Reading view

Exchange-Traded Fund (ETF) Solana Catat Outflow Pertama dalam 4 Minggu saat Harga Turun ke US$130

Aksi harga Solana baru-baru ini memperlihatkan upaya pemulihan yang gagal dan mengonfirmasi penurunan yang sebelumnya telah diproyeksikan. Setelah kesulitan mempertahankan momentum kenaikan, SOL justru berbalik melemah karena tekanan jual semakin meningkat.

Kepercayaan investor menurun setelah kerugian terakhir, yang juga berdampak pada exchange-traded fund dan mengakhiri rekor arus masuk selama empat minggu berturut-turut ke ETF berfokus Solana.

Solana Kehilangan Kepercayaan Investor

ETF spot Solana mencatat arus keluar bersih pertama dalam satu bulan, menandakan adanya perubahan sentimen institusi secara jelas. Arus keluar sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2025, sehingga data terbaru menjadi sangat penting. Perubahan ini menunjukkan bahwa investor yang fokus pada kondisi makro sedang mengevaluasi kembali eksposur mereka seiring SOL yang tidak mampu mempertahankan reli yang dicoba sebelumnya.

Ketiadaan kelanjutan kenaikan harga mengurangi keyakinan dari pelaku pasar besar. Arus ETF umumnya menggambarkan posisi jangka panjang daripada spekulasi jangka pendek. Ketika Solana kesulitan bertahan di level teknikal utama, modal pun berpindah dari produk-produk terkait SOL. Arus keluar ini menambah tekanan jual dan memperlemah kestabilan harga jangka pendek.

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Daily Crypto Newsletter Editor Harsh Notariya di sini.

Solana ETF Flows.
Arus ETF Solana | Sumber: SoSoValue

Metri on-chain juga menunjukkan pandangan yang berhati-hati. Data Net Realized Profit/Loss memperlihatkan investor membukukan kerugian bersih selama empat hari berturut-turut. Pola ini menandakan tekanan yang kian meningkat di antara holder karena penurunan harga menghapus keuntungan yang baru diperoleh. Kerugian beruntun seperti ini sering kali diikuti peningkatan distribusi, terutama saat kondisi pasar tidak pasti.

Kerugian yang direalisasikan mendominasi Solana sepanjang Desember 2025, menggambarkan tekanan penurunan yang berlangsung lama. Januari sempat membawa angin segar dengan profitabilitas yang membaik. namun aksi jual panik selama empat hari terakhir lagi-lagi meniadakan kenaikan itu. Holder yang merugi sepertinya semakin siap untuk keluar dari posisi mereka sehingga pasokan meningkat dan mendorong SOL makin dalam ke fase koreksi.

Solana Net Realized Profit/Loss.
Arus Bersih Profit/Loss Realisasi Solana | Sumber: Glassnode

Rincian Harga SOL

Pada waktu publikasi, Solana diperdagangkan di kisaran US$133 setelah mengalami breakdown dari pola wedge menanjak. Secara teknikal, struktur ini memproyeksikan penurunan hampir 10% hingga ke US$128. SOL mendekati level ini dalam perdagangan terakhir, mengonfirmasi dampak bearish pada pola tersebut dan memvalidasi risiko penurunan lebih lanjut.

Setelah mencetak level terendah intraday di US$130, Solana nampak rentan untuk melemah lebih dalam. Pergerakan menuju US$128 diperkirakan masih sangat mungkin beberapa hari ke depan. Arus keluar ETF, kerugian yang ter-realisasi, dan kepercayaan investor yang memudar semuanya mengisyaratkan tekanan lanjutan pada harga SOL.

Solana Price Analysis.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Pandangan bearish ini bisa berubah jika arus keluar ETF mulai stabil. Jika tekanan jual dari institusi mulai mereda, Solana berpeluang merebut kembali US$136 sebagai support. Bertahan di level itu akan membatalkan skenario bearish saat ini. Pemulihan yang berhasil bisa membuka peluang menuju US$146, menandakan keyakinan baru dan momentum jangka pendek yang membaik.

  •  

Sinyal Bear Bitcoin Mulai Muncul Januari Ini, Apa Saja?

Januari sejauh ini berlangsung volatil untuk Bitcoin (BTC), karena aset ini menghadapi tekanan baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Uni Eropa setelah pengumuman tarif terbaru dari Presiden Trump.

Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar ini turun hampir 2,5% ke US$92.663. Sementara itu, para analis menunjukkan sinyal pasar bearish yang mulai muncul di tahun 2026.

1. Bearish Kumo Twist Muncul di Chart Bitcoin

Pada postingan terbaru di X (sebelumnya Twitter), analis Titan of Crypto menyoroti adanya “Kumo twist” yang tampak di chart mingguan Bitcoin. Sebagai informasi, Kumo twist adalah formasi yang terjadi ketika dua rentang utama dari Ichimoku Cloud (Senkou Span A dan Senkou Span B) berpotongan sehingga menyebabkan arah cloud masa depan berubah.

Bergantung pada arah perpotongan tersebut, formasi ini bisa menjadi sinyal potensi transisi dari kondisi bullish ke bearish atau sebaliknya, dari bearish ke bullish. Pada kasus Bitcoin saat ini, twist yang muncul bersifat bearish.

Bitcoin Ichimoku Cloud bearish shift
Ichimoku Cloud Mingguan Bitcoin | Sumber: X/Titan of Crypto

Merujuk pada siklus pasar sebelumnya, Titan of Crypto menjelaskan bahwa pergeseran Kumo mingguan serupa biasanya di ikuti fase koreksi yang signifikan di mana Bitcoin mencatat penurunan sekitar 67% hingga 70%.

“Secara historis, ketika Kumo mingguan berubah jadi bearish, BTC memasuki fase bear market. Itu bukan berarti harga langsung turun. Artinya, struktur dan dinamika tren pasar secara umum telah berubah. Ini hanya sebagai konteks, bukan prediksi. Berdasarkan tiga siklus terakhir,” terang postingan tersebut.

2. Bitcoin Masih Sulit Menembus Batas Penting

Selain itu, saat ini Bitcoin di perdagangkan di bawah moving average 365 hari yang berada di kisaran US$101.000. Batas ini sangat penting pada bear market tahun 2022, karena sempat menghentikan reli pemulihan.

Bitcoin 365-day moving average analysis
Penolakan Harga Bitcoin di MA 365 Hari | Sumber: X/Coin Bureau

Analisis dari Coin Bureau menerangkan bahwa posisi Bitcoin yang kini berada di bawah MA ini menandakan pasar masih dalam kondisi bearish.

Analisis teknikal lain menggunakan Gaussian Channel pada chart lima hari juga memperkuat kekhawatiran tersebut. Analis kripto bernama Raven mengamati bahwa Bitcoin telah kehilangan level median dari channel ini.

Postingan tersebut menambahkan bahwa kegagalan menahan dan melakukan retest pada level ini secara historis menandai awal fase lebih agresif dari bear market.

“Saya yakin kita memang menuju zona US$103k untuk retest, atau mungkin sedikit lebih tinggi demi mencari likuiditas. Jika kita berhasil membentuk dan mempertahankan support di atas median, saya akan memberi kabar. Sampai saat itu, semuanya sebaiknya dianggap hanya dead cat bounce,” lanjut analis tersebut.

Bitcoin Gaussian Channel analysis
Gagalnya Retest Median Gaussian Channel Bitcoin | Sumber: X/Crypto Raven

3. Pola Drawdown Historis Menunjukkan Masih Ada Penurunan

Sejarah harga Bitcoin menunjukkan pola berulang penurunan tajam setelah puncak siklus. Setelah mencapai puncak tahun 2013, harga Bitcoin turun sekitar 75,9%, lalu turun 81,2% setelah puncak tahun 2017, dan sekitar 74% penurunan setelah puncak tahun 2021.

Namun pada siklus saat ini, koreksinya jauh lebih ringan, dengan kerugian justru hanya sedikit di atas 30%, atau terbilang kecil jika di bandingkan sejarah. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan masih pada tahap awal dan ada peluang penurunan lebih lanjut seiring perkembangan siklusnya.

Bitcoin's Historical Price Drop Patterns
Pola Penurunan Harga Bitcoin Secara Historis | Sumber: CryptoQuant

4. Indikator Siklus Pasar Tunjukkan Fase Bear Bitcoin Masih Berkembang

Walaupun penurunan harga historis biasanya menyoroti perilaku harga setelah pasar mencapai puncaknya, indikator siklus yang lebih luas membantu menilai kondisi saat ini cocok dengan periode yang mana.

Indikator Siklus Pasar Bull-Bear, yang melacak fase-fase besar dalam pasar, menunjukkan kondisi bearish telah dimulai sejak Oktober 2025. tapi, indikator ini belum bergerak ke dalam fase bear yang ekstrem.

“Dengan metrik ini, BTC sudah berada di wilayah bear market, dan di setiap siklus sebelumnya kita selalu masuk ke zona biru tua, yang menandakan level harga masih bisa turun lagi. Tapi silakan saja, kalau mau prediksi harga naik! Pada akhirnya, seseorang pasti jadi exit liquidity,” ujar seorang analis melalui X.

Bitcoin Bull-Bear Market Cycle Indicator.
Indikator Siklus Pasar Bull-Bear Bitcoin | Sumber: CryptoQuant

5. Exchange Inflow Menunjukkan Distribusi oleh Holder Besar

Terakhir, data on-chain menunjukkan adanya peningkatan aliran masuk Bitcoin ke exchange. Aliran ini didominasi oleh holder menengah hingga besar, terutama mereka yang memiliki 10–100 BTC dan 100–1.000 BTC.

Peningkatan transfer Bitcoin ke exchange biasanya menandakan aktivitas distribusi yang semakin banyak dibandingkan dengan akumulasi jangka panjang, karena partisipan pasar memindahkan asetnya untuk bersiap-siap menjual.

“Aktivitas mereka biasanya lebih relevan secara informasi dibandingkan aliran ritel yang terfragmentasi, karena mencerminkan keputusan strategis, bukan cuma ‘noise’. Dari sudut pandang on-chain makro, kombinasi meningkatnya aliran masuk ke exchange dan distribusi dari kelompok holder besar mengindikasikan pasar sedang masuk ke fase yang lebih rentan,” terang seorang analis di CryptoQuant.

