Normal view

Top Strategist Wall Street Tak Lagi Percayai Bitcoin, Kenapa? | Berita Kripto AS

19 January 2026 at 03:05

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing, rangkuman esensial perkembangan kripto terpenting untuk hari ini.

Silakan ambil secangkir kopi, karena hari ini kita tidak membahas grafik harga, arus masuk exchange-traded fund (ETF), maupun narasi halving berikutnya. Alih-alih, kita akan membahas sesuatu yang jauh lebih tidak nyaman: apakah Bitcoin, seperti yang ada saat ini, memang dibangun untuk bertahan lama.

Berita Kripto Hari Ini: Mengapa Salah Satu “Bitcoin Bull” Terbesar Wall Street Memilih Pergi

Perubahan yang senyap namun berdampak besar tengah terjadi dalam cara institusi memandang kripto. Christopher Wood, global head of equity strategy di Jefferies dan salah satu strategist pasar paling diperhatikan di Wall Street, telah menghapus Bitcoin sepenuhnya dari model portofolio andalannya.

Petinggi Jefferies tersebut tidak menyebut volatilitas harga sebagai alasan, melainkan keraguan akan daya tahan aset ini dalam jangka panjang.

Wood memangkas alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model Jefferies dan mengalihkannya secara merata ke emas fisik serta saham penambang emas.

Keputusan ini dipaparkan dalam edisi terbaru newsletter Greed & Fear, di mana Wood menyoroti ancaman jangka panjang yang diakibatkan oleh kemajuan komputasi kuantum terhadap keamanan Bitcoin dan anggapan Bitcoin sebagai penyimpan nilai.

“Ancaman komputasi kuantum yang dahulu terasa jauh sekarang membuat salah satu analis pasar yang paling diperhatikan memutuskan untuk meninggalkan Bitcoin,” lapor Bloomberg mengutip pernyataan Wood di newsletter tersebut, serta menyoroti bagaimana sebuah risiko teoretis kini mulai masuk ke dalam konstruksi portofolio utama.

Wood adalah salah satu pendukung institusional awal untuk Bitcoin, yang pertama kali menambahkan aset ini ke dalam portofolio modelnya pada Desember 2020 di tengah stimulus era pandemi dan kekhawatiran atas penurunan nilai mata uang.

Kemudian, ia menambah eksposur menjadi 10% di 2021. Menariknya, sejak penambahan awal tersebut, Bitcoin telah naik sekitar 325%, sedangkan emas hanya naik 145%. Meski begitu, Wood menyatakan performa bukan lagi hal yang utama.

Menurutnya, komputasi kuantum telah melemahkan argumen bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai andal untuk jangka panjang, khususnya bagi investor pensiun dan jangka waktu panjang lainnya.

“Ada kekhawatiran yang semakin besar di komunitas Bitcoin bahwa komputasi kuantum mungkin hanya tinggal beberapa tahun lagi, bukan satu dekade atau lebih,” tulis Wood.

Memang, keamanan Bitcoin saat ini bertumpu pada sistem kriptografi yang membuat komputer masa kini nyaris mustahil mendapatkan private key dari public key.

Akan tetapi, jika komputer kuantum yang relevan untuk kriptografi (CRQC) hadir, hal ini dapat mematahkan asimetri tersebut. Ini bisa membuat para penyerang mampu menemukan kembali private key hanya dalam hitungan jam atau hari.

Risiko Kuantum, Tata Kelola, dan Pemikiran Ulang Institusional tentang Bitcoin

Perdebatan ini membuka jurang yang semakin lebar antara pengelola modal dan pengembang. Nic Carter, partner di Castle Island Ventures, menangkap ketegangan ini dalam sebuah postingan pada bulan Desember lalu.

The discrepancy between capital and developers on this issue is massive. Capital is concerned and looking for a solution. Devs are mainly in complete denial. Inability to even acknowledge quantum risk is already weighing on the price.

— nic carter (@nic_carter) December 18, 2025

Kendati demikian, isu utama terletak pada tata kelola. Solusi yang diusulkan—seperti membakar koin yang rentan terhadap kuantum atau memaksa migrasi ke kriptografi pasca-kuantum—mengundang pertanyaan pelik seputar hak kepemilikan dan perubahan aturan main.

The crypto community is debating the threat of quantum computers to the blockchain, specifically for Bitcoin.

I will explain to you what the threat is.

Modern blockchains rely on asymmetric cryptography.

The following principles apply:

▪️A private key is a secret number… pic.twitter.com/0DUQkSWfx4

— Cardano YOD₳ (@JaromirTesar) December 22, 2025

Jefferies menyoroti bahwa meski Bitcoin pernah mengalami fork sebelumnya, tindakan untuk menyita atau membatalkan koin bisa merusak nilai-nilai mendasar yang membuat jaringan ini dipercaya.

Selain itu, Jefferies juga menyoroti bahwa sebagian besar suplai Bitcoin bisa saja rentan jika skenario kuantum benar-benar terjadi. Termasuk di antaranya:

  • Aset dari era Satoshi yang disimpan di alamat Pay-to-Public-Key (P2PK)
  • Koin yang hilang, dan
  • Alamat yang digunakan ulang berkali-kali dalam banyak transaksi

Apabila dijumlahkan, potensi ini menyentuh jutaan BTC.

Analisis terbaru dari Coinbase juga menggemakan sejumlah kekhawatiran tersebut. Kepala Riset Investasi Coinbase David Duong mengatakan, komputasi kuantum membawa risiko jangka panjang, bukan hanya untuk keamanan private key, tetapi bisa memengaruhi model ekonomi serta keamanan Bitcoin.

Walau menekankan bahwa teknologi kuantum saat ini masih belum mampu membobol Bitcoin, Duong mengingatkan ada sekitar 6,5 juta BTC yang rentan akan serangan kuantum dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat migrasi ke kriptografi pasca-kuantum menjadi sangat penting, meskipun pelaksanaannya masih bertahun-tahun lagi.

Bitcoin At Risk of Quantum Attacks due to Vulnerable Addresses
Bitcoin Berisiko Terkena Serangan Quantum akibat Alamat yang Rentan | Sumber: David Duong di LinkedIn


Sementara itu, Wood mengatakan bahwa pertanyaan jangka panjang seputar komputasi kuantum justru menjadi hal positif untuk emas dalam jangka panjang. Pandangan ini didasarkan pada sejarah emas sebagai lindung nilai yang telah teruji dan bebas dari ketidakpastian teknologi maupun tata kelola.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam pola pikir institusional. Pendiri dan CIO Cyber Capital, Justin Bons, menyatakan Bitcoin bisa saja runtuh kapan saja setelah tahun 2033. Meski begitu, Bons menjelaskan penyebabnya adalah subsidi miner yang terus menurun setelah halving dan biaya transaksi yang rendah.

BTC will collapse within 7 to 11 years from now!

First, the mining industry will fall, as the security budget shrinks

That is when the attacks begin; censorship & double-spends

Core will then have to increase inflation beyond 21M, splitting the chain & that will be the end! 🧵… pic.twitter.com/HqFmhW480L

— Justin Bons (@Justin_Bons) January 15, 2026

Menurut Justin Bons, 51% attack bisa menjadi menguntungkan dengan biaya harian di bawah US$3 juta, sehingga berpotensi memungkinkan terjadinya double-spend di exchange dengan nilai miliaran. Semua kekhawatiran ini berkaitan dengan keamanan Bitcoin.

Chart of the Day

Performa Harga Bitcoin dan Emas Sejak Alokasi Modal Awal Wood | Sumber: TradingView

Byte-Sized Alpha

Berikut rangkuman berita kripto AS menarik lainnya hari ini:

Ringkasan Pre-Market Saham Kripto

PerusahaanPenutupan per 15 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$170,91US$172,74 (+1,07%)
Coinbase (COIN)US$239,28US$241,38 (+0,88%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$31,99US$32,21 (+0,69%)
MARA Holdings (MARA)US$10,66US$10,74 (+0,75%)
Riot Platforms (RIOT)US$16,57US$16,76 (+1,15%)
Core Scientific (CORZ)US$18,08US$18,25 (+0,94%)
Lomba Pembukaan Pasar Crypto Equities: Google Finance

Bagaimana pendapat Anda tentang berita kripto AS teranyar ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

3 Altcoin Akhir Pekan Yang Wajib Dipantau | 17 – 18 Januari

16 January 2026 at 17:00

Dengan pasar yang nampaknya mulai berubah dari bullish ke bearish, kini muncul pertanyaan apakah reli altcoin belakangan ini akan bertahan atau tidak. Sementara beberapa altcoin mungkin sangat tergantung pada perkembangan eksternal, sebagian lainnya masih mengikuti arahan dari pergerakan BTC. Simak 3 altcoin yang wajib di pantau akhir pekan ini.

BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin berikut yang berpotensi mengejutkan investor di akhir pekan ini.

Chiliz (CHZ)

Chiliz nampaknya akan menjalani akhir pekan yang berpotensi bullish setelah mengumumkan visi Chiliz 2030. Roadmap jangka panjang tersebut berfokus pada pengembangan blockchain olahraga dan mendorong adopsi di dunia nyata. Update strategi ini telah meningkatkan sentimen terhadap CHZ, sehingga altcoin ini berada pada posisi yang lebih baik di mata investor yang sedang menilai prospek pertumbuhan jaringan di masa depan.

Walau pengumuman ini mungkin belum cukup untuk memicu pemulihan penuh, pengumuman tersebut bisa menjaga minat setelah reli mingguan CHZ sebesar 30%. Saat ini CHZ diperdagangkan di level US$0,057 dan kemungkinan akan konsolidasi di dekat level harga sekarang. Jika CHZ mampu bertahan di atas US$0,053, hal itu menandakan stabilitas yang menunjukkan para pembeli masih aktif hingga akhir pekan walaupun katalis jangka pendeknya terbatas.

CHZ Price Analysis
Analisis Harga CHZ | Sumber: TradingView

Risiko pergerakan ke bawah masih ada karena indikator momentum menunjukkan tanda waspada. Money Flow Index mengisyaratkan kondisi overbought, yang menandakan tekanan beli mungkin sudah jenuh. Jika aksi ambil untung mulai meningkat, CHZ bisa jatuh di bawah US$0,053. Koreksi lebih dalam ke area US$0,050 akan membatalkan outlook netral dan menegaskan tekanan bearish jangka pendek.

