Reading view

Penurunan 13% Ethereum Menarik Pembelian Whale Senilai US$360 Juta — Tapi Mengapa Smart Money Masih Ragu?

Harga Ethereum turun hampir 6% dalam 24 jam terakhir dan hampir 13% dalam dua hari, memperpanjang koreksi Januari yang fluktuatif. Harga sempat turun di bawah level kunci, sehingga memunculkan keraguan baru apakah pembeli bisa kembali mengambil alih kendali.

Namun, di balik layar, holder besar langsung bergerak agresif. Sekitar US$360 juta dalam bentuk ETH dikumpulkan oleh whale saat harga turun. Potensi rebound terlihat menggoda, tapi smart money (trader berpengalaman) belum sepenuhnya yakin.

Pola Triangle dan Bullish Divergence Hadapi Klaster Supply Besar

Ethereum sedang bergerak di dalam pola segitiga simetris pada grafik harian. Penjual sebelumnya menolak harga di dekat garis tren atas sekitar 14 Januari. Kini, harga sedang menguji batas bawah. Tapi, apakah pembeli bisa menyelamatkan dari potensi breakdown sekarang?

Momentum memberikan petunjuk penting. Di antara 4 November dan 20 Januari, Ethereum mencetak level terendah baru sedangkan Relative Strength Index (RSI) membentuk level terendah yang lebih tinggi. RSI mengukur momentum dengan membandingkan kenaikan dan penurunan harga terbaru. Bullish divergence ini mengindikasikan tekanan jual mulai melemah, walaupun harga sedang menguji support.

Sinyal seperti ini sudah pernah terbukti penting sebelumnya. Pada awal Januari, bearish divergence pada RSI mendahului penurunan harga yang baru saja terjadi. Sekarang, kondisi sebaliknya mulai terbentuk, sehingga memberikan sinyal potensi pembalikan arah, bukan kelanjutan penurunan.

Price Reversal Cue
Sinyal Pembalikan Harga | Sumber: TradingView

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.

Potensi lonjakan harga tetap menghadapi rintangan yang jelas. Data cost basis menunjukkan ada banyak pasokan yang terkonsentrasi antara sekitar US$3.146 dan US$3.164. Sekitar 3,44 juta ETH dikumpulkan di zona ini.

Key Supply Cluster
Klaster Pasokan Kunci | Sumber: Glassnode

Banyak holder berada di titik impas. Situasi ini sering membuat area tersebut menjadi resistance yang kuat. Rebound apa pun harus mampu melewati klaster ini agar memvalidasi kekuatan dan membentuk pembalikan arah, seperti yang disarankan oleh RSI.

Whale Beli Saat Harga Turun, tapi Smart Money Menunggu

Whale bergerak dengan keyakinan. Saat Ethereum turun sekitar 13% (antara 19 Januari dan 21 Januari), kepemilikan whale naik dari sekitar 103,42 juta ETH menjadi sekitar 103,71 juta ETH. Kenaikan ini mewakili hampir US$360 juta akumulasi di harga saat ini. Hal ini bukan perilaku baru.

ETH Whales Are Back
Whale ETH Kembali Masuk | Sumber: Santiment

Pembelian whale serupa terjadi sekitar 14 Januari, tak lama sebelum ETH melonjak tajam. Selain itu, whale Ethereum mulai mengumpulkan pasokan lagi dalam beberapa jam terakhir.

Akumulasi berkelanjutan ini menandakan bahwa mereka yakin penurunan sudah cukup terbatas di level saat ini. Whale juga siap menyerap pasokan di tengah pelemahan harga.

Smart money justru memberikan gambaran berbeda.

Indeks smart money, yang memantau posisi para trader berpengalaman, masih berada di bawah garis sinyalnya. Smart money biasanya bergerak lebih awal dan agresif sebelum reli besar terjadi. Pada Desember, ketika indikator ini melesat melampaui garis sinyal, Ethereum reli sekitar 26% dalam sepuluh hari. Gerakan serupa di akhir Desember disusul kenaikan 16% hingga pertengahan Januari.

Smart Money Hesitates
Smart Money Ragu | Sumber: TradingView

Konfirmasi seperti itu masih belum terlihat sekarang. Smart money nampaknya masih menunggu bukti bahwa resistance sudah ditembus. Klaster cost basis yang berat di atas harga ETH kemungkinan memperjelas keraguan mereka. Sampai pasokan terserap, bersabar menjadi pilihan yang masuk akal.

Level Harga Ethereum Ungkap Zona Kunci

Sekarang, semua pergerakan mengarah ke kisaran level yang semakin sempit.

Level pertama yang harus direbut kembali adalah US$3.050. Ethereum kehilangan support dengan banyak sentuhan dalam aksi jual terakhir. Jika harga penutupan harian kembali di atas level ini, maka akan menandakan awal stabilitas.

Di atas level itu, perhatian tertuju ke area US$3.160. Level ini mendapat banyak sentuhan dan sejajar dengan klaster pasokan cost basis. Penutupan harian yang bersih di atasnya akan mewakili kenaikan sekitar 6% dari harga saat ini. Lebih penting lagi, itu berarti resistance berat berhasil ditembus dan bisa membuat smart money kembali masuk. Setelah itu, pola pembalikan arah dapat terbentuk.

Ethereum price Analysis
Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Jika itu terjadi, momentum bisa meningkat dengan cepat. Breakout yang terkonfirmasi akan membuka jalan menuju US$3.390, di mana pembalikan tren bullish yang lebih besar akan mulai terbentuk.

Di sisi bawah, jika harga turun melewati support segitiga bagian bawah di sekitar US$2.910, skenario rebound akan semakin lemah. Jika terjadi penurunan berkelanjutan di level itu, area US$2.610 akan menjadi support utama berikutnya.

Penjual Ethereum memang sempat unggul dalam pergerakan terbaru, tapi “perang” masih berlangsung. Para whale sudah mulai membangun posisi untuk reli. Smart money masih menanti konfirmasi. Jika Ethereum bisa menembus dinding supply di US$3.160, keraguan bisa langsung berubah menjadi momentum yang kuat.

  •  

Likuidasi Kripto Capai US$1 Miliar saat 182.000 Trader Rugi Besar dalam Satu Hari

Pada 20 Januari 2026, pasar aset kripto mengalami peristiwa deleveraging tajam. Lebih dari 182.000 trader terpaksa menutup posisi mereka, dengan total likuidasi lebih dari US$1,08 miliar. Posisi long menjadi penyumbang utama kerugian karena trader Bitcoin dan Ethereum Futures terkena margin call beruntun.

Saat ini, para trader menghadapi leverage yang lebih tinggi di tengah tekanan ekonomi makro global yang semakin intensif dan kelemahan teknikal di seluruh aset digital.

Likuidasi Rekor Hantam Trader Leverage

Berdasarkan data CoinGlass, sebanyak 182.729 trader terlikuidasi selama periode 24 jam yang berakhir pada 20 Januari, dengan total kerugian mencapai US$1,08 miliar. Sebagian besar merupakan posisi long, sebesar US$1,08 miliar, sedangkan likuidasi short jauh lebih kecil, yaitu US$79,67 juta.

Bitcoin mencatat likuidasi long sebesar US$427,06 juta, disusul Ethereum sebesar US$374,47 juta. Likuidasi tunggal terbesar di Bitget terjadi pada posisi BTCUSDT_UMCBL dengan nilai US$13,52 juta. Sejumlah exchange utama juga mencatat kerugian besar: Hyperliquid membukukan long likuidasi senilai US$132,39 juta, Bybit US$91,35 juta, dan Binance US$64,08 juta dalam periode empat jam.

Likuidasi terjadi ketika exchange menutup posisi leverage trader karena margin tidak cukup untuk menutupi kerugian. Saat harga bergerak berlawanan dengan posisi leverage tinggi, exchange otomatis menjual jaminan, yang memicu aksi jual beruntun karena setiap likuidasi mendorong harga turun dan menimbulkan margin call lanjutan.

Trader papan atas juga terkena dampak besar. Machi Big Brother, seorang investor ternama, mengalami lima kali likuidasi dalam satu hari. Total kerugiannya mencapai US$24,18 juta, dan sisa 2.200 ETH miliknya, senilai US$6,67 juta, berisiko terlikuidasi juga jika Ethereum turun ke US$2.991,43.

Sinyal Kelemahan Teknis dan Stres Pasar

Sejumlah indikator pasar menunjukkan tekanan jelas di luar harga yang jatuh. Analisis teknikal menemukan bahwa sebagian besar altcoin diperdagangkan dengan Relative Strength Index (RSI) harian di bawah 50, menandakan adanya tekanan jual. RSI bergerak dari 0 sampai 100; nilai di bawah 50 menunjukkan sentimen bearish.