Secara keseluruhan, Bitcoin memperlihatkan beberapa sinyal bear market di berbagai indikator teknikal, historis, dan on-chain. Meski begitu, apakah pergerakannya akan mengikuti pola penurunan historis atau justru mengejutkan pasar dengan kekuatan baru, masih belum pasti.

Bagaimana pendapat Anda tentang 5 sinyal penurunan Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Zcash Siap Breakout? Ini Sinyal Teknikal yang Bisa Picu Reli Harga

Harga Zcash kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berminggu-minggu bergerak sideways tanpa arah yang jelas. Perilaku investor terbaru mengindikasikan meningkatnya kepercayaan pasar, dengan akumulasi yang mulai terlihat di berbagai metrik utama.

Sinyal-sinyal bullish ini berpotensi menjadi katalis, membantu ZEC keluar dari fase konsolidasi dan membentuk tren yang lebih tegas dalam waktu dekat.

Whale Zcash Berusaha Dorong Harga Naik

Sentimen pasar terhadap Zcash semakin membaik seiring indikator teknikal menunjukkan sinyal bullish awal. Indikator Chaikin Money Flow membentuk divergensi bullish di grafik. Sementara harga ZEC terus mencetak lower low, CMF justru menghasilkan lower high, menandakan akumulasi tersembunyi.

Divergensi ini mengisyaratkan bahwa arus masuk modal belum sepenuhnya tecermin dalam aksi harga. Baru-baru ini, CMF naik di atas garis nol yang mengonfirmasi perpindahan ke arah arus masuk bersih. Secara historis, pola seperti ini sering mendahului pergerakan harga naik, sehingga Zcash kemungkinan sedang bersiap untuk reli pemulihan.

ZEC CMF
ZEC CMF | Sumber: TradingView

Momen makro juga semakin memperkuat peluang bullish. Data on-chain menunjukkan aktivitas meningkat dari holder besar. Alamat-alamat yang memegang lebih dari US$1.000.000 ZEC terus melakukan akumulasi dalam sepekan terakhir, menguatkan sinyal yang terlihat di indikator momentum.

Kepemilikan whale meningkat sekitar 6,7% selama periode ini. Meskipun laju akumulasi berlangsung moderat, konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan. Pembelian berkelanjutan dari investor besar sering memberikan fondasi yang stabil untuk apresiasi harga, apalagi ketika kondisi pasar lebih luas tetap mendukung.

Zcash Whale Holdings
Kepemilikan Whale Zcash | Sumber: Nansen

Breakout Harga ZEC di Depan Mata

Pada waktu publikasi, harga Zcash parkir di kisaran US$396 setelah sempat meluncur di bawah level support US$405. Altcoin ini masih bergerak dalam pola segitiga, yang mengindikasikan fase kompresi sebelum pergerakan besar berikutnya. Dengan sentimen yang makin positif serta tren akumulasi yang menguat, breakout bullish makin berpotensi terjadi.

Pergerakan tegas di atas resistance US$450 akan mengonfirmasi breakout tersebut. Kekuatan seperti ini bisa membawa ZEC naik ke area US$504, menandakan ZEC keluar tegas dari pola sebelumnya. Jika momentum terus berlangsung, harga bisa lanjut menuju US$540 sehingga Zcash mampu menutupi sebagian besar penurunan terakhirnya.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Meski demikian, risiko penurunan masih tetap ada. Jika sentimen whale berubah dan tekanan jual muncul, skenario bullish akan melemah. Seumpama terjadi breakdown di bawah pola segitiga, pola setup akan dianggap tidak valid. Dalam situasi seperti itu, ZEC berpotensi terjun ke area US$340, yang mencerminkan distribusi ulang dan hilangnya momentum jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Zcash (ZEC) di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Akankah Harga PUMP Gagal Breakout 57% atau Smart Money Akan Menyelamatkan Altcoin Ini?

Harga Pump.fun melonjak awal pekan ini, menandakan potensi breakout dan momentum bullish yang kembali menguat. Reli tersebut sempat mengisyaratkan pergerakan naik berkelanjutan untuk PUMP.

Namun, koreksi setelahnya menimbulkan ketidakpastian, karena perilaku holder yang beragam kini membayangi prospek PUMP dan menimbulkan keraguan apakah breakout ini bisa bertahan.

Holder PUMP Menunjukkan Perilaku Beragam

Sentimen pasar masih terbelah, meski aktivitas smart money memberikan sedikit dukungan. Smart money merujuk pada dana yang dikelola oleh investor berpengalaman, peserta institusional, perusahaan ventura, serta whale wallet berpengaruh. Entitas-entitas ini sering mengarahkan arah harga melalui akumulasi strategis saat periode penuh ketidakpastian.

Pada kasus PUMP, wallet smart money menambah sekitar 48 juta token selama sepekan terakhir. Ini meningkatkan total kepemilikan mereka sebesar 5,8%. Akumulasi seperti ini menunjukkan kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga ke depan. Pembelian berkelanjutan dari pemain besar bisa menstabilkan PUMP dan mencegah penurunan lebih dalam.

Ingin insight token seperti ini setiap hari? Daftar ke Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

PUMP Smart Money
PUMP Smart Money | Sumber: Nansen

Meski terjadi akumulasi dari smart money, momentum makro memberikan sinyal kehati-hatian. Data jaringan menunjukkan penurunan tajam pada jumlah alamat PUMP baru.

Selama periode 48 jam, pembuatan wallet baru turun dari 8.570 menjadi 2.201, menandakan penurunan partisipasi sebesar 74%.

Penurunan ini menandakan minat ritel memudar dan arus modal segar yang melemah. Holder baru punya peranan krusial dalam menopang reli, terutama untuk altcoin yang sedang berkembang.

Tanpa permintaan baru dari partisipan baru, menjaga kekuatan harga akan makin sulit, bahkan dengan dukungan whale sekalipun.

PUMP New Addresses
PUMP Alamat Baru | Sumber: Santiment

Bisakah Harga PUMP Berhasil dalam Breakout?

Harga PUMP baru-baru ini breakout dari pola cup and saucer, formasi yang biasanya menandakan kelanjutan tren bullish. Breakout ini memproyeksikan potensi kenaikan 57% dari US$0,00264, dengan target ke US$0,00420.

Namun, harga gagal melanjutkan kenaikan, menandakan adanya keraguan di antara pembeli.

Sinyal beragam mengindikasikan PUMP sepertinya akan terus konsolidasi di atas level support US$0,00264. Bertahan di zona ini menjaga struktur bullish tetap utuh.

Bila resistance US$0,00278 berhasil dikonfirmasi menjadi support, momentum bisa kembali dan reli breakout pun bisa hidup lagi.

PUMP Price Analysis
Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView

Di sisi lain, arus modal yang melemah bisa meningkatkan risiko penurunan. Jika US$0,00264 tidak mampu dipertahankan, PUMP bisa turun ke area support US$0,00242. Pelemahan lanjutan dapat membatalkan skenario bullish.

Jika tekanan jual terus berlanjut, harga pun bisa merosot lebih jauh ke US$0,00212, yang akan mengonfirmasi breakdown.

  •  

Tekanan Jual HBAR di Level Tertinggi pada 2026, Akankah Trader Long Menghadapi Likuidasi

Harga Hedera terus turun karena tekanan jual yang berkelanjutan membebani struktur pasar. HBAR masih berada dalam tren turun berkepanjangan, sehingga upaya pemulihan pun terhambat.

Data terbaru menunjukkan para penjual benar-benar menguasai pasar, mendorong HBAR menuju zona support penting seiring melemahnya kepercayaan di kalangan trader jangka pendek dan trader dengan leverage.

Holder Hedera Jual

Sentimen pasar terhadap HBAR saat ini sangat bearish. Money Flow Index menunjukkan tekanan jual yang terus menerus dalam beberapa sesi terakhir.

Indikator ini sudah turun di bawah ambang netral 50,0 dan kini berada di area negatif, menandakan arus keluar modal lebih besar daripada arus masuk.

Bacaan ini menandakan investor masih ragu terhadap potensi pemulihan dalam waktu dekat.

Selain itu, jika MFI terus berada di level rendah, ini menandakan permintaan yang melemah dan minat risiko yang turun. Kondisi seperti ini biasanya mendahului pelemahan harga berlanjut, apalagi jika momentum belum bergeser kembali ke fase akumulasi.

Ingin wawasan token seperti ini setiap hari? Daftar ke Crypto Newsletter harian Editor Harsh Notariya di sini.

HBAR MFI
MFI HBAR | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat risiko penurunan yang dihadapi Hedera. Peta likuidasi menunjukkan meningkatnya kerentanan di antara trader long.

Namun, jika HBAR kehilangan level support langsung di US$0,114, sekitar US$1,07 juta posisi long bisa terlikuidasi. Hal ini akan menambah tekanan jual di pasar.

Tekanan turun lebih lanjut akan memperburuk kondisi ini. Jika harga menembus di bawah US$0,112, lebih dari US$2,71 juta posisi long bisa terlikuidasi. Tekanan keluar paksa ini menambah stres di pasar, memperkuat momentum bearish, dan membuat trader baru enggan masuk dalam posisi long.

Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Harga HBAR Masih dalam Tren Turun

Harga HBAR masih berada dalam tren turun yang jelas hampir selama dua bulan. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di kisaran US$0,117. Harganya masih sedikit berada di atas support US$0,114 yang sejauh ini menjadi pertahanan sementara dari penurunan lebih dalam.

Dengan momentum bearish yang dominan, peluang hilangnya support ini pun semakin tinggi. Jadi, penurunan di bawah US$0,114 kemungkinan akan memicu likuidasi sesuai prediksi. Meski begitu, pergerakan bisa menyeret HBAR ke level US$0,109 sehingga menegaskan struktur penurunan yang lebih luas.

HBAR Price Analysis.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Meskipun begitu, skenario pemulihan masih terbuka. Jika momentum bullish muncul kembali dan tekanan jual mulai mereda, HBAR bisa bergerak lebih tinggi. Tekanan beli berkelanjutan di atas US$0,120 akan memperbaiki sentimen pasar. Selain itu, penembusan level US$0,125 akan menggagalkan pola bearish, menandakan kekuatan baru serta potensi pembalikan tren jangka pendek.