Dash (DASH)

DASH menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik pekan ini setelah meroket 114% hanya dalam tujuh hari. Saat ini altcoin tersebut diperdagangkan mendekati US$80, ditopang oleh momentum beli yang sangat kuat. Meski reli besar sudah terjadi, DASH masih 24,8% di bawah level US$100, sehingga para trader terus memantau apakah kekuatan reli ini dapat bertahan.

Kenaikan harga DASH baru-baru ini terjadi setelah adopsi merchant meningkat, salah satunya ketika Alchemy Pay mengintegrasikan jaringan DASH. Namun indikator momentum menunjukkan kehati-hatian. Chaikin Money Flow menampilkan divergensi bearish, di mana harga mencetak higher high sementara CMF justru melemah. Ini mengindikasikan terjadi arus keluar modal di balik reli DASH, sehingga meningkatkan risiko pergerakan harga ke bawah.

DASH Price Analysis.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView

Jika tekanan jual makin kuat, DASH bisa kehilangan support di US$74 dan turun ke kisaran US$63 dalam waktu dekat. Pergerakan ini akan mengonfirmasi fase koreksi. Sebaliknya, jika arus modal masuk kembali, harga bisa stabil. Permintaan yang berkelanjutan akan memungkinkan DASH memperpanjang kenaikan dan mencoba menantang level US$100 pada pekan depan.

Polygon (POL)

Salah satu altcoin lain yang perlu diperhatikan akhir pekan ini adalah POL, yang tampil sangat volatil di bulan Januari dengan reli 46% pada pekan lalu saat sentimen bullish mendominasi perdagangan awal. Tapi, momentum tersebut langsung memudar. Ketidakpastian pasar yang tinggi menyebabkan pergerakan harga sangat tajam, sehingga POL turun 15,6% minggu ini.

Reversal mendadak ini menunjukkan kepercayaan pasar yang sangat rapuh dan menggambarkan betapa cepatnya permintaan spekulatif bisa lenyap.

Arus modal ke POL juga melemah signifikan dalam beberapa sesi terakhir, sehingga POL jadi salah satu altcoin pertama yang ditinggalkan investor. Chaikin Money Flow menampilkan arus masuk yang mengering sepenuhnya. Jika arus keluar menguasai pasar, tekanan turun bisa semakin kuat. Dalam kondisi seperti itu, harga POL berisiko turun ke zona support US$0,138.

POL Price Analysis
Analisis Harga POL | Sumber: TradingView

Pembalikan bullish masih mungkin terjadi jika sentimen di pasar secara umum membaik. Akumulasi yang terjadi lagi bisa mendorong POL kembali ke atas support di US$0,155. Jika harga bertahan di level ini, maka kepercayaan jangka pendek bisa kembali pulih. Dengan pembelian yang berkelanjutan, POL berpotensi memperpanjang pemulihan menuju US$0,183 sehingga membatalkan outlook bearish saat ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Harga HBAR Turun 40% sejak Peluncuran ETF Canary; Apa yang Salah?

16 January 2026 at 15:00

Pergerakan harga Hedera belakangan ini kesulitan membangkitkan kepercayaan, karena HBAR gagal mempertahankan pemulihan yang berarti.

Walaupun ekspektasi tinggi setelah peluncuran exchange-traded fund (ETF) HBAR, performa token yang datar menyoroti narasi yang sudah sering terjadi di dunia aset kripto. Kejadian ini semakin mirip dengan skenario klasik “beli saat rumor, jual saat berita resmi”.

HBAR ETF – Kisah yang Mengecewakan

Canary HBAR ETF muncul sebagai salah satu ETP aset kripto dengan performa paling lemah sejak debutnya. Saat peluncurannya di akhir Oktober, produk ini sempat menarik minat kuat dan mencapai puncaknya dengan arus masuk kumulatif sekitar US$30.000.000. Tapi, momentum itu dengan cepat menghilang dan sampai sekarang belum kembali secara konsisten.

Data terbaru menunjukkan ETF ini hanya mencatat arus masuk sebesar US$875.000, sementara sebagian besar hari perdagangan arus bersihnya tetap datar di angka nol. Pola ini mencerminkan aksi spekulatif sebelum peluncuran ETF. Begitu ETF diperdagangkan, peserta awal merealisasikan keuntungan, memicu tekanan jual yang terus berlanjut. Persetujuan ETF itu sendiri gagal menarik permintaan baru yang berarti.

Lebih lanjut, dampak ETF ini lebih ke simbolis dibanding penggerak modal nyata. Canary ETF memang meningkatkan visibilitas, tapi tidak mampu mendorong permintaan spot HBAR yang signifikan. Tanpa volume lanjutan yang kuat, harga pun gagal bertahan di level teknikal penting, sehingga pergerakan turun semakin cepat.

Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

HBAR ETF.
HBAR ETF | Sumber: SoSoValue

Indikator teknikal memperkuat pandangan hati-hati ini. Chaikin Money Flow, yang melacak pergerakan modal pada holder besar, mulai turun di bawah garis nol. Berdasarkan sejarah, perubahan pada CMF seperti ini sering kali bertepatan dengan periode kelemahan harga HBAR, karena outflow mulai mendominasi inflow.

Perilaku ini menandakan minat institusi dan whale masih sangat rentan. Saat modal keluar dari Hedera, harga biasanya langsung bereaksi dengan cepat. Jika CMF terus menurun, bisa jadi ini pertanda gelombang distribusi selanjutnya. Dinamika ini akan membatasi upaya harga untuk naik dan membuat pemulihan sulit tercapai.

HBAR CMF
HBAR CMF | Sumber: TradingView

Pemulihan Harga HBAR Sulit

Sejak ETF HBAR resmi diperdagangkan, harga token turun sekitar 41%, dari US$0,200 menjadi sekitar US$0,117 pada waktu publikasi. Penurunan ini memperjelas adanya kesenjangan antara ekspektasi dan permintaan nyata di pasar. Setelah penurunan tajam, HBAR kini memasuki fase konsolidasi yang menandakan ketidakpastian arah selanjutnya.

Hasil serupa yang bergerak dalam rentang sempit sepertinya akan kembali terjadi. HBAR kini bergerak di antara resistance US$0,131 dan support US$0,113. Jika tekanan jual bertambah dan outflow makin besar, penurunan di bawah US$0,113 kemungkinan menyusul. Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya di US$0,104, sedangkan US$0,096 akan menjadi support yang lebih dalam.

HBAR Price Analysis.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView

Skenario bullish hanya mungkin terjadi jika arus modal berubah. Jika outflow melambat dan sentimen pasar secara umum membaik, HBAR bisa stabil di sekitar US$0,113 dan memantul naik. Pergerakan tegas di atas US$0,131 akan membuka harapan pemulihan. Jika harga berhasil menembus US$0,150, asumsi bearish akan gugur dan kepercayaan pasar pun bisa kembali.

Bitcoin Berpotensi Runtuh dalam 7–11 Tahun, Pendiri Cyber Capital Wanti-wanti

17 January 2026 at 03:50

Pendiri sekaligus Chief Investment Officer Cyber Capital, Justin Bons, memprediksi bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi kolaps dalam kurun 7 hingga 11 tahun ke depan.

Ia menunjuk pada menurunnya security budget (anggaran keamanan), meningkatnya risiko 51% attack, serta apa yang ia sebut sebagai pilihan mustahil yang harus dihadapi jaringan Bitcoin. Menurut Bons, kerentanan fundamental ini dapat menggerus kepercayaan dan bahkan memicu perpecahan chain.

Model Keamanan Ekonomi Bitcoin Mulai Dipertanyakan

Selama bertahun-tahun, para pakar telah menyoroti berbagai risiko yang mengancam Bitcoin, terutama komputasi kuantum, yang berpotensi merusak standar kriptografi saat ini.

Tetapi, lewat sebuah unggahan yang detail, Bons menyampaikan kekhawatiran yang berbeda. Ia menilai ancaman jangka panjang Bitcoin ada pada model keamanan ekonominya.

“BTC akan runtuh dalam 7 sampai 11 tahun mendatang! Industri mining akan tumbang terlebih dahulu, seiring anggaran keamanan yang menyusut. Saat itulah serangan mulai terjadi; sensor & double-spend,” tulisnya.

Inti dari argumennya adalah penurunan anggaran keamanan Bitcoin. Setiap kali halving terjadi, reward miner terpotong setengah, sehingga insentif untuk mengamankan jaringan pun turut melemah.

Halving terbaru terjadi pada April 2024, dan akan terus berlangsung setiap empat tahun sekali. Menurut Bons, untuk mempertahankan tingkat keamanan saat ini, Bitcoin butuh kenaikan harga eksponensial yang berkelanjutan atau biaya transaksi yang permanen tinggi, dua hal yang ia anggap tidak realistis.

Bitcoin's Declining Security Budget
Anggaran Keamanan Bitcoin yang Menurun. Sumber: X/Justin Bons

Pendapatan Miner Susut, Risiko Serangan Bertambah

Menurut Bons, pendapatan miner, bukan sekadar hashrate, adalah tolok ukur paling penting untuk keamanan jaringan. Ia menyoroti bahwa seiring efisiensi perangkat keras yang meningkat, hashrate bisa naik walaupun biaya memproduksi hash turun, sehingga hashrate menjadi indikator yang menyesatkan tentang ketahanan terhadap serangan.

Menurutnya, pendapatan miner yang menurun langsung menurunkan biaya untuk menyerang jaringan. Ketika biaya menjalankan 51% attack lebih kecil daripada potensi keuntungan dari double-spending atau mengacaukan jaringan, serangan seperti itu jadi masuk akal secara ekonomi.

“Teori permainan kripto-ekonomi bergantung pada hukuman & imbalan, carrot & stick. Itulah alasan kenapa pendapatan miner menentukan biaya sebuah serangan. Untuk sisi imbalannya: Double-spending dengan 51% attack yang menyasar exchange, adalah vektor serangan yang sangat realistis karena keuntungan potensialnya sangat besar,” ulas unggahan itu.

