Normal view

Received — 2 February 2026 BeInCrypto Indonesia

Likuidasi Masif Mengintai, Trader Crypto Wajib Pantau 3 Altcoin Pekan Ini

3 February 2026 at 12:54

Pasar kripto memasuki pekan pertama Februari dengan pertarungan yang semakin intens antara bull dan bear. Bear masih memegang keunggulan, namun bull mulai melihat peluang. Situasi ini membuat volatilitas harga menjadi semakin kompleks. Kerugian akibat likuidasi terus meningkat, baik untuk posisi Long maupun Short.

Mengapa altcoin seperti Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Tron (TRX) perlu trader pantau dengan cermat? Artikel berikut mengulas detailnya.

1. Solana (SOL)

Pada awal Februari, SOL sempat ambruk di bawah US$100 di tengah tekanan negatif pasar secara luas.

Peta heatmap likuidasi 7 hari mengungkap potensi likuidasi lebih banyak didominasi posisi Short. Para trader jangka pendek dengan leverage kelihatannya yakin SOL masih bisa drop lebih dalam.

Peta Likuidasi Exchange SOL. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange SOL | Sumber: Coinglass

Namun, harga di sekitar US$100 menempatkan SOL pada zona support terpenting dalam dua tahun terakhir. Menambah leverage dan modal untuk short di level support utama sering kali membawa risiko besar.

Analisis BeInCrypto baru-baru ini menyoroti lonjakan tajam alamat baru Solana sepanjang Januari. Setiap harinya tercipta lebih dari 10 juta alamat baru.

Selain itu, beberapa faktor baru juga dapat mendukung pemulihan. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan pengguna dari peluncuran meme coin, ekspansi stablecoin USD1, serta SOL yang mengikuti tren privasi lewat GhostSwap.

Tekanan jual akibat sentimen negatif pasar kini bertabrakan dengan katalis bullish Solana di kisaran US$100. Konflik ini bisa memicu pergerakan wick yang tajam. Baik trader Long maupun Short berpotensi mengalami kerugian likuidasi.

Data CoinGlass meramalkan jika SOL bangkit melewati US$113 pekan ini, likuidasi posisi Short dapat mencapai US$500 juta. Sementara sebaliknya, jika SOL anjlok ke US$86, kerugian likuidasi Long bisa lebih dari US$142 juta.

2. Hyperliquid (HYPE)

Hyperliquid (HYPE) termasuk salah satu altcoin yang masih mampu mempertahankan reli 50% sejak titik terendah 21 Januari. Sebagian besar altcoin lain justru mencatatkan harga terendah baru.

Peta likuidasi HYPE memperlihatkan situasi yang cukup seimbang antara Long dan Short. Di harga saat ini, sekitar US$31, jika naik ke US$35,5 bisa memicu likuidasi Short sekitar US$80 juta. Andaikata turun ke US$26, posisi Long senilai US$80 juta juga terancam terlikuidasi.

Peta Likuidasi Exchange HYPE. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange HYPE | Sumber: Coinglass

Kemampuan HYPE untuk naik bertolak belakang dari tren pasar secara umum sudah menjadi risko tersendiri. Laporan BeInCrypto juga menunjukkan arus modal keluar yang besar, sedangkan likuiditas di pasar masih belum cukup untuk menopang pemulihan.

Di sisi lain, HYPE juga memiliki katalisnya sendiri. Di antaranya, alokasi tim bulanan yang dipangkas 90%. Permintaan trading pair logam di Hyperliquid juga ikut menyokong harga token ini.

Bull dan bear saling menetralkan. Selama empat hari terakhir, HYPE membentuk pola candlestick spinning top secara beruntun. Pola seperti ini sering menandakan pergerakan harga besar sudah dekat, yang bisa meningkatkan risiko likuidasi.

3. TRX

Baru-baru ini, seorang wanita bernama Ten Ten (Zeng Ying), yang mengaku sebagai mantan kekasih Justin Sun, menuduhnya melakukan manipulasi pasar TRON (TRX) di masa awal. Ia menyatakan bahwa Sun diduga memerintahkan karyawan untuk mendaftarkan banyak akun Binance menggunakan identitas pribadi demi melakukan aksi trading terkoordinasi.

Perkembangan ini bisa menyebarkan sentimen negatif di kalangan holder TRX, terutama ketika terjadi gelombang aksi jual panik.

Trader jangka pendek bertaruh pada penurunan lebih lanjut. Peta heatmap likuidasi menunjukkan potensi likuidasi Short masih mendominasi. Nominalnya bisa hampir US$29 juta jika TRX pulih di atas US$0,31.

Peta Likuidasi Exchange TRX. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange TRX | Sumber: Coinglass

Namun, sinyal lain menunjukkan bahwa permintaan TRX juga semakin kuat. Tron Inc. (NASDAQ: TRON) baru-baru ini membeli tambahan 173.051 token TRX dengan harga rata-rata US$0,29. Total cadangan TRX milik perusahaan tersebut kini telah melampaui 679,2 juta TRX.

Jumlah alamat aktif mingguan di Tron juga terus meningkat secara stabil selama bertahun-tahun. Saat ini, jumlahnya mencapai 24,68 juta. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan TRX tetap terjaga bahkan selama penurunan pasar yang lebih luas.

Alamat Aktif Mingguan di Tron. Sumber: DefiLlama
Alamat Aktif Mingguan di Tron | Sumber: DefiLlama

Trader short mungkin bisa meraup untung jangka pendek saat sentimen negatif mendominasi. Namun tanpa rencana ambil untung yang jelas, keuntungan tersebut bisa cepat lenyap.

Masing-masing altcoin ini memiliki narasi sendiri. Tapi, seiring volatilitas pasar yang terus melebar, risiko likuidasi meningkat tajam bagi trader posisi Long maupun Short.

“Total likuidasi kripto secara resmi telah melampaui US$5 miliar dalam 4 hari terakhir, menandai gelombang likuidasi terbesar sejak 10 Oktober,” terang The Kobeissi Letter melaporkan.

Seiring kerugian likuidasi yang terus membesar, investor ritel bisa kehabisan modal untuk mempertahankan tekanan beli. Kondisi ini dapat mendorong pasar memasuki fase stagnan berkepanjangan.

Bagaimana pendapat Anda tentang risiko likuidasi yang membayangi Solana, Hyperliquid, dan TRX pada pekan pertama Februari ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Bisakah Pekerja Memiliki AI yang Menggantikan Mereka? Model Action Uji Model Kepemilikan Otomasi yang Radikal

2 February 2026 at 15:31

Perusahaan AI saat ini berlomba-lomba untuk mengotomasi segalanya, mulai dari menulis kode, membuat gambar, menjadwalkan iklan, merangkum rapat, dan banyak lagi. Tapi, seiring sistem ini makin berkembang, dampaknya terhadap tenaga kerja manusia semakin sulit diabaikan. Beberapa pakar kini memperingatkan bahwa generative AI bisa memicu gelombang besar penggantian pekerjaan yang akan terjadi lebih cepat dan lebih dalam dari yang telah dipersiapkan oleh sebagian besar ekonomi.

Bukannya melawan masa depan, sebuah platform asli kripto justru memilih pendekatan yang berbeda. Kalau otomatisasi memang tidak bisa dihindari, maka kepemilikan juga harus demikian.

Action Model hari ini meluncurkan ekstensi Chrome dengan sistem undangan khusus yang memungkinkan pengguna melatih sebuah sistem AI dengan cara membagikan aktivitas nyata di browser seperti klik, jalur navigasi, mengetik, dan alur tugas. Platform ini menyebutnya Large Action Model (LAM), yang mampu belajar melakukan pekerjaan digital, bukan sekadar menghasilkan konten. Sebagai imbalan kontribusi, peserta mendapatkan poin yang mungkin akan diubah menjadi token tata kelola US$LAM, bertujuan untuk mewakili hak partisipasi dalam perkembangan sistem ke depannya.

“Jika AI akan menggantikan kerja digital maka para pekerja seharusnya memiliki mesin yang menggantikan mereka,” ujar pendiri Action Model, Sina Yamani.

Melatih AI yang Melakukan Pekerjaan

Tidak seperti model chatbot yang hanya menghasilkan konten, LAM memang dirancang untuk mengoperasikan software secara langsung. Idenya sederhana: kalau manusia bisa melakukan tugas digital dengan mouse dan keyboard, agent AI yang terlatih juga seharusnya mampu melakukannya.

“Beberapa tahun terakhir ini kita melihat chatbot. Sekarang saatnya otomatisasi,” tutur Yamani. “Ada sekitar satu miliar orang bekerja menggunakan komputer. Kalau sebuah perusahaan mendapatkan alat yang dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama terus-menerus dengan biaya lebih murah, pasti mereka akan memakainya.”

Ekstensi Action Model mengumpulkan data perilaku yang telah disetujui pengguna untuk melatih AI. Tugas-tugas seperti mengelola penggajian, memasukkan data CRM, atau menjalankan operasi dasar dapat direkam sekali lalu diulang oleh model. Kontributor bisa mempublikasikan otomatisasi mereka ke marketplace publik, agar penggunaannya dapat dipantau dan mendapatkan imbalan sesuai skema insentif platform.

Kemunculan sistem AI agentic telah banyak didokumentasikan di berbagai industri, karena model-model ini makin berkembang dari sekadar menghasilkan konten menjadi menjalankan tugas secara mandiri. Sistem-sistem ini, seperti dijelaskan di artikel ini, mengumpulkan dan bertindak berdasarkan data pengguna asli, mempelajari cara menjelajahi lingkungan digital secara otonom.

Platform ini sudah menarik minat lebih dari 40.000 pengguna melalui daftar tunggu, sistem referal, dan komunitas mitra. Akses masih bersifat undangan demi menjaga kualitas kontributor sekaligus menghargai peserta awal.

Apa Bedanya dengan Alat Otomasi yang Sudah Ada?

Kebanyakan alat otomatisasi yang ada saat ini mengandalkan API atau integrasi yang kaku. Tapi, kebanyakan pekerjaan digital di dunia nyata berlangsung di sistem lawas, dashboard internal, dan alat yang memang tidak didesain untuk diotomatisasi.

“Zapier mengotomasi software. Kami mengotomasi pekerjaan,” ucap Yamani. “Hanya sekitar 2 persen internet yang bisa diakses melalui API. Sisanya 98 persen, masih butuh interaksi manusia.”

Dengan Action Model, pengguna tidak perlu menulis kode atau mengatur integrasi. Mereka cukup merekam bagaimana mereka menyelesaikan tugas. AI kemudian belajar dari alur nyata pengguna dan bisa mengulangi proses itu secara mandiri.

Hal ini membuat Action Model cukup fleksibel menangkap kasus khusus dan alur kerja yang tidak terdokumentasi, yang tidak bisa dijangkau oleh sistem tradisional.

Bagaimana dengan Privasi?

Semua pelatihan bersifat opsional dan pengguna yang memutuskan data apa yang akan dibagikan. Situs sensitif seperti email, layanan kesehatan, atau perbankan diblokir secara default. Pengguna dapat menjeda pelatihan, memblokir domain tertentu, atau menghapus kontribusi mereka sepenuhnya.

“Prinsip utama kami sederhana. Kami tidak butuh data Anda. Kami hanya butuh pola,” terang Yamani. “Data pelatihan diproses secara lokal dan dianonimkan sebelum digunakan untuk melatih model.”

Data yang dihapus akan benar-benar dihapus permanen dan tidak bisa dipulihkan, bahkan oleh pihak perusahaan. Semua kontribusi digabungkan dengan data pengguna lain menggunakan konsep k-anonymity, untuk mencegah identifikasi ulang individu. Sebuah dashboard memungkinkan kontributor memantau serta mengelola histori pelatihan dan imbalan kapan saja.

“Sementara perusahaan Big Tech mengumpulkan data seperti ini tanpa persetujuan nyata, kami transparan, dikontrol oleh pengguna, dan memberi imbalan pada orang-orang yang benar-benar melatih AI,” papar Yamani.

Jadi, Bisakah Bot Mengakali Sistem?

Untuk menghindari masalah yang menimpa sistem reward kripto sebelumnya, Action Model memakai analisis perilaku guna memastikan input dari pengguna asli. Sistem ini mencari adanya struktur, waktu, variasi, dan sinyal pengambilan keputusan — hal-hal yang sulit dipalsukan oleh bot atau click farm.

“Klik asal tidak ada gunanya,” jelas Yamani. “Alur kerja nyata itu melibatkan niat, jeda, koreksi, mengulang, dan pengambilan keputusan. Itu tidak bisa dipalsukan secara massal.”

Proyek lain yang mengganjar keterlibatan sosial atau postingan baru-baru ini dilarang di platform utama setelah terjadi lonjakan spam AI, balasan bot, dan interaksi palsu. Sebagai respons, akses API dicabut dan ekosistem token pun kolaps karena aktivitas berkualitas rendah.

ActionFi, mesin reward dari platform ini, memang dirancang untuk sepenuhnya menghindari jebakan seperti itu. Ia tidak membayar tweet atau klik. ActionFi hanya memberi imbalan pada alur kerja yang terverifikasi sebagai gambaran pekerjaan digital nyata dan terstruktur.

“Kami tidak membayar untuk kebisingan. Kami membayar untuk jalur kerja yang berguna,” tambah Yamani.

Siapa Sebenarnya yang Memiliki Sistem?

Saat ini, Action Model masih mengontrol ekstensi, logika pelatihan, dan sistem reward. Tapi, proyek ini telah berkomitmen untuk mengalihkan kepemilikan kepada para holder token US$LAM secara bertahap. Struktur DAO nantinya akan memungkinkan kontributor untuk mengatur keputusan platform, mekanisme insentif, dan peluncuran model.

“Sistem awal butuh koordinasi. Yang penting adalah apakah sistem itu terdesentralisasi sejak awal,” tegas Yamani.

Bila diterapkan seperti yang dijelaskan, kepemilikan akan memberi holder token pengaruh dalam mengambil keputusan infrastruktur yang berkaitan dengan data yang telah mereka bantu hasilkan.

Jika AI Pasti Terjadi, Apakah Kepemilikan Juga Bisa?

Generasi AI berikutnya kini tidak hanya dibangun di atas bahasa, tetapi juga tenaga kerja. Dari kerja kantoran hingga operasional, banyak tugas di balik layar kini bisa diambil alih oleh agent cerdas.

