Normal view

Di US$76K, Rata-Rata Biaya Strategi Menyamai Harga Bitcoin Saat Ini

3 February 2026 at 01:23

Penurunan singkat Bitcoin di bawah US$76.000 minggu ini memicu penurunan harga saham Strategy sebesar 7%. Hal ini mengungkap kenyataan struktural bahwa pasar tidak bisa lagi mengabaikan: seluruh posisi 713.502 BTC milik perusahaan ini sekarang tepat berada di harga modalnya.

Kenyataan ini mengubah apa yang dulunya hanya taruhan treasury korporat menjadi sebuah acuan utama bagi pasar.

Saat Ukuran Menjadi Struktur

Strategy, sebelumnya bernama MicroStrategy, telah mengakumulasi sekitar 3,57% dari total suplai Bitcoin. Konsentrasi ini menjadikan perusahaan tersebut bukan sekadar holder besar, tapi juga bagian dari struktur pasar itu sendiri.

“Saylor bukan hanya optimistis—dia adalah pasarnya sendiri,” papar analis CryptoQuant Maartunn dalam penilaian mendalam atas posisi Strategy. “Ini sudah bukan lagi kepemilikan pasif. Ini adalah struktur pasar.”

Angka-angka memperjelas transformasi ini. Per 1 Februari, Strategy memiliki 713.502 BTC yang diperoleh dengan total sekitar US$54,26 miliar pada harga rata-rata US$76.052 per koin. Ketika harga Bitcoin menyentuh US$74.500 pada hari Senin—level terendahnya sejak April—seluruh posisi perusahaan ini sempat berada di bawah harga modal.

Harga kini sudah pulih ke sekitar US$78.800, namun peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa level US$76.000 menjadi titik acuan mekanis. Berdasarkan analisis Maartunn, sekitar 61% suplai Bitcoin yang beredar saat ini berada di atas harga pasar, sementara 39% di bawahnya. Posisi besar Strategy tepat membelah garis keseimbangan ini.

Tekanan Pembelian yang Berlanjut

Meski volatilitas terjadi, Strategy mengumumkan pembelian lagi: 855 BTC dengan harga rata-rata US$87.974. Ini menunjukan komitmen berkelanjutan pada strategi treasury Bitcoin, sekaligus menambah tekanan struktural baru.

Strategy has acquired 855 BTC for ~$75.3 million at ~$87,974 per bitcoin. As of 2/1/2026, we hodl 713,502 $BTC acquired for ~$54.26 billion at ~$76,052 per bitcoin. $MSTR $STRC https://t.co/tYTGMwPPUF

— Michael Saylor (@saylor) February 2, 2026

Pembelian terbaru ini meningkatkan biaya marjinal kepemilikan Strategy dan memperbesar ketergantungan pada modal. Lebih krusial lagi, pembelian dilakukan di harga sekitar 7% di atas level pasar saat ini, sehingga koin baru mereka sudah mengalami kerugian di atas kertas.

“Membeli 855 BTC di US$87.974 menaikkan biaya marjinal, meningkatkan ketergantungan modal, menambah ukuran posisi yang secara langsung berada di kerugian -7%,” ulas Maartunn. “Saylor kini memegang lebih banyak BTC di atas harga pasar daripada di bawahnya. Artinya, penurunan harga kini lebih cepat terasa.”

Jenis Leverage yang Berbeda

Posisi Strategy menggunakan leverage—hanya saja bukan jenis leverage yang umum di trading kripto. Pembelian Bitcoin perusahaan ini didanai melalui penerbitan saham, obligasi konversi, dan instrumen pasar modal lainnya.

Paparan SEC memperlihatkan kapasitas dana yang tersedia: saham preferen STRK saja masih memiliki kapasitas penerbitan US$20,33 miliar, ditambah kapasitas dari STRF (US$1,62 miliar), STRC (US$3,62 miliar), STRD (US$4,01 miliar), dan saham biasa (US$8,06 miliar).

Namun, ketergantungan pada pasar modal ini bisa menciptakan efek umpan balik. Jika harga Bitcoin jatuh, saham Strategy juga melemah. Harga saham yang turun membatasi kemampuan perusahaan untuk menggalang modal lewat penerbitan saham. Akses modal yang terbatas mengurangi daya beli, sehingga menghilangkan salah satu sumber permintaan penting di pasar.

“Saylor memang tidak berleverage seperti trader, namun neraca keuangan tetap memperbesar risiko,” terang Maartunn. “Jika harga BTC turun, saham MSTR melemah, atau minat pendanaan menurun—efek umpan baliknya bisa berbalik arah.”

Apa yang Sebenarnya Diuji oleh Pasar

Saat ini, situasinya mengundang perbandingan dengan kerentanan struktural di pasar kripto sebelumnya—bukan karena Strategy terancam kolaps, melainkan karena posisinya yang sudah cukup besar sampai bisa membentuk perilaku pasar.

“Kita pernah melihat struktur seperti ini sebelumnya,” komentar Maartunn, merujuk pada Terra dan FTX. “Bukan karena mereka jahat, namun karena terlalu banyak bergantung pada mereka. Saylor belum sampai di titik itu. Tetapi dengan 3,57% dari suplai total, visibilitas publik yang ekstrim, harga yang duduk tepat di harga modalnya, dan pembelian lanjutan yang diperlukan untuk mempertahankan struktur—pola ancamannya sudah jelas.”

Metri on-chain menegaskan pandangan waspada ini. Realized Cap tetap datar, menandakan tidak ada arus modal baru yang signifikan. Spent Output Profit Ratio (SOPR) masih bertahan di bawah 1, artinya holder jangka pendek cenderung menjual dalam keadaan rugi. Tanpa perbaikan volume spot dan arus ETF, pemulihan harga kemungkinan tidak akan didukung secara struktural.

“Harga yang mendekati rata-rata modal Anda bukan berarti aman. Itu justru menandakan fokus,” tutup Maartunn. “Pasar tidak menguji cerita. Pasar tidak menguji keyakinan. Tapi pasar menguji ukuran, konsentrasi, struktur pendanaan, dan seberapa besar harga sangat bergantung pada partisipasi yang terus berlanjut.”

Untuk saat ini, pasar nampaknya akan bergerak sideways dalam pola konsolidasi, bukannya mengalami breakdown tajam—kecuali jika efek umpan balik antara harga Bitcoin, saham Strategy, dan akses pada pasar modal berubah menjadi negatif.

Solana Reli setelah Sell-Off saat Dana Besar Kembali — Kenapa US$120 Penting Berikutnya

3 February 2026 at 00:00

Solana mulai menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi setelah koreksi tajam di pasar. Selama tujuh hari terakhir, SOL turun sekitar 15,5%. Penurunan ini makin tajam saat pasar secara keseluruhan mengalami aksi jual pada 31 Januari hingga 1 Februari.

Pada titik terendahnya, Solana sempat turun ke US$95,87 sebelum menemukan support. setelah itu, harga Solana sudah rebound hampir 8% dan sekarang diperdagangkan di kisaran US$103,15.

Rebound ini sudah menghapus sebagian besar kerugian harian terbaru. Lebih penting lagi, rebound ini didukung oleh arus modal yang mulai membaik dan perilaku holder jangka panjang yang tetap stabil. Sinyal-sinyal ini memperlihatkan adanya pembeli kuat yang mulai masuk. Tapi, risiko tetap ada. Apakah pemulihan ini bisa berubah menjadi reli berkelanjutan kini bergantung pada satu level kunci: US$120.


Target Breakdown Tercapai saat Dana Besar Masuk di Dekat Support

Penurunan terbaru Solana mengikuti pola teknikal yang jelas. Pada grafik harian, harga SOL menunjukkan breakdown head-and-shoulders di akhir Januari. Target penurunan dari pola ini mengarah ke zona US$95–US$96.

Target itu pun tercapai hampir sempurna di US$95,87.

Setelah menyentuh level ini, tekanan jual mulai mereda, dan pembeli mulai masuk. Pergeseran ini terlihat pada Chaikin Money Flow (CMF). CMF mengukur apakah modal sedang masuk atau keluar dari sebuah aset dengan memanfaatkan harga dan volume. Ketika CMF naik, artinya investor besar sedang mengakumulasi.

Antara 27 Januari hingga 3 Februari, harga SOL cenderung turun, namun CMF justru naik. Fenomena ini disebut bullish divergence. Artinya, walaupun harga melemah, dana tetap masuk ke pasar.

Ingin wawasan token seperti ini? Daftarkan diri Anda di Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Breakdown Harga Solana
Breakdown Harga Solana: TradingView

Perilaku ini jarang terjadi saat koreksi tajam. Biasanya, CMF juga turun seiring dengan harga. Dalam kasus ini, CMF yang naik menandakan whale atau bahkan institusi melihat zona US$95-US$96 sebagai area menarik.

Sekarang, CMF bergerak kembali mendekati garis nol. Jika CMF menembus di atas nol, itu akan mengonfirmasi bahwa tekanan beli lebih kuat daripada tekanan jual. Hal ini bisa memperkuat peluang rebound. Sampai kini, data ini memperlihatkan bahwa support Solana di sekitar US$96 bukanlah kebetulan. Support ini benar-benar dijaga oleh modal besar.


Holder Jangka Panjang Tetap Sabar, tetapi Risiko Jangka Pendek Semakin Meningkat

Rebound yang kuat biasanya memerlukan dukungan dari investor jangka panjang. Dalam kasus Solana, dukungan itu bisa dilihat di data liveliness.

Liveliness mengukur seberapa sering koin yang sudah lama disimpan akhirnya dijual. Ketika liveliness naik, holder jangka panjang menjual asetnya. Kalau turun, mereka tetap menahan.

Selama sebulan terakhir, liveliness Solana terus bergerak turun.

Bahkan waktu harga turun tajam dari US$127 sampai di bawah US$100, liveliness tidak langsung melonjak tinggi. Selain ada kenaikan singkat sekitar 29-30 Januari, tren liveliness justru turun. Hal ini menunjukkan holder jangka panjang tidak melakukan panic selling. Sebaliknya, mereka tetap sabar.

Liveliness Turun
Liveliness Turun: Glassnode

Perilaku ini mendukung gagasan bahwa penurunan baru-baru ini dianggap bersifat sementara, bukan perubahan struktural. Namun, tidak semua grup holder sejalan.

HODL Waves menunjukkan berapa lama investor memegang koin mereka. HODL Waves membantu mengidentifikasi grup mana yang sedang membeli atau menjual. Data terbaru memperlihatkan bahwa kelompok holder 1 hari sampai 1 minggu menaikkan kepemilikan mereka dari sekitar 4,38% ke 5,26% antara 31 Desember dan 1 Februari.

Kelompok ini mewakili trader jangka pendek dan spekulan.

Mereka biasanya membeli saat harga turun dan langsung jual ketika harga rebound. Semakin banyak mereka, volatilitas juga meningkat. Ini juga menambah risiko bahwa reli bisa cepat berbalik begitu harga naik lagi.

HODL Waves SOL
HODL Waves SOL: Glassnode

Jadi, meskipun holder jangka panjang tetap menunjukkan keyakinan tinggi, trader jangka pendek kini makin aktif. Hal ini menciptakan struktur yang campur aduk. Situasi ini mendukung rebound jangka pendek, namun membatasi potensi reli kecuali CMF, alias permintaan institusi, benar-benar melonjak atau bergerak di atas garis nol.


Level Harga Kunci Solana dan Kenapa US$120 Merupakan Ujian Sebenarnya

Dengan momentum yang mulai membaik tapi risiko masih ada, level harga Solana sekarang lebih penting daripada indikator teknikal.

Support penting pertama tetap pada zona US$95,87–US$96,88. Area ini menandai target breakdown yang sudah tercapai. Selama SOL bertahan di atasnya, struktur rebound masih terjaga. Jika zona ini jebol, potensi penurunan terbuka hingga ke US$77. Hal ini akan membatalkan banyak setup bullish.

Di sisi atas, hambatan jangka pendek pertama berada di sekitar US$103,60. Saat ini, Solana sedang menguji area ini. Penutupan harian yang stabil di atas level tersebut akan menandakan kekuatan jangka pendek.

Namun, level terpenting ada di US$120,88. Level ini penting karena tiga alasan.

Pertama, area ini merupakan titik breakdown utama sejak 29 Januari. Kedua, level ini hampir sejajar dengan exponential moving average (EMA) 20 hari. EMA melacak tren harga terbaru dan berfungsi sebagai resistance dinamis saat terjadi tren turun.

Analisis Harga Solana
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Ketiga, ketika Solana berhasil merebut kembali zona ini pada awal Januari lalu, harganya sempat reli 17%. Jika Solana mampu breakout dan menutup harian di atas US$120,88, maka itu menandakan momentum mulai beralih ke pembeli. Ini juga akan menjadi sinyal bahwa fase koreksi mulai berakhir.

Di atas US$120,88, resistance harga Solana berikutnya ada di sekitar US$128,29. Jika berhasil menembus level tersebut, potensi reli lanjutan bisa membawa harga menuju US$148,63 sebagai bagian dari relief rally.

Namun, skenario ini hanya mungkin terjadi jika aliran modal terus masuk dan perilaku holder jangka panjang tetap stabil. Jika volume didominasi oleh trader jangka pendek, reli bisa saja terhenti sebelum mencapai target tersebut.

Clarity Act Kehilangan Kejelasan atas Kesepakatan Kripto Trump dengan UEA

2 February 2026 at 23:51

Negosiasi yang dipimpin Gedung Putih terkait Clarity Act berakhir pada hari Senin tanpa adanya kesepakatan, karena industri aset kripto dan kelompok lobi perbankan gagal mencapai titik temu terkait imbal hasil stablecoin. Selain itu, investasi baru sebesar US$500 juta oleh pejabat UEA di perusahaan kripto keluarga Presiden Donald Trump, semakin memperumit prospek rancangan undang-undang tersebut.

Clarity Act dibuat untuk memberikan kepastian regulasi di pasar aset kripto Amerika. Akan tetapi, rancangan ini justru terjerat kontroversi konflik kepentingan yang berpotensi menggagalkan prioritas utama pemerintah dalam regulasi aset kripto—serta bisa mengubah masa depan keuangan digital secara menyeluruh.

Deadlock Yield

Pertemuan di Eisenhower Executive Office Building, yang dipandu oleh penasihat kripto presiden Patrick Witt, mempertemukan perwakilan dari Coinbase, Circle, dan Ripple, serta kelompok perdagangan bank. Setelah lebih dari dua jam diskusi, para peserta meninggalkan ruangan tanpa ada persetujuan apakah exchange kripto boleh menawarkan bunga pada stablecoin atau tidak.