Market stress indicators
Indikator teknikal menunjukkan RSI di bawah 50 dan rasio likuidasi yang tinggi. Sumber: Alphractal

Rasio likuidasi-terhadap-open interest selama 24 jam terakhir tetap tinggi di sebagian besar pasar, menandakan proses deleveraging secara nyata. Rasio ini mengukur persentase posisi terbuka yang terlikuidasi dan biasanya melonjak saat terjadi tekanan dan aksi jual paksa.

“Sebagian besar altcoin diperdagangkan dengan RSI harian di bawah 50, mengindikasikan tekanan jual. Selain itu, rasio 24 jam Likuidasi / Open Interest tinggi di banyak pasar, menandakan banyak trader telah terlikuidasi dalam 24 jam terakhir. Ini adalah situasi deleverage dan tekanan pasar yang biasa terjadi.”

Likuidasi yang berulang ini menguras modal investor, sehingga trader makin sulit masuk kembali ke pasar saat harga lebih rendah. Kondisi ini bisa menyebabkan spiral penurunan harga yang berulang karena jumlah pembeli semakin sedikit saat permintaan paling dibutuhkan untuk menahan harga.

Ancaman Likuiditas Global yang Meningkat Tekan Pasar Lebih Kuat

Selain tantangan internal kripto, peristiwa ekonomi makro memperbesar volatilitas pasar. Pasar obligasi Jepang mengalami pergeseran ekstrem pada 20 Januari: yield Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) 30 tahun melonjak 25 basis poin menjadi 3,86%, sedangkan yield 10 tahun naik 8 basis poin ke 2,34%. Keduanya mencetak rekor tertinggi baru untuk surat utang Jepang.

Japan bond yields chart
Lonjakan tajam yield Obligasi Pemerintah Jepang ke rekor tertinggi (Sumber: Ole S. Hansen)

Pergeseran yield ini berdampak luas. Rendahnya yield Jepang selama puluhan tahun menjadi pijakan likuiditas global dan mendorong carry trade, di mana investor meminjam yen dengan bunga murah lalu mengalirkannya ke aset yang memberikan imbal hasil tinggi, termasuk aset kripto.

namun, naiknya yield Jepang membuat posisi carry trade menjadi jauh lebih mahal. Akibatnya, modal berpindah kembali ke Jepang dan menjauh dari aset berisiko seperti kripto. Bank of Japan memiliki pilihan terbatas: menahan yield berisiko membuat yen melemah, sementara kebijakan moneter ketat bisa mendistorsi pasar atau mengikis kepercayaan. Apa pun pilihannya, ketatnya likuiditas global semakin terasa.

Tekanan tambahan hadir dari penyelenggaraan World Economic Forum di Davos, di mana diskusi kebijakan bisa memunculkan ketidakpastian regulasi baru. Acara tahunan ini kerap menimbulkan gejolak pasar, khususnya pada aset kripto yang terus berada di bawah pengawasan regulasi global.

Volatilitas Berlanjut Nampaknya Akan Terjadi di Pasar Aset Kripto

Kelemahan teknikal, modal trader leverage yang terkuras, dan ketatnya likuiditas global semua menandakan ketidakpastian masih berlanjut. Volatilitas jangka pendek bisa makin tinggi seiring pasar menghadapi kenaikan yield Jepang dan sinyal baru dari Davos.

Trader dengan leverage tinggi tetap sangat rentan. Saat kondisi memburuk, exchange secara otomatis melikuidasi posisi untuk membatasi risiko—seringkali modal trader langsung habis. Komunitas kripto menyebut hasil seperti ini sebagai “rekt”, istilah slang untuk “wrecked.”

Manajemen risiko yang efektif menjadi sangat penting saat rasio likuidasi dan tekanan pasar tinggi. Walau demikian, kondisi yang tidak menarik dan kelelahan modal dapat membatasi pembelian, sehingga harga tetap tertekan sampai harga turun cukup dalam untuk menarik modal baru, atau tren makro mulai mereda.

Beberapa hari ke depan akan menunjukkan apakah pasar kripto mampu menyerap gejolak ini, atau justru akan menghadapi gelombang likuidasi lanjutan sejalan dengan perubahan kondisi keuangan global.

  •  

Harga Ethereum Berisiko: Tekanan Jual Isyaratkan Penurunan Bisa di Bawah US$3.000

ETH mulai menunjukkan tanda-tanda melemah setelah gagal bertahan di atas resistance penting, dan tekanan jual semakin terasa berat. Harga kembali turun setelah sempat naik di awal bulan, sehingga struktur bearish kembali muncul. 

Walaupun holder jangka panjang masih memberikan sedikit dukungan, tekanan jual yang semakin besar dan kondisi pasar yang lemah membuat minat beli mereka diuji.

Bisakah LTH Ethereum Mencegah Breakout ke Bawah?

Data on-chain menunjukkan holder Ethereum jangka panjang masih banyak yang berada dalam mode akumulasi. Perubahan Posisi Bersih HODLer terus menampilkan bar hijau sejak akhir Desember, menandakan distribusi berkurang dan akumulasi oleh tangan-tangan kuat terus berlanjut. Perilaku ini membantu menahan koreksi belakangan ini dan memperlambat laju penurunan harga.

Meski begitu, permintaan holder jangka panjang pun bisa kalah jika tekanan dari ekonomi makro dan derivatif terus membesar. Jika sentimen risk-off berlanjut, dukungan jangka panjang saja sepertinya tidak akan cukup untuk mencegah penurunan yang lebih dalam.

Ingin lebih banyak insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.

Ethereum HODLer Position Change.
Perubahan Posisi HODLer Ethereum | Sumber: Glassnode

Bull Ethereum Hadapi Kerugian Lebih Lanjut

Pada pasar derivatif ETH tampak beberapa sinyal peringatan. Posisi Futures saat ini sangat berat ke sisi short, dengan lebih dari 83% open interest cenderung bearish. Ketidakseimbangan seperti ini biasanya memperbesar volatilitas ketika harga bergerak, apalagi saat mendekati level psikologis utama.

Data likuidasi menunjukkan zona bahaya jelas berada di sekitar US$3.000. Jika harga masuk ke area tersebut, sekitar US$368 juta posisi long berisiko terlikuidasi. Bila itu terjadi, tekanan jual bisa meningkat tajam karena posisi bullish terhapus.

Ethereum Liquidation Map.
Peta Likuidasi Ethereum | Sumber: Coinglass

Tekanan Jual Ethereum Terus Menguat

Indikator momentum pun mendukung sentimen bearish. Money Flow Index turun di bawah garis tengah 50, yang menandakan modal mulai keluar. Setelah sempat menyentuh area overbought di awal bulan ini, tekanan beli ETH terus berkurang secara perlahan.

MFI yang menurun biasanya berarti penjual masih mendominasi sampai situasi berubah. Selama arus modal belum stabil atau kembali positif, harga Ethereum masih rentan untuk terus turun.

ETH MFI
ETH MFI | Sumber: TradingView

ETH Berpotensi Crash di Bawah US$3.000

Harga Ethereum berada di kisaran US$3.109 pada waktu publikasi. Grafik 12 jam memperlihatkan pola double top yang sedang berkembang, di mana formasi ini bersifat bearish. Pola ini memperkirakan potensi penurunan sebesar 7,5% dengan target menuju level US$2.900 jika pola terkonfirmasi.

Faktor teknikal dan on-chain semakin menguatkan skenario penurunan tersebut. Jika kehilangan support US$3.085 maka akan mengonfirmasi breakdown. Tekanan jual bisa semakin deras begitu ETH tembus di bawah level psikologis US$3.000, di mana risiko likuidasi meningkat signifikan dan pertahanan bullish jadi melemah.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Reversal bullish masih mungkin terjadi jika holder jangka panjang tetap dominan. Pemantulan yang sukses dari US$3.085 bisa mengembalikan kepercayaan pasar. Dalam skenario tersebut, Ethereum mungkin akan mencoba pulih menuju US$3.287. Jika berhasil kembali ke level itu, maka skenario bearish dapat dianggap gagal dan permintaan baru akan muncul.

  •  

Emas Kalahkan Bitcoin, Minyak Anjlok Tapi Investor Borong Kripto

Harga emas melonjak, minyak anjlok, dan Bitcoin stagnan di tahun 2025. Di saat yang sama, banyak perusahaan diam-diam membeli aset kripto senilai puluhan miliar US$. Pergerakan ini bersama-sama memperlihatkan bagaimana tarif, likuiditas, dan perilaku institusi membentuk ulang pasar menjelang 2026.

Data dari CoinGecko menunjukkan tahun yang penuh dengan kontras tajam. Emas naik 62,6%, minyak turun 21,5%, dan Bitcoin berakhir turun 6,4%. Meski begitu, Digital Asset Treasury Companies (DAT) menggelontorkan hampir US$50 miliar ke dalam Bitcoin dan Ethereum, sehingga menguasai lebih dari 5% total pasokan.