“Anda sudah sering dengar bahwa jutaan pekerjaan berbasis layar akan terotomatisasi. Hal itu bukan cerita puluhan tahun lagi — itu sedang terjadi sekarang,” ucap Yamani. “Jika data Anda membantu melatih AI, Anda seharusnya berhak atas apa yang tercipta.”

Apakah Action Model bisa berkembang, tetap transparan, dan membangun ekonomi yang berkelanjutan merupakan hal yang akan terus kami pantau dengan saksama dalam beberapa bulan ke depan. Tapi, taruhannya sudah sangat jelas. Pergulatan utama AI bukan hanya soal apa yang bisa dilakukan, tapi juga siapa yang mendapatkan manfaatnya. 

Seiring AI membentuk ulang dunia kerja, apakah masa depan akan dikuasai oleh platform, atau justru oleh semua orang? 

US$10 Triliun Hilang dari Aset Safe Haven, Pasar Mulai Harga Ulang Rezim Baru The Fed | Berita Kripto AS

2 February 2026 at 15:31

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting tentang perkembangan utama di dunia aset kripto untuk hari ini.

Silakan siapkan kopi karena pasar baru saja memberikan sinyal yang tidak mudah dijelaskan. Emas, perak, dan aset kripto semuanya bergerak ke arah yang tidak diharapkan secara bersamaan, membuat investor gelisah dan bertanya-tanya apa yang diam-diam berubah di balik layar.

Berita Kripto Hari Ini: Dump Bitcoin, Emas, dan Perak

Lebih dari US$10 triliun nilai pasar telah terhapus dari emas dan perak hanya dalam tiga hari, menandai salah satu episode kehancuran kekayaan paling besar dan paling cepat dalam sejarah logam modern.

Keambrukan mendadak ini mengguncang pasar global, sehingga menimbulkan pertanyaan mendesak soal likuiditas, kebijakan moneter, dan apakah aset “safe haven” tradisional mulai kehilangan peran defensifnya.

Harga emas spot jatuh di bawah US$4.500 per ons, turun hampir US$1.000 dalam tiga hari perdagangan. Sementara itu, harga perak turun di bawah US$72, memperpanjang penurunan hingga mendekati 40% dari harga tertinggi terakhir.

BREAKING: Gold falls below $4,500/oz and Silver falls below $72/oz as selling pressure builds.

Gold and silver have now erased over $10 TRILLION of market cap in 3 days. pic.twitter.com/H1BiB8Ana5

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) February 2, 2026

Dalam nilai kapitalisasi pasar, emas sendiri memangkas sekitar US$7,4 triliun, sementara perak kehilangan tambahan US$2,7 triliun, sehingga total kerugian ini justru lebih besar daripada seluruh pasar aset kripto. Pada waktu publikasi, harga emas berada di kisaran US$4.702, sedangkan perak diperdagangkan di harga US$81,59.

Performa Harga Emas dan Perak
Performa Harga Emas dan Perak | Sumber: TradingView

Hal yang membuat pergerakan ini terasa makin mengkhawatirkan adalah karena tidak ada pemicu yang jelas. Tidak ada guncangan geopolitik besar, sinyal resesi, maupun kejutan inflasi. Sebagai gantinya, pasar nampaknya menyesuaikan harga ulang untuk masa depan yang dipicu oleh pengetatan neraca The Fed secara agresif.

“Pasar sedang bereaksi terhadap pesan Ketua The Fed berikutnya Kevin Warsh: ‘The Fed harus memangkas neracanya,’tulis Coin Bureau, seraya menyoroti bahwa Warsh berpendapat neraca The Fed yang sekitar US$7 triliun “terlalu besar triliunan dari yang diperlukan.”

Argumennya, semakin kecil neraca, maka semakin sedikit likuiditas yang menopang saham, aset kripto, serta logam mulia.

Panik Menyebar saat Aset Kripto Ikut dalam Breakdown “Safe Haven”

Dampaknya ternyata tidak hanya menimpa logam mulia. Pasar aset kripto telah kehilangan lebih dari US$430 miliar nilai pasar hanya dalam empat hari terakhir.

Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa pelepasan aset berbasis likuiditas menjalar ke berbagai kelas aset lain. Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penurunan tajam, sedangkan sentimen pasar aset kripto secara luas juga memburuk cukup cepat.

Performa Harga Bitcoin dan Ethereum
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView

“Emas turun 20% dari puncaknya, dan telah menghapus US$7,4 triliun nilai kapitalisasi pasar atau 5 kali lipat kapitalisasi Bitcoin. Perak jatuh hampir 40% sehingga kehilangan US$2,7 triliun, jumlah yang setara dengan seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Aset safe haven kini bergerak seperti meme coin kripto,” ungkap analis Bull Theory.

Psikologi investor juga terlihat mulai retak, karena ada laporan bahwa jumlah investor yang terguncang dalam siklus kali ini lebih banyak dibandingkan saat kejatuhan aset kripto pada 2022.

“Beberapa investor pindah ke emas karena mereka masih ingin bertahan di jalur uang keras,” tulis Natalie Brunell, sembari mengingatkan agar tidak membingungkan pergerakan harga karena ketakutan dengan hilangnya alasan jangka panjang bagi Bitcoin.

Di sisi lain, beberapa ahli strategi tetap optimistis terhadap emas dalam jangka panjang, dengan Deutsche Bank dikabarkan masih mempertahankan proyeksi harga emas di US$6.000 walau harga sedang melemah.

JUST IN: Deutsche Bank sticks with gold forecast at $6,000 amid slump. pic.twitter.com/0GhPYkWbiL

— Whale Insider (@WhaleInsider) February 2, 2026

Kondisi ini memperjelas perbedaan antara tekanan likuidasi jangka pendek dan narasi lindung nilai moneter jangka panjang.

Beberapa lainnya melihat kemiripan sejarah, dengan analis Zev membandingkan pola reli dan koreksi emas saat ini dengan puncak tahun 1980. Berdasarkan itu, dia memperingatkan bahwa risiko terbesar mungkin bukan kejatuhan total, melainkan masa stagnasi panjang setelah kenaikan parabolik.

“Safe haven ≠ beli di harga berapa saja,” ingat dia.

Sementara itu, dalam wawancara terbaru, Tom Lee dari Fundstrat menilai kinerja buruk aset kripto dibandingkan emas akhir-akhir ini disebabkan peristiwa deleveraging besar-besaran Oktober lalu yang merusak struktur pasar aset kripto.

Sambil menegaskan kembali tesis “emas digital” untuk Bitcoin, Lee memperingatkan bahwa jalur adopsi akan tetap volatil, dengan tahun 2026 yang nampaknya menjadi ujian utama.

Chart of the Day

Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin
Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin | Sumber: Top Assets by Market Capitalization

Byte-Sized Alpha

Berikut ringkasan berita aset kripto di Amerika Serikat yang bisa Anda cermati hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 30 JanuariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$149,71US$139,47 (-6,84%)
Coinbase (COIN)US$194,74US$187,89 (-3,52%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,26US$27,03 (-4,35%)
MARA Holdings (MARA)US$9,50US$9,04 (-4,84%)
Riot Platforms (RIOT)US$15,47US$14,79 (-4,40%)
Core Scientific (CORZ)US$17,99US$17,92 (-0,39%)
Lomba pembukaan pasar saham kripto: Google Finance

Mengapa Diskon Harga ADA 45% dan Harapan Reversal Tidak Bisa Menyatukan Para Crypto Whale Cardano

2 February 2026 at 15:00

Harga Cardano sedang diperdagangkan dengan diskon besar. Sejak awal Desember, harga telah turun hampir 45% dan baru-baru ini menyentuh US$0,26 sebelum memantul ke sekitar US$0,28. Di atas kertas, area ini nampak seperti zona beli yang kuat.

Chart juga menunjukkan sinyal pembalikan awal. Trader ritel mulai kembali melakukan akumulasi. Namun, para holder besar yang dikenal sebagai whale masih bersikap hati-hati. Walau harga diskon dan indikator mulai membaik, pembelian belum meyakinkan. Ada tiga poin data yang menjelaskan alasannya.


Bullish Divergence di Dalam Channel Turun Masih Gagal Satukan Whale

Dari sisi teknikal, chart Cardano terlihat campuran.

Sejak November, ADA terus bergerak di dalam channel menurun, di mana harga membentuk lower high dan lower low di antara dua garis paralel. Pola ini menggambarkan tren turun yang terkontrol, bukan aksi jual panik, sebab channel masih terjaga. Namun, risiko penurunan tetap ada.

Pada saat bersamaan, momentum mulai membaik.

Antara 21 November sampai 31 Januari, ADA membentuk lower low. Pada periode yang sama, Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur momentum dalam skala 0–100. Jika harga turun, namun RSI naik, ini mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah. Fenomena ini dikenal dengan bullish divergence dan biasanya muncul mendekati awal pembalikan tren.

Chart ADA Campuran
Chart ADA Campuran: TradingView

Mau dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski muncul tanda-tanda pembalikan, whale belum menunjukkan respons yang kompak.

Data on-chain memperlihatkan tiga kelompok wallet utama punya pola perilaku berbeda:

  • Wallet yang memegang lebih dari 1 miliar ADA menambah kepemilikan sedikit setelah 28 Januari, namun tidak menambah saat harga turun di akhir Januari.
  • Wallet dengan 100 juta sampai 1 miliar ADA justru mengurangi kepemilikan dari sekitar 2,58 miliar menjadi 2,47 miliar ADA.
  • Wallet berisi 10 juta sampai 100 juta ADA meningkatkan kepemilikan dari sekitar 13,37 miliar ke 13,50 miliar ADA.
ADA Whale Bergerak
ADA Whale Bergerak: Santiment

Saat whale benar-benar yakin akan ada rebound, kelompok besar tadi biasanya kompak melakukan akumulasi. Kali ini hal itu belum terjadi. Kekuatan beli bersih hanya sekitar 20 juta ADA. Penyebabnya adalah risiko.

Selama ADA bertahan di dekat batas bawah channel menurun, kemungkinan breakdown masih ada. Jika terjadi break yang terkonfirmasi, harga bisa terjun lagi sekitar 29% seperti dibahas nanti saat membahas harga. Risiko struktur inilah yang membuat investor besar tetap bertahan defensif meskipun bullish divergence muncul.


Dominasi Sosial Lemah dan Pembelian Ritel yang Hati-Hati Batasi Momentum

Penghalang kedua adalah sentimen.

Dominasi sosial mengukur seberapa banyak perhatian yang diterima sebuah koin jika dibandingkan dengan seluruh pasar aset kripto. Indikator ini memantau porsi diskusi daring yang terfokus pada aset tersebut. Jika dominasinya naik, biasanya muncul spekulasi dan arus masuk baru.

Pada Cardano, dominasi sosial mencapai puncak sekitar 1,08% di bulan November 2025 ketika harga ADA sempat menyentuh US$0,59. Sejak itu nilainya turun konsisten. Sekarang dominasi sosial ADA ada di sekitar 0,047%, mendekati titik terendah beberapa bulan terakhir.

Secara historis, hal ini cukup berpengaruh.

  • Pada awal Desember, lonjakan dominasi sosial mendahului reli sebesar 12%.
  • Pada akhir Desember, puncak dominasi ini juga diikuti kenaikan harga 16%.
Dominasi Sosial Turun
Dominasi Sosial Turun: Santiment

Saat minat sosial naik, harga kerap mengekor. Tapi kini, atensi publik mulai surut. Tanpa dorongan narasi, whale tidak punya alasan besar menambah posisi. Perilaku ritel memang sedikit lebih positif, namun tetap berhati-hati.

Sejak 22 Januari, ADA mencatat arus keluar (outflow) harian dari exchange. Arus keluar artinya koin meninggalkan exchange, umumnya untuk disimpan, bukan dijual. Ini menandakan adanya tekanan beli.

Puncak pembelian bersih harian mencapai sekitar US$14,9 juta pada 31 Januari, kemudian turun ke sekitar US$2,8 juta. Tidak ada hari dengan aksi jual besar sejak akhir Januari.

Arus Bersih di Exchange
Arus Bersih: Coinglass

Ini menunjukkan investor ritel perlahan-lahan melakukan akumulasi saat harga turun. Tapi, laju akumulasinya masih lambat. Tanpa adanya perhatian sosial yang meningkat, permintaan ritel saja tidak bisa mendorong tren yang kuat.


Smart Money Lemah dan Level Harga Kunci Cardano Membuat Crypto Whale Tetap Bertahan

Peringatan terakhir datang dari “smart money” dan struktur harga.

Smart Money Index melacak bagaimana trader berpengalaman menempatkan posisi selama jam pasar yang berbeda. Indeks ini bertujuan mencerminkan perilaku yang didasari pengetahuan, bukan karena emosi.

Belakangan ini, indeks ini turun di bawah garis sinyalnya dan terus melemah. Pada reli sebelumnya, sekitar awal Januari, indeks ini biasanya naik lebih dulu sebelum harga bergerak naik. Lemahnya indeks saat ini menandakan para trader profesional belum bersiap untuk rebound. Hal ini juga menegaskan sikap hati-hati para whale.

Dari sisi teknikal, beberapa level penting sekarang menjadi penentu prospek bulan Februari.

Jika harga naik, ADA harus terlebih dahulu merebut kembali level US$0,319. Ini akan menandakan rasa percaya diri yang mulai membaik. Gerakan di atas US$0,376 bahkan lebih penting. Itu akan menembus channel turun dan mengubah struktur menjadi netral dari bearish. Dengan begitu, pembelian terkoordinasi dari whale bisa terjadi.

Jika harga turun, US$0,268 tetap menjadi level krusial. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah level ini, maka akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka peluang penurunan menuju US$0,188, yang berarti target penurunan sebesar 29% dari titik breakdown.

Analisis Harga Cardano
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView

Selama harga tetap berada di kisaran US$0,268 sampai US$0,319, ketidakpastian masih mendominasi. Perbedaan (divergence) bullish menunjukkan tekanan jual mulai berkurang. tapi, momentum sosial yang lemah, perilaku whale yang terpecah, dan tidak adanya dukungan dari smart money, membuat keyakinan pasar tetap rendah. Sebelum sentimen membaik dan resistance utama berhasil ditembus, peluang rebound Cardano masih sebatas kemungkinan, belum jadi kenyataan.

Menakar Titik Bottom Bitcoin, Akankah BTC Crash ke US$63.000? 3 Metrik Beri Jawaban

2 February 2026 at 14:59

Harga Bitcoin (BTC) mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Tepatnya, terjadi crash lebih dari 11% sejak puncaknya di akhir Januari. Kendati harga telah menyentuh target teknikal utama, data on-chain dan derivatif menunjukkan bahwa pasar kemungkinan belum selesai terkoreksi.