Pihak kripto, yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan perbankan, merasa bahwa bank-bank sedang mengulur-ulur waktu. Gedung Putih meminta kedua belah pihak agar dapat mencapai kompromi sebelum akhir bulan.

Taruhannya sangat besar. Analisis Departemen Keuangan memperkirakan hingga US$6,6 triliun simpanan dapat berpindah dari bank ke stablecoin jika imbal hasil diperbolehkan. Pihak bank memperingatkan risiko lahirnya sistem keuangan paralel tanpa regulasi; sedangkan eksekutif kripto membalas bahwa bank sekadar takut menghadapi persaingan.

Perselisihan ini memanas pada Januari lalu saat CEO Coinbase, Brian Armstrong, menarik dukungannya untuk rancangan undang-undang, dengan menyatakan bahwa ia lebih memilih tidak ada peraturan sama sekali ketimbang undang-undang yang dianggap cacat.

🚨NEW: Some preliminary color from sources in the room on the White House stablecoin meeting that just wrapped:

📌In attendance: Reps from @bankpolicy, @ABABankers, @FSForum, @ICBA, @Fidelity, @PayPal, @paradigm, @SoFi, @crypto_council, @BlockchainAssn, @DigitalChamber,… https://t.co/wNccPn21kT

— Eleanor Terrett (@EleanorTerrett) February 2, 2026

Kesepakatan UAE Membayangi

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan—Penasihat Keamanan Nasional UEA sekaligus ketua sovereign wealth fund negara itu senilai US$1,5 triliun—mengakuisisi 49% saham World Liberty Financial, perusahaan aset kripto milik keluarga Trump, hanya empat hari sebelum pelantikan.

Pemantau etika mengkritik keras kesepakatan ini sebagai konflik kepentingan yang jelas dan potensi pelanggaran konstitusi. Kronologi waktunya sendiri jadi sorotan: Trump menjamu Tahnoon dalam makan malam Gedung Putih di bulan Maret; stablecoin USD1 milik World Liberty memfasilitasi investasi UEA sebesar US$2 miliar ke Binance pada bulan Mei; dua minggu kemudian, pemerintah menyetujui ekspor 500.000 chip AI Nvidia ke UEA, membatalkan larangan era Biden sebelumnya.

Paradoks Kejelasan

Di sinilah letak ironinya: jika lolos, Clarity Act akan mengatur semua stablecoin AS—termasuk USD1 milik World Liberty. Artinya, Trump akan menandatangani aturan yang justru mengatur bisnis aset kripto keluarganya sendiri. Dengan demikian, posisi pemerintah tentang imbal hasil akan langsung memengaruhi daya saing USD1.

Bahkan sebelum munculnya investasi UEA, pihak Demokrat sudah mendesak adanya pasal anti-korupsi. Senator Elizabeth Warren menyebut situasi ini jelas-jelas sebagai korupsi dan mendesak dilakukan tindakan Kongres. Namun karena Partai Republik menguasai kedua kamar, penyelidikan resmi masih sangat kecil kemungkinannya.

Jalur yang Menyempit

Rancangan undang-undang ini telah lolos di Komite Pertanian DPR dan Senat, namun masih perlu melewati Komite Perbankan Senat. Partai Demokrat memegang kekuatan di sana, dan tuntutan mereka tak hanya soal etika, namun juga penambahan staf penuh untuk CFTC serta penguatan perlindungan anti pencucian uang.

Jaksa di New York menambah rumit situasi, dengan menuduh melalui surat bahwa undang-undang ini memungkinkan penerbit stablecoin memperoleh untung dari penipuan dengan menahan dana curian alih-alih mengembalikannya kepada korban.

Trump menjanjikan di Davos akan menandatangani undang-undang struktur pasar dalam waktu dekat. Akan tetapi, kebuntuan soal imbal hasil, problem etika, dan tuduhan UEA kian membuat waktu tersebut sulit untuk tercapai. Penurunan harga Bitcoin sampai 40% sejak puncak Oktober mencerminkan ketidakpastian yang terus meningkat.

Clarity Act bertujuan untuk menghadirkan aturan yang jelas bagi pasar aset kripto. Namun kenyataannya, undang-undang ini justru menjadi contoh bagaimana konflik kepentingan presiden dapat mengaburkan niat legislasi yang semula sangat jelas.

Harga XRP Menemukan Support di US$1,50 — Tapi Buyer yang Salah yang Menguasai Pasar

2 February 2026 at 23:00

Harga XRP sedang berusaha menstabilkan diri setelah aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Token ini sempat turun hingga mendekati US$1,50 sebelum kembali naik ke sekitar US$1,61, mengikuti penurunan besar yang terjadi pada 31 Januari hingga 1 Februari. Secara teknikal, pergerakan ini terlihat seperti pantulan teknikal dan mungkin menjadi awal dari tren yang lebih besar.

Tapi, data on-chain dan aliran token memperlihatkan bahwa pemulihan ini masih lemah. Para pembeli yang menopang harga XRP saat ini kebanyakan berasal dari trader jangka pendek. Permintaan secara keseluruhan juga tetap lemah. Ada tiga indikator yang menjelaskan mengapa rebound ini masih bisa gagal.


Holder Jangka Pendek Memimpin Reli — dan Itu Berisiko

Harga XRP masih bergerak di dalam channel turun jangka panjang yang aktif sejak awal Juli lalu.

Kenaikan baru-baru ini terjadi di dekat batas bawah channel tersebut, sekitar US$1,50. Level itu menarik minat pembeli yang membantu menahan harga. Tapi, siapa yang membeli lebih penting dibandingkan di mana harga memantul.

XRP Masih Cenderung Bearish
XRP Masih Cenderung Bearish: TradingView

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Crypto Newsletter Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Di sinilah peran penting HODL Waves. HODL Waves memantau berapa lama investor menyimpan aset mereka. Grafik ini juga menunjukkan kelompok holder mana yang sedang menambah atau mengurangi kepemilikan.

Data terbaru memperlihatkan bahwa kelompok pemegang 1 minggu hingga 1 bulan, yang adalah trader jangka pendek, menjadi pendorong utama pembelian. Persentase suplai XRP yang mereka miliki meningkat dari sekitar 1,99% menjadi 5,27% antara 31 Januari hingga 1 Februari. Ini adalah lonjakan besar jika melihat rentang waktu cuma dua hari.

Kenaikan kepemilikan spekulatif yang sangat tajam seperti ini jelas berisiko.

Sejarah mencatat alasan mengapa ini berisiko. Saat harga XRP mencapai puncak mendekati US$2,35 pada 5 Januari, kelompok yang sama memegang sekitar 4,83% suplai. Begitu harga mulai melandai, mereka cepat-cepat menjual kepemilikan hampir separuh menjadi 2,15%. Gelombang jual inilah yang ikut mendorong harga XRP turun ke kisaran US$1,65 beberapa minggu setelahnya.

HODL Waves Menunjukkan Uang Spekulatif
HODL Waves Menunjukkan Uang Spekulatif: Glassnode

Sederhananya, kelompok trader ini biasanya membeli di saat harga turun dan cepat menjual begitu harga mulai naik. Mereka tidak tahan menghadapi ketidakpastian pasar.

Sekarang, mereka kembali menjadi motor utama rebound harga. Artinya, support saat ini lebih banyak berasal dari perputaran modal spekulatif, bukan kepercayaan jangka panjang. Jika harga XRP kesulitan menembus resistance, kelompok ini bisa saja buru-buru keluar dan memicu penurunan baru.


Outflow Exchange Menurun karena Pembelian Lebih Luas Melemah

Peringatan kedua datang dari data arus keluar-masuk di exchange.

Arus keluar dari exchange mencerminkan seberapa banyak aset yang keluar dari platform perdagangan. Biasanya, semakin banyak aset keluar, menandakan ada yang membeli dan ingin menyimpan jangka panjang. Sebaliknya, arus masuk menunjukkan tekanan jual. Rebound harga yang kuat umumnya didukung oleh peningkatan arus keluar saat harga turun, tanda adanya permintaan baru.

XRP menunjukkan pola sebaliknya.

Pada 31 Januari, arus keluar XRP dari exchange tercatat sebesar 31,38 juta XRP. Di awal Februari, angkanya turun tajam hingga sekitar 9,81 juta. Artinya ada penurunan hampir 70%. Hal ini terjadi saat XRP anjlok sekitar 14% dari harga puncak akhir Januari.

Arus Keluar Exchange Turun
Arus Keluar Exchange Turun: Santiment

Alih-alih meningkat saat harga turun, tekanan beli justru semakin melemah.

Hal ini penting karena menunjukkan hanya sebagian kecil trader yang menopang harga, yaitu kelompok spekulatif seperti yang dijelaskan tadi. Peserta pasar yang lebih luas tidak menambah porsi investasi mereka. Jadi jika holder jangka pendek mulai menjual, tidak banyak permintaan baru yang siap menyerap suplai tersebut.

Ini menimbulkan struktur yang rapuh. Harga mungkin bisa bertahan sementara, tapi daya tahannya kurang. Tanpa arus keluar yang lebih kuat, rebound harga biasanya tidak bertahan lama.


Pembeli Berkeyakinan Lemah dan Level Harga Kunci Bikin XRP Rentan

Risiko terakhir berasal dari tidak adanya investor jangka panjang dan investor “berkeyakinan tinggi”.

HODL Waves memperlihatkan kelompok yang berinvestasi lebih lama, terutama holder 2 tahun sampai 3 tahun, belum kembali masuk. Kelompok ini pernah memegang lebih dari 14% suplai XRP di akhir 2025. Saat ini angkanya turun menjadi sekitar 5,7% dan cenderung datar. Tidak ada aksi beli meski harga sempat turun drastis.

Kelompok holder seperti ini biasanya melakukan akumulasi besar saat harga benar-benar telah jatuh dalam. Tidak munculnya mereka menjadi tanda bahwa pasar belum menilai harga saat ini cukup menarik untuk masuk jangka panjang. Kurangnya keyakinan ini sejalan dengan struktur harga XRP sekarang.

Pembeli XRP Berkeyakinan Tinggi Masih Menjauh
Pembeli XRP Berkeyakinan Tinggi Masih Menjauh | Sumber: Glassnode

Saat ini, ada beberapa level yang menentukan prospek XRP.

Di sisi atas, US$1,69 adalah resistensi utama pertama. Jika XRP berhasil merebut kembali level ini, kepercayaan diri mulai membaik. Jika berhasil naik lagi, US$1,96 menjadi level krusial. Pergerakan harga di atas area ini bisa menantang channel penurunan dan berpeluang mengubah tren menjadi netral.

Sementara di sisi bawah, zona support penting berada di US$1,47-US$1,50. Jika level ini jebol, harga bisa turun ke US$1,25. Hal tersebut akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka potensi penurunan sekitar 27% sampai serendah US$0,93. Selama XRP bergerak di antara US$1,47 dan US$1,69, ketidakpastian masih mendominasi.

Analisis Harga XRP
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Pantulan harga baru-baru ini menunjukkan tekanan jual mulai melambat. Tapi arus exchange yang lemah, perilaku holder yang terpecah, dan ketiadaan pembeli berkeyakinan tinggi masih membatasi potensi kenaikan harga.

Saat ini, kelompok trader yang menahan harga XRP tetap di atas adalah mereka yang dulu juga pernah menjual lebih awal. Jika permintaan yang lebih besar dan partisipasi jangka panjang tidak kembali, support ini bisa justru menjadi pemicu gelombang jual berikutnya semakin cepat.

Dokumen Epstein Tunjukkan Email Menandai Kontroversi Aset Kripto Coinbase 2019

2 February 2026 at 22:14

Berkas Epstein yang baru dirilis menunjukkan bahwa Jeffrey Epstein menerima email pada Maret 2019 yang menyoroti apa yang digambarkan sebagai “kontroversi besar” terkait Coinbase dan akuisisinya atas perusahaan analitik blockchain, Neutrino.

Email tertanggal 12 Maret 2019 itu dikirim oleh Richard Kahn, seorang konsultan keuangan berbasis di New York yang sering muncul dalam berkas sebagai sumber berita dan analisis yang diteruskan.

Baris subjek email tersebut menyinggung klaim yang dikaitkan dengan CEO Kraken dan menyebut Ripple XRP beserta Neutrino.

Email yang dikirim ke Epstein tentang Kontroversi Coinbase dan Neutrino.
Email yang Dikirim ke Epstein Mengenai Kontroversi Coinbase dan Neutrino | Sumber: DOJ

Bagaimana Krisis Kripto 2019 Masuk ke Inbox Epstein

Waktu pengiriman pesan tersebut bertepatan dengan gelombang penolakan besar-besaran terhadap Coinbase setelah akuisisi Neutrino pada akhir Februari 2019.

Pendiri Neutrino sebelumnya bekerja di Hacking Team, sebuah perusahaan perangkat lunak pengawasan kontroversial yang dituduh mendukung pelanggaran hak asasi manusia.

Langkah akuisisi itu memicu reaksi keras di seluruh industri aset kripto. Para pegiat privasi dan pengguna menuding Coinbase telah mengkhianati kepercayaan pengguna, sehingga terlahir kampanye #DeleteCoinbase serta ajakan untuk melakukan boikot.

So, I spent some time looking into @coinbase's latest acquisition, Neutrino. What I found, just by reading existing reporting, is insanely dark, and could/deserves to become a massive scandal for Coinbase. Thread. /1https://t.co/z8MvAaPPKQ

— David Z. Morris (@davidzmorris) February 26, 2019

Pada periode yang sama, CEO Kraken Jesse Powell mengkritik secara terbuka kesepakatan tersebut, dengan menyatakan bahwa Neutrino tidak akan lolos dari tinjauan etika internal Kraken.

Coinbase kemudian mengumumkan bahwa karyawan Neutrino yang terafiliasi dengan Hacking Team akan keluar dari perusahaan.

Even more bizarre is the acquisition they made and reputational hit they took to be able to offer this service to the government. https://t.co/7VMpF66pYd

— Jesse Powell (@jespow) September 19, 2021


Koneksi XRP

Kontroversi ini terjadi di saat yang sensitif bagi Coinbase.

Beberapa minggu sebelumnya, exchange tersebut telah melakukan listing XRP untuk diperdagangkan, sehingga menambah sorotan terhadap tata kelola, standar listing, dan pengaruh mereka di pasar aset kripto.