Performa Harga Bitcoin Vs Aset Utama di Tahun 2025 | Sumber: CoinGecko

Emas Menguat saat Tarif Meningkatkan Ketidakpastian

Kinerja emas yang unggul sejalan dengan situasi yang penuh tarif. Hambatan dagang meningkatkan ketidakpastian, melemahkan kepercayaan pada stabilitas mata uang jangka panjang, dan mendorong pelaku pasar untuk mengambil sikap defensif. Emas langsung mendapat keuntungan dari situasi ini.

Berbeda dengan aset pertumbuhan, emas tidak butuh likuiditas yang terus meningkat untuk reli. Emas merespons risiko kebijakan dan tekanan geopolitik. Karena tarif meningkat dan gesekan perdagangan global terus naik, emas menjadi pilihan lindung nilai utama.

Minyak Menyerap Kejutan Pertumbuhan Saat Bitcoin Tertahan

Minyak justru menunjukkan cerita sebaliknya. Tarif memperlambat perdagangan, menekan aktivitas manufaktur, serta mengurangi volume pengiriman barang. Itu secara langsung menekan permintaan energi.

Harga minyak mentah turun 21,5% di tahun 2025 karena pasokan tetap melimpah dan produksi non-OPEC naik. Dalam situasi penuh tarif, minyak bergerak seperti proksi pertumbuhan—dan laju pertumbuhan pun menurun.

Capaian -6,4% Bitcoin pada tahun ini mencerminkan tarik-menarik. Tarif menyebabkan ketidakpastian yang seharusnya menguntungkan aset lindung nilai, tapi juga menguras likuiditas bebas. Di saat yang sama, inflasi di AS tetap moderat namun cenderung bertahan, sehingga kondisi keuangan tetap ketat.

Hasilnya adalah konsolidasi panjang setelah guncangan likuidasi pada bulan Oktober. Bitcoin tidak anjlok seperti minyak dan juga tidak reli seperti emas. Bitcoin menunggu tekanan likuiditas mereda.

Grafik Harga Bitcoin 1 Tahun | Sumber: CoinGecko

Tekanan Fiat Masih Terkendali untuk Saat Ini

Walau tarif berperan sebagai “pajak domestik yang lambat”, inflasi tetap terjaga. Biaya naiknya tarif diambil secara bertahap oleh importir dan peritel, sehingga kenaikan harga ke konsumen tertunda. Itulah sebabnya stres terhadap mata uang fiat tidak begitu terlihat di data utama, sekalipun daya beli publik diam-diam menyusut.

“Slow burn” ini membatasi selera risiko tanpa memicu kepanikan—itulah salah satu alasan kenapa kripto bergerak sideways, bukan mengalami penurunan drastis.

Pembeli Treasury Terus Akumulasi Selama Reset

Ketika harga masih tertahan, DAT justru membeli besar-besaran. Mereka membelanjakan US$49,7 miliar sepanjang 2025, di mana sekitar setengahnya dilakukan di paruh kedua tahun. Kepemilikan mereka naik menjadi US$134 miliar pada akhir tahun, meningkat 137% dibanding tahun sebelumnya.

Perilaku ini menandakan keyakinan jangka panjang. Pembeli treasury menerima volatilitas demi mengamankan pasokan. Akumulasi mereka selama periode penurunan membuat Bitcoin dan Ethereum makin terkonsentrasi di pemegang kuat, serta mengurangi jumlah yang tersedia di pasar.

Pembelian Kripto oleh Digital Asset Treasury di Tahun 2025 | Sumber: CoinGecko

Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi tahun pengetatan untuk pasar kripto. Tarif mendukung emas, menekan minyak, dan menunda siklus Bitcoin dengan cara menyedot likuiditas. Sementara itu, institusi membangun posisi mereka secara diam-diam.

Saat tekanan tarif tidak lagi bertambah berat dan tekanan jual mulai reda, Bitcoin perlahan bergerak lagi. Pasar memasuki 2026 dengan pasokan yang lebih ketat, holder yang lebih kuat, dan peluang ekspansi yang lebih jelas ketika likuiditas membaik.

Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena divergensi aset antara emas dan Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

XRP Berpotensi Menjadi Bintang di 2026 dan Ungguli Ethereum

Para ahli mengatakan Ethereum akan segera mengungguli seluruh pasar, tetapi XRP menantang ETH seperti belum pernah terjadi sebelumnya! Dua sinyal bullish, salah satunya muncul kembali untuk pertama kalinya sejak 2021, menunjukkan bahwa ciptaan Vitalik Buterin mungkin bukan rajanya.

Dua sinyal bullish, salah satunya muncul kembali untuk pertama kalinya sejak 2021, menunjukkan bahwa ciptaan Vitalik Buterin mungkin bukan rajanya.

XRP Mencetak Terobosan Bersejarah

XRP telah mencapai tonggak sejarah langka terhadap Ethereum dengan menembus di atas awan Ichimoku pada grafik dua mingguan. Secara historis, zona ini telah menghambat kenaikan XRP/ETH selama pasar bullish, bertindak sebagai resistensi kuat sejak 2018. Untuk pertama kalinya sejak 2021, awan tersebut kini tampak sebagai level support potensial.

Rasio XRP/ETH di perdagangkan sekitar 0,00061 ETH setelah penurunan baru-baru ini sekitar 6%, tetapi tetap berada di atas cloud

Setelah mencapai titik terendah 0,0001251 ETH pada Juni 2024, XRP kembali menembus level cloud pada November 2024. Hal ini menandakan pergeseran struktural utama. Pada tahun 2025, pasangan ini mencapai level tertinggi lima tahun di 0,00139 ETH sebelum terkoreksi sebesar 56%. Terlepas dari penurunan ini, harga tetap berada di atas level clou. Sekarang bertindak sebagai support, menandakan kemungkinan pembalikan tren bullish. Analis Matt Hughes menunjukkan bahwa Tenkan-sen telah melintasi di atas Kijun-sen, menunjukkan momentum jangka menengah yang di perbarui.

Sementara itu, cadangan XRP yang di simpan di Binance telah turun sekitar 45% dalam satu tahun. Penurunan signifikan ini menunjukkan pengurangan yang nyata dalam pasokan yang tersedia di platform pertukaran terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna memindahkan XRP mereka ke dompet pribadi daripada membiarkannya di bursa. Tren ini mencerminkan perilaku akumulasi jangka panjang daripada keinginan untuk menjual segera.

Secara historis, kontraksi cadangan di bursa semacam ini sering mendahului pasar bullish, karena pasokan yang lebih terbatas meningkatkan sensitivitas harga terhadap permintaan. Dengan lebih sedikit XRP yang tersedia untuk penjualan langsung, peningkatan permintaan apa pun dapat mendorong harga lebih cepat daripada Ethereum, yang tidak menunjukkan dinamika akumulasi yang begitu kentara.

Sumber: CryptoQuant

Target Kenaikan 5x Lipat Dalam Indikator Hijau

Sementara itu, harga XRP tetap berfluktuasi tetapi mendukung: saat ini di perdagangkan sekitar US$2,06, sedikit turun harian dan mingguan. Harga bertahan di atas rata-rata pergerakan 50 hari (US$2,02), menunjukkan dukungan jangka pendek, tetapi tetap di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (US$2,53), mencerminkan tren bearish secara keseluruhan . Terakhir, RSI di 50,7 menunjukkan pasar netral, tanpa penjualan berlebihan maupun pembelian berlebihan.

Altcoin ini baru-baru ini menyelesaikan fase akumulasi panjang setelah menembus pola descending wedge tahun 2020-2024, di ikuti oleh ekspansi 600% sejak awal kemunculannya di US$0,60. Saat ini, altcoin tersebut diperdagangkan di atas zona breakout yang telah dikonfirmasi, dengan struktur bullish yang tetap utuh selama harganya tetap di atas US$1,30.

Target potensial meliputi US$3,50, US$5,00, US$8,70, dan di atas US$10, dengan pembatalan di bawah US$1,30 pada penutupan tertinggi. Struktur teknis ini, di kombinasikan dengan kelemahan relatif Ethereum terhadap awan Ichimoku, memposisikan XRP untuk kinerja yang lebih baik pada tahun 2026.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi XRP di 2026 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Whale Ethereum Transaksi US$110 Juta saat Tekanan Pasar Meningkat

Ethereum (ETH) mengalami tekanan jual yang signifikan pada Januari 2026. Wallet whale dan institusi telah memindahkan lebih dari US$110 juta ETH ke beberapa exchange utama.

Pada saat yang sama, Coinbase Premium Index menunjukkan permintaan yang melemah di pasar Amerika Serikat. Meski begitu, permintaan staking yang semakin tinggi. Sinyal teknikal yang mendukung memberikan prospek yang tetap optimistis meskipun hati-hati untuk aset ini.

