memastikan tidak ada error 503 untuk order reduce-only,” terang unggahan tersebut.

Mengapa Backlash Terhadap Binance Muncul Lagi di Januari 2026

Untuk sementara waktu, masalah ini sepertinya sudah mereda. Tapi ketika 2026 tiba, isu ini kembali mencuat. Hal ini sangat berkaitan dengan kinerja pasar aset kripto dalam beberapa bulan setelah Oktober.

Setelah peristiwa deleveraging besar-besaran itu, pasar tetap tertekan. Bitcoin dan Ethereum menyerahkan seluruh kenaikan yang mereka dapatkan di 2025, dan menutup tahun dalam zona merah. Para ahli pasar semakin sering menunjuk ke kejatuhan bulan Oktober sebagai faktor utama di balik performa sektor kripto yang lesu.

“Telah terjadi deleveraging besar-besaran…beberapa exchange dan market maker…jadi industri ini seolah berjalan pincang, tapi fundamentalnya sudah banyak membaik,” komentar Chairman BitMine Tom Lee.

Diskusi makin ramai setelah CEO Ark Invest, Cathie Wood, memberikan komentar terbaru. Dalam wawancara bersama Fox Business, ia mengatakan:

“Apa yang kita alami dalam 2-3 bulan terakhir adalah getaran setelah 10/10…10 Oktober….merupakan flash crash yang berkaitan dengan glitch software di Binance yang menyebabkan sistem deleverage, dan jumlahnya mencapai US$28 miliar, banyak orang yang terdampak,” ucapnya.

Tak lama kemudian, sejumlah tokoh industri juga mulai angkat suara. Star Xu, pendiri OKX, berpendapat bahwa masyarakat “meremehkan dampak 10/10,” di mana ia menegaskan bahwa crash tersebut membawa “kerusakan nyata dan berkepanjangan” bagi industri kripto.

Menurut dia, sebuah perusahaan terdepan di industri harus mengutamakan infrastruktur inti, kepercayaan dengan pengguna dan regulator, serta kesehatan jangka panjang ekosistem. Tanpa menyebut nama perusahaan tertentu, Xu membandingkan ideal tersebut dengan apa yang ia gambarkan sebagai semakin besarnya fokus pada keuntungan jangka pendek.

“Sebaliknya, ada pihak yang memilih mengejar keuntungan jangka pendek—berulang kali meluncurkan skema mirip ponzi, memperbesar narasi ‘cepat kaya’, dan secara langsung atau tidak langsung memanipulasi harga token berkualitas rendah, menarik jutaan pengguna ke aset yang berhubungan erat dengan mereka. Cara ini digunakan sebagai jalan pintas untuk mendatangkan trafik dan perhatian pengguna. Kritik yang sah akhirnya terkubur—bukan karena fakta atau pertanggungjawaban, melainkan lewat kontrol narasi yang agresif dan kampanye terkoordinasi dari influencer,” tambah eksekutif itu dalam unggahannya.

First Cathie Wood, and now the CEO of OKx coming after Binance.

C. Wood blamed the 10/10 crash on a Binance 'bug,' yet Binance, in their statement, claimed the crash happened due to 'overall market conditions.'

Their "core futures and spot matching engines and API trading… pic.twitter.com/kfg5QHjVWT

— Ignas | DeFi (@DefiIgnas) January 28, 2026

Binance Hadapi Tuduhan dari Trader

Para pengamat pasar mulai membagikan apa yang mereka sebut sebagai bukti dugaan kesalahan Binance.

Pada sebuah unggahan di X (dulu Twitter), Star Platinum menyoroti pengumuman Binance tanggal 6 Oktober bahwa mereka akan melakukan update sumber harga untuk BNSOL dan wBETH, yang dijadwalkan pada 14 Oktober.

Binance was probably behind that massive October dump

This is my view and opinion based on onchain data, exchange notices, and timing:

On Oct 6, Binance publicly said it would change how it prices BNSOL and wBETH on Oct 14.

That created a 4-day window (Oct 10–14) where thin… pic.twitter.com/mbcTpSKNEN

— StarPlatinum (@StarPlatinum_) January 28, 2026

StarPlatinum juga mengklaim bahwa lebih dari US$10 miliar berpindah dalam 24 sampai 48 jam sebelum peristiwa tersebut, termasuk arus masuk besar USDT dan USDC ke hot wallet exchange.

Analis tersebut juga menyoroti arus USDe yang terhubung dengan wallet yang mereka label sebagai milik Binance. Ia membandingkan situasi Binance dengan Coinbase, dan menyatakan:

“Coinbase tidak melakukan listing pada mata rantai lemah (USDe / wBETH / BNSOL) tapi melakukan dua hal: memindahkan 1.066 BTC dari cold ke hot wallet beberapa menit sebelum cascade (US$130 juta di harga sebelum crash). Saat harga anjlok, arus besar yang tak bisa terisi di Coinbase nampaknya dialihkan keluar lewat market maker (diversi gaya Prime). Nilai tukar cbETH di Coinbase tetap stabil; wBETH di Binance ambruk,” paparnya.

StarPlatinum juga menyebut kalau perusahaan market-making besar seperti Wintermute dan Jump nampaknya membatasi aktivitas pada USDe, wBETH, dan BNSOL selama masa gejolak ekstrem tersebut.

“Menarik bid dari buku-buku order tersebut saat Binance menandai aset jaminan dari buku itu, dan mesin likuidasi justru menghancurkan dirinya sendiri,” ujar sang analis.

Mereka juga menuduh adanya akun baru yang berhasil membangun posisi short BTC dan ETH secara notional hingga sekitar US$1,1 miliar dalam dua jam terakhir sebelum crash terjadi, dengan satu posisi ETH meningkat sekitar satu menit sebelum unggahan kunci, dan menghasilkan perkiraan keuntungan sekitar US$160 juta hingga US$200 juta.

Pengguna lain menuduh Binance telah memanipulasi waktu likuidasi. Menurutnya, Binance mengumumkan setelah crash bahwa mereka akan memberi kompensasi untuk likuidasi yang memenuhi syarat jika terjadi setelah pukul 05.18 (UTC+8).

Namun, trader tersebut mengungkapkan bahwa likuidasinya tercatat di platform pada pukul 05.17:06, sehingga tidak memenuhi syarat kompensasi.

Trader itu berargumen bahwa waktu ini bertentangan dengan email sistem otomatis yang menampilkan waktu pemicu likuidasi pada 05.20:08 (UTC+8), beda sekitar tiga menit.

“Email otomatis, tidak bisa dimanipulasi ini adalah bukti yang paling kuat. Inilah inti kripto: Kode adalah Hukum,” papar unggahan tersebut.

Pengguna Tuduh Binance Manipulasi Timestamp
Pengguna Tuduh Binance Manipulasi Timestamp | Sumber: X/Mr_CryptoWhale

Sementara itu, pernyataan resmi dari Binance menyebutkan rentang waktu yang berbeda:

“Semua pengguna Futures, Margin, dan Loan yang memegang USDE, BNSOL, serta WBETH sebagai jaminan dan terdampak oleh depeg antara 2025-10-10 pukul 21:36 dan 22:16 (UTC) akan menerima kompensasi, beserta biaya likuidasi yang timbul,” terang exchange tersebut dalam pengumuman resminya.

Crypto Twitter Ramai dengan Tuduhan “Scammer” terhadap CZ

Ketika tuduhan ini mulai beredar, suasana di media sosial pun dengan cepat memanas. Pengguna mulai membagikan unggahan-unggahan panjang yang menyebut CZ sebagai “penipu” serta menuduh dirinya dan Binance menyalahgunakan dominasi pasar mereka secara sistematis hingga merugikan kompetitor dan trader ritel.

Beberapa unggahan semakin ramai, bahkan menjadi viral seiring anggota komunitas yang memperkuat tuduhan dan menunjukkan dukungan. Semakin banyak keterlibatan, tuduhan tersebut kian sering muncul di linimasa Crypto Twitter.

My timeline is filled with people fed up with CZ and the Binance cartel.

First, thank you for raising your voices.

Secondly, why did this movement wait to happen until finally every last person realized we were in a bear market now?

If I could make a wish it would be that we…

— The White Whale (@TheWhiteWhaleV2) January 30, 2026

Dalam wawancara bersama BeInCrypto, Ray Youssef, CEO NoOnes, menggambarkan Binance sebagai alat yang berpihak ke AS demi agenda yang ia sebut sebagai “kontrol penghancuran pasar” aset kripto.

Youssef berpendapat bahwa Zhao sekarang sudah berpihak pada kekuatan besar di AS, yang menurutnya menjadi pengendali utama yang memengaruhi arah Binance.

Bagi Youssef, kedekatan Binance dengan Amerika Serikat menjadi hal yang patut diwaspadai. Ia mengklaim exchange tersebut kini telah menjadi aset yang dikendalikan dan bisa digunakan untuk memicu atau mempercepat gejolak pasar yang lebih luas.

“Binance sekarang menjadi FTX berikutnya atau justru seperti apa yang FTX seharusnya lakukan…Saat CZ meledakkan gelembung FTX, dampaknya hanya sekitar 1% dari apa yang negara rencanakan. Sekarang, mereka akan menggunakan Binance dan membuat ‘bangkai’ itu meledak di depan wajah kita,” papar Youssef kepada BeInCrypto.