Pemberitaan di masa itu seringkali menghubungkan beberapa isu sekaligus – mulai dari listing XRP oleh Coinbase, latar belakang Neutrino, dan kekhawatiran lebih luas tentang pengawasan serta regulasi – meskipun keterkaitan secara langsung belum terbukti.

Baris subjek email tersebut mencerminkan situasi penuh kecurigaan dan penyebaran informasi yang sangat cepat saat itu.

Email Coinbase ini menjadi salah satu dari beberapa referensi terkait aset kripto dalam berkas Epstein yang baru dirilis.

https://t.co/ZbWPcCurGd

— BeInCrypto (@beincrypto) February 2, 2026

Dokumen lain menunjukkan Epstein pernah berdiskusi tentang identitas Bitcoin bersama Peter Thiel, berinvestasi di perusahaan infrastruktur Bitcoin tahap awal Blockstream, dan menjaga kedekatan sosial dengan tokoh seperti Michael Saylor maupun Kevin Warsh.

Secara keseluruhan, catatan tersebut mengisyaratkan bahwa Epstein mengamati perkembangan aset kripto dengan cermat, khususnya di titik pertemuan antara keuangan, regulasi, dan jaringan kekuasaan elit – meski penyidik tidak menemukan bukti bahwa aset kripto terkait aktivitas kriminal dirinya.

3 Altcoin yang Bisa Cetak All Time High di Awal Februari 2026, Apa Saja?

3 February 2026 at 12:53

Altcoin menunjukkan kekuatan baru di awal Februari, dengan beberapa token tertentu yang semakin mendekati level tertinggi sepanjang masa. Momentum yang kuat, arus masuk dana yang meningkat, serta setup teknikal yang menguntungkan membuat beberapa nama altcoin menjadi pusat perhatian.

Oleh karena itu, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang berpotensi menantang atau bahkan mencetak rekor tertinggi baru di pekan pertama bulan Februari.

Rain (RAIN)

RAIN diperdagangkan di kisaran US$0,0094 pada waktu publikasi, dan masih berada di bawah level resistance US$0,0100. Aset kripto ini hanya sekitar 11% dari rekor tertingginya di US$0,0105. Konsolidasi harga di dekat resistance mengisyaratkan minat yang semakin besar karena pembeli kembali menguji batas atas harga.

Indikator momentum menunjukkan stabilitas jangka pendek yang cukup kuat. Money Flow Index berada di atas garis netral, menandakan adanya tekanan beli yang aktif. Permintaan yang stabil dapat meminimalkan risiko koreksi tajam. Kondisi ini memberi ruang bagi RAIN untuk mencoba naik lebih tinggi dan menantang rekor harga tertingginya.

Analisis Harga RAIN.
Analisis Harga RAIN | Sumber: TradingView

Struktur makro masih menjadi perhatian. RAIN bergerak di dalam pola wedge naik, pola yang seringkali mendahului koreksi harga. Breakout di atas ATH bisa saja bertemu resistance garis tren dan menyebabkan pembalikan arah. Jika gagal menembus US$0,0100, harga bisa turun ke US$0,0090 dan membatalkan skenario bullish.

Kite (KITE)

KITE muncul sebagai salah satu altcoin terkuat pekan ini, naik 22% dan diperdagangkan di kisaran US$0,141 pada waktu publikasi. Token ini masih bertahan di atas level support US$0,138. Struktur ini menandakan permintaan yang berkelanjutan sekaligus antusiasme investor setelah reli terbaru.

Agar mencapai ATH di US$0,163, KITE perlu naik sekitar 14,8%. Breakout di atas resistance US$0,150 akan menjadi konfirmasi lanjutan tren bullish. Chaikin Money Flow masih berada di atas nol, artinya arus dana masuk masih tercatat. Bahkan jika arus masuk mulai melambat, potensi kenaikan harga jangka pendek masih terbuka.

Analisis Harga KITE.
Analisis Harga KITE | Sumber: TradingView

Risiko koreksi akan meningkat jika KITE kehilangan level support di US$0,138. Langkah ini juga dapat mematahkan tren naik yang sedang berlangsung. Arus keluar dana yang mendominasi bisa memperkuat tekanan jual. Dalam skenario ini, harga KITE bisa turun menuju US$0,116, membatalkan skenario bullish dan menunda potensi pemulihan.

Stable (STABLE)

STABLE menjadi salah satu token small cap dengan performa terkuat pekan ini, naik 32% dalam tujuh hari terakhir. Altcoin ini kini diperdagangkan di dekat US$0,0271 pada waktu publikasi. Pergerakan ini mencerminkan permintaan yang meningkat dan perhatian lebih dari para trader yang beralih ke aset dengan momentum tinggi.

Saat reli kemarin, STABLE mencetak rekor harga tertinggi baru di US$0,0325, alias sekitar 19,9% di atas harga saat ini. Bertahan di atas US$0,0261 sebagai support sangat krusial. Jika kekuatan harga terjaga di atas zona ini, harga berpeluang menantang ATH dan memperpanjang tren naik.

Analisis Harga STABLE.
Analisis Harga STABLE | Sumber: TradingView

Risiko penurunan harga tetap tinggi jika para holder memilih untuk mengambil profit. Gagal bertahan di support bisa menghentikan reli. Bila tekanan jual semakin kuat, STABLE berpotensi terkoreksi ke US$0,0214. Kondisi seperti ini akan membatalkan skenario bullish dan menandakan fase konsolidasi yang lebih dalam.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi 3 altcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Token Unlock yang Perlu Dipantau di Minggu Pertama Februari 2026

2 February 2026 at 19:00

Pada minggu pertama Februari 2026, pasar aset kripto akan kedatangan token baru dengan nilai lebih dari US$638 juta. Proyek-proyek besar seperti Hyperliquid (HYPE), XDC Network (XDC), dan Berachain (BERA) akan merilis pasokan token baru dalam jumlah besar.

Pelepasan token ini bisa menimbulkan volatilitas pasar dan memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek. Berikut penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan.

1. Hyperliquid (HYPE)

  • Tanggal Unlock: 6 Februari
  • Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 9,92 juta HYPE
  • Pasokan yang Dilepas: 395,49 juta HYPE
  • Total Pasokan: 1 miliar HYPE

Hyperliquid adalah decentralized perpetual futures exchange terkemuka yang dibangun di chain layer-1 miliknya sendiri. Platform ini menawarkan trading berperforma tinggi dengan latensi rendah, order book on-chain, dan finalisasi transaksi dalam waktu kurang dari satu detik.

Pada 6 Februari, tim Hyperliquid akan unlock 9,92 juta HYPE senilai US$303,55 juta. Token ini mewakili 2,79% dari total pasokan yang dilepas.

Unlock Token Kripto HYPE pada Februari
Unlock Token Kripto HYPE pada Februari | Sumber: Tokenomist

Hyperliquid akan mengarahkan semua altcoin yang di-unlock ke kontributor inti. Unlock kali ini berlangsung setelah Hyperliquid mengurangi jumlah token tim yang di-unlock tiap bulan menjadi 140.000 HYPE untuk Februari, turun dari 1,2 juta unit pada Januari.

2. XDC Network (XDC)

  • Tanggal Unlock: 5 Februari
  • Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 841,18 juta XDC
  • Pasokan yang Dilepas: 16,81 miliar XDC
  • Total Pasokan: 27,73 miliar (Tahun 2035)

XDC Network adalah protokol blockchain EVM-compatible dengan standar enterprise yang dirancang untuk pembiayaan perdagangan. Platform ini memungkinkan tokenisasi aset dunia nyata dan instrumen keuangan dengan skalabilitas dan keamanan tinggi.

Pada tanggal 5 Februari, XDC Network akan unlock 841,18 juta token XDC. Token tersebut bernilai US$29,55 juta dan mencakup 5% dari total pasokan yang dilepas.

Unlock Token Kripto XDC pada Februari.
Unlock Token Kripto XDC pada Februari | Sumber: Tokenomist

Pendiri, penasihat, dan tim akan menerima 441,18 juta token. Selain itu, jaringan akan mengalokasikan 400 juta XDC untuk pengembangan ekosistem.

3. Berachain (BERA)

  • Tanggal Unlock: 6 Februari
  • Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 63,75 juta BERA
  • Pasokan yang Dilepas: 152,42 juta BERA
  • Total Pasokan: 741,43 juta (Tahun 2035)

Berachain adalah blockchain layer-1 identik dengan EVM yang fokus untuk mengoptimalkan likuiditas dan aktivitas decentralized finance. Mereka menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Liquidity (PoL) yang inovatif.

Pada tanggal 6 Februari, Berachain akan unlock 63,75 juta token BERA, dengan nilai sekitar US$28,8 juta, yang mewakili 41,70% dari pasokan yang dilepas. Tim Berachain akan membagi pasokan yang dilepas ini menjadi lima bagian.

Unlock Token Kripto BERA pada Februari
Unlock Token Kripto BERA pada Februari | Sumber: Tokenomist

Investor akan menerima 28,58 juta BERA, sedangkan kontributor inti awal akan mendapat 14 juta token. Selain itu, tim juga mengalokasikan 10,92 juta token untuk inisiatif komunitas di masa depan dan 8,67 juta token untuk pengembangan ekosistem serta riset & pengembangan. Terakhir, Berachain menahan 1,58 juta token untuk keperluan airdrop.

Selain tiga aset ini, Ethena (ENA), COCA (COCA), dan Tribal Token (TRIBL), bersama beberapa aset lainnya, juga akan mengalami pasokan baru yang masuk ke pasar minggu ini.

Sejumlah Bitcoin Miner Utama Hadapi Risiko Shutdown jika BTC Turun di Bawah US$70.000

2 February 2026 at 18:40

Penjualan besar Bitcoin terbaru tidak hanya sekadar koreksi teknikal. Pergerakannya kini semakin dalam hingga mendekati level yang langsung mempengaruhi ekonomi mining — dan ini mengubah profil risiko di pasar.

Di sekitar US$70.000, Bitcoin bergerak dari pasar yang sepenuhnya digerakkan trader menuju pasar di mana faktor ekonomi jaringan, perilaku miner, dan risiko forced selling mulai menjadi sangat penting. Inilah sebabnya level ini jauh lebih penting dibandingkan garis tren atau moving average saat ini.

Bitcoin Masuk ke Zona Stres Mining

Pada tingkat kesulitan jaringan saat ini dan biaya listrik sekitar US$0,08 per kWh, data mining terbaru menunjukkan adanya zona tekanan yang jelas.

Kebanyakan mesin Antminer seri S21, yang mencakup sebagian besar hashrate global modern, punya harga shutdown di kisaran US$69.000 hingga US$74.000 per BTC.

Sederhananya, di bawah kisaran harga ini, banyak miner tidak mendapatkan keuntungan dari aktivitas mining saja.

Sebagian besar Bitcoin miner punya harga Shutdown di bawah US$70.000
Sebagian besar Bitcoin miner punya harga Shutdown di bawah US$70.000 | Sumber: Antpool

Pergerakan harga Bitcoin bisa naik turun ribuan dolar dalam waktu singkat. Tapi yang membedakan situasi kali ini adalah siapa yang tertekan, bukan seberapa cepat harga bergerak.

Di atas US$70.000, mining tetap secara umum menguntungkan. Tapi, di bawah level itu, hanya miner paling efisien saja yang masih profit, sementara operator kelas menengah mulai rugi.

Kondisi ini jadi tekanan bukan hanya pada harga, namun juga arus kas, neraca keuangan, dan perilaku pelaku industri.

Harga Shutdown Bukan Berarti Harga Dasar

Penting untuk bersikap jelas.

Harga shutdown bukan berarti jadi level support yang terjamin. Miner tidak mengendalikan harga Bitcoin, dan pasar bisa saja turun melewati titik impas mining cukup lama.

Namun, harga shutdown menandakan zona di mana perilaku berubah, dan perilaku inilah yang menggerakkan pasar saat masa tekanan berlangsung.

Harga Bitcoin selama satu bulan terakhir

Harga Bitcoin Selama Sebulan Terakhir | Sumber: CoinGecko

Apa yang Terjadi jika Bitcoin Turun di Bawah US$70.000

Jika Bitcoin hanya sebentar turun di bawah US$70.000 lalu dengan cepat kembali naik, dampaknya cenderung terbatas. Tapi kalau harga terus berada di bawah level itu, maka efek domino mulai bermunculan.

Pertama, miner yang lemah bisa saja menjual cadangan BTC mereka untuk tutup biaya listrik dan hosting. Sebagian miner bahkan akan mematikan mesinnya, yang akhirnya menurunkan hashrate.

Paling penting, sentimen negatif akan semakin kuat ketika berita bergeser dari isu “volatilitas” ke “tekanan mining”.

Risiko semacam ini tidak fatal jika berdiri sendiri. Tetapi jika digabungkan, dampaknya bisa memperdalam koreksi harga.

Tekanan mining bisa sangat berbahaya ketika bertemu dengan tekanan likuiditas.

Saat ini, Bitcoin sudah berhadapan dengan:

  • Likuiditas global yang ketat
  • Penurunan selera risiko
  • Arus keluar ETF dan likuidasi derivatif

Jika tekanan mining menambah aksi jual dengan terpaksa di atas semua masalah ini, harga di pasar bisa jatuh jauh lebih cepat dari yang dibenarkan oleh fundamental.

Beginilah gerakan tajam serta tidak teratur bisa terjadi — bukan karena Bitcoin rusak, melainkan karena banyak tekanan terjadi bersamaan.

Received — 2 February 2026 BeInCrypto Indonesia

Likuidasi Masif Mengintai, Trader Crypto Wajib Pantau 3 Altcoin Pekan Ini

3 February 2026 at 12:54

Pasar kripto memasuki pekan pertama Februari dengan pertarungan yang semakin intens antara bull dan bear. Bear masih memegang keunggulan, namun bull mulai melihat peluang. Situasi ini membuat volatilitas harga menjadi semakin kompleks. Kerugian akibat likuidasi terus meningkat, baik untuk posisi Long maupun Short.

Mengapa altcoin seperti Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Tron (TRX) perlu trader pantau dengan cermat? Artikel berikut mengulas detailnya.

1. Solana (SOL)

Pada awal Februari, SOL sempat ambruk di bawah US$100 di tengah tekanan negatif pasar secara luas.

Peta heatmap likuidasi 7 hari mengungkap potensi likuidasi lebih banyak didominasi posisi Short. Para trader jangka pendek dengan leverage kelihatannya yakin SOL masih bisa drop lebih dalam.