Transfer Ethereum Besar Tunjukkan Aktivitas Tinggi dari Whale dan Institusi

Data on-chain menunjukkan banyak transaksi besar Ethereum. Perusahaan analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa sebuah wallet dengan identitas 0xB3E8, yang mulai melakukan trading ETH delapan tahun lalu, telah mentransfer 13.083 ETH senilai sekitar US$43,35 juta ke Gemini minggu lalu.

Walaupun terjadi perpindahan tersebut, wallet tersebut masih menyimpan 34.616 ETH, dengan nilai sekitar US$115 juta.

It appears that a whale is dumping 13,000 $ETH($41.75M).

Galaxy Digital OTC wallet just transferred 13,000 $ETH($41.75M) out and has already deposited 6,500 $ETH($20.89M) into #Binance, #Bybit, and #OKX.https://t.co/UT2jKKEMFS pic.twitter.com/GolGaNMzrN

— Lookonchain (@lookonchain) January 19, 2026

Selain whale, pelaku institusi juga melakukan pergerakan besar. Lookonchain mencatat bahwa perusahaan Ethereum treasury FG Nexus menjual 2.500 ETH, dengan nilai sekitar US$8,04 juta.

Penjualan sebelumnya dari perusahaan ini terjadi pada November 2025, saat mereka memindahkan 10.975 ETH ke Galaxy Digital pada 18 dan 19 November. Saat ini, perusahaan tersebut memegang 37.594 ETH dengan nilai sekitar US$119,7 juta.

Selain itu, Lookonchain mengungkapkan bahwa sebuah wallet yang kemungkinan terkait dengan perusahaan venture capital Fenbushi Capital mengirim 7.798 ETH senilai US$25 juta ke Binance. Token-token tersebut telah di-staking selama dua tahun sebelum akhirnya kembali beredar.

Perlu dicatat bahwa pelaku pasar sering melihat arus masuk dana ke exchange sebagai sinyal awal adanya potensi aksi jual. Aset biasanya dipindahkan ke exchange terpusat untuk mendapatkan likuiditas atau melakukan trading.

Tapi, pergerakan ini belum tentu langsung diikuti oleh penjualan pasar secara segera. Dana tersebut bisa juga untuk kebutuhan rebalancing internal, penempatan collateral, strategi hedging, atau penyelesaian over-the-counter. Jadi, meskipun deposit ke exchange bisa meningkatkan risiko aksi jual jangka pendek, hal ini tidak serta merta menandakan bahwa likuidasi akan segera terjadi.

Sejalan dengan pergerakan on-chain tersebut, indikator berbasis pasar juga memberikan gambaran tambahan soal kondisi saat ini. Coinbase Premium Index, yang mengukur perbedaan persentase harga Coinbase Pro (pasangan USD) dan harga Binance (pasangan USDT), saat ini berada di zona negatif. Hal ini menunjukkan permintaan yang lebih lemah dari investor institusi asal Amerika Serikat.

ETH's Negative Coinbase Premium Index
Coinbase Premium Index Negatif ETH | Sumber: CryptoQuant

Ethereum Staking dan Sinyal Teknikal Tunjukkan Ketahanan

Meski begitu, ekosistem staking Ethereum terus menunjukkan permintaan yang konsisten. Berdasarkan data antrean validator, terdapat 2,7 juta ETH dalam antrean masuk untuk staking, sehingga menyebabkan waktu tunggu hingga 47 hari. Backlog yang besar ini menandakan minat yang tinggi untuk berpartisipasi sebagai validator dan dukungan jangka panjang terhadap jaringan.

Perbandingan antara antrean masuk dan keluar menjadi perhatian. Ada 36.960 ETH yang menunggu antrean keluar. Ketidakseimbangan ini memberi sinyal bahwa meski beberapa holder besar memilih untuk menjual, mayoritas validator tetap berkomitmen ingin mendapatkan imbalan staking dan membantu menjaga keamanan jaringan.

Tom Lee(@fundstrat)'s #Bitmine staked another 86,848 $ETH($277.5M) 5 hours ago.

In total, #Bitmine has now staked 1,771,936 $ETH($5.66B).https://t.co/P684j5Yil8 pic.twitter.com/fNoIuERqKt

— Lookonchain (@lookonchain) January 20, 2026

Selain itu, analis pasar juga menyoroti sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut untuk aset ini. Mengomentari situasi saat ini, analis Crypto Gerla menuturkan bahwa ETH sedang berada di fase re-akumulasi. Analis tersebut juga menambahkan bahwa pergerakan menuju US$3.600 bisa saja terjadi.

Bears called for a top last cycle because of the $ETH head and shoulder pattern.

Now, ETH is forming an inverse head and shoulder pattern, but bears think it won't play out this time.

They were right in 2022 and will be wrong in 2026. pic.twitter.com/mHcDZyGBXY

— BitBull (@AkaBull_) January 19, 2026

Berdasarkan data terbaru dari BeInCrypto Markets, harga perdagangan Ethereum berada di angka US$3.166,51, turun 1,11%. Apakah tekanan jual akan tetap menekan aset ini atau justru momentum bullish kembali berkuasa, bakal menjadi tren penting yang perlu diperhatikan dalam periode mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang pergerakan whale Ethereum ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Vitalik Buterin Paparkan Roadmap ‘Simplicity’ untuk Amankan Desentralisasi Ethereum

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyatakan bahwa kelangsungan jangka panjang jaringan ini sangat bergantung pada upaya besar untuk menyederhanakan protokolnya.

Pada sebuah unggahan di X tanggal 18 Januari, Buterin menuturkan bahwa blockchain Ethereum kini terlalu rumit untuk diverifikasi secara mandiri. Menurutnya, kompleksitas teknis yang berlebihan mengancam kedaulatan dasar jaringan ini.

Co-founder Ethereum Dukung ‘Garbage Collection’ Kode

Ia menjelaskan bahwa ketergantungan pada “kriptografi tingkat PhD” dan kode yang semakin membengkak berisiko mempersempit aksesibilitas Ethereum. Dalam situasi seperti ini, jaringan bisa berubah menjadi model technokratis, bukan lagi menjadi layanan publik terdesentralisasi.

An important, and perenially underrated, aspect of "trustlessness", "passing the walkaway test" and "self-sovereignty" is protocol simplicity.

Even if a protocol is super decentralized with hundreds of thousands of nodes, and it has 49% byzantine fault tolerance, and nodes fully… pic.twitter.com/kvzkg11M3c

— vitalik.eth (@VitalikButerin) January 18, 2026

Mengingat hal tersebut, ia kembali menyoroti konsep “walkaway test” sebagai tolok ukur penting untuk sebuah keberhasilan. Tes ini mengukur apakah blockchain bisa tetap berjalan dengan aman jika pendiri asli dan peneliti utama benar-benar meninggalkan proyeknya selamanya.

Buterin mengingatkan bahwa Ethereum saat ini berisiko gagal dalam tes tersebut karena operasinya terlalu rumit untuk dikelola tim baru tanpa bimbingan pakar.

Ia memaparkan bahwa para pengembang cenderung bersemangat menambah fitur baru demi fungsi jangka pendek. Kebiasaan ini, dalam jangka panjang, menciptakan hutang teknis yang ia sebut sebagai sesuatu yang “sangat merusak” masa depan jaringan.

“Salah satu ketakutan saya dengan pengembangan protokol Ethereum adalah kita bisa terlalu bersemangat menambah fitur-fitur baru untuk memenuhi kebutuhan yang sangat spesifik, walaupun fitur tersebut memperbesar protokol atau menambah komponen baru yang saling terhubung, atau kriptografi rumit sebagai ketergantungan utama,” tulisnya.

Untuk mengatasi hal ini, Buterin menyerukan perlunya fungsi “garbage collection” secara eksplisit dalam proses pengembangan—yaitu kewajiban untuk menghapus kode dan ketergantungan yang sudah usang.

“Garbage collection bisa dilakukan secara bertahap, atau bisa juga secara besar-besaran. Pendekatan bertahap mencoba mengambil fitur yang sudah ada, lalu menyederhanakannya agar lebih simpel dan lebih jelas,” paparnya.

Berkaitan hal ini, ia menuturkan bahwa langkah ke depan didasari pada tiga metrik konkret. Di antaranya meminimalkan jumlah kode protokol secara keseluruhan, mengurangi ketergantungan pada komponen rumit, dan meningkatkan jumlah invarian yang mampu berjalan secara mandiri.

Buterin menunjuk transisi Ethereum dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake sebagai salah satu contoh sukses dari filosofi ini yang diterapkan.

Ia menegaskan bahwa transisi tersebut bukan sekadar upgrade biasa, tapi sebagai langkah penting untuk membersihkan mekanisme lama yang dinilai sudah tidak efisien.