Saat ini, biaya transaksi hanya menyumbang sebagian kecil dari pendapatan miner. Ketika subsidi blok mendekati nol dalam beberapa dekade mendatang, Bitcoin nyaris hanya bisa mengandalkan biaya transaksi untuk menjaga keamanan jaringan. Akan tetapi, ruang blok terbatas bikin jumlah transaksi dan total pendapatan biaya jadi terbatas.

Bons juga menyatakan kecil kemungkinan biaya tinggi bisa bertahan lama, sebab pengguna cenderung keluar dari jaringan setiap kali biaya membengkak, sehingga biaya tidak dapat secara konsisten menggantikan subsidi blok dalam jangka panjang.

Kemacetan, Dinamika Bank Run, dan Ancaman Death Spiral

Selain kekhawatiran soal anggaran keamanan, Bons juga memperingatkan potensi skenario “rush ke bank”. Menurut dia,

“Bahkan menurut estimasi paling konservatif, jika setiap pengguna BTC saat ini hanya melakukan satu transaksi, antrean akan panjang hingga 1,82 bulan!”

Ia memaparkan bahwa saat terjadi kepanikan, jaringan tidak akan mampu memproses penarikan dengan cukup cepat sehingga pengguna bisa terjebak karena kemacetan dan biaya yang melonjak. Kondisi ini mirip dengan bank run.

Bons juga menyoroti mekanisme penyesuaian tingkat kesulitan dua minggu sekali pada Bitcoin sebagai risiko yang bisa memperburuk. Jika harga turun tajam, miner yang tidak lagi untung bisa tutup usaha, sehingga produksi blok melambat sampai penyesuaian berikutnya.

“Karena kepanikan bikin harga jatuh, lalu makin banyak miner tutup, sehingga chain makin melambat, memicu kepanikan baru yang bikin harga makin terjun dan masih lebih banyak miner menutup operasinya, begitu seterusnya, tanpa henti…Itu disebut sebagai siklus ganas dalam teori permainan, juga dikenal sebagai negative feedback loop atau death spiral,” tutur Bons.

Ia menambahkan bahwa risiko kemacetan ini membuat self-custody massal jadi tidak aman saat periode stres, dan memperingatkan bahwa pengguna bisa saja tidak dapat keluar dari jaringan ketika lonjakan permintaan terjadi.

Dilema yang Tidak Terhindarkan untuk Bitcoin

Sebagai penutup, Bons menyimpulkan bahwa Bitcoin menghadapi dilema mendasar.

Satu opsi adalah meningkatkan total suplai di atas batas 21 juta BTC demi menjaga insentif miner dan keamanan jaringan. Namun, langkah ini akan merusak proposisi nilai utama Bitcoin dan hampir pasti memicu perpecahan chain.

Opsi lainnya, terang dia, adalah membiarkan model keamanan terus melemah, yang berarti eksposur terhadap serangan dan sensor akan semakin besar.

“Kemungkinan terbesar, dalam 7 sampai 11 tahun ke depan, kedua opsi yang saya paparkan & lebih banyak lagi bisa terjadi bersamaan,” tulis Bons.

Ia juga mengaitkan masalah ini dengan warisan perang ukuran blok, dan berpendapat bahwa kendala tata kelola dalam Bitcoin Core membuat perubahan protokol yang bermakna sulit terjadi secara politis sebelum krisis benar-benar memaksa. Saat momen itu terjadi, ia memperingatkan, bisa saja sudah terlambat.

Bagaimana pendapat Anda tentang risiko runtuhnya Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Harga Zcash di Persimpangan – Breakout US$450 atau Crash di Bawah US$400 Selanjutnya?

16 January 2026 at 13:00

Zcash memasuki fase yang lebih tenang setelah berminggu-minggu mengalami pergerakan tajam, dengan volatilitas harga yang kini menurun signifikan. Perlambatan ini memicu terbentuknya pola segitiga simetris, yang ditandai oleh higher low dan lower high yang semakin rapat.

Ketika ZEC semakin terkompresi dalam pola ini, para trader memperhatikan dengan seksama, karena perilaku investor akan menentukan pergerakan besar berikutnya.

Penjualan Zcash Semakin Menguat

Data on-chain menunjukkan peningkatan kewaspadaan di antara para holder Zcash. Data Nansen mencatat adanya peningkatan saldo ZEC di exchange terpusat secara konsisten. Tren ini biasanya menandakan niat investor untuk menjual, karena aset dipindahkan dari wallet pribadi ke exchange untuk mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.

Peningkatan saldo di exchange sebesar 16% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan bahwa para holder kini lebih fokus menjaga modal daripada menambah kepemilikan. Perilaku ini mencerminkan keyakinan yang melemah dan menambah tekanan jual secara bertahap, sehingga bisa membebani harga selama fase konsolidasi.

Ingin info token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Zcash Exchange Balance
Saldo Zcash di Exchange | Sumber: Nansen

Tekanan jual biasanya juga meluas ke pasar derivatif, sehingga risiko meningkat akibat likuidasi. Pada kasus Zcash, peta likuidasi saat ini menunjukkan adanya asimetri yang membatasi percepatan penurunan. Posisi short berada di area US$500 dengan eksposur sekitar US$48 juta, lebih tinggi dibandingkan US$25 juta posisi long yang terkumpul di kisaran US$357.

Ketidakseimbangan ini bikin penjual short relatif masih aman saat ini, sementara trader long justru menanggung risiko lebih besar dalam waktu dekat. Jika ZEC turun lebih dalam dan posisi long terlikuidasi, maka minat bullish bisa semakin luntur. Kondisi seperti ini biasanya mengurangi permintaan leverage, sehingga aktivitas Futures akan tetap rendah sampai ada sinyal arah yang lebih jelas.

Zcash Liquidation Map.
Peta Likuidasi Zcash | Sumber: Coinglass

Harga ZEC Menanti Arah yang Jelas

ZEC tetap bergerak dalam pola segitiga simetris, dengan harga tertinggi dan terendah yang makin mendekat satu sama lain. Struktur ini biasanya mengindikasikan bahwa akan ada pergerakan tajam ketika volatilitas makin menurun. Saat harga mendekati puncak pola, trader perlu mempersiapkan diri pada potensi breakout atau breakdown yang dipengaruhi oleh arus spot market dan posisi derivatif.

Kondisi saat ini lebih condong ke risiko penurunan. Tekanan jual yang terus berlangsung serta saldo exchange yang naik meningkatkan peluang terjadinya breakdown di bawah US$405. Jika harga menyentuh US$340, kemungkinan besar akan terjadi likuidasi posisi long. Efek domino ini bisa memperdalam penurunan harga, menyeret harga Zcash hingga ke level US$300 seiring memudarnya keyakinan para bullish.

ZEC Price Analysis.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView

Skenario positif pun masih terbuka jika tekanan jual mereda dan dana masuk kembali ke pasar. Breakout bersih di atas batas atas segitiga di sekitar US$504 bakal membatalkan skenario bearish. Langkah ini berpotensi memicu likuidasi short, membuka peluang reli cepat menuju US$600 seiring momentum berpihak penuh ke para pembeli.

Apa Kenaikan 500% Token GAS Mengungkap Tentang Meta Baru yang Muncul di Dunia Kripto

16 January 2026 at 11:40

Gas Town (GAS) muncul sebagai altcoin top gainer harian di pasar aset kripto, naik lebih dari 500% dan mencetak all-time high (ATH) baru hari ini.

Reli ini menjadi bagian dari tren baru yang berkembang di mana para builder makin banyak memanfaatkan aset kripto untuk mendukung pengembangan proyek.

Apa Itu Token Gas Town (Gas)?

Token GAS terinspirasi dari Gas Town. Proyek ini merupakan framework AI multi-agent orchestration buatan Steve Yegge, mantan engineer senior di Google dan Amazon.

“Yegge merilis Gas Town pada 1 Januari 2026: sebuah open-source workspace manager multi-agent yang dirancang untuk mengoordinasikan dan mengatur AI coding agent seperti Claude Code dan Gemini. Framework ini memungkinkan pengembang menjalankan 20–30 (atau lebih) AI agent secara bersamaan dalam proyek kompleks tanpa kehilangan konteks, tanpa menciptakan konflik merge, ataupun membuat kekacauan tugas,” tulis Lookonchain .

Gas Town berbeda dengan asisten biasa karena berfungsi seperti pabrik coding AI skala industri. Arsitektur agent yang bertingkat terdiri atas bagian yang disebut Town (kantor pusat) dan Rigs (repository).

Sistem ini juga memiliki peran seperti Mayor (agent utama), Overseer (pengguna), Refinery, Polecats, Crew, Witness, Deacon, dan Dogs. Seperti yang dijelaskan posting blog Yegge, Gas Town “mirip sekali dengan” Kubernetes dan Temporal, serta “100% vibe coded.

Berkat pertumbuhan minat pada proyek ini, sebuah token langsung muncul, meski bukan dari Yegge sendiri. Seorang anggota komunitas anonim menciptakan token GAS di BAGS.

BAGS merupakan platform crypto yang berfokus pada kreator dan launchpad di blockchain Solana. Dalam blog terbaru, Yegge mengungkapkan bahwa komentar seorang pengguna membuatnya sadar dia telah menerima dana sekitar US$49.000 dalam bentuk BAGS.

“Singkat cerita, pagi ini saya benar-benar mengklaim penghasilan saya; totalnya waktu itu sudah naik jadi US$68.000 dan sekarang menjadi US$75.000. Dan saat postingan ini mulai beredar, yah, bisa dibilang saya akan ada klaim tambahan lagi,” terang dia . “Sebagai pencipta Gas Town, saya mendapatkan 99% dari trading fee tersebut, berkat orang yang menciptakan koin GAS.”

Ia juga menuturkan bahwa dana tersebut akan memungkinkan dirinya berinvestasi ulang ke proyek, sehingga peluang Gas Town menjadi lebih sukses makin terbuka lebar.

“Dengan AI, ekonomi kreator akan mengalahkan ekonomi korporasi. Dalam 2 tahun ke depan semuanya akan terbalik,” papar Yegge.