Peta Likuidasi Exchange SOL. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange SOL | Sumber: Coinglass

Namun, harga di sekitar US$100 menempatkan SOL pada zona support terpenting dalam dua tahun terakhir. Menambah leverage dan modal untuk short di level support utama sering kali membawa risiko besar.

Analisis BeInCrypto baru-baru ini menyoroti lonjakan tajam alamat baru Solana sepanjang Januari. Setiap harinya tercipta lebih dari 10 juta alamat baru.

Selain itu, beberapa faktor baru juga dapat mendukung pemulihan. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan pengguna dari peluncuran meme coin, ekspansi stablecoin USD1, serta SOL yang mengikuti tren privasi lewat GhostSwap.

Tekanan jual akibat sentimen negatif pasar kini bertabrakan dengan katalis bullish Solana di kisaran US$100. Konflik ini bisa memicu pergerakan wick yang tajam. Baik trader Long maupun Short berpotensi mengalami kerugian likuidasi.

Data CoinGlass meramalkan jika SOL bangkit melewati US$113 pekan ini, likuidasi posisi Short dapat mencapai US$500 juta. Sementara sebaliknya, jika SOL anjlok ke US$86, kerugian likuidasi Long bisa lebih dari US$142 juta.

2. Hyperliquid (HYPE)

Hyperliquid (HYPE) termasuk salah satu altcoin yang masih mampu mempertahankan reli 50% sejak titik terendah 21 Januari. Sebagian besar altcoin lain justru mencatatkan harga terendah baru.

Peta likuidasi HYPE memperlihatkan situasi yang cukup seimbang antara Long dan Short. Di harga saat ini, sekitar US$31, jika naik ke US$35,5 bisa memicu likuidasi Short sekitar US$80 juta. Andaikata turun ke US$26, posisi Long senilai US$80 juta juga terancam terlikuidasi.

Peta Likuidasi Exchange HYPE. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange HYPE | Sumber: Coinglass

Kemampuan HYPE untuk naik bertolak belakang dari tren pasar secara umum sudah menjadi risko tersendiri. Laporan BeInCrypto juga menunjukkan arus modal keluar yang besar, sedangkan likuiditas di pasar masih belum cukup untuk menopang pemulihan.

Di sisi lain, HYPE juga memiliki katalisnya sendiri. Di antaranya, alokasi tim bulanan yang dipangkas 90%. Permintaan trading pair logam di Hyperliquid juga ikut menyokong harga token ini.

Bull dan bear saling menetralkan. Selama empat hari terakhir, HYPE membentuk pola candlestick spinning top secara beruntun. Pola seperti ini sering menandakan pergerakan harga besar sudah dekat, yang bisa meningkatkan risiko likuidasi.

3. TRX

Baru-baru ini, seorang wanita bernama Ten Ten (Zeng Ying), yang mengaku sebagai mantan kekasih Justin Sun, menuduhnya melakukan manipulasi pasar TRON (TRX) di masa awal. Ia menyatakan bahwa Sun diduga memerintahkan karyawan untuk mendaftarkan banyak akun Binance menggunakan identitas pribadi demi melakukan aksi trading terkoordinasi.

Perkembangan ini bisa menyebarkan sentimen negatif di kalangan holder TRX, terutama ketika terjadi gelombang aksi jual panik.

Trader jangka pendek bertaruh pada penurunan lebih lanjut. Peta heatmap likuidasi menunjukkan potensi likuidasi Short masih mendominasi. Nominalnya bisa hampir US$29 juta jika TRX pulih di atas US$0,31.

Peta Likuidasi Exchange TRX. Sumber: Coinglass
Peta Likuidasi Exchange TRX | Sumber: Coinglass

Namun, sinyal lain menunjukkan bahwa permintaan TRX juga semakin kuat. Tron Inc. (NASDAQ: TRON) baru-baru ini membeli tambahan 173.051 token TRX dengan harga rata-rata US$0,29. Total cadangan TRX milik perusahaan tersebut kini telah melampaui 679,2 juta TRX.

Jumlah alamat aktif mingguan di Tron juga terus meningkat secara stabil selama bertahun-tahun. Saat ini, jumlahnya mencapai 24,68 juta. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan TRX tetap terjaga bahkan selama penurunan pasar yang lebih luas.

Alamat Aktif Mingguan di Tron. Sumber: DefiLlama
Alamat Aktif Mingguan di Tron | Sumber: DefiLlama

Trader short mungkin bisa meraup untung jangka pendek saat sentimen negatif mendominasi. Namun tanpa rencana ambil untung yang jelas, keuntungan tersebut bisa cepat lenyap.

Masing-masing altcoin ini memiliki narasi sendiri. Tapi, seiring volatilitas pasar yang terus melebar, risiko likuidasi meningkat tajam bagi trader posisi Long maupun Short.

“Total likuidasi kripto secara resmi telah melampaui US$5 miliar dalam 4 hari terakhir, menandai gelombang likuidasi terbesar sejak 10 Oktober,” terang The Kobeissi Letter melaporkan.

Seiring kerugian likuidasi yang terus membesar, investor ritel bisa kehabisan modal untuk mempertahankan tekanan beli. Kondisi ini dapat mendorong pasar memasuki fase stagnan berkepanjangan.

Bagaimana pendapat Anda tentang risiko likuidasi yang membayangi Solana, Hyperliquid, dan TRX pada pekan pertama Februari ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Bisakah Pekerja Memiliki AI yang Menggantikan Mereka? Model Action Uji Model Kepemilikan Otomasi yang Radikal

2 February 2026 at 15:31

Perusahaan AI saat ini berlomba-lomba untuk mengotomasi segalanya, mulai dari menulis kode, membuat gambar, menjadwalkan iklan, merangkum rapat, dan banyak lagi. Tapi, seiring sistem ini makin berkembang, dampaknya terhadap tenaga kerja manusia semakin sulit diabaikan. Beberapa pakar kini memperingatkan bahwa generative AI bisa memicu gelombang besar penggantian pekerjaan yang akan terjadi lebih cepat dan lebih dalam dari yang telah dipersiapkan oleh sebagian besar ekonomi.

Bukannya melawan masa depan, sebuah platform asli kripto justru memilih pendekatan yang berbeda. Kalau otomatisasi memang tidak bisa dihindari, maka kepemilikan juga harus demikian.

Action Model hari ini meluncurkan ekstensi Chrome dengan sistem undangan khusus yang memungkinkan pengguna melatih sebuah sistem AI dengan cara membagikan aktivitas nyata di browser seperti klik, jalur navigasi, mengetik, dan alur tugas. Platform ini menyebutnya Large Action Model (LAM), yang mampu belajar melakukan pekerjaan digital, bukan sekadar menghasilkan konten. Sebagai imbalan kontribusi, peserta mendapatkan poin yang mungkin akan diubah menjadi token tata kelola US$LAM, bertujuan untuk mewakili hak partisipasi dalam perkembangan sistem ke depannya.

“Jika AI akan menggantikan kerja digital maka para pekerja seharusnya memiliki mesin yang menggantikan mereka,” ujar pendiri Action Model, Sina Yamani.

Melatih AI yang Melakukan Pekerjaan

Tidak seperti model chatbot yang hanya menghasilkan konten, LAM memang dirancang untuk mengoperasikan software secara langsung. Idenya sederhana: kalau manusia bisa melakukan tugas digital dengan mouse dan keyboard, agent AI yang terlatih juga seharusnya mampu melakukannya.

“Beberapa tahun terakhir ini kita melihat chatbot. Sekarang saatnya otomatisasi,” tutur Yamani. “Ada sekitar satu miliar orang bekerja menggunakan komputer. Kalau sebuah perusahaan mendapatkan alat yang dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama terus-menerus dengan biaya lebih murah, pasti mereka akan memakainya.”

Ekstensi Action Model mengumpulkan data perilaku yang telah disetujui pengguna untuk melatih AI. Tugas-tugas seperti mengelola penggajian, memasukkan data CRM, atau menjalankan operasi dasar dapat direkam sekali lalu diulang oleh model. Kontributor bisa mempublikasikan otomatisasi mereka ke marketplace publik, agar penggunaannya dapat dipantau dan mendapatkan imbalan sesuai skema insentif platform.

Kemunculan sistem AI agentic telah banyak didokumentasikan di berbagai industri, karena model-model ini makin berkembang dari sekadar menghasilkan konten menjadi menjalankan tugas secara mandiri. Sistem-sistem ini, seperti dijelaskan di artikel ini, mengumpulkan dan bertindak berdasarkan data pengguna asli, mempelajari cara menjelajahi lingkungan digital secara otonom.

Platform ini sudah menarik minat lebih dari 40.000 pengguna melalui daftar tunggu, sistem referal, dan komunitas mitra. Akses masih bersifat undangan demi menjaga kualitas kontributor sekaligus menghargai peserta awal.

Apa Bedanya dengan Alat Otomasi yang Sudah Ada?

Kebanyakan alat otomatisasi yang ada saat ini mengandalkan API atau integrasi yang kaku. Tapi, kebanyakan pekerjaan digital di dunia nyata berlangsung di sistem lawas, dashboard internal, dan alat yang memang tidak didesain untuk diotomatisasi.

“Zapier mengotomasi software. Kami mengotomasi pekerjaan,” ucap Yamani. “Hanya sekitar 2 persen internet yang bisa diakses melalui API. Sisanya 98 persen, masih butuh interaksi manusia.”

Dengan Action Model, pengguna tidak perlu menulis kode atau mengatur integrasi. Mereka cukup merekam bagaimana mereka menyelesaikan tugas. AI kemudian belajar dari alur nyata pengguna dan bisa mengulangi proses itu secara mandiri.

Hal ini membuat Action Model cukup fleksibel menangkap kasus khusus dan alur kerja yang tidak terdokumentasi, yang tidak bisa dijangkau oleh sistem tradisional.

Bagaimana dengan Privasi?

Semua pelatihan bersifat opsional dan pengguna yang memutuskan data apa yang akan dibagikan. Situs sensitif seperti email, layanan kesehatan, atau perbankan diblokir secara default. Pengguna dapat menjeda pelatihan, memblokir domain tertentu, atau menghapus kontribusi mereka sepenuhnya.

“Prinsip utama kami sederhana. Kami tidak butuh data Anda. Kami hanya butuh pola,” terang Yamani. “Data pelatihan diproses secara lokal dan dianonimkan sebelum digunakan untuk melatih model.”

Data yang dihapus akan benar-benar dihapus permanen dan tidak bisa dipulihkan, bahkan oleh pihak perusahaan. Semua kontribusi digabungkan dengan data pengguna lain menggunakan konsep k-anonymity, untuk mencegah identifikasi ulang individu. Sebuah dashboard memungkinkan kontributor memantau serta mengelola histori pelatihan dan imbalan kapan saja.

“Sementara perusahaan Big Tech mengumpulkan data seperti ini tanpa persetujuan nyata, kami transparan, dikontrol oleh pengguna, dan memberi imbalan pada orang-orang yang benar-benar melatih AI,” papar Yamani.

Jadi, Bisakah Bot Mengakali Sistem?

Untuk menghindari masalah yang menimpa sistem reward kripto sebelumnya, Action Model memakai analisis perilaku guna memastikan input dari pengguna asli. Sistem ini mencari adanya struktur, waktu, variasi, dan sinyal pengambilan keputusan — hal-hal yang sulit dipalsukan oleh bot atau click farm.

“Klik asal tidak ada gunanya,” jelas Yamani. “Alur kerja nyata itu melibatkan niat, jeda, koreksi, mengulang, dan pengambilan keputusan. Itu tidak bisa dipalsukan secara massal.”

Proyek lain yang mengganjar keterlibatan sosial atau postingan baru-baru ini dilarang di platform utama setelah terjadi lonjakan spam AI, balasan bot, dan interaksi palsu. Sebagai respons, akses API dicabut dan ekosistem token pun kolaps karena aktivitas berkualitas rendah.

ActionFi, mesin reward dari platform ini, memang dirancang untuk sepenuhnya menghindari jebakan seperti itu. Ia tidak membayar tweet atau klik. ActionFi hanya memberi imbalan pada alur kerja yang terverifikasi sebagai gambaran pekerjaan digital nyata dan terstruktur.

“Kami tidak membayar untuk kebisingan. Kami membayar untuk jalur kerja yang berguna,” tambah Yamani.

Siapa Sebenarnya yang Memiliki Sistem?

Saat ini, Action Model masih mengontrol ekstensi, logika pelatihan, dan sistem reward. Tapi, proyek ini telah berkomitmen untuk mengalihkan kepemilikan kepada para holder token US$LAM secara bertahap. Struktur DAO nantinya akan memungkinkan kontributor untuk mengatur keputusan platform, mekanisme insentif, dan peluncuran model.

“Sistem awal butuh koordinasi. Yang penting adalah apakah sistem itu terdesentralisasi sejak awal,” tegas Yamani.

Bila diterapkan seperti yang dijelaskan, kepemilikan akan memberi holder token pengaruh dalam mengambil keputusan infrastruktur yang berkaitan dengan data yang telah mereka bantu hasilkan.

Jika AI Pasti Terjadi, Apakah Kepemilikan Juga Bisa?

Generasi AI berikutnya kini tidak hanya dibangun di atas bahasa, tetapi juga tenaga kerja. Dari kerja kantoran hingga operasional, banyak tugas di balik layar kini bisa diambil alih oleh agent cerdas.

“Anda sudah sering dengar bahwa jutaan pekerjaan berbasis layar akan terotomatisasi. Hal itu bukan cerita puluhan tahun lagi — itu sedang terjadi sekarang,” ucap Yamani. “Jika data Anda membantu melatih AI, Anda seharusnya berhak atas apa yang tercipta.”

Apakah Action Model bisa berkembang, tetap transparan, dan membangun ekonomi yang berkelanjutan merupakan hal yang akan terus kami pantau dengan saksama dalam beberapa bulan ke depan. Tapi, taruhannya sudah sangat jelas. Pergulatan utama AI bukan hanya soal apa yang bisa dilakukan, tapi juga siapa yang mendapatkan manfaatnya. 

Seiring AI membentuk ulang dunia kerja, apakah masa depan akan dikuasai oleh platform, atau justru oleh semua orang? 

US$10 Triliun Hilang dari Aset Safe Haven, Pasar Mulai Harga Ulang Rezim Baru The Fed | Berita Kripto AS

2 February 2026 at 15:31

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting tentang perkembangan utama di dunia aset kripto untuk hari ini.