Kritik juga mengarah pada pernyataan terbaru Zhao soal strategi beli dan tahan.

“Selama bertahun-tahun saya melihat banyak strategi trading berbeda, dan sangat sedikit yang bisa mengalahkan strategi sederhana ‘beli dan tahan’, yang juga saya lakukan. Bukan saran finansial,” tulis CZ dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman. Para pengkritik menyoroti performa aset kripto yang listing di Binance, dan menyebut banyak token yang telah kehilangan nilai signifikan, sehingga mempertanyakan apakah strategi beli dan tahan realistis untuk pengguna ritel.

“Exchange penipu terbesar yang pernah ada, semua proyek seharusnya mengajukan delisting dari binance,” tegas seorang analis dalam unggahannya.

🌪️🌪️THE BINANCE DEATH SPIRAL🌪️🌪️

Many coins get listed on @binance and enter what I call a death spiral. Their purpose?

Extract liquidity.
This is just a handful of coins, you can prob find 1000's
Sometimes they go straight down, sometimes they have 1-4 weeks of up before never… pic.twitter.com/bCY12F8YHj

— BareNakedCrypto 🫐, (@BullNakedCrypto) January 29, 2026

namun, laporan BeInCrypto menunjukkan bahwa kelemahan tersebut tidak bersifat khusus pada exchange tertentu. Token kripto yang listing di berbagai platform utama pada tahun 2025 memang mengalami kesulitan untuk mempertahankan performa harga positif.

Tren tersebut terjadi di semua exchange dan mencerminkan penurunan pasar secara luas, bukan karena adanya permasalahan di satu platform trading saja.

Tidak hanya itu. Pengguna juga menuduh Binance menjual Bitcoin hari ini di tengah koreksi pasar.

Binance dan CZ Beri Tanggapan di Tengah Kritik di Crypto Twitter

Meski demikian, di tengah besarnya protes, Binance segera mengambil langkah untuk menunjukkan kekuatan. Exchange ini mengumumkan rencana mengonversi seluruh cadangan SAFU senilai US$1 miliar dari stablecoin menjadi Bitcoin dalam 30 hari ke depan.

None of this is coordinated 😆🧐, and there isn't a single shred of truth in any of it.

At the very moment people claimed Binance was selling, they were actually purchasing $1 billion worth of #BTC.
Furthermore, Binance or ETFs don't sell on their own, it is the users of… pic.twitter.com/tOR8QzRlz2

— Meta Financial AI (@MetaFinancialAI) January 30, 2026

Dalam surat terbuka kepada komunitas, Binance menegaskan bahwa mereka “senantiasa memegang standar tinggi” dan “terus berbenah berdasarkan masukan” dari pengguna maupun publik yang lebih luas.

Exchange tersebut mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, mereka terus berinvestasi dalam kontrol risiko, kepatuhan, dan pengembangan ekosistem, dengan menyoroti beberapa hal berikut:

  • Binance mengungkapkan telah membantu memulihkan dana sebesar US$48 juta dari 38.648 deposit pengguna yang salah.
  • Mereka juga menambahkan bahwa telah membantu 5,4 juta pengguna dan mencegah potensi kerugian akibat penipuan sekitar US$6,69 miliar.
  • Binance menuturkan bahwa kerja sama dengan penegak hukum telah berkontribusi pada penyitaan dana ilegal sebesar US$131 juta.
  • Mereka menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, listing spot mencakup 21 blockchain, dipimpin oleh Ethereum, BNB Smart Chain, dan Solana.
  • Mereka juga melaporkan Proof of Reserves dengan total US$162,8 miliar di 45 aset kripto.

Respon pribadi juga muncul. CZ menanggapi secara terbuka, mengesampingkan tuduhan terbaru sebagai siklus yang sudah biasa.

“Bukan pertama kali, juga bukan yang terakhir. Sejak hari pertama sudah menerima serangan FUD. Akan saya bahas di AMA malam ini, coba lihat di balik permukaannya mengapa dan bagaimana,” ujar CZ.

FUD doesn't hurt the target. My followers increased.

FUD hurts the market (ie everyone).

I/Binance do not sell in any meaningful amounts.

My selling = I swipe my card and $5 worth of BNB gets converted/sent to the coffee shop.

I don't run Binance anymore, but based on what I…

— CZ 🔶 BNB (@cz_binance) January 30, 2026

Peninjauan ulang terhadap Binance ini mencerminkan lebih dari sekadar satu peristiwa atau serangkaian klaim. Situasi ini menyoroti betapa kepercayaan terhadap aset kripto masih sangat rapuh setelah bertahun-tahun volatilitas, keruntuhan akibat leverage, dan kegagalan besar di industri.

Di pasar yang masih berjuang untuk pulih, pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab cenderung muncul kembali.

Bagaimana Kubu Kanan Eropa Memanfaatkan Aset Kripto setelah Trump Terpilih

30 January 2026 at 20:07

Sejak Presiden AS Donald Trump menempatkan aset kripto sebagai pilar utama kampanyenya, para pemimpin politik di Eropa mulai mengadopsi pendekatan serupa demi menarik pemilih yang mendukung kripto, seiring dengan terus berkembangnya industri aset digital.

Partai-partai sayap kanan, khususnya, sangat memanfaatkan strategi ini. Sifat Bitcoin yang tidak tunduk pada negara dan penekanannya pada intervensi negara yang terbatas menjadikan aset kripto sangat menarik bagi para pemimpin konservatif dan libertarian.

Meski demikian, potensi kripto untuk menyamarkan arus keuangan juga membuat para pemimpin oposisi merasa waspada.

Panduan Kripto Trump Menjadi Global

Selama kampanye 2024, Trump mencetak preseden dengan menjadikan kripto sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda kepresidenannya. Langkah ini sangat strategis.

Kepemilikan aset digital terus meningkat di Amerika Serikat, walaupun pertumbuhannya banyak terhambat oleh regulasi ketat yang dinilai banyak pihak di industri justru menghambat inovasi.

Pada saat yang sama, sektor ini terbukti sangat menguntungkan, dengan perusahaan kripto bersedia mengalirkan jutaan US$ ke kandidat presiden yang secara terbuka mendukung aset digital.

Lalu, Trump menang. Tak lama kemudian, para pemimpin politik dari wilayah lain – terutama Eropa – ikut melirik dan menerapkan strategi serupa.

Reform Party di Inggris yang dipimpin oleh Nigel Farage, menjadi contoh paling jelas dari perubahan arah ini.

Reform UK Buka Pintu untuk Aset Kripto

Pada Mei 2025, Reform menjadi partai politik pertama di Inggris yang menerima donasi kripto. Farage mengumumkan hal ini saat hadir di Bitcoin Conference di Las Vegas, di mana ia diperkenalkan sebagai kandidat presiden.

Saat berpidato, Farage menyampaikan bahwa Reform berencana untuk memperkenalkan rancangan undang-undang aset kripto dan keuangan digital. Regulasi ini akan membatasi pajak capital gain atas kripto menjadi hanya 10%.

'We are going to launch a crypto revolution in Britain.'

Reform UK Leader Nigel Farage has unveiled a new initiative — the Crypto Assets and Digital Finance Bill — which his party has drafted and will actively campaign for. pic.twitter.com/uiAD5eQihq

— GB News (@GBNEWS) May 29, 2025

Seketika, donasi dari investor kripto mulai mengalir.

Pada bulan Desember, muncul laporan bahwa investor mata uang kripto sekaligus pengusaha penerbangan Christopher Harborne menyumbang £9 juta ke partai tersebut. Harborne, salah satu investor besar di penerbit stablecoin Tether, memberikan sumbangan ini dalam bentuk tunai, bukan dalam bentuk kripto.

Koneksi yang kuat antara Farage dan lingkar dalam Trump juga mulai terlihat.

Byline Times baru-baru ini melaporkan bahwa pada Oktober lalu, Farage mengungkapkan menerima bayaran sebesar £30.000 untuk berbicara dari Blockworks Inc., sebuah platform data dan informasi kripto terkemuka yang memiliki hubungan dengan kelompok investor kripto pendukung Trump.

Media tersebut juga melaporkan bahwa Farage telah menerima pembayaran sebelum ia mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden.

Menurut jurnalis Nafeez Ahmed, David Bailey, CEO BTC Inc. sekaligus penasihat senior kripto untuk Trump, membayar honor Farage melalui BTC Inc. Beberapa bulan setelah itu, pemimpin Reform mengumumkan kebijakan pro-kripto mereka.

Meski tidak terlalu kentara, sejumlah negara tetangga Inggris pun mulai menyesuaikan posisi mereka terhadap industri aset digital.

Partai Kanan Jauh Prancis Ubah Sikap terhadap Bitcoin

Sejak pertengahan 2010-an, sayap kanan Prancis secara konsisten menjadi pesaing utama dalam pemilu presiden, meski hingga kini belum berhasil mengambil alih kursi presiden.

Marine Le Pen, pemimpin Partai National Rally, adalah tokoh paling menonjol di kubu kanan Prancis. Sikapnya terhadap Bitcoin dan sektor kripto secara umum pun mengalami perubahan seiring waktu.