Mengapa Gas Token Mengalami Reli?

Menariknya, token ini sudah mencuri perhatian beberapa key opinion leader (KOL), sehingga membuat popularitasnya makin meroket dan sepertinya turut memicu reli harga terbaru ini.

so yea Jim the name's $gas, gas town

this genius-level dev Yegge created kubernetes for concurrent agentic workflows straight from his home desk

then the crypto kids tokenized it, now hes adopted it and used the fees to fund his exploration into the future of post-agi devwork pic.twitter.com/OULemrj3qL

— Ansem (@blknoiz06) January 16, 2026

Menurut data GeckoTerminal, kapitalisasi pasar token GAS sempat menyentuh hampir US$60.000.000 hari ini, yang merupakan ATH baru. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di US$0,044, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$44.000.000.

Aktivitas trading ikut melonjak seiring pergerakan harga. GAS mencatat volume perdagangan 24 jam sebesar US$109.000.000, naik tajam 1.613%.

GAS Token Price Performance
Performa Harga Token GAS | Sumber: GeckoTerminal

Investor awal telah menikmati imbal hasil besar berkat lonjakan harga GAS. Lookonchain melaporkan seorang trader (S2XVoy) membelanjakan US$394 untuk mendapatkan 12,6 juta token GAS. Dari jumlah tersebut, investor tersebut telah menjual 5,3 juta token dengan nilai sekitar US$98.800. Selain itu, nilai sisa asetnya, yaitu 7,3 juta GAS, kini telah naik menjadi sekitar US$322.500.

“Hanya dengan US$394 bisa jadi profit US$420.700 — cuan 535x lipat!” bunyi unggahan tersebut.

Token GAS menunjukkan bagaimana pengembang AI open-source dapat memakai aset kripto untuk menggalang dana langsung dari komunitasnya. RALPH adalah contoh lain.

Token ini terinspirasi dari teknik Ralph Wiggum yang dikembangkan oleh Geoffrey Huntley. Dia telah secara terbuka mendukung token ini dan membuat website khusus untuknya. Sebanyak 99% royalti dialokasikan untuk mendukung riset terbuka Huntley tentang software evolusioner.

“Akhir-akhir ini ada fenomena baru yang terjadi di onchain…Fenomena ini terutama berfokus pada para founder AI open source, pengembang, dan engineer yang memanfaatkan aset kripto untuk mengumpulkan sumber daya, mirip seperti yang kita lihat pada tren agent meta dan Internet Capital Markets. Jika dibandingkan dengan tren sebelumnya, gelombang kali ini nampaknya jauh lebih berakar pada pengembangan nyata di dunia nyata,” terang Connor King .

Meski tren baru ini menyoroti cara-cara baru bagi pengembang untuk menarik perhatian dan sumber daya melalui mekanisme asli kripto, hasil akhirnya kemungkinan bakal berbeda-beda di setiap proyek. Penting juga untuk dicatat bahwa GAS adalah token baru dengan kapitalisasi pasar di bawah US$100,000.000.

Aset dengan ukuran seperti ini bisa sangat fluktuatif dan rentan terhadap manipulasi harga. Investasi pada token tahap awal membawa risiko besar, dan pembaca harus melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.

Minat pasar terhadap token seperti ini biasanya menunjukkan perpaduan antara eksperimen teknologi, partisipasi komunitas, dan aktivitas spekulatif. Meski begitu, seberapa berkelanjutan model-model ini akan sangat bergantung pada eksekusi, transparansi, dan relevansi jangka panjang.

Tiga Privacy Coin Mid-cap Alami Akumulasi Besar oleh Whale pada Januari

16 January 2026 at 10:45

Meski aset privasi terkemuka seperti Monero (XMR), Zcash (ZEC), dan Dash (DASH) sudah mencapai kapitalisasi pasar miliaran US dollar dan mencatatkan lonjakan harga yang kuat, aliran modal saat ini nampaknya mulai berpindah ke aset privasi dengan kapitalisasi lebih kecil.

Pada bulan Januari, aktivitas akumulasi mencolok terjadi pada beberapa altcoin dengan kapitalisasi menengah hingga rendah. Hal ini bisa menunjukkan posisi crypto whale yang bersiap menghadapi ekspektasi bahwa narasi aset privasi akan terus menarik modal pada tahun 2026.

1. Horizen (ZEN)

Horizen adalah protokol layer privasi yang dibangun di Base, yaitu jaringan layer-2 Ethereum.

Horizen bertujuan menghadirkan privasi dengan tetap taat regulasi. Protokol ini memungkinkan institusi, perusahaan, dan pengguna untuk melakukan transaksi serta perhitungan di on-chain secara rahasia, dapat diverifikasi, serta sesuai aturan hukum.

ZEN saat ini termasuk altcoin berkapitalisasi menengah, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$226 juta. Pada bulan Januari, harga ZEN naik lebih dari 50%. Walaupun sudah terjadi rebound, nilainya masih turun lebih dari 90% dibanding puncak tahun 2021.

Grayscale Investment ZEN Holdings
Kepemilikan ZEN oleh Grayscale Investment | Sumber: Coinglass

ZEN juga menjadi bagian dari produk investasi Grayscale melalui Grayscale Horizen Trust. Data CoinGlass memperlihatkan Grayscale meningkatkan akumulasi ZEN sejak akhir 2024. Saat ini, mereka memegang lebih dari 948.000 ZEN, atau setara dengan lebih dari 5% dari total suplai yang beredar.

Akumulasi berlanjut dari Grayscale, meskipun harga ZEN sudah anjlok lebih dari 70% sejak akhir 2024, menjadi sinyal keyakinan jangka panjang dari investor Grayscale. Sebelumnya, promosi Grayscale juga menjadi salah satu pendorong utama reli ZEC tahun lalu.

Beberapa investor yakin bahwa setelah reli Monero (XMR) dan Dash (DASH), Horizen (ZEN) bisa menjadi kandidat berikutnya.

“Kami sudah mengambil posisi besar di Horizen (ZEN). Altcoin ini tampak siap untuk pump agresif setelah XMR dan DASH mencatatkan kenaikan besar,” ujar The Whale Pod .

2. Railgun (RAIL)

RAILGUN merupakan sistem privasi dan keamanan on-chain yang dibangun langsung di berbagai blockchain, seperti Ethereum, BSC, Polygon, dan Arbitrum.

Railgun memanfaatkan kriptografi zero-knowledge (ZK) agar pengguna bisa bertransaksi dan menggunakan layanan decentralized finance (DeFi) secara anonim.

RAIL adalah token governance dari RAILGUN dan sekarang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$165 juta. Data Nansen menunjukkan dalam 30 hari terakhir, saldo RAIL di exchange turun lebih dari 5%. Sementara itu, saldo di wallet whale justru naik lebih dari 24%.

Saldo RAIL di Exchange | Sumber: Nansen

Sebuah laporan dari Messari, platform analitik on-chain, menjelaskan bahwa sepanjang 2025, Railgun memproses transaksi shielded dan unshielded senilai US$2 miliar. Aktivitas ini menghasilkan pendapatan sebesar US$5 juta.

Railgun Quant, peneliti di Messari, menyoroti bahwa dengan harga di bawah US$3, RAIL bisa jadi sedang undervalued. Harga token ini secara potensial dapat naik dua kali lipat dari level saat ini.

“Bahkan di harga US$3,10, RAIL masih diperdagangkan dengan diskon lebih dari 50% dari estimasi model valuasi RAILGUN saya di level dasar US$6,26,” terang Railgun Quant .

3. Decred (DCR)

Decred (DCR) adalah blockchain layer-1 yang menggunakan mekanisme konsensus hybrid Proof-of-Work (PoW) dan Proof-of-Stake (PoS). Jaringan ini juga mendukung transaksi yang menjaga privasi pengguna.

Saat ini, DCR memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$479 juta. Tren akumulasi tercermin dari meningkatnya persentase suplai yang di-stake sejak kuartal IV 2025.

Data Decred mencatat, sudah ada lebih dari 10 juta DCR yang di-stake atau lebih dari 62% dari total suplai. Angka ini menjadi rasio tertinggi sejak Maret 2025.

Partisipasi Stake Railgun | Sumber: Decred Charts

Di tengah meningkatnya minat terhadap privacy coin, Decred kini masuk dalam 5 besar privacy coin berdasarkan kapitalisasi pasar di CoinGecko. Para analis memperkirakan harganya bisa menembus level saat ini di US$27,6 dan bahkan berpotensi mencapai US$60.

“DCR baru saja breakout dari akumulasi! Pola inverse head & shoulders sudah terkonfirmasi. Ini menggeser pasar ke mode markup!” prediksi analis AltCryptoTalk .

Pakar masih memberi nilai tinggi pada narasi privacy coin hingga 2026. Privacy coin berkapitalisasi besar yang sudah bernilai miliaran dolar mungkin akan mendapat tekanan untuk realisasi cuan. Altcoin dengan kapitalisasi kecil punya risiko likuiditas yang lebih tinggi. Privacy coin berkapitalisasi menengah bisa menjadi pilihan seimbang dan berpotensi masuk ke dalam grup kapitalisasi pasar miliaran dolar.

Harga PENGU Lewatkan Sinyal di Kerja Sama Pudgy Penguins dengan Manchester City

16 January 2026 at 10:12

Pudgy Penguins mengumumkan kemitraan bersejarah dengan klub sepak bola Premier League, Manchester City.

Ini menjadi salah satu kolaborasi paling bergengsi antara merek Web3 dan penggemar olahraga global.

Kerja Sama Pudgy Penguins dan Manchester City Tunjukkan Strategi Baru NFT

Kolaborasi ini akan menghadirkan koleksi NFT eksklusif beserta merchandise premium, sehingga memperluas jangkauan Pudgy Penguins jauh melampaui audiens kripto tradisional.

“Kami sangat antusias mengumumkan bahwa kami akan berkolaborasi dengan Man City untuk perilisan koleksi dan merchandise premium, sehingga membawa Pengu ke jutaan fans Man City di seluruh dunia,” tulis Pudgy Penguins dalam sebuah postingan.