  •  

Harga Solana Hadapi Risiko Crash meski Ada 8 Juta Investor Baru

Harga Solana secara keseluruhan masih bergerak naik, namun risiko jangka pendek mulai muncul. SOL membentuk pola wedge naik sejak awal bulan, sebuah pola yang sering berakhir dengan koreksi.

Meski partisipasi investor tetap tinggi, pola ini menandakan ada potensi penurunan harga yang bisa mengurangi hasil bullish belakangan ini.

Holder Solana Saling Melawan Satu Sama Lain

Aktivitas on-chain memperlihatkan pertumbuhan jaringan yang kuat. Sejak awal bulan ini, jumlah alamat yang bertransaksi di Solana naik tajam. Pada puncaknya, lebih dari 8 juta alamat baru masuk ke jaringan hanya dalam waktu 24 jam.

Kenaikan ini menandakan adanya permintaan tinggi terhadap SOL. Alamat-alamat baru biasanya membawa modal segar, sehingga meningkatkan likuiditas dan penggunaan jaringan. Pertumbuhan seperti ini merefleksikan daya tarik ekosistem Solana yang semakin meluas, didorong oleh aktivitas DeFi, meme coin, dan aplikasi berkecepatan tinggi yang menarik minat peserta baru.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Solana New Addresses
Alamat Baru Solana | Sumber: Glassnode

Meski adopsi jaringan terus meningkat, momentum makro justru menunjukkan hal berbeda. Data perubahan posisi di exchange memperlihatkan bahwa holder lama kini lebih berpengaruh terhadap pergerakan harga. Tekanan beli dari peserta jangka panjang semakin melemah, sehingga arus modal baru menjadi kurang berdampak.

Saat kekuatan beli mulai berkurang, tekanan jual justru semakin mendominasi. Pergeseran ini menandakan bahwa holder SOL lama sedang mengurangi eksposur atau bersiap menjual. Jika pasokan lama lebih besar dari permintaan baru, harga berpotensi melemah dan kemungkinan breakdown dari struktur saat ini pun meningkat.

Solana Exchange Position Change.
Perubahan Posisi Solana di Exchange | Sumber: Glassnode

Harga SOL Nampaknya Akan Mengalami Koreksi

Harga Solana berada di kisaran US$144 pada waktu publikasi, bergerak di dalam pola wedge naik yang terbentuk beberapa hari terakhir. Pola bearish continuation ini memproyeksikan potensi penurunan sebesar 9,5%, sehingga target koreksi bisa mendekati US$129 jika struktur ini break ke bawah.

Proyeksi penurunan ini sejalan dengan momentum yang mulai melemah. Jika breakdown terkonfirmasi, SOL kemungkinan akan turun ke level US$136 terlebih dahulu. Kehilangan support ini bisa membawa harga menuju US$130, di mana para pembeli mungkin akan mencoba menahan harga di tengah kewaspadaan pasar yang lebih luas.

Solana Price Analysis.
Analisis Harga Solana | Sumber: TradingView

Meski begitu, skenario bearish belum tentu terjadi. Jika sentimen investor membaik dan tekanan jual mereda, SOL bisa saja rebound dari garis bawah wedge tersebut. Jika harga mampu menembus US$146, itu akan menjadi sinyal kekuatan baru. Potensi kenaikan berikutnya dapat membawa Solana ke US$151 sehingga membatalkan prediksi bearish.

  •  

Bull Ethereum Bisa Gagal karena Pembalikan Kritis Ini

Harga Ethereum baru saja mengalami breakout dari pola segitiga bullish, yang menunjukkan adanya dorongan naik kembali.

Namun, breakout ini kini nampaknya rentan. ETH sudah mencetak divergensi bearish hampir selama tiga minggu, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa pergerakan ini kurang meyakinkan.

Holder Penting Ethereum Tengah Melakukan Koreksi

Ethereum menunjukkan divergensi bearish yang jelas dalam tiga minggu terakhir, yang menjadi sinyal melemahnya kekuatan internal. Walaupun harga ETH terus membentuk level tertinggi yang lebih tinggi, indikator Chaikin Money Flow justru membentuk posisi terendah yang semakin tinggi pula. Pola ini mengisyaratkan bahwa kenaikan harga terjadi bersamaan dengan meningkatnya arus keluar modal, bukan arus masuk modal yang konsisten.

Biasanya, divergensi seperti ini mendahului pembalikan tren. Investor nampaknya mendistribusikan ETH saat harga menguat dan bukan menambah kepemilikan. Ketika modal keluar dari pasar sewaktu harga naik, maka dorongan naik pun berkurang. Dinamika ini meningkatkan kemungkinan breakout yang gagal, apalagi di tengah situasi pasar kripto yang sedang berhati-hati.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

ETH Bearish Divergence
Divergensi Bearish ETH | Sumber: TradingView

Data makro semakin memperkuat sinyal bearish yang terlihat pada indikator momentum. Crypto whale Ethereum meningkatkan aktivitas penjualan selama sepekan terakhir. Wallet yang berisi antara 100.000 dan 1 juta ETH telah menjual lebih dari 230.000 ETH, menurut data on-chain.

Tekanan jual ini setara dengan sekitar US$760 juta pada harga saat ini. Arus keluar besar dari wallet sejalan dengan penurunan CMF, yang mengonfirmasi kepercayaan yang melemah di antara holder besar. Ketika whale menjual di momen breakout, kekuatan harga menjadi lemah dan peluang penurunan harga dalam waktu dekat pun meningkat.

ETH Whale Holding
Kepemilikan Whale ETH | Sumber: TradingView

Harga ETH Bisa Menghadapi Penurunan

Harga Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar US$3.309 pada waktu publikasi dan masih berada sedikit di atas level support US$3.287. Breakout dari pola segitiga sebelumnya memproyeksikan kenaikan hingga 29,5%, dengan target ke US$4.240. Namun, melemahnya momentum dan divergensi bearish mengancam struktur bullish tersebut.

Dengan situasi seperti saat ini, ETH kemungkinan akan kehilangan support US$3.287. Jika breakdown terjadi, harga bisa turun ke area US$3.131 dan memvalidasi pergerakan ini sebagai fakeout. Penolakan seperti ini akan meningkatkan tekanan jual dan mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam di bawah US$3.000.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Meski begitu, potensi turun belum pasti terjadi. Jika ETH berhasil rebound dari US$3.287 dan aksi jual whale mulai berkurang, momentum bullish bisa kembali.

Menahan support tersebut bisa membuka peluang Ethereum naik hingga US$3.441. Dan jika kekuatan berlanjut, maka potensi keuntungan bisa bertambah ke area US$3.802, sehingga membatalkan outlook bearish sebelumnya.

  •  

Pemulihan Harga XRP Kembali Ditolak, Bisakah XRP Hindari Penurunan di Bawah US$2?

Harga XRP terus kesulitan seiring kondisi pasar aset kripto yang melemah. Token ini masih berada di bawah tekanan selama beberapa hari, karena gagal mempertahankan upaya pemulihan.

Meski aksi jual masih terjadi, para investor XRP tetap aktif melakukan akumulasi, bertujuan untuk mempertahankan level support kunci dan membatasi risiko penurunan.

Holder XRP Ubah Sikap Mereka

Sentimen pasar terhadap XRP saat ini masih rapuh, sementara data likuidasi menunjukkan risiko penurunan yang semakin meningkat. Berdasarkan liquidation heatmap, trader long XRP menghadapi risiko besar jika harga turun mendekati US$2,00. Terdapat klaster padat likuidasi long di sekitar US$2,02, mewakili sekitar US$25,4 juta posisi leverage.

Pergerakan menuju zona ini bisa dengan cepat mengikis kepercayaan bullish. Likuidasi paksa akan memperbesar tekanan jual dan menarik minat short seller.

Perubahan ini kemungkinan besar akan mendorong sentimen pasar menjadi bearish, khususnya di antara para trader derivatif yang masih optimistis di tengah tren penurunan berkepanjangan dan momentum jangka pendek yang melemah pada XRP.

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

XRP Liquidation Heatmap.
Peta Likuidasi XRP | Sumber: Coinglass

Meski ada tekanan jangka pendek, indikator makro menunjukkan permintaan dasar yang semakin positif. Data perubahan posisi di exchange menunjukkan peningkatan bar hijau, menandakan arus keluar bersih dari exchange. Tren ini biasanya mencerminkan meningkatnya tekanan beli, karena para investor memindahkan XRP ke wallet pribadi alih-alih menyiapkan aset untuk dijual.

Ini merupakan perubahan mencolok dibanding tiga bulan sebelumnya, ketika tekanan jual menguasai pergerakan harga XRP. Akumulasi yang berkelanjutan bisa membantu menstabilkan perilaku harga selama kondisi pasar secara umum tidak semakin memburuk.

Peralihan dari distribusi ke akumulasi ini mendukung kemungkinan skenario pemulihan dalam jangka menengah.

XRP Exchange Net Position Change.
Perubahan Arus Bersih Posisi XRP di Exchange | Sumber: Glassnode

Harga XRP Mungkin Aman dari Penurunan Lebih Lanjut

Harga XRP berada di kisaran US$2,06 pada waktu publikasi, masih melanjutkan tren turun yang sudah membatasi pemulihan selama lebih dari sepuluh hari. Token ini masih bertahan di atas level support US$2,03 yang sangat penting untuk struktur pasar jangka pendek dan kepercayaan trader.

Support ini sudah bertahan dari beberapa kali uji dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menandakan minat investor yang kuat di level tersebut. Akumulasi yang berkelanjutan diperkirakan akan tetap bertahan di US$2,03, bahkan jika XRP konsolidasi di kisaran harga itu.

Pantulan yang berhasil bisa mendorong harga menembus US$2,10, sehingga XRP mampu breakout dari tren turun dan mendapatkan kembali momentum.

XRP Price Analysis
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Namun, tekanan kelemahan pasar secara umum bisa saja mengalahkan upaya bullish ini. Penurunan harga yang jelas di bawah US$2,03 akan membuka peluang XRP turun di bawah US$2,00.