Silakan siapkan kopi karena pasar baru saja memberikan sinyal yang tidak mudah dijelaskan. Emas, perak, dan aset kripto semuanya bergerak ke arah yang tidak diharapkan secara bersamaan, membuat investor gelisah dan bertanya-tanya apa yang diam-diam berubah di balik layar.

Berita Kripto Hari Ini: Dump Bitcoin, Emas, dan Perak

Lebih dari US$10 triliun nilai pasar telah terhapus dari emas dan perak hanya dalam tiga hari, menandai salah satu episode kehancuran kekayaan paling besar dan paling cepat dalam sejarah logam modern.

Keambrukan mendadak ini mengguncang pasar global, sehingga menimbulkan pertanyaan mendesak soal likuiditas, kebijakan moneter, dan apakah aset “safe haven” tradisional mulai kehilangan peran defensifnya.

Harga emas spot jatuh di bawah US$4.500 per ons, turun hampir US$1.000 dalam tiga hari perdagangan. Sementara itu, harga perak turun di bawah US$72, memperpanjang penurunan hingga mendekati 40% dari harga tertinggi terakhir.

BREAKING: Gold falls below $4,500/oz and Silver falls below $72/oz as selling pressure builds.

Gold and silver have now erased over $10 TRILLION of market cap in 3 days. pic.twitter.com/H1BiB8Ana5

— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) February 2, 2026

Dalam nilai kapitalisasi pasar, emas sendiri memangkas sekitar US$7,4 triliun, sementara perak kehilangan tambahan US$2,7 triliun, sehingga total kerugian ini justru lebih besar daripada seluruh pasar aset kripto. Pada waktu publikasi, harga emas berada di kisaran US$4.702, sedangkan perak diperdagangkan di harga US$81,59.

Performa Harga Emas dan Perak
Performa Harga Emas dan Perak | Sumber: TradingView

Hal yang membuat pergerakan ini terasa makin mengkhawatirkan adalah karena tidak ada pemicu yang jelas. Tidak ada guncangan geopolitik besar, sinyal resesi, maupun kejutan inflasi. Sebagai gantinya, pasar nampaknya menyesuaikan harga ulang untuk masa depan yang dipicu oleh pengetatan neraca The Fed secara agresif.

“Pasar sedang bereaksi terhadap pesan Ketua The Fed berikutnya Kevin Warsh: ‘The Fed harus memangkas neracanya,’tulis Coin Bureau, seraya menyoroti bahwa Warsh berpendapat neraca The Fed yang sekitar US$7 triliun “terlalu besar triliunan dari yang diperlukan.”

Argumennya, semakin kecil neraca, maka semakin sedikit likuiditas yang menopang saham, aset kripto, serta logam mulia.

Panik Menyebar saat Aset Kripto Ikut dalam Breakdown “Safe Haven”

Dampaknya ternyata tidak hanya menimpa logam mulia. Pasar aset kripto telah kehilangan lebih dari US$430 miliar nilai pasar hanya dalam empat hari terakhir.

Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa pelepasan aset berbasis likuiditas menjalar ke berbagai kelas aset lain. Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penurunan tajam, sedangkan sentimen pasar aset kripto secara luas juga memburuk cukup cepat.

Performa Harga Bitcoin dan Ethereum
Performa Harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: TradingView

“Emas turun 20% dari puncaknya, dan telah menghapus US$7,4 triliun nilai kapitalisasi pasar atau 5 kali lipat kapitalisasi Bitcoin. Perak jatuh hampir 40% sehingga kehilangan US$2,7 triliun, jumlah yang setara dengan seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Aset safe haven kini bergerak seperti meme coin kripto,” ungkap analis Bull Theory.

Psikologi investor juga terlihat mulai retak, karena ada laporan bahwa jumlah investor yang terguncang dalam siklus kali ini lebih banyak dibandingkan saat kejatuhan aset kripto pada 2022.

“Beberapa investor pindah ke emas karena mereka masih ingin bertahan di jalur uang keras,” tulis Natalie Brunell, sembari mengingatkan agar tidak membingungkan pergerakan harga karena ketakutan dengan hilangnya alasan jangka panjang bagi Bitcoin.

Di sisi lain, beberapa ahli strategi tetap optimistis terhadap emas dalam jangka panjang, dengan Deutsche Bank dikabarkan masih mempertahankan proyeksi harga emas di US$6.000 walau harga sedang melemah.

JUST IN: Deutsche Bank sticks with gold forecast at $6,000 amid slump. pic.twitter.com/0GhPYkWbiL

— Whale Insider (@WhaleInsider) February 2, 2026

Kondisi ini memperjelas perbedaan antara tekanan likuidasi jangka pendek dan narasi lindung nilai moneter jangka panjang.

Beberapa lainnya melihat kemiripan sejarah, dengan analis Zev membandingkan pola reli dan koreksi emas saat ini dengan puncak tahun 1980. Berdasarkan itu, dia memperingatkan bahwa risiko terbesar mungkin bukan kejatuhan total, melainkan masa stagnasi panjang setelah kenaikan parabolik.

“Safe haven ≠ beli di harga berapa saja,” ingat dia.

Sementara itu, dalam wawancara terbaru, Tom Lee dari Fundstrat menilai kinerja buruk aset kripto dibandingkan emas akhir-akhir ini disebabkan peristiwa deleveraging besar-besaran Oktober lalu yang merusak struktur pasar aset kripto.

Sambil menegaskan kembali tesis “emas digital” untuk Bitcoin, Lee memperingatkan bahwa jalur adopsi akan tetap volatil, dengan tahun 2026 yang nampaknya menjadi ujian utama.

Chart of the Day

Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin
Kapitalisasi Pasar Emas, Perak, dan Bitcoin | Sumber: Top Assets by Market Capitalization

Byte-Sized Alpha

Berikut ringkasan berita aset kripto di Amerika Serikat yang bisa Anda cermati hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 30 JanuariRingkasan Pre-Market
Strategy (MSTR)US$149,71US$139,47 (-6,84%)
Coinbase (COIN)US$194,74US$187,89 (-3,52%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,26US$27,03 (-4,35%)
MARA Holdings (MARA)US$9,50US$9,04 (-4,84%)
Riot Platforms (RIOT)US$15,47US$14,79 (-4,40%)
Core Scientific (CORZ)US$17,99US$17,92 (-0,39%)
Lomba pembukaan pasar saham kripto: Google Finance

Mengapa Diskon Harga ADA 45% dan Harapan Reversal Tidak Bisa Menyatukan Para Crypto Whale Cardano

2 February 2026 at 15:00

Harga Cardano sedang diperdagangkan dengan diskon besar. Sejak awal Desember, harga telah turun hampir 45% dan baru-baru ini menyentuh US$0,26 sebelum memantul ke sekitar US$0,28. Di atas kertas, area ini nampak seperti zona beli yang kuat.

Chart juga menunjukkan sinyal pembalikan awal. Trader ritel mulai kembali melakukan akumulasi. Namun, para holder besar yang dikenal sebagai whale masih bersikap hati-hati. Walau harga diskon dan indikator mulai membaik, pembelian belum meyakinkan. Ada tiga poin data yang menjelaskan alasannya.


Bullish Divergence di Dalam Channel Turun Masih Gagal Satukan Whale

Dari sisi teknikal, chart Cardano terlihat campuran.

Sejak November, ADA terus bergerak di dalam channel menurun, di mana harga membentuk lower high dan lower low di antara dua garis paralel. Pola ini menggambarkan tren turun yang terkontrol, bukan aksi jual panik, sebab channel masih terjaga. Namun, risiko penurunan tetap ada.

Pada saat bersamaan, momentum mulai membaik.

Antara 21 November sampai 31 Januari, ADA membentuk lower low. Pada periode yang sama, Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. RSI mengukur momentum dalam skala 0–100. Jika harga turun, namun RSI naik, ini mengisyaratkan tekanan jual mulai melemah. Fenomena ini dikenal dengan bullish divergence dan biasanya muncul mendekati awal pembalikan tren.

Chart ADA Campuran
Chart ADA Campuran: TradingView

Mau dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski muncul tanda-tanda pembalikan, whale belum menunjukkan respons yang kompak.

Data on-chain memperlihatkan tiga kelompok wallet utama punya pola perilaku berbeda:

  • Wallet yang memegang lebih dari 1 miliar ADA menambah kepemilikan sedikit setelah 28 Januari, namun tidak menambah saat harga turun di akhir Januari.
  • Wallet dengan 100 juta sampai 1 miliar ADA justru mengurangi kepemilikan dari sekitar 2,58 miliar menjadi 2,47 miliar ADA.
  • Wallet berisi 10 juta sampai 100 juta ADA meningkatkan kepemilikan dari sekitar 13,37 miliar ke 13,50 miliar ADA.
ADA Whale Bergerak
ADA Whale Bergerak: Santiment

Saat whale benar-benar yakin akan ada rebound, kelompok besar tadi biasanya kompak melakukan akumulasi. Kali ini hal itu belum terjadi. Kekuatan beli bersih hanya sekitar 20 juta ADA. Penyebabnya adalah risiko.

Selama ADA bertahan di dekat batas bawah channel menurun, kemungkinan breakdown masih ada. Jika terjadi break yang terkonfirmasi, harga bisa terjun lagi sekitar 29% seperti dibahas nanti saat membahas harga. Risiko struktur inilah yang membuat investor besar tetap bertahan defensif meskipun bullish divergence muncul.


Dominasi Sosial Lemah dan Pembelian Ritel yang Hati-Hati Batasi Momentum

Penghalang kedua adalah sentimen.

Dominasi sosial mengukur seberapa banyak perhatian yang diterima sebuah koin jika dibandingkan dengan seluruh pasar aset kripto. Indikator ini memantau porsi diskusi daring yang terfokus pada aset tersebut. Jika dominasinya naik, biasanya muncul spekulasi dan arus masuk baru.

Pada Cardano, dominasi sosial mencapai puncak sekitar 1,08% di bulan November 2025 ketika harga ADA sempat menyentuh US$0,59. Sejak itu nilainya turun konsisten. Sekarang dominasi sosial ADA ada di sekitar 0,047%, mendekati titik terendah beberapa bulan terakhir.

Secara historis, hal ini cukup berpengaruh.

  • Pada awal Desember, lonjakan dominasi sosial mendahului reli sebesar 12%.
  • Pada akhir Desember, puncak dominasi ini juga diikuti kenaikan harga 16%.
Dominasi Sosial Turun
Dominasi Sosial Turun: Santiment

Saat minat sosial naik, harga kerap mengekor. Tapi kini, atensi publik mulai surut. Tanpa dorongan narasi, whale tidak punya alasan besar menambah posisi. Perilaku ritel memang sedikit lebih positif, namun tetap berhati-hati.

Sejak 22 Januari, ADA mencatat arus keluar (outflow) harian dari exchange. Arus keluar artinya koin meninggalkan exchange, umumnya untuk disimpan, bukan dijual. Ini menandakan adanya tekanan beli.

Puncak pembelian bersih harian mencapai sekitar US$14,9 juta pada 31 Januari, kemudian turun ke sekitar US$2,8 juta. Tidak ada hari dengan aksi jual besar sejak akhir Januari.

Arus Bersih di Exchange
Arus Bersih: Coinglass

Ini menunjukkan investor ritel perlahan-lahan melakukan akumulasi saat harga turun. Tapi, laju akumulasinya masih lambat. Tanpa adanya perhatian sosial yang meningkat, permintaan ritel saja tidak bisa mendorong tren yang kuat.


Smart Money Lemah dan Level Harga Kunci Cardano Membuat Crypto Whale Tetap Bertahan

Peringatan terakhir datang dari “smart money” dan struktur harga.

Smart Money Index melacak bagaimana trader berpengalaman menempatkan posisi selama jam pasar yang berbeda. Indeks ini bertujuan mencerminkan perilaku yang didasari pengetahuan, bukan karena emosi.

Belakangan ini, indeks ini turun di bawah garis sinyalnya dan terus melemah. Pada reli sebelumnya, sekitar awal Januari, indeks ini biasanya naik lebih dulu sebelum harga bergerak naik. Lemahnya indeks saat ini menandakan para trader profesional belum bersiap untuk rebound. Hal ini juga menegaskan sikap hati-hati para whale.

Dari sisi teknikal, beberapa level penting sekarang menjadi penentu prospek bulan Februari.

Jika harga naik, ADA harus terlebih dahulu merebut kembali level US$0,319. Ini akan menandakan rasa percaya diri yang mulai membaik. Gerakan di atas US$0,376 bahkan lebih penting. Itu akan menembus channel turun dan mengubah struktur menjadi netral dari bearish. Dengan begitu, pembelian terkoordinasi dari whale bisa terjadi.

Jika harga turun, US$0,268 tetap menjadi level krusial. Jika terjadi penembusan yang terkonfirmasi di bawah level ini, maka akan mengonfirmasi terjadinya breakdown channel dan membuka peluang penurunan menuju US$0,188, yang berarti target penurunan sebesar 29% dari titik breakdown.

Analisis Harga Cardano
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView

Selama harga tetap berada di kisaran US$0,268 sampai US$0,319, ketidakpastian masih mendominasi. Perbedaan (divergence) bullish menunjukkan tekanan jual mulai berkurang. tapi, momentum sosial yang lemah, perilaku whale yang terpecah, dan tidak adanya dukungan dari smart money, membuat keyakinan pasar tetap rendah. Sebelum sentimen membaik dan resistance utama berhasil ditembus, peluang rebound Cardano masih sebatas kemungkinan, belum jadi kenyataan.

Menakar Titik Bottom Bitcoin, Akankah BTC Crash ke US$63.000? 3 Metrik Beri Jawaban

2 February 2026 at 14:59

Harga Bitcoin (BTC) mengalami salah satu koreksi paling tajam dalam beberapa bulan terakhir. Tepatnya, terjadi crash lebih dari 11% sejak puncaknya di akhir Januari. Kendati harga telah menyentuh target teknikal utama, data on-chain dan derivatif menunjukkan bahwa pasar kemungkinan belum selesai terkoreksi.

Dengan pembeli yang masih berhati-hati serta crypto whale yang mulai mengurangi eksposur, pertanyaannya kini sederhana: apakah ini benar-benar titik terendah (bottom), atau sekadar persinggahan sebelum drop lanjutan?


Bitcoin Capai Target Breakdown setelah Pola Gagal

Penurunan Bitcoin baru-baru ini mengikuti roadmap teknikal yang jelas.

Pada akhir Januari, harga Bitcoin menembus formasi head-and-shoulders ke bawah, mengonfirmasi pembalikan tren bearish. Breakdown pada 29 Januari memproyeksikan target koreksi dekat US$75.130. Pada awal Februari, Bitcoin telah menyentuh zona ini, sehingga pola teknikal terkonfirmasi nyaris sempurna.