Sementara itu, pengungkapan ini mengisyaratkan kemungkinan perlambatan dalam peluncuran fitur-fitur eksperimental. Jaringan ini kini nampaknya lebih memprioritaskan evolusi menjadi settlement layer otomatis yang dapat diverifikasi.

“Dalam jangka panjang, saya berharap laju perubahan di Ethereum bisa lebih lambat. Saya pikir atas berbagai alasan, pada akhirnya hal itu _harus_ terjadi. Lima belas tahun pertama ini sebaiknya dipandang sebagai masa remaja, di mana kita mencoba banyak ide dan melihat mana yang berhasil, yang berguna, dan mana yang tidak,” terang Buterin.

Dengan memprioritaskan auditability dibandingkan kompleksitas, Buterin ingin memastikan Ethereum tetap aman tanpa harus membutuhkan tim ahli terpusat untuk merawatnya.

  •  

Pimpinan BitMine Baru Saja Merespons setelah Rapat Pemegang Saham yang Penuh Ketegangan

Hanya beberapa hari setelah rapat tahunan pemegang saham BitMine (BMNR) di Las Vegas, muncul kontroversi yang memperlihatkan adanya perpecahan tajam antara manajemen dan investor.

Masalah tersebut berpusat pada tata kelola, transparansi, serta pergeseran ambisius perusahaan dari kendaraan staking Ethereum murni menjadi pengelola modal ala “Berkshire digital.”

Eksekutif BitMine Menjawab Kekhawatiran Pemegang Saham setelah RUPS Kontroversial

Pemegang saham mengkritik rapat tersebut karena ada eksekutif yang absen, presentasi yang serba terburu-buru, serta hasil pemungutan suara yang tidak jelas.

Baik CEO maupun CFO baru tidak menghadiri acara, sedangkan pembicara tamu yang dijanjikan dengan profil tinggi pun tidak muncul. Berdasarkan hal itu, investor mengatakan bahwa acara tersebut dikelola dengan buruk dan tidak menghormati pemegang saham, bahkan beberapa menyamakannya seperti “pertunjukan badut.”

Respectfully?

You and the board need to stop and take a hard look at what just happened and be honest about the elephant in the room. There are justifiable reasons why shareholders are very upset. Disrespect being one of them.
 
That shareholder meeting did not meet the most… https://t.co/uhLWwTEXvx

— Christopher O'Malley (@chris_t_omalley) January 18, 2026

Kekhawatiran semakin meningkat karena Tom Lee memimpin Fundstrat dan menimbulkan pertanyaan apakah ia bisa memberikan perhatian yang cukup untuk BitMine.

Rob Sechan, anggota dewan, mengakui adanya frustrasi dari pemegang saham, namun menegaskan bahwa rapat ini berlangsung pada masa transisi. Kabarnya, beberapa posisi eksekutif baru resmi terisi hanya beberapa hari sebelum acara.

Ia membela pengawasan dewan, sambil menerangkan bahwa tujuan RUPS ini adalah untuk menjelaskan strategi “DAT-plus” perusahaan serta menunjukkan potensi jangka panjangnya.

I hear the frustration in this, and I want to acknowledge it directly.

This AGM took place during a period of real transition. The executive team at @BitMNR is largely brand new, with several positions being filled within days of the meeting. This was the first annual meeting…

— Rob Sechan (@RobSechan) January 18, 2026

Para pengkritik, namun, beranggapan respons dari dewan tidak menjawab masalah utama soal perencanaan, transparansi, dan akuntabilitas.

Perubahan Strategis: dari Staking ke Alokasi Modal Digital saat Kesepakatan MrBeast Membelah Investor

Meski mendapat kritik dalam tata kelola, manajemen menyoroti adanya perubahan strategi besar. BitMine kini bergerak melampaui staking ETH dan ingin menjadi perusahaan digital holding yang menyalurkan modalnya ke proyek-proyek dengan tujuan memperluas adopsi Ethereum.

Perusahaan memiliki lebih dari 4 juta ETH (sekitar US$14 miliar) dan menghasilkan US$400–US$430 juta per tahun dari staking, dengan proyeksi naik menjadi US$540–US$580 juta karena perusahaan menargetkan 5% dari total pasokan Ethereum.

BitMine Ethereum Holdings.
Kepemilikan Ethereum BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz

Sechan menggambarkan strategi ini mirip Berkshire Hathaway dengan menyebutnya sebagai alokasi modal yang disiplin, namun diadaptasi untuk era digital.

“Basis modal ditambah penempatan secara disiplin ke bisnis-bisnis produktif persis seperti yang dilakukan $BRK. Konsepnya sama, hanya beda zaman dan infrastruktur,” ia tulis, membalas kritik yang menilai langkah ini terlalu ambisius.

Unsur yang paling menuai perdebatan adalah komitmen BitMine sebesar US$200 juta untuk Beast Industries milik MrBeast. Investasi ini bertujuan mengintegrasikan Ethereum ke ekonomi kreator melalui platform dan jaringan distribusi yang sudah ditokenisasi.

Pendukung menilai kesepakatan tersebut memanfaatkan salah satu mesin atensi terbesar di dunia untuk mempercepat adopsi Ethereum di kalangan generasi Z dan Alpha.

Namun, pengkritik menganggap kemitraan ini justru mengalihkan perusahaan dari prioritas tata kelola dan operasional, serta mempertanyakan apakah perusahaan justru terlalu memaksakan diri.

Jika melihat semuanya, rapat ini benar-benar memperjelas adanya ketegangan besar antara ambisi dan akuntabilitas. Walau visi strategis BitMine menjanjikan pertumbuhan jangka panjang, para pemangku kepentingan tetap waspada terhadap risiko eksekusi dan kekosongan kepemimpinan.

Sechan berjanji bakal meningkatkan transparansi dan keterlibatan, dengan harapan pertemuan berikutnya bisa lebih terstruktur dan interaktif.

Saat BitMine berusaha menyeimbangkan tata kelola, kepercayaan investor, serta inovasi berani, perusahaan menghadapi ujian besar. Mereka harus membuktikan bahwa model “Berkshire digital” mampu memberikan hasil pada ETH sekaligus mewujudkan visi besar perusahaan tanpa mengecewakan pemegang saham.

  •  

Bull Ethereum Bisa Gagal karena Pembalikan Kritis Ini

Harga Ethereum baru saja mengalami breakout dari pola segitiga bullish, yang menunjukkan adanya dorongan naik kembali.

Namun, breakout ini kini nampaknya rentan. ETH sudah mencetak divergensi bearish hampir selama tiga minggu, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa pergerakan ini kurang meyakinkan.

Holder Penting Ethereum Tengah Melakukan Koreksi

Ethereum menunjukkan divergensi bearish yang jelas dalam tiga minggu terakhir, yang menjadi sinyal melemahnya kekuatan internal. Walaupun harga ETH terus membentuk level tertinggi yang lebih tinggi, indikator Chaikin Money Flow justru membentuk posisi terendah yang semakin tinggi pula. Pola ini mengisyaratkan bahwa kenaikan harga terjadi bersamaan dengan meningkatnya arus keluar modal, bukan arus masuk modal yang konsisten.

Biasanya, divergensi seperti ini mendahului pembalikan tren. Investor nampaknya mendistribusikan ETH saat harga menguat dan bukan menambah kepemilikan. Ketika modal keluar dari pasar sewaktu harga naik, maka dorongan naik pun berkurang. Dinamika ini meningkatkan kemungkinan breakout yang gagal, apalagi di tengah situasi pasar kripto yang sedang berhati-hati.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

ETH Bearish Divergence
Divergensi Bearish ETH | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat sinyal bearish yang terlihat pada indikator momentum. Crypto whale Ethereum meningkatkan aktivitas penjualan selama sepekan terakhir. Wallet yang berisi antara 100.000 dan 1 juta ETH telah menjual lebih dari 230.000 ETH, menurut data on-chain.

Tekanan jual ini setara dengan sekitar US$760 juta pada harga saat ini. Arus keluar besar dari wallet sejalan dengan penurunan CMF, yang mengonfirmasi kepercayaan yang melemah di antara holder besar. Ketika whale menjual di momen breakout, kekuatan harga menjadi lemah dan peluang penurunan harga dalam waktu dekat pun meningkat.

ETH Whale Holding
Kepemilikan Whale ETH | Sumber: TradingView

Harga ETH Bisa Menghadapi Penurunan

Harga Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar US$3.309 pada waktu publikasi dan masih berada sedikit di atas level support US$3.287. Breakout dari pola segitiga sebelumnya memproyeksikan kenaikan hingga 29,5%, dengan target ke US$4.240. Namun, melemahnya momentum dan divergensi bearish mengancam struktur bullish tersebut.