Pergerakan seperti itu akan membatalkan skenario bullish, memicu likuidasi long sekitar US$25 juta, dan kemungkinan membawa harga XRP jatuh ke US$1,93 di tengah tekanan jual yang semakin menguat.

  •  

3 Altcoin Akhir Pekan Yang Wajib Dipantau | 17 – 18 Januari

Dengan pasar yang nampaknya mulai berubah dari bullish ke bearish, kini muncul pertanyaan apakah reli altcoin belakangan ini akan bertahan atau tidak. Sementara beberapa altcoin mungkin sangat tergantung pada perkembangan eksternal, sebagian lainnya masih mengikuti arahan dari pergerakan BTC. Simak 3 altcoin yang wajib di pantau akhir pekan ini.

BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin berikut yang berpotensi mengejutkan investor di akhir pekan ini.

Chiliz (CHZ)

Chiliz nampaknya akan menjalani akhir pekan yang berpotensi bullish setelah mengumumkan visi Chiliz 2030. Roadmap jangka panjang tersebut berfokus pada pengembangan blockchain olahraga dan mendorong adopsi di dunia nyata. Update strategi ini telah meningkatkan sentimen terhadap CHZ, sehingga altcoin ini berada pada posisi yang lebih baik di mata investor yang sedang menilai prospek pertumbuhan jaringan di masa depan.

Walau pengumuman ini mungkin belum cukup untuk memicu pemulihan penuh, pengumuman tersebut bisa menjaga minat setelah reli mingguan CHZ sebesar 30%. Saat ini CHZ diperdagangkan di level US$0,057 dan kemungkinan akan konsolidasi di dekat level harga sekarang. Jika CHZ mampu bertahan di atas US$0,053, hal itu menandakan stabilitas yang menunjukkan para pembeli masih aktif hingga akhir pekan walaupun katalis jangka pendeknya terbatas.

CHZ Price Analysis
Analisis Harga CHZ | Sumber: TradingView

Risiko pergerakan ke bawah masih ada karena indikator momentum menunjukkan tanda waspada. Money Flow Index mengisyaratkan kondisi overbought, yang menandakan tekanan beli mungkin sudah jenuh. Jika aksi ambil untung mulai meningkat, CHZ bisa jatuh di bawah US$0,053. Koreksi lebih dalam ke area US$0,050 akan membatalkan outlook netral dan menegaskan tekanan bearish jangka pendek.

Dash (DASH)

DASH menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik pekan ini setelah meroket 114% hanya dalam tujuh hari. Saat ini altcoin tersebut diperdagangkan mendekati US$80, ditopang oleh momentum beli yang sangat kuat. Meski reli besar sudah terjadi, DASH masih 24,8% di bawah level US$100, sehingga para trader terus memantau apakah kekuatan reli ini dapat bertahan.

Kenaikan harga DASH baru-baru ini terjadi setelah adopsi merchant meningkat, salah satunya ketika Alchemy Pay mengintegrasikan jaringan DASH. Namun indikator momentum menunjukkan kehati-hatian. Chaikin Money Flow menampilkan divergensi bearish, di mana harga mencetak higher high sementara CMF justru melemah. Ini mengindikasikan terjadi arus keluar modal di balik reli DASH, sehingga meningkatkan risiko pergerakan harga ke bawah.

DASH Price Analysis.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView

Jika tekanan jual makin kuat, DASH bisa kehilangan support di US$74 dan turun ke kisaran US$63 dalam waktu dekat. Pergerakan ini akan mengonfirmasi fase koreksi. Sebaliknya, jika arus modal masuk kembali, harga bisa stabil. Permintaan yang berkelanjutan akan memungkinkan DASH memperpanjang kenaikan dan mencoba menantang level US$100 pada pekan depan.

Polygon (POL)

Salah satu altcoin lain yang perlu diperhatikan akhir pekan ini adalah POL, yang tampil sangat volatil di bulan Januari dengan reli 46% pada pekan lalu saat sentimen bullish mendominasi perdagangan awal. Tapi, momentum tersebut langsung memudar. Ketidakpastian pasar yang tinggi menyebabkan pergerakan harga sangat tajam, sehingga POL turun 15,6% minggu ini.

Reversal mendadak ini menunjukkan kepercayaan pasar yang sangat rapuh dan menggambarkan betapa cepatnya permintaan spekulatif bisa lenyap.

Arus modal ke POL juga melemah signifikan dalam beberapa sesi terakhir, sehingga POL jadi salah satu altcoin pertama yang ditinggalkan investor. Chaikin Money Flow menampilkan arus masuk yang mengering sepenuhnya. Jika arus keluar menguasai pasar, tekanan turun bisa semakin kuat. Dalam kondisi seperti itu, harga POL berisiko turun ke zona support US$0,138.

POL Price Analysis
Analisis Harga POL | Sumber: TradingView

Pembalikan bullish masih mungkin terjadi jika sentimen di pasar secara umum membaik. Akumulasi yang terjadi lagi bisa mendorong POL kembali ke atas support di US$0,155. Jika harga bertahan di level ini, maka kepercayaan jangka pendek bisa kembali pulih. Dengan pembelian yang berkelanjutan, POL berpotensi memperpanjang pemulihan menuju US$0,183 sehingga membatalkan outlook bearish saat ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Harga HBAR Turun 40% sejak Peluncuran ETF Canary; Apa yang Salah?

Pergerakan harga Hedera belakangan ini kesulitan membangkitkan kepercayaan, karena HBAR gagal mempertahankan pemulihan yang berarti.

Walaupun ekspektasi tinggi setelah peluncuran exchange-traded fund (ETF) HBAR, performa token yang datar menyoroti narasi yang sudah sering terjadi di dunia aset kripto. Kejadian ini semakin mirip dengan skenario klasik “beli saat rumor, jual saat berita resmi”.

HBAR ETF – Kisah yang Mengecewakan

Canary HBAR ETF muncul sebagai salah satu ETP aset kripto dengan performa paling lemah sejak debutnya. Saat peluncurannya di akhir Oktober, produk ini sempat menarik minat kuat dan mencapai puncaknya dengan arus masuk kumulatif sekitar US$30.000.000. Tapi, momentum itu dengan cepat menghilang dan sampai sekarang belum kembali secara konsisten.

Data terbaru menunjukkan ETF ini hanya mencatat arus masuk sebesar US$875.000, sementara sebagian besar hari perdagangan arus bersihnya tetap datar di angka nol. Pola ini mencerminkan aksi spekulatif sebelum peluncuran ETF. Begitu ETF diperdagangkan, peserta awal merealisasikan keuntungan, memicu tekanan jual yang terus berlanjut. Persetujuan ETF itu sendiri gagal menarik permintaan baru yang berarti.

Lebih lanjut, dampak ETF ini lebih ke simbolis dibanding penggerak modal nyata. Canary ETF memang meningkatkan visibilitas, tapi tidak mampu mendorong permintaan spot HBAR yang signifikan. Tanpa volume lanjutan yang kuat, harga pun gagal bertahan di level teknikal penting, sehingga pergerakan turun semakin cepat.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

HBAR ETF.
HBAR ETF | Sumber: SoSoValue

Indikator teknikal memperkuat pandangan hati-hati ini. Chaikin Money Flow, yang melacak pergerakan modal pada holder besar, mulai turun di bawah garis nol. Berdasarkan sejarah, perubahan pada CMF seperti ini sering kali bertepatan dengan periode kelemahan harga HBAR, karena outflow mulai mendominasi inflow.

Perilaku ini menandakan minat institusi dan whale masih sangat rentan. Saat modal keluar dari Hedera, harga biasanya langsung bereaksi dengan cepat. Jika CMF terus menurun, bisa jadi ini pertanda gelombang distribusi selanjutnya. Dinamika ini akan membatasi upaya harga untuk naik dan membuat pemulihan sulit tercapai.

HBAR CMF
HBAR CMF | Sumber: TradingView

Pemulihan Harga HBAR Sulit

Sejak ETF HBAR resmi diperdagangkan, harga token turun sekitar 41%, dari US$0,200 menjadi sekitar US$0,117 pada waktu publikasi. Penurunan ini memperjelas adanya kesenjangan antara ekspektasi dan permintaan nyata di pasar. Setelah penurunan tajam, HBAR kini memasuki fase konsolidasi yang menandakan ketidakpastian arah selanjutnya.

Hasil serupa yang bergerak dalam rentang sempit sepertinya akan kembali terjadi. HBAR kini bergerak di antara resistance US$0,131 dan support US$0,113. Jika tekanan jual bertambah dan outflow makin besar, penurunan di bawah US$0,113 kemungkinan menyusul. Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya di US$0,104, sedangkan US$0,096 akan menjadi support yang lebih dalam.

HBAR Price Analysis.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Skenario bullish hanya mungkin terjadi jika arus modal berubah. Jika outflow melambat dan sentimen pasar secara umum membaik, HBAR bisa stabil di sekitar US$0,113 dan memantul naik. Pergerakan tegas di atas US$0,131 akan membuka harapan pemulihan. Jika harga berhasil menembus US$0,150, asumsi bearish akan gugur dan kepercayaan pasar pun bisa kembali.

  •  

Harga Zcash di Persimpangan – Breakout US$450 atau Crash di Bawah US$400 Selanjutnya?

Zcash memasuki fase yang lebih tenang setelah berminggu-minggu mengalami pergerakan tajam, dengan volatilitas harga yang kini menurun signifikan. Perlambatan ini memicu terbentuknya pola segitiga simetris, yang ditandai oleh higher low dan lower high yang semakin rapat.

Ketika ZEC semakin terkompresi dalam pola ini, para trader memperhatikan dengan seksama, karena perilaku investor akan menentukan pergerakan besar berikutnya.

Penjualan Zcash Semakin Menguat

Data on-chain menunjukkan peningkatan kewaspadaan di antara para holder Zcash. Data Nansen mencatat adanya peningkatan saldo ZEC di exchange terpusat secara konsisten. Tren ini biasanya menandakan niat investor untuk menjual, karena aset dipindahkan dari wallet pribadi ke exchange untuk mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.