Tim tersebut menambahkan bahwa kemitraan ini dirancang untuk saling memperkenalkan kedua belah pihak. Artinya, mereka membawa PENGU ke para penggemar mereka secara global, dan sekaligus memperkenalkan Man City ke komunitas Pudgy Penguins yang lebih luas.

Working with Man City on this high-end collectible and merch drop will bring Pengu to their fans globally, while also introducing Man City to the wider Pudgy Penguins audience.

We are ecstatic to bring Pengu to the world of football alongside Man City on January 17th. pic.twitter.com/MQ3PnHkfF4

— Pudgy Penguins (@pudgypenguins) January 15, 2026

Koleksi NFT dan perilisan merchandise ini dijadwalkan pada 17 Januari 2026, dan akan menyasar audiens berusia 18 tahun ke atas.

Saat Pudgy Penguins menyebut “perilisan koleksi dan merchandise premium,” artinya mereka lebih menekankan posisi eksklusif, bukan NFT massal. Strategi ini mengikuti tren terbaru di sektor ini, yang fokus pada kualitas, pengenalan merek, dan relevansi budaya di dunia nyata.

Penting untuk melihat dampak kerja sama ini bagi Pudgy Penguins, sebab ini menjadi langkah ekspansi strategis yang besar. Manchester City memiliki basis penggemar global yang sangat besar dan sangat aktif secara komersial di dunia sepak bola.

Peluang ini memberi Pudgy Penguins akses ke jutaan calon pelanggan yang memang sudah terbiasa membeli merchandise dan koleksi berlisensi dari klub favorit mereka.

Dengan menggandeng merek olahraga papan atas, Pudgy Penguins terus berupaya memposisikan PENGU sebagai intellectual property yang mainstream, bukan hanya karakter yang muncul dari dunia kripto saja.

Pudgy Penguins and Manchester City partnership announcement
Pengumuman partnership yang menampilkan karakter Pudgy Penguins dengan jersey Manchester City | Sumber: Pudgy Penguins/X

Mengapa Pudgy Penguins Bertaruh pada Budaya, Bukan Harga Jangka Pendek

Langkah ini juga menyoroti bagaimana organisasi olahraga besar kini semakin sering bereksperimen dengan koleksi digital setelah siklus NFT sebelumnya melemah.

Bukannya membuat NFT spekulatif berdiri sendiri, kolaborasi seperti ini justru menitikberatkan pada storytelling merek, merchandise fisik, dan penggemar. Perlu dicatat, hal-hal ini memang sudah menjadi keunggulan klub sepak bola selama ini.

Walaupun pengumuman ini jadi sorotan, harga token PENGU tidak menunjukkan reaksi harga yang langsung atau signifikan.

Pudgy Penguins (PENGU) Price Performance
Performa Harga Pudgy Penguins (PENGU) | Sumber: CoinGecko

Harga PENGU turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$0,01222 pada waktu publikasi.

Kemitraan ini nampaknya lebih sebagai langkah branding jangka panjang, bukan pemicu trading jangka pendek. Meski demikian, sentimen terhadap token ini masih tetap optimistis secara umum.

People want “the next runner”

The runner is still $PENGU

Conviction feels stupid before it feels genius pic.twitter.com/EpEPFV9IWv

— Fuel (@fuelkek) January 15, 2026

Tazman, salah satu pengguna populer di X, menyoroti momentum ekosistem yang lebih luas, sekaligus memperkirakan harga PENGU masih berpotensi naik lagi di tahun 2026.

“…lihat saja bagaimana US$PENGU meroket di tahun 2026, naik 60% sejak 2025!!!! Percayalah pada 2026, para penguin akan tampil dengan sangat jelas dan berani,” tulis Tazman.

Tazman juga memaparkan bahwa banyak proyek besar, seperti OKX dan Crypto.com, sudah mulai mencantumkan penguin di postingan mereka.

Year of the Penguin. pic.twitter.com/YoR2tTR0Yp

— OKX (@okx) January 7, 2026

Meski pergerakan harga masih landai untuk saat ini, kolaborasi Pudgy Penguins dan Manchester City ini merefleksikan tren yang lebih luas. Merek Web3 yang berhasil kini lebih bersaing dalam hal relevansi budaya dan jangkauan global.

Hal ini berbeda dibanding sekadar fokus pada metrik on-chain saja, dan agak mirip dengan langkah yang dilakukan BitMine baru-baru ini.

Jika dieksekusi dengan baik, peluncuran pada 17 Januari nanti bisa menjadi contoh baru bagaimana NFT dapat menyatu dengan fandom olahraga mainstream di fase adopsi kripto berikutnya.

Bitcoin Mendekati US$98.000 Take Profit Atau Hold?

16 January 2026 at 09:32

Harga Bitcoin menunjukkan pemulihan stabil dalam beberapa sesi terakhir, dengan kenaikan yang kini menempatkan BTC di dekat zona potensial breakout. Kenaikan berkelanjutan ini membuat suasana pasar menjadi lebih optimistis meskipun tetap berhati-hati.

Tapi, saat momentum bullish terus menguat, keuntungan holder jangka pendek yang naik menciptakan risiko yang sudah sering terjadi dan bisa menghambat laju kenaikan Bitcoin.

Beberapa Holder Bitcoin Keluar, Sementara yang Lain Membeli di Saat Harga Turun

Baru-baru ini, Bitcoin melonjak hingga ke level tertinggi dua bulan di dekat US$97.500, yang merupakan level terkuat sejak awal November. Reli ini terjadi meski partisipasi investor ritel terlihat berkurang secara signifikan. Data on-chain dalam tiga hari terakhir menunjukkan jumlah holder Bitcoin menurun, menandakan investor kecil memilih keluar.

“terjadi penurunan bersih sebanyak -47.244 holder, yang menunjukkan bahwa para ritel mulai keluar karena FUD & ketidaksabaran,” sorot Santiment.

Pada waktu yang sama, saldo Bitcoin di exchange turun ke titik terendah dalam tujuh bulan, sekitar 1,18 juta BTC. Persediaan yang lebih rendah di exchange seringkali menandakan tekanan jual instan yang juga menurun.

Ini merupakan kali ketiga dalam tiga bulan terakhir di mana penurunan saldo exchange berbarengan dengan stabilisasi harga. Jika digabung, sinyal-sinyal ini memperkuat kepercayaan bahwa Bitcoin sepertinya sedang membentuk titik terendah lokal baru.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Bitcoin Could Be Forming A Bottom.
Bitcoin Bisa Saja Sedang Membentuk Titik Terendah Baru | Sumber: Santiment

Indikator makro memberi warna tambahan bagi narasi pemulihan. Market Value to Realized Value Long/Short Difference menunjukkan holder jangka pendek kembali mendominasi profitabilitas dibandingkan holder jangka panjang. Aksi akumulasi baru-baru ini, bersama dengan harga yang naik, membuat profit holder jangka pendek menyentuh level tertinggi sejak Januari 2023.

Secara historis, profitabilitas jangka pendek yang tinggi bisa jadi sinyal ganda. Walau ini menunjukkan permintaan dan kekuatan harga yang membaik, holder jangka pendek biasanya lebih mudah menjual. Hingga saat ini, belum ada bukti distribusi agresif. Tapi, keuntungan yang terus bertambah bisa saja menggoda holder tipe ini untuk mengambil profit, yang nantinya bisa memperlambat pemulihan Bitcoin.

Bitcoin MVRV Long/Short Difference
Bitcoin MVRV Long/Short Difference | Sumber: Santiment

Harga BTC Punya Breakout di Depan Mata

Pada waktu publikasi, Bitcoin bergerak di kisaran US$95.372 dan berada dalam pola ascending broadening wedge. Struktur ini kerap membawa sentimen bullish bila harga mampu breakout dan bertahan. Breakout yang terkonfirmasi membutuhkan Bitcoin untuk merebut kembali level US$98.000 dan berhasil retest sebagai support.

Jika kondisi saat ini tetap bertahan, formasi dasar harga yang terlihat bisa mendukung kenaikan selanjutnya. Menahan level psikologis US$95.000 tetap jadi kunci. Jika zona ini berhasil dipertahankan, kemungkinan besar pembeli terdorong kembali mencoba menantang US$98.000. Jika level tersebut berhasil menjadi support, jalan menuju target psikologis di US$100.000 akan terbuka.

Bitcoin Price Analysis.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Skenario bearish juga masih bisa terjadi. Jika momentum bullish melemah dan holder jangka pendek mulai mengambil profit, Bitcoin dapat saja kehilangan support US$95.000. Jika terjadi, besar kemungkinan BTC turun ke US$93.471 atau bahkan lebih rendah lagi. Breakdown di bawah zona ini akan membatalkan skenario bullish dan menunda upaya breakout berikutnya.

Stablecoin RLUSD Cetak ATH di Tengah Dorongan Institusi Ripple — tapi XRP Tertinggal

16 January 2026 at 08:42

Stablecoin RLUSD dari Ripple yang di dukung oleh US dollar, melonjak ke level tertinggi baru, di dorong oleh serangkaian kerja sama penting dan pencapaian regulasi yang mempercepat adopsinya di kalangan investor institusional.

Akan tetapi, sepertinya RLUSD menjadi satu-satunya token yang mendapatkan keuntungan dari kemajuan dan ekspansi Ripple, sedangkan XRP justru harus menanggung tekanan dari kekuatan pasar.

Kapitalisasi Pasar RLUSD Melonjak Melewati US$1,38 Miliar saat Ripple Perluas Adopsi Institusional

Data DefiLlama memperlihatkan bahwa kapitalisasi pasar stablecoin RLUSD kini sudah melewati US$1,38 miliar. Ini membuat RLUSD menjadi salah satu aset digital dengan pertumbuhan tercepat, karena US$125 juta tambahan sejak akhir November 2025.

  • Baca Juga: Analisis: Aksi Jual Masif 200 Juta XRP Tak Halangi Reli Harga
RLUSD Market Cap
Kapitalisasi Pasar RLUSD | Sumber: DefiLlama

Pendorong terbaru dari pertumbuhan RLUSD berasal dari kemitraan baru Ripple bersama LMAX Group. LMAX Group sendiri merupakan marketplace lintas aset terkemuka di dunia untuk valuta asing dan aset digital.