Dengan situasi seperti saat ini, ETH kemungkinan akan kehilangan support US$3.287. Jika breakdown terjadi, harga bisa turun ke area US$3.131 dan memvalidasi pergerakan ini sebagai fakeout. Penolakan seperti ini akan meningkatkan tekanan jual dan mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam di bawah US$3.000.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Meski begitu, potensi turun belum pasti terjadi. Jika ETH berhasil rebound dari US$3.287 dan aksi jual whale mulai berkurang, momentum bullish bisa kembali.

Menahan support tersebut bisa membuka peluang Ethereum naik hingga US$3.441. Dan jika kekuatan berlanjut, maka potensi keuntungan bisa bertambah ke area US$3.802, sehingga membatalkan outlook bearish sebelumnya.

  •  

Vitalik Buterin Akui Ethereum ‘Mundur’ dalam 10 Tahun Terakhir

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun di mana blockchain ini akan kembali ke asal-usul “cypherpunk”-nya.

Pada 16 Januari, Buterin mengumumkan roadmap teknis yang bertujuan membalikkan apa yang ia sebut sebagai “mundurnya” desentralisasi selama satu dekade terakhir.

Bagaimana Ethereum Berencana Memperbaiki Komprominya?

Co-founder Ethereum itu mengakui bahwa upaya jaringan untuk mencapai skalabilitas secara luas telah mengorbankan janji dasarnya tentang kedaulatan diri (self-sovereignty).

2026 is the year that we take back lost ground in terms of self-sovereignty and trustlessness.

Some of what this practically means:

Full nodes: thanks to ZK-EVM and BAL, it will once again become easier to locally run a node and verify the Ethereum chain on your own computer.…

— vitalik.eth (@VitalikButerin) January 16, 2026

Menurutnya, ekosistem saat ini membuat pengguna sangat bergantung pada infrastruktur terpusat untuk berinteraksi dengan ledger. Ketergantungan ini terpusat pada server tepercaya dan Remote Procedure Calls (RPC).

Arsitektur ini memaksa pengguna untuk percaya pada penyedia data pihak ketiga alih-alih memverifikasi chain sendiri.

Untuk mengatasi ketergantungan ini, roadmap tahun 2026 memprioritaskan penerapan Helios dan Zero-Knowledge Ethereum Virtual Machines (ZK-EVMs).

Teknologi tersebut bertujuan mendemokratisasi pengalaman “full node”, sehingga perangkat keras konsumen biasa bisa memverifikasi data yang masuk menggunakan Bridges dan Local Verification (BAL).

Dengan memindahkan verifikasi ke sisi pengguna, Ethereum ingin menghilangkan kebutuhan pengguna untuk percaya begitu saja pada gateway terpusat seperti Infura atau Alchemy.

Roadmap ini juga memperkenalkan fitur “privacy UX” agresif yang bisa menempatkan jaringan ini berseberangan dengan perusahaan analitik yang haus data.

Maka dari itu, Buterin mengusulkan integrasi Oblivious RAM (ORAM) dan Private Information Retrieval (PIR). Protokol kriptografi ini memungkinkan wallet untuk meminta data dari jaringan tanpa mengungkapkan pola akses spesifik, sehingga RPC provider tidak bisa melihat aktivitas pengguna secara langsung.

Langkah ini bertujuan mencegah “penjualan” data perilaku pengguna ke pihak ketiga.

Dari sisi keamanan, jaringan akan membuat standarisasi penggunaan social recovery wallet dan time lock. Kedua alat ini bertujuan membuat pemulihan dana jadi lebih mudah tanpa harus kembali ke penyedia kustodian terpusat atau cadangan cloud yang bisa saja “dibobol Google” atau raksasa teknologi lainnya.

Selain itu, Ethereum juga akan memperkuat antarmuka pengguna dengan menggunakan protokol penyimpanan terdesentralisasi seperti IPFS. Hal ini mengurangi risiko peretasan tampilan depan yang dapat mengunci pengguna dari aset mereka sendiri.

Meski dia mengingatkan bahwa peningkatan ini mungkin belum hadir di rilis berikutnya, agenda 2026 menandai perombakan mendasar pada cara blockchain terbesar kedua di dunia menangani kepercayaan.

“Ini akan menjadi perjalanan panjang. Kita tidak akan mendapatkan semua yang kita inginkan di rilis Kohaku berikutnya, atau di hard fork selanjutnya, ataupun di hard fork setelah itu. Tetapi, perubahan ini akan membuat Ethereum menjadi ekosistem yang layak bukan hanya untuk posisinya saat ini di dunia, melainkan tempat yang jauh lebih besar lagi,” terang dia.

Bagaimana pendapat Anda tentang pengakuan Buterin soal Ethereum yang mundur selama 10 tahun terakhir ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Raksasa Ethereum BitMine Dukung MrBeast dengan US$200 Juta, Tapi Mengapa? | Berita Kripto AS

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan utama untuk perkembangan terpenting di dunia kripto hari ini.

Siapkan kopi Anda, karena Ethereum, modal kripto, dan salah satu kreator terbesar dunia bertemu dalam sebuah kesepakatan yang sedang ramai dibicarakan banyak orang.

Berita Kripto Hari Ini: BitMine Milik Tom Lee Dukung MrBeast

Bintang YouTube Jimmy Donaldson, yang lebih dikenal sebagai MrBeast, mungkin pernah mengaku bahwa dia punya “uang negatif,” tapi perusahaannya, Beast Industries, baru saja mendapat suntikan dana besar.

Pada pengumuman hari Kamis, BitMine Immersion Technologies mengumumkan investasi ekuitas senilai US$200 juta.

BITMINE JUST MADE A $200M MOVE OUTSIDE CRYPTO$BMNR announced a $200M equity investment into Beast Industries, the company behind MrBeast.

This isn’t a random bet.
It’s strategic.

🔹 Direct exposure to the largest creator platform on earth
🔹 Global reach across Gen Z, Gen… pic.twitter.com/Sa6ASiS6VT

— BMNR Bullz (@BMNRBullz) January 15, 2026

Kesepakatan ini diumumkan dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan BitMine di Wynn Las Vegas. Perusahaan ini memposisikan diri sebagai pemimpin global dalam likuiditas Ethereum, dengan target mengakuisisi 5% ETH. Data dari StrategicETHreserve.xyz menunjukkan BitMine sudah memegang 3,36% pasokan ETH.

Meskipun investasinya berupa ekuitas setara USD, kas Ethereum milik BitMine menjadi sumber modal utama, sehingga kesepakatan ini sangat relevan dengan kripto.

Mereka pun semakin sering menginvestasikan modal ke proyek-proyek besar di luar proyek blockchain tradisional.

“MrBeast dan Beast Industries, menurut kami, adalah kreator konten terdepan di generasi kita, dengan jangkauan dan keterlibatan yang tak tertandingi oleh GenZ, GenAlpha, maupun Millennial,” baca kutipan dalam pengumuman itu, mengutip Tom Lee, Chairman BitMine.

Lee juga menegaskan Beast Industries sebagai platform pembuat konten terbesar dan paling inovatif di dunia, sambil menyoroti bahwa nilai-nilai perusahaan mereka sangat sejalan satu sama lain.”

Beast Industries, yang bernilai US$5 miliar, beroperasi di berbagai bidang. Tapi, meskipun valuasinya fantastis, Donaldson sebelumnya mengakui likuiditas pribadinya sangat terbatas.

MrBeast says he currently has “negative money” in his bank account.

“They’re like, ‘You’re a billionaire!’ I’m like, ‘That’s net worth.’ I have negative money right now. I’m borrowing money. That’s how little money I have. Technically, everyone watching this video has more money… pic.twitter.com/JiLLrEw8oj

— Complex (@Complex) January 14, 2026

Integrasi BitMine dan DeFi: Era Baru untuk Creator Finance

Investasi senilai US$200 juta ini bukan sekadar berita selebritas, melainkan juga menunjukkan tren baru di mana likuiditas Ethereum mengalir ke ekonomi kreator.

CEO Jeff Housenbold menyoroti bahwa kesepakatan ini membuktikan jalur pertumbuhan Beast Industries sekaligus membuka peluang inovasi ke depan, khususnya di dunia DeFi.

“Kami sangat senang menyambut Tom Lee dan BitMine sebagai investor terbaru Beast Industries, bergabung bersama para investor ventura papan atas kami saat ini… Kami menantikan peluang kolaborasi ke depan, termasuk mengintegrasikan DeFi dalam platform layanan keuangan kami berikutnya,” ujar Housenbold.

Kesepakatan ini ditargetkan rampung pada atau sekitar 19 Januari 2026, memberikan Beast Industries waktu tambahan untuk berkembang.

Pengumuman ini memberikan gambaran singkat tentang potensi ekonomi kreator berbasis token, di mana modal berbacking Ethereum mendukung model kepemilikan penggemar secara fraksional.