Peningkatan saldo di exchange sebesar 16% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan bahwa para holder kini lebih fokus menjaga modal daripada menambah kepemilikan. Perilaku ini mencerminkan keyakinan yang melemah dan menambah tekanan jual secara bertahap, sehingga bisa membebani harga selama fase konsolidasi.

Ingin info token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Zcash Exchange Balance
Saldo Zcash di Exchange | Sumber: Nansen

Tekanan jual biasanya juga meluas ke pasar derivatif, sehingga risiko meningkat akibat likuidasi. Pada kasus Zcash, peta likuidasi saat ini menunjukkan adanya asimetri yang membatasi percepatan penurunan. Posisi short berada di area US$500 dengan eksposur sekitar US$48 juta, lebih tinggi dibandingkan US$25 juta posisi long yang terkumpul di kisaran US$357.

Ketidakseimbangan ini bikin penjual short relatif masih aman saat ini, sementara trader long justru menanggung risiko lebih besar dalam waktu dekat. Jika ZEC turun lebih dalam dan posisi long terlikuidasi, maka minat bullish bisa semakin luntur. Kondisi seperti ini biasanya mengurangi permintaan leverage, sehingga aktivitas Futures akan tetap rendah sampai ada sinyal arah yang lebih jelas.

Zcash Liquidation Map.
Peta Likuidasi Zcash | Sumber: Coinglass

Harga ZEC Menanti Arah yang Jelas

ZEC tetap bergerak dalam pola segitiga simetris, dengan harga tertinggi dan terendah yang makin mendekat satu sama lain. Struktur ini biasanya mengindikasikan bahwa akan ada pergerakan tajam ketika volatilitas makin menurun. Saat harga mendekati puncak pola, trader perlu mempersiapkan diri pada potensi breakout atau breakdown yang dipengaruhi oleh arus spot market dan posisi derivatif.

Kondisi saat ini lebih condong ke risiko penurunan. Tekanan jual yang terus berlangsung serta saldo exchange yang naik meningkatkan peluang terjadinya breakdown di bawah US$405. Jika harga menyentuh US$340, kemungkinan besar akan terjadi likuidasi posisi long. Efek domino ini bisa memperdalam penurunan harga, menyeret harga Zcash hingga ke level US$300 seiring memudarnya keyakinan para bullish.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Skenario positif pun masih terbuka jika tekanan jual mereda dan dana masuk kembali ke pasar. Breakout bersih di atas batas atas segitiga di sekitar US$504 bakal membatalkan skenario bearish. Langkah ini berpotensi memicu likuidasi short, membuka peluang reli cepat menuju US$600 seiring momentum berpihak penuh ke para pembeli.

  •  

Lebih dari 200 Juta XRP Telah Terjual Tahun Ini, namun Reli Harga Masih Berlanjut

XRP mengalami volatilitas tinggi selama beberapa hari terakhir, yang mencerminkan persaingan antara tekanan jual dan akumulasi jangka panjang.

Pergerakan harga masih terkendali, tapi pemulihan tetap belum pasti karena investor bereaksi berbeda terhadap perubahan kondisi pasar. Meskipun menghadapi tantangan ini, XRP masih mampu mempertahankan tren naik secara keseluruhan sejak awal 2026.

Holder XRP Menunjukkan Sentimen Campuran

Tekanan jual menjadi hambatan utama bagi XRP bulan ini. Data saldo exchange menunjukkan bahwa kepemilikan XRP di platform terpusat bertambah sekitar 206 juta token sejak Januari dimulai. Total saldo exchange kini mendekati 1,66 miliar XRP, menandakan distribusi yang berkelanjutan.

Pada harga saat ini, pergerakan ini merepresentasikan sekitar US$430 juta nilai XRP yang siap dijual dalam waktu kurang dari dua minggu. Arus masuk konsisten ke exchange seperti ini biasanya menandakan kepercayaan pelaku jangka pendek yang mulai menurun. Kalau pola ini terus berlanjut, harga bisa tertekan karena pasokan jangka pendek ikut naik.

Ingin dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

XRP Balance On Exchanges
Saldo XRP di Exchange | Sumber: Glassnode

Pola ini menunjukkan bahwa banyak investor memilih untuk mengurangi risiko daripada jadi holder di tengah ketidakpastian. Saldo di exchange yang tinggi biasanya terjadi saat pelaku pasar ambil untung atau bertahan dalam posisi defensif. Untuk XRP, tekanan jual ini sejauh ini membatasi laju kenaikan, walaupun harga tidak mengalami penurunan lebih dalam.

Meski aksi jual jangka pendek masih terlihat, data jangka panjang justru memberi gambaran yang lebih seimbang. HODLer Net Position Change menunjukkan bar hijau yang makin besar sejak awal Januari. Hal ini menandakan bahwa holder jangka panjang lebih memilih mengakumulasi atau menahan daripada melepas kepemilikannya.

Perubahan perilaku pada wallet lama ini membantu menyerap sebagian tekanan jual. Holder jangka panjang sering jadi penyeimbang saat volatilitas meningkat, sehingga risiko penurunan harga tetap terbatas. Keyakinan mereka juga meningkat sejak awal 2026, sehingga efek arus masuk ke exchange jadi berkurang.

XRP HODLer Position Change.
Perubahan Posisi HODLer XRP | Sumber: Glassnode

Tren Naik Harga XRP Terus Berlanjut

XRP diperdagangkan di kisaran US$2,11 pada waktu publikasi, bertahan di atas support penting US$2,10. Pergerakan harga tetap menjaga pola naik sejak awal bulan. Mempertahankan level ini sangat penting untuk menjaga tren saat ini.

Sinyal yang beragam menunjukkan XRP masih bisa membentuk higher lows dalam jangka waktu ke depan. Namun, kalau tekanan jual makin kuat, token ini kemungkinan masuk ke fase konsolidasi. Jika itu terjadi, pergerakan harga cenderung akan berada di kisaran antara support US$2,10 dan resistance US$2,20.

XRP Price Analysis.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Skenario bullish yang lebih kuat sangat bergantung pada berkurangnya aksi jual. Kalau arus masuk ke exchange melambat dan permintaan membaik, XRP bisa reli dari US$2,10 dan merebut kembali US$2,20. Jika breakout terjadi, harga punya peluang menuju US$2,31. Untuk memulihkan penurunan sejak November 2025 di dekat US$2,50 masih mungkin dicapai, walaupun butuh kesabaran dan akumulasi secara terus-menerus.

  •  

Bisakah DASH Bergerak Menuju US$100 atau Tekanan Jual Akan Menghambatnya Terlebih Dahulu?

Dash mencatat salah satu reli terkuat dalam beberapa bulan terakhir, melesat dari US$37 menjadi hampir US$80 dalam waktu singkat. Pergerakan ini mencerminkan minat baru terhadap aset kripto berfokus privasi dan perkembangan terbaru ekosistemnya.

Meskipun momentumnya terlihat kuat, beberapa indikator baru menunjukkan reli ini bisa saja memasuki fase yang rentan.

Dash Ditakdirkan untuk Mengalami Reversal

Indikator momentum memberikan sinyal untuk waspada. Money Flow Index Dash berada kokoh di area overbought, menunjukkan tekanan beli yang mungkin sudah berlebihan. MFI menilai harga dan volume secara bersamaan, dan pembacaan ekstrem seringkali terjadi sebelum terjadi koreksi jangka pendek. Kondisi ini mengisyaratkan permintaan mulai mendekati titik jenuh.

Situasi serupa muncul pada November 2025 setelah reli tajam Dash. Pada saat itu, kondisi overbought diikuti koreksi cepat karena trader mengamankan cuan. Memang, sejarah tidak selalu terulang, tapi hal ini menyoroti risiko penurunan yang meningkat saat antusiasme terlalu cepat melonjak.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

DASH MFI
DASH MFI | Sumber: TradingView

Pembacaan overbought juga menggambarkan spekulasi yang semakin tinggi. Jika laju kenaikan harga melebihi permintaan yang benar-benar kuat, biasanya koreksi akan mengikuti. Untuk Dash, sentimen memang masih optimistis, namun sinyal teknikal menyarankan untuk tetap waspada.

Dash Sudah Mencatat Arus Keluar

Tren arus modal secara umum ikut menambah sentimen hati-hati. Indikator Chaikin Money Flow membentuk divergensi bearish terhadap harga. Meskipun Dash terus mencatatkan higher high, CMF gagal mengkonfirmasi pergerakan itu dengan arus masuk yang lebih kuat, justru membentuk higher low.

Divergensi ini mengisyaratkan bahwa dukungan modal yang mendasari mulai melemah. Dana mulai keluar dari aset meski harga masih naik, pola yang sering terjadi karena hype, bukan akumulasi yang berkelanjutan. Kondisi seperti ini biasanya cepat berbalik begitu momentum mulai menurun.

DASH CMF
DASH CMF | Sumber: TradingView

Jika harga bergerak naik tanpa didukung arus masuk yang seimbang, reli makin rapuh. Untuk Dash, ketidakseimbangan ini meningkatkan kemungkinan masuk ke fase koreksi saat minat spekulatif mereda. Tanpa komitmen modal baru, kelanjutan kenaikan harga akan makin sulit terwujud.

Harga DASH Mungkin Menghadapi Beberapa Kesulitan

Pada waktu publikasi, Dash diperdagangkan di kisaran US$79, naik 114% dalam 72 jam terakhir. Reli ini didukung oleh berita positif, termasuk integrasinya dengan Alchemy Pay. tapi, katalis sering kali kehilangan efeknya setelah masuk ke harga.

Melihat indikator saat ini, Dash mungkin akan kesulitan menembus US$100 dalam waktu dekat. Koreksi di bawah support US$71 kemungkinan besar terjadi jika tekanan jual meningkat. Dalam skenario tersebut, harga bisa saja terkoreksi ke US$63 atau bahkan US$59, sehingga sebagian kenaikan harga baru-baru ini terhapus.

DASH Price Analysis.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView

Skenario bullish memang masih mungkin terjadi, namun membutuhkan volume yang konsisten. Jika pembeli tetap mendominasi dan Dash berhasil menembus US$82, momentum bisa membawa harga makin tinggi. Breakout tegas di atas level tersebut akan membuka peluang ke US$100, membatalkan prediksi bearish dan menandakan kekuatan baru.