Dengan pembeli yang masih berhati-hati serta crypto whale yang mulai mengurangi eksposur, pertanyaannya kini sederhana: apakah ini benar-benar titik terendah (bottom), atau sekadar persinggahan sebelum drop lanjutan?


Bitcoin Capai Target Breakdown setelah Pola Gagal

Penurunan Bitcoin baru-baru ini mengikuti roadmap teknikal yang jelas.

Pada akhir Januari, harga Bitcoin menembus formasi head-and-shoulders ke bawah, mengonfirmasi pembalikan tren bearish. Breakdown pada 29 Januari memproyeksikan target koreksi dekat US$75.130. Pada awal Februari, Bitcoin telah menyentuh zona ini, sehingga pola teknikal terkonfirmasi nyaris sempurna.

Target Breakdown Bitcoin
Target Breakdown Bitcoin | Sumber: TradingView

Sejak 31 Januari, Bitcoin sudah terkoreksi hampir 11%, turun dari level tertinggi lokal ke kisaran US$75.000. Pergerakan ini memicu likuidasi masif dan menyeret pasar kripto secara keseluruhan turun.

Biasanya pencapaian target breakdown akan membawa sedikit kelegaan sementara. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa harga akan benar-benar berada di titik bottom. Apakah level ini akan bertahan atau tidak, sangat tergantung pada bagaimana respons pembeli setelah kerusakan teknikal terjadi.

Sampai saat ini, respons tersebut masih lemah.


Pembeli Spot Masih Absen di Area Support Krusial

Salah satu sinyal peringatan terbesar yakni tidak adanya akumulasi kokoh di sekitar level US$75.000.

Arus keluar dari exchange, yang menunjukkan seberapa banyak Bitcoin berpindah dari platform trading ke penyimpanan jangka panjang, turun drastis. Sekitar 31 Januari, jumlah arus keluar mencapai sekitar 42.400 BTC. Setelah koreksi harga, arus keluarnya hanya sekitar 14.100 BTC, turun hampir 67%.

Aksi Beli yang Redup
Aksi Beli yang Redup | Sumber: Santiment

Tandanya, investor belum terburu-buru membeli saat harga turun (buy the dip). Inilah metrik peringatan pertama.

Perilaku whale juga turut menambah kekhawatiran sebagai metrik peringatan kedua. Wallet yang menampung antara 10.000 hingga 100.000 BTC mulai memangkas saldo sejak 1 Februari. Kepemilikan kolektif mereka anjlok dari sekitar 2,21 juta BTC menjadi 2,20 juta BTC. Artinya, sekitar 10.000 BTC dijual, atau setara sekitar US$750 juta dengan harga saat ini.

Whale Beraksi
Whale Beraksi | Sumber: Santiment

Sementara itu, NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) holder jangka pendek, yang mengukur apakah pembeli baru-baru ini sedang cuan atau rugi, juga turut memperlihatkan peringatan sebagai metrik ketiga. Saat ini, NUPL bertengger di kisaran -0,23, menempatkan trader di zona kapitulasi. Akan tetapi, saat koreksi di November lalu, NUPL sempat ambruk hingga sekitar -0,27 sebelum rebound monumental bermula. Ini menunjukkan ada kepanikan, tapi belum ekstrem, memberi sinyal bahwa dasar harga bisa saja tertunda.

STH NUPL
STH NUPL | Sumber: Glassnode

Kombinasi arus keluar yang kian surut, aksi jual whale, serta kapitulasi yang belum tuntas menjadi sinyal kuat bahwa keyakinan pasar masih lemah.


Pasar Derivatif Didominasi Posisi Short, Bukan Permintaan Sehat

Karena pembeli spot tetap berhati-hati, pasar derivatif saat ini menjadi sumber utama potensi reli harga.

Data likuidasi dari Binance menunjukkan akumulasi posisi short leverage sekitar US$1,91 miliar, sementara posisi long hanya tersisa sekitar US$168 juta. Ini menciptakan ketidakseimbangan besar yang menguntungkan taruhan bearish.

Ketika posisi short terlalu ramai, reli kecil saja bisa memicu aksi beli paksa. Seumpama harga Bitcoin naik, trader short akan terpaksa menutup posisi sehingga bisa memicu reli tajam. Inilah potensi terjadinya short squeeze.

Peta likuidasi BTC
Peta Likuidasi BTC: Coinglass

Namun, kondisi ini berbeda dengan permintaan yang sehat. Reli yang hanya terjadi karena likuidasi biasanya cepat hilang bila tidak didukung oleh akumulasi nyata. Tanpa adanya pembelian spot yang kuat dan partisipasi whale, reli harga kemungkinan hanya bersifat sementara. Ini karena setelah short squeeze mendorong harga naik, lebih banyak posisi long bisa terbuka sehingga risiko turun masih tetap ada.

Saat ini, derivatif hanya menawarkan volatilitas, bukan stabilitas. Yang benar-benar dibutuhkan oleh harga BTC adalah permintaan spot, namun hal itu masih belum ada sekarang.


Level Harga Kunci Bitcoin Tunjukkan US$69.000 dan Zona Risiko Lebih Rendah

Jika Bitcoin gagal bertahan pada support saat ini, model on-chain dan teknikal menyoroti target koreksi yang jelas.

Distribusi Harga Realisasi UTXO (UTXO Realized Price Distribution/URPD) menunjukkan di mana pasokan Bitcoin saat ini terakhir kali dibeli. Klaster seperti ini sering jadi area support saat harga turun.

Klaster URPD terkuat dalam waktu dekat berada di sekitar US$66.890, di mana sekitar 0,95% pasokan terkonsentrasi.

Level Support Utama
Level Support Utama: Glassnode

Di bawahnya, klaster utama lain muncul di sekitar US$63.111 yang menampung sekitar 1,14% pasokan. Zona tersebut kemungkinan menarik pembeli jika harga terus merosot. Itulah support on-chain terkuat BTC dalam waktu dekat.

Klaster BTC Utama
Klaster BTC Utama: Glassnode

Dari sudut pandang teknikal, breakdown di bawah US$75.630–US$75.130 akan membuka jalan ke US$69.500. Jika level tersebut juga runtuh, Bitcoin bakal menguji area US$66.000–US$63.000, yaitu zona klaster penting. Bila crash yang lebih dalam terjadi, support di sekitar US$61.840 menjadi relevan. Karena itulah, US$69.500 jadi area keputusan utama apabila $BTC kehilangan US$75.130.

Analisis Harga Bitcoin
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Di sisi atas, percobaan pemulihan akan menghadapi resistance di dekat US$79.890 dan US$84.140. Pergerakan yang berkelanjutan di atas US$84.140 diperlukan agar struktur bullish pulih lagi. Sebelum itu terjadi, risiko turunmasih mendominasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang sinyal on-chain dan analisis teknikal yang menilai zona US$63.000 sebagai area risiko utama bagi harga Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Kapan Bitcoin Koreksi ke US$50.000? Ini Prediksi ChatGPT!

By: Bey
2 February 2026 at 13:57

Peringatan untuk Bitcoin! Setelah jatuh di bawah US$80.000 , ChatGPT-5 menetapkan tanggal yang menentukan untuk kehancuran di US$50.000, dan sinyal teknis sudah selaras dengan berbahaya.

Bitcoin Mencapai Harga US$50.000 Adalah Hal yang Sangat Mungkin.

Sejak penurunan terbarunya ke bawah US$80.000, harga BTC tampaknya telah memasuki fase konsolidasi. Untuk saat ini. Menurut ChatGPT-5, kembalinya ke $50.000 tidak hanya masuk akal, tetapi juga sangat konsisten dengan sejarah aset digital paling terkenal ini.

Menurut perkiraannya, potensi penurunan 39% tersebut masih dalam batas normal siklus kenaikan Bitcoin, yang sering kali diwarnai oleh koreksi sebesar 30 hingga 80%.

Berdasarkan data volatilitas historis, ChatGPT-5 memperkirakan probabilitas ambang batas US$50.000 tercapai setidaknya sekali dalam 12 bulan ke depan sebesar 45-55%, dan hingga 65% dalam 18 bulan.

Skenario yang paling mungkin? Tekanan penurunan bertahap antara kuartal kedua dan ketiga tahun 2026, dengan puncak volatilitas antara musim semi dan musim panas.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

Beberapa katalis dapat memicu koreksi ini. Di bidang makroekonomi, kenaikan imbal hasil riil, penguatan dolar, atau kekecewaan terkait kebijakan suku bunga dapat melemahkan pasar . Di sisi kripto, arus keluar dari ETF Bitcoin, pengurangan leverage spekulatif, atau penjualan besar-besaran oleh penambang yang berada di bawah tekanan dapat memperkuat pergerakan tersebut . Keseimbangan yang rapuh di pasar stablecoin juga akan memainkan peran kunci dalam kontraksi likuiditas.

Terkait pergerakan harga, ChatGPT-5 mengidentifikasi beberapa level kunci yang perlu dipantau: US$75.000, US$70.000, dan kemudian US$64.000. Penutupan mingguan di bawah US$70.000 akan secara signifikan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut menuju US$62.000, atau bahkan penurunan tajam menuju US$50.000. Sebaliknya, reli berkelanjutan di atas US$88.000 yang disertai dengan tekanan beli yang kuat akan sangat mengurangi kemungkinan ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang ramalan ChatGPT soal penurunan Bitcoin ke $50.000 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Meme Coin yang Perlu Dipantau di Pekan Pertama Februari 2026

2 February 2026 at 13:22

Meme coin memulai Februari dengan semangat baru seiring kembali naiknya minat spekulatif di pasar. Peluncuran token-token baru, pertumbuhan komunitas yang pesat, dan pergerakan harga yang agresif mengangkat beberapa token ke sorotan.

BeInCrypto telah menganalisis tiga meme coin ini, yang patut diperhatikan investor selama pekan pertama Februari.

Buttcoin (BUTTCOIN)

BUTTCOIN muncul sebagai salah satu meme coin top gainer pekan ini, menarik minat spekulatif yang besar. Token baru ini sudah memiliki lebih dari 10.000 holder. Pada waktu publikasi, BUTTCOIN diperdagangkan di kisaran US$0,0213 yang menandakan adopsi cepat dan permintaan jangka pendek yang tinggi.

Meme coin ini melonjak sebesar 259% dalam tujuh hari terakhir, mencetak all-time high baru di US$0,0292. Karena harga masih berada di fase price discovery, BUTTCOIN menghadapi resistance teknikal yang minim. Struktur ini mendukung potensi kenaikan lanjutan, sebab trader yang mengejar momentum sering mendorong harga lebih tinggi saat fase ekspansi awal.

Analisis Harga BUTTCOIN
Analisis Harga BUTTCOIN | Sumber: TradingView

Risiko penurunan terutama berasal dari aksi ambil untung. Investor awal mungkin memilih mengunci cuan setelah reli tajam. Jika tekanan jual meningkat, BUTTCOIN bisa turun di bawah support US$0,0187. Koreksi lebih dalam menuju US$0,0125 akan menginvalidasi skenario bullish dan menandakan momentum sudah menurun.

The White Whale (WHITEWHALE)

WHITEWHALE menjadi salah satu meme coin small-cap terdepan, naik 114% selama sepekan terakhir meskipun sempat terseret kontroversi. Token ini sedang konsolidasi usai lonjakan, diperdagangkan dalam rentang US$0,099 hingga US$0,070. Pergerakan mendatar ini menandakan momentum mulai tenang setelah arus masuk spekulasi yang agresif.

Fase konsolidasi ini bisa artinya reset, bukan kehabisan tenaga. Money Flow Index masih tinggi, menunjukkan tekanan beli yang kuat. Jika permintaan berlanjut, WHITEWHALE berpotensi breakout di atas US$0,099.

Breakout yang terkonfirmasi akan membuka peluang ke level US$0,123 dan mungkin lebih tinggi lagi.

Analisis Harga WHITEWHALE
Analisis Harga WHITEWHALE | Sumber: TradingView

Risiko penurunan masih ada jika sentimen berubah. Jika tekanan beli menghilang dan penjualan meningkat, WHITEWHALE bisa kehilangan support US$0,070. Breakdown bisa menargetkan level bawah di sekitar US$0,048 atau bahkan US$0,038. Pergerakan seperti ini akan menginvalidasi skenario bullish dan memperpanjang koreksi.

EGL1 (EGL1)

EGL1 tetap berada di tren naik stabil selama tiga minggu terakhir, diperdagangkan di sekitar US$0,044 pada waktu publikasi. Meme coin ini didukung oleh lebih dari 55.000 holder. Bertambahnya jumlah holder menjaga permintaan tetap kuat dan memperkuat momentum naik EGL1.

Indikator tren masih mendukung potensi kenaikan lanjutan. Parabolic SAR tetap berada di bawah harga, mengonfirmasi tren naik yang sedang terjadi. Sinyal ini menunjukkan momentum bullish masih punya ruang untuk bergerak. Jika tekanan beli bertahan, EGL1 bisa memperpanjang kenaikan dan mencoba menembus level US$0,053 dalam waktu dekat.

Analisis Harga EGL1
Analisis Harga EGL1 | Sumber: TradingView

Walau struktur masih bullish, tetap dibutuhkan kehati-hatian. Saat ini pola ascending wedge tengah terbentuk di chart, sebuah pola yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan arah. Jika EGL1 turun di bawah support US$0,038, tekanan jual kemungkinan meningkat. Penurunan ke arah US$0,030 akan mengonfirmasi terjadinya breakdown bearish dan membatalkan skenario bullish.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 meme coin potensial diatas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin yang Perlu Dipantau di Pekan Pertama Februari 2026

2 February 2026 at 13:00

Altcoin mulai Februari dengan sinyal yang beragam, karena beberapa token tertentu menunjukkan kekuatan meski pasar secara umum masih tidak pasti. Update jaringan utama, posisi pasar yang unik, dan momentum teknikal yang kuat membentuk peluang jangka pendek saat ini.

BeInCrypto sudah menganalisis tiga altcoin yang layak untuk diperhatikan pada pekan pertama Februari.

Zilliqa (ZIL)

Zilliqa menjadi token yang perlu dipantau karena jaringannya akan menjalani upgrade besar pekan ini. Upgrade Cancun akan aktif di mainnet melalui hard fork. Update ini bertujuan meningkatkan kecepatan komunikasi dan menghadirkan kontrol yang lebih detail, sehingga bisa meningkatkan minat investor dan permintaan jangka pendek.