Pada 2016, ia berjanji melarang mata uang virtual termasuk Bitcoin. Ia beralasan kripto merupakan hasil dari aliansi antara yang ia sebut “penguasa elit” dan kelompok lobi perbankan investasi Wall Street yang kuat.

Pada tahun 2022, Le Pen mengubah sikapnya, mendukung rencana untuk meregulasi aset digital. Memasuki 2025, ia mengusulkan agar Prancis sendiri juga membuat aset digital mereka.

Pada bulan Maret lalu, Le Pen mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Flamanville, dan mendukung pemanfaatan listrik reaktor berlebih untuk menambang Bitcoin.

France

Rassemblement National drafts law to mine Bitcoin with surplus nuclear energy from EDF plants. Major reversal from Marine Le Pen's 2016 crypto ban stance, now calling mining "secure and extremely profitable."

5/8 pic.twitter.com/VHMcQowSuV

— CoinMarketCap (@CoinMarketCap) August 13, 2025

Anggota Reconquête, partai sayap kanan lainnya di Prancis, juga mengusulkan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve di hadapan Parlemen Eropa.

Berdasarkan laporan Le Monde, rancangan regulasi tersebut hampir sama persis dengan executive order yang ditandatangani Trump pada Maret tahun lalu.

Semakin besarnya perhatian politik terhadap aset digital di Prancis bukanlah hal kebetulan. Berdasarkan laporan 2024 dari Asosiasi Perkembangan Aset Digital Prancis, sebanyak 12% penduduk memiliki aset kripto, naik 25% dibanding tahun sebelumnya.

Usulan Marine Le Pen tentang Bitcoin Mining di Prancis
Usulan Marine Le Pen tentang Bitcoin Mining di Prancis

Seperti yang sudah terlihat di Amerika Serikat selama kampanye Donald Trump, meraih simpati pemilih yang dekat dengan aset kripto memberikan para politisi jalan untuk membentuk basis pemilih yang terus bertambah.

Di negara lain, upaya untuk mengadopsi aset kripto bahkan lebih menonjol lagi.

Mentzen, Pelopor Kripto di Politik Polandia

Polandia mengalami lonjakan baru sentimen sayap kanan yang kuat dalam dunia politiknya selama beberapa tahun terakhir. Walaupun negara ini dipimpin oleh koalisi tengah-kanan, Polandia menghadapi persaingan yang semakin besar dari gerakan yang lebih konservatif dan libertarian.

Sławomir Mentzen, ketua partai sayap kanan baru bernama New Hope (Harapan Baru), muncul sebagai sosok kunci dalam perubahan ini dan dengan cepat melonjak popularitasnya. Sebagai seorang libertarian yang diakui sendiri, Mentzen sudah lama menunjukkan minat pada Bitcoin, yang menyumbang sebagian besar portofolio investasi pribadinya.

Saat Mentzen melaporkan keuangannya pada Desember 2023, kepemilikan Bitcoinnya bernilai sekitar 5 juta zloty, atau hampir US$1,5 juta pada saat itu.

Hal ini membuatnya menjadi holder aset digital terbesar di antara anggota parlemen. Dalam sebuah wawancara publik dua bulan kemudian, Mentzen mengatakan bahwa ia sudah menginvestasikan seluruh tabungannya ke aset kripto sejak tahun 2013.

Antusiasme pribadinya terhadap aset kripto juga tercermin dalam komitmen politiknya.

Poland should create a Strategic Bitcoin Reserve.

If I become the President of Poland, our country will become a cryptocurrency haven, with very friendly regulations, low taxes, and a supportive approach from banks and regulators.

BTC to the Moon! pic.twitter.com/izKc4spkkV

— Sławomir Mentzen (@SlawomirMentzen) November 17, 2024

Saat mencalonkan diri sebagai presiden, Mentzen berjanji akan membentuk Strategic Bitcoin Reserve jika terpilih. Ia juga berjanji akan mendukung iklim yang ramah bagi bisnis yang berhubungan dengan aset kripto, dengan alasan bahwa kebijakan ini akan mendorong inovasi dan menarik investor internasional.

Bagi banyak pemilih, pesannya ini terasa relevan. Menurut laporan Statista baru-baru ini, 19% dari populasi Polandia, atau sekitar 7 juta orang, menggunakan aset kripto di tahun 2025. Angka ini diperkirakan akan naik menjadi 7,6 juta pada akhir tahun 2026.

Walaupun Mentzen akhirnya menempati posisi ketiga pada pemilihan presiden terbaru, perolehan suaranya cukup mencolok.

Pada putaran pertama, ia meraih sekitar 2,9 juta suara, atau hampir 15% dari total suara. Hasil ini menjadi salah satu pencapaian terkuat kandidat sayap kanan dalam sejarah pemilu presiden Polandia modern.

Apa Saja yang Dibeli oleh Crypto Whale untuk Potensi Keuntungan di Februari 2026

30 January 2026 at 18:51

Januari menjadi bulan yang penuh gejolak untuk aset kripto, dengan kenaikan di awal bulan yang kemudian diikuti aksi jual tajam di akhir bulan. Beberapa token besar menghapus kemajuan berminggu-minggu hanya dalam hitungan hari. Di tengah ketidakpastian ini, crypto whale pada Februari mulai memosisikan diri di tiga aset yang menunjukkan sinyal pembalikan awal.

Data on-chain menunjukkan peningkatan akumulasi, di mana tekanan jual mulai mereda dan pola divergensi bullish sedang terbentuk atau hampir terkonfirmasi. Hal ini mengindikasikan bahwa wallet besar sedang mempersiapkan rebound selektif, bukan mengejar momentum jangka pendek.

Shiba Inu (SHIB)

Shiba Inu menjadi salah satu nama mengejutkan yang menunjukkan aktivitas crypto whale menjelang Februari. Walau sebagian besar altcoin mengalami pelemahan di Januari, SHIB naik sekitar 3,3% dalam 30 hari terakhir, menjadikannya salah satu token besar yang berpotensi menutup bulan ini dengan performa hijau.

Kekuatan relatif ini kini didukung oleh holder besar.

Sejak 27 Januari, whale menambah kepemilikan mereka dari 666,05 triliun menjadi 666,74 triliun SHIB, alias penambahan 690 miliar SHIB. Ini menunjukkan posisi yang stabil di tengah pelemahan pasar. Waktu penambahan ini sangat berkaitan dengan sinyal teknikal penting.

Whale SHIB
Whale SHIB | Sumber: Santiment

Antara 4 November hingga 25 Januari, SHIB membentuk divergensi bullish. Pada periode ini, harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. RSI mengukur momentum dan menunjukkan apakah tekanan beli atau jual sedang menguat. Ketika harga melemah, tapi RSI justru membaik, itu menandakan penjual mulai kehilangan kendali.

Pola divergensi ini terjadi dalam pola falling wedge yang lebih besar, yaitu pola bullish di mana harga menyempit sebelum potensi breakout. Setelah sinyal muncul pada 25 Januari, SHIB membukukan dua candle hijau dan whale mulai menambah posisi sejak 27 Januari.

Sejak 28 Januari, harga SHIB memang terkoreksi, tapi saldo whale tetap stabil. Ini menandakan holder besar memilih menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil aksi keluar terlalu dini.

Sekarang, pola divergensi serupa kembali terbentuk. Untuk konfirmasi, candle harga SHIB berikutnya perlu berada di atas US$0,0000071. Jika itu terjadi, momentum bisa menguat menuju zona breakout kunci di kisaran US$0,0000091, dengan potensi naik hingga US$0,000012.

Analisis Harga SHIB
Analisis Harga SHIB | Sumber: TradingView

Jika US$0,0000071 gagal ditembus, pola bullish ini jadi melemah dan risiko penurunan kembali muncul.

Untuk saat ini, akumulasi whale dan sinyal momentum yang membaik menunjukkan SHIB sedang diposisikan sebagai aset pemulihan berpotensi di Februari.

Pendle (PENDLE)

Pendle juga menjadi token yang< a href="https://id.beincrypto.com/privacy-coins-crypto-whales-beli-dan-jual-februari-2026/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> crypto whale nampaknya diposisikan pada Februari, meskipun harga saat ini masih lemah. Data on-chain menunjukkan holder besar telah menambah PENDLE dari 181,54 juta pada 27 Januari menjadi 184,81 juta, artinya ada tambahan sebanyak 3,27 juta token.

Dengan harga saat ini, akumulasi ini bernilai sekitar US$6,3 juta yang menandakan keyakinan kuat di tengah koreksi pasar.

Whale PENDLE
Whale PENDLE | Sumber: Santiment

Mau insight token lain seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.

Peningkatan posisi ini terjadi saat PENDLE sedang kesulitan di pasar. Dalam 24 jam terakhir, token ini turun sekitar 6% dan hampir 5,2% selama sebulan terakhir, mengikuti tren pelemahan di ranah DeFi dan aset berfokus pada imbal hasil.

namun, perilaku whale mengindikasikan investor skala besar sedang memposisikan diri untuk pembalikan menengah, bukan mengejar momentum jangka pendek.

Pada chart 12 jam, PENDLE menunjukkan tanda awal divergensi bullish. Dari 14 November hingga 30 Januari, harga membentuk lower low, sementara RSI membentuk higher low.