Target Breakdown Bitcoin
Target Breakdown Bitcoin | Sumber: TradingView

Sejak 31 Januari, Bitcoin sudah terkoreksi hampir 11%, turun dari level tertinggi lokal ke kisaran US$75.000. Pergerakan ini memicu likuidasi masif dan menyeret pasar kripto secara keseluruhan turun.

Biasanya pencapaian target breakdown akan membawa sedikit kelegaan sementara. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa harga akan benar-benar berada di titik bottom. Apakah level ini akan bertahan atau tidak, sangat tergantung pada bagaimana respons pembeli setelah kerusakan teknikal terjadi.

Sampai saat ini, respons tersebut masih lemah.


Pembeli Spot Masih Absen di Area Support Krusial

Salah satu sinyal peringatan terbesar yakni tidak adanya akumulasi kokoh di sekitar level US$75.000.

Arus keluar dari exchange, yang menunjukkan seberapa banyak Bitcoin berpindah dari platform trading ke penyimpanan jangka panjang, turun drastis. Sekitar 31 Januari, jumlah arus keluar mencapai sekitar 42.400 BTC. Setelah koreksi harga, arus keluarnya hanya sekitar 14.100 BTC, turun hampir 67%.

Aksi Beli yang Redup
Aksi Beli yang Redup | Sumber: Santiment

Tandanya, investor belum terburu-buru membeli saat harga turun (buy the dip). Inilah metrik peringatan pertama.

Perilaku whale juga turut menambah kekhawatiran sebagai metrik peringatan kedua. Wallet yang menampung antara 10.000 hingga 100.000 BTC mulai memangkas saldo sejak 1 Februari. Kepemilikan kolektif mereka anjlok dari sekitar 2,21 juta BTC menjadi 2,20 juta BTC. Artinya, sekitar 10.000 BTC dijual, atau setara sekitar US$750 juta dengan harga saat ini.

Whale Beraksi
Whale Beraksi | Sumber: Santiment

Sementara itu, NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) holder jangka pendek, yang mengukur apakah pembeli baru-baru ini sedang cuan atau rugi, juga turut memperlihatkan peringatan sebagai metrik ketiga. Saat ini, NUPL bertengger di kisaran -0,23, menempatkan trader di zona kapitulasi. Akan tetapi, saat koreksi di November lalu, NUPL sempat ambruk hingga sekitar -0,27 sebelum rebound monumental bermula. Ini menunjukkan ada kepanikan, tapi belum ekstrem, memberi sinyal bahwa dasar harga bisa saja tertunda.

STH NUPL
STH NUPL | Sumber: Glassnode

Kombinasi arus keluar yang kian surut, aksi jual whale, serta kapitulasi yang belum tuntas menjadi sinyal kuat bahwa keyakinan pasar masih lemah.


Pasar Derivatif Didominasi Posisi Short, Bukan Permintaan Sehat

Karena pembeli spot tetap berhati-hati, pasar derivatif saat ini menjadi sumber utama potensi reli harga.

Data likuidasi dari Binance menunjukkan akumulasi posisi short leverage sekitar US$1,91 miliar, sementara posisi long hanya tersisa sekitar US$168 juta. Ini menciptakan ketidakseimbangan besar yang menguntungkan taruhan bearish.

Ketika posisi short terlalu ramai, reli kecil saja bisa memicu aksi beli paksa. Seumpama harga Bitcoin naik, trader short akan terpaksa menutup posisi sehingga bisa memicu reli tajam. Inilah potensi terjadinya short squeeze.

Peta likuidasi BTC
Peta Likuidasi BTC: Coinglass

Namun, kondisi ini berbeda dengan permintaan yang sehat. Reli yang hanya terjadi karena likuidasi biasanya cepat hilang bila tidak didukung oleh akumulasi nyata. Tanpa adanya pembelian spot yang kuat dan partisipasi whale, reli harga kemungkinan hanya bersifat sementara. Ini karena setelah short squeeze mendorong harga naik, lebih banyak posisi long bisa terbuka sehingga risiko turun masih tetap ada.

Saat ini, derivatif hanya menawarkan volatilitas, bukan stabilitas. Yang benar-benar dibutuhkan oleh harga BTC adalah permintaan spot, namun hal itu masih belum ada sekarang.


Level Harga Kunci Bitcoin Tunjukkan US$69.000 dan Zona Risiko Lebih Rendah

Jika Bitcoin gagal bertahan pada support saat ini, model on-chain dan teknikal menyoroti target koreksi yang jelas.

Distribusi Harga Realisasi UTXO (UTXO Realized Price Distribution/URPD) menunjukkan di mana pasokan Bitcoin saat ini terakhir kali dibeli. Klaster seperti ini sering jadi area support saat harga turun.

Klaster URPD terkuat dalam waktu dekat berada di sekitar US$66.890, di mana sekitar 0,95% pasokan terkonsentrasi.

Level Support Utama
Level Support Utama: Glassnode

Di bawahnya, klaster utama lain muncul di sekitar US$63.111 yang menampung sekitar 1,14% pasokan. Zona tersebut kemungkinan menarik pembeli jika harga terus merosot. Itulah support on-chain terkuat BTC dalam waktu dekat.

Klaster BTC Utama
Klaster BTC Utama: Glassnode

Dari sudut pandang teknikal, breakdown di bawah US$75.630–US$75.130 akan membuka jalan ke US$69.500. Jika level tersebut juga runtuh, Bitcoin bakal menguji area US$66.000–US$63.000, yaitu zona klaster penting. Bila crash yang lebih dalam terjadi, support di sekitar US$61.840 menjadi relevan. Karena itulah, US$69.500 jadi area keputusan utama apabila $BTC kehilangan US$75.130.

Analisis Harga Bitcoin
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Di sisi atas, percobaan pemulihan akan menghadapi resistance di dekat US$79.890 dan US$84.140. Pergerakan yang berkelanjutan di atas US$84.140 diperlukan agar struktur bullish pulih lagi. Sebelum itu terjadi, risiko turunmasih mendominasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang sinyal on-chain dan analisis teknikal yang menilai zona US$63.000 sebagai area risiko utama bagi harga Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Kapan Bitcoin Koreksi ke US$50.000? Ini Prediksi ChatGPT!

By: Bey
2 February 2026 at 13:57

Peringatan untuk Bitcoin! Setelah jatuh di bawah US$80.000 , ChatGPT-5 menetapkan tanggal yang menentukan untuk kehancuran di US$50.000, dan sinyal teknis sudah selaras dengan berbahaya.

Bitcoin Mencapai Harga US$50.000 Adalah Hal yang Sangat Mungkin.

Sejak penurunan terbarunya ke bawah US$80.000, harga BTC tampaknya telah memasuki fase konsolidasi. Untuk saat ini. Menurut ChatGPT-5, kembalinya ke $50.000 tidak hanya masuk akal, tetapi juga sangat konsisten dengan sejarah aset digital paling terkenal ini.

Menurut perkiraannya, potensi penurunan 39% tersebut masih dalam batas normal siklus kenaikan Bitcoin, yang sering kali diwarnai oleh koreksi sebesar 30 hingga 80%.

Berdasarkan data volatilitas historis, ChatGPT-5 memperkirakan probabilitas ambang batas US$50.000 tercapai setidaknya sekali dalam 12 bulan ke depan sebesar 45-55%, dan hingga 65% dalam 18 bulan.

Skenario yang paling mungkin? Tekanan penurunan bertahap antara kuartal kedua dan ketiga tahun 2026, dengan puncak volatilitas antara musim semi dan musim panas.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

Beberapa katalis dapat memicu koreksi ini. Di bidang makroekonomi, kenaikan imbal hasil riil, penguatan dolar, atau kekecewaan terkait kebijakan suku bunga dapat melemahkan pasar . Di sisi kripto, arus keluar dari ETF Bitcoin, pengurangan leverage spekulatif, atau penjualan besar-besaran oleh penambang yang berada di bawah tekanan dapat memperkuat pergerakan tersebut . Keseimbangan yang rapuh di pasar stablecoin juga akan memainkan peran kunci dalam kontraksi likuiditas.

Terkait pergerakan harga, ChatGPT-5 mengidentifikasi beberapa level kunci yang perlu dipantau: US$75.000, US$70.000, dan kemudian US$64.000. Penutupan mingguan di bawah US$70.000 akan secara signifikan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut menuju US$62.000, atau bahkan penurunan tajam menuju US$50.000. Sebaliknya, reli berkelanjutan di atas US$88.000 yang disertai dengan tekanan beli yang kuat akan sangat mengurangi kemungkinan ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang ramalan ChatGPT soal penurunan Bitcoin ke $50.000 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Meme Coin yang Perlu Dipantau di Pekan Pertama Februari 2026

2 February 2026 at 13:22

Meme coin memulai Februari dengan semangat baru seiring kembali naiknya minat spekulatif di pasar. Peluncuran token-token baru, pertumbuhan komunitas yang pesat, dan pergerakan harga yang agresif mengangkat beberapa token ke sorotan.

BeInCrypto telah menganalisis tiga meme coin ini, yang patut diperhatikan investor selama pekan pertama Februari.

Buttcoin (BUTTCOIN)

BUTTCOIN muncul sebagai salah satu meme coin top gainer pekan ini, menarik minat spekulatif yang besar. Token baru ini sudah memiliki lebih dari 10.000 holder. Pada waktu publikasi, BUTTCOIN diperdagangkan di kisaran US$0,0213 yang menandakan adopsi cepat dan permintaan jangka pendek yang tinggi.

Meme coin ini melonjak sebesar 259% dalam tujuh hari terakhir, mencetak all-time high baru di US$0,0292. Karena harga masih berada di fase price discovery, BUTTCOIN menghadapi resistance teknikal yang minim. Struktur ini mendukung potensi kenaikan lanjutan, sebab trader yang mengejar momentum sering mendorong harga lebih tinggi saat fase ekspansi awal.

Analisis Harga BUTTCOIN
Analisis Harga BUTTCOIN | Sumber: TradingView

Risiko penurunan terutama berasal dari aksi ambil untung. Investor awal mungkin memilih mengunci cuan setelah reli tajam. Jika tekanan jual meningkat, BUTTCOIN bisa turun di bawah support US$0,0187. Koreksi lebih dalam menuju US$0,0125 akan menginvalidasi skenario bullish dan menandakan momentum sudah menurun.

The White Whale (WHITEWHALE)

WHITEWHALE menjadi salah satu meme coin small-cap terdepan, naik 114% selama sepekan terakhir meskipun sempat terseret kontroversi. Token ini sedang konsolidasi usai lonjakan, diperdagangkan dalam rentang US$0,099 hingga US$0,070. Pergerakan mendatar ini menandakan momentum mulai tenang setelah arus masuk spekulasi yang agresif.

Fase konsolidasi ini bisa artinya reset, bukan kehabisan tenaga. Money Flow Index masih tinggi, menunjukkan tekanan beli yang kuat. Jika permintaan berlanjut, WHITEWHALE berpotensi breakout di atas US$0,099.

Breakout yang terkonfirmasi akan membuka peluang ke level US$0,123 dan mungkin lebih tinggi lagi.

Analisis Harga WHITEWHALE
Analisis Harga WHITEWHALE | Sumber: TradingView

Risiko penurunan masih ada jika sentimen berubah. Jika tekanan beli menghilang dan penjualan meningkat, WHITEWHALE bisa kehilangan support US$0,070. Breakdown bisa menargetkan level bawah di sekitar US$0,048 atau bahkan US$0,038. Pergerakan seperti ini akan menginvalidasi skenario bullish dan memperpanjang koreksi.

EGL1 (EGL1)

EGL1 tetap berada di tren naik stabil selama tiga minggu terakhir, diperdagangkan di sekitar US$0,044 pada waktu publikasi. Meme coin ini didukung oleh lebih dari 55.000 holder. Bertambahnya jumlah holder menjaga permintaan tetap kuat dan memperkuat momentum naik EGL1.

Indikator tren masih mendukung potensi kenaikan lanjutan. Parabolic SAR tetap berada di bawah harga, mengonfirmasi tren naik yang sedang terjadi. Sinyal ini menunjukkan momentum bullish masih punya ruang untuk bergerak. Jika tekanan beli bertahan, EGL1 bisa memperpanjang kenaikan dan mencoba menembus level US$0,053 dalam waktu dekat.

Analisis Harga EGL1
Analisis Harga EGL1 | Sumber: TradingView

Walau struktur masih bullish, tetap dibutuhkan kehati-hatian. Saat ini pola ascending wedge tengah terbentuk di chart, sebuah pola yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan arah. Jika EGL1 turun di bawah support US$0,038, tekanan jual kemungkinan meningkat. Penurunan ke arah US$0,030 akan mengonfirmasi terjadinya breakdown bearish dan membatalkan skenario bullish.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 meme coin potensial diatas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin yang Perlu Dipantau di Pekan Pertama Februari 2026

2 February 2026 at 13:00

Altcoin mulai Februari dengan sinyal yang beragam, karena beberapa token tertentu menunjukkan kekuatan meski pasar secara umum masih tidak pasti. Update jaringan utama, posisi pasar yang unik, dan momentum teknikal yang kuat membentuk peluang jangka pendek saat ini.

BeInCrypto sudah menganalisis tiga altcoin yang layak untuk diperhatikan pada pekan pertama Februari.

Zilliqa (ZIL)

Zilliqa menjadi token yang perlu dipantau karena jaringannya akan menjalani upgrade besar pekan ini. Upgrade Cancun akan aktif di mainnet melalui hard fork. Update ini bertujuan meningkatkan kecepatan komunikasi dan menghadirkan kontrol yang lebih detail, sehingga bisa meningkatkan minat investor dan permintaan jangka pendek.

Harga ZIL bisa mendapat dorongan jika upgrade ini memicu lonjakan permintaan. Altcoin ini sedang diperdagangkan dalam channel menurun. Koreksi ke atas dari US$0,0039 bisa saja terjadi. Breakout yang terkonfirmasi butuh pergerakan naik harga yang menjadikan US$0,0045 sebagai support serta peningkatan volume trading secara tajam.

Analisis Harga ZIL.
Analisis Harga ZIL | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada jika kondisi pasar meluas memburuk. Jika tekanan bearish bertahan, ZIL bisa jatuh keluar dari pola channel. Jika harga turun melewati US$0,0036, maka analisis bullish akan dianggap invalid. Gerakan seperti ini kemungkinan akan memperpanjang kerugian dan memperlambat potensi pemulihan.