Harga ZIL bisa mendapat dorongan jika upgrade ini memicu lonjakan permintaan. Altcoin ini sedang diperdagangkan dalam channel menurun. Koreksi ke atas dari US$0,0039 bisa saja terjadi. Breakout yang terkonfirmasi butuh pergerakan naik harga yang menjadikan US$0,0045 sebagai support serta peningkatan volume trading secara tajam.

Analisis Harga ZIL.
Analisis Harga ZIL | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada jika kondisi pasar meluas memburuk. Jika tekanan bearish bertahan, ZIL bisa jatuh keluar dari pola channel. Jika harga turun melewati US$0,0036, maka analisis bullish akan dianggap invalid. Gerakan seperti ini kemungkinan akan memperpanjang kerugian dan memperlambat potensi pemulihan.

Hyperliquid (HYPE)

HYPE muncul sebagai satu-satunya token DEX dengan performa positif dalam tujuh hari terakhir, naik 34%. Altcoin ini diperdagangkan di kisaran US$30,01 pada waktu publikasi. Harga tetap sedikit di bawah resistance US$30,84, menandakan kekuatan berlanjut walau pasar secara umum sedang lemah.

Pemicu utama adalah hubungan terbalik HYPE dengan Bitcoin. Token ini menunjukkan korelasi -0,49 dengan BTC, sehingga mengurangi risiko dari penurunan yang dipimpin oleh Bitcoin. Pemisahan ini mendukung momentum mandiri. Jika permintaan bertahan, HYPE berpotensi kembali ke US$34,31 dan memperpanjang tren pemulihan.

Analisis Harga HYPE.
Analisis Harga HYPE | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada jika investor memutuskan untuk melakukan profit-taking. Penurunan di bawah US$26,82 akan melemahkan struktur pasar. Situasi ini juga akan mendorong HYPE jatuh ke bawah EMA 50-hari. Breakdown semacam ini bisa menginvalidasi analisis bullish dan membuka peluang penurunan ke kisaran US$23,69.

Canton (CC)

CC tetap menjadi salah satu altcoin terkuat di pasar kripto, didukung tren naik yang berkelanjutan. Altcoin ini sudah reli stabil selama dua minggu, bahkan menambah hampir 30% dalam tujuh hari terakhir. Momentum ini mencerminkan permintaan yang konsisten dan menempatkan CC sebagai pilihan relatif aman di tengah volatilitas pasar.

Dalam periode ini, CC mencatat rekor tertinggi sepanjang masa ketiga di harga US$0,195. Token ini sedang diperdagangkan di sekitar US$0,184 pada waktu publikasi. Chaikin Money Flow masih berada di atas garis nol, menandakan arus masuk dominan. Situasi ini membuka peluang untuk menembus ATH menuju US$0,215.

Analisis Harga CC.
Analisis Harga CC | Sumber: TradingView

Risiko penurunan hanya muncul jika sentimen investor berubah menjadi profit-taking. Jika support US$0,176 ditembus, maka struktur akan melemah. Pergerakan ini dapat menyeret CC ke kisaran US$0,155 atau bahkan US$0,142. Jika jatuh di bawah level ini, analisis bullish jadi tidak berlaku dan menandakan tren mulai kehabisan tenaga.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi kenaikan harga altcoin ini di minggu pertama Februari 2026? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Lunasi Utang Aave, Whale Ethereum Dump US$371 Juta ETH dalam 48 Jam

2 February 2026 at 12:26

Dua crypto whale Ethereum besar menjual ETH senilai total US$371 juta dalam waktu 48 jam untuk melunasi utang yang masih ada di Aave, yaitu protokol pinjaman decentralized terbesar.

Langkah ini terjadi ketika Aave memproses lebih dari US$140 juta dalam likuidasi otomatis di beberapa jaringan, dan hal tersebut menandakan kehati-hatian yang meningkat bahkan di antara pelaku pasar paling bermodal besar.

BitcoinOG Jual ETH US$292 Juta dan Bayar Utang US$92,5 Juta

Whale yang dikenal sebagai BitcoinOG (1011short), salah satu entitas on-chain yang paling banyak dipantau, menyetorkan 121.185 ETH senilai US$292 juta ke Binance selama dua hari. Dari hasil tersebut, entitas ini menarik US$92,5 juta dalam stablecoin dan menggunakannya untuk membayar utang di Aave.

Meski melakukan aksi jual masif, BitcoinOG tetap menjadi salah satu holder individu terbesar di dunia aset kripto. Wallet ini masih menyimpan 30.661 BTC, yang nilainya sekitar US$2,36 miliar. Juga, 783.514 ETH, setara kurang lebih US$1,78 miliar, secara on-chain, berdasarkan data Arkham Intelligence seperti dikutip Lookonchain.

Perlu dicatat bahwa hanya sekitar sepertiga dari ETH yang disetorkan ke Binance yang benar-benar digunakan untuk melunasi pinjaman. Adapun sisanya US$200 juta lagi kemungkinan digunakan untuk tujuan lain. Termasuk untuk reposisi, lindung nilai, atau menambah cadangan kas, meski belum ada detail tambahan on-chain yang terkonfirmasi.

BitcoinOG ini mulai dikenal publik setelah berhasil meraih untung dari posisi short BTC yang tepat waktu sebelum crash pada Oktober 2025. Di akhir Januari, entitas ini memindahkan 148.000 ETH ke Aave dan meminjam US$240 juta dalam stablecoin untuk memasang posisi long leverage. Langkah deleverage saat ini lebih mirip strategi mengurangi eksposur ketimbang likuidasi paksa.

Trend Research Jual ETH US$79 Juta, Lunasi Hampir Seluruh Utang

Perusahaan investasi asal Hong Kong, Trend Research, melakukan operasi yang serupa namun lebih terfokus. Dalam waktu 20 jam, perusahaan ini menyetorkan 33.589 ETH US$79 juta ke Binance. Kemudian, menarik 77,5 juta USDT untuk melunasi utang di Aave. Hampir seluruh jumlah yang dijual langsung digunakan untuk pembayaran utang.

Saat ini, Trend Research masih memegang 618.045 ETH yang nilainya sekitar US$1,4 miliar. Perusahaan ini, yang merupakan afiliasi dari LD Capital, sebelumnya menjadi salah satu akumulator ETH paling agresif dalam beberapa bulan terakhir. Mereka bahkan pernah meminjam hingga US$958 juta dalam stablecoin dari Aave untuk membeli dengan rata-rata harga masuk sekitar US$3.265 per ETH.

Pendiri Jack Yi pernah menyampaikan secara publik bahwa perusahaan ini bersiap untuk kuartal pertama 2026 yang bullish secara struktural. Namun, keputusan untuk mulai melunasi utang mengindikasikan sikap yang kini lebih berhati-hati, meskipun Trend Research masih memiliki posisi ETH yang sangat besar.

Dua Crypto Whale, Dua Pendekatan

Kedua whale ini mengonversi ETH ke stablecoin lewat Binance sebelum membayar utang di Aave, namun detailnya menunjukkan strategi yang berbeda.

BitcoinOG (1011short)Trend Research
ETH Terjual121.185 ETH (US$292Jt)33.589 ETH (US$79Jt)
Utang DilunasiUS$92,5Jt stablecoin77,5Jt USDT
Rasio Pelunasan Utang~31,7% dari hasil penjualan~98,1% dari hasil penjualan
Rentang Waktu2 hari20 jam
Sisa ETH783.514 ETH (US$1,78M)618.045 ETH (US$1,4M)
Kepemilikan Lain30.661 BTC (US$2,36M)

Rasio pelunasan utang yang lebih kecil dari BitcoinOG menunjukkan bahwa entitas ini sedang melakukan rebalancing di beberapa aspek, tidak hanya mengurangi eksposur di Aave. Sementara itu, Trend Research hampir seluruhnya menggunakan hasil penjualan untuk melunasi utang — strategi deleverage yang lebih terfokus.

Kedua entitas tidak terpaksa melakukan penjualan tersebut. Mereka bertindak secara proaktif untuk mengurangi risiko, sebuah pola yang lazim dalam manajemen portofolio profesional saat kondisi pasar sedang volatil.

Aave Bertahan dari Badai Likuidasi US$140 Juta

Langkah-langkah sukarela ini dilakukan di tengah kondisi pasar yang penuh gejolak. Pada 31 Januari, sistem otomatis Aave telah melikuidasi lebih dari US$140 juta jaminan di beberapa jaringan blockchain.

Pendiri Aave, Stani Kulechov, menyebut kejadian ini sebagai stress test besar untuk pasar pinjaman on-chain Aave yang kini bernilai lebih dari US$50 miliar. “Aave Protocol melikuidasi lebih dari US$140 juta jaminan di beberapa network tanpa masalah, semuanya berjalan otomatis,” tulis Kulechov di X.

Penting untuk membedakan dua jenis aktivitas ini. US$140 juta likuidasi pada 31 Januari terjadi otomatis — dipicu saat nilai jaminan peminjam turun di bawah ambang batas yang ditentukan. Sementara US$371 juta deleverage whale pada 1–2 Februari bersifat sukarela — sebuah keputusan proaktif untuk jual aset dan melunasi utang sebelum risiko likuidasi muncul.

Keduanya terjadi di dalam rentang waktu 48 jam yang sama, namun menunjukkan mekanisme yang berbeda. Likuidasi otomatis memperlihatkan ketahanan protokol Aave, sementara pelunasan dari whale menunjukkan bagaimana holder besar secara aktif mengelola risiko sebelum kemungkinan drop lebih lanjut.

Deposit ETH di Aave Tembus Rekor Tertinggi

Meskipun pasar sedang bergolak, fundamental Aave masih sangat kuat. Deposit ETH di protokol ini menyentuh rekor tertinggi baru di awal Januari, melampaui 3 juta ETH dan hampir mendekati 4 juta ETH, menurut data Token Terminal.

Saat ini, Aave memimpin semua protokol DeFi dalam hal total value locked (TVL) dan menempati peringkat pertama di daftar 10 besar protokol versi DeFiLlama pada awal 2026. Kemampuan protokol ini untuk memproses likuidasi berskala besar tanpa risiko insolvensi ataupun intervensi manual terus membuatnya unggul dibanding para pesaingnya.

Apa Artinya Ini?

Deleveraging yang dilakukan secara bersamaan oleh dua holder ETH terbesar di jaringan memberikan sinyal yang jelas: bahkan whale paling bullish pun sedang mengurangi eksposur risiko seiring berjalannya Februari 2026. Baik BitcoinOG maupun Trend Research masih memegang posisi sangat besar — dengan total kepemilikan ETH lebih dari US$3 miliar — tetapi keduanya memilih untuk mengurangi leverage alih-alih menghadapi volatilitas secara langsung.

Bagi pasar yang lebih luas, pertanyaan utamanya adalah apakah langkah ini hanya sekadar penataan ulang yang bijak atau justru merupakan tanda awal dari pergeseran risk-off yang lebih besar di kalangan peserta DeFi skala institusi.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah deleveraging dua crypto whale Ethereum dan implikasinya ke pasar DeFi serta Aave ke depan? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Binance Suntik US$100 Juta Bitcoin di Tengah Kemerosotan Pasar

2 February 2026 at 12:21

Binance telah melakukan pembelian Bitcoin pertama dalam rencana konversi SAFU senilai US$1 miliar yang baru diumumkan, dengan mengakuisisi 1.315 BTC senilai sekitar US$100,7 juta.

Pembelian ini terjadi hanya beberapa hari setelah SAFU fund dialihkan menjadi cadangan Bitcoin, di saat pasar menghadapi tekanan jual yang cukup tinggi.

Binance Lakukan Langkah US$100 Juta yang Nampaknya Mirip Intervensi Bank Sentral

Pada 2 Februari, data on-chain mengonfirmasi bahwa alamat Binance SAFU Fund menerima 1.315 BTC senilai US$100,7 juta.

Binance Membeli 1.315 BTC
Binance Membeli 1.315 BTC | Sumber: Arkham Data

Ini menjadi pembelian pertama dalam rencana exchange untuk mengonversi Secure Asset Fund for Users dari stablecoin ke Bitcoin selama periode 30 hari.

Binance kemudian mengonfirmasi transaksi tersebut, dengan menyatakan bahwa US$100 juta dalam bentuk stablecoin telah dikonversi dan akan ada pembelian BTC lebih lanjut hingga target US$1 miliar tercapai.

#Binance SAFU Fund Asset Conversion progress update.

Binance has completed the first batch of Bitcoin conversion for the SAFU Fund, amounting to 100M USD stablecoins.

Our SAFU BTC address:
1BAuq7Vho2CEkVkUxbfU26LhwQjbCmWQkD

TXID: https://t.co/OdrvSINsRs

We’re continuing to… pic.twitter.com/Ue47ayJfbS

— Binance (@binance) February 2, 2026

Walaupun Binance tidak secara langsung menyebut langkah ini sebagai intervensi pasar, tetapi waktunya memang cukup signifikan. Ini terjadi saat harga Bitcoin masih dalam ketidakpastian, diperdagangkan di bawah level psikologis US$80.000.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

“Saya selalu heran, mereka yang paling banyak rugi jika Bitcoin jatuh (garis US$80.000) tidak berusaha mempertahankannya di akhir pekan,” ujar Jim Cramer, host acara Mad Money di CNBC, mengomentari.

Memang, Bitcoin mengalami akhir pekan yang sangat berat, memperlihatkan perbedaan besar di pasar antara peluang dan juga kerentanan struktural.

Melihat kondisi ini, beberapa analis membandingkan konversi SAFU seperti intervensi bank sentral di TradFi. Hal ini biasanya terjadi di dunia finansial tradisional, dimana institusi menggunakan cadangannya untuk menjaga kepercayaan pasar di masa krisis.

Beberapa contoh serupa di masa lalu antara lain:

Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan
Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan

Struktur ini pun memunculkan spekulasi bahwa Binance benar-benar berkomitmen untuk tetap membeli di harga bawah.

“Pengumuman terbaru Binance menegaskan mereka sudah membeli Bitcoin senilai US$100 juta dari pasar, dan masih ada US$900 juta yang akan dibelanjakan,” jelas analis AB Kuai Dong, menuturkan.