Agar pola ini tetap valid, candle 12 jam saat ini harus bertahan di atas US$1,78. Jika level itu bisa dipertahankan, divergensi masih terjaga dan peluang pembalikan meningkat.

Pola ini sangat sesuai dengan pola akumulasi whale yang mulai meningkat setelah 27 Januari, mengikuti sinyal divergensi yang muncul sebelumnya antara 14 November hingga 25 Januari.

Analisis Harga PENDLE
Analisis Harga PENDLE | Sumber: TradingView

Jika momentum menguat, resistance pertama berada di kisaran US$2,08, sekitar 14% di atas level saat ini. Breakout di situ bisa membuka peluang naik ke US$2,38 dan US$2,87. Namun, jika gagal bertahan di US$1,78, skenario bullish langsung melemah dan risiko penurunan kembali meningkat.

Saat ini, PENDLE menunjukkan pola klasik pembalikan yang dipimpin whale: akumulasi di tengah pelemahan, dan didukung dengan sinyal momentum yang mulai membaik.

Cardano (ADA)

Cardano tiba-tiba masuk ke radar crypto whale menjelang Februari, karena ada akumulasi besar dari dua kelompok holder utama.

Data memperlihatkan bahwa wallet yang memiliki 1 miliar ADA atau lebih mulai menambah kepemilikan sejak 28 Januari. Total ADA yang mereka pegang naik dari sekitar 2,93 miliar ADA menjadi 3,18 miliar ADA. Di saat yang sama, kelompok holder dengan 100 juta hingga 1 miliar ADA juga mulai ikut akumulasi sejak 29 Januari. Saldo mereka naik dari 2,55 miliar menjadi 2,60 miliar ADA.

Whale ADA
Whale ADA | Sumber: Santiment

Kedua kelompok whale terbesar ini mengumpulkan hampir 300 juta ADA hanya dalam waktu 48 jam, yang mengisyaratkan adanya pergeseran posisi secara terkoordinasi.

Aksi beli besar ini menarik perhatian karena Cardano akhir-akhir ini berada di bawah tekanan. ADA turun hampir 6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 7,2% selama sebulan terakhir, sejalan dengan kondisi pasar yang melemah secara umum. Jika dilihat sekilas, ini bukan suasana yang bullish. Tapi grafik memperlihatkan alasan kenapa para whale mulai tertarik.

Antara 31 Desember hingga 30 Januari, ADA mencetak level harga yang lebih rendah, sedangkan Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. Untuk mengonfirmasi divergensi bullish ini, candle harga berikutnya harus tetap bertahan di atas US$0,31, dan RSI tidak turun di bawah level 31 Desember.

Saat ini ADA diperdagangkan di kisaran US$0,32, menjaga struktur tersebut. RSI juga perlu tetap berada di atas garis tren naiknya.

Analisis Harga ADA
Analisis Harga ADA | Sumber: TradingView

Jika sinyal ini terkonfirmasi, target rebound pertama ada di kisaran US$0,36, yang merupakan resistance penting yang ditembus pada 22 Januari. Jika titik ini berhasil direbut kembali, potensi kenaikan sekitar 12% dari harga saat ini bisa terjadi.

Namun jika harga turun di bawah US$0,31, pola pembalikan ini akan batal dan argumen dari para whale menjadi semakin lemah.

Apa yang Bisa Diharapkan dari Harga XRP di Februari 2026

30 January 2026 at 17:20

XRP Memasuki Februari dalam Tekanan. Token ini turun hampir 7% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 5% selama sebulan terakhir, mencerminkan pelemahan yang semakin besar di seluruh pasar. Secara historis, Februari memang menjadi bulan yang berat untuk harga XRP. Data menunjukkan median return XRP di bulan Februari sebesar −8,12%, dengan rata-rata penurunan sebesar −5%. Pada tahun 2025, token ini bahkan turun hampir 29% di periode yang sama.

Tahun ini, sinyal teknikal dan on-chain menunjukkan risiko serupa sedang terbentuk. Namun, akumulasi selektif dan indikator momentum awal memberikan petunjuk bahwa pemulihan masih mungkin terjadi. Berikut adalah data yang tersedia.


Mengapa Koreksi Harga Sudah Diperkirakan

XRP masih bergerak di dalam channel turun jangka panjang pada grafik dua hari. Channel turun adalah pola bearish di mana harga terus membentuk lower high dan lower low di antara garis tren yang sejajar.

Sejak pertengahan 2025, pola ini menahan reli dan menekan harga makin turun. Ketika Februari yang secara historis lemah semakin dekat, XRP makin merapat ke batas bawah channel, sehingga risiko penurunan makin tinggi.

Sejarah Harga XRP
Sejarah Harga XRP: CryptoRank

Mau insight token lainnya seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Vasily Shilov, Chief Business Development Officer di SwapSpace, berujar pola musiman memang masih relevan, namun bukan lagi faktor utama yang menentukan pergerakan harga.

“Aliran ETF saat ini lebih bisa diandalkan sebagai penggerak arah,” terang dia.

“Pergerakan dalam range adalah hasil paling mungkin jika belum ada kejelasan di sektor ekonomi makro,” lanjutnya.

Kendati begitu, pelemahan teknikal ini sebenarnya sudah terlihat sejak lama.

Antara 2 Oktober hingga 5 Januari, XRP membentuk lower high pada harga, namun Relative Strength Index (RSI) justru mencetak higher high. RSI mengukur momentum, memperlihatkan apakah tekanan beli atau jual semakin kuat.

Pola Harga Bearish
Pola Harga Bearish: TradingView

Ketidakselarasan ini disebut hidden bearish divergence. Sering kali, ini menjadi tanda awal ketika kekuatan naik mulai melemah sebelum koreksi terjadi. Sinyal ini muncul di awal Januari, lalu disusul penurunan hampir 30%.

Sekarang, pola baru mulai terbentuk.

Antara 10 Oktober sampai 29 Januari, harga XRP mencatat lower low (masih berlangsung saat artikel ini ditulis) sementara RSI mencoba membentuk higher low. Ini menciptakan potensi bullish divergence, yang dapat menandai kelelahan tren turun.

Terbentuk Divergence
Terbentuk Divergence: TradingView

Agar sinyal ini terkonfirmasi:

  • Candle harga XRP dua hari berikutnya harus terbentuk di atas US$1,71, sehingga menegaskan pola lower low pada harga
  • RSI harus tetap di atas 32,83

Jika kedua syarat ini terpenuhi, tekanan turun menurun dan potensi rebound meningkat. Namun jika gagal, channel bearish masih tetap mendominasi.


Money Flow dan Aktivitas Whale Tunjukkan Sinyal Campuran

Sementara harga XRP sedang bergerak turun, data arus modal justru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Chaikin Money Flow (CMF), yang melacak tekanan beli dari institusi dan wallet besar, mengalami kenaikan di periode 5 Januari hingga 25 Januari, meskipun harga turun. Ini membentuk bullish divergence.

Artinya, pemain besar — kemungkinan institusi — telah mengakumulasi XRP secara diam-diam selama koreksi harga.

CMF Naik
CMF Naik: TradingView

Data aliran ETF juga mendukung tren ini. Walau secara keseluruhan aliran ETF Januari masih net negatif akibat outflow besar pada 21 Januari, arus masuk bersih mulai membaik mendekati akhir bulan. Bar hijau terakhir menunjukkan minat institusional yang mulai tumbuh kembali.

Arus ETF XRP
Arus ETF XRP: Glassnode

Shilov menuturkan bahwa volatilitas ETF di bulan Januari mencerminkan kehati-hatian ekonomi makro yang lebih luas dan bukan kelemahan struktural permintaan XRP.

Ia menjelaskan bahwa meski tekanan makro membuat investor lebih memilih aset aman seperti emas dan perak, exchange-traded fund (ETF) XRP spot tetap mencatat arus masuk lebih dari US$1,3 miliar sejak peluncuran dan belum pernah membukukan penebusan bersih dalam sebulan.

“Skala dan konsistensi arus masuk menggambarkan tren pembalikan sepertinya kecil kemungkinannya untuk saat ini,” komentar Shilov.

Tapi, data dari exchange menantang pandangan optimistis ini.

Saldo arus XRP di exchange melonjak drastis sejak 17 Januari, berubah dari −7,64 juta menjadi +3,78 juta. Yang mengkhawatirkan adalah pola pergerakannya.

Arus XRP di Exchange
Arus XRP di Exchange: Santiment

Tiga puncak arus masuk secara berurutan muncul pada 25, 27, dan 29 Januari. Pola yang mirip juga terbentuk sebelumnya pada 4, 8, dan 13 Januari. setelah itu, harga XRP turun dari US$2,10 ke US$1,73, atau sekitar 18%. Hal ini membuat struktur arus masuk saat ini menjadi sinyal risiko yang jelas meski ada optimisme terkait ETF.

Shilov menambahkan, permintaan ETF saja masih belum cukup kuat untuk sepenuhnya melindungi XRP dari tekanan pasar yang lebih luas. Berdasarkan data perdagangan SwapSpace, ia menyebut pergerakan jangka pendek XRP masih mengikuti tren Bitcoin dan sentimen risiko makro saat arus ETF menjadi tidak stabil.