We’re partnering with @LMAX to accelerate institutional stablecoin adoption and cross-asset mobility.$RLUSD will be integrated as core collateral across LMAX’s global marketplace — unlocking cross-collateral efficiencies across crypto and traditional markets. https://t.co/5Q34wIbYZV

— Ripple (@Ripple) January 15, 2026

Melalui kerja sama jangka panjang ini, RLUSD akan di integrasikan sebagai aset jaminan utama di seluruh infrastruktur trading institusional LMAX.

Integrasi ini memungkinkan bank, broker, dan institusi buy-side untuk memanfaatkan RLUSD sebagai jaminan silang dan efisiensi margin di spot crypto, futures perpetual, hingga CFD trading.

“Bermitra dengan pemimpin seperti Ripple merupakan pencapaian penting bagi LMAX,” ujar David Mercer, CEO LMAX Group. “Dengan kejelasan regulasi yang semakin besar di AS dan global, stablecoin yang didukung fiat akan menjadi katalis utama dalam mempertemukan TradFi dan aset digital, dan RLUSD sudah berada di posisi terdepan.”

Kemitraan dengan LMAX ini juga di dukung oleh komitmen pendanaan senilai US$150 juta dari Ripple. Dukungan ini akan memperkuat strategi pertumbuhan lintas aset jangka panjang dari exchange tersebut.

Klien institusi bisa menikmati likuiditas yang semakin tinggi, kustodi yang aman melalui wallet terpisah, serta akses 24 jam setiap hari ke marketplace lintas aset. Menariknya, fitur ini biasanya tidak tersedia untuk mata uang fiat konvensional.

“LMAX sudah lama menjadi pemimpin dalam menyediakan infrastruktur yang transparan dan teregulasi seperti yang dibutuhkan oleh pelaku institusional. Kemitraan ini akan mempercepat pemanfaatan RLUSD—yang kini sudah masuk lima besar stablecoin USD—dalam salah satu lingkungan trading terbesar dan paling canggih,” tambah Jack McDonald, SVP Stablecoin di Ripple.

Perjalanan pertumbuhan RLUSD ikut di perkuat oleh pengumuman dari Interactive Brokers bahwa klien yang memenuhi syarat nantinya dapat mendanai akun mereka menggunakan stablecoin ini. Langkah ini memperluas kehadiran RLUSD ke layanan broker utama.

RLUSD get's more traction:

Interactive Brokers (Nasdaq: IBKR), an automated global electronic broker, today announced that eligible clients of Interactive Brokers LLC (IB LLC) can now fund their brokerage accounts using stablecoin.

Clients can fund their accounts by sending… pic.twitter.com/ulGAM6O4iu

— Leonidas (@LeoHadjiloizou) January 15, 2026

Lembaga institusi besar lain yang mulai menggunakan RLUSD termasuk DBS, Franklin Templeton, dan SBI Holdings. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang makin tinggi terhadap RLUSD sebagai aset kliring dan jaminan yang tepercaya.

Ethereum Kuasai Pasokan RLUSD, Batasi Utilitas XRP

Meskipun menorehkan kesuksesan, mayoritas suplai RLUSD (hampir 76%) justru berada di Ethereum dan bukan di native XRP Ledger (XRPL) milik Ripple.

Ripple’s RLUSD on Ethereum vs. XRPL
RLUSD Ripple di Ethereum vs. XRPL | Sumber: DefiLlama

Dengan demikian, walau integrasi ke Ethereum membuka likuiditas DeFi yang besar, hal ini membatasi utilitas langsung dari XRP. Pasalnya, transaksi RLUSD di Ethereum tidak berkontribusi pada mekanisme burn XRP maupun pendapatan bagi holder.

A friend of mine FaceTimed me today. Long-time $XRP holder.

He'd just found out RLUSD lives on Ethereum. He was in awe, wondering what's the point of Ripple then.

I LOL'd and said "I've been tweeting about it non-stop for weeks".

He later swapped his XRP for $LINK & $ETH. pic.twitter.com/4Jr9GoEkaq

— jfab.eth (@josefabregab) September 2, 2025

Situasi ini pun memicu perdebatan di komunitas XRP maupun masyarakat kripto secara umum. Kekhawatiran bermunculan karena inovasi Ripple seharusnya langsung mendorong permintaan XRP.

>RLUSD largely displaces the need for XRP for cross border transactions
>80% of RLUSD is on Ethereum
>Ethereum doesn’t use XRP
>XRP holders don’t receive revenue from RLUSD
>XRP is the gas token of a chain that has little to no activity
>Little to no XRP is burned on XRPL

You…

— Zach Rynes | CLG (@ChainLinkGod) September 30, 2025

Meski demikian, persetujuan regulasi secara konsisten memperkuat kredibilitas institusional RLUSD. Otoritas Regulasi Jasa Keuangan Abu Dhabi (FSRA) telah memberikan izin RLUSD untuk digunakan secara institusional dan teratur.

Sementara itu, persetujuan EMI awal di Luksemburg membuka jalan untuk ekspansi operasi secara luas di Uni Eropa. Ripple kini diakui sebagai salah satu perusahaan kripto paling patuh regulasi di dunia, dengan lebih dari 75 lisensi resmi.

Dengan kapitalisasi pasar melebihi US$1,38 miliar serta deretan kemitraan bergengsi yang terus bertambah, RLUSD siap melaju lebih jauh lagi.

Integrasi RLUSD ke infrastruktur trading LMAX Group sekaligus pengakuan dari regulator global menandai langkah besar menuju adopsi stablecoin secara massal, menjembatani pasar kripto dan ekosistem TradFi.

Ripple (XRP) Price Performance
Performa Harga Ripple (XRP) | Sumber: BeInCrypto

Pada waktu publikasi, XRP diperdagangkan di harga US$2,08, turun lebih dari 1% selama 24 jam terakhir.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Polygon PHK Nyaris 30% Karyawan Pasca Akuisisi, Apa Alasannya?

16 January 2026 at 03:11

Polygon kabarnya melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran secara internal, menurut sejumlah pihak yang mengetahui situasi tersebut. Sumber industri menyebut kepada BeInCrypto bahwa sekitar 30% staf diberhentikan dalam pekan ini.

Di berbagai platform media sosial, sejumlah karyawan yang terhubung dengan Polygon serta figur dalam ekosistemnya mulai membagikan unggahan terkait kepergian mereka dan perubahan tim yang sedang berlangsung.

after a far too short of a run, i was let go from @0xPolygon today in a restructuring. sad!

but im ready to find my next home and give it everything.

— regan (@0xthegipper) January 15, 2026

Pergeseran Strategis Besar di Polygon?

Faktanya, ini bukan kali pertama jaringan layer-2 (L2) tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Pada 2024 lalu, perusahaan juga merumahkan hampir 20% dari total tenaga kerjanya.

Adapun timing terjadinya langkah ini selaras dengan restrukturisasi yang sudah Polygon sinyalkan dalam beberapa pekan terakhir. Awal bulan ini, Polygon Labs menyampaikan bahwa mereka tengah menyelaraskan ulang tenaga kerja dengan strategi baru yang berfokus pada pembayaran (payments-first), setelah melakukan pergeseran besar dari narasi murni scaling dan DeFi.

Perubahan arah tersebut terjadi setelah Polygon melakukan rangkaian akuisisi senilai lebih dari US$250 juta, termasuk Coinme—on-ramp fiat ke kripto yang teregulasi di Amerika Serikat—serta Sequence, penyedia wallet dan infrastruktur pembayaran lintas-chain.

Secara kolektif, aset-aset ini membentuk fondasi dari apa yang kini Polygon namai sebagai Open Money Stack, yakni sistem terintegrasi secara vertikal untuk pembayaran stablecoin yang teregulasi serta pergerakan dana on-chain.

Grafik Harga POL Dalam Sebulan Terakhir | Sumber: CoinGecko

Di saat yang sama, Polygon terus menggencarkan upgrade jaringan. Upgrade Madhugiri yang baru-baru ini tayang meningkatkan throughput dan mempersiapkan blockchain tersebut untuk volume transaksi yang lebih tinggi.

Perubahan-perubahan ini juga tecermin di pasar. Native token Polygon, POL, mencatat reli tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Namun secara internal, transisi ini nampaknya datang dengan konsekuensi. Meski sejumlah unggahan di media sosial mengeklaim bahwa beberapa PHK dilakukan melalui email, Polygon memberikan klarifikasi kepada BeInCrypto.

.@Polygon is laying people off via email, extremely fucking cool guys

— David Z. Morris (@davidzmorris) January 15, 2026

“Setiap karyawan yang terdampak menjalani percakapan langsung secara real-time dengan manajer mereka. Restrukturisasi ini berkaitan dengan integrasi pasca-akuisisi. Dengan bergabungnya tim Coinme dan Sequence, jumlah total karyawan diperkirakan akan tetap relatif seimbang,” ujar Kurt Patat, Head of Communications Polygon Labs, kepada BeInCrypto.

Untuk saat ini, Polygon belum mengonfirmasi secara resmi rumor PHK yang beredar tersebut. Namun, dengan semakin terlihatnya kepergian staf di berbagai platform media sosial, perubahan internal di Polygon kian nyata.

Bagaimana pendapat Anda tentang PHK massal oleh Polygon ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

60% Lebih Trader Rugi di Token NYC Dukungan Eric Adams

16 January 2026 at 02:55

Eric Adams, yang mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota New York dua minggu lalu, melakukan langkah besar ke dunia kripto dengan meluncurkan token miliknya sendiri, NYC.

Namun, kurang dari 24 jam kemudian, lebih dari separuh dari 4.300 trader yang membeli token tersebut justru menelan kerugian. Proyek ini dengan cepat menunjukkan karakteristik khas meme coin. Sejumlah analis menyebut peristiwa ini sebagai skenario rug pull klasik.

Kebangkitan Tak Terduga Meme Coin Politik

Banyak pihak mengira tahun 2025 menandai berakhirnya gelombang meme coin. Setelah serangkaian peluncuran token oleh presiden aktif yang berujung pada kerugian ratusan ribu dolar, narasi ini kehilangan dukungan besar dari investor ritel.