Ia menambahkan aturan penyeimbangan ulang fund ini bisa memperkuat dampaknya. Jika harga Bitcoin jatuh cukup dalam hingga nilai SAFU turun di bawah batas minimalnya, Binance wajib membeli BTC tambahan untuk mengembalikan nilai fund tersebut.

Backstop Bitcoin yang Lunak Muncul saat Binance, Saylor, dan Whale Terus Akumulasi

Berdasarkan kerangka SAFU, fund ini selalu diawasi secara berkala. Jika penurunan harga Bitcoin menyebabkan nilainya turun melampaui batas yang sudah ditentukan, Binance harus menambah dana ke fund tersebut. Dinamika ini bisa berperan sebagai penyangga lemah pada periode volatilitas tinggi.

Sinyal on-chain mengindikasikan Binance mungkin tengah bersiap melakukan akumulasi lebih lanjut. Sebelumnya di hari yang sama, alamat SAFU mulai melakukan transaksi otorisasi untuk menambah alamat penerima baru ke whitelist.

On-chain data shows that at 07:13 (UTC) today, the Binance SAFU Fund address initiated an authorization transaction to add two new addresses to its “approved recipient whitelist,” possibly in preparation for increasing its Bitcoin holdings. Previously, Binance converted $1…

— Wu Blockchain (@WuBlockchain) February 2, 2026

Langkah ini biasanya menjadi persiapan operasional untuk transfer aset tambahan.

Pembelian ini juga berlangsung di tengah munculnya sinyal kepercayaan baru dari para holder besar Bitcoin lainnya. Sehari sebelumnya, Executive Chair Strategy Michael Saylor mengunggah pesan misterius “More Orange” di X (Twitter), yang secara luas diartikan sebagai kode bahwa akan ada akuisisi Bitcoin berikutnya.

More Orange. pic.twitter.com/b5iYIMARJX

— Michael Saylor (@saylor) February 1, 2026

Unggahan itu muncul meski harga saham MicroStrategy baru saja turun tajam di beberapa sesi terakhir dan harga Bitcoin sempat menyentuh rata-rata harga beli perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini memperkuat narasi bahwa para pemain bermodal besar sedang berupaya menstabilkan pasar secara organik, bukan melalui aksi terkoordinasi.

Selain pengumuman individu, tren on-chain yang lebih luas menunjukkan bahwa holder besar mungkin sudah mulai turun tangan. Data dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa whale tetap melakukan akumulasi selama penurunan harga baru-baru ini.

Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun
Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun | Sumber: CryptoQuant

Apakah dukungan yang mulai muncul ini bisa berubah menjadi lantai harga yang kuat di dekat US$75.000?

Performa Harga Bitcoin
Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Meski begitu, dengan konversi SAFU senilai US$900 juta yang belum dieksekusi, Binance telah menempatkan dirinya sebagai salah satu sumber permintaan Bitcoin struktural paling signifikan dalam waktu dekat.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah agresif Binance memborong Bitcoin di tengah penurunan pasar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

HBAR Masih Bullish setelah Turun 35%? Namun Satu Rekor Terputus Bisa Tunda Reli Harga

2 February 2026 at 11:00

HBAR milik Hedera memasuki Februari 2026 dalam tekanan setelah koreksi pasar yang tajam secara luas. Sejak pertengahan Januari, token ini turun hampir 35%, bahkan koreksi makin besar selama aksi jual massal antara 21 Januari hingga 1 Februari. Dari level tertinggi November, harga HBAR sekarang turun lebih dari 40% dan momentum harga tetap lemah.

Meski demikian, indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah. Apakah potensi ini akan berubah jadi rebound atau justru breakdown berikutnya kini bergantung pada volume, arus dana, dan level support kunci.

Money Flow dan Falling Wedge Tunjukkan Pembeli Saat Koreksi Masih Aktif

Meskipun terjadi aksi jual belakangan ini, struktur grafik HBAR secara keseluruhan tetap konstruktif.

Sejak akhir Oktober 2025, harga HBAR bergerak di dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk saat harga mencatatkan lower high dan lower low, namun struktur semakin menyempit dari waktu ke waktu. Biasanya, ini menandakan tekanan jual mulai melemah.

Bahkan setelah crash Januari, HBAR tetap berada dalam pola ini. Maka, peluang rebound jangka panjang masih terbuka.

Indikator money flow juga mendukung pandangan ini.

Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana besar mengalir masuk atau keluar dari suatu aset, membentuk divergensi jelas sejak akhir Desember. Antara 30 Desember sampai 2 Februari, harga HBAR cenderung turun, namun CMF justru naik. Artinya, modal masih terus masuk ke pasar meskipun harga turun.

Arus Dana Menguat ke Bullish
Arus Dana Menguat ke Bullish | Sumber: TradingView

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski CMF sempat turun di bawah garis tren naiknya dan sempat juga jatuh di bawah nol, tetapi posisinya masih dekat zona netral.

Money Flow Index (MFI) yang menjadi indikator aksi beli saat koreksi, menunjukkan pola serupa.

Sejak akhir November, harga HBAR tetap bergerak turun, sedangkan MFI justru naik. Ini menandakan trader sudah rutin beli saat koreksi selama lebih dari dua bulan. Baru-baru ini, MFI mulai melengkung naik lagi dan sekarang di kisaran 41. Jika bisa tembus di atas 54, maka terbentuk higher high dan divergensi bullish makin kuat.

Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi:
Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi: TradingView

Secara bersamaan, CMF dan MFI mengindikasikan pembeli saat koreksi masih aktif. Bahkan setelah turun 35%, modal masih belum sepenuhnya keluar dari pasar. Justru, pembeli nampaknya diam-diam terus akumulasi di dalam pola falling wedge. Jadi, harapan akan rebound tetap bertahan.

Tetapi, untuk memastikan pemulihan berkelanjutan, harga juga perlu didukung oleh volume. Di sinilah risiko berikutnya terlihat.


Reli Spot Tiga Bulan Terputus, Apakah Bisa Membatasi Kenaikan?

Meskipun CMF dan MFI tampak konstruktif, data volume justru memberi sinyal kehati-hatian lebih.

Indikator On-Balance Volume (OBV) mengukur apakah volume mendukung tren harga. OBV yang naik menegaskan kekuatan beli, sedangkan OBV yang turun menandakan distribusi. Dalam kasus HBAR, OBV terus melemah.

Pada 29 Januari, OBV menembus ke bawah garis tren menurun utama. Sejak Oktober, OBV juga terus menunjukkan tren turun. Hal ini menghasilkan divergensi bearish.

Volume Hedera Melemah
Volume Hedera Melemah | Sumber: TradingView

Ini berarti setiap kenaikan harga tidak didukung volume kuat. Kelemahan ini sekarang makin terlihat dari data spot flow.

Sejak akhir Oktober, HBAR terus mencatat arus keluar bersih mingguan secara konsisten. Selama hampir 14 pekan, lebih banyak token keluar dari exchange daripada yang masuk. Ini mencerminkan adanya akumulasi konstan di saat harga terkoreksi, sejalan dengan divergensi MFI yang telah dibahas tadi. namun, OBV yang melemah selalu membatasi potensi kenaikan.

Arus Spot HBAR Kini Positif
Arus Spot Kini Positif: Coinglass

Baru-baru ini saja tren ini terhenti.

Pada 2 Februari (analisis mingguan), HBAR mencatatkan pekan pertama arus masuk bersih yang signifikan sejak Oktober, dengan total sekitar US$749.000. Ini mengakhiri tren beli selama tiga bulan (saat artikel dibuat), yang mengisyaratkan pergeseran dari akumulasi menuju kemungkinan siap untuk aksi jual. Itu juga menjelaskan breakdown OBV terbaru, yang berada di bawah garis tren menurun.

Jadi meskipun CMF dan MFI menunjukkan pembeli masih eksis, pasar secara umum tidak lagi menyerap pasokan sebanyak sebelumnya. Tanpa arus keluar berkelanjutan, reli mungkin akan terus melemah — atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Maka, perhatian beralih ke level harga berikutnya.


Level Harga HBAR yang Akan Tentukan Arah Februari

Dengan sinyal yang bercampur dari berbagai indikator, level harga HBAR kini menjadi sangat penting. Di sisi bawah, support utama berada di sekitar US$0,076.

Jika HBAR bertahan di atas US$0,076 dan CMF serta MFI terus membaik, maka upaya rebound bisa berlanjut. namun, jika terjadi penurunan bersih di bawah level ini, itu menandakan penjual kembali menguasai pasar, sesuatu yang sudah diisyaratkan oleh OBV.

Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya terbuka di sekitar US$0,062 dan US$0,043.

Analisis Harga HBAR
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Di sisi atas, rintangan pertama berada di US$0,090, jika OBV membaik.

Wilayah ini telah membatasi reli sejak Januari dan menjadi resistance jangka pendek. Jika level ini berhasil direbut kembali, itu menunjukkan kepercayaan awal mulai kembali. Di atas US$0,090, tes harga Hedera utama ada di sekitar US$0,107.

Pergerakan berkelanjutan di atas US$0,107 akan mengonfirmasi breakout dari pola falling wedge. Ini akan mengaktifkan target terukur dari wedge, yang menunjuk pada potensi kenaikan hingga 52% dalam jangka waktu tertentu. meski begitu, skenario tersebut masih cukup jauh untuk saat ini.

Apa Itu OpenClaw dan Mengapa OpenClaw Menguasai Crypto Twitter?

2 February 2026 at 10:55

Pasar aset kripto mulai kedatangan jenis partisipan baru. OpenClaw, sebuah platform agen artificial intelligence (AI) otonom, kini beralih dari pengamatan menjadi tindakan nyata, langsung berinteraksi dengan sistem on-chain dengan cara-cara yang sebelumnya hanya dilakukan oleh pengguna manusia.

Karena aktivitas dari agen-agen ini semakin menyebar di banyak network, peran mereka di pasar jadi semakin sulit untuk diabaikan.

Apa Itu OpenClaw?

OpenClaw adalah asisten AI otonom open-source yang muncul pada akhir 2025. Sejak saat itu, OpenClaw berhasil menarik perhatian komunitas teknologi dan juga kripto. Karya pengembang Peter Steinberger ini awalnya dirilis dengan nama Clawdbot.

Ketika popularitasnya meledak di GitHub dan media sosial, proyek ini pun mengalami serangkaian rebranding dengan cepat. Setelah perusahaan AI Anthropic mengajukan protes terkait merek dagang dan mendorong perubahan nama dari Clawdbot menjadi Moltbot, timnya kemudian menggantinya lagi menjadi OpenClaw.

“Nama ini menggambarkan apa yang sudah menjadi tujuan proyek ini: Open: Open source, terbuka untuk siapa saja, digerakkan oleh komunitas Claw: Warisan lobster kami, sebagai pengingat asal mula kami,” tulis Steinberger dalam sebuah blog.

Dalam beberapa hari terakhir, OpenClaw telah mendapat sorotan besar. Jumlah ‘star’ di GitHub miliknya melonjak menjadi 147.000 dari sekitar 7.800 pada 24 Januari.

Berbeda dengan alat AI berbasis chat pada umumnya, OpenClaw memang dirancang untuk bertindak atas nama pengguna. OpenClaw bisa mengirim email, mengelola kalender, mengaktifkan alur kerja, dan menjalankan berbagai perangkat secara langsung dari antarmuka chat.

Sistem ini terintegrasi dengan berbagai platform pesan populer dan bisa mengeksekusi tugas berdasarkan aturan yang ditentukan pengguna, bukan logika yang dikendalikan platform.

OpenClaw memiliki tiga fitur utama:

  • Memori persisten: OpenClaw bisa mengingat konteks di setiap sesi, mempelajari preferensi pengguna, memantau proyek yang sedang berjalan, dan mengingat interaksi sebelumnya tanpa harus mulai ulang setiap kali dipakai.
  • Notifikasi proaktif: Agen ini dapat memulai komunikasi dengan mengirimkan ringkasan, pengingat, serta informasi penting lainnya tanpa harus menunggu perintah pengguna dulu.
  • Otomasi nyata: OpenClaw bisa menjalankan berbagai tugas di aplikasi yang terhubung, mulai dari penjadwalan, pengelolaan email, hingga pencarian data, pelaporan, dan orkestra workflow.

OpenClaw di Pasar Aset Kripto

Model agen seperti ini sekarang juga mulai digunakan di dunia aset kripto. Berdasarkan contoh penggunaan yang dibagikan di media sosial, OpenClaw sudah digunakan untuk memantau aktivitas wallet, mengotomasi workflow terkait airdrop, dan banyak lagi.

My clawdbot just asked me for an RTX 4090. Instead of buying it, I gave it a $2K trading wallet on Hyperliquid.

I said: If you want the GPU, earn it. It now trades crypto, stocks, and commodities 24/7.

It scans Twitter sentiment, tracks Trump posts, and decides trades on its… pic.twitter.com/5Yfa33UbnQ

— Legendary (@Legendaryy) January 24, 2026

Alat ini juga muncul di pasar prediksi, di mana terdapat laporan interaksi dengan posisi on-chain yang menunjukkan uji coba dengan penyelesaian otomatis yang makin meluas. Polygon melaporkan bahwa agen OpenClaw kini berinteraksi secara langsung dengan posisi Polymarket.

Workflow Agen Nyata Menunjukkan Aplikasi OpenClaw di Pasar Prediksi
Workflow Agen Nyata Menunjukkan Aplikasi OpenClaw di Pasar Prediksi. Sumber: X/Polygon

Chain lain, seperti Solana, juga berlomba untuk mengintegrasikannya. Virtual Protocol, yang dijalankan di Base, telah mengumumkan bahwa setiap agen OpenClaw kini dapat mencari, merekrut, dan membayar agen lainnya di dalam chain.

Risiko dan Kekhawatiran

Peningkatan penggunaan agen AI otonom di pasar aset kripto juga memunculkan berbagai kekhawatiran. Karena alat seperti OpenClaw bisa mengeksekusi tindakan, pengaturan izin yang salah atau agen yang disusupi bisa menyebabkan transaksi tak diinginkan, kerugian keuangan, atau penyalahgunaan.

Selain itu, ada pula pertanyaan lebih luas soal integritas pasar. Ketika semakin banyak agen yang berinteraksi dengan sistem on-chain, strategi otomatis bisa memperkuat volatilitas atau menciptakan feedback loop, terutama pada pasar prediksi yang harganya sangat sensitif terhadap informasi terbaru.

Pada akhirnya, meningkatnya aktivitas yang digerakkan agen ini menghadirkan tantangan bagi regulasi dan akuntabilitas.