“Arah BTC, tekanan makro, dan posisi derivatif kemungkinan akan menentukan selera risiko dalam waktu dekat,” papar Shilov.

Whale XRP Hadirkan Perspektif Menarik

Perilaku whale memberikan lapisan analisis tambahan.

Wallet yang memegang lebih dari 1 miliar XRP terus menambah akumulasi sejak awal Januari, yaitu saat harga mulai terkoreksi. Kepemilikan mereka meningkat dari 23,35 miliar menjadi 23,49 miliar XRP, menandakan penempatan modal signifikan saat harga sedang lemah.

Whale Terus Menambah
Whale Terus Menambah: Santiment

Berbeda dengan tahun lalu, dimana whale besar menunggu hingga akhir Februari untuk membeli, sekarang mereka membangun posisi lebih awal pada siklus kali ini. Hal ini mengurangi potensi penurunan tajam, namun tidak menghilangkan risiko penurunan dalam jangka pendek.

Shilov mengingatkan bahwa akumulasi holder besar harus dilihat dalam konteks yang tepat. Ia berkata bahwa pola saat ini lebih mirip dengan posisi taktis, bukan keyakinan kuat.

“Akumulasi stabil harus berlangsung bersamaan dengan arus masuk ETF yang stabil,” ujar Shilov.

“Jika tidak, pembelian bisa cepat mengering jika tekanan makro meningkat.”

Sinyal yang muncul saling bertentangan, sehingga penurunan 5% di bulan Januari terjadi, dan tidak menjadi separah penurunan hampir 15% pada Desember 2025.


Level Support Utama, Risiko Penurunan, dan Skenario Pemulihan Harga XRP

Struktur harga XRP saat ini membuat level-level penting sangat jelas. Zona pertama yang harus dipertahankan XRP adalah US$1,71–US$1,69. Penutupan selama dua hari berturut-turut di bawah area ini akan melemahkan support channel dan membuka peluang breakdown yang lebih besar.

Jika ini terjadi, support utama berikutnya berada di kisaran US$1,46. Penurunan yang bertahan di bawah US$1,46 bisa memicu penjualan besar dan membuat XRP berisiko turun lebih dalam ke sekitar US$1,24.

Skenario ini menjadi lebih mungkin jika arus masuk ke exchange terus naik dan permintaan ETF gagal menguat.

Di sisi atas, peluang pemulihan bergantung pada satu level penting. XRP harus merebut kembali US$1,97 pada penutupan dua hari berturut-turut. Ini akan menjadi sinyal breakout di atas resistance jangka pendek serta menandakan pembeli mulai kembali mengendalikan harga. Level XRP ini sudah disorot oleh analis BeInCrypto kemarin.

Analisis Harga XRP
Analisis Harga XRP: TradingView

Jika pergerakan di atas US$1,97 terkonfirmasi, jalan menuju US$2,41 terbuka, sejalan dengan level resistance channel dan Fibonacci utama.

Ke depan, Shilov mengatakan konfirmasi terkuat untuk breakout bullish adalah kembalinya arus masuk ETF yang konsisten, seperti yang terjadi pada periode peluncuran di bulan November.

“Arus dana masuk mingguan antara US$80 juta sampai US$200 juta akan membangun momentum kuat di atas US$2,10,” ujar dia.

Ia juga memberi petunjuk terkait level breakdown yang sejalan banget dengan analisis kami:

“Jika kondisi geopolitik global atau ekonomi makro makin memburuk, penurunan XRP bisa semakin dalam dan mendorong aset ini turun di bawah US$1,70,” terang dia.

Sekarang, pertarungan fokus pada support US$1,69 dan resistance US$1,97. Level mana yang jebol lebih dulu kemungkinan besar akan menentukan arah harga XRP untuk sisa bulan Februari.

Siapa Pilihan Fed Chair Trump Kevin Warsh, dan Apakah Ia Baik untuk Aset Kripto?

30 January 2026 at 15:25

Presiden Donald Trump telah menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed berikutnya, yang akan memimpin perubahan kepemimpinan di bank sentral paling berpengaruh di dunia pada Mei 2026.

Penunjukan ini hadir di saat yang rapuh. Inflasi masih tinggi, pasar finansial bergerak tidak pasti, dan pasar aset kripto sudah tertekan oleh situasi ekonomi makro yang penuh ketidakpastian. Pilihan Ketua The Fed saat ini menjadi lebih penting dibandingkan waktu-waktu sejak pandemi.

President Donald J. Trump announces the nomination of Kevin Warsh to be the CHAIRMAN OF THE BOARD OF GOVERNORS OF THE FEDERAL RESERVE. pic.twitter.com/ZENG1ytVFD

— The White House (@WhiteHouse) January 30, 2026

Lalu siapa itu Kevin Warsh, apa bedanya dengan Jerome Powell, dan apa dampak penunjukannya terhadap suku bunga — serta pasar kripto di paruh kedua 2026?

Siapa Itu Kevin Warsh?

Kevin Warsh bukanlah orang baru bagi The Fed. Pengangkatannya tetap membutuhkan konfirmasi dari Senat. Tapi, pasar sudah mulai bereaksi terhadap sinyal kebijakan di balik pilihan ini.

Warsh pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed dari 2006 hingga 2011 dan menjadi gubernur termuda dalam sejarah lembaga tersebut.

Ia bekerja erat dengan ketua The Fed saat itu, Ben Bernanke, dalam masa krisis keuangan global dan mewakili The Fed pada pertemuan G20.

Kevin Warsh berbicara di rapat Fed yang pertama kali direkam kamera tahun 2007
Di tahun 2007, Kevin Warsh Berbicara di Rapat The Fed Pertama yang Direkam Kamera

Setelah keluar dari The Fed, Warsh aktif di bidang akademis dan kebijakan. Saat ini, ia menjabat sebagai senior fellow di Hoover Institution Stanford serta kerap menjadi pengkritik kebijakan bank sentral modern.

Rekam Jejak Kebijakan Moneter Warsh: Dikenal Sebagai Hawk Inflasi

Secara historis, Warsh paling tepat disebut sebagai seorang inflation hawk atau sosok yang tegas melawan inflasi.

Selama krisis 2008–2009, ia berkali-kali memperingatkan bahwa pelonggaran agresif bisa memicu inflasi di masa depan. Ia menolak pelonggaran kuantitatif berkepanjangan dan mendorong penyusutan neraca The Fed, bahkan saat inflasi masih rendah.

Pendekatannya ini bertolak belakang dengan kebijakan The Fed pasca-2020.

Penjelasan tentang karakter inflation hawk
Penjelasan Sosok Inflation Hawk | Sumber: Investopedia

Namun, pandangan Warsh sudah berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, ia berpendapat bahwa deregulasi dan pengendalian fiskal bisa menurunkan inflasi secara alami — sehingga The Fed dapat menurunkan suku bunga tanpa risiko harga melambung.

Pergeseran ini jadi penting dalam siklus ekonomi saat ini.

Perbedaan Warsh dan Jerome Powell

Perbedaannya dengan Jerome Powell sangat nyata.

Powell memilih stimulus darurat saat COVID dan pada awalnya meremehkan risiko inflasi di tahun 2021. Penundaan itu kemudian memaksa The Fed menaikkan suku bunga secara agresif dalam beberapa dekade terakhir.

Warsh secara terbuka menyebut periode tersebut sebagai kegagalan kebijakan, dengan alasan The Fed kehilangan kepercayaan publik karena bereaksi terlalu lambat.

Dia juga mengkritik perluasan mandat The Fed. Warsh menolak keterlibatan bank sentral dalam kebijakan iklim, isu sosial, dan sinyal politik. Sebaliknya, Powell cenderung lebih terbuka dengan inisiatif seperti itu.

Singkatnya, Warsh mendukung Fed yang lebih fokus dan tradisional — hanya memprioritaskan inflasi, pekerjaan, dan stabilitas keuangan.

Arti Hal Ini untuk Suku Bunga di 2026

Keputusan The Fed terbaru minggu ini mempertahankan suku bunga tetap di 3,50%–3,75%, menandakan sikap hati-hati setelah serangkaian penurunan tahun 2025.

Saat ini, pasar memperkirakan pemotongan suku bunga selanjutnya baru akan terjadi setelah pertengahan 2026.

Penunjukan Warsh membuat prediksi itu jadi lebih rumit.

How tall is Kevin Warsh? pic.twitter.com/SDVtUHkm1B

— Citrini (@Citrini7) January 30, 2026

Di satu sisi, reputasinya sebagai inflation hawk menunjukkan kedisiplinan. Dia sepertinya tidak akan buru-buru memangkas bunga tanpa bukti jelas inflasi sudah terkendali.

Di sisi lain, Warsh secara terbuka mendukung pandangan Trump bahwa regulasi berlebihan dan ekspansi fiskal berpotensi memicu inflasi. Jika tekanan ini mereda, ia bisa menyetujui normalisasi lebih cepat.

Ini bisa menciptakan situasi di mana pemangkasan suku bunga kembali terjadi di paruh kedua 2026 — namun dengan alasan yang lebih kuat.

Warsh dan Aset Kripto: Tidak Anti, tapi Bukan Evangelis

Hubungan Warsh dengan kripto terbilang cukup kompleks.

