Normal view

Sebuah Perampokan Bitcoin Senilai US$280 Juta Picu Reli Harga Monero

17 January 2026 at 15:29

Seorang investor aset kripto kehilangan lebih dari US$282 juta dalam bentuk Bitcoin dan Litecoin setelah terkena scam rekayasa sosial yang melibatkan hardware wallet.

Pada 16 Januari, investigator on-chain ZachXBT mengungkap pencurian besar ini, yang dilaporkan menguras akun korban hingga 2,05 juta Litecoin (LTC) dan 1.459 Bitcoin (BTC).

Monero Naik 36% setelah Hacker Tukar Aset Kripto Curian ke Privacy Coin

Perusahaan keamanan siber ZeroShadow memastikan bahwa pelaku melakukan aksi perampokan ini dengan menyamar sebagai customer support Trezor. Trezor sendiri adalah penyedia hardware wallet ternama yang sudah memiliki lebih dari 2 juta pengguna.

Penipu itu berhasil memanipulasi korban dengan membuatnya memberikan recovery seed phrase, sehingga mereka bisa menguasai penuh seluruh aset korban.

Setelah terjadinya peretasan, pelaku langsung mulai mencuci dana hasil curian tersebut.

ZachXBT melaporkan bahwa pelaku memanfaatkan beberapa instant exchange, terutama Thorchain, untuk menjembatani Bitcoin curian ke Ethereum, Ripple, dan Litecoin.

On January 10, 2026 at around 11 pm UTC a victim lost $282M+ worth of LTC & BTC due to a hardware wallet social engineering scam.

The attacker began converting the stolen LTC & BTC to Monero via multiple instant exchanges causing the XMR price to sharply increase.

BTC was also…

— ZachXBT (@zachxbt) January 16, 2026

Sementara itu, ketergantungan pelaku pada Thorchain mendapat kritik tajam terhadap penyedia infrastruktur decentralized tersebut.

ZachXBT menuturkan bahwa ini bukan pertama kalinya pelaku kejahatan memanfaatkan platform ini untuk keperluan semacam itu. Hal ini menandakan bahwa platform tersebut masih menjadi tujuan favorit para kriminal untuk memindahkan kekayaan hasil curian.

Di saat bersamaan, hacker tersebut mengonversi sebagian besar dana curian ke Monero (XMR), token yang berfokus pada privasi dan dirancang untuk menyembunyikan detail transaksi.

“ZeroShadow melacak arus keluar dana dan berhasil membekukan lebih dari US$1 juta sebelum dana itu ditukar ke XMR. Aktivitas yang lolos kemungkinan meningkatkan harga XMR,” demikian bunyi pernyataan Zero Shadow dalam keterangannya.

Menariknya, aksi pembelian besar-besaran tersebut memicu kenaikan harga signifikan di pasar Monero.

Data dari BeinCrypto menunjukkan token tersebut melonjak lebih dari 36% selama periode tujuh hari, mencapai puncak hampir US$800. Setelah itu, harga aset telah mengalami koreksi ke kisaran US$621 pada saat artikel ini diterbitkan.

Insiden ini semakin menyoroti krisis keamanan yang semakin besar di sektor aset digital. Para pelaku kini mulai mengubah taktik, mengutamakan scam rekayasa sosial dan penyamaran merek ketimbang eksploitasi kode teknis untuk menipu korban.

Perusahaan analitik blockchain Chainalysis menghitung tren ini, dengan melaporkan lonjakan scam impersonasi hingga 1.400% dari tahun ke tahun. Perusahaan itu juga menyebutkan bahwa rata-rata kerugian finansial per kejadian naik lebih dari 600%.

Pemberi Pinjaman Perumahan AS Akan Terima Bitcoin dan Ethereum untuk Kualifikasi Hipotek

17 January 2026 at 11:03

Newrez, salah satu pemberi pinjaman dan pengelola hipotek terkemuka, mengumumkan rencana untuk mulai mengakui aset kripto sebagai syarat kualifikasi hipotek pada Februari 2026.

Langkah ini menandai integrasi besar antara keuangan digital dan pasar properti tradisional.

Newrez Bidik Gen Z dengan Produk Hipotek yang Mengakomodasi Aset Kripto

Inisiatif ini akan memungkinkan peminjam menggunakan kepemilikan Bitcoin, Ethereum, stablecoin yang dipatok US dollar, dan exchange-traded fund (ETF) kripto spot untuk memverifikasi aset. Kepemilikan tersebut juga dapat digunakan untuk memperkirakan pendapatan dalam pengajuan pinjaman hipotek.

Program ini eksklusif untuk produk Smart Series milik Newrez. Lini ini menawarkan pinjaman hipotek non-kualifikasi bagi peminjam yang tidak memenuhi kriteria standar pinjaman pemerintah.

Presiden Newrez, Baron Silverstein ujar langkah ini merefleksikan evolusi yang diperlukan dalam pembiayaan modern seiring industri kripto yang makin terintegrasi dengan keuangan tradisional.

Pemberi pinjaman ini mengutip data internal yang menunjukkan sekitar 45% investor Gen Z dan Milenial memiliki aset kripto. Kelompok ini digambarkan sebagai demografi inti pembeli rumah pertama kali.

Perlu dicatat, selama ini pemberi pinjaman biasanya mewajibkan peminjam untuk menjual aset digital mereka demi membuktikan cadangan dana, yang memicu beban pajak dan membuat mereka keluar dari pasar.

“Kami percaya sekarang adalah waktu yang tepat untuk dengan hati-hati mengintegrasikan aset kripto yang memenuhi syarat ke dalam pembiayaan hipotek modern—sehingga konsumen dapat tetap memiliki investasinya sembari mengakses solusi pendanaan inovatif,” jelas Silverstein.

Newrez Menghindari Decentralized Finance, Wajibkan Penyimpanan di Exchange Teregulasi

Berdasarkan kebijakan baru ini, peminjam bisa memenuhi syarat tanpa perlu menjual asetnya. tapi, pemberi pinjaman akan menggunakan valuasi aset yang sudah disesuaikan dengan pasar untuk memperhitungkan volatilitas harga kripto.

“Misi kami di Newrez adalah melakukan segala yang mungkin agar setiap orang dapat memiliki rumah, dan inovasi ini menjadi langkah baru dalam menciptakan jalur baru untuk memiliki rumah, memberi konsumen fleksibilitas dan kendali,” terang Chief Commercial Officer Newrez, Leslie Gillin.

Selain itu, program ini juga menerapkan aturan ketat bagi peminjam baru. Newrez menegaskan, peminjam bisa menggunakan kripto untuk rasio underwriting, tapi tetap harus membayar uang muka dan biaya penutupan dalam mata uang US dollar.

Selain itu, semua aset yang memenuhi syarat wajib disimpan di entitas yang diawasi di AS, seperti exchange yang sesuai, aplikasi retail FinTech, atau broker yang diatur SEC maupun FINRA.

Syarat ini secara efektif mengecualikan aset yang disimpan di wallet self-custody atau protokol decentralized finance (DeFi).

Sementara itu, pengumuman ini mengikuti perubahan regulasi yang lebih luas di Washington.

Pada Juni 2025, Federal Housing Finance Agency mengeluarkan arahan untuk mempertimbangkan kripto dalam pemodelan risiko hipotek. Lembaga ini meminta Fannie Mae dan Freddie Mac membuat proposal agar aset digital dapat dimasukkan dalam penilaian risiko pinjaman keluarga tunggal.

Arahan tersebut merupakan bagian dari reformasi kebijakan keuangan AS yang dilakukan pemerintahan Trump. Hal ini menandakan mulai mencairnya hubungan antara regulator perumahan federal dan industri kripto.

DOJ Tuntut Warga Negara Venezuela dalam Skema Pencucian Kripto Senilai US$1 Miliar

16 January 2026 at 18:54

Departemen Kehakiman mendakwa seorang warga negara Venezuela minggu ini karena diduga menggunakan exchange kripto dalam skema pencucian uang sebesar US$1 miliar.

Berdasarkan dokumen tuntutan, dana tersebut bergerak masuk dan keluar Amerika Serikat. Tujuan keluar termasuk yurisdiksi “berisiko tinggi” seperti Kolombia, Cina, Panama, dan Meksiko.

Jaksa Jabarkan Rute Berlapis Dana Aset Kripto

Berdasarkan catatan pengadilan, Jorge Figueira yang berusia 59 tahun asal Venezuela diduga memakai banyak rekening bank, akun exchange kripto, wallet kripto pribadi, serta perusahaan cangkang, untuk memindahkan dan mencuci dana ilegal lintas negara.

“Dengan menggunakan bawahan dan melakukan puluhan transfer, Figueira berusaha menyembunyikan sifat dana tersebut, yang berpotensi memfasilitasi aktivitas kriminal di banyak negara,” ujar agen khusus FBI Reid Davis dalam pernyataannya.

Figueira diduga mengikuti proses berlapis yang mencakup konversi dana ke aset kripto dan menyalurkannya melalui jaringan wallet digital. Setelah itu, aset kripto tersebut dipindahkan melalui serangkaian tahapan yang dirancang agar asal-usulnya tidak terlacak.

The U.S. DOJ charged Venezuelan national Jorge Figueira with conspiring to launder around $1 billion in illicit funds through bank accounts, crypto exchanges, and private wallets. The probe, supported by the FBI, alleges extensive crypto-based transfers to conceal fund origins.…

— Wu Blockchain (@WuBlockchain) January 16, 2026

Kabarnya, ia kemudian mengirim dana itu ke penyedia likuiditas untuk mengonversi kripto menjadi dolar AS, lalu memindahkan dana ke rekening banknya sendiri, dan akhirnya ke penerima akhir.

Kasus Figueira saat ini sedang berlangsung di Distrik Timur Virginia. Jaksa AS Lindsey Halligan menyoroti bahwa jumlah uang yang terlibat menimbulkan risiko besar bagi keselamatan publik.

“Pencucian uang dalam skala ini memungkinkan organisasi kriminal lintas negara beroperasi, berkembang, dan menyebabkan kerugian nyata di dunia nyata. Siapa pun yang memindahkan dana ilegal dalam jumlah miliaran harus siap untuk diidentifikasi, digagalkan, dan bertanggung jawab penuh di bawah hukum federal,” terang Halligan dalam pernyataannya.

Jika terbukti bersalah, Figueira menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara.

Ini adalah salah satu dari sejumlah investigasi yang mengemuka selama tahun lalu. Semua kasus ini menunjukkan makin besarnya penggunaan aset kripto untuk memfasilitasi tindak kejahatan.

Arus Kripto Ilegal Melonjak meski Ada Pengawasan

Kejahatan seputar aset kripto mencapai rekor tertinggi pada 2025, dan tren tersebut sepertinya akan berlanjut di tahun baru.

Menurut laporan Chainalysis terbaru, alamat ilegal menerima setidaknya US$154 miliar tahun lalu. Angka ini naik 162% dari 2024.

Stablecoin terutama menjadi aset kripto andalan bagi pelaku kejahatan. Pada 2020, Bitcoin menyumbang sekitar 70% dari transaksi ilegal, sedangkan stablecoin hanya 15% dari total volume.

Stablecoin kini menjadi aset pilihan utama keuangan ilegal | Sumber: Chainalysis.

Lima tahun berselang, pola ini pun terbalik. Pada 2025, stablecoin menyumbang 84% dari seluruh volume transaksi ilegal, sementara penggunaan Bitcoin turun hanya menjadi 7% saja.

Akibatnya, penerbit stablecoin besar terpaksa mengambil tindakan. Pada hari Minggu, Tether, penerbit USDT, membekukan lebih dari US$180 juta hanya dalam satu hari karena mendeteksi aktivitas mencurigakan di berbagai wallet berbasis Tron.

Kejadian ini juga menunjukkan semakin eratnya koordinasi antara lembaga penegak hukum, penerbit stablecoin, dan platform analitik blockchain.

Top Strategist Wall Street Tak Lagi Percayai Bitcoin, Kenapa? | Berita Kripto AS

19 January 2026 at 03:05

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing, rangkuman esensial perkembangan kripto terpenting untuk hari ini.

Silakan ambil secangkir kopi, karena hari ini kita tidak membahas grafik harga, arus masuk exchange-traded fund (ETF), maupun narasi halving berikutnya. Alih-alih, kita akan membahas sesuatu yang jauh lebih tidak nyaman: apakah Bitcoin, seperti yang ada saat ini, memang dibangun untuk bertahan lama.

Berita Kripto Hari Ini: Mengapa Salah Satu “Bitcoin Bull” Terbesar Wall Street Memilih Pergi

Perubahan yang senyap namun berdampak besar tengah terjadi dalam cara institusi memandang kripto. Christopher Wood, global head of equity strategy di Jefferies dan salah satu strategist pasar paling diperhatikan di Wall Street, telah menghapus Bitcoin sepenuhnya dari model portofolio andalannya.

Petinggi Jefferies tersebut tidak menyebut volatilitas harga sebagai alasan, melainkan keraguan akan daya tahan aset ini dalam jangka panjang.

Wood memangkas alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model Jefferies dan mengalihkannya secara merata ke emas fisik serta saham penambang emas.

Keputusan ini dipaparkan dalam edisi terbaru newsletter Greed & Fear, di mana Wood menyoroti ancaman jangka panjang yang diakibatkan oleh kemajuan komputasi kuantum terhadap keamanan Bitcoin dan anggapan Bitcoin sebagai penyimpan nilai.

“Ancaman komputasi kuantum yang dahulu terasa jauh sekarang membuat salah satu analis pasar yang paling diperhatikan memutuskan untuk meninggalkan Bitcoin,” lapor Bloomberg mengutip pernyataan Wood di newsletter tersebut, serta menyoroti bagaimana sebuah risiko teoretis kini mulai masuk ke dalam konstruksi portofolio utama.

Wood adalah salah satu pendukung institusional awal untuk Bitcoin, yang pertama kali menambahkan aset ini ke dalam portofolio modelnya pada Desember 2020 di tengah stimulus era pandemi dan kekhawatiran atas penurunan nilai mata uang.

Kemudian, ia menambah eksposur menjadi 10% di 2021. Menariknya, sejak penambahan awal tersebut, Bitcoin telah naik sekitar 325%, sedangkan emas hanya naik 145%. Meski begitu, Wood menyatakan performa bukan lagi hal yang utama.

Menurutnya, komputasi kuantum telah melemahkan argumen bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai andal untuk jangka panjang, khususnya bagi investor pensiun dan jangka waktu panjang lainnya.

“Ada kekhawatiran yang semakin besar di komunitas Bitcoin bahwa komputasi kuantum mungkin hanya tinggal beberapa tahun lagi, bukan satu dekade atau lebih,” tulis Wood.

Memang, keamanan Bitcoin saat ini bertumpu pada sistem kriptografi yang membuat komputer masa kini nyaris mustahil mendapatkan private key dari public key.

Akan tetapi, jika komputer kuantum yang relevan untuk kriptografi (CRQC) hadir, hal ini dapat mematahkan asimetri tersebut. Ini bisa membuat para penyerang mampu menemukan kembali private key hanya dalam hitungan jam atau hari.

Risiko Kuantum, Tata Kelola, dan Pemikiran Ulang Institusional tentang Bitcoin

Perdebatan ini membuka jurang yang semakin lebar antara pengelola modal dan pengembang. Nic Carter, partner di Castle Island Ventures, menangkap ketegangan ini dalam sebuah postingan pada bulan Desember lalu.

The discrepancy between capital and developers on this issue is massive. Capital is concerned and looking for a solution. Devs are mainly in complete denial. Inability to even acknowledge quantum risk is already weighing on the price.

— nic carter (@nic_carter) December 18, 2025

Kendati demikian, isu utama terletak pada tata kelola. Solusi yang diusulkan—seperti membakar koin yang rentan terhadap kuantum atau memaksa migrasi ke kriptografi pasca-kuantum—mengundang pertanyaan pelik seputar hak kepemilikan dan perubahan aturan main.

The crypto community is debating the threat of quantum computers to the blockchain, specifically for Bitcoin.

I will explain to you what the threat is.

Modern blockchains rely on asymmetric cryptography.

The following principles apply:

▪️A private key is a secret number… pic.twitter.com/0DUQkSWfx4

— Cardano YOD₳ (@JaromirTesar) December 22, 2025

Jefferies menyoroti bahwa meski Bitcoin pernah mengalami fork sebelumnya, tindakan untuk menyita atau membatalkan koin bisa merusak nilai-nilai mendasar yang membuat jaringan ini dipercaya.

Selain itu, Jefferies juga menyoroti bahwa sebagian besar suplai Bitcoin bisa saja rentan jika skenario kuantum benar-benar terjadi. Termasuk di antaranya:

  • Aset dari era Satoshi yang disimpan di alamat Pay-to-Public-Key (P2PK)
  • Koin yang hilang, dan
  • Alamat yang digunakan ulang berkali-kali dalam banyak transaksi

Apabila dijumlahkan, potensi ini menyentuh jutaan BTC.

Analisis terbaru dari Coinbase juga menggemakan sejumlah kekhawatiran tersebut. Kepala Riset Investasi Coinbase David Duong mengatakan, komputasi kuantum membawa risiko jangka panjang, bukan hanya untuk keamanan private key, tetapi bisa memengaruhi model ekonomi serta keamanan Bitcoin.

Walau menekankan bahwa teknologi kuantum saat ini masih belum mampu membobol Bitcoin, Duong mengingatkan ada sekitar 6,5 juta BTC yang rentan akan serangan kuantum dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat migrasi ke kriptografi pasca-kuantum menjadi sangat penting, meskipun pelaksanaannya masih bertahun-tahun lagi.

Bitcoin At Risk of Quantum Attacks due to Vulnerable Addresses
Bitcoin Berisiko Terkena Serangan Quantum akibat Alamat yang Rentan | Sumber: David Duong di LinkedIn


Sementara itu, Wood mengatakan bahwa pertanyaan jangka panjang seputar komputasi kuantum justru menjadi hal positif untuk emas dalam jangka panjang. Pandangan ini didasarkan pada sejarah emas sebagai lindung nilai yang telah teruji dan bebas dari ketidakpastian teknologi maupun tata kelola.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam pola pikir institusional. Pendiri dan CIO Cyber Capital, Justin Bons, menyatakan Bitcoin bisa saja runtuh kapan saja setelah tahun 2033. Meski begitu, Bons menjelaskan penyebabnya adalah subsidi miner yang terus menurun setelah halving dan biaya transaksi yang rendah.

BTC will collapse within 7 to 11 years from now!

First, the mining industry will fall, as the security budget shrinks

That is when the attacks begin; censorship & double-spends

Core will then have to increase inflation beyond 21M, splitting the chain & that will be the end! 🧵… pic.twitter.com/HqFmhW480L

— Justin Bons (@Justin_Bons) January 15, 2026

Menurut Justin Bons, 51% attack bisa menjadi menguntungkan dengan biaya harian di bawah US$3 juta, sehingga berpotensi memungkinkan terjadinya double-spend di exchange dengan nilai miliaran. Semua kekhawatiran ini berkaitan dengan keamanan Bitcoin.

Chart of the Day

Performa Harga Bitcoin dan Emas Sejak Alokasi Modal Awal Wood | Sumber: TradingView

Byte-Sized Alpha

Berikut rangkuman berita kripto AS menarik lainnya hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 15 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$170,91US$172,74 (+1,07%)
Coinbase (COIN)US$239,28US$241,38 (+0,88%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$31,99US$32,21 (+0,69%)
MARA Holdings (MARA)US$10,66US$10,74 (+0,75%)
Riot Platforms (RIOT)US$16,57US$16,76 (+1,15%)
Core Scientific (CORZ)US$18,08US$18,25 (+0,94%)
Lomba Pembukaan Pasar Crypto Equities: Google Finance

Bagaimana pendapat Anda tentang berita kripto AS teranyar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin Akhir Pekan Yang Wajib Dipantau | 17 – 18 Januari

16 January 2026 at 17:00

Dengan pasar yang nampaknya mulai berubah dari bullish ke bearish, kini muncul pertanyaan apakah reli altcoin belakangan ini akan bertahan atau tidak. Sementara beberapa altcoin mungkin sangat tergantung pada perkembangan eksternal, sebagian lainnya masih mengikuti arahan dari pergerakan BTC. Simak 3 altcoin yang wajib di pantau akhir pekan ini.

BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin berikut yang berpotensi mengejutkan investor di akhir pekan ini.

Chiliz (CHZ)

Chiliz nampaknya akan menjalani akhir pekan yang berpotensi bullish setelah mengumumkan visi Chiliz 2030. Roadmap jangka panjang tersebut berfokus pada pengembangan blockchain olahraga dan mendorong adopsi di dunia nyata. Update strategi ini telah meningkatkan sentimen terhadap CHZ, sehingga altcoin ini berada pada posisi yang lebih baik di mata investor yang sedang menilai prospek pertumbuhan jaringan di masa depan.

Walau pengumuman ini mungkin belum cukup untuk memicu pemulihan penuh, pengumuman tersebut bisa menjaga minat setelah reli mingguan CHZ sebesar 30%. Saat ini CHZ diperdagangkan di level US$0,057 dan kemungkinan akan konsolidasi di dekat level harga sekarang. Jika CHZ mampu bertahan di atas US$0,053, hal itu menandakan stabilitas yang menunjukkan para pembeli masih aktif hingga akhir pekan walaupun katalis jangka pendeknya terbatas.

CHZ Price Analysis
Analisis Harga CHZ | Sumber: TradingView

Risiko pergerakan ke bawah masih ada karena indikator momentum menunjukkan tanda waspada. Money Flow Index mengisyaratkan kondisi overbought, yang menandakan tekanan beli mungkin sudah jenuh. Jika aksi ambil untung mulai meningkat, CHZ bisa jatuh di bawah US$0,053. Koreksi lebih dalam ke area US$0,050 akan membatalkan outlook netral dan menegaskan tekanan bearish jangka pendek.

Dash (DASH)

DASH menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik pekan ini setelah meroket 114% hanya dalam tujuh hari. Saat ini altcoin tersebut diperdagangkan mendekati US$80, ditopang oleh momentum beli yang sangat kuat. Meski reli besar sudah terjadi, DASH masih 24,8% di bawah level US$100, sehingga para trader terus memantau apakah kekuatan reli ini dapat bertahan.

Kenaikan harga DASH baru-baru ini terjadi setelah adopsi merchant meningkat, salah satunya ketika Alchemy Pay mengintegrasikan jaringan DASH. Namun indikator momentum menunjukkan kehati-hatian. Chaikin Money Flow menampilkan divergensi bearish, di mana harga mencetak higher high sementara CMF justru melemah. Ini mengindikasikan terjadi arus keluar modal di balik reli DASH, sehingga meningkatkan risiko pergerakan harga ke bawah.

DASH Price Analysis.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView

Jika tekanan jual makin kuat, DASH bisa kehilangan support di US$74 dan turun ke kisaran US$63 dalam waktu dekat. Pergerakan ini akan mengonfirmasi fase koreksi. Sebaliknya, jika arus modal masuk kembali, harga bisa stabil. Permintaan yang berkelanjutan akan memungkinkan DASH memperpanjang kenaikan dan mencoba menantang level US$100 pada pekan depan.

Polygon (POL)

Salah satu altcoin lain yang perlu diperhatikan akhir pekan ini adalah POL, yang tampil sangat volatil di bulan Januari dengan reli 46% pada pekan lalu saat sentimen bullish mendominasi perdagangan awal. Tapi, momentum tersebut langsung memudar. Ketidakpastian pasar yang tinggi menyebabkan pergerakan harga sangat tajam, sehingga POL turun 15,6% minggu ini.

Reversal mendadak ini menunjukkan kepercayaan pasar yang sangat rapuh dan menggambarkan betapa cepatnya permintaan spekulatif bisa lenyap.

Arus modal ke POL juga melemah signifikan dalam beberapa sesi terakhir, sehingga POL jadi salah satu altcoin pertama yang ditinggalkan investor. Chaikin Money Flow menampilkan arus masuk yang mengering sepenuhnya. Jika arus keluar menguasai pasar, tekanan turun bisa semakin kuat. Dalam kondisi seperti itu, harga POL berisiko turun ke zona support US$0,138.

POL Price Analysis
Analisis Harga POL | Sumber: TradingView

Pembalikan bullish masih mungkin terjadi jika sentimen di pasar secara umum membaik. Akumulasi yang terjadi lagi bisa mendorong POL kembali ke atas support di US$0,155. Jika harga bertahan di level ini, maka kepercayaan jangka pendek bisa kembali pulih. Dengan pembelian yang berkelanjutan, POL berpotensi memperpanjang pemulihan menuju US$0,183 sehingga membatalkan outlook bearish saat ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Bitcoin Berpotensi Runtuh dalam 7–11 Tahun, Pendiri Cyber Capital Wanti-wanti

17 January 2026 at 03:50

Pendiri sekaligus Chief Investment Officer Cyber Capital, Justin Bons, memprediksi bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi kolaps dalam kurun 7 hingga 11 tahun ke depan.

Ia menunjuk pada menurunnya security budget (anggaran keamanan), meningkatnya risiko 51% attack, serta apa yang ia sebut sebagai pilihan mustahil yang harus dihadapi jaringan Bitcoin. Menurut Bons, kerentanan fundamental ini dapat menggerus kepercayaan dan bahkan memicu perpecahan chain.

Model Keamanan Ekonomi Bitcoin Mulai Dipertanyakan

Selama bertahun-tahun, para pakar telah menyoroti berbagai risiko yang mengancam Bitcoin, terutama komputasi kuantum, yang berpotensi merusak standar kriptografi saat ini.

Tetapi, lewat sebuah unggahan yang detail, Bons menyampaikan kekhawatiran yang berbeda. Ia menilai ancaman jangka panjang Bitcoin ada pada model keamanan ekonominya.

“BTC akan runtuh dalam 7 sampai 11 tahun mendatang! Industri mining akan tumbang terlebih dahulu, seiring anggaran keamanan yang menyusut. Saat itulah serangan mulai terjadi; sensor & double-spend,” tulisnya.

Inti dari argumennya adalah penurunan anggaran keamanan Bitcoin. Setiap kali halving terjadi, reward miner terpotong setengah, sehingga insentif untuk mengamankan jaringan pun turut melemah.

Halving terbaru terjadi pada April 2024, dan akan terus berlangsung setiap empat tahun sekali. Menurut Bons, untuk mempertahankan tingkat keamanan saat ini, Bitcoin butuh kenaikan harga eksponensial yang berkelanjutan atau biaya transaksi yang permanen tinggi, dua hal yang ia anggap tidak realistis.

Bitcoin's Declining Security Budget
Anggaran Keamanan Bitcoin yang Menurun. Sumber: X/Justin Bons

Pendapatan Miner Susut, Risiko Serangan Bertambah

Menurut Bons, pendapatan miner, bukan sekadar hashrate, adalah tolok ukur paling penting untuk keamanan jaringan. Ia menyoroti bahwa seiring efisiensi perangkat keras yang meningkat, hashrate bisa naik walaupun biaya memproduksi hash turun, sehingga hashrate menjadi indikator yang menyesatkan tentang ketahanan terhadap serangan.

Menurutnya, pendapatan miner yang menurun langsung menurunkan biaya untuk menyerang jaringan. Ketika biaya menjalankan 51% attack lebih kecil daripada potensi keuntungan dari double-spending atau mengacaukan jaringan, serangan seperti itu jadi masuk akal secara ekonomi.

“Teori permainan kripto-ekonomi bergantung pada hukuman & imbalan, carrot & stick. Itulah alasan kenapa pendapatan miner menentukan biaya sebuah serangan. Untuk sisi imbalannya: Double-spending dengan 51% attack yang menyasar exchange, adalah vektor serangan yang sangat realistis karena keuntungan potensialnya sangat besar,” ulas unggahan itu.

Saat ini, biaya transaksi hanya menyumbang sebagian kecil dari pendapatan miner. Ketika subsidi blok mendekati nol dalam beberapa dekade mendatang, Bitcoin nyaris hanya bisa mengandalkan biaya transaksi untuk menjaga keamanan jaringan. Akan tetapi, ruang blok terbatas bikin jumlah transaksi dan total pendapatan biaya jadi terbatas.

Bons juga menyatakan kecil kemungkinan biaya tinggi bisa bertahan lama, sebab pengguna cenderung keluar dari jaringan setiap kali biaya membengkak, sehingga biaya tidak dapat secara konsisten menggantikan subsidi blok dalam jangka panjang.

Kemacetan, Dinamika Bank Run, dan Ancaman Death Spiral

Selain kekhawatiran soal anggaran keamanan, Bons juga memperingatkan potensi skenario “rush ke bank”. Menurut dia,

“Bahkan menurut estimasi paling konservatif, jika setiap pengguna BTC saat ini hanya melakukan satu transaksi, antrean akan panjang hingga 1,82 bulan!”

Ia memaparkan bahwa saat terjadi kepanikan, jaringan tidak akan mampu memproses penarikan dengan cukup cepat sehingga pengguna bisa terjebak karena kemacetan dan biaya yang melonjak. Kondisi ini mirip dengan bank run.

Bons juga menyoroti mekanisme penyesuaian tingkat kesulitan dua minggu sekali pada Bitcoin sebagai risiko yang bisa memperburuk. Jika harga turun tajam, miner yang tidak lagi untung bisa tutup usaha, sehingga produksi blok melambat sampai penyesuaian berikutnya.

“Karena kepanikan bikin harga jatuh, lalu makin banyak miner tutup, sehingga chain makin melambat, memicu kepanikan baru yang bikin harga makin terjun dan masih lebih banyak miner menutup operasinya, begitu seterusnya, tanpa henti…Itu disebut sebagai siklus ganas dalam teori permainan, juga dikenal sebagai negative feedback loop atau death spiral,” tutur Bons.

Ia menambahkan bahwa risiko kemacetan ini membuat self-custody massal jadi tidak aman saat periode stres, dan memperingatkan bahwa pengguna bisa saja tidak dapat keluar dari jaringan ketika lonjakan permintaan terjadi.

Dilema yang Tidak Terhindarkan untuk Bitcoin

Sebagai penutup, Bons menyimpulkan bahwa Bitcoin menghadapi dilema mendasar.

Satu opsi adalah meningkatkan total suplai di atas batas 21 juta BTC demi menjaga insentif miner dan keamanan jaringan. Namun, langkah ini akan merusak proposisi nilai utama Bitcoin dan hampir pasti memicu perpecahan chain.

Opsi lainnya, terang dia, adalah membiarkan model keamanan terus melemah, yang berarti eksposur terhadap serangan dan sensor akan semakin besar.

“Kemungkinan terbesar, dalam 7 sampai 11 tahun ke depan, kedua opsi yang saya paparkan & lebih banyak lagi bisa terjadi bersamaan,” tulis Bons.

Ia juga mengaitkan masalah ini dengan warisan perang ukuran blok, dan berpendapat bahwa kendala tata kelola dalam Bitcoin Core membuat perubahan protokol yang bermakna sulit terjadi secara politis sebelum krisis benar-benar memaksa. Saat momen itu terjadi, ia memperingatkan, bisa saja sudah terlambat.

Bagaimana pendapat Anda tentang risiko runtuhnya Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Apa Kenaikan 500% Token GAS Mengungkap Tentang Meta Baru yang Muncul di Dunia Kripto

16 January 2026 at 11:40

Gas Town (GAS) muncul sebagai altcoin top gainer harian di pasar aset kripto, naik lebih dari 500% dan mencetak all-time high (ATH) baru hari ini.

Reli ini menjadi bagian dari tren baru yang berkembang di mana para builder makin banyak memanfaatkan aset kripto untuk mendukung pengembangan proyek.

Apa Itu Token Gas Town (Gas)?

Token GAS terinspirasi dari Gas Town. Proyek ini merupakan framework AI multi-agent orchestration buatan Steve Yegge, mantan engineer senior di Google dan Amazon.

“Yegge merilis Gas Town pada 1 Januari 2026: sebuah open-source workspace manager multi-agent yang dirancang untuk mengoordinasikan dan mengatur AI coding agent seperti Claude Code dan Gemini. Framework ini memungkinkan pengembang menjalankan 20–30 (atau lebih) AI agent secara bersamaan dalam proyek kompleks tanpa kehilangan konteks, tanpa menciptakan konflik merge, ataupun membuat kekacauan tugas,” tulis Lookonchain .

Gas Town berbeda dengan asisten biasa karena berfungsi seperti pabrik coding AI skala industri. Arsitektur agent yang bertingkat terdiri atas bagian yang disebut Town (kantor pusat) dan Rigs (repository).

Sistem ini juga memiliki peran seperti Mayor (agent utama), Overseer (pengguna), Refinery, Polecats, Crew, Witness, Deacon, dan Dogs. Seperti yang dijelaskan posting blog Yegge, Gas Town “mirip sekali dengan” Kubernetes dan Temporal, serta “100% vibe coded.

Berkat pertumbuhan minat pada proyek ini, sebuah token langsung muncul, meski bukan dari Yegge sendiri. Seorang anggota komunitas anonim menciptakan token GAS di BAGS.

BAGS merupakan platform crypto yang berfokus pada kreator dan launchpad di blockchain Solana. Dalam blog terbaru, Yegge mengungkapkan bahwa komentar seorang pengguna membuatnya sadar dia telah menerima dana sekitar US$49.000 dalam bentuk BAGS.

“Singkat cerita, pagi ini saya benar-benar mengklaim penghasilan saya; totalnya waktu itu sudah naik jadi US$68.000 dan sekarang menjadi US$75.000. Dan saat postingan ini mulai beredar, yah, bisa dibilang saya akan ada klaim tambahan lagi,” terang dia . “Sebagai pencipta Gas Town, saya mendapatkan 99% dari trading fee tersebut, berkat orang yang menciptakan koin GAS.”

Ia juga menuturkan bahwa dana tersebut akan memungkinkan dirinya berinvestasi ulang ke proyek, sehingga peluang Gas Town menjadi lebih sukses makin terbuka lebar.

“Dengan AI, ekonomi kreator akan mengalahkan ekonomi korporasi. Dalam 2 tahun ke depan semuanya akan terbalik,” papar Yegge.

Mengapa Gas Token Mengalami Reli?

Menariknya, token ini sudah mencuri perhatian beberapa key opinion leader (KOL), sehingga membuat popularitasnya makin meroket dan sepertinya turut memicu reli harga terbaru ini.

so yea Jim the name's $gas, gas town

this genius-level dev Yegge created kubernetes for concurrent agentic workflows straight from his home desk

then the crypto kids tokenized it, now hes adopted it and used the fees to fund his exploration into the future of post-agi devwork pic.twitter.com/OULemrj3qL

— Ansem (@blknoiz06) January 16, 2026

Menurut data GeckoTerminal, kapitalisasi pasar token GAS sempat menyentuh hampir US$60.000.000 hari ini, yang merupakan ATH baru. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di US$0,044, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$44.000.000.

Aktivitas trading ikut melonjak seiring pergerakan harga. GAS mencatat volume perdagangan 24 jam sebesar US$109.000.000, naik tajam 1.613%.

GAS Token Price Performance
Performa Harga Token GAS | Sumber: GeckoTerminal

Investor awal telah menikmati imbal hasil besar berkat lonjakan harga GAS. Lookonchain melaporkan seorang trader (S2XVoy) membelanjakan US$394 untuk mendapatkan 12,6 juta token GAS. Dari jumlah tersebut, investor tersebut telah menjual 5,3 juta token dengan nilai sekitar US$98.800. Selain itu, nilai sisa asetnya, yaitu 7,3 juta GAS, kini telah naik menjadi sekitar US$322.500.

“Hanya dengan US$394 bisa jadi profit US$420.700 — cuan 535x lipat!” bunyi unggahan tersebut.

Token GAS menunjukkan bagaimana pengembang AI open-source dapat memakai aset kripto untuk menggalang dana langsung dari komunitasnya. RALPH adalah contoh lain.

Token ini terinspirasi dari teknik Ralph Wiggum yang dikembangkan oleh Geoffrey Huntley. Dia telah secara terbuka mendukung token ini dan membuat website khusus untuknya. Sebanyak 99% royalti dialokasikan untuk mendukung riset terbuka Huntley tentang software evolusioner.

“Akhir-akhir ini ada fenomena baru yang terjadi di onchain…Fenomena ini terutama berfokus pada para founder AI open source, pengembang, dan engineer yang memanfaatkan aset kripto untuk mengumpulkan sumber daya, mirip seperti yang kita lihat pada tren agent meta dan Internet Capital Markets. Jika dibandingkan dengan tren sebelumnya, gelombang kali ini nampaknya jauh lebih berakar pada pengembangan nyata di dunia nyata,” terang Connor King .

Meski tren baru ini menyoroti cara-cara baru bagi pengembang untuk menarik perhatian dan sumber daya melalui mekanisme asli kripto, hasil akhirnya kemungkinan bakal berbeda-beda di setiap proyek. Penting juga untuk dicatat bahwa GAS adalah token baru dengan kapitalisasi pasar di bawah US$100,000.000.

Aset dengan ukuran seperti ini bisa sangat fluktuatif dan rentan terhadap manipulasi harga. Investasi pada token tahap awal membawa risiko besar, dan pembaca harus melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.

Minat pasar terhadap token seperti ini biasanya menunjukkan perpaduan antara eksperimen teknologi, partisipasi komunitas, dan aktivitas spekulatif. Meski begitu, seberapa berkelanjutan model-model ini akan sangat bergantung pada eksekusi, transparansi, dan relevansi jangka panjang.

Harga PENGU Lewatkan Sinyal di Kerja Sama Pudgy Penguins dengan Manchester City

16 January 2026 at 10:12

Pudgy Penguins mengumumkan kemitraan bersejarah dengan klub sepak bola Premier League, Manchester City.

Ini menjadi salah satu kolaborasi paling bergengsi antara merek Web3 dan penggemar olahraga global.

Kerja Sama Pudgy Penguins dan Manchester City Tunjukkan Strategi Baru NFT

Kolaborasi ini akan menghadirkan koleksi NFT eksklusif beserta merchandise premium, sehingga memperluas jangkauan Pudgy Penguins jauh melampaui audiens kripto tradisional.

“Kami sangat antusias mengumumkan bahwa kami akan berkolaborasi dengan Man City untuk perilisan koleksi dan merchandise premium, sehingga membawa Pengu ke jutaan fans Man City di seluruh dunia,” tulis Pudgy Penguins dalam sebuah postingan.

Tim tersebut menambahkan bahwa kemitraan ini dirancang untuk saling memperkenalkan kedua belah pihak. Artinya, mereka membawa PENGU ke para penggemar mereka secara global, dan sekaligus memperkenalkan Man City ke komunitas Pudgy Penguins yang lebih luas.

Working with Man City on this high-end collectible and merch drop will bring Pengu to their fans globally, while also introducing Man City to the wider Pudgy Penguins audience.

We are ecstatic to bring Pengu to the world of football alongside Man City on January 17th. pic.twitter.com/MQ3PnHkfF4

— Pudgy Penguins (@pudgypenguins) January 15, 2026

Koleksi NFT dan perilisan merchandise ini dijadwalkan pada 17 Januari 2026, dan akan menyasar audiens berusia 18 tahun ke atas.

Saat Pudgy Penguins menyebut “perilisan koleksi dan merchandise premium,” artinya mereka lebih menekankan posisi eksklusif, bukan NFT massal. Strategi ini mengikuti tren terbaru di sektor ini, yang fokus pada kualitas, pengenalan merek, dan relevansi budaya di dunia nyata.

Penting untuk melihat dampak kerja sama ini bagi Pudgy Penguins, sebab ini menjadi langkah ekspansi strategis yang besar. Manchester City memiliki basis penggemar global yang sangat besar dan sangat aktif secara komersial di dunia sepak bola.

Peluang ini memberi Pudgy Penguins akses ke jutaan calon pelanggan yang memang sudah terbiasa membeli merchandise dan koleksi berlisensi dari klub favorit mereka.

Dengan menggandeng merek olahraga papan atas, Pudgy Penguins terus berupaya memposisikan PENGU sebagai intellectual property yang mainstream, bukan hanya karakter yang muncul dari dunia kripto saja.

Pudgy Penguins and Manchester City partnership announcement
Pengumuman partnership yang menampilkan karakter Pudgy Penguins dengan jersey Manchester City | Sumber: Pudgy Penguins/X

Mengapa Pudgy Penguins Bertaruh pada Budaya, Bukan Harga Jangka Pendek

Langkah ini juga menyoroti bagaimana organisasi olahraga besar kini semakin sering bereksperimen dengan koleksi digital setelah siklus NFT sebelumnya melemah.

Bukannya membuat NFT spekulatif berdiri sendiri, kolaborasi seperti ini justru menitikberatkan pada storytelling merek, merchandise fisik, dan penggemar. Perlu dicatat, hal-hal ini memang sudah menjadi keunggulan klub sepak bola selama ini.

Walaupun pengumuman ini jadi sorotan, harga token PENGU tidak menunjukkan reaksi harga yang langsung atau signifikan.

Pudgy Penguins (PENGU) Price Performance
Performa Harga Pudgy Penguins (PENGU) | Sumber: CoinGecko

Harga PENGU turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$0,01222 pada waktu publikasi.

Kemitraan ini nampaknya lebih sebagai langkah branding jangka panjang, bukan pemicu trading jangka pendek. Meski demikian, sentimen terhadap token ini masih tetap optimistis secara umum.

People want “the next runner”

The runner is still $PENGU

Conviction feels stupid before it feels genius pic.twitter.com/EpEPFV9IWv

— Fuel (@fuelkek) January 15, 2026

Tazman, salah satu pengguna populer di X, menyoroti momentum ekosistem yang lebih luas, sekaligus memperkirakan harga PENGU masih berpotensi naik lagi di tahun 2026.

“…lihat saja bagaimana US$PENGU meroket di tahun 2026, naik 60% sejak 2025!!!! Percayalah pada 2026, para penguin akan tampil dengan sangat jelas dan berani,” tulis Tazman.

Tazman juga memaparkan bahwa banyak proyek besar, seperti OKX dan Crypto.com, sudah mulai mencantumkan penguin di postingan mereka.

Year of the Penguin. pic.twitter.com/YoR2tTR0Yp

— OKX (@okx) January 7, 2026

Meski pergerakan harga masih landai untuk saat ini, kolaborasi Pudgy Penguins dan Manchester City ini merefleksikan tren yang lebih luas. Merek Web3 yang berhasil kini lebih bersaing dalam hal relevansi budaya dan jangkauan global.

Hal ini berbeda dibanding sekadar fokus pada metrik on-chain saja, dan agak mirip dengan langkah yang dilakukan BitMine baru-baru ini.

Jika dieksekusi dengan baik, peluncuran pada 17 Januari nanti bisa menjadi contoh baru bagaimana NFT dapat menyatu dengan fandom olahraga mainstream di fase adopsi kripto berikutnya.

60% Lebih Trader Rugi di Token NYC Dukungan Eric Adams

16 January 2026 at 02:55

Eric Adams, yang mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota New York dua minggu lalu, melakukan langkah besar ke dunia kripto dengan meluncurkan token miliknya sendiri, NYC.

Namun, kurang dari 24 jam kemudian, lebih dari separuh dari 4.300 trader yang membeli token tersebut justru menelan kerugian. Proyek ini dengan cepat menunjukkan karakteristik khas meme coin. Sejumlah analis menyebut peristiwa ini sebagai skenario rug pull klasik.

Kebangkitan Tak Terduga Meme Coin Politik

Banyak pihak mengira tahun 2025 menandai berakhirnya gelombang meme coin. Setelah serangkaian peluncuran token oleh presiden aktif yang berujung pada kerugian ratusan ribu dolar, narasi ini kehilangan dukungan besar dari investor ritel.

Namun, Eric Adams kelihatannya menghidupkan kembali tren tersebut tepat sebelum benar-benar ditinggalkan. Pada Senin lalu, mantan Wali Kota New York itu mengumumkan peluncuran token NYC melalui media sosial.

Adams menyatakan token tersebut dibuat untuk “melawan penyebaran antisemitisme dan anti-Amerikanisme yang semakin cepat”.

Meski begitu, peluncurannya justru berakhir dengan kerugian besar bagi mayoritas trader. Token NYC sempat melesat hingga kapitalisasi pasar US$600 juta, sebelum anjlok tajam ke bawah US$100.000.

Melihat pola yang berulang dari kejadian serupa di masa lalu, komunitas kripto pun segera mulai mencari indikasi adanya insider.

Data On-Chain Picu Tuduhan Insider

Analisis lanjutan dari platform analitik blockchain Bubblemaps mengungkap bahwa sebuah wallet yang terhubung dengan deployer token menarik sekitar US$2,5 juta dalam bentuk USDC dari liquidity pool yang menopang perdagangan NYC, tepat saat harga token mencapai puncaknya.

Ketika harga token jatuh sekitar 60%, kreator NYC kemudian memasukkan kembali token senilai US$1,5 juta ke dalam liquidity pool.

“Wallet NYC memang mengembalikan sebagian dana ke liquidity pool dan membuat dua order beli besar (satu senilai US$200.000 dan satu lagi US$300.000) untuk melakukan pembelian kecil setiap 60 detik. Pergerakan ini, selain mencurigakan, tidak dikomunikasikan sebelumnya dan memicu banyak ketidakpercayaan,” ujar analis blockchain Blockworks, Fernando Molina, kepada BeInCrypto.

Manuver tersebut juga tidak banyak membantu memulihkan harga. Hingga kini, keberadaan sisa dana sekitar US$1 juta lainnya masih belum jelas.

Sementara itu, para investor harus menerima kenyataan pahit. Pada Rabu (14/1), Bubblemaps mengungkap bahwa 60% dari 4.300 trader yang berinvestasi di token tersebut mengalami kerugian. Lebih dari separuh di antaranya rugi kurang dari US$1.000, sementara sebagian lainnya menderita kerugian jauh lebih besar. Bahkan, 15 trader kehilangan lebih dari US$100.000.

The $NYC aftermath

4,300 total traders, 60% lost money:

• 2,300 lost <$1k
• 200 lost $1k – $10k
• 40 lost $10k – $100k
• 15 lost $100k+ pic.twitter.com/HjYGj5bSBG

— Bubblemaps (@bubblemaps) January 14, 2026

Dalam analisisnya, Molina membandingkan peluncuran NYC dengan rug pull terkenal lainnya, seperti token LIBRA yang diluncurkan oleh Presiden Argentina Javier Milei pada Februari tahun lalu.

“Dari sudut pandang teknis, ada banyak kemiripan, terutama cara liquidity pool—pasar tempat NYC atau LIBRA diperdagangkan—dibentuk, yang memiliki keunikan tidak lazim dalam peluncuran semacam ini (single-sided liquidity pools),” jelasnya. “Tidak ada indikasi jelas bahwa timnya sama, tetapi kemiripannya sangat mencolok.”

Seiring itu, Adams mulai menghadapi tudingan sebagai insider.

Adams Bantah Tuduhan di Tengah Sorotan

Pada Rabu, Todd Shapiro, juru bicara Adams, merilis pernyataan yang menanggapi tuduhan rug pull tersebut.

“Laporan terbaru yang menuduh Eric Adams memindahkan dana dari NYC Token adalah keliru dan tidak didukung bukti apa pun,” tulisnya. “Tidak pernah ada niat keterlibatan untuk keuntungan pribadi atau finansial.”

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa, seperti banyak token baru lainnya, proyek ini mengalami volatilitas tinggi pada fase awal.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Namun, penjelasan itu tidak cukup meredakan sorotan terhadap Adams, yang memang memiliki keterlibatan unik dalam dunia kripto.

Selama menjabat sebagai Wali Kota New York, Adams dikenal sebagai pendukung vokal cryptocurrency, kerap mempromosikan Bitcoin dan teknologi blockchain. Bahkan sebelum resmi menjabat, ia sempat mengumumkan rencana menerima tiga gaji pertamanya dalam bentuk Bitcoin.

Meski demikian, masa jabatannya penuh kontroversi, dibayangi tuduhan korupsi dan tingkat persetujuan publik yang sangat rendah, membuat peluangnya untuk terpilih kembali semakin berat.

Meniru strategi Presiden AS Donald Trump yang merangkul pelobi kripto menjelang kampanye pemilihannya, Adams terus memosisikan diri sebagai politisi pro-kripto. Namun, pendekatan tersebut gagal mengamankan masa jabatan kedua.

Walau begitu, peluncuran NYC Token menandai kali pertama Adams secara pribadi memperkenalkan proyek aset kripto. Sampai sejauh ini, perjalanannya masih penuh lika-liku. 

Bagaimana pendapat Anda tentang kerugian yang melanda 60% trader di token NYC ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Raksasa Ethereum BitMine Dukung MrBeast dengan US$200 Juta, Tapi Mengapa? | Berita Kripto AS

15 January 2026 at 17:01

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan utama untuk perkembangan terpenting di dunia kripto hari ini.

Siapkan kopi Anda, karena Ethereum, modal kripto, dan salah satu kreator terbesar dunia bertemu dalam sebuah kesepakatan yang sedang ramai dibicarakan banyak orang.

Berita Kripto Hari Ini: BitMine Milik Tom Lee Dukung MrBeast

Bintang YouTube Jimmy Donaldson, yang lebih dikenal sebagai MrBeast, mungkin pernah mengaku bahwa dia punya “uang negatif,” tapi perusahaannya, Beast Industries, baru saja mendapat suntikan dana besar.

Pada pengumuman hari Kamis, BitMine Immersion Technologies mengumumkan investasi ekuitas senilai US$200 juta.

BITMINE JUST MADE A $200M MOVE OUTSIDE CRYPTO$BMNR announced a $200M equity investment into Beast Industries, the company behind MrBeast.

This isn’t a random bet.
It’s strategic.

🔹 Direct exposure to the largest creator platform on earth
🔹 Global reach across Gen Z, Gen… pic.twitter.com/Sa6ASiS6VT

— BMNR Bullz (@BMNRBullz) January 15, 2026

Kesepakatan ini diumumkan dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan BitMine di Wynn Las Vegas. Perusahaan ini memposisikan diri sebagai pemimpin global dalam likuiditas Ethereum, dengan target mengakuisisi 5% ETH. Data dari StrategicETHreserve.xyz menunjukkan BitMine sudah memegang 3,36% pasokan ETH.

Meskipun investasinya berupa ekuitas setara USD, kas Ethereum milik BitMine menjadi sumber modal utama, sehingga kesepakatan ini sangat relevan dengan kripto.

Mereka pun semakin sering menginvestasikan modal ke proyek-proyek besar di luar proyek blockchain tradisional.

“MrBeast dan Beast Industries, menurut kami, adalah kreator konten terdepan di generasi kita, dengan jangkauan dan keterlibatan yang tak tertandingi oleh GenZ, GenAlpha, maupun Millennial,” baca kutipan dalam pengumuman itu, mengutip Tom Lee, Chairman BitMine.

Lee juga menegaskan Beast Industries sebagai platform pembuat konten terbesar dan paling inovatif di dunia, sambil menyoroti bahwa nilai-nilai perusahaan mereka sangat sejalan satu sama lain.”

Beast Industries, yang bernilai US$5 miliar, beroperasi di berbagai bidang. Tapi, meskipun valuasinya fantastis, Donaldson sebelumnya mengakui likuiditas pribadinya sangat terbatas.

MrBeast says he currently has “negative money” in his bank account.

“They’re like, ‘You’re a billionaire!’ I’m like, ‘That’s net worth.’ I have negative money right now. I’m borrowing money. That’s how little money I have. Technically, everyone watching this video has more money… pic.twitter.com/JiLLrEw8oj

— Complex (@Complex) January 14, 2026

Integrasi BitMine dan DeFi: Era Baru untuk Creator Finance

Investasi senilai US$200 juta ini bukan sekadar berita selebritas, melainkan juga menunjukkan tren baru di mana likuiditas Ethereum mengalir ke ekonomi kreator.

CEO Jeff Housenbold menyoroti bahwa kesepakatan ini membuktikan jalur pertumbuhan Beast Industries sekaligus membuka peluang inovasi ke depan, khususnya di dunia DeFi.

“Kami sangat senang menyambut Tom Lee dan BitMine sebagai investor terbaru Beast Industries, bergabung bersama para investor ventura papan atas kami saat ini… Kami menantikan peluang kolaborasi ke depan, termasuk mengintegrasikan DeFi dalam platform layanan keuangan kami berikutnya,” ujar Housenbold.

Kesepakatan ini ditargetkan rampung pada atau sekitar 19 Januari 2026, memberikan Beast Industries waktu tambahan untuk berkembang.

Pengumuman ini memberikan gambaran singkat tentang potensi ekonomi kreator berbasis token, di mana modal berbacking Ethereum mendukung model kepemilikan penggemar secara fraksional.

Dengan keterlibatan BitMine, kesepakatan ini bisa jadi contoh untuk menjembatani kerajaan konten Web2 dan keuangan berbasis DeFi. Hal ini pun memperlihatkan bahwa likuiditas Ethereum mulai menjangkau jauh melampaui proyek blockchain tradisional.

Sementara itu, Beast Industries sebelumnya pernah membahas kemungkinan melakukan IPO demi memberi kesempatan para penggemar untuk bisa menjadi pemilik.

Chart of the Day

Bitmine ETH Holdings
Kepemilikan ETH BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz

Alpha Sekilas

Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang bisa Anda pantau hari ini:

Gambaran Umum Pre-Market Ekuitas Kripto

PerusahaanPenutupan per 14 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$179,33US$178,70 (-0,35%)
Coinbase (COIN)US$255,86US$252,00 (-1,51%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,19US$28,07 (-0,43%)
MARA Holdings (MARA)US$11,11US$11,05 (-0,54%)
Riot Platforms (RIOT)US$17,31US$17,26 (-0,29%)
Core Scientific (CORZ)US$17,92US$18,10 (+1,00%)
Perlombaan Pembukaan Pasar Saham Kripto | Sumber: Google Finance

Litecoin (LTC): Retail Nyerah, Tapi Whale Aktif Siapkan Posisi

15 January 2026 at 16:20

Holder Litecoin (LTC) masih belum melihat keuntungan di tahun 2026, karena harganya masih terbebani oleh aksi jual besar pada Oktober tahun lalu. Tapi, jika melihat gambaran trading secara luas, Litecoin menunjukan beberapa tanda yang mengindikasikan potensi pembalikan arah.

Sinyal positif yang mendukung teori pembalikan arah ini meliputi aktivitas trading whale yang konsisten serta minat baru terhadap Litecoin.

Dominasi Whale dan Akumulasi Strategis Sejak Kuartal 4 2024

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa Whale vs. Retail Delta LTC sebagian besar tetap positif mulai dari kuartal 4 tahun 2024 hingga sekarang.

Whale vs. Retail Delta mengukur perbedaan aktivitas trading antara whale dan investor ritel. Jika indikator ini berada di atas nol dan cukup tinggi dibandingkan level historisnya, berarti partisipasi whale sangat kuat.

Perilaku ini bisa menjadi sinyal akumulasi posisi pada harga rendah. Indikator ini juga bisa memperingatkan tekanan jual besar jika harga mulai naik.

Untuk Litecoin, grafik menunjukan dua fase berbeda yang diberi penanda merah dan hijau.

LTC Whale vs Retail Delta. Source: Coinglass
LTC Whale vs Retail Delta | Sumber: Coinglass

Sebelum kuartal 4 tahun 2024, delta tetap negatif. Trader ritel mendominasi aktivitas pada periode ini, sementara harga LTC umumnya berada di bawah US$100. Setelah kuartal 4 tahun 2024, whale mulai menguasai aktivitas trading. Delta pun berubah positif, meski harga LTC masih bergerak sideways dalam rentang multi-tahun.

Pola ini menunjukkan bahwa investor ritel sepertinya sudah menyerah, sementara whale justru aktif mempersiapkan posisi.

Lonjakan Aktivitas Jaringan dan Potensi Pemulihan Pasar Derivatif

Data jangka pendek dari Santiment, platform analitik on-chain, menunjukkan lonjakan aktivitas jaringan Litecoin. Transaksi whale mencapai level tertinggi dalam lima minggu terakhir.

“Secara historis, sebuah aset punya peluang pembalikan arah yang jauh lebih tinggi ketika terjadi lonjakan aktivitas whale,” papar Santiment melalui laporan.

Transaksi Whale Litecoin vs. Harga | Sumber: Santiment.

Data ini semakin memperkuat peluang bahwa LTC bisa pulih atau membalik arah kapan saja, meskipun harganya masih bisa turun lebih dalam lagi.

Data pasar derivatif memberikan lapisan tambahan. Open Interest LTC baru-baru ini melonjak. Di sisi negatif, open interest yang tinggi meningkatkan risiko likuidasi ketika trader memakai leverage besar.

Total Open Interest Litecoin dalam USD | Sumber: Santiment.

Di sisi positif, ini menandakan semakin banyak trader yang menambah eksposur ke Litecoin di banding sebelumnya. Pergeseran ini bisa menunjukan minat ritel pada LTC mulai kembali.

Kesimpulannya, kombinasi aktivitas whale jangka panjang dan jangka pendek, di tambah adanya dorongan baru di pasar derivatif, bisa mengindikasikan potensi pemulihan untuk LTC.

Tapi, kenaikan harga sepertinya tidak akan mudah atau cepat terjadi, karena harga LTC masih sekitar 46% di bawah puncak tahun lalu.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi pembalikan harga Litecoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Mengapa 86% dari Semua Kegagalan Token Kripto Terjadi di 2025

15 January 2026 at 11:52

Pada tahun 2025, pasar aset kripto mengalami gelombang besar proyek yang kolaps, dengan lebih dari 11,6 juta token gagal hanya dalam satu tahun, menurut data terbaru dari CoinGecko.

Angka ini mewakili 86,3% dari semua kegagalan aset kripto yang tercatat sejak tahun 2021, sehingga tahun 2025 menjadi tahun paling merusak sepanjang sejarah industri untuk kelangsungan hidup sebuah token.

Pembuatan Token Meledak—Tingkat Bertahan Turun, Laporan CoinGecko Menunjukkan

Temuan CoinGecko menyoroti adanya kerusakan struktural di dalam ekonomi token, yang dipicu oleh ledakan penciptaan proyek baru, membludaknya meme coin, dan gejolak pasar yang makin tinggi.

Saat ini, 53,2% dari seluruh aset kripto yang dipantau di GeckoTerminal sudah tidak aktif. Sebagian besar kegagalan ini terjadi dalam dua tahun terakhir.

53.2% Cryptocurrencies Have Died Since 2021
53,2% Aset Kripto Sudah Mati Sejak 2021 | Sumber: CoinGecko

Antara tahun 2021 hingga 2025, jumlah proyek aset kripto yang terdaftar melonjak dari 428.383 menjadi hampir 20,2 juta. Walaupun pertumbuhan cepat ini mencerminkan akses yang makin mudah terhadap alat penciptaan token, pasar pun mengalami kejenuhan parah.

Data kegagalan tahunan menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi. Pada 2021, hanya 2.584 token yang gagal. Angka ini melonjak menjadi 213.075 pada 2022 dan 245.049 di 2023.

Kondisi makin memburuk di 2024, dengan 1.382.010 token yang kolaps. Tapi tahun 2025 jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya, dengan 11.564.909 token yang gagal.

Number of Failed Cryptocurrencies by Year

2021: 2,584 tokens
2022: 213,075 tokens
2023: 245,049 tokens
2024: 1,382,010 tokens
2025: 11,564,909 tokens

What's one project that you think will succeed?

— CoinGecko (@coingecko) January 14, 2026

Secara total, tahun 2024 dan 2025 menyumbang lebih dari 96% seluruh kegagalan token kripto sejak 2021, yang menunjukkan kondisi pasar belakangan ini benar-benar mengubah ketahanan suatu token.

Metodologi CoinGecko hanya memfokuskan pada aset kripto yang setidaknya pernah mencatat satu kali perdagangan dan sudah terdaftar di GeckoTerminal sebelum akhirnya menjadi tidak aktif.

Token dengan nol aktivitas perdagangan tidak dihitung, sedangkan hanya token Pump.fun yang lulus yang dilibatkan, sehingga memperkuat kredibilitas data tersebut.

Q4 2025 Menjadi Titik Balik di Tengah Saturasi Meme Coin dan Masalah “Crime Szn”

Gelombang kolaps makin cepat di bulan-bulan terakhir tahun tersebut. Pada kuartal 4 tahun 2025 saja, ada 7,7 juta token gagal—ini mencakup 34,9% dari seluruh kegagalan yang tercatat selama lima tahun ini.

Peningkatan ini terjadi berbarengan dengan cascading likuidasi pada 10 Oktober, saat posisi leverage senilai US$19 miliar terhapus hanya dalam 24 jam, menandai peristiwa deleveraging terbesar yang pernah terjadi dalam industri kripto.

Kejadian ini membuka celah kelemahan pada token yang likuiditasnya tipis, di mana banyak di antaranya:

  • Tidak memiliki likuiditas yang memadai atau
  • Pihak pelaku pasar yang berkomitmen untuk bertahan menghadapi volatilitas ekstrem.

CoinGecko menuturkan bahwa penurunan tingkat kelangsungan hidup sangat terlihat di sektor meme coin, yang berkembang sangat pesat selama setahun terakhir.

Meningkatnya peluncuran launchpad yang mudah dipakai punya peran sentral dalam gelombang kegagalan ini. Platform seperti Pump.fun menurunkan hambatan teknis secara signifikan, sehingga hampir siapa pun bisa meluncurkan token dalam hitungan menit.

This is huge.
The 11.5M token failures in 2025 exposes a policy vacuum.

1️⃣ Zero regulation on launching a token. Anyone can deploy one in minutes.
2️⃣ Platforms like https://t.co/3tm9tPLONE massively lower friction, enable mass launches, and take no accountability for outcomes.…

— Sapna Singh (@AdvSapna_) January 14, 2026

Meskipun langkah ini mendemokratisasi eksperimen token, pasar pun kebanjiran proyek asal-asalan yang tidak punya prospek jangka panjang.

Eksekutif DWF Labs, Andrei Grachev, menggambarkan situasi ini seperti musim kejahatan, sambil menunjukkan tekanan sistemik yang dihadapi baik founder maupun investor.

Basically it created a "crime szn", failure rate is so high, which affects founders and investors – hard to get attention, hard to get liquidity, hard to find a market fit.
Market is BTC, blue chips and gambling.
Retail liquidity is being burn
Liquidity wars are ongoing https://t.co/o5EACJJ6Ft

— Andrei Grachev 🦅🟠 $FF (@ag_dwf) January 15, 2026

Pernyataannya mencerminkan tren konsolidasi yang semakin kuat di pasar kripto saat ini, di mana modal makin banyak mengalir ke Bitcoin, aset mapan, dan perdagangan spekulatif jangka pendek. Hal ini membuat proyek baru makin sulit untuk menarik likuiditas berkelanjutan.

Penumpukan kegagalan di 2025 pun semakin memperkuat kekhawatiran terhadap kesehatan praktik penciptaan token dalam jangka panjang.

Walau inovasi tetap jadi fondasi utama pasar aset kripto, data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap proyek baru benar-benar sudah terlalu terbebani.

Saat jutaan token menghilang, kepercayaan investor ritel pun terus menurun. Hal ini menyebabkan likuiditas berkurang dan persyaratan untuk peluncuran baru jadi makin tinggi.

Mengapa Siklus Kegagalan Token Mungkin Berlanjut hingga 2026

Di sisi lain, faktor-faktor yang mendorong kolapsnya pasar kripto di tahun 2025 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berbalik arah. Penciptaan token tetap mudah, likuiditas ritel terpecah-pecah, dan fokus pasar masih tertuju ke Bitcoin, aset blue-chip, serta perdagangan spekulatif jangka pendek.

Data CoinGecko memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasokan token jauh lebih cepat ketimbang kemampuan pasar untuk menyerapnya. Dengan hampir 20,2 juta proyek terdaftar di akhir 2025, bahkan jika peluncuran lewat launchpad terus berjalan wajar saja, risiko kegagalan akan terus naik di 2026—terutama jika permintaan dan likuiditas tidak kembali menguat.

I hope we fix this in 2026.

Most launches in 2025 didn’t fail because the "market was bad."
They failed because the launch design was structurally short-vol and short-trust.

Here are the recurring launch patterns that nuked most of them ↓

1️⃣ High FDV, low float:
You’re… pic.twitter.com/FC0ngx1HrW

— Stacy Muur (@stacy_muur) December 15, 2025

Peristiwa tekanan pasar juga tetap menjadi kelemahan utama. Pada 10 Oktober terjadi likuidasi besar-besaran, yang menghapuskan US$19 miliar posisi leverage hanya dalam 24 jam, dan itu menunjukkan betapa cepatnya guncangan sistemik bisa menyebar ke aset yang volume perdagangannya tipis.

Token yang tidak memiliki likuiditas dalam atau basis pengguna yang loyal terkena dampak paling besar, sehingga volatilitas serupa bisa memicu lebih banyak kegagalan massal.

Managing partner DWF Labs, Andrei Grachev, memperingatkan bahwa kondisi pasar saat ini secara struktural memang tidak ramah bagi proyek baru, sambil menggambarkan “perang likuiditas” yang terus berlangsung di seluruh pasar aset kripto.

ketika modal ritel makin menipis dan persaingan semakin ketat, token-token baru menghadapi hambatan yang semakin besar untuk bertahan. Tanpa perubahan pada insentif peluncuran, standar pengungkapan, atau edukasi investor, pasar berisiko mengulangi siklus yang sama: penerbitan yang cepat, spekulasi sesaat, lalu akhirnya kolaps.

Walaupun para pelaku industri berpendapat bahwa pembersihan ini pada akhirnya bisa memperkuat aset kripto dengan mengeliminasi proyek-proyek lemah, data menunjukkan penyesuaian ini masih jauh dari selesai.

Jika penciptaan token terus lebih cepat daripada pertumbuhan likuiditas, pada 2026 mungkin ada lebih sedikit peluncuran, tapi bukan berarti jumlah kegagalan juga akan berkurang.

NYC Token Kena Rug Pull? Ini 4 Tanda Bahayanya

15 January 2026 at 12:01

Meme coin NYC milik mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, menuai kritik tajam dari komunitas aset kripto setelah anjlok lebih dari 80%, sehingga kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.

Baik Adams maupun tim proyeknya membantah melakukan kesalahan, tapi pergerakan likuiditas yang tidak lazim menimbulkan kekhawatiran, sehingga beberapa analis menilai token ini berpotensi sebagai rug pull. Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, seorang analis dari Nansen menjabarkan 4 alasan mengapa token NYC nampaknya masuk ke dalam kategori “rug pull” secara lebih luas.

Sekitar 60% Trader Alami Kerugian setelah NYC Token Mengalami Koreksi Besar

Awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Adams memperkenalkan token tersebut di Times Square. Nilainya sempat melonjak tak lama setelah peluncuran, namun reli itu tidak bertahan lama.

“MANTAN WALIKOTA NYC BARU SAJA MELAKUKAN RUGPULL. Koin itu langsung menyentuh kapitalisasi pasar US$500 juta sebelum Eric menarik likuiditas dari koin tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan besar hingga 80% dan token itu jatuh di bawah US$100 juta,” posting Ash Crypto .

Analis di blockchain menemukan perilaku likuiditas yang aneh. Rune Crypto menuduh Adams telah menarik US$3,4 juta dari liquidity pool token ini. Bubblemaps juga mengidentifikasi aktivitas likuiditas yang mencurigakan.

Eric Adams, former NYC major, has just removed the whole liquidity pool of his new memecoin: a total of $3,430,000 scammed https://t.co/QgGAVzgM3H pic.twitter.com/UdEbufckS3

— Rune (@RuneCrypto_) January 12, 2026

Dalam sebuah posting terpisah, Bubblemaps menyoroti dampak negatif dari token NYC. Sekitar 4.300 trader berinteraksi dengan token NYC, di mana kira-kira 60% mencatatkan kerugian.

  • 2.300 trader kehilangan kurang dari US$1.000.
  • 200 trader mengalami kerugian antara US$1.000 sampai US$10.000.
  • 40 trader kehilangan antara US$10.000 hingga US$100.000.
  • 15 trader mengalami kerugian lebih dari US$100.000.

Apakah NYC Token Kena Rug Pull?

Nicolai Sondergaard, Research Analyst di Nansen, menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa alasan token NYC bisa di kelompokkan bersama rug pull lainnya adalah karena cara mereka menarik likuiditas. Analis ini menguraikan 4 alasan utama:

  • Tim tidak membuat pengumuman sebelumnya terkait rencana “rebalance” likuiditas.
  • Sejumlah besar likuiditas di tarik dalam waktu yang sangat singkat, bukan secara bertahap.
  • Likuiditas yang di tarik tidak sepenuhnya di kembalikan ke pool.
  • Likuiditas baru di tarik setelah token mencapai level tinggi.

“Kalau ini memang langkah yang sah, saya pasti mengharapkan perubahan kecil serta ada pemberitahuan sebelumnya kalau akan ada pergeseran. Hal seperti ini sepertinya tidak akan berdampak negatif pada token,” komentar Sondergaard.

Ia menerangkan bahwa penarikan likuiditas, bahkan jika hanya sebagian, secara signifikan meningkatkan dampak dari satu order jual. Order jual yang biasanya tidak akan banyak mempengaruhi harga saat kondisi likuiditas normal, kini bisa menggerakkan pasar jauh lebih besar, seringkali memicu kepanikan, gelombang aksi jual, dan bahkan memaksa trader dengan limit order keluar dari posisinya.

“Apa yang mereka lakukan pada dasarnya menjebak para trader, sehingga banyak yang terpaksa menjual dengan kerugian di kondisi likuiditas rendah. Menambahkan likuiditas kembali pun tidak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Demikian pula dengan memasang order DCA, itu hanya solusi tambal sulam,” ujar analis tersebut.

Sondergaard menekankan bahwa, dari sisi integritas pasar, komunikasi yang jelas dan transparan mengenai likuiditas sangat penting. Mengapa? Karena trader tidak dapat menilai risiko secara akurat jika likuiditas bisa menghilang tanpa peringatan apapun.

Dia menyebut bahwa kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan di ekosistem secara luas. Analis ini menambahkan bahwa standar transparansi yang lebih baik, di tambah pengawasan berbasis data, akan membantu membedakan proyek-proyek yang sah dari pihak-pihak yang beritikad buruk. Sondergaard menyarankan,

“Akan lebih bijak kalau investor selalu berhati-hati ketika trading meme coin. Selalu nilai distribusi holder, apakah volume beli jauh lebih besar dari volume jual, apakah likuiditas yang masuk satu sisi saja (misal hanya token, atau usdc juga dimasukkan)?” terang analis tersebut.

Adams Bantah Tuduhan Rug Pull

Di tengah kritikan ini, juru bicara mantan wali kota, Todd Shapiro, membagikan pernyataan yang membantah tudingan tersebut. Ia menolak laporan yang menyebut Adams memindahkan dana investor atau mengambil keuntungan dari peluncuran token NYC, seraya menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti.

Juru bicara itu menuturkan bahwa NYC Token mengalami volatilitas harga yang memang umum terjadi pada aset digital yang baru diluncurkan. Ia mengulangi komitmen Adams terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi yang bertanggung jawab.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Sebelumnya, tim NYC Token menyatakan bahwa pergerakan likuiditas tersebut terjadi karena proses rebalancing setelah adanya permintaan yang sangat tinggi saat peluncuran.

Bagaimana pendapat Anda tentang token kripto NYC di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Mata Uang Kripto Incaran Institusi, Apa Saja?

By:Bey
15 January 2026 at 09:52

Tahun 2026 menjadi titik balik bagi industri kripto global. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa raksasa keuangan dunia tidak lagi melihat aset digital sebagai eksperimen spekulatif, melainkan sebagai komponen inti dalam portofolio mereka. Arus modal kini mengalir deras ke tiga aset utama.

Pergeseran ini menandai berakhirnya era spekulasi liar, berganti dengan strategi berbasis fundamental yang dipandu oleh para pemimpin pemikiran finansial dunia. Berikut adalah alasan mengapa ‘Smart Money’ kini berlabuh pada tiga pilar digital tersebut.

Standar Baru Aset Cadangan Korporasi

Bitcoin kini telah mengukuhkan posisinya sebagai “emas digital” yang wajib di miliki oleh institusi melalui instrumen ETF. Strategi ini di pertegas oleh Michael Saylor, Chairman MicroStrategy, yang melalui akun X miliknya Saylor menyatakan:

“Bitcoin bukan sekadar aset; ia adalah standar cadangan digital untuk peradaban modern. Di tahun 2026, setiap entitas yang tidak memiliki eksposur pada BTC berarti mereka sedang bertaruh melawan efisiensi matematika.”

Sejalan dengan Saylor, BlackRock kini memandang Bitcoin sebagai aset safe haven yang mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pusat Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

Bagi institusi yang fokus pada infrastruktur keuangan, Ethereum tetap menjadi raja yang tak tergoyahkan. Raoul Pal, CEO Global Macro Investor Raoul GMI, menjelaskan bahwa Ethereum adalah pusat dari digitalisasi aset global.

ethereum

Ethereum adalah ‘Global Settlement Layer’. Semua jalan menuju digitalisasi aset dunia nyata (RWA) bermuara di sini. Institusi memilih ETH karena mereka membutuhkan keamanan yang sudah teruji, bukan sekadar janji kecepatan.

Mesin Utama Adopsi Massal dan Efisiensi

Solana muncul sebagai “kuda hitam” yang paling disukai untuk skalabilitas tinggi. Cathie Wood, CEO ARK Invest CathieDWood, secara terbuka memuji kemampuan teknis jaringan ini dalam menangani transaksi skala besar.

Jika Ethereum adalah Apple-nya blockchain, maka Solana adalah infrastruktur yang memungkinkan adopsi massal terjadi sekarang. Kecepatannya yang setara dengan internet tradisional adalah alasan mengapa kami terus menambah posisi pada SOL.

Bagi banyak manajer aset, Solana dipandang sebagai solusi praktis untuk pembayaran global dan integrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Dukungan eksplisit dari tokoh-tokoh besar ini menunjukkan bahwa pasar kripto 2026 bukan lagi tentang “koin mana yang akan naik,” melainkan “infrastruktur mana yang akan di gunakan oleh dunia.” Bitcoin sebagai emas digital, Ethereum sebagai pusat data keuangan, dan Solana sebagai mesin transaksi cepat adalah tiga pilar yang kini memimpin revolusi ekonomi digital.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga 3 mata uang kripto incaran institusi di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Staking Ethereum Catat Banyak Rekor — Apakah ETH Siap untuk Breakout?

15 January 2026 at 09:44

Pada Januari 2026, ekosistem Ethereum mencatat lonjakan aktivitas staking, dengan beberapa metrik mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini bisa mengurangi pasokan likuid dan mendorong potensi breakout harga.

Walaupun harga ETH tetap berada di bawah level US$3.500 selama dua bulan terakhir, analis merasa breakout semakin dekat berkat sinyal on-chain yang positif ini.

Hampir 36 Juta ETH Staking, Mewakili Hampir 30% dari Supply

Data ValidatorQueue menunjukkan bahwa ETH yang di staking telah mencapai 35,9 juta, atau sekitar 29,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan harga saat ini, nilainya lebih dari US$119 miliar.

Total ETH Staked vs. % Supply Staked. Source:  ValidatorQueue
Total ETH yang Di-Staking vs. Persentase Pasokan yang Di-Staking | Sumber: ValidatorQueue

Grafik tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Januari. ETH yang di staking naik dari 35,5 juta ke 35,9 juta, mengakhiri fase sideways panjang yang telah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

Pertumbuhan ini terjadi walau harga ETH menurun lebih dari 30% sejak Agustus. Data ini memperlihatkan keyakinan jangka panjang yang kuat dari investor serta memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan Ethereum.

Selain itu, per 15 Januari, antrean staking ETH menembus 2,5 juta ETH, mencetak level tertinggi baru sejak Agustus 2023. Sementara itu, antrean unstaking turun menjadi nol.

Etherem Validator Queue. ValidatorQueue
Antrean Validator Ethereum | Sumber: ValidatorQueue

Capaian ini terutama di picu oleh aktivitas staking dari institusi besar serta Digital Asset Treasury (DAT) yang terdaftar di publik.

Arkham melaporkan bahwa Bitmine milik Tom Lee menambah staking sebanyak 186.500 ETH, senilai lebih dari US$600 juta. Langkah ini membuat total ETH yang di staking Bitmine menjadi 1,53 juta ETH, dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Secara keseluruhan, Tom Lee kini melakukan staking lebih dari 1% dari total pasokan Ethereum.

“Tom Lee melakukan staking ETH senilai miliaran. Dia 100% tahu lebih banyak dibanding kita,” komentar CryptoGoos .

Sementara itu, SharpLink (SBET), perusahaan publik pertama yang memakai Ethereum sebagai aset treasury utama, menyampaikan bahwa aktivitas staking mereka telah menghasilkan lebih dari US$32 juta sejak Juni. Total reward yang terkumpul kini mencapai 11.157 ETH.

Ethereum juga mencatat pencapaian besar lainnya di Januari, karena aktivitas pengguna mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Tren ini mencerminkan besarnya partisipasi dalam transaksi stablecoin dan protokol DeFi di jaringan Ethereum.

Dengan sederet sinyal bullish tersebut, analis memperkirakan Ethereum bisa menembus resistance US$3.450 saat ini dan reli menuju US$4.000. Pandangan ini juga di dukung pola cup-and-handle yang sedang terbentuk dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi breakout ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Lighter Token Turun 15% saat Staking LIT Mulai Berjalan

15 January 2026 at 09:34

Token LIT milik Lighter turun hampir 15% dalam 24 jam terakhir, setelah platform ini mengumumkan program staking terbarunya.

Walaupun peluncuran ini menambah utilitas baru dan menyelaraskan ekosistem, penurunan harga ini terutama disebabkan oleh aksi jual setelah peluncuran dan tekanan dari pasar secara umum.

Peluncuran Staking LIT: Semua Hal yang Perlu Diketahui Pengguna Lighter

Pada waktu publikasi, token LIT dari Lighter DEX diperdagangkan di harga US$1,85. Token ini turun hampir 14,79% dalam 24 jam terakhir. Dengan penurunan ini, Lighter secara efektif memvalidasi proyeksi penurunan 15% untuk token LIT.

Lighter (LIT) Price Performance
Performa Harga Lighter (LIT) | Sumber: BeInCrypto

Ini terjadi hanya beberapa jam setelah Lighter mengumumkan rencana staking mereka. Jaringan ini menyoroti bagaimana para holder LIT sekarang bisa mendapat imbalan serta mengakses fitur tambahan di seluruh platform. Dengan melakukan staking LIT, pengguna dapat membuka akses ke LLP milik Lighter, salah satu produk keuangan on-chain andalan mereka.

News: Lighter has launched staking for $LIT.

31M tokens have already been staked.

Rewards for stakers:
– LLP deposit allowance of 10 USDC per staked LIT.
– Fee-free fast withdrawals and in-platform transfers with a minimum of 100 staked LIT.
– Discounted fee tiers for premium… pic.twitter.com/eYlheTZFx6

— Lighter Daily (@lighter_daily) January 15, 2026

Dalam program ini, untuk setiap 1 LIT yang di-stake, pengguna bisa langsung mendepositkan 10 USDC ke LLP. Para holder LLP saat ini mendapat masa tenggang dua minggu hingga 28 Januari. Setelah itu, LIT yang di-stake harus tetap berada di pool.

Menurut Lighter, mekanisme ini dirancang untuk membuat para holder LIT lebih selaras dengan partisipan LLP sekaligus meningkatkan imbal hasil yang sudah diperhitungkan risikonya.

Rencana serupa juga akan diterapkan pada pool publik lainnya sebagai bagian dari tujuan exchange untuk “mendemokratisasi hedge fund di on-chain.”

Staking juga memberikan insentif berupa potongan biaya. Market maker premium dan perusahaan trading berfrekuensi tinggi (HFT) akan mendapat potongan biaya pada level biaya baru, sedangkan trading untuk ritel tetap gratis.

“Staking LIT di Lighter akan mendapatkan yield, dan kami akan mulai mempublikasikan APR begitu program ini berjalan,” baca salah satu kutipan dalam pengumuman tersebut.

Lighter berencana untuk merilis rincian lengkap level biaya premiumnya dalam beberapa hari mendatang, supaya para trader profesional bisa menyesuaikan algoritma mereka.

Keuntungan tambahan meliputi penarikan dan transfer tanpa biaya bagi pengguna yang melakukan staking minimal 100 LIT, serta dukungan staking lewat mobile yang akan segera hadir. Yield awalnya akan diberikan dari hak staking yang sebelumnya hanya tersedia untuk pengguna premium.

Mengapa LIT Turun: Penjualan setelah Peluncuran, FUD, dan Volatilitas Staking

Meski ada potensi keuntungan dari staking, penurunan harga LIT mencerminkan gabungan berbagai faktor pasar. Aksi jual setelah peluncuran dan distribusi token setelah peluncuran mainnet publik pada Oktober menciptakan tekanan turun yang signifikan.

Demikian pula, jaringan Lighter masih menanggung beban FUD terkait dugaan penjualan token secara diam-diam. CEO-nya, Valdimir Novakovski, telah menanggapi isu ini secara terbuka melalui Discord.

A must-read on the recent FUD attempt directed at Lighter. 🚨 pic.twitter.com/vNRVtYio1F

— Lighter Daily (@lighter_daily) January 1, 2026

Investor awal dan penerima airdrop menjual sebagian kepemilikan mereka, memicu rangkaian aksi keluar pasar. Volume trading juga menurun sejak hype peluncuran awal, dan level support teknikal telah ditembus, sehingga aksi jual pun semakin deras.

Pengumuman staking itu sendiri kemungkinan memperparah penurunan, akibat situasi “buy the rumor, sell the news,” sehingga periode volatilitas alami dan aksi ambil untung menjadi makin dalam.

Lighter sebelumnya juga sudah mencoba untuk menopang harga token lewat buyback yang telah dimulai pada 5 Januari sesuai model tokenomics mereka.

The fees generated and protocol buybacks can be tracked with the treasury account in the block explorer, see link in threadhttps://t.co/b6PubEokro

— Lighter (@Lighter_xyz) January 5, 2026

Namun, upaya tersebut sejauh ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Exchange ini tetap menjadi penantang teratas di pasar perpetual swap, dengan laporan volume perp hampir US$5 miliar dalam 24 jam terakhir, setelah pesaing seperti Aster (US$6,2 miliar) dan Hyperliquid (US$8,8 miliar).

Perp Volume by Protocols
Volume Perp Berdasarkan Protocol | Sumber: DefiLlama

Selain itu, Lighter baru-baru ini menggalang dana sebesar US$68 juta dengan valuasi US$1,5 miliar dalam ronde pendanaan bersama Founders Fund dan Ribbit Capital.

Seiring platform ini terus mengembangkan ekosistem LIT, peluncuran staking menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan utilitas token dengan akses ke produk keuangan.

Dash Balap Monero, Coin Privacy Reli 100% Dalam Sepekan

15 January 2026 at 08:56

Dash (DASH) melonjak menjadi performa mingguan terbaik di antara 300 aset kripto teratas, naik lebih dari 100% bahkan mengungguli Monero (XMR).

Peningkatan ini menandakan permintaan yang semakin besar pada aset kripto privasi dan menyoroti potensi DASH untuk menjadi pesaing Monero. Adopsi merchant yang semakin cepat dan akses yang makin mudah juga ikut mendorong tren ini.

DASH Jadi Privacy Coin Paling Banyak Di perdagangkan Saat Kenaikan Mingguan Melebihi 100%

Data BeInCrypto Markets menunjukkan nilai DASH telah naik 102,5% selama sepekan terakhir. Kemarin, altcoin ini menyentuh harga US$88,5 atau tertinggi dalam hampir dua bulan.

Dalam satu hari terakhir saja, DASH sudah meningkat 33,2%. Pada waktu publikasi, harganya di perdagangkan di angka US$82,27. Selain itu, volume perdagangan hariannya sudah melampaui US$1,3 miliar, sehingga menjadi aset paling banyak di perdagangkan di sektor aset kripto privasi, menurut CoinGecko.

Performa Harga DASH | Sumber: BeInCrypto Markets

Kenaikan DASH merupakan bagian dari reli sektor aset kripto privasi secara luas. Berdasarkan CryptoRank, 14 dari 18 token privasi dengan kapitalisasi pasar di atas US$100 juta sudah mencatatkan imbal hasil positif sejak 1 Januari.

“80% token privasi naik di 2026. Seiring tema privasi makin bersinar, banyak token mencapai harga tertinggi terbaru,” tulis postingan tersebut.

Aturan know-your-customer dan anti-pencucian uang yang makin ketat membangkitkan kembali minat pada privasi keuangan sehingga mendorong aset kripto privasi kembali jadi sorotan. Zcash menjadi aset terbaik di sektor ini pada 2025, namun belakangan kekhawatiran terkait tim pengembangannya ikut membebani sentimen pasar.

Situasi ini mungkin saja memicu rotasi modal di dalam ruang privasi, menjauhkan minat dari ZEC. DASH juga turut di untungkan di tengah pergeseran ini, karena adopsi yang makin meningkat mengangkat sentimen pasar dan mendukung performa DASH terbaru dibandingkan Monero.

Pada 13 Januari, Alchemy Pay mengumumkan telah mulai mendukung fitur pembelian fiat on-ramp untuk DASH. Kerja sama ini memungkinkan pengguna di 173 negara untuk membeli DASH menggunakan pembayaran fiat lokal. Jangkauan geografis yang luas ini membuat akses makin mudah serta mengatasi salah satu hambatan terbesar bagi aset kripto privasi.

“Dengan integrasi DASH ke fiat on-ramp, Alchemy Pay memperluas akses ke ekosistem cash digital Dash dan mendukung penggunaannya untuk pembayaran, tabungan, serta aplikasi Web3,” tulis tim tersebut dalam pengumuman.

Sementara itu, data adopsi jangka panjang menempatkan DASH di depan pesaingnya sesama kripto privasi. Analitik Cryptwerk memperlihatkan saat ini terdapat 1.682 merchant yang menerima DASH. Altcoin ini berada di peringkat ketujuh untuk adopsi merchant secara keseluruhan, dengan popularitas sebesar 23,12%. Monero berada di peringkat sepuluh, diterima di 1.225 merchant dengan tingkat adopsi 16,84%.

Selisih dalam penerimaan merchant ini menyoroti keunggulan praktis DASH. Dengan 457 merchant lebih banyak yang menerima DASH daripada Monero, tingkat adopsinya sekitar 37% lebih tinggi.

Outlook Harga DASH

Seiring dorongan bullish yang terus menguat, para analis masih terbagi mengenai apakah reli masih berlanjut atau akan terjadi pergerakan koreksi. Ardi, salah satu analis, menerangkan bahwa aset kripto privasi tersebut telah menunjukkan “kekuatan gila”.

“Jika momentum ini bertahan, sekitar US$77 jadi support likuiditas untuk pantulan. Jika tidak, area retest kemungkinan di US$71–US$73. Selama level itu kuat, zona US$98–US$103 menjadi target selanjutnya. Privacy szn,” paparnya Ardi.

Analis Jens juga memandang tren secara keseluruhan masih positif dan menganggap penurunan harga sebagai peluang beli, dengan potensi kenaikan menuju US$100.

“Setelah membentuk base lama di kisaran US$36–US$40, pembeli masuk dan momentum pun bergeser bullish. Sekarang harga sedang menguji zona resistance US$85–US$90. Jika bertahan kuat di sini, harga bisa menuju di atas US$100. Bahkan koreksi ke US$60–US$65 masih tergolong sehat,” terang analis tersebut dalam laporannya.

Walau begitu, sebagian pelaku pasar tetap berhati-hati dan memprediksi bahwa mungkin terjadi koreksi setelah reli ini.

$DASH / $USD – Update

Waiting on a dump to $53 for a bounce. WHAT A SCAM PUMP. pic.twitter.com/i1cqb6xCf0

— Crypto Tony (@CryptoTony__) January 13, 2026

Meski begitu, indikator teknikal hanya memberikan kemungkinan, bukan kepastian. DASH harus menjaga fundamental, adopsi, dan pertumbuhan sektor privacy-coin secara keseluruhan agar reli-nya bisa berlanjut. Dengan momentum dari sisi teknikal, infrastruktur, dan utilitas, Dash tetap menjadi privacy coin utama yang patut dipantau untuk bersaing dengan rivalnya seperti Monero.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga Dash di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Tertarik Berkunjung ke Negara Ini? Anda Bisa Dapat “Paspor Bitcoin”

15 January 2026 at 08:20

El Salvador kembali mengejutkan dunia. Kali ini, lewat peluncuran Bitcoin passport, sebuah langkah lanjutan dalam strategi unik negara tersebut. Program ini menggabungkan pariwisata, transaksi sehari-hari, dan konsep aset kripto dalam satu solusi. Yang terpenting, paspor Bitcoin ini dirancang untuk mendorong penggunaan Bitcoin di dunia nyata, bukan sekadar spekulasi.

El Salvador ingin membuktikan bahwa adopsi kripto dapat melampaui investasi semata dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Program Bitcoin Country dan dari Mana Asalnya?

Pekan ini, El Salvador resmi memperkenalkan program “Bitcoin Country” passport, yang memperluas strategi Bitcoin nasional ke sektor pariwisata dan perdagangan. Program ini merupakan kelanjutan dari pengakuan Bitcoin sebagai legal tender pada 2021. Pemerintah ingin Bitcoin hadir dalam transaksi harian, bukan hanya menjadi tajuk berita. Karena itu, fokus utama program ini adalah manfaat praktis bagi para penggunanya.

Melalui inisiatif ini, pemegang paspor berhak mendapatkan diskon hingga 10% di sejumlah merchant tertentu. Diskon tersebut hanya berlaku jika pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin, sehingga secara langsung mendorong adopsi kripto. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menarik wisatawan yang tertarik dengan dunia kripto, sekaligus memperkuat citra El Salvador sebagai Bitcoin hub global.

Otoritas setempat menegaskan bahwa paspor ini bukan dokumen perjalanan resmi. Paspor Bitcoin lebih berfungsi sebagai identitas bermerek atau kartu keanggotaan. Ia melambangkan keanggotaan dalam komunitas “Bitcoin Country” sekaligus memberikan penghematan nyata untuk transaksi sehari-hari.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Passport dalam Praktik?

Bitcoin passport tidak bisa digunakan untuk melintasi perbatasan atau menggantikan dokumen resmi negara. Fungsinya murni sebagai alat untuk mengakses manfaat lokal.

Pemegang paspor akan memperoleh diskon di merchant yang berpartisipasi, dengan syarat pembayaran dilakukan menggunakan Bitcoin dan merchant tersebut menerima aset kripto. Diskon bisa mencapai 10%, sehingga memberikan insentif finansial yang jelas bagi konsumen.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diuntungkan karena terdorong untuk menerima Bitcoin. Dengan demikian, adopsi kripto langsung terhubung dengan kebiasaan belanja sehari-hari.

Hingga kini, daftar lengkap merchant yang berpartisipasi belum dipublikasikan. Namun, informasi awal menunjukkan bahwa program ini akan banyak melibatkan hotel, restoran, dan layanan pariwisata, sektor yang secara alami berkaitan dengan arus wisatawan asing dan sebelumnya sudah diuntungkan oleh kedatangan “turis Bitcoin”.

Dalam praktiknya, paspor ini bekerja layaknya kartu keanggotaan. Pemegang cukup menunjukkannya kepada penjual untuk mendapatkan diskon. Seluruh proses dirancang agar sederhana dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna Bitcoin pemula sekalipun.

Bitcoin Passport sebagai Identitas dan Gaya Hidup

Sejak 2021, El Salvador terus bereksperimen dalam mengintegrasikan Bitcoin ke kehidupan sehari-hari. Awalnya, fokus berada pada dompet digital dan remitansi. Namun, program terbaru ini menandai perubahan pendekatan.

Kini, pemerintah menekankan aspek gaya hidup dan identitas nasional. Bitcoin passport menggabungkan branding negara dengan manfaat ekonomi yang nyata. Menurut otoritas, ini adalah solusi yang bersifat simbolis sekaligus sangat praktis.

Baik warga lokal maupun wisatawan mendapat pesan yang jelas: Bitcoin adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Aset kripto tidak lagi dipandang sebagai teknologi abstrak.

Program ini juga memperkuat strategi pemasaran El Salvador sebagai destinasi ramah kripto. Selama beberapa tahun terakhir, negara ini kerap menarik perhatian global lewat konferensi dan acara Bitcoin. Kehadiran paspor Bitcoin memperluas narasi tersebut dengan menawarkan insentif finansial konkret.

Bagi banyak orang, rasa memiliki itu penting. Bitcoin passport memberikan cara untuk menunjukkan dukungan terhadap keuangan digital tanpa membutuhkan pengetahuan teknis yang rumit. Ini menjadi langkah sederhana menuju adopsi massal.

NEW: El Salvador is now giving Bitcoin passports to tourists visiting the country 🇸🇻 pic.twitter.com/cUA6IBzrGu

— Bitcoin Magazine (@BitcoinMagazine) January 13, 2026

Apa Arti Program Ini bagi Turis dan Warga Lokal?

Bagi wisatawan asing, program ini menawarkan sistem diskon yang terstruktur. Aturannya jelas dan manfaatnya konkret. Pada saat yang sama, turis bisa merasakan langsung eksperimen kebijakan kripto El Salvador.

Kombinasi antara pariwisata dan keuangan digital inilah yang membedakan El Salvador dari negara lain.

Bagi penduduk lokal, paspor ini memperkuat peran Bitcoin di luar sekadar instrumen investasi. Aset kripto menjadi alat pembayaran sehari-hari. Program ini menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berfungsi di ekonomi nyata, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan terhadap sistem secara keseluruhan.

Pertanyaan besarnya adalah apakah solusi ini benar-benar akan meningkatkan adopsi. Jawabannya bergantung pada skala partisipasi merchant dan pengguna. Jika daftar vendor terus bertambah, program ini akan semakin relevan dan paspor Bitcoin bisa benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan lain adalah apakah negara lain akan mengikuti langkah El Salvador. Untuk saat ini, ini masih menjadi eksperimen unik yang diawasi secara global. Jika berhasil, bukan tidak mungkin program serupa akan ditiru di negara lain.

Manfaat Utama Program Bitcoin Country Passport

  • Diskon hingga 10% untuk pembayaran menggunakan Bitcoin
  • Promosi pariwisata berbasis kripto
  • Penguatan adopsi Bitcoin dalam perdagangan
  • Pembangunan identitas nasional berbasis inovasi

Bitcoin passport menyatukan pariwisata, perdagangan, dan keuangan digital dalam satu sistem yang kohesif. El Salvador menunjukkan bahwa aset kripto dapat terintegrasi ke dalam pengalaman sehari-hari. Program ini memang tidak menyelesaikan seluruh tantangan adopsi, namun jelas menandai arah baru.

Ini adalah satu langkah berani lagi dalam eksperimen Bitcoin global.

Bagaimana pendapat Anda tentang inovasi El Salvador soal paspor Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Base App Jadi Trading-First, Tapi Bagaimana dengan Mini Apps dan Creator Coin?

15 January 2026 at 07:35

Base, wallet self-custodial dan ekosistem aplikasi on-chain yang dikembangkan oleh Coinbase, sedang melakukan perubahan strategi ke pendekatan trading-first.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, aplikasi Base telah menarik ratusan ribu pengguna yang terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari trading, menabung, membangun, hingga membelanjakan aset secara on-chain.

Base App Beralih ke Visi Trading-First sambil Menjaga Mini Apps dan Creator Coin

Jesse Pollak, pencipta Base, mengumumkan perubahan ini, serta menjelaskan bahwa aplikasi kini akan memprioritaskan peningkatan permintaan dan distribusi untuk semua jenis aset yang bisa diperdagangkan.

Tl;dr: We’re focusing the Base app to be trading-first to drive demand and distribution for every asset and to be the best app for whatever you do in the onchain economy.

Since announcing the Base app in July, hundreds of thousands of you have used the app to create, trade,…

— jesse.base.eth (@jessepollak) January 14, 2026

Langkah ini mencerminkan masukan dari pengguna yang mengatakan bahwa versi awal aplikasi terlalu menitikberatkan pada fitur sosial, sehingga berbagai aset on-chain kurang mendapat perhatian.

Pollak menuturkan bahwa ada tiga tema utama yang muncul dari umpan balik pengguna:

  • Fokus sosial di aplikasi terlalu mengingatkan pada platform Web2
  • Ada permintaan kuat untuk lebih banyak aset berkualitas tinggi yang bisa diperdagangkan, dan
  • Feed di aplikasi seharusnya menampilkan gambaran lengkap aktivitas on-chain, termasuk aplikasi, saham, prediksi, serta social token.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Base kini akan membangun fitur trading sebagai fitur utama. Perubahan ini bertujuan untuk mendorong aliran modal ke berbagai kelas aset yang sedang berkembang, termasuk protokol, aplikasi, saham, prediksi, meme, dan creator coin.

Pollak menegaskan bahwa pengalaman pengguna (UX) yang finance-first sekarang akan menjadi fondasi aplikasi. Nantinya, beberapa lapisan sosial seperti copy-trading, feed-trading, dan leaderboard akan ditambahkan di atasnya.

Targetnya yaitu meningkatkan keterlibatan pengguna, retensi, dan distribusi di seluruh ekosistem Base.

Mini Apps dan Creator Coin Tetap Jadi Inti saat Base Perluas Trading Global dan Feed Multi-Aset

Meski beralih strategi, Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari platform ini. Pollak meyakinkan para pengembang dan pengguna bahwa alat-alat untuk membantu kreator dan memperlancar pengalaman pengguna tetap akan didukung.

“…Mini Apps tetap menjadi bagian inti dari visi ini – kami sedang mengembangkan fitur yang memudahkan penemuan aplikasi, serta alat yang jauh lebih baik untuk memantau performa + leaderboard + dampak (misalnya, berapa banyak orang yang sudah berhasil Anda onboarding). Tujuan utama perubahan ini ialah mendorong lebih banyak distribusi, bukan sebaliknya,” papar dia .

Peningkatan dalam hal kemudahan penemuan aplikasi, pelacakan performa, dan pengukuran dampak – termasuk leaderboard yang memperlihatkan data onboarding pengguna dan keterlibatan aset – sedang dalam proses pengembangan.

Hal ini memastikan bahwa Mini Apps tetap mendorong visibilitas serta distribusi untuk aplikasi dan kreator.

Creator coin, sebagai ciri khas ekonomi Base lain, juga masih akan jadi bagian utama. Pollak secara khusus menegaskan bahwa token $ Jesse miliknya dan aset kreator lainnya tetap didukung. Ini memperkuat komitmen Base pada ekonomi on-chain yang beragam dan inklusif.

creator coins will continue to be a part of the @base economy, alongside all of the other incredible assets, and $jesse isn't going anywhere 🙂

— jesse.base.eth (@jessepollak) January 14, 2026

Builder, pengembang, dan trader bisa mengharapkan semua fitur tetap dapat diakses luas secara global, sambil mengikuti aturan regulasi di wilayah masing-masing. Hal ini termasuk yurisdiksi seperti Inggris yang memberlakukan pembatasan lebih ketat.

CEO Coinbase Brian Armstrong pun menambahkan bahwa Base App akan memperluas feed agar mencakup lebih banyak aset dan aplikasi, memberikan pengalaman lintas chain namun tetap menghadirkan Base sebagai pusat utamanya.

We're continuing to rapidly iterate on the Base App since launch. Thanks everyone who jumped in to share thoughts on it in the last few weeks.

Going forward:
– we will focus on retail investors and traders as initial users, and grow from there
– we will broaden the feed to… https://t.co/U9hxLqY6GM

— Brian Armstrong (@brian_armstrong) January 14, 2026

Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk memudahkan penemuan, menciptakan permintaan, dan mengalirkan modal ke seluruh ekosistem on-chain.

Dengan menambahkan fungsi sosial di atas platform finance-first, Base bertujuan menawarkan lingkungan lengkap bagi aktivitas trading, membangun, dan keterlibatan dengan aset on-chain.

Namun, meskipun terjadi perubahan paradigma ini, Coinbase dan juga Base tetap harus menempuh jalan panjang untuk bisa menarik pengguna, apalagi karena keterlambatan eksekusi dan keamanan yang jadi sorotan.

Para pengembang mengkritik Base karena lebih mengutamakan pihak dalam, meme coin, serta eksperimen sosial daripada kegunaan nyata.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa beralih ke visi trading-first merupakan langkah ke arah yang benar, mengikuti tuntutan retail yang menginginkan alat keuangan terintegrasi, bukan aplikasi terpisah atau gangguan sosial on-chain semata.

CEO CoinGecko Tegaskan Kekuatan dan Visi Jangka Panjang di Tengah Rumor Penjualan US$500 Juta

15 January 2026 at 07:10

CEO dan co-founder CoinGecko, Bobby Ong, merilis pernyataan terkait pandangan platform tersebut. Ia menekankan kekuatan operasional dan terus berfokus pada transparansi serta pertumbuhan jangka panjang.

Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang mengatakan bahwa CoinGecko mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan penjualan.

Coingecko Tegaskan Visi Jangka Panjang di Tengah Laporan Potensi Penjualan

Laporan terbaru yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan ini, menyebut CoinGecko, agregator data aset kripto independen, tengah mempertimbangkan kemungkinan penjualan dengan valuasi sekitar US$500.000.000.

Menurut sumber tersebut, perusahaan telah menunjuk bank investasi Moelis untuk memberikan saran dalam proses ini. Salah satu sumber menyampaikan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan valuasi pasti. Mereka juga menambahkan bahwa prosesnya sendiri baru dimulai pada akhir tahun lalu.

Di tengah laporan tersebut, Ong menggunakan LinkedIn untuk menegaskan kembali kekuatan operasional dan prinsip inti CoinGecko.

“Setelah hampir 12 tahun membangun CoinGecko sebagai perusahaan bootstrap, pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah apa rencana ke depannya. Yang bisa saya bagikan hari ini adalah: CoinGecko beroperasi dari posisi yang kuat. Kami terus berkembang, menguntungkan, dan melihat permintaan yang meningkat dari institusi, seiring dengan semakin besarnya adopsi aset kripto oleh keuangan tradisional,” ujar Ong .

Ong juga menambahkan bahwa perusahaan secara rutin meninjau berbagai jalur strategis potensial, sambil menegaskan bahwa setiap pertimbangan tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan layanan yang diberikan kepada pengguna maupun klien institusional.

“Seperti perusahaan yang dikelola dengan baik pada tahap ini, kami secara rutin mengevaluasi peluang strategis yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan kami dan memperkuat nilai yang kami berikan – baik kepada jutaan pengguna yang mengandalkan platform kami, maupun kepada basis klien korporat yang terus bertambah,” terang Ong.

Ia menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap transparansi serta fokus pada penyediaan data aset kripto yang berkualitas tinggi dan tanpa bias tetap tidak berubah.

Eksekutif tersebut juga menyinggung perkembangan yang lebih luas di sektor kripto. Ia menyoroti kerangka regulasi yang semakin jelas dan meningkatnya partisipasi institusi, sekaligus menekankan bahwa CoinGecko tetap fokus pada para penggunanya dan pertumbuhan jangka panjang.

“Kami sangat antusias akan peluang ke depan dan tetap fokus melayani pengguna sekaligus terus membangun CoinGecko untuk jangka panjang,” tutur Ong.

Dengan demikian, jelas bahwa pernyataan sang pendiri tidak mengonfirmasi atau menyangkal penjualan CoinGecko. Pernyataan ini menekankan kekuatan keuangan, pertumbuhan, serta keterbukaan untuk mengevaluasi peluang strategis, tanpa memberikan sinyal bahwa ada transaksi yang direncanakan atau akan segera terjadi.

Sementara itu, industri aset kripto secara umum mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas merger dan akuisisi. Laporan terbaru dari Architect Partners menunjukkan bahwa aktivitas M&A kripto mencapai rekor baru pada 2025, dengan kesepakatan investasi aset kripto menyumbang 27,8% dari total aktivitas.

Crypto M&A Activity
Aktivitas M&A Kripto | Sumber: Architect Partners

Transaksi besar yang tercatat, antara lain akuisisi Deribit oleh Coinbase senilai US$2,9 miliar, pembelian NinjaTrader oleh Kraken senilai US$1,5 miliar, serta pengakuisisian Hidden Road oleh Ripple senilai US$1,25 miliar.

Tren ini juga berlanjut hingga 2026, ditandai dengan Strive yang minggu ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan akuisisi Semler Scientific.

❌