“Ketidakpastian dari agen AI yang bertindak atas nama Anda adalah sebuah bug, bukan sebuah fitur. Ada banyak cara agar hal-hal berjalan keliru secara tak terduga dan hanya sedikit cara supaya bisa berjalan benar secara tak terduga. Ketidakpastian ini bisa berupa seperti ‘mengirim email atas nama Anda ke orang yang salah,'” ujar Balaji, Founder of the Network School, Balaji.

Menentukan tanggung jawab atas tindakan yang diambil oleh software otonom, apalagi jika tindakan tersebut melibatkan transaksi keuangan, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

CrossCurve Kena Eksploitasi Bridge Lintas Chain US$3 Juta di Tengah Meningkatnya Peretasan Aset Kripto

2 February 2026 at 04:24

CrossCurve, sebuah protokol likuiditas lintas chain yang terdesentralisasi, telah mengonfirmasi bahwa bridge lintas chain milik mereka telah diserang, dengan laporan kerugian sekitar US$3 juta.

Kejadian ini menambah daftar pencurian aset kripto yang melonjak, yang merampas hampir US$400 juta dari industri kripto hanya pada Januari 2026.

Rincian dan Respons Serangan CrossCurve

Eksploitasi di CrossCurve menargetkan celah pada salah satu smart contract. Setelah insiden itu, protokol ini membagikan peringatan keamanan mendesak di akun X resmi (sebelumnya Twitter) mereka. Tim CrossCurve meminta pengguna untuk menghentikan semua aktivitas selama proses investigasi berlangsung.

“Jembatan kami saat ini sedang diserang, dengan eksploitasi celah pada salah satu smart contract yang digunakan. Mohon hentikan semua interaksi dengan CrossCurve selama investigasi masih berlangsung,” CrossCurve posting.

Defimon Alerts, akun pemantau keamanan otomatis yang dioperasikan oleh Decurity, melaporkan bahwa eksploitasi ini menyebabkan kerugian sekitar US$3 juta di beberapa jaringan.

“Siapa saja bisa memanggil expressExecute pada kontrak ReceiverAxelar menggunakan pesan lintas chain palsu, sehingga bisa melewati validasi gateway dan memicu pembukaan kunci di PortalV2,” isi posting tersebut.

CrossCurve is dealing with a bridge exploit@crosscurvefi confirmed its bridge is under attack after a missing validation check let spoofed cross-chain messages through. Onchain data shows around $3M was drained from its PortalV2 contract across multiple networks.

The team has… pic.twitter.com/xiuK9jNz8i

— Crypto Miners (@CryptoMiners_Co) February 1, 2026

Pada update selanjutnya, CrossCurve menjelaskan bahwa mereka sudah mengidentifikasi 10 alamat wallet yang menerima token hasil eksploitasi.

“Token-token ini telah diambil secara tidak sah dari pengguna akibat eksploitasi smart contract. Kami tidak percaya bahwa hal ini disengaja dari pihak Anda, dan tidak ada indikasi niat jahat. Kami berharap Anda dapat bekerja sama untuk mengembalikan dana tersebut,” tim tersebut tulis.

Sebagai bagian dari responsnya, CrossCurve menerapkan kebijakan SafeHarbor WhiteHat mereka, dengan menawarkan bounty hingga 10%. Respons seperti ini memang cukup umum di dunia kripto, mendorong negosiasi serta aksi etis.

“Kami menawarkan bounty hingga 10% untuk dana yang berhasil diselamatkan oleh WhiteHat, jadi Anda berhak menyimpan maksimal 10% jika sisanya dikembalikan,” tambah posting tersebut.

Protokol mengundang pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi langsung melalui email atau, jika lebih memilih anonimitas, mengembalikan aset ke alamat wallet yang telah ditentukan.

Tim CrossCurve memperingatkan bahwa insiden ini akan dianggap sebagai aksi jahat bila tidak ada kontak dan dana belum dikembalikan dalam waktu 72 jam sejak blok 24364392. CrossCurve menerangkan bahwa jika tidak dipatuhi, maka mereka akan mengambil langkah lebih lanjut.

Langkah-langkah ini meliputi pelaporan pidana, gugatan perdata, bekerja sama dengan exchange terpusat serta penerbit stablecoin untuk membekukan aset, membuka data wallet secara publik, serta berkolaborasi dengan perusahaan analitik blockchain dan aparat penegak hukum.

Eksploitasi terbaru ini menambah deretan serangan yang sudah terjadi di tahun ini. Pada Januari 2026, penyerang mencuri hampir US$400 juta aset digital. Data dari perusahaan keamanan blockchain CertiK menunjukkan lebih dari 40 insiden keamanan besar selama bulan tersebut.

Lonjakan ini meneruskan tren yang lebih luas dari tahun lalu. Tahun 2025 menjadi tahun terburuk dalam sejarah pencurian terkait kripto, dengan total kerugian melebihi US$1 miliar.

Nomura Catat Kerugian Aset Kripto—Namun Itu Baru Setengah Cerita

2 February 2026 at 03:28

Perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, Nomura, mengungkapkan pada tanggal 30 Januari bahwa anak usaha kripto mereka, Laser Digital, mencatat kerugian pada kuartal Oktober–Desember. Perusahaan itu sudah mengurangi posisi aset kripto dan memperketat pengendalian risiko.

Tapi hanya dua hari sebelumnya, anak usaha yang sama tersebut sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin bank di Amerika Serikat. Ini bukanlah sebuah kontradiksi—melainkan sebuah pola.

48 Jam Berbeda

Pada 27 Januari di New York, Laser Digital mengajukan permohonan kepada US Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk mendirikan bank kepercayaan nasional yang diatur secara federal. Anak usaha tersebut ingin menawarkan layanan kustodian, spot trading, dan staking untuk nasabah institusi di Amerika. Steve Ashley, Chairman Laser Digital, menyebut Amerika Serikat sebagai “pasar keuangan terpenting di dunia.”

Sementara itu, pada tanggal 30 di Tokyo, Chief Financial Officer Hiroyuki Moriuchi menyampaikan kepada para analis pada panggilan hasil kuartalan Nomura bahwa perusahaan sudah “mengurangi posisi di aset kripto” dan mulai memperketat pengendalian risiko. Laser Digital mencatat kerugian pada kuartal Oktober–Desember, sehingga membebani kinerja perusahaan grup di Eropa.

Kondisi yang berlawanan ini terlihat mencolok. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, ini bukan putar balik mendadak—melainkan strategi yang disengaja dan berulang.

Bukan untuk Pertama Kali

Ini bukan pertama kalinya Laser Digital membebani hasil Nomura di Eropa. Pada Oktober 2025, Moriuchi mengakui bahwa “kinerja Laser Digital berkontribusi pada kerugian di operasi grup di Eropa selama kuartal April–Juni.” Saat itu, Nomura tidak mengambil langkah mundur, melainkan justru melangkah maju: Laser Digital sedang melakukan konsultasi awal dengan Financial Services Agency (FSA) Jepang untuk memperoleh lisensi trading aset kripto di dalam negeri untuk klien institusi.

Pola ini kini terulang lagi. Kerugian pada kuartal Oktober–Desember 2025 kembali mendorong pengelolaan posisi yang lebih ketat, sementara ekspansi pengembangan justru semakin dipercepat.

Strategi Dua Jalur

Nomura nampaknya menjalankan dua operasi berbeda di bawah payung Laser Digital. Di satu sisi, mereka menjalankan trading proprietary book—posisi yang diambil di aset kripto, yang rentan terhadap volatilitas pasar dan telah menyebabkan kerugian pada beberapa kuartal. “Kami telah memperketat pengelolaan posisi serta eksposur risiko untuk membatasi volatilitas laba dalam jangka pendek,” ucap Moriuchi kepada para analis pada 30 Januari.

Di sisi lain, ada pengembangan infrastruktur dan lisensi—strategi jangka panjang yang nampaknya tidak terpengaruh oleh hasil trading tiap kuartal. Perhatikan saja lini waktunya:

TanggalPeristiwaJalur
21 Sep 2022Laser Digital Holdings AG didirikan di Swiss🔵 Infrastruktur
1 Agu 2023Mendapat lisensi usaha kripto penuh dari Dubai VARA🔵 Infrastruktur
Apr–Jun 2025Laser Digital berkontribusi pada kerugian operasi di Eropa🔴 Kerugian trading
6 Agu 2025Lisensi derivatif kripto OTC teregulasi pertama dalam kerangka pilot VARA🔵 Infrastruktur
3 Okt 2025Konsultasi awal FSA untuk lisensi trading institusi di Jepang diungkap🔵 Infrastruktur
Okt–Des 2025Laser Digital kembali mencatat kerugian, posisi dikurangi🔴 Kerugian trading
22 Jan 2026Tokenized Bitcoin Diversified Yield Fund diluncurkan🔵 Infrastruktur
28 Jan 2026Permohonan charter bank nasional OCC diajukan di AS🔵 Infrastruktur
30 Jan 2026Kerugian dan pengetatan risiko diumumkan di panggilan hasil🔴 Kerugian trading

Pesan dari pimpinan Nomura sangat jelas: kerugian trading adalah persoalan manajemen risiko; pengembangan infrastruktur institusi merupakan keharusan strategis yang tidak boleh dihentikan hanya karena satu-dua kuartal yang kurang baik.

Audiens Berbeda, Pesan Berbeda

Kontradiksi yang nampak ini juga memperlihatkan bahwa Nomura sedang berbicara pada banyak audiens sekaligus. Permohonan OCC dan konsultasi ke FSA bertujuan untuk regulator dan klien institusi, yang ingin melihat kepercayaan diri pada peran jangka panjang aset kripto dalam keuangan.

Steve Ashley, chairman dan co-founder Laser Digital, menggambarkan permohonan di Amerika Serikat dengan pernyataan yang luas: “Amerika Serikat adalah pasar keuangan terpenting di dunia, dan kami percaya bab selanjutnya dari dunia keuangan digital akan ditulis oleh perusahaan-perusahaan yang benar-benar siap beroperasi di bawah tingkat pengawasan dan ketahanan itu.”

Adapun panggilan hasil kuartalan, difokuskan pada pemegang saham dan analis yang ingin keyakinan bahwa volatilitas jangka pendek bisa dikelola. Penekanan Moriuchi pada “pengelolaan posisi secara ketat” dan “pengurangan eksposur risiko” memang ditujukan untuk memberikan keyakinan tersebut.

Gambaran Lebih Besar

Nomura bukan satu-satunya yang menerapkan pendekatan ini. Sekuritas terbesar kedua di Jepang, Daiwa Securities, mulai menawarkan pinjaman berbasis yen yang dijamin oleh Bitcoin dan Ethereum pada akhir 2025. FSA Jepang kabarnya juga bersiap membuka izin exchange-traded fund (ETF) kripto di bawah Undang-Undang Investasi Trust, dengan kemungkinan produk akan listing pada 2028. Baik Nomura maupun SBI Holdings sudah mengungkapkan minat untuk meluncurkan produk semacam itu.

Survei tahun 2024 yang dilakukan oleh Nomura dan Laser Digital menemukan bahwa lebih dari separuh investor institusi memperkirakan akan mengalokasikan portofolio ke aset digital dalam tiga tahun ke depan, umumnya di kisaran 2–5% porsi portofolio. Untuk perusahaan sekuritas tradisional yang menghadapi tekanan atas pendapatan berbasis fee dari saham dan obligasi, ranah aset digital menjadi peluang diversifikasi sekaligus kebutuhan persaingan.

Jadi, paradoks ini hanyalah di permukaan saja. Nomura bukan mundur dari kripto—mereka justru menyesuaikan ulang cara mengambil risiko di ruang ini sembari mempercepat investasi struktural yang akan memantapkan posisi mereka saat siklus berikutnya tiba. Apakah taruhan pada lisensi akan berhasil atau tidak, semuanya tergantung pada hasil regulasi di Washington, Tokyo, dan tempat lainnya. Tapi satu hal pasti: Nomura sama sekali tidak berniat hanya menonton dari pinggir lapangan.

Jereh Shenzhen Runtuh: 150.000 Investor Emas Ditawari Hanya Beberapa Sen per US$1

2 February 2026 at 02:18

Sebuah platform perdagangan emas berbasis di Shenzhen telah runtuh setelah menjalankan operasi taruhan leverage tanpa jaminan fisik, sehingga lebih dari 150.000 investor kini berebut untuk mendapatkan kembali dana mereka.

Keruntuhan Jereh — yang menjadi kasus terbesar dalam gelombang kegagalan platform emas ilegal baru-baru ini di seluruh Cina — kini berubah menjadi kebuntuan karena para korban menolak skema pembayaran yang hanya memberikan sebagian kecil dari modal mereka dan meminta agar mereka melepaskan seluruh hak hukum.

Bagaimana Jereh Bekerja

Jereh beroperasi di Shuibei, pusat perdagangan emas dan perhiasan terbesar di Cina. Platform ini menarik banyak investor ritel dengan menawarkan perdagangan emas tanpa biaya, harga buyback yang menggiurkan, serta produk bernama “perdagangan harga yang telah ditentukan sebelumnya” — di mana pengguna bisa mengunci harga satu gram emas hanya dengan deposit mulai dari US$4.

Pada praktiknya, mekanisme ini sebenarnya bekerja seperti perdagangan opsi ilegal. Platform mengambil posisi berlawanan dari setiap taruhan pengguna, dengan leverage bisa mencapai hingga 40 kali. Tidak ada emas fisik yang berpindah tangan. Saat pengguna memperoleh keuntungan, Jereh harus membayar selisihnya. Ketika harga emas melonjak, beban utang itu menjadi tak tertahankan.

Bank Run

Penarikan dana mulai dibatasi sekitar 20 Januari, dengan batas harian hanya US$69 atau satu gram emas. Ribuan investor, banyak yang datang dari provinsi lain, berkumpul di kantor Jereh di Shenzhen untuk menuntut uang mereka. Dilaporkan juga terjadi adu fisik dengan polisi. Mayoritas korban adalah ibu rumah tangga serta investor kelas pekerja, menurut laporan media lokal.

Pembayaran Jauh di Bawah Ekspektasi

Pemerintah setempat membentuk satuan tugas khusus dan mengumumkan pada 31 Januari bahwa Jereh telah mulai memproses pembayaran setelah menjual aset serta mengumpulkan dana. Audit pihak ketiga juga dilakukan, dan pihak berwenang menyampaikan bahwa angka 13,4 miliar yuan yang beredar luas terkait dana belum dibayar adalah “sangat berlebihan.”