Namun, Eric Adams kelihatannya menghidupkan kembali tren tersebut tepat sebelum benar-benar ditinggalkan. Pada Senin lalu, mantan Wali Kota New York itu mengumumkan peluncuran token NYC melalui media sosial.

Adams menyatakan token tersebut dibuat untuk “melawan penyebaran antisemitisme dan anti-Amerikanisme yang semakin cepat”.

Meski begitu, peluncurannya justru berakhir dengan kerugian besar bagi mayoritas trader. Token NYC sempat melesat hingga kapitalisasi pasar US$600 juta, sebelum anjlok tajam ke bawah US$100.000.

Melihat pola yang berulang dari kejadian serupa di masa lalu, komunitas kripto pun segera mulai mencari indikasi adanya insider.

Data On-Chain Picu Tuduhan Insider

Analisis lanjutan dari platform analitik blockchain Bubblemaps mengungkap bahwa sebuah wallet yang terhubung dengan deployer token menarik sekitar US$2,5 juta dalam bentuk USDC dari liquidity pool yang menopang perdagangan NYC, tepat saat harga token mencapai puncaknya.

Ketika harga token jatuh sekitar 60%, kreator NYC kemudian memasukkan kembali token senilai US$1,5 juta ke dalam liquidity pool.

“Wallet NYC memang mengembalikan sebagian dana ke liquidity pool dan membuat dua order beli besar (satu senilai US$200.000 dan satu lagi US$300.000) untuk melakukan pembelian kecil setiap 60 detik. Pergerakan ini, selain mencurigakan, tidak dikomunikasikan sebelumnya dan memicu banyak ketidakpercayaan,” ujar analis blockchain Blockworks, Fernando Molina, kepada BeInCrypto.

Manuver tersebut juga tidak banyak membantu memulihkan harga. Hingga kini, keberadaan sisa dana sekitar US$1 juta lainnya masih belum jelas.

Sementara itu, para investor harus menerima kenyataan pahit. Pada Rabu (14/1), Bubblemaps mengungkap bahwa 60% dari 4.300 trader yang berinvestasi di token tersebut mengalami kerugian. Lebih dari separuh di antaranya rugi kurang dari US$1.000, sementara sebagian lainnya menderita kerugian jauh lebih besar. Bahkan, 15 trader kehilangan lebih dari US$100.000.

The $NYC aftermath

4,300 total traders, 60% lost money:

• 2,300 lost <$1k
• 200 lost $1k – $10k
• 40 lost $10k – $100k
• 15 lost $100k+ pic.twitter.com/HjYGj5bSBG

— Bubblemaps (@bubblemaps) January 14, 2026

Dalam analisisnya, Molina membandingkan peluncuran NYC dengan rug pull terkenal lainnya, seperti token LIBRA yang diluncurkan oleh Presiden Argentina Javier Milei pada Februari tahun lalu.

“Dari sudut pandang teknis, ada banyak kemiripan, terutama cara liquidity pool—pasar tempat NYC atau LIBRA diperdagangkan—dibentuk, yang memiliki keunikan tidak lazim dalam peluncuran semacam ini (single-sided liquidity pools),” jelasnya. “Tidak ada indikasi jelas bahwa timnya sama, tetapi kemiripannya sangat mencolok.”

Seiring itu, Adams mulai menghadapi tudingan sebagai insider.

Adams Bantah Tuduhan di Tengah Sorotan

Pada Rabu, Todd Shapiro, juru bicara Adams, merilis pernyataan yang menanggapi tuduhan rug pull tersebut.

“Laporan terbaru yang menuduh Eric Adams memindahkan dana dari NYC Token adalah keliru dan tidak didukung bukti apa pun,” tulisnya. “Tidak pernah ada niat keterlibatan untuk keuntungan pribadi atau finansial.”

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa, seperti banyak token baru lainnya, proyek ini mengalami volatilitas tinggi pada fase awal.

Statement from Todd Shapiro, spokesperson for former NYC Mayor Eric Adams: pic.twitter.com/kza4UGvApJ

— Eric Adams (@ericadamsfornyc) January 14, 2026

Namun, penjelasan itu tidak cukup meredakan sorotan terhadap Adams, yang memang memiliki keterlibatan unik dalam dunia kripto.

Selama menjabat sebagai Wali Kota New York, Adams dikenal sebagai pendukung vokal cryptocurrency, kerap mempromosikan Bitcoin dan teknologi blockchain. Bahkan sebelum resmi menjabat, ia sempat mengumumkan rencana menerima tiga gaji pertamanya dalam bentuk Bitcoin.

Meski demikian, masa jabatannya penuh kontroversi, dibayangi tuduhan korupsi dan tingkat persetujuan publik yang sangat rendah, membuat peluangnya untuk terpilih kembali semakin berat.

Meniru strategi Presiden AS Donald Trump yang merangkul pelobi kripto menjelang kampanye pemilihannya, Adams terus memosisikan diri sebagai politisi pro-kripto. Namun, pendekatan tersebut gagal mengamankan masa jabatan kedua.

Walau begitu, peluncuran NYC Token menandai kali pertama Adams secara pribadi memperkenalkan proyek aset kripto. Sampai sejauh ini, perjalanannya masih penuh lika-liku. 

Bagaimana pendapat Anda tentang kerugian yang melanda 60% trader di token NYC ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Lebih dari 200 Juta XRP Telah Terjual Tahun Ini, namun Reli Harga Masih Berlanjut

15 January 2026 at 20:00

XRP mengalami volatilitas tinggi selama beberapa hari terakhir, yang mencerminkan persaingan antara tekanan jual dan akumulasi jangka panjang.

Pergerakan harga masih terkendali, tapi pemulihan tetap belum pasti karena investor bereaksi berbeda terhadap perubahan kondisi pasar. Meskipun menghadapi tantangan ini, XRP masih mampu mempertahankan tren naik secara keseluruhan sejak awal 2026.

Holder XRP Menunjukkan Sentimen Campuran

Tekanan jual menjadi hambatan utama bagi XRP bulan ini. Data saldo exchange menunjukkan bahwa kepemilikan XRP di platform terpusat bertambah sekitar 206 juta token sejak Januari dimulai. Total saldo exchange kini mendekati 1,66 miliar XRP, menandakan distribusi yang berkelanjutan.

Pada harga saat ini, pergerakan ini merepresentasikan sekitar US$430 juta nilai XRP yang siap dijual dalam waktu kurang dari dua minggu. Arus masuk konsisten ke exchange seperti ini biasanya menandakan kepercayaan pelaku jangka pendek yang mulai menurun. Kalau pola ini terus berlanjut, harga bisa tertekan karena pasokan jangka pendek ikut naik.

Ingin dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

XRP Balance On Exchanges
Saldo XRP di Exchange | Sumber: Glassnode

Pola ini menunjukkan bahwa banyak investor memilih untuk mengurangi risiko daripada jadi holder di tengah ketidakpastian. Saldo di exchange yang tinggi biasanya terjadi saat pelaku pasar ambil untung atau bertahan dalam posisi defensif. Untuk XRP, tekanan jual ini sejauh ini membatasi laju kenaikan, walaupun harga tidak mengalami penurunan lebih dalam.

Meski aksi jual jangka pendek masih terlihat, data jangka panjang justru memberi gambaran yang lebih seimbang. HODLer Net Position Change menunjukkan bar hijau yang makin besar sejak awal Januari. Hal ini menandakan bahwa holder jangka panjang lebih memilih mengakumulasi atau menahan daripada melepas kepemilikannya.

Perubahan perilaku pada wallet lama ini membantu menyerap sebagian tekanan jual. Holder jangka panjang sering jadi penyeimbang saat volatilitas meningkat, sehingga risiko penurunan harga tetap terbatas. Keyakinan mereka juga meningkat sejak awal 2026, sehingga efek arus masuk ke exchange jadi berkurang.

XRP HODLer Position Change.
Perubahan Posisi HODLer XRP | Sumber: Glassnode

Tren Naik Harga XRP Terus Berlanjut

XRP diperdagangkan di kisaran US$2,11 pada waktu publikasi, bertahan di atas support penting US$2,10. Pergerakan harga tetap menjaga pola naik sejak awal bulan. Mempertahankan level ini sangat penting untuk menjaga tren saat ini.

Sinyal yang beragam menunjukkan XRP masih bisa membentuk higher lows dalam jangka waktu ke depan. Namun, kalau tekanan jual makin kuat, token ini kemungkinan masuk ke fase konsolidasi. Jika itu terjadi, pergerakan harga cenderung akan berada di kisaran antara support US$2,10 dan resistance US$2,20.

XRP Price Analysis.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView

Skenario bullish yang lebih kuat sangat bergantung pada berkurangnya aksi jual. Kalau arus masuk ke exchange melambat dan permintaan membaik, XRP bisa reli dari US$2,10 dan merebut kembali US$2,20. Jika breakout terjadi, harga punya peluang menuju US$2,31. Untuk memulihkan penurunan sejak November 2025 di dekat US$2,50 masih mungkin dicapai, walaupun butuh kesabaran dan akumulasi secara terus-menerus.

Bisakah DASH Bergerak Menuju US$100 atau Tekanan Jual Akan Menghambatnya Terlebih Dahulu?

15 January 2026 at 18:00

Dash mencatat salah satu reli terkuat dalam beberapa bulan terakhir, melesat dari US$37 menjadi hampir US$80 dalam waktu singkat. Pergerakan ini mencerminkan minat baru terhadap aset kripto berfokus privasi dan perkembangan terbaru ekosistemnya.

Meskipun momentumnya terlihat kuat, beberapa indikator baru menunjukkan reli ini bisa saja memasuki fase yang rentan.

Dash Ditakdirkan untuk Mengalami Reversal

Indikator momentum memberikan sinyal untuk waspada. Money Flow Index Dash berada kokoh di area overbought, menunjukkan tekanan beli yang mungkin sudah berlebihan. MFI menilai harga dan volume secara bersamaan, dan pembacaan ekstrem seringkali terjadi sebelum terjadi koreksi jangka pendek. Kondisi ini mengisyaratkan permintaan mulai mendekati titik jenuh.