Ia pernah berinvestasi secara pribadi di perusahaan yang bergerak di industri kripto, termasuk proyek algoritmik stablecoin Basis serta manajer aset kripto Bitwise. Hal ini saja sudah membedakannya dari banyak pembuat kebijakan tradisional.

Pada tahun 2021, Kevin Warsh melakukan investasi pada putaran pendanaan Bitwise senilai US$70 juta
Pada tahun 2021, Kevin Warsh melakukan investasi pada putaran pendanaan Bitwise senilai US$70 juta

Pada saat yang sama, Warsh juga sangat skeptis terhadap aset kripto sebagai uang.

Ia berpendapat bahwa volatilitas Bitcoin membuatnya tidak cocok untuk digunakan sebagai alat tukar. Namun, dia pun mengakui bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai, mirip seperti emas.

Soon, Kevin Warsh will be the first pro-Bitcoin Chairman of the Federal Reserve.pic.twitter.com/afEBrBFeWX

— Michael Saylor (@saylor) January 30, 2026

Pendiriannya yang paling tegas yaitu menolak uang privat yang tidak diatur. Warsh berulang kali menyerukan aturan yang lebih jelas seputar stablecoin dan ia mendukung keberadaan CBDC wholesale AS yang hanya boleh dipakai antar bank, bukan untuk konsumen ritel.

Hal tersebut menempatkan dirinya lebih dekat pada kejelasan regulasi daripada permusuhan secara terbuka.

Apakah Warsh Bisa Optimistis untuk Aset Kripto?

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar tidak.

Pasar aset kripto masih didorong oleh likuiditas, suku bunga, dan risiko ekonomi makro. Warsh baru akan mulai menjabat pada bulan Mei, dan kebijakan suku bunga tetap bergantung pada data.

Namu, dalam jangka menengah hingga panjang, situasinya bisa berubah.

Penekanan Warsh pada kredibilitas, kejelasan aturan, dan sikap The Fed yang lebih berhati-hati bisa mengurangi ketidakpastian kebijakan — sesuatu yang sudah lama menjadi kendala bagi pasar aset kripto.

Jika inflasi terus menurun dan Warsh mendukung pemotongan suku bunga di akhir tahun 2026, aset berisiko bisa diuntungkan. Aset kripto, yang sangat sensitif terhadap yield riil dan ekspektasi likuiditas, kemungkinan besar bereaksi positif.

Yang sangat penting, Warsh tidak anti-kripto secara ideologis. Ia melihat blockchain sebagai teknologi yang berguna dan lebih memilih regulasi daripada penindasan.

Faktor tersebut saja sudah bisa memperbaiki sentimen.

Warsh sepertinya tidak akan langsung memicu reli. Tapi jika masa jabatannya membawa regulasi yang lebih jelas, inflasi yang menurun, serta jalur menuju pemotongan suku bunga berkelanjutan, paruh kedua tahun 2026 bisa menjadi periode yang jauh lebih konstruktif.

Prediksi Harga Ethereum Hari Ini: ETH di Atas Support, Bullish?

30 January 2026 at 13:37

Prediksi harga Ethereum (ETH) untuk Jumat, 29 Januari 2026: Harga Ethereum sejauh ini berhasil bertahan di atas level support.

Sebagian besar pergerakan naik sepanjang bulan ini telah dinetralisasi. Meski demikian, Ethereum masih mampu bertahan di atas level support.

Analisis Market Kini Juga Hadir dalam Format Video!

Harga Ethereum Naik 22% Lebih Bulan Ini

Setelah Ethereum mencapai target koreksi di Golden Ratio sekitar US$2.750, harga sempat melonjak sekitar 32%. Namun, harga ETH gagal menembus resistance Fibonacci 0,382 di sekitar US$3.512.

Setelah itu, harga kembali terkoreksi menuju support Golden Ratio di sekitar US$2.750, di mana Ethereum kembali memantul secara bullish. Sejak rebound tersebut, harga kembali naik sekitar 22%, membuat performa Ethereum secara keseluruhan di awal tahun ini terlihat sangat bullish.

Namun, sebagian besar pergerakan naik tersebut telah kembali dinetralisasi oleh bear. Dari sisi bawah, Ethereum masih menemukan support yang signifikan di area antara EMA 50-bulan di sekitar US$2.555 dan Golden Ratio di sekitar US$2.755.

Level resistance Fibonacci signifikan berikutnya berada di sekitar US$3.512 dan US$4.100. Namun, indikator teknikal terlihat relatif melemah.

Garis MACD saat ini bersilangan secara bearish, sementara histogram MACD telah bergerak menurun selama empat bulan terakhir. Di sisi lain, RSI masih berada di wilayah netral dan belum memberikan sinyal yang jelas.

Ethereum Price Chart BeInCrypto

Harga Ethereum Mengalami Penolakan Bearish di EMA 50-Minggu

Harga Ethereum mengalami penolakan bearish pekan lalu di area resistance EMA 50-minggu sekitar US$3.231. Setelah itu, harga kembali turun menuju support Golden Ratio di sekitar US$2.750, level yang sejauh ini berhasil dipertahankan.

RSI tetap berada di wilayah netral dan tidak memberikan sinyal bullish maupun bearish. Sementara itu, EMA telah membentuk golden cross, yang mengonfirmasi tren naik dalam jangka menengah.

Pada saat yang sama, garis MACD masih bersilangan secara bearish. Namun, histogram MACD mulai menunjukkan pergerakan naik pada pekan ini.

Secara keseluruhan, bull dan bear saat ini terlibat dalam pertarungan yang relatif seimbang.

Ethereum Price Chart BeInCrypto

Indikator pada Grafik Harian Cenderung Bearish

Pada grafik harian, histogram MACD telah bergerak naik secara bullish selama empat hari terakhir, yang mengindikasikan bahwa garis MACD berpotensi segera bersilangan bullish. Namun, EMA justru membentuk death cross, yang mengonfirmasi tren bearish dalam jangka pendek hingga menengah.

RSI tidak memberikan sinyal bullish maupun bearish. Level resistance signifikan berikutnya berada di EMA 50-hari sekitar US$3.095 dan EMA 200-hari di sekitar US$3.300.

Ethereum Price Chart BeInCrypto

EMA Membentuk Death Cross pada Grafik 4 Jam

Pada grafik 4 jam, EMA telah membentuk death cross, yang mengonfirmasi tren bearish jangka pendek. Meski demikian, garis MACD telah bersilangan bullish. Namun, histogram MACD justru bergerak turun secara bearish, sementara RSI tetap berada di wilayah netral.

Ethereum sebelumnya telah menembus resistance EMA 50-4H di sekitar US$2.991. Level resistance berikutnya kini berada di EMA 200-4H sekitar US$3.070.

Ethereum Price Chart BeInCrypto
Grafik Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Harga Ethereum Bergerak Sideways atas Bitcoin

Harga Ethereum saat ini menunjukkan momentum naik terhadap Bitcoin, meskipun dalam beberapa waktu terakhir pergerakannya cenderung sideways. Ethereum kini menghadapi tekanan di area EMA 50-minggu sekitar 0,0338 BTC.

Breakout bullish akan membawa zona resistance relevan berikutnya ke area antara sekitar 0,0355 BTC hingga 0,04175 BTC. Selain itu, terdapat resistance krusial di Golden Ratio sekitar 0,044 BTC, yang juga diperkuat oleh EMA 200-minggu yang melintas di area tersebut.

Dari sisi bawah, level support Fibonacci penting berikutnya berada di area Golden Ratio, sekitar 0,0274 BTC. Secara keseluruhan, indikator teknikal untuk pekan ini menunjukkan sinyal yang beragam.

RSI tetap berada di wilayah netral, sementara garis MACD bersilangan secara bearish. Namun, histogram MACD mulai bergerak naik pada pekan ini.

EMA masih menunjukkan death cross, yang mengonfirmasi tren bearish dalam jangka menengah.

Ethereum Price Chart BeInCrypto
Grafik Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi Ethereum di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin yang Perlu Diamati Akhir Pekan Ini | 31 Januari – 1 Februari

30 January 2026 at 13:36

Pasar aset kripto tetap volatil menjelang akhir pekan, dengan pergerakan harga tajam yang mengubah pandangan jangka pendek di berbagai altcoin utama. Seiring investor merespons ketidakpastian pasar yang lebih luas, mengidentifikasi aset di level teknikal penting menjadi sangat krusial.

BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang bisa saja mencapai titik kritis saat memasuki akhir pekan.

Dogecoin (DOGE)

Harga Dogecoin turun 32% dalam dua minggu terakhir dan kini berada di US$0,114 pada waktu publikasi. Meme coin ini bertahan sedikit di atas level support US$0,113. Pergerakan ini merupakan titik terendah dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan tekanan jual yang berkelanjutan dan permintaan jangka pendek yang lemah.

DOGE perlu diawasi dengan ketat karena memiliki korelasi kuat dengan Bitcoin. Koefisien korelasinya saat ini berada di angka 0,92, menandakan pergerakan harga yang sangat selaras. Dengan demikian, Dogecoin sepertinya akan mengikuti arah Bitcoin. Hasil akhirnya akan sangat bergantung pada bagaimana pasar global ditutup pada hari Jumat.