Hyperliquid (HYPE)

HYPE muncul sebagai satu-satunya token DEX dengan performa positif dalam tujuh hari terakhir, naik 34%. Altcoin ini diperdagangkan di kisaran US$30,01 pada waktu publikasi. Harga tetap sedikit di bawah resistance US$30,84, menandakan kekuatan berlanjut walau pasar secara umum sedang lemah.

Pemicu utama adalah hubungan terbalik HYPE dengan Bitcoin. Token ini menunjukkan korelasi -0,49 dengan BTC, sehingga mengurangi risiko dari penurunan yang dipimpin oleh Bitcoin. Pemisahan ini mendukung momentum mandiri. Jika permintaan bertahan, HYPE berpotensi kembali ke US$34,31 dan memperpanjang tren pemulihan.

Analisis Harga HYPE.
Analisis Harga HYPE | Sumber: TradingView

Risiko penurunan tetap ada jika investor memutuskan untuk melakukan profit-taking. Penurunan di bawah US$26,82 akan melemahkan struktur pasar. Situasi ini juga akan mendorong HYPE jatuh ke bawah EMA 50-hari. Breakdown semacam ini bisa menginvalidasi analisis bullish dan membuka peluang penurunan ke kisaran US$23,69.

Canton (CC)

CC tetap menjadi salah satu altcoin terkuat di pasar kripto, didukung tren naik yang berkelanjutan. Altcoin ini sudah reli stabil selama dua minggu, bahkan menambah hampir 30% dalam tujuh hari terakhir. Momentum ini mencerminkan permintaan yang konsisten dan menempatkan CC sebagai pilihan relatif aman di tengah volatilitas pasar.

Dalam periode ini, CC mencatat rekor tertinggi sepanjang masa ketiga di harga US$0,195. Token ini sedang diperdagangkan di sekitar US$0,184 pada waktu publikasi. Chaikin Money Flow masih berada di atas garis nol, menandakan arus masuk dominan. Situasi ini membuka peluang untuk menembus ATH menuju US$0,215.

Analisis Harga CC.
Analisis Harga CC | Sumber: TradingView

Risiko penurunan hanya muncul jika sentimen investor berubah menjadi profit-taking. Jika support US$0,176 ditembus, maka struktur akan melemah. Pergerakan ini dapat menyeret CC ke kisaran US$0,155 atau bahkan US$0,142. Jika jatuh di bawah level ini, analisis bullish jadi tidak berlaku dan menandakan tren mulai kehabisan tenaga.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi kenaikan harga altcoin ini di minggu pertama Februari 2026? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Lunasi Utang Aave, Whale Ethereum Dump US$371 Juta ETH dalam 48 Jam

2 February 2026 at 12:26

Dua crypto whale Ethereum besar menjual ETH senilai total US$371 juta dalam waktu 48 jam untuk melunasi utang yang masih ada di Aave, yaitu protokol pinjaman decentralized terbesar.

Langkah ini terjadi ketika Aave memproses lebih dari US$140 juta dalam likuidasi otomatis di beberapa jaringan, dan hal tersebut menandakan kehati-hatian yang meningkat bahkan di antara pelaku pasar paling bermodal besar.

BitcoinOG Jual ETH US$292 Juta dan Bayar Utang US$92,5 Juta

Whale yang dikenal sebagai BitcoinOG (1011short), salah satu entitas on-chain yang paling banyak dipantau, menyetorkan 121.185 ETH senilai US$292 juta ke Binance selama dua hari. Dari hasil tersebut, entitas ini menarik US$92,5 juta dalam stablecoin dan menggunakannya untuk membayar utang di Aave.

Meski melakukan aksi jual masif, BitcoinOG tetap menjadi salah satu holder individu terbesar di dunia aset kripto. Wallet ini masih menyimpan 30.661 BTC, yang nilainya sekitar US$2,36 miliar. Juga, 783.514 ETH, setara kurang lebih US$1,78 miliar, secara on-chain, berdasarkan data Arkham Intelligence seperti dikutip Lookonchain.

Perlu dicatat bahwa hanya sekitar sepertiga dari ETH yang disetorkan ke Binance yang benar-benar digunakan untuk melunasi pinjaman. Adapun sisanya US$200 juta lagi kemungkinan digunakan untuk tujuan lain. Termasuk untuk reposisi, lindung nilai, atau menambah cadangan kas, meski belum ada detail tambahan on-chain yang terkonfirmasi.

BitcoinOG ini mulai dikenal publik setelah berhasil meraih untung dari posisi short BTC yang tepat waktu sebelum crash pada Oktober 2025. Di akhir Januari, entitas ini memindahkan 148.000 ETH ke Aave dan meminjam US$240 juta dalam stablecoin untuk memasang posisi long leverage. Langkah deleverage saat ini lebih mirip strategi mengurangi eksposur ketimbang likuidasi paksa.

Trend Research Jual ETH US$79 Juta, Lunasi Hampir Seluruh Utang

Perusahaan investasi asal Hong Kong, Trend Research, melakukan operasi yang serupa namun lebih terfokus. Dalam waktu 20 jam, perusahaan ini menyetorkan 33.589 ETH US$79 juta ke Binance. Kemudian, menarik 77,5 juta USDT untuk melunasi utang di Aave. Hampir seluruh jumlah yang dijual langsung digunakan untuk pembayaran utang.

Saat ini, Trend Research masih memegang 618.045 ETH yang nilainya sekitar US$1,4 miliar. Perusahaan ini, yang merupakan afiliasi dari LD Capital, sebelumnya menjadi salah satu akumulator ETH paling agresif dalam beberapa bulan terakhir. Mereka bahkan pernah meminjam hingga US$958 juta dalam stablecoin dari Aave untuk membeli dengan rata-rata harga masuk sekitar US$3.265 per ETH.

Pendiri Jack Yi pernah menyampaikan secara publik bahwa perusahaan ini bersiap untuk kuartal pertama 2026 yang bullish secara struktural. Namun, keputusan untuk mulai melunasi utang mengindikasikan sikap yang kini lebih berhati-hati, meskipun Trend Research masih memiliki posisi ETH yang sangat besar.

Dua Crypto Whale, Dua Pendekatan

Kedua whale ini mengonversi ETH ke stablecoin lewat Binance sebelum membayar utang di Aave, namun detailnya menunjukkan strategi yang berbeda.

BitcoinOG (1011short)Trend Research
ETH Terjual121.185 ETH (US$292Jt)33.589 ETH (US$79Jt)
Utang DilunasiUS$92,5Jt stablecoin77,5Jt USDT
Rasio Pelunasan Utang~31,7% dari hasil penjualan~98,1% dari hasil penjualan
Rentang Waktu2 hari20 jam
Sisa ETH783.514 ETH (US$1,78M)618.045 ETH (US$1,4M)
Kepemilikan Lain30.661 BTC (US$2,36M)

Rasio pelunasan utang yang lebih kecil dari BitcoinOG menunjukkan bahwa entitas ini sedang melakukan rebalancing di beberapa aspek, tidak hanya mengurangi eksposur di Aave. Sementara itu, Trend Research hampir seluruhnya menggunakan hasil penjualan untuk melunasi utang — strategi deleverage yang lebih terfokus.

Kedua entitas tidak terpaksa melakukan penjualan tersebut. Mereka bertindak secara proaktif untuk mengurangi risiko, sebuah pola yang lazim dalam manajemen portofolio profesional saat kondisi pasar sedang volatil.

Aave Bertahan dari Badai Likuidasi US$140 Juta

Langkah-langkah sukarela ini dilakukan di tengah kondisi pasar yang penuh gejolak. Pada 31 Januari, sistem otomatis Aave telah melikuidasi lebih dari US$140 juta jaminan di beberapa jaringan blockchain.

Pendiri Aave, Stani Kulechov, menyebut kejadian ini sebagai stress test besar untuk pasar pinjaman on-chain Aave yang kini bernilai lebih dari US$50 miliar. “Aave Protocol melikuidasi lebih dari US$140 juta jaminan di beberapa network tanpa masalah, semuanya berjalan otomatis,” tulis Kulechov di X.

Penting untuk membedakan dua jenis aktivitas ini. US$140 juta likuidasi pada 31 Januari terjadi otomatis — dipicu saat nilai jaminan peminjam turun di bawah ambang batas yang ditentukan. Sementara US$371 juta deleverage whale pada 1–2 Februari bersifat sukarela — sebuah keputusan proaktif untuk jual aset dan melunasi utang sebelum risiko likuidasi muncul.

Keduanya terjadi di dalam rentang waktu 48 jam yang sama, namun menunjukkan mekanisme yang berbeda. Likuidasi otomatis memperlihatkan ketahanan protokol Aave, sementara pelunasan dari whale menunjukkan bagaimana holder besar secara aktif mengelola risiko sebelum kemungkinan drop lebih lanjut.

Deposit ETH di Aave Tembus Rekor Tertinggi

Meskipun pasar sedang bergolak, fundamental Aave masih sangat kuat. Deposit ETH di protokol ini menyentuh rekor tertinggi baru di awal Januari, melampaui 3 juta ETH dan hampir mendekati 4 juta ETH, menurut data Token Terminal.

Saat ini, Aave memimpin semua protokol DeFi dalam hal total value locked (TVL) dan menempati peringkat pertama di daftar 10 besar protokol versi DeFiLlama pada awal 2026. Kemampuan protokol ini untuk memproses likuidasi berskala besar tanpa risiko insolvensi ataupun intervensi manual terus membuatnya unggul dibanding para pesaingnya.

Apa Artinya Ini?

Deleveraging yang dilakukan secara bersamaan oleh dua holder ETH terbesar di jaringan memberikan sinyal yang jelas: bahkan whale paling bullish pun sedang mengurangi eksposur risiko seiring berjalannya Februari 2026. Baik BitcoinOG maupun Trend Research masih memegang posisi sangat besar — dengan total kepemilikan ETH lebih dari US$3 miliar — tetapi keduanya memilih untuk mengurangi leverage alih-alih menghadapi volatilitas secara langsung.

Bagi pasar yang lebih luas, pertanyaan utamanya adalah apakah langkah ini hanya sekadar penataan ulang yang bijak atau justru merupakan tanda awal dari pergeseran risk-off yang lebih besar di kalangan peserta DeFi skala institusi.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah deleveraging dua crypto whale Ethereum dan implikasinya ke pasar DeFi serta Aave ke depan? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Binance Suntik US$100 Juta Bitcoin di Tengah Kemerosotan Pasar

2 February 2026 at 12:21

Binance telah melakukan pembelian Bitcoin pertama dalam rencana konversi SAFU senilai US$1 miliar yang baru diumumkan, dengan mengakuisisi 1.315 BTC senilai sekitar US$100,7 juta.

Pembelian ini terjadi hanya beberapa hari setelah SAFU fund dialihkan menjadi cadangan Bitcoin, di saat pasar menghadapi tekanan jual yang cukup tinggi.

Binance Lakukan Langkah US$100 Juta yang Nampaknya Mirip Intervensi Bank Sentral

Pada 2 Februari, data on-chain mengonfirmasi bahwa alamat Binance SAFU Fund menerima 1.315 BTC senilai US$100,7 juta.

Binance Membeli 1.315 BTC
Binance Membeli 1.315 BTC | Sumber: Arkham Data

Ini menjadi pembelian pertama dalam rencana exchange untuk mengonversi Secure Asset Fund for Users dari stablecoin ke Bitcoin selama periode 30 hari.

Binance kemudian mengonfirmasi transaksi tersebut, dengan menyatakan bahwa US$100 juta dalam bentuk stablecoin telah dikonversi dan akan ada pembelian BTC lebih lanjut hingga target US$1 miliar tercapai.

#Binance SAFU Fund Asset Conversion progress update.

Binance has completed the first batch of Bitcoin conversion for the SAFU Fund, amounting to 100M USD stablecoins.

Our SAFU BTC address:
1BAuq7Vho2CEkVkUxbfU26LhwQjbCmWQkD

TXID: https://t.co/OdrvSINsRs

We’re continuing to… pic.twitter.com/Ue47ayJfbS

— Binance (@binance) February 2, 2026

Walaupun Binance tidak secara langsung menyebut langkah ini sebagai intervensi pasar, tetapi waktunya memang cukup signifikan. Ini terjadi saat harga Bitcoin masih dalam ketidakpastian, diperdagangkan di bawah level psikologis US$80.000.

Performa Harga Bitcoin (BTC)
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto

“Saya selalu heran, mereka yang paling banyak rugi jika Bitcoin jatuh (garis US$80.000) tidak berusaha mempertahankannya di akhir pekan,” ujar Jim Cramer, host acara Mad Money di CNBC, mengomentari.

Memang, Bitcoin mengalami akhir pekan yang sangat berat, memperlihatkan perbedaan besar di pasar antara peluang dan juga kerentanan struktural.

Melihat kondisi ini, beberapa analis membandingkan konversi SAFU seperti intervensi bank sentral di TradFi. Hal ini biasanya terjadi di dunia finansial tradisional, dimana institusi menggunakan cadangannya untuk menjaga kepercayaan pasar di masa krisis.

Beberapa contoh serupa di masa lalu antara lain:

Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan
Contoh TradFi Turun Tangan Menstabilkan Kepercayaan

Struktur ini pun memunculkan spekulasi bahwa Binance benar-benar berkomitmen untuk tetap membeli di harga bawah.

“Pengumuman terbaru Binance menegaskan mereka sudah membeli Bitcoin senilai US$100 juta dari pasar, dan masih ada US$900 juta yang akan dibelanjakan,” jelas analis AB Kuai Dong, menuturkan.

Ia menambahkan aturan penyeimbangan ulang fund ini bisa memperkuat dampaknya. Jika harga Bitcoin jatuh cukup dalam hingga nilai SAFU turun di bawah batas minimalnya, Binance wajib membeli BTC tambahan untuk mengembalikan nilai fund tersebut.

Backstop Bitcoin yang Lunak Muncul saat Binance, Saylor, dan Whale Terus Akumulasi

Berdasarkan kerangka SAFU, fund ini selalu diawasi secara berkala. Jika penurunan harga Bitcoin menyebabkan nilainya turun melampaui batas yang sudah ditentukan, Binance harus menambah dana ke fund tersebut. Dinamika ini bisa berperan sebagai penyangga lemah pada periode volatilitas tinggi.

Sinyal on-chain mengindikasikan Binance mungkin tengah bersiap melakukan akumulasi lebih lanjut. Sebelumnya di hari yang sama, alamat SAFU mulai melakukan transaksi otorisasi untuk menambah alamat penerima baru ke whitelist.