  •  

Harga ETH Breakout, Holder Bertambah 447 Ribu Hanya Dalam Waktu 24 Jam

Harga Ethereum Memasuki Fase Penting Setelah Breakout dari Pola Bullish yang Menahan Pergerakan Harga Hampir Dua Bulan. ETH Bergerak Kuat Melewati Zona Resistance Utama, Mengonfirmasi Momentum Bullish yang Terbarukan.

Breakout teknikal ini terjadi bersamaan dengan lonjakan partisipasi jaringan yang bersejarah, menandai momen penting dalam narasi pemulihan Ethereum.

Ethereum Breakout Rekor 7 Tahun

Ethereum mencatat rekor 447.000 investor baru yang masuk hanya dalam periode 24 jam. Alamat baru ini mewakili wallet yang berinteraksi dengan ETH untuk pertama kalinya. Pencapaian ini mencerminkan percepatan tajam dari tren sebelumnya, di mana jumlah alamat baru harian sudah melebihi 300.000 selama pekan terakhir.

Pertumbuhan peserta baru yang terus meningkat sepanjang bulan terakhir menunjukkan permintaan organik yang semakin luas. Lebih dari 300.000 alamat baru bertransaksi setiap hari, dan lonjakan terkini ini memecahkan rekor tujuh tahun sebanyak 351.000. Masuknya peserta baru ini biasanya selaras dengan struktur harga yang membaik, menguatkan breakout Ethereum dan mendukung pemulihan yang berkelanjutan.

Ethereum New Addresses
Alamat Baru Ethereum | Sumber: Glassnode

Pertumbuhan alamat yang meningkat juga menandakan adopsi yang semakin luas di luar aktivitas trading spekulatif. Partisipasi yang makin besar memperkuat utilitas jaringan, yang secara historis membantu menjaga stabilitas harga saat reli berlangsung. Dengan semakin banyak modal segar yang masuk ke ekosistem, Ethereum menjadi lebih tangguh terhadap volatilitas jangka pendek.

Mengapa Holder ETH Muda Nampaknya Tidak Akan Menjual?

Dari perspektif makro, metrik Short-Term Holder Net Unrealized Profit and Loss mulai bergerak naik. Indikator ini memantau profitabilitas pembeli baru-baru ini dan memberikan gambaran tentang tekanan penjualan. Meskipun STH NUPL meningkat, posisi metrik ini masih kuat berada di zona kapitulasi.

Posisi ini cukup konstruktif untuk kelanjutan harga. Rata-rata holder Ethereum jangka pendek masih dalam posisi merugi, sehingga belum banyak insentif untuk menjual saat harga naik. Selama tekanan jual belum besar, sebagian besar STH kemungkinan tetap mempertahankan posisi dan distribusi token pun terbatas pada awal reli.

Ethereum NUPL
NUPL Ethereum | Sumber: Glassnode

Secara historis, reli Ethereum dapat berkembang ketika STH NUPL masih negatif namun membaik. Setelah metrik ini keluar dari zona kapitulasi dan menjadi positif, tekanan jual biasanya meningkat. Sampai hal itu terjadi, ETH masih memiliki peluang naik tanpa tekanan ambil untung yang signifikan.

Harga Ethereum Breakout

Pada waktu publikasi, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$3.317, masih bertahan di atas level support US$3.287. Zona ini menandai batas atas pola segitiga yang sudah ditembus ETH dalam 24 jam terakhir. Breakout ini memproyeksikan potensi kenaikan 29,4%, dengan target sekitar US$4.240.

Fundamental yang semakin kuat mendukung proyeksi ini. Pertumbuhan alamat baru yang signifikan dan tekanan jual yang terbatas mengindikasikan bahwa modal segar mendorong momentum. Jika ETH terus bergerak di atas US$3.441, breakout akan semakin terkonfirmasi. Ketika ETH menembus level itu, harga berpotensi menuju US$3.607, mengonfirmasi kelanjutan tren dan meningkatkan kepercayaan jangka menengah.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Namun, risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar tiba-tiba berubah. Jika holder jangka pendek buru-buru menjual untuk menutup kerugian, Ethereum bisa kembali turun di bawah US$3.287. Kembalinya harga ke dalam pola segitiga akan melemahkan struktur bullish. Jika itu terjadi, ETH dapat koreksi ke kisaran US$3.131 atau US$3.000 sehingga membatalkan proyeksi breakout.

Bagaimana pendapat Anda tentang proyeksi breakout Ethereum di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Litecoin (LTC): Retail Nyerah, Tapi Whale Aktif Siapkan Posisi

Holder Litecoin (LTC) masih belum melihat keuntungan di tahun 2026, karena harganya masih terbebani oleh aksi jual besar pada Oktober tahun lalu. Tapi, jika melihat gambaran trading secara luas, Litecoin menunjukan beberapa tanda yang mengindikasikan potensi pembalikan arah.

Sinyal positif yang mendukung teori pembalikan arah ini meliputi aktivitas trading whale yang konsisten serta minat baru terhadap Litecoin.

Dominasi Whale dan Akumulasi Strategis Sejak Kuartal 4 2024

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa Whale vs. Retail Delta LTC sebagian besar tetap positif mulai dari kuartal 4 tahun 2024 hingga sekarang.

Whale vs. Retail Delta mengukur perbedaan aktivitas trading antara whale dan investor ritel. Jika indikator ini berada di atas nol dan cukup tinggi dibandingkan level historisnya, berarti partisipasi whale sangat kuat.

Perilaku ini bisa menjadi sinyal akumulasi posisi pada harga rendah. Indikator ini juga bisa memperingatkan tekanan jual besar jika harga mulai naik.

Untuk Litecoin, grafik menunjukan dua fase berbeda yang diberi penanda merah dan hijau.

LTC Whale vs Retail Delta. Source: Coinglass
LTC Whale vs Retail Delta | Sumber: Coinglass

Sebelum kuartal 4 tahun 2024, delta tetap negatif. Trader ritel mendominasi aktivitas pada periode ini, sementara harga LTC umumnya berada di bawah US$100. Setelah kuartal 4 tahun 2024, whale mulai menguasai aktivitas trading. Delta pun berubah positif, meski harga LTC masih bergerak sideways dalam rentang multi-tahun.

Pola ini menunjukkan bahwa investor ritel sepertinya sudah menyerah, sementara whale justru aktif mempersiapkan posisi.

Lonjakan Aktivitas Jaringan dan Potensi Pemulihan Pasar Derivatif

Data jangka pendek dari Santiment, platform analitik on-chain, menunjukkan lonjakan aktivitas jaringan Litecoin. Transaksi whale mencapai level tertinggi dalam lima minggu terakhir.

“Secara historis, sebuah aset punya peluang pembalikan arah yang jauh lebih tinggi ketika terjadi lonjakan aktivitas whale,” papar Santiment melalui laporan.

Transaksi Whale Litecoin vs. Harga | Sumber: Santiment.

Data ini semakin memperkuat peluang bahwa LTC bisa pulih atau membalik arah kapan saja, meskipun harganya masih bisa turun lebih dalam lagi.

Data pasar derivatif memberikan lapisan tambahan. Open Interest LTC baru-baru ini melonjak. Di sisi negatif, open interest yang tinggi meningkatkan risiko likuidasi ketika trader memakai leverage besar.

Total Open Interest Litecoin dalam USD | Sumber: Santiment.

Di sisi positif, ini menandakan semakin banyak trader yang menambah eksposur ke Litecoin di banding sebelumnya. Pergeseran ini bisa menunjukan minat ritel pada LTC mulai kembali.

Kesimpulannya, kombinasi aktivitas whale jangka panjang dan jangka pendek, di tambah adanya dorongan baru di pasar derivatif, bisa mengindikasikan potensi pemulihan untuk LTC.

Tapi, kenaikan harga sepertinya tidak akan mudah atau cepat terjadi, karena harga LTC masih sekitar 46% di bawah puncak tahun lalu.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi pembalikan harga Litecoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

NYC Token Kena Rug Pull? Ini 4 Tanda Bahayanya

Meme coin NYC milik mantan Wali Kota New York City, Eric Adams, menuai kritik tajam dari komunitas aset kripto setelah anjlok lebih dari 80%, sehingga kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$100 juta.

Baik Adams maupun tim proyeknya membantah melakukan kesalahan, tapi pergerakan likuiditas yang tidak lazim menimbulkan kekhawatiran, sehingga beberapa analis menilai token ini berpotensi sebagai rug pull. Dalam wawancara eksklusif bersama BeInCrypto, seorang analis dari Nansen menjabarkan 4 alasan mengapa token NYC nampaknya masuk ke dalam kategori “rug pull” secara lebih luas.

Sekitar 60% Trader Alami Kerugian setelah NYC Token Mengalami Koreksi Besar

Awal pekan ini, BeInCrypto melaporkan bahwa Adams memperkenalkan token tersebut di Times Square. Nilainya sempat melonjak tak lama setelah peluncuran, namun reli itu tidak bertahan lama.

“MANTAN WALIKOTA NYC BARU SAJA MELAKUKAN RUGPULL. Koin itu langsung menyentuh kapitalisasi pasar US$500 juta sebelum Eric menarik likuiditas dari koin tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan besar hingga 80% dan token itu jatuh di bawah US$100 juta,” posting Ash Crypto .

Analis di blockchain menemukan perilaku likuiditas yang aneh. Rune Crypto menuduh Adams telah menarik US$3,4 juta dari liquidity pool token ini. Bubblemaps juga mengidentifikasi aktivitas likuiditas yang mencurigakan.

Eric Adams, former NYC major, has just removed the whole liquidity pool of his new memecoin: a total of $3,430,000 scammed https://t.co/QgGAVzgM3H pic.twitter.com/UdEbufckS3

— Rune (@RuneCrypto_) January 12, 2026

Dalam sebuah posting terpisah, Bubblemaps menyoroti dampak negatif dari token NYC. Sekitar 4.300 trader berinteraksi dengan token NYC, di mana kira-kira 60% mencatatkan kerugian.

  • 2.300 trader kehilangan kurang dari US$1.000.
  • 200 trader mengalami kerugian antara US$1.000 sampai US$10.000.
  • 40 trader kehilangan antara US$10.000 hingga US$100.000.
  • 15 trader mengalami kerugian lebih dari US$100.000.