Ingin insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga DOGE. Sumber: TradingView
Analisis Harga DOGE | Sumber: TradingView

Perubahan momentum ke arah bullish bisa membuat Dogecoin bangkit kembali ke US$0,122 dan US$0,128. Jika level tersebut mampu ditembus, peluang menuju US$0,142 akan terbuka. Tapi, jika tekanan bearish berlanjut, DOGE bisa saja turun di bawah US$0,113. Dalam situasi itu, meme coin ini mungkin akan turun lagi ke sekitar US$0,108.

Stable (STABLE)

Harga STABLE telah melonjak 81% dalam dua minggu terakhir, diperdagangkan di kisaran US$0,0262 pada waktu publikasi. Reli yang kuat juga mendorong altcoin ini ke all-time high baru di US$0,0325. Kenaikan cepat ini menandakan meningkatnya permintaan dan minat spekulatif dari trader jangka pendek.

Pola naik yang konsisten pada altcoin ini sepertinya akan berlanjut hingga akhir pekan. STABLE masih sekitar 24% di bawah all-time high, sehingga ada kemungkinan untuk lanjut menguat. Chaikin Money Flow masih berada di zona positif, menandakan arus masuk modal yang kuat. Arus dana yang stabil sering kali mendukung kelanjutan tren saat momentum tinggi masih berlangsung.

Analisis Harga STABLE.
Analisis Harga STABLE | Sumber: TradingView

Risiko penurunan bisa muncul jika sentimen investor tiba-tiba berubah. Sebaliknya, jika arus modal keluar, harga STABLE bisa saja melemah ke US$0,0214. Tekanan jual yang lebih kuat dapat mendorong penurunan lebih lanjut ke US$0,0174. Pergerakan seperti itu akan membatalkan proyeksi bullish dan menandakan aksi ambil untung setelah reli baru-baru ini.

Polygon (POL)

Polygon menjadi altcoin dengan kinerja terburuk minggu ini, dengan harganya yang turun mendekati all-time low di angka US$0,0985. POL kini kurang dari 12% dari level tersebut. Tekanan jual yang terus menerus dan lemahnya permintaan membuat risiko penurunan tetap tinggi, sehingga investor semakin waspada saat harga mendekati wilayah kritis.

All-time low terjadi pada hari pertama tahun ini, lalu diikuti reli tajam 76%. Namun, lonjakan ini ternyata tidak bertahan lama. POL akhirnya terkoreksi 37% hingga sekarang berada di sekitar US$0,111 pada waktu publikasi. Bertahan di atas US$0,110 memberi sedikit kelegaan, tapi belum menandakan pembalikan tren yang jelas.

Analisis Harga POL.
Analisis Harga POL | Sumber: TradingView

Peluang pulih tetap ada jika dukungan investor tiba-tiba menguat. Jika POL mendapat permintaan baru, bisa saja terjadi rebound. Kembali ke level US$0,138 akan membatalkan sentimen bearish yang ada. Langkah seperti itu bakal menandakan kepercayaan pasar mulai pulih dan membuat Polygon kembali ke jalur pemulihan setelah periode pelemahan panjang.

Tanda-Tanda Permintaan Tembaga Ter-tokenisasi Bisa Melonjak di 2026

30 January 2026 at 12:51

Selagi harga emas dan perak terus mencetak rekor tertinggi baru, logam berkapitalisasi kecil seperti tembaga juga mulai menarik arus modal. Teknologi blockchain bisa menjadi jembatan, yang memungkinkan modal ini masuk ke pasar kripto melalui tokenisasi.

Beberapa indikator menunjukkan tembaga kemungkinan memasuki reli seperti perak, dan tokenisasi tembaga bisa mengalami pertumbuhan eksplosif pada tahun 2026.

Permintaan Tembaga Bisa Terus Naik Tajam Selama 15 Tahun ke Depan

Toto Finance, platform tokenisasi komoditas institusional, memproyeksikan permintaan tembaga global dapat mencapai sekitar 42 juta ton pada 2040. Sementara itu, pasokan diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2030 lalu menurun.

Permintaan vs Pasokan Tembaga (2025–2040). Sumber: Toto Finance
Permintaan vs Pasokan Tembaga (2025–2040) | Sumber: Toto Finance

Berdasarkan grafik “Permintaan vs Pasokan Tembaga (2025–2040)” milik Toto Finance, permintaan naik secara stabil hingga mendekati 40 juta ton pada 2040. Sebaliknya, kurva pasokan memuncak sekitar 28–30 juta ton pada 2030 lalu turun drastis. Hal ini menyebabkan kesenjangan permintaan dan pasokan semakin lebar.

Ini bukanlah siklus sementara. Ada ketidakseimbangan struktural yang menjadikan tembaga sebagai sumber daya strategis. Toto Finance menekankan bahwa tokenisasi akan menjadi cara baru untuk mengakses, memiliki, serta menambah likuiditas untuk tembaga, sehingga mengubahnya menjadi aset digital yang lebih mudah diperdagangkan.

“Ini bukanlah siklus, melainkan gap struktural. Ketika tembaga menjadi strategis, tokenisasi adalah cara akses, kepemilikan, dan likuiditas berkembang,” prediksi Toto Finance .

Banyak analis meyakini kelangkaan tembaga sudah resmi dimulai dan kemungkinan akan semakin buruk seiring waktu. Mike Investing berpendapat bahwa dalam 18 tahun ke depan, jumlah tembaga yang harus ditambang sama dengan jumlah yang telah diekstraksi selama 10.000 tahun terakhir. Ia percaya harga tembaga bisa naik 2–5 kali lipat dalam 14 bulan ke depan.

10,000 years of #Copper will be mined over the next 18 years.

The copper shortage has officially begun, & will continuously worsen.

Breaking out of a 20 year resistance Copper prices are about to skyrocket.

This is an easy 2-5x within the next 14 months.

Save this for later… pic.twitter.com/N87gA7jBzK

— Mike Investing (@MrMikeInvesting) January 30, 2026

AI dan Perluasan Grid Menjadi Pendorong Utama

Salah satu pendorong utama kenaikan permintaan tembaga adalah era booming AI dan ekspansi jaringan listrik global. Katusa Research menuturkan permintaan dari infrastruktur AI dan elektrifikasi akan membuat tembaga semakin langka.

Kebutuhan tembaga dari pusat data baru saja diperkirakan mencapai sekitar 400.000 ton metrik per tahun hingga 2035. Kendaraan listrik juga membutuhkan tiga kali lipat tembaga dibandingkan mobil mesin pembakaran dalam tradisional.

Sistem pertahanan modern dan drone juga makin meningkatkan permintaan elektronik, sehingga stok tembaga global bergerak menuju level yang semakin kritis.

Proyek tambang baru bisa memerlukan waktu hingga 17 tahun sebelum bisa berproduksi. Di sisi lain, kualitas bijih menurun, dan tambang-tambang utama tutup. Faktor-faktor inilah yang memperparah ketidakseimbangan permintaan dan pasokan.

Sinyal Awal Muncul di Pasar Aset Kripto

Paparan investor kripto terhadap tokenisasi tembaga maupun real-world assets (RWA) terkait tembaga masih sangat terbatas. Namun, permintaan trading token emas dan perak kini mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan.

Beberapa indikator awal mulai muncul. Versi tokenisasi Global X Copper Miners ETF (COPXON) milik Ondo mengalami pertumbuhan kapitalisasi pasar di bulan Januari. COPXON langsung menembus kapitalisasi pasar US$3 juta di minggu pertama.

Kapitalisasi Pasar Global X Copper Miners ETF (COPXON). Sumber: Coingeko
Kapitalisasi Pasar Global X Copper Miners ETF (COPXON) | Sumber: Coingeko

Remora Markets, platform perdagangan saham tokenisasi di Solana, juga melaporkan pertumbuhan pendapatan hingga US$110 juta. Lonjakan ini didorong oleh permintaan terhadap tokenisasi saham NASDAQ dan aset terkait logam.

Aset Kelolaan Copper rStock (CPERr) dari Waktu ke Waktu. Sumber: Dune
Aset Kelolaan Copper rStock (CPERr) dari Waktu ke Waktu | Sumber: Dune

Total value Copper rStock (CPERr) di Remora Markets melonjak pada minggu terakhir Januari. Angkanya memang masih kecil, tapi ini bisa menjadi tanda awal bahwa investor aset kripto ingin mendapatkan eksposur ke aset logam seperti tembaga.

Tokenisasi juga menjadi tren yang para pemimpin industri prediksi akan semakin cepat di tahun 2026. Hal ini bisa menciptakan peluang untuk ide startup baru, serta membuka kemungkinan baru bagi para trader.

3 Altcoin yang Bisa Cetak All-Time High Baru di Februari 2026

30 January 2026 at 12:00

Pasar aset kripto memasuki Februari dengan sejumlah altcoin menunjukkan tanda awal pergeseran tren setelah berminggu-minggu volatilitas. Sentimen investor tetap selektif dan modal berputar ke proyek-proyek yang didukung roadmap pengembangan yang jelas, perbaikan metrik on-chain, atau narasi kuat seperti privasi dan infrastruktur terdesentralisasi.

BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang memenuhi kriteria ini dan berpotensi mencetak all-time high baru di Februari 2026.

Midnight (NIGHT)

NIGHT meluncur kuat pada Desember 2025, namun dengan cepat kehilangan momentum karena investor awal mengambil profit. Tekanan jual menekan harga sepanjang Januari. Tapi, kondisi menuju Februari nampak lebih konstruktif. Perkembangan jaringan yang akan datang dan sinyal arus modal yang membaik mengisyaratkan tekanan turun mulai mereda.

Ada dua faktor yang mendukung potensi perubahan tren. Roadmap Midnight menampilkan Q1 2026 akan fokus pada fase Kūkolu, menghadirkan mainnet stabil dengan validator tepercaya dan aplikasi berfokus pada privasi. Pada saat yang sama, Chaikin Money Flow menunjukkan tren naik, menandakan arus keluar mulai mengecil dan arus masuk mungkin menyusul.

Ingin wawasan token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga NIGHT.
Analisis Harga NIGHT | Sumber: TradingView

Jika arus masuk menguat, NIGHT bisa pulih dari level US$0,053. Jika pembelian berlanjut, NIGHT dapat menembus ke all-time high US$0,120, memberi peluang kenaikan 126%. Keterlibatan Charles Hoskinson juga menambah kredibilitas. Namun jika momentum gagal bertahan, NIGHT berisiko turun ke US$0,039.

Hyperliquid (HYPE)

HYPE saat ini diperdagangkan di kisaran US$29 dan butuh reli 98% untuk kembali ke all-time high US$59. Data terbaru menunjukkan perubahan perilaku investor. Chaikin Money Flow telah melewati garis nol, menandakan arus masuk kini mendominasi. Transisi seperti ini sering kali menandai fase awal pemulihan karena pembeli menyerap pasokan dan menstabilkan aksi harga.

Data korelasi juga menambah dukungan pada prospek bullish. HYPE memiliki korelasi -0,22 terhadap Bitcoin, mengindikasikan pergerakan harga yang independen. Permintaan juga menguat secara tajam. Open interest HIP-3 Hyperliquid melonjak ke US$793 juta pada 26–27 Januari 2026, dari US$260 juta sebulan sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan minat yang meningkat terhadap perdagangan komoditas terdesentralisasi dan struktur pasar alternatif.

Analisis Harga HYPE
Analisis Harga HYPE | Sumber: TradingView

Jika momentum terus berlangsung, HYPE berpotensi melewati resistance US$38 dan naik menuju US$47. Jika level itu berhasil menjadi support, maka pemulihan menuju US$59 akan terkonfirmasi. Namun jika arus masuk gagal bertahan, risikonya justru turun. Di bawah tekanan jual baru, HYPE berisiko jatuh ke US$23 atau bahkan US$20 sehingga prospek bullish menjadi tidak valid.

Monero (XMR) – Money Flow Index

Altcoin lain yang juga berpotensi cetak all-time high baru adalah Monero, yang saat ini diperdagangkan di dekat US$437 setelah menembus support US$450. Koin privasi ini telah turun sekitar 30% dalam 11 hari terakhir. Walau turun cukup dalam, Money Flow Index menandakan tekanan jual mendekati titik jenuh, mengisyaratkan momentum turun mulai melemah.

Meski MFI belum masuk area oversold, namun memperlihatkan kondisi kelelahan serupa. Jika tekanan beli membaik dari level saat ini, XMR bisa melakukan rebound. Dengan koin privasi kembali mendapat sorotan, Monero dapat mengambil manfaat dari permintaan berbasis narasi dan merebut kembali level di atas US$500 pada Februari 2026.

Analisis Harga XMR.
Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Pemulihan berkelanjutan dapat mendorong XMR ke US$600 dan US$679. Jika level tersebut tercapai, peluang menuju US$800 pun terbuka dengan potensi kenaikan 83%. Namun bila narasi privasi tidak mampu menghadirkan arus masuk besar, Monero kemungkinan berkonsolidasi di bawah US$500 tetapi tetap bertahan di atas support US$417.

Faktor Apa Saja yang Bisa Membantu Solana Menyerap Tekanan Jual yang Meningkat

30 January 2026 at 11:05

Solana (SOL) turun di bawah US$120 di tengah terus berlanjutnya arus keluar modal. Karena investor semakin waspada, pertanyaan utamanya adalah apa yang bisa ditawarkan Solana agar para holder tetap bertahan.

Beberapa perkembangan terbaru di ekosistem Solana dapat memberikan momentum dan membantu menahan tekanan jual yang semakin besar di pasar secara umum.

Katalis Baru Muncul di 2026 yang Mendukung Harga SOL

Analis khawatir SOL yang jatuh di bawah US$120 merupakan sinyal bearish. Hal ini bisa membuka peluang penurunan yang lebih dalam lagi.

Terbentuknya pola head-and-shoulders besar yang terus terjadi sejak 2024 menandakan potensi penurunan ke zona US$50 jika kondisi pasar tetap negatif.

$SOL LOOKS HORRIBLE pic.twitter.com/oPlUb2UFco

— Greeny (@greenytrades) January 30, 2026

namun, SOL juga bisa membentuk ekor panjang dan pulih kuat ketika permintaan kembali naik.

Salah satu faktor penting adalah lonjakan jumlah alamat aktif harian pada platform launchpad Solana.

Berdasarkan data CryptoRank.io, pada 27 Januari 2026, alamat aktif harian tembus 300.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Hal ini menjadi lonjakan besar dalam aktivitas.

Alamat Aktif Harian Launchpad Solana. Sumber: CryptoRank
Alamat Aktif Harian Launchpad Solana | Sumber: CryptoRank

Volume trading harian di launchpad ini hampir mencapai US$200 juta, sementara jumlah token baru yang diluncurkan sudah mencapai 44.000 token per hari.

Secara keseluruhan di ekosistem Solana, alamat aktif harian meningkat jadi 4,4 juta, naik 16% dibanding akhir tahun lalu. Ini menandakan kebangkitan kuat setelah periode yang sepi aktivitas.

Kenaikan alamat aktif biasanya berdampak langsung dan positif terhadap harga SOL. Semakin banyak partisipasi pengguna nyata, permintaan akan SOL makin tinggi karena dibutuhkan untuk membayar biaya transaksi.

Pertumbuhan Stablecoin Tambah Likuiditas ke Solana

Pendorong utama lain adalah pertumbuhan pesat stablecoin USD1 di jaringan Solana.

Berdasarkan DefiLlama, USD1 — stablecoin yang terhubung dengan World Liberty Financial — mengalami lonjakan besar pada Januari. Total kapitalisasi pasar menembus US$5 miliar, dengan lebih dari US$610 juta beredar di Solana saja.

Total Peredaran USD1. Sumber: DefiLlama
Total Peredaran USD1 | Sumber: DefiLlama

Pertumbuhan market cap USD1 di Solana per bulan jadi yang tertinggi dibanding chain lainnya, naik hampir 300%.

“USD1 milik World Liberty Financial telah menjadi aset ter-tokenisasi dengan pertumbuhan tercepat di Solana… Adopsi institusional dan insentif di platform seperti Binance telah mendorong pertumbuhannya,” komentar investor kripto Aman .

Mello, Solana Ecosystem Lead di World Liberty Financial, berjanji akan menjadikan USD1 stablecoin paling bermanfaat di Solana. Perkembangan ini membawa likuiditas nyata, meningkatkan volume perdagangan, mendorong aktivitas transaksi, dan bisa menopang harga SOL jangka panjang.

Narasi Privasi Kembali Dengan GhostSwap

Selain itu, peluncuran GhostSwap oleh GhostwareOS juga memperluas ekosistem Solana, dengan fokus kuat pada privasi.

Sementara itu, privasi tetap menjadi salah satu narasi paling menarik bagi investor pada 2026.

GhostSwap is now live.

A private cross-chain swap experience designed to let users move assets into Solana without exposing transaction metadata.

Built to extend privacy-preserving workflows for the Solana ecosystem.https://t.co/5MEy3yULAg pic.twitter.com/tmJdKYQJk4

— GhostWareOS (@GhostWareOS) January 29, 2026

GhostSwap adalah platform swap lintas chain yang privasi. Platform ini memungkinkan pengguna memindahkan aset ke Solana tanpa mengekspos metadata transaksinya.

Analis memperkirakan GHOST akan ikut reli bersama koin privasi lain. Beberapa proyeksi menyebut GHOST dapat mencapai kapitalisasi pasar US$100 juta dalam waktu dekat.

Dalam jangka pendek, permintaan untuk GHOST bisa mendukung SOL melalui pasangan trading seperti GHOST/SOL di decentralized exchange.

Dalam jangka panjang, GhostwareOS memposisikan diri sebagai “The Privacy Layer of Solana.” Ini memperkuat citra Solana sebagai blockchain yang lebih serbaguna, bukan cuma soal meme coin dan DeFi, melainkan juga pada infrastruktur yang berfokus pada privasi.

Faktor-faktor ini memang positif, namun mungkin belum langsung berdampak pada harga seperti sentimen pasar. Tapi dalam jangka panjang, semua ini bisa menjadi pendorong pertumbuhan yang kuat bagi investor yang mampu memanfaatkan posisi Solana yang makin strategis.

❌