Tetapi, bagi para korban, realitas pembayaran itu sungguh menyedihkan.

Awalnya, platform menawarkan dua pilihan: pembayaran sekaligus sebesar 20% dari modal, atau 40% yang dicicil selama 12 bulan. Pada praktiknya, rasio pembayaran aktual bahkan tidak sampai 20% sekalipun.

Seorang investor asal Henan yang menginvestasikan US$5.100 mengajukan dua permohonan penebusan. Permohonan pertama ditawarkan US$1.219. Pada permohonan kedua, jumlahnya turun jadi US$244. Ada juga korban lain dengan saldo lebih dari US$44.400 dalam bentuk tunai, 5,2 gram emas, dan 1.000 gram perak hanya ditawari sekitar US$2.800 — kira-kira 6% dari total asetnya.

Pelanggan yang membeli platinum lewat platform ini sama sekali tidak dihitung dalam perhitungan pembayaran, sehingga makin memperkuat dugaan bahwa Jereh memang tidak pernah memegang logam mulia tersebut secara fisik.

Klausul Pengampunan Kriminal Picu Kemarahan

Memperparah kemarahan, proses penebusan Jereh mengharuskan korban menandatangani tiga perjanjian, termasuk “surat pengampunan pidana” — sebuah dokumen yang menurut beberapa investor berarti mereka harus melepaskan hak untuk menuntut lebih lanjut tanpa memandang jumlah pembayaran akhir.

“Bahkan setelah tandatangan, tidak ada jaminan kamu benar-benar menerima uangnya. Dan kamu harus menyerahkan hak untuk menuntut. Untuk apa — 1.700 yuan (US$236)?” ungkap seorang investor asal Zhengzhou kepada media lokal.

Banyak yang menolak menandatangani, sehingga mereka berada dalam situasi buntu dengan pihak platform. Beberapa mengatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk menuntut secara mandiri.

Bukan Kasus yang Terpisah

Jereh bukan satu-satunya. Banyak platform serupa di Cina yang juga mengalami krisis arus kas dalam beberapa bulan terakhir seiring harga emas yang melonjak dan operator tidak memiliki mekanisme lindung nilai memadai, serta bertaruh melawan pelanggannya sendiri.

Akun media sosial Jereh telah dihapus. Berulang kali menelepon perusahaan tidak mendapat respons, dan upaya menghubungi pemiliknya, Zhang Zhiteng, juga belum berhasil.

Satuan tugas Distrik Luohu menyatakan bahwa mereka terus mendata klaim korban. Proses penyelidikan masih berlangsung.

Setiap Pengungkapan Bitcoin dan Aset Kripto di Berkas Epstein

2 February 2026 at 01:44

Berkas Epstein yang baru dibuka pada 30 Januari mengungkap kedekatannya yang mengejutkan dengan pendiri, investor, dan proyek aset kripto di masa-masa awal industri ini.

Dokumen-dokumen tersebut menampilkan campuran diskusi investasi, komentar filosofis, dan kontak dengan tokoh-tokoh penting dalam kebangkitan Bitcoin.

Sebuah “Sharia Coin” untuk Arab Saudi dan Ideasi Bitcoin

Pada 2016, Epstein menawarkan rencana “radikal” kepada penasihat kerajaan Saudi yang melibatkan pembuatan dua mata uang digital, termasuk aset kripto bertema “syariah” yang ditujukan untuk negara-negara Muslim.

Dalam surel tersebut, ia menulis, “Saya telah berbicara dengan beberapa pendiri Bitcoin yang sangat antusias.”

Austin Hill, co-founder Blockstream, berdiskusi rencana Sharia Coin dengan Epstein
Austin Hill, co-founder Blockstream, Berdiskusi Rencana Sharia Coin dengan Epstein

Ini bukan satu-satunya komentar Epstein tentang dunia kripto.

Pada 2013, dia menerima briefing yang membahas kemungkinan Bitcoin sebagai sistem pembayaran. Lalu, dalam pesan pada 2011, Epstein menyebut Bitcoin “brilian,” tapi ia juga memperingatkan ada “risiko besar.”

Komunikasi-komunikasi itu menunjukkan ia sudah memantau potensi kripto bahkan sebelum aset ini dikenal luas.

Ia Berdebat soal Identitas Bitcoin dengan Peter Thiel

Dalam percakapan Juli 2014 dengan investor miliarder Peter Thiel, Epstein terlibat diskusi mendalam tentang definisi Bitcoin. Ia menulis:

“Ada sangat sedikit kesepakatan tentang apa itu Bitcoin… penyimpan nilai, mata uang, properti… seperti laki-laki yang tampil seperti perempuan, rasanya seperti properti yang tampil seperti mata uang.”

Pesan sebelumnya dari Thiel dalam email itu bertanya, “Menurutmu ini langkah awal untuk meningkatkan tekanan anti-BTC?”

Percakapan ini menunjukkan Epstein memahami secara mendalam argumen ideologis soal hakikat Bitcoin, bahkan membandingkannya dengan perdebatan identitas gender.

Epstein and Peter Theil having an email exchange about Bitcoin in 2014. pic.twitter.com/xm4hEm8yf9

— Brutal Truth Bombs (@FORTRESSMAXXING) January 31, 2026

Tapi Dia Menolak Bitcoin sebagai Investasi pada 2017

Dalam surel singkat tertanggal 31 Agustus 2017, seseorang bertanya pada Epstein: “Apakah layak membeli bitcoin?”

Balasan satu kata dari Epstein: “Tidak.”

Meskipun ia punya rasa ingin tahu di tahun-tahun sebelumnya, ini menandakan ia tetap skeptis pada nilai Bitcoin sebagai investasi di harga puncaknya saat itu.

Pada 2011, Epstein ragu terhadap Bitcoin
Pada 2011, Epstein Ragu Terhadap Bitcoin


Epstein Terlibat di Pendanaan Awal Blockstream

Sebuah thread tahun 2014 menunjukkan keterlibatan Epstein dalam pendanaan awal Blockstream, salah satu perusahaan infrastruktur Bitcoin terpenting.

Co-founder Austin Hill mengirim email ke Epstein, Joi Ito (MIT Media Lab), dan Dr. Adam Back (pionir Bitcoin) untuk menuntaskan alokasi dalam putaran pendanaan US$18.000.000 yang kelebihan permintaan.

Hill menulis, “Permintaan kami 10 kali lipat kelebihan… tingkatkan alokasi Anda dari US$50.000 ke US$500.000.” Sebelumnya, Epstein telah mengonfirmasi akan berinvestasi melalui dana milik Ito.

Epstein terlibat dalam putaran pendanaan awal Blockstream
Epstein Terlibat dalam Pendanaan Awal Blockstream

Ini merupakan bukti langsung bahwa Epstein memang menanamkan modal di perusahaan Bitcoin besar.

Menariknya, baik Hill maupun Back juga tercantum dalam email koordinasi perjalanan ke St. Thomas—pulau yang jadi markas Epstein.

Adam Back dan Austin Hill disebut dalam rencana perjalanan ke Pulau Epstein
Adam Back dan Austin Hill Disebut dalam Rencana Perjalanan ke Pulau Epstein

Dia Mendapatkan Gosip Awal Proyek Bitcoin

Dalam email terpisah pada 2014, Hill memperingatkan Epstein, Ito, dan Reid Hoffman (co-founder LinkedIn) soal meningkatnya ketegangan di industri kripto. Ia mengkritik Jed McCaleb dari Ripple karena meluncurkan Stellar, dan mengatakan:

“Ripple dan proyek Stellar milik Jed buruk untuk ekosistem… investor yang mendukung keduanya justru merugikan perusahaan kami.”

Hal ini menunjukkan bahwa Epstein tidak sekadar berinvestasi—ia juga termasuk orang dalam yang mengetahui konflik internal di komunitas blockchain awal.

Michael Saylor Disebut di Email Gala Epstein

Sebuah pesan tahun 2010 dari publisis masyarakat Peggy Siegal menyebut Michael Saylor, yang sekarang dikenal sebagai pendukung Bitcoin paling vokal dari kalangan korporasi.

Dia menulis: “Michael Saylor memberikan US$25.000… Saylor benar-benar aneh. Dia tidak punya kepribadian. Seperti zombie yang sedang pakai obat.”

Konteksnya adalah sebuah acara gala bergengsi, tanpa ada kaitan dengan Bitcoin. Tapi, ini menegaskan bahwa Saylor sudah memiliki hubungan sosial dengan Epstein jauh sebelum aset kripto jadi identitas publiknya.

The Epstein files include an email describing Michael Saylor as “a complete creep,” comparing him to a drug-addicted zombie with no social awareness. https://t.co/CRR38W5Q5Q pic.twitter.com/Jq8gTCGXHn

— Mario Nawfal (@MarioNawfal) January 31, 2026

Kevin Warsh Masuk di Daftar Tamu Epstein 2010

Salah satu pengungkapan yang paling bernuansa politik: Ketua The Fed baru pilihan Trump, Kevin Warsh, juga muncul di catatan Epstein.

Namanya tercantum di daftar undangan pesta Tahun Baru 2010 di St. Barts, bersama Roman Abramovich dan Martha Stewart.

Just a day after being nominated as Fed chair, Kevin Warsh’s name appears in the newly released Epstein files👀 pic.twitter.com/sXLGlqrPo5

— BeInCrypto (@beincrypto) January 31, 2026

Warsh, eks gubernur The Fed, pernah menyatakan dukungan untuk Bitcoin dan reformasi CBDC. Trump mencalonkan dirinya tepat satu hari sebelum dokumen-dokumen ini terungkap. Tidak ada tuduhan pelanggaran, tapi waktu terungkapnya hal ini membuat publik bertanya-tanya.

Tidak Ada Bukti Penyalahgunaan Aset Kripto oleh Epstein

Yang penting, para penyelidik tidak menemukan wallet kripto, transaksi blockchain, ataupun kejahatan yang melibatkan aset kripto di catatan Epstein.

DOJ menegaskan bahwa meski banyak detail dalam dokumen yang belum terverifikasi, sejauh ini tidak ada tanda-tanda Epstein memakai Bitcoin untuk mencuci uang atau menghindari pengawasan.

Perannya di dunia kripto nampaknya hanya sebagai jejaring tingkat atas, investor sesekali, dan pengamat yang penasaran.

Tokoh Kunci Aset Kripto Terkait dengan Epstein di Berkas

NamaPeran di KriptoKaitan dengan Epstein
Michael SaylorCEO MicroStrategy, Bitcoin bullHadir di gala yang diadakan oleh Epstein tahun 2010
Peter ThielCo-founder PayPal, investor BitcoinBerdebat soal arti Bitcoin dengan Epstein lewat email
Adam BackCEO Blockstream, pionir BitcoinTerlibat di email perencanaan investasi & perjalanan
Austin HillCo-founder BlockstreamMengkoordinasi pendanaan US$18.000.000, menyertakan Epstein di daftar investor awal
Joi ItoMantan direktur MIT Media LabJalur investasi Epstein ke Blockstream
Kevin WarshCalon Ketua The Fed, suara pro-kriptoMasuk daftar tamu acara Epstein tahun 2010

Terkait, tapi Benar-benar Ada Koneksi Kripto

Epstein bukanlah crypto whale rahasia. Tapi dokumen ini menunjukkan dia lebih terlibat di lingkaran awal Bitcoin daripada yang selama ini diketahui.

Dia mendanai proyek infrastruktur, mengikuti perdebatan, dan berinteraksi dengan orang-orang yang kini dianggap arsitek industri.

Di dunia kripto, kedekatan sering menunjukkan pengaruh. Fakta tersebut membuat pengungkapan informasi ini semakin penting.

Holder Onyxcoin Jual Panik, tapi Grafik Teknikal Tunjukkan Potensi Breakout

1 February 2026 at 22:22

Harga Onyxcoin turun dalam beberapa sesi terakhir, sehingga memicu kekhawatiran di antara holder jangka pendek. Penurunan ini memang nampak bearish di permukaan, namun sinyal fundamental menunjukkan hal berbeda.

Bukannya mengonfirmasi kelemahan, koreksi ini justru membuka peluang akumulasi. Banyak investor tak menyadari perubahan ini sehingga mereka malah menjual aset saat harga turun.

Holder Onyxcoin Lakukan Exit Lebih Awal

Perilaku investor berubah sangat bearish dalam sepekan terakhir. Saldo Onyxcoin di exchange bertambah sekitar 350 juta XCN dalam periode ini. Dengan harga saat ini, arus masuk tersebut bernilai hampir US$2 juta. Pergerakan seperti ini biasanya menandakan makin banyak niat jual, bukan posisi jangka panjang.

Penjualan ini terjadi setelah harga XCN turun 12% dalam beberapa hari. Penurunan itu memicu kepanikan di antara para holder, terutama yang jangka pendek. Alih-alih menunggu sinyal konfirmasi, banyak yang memilih keluar posisi lebih awal. Reaksi ini menambah pasokan di pasar sehingga volatilitas jangka pendek semakin tinggi.

Ingin insight token seperti ini?Daftarkan diri untuk buletin harian kripto dari editor Harsh Notariya di sini.

Saldo XCN di Exchange
Saldo XCN di Exchange | Sumber: Santiment

Meski aksi jual terlihat nyata, indikator makro justru menandakan kondisi yang mulai membaik di balik layar. MVRV Long/Short Difference mulai memperlihatkan tren naik. Indikator ini melacak perubahan untung dan rugi antara holder jangka panjang dan jangka pendek. Naiknya nilai MVRV Long/Short Difference artinya trader jangka pendek mulai kehilangan profitabilitas.

Ketika holder jangka pendek sudah tak untung lagi, tekanan jual biasanya mereda. Trader-trader ini memang lebih cenderung keluar lebih cepat saat keuntungan makin tipis. Karena insentif menjual makin kecil, stabilisasi harga jadi lebih memungkinkan.

Dinamika ini memberi Onyxcoin peluang lebih besar untuk pulih setelah kelebihan pasokan terserap pasar.

Perbedaan MVRV Long/Short XCN
Perbedaan MVRV Long/Short XCN | Sumber: Santiment

Harga XCN Memiliki Target Bullish

Pada waktu publikasi, Onyxcoin diperdagangkan di sekitar US$0,0057. Token ini masih berada di atas level support US$0,0054 yang bertahan selama volatilitas terakhir. Dalam sebulan terakhir, XCN membentuk pola flag. Struktur ini biasanya menandakan kelanjutan tren setelah periode konsolidasi.