Apakah NYC Token Kena Rug Pull?

Nicolai Sondergaard, Research Analyst di Nansen, menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa alasan token NYC bisa di kelompokkan bersama rug pull lainnya adalah karena cara mereka menarik likuiditas. Analis ini menguraikan 4 alasan utama:

  • Tim tidak membuat pengumuman sebelumnya terkait rencana “rebalance” likuiditas.
  • Sejumlah besar likuiditas di tarik dalam waktu yang sangat singkat, bukan secara bertahap.
  • Likuiditas yang di tarik tidak sepenuhnya di kembalikan ke pool.
  • Likuiditas baru di tarik setelah token mencapai level tinggi.

“Kalau ini memang langkah yang sah, saya pasti mengharapkan perubahan kecil serta ada pemberitahuan sebelumnya kalau akan ada pergeseran. Hal seperti ini sepertinya tidak akan berdampak negatif pada token,” komentar Sondergaard.

Ia menerangkan bahwa penarikan likuiditas, bahkan jika hanya sebagian, secara signifikan meningkatkan dampak dari satu order jual. Order jual yang biasanya tidak akan banyak mempengaruhi harga saat kondisi likuiditas normal, kini bisa menggerakkan pasar jauh lebih besar, seringkali memicu kepanikan, gelombang aksi jual, dan bahkan memaksa trader dengan limit order keluar dari posisinya.

“Apa yang mereka lakukan pada dasarnya menjebak para trader, sehingga banyak yang terpaksa menjual dengan kerugian di kondisi likuiditas rendah. Menambahkan likuiditas kembali pun tidak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Demikian pula dengan memasang order DCA, itu hanya solusi tambal sulam,” ujar analis tersebut.

Sondergaard menekankan bahwa, dari sisi integritas pasar, komunikasi yang jelas dan transparan mengenai likuiditas sangat penting. Mengapa? Karena trader tidak dapat menilai risiko secara akurat jika likuiditas bisa menghilang tanpa peringatan apapun.

Dia menyebut bahwa kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan di ekosistem secara luas. Analis ini menambahkan bahwa standar transparansi yang lebih baik, di tambah pengawasan berbasis data, akan membantu membedakan proyek-proyek yang sah dari pihak-pihak yang beritikad buruk. Sondergaard menyarankan,

“Akan lebih bijak kalau investor selalu berhati-hati ketika trading meme coin. Selalu nilai distribusi holder, apakah volume beli jauh lebih besar dari volume jual, apakah likuiditas yang masuk satu sisi saja (misal hanya token, atau usdc juga dimasukkan)?” terang analis tersebut.

Adams Bantah Tuduhan Rug Pull

Di tengah kritikan ini, juru bicara mantan wali kota, Todd Shapiro, membagikan pernyataan yang membantah tudingan tersebut. Ia menolak laporan yang menyebut Adams memindahkan dana investor atau mengambil keuntungan dari peluncuran token NYC, seraya menyatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti.

Juru bicara itu menuturkan bahwa NYC Token mengalami volatilitas harga yang memang umum terjadi pada aset digital yang baru diluncurkan. Ia mengulangi komitmen Adams terhadap transparansi, akuntabilitas, dan inovasi yang bertanggung jawab.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Sebelumnya, tim NYC Token menyatakan bahwa pergerakan likuiditas tersebut terjadi karena proses rebalancing setelah adanya permintaan yang sangat tinggi saat peluncuran.

Bagaimana pendapat Anda tentang token kripto NYC di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

3 Mata Uang Kripto Incaran Institusi, Apa Saja?

Tahun 2026 menjadi titik balik bagi industri kripto global. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa raksasa keuangan dunia tidak lagi melihat aset digital sebagai eksperimen spekulatif, melainkan sebagai komponen inti dalam portofolio mereka. Arus modal kini mengalir deras ke tiga aset utama.

Pergeseran ini menandai berakhirnya era spekulasi liar, berganti dengan strategi berbasis fundamental yang dipandu oleh para pemimpin pemikiran finansial dunia. Berikut adalah alasan mengapa ‘Smart Money’ kini berlabuh pada tiga pilar digital tersebut.

Standar Baru Aset Cadangan Korporasi

Bitcoin kini telah mengukuhkan posisinya sebagai “emas digital” yang wajib di miliki oleh institusi melalui instrumen ETF. Strategi ini di pertegas oleh Michael Saylor, Chairman MicroStrategy, yang melalui akun X miliknya Saylor menyatakan:

“Bitcoin bukan sekadar aset; ia adalah standar cadangan digital untuk peradaban modern. Di tahun 2026, setiap entitas yang tidak memiliki eksposur pada BTC berarti mereka sedang bertaruh melawan efisiensi matematika.”

Sejalan dengan Saylor, BlackRock kini memandang Bitcoin sebagai aset safe haven yang mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pusat Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

Bagi institusi yang fokus pada infrastruktur keuangan, Ethereum tetap menjadi raja yang tak tergoyahkan. Raoul Pal, CEO Global Macro Investor Raoul GMI, menjelaskan bahwa Ethereum adalah pusat dari digitalisasi aset global.

ethereum

Ethereum adalah ‘Global Settlement Layer’. Semua jalan menuju digitalisasi aset dunia nyata (RWA) bermuara di sini. Institusi memilih ETH karena mereka membutuhkan keamanan yang sudah teruji, bukan sekadar janji kecepatan.

Mesin Utama Adopsi Massal dan Efisiensi

Solana muncul sebagai “kuda hitam” yang paling disukai untuk skalabilitas tinggi. Cathie Wood, CEO ARK Invest CathieDWood, secara terbuka memuji kemampuan teknis jaringan ini dalam menangani transaksi skala besar.

Jika Ethereum adalah Apple-nya blockchain, maka Solana adalah infrastruktur yang memungkinkan adopsi massal terjadi sekarang. Kecepatannya yang setara dengan internet tradisional adalah alasan mengapa kami terus menambah posisi pada SOL.

Bagi banyak manajer aset, Solana dipandang sebagai solusi praktis untuk pembayaran global dan integrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Dukungan eksplisit dari tokoh-tokoh besar ini menunjukkan bahwa pasar kripto 2026 bukan lagi tentang “koin mana yang akan naik,” melainkan “infrastruktur mana yang akan di gunakan oleh dunia.” Bitcoin sebagai emas digital, Ethereum sebagai pusat data keuangan, dan Solana sebagai mesin transaksi cepat adalah tiga pilar yang kini memimpin revolusi ekonomi digital.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga 3 mata uang kripto incaran institusi di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Staking Ethereum Catat Banyak Rekor — Apakah ETH Siap untuk Breakout?

Pada Januari 2026, ekosistem Ethereum mencatat lonjakan aktivitas staking, dengan beberapa metrik mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini bisa mengurangi pasokan likuid dan mendorong potensi breakout harga.

Walaupun harga ETH tetap berada di bawah level US$3.500 selama dua bulan terakhir, analis merasa breakout semakin dekat berkat sinyal on-chain yang positif ini.

Hampir 36 Juta ETH Staking, Mewakili Hampir 30% dari Supply

Data ValidatorQueue menunjukkan bahwa ETH yang di staking telah mencapai 35,9 juta, atau sekitar 29,6% dari total pasokan yang beredar. Dengan harga saat ini, nilainya lebih dari US$119 miliar.

Total ETH Staked vs. % Supply Staked. Source:  ValidatorQueue
Total ETH yang Di-Staking vs. Persentase Pasokan yang Di-Staking | Sumber: ValidatorQueue

Grafik tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Januari. ETH yang di staking naik dari 35,5 juta ke 35,9 juta, mengakhiri fase sideways panjang yang telah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

Pertumbuhan ini terjadi walau harga ETH menurun lebih dari 30% sejak Agustus. Data ini memperlihatkan keyakinan jangka panjang yang kuat dari investor serta memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan Ethereum.

Selain itu, per 15 Januari, antrean staking ETH menembus 2,5 juta ETH, mencetak level tertinggi baru sejak Agustus 2023. Sementara itu, antrean unstaking turun menjadi nol.

Etherem Validator Queue. ValidatorQueue
Antrean Validator Ethereum | Sumber: ValidatorQueue

Capaian ini terutama di picu oleh aktivitas staking dari institusi besar serta Digital Asset Treasury (DAT) yang terdaftar di publik.

Arkham melaporkan bahwa Bitmine milik Tom Lee menambah staking sebanyak 186.500 ETH, senilai lebih dari US$600 juta. Langkah ini membuat total ETH yang di staking Bitmine menjadi 1,53 juta ETH, dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Secara keseluruhan, Tom Lee kini melakukan staking lebih dari 1% dari total pasokan Ethereum.

“Tom Lee melakukan staking ETH senilai miliaran. Dia 100% tahu lebih banyak dibanding kita,” komentar CryptoGoos .

Sementara itu, SharpLink (SBET), perusahaan publik pertama yang memakai Ethereum sebagai aset treasury utama, menyampaikan bahwa aktivitas staking mereka telah menghasilkan lebih dari US$32 juta sejak Juni. Total reward yang terkumpul kini mencapai 11.157 ETH.

Ethereum juga mencatat pencapaian besar lainnya di Januari, karena aktivitas pengguna mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Tren ini mencerminkan besarnya partisipasi dalam transaksi stablecoin dan protokol DeFi di jaringan Ethereum.

Dengan sederet sinyal bullish tersebut, analis memperkirakan Ethereum bisa menembus resistance US$3.450 saat ini dan reli menuju US$4.000. Pandangan ini juga di dukung pola cup-and-handle yang sedang terbentuk dalam jangka pendek.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi breakout ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Dash Balap Monero, Coin Privacy Reli 100% Dalam Sepekan

Dash (DASH) melonjak menjadi performa mingguan terbaik di antara 300 aset kripto teratas, naik lebih dari 100% bahkan mengungguli Monero (XMR).

Peningkatan ini menandakan permintaan yang semakin besar pada aset kripto privasi dan menyoroti potensi DASH untuk menjadi pesaing Monero. Adopsi merchant yang semakin cepat dan akses yang makin mudah juga ikut mendorong tren ini.