Situasi serupa muncul pada November 2025 setelah reli tajam Dash. Pada saat itu, kondisi overbought diikuti koreksi cepat karena trader mengamankan cuan. Memang, sejarah tidak selalu terulang, tapi hal ini menyoroti risiko penurunan yang meningkat saat antusiasme terlalu cepat melonjak.

Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.

DASH MFI
DASH MFI | Sumber: TradingView

Pembacaan overbought juga menggambarkan spekulasi yang semakin tinggi. Jika laju kenaikan harga melebihi permintaan yang benar-benar kuat, biasanya koreksi akan mengikuti. Untuk Dash, sentimen memang masih optimistis, namun sinyal teknikal menyarankan untuk tetap waspada.

Dash Sudah Mencatat Arus Keluar

Tren arus modal secara umum ikut menambah sentimen hati-hati. Indikator Chaikin Money Flow membentuk divergensi bearish terhadap harga. Meskipun Dash terus mencatatkan higher high, CMF gagal mengkonfirmasi pergerakan itu dengan arus masuk yang lebih kuat, justru membentuk higher low.

Divergensi ini mengisyaratkan bahwa dukungan modal yang mendasari mulai melemah. Dana mulai keluar dari aset meski harga masih naik, pola yang sering terjadi karena hype, bukan akumulasi yang berkelanjutan. Kondisi seperti ini biasanya cepat berbalik begitu momentum mulai menurun.

DASH CMF
DASH CMF | Sumber: TradingView

Jika harga bergerak naik tanpa didukung arus masuk yang seimbang, reli makin rapuh. Untuk Dash, ketidakseimbangan ini meningkatkan kemungkinan masuk ke fase koreksi saat minat spekulatif mereda. Tanpa komitmen modal baru, kelanjutan kenaikan harga akan makin sulit terwujud.

Harga DASH Mungkin Menghadapi Beberapa Kesulitan

Pada waktu publikasi, Dash diperdagangkan di kisaran US$79, naik 114% dalam 72 jam terakhir. Reli ini didukung oleh berita positif, termasuk integrasinya dengan Alchemy Pay. tapi, katalis sering kali kehilangan efeknya setelah masuk ke harga.

Melihat indikator saat ini, Dash mungkin akan kesulitan menembus US$100 dalam waktu dekat. Koreksi di bawah support US$71 kemungkinan besar terjadi jika tekanan jual meningkat. Dalam skenario tersebut, harga bisa saja terkoreksi ke US$63 atau bahkan US$59, sehingga sebagian kenaikan harga baru-baru ini terhapus.

DASH Price Analysis.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView

Skenario bullish memang masih mungkin terjadi, namun membutuhkan volume yang konsisten. Jika pembeli tetap mendominasi dan Dash berhasil menembus US$82, momentum bisa membawa harga makin tinggi. Breakout tegas di atas level tersebut akan membuka peluang ke US$100, membatalkan prediksi bearish dan menandakan kekuatan baru.

Raksasa Ethereum BitMine Dukung MrBeast dengan US$200 Juta, Tapi Mengapa? | Berita Kripto AS

15 January 2026 at 17:01

Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan utama untuk perkembangan terpenting di dunia kripto hari ini.

Siapkan kopi Anda, karena Ethereum, modal kripto, dan salah satu kreator terbesar dunia bertemu dalam sebuah kesepakatan yang sedang ramai dibicarakan banyak orang.

Berita Kripto Hari Ini: BitMine Milik Tom Lee Dukung MrBeast

Bintang YouTube Jimmy Donaldson, yang lebih dikenal sebagai MrBeast, mungkin pernah mengaku bahwa dia punya “uang negatif,” tapi perusahaannya, Beast Industries, baru saja mendapat suntikan dana besar.

Pada pengumuman hari Kamis, BitMine Immersion Technologies mengumumkan investasi ekuitas senilai US$200 juta.

BITMINE JUST MADE A $200M MOVE OUTSIDE CRYPTO$BMNR announced a $200M equity investment into Beast Industries, the company behind MrBeast.

This isn’t a random bet.
It’s strategic.

🔹 Direct exposure to the largest creator platform on earth
🔹 Global reach across Gen Z, Gen… pic.twitter.com/Sa6ASiS6VT

— BMNR Bullz (@BMNRBullz) January 15, 2026

Kesepakatan ini diumumkan dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan BitMine di Wynn Las Vegas. Perusahaan ini memposisikan diri sebagai pemimpin global dalam likuiditas Ethereum, dengan target mengakuisisi 5% ETH. Data dari StrategicETHreserve.xyz menunjukkan BitMine sudah memegang 3,36% pasokan ETH.

Meskipun investasinya berupa ekuitas setara USD, kas Ethereum milik BitMine menjadi sumber modal utama, sehingga kesepakatan ini sangat relevan dengan kripto.

Mereka pun semakin sering menginvestasikan modal ke proyek-proyek besar di luar proyek blockchain tradisional.

“MrBeast dan Beast Industries, menurut kami, adalah kreator konten terdepan di generasi kita, dengan jangkauan dan keterlibatan yang tak tertandingi oleh GenZ, GenAlpha, maupun Millennial,” baca kutipan dalam pengumuman itu, mengutip Tom Lee, Chairman BitMine.

Lee juga menegaskan Beast Industries sebagai platform pembuat konten terbesar dan paling inovatif di dunia, sambil menyoroti bahwa nilai-nilai perusahaan mereka sangat sejalan satu sama lain.”

Beast Industries, yang bernilai US$5 miliar, beroperasi di berbagai bidang. Tapi, meskipun valuasinya fantastis, Donaldson sebelumnya mengakui likuiditas pribadinya sangat terbatas.

MrBeast says he currently has “negative money” in his bank account.

“They’re like, ‘You’re a billionaire!’ I’m like, ‘That’s net worth.’ I have negative money right now. I’m borrowing money. That’s how little money I have. Technically, everyone watching this video has more money… pic.twitter.com/JiLLrEw8oj

— Complex (@Complex) January 14, 2026

Integrasi BitMine dan DeFi: Era Baru untuk Creator Finance

Investasi senilai US$200 juta ini bukan sekadar berita selebritas, melainkan juga menunjukkan tren baru di mana likuiditas Ethereum mengalir ke ekonomi kreator.

CEO Jeff Housenbold menyoroti bahwa kesepakatan ini membuktikan jalur pertumbuhan Beast Industries sekaligus membuka peluang inovasi ke depan, khususnya di dunia DeFi.

“Kami sangat senang menyambut Tom Lee dan BitMine sebagai investor terbaru Beast Industries, bergabung bersama para investor ventura papan atas kami saat ini… Kami menantikan peluang kolaborasi ke depan, termasuk mengintegrasikan DeFi dalam platform layanan keuangan kami berikutnya,” ujar Housenbold.

Kesepakatan ini ditargetkan rampung pada atau sekitar 19 Januari 2026, memberikan Beast Industries waktu tambahan untuk berkembang.

Pengumuman ini memberikan gambaran singkat tentang potensi ekonomi kreator berbasis token, di mana modal berbacking Ethereum mendukung model kepemilikan penggemar secara fraksional.

Dengan keterlibatan BitMine, kesepakatan ini bisa jadi contoh untuk menjembatani kerajaan konten Web2 dan keuangan berbasis DeFi. Hal ini pun memperlihatkan bahwa likuiditas Ethereum mulai menjangkau jauh melampaui proyek blockchain tradisional.

Sementara itu, Beast Industries sebelumnya pernah membahas kemungkinan melakukan IPO demi memberi kesempatan para penggemar untuk bisa menjadi pemilik.

Chart of the Day

Bitmine ETH Holdings
Kepemilikan ETH BitMine | Sumber: strategicethreserve.xyz

Alpha Sekilas

Berikut ini rangkuman berita kripto AS lainnya yang bisa Anda pantau hari ini:

Gambaran Umum Pre-Market Ekuitas Kripto

PerusahaanPenutupan per 14 JanuariGambaran Pre-Market
Strategy (MSTR)US$179,33US$178,70 (-0,35%)
Coinbase (COIN)US$255,86US$252,00 (-1,51%)
Galaxy Digital Holdings (GLXY)US$28,19US$28,07 (-0,43%)
MARA Holdings (MARA)US$11,11US$11,05 (-0,54%)
Riot Platforms (RIOT)US$17,31US$17,26 (-0,29%)
Core Scientific (CORZ)US$17,92US$18,10 (+1,00%)
Perlombaan Pembukaan Pasar Saham Kripto | Sumber: Google Finance

Aksi Borong BTC: Pembelian Bitcoin Besar-besaran US$6 Miliar

15 January 2026 at 16:59

Bitcoin melonjak tajam minggu ini, naik dari sekitar US$91.000 pada hari Senin menjadi sedikit di atas US$95.000 pada hari Rabu. Sementara itu, data on-chain menunjukkan aksi borong BTC dalam jumlah besar ke wallet exchange utama.

Pergerakan harga yang dramatis ini memicu banyak diskusi. Sebagian orang menduga bahwa pasar mungkin sedang mengalami dorongan beli secara terkoordinasi.

Arus Masuk BTC Sebesar US$6 Miliar Dorong Bitcoin Menuju US$100.000

Data dari perusahaan analitik on-chain Arkham menunjukkan bahwa wallet Binance saja menambah 32.752 BTC baik ke cold wallet maupun hot wallet. Coinbase mengalami peningkatan 26.486 BTC.

Exchange yang lebih kecil juga mencatat arus masuk besar, dengan Kraken dan Bitfinex masing-masing menambah 3.508 BTC dan 3.000 BTC. Secara total, pergerakan ini mewakili sekitar US$6 miliar daya beli gabungan, menurut Arkham.

Bitcoin Inflows into Exchanges Over the Last 24 Hours
Arus Masuk Bitcoin ke Exchange Selama 24 Jam Terakhir | Sumber: Arkham

Besarnya transfer ini memicu perdebatan soal apakah lonjakan harga baru-baru ini didorong oleh aktivitas pasar yang terkoordinasi. CEO Binance Changpeng Zhao menanggapi