Pergerakan yang terukur dari pola flag ini memproyeksikan potensi reli hingga 150%. Target tersebut menempatkan XCN di kisaran US$0,0156 jika breakout terjadi penuh. Hasil seperti ini umumnya butuh dukungan pasar yang luas dan permintaan yang terus berlanjut. Walau ambisius, pola ini mencerminkan peluang kenaikan cukup kuat jika kondisi mendukung.

Analisis Harga XCN
Analisis Harga XCN | Sumber: TradingView

Pandangan yang lebih konservatif berfokus pada level resistance terdekat. Jika XCN bisa kembali di atas US$0,0077, maka hal ini akan mengonfirmasi sinyal bullish sekaligus menguatkan struktur breakout. Setelah itu, XCN mungkin bisa lanjut ke kisaran US$0,0095. Jika mampu melewati titik tersebut, maka target psikologis US$0,0100 akan jadi perhatian, yang sering menjadi pemicu minat beli berbasis momentum.

Risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar memburuk lagi. Gagal bertahan di harga saat ini bisa membuat XCN turun ke level US$0,0047. Jika terjadi breakdown di bawah support itu, target penurunan selanjutnya ada di US$0,0041. Skema tersebut akan menginvaliasi bias bullish sehingga upaya pemulihan bisa tertunda.

Sanksi AS Terhadap Exchange Kripto Inggris di Tengah Masalah Terkait Iran

1 February 2026 at 21:14

Departemen Keuangan AS mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan memasukkan dua exchange aset kripto yang terdaftar di Inggris ke daftar hitam karena memproses dana yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran.

Ini adalah pertama kalinya seluruh platform aset digital dikenakan sanksi berdasarkan aturan keuangan khusus Iran.

Sejarah Baru: Seluruh Crypto Exchange Dikenai Sanksi karena Kaitan dengan IRGC Iran

Pada 30 Januari 2026, Office of Foreign Assets Control (OFAC) menunjuk Zedcex Exchange Ltd. dan Zedxion Exchange Ltd., dengan alasan peran mereka dalam memfasilitasi hampir US$1 miliar transaksi yang berhubungan dengan IRGC, sebagian besar menggunakan Tether (USDT) di jaringan Tron.

Sejak terdaftar pada Agustus 2022, Zedcex sendiri telah memproses lebih dari US$94 miliar total transaksi, menunjukkan besarnya operasi exchange tersebut.

Dilaporkan, exchange ini terkait dengan Babak Morteza Zanjani, seorang pengusaha Iran yang sebelumnya dihukum karena menggelapkan miliaran dari Perusahaan Minyak Nasional Iran.

Pejabat Treasury menuduh bahwa setelah hukuman mati Zanjani diubah pada 2024, dia kembali melakukan aktivitas keuangan untuk mencuci dana bagi rezim Iran serta mendukung proyek-proyek terkait IRGC.

“Treasury akan terus menargetkan jaringan Iran dan elit korup yang memperkaya diri mereka sendiri dengan merugikan rakyat Iran,” ujar Menteri Keuangan Scott Bessent. “Ini termasuk usaha rezim untuk memanfaatkan aset digital demi menghindari sanksi serta membiayai operasi siber kriminal.”

Sanksi ini merupakan bagian dari penindakan terhadap pejabat dan jaringan Iran yang dituduh keras menekan para demonstran. Tokoh-tokoh senior yang jadi target termasuk Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni Kalagari serta beberapa komandan IRGC.

Perkiraan independen menyebutkan hingga 30.000 demonstran meninggal selama penindasan baru-baru ini. Pihak berwenang dilaporkan menggunakan pemakaman massal dan jaringan medis rahasia untuk menyembunyikan korban jiwa.

Aset Kripto untuk Hindari Sanksi: AS Menargetkan Seluruh Exchange dan Jaringan yang Didukung Negara

Tindakan Departemen Keuangan AS ini menyoroti makin maraknya penggunaan kripto untuk menghindari sanksi dan membiayai kegiatan ilegal.

Today, as the people of Iran bravely take to the streets to demand basic freedoms and economic security, Treasury’s Office of Foreign Assets Control (OFAC) is taking action against the architects of the Iranian regime’s brutal crackdown on peaceful demonstrators, as well as the…

— Treasury Department (@USTreasury) January 15, 2026

Elliptic melaporkan Bank Sentral Iran telah memperoleh lebih dari US$507 juta dalam bentuk USDT pada 2025. Mereka menggunakan stablecoin ini untuk menstabilkan nilai rial yang anjlok serta menjaga perdagangan luar negeri, sehingga bisa menghindari pembatasan perbankan tradisional.

The Washington Post, mengutip firma intelijen blockchain TRM Labs, mengamati lebih dari setengah volume transaksi exchange di 2023 terhubung dengan entitas yang terkait IRGC. Ini menunjukkan bagaimana aktor yang didukung negara makin sering memanfaatkan aset digital.

Selain membekukan seluruh aset yang dimiliki pihak yang terkena sanksi di AS, aturan ini juga melarang warga Amerika melakukan bisnis dengan Zedcex, Zedxion, Zanjani, maupun individu dan entitas yang sudah ditetapkan lainnya.

Penalti perdata dan pidana untuk pelanggaran sangat berat, yang menggambarkan komitmen AS untuk menghalangi pendanaan ilegal di ruang aset kripto.

Sanksi ini juga menjadi penanda perubahan bersejarah dalam strategi penegakan. Kini, bukan hanya wallet atau transaksi individual yang jadi sasaran, tetapi otoritas AS mulai menjatuhkan sanksi pada seluruh platform kripto demi mendisrupsi jaringan keuangan sistemik yang dipakai untuk menghindari sanksi serta pendanaan teror.

Dengan lebih dari 875 individu, kapal, dan pesawat Iran yang sudah terkena sanksi di 2025 karena aktivitas destabilizing, langkah terbaru OFAC ini menunjukkan makin kompleksnya hubungan antara aset digital dan kebijakan keamanan global.

Karena kripto terus terintegrasi ke sistem keuangan internasional, otoritas memperluas pengawasannya, menegaskan bahwa exchange yang beroperasi di luar yurisdiksi tradisional tidak lagi bisa merasa kebal jika mereka memfasilitasi aliran dana ilegal untuk negara atau entitas yang terkena sanksi.

Reli Bitcoin Tunjukkan Perpecahan Pasar yang Dalam: Peluang atau Kerentanan Struktural?

1 February 2026 at 20:35

Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini telah memperlihatkan ketegangan yang semakin besar di pasar aset kripto, mempertemukan investor berpengalaman “buy the dip” dengan bukti-bukti kerentanan struktural yang terus meningkat.

Ketika aset digital ini turun bersamaan dengan pergerakan risk-off yang meluas di pasar global, para analis memberikan interpretasi yang sangat berbeda tentang penurunan ini dan dampaknya bagi investor.

Aksi Jual Bitcoin Mengungkap Pertarungan yang Semakin Dalam antara Pembeli Berkeyakinan dan Kelemahan Pasar Struktural

Bagi Robert Kiyosaki, seorang “Bitcoin bull” dan penulis kenamaan, penurunan harga ini merupakan kesempatan langka untuk membeli. Ia membandingkan perilaku pasar dengan penjualan ritel, seraya menjelaskan bahwa banyak orang justru berbondong-bondong membeli barang diskon di toko, tapi investor sering panik ketika terjadi aksi jual aset di pasar keuangan.

“Pasar emas, perak, dan Bitcoin baru saja anjlok… Saya sedang menunggu dengan uang tunai di tangan untuk mulai membeli lebih banyak,” ujar Kiyosaki , sembari menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai kesempatan masuk dengan diskon untuk akumulasi jangka panjang.

Namun, beberapa pakar lain justru meminta untuk tetap waspada. CEO CryptoQuant Ki Young Ju menyoroti kurangnya arus modal segar dan Realized Cap yang stagnan—yakni metrik yang melacak nilai koin di harga terakhir saat berpindah tangan—sebagai sinyal bahwa aksi jual ini lebih mengindikasikan aksi ambil untung daripada pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.

“Bitcoin turun karena tekanan jual yang masih bertahan. Ketika market cap turun dalam kondisi ini, itu bukan bull market,” terang dia , sembari menjelaskan bahwa meski crash drastis seperti siklus sebelumnya nampaknya tidak akan terjadi, posisi bottom pasar masih belum pasti.

Kelemahan di Bitcoin juga merupakan bagian dari koreksi lintas kelas aset yang lebih luas. Ahli strategi makro dari Bull Theory menggambarkan penurunan ini sebagai reaksi berantai secara berurutan, diawali dari saham berkapitalisasi kecil dan dolar AS, lalu merembet ke saham, logam mulia, dan akhirnya juga ke pasar aset kripto yang sangat banyak menggunakan leverage.

“Ini bukan kejadian acak. Ini reaksi berantai: small caps, dolar, ekuitas, logam, kripto,” komentar pihak Bull Theory , sekaligus menyoroti keterkaitan pasar global yang sangat erat.

Model Kuantitatif Soroti Kondisi Undervalued Bitcoin di Tengah Risiko Struktural Pasar

Meski ada indikator bearish seperti ini, beberapa analisis kuantitatif justru menilai Bitcoin masih undervalued secara historis.

Model power-law terbaru menunjukkan bahwa BTC saat ini diperdagangkan sekitar 35% di bawah tren 15 tahunnya, sehingga masuk ke zona “oversold” yang secara historis sering diikuti oleh pembalikan tajam ke rata-rata.

Menurut model ini, Bitcoin berpotensi rebound ke US$113.000 pada pertengahan 2026 dan bahkan melewati US$160.000 di awal 2027, dengan proyeksi potensi imbal hasil di 12 bulan ke depan bisa melampaui 100%.

Namun, aksi jual kali ini juga memperlihatkan pelajaran struktural yang mendasar. Analis JA Maartun menegaskan bahwa pasar secara konsisten selalu menguji tingkat konsentrasi dan keyakinan.

Ketika pergerakan harga sangat bergantung pada aksi beli konsisten oleh segelintir pelaku, perlambatan apa pun bakal mengungkap kelemahan yang ada.

Kejadian masa lalu, mulai dari Terra/LUNA hingga kepemilikan Bitcoin MicroStrategy, menunjukkan bahwa ketergantungan pada arus modal terpusat bisa memperbesar volatilitas ketika arus tersebut mulai terhenti.

Seiring Bitcoin mencari stabilitas, pasar saat ini seperti terjepit di antara dua kekuatan: investor dengan keyakinan kuat yang memanfaatkan harga diskon dan tekanan struktural akibat minimnya modal baru serta posisi leverage yang ada.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di harga US$76.819, turun sebesar 0,34% dalam 24 jam terakhir.

Apakah Holder Dogecoin Ingin Beli Lagi setelah Koreksi 16%?

1 February 2026 at 19:30

Harga Dogecoin anjlok tajam dalam beberapa hari terakhir, sehingga memicu kekhawatiran di pasar. Meme coin ini turun 16% dalam empat hari, bahkan sempat menembus sejumlah level psikologis penting.

Meski pergerakan ini membuat holder jangka pendek resah, penurunan tersebut justru bisa mendukung kondisi makro yang lebih sehat. Secara historis, koreksi seperti ini sering menciptakan zona akumulasi yang menguntungkan bagi DOGE.

Holder Dogecoin Memang Cerdas

Data on-chain menunjukkan holder Dogecoin bergerak cepat saat harga mulai melemah. Perubahan posisi bersih exchange mengindikasikan ada peningkatan akumulasi selama aksi jual. Tekanan beli melampaui tekanan jual ketika DOGE turun di bawah rata-rata harga terkini. Perilaku ini menunjukkan investor melihat penurunan sebagai peluang, bukan peringatan.

Akumulasi seperti ini sering mencerminkan kepercayaan dari para pelaku pasar yang paham. Alih-alih keluar dari pasar, para holder justru menambah eksposur pada harga yang lebih rendah.

Respons ini mengurangi tekanan penurunan dan membantu menstabilkan harga. Pola ini sejalan dengan koreksi DOGE sebelumnya yang akhirnya berlanjut ke pemulihan harga.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya lewat tautan ini.

Perubahan Posisi Bersih Dogecoin di Exchange.
Perubahan Posisi Bersih Dogecoin di Exchange | Sumber: Glassnode

Indikator makro semakin memperkuat tesis akumulasi. Rasio Market Value to Realized Value telah memasuki zona peluang. MVRV DOGE kini berada di kisaran -17% hingga -25%. Kisaran ini menandakan terjadi kerugian yang belum terealisasi di dalam jaringan.

Secara historis, Dogecoin biasanya pulih ketika MVRV masuk ke zona ini. Penumpukan kerugian membatasi aksi jual lebih lanjut karena holder enggan merealisasikan penurunan. Akumulasi cenderung meningkat di fase seperti ini. Pemulihan sebelumnya juga terjadi setelah tekanan jual mulai mereda, mengikuti pola serupa.

Rasio MVRV DOGE
Rasio MVRV DOGE | Sumber: Santiment

Harga DOGE Selamat dari Crash Lebih Lanjut

Pada waktu publikasi, Dogecoin diperdagangkan di sekitar US$0,105. Harga DOGE telah mengalami penurunan selama empat hari terakhir, menggerus 16% nilainya. Dalam 24 jam terakhir, DOGE sempat menyentuh level terendah harian di US$0,094, yang menjadi titik terlemah dalam beberapa pekan terakhir.

Aksi beli saat harga turun ikut meredam penurunan lebih jauh. DOGE dengan cepat berhasil kembali ke level US$0,100, sehingga menambah support jangka pendek. Bertahan di atas zona ini sangat penting untuk pemulihan. Jika DOGE mampu bergerak ke atas US$0,110, momentum bisa menjadi lebih kuat. Breakout seperti ini dapat mendorong harga menuju US$0,117, sehingga mengembalikan sebagian kerugian yang baru terjadi.

Analisis Harga DOGE.
Analisis Harga DOGE | Sumber: TradingView

Risiko penurunan masih ada jika momentum kembali melemah. Jika gagal bertahan di US$0,100, DOGE akan terancam menghadapi tekanan jual baru. Dalam skenario ini, harga bisa kembali menyentuh US$0,094 atau bahkan lebih rendah. Pergerakan seperti ini akan menginvalidasi skenario bullish dan menunda pemulihan sampai permintaan membaik.

❌