Dengan keterlibatan BitMine, kesepakatan ini bisa jadi contoh untuk menjembatani kerajaan konten Web2 dan keuangan berbasis DeFi. Hal ini pun memperlihatkan bahwa likuiditas Ethereum mulai menjangkau jauh melampaui proyek blockchain tradisional.

Sementara itu, Beast Industries sebelumnya pernah membahas kemungkinan melakukan IPO demi memberi kesempatan para penggemar untuk bisa menjadi pemilik.

Chart of the Day

Bitmine ETH Holdings
Kepemilikan ETH BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz

Alpha Sekilas

Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang bisa Anda pantau hari ini:

Gambaran Umum Pre-Market Ekuitas Kripto

PerusahaanPenutupan per 14 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$179,33US$178,70 (-0,35%)
Coinbase (COIN)US$255,86US$252,00 (-1,51%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,19US$28,07 (-0,43%)
MARA Holdings (MARA)US$11,11US$11,05 (-0,54%)
Riot Platforms (RIOT)US$17,31US$17,26 (-0,29%)
Core Scientific (CORZ)US$17,92US$18,10 (+1,00%)
Perlombaan Pembukaan Pasar Saham Kripto | Sumber: Google Finance

  •  

Harga ETH Breakout, Holder Bertambah 447 Ribu Hanya Dalam Waktu 24 Jam

Harga Ethereum Memasuki Fase Penting Setelah Breakout dari Pola Bullish yang Menahan Pergerakan Harga Hampir Dua Bulan. ETH Bergerak Kuat Melewati Zona Resistance Utama, Mengonfirmasi Momentum Bullish yang Terbarukan.

Breakout teknikal ini terjadi bersamaan dengan lonjakan partisipasi jaringan yang bersejarah, menandai momen penting dalam narasi pemulihan Ethereum.

Ethereum Breakout Rekor 7 Tahun

Ethereum mencatat rekor 447.000 investor baru yang masuk hanya dalam periode 24 jam. Alamat baru ini mewakili wallet yang berinteraksi dengan ETH untuk pertama kalinya. Pencapaian ini mencerminkan percepatan tajam dari tren sebelumnya, di mana jumlah alamat baru harian sudah melebihi 300.000 selama pekan terakhir.

Pertumbuhan peserta baru yang terus meningkat sepanjang bulan terakhir menunjukkan permintaan organik yang semakin luas. Lebih dari 300.000 alamat baru bertransaksi setiap hari, dan lonjakan terkini ini memecahkan rekor tujuh tahun sebanyak 351.000. Masuknya peserta baru ini biasanya selaras dengan struktur harga yang membaik, menguatkan breakout Ethereum dan mendukung pemulihan yang berkelanjutan.

Ethereum New Addresses
Alamat Baru Ethereum | Sumber: Glassnode

Pertumbuhan alamat yang meningkat juga menandakan adopsi yang semakin luas di luar aktivitas trading spekulatif. Partisipasi yang makin besar memperkuat utilitas jaringan, yang secara historis membantu menjaga stabilitas harga saat reli berlangsung. Dengan semakin banyak modal segar yang masuk ke ekosistem, Ethereum menjadi lebih tangguh terhadap volatilitas jangka pendek.

Mengapa Holder ETH Muda Nampaknya Tidak Akan Menjual?

Dari perspektif makro, metrik Short-Term Holder Net Unrealized Profit and Loss mulai bergerak naik. Indikator ini memantau profitabilitas pembeli baru-baru ini dan memberikan gambaran tentang tekanan penjualan. Meskipun STH NUPL meningkat, posisi metrik ini masih kuat berada di zona kapitulasi.

Posisi ini cukup konstruktif untuk kelanjutan harga. Rata-rata holder Ethereum jangka pendek masih dalam posisi merugi, sehingga belum banyak insentif untuk menjual saat harga naik. Selama tekanan jual belum besar, sebagian besar STH kemungkinan tetap mempertahankan posisi dan distribusi token pun terbatas pada awal reli.

Ethereum NUPL
NUPL Ethereum | Sumber: Glassnode

Secara historis, reli Ethereum dapat berkembang ketika STH NUPL masih negatif namun membaik. Setelah metrik ini keluar dari zona kapitulasi dan menjadi positif, tekanan jual biasanya meningkat. Sampai hal itu terjadi, ETH masih memiliki peluang naik tanpa tekanan ambil untung yang signifikan.

Harga Ethereum Breakout

Pada waktu publikasi, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$3.317, masih bertahan di atas level support US$3.287. Zona ini menandai batas atas pola segitiga yang sudah ditembus ETH dalam 24 jam terakhir. Breakout ini memproyeksikan potensi kenaikan 29,4%, dengan target sekitar US$4.240.

Fundamental yang semakin kuat mendukung proyeksi ini. Pertumbuhan alamat baru yang signifikan dan tekanan jual yang terbatas mengindikasikan bahwa modal segar mendorong momentum. Jika ETH terus bergerak di atas US$3.441, breakout akan semakin terkonfirmasi. Ketika ETH menembus level itu, harga berpotensi menuju US$3.607, mengonfirmasi kelanjutan tren dan meningkatkan kepercayaan jangka menengah.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Namun, risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar tiba-tiba berubah. Jika holder jangka pendek buru-buru menjual untuk menutup kerugian, Ethereum bisa kembali turun di bawah US$3.287. Kembalinya harga ke dalam pola segitiga akan melemahkan struktur bullish. Jika itu terjadi, ETH dapat koreksi ke kisaran US$3.131 atau US$3.000 sehingga membatalkan proyeksi breakout.

Bagaimana pendapat Anda tentang proyeksi breakout Ethereum di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

3 Mata Uang Kripto Incaran Institusi, Apa Saja?

Tahun 2026 menjadi titik balik bagi industri kripto global. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa raksasa keuangan dunia tidak lagi melihat aset digital sebagai eksperimen spekulatif, melainkan sebagai komponen inti dalam portofolio mereka. Arus modal kini mengalir deras ke tiga aset utama.

Pergeseran ini menandai berakhirnya era spekulasi liar, berganti dengan strategi berbasis fundamental yang dipandu oleh para pemimpin pemikiran finansial dunia. Berikut adalah alasan mengapa ‘Smart Money’ kini berlabuh pada tiga pilar digital tersebut.

Standar Baru Aset Cadangan Korporasi

Bitcoin kini telah mengukuhkan posisinya sebagai “emas digital” yang wajib di miliki oleh institusi melalui instrumen ETF. Strategi ini di pertegas oleh Michael Saylor, Chairman MicroStrategy, yang melalui akun X miliknya Saylor menyatakan:

“Bitcoin bukan sekadar aset; ia adalah standar cadangan digital untuk peradaban modern. Di tahun 2026, setiap entitas yang tidak memiliki eksposur pada BTC berarti mereka sedang bertaruh melawan efisiensi matematika.”

Sejalan dengan Saylor, BlackRock kini memandang Bitcoin sebagai aset safe haven yang mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pusat Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

Bagi institusi yang fokus pada infrastruktur keuangan, Ethereum tetap menjadi raja yang tak tergoyahkan. Raoul Pal, CEO Global Macro Investor Raoul GMI, menjelaskan bahwa Ethereum adalah pusat dari digitalisasi aset global.

ethereum

Ethereum adalah ‘Global Settlement Layer’. Semua jalan menuju digitalisasi aset dunia nyata (RWA) bermuara di sini. Institusi memilih ETH karena mereka membutuhkan keamanan yang sudah teruji, bukan sekadar janji kecepatan.

Mesin Utama Adopsi Massal dan Efisiensi

Solana muncul sebagai “kuda hitam” yang paling disukai untuk skalabilitas tinggi. Cathie Wood, CEO ARK Invest CathieDWood, secara terbuka memuji kemampuan teknis jaringan ini dalam menangani transaksi skala besar.

Jika Ethereum adalah Apple-nya blockchain, maka Solana adalah infrastruktur yang memungkinkan adopsi massal terjadi sekarang. Kecepatannya yang setara dengan internet tradisional adalah alasan mengapa kami terus menambah posisi pada SOL.

Bagi banyak manajer aset, Solana dipandang sebagai solusi praktis untuk pembayaran global dan integrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Dukungan eksplisit dari tokoh-tokoh besar ini menunjukkan bahwa pasar kripto 2026 bukan lagi tentang “koin mana yang akan naik,” melainkan “infrastruktur mana yang akan di gunakan oleh dunia.” Bitcoin sebagai emas digital, Ethereum sebagai pusat data keuangan, dan Solana sebagai mesin transaksi cepat adalah tiga pilar yang kini memimpin revolusi ekonomi digital.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga 3 mata uang kripto incaran institusi di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Staking Ethereum Catat Banyak Rekor — Apakah ETH Siap untuk Breakout?