DASH Jadi Privacy Coin Paling Banyak Di perdagangkan Saat Kenaikan Mingguan Melebihi 100%

Data BeInCrypto Markets menunjukkan nilai DASH telah naik 102,5% selama sepekan terakhir. Kemarin, altcoin ini menyentuh harga US$88,5 atau tertinggi dalam hampir dua bulan.

Dalam satu hari terakhir saja, DASH sudah meningkat 33,2%. Pada waktu publikasi, harganya di perdagangkan di angka US$82,27. Selain itu, volume perdagangan hariannya sudah melampaui US$1,3 miliar, sehingga menjadi aset paling banyak di perdagangkan di sektor aset kripto privasi, menurut CoinGecko.

Performa Harga DASH | Sumber: BeInCrypto Markets

Kenaikan DASH merupakan bagian dari reli sektor aset kripto privasi secara luas. Berdasarkan CryptoRank, 14 dari 18 token privasi dengan kapitalisasi pasar di atas US$100 juta sudah mencatatkan imbal hasil positif sejak 1 Januari.

“80% token privasi naik di 2026. Seiring tema privasi makin bersinar, banyak token mencapai harga tertinggi terbaru,” tulis postingan tersebut.

Aturan know-your-customer dan anti-pencucian uang yang makin ketat membangkitkan kembali minat pada privasi keuangan sehingga mendorong aset kripto privasi kembali jadi sorotan. Zcash menjadi aset terbaik di sektor ini pada 2025, namun belakangan kekhawatiran terkait tim pengembangannya ikut membebani sentimen pasar.

Situasi ini mungkin saja memicu rotasi modal di dalam ruang privasi, menjauhkan minat dari ZEC. DASH juga turut di untungkan di tengah pergeseran ini, karena adopsi yang makin meningkat mengangkat sentimen pasar dan mendukung performa DASH terbaru dibandingkan Monero.

Pada 13 Januari, Alchemy Pay mengumumkan telah mulai mendukung fitur pembelian fiat on-ramp untuk DASH. Kerja sama ini memungkinkan pengguna di 173 negara untuk membeli DASH menggunakan pembayaran fiat lokal. Jangkauan geografis yang luas ini membuat akses makin mudah serta mengatasi salah satu hambatan terbesar bagi aset kripto privasi.

“Dengan integrasi DASH ke fiat on-ramp, Alchemy Pay memperluas akses ke ekosistem cash digital Dash dan mendukung penggunaannya untuk pembayaran, tabungan, serta aplikasi Web3,” tulis tim tersebut dalam pengumuman.

Sementara itu, data adopsi jangka panjang menempatkan DASH di depan pesaingnya sesama kripto privasi. Analitik Cryptwerk memperlihatkan saat ini terdapat 1.682 merchant yang menerima DASH. Altcoin ini berada di peringkat ketujuh untuk adopsi merchant secara keseluruhan, dengan popularitas sebesar 23,12%. Monero berada di peringkat sepuluh, diterima di 1.225 merchant dengan tingkat adopsi 16,84%.

Selisih dalam penerimaan merchant ini menyoroti keunggulan praktis DASH. Dengan 457 merchant lebih banyak yang menerima DASH daripada Monero, tingkat adopsinya sekitar 37% lebih tinggi.

Outlook Harga DASH

Seiring dorongan bullish yang terus menguat, para analis masih terbagi mengenai apakah reli masih berlanjut atau akan terjadi pergerakan koreksi. Ardi, salah satu analis, menerangkan bahwa aset kripto privasi tersebut telah menunjukkan “kekuatan gila”.

“Jika momentum ini bertahan, sekitar US$77 jadi support likuiditas untuk pantulan. Jika tidak, area retest kemungkinan di US$71–US$73. Selama level itu kuat, zona US$98–US$103 menjadi target selanjutnya. Privacy szn,” paparnya Ardi.

Analis Jens juga memandang tren secara keseluruhan masih positif dan menganggap penurunan harga sebagai peluang beli, dengan potensi kenaikan menuju US$100.

“Setelah membentuk base lama di kisaran US$36–US$40, pembeli masuk dan momentum pun bergeser bullish. Sekarang harga sedang menguji zona resistance US$85–US$90. Jika bertahan kuat di sini, harga bisa menuju di atas US$100. Bahkan koreksi ke US$60–US$65 masih tergolong sehat,” terang analis tersebut dalam laporannya.

Walau begitu, sebagian pelaku pasar tetap berhati-hati dan memprediksi bahwa mungkin terjadi koreksi setelah reli ini.

$DASH / $USD – Update

Waiting on a dump to $53 for a bounce. WHAT A SCAM PUMP. pic.twitter.com/i1cqb6xCf0

— Crypto Tony (@CryptoTony__) January 13, 2026

Meski begitu, indikator teknikal hanya memberikan kemungkinan, bukan kepastian. DASH harus menjaga fundamental, adopsi, dan pertumbuhan sektor privacy-coin secara keseluruhan agar reli-nya bisa berlanjut. Dengan momentum dari sisi teknikal, infrastruktur, dan utilitas, Dash tetap menjadi privacy coin utama yang patut dipantau untuk bersaing dengan rivalnya seperti Monero.

Bagaimana pendapat Anda tentang harga Dash di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

  •  

Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini?

Total market cap aset kripto (TOTAL) anjlok tajam dalam 24 jam terakhir karena lebih dari US$120 miliar hilang dari pasar kripto. Bitcoin (BTC) memimpin penurunan ini ketika sang raja kripto kehilangan level support penting dan Monero (XMR) turun di bawah US$500.

Berita hari ini:-

  • Strategy menyelesaikan pembelian Bitcoin terbesar sejak November 2024, dengan mengakuisisi 22.305 BTC senilai US$2,13 miliar tepat sebelum Bitcoin jatuh di bawah US$90.000. Walaupun memperkuat strategi akumulasi jangka panjang dan meningkatkan total kepemilikan menjadi 709.715 BTC, saham Strategy justru turun lebih dari 7%.
  • Trump Media & Technology Group telah menetapkan 2 Februari 2026 sebagai tanggal pencatatan untuk distribusi token digital baru kepada pemegang saham yang memenuhi syarat melalui kerja sama dengan Crypto.com. Para pemegang saham yang memiliki setidaknya satu lembar saham DJT secara penuh pada tanggal tersebut berhak menerima distribusi token ini.

Pasar Aset Kripto Mengalami Crash

Total market cap aset kripto turun sebanyak US$120 miliar selama 24 jam terakhir dan kini berada di kisaran US$2,98 triliun. Penurunan ini mendorong TOTAL di bawah ambang krusial US$3,00 triliun. Penjualan besar-besaran di pasar mencerminkan tingginya keengganan risiko ketika investor meninjau ulang eksposur mereka di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang meningkat.

Penurunan ini terjadi setelah ancaman pengenaan tarif baru oleh Presiden Trump terhadap Eropa. Di saat yang sama, harga emas yang naik mengalihkan modal dari kripto, sehingga menegaskan profil risiko tinggi pasar kripto. Jika kondisi ini terus berlangsung, tekanan jual bisa makin meningkat dan mendorong market cap pasar aset kripto ke level support berikutnya di kisaran US$2,92 triliun.

Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Analisis Harga TOTAL | Sumber: TradingView

Pemulihan pasar sangat tergantung pada stabilitas di pasar global. Jika kondisi makro membaik dan selera risiko kembali, TOTAL bisa saja kembali merebut level US$3,00 triliun. Jika berhasil tembus di atas level ini, peluang naik ke US$3,05 triliun terbuka, yang akan menandakan kepercayaan pasar mulai pulih dan tekanan bearish di pasar aset kripto mulai mereda.

Bitcoin Turun di Bawah US$90.000

Harga Bitcoin turun 3,6% dalam 24 jam terakhir dan pada waktu publikasi diperdagangkan di kisaran US$89.225. Penurunan ini menunjukkan kekhawatiran investor yang semakin besar setelah BTC tergelincir di bawah level psikologis US$90.000. Volatilitas yang meningkat ini menandakan sikap hati-hati di pasar aset kripto secara umum.

Saat ini, BTC bertahan dekat level support US$89.241, yang menjadi zona teknikal penting jangka pendek. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, harga berpeluang stabil dan memancing aksi beli saat harga turun. Ketika support ini terjaga, Bitcoin berpeluang merebut kembali US$90.000 dan melaju ke resistance berikutnya di kisaran US$91.298.

Bitcoin Price Analysis
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Risiko penurunan masih ada jika momentum bullish melemah. Jika Bitcoin tidak mampu bertahan di support US$89.241, tekanan jual kemungkinan besar bakal berlanjut. Dalam skenario tersebut, harga Bitcoin bisa bergerak menuju US$87.210, sehingga membatalkan skenario pemulihan dan memperkuat dominasi bearish dalam jangka pendek.

Monero Bersinar sebagai Performa Terburuk

XMR tercatat sebagai aset kripto dengan performa terburuk selama 24 jam terakhir, anjlok 21% dan diperdagangkan di kisaran US$491. Penurunan tajam ini membuat Monero jatuh di bawah level psikologis US$500. Tekanan jual yang masif mencerminkan sentimen pasar yang memburuk sebab investor mulai mengurangi eksposur pada aset privasi di tengah melemahnya pasar secara keseluruhan.

Arus di chain menunjukkan keluarnya dana dari XMR, sehingga menandakan skeptisisme yang semakin tinggi di antara para holder. Arus keluar dana yang terus berlanjut biasanya mendahului koreksi yang lebih dalam. Jika tren ini terus terjadi, harga Monero bisa turun ke level support US$450, membatasi peluang pemulihan dan memperkuat momentum bearish dalam waktu dekat.

XMR Price Analysis.
Analisis Harga XMR | Sumber: TradingView

Pembalikan arah tetap mungkin terjadi jika pembeli mampu mengendalikan pasar. Jika XMR berhasil mengambil kembali level US$500 sebagai support, itu akan menjadi sinyal teknikal penting. Bertahan di atas level ini bisa memicu reli hingga resistance US$560, membatalkan skenario bearish dan membuka peluang bagi XMR untuk memulihkan sebagian kerugiannya.

  •  
❌