On-chain data shows that at 07:13 (UTC) today, the Binance SAFU Fund address initiated an authorization transaction to add two new addresses to its “approved recipient whitelist,” possibly in preparation for increasing its Bitcoin holdings. Previously, Binance converted $1…

— Wu Blockchain (@WuBlockchain) February 2, 2026

Langkah ini biasanya menjadi persiapan operasional untuk transfer aset tambahan.

Pembelian ini juga berlangsung di tengah munculnya sinyal kepercayaan baru dari para holder besar Bitcoin lainnya. Sehari sebelumnya, Executive Chair Strategy Michael Saylor mengunggah pesan misterius “More Orange” di X (Twitter), yang secara luas diartikan sebagai kode bahwa akan ada akuisisi Bitcoin berikutnya.

More Orange. pic.twitter.com/b5iYIMARJX

— Michael Saylor (@saylor) February 1, 2026

Unggahan itu muncul meski harga saham MicroStrategy baru saja turun tajam di beberapa sesi terakhir dan harga Bitcoin sempat menyentuh rata-rata harga beli perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini memperkuat narasi bahwa para pemain bermodal besar sedang berupaya menstabilkan pasar secara organik, bukan melalui aksi terkoordinasi.

Selain pengumuman individu, tren on-chain yang lebih luas menunjukkan bahwa holder besar mungkin sudah mulai turun tangan. Data dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa whale tetap melakukan akumulasi selama penurunan harga baru-baru ini.

Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun
Whale Membeli BTC Saat Harga Bitcoin Turun | Sumber: CryptoQuant

Apakah dukungan yang mulai muncul ini bisa berubah menjadi lantai harga yang kuat di dekat US$75.000?

Performa Harga Bitcoin
Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Meski begitu, dengan konversi SAFU senilai US$900 juta yang belum dieksekusi, Binance telah menempatkan dirinya sebagai salah satu sumber permintaan Bitcoin struktural paling signifikan dalam waktu dekat.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah agresif Binance memborong Bitcoin di tengah penurunan pasar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

HBAR Masih Bullish setelah Turun 35%? Namun Satu Rekor Terputus Bisa Tunda Reli Harga

2 February 2026 at 11:00

HBAR milik Hedera memasuki Februari 2026 dalam tekanan setelah koreksi pasar yang tajam secara luas. Sejak pertengahan Januari, token ini turun hampir 35%, bahkan koreksi makin besar selama aksi jual massal antara 21 Januari hingga 1 Februari. Dari level tertinggi November, harga HBAR sekarang turun lebih dari 40% dan momentum harga tetap lemah.

Meski demikian, indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah. Apakah potensi ini akan berubah jadi rebound atau justru breakdown berikutnya kini bergantung pada volume, arus dana, dan level support kunci.

Money Flow dan Falling Wedge Tunjukkan Pembeli Saat Koreksi Masih Aktif

Meskipun terjadi aksi jual belakangan ini, struktur grafik HBAR secara keseluruhan tetap konstruktif.

Sejak akhir Oktober 2025, harga HBAR bergerak di dalam pola falling wedge. Falling wedge terbentuk saat harga mencatatkan lower high dan lower low, namun struktur semakin menyempit dari waktu ke waktu. Biasanya, ini menandakan tekanan jual mulai melemah.

Bahkan setelah crash Januari, HBAR tetap berada dalam pola ini. Maka, peluang rebound jangka panjang masih terbuka.

Indikator money flow juga mendukung pandangan ini.

Chaikin Money Flow (CMF), yang memantau apakah dana besar mengalir masuk atau keluar dari suatu aset, membentuk divergensi jelas sejak akhir Desember. Antara 30 Desember sampai 2 Februari, harga HBAR cenderung turun, namun CMF justru naik. Artinya, modal masih terus masuk ke pasar meskipun harga turun.

Arus Dana Menguat ke Bullish
Arus Dana Menguat ke Bullish | Sumber: TradingView

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Meski CMF sempat turun di bawah garis tren naiknya dan sempat juga jatuh di bawah nol, tetapi posisinya masih dekat zona netral.

Money Flow Index (MFI) yang menjadi indikator aksi beli saat koreksi, menunjukkan pola serupa.

Sejak akhir November, harga HBAR tetap bergerak turun, sedangkan MFI justru naik. Ini menandakan trader sudah rutin beli saat koreksi selama lebih dari dua bulan. Baru-baru ini, MFI mulai melengkung naik lagi dan sekarang di kisaran 41. Jika bisa tembus di atas 54, maka terbentuk higher high dan divergensi bullish makin kuat.

Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi:
Aksi Beli Saat Koreksi Masih Terjadi: TradingView

Secara bersamaan, CMF dan MFI mengindikasikan pembeli saat koreksi masih aktif. Bahkan setelah turun 35%, modal masih belum sepenuhnya keluar dari pasar. Justru, pembeli nampaknya diam-diam terus akumulasi di dalam pola falling wedge. Jadi, harapan akan rebound tetap bertahan.

Tetapi, untuk memastikan pemulihan berkelanjutan, harga juga perlu didukung oleh volume. Di sinilah risiko berikutnya terlihat.


Reli Spot Tiga Bulan Terputus, Apakah Bisa Membatasi Kenaikan?

Meskipun CMF dan MFI tampak konstruktif, data volume justru memberi sinyal kehati-hatian lebih.

Indikator On-Balance Volume (OBV) mengukur apakah volume mendukung tren harga. OBV yang naik menegaskan kekuatan beli, sedangkan OBV yang turun menandakan distribusi. Dalam kasus HBAR, OBV terus melemah.

Pada 29 Januari, OBV menembus ke bawah garis tren menurun utama. Sejak Oktober, OBV juga terus menunjukkan tren turun. Hal ini menghasilkan divergensi bearish.

Volume Hedera Melemah
Volume Hedera Melemah | Sumber: TradingView

Ini berarti setiap kenaikan harga tidak didukung volume kuat. Kelemahan ini sekarang makin terlihat dari data spot flow.

Sejak akhir Oktober, HBAR terus mencatat arus keluar bersih mingguan secara konsisten. Selama hampir 14 pekan, lebih banyak token keluar dari exchange daripada yang masuk. Ini mencerminkan adanya akumulasi konstan di saat harga terkoreksi, sejalan dengan divergensi MFI yang telah dibahas tadi. namun, OBV yang melemah selalu membatasi potensi kenaikan.

Arus Spot HBAR Kini Positif
Arus Spot Kini Positif: Coinglass

Baru-baru ini saja tren ini terhenti.

Pada 2 Februari (analisis mingguan), HBAR mencatatkan pekan pertama arus masuk bersih yang signifikan sejak Oktober, dengan total sekitar US$749.000. Ini mengakhiri tren beli selama tiga bulan (saat artikel dibuat), yang mengisyaratkan pergeseran dari akumulasi menuju kemungkinan siap untuk aksi jual. Itu juga menjelaskan breakdown OBV terbaru, yang berada di bawah garis tren menurun.

Jadi meskipun CMF dan MFI menunjukkan pembeli masih eksis, pasar secara umum tidak lagi menyerap pasokan sebanyak sebelumnya. Tanpa arus keluar berkelanjutan, reli mungkin akan terus melemah — atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Maka, perhatian beralih ke level harga berikutnya.


Level Harga HBAR yang Akan Tentukan Arah Februari

Dengan sinyal yang bercampur dari berbagai indikator, level harga HBAR kini menjadi sangat penting. Di sisi bawah, support utama berada di sekitar US$0,076.

Jika HBAR bertahan di atas US$0,076 dan CMF serta MFI terus membaik, maka upaya rebound bisa berlanjut. namun, jika terjadi penurunan bersih di bawah level ini, itu menandakan penjual kembali menguasai pasar, sesuatu yang sudah diisyaratkan oleh OBV.

Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya terbuka di sekitar US$0,062 dan US$0,043.

Analisis Harga HBAR
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Di sisi atas, rintangan pertama berada di US$0,090, jika OBV membaik.

Wilayah ini telah membatasi reli sejak Januari dan menjadi resistance jangka pendek. Jika level ini berhasil direbut kembali, itu menunjukkan kepercayaan awal mulai kembali. Di atas US$0,090, tes harga Hedera utama ada di sekitar US$0,107.

Pergerakan berkelanjutan di atas US$0,107 akan mengonfirmasi breakout dari pola falling wedge. Ini akan mengaktifkan target terukur dari wedge, yang menunjuk pada potensi kenaikan hingga 52% dalam jangka waktu tertentu. meski begitu, skenario tersebut masih cukup jauh untuk saat ini.

Apa Itu OpenClaw dan Mengapa OpenClaw Menguasai Crypto Twitter?

2 February 2026 at 10:55

Pasar aset kripto mulai kedatangan jenis partisipan baru. OpenClaw, sebuah platform agen artificial intelligence (AI) otonom, kini beralih dari pengamatan menjadi tindakan nyata, langsung berinteraksi dengan sistem on-chain dengan cara-cara yang sebelumnya hanya dilakukan oleh pengguna manusia.

Karena aktivitas dari agen-agen ini semakin menyebar di banyak network, peran mereka di pasar jadi semakin sulit untuk diabaikan.

Apa Itu OpenClaw?

OpenClaw adalah asisten AI otonom open-source yang muncul pada akhir 2025. Sejak saat itu, OpenClaw berhasil menarik perhatian komunitas teknologi dan juga kripto. Karya pengembang Peter Steinberger ini awalnya dirilis dengan nama Clawdbot.

Ketika popularitasnya meledak di GitHub dan media sosial, proyek ini pun mengalami serangkaian rebranding dengan cepat. Setelah perusahaan AI Anthropic mengajukan protes terkait merek dagang dan mendorong perubahan nama dari Clawdbot menjadi Moltbot, timnya kemudian menggantinya lagi menjadi OpenClaw.

“Nama ini menggambarkan apa yang sudah menjadi tujuan proyek ini: Open: Open source, terbuka untuk siapa saja, digerakkan oleh komunitas Claw: Warisan lobster kami, sebagai pengingat asal mula kami,” tulis Steinberger dalam sebuah blog.

Dalam beberapa hari terakhir, OpenClaw telah mendapat sorotan besar. Jumlah ‘star’ di GitHub miliknya melonjak menjadi 147.000 dari sekitar 7.800 pada 24 Januari.

Berbeda dengan alat AI berbasis chat pada umumnya, OpenClaw memang dirancang untuk bertindak atas nama pengguna. OpenClaw bisa mengirim email, mengelola kalender, mengaktifkan alur kerja, dan menjalankan berbagai perangkat secara langsung dari antarmuka chat.

Sistem ini terintegrasi dengan berbagai platform pesan populer dan bisa mengeksekusi tugas berdasarkan aturan yang ditentukan pengguna, bukan logika yang dikendalikan platform.

OpenClaw memiliki tiga fitur utama:

  • Memori persisten: OpenClaw bisa mengingat konteks di setiap sesi, mempelajari preferensi pengguna, memantau proyek yang sedang berjalan, dan mengingat interaksi sebelumnya tanpa harus mulai ulang setiap kali dipakai.
  • Notifikasi proaktif: Agen ini dapat memulai komunikasi dengan mengirimkan ringkasan, pengingat, serta informasi penting lainnya tanpa harus menunggu perintah pengguna dulu.
  • Otomasi nyata: OpenClaw bisa menjalankan berbagai tugas di aplikasi yang terhubung, mulai dari penjadwalan, pengelolaan email, hingga pencarian data, pelaporan, dan orkestra workflow.

OpenClaw di Pasar Aset Kripto

Model agen seperti ini sekarang juga mulai digunakan di dunia aset kripto. Berdasarkan contoh penggunaan yang dibagikan di media sosial, OpenClaw sudah digunakan untuk memantau aktivitas wallet, mengotomasi workflow terkait airdrop, dan banyak lagi.

My clawdbot just asked me for an RTX 4090. Instead of buying it, I gave it a $2K trading wallet on Hyperliquid.

I said: If you want the GPU, earn it. It now trades crypto, stocks, and commodities 24/7.

It scans Twitter sentiment, tracks Trump posts, and decides trades on its… pic.twitter.com/5Yfa33UbnQ

— Legendary (@Legendaryy) January 24, 2026

Alat ini juga muncul di pasar prediksi, di mana terdapat laporan interaksi dengan posisi on-chain yang menunjukkan uji coba dengan penyelesaian otomatis yang makin meluas. Polygon melaporkan bahwa agen OpenClaw kini berinteraksi secara langsung dengan posisi Polymarket.

Workflow Agen Nyata Menunjukkan Aplikasi OpenClaw di Pasar Prediksi
Workflow Agen Nyata Menunjukkan Aplikasi OpenClaw di Pasar Prediksi. Sumber: X/Polygon

Chain lain, seperti Solana, juga berlomba untuk mengintegrasikannya. Virtual Protocol, yang dijalankan di Base, telah mengumumkan bahwa setiap agen OpenClaw kini dapat mencari, merekrut, dan membayar agen lainnya di dalam chain.

Risiko dan Kekhawatiran

Peningkatan penggunaan agen AI otonom di pasar aset kripto juga memunculkan berbagai kekhawatiran. Karena alat seperti OpenClaw bisa mengeksekusi tindakan, pengaturan izin yang salah atau agen yang disusupi bisa menyebabkan transaksi tak diinginkan, kerugian keuangan, atau penyalahgunaan.

Selain itu, ada pula pertanyaan lebih luas soal integritas pasar. Ketika semakin banyak agen yang berinteraksi dengan sistem on-chain, strategi otomatis bisa memperkuat volatilitas atau menciptakan feedback loop, terutama pada pasar prediksi yang harganya sangat sensitif terhadap informasi terbaru.

Pada akhirnya, meningkatnya aktivitas yang digerakkan agen ini menghadirkan tantangan bagi regulasi dan akuntabilitas.

“Ketidakpastian dari agen AI yang bertindak atas nama Anda adalah sebuah bug, bukan sebuah fitur. Ada banyak cara agar hal-hal berjalan keliru secara tak terduga dan hanya sedikit cara supaya bisa berjalan benar secara tak terduga. Ketidakpastian ini bisa berupa seperti ‘mengirim email atas nama Anda ke orang yang salah,'” ujar Balaji, Founder of the Network School, Balaji.

Menentukan tanggung jawab atas tindakan yang diambil oleh software otonom, apalagi jika tindakan tersebut melibatkan transaksi keuangan, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

❌