Pada Januari 2026, ekosistem Ethereum mencatat lonjakan aktivitas staking, dengan beberapa metrik mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini bisa mengurangi pasokan likuid dan mendorong potensi breakout harga.

Walaupun harga ETH tetap berada di bawah level US$3.500 selama dua bulan terakhir, analis merasa breakout semakin dekat berkat sinyal on-chain yang positif ini.

Hampir 36 Juta ETH Staking, Mewakili Hampir 30% dari Supply

Data ValidatorQueue menunjukkan bahwa ETH yang di staking telah mencapai 35,9 juta, atau sekitar 29,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan harga saat ini, nilainya lebih dari US$119 miliar.

Total ETH Staked vs. % Supply Staked. Source:  ValidatorQueue
Total ETH yang Di-Staking vs. Persentase Pasokan yang Di-Staking | Sumber: ValidatorQueue

Grafik tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Januari. ETH yang di staking naik dari 35,5 juta ke 35,9 juta, mengakhiri fase sideways panjang yang telah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

Pertumbuhan ini terjadi walau harga ETH menurun lebih dari 30% sejak Agustus. Data ini memperlihatkan keyakinan jangka panjang yang kuat dari investor serta memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan Ethereum.

Selain itu, per 15 Januari, antrean staking ETH menembus 2,5 juta ETH, mencetak level tertinggi baru sejak Agustus 2023. Sementara itu, antrean unstaking turun menjadi nol.

Etherem Validator Queue. ValidatorQueue
Antrean Validator Ethereum | Sumber: ValidatorQueue

Capaian ini terutama di picu oleh aktivitas staking dari institusi besar serta Digital Asset Treasury (DAT) yang terdaftar di publik.

Arkham melaporkan bahwa Bitmine milik Tom Lee menambah staking sebanyak 186.500 ETH, senilai lebih dari US$600 juta. Langkah ini membuat total ETH yang di staking Bitmine menjadi 1,53 juta ETH, dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Secara keseluruhan, Tom Lee kini melakukan staking lebih dari 1% dari total pasokan Ethereum.

“Tom Lee melakukan staking ETH senilai miliaran. Dia 100% tahu lebih banyak dibanding kita,” komentar CryptoGoos .

Sementara itu, SharpLink (SBET), perusahaan publik pertama yang memakai Ethereum sebagai aset treasury utama, menyampaikan bahwa aktivitas staking mereka telah menghasilkan lebih dari US$32 juta sejak Juni. Total reward yang terkumpul kini mencapai 11.157 ETH.

Ethereum juga mencatat pencapaian besar lainnya di Januari, karena aktivitas pengguna mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Tren ini mencerminkan besarnya partisipasi dalam transaksi stablecoin dan protokol DeFi di jaringan Ethereum.

Dengan sederet sinyal bullish tersebut, analis memperkirakan Ethereum bisa menembus resistance US$3.450 saat ini dan reli menuju US$4.000. Pandangan ini juga di dukung pola cup-and-handle yang sedang terbentuk dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi breakout ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

US$4.000 Kini Dalam Permainan untuk Harga Ethereum saat Metode Jaringan Kunci Menguat

Setelah breakout di atas level US$3.300, harga Ethereum sekarang sedang menguji zona teknikal yang bisa menentukan apakah pasar siap reli menuju US$4.000 atau justru kembali terkoreksi lagi.

Sementara itu, metrik kunci menunjukkan harapan baru untuk 2026, yang memperkuat peluang pergerakan menuju US$4.000.

Ethereum Uji Resistance Kunci US$3.450 saat US$4.000 Jadi Fokus

Harga Ethereum telah melewati rintangan penting setelah naik di atas US$3.300, namun sekarang menghadapi ujian penting, yaitu harus merebut kembali level US$3.450. Menurut analis Ted Pillows, jika hal itu terjadi, jalan menuju US$4.000 bisa terbuka lebar.

“ETH telah breakout di atas level US$3.300. Ethereum perlu kembali ke level US$3.450, dan reli cepat ke level US$4.000 bisa saja terjadi,” tulis Pillows.

Tapi, reli ini belum pasti terjadi, karena penolakan dari zona resistance US$3.450 bisa saja membatalkan potensi reli tersebut.

Ethereum (ETH) Price Performance
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView

Yang membuat situasi ini berbeda dari upaya sebelumnya adalah kondisi yang terjadi di balik layar. Walaupun harga masih stabil, aktivitas on-chain Ethereum justru meningkat pesat, bahkan jarang terjadi sebelumnya.

Data yang dibagikan BMNR Bulls menunjukkan Ethereum mencatat 393.600 wallet baru dalam satu hari, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam seminggu terakhir, rata-rata pembuatan wallet baru sekitar 327.000 per hari, sehingga jumlah wallet ETH yang aktif mencapai level tertinggi baru. Menurut BMNR Bulls, pertumbuhan ini bukan didorong oleh spekulasi harga saja.

“Ini bukan spekulasi yang didorong oleh harga,” tulis pernyataan tersebut. “Ini terjadi karena biaya transaksi lebih rendah setelah Fusaka, aktivitas settle stablecoin tertinggi, serta pengguna riil yang mulai masuk ke aplikasi, pembayaran, dan DeFi.”

Ethereum Network Growth and Total Amount of Holders
Pertumbuhan Jaringan Ethereum dan Jumlah Holder | Sumber: CryptoQuant

Aktivitas Jaringan Ethereum Catat Rekor Tertinggi meski Harga Bergerak Sideways

Peningkatan adopsi itu terlihat jelas di data transaksi jaringan. Peneliti jaringan Joseph Young menyampaikan bahwa jumlah pengguna aktif mingguan di Ethereum telah mencapai rekor baru, dengan 889.300 pengguna yang aktif memakai jaringan setiap minggunya.

Ethereum Transacting Users
Pengguna Transaksi Ethereum | Sumber: Artemis

Dia menyebut pertumbuhan ini terjadi karena dominasi Ethereum di sektor stablecoin, DeFi, dan platform trading seperti Uniswap.

“…setelah Fusaka, ethereum mampu scaling dengan SANGAT efektif,” lanjutnya.

Analis Leon Waidmann juga mencatat bahwa volume transaksi di seluruh ekosistem Ethereum masih terus tumbuh.

Number of transactions processed across the ETH ecosystem keeps trending higher! 📈

Overall activity remains on a steady growth trajectory, with new all-time highs being set consistently over the past couple of months.

January is starting a bit slower so far, but the bigger… pic.twitter.com/BkT2QroVNE

— Leon Waidmann 🔥 (@LeonWaidmann) January 14, 2026

Sementara itu, analis teknikal seperti Kyle Doops, menyoroti adanya perbedaan yang makin besar antara harga dan fundamental.

“Harga cenderung tenang. Tapi jaringan tidaklah demikian,” ujar dia, sambil menyoroti rekor pembuatan wallet baru, jumlah transaksi yang naik, dan staking ETH yang juga mencapai rekor tertinggi. Menurut Doops, ketidaksesuaian ini “patut diperhatikan seiring Januari berjalan.”

Pemain besar juga sedang bergerak. Data on-chain dari Onchain Lens menunjukkan bahwa wallet whale “pension-usdt.eth” baru saja menutup posisi long ETH dengan leverage. Dari aksi ini, mereka mengantongi profit US$4,72 juta.

Secara keseluruhan, wallet tersebut telah menghasilkan sekitar US$27 juta profit dari ETH, yang menunjukkan besarnya modal yang sedang ikut dalam reli Ethereum belakangan ini.

The whale "pension-usdt.eth" has completely closed its $ETH (3x) long position, making a profit of $4.72M.

Overall, he has made ~$27M.https://t.co/4bHeKskbfz https://t.co/d6Nb8L8JQU pic.twitter.com/LVw8SzrlZO

— Onchain Lens (@OnchainLens) January 14, 2026

Sementara itu, institusi juga makin optimistis. Standard Chartered, seperti yang disampaikan oleh Walter Bloomberg, menyatakan bahwa prospek Ethereum semakin membaik dan aset ini berpotensi mengungguli Bitcoin.

Bank tersebut menyoroti kepemimpinan Ethereum di bidang stablecoin, aset dunia nyata, serta DeFi, ditambah lagi throughput jaringan yang terus meningkat dan peluang kepastian regulasi di Amerika Serikat. Menurut Standard Chartered, Ethereum diprediksi bisa tembus US$7.500 tahun ini dan mencapai US$30.000 pada 2029.

Dengan adopsi, aktivitas, dan minat institusi yang semakin meningkat, ujian Ethereum di level US$3.450 bisa menjadi penentu untuk pergerakan harga jangka pendek, serta apakah US$4.000 akan segera tercapai dalam waktu dekat atau tidak.

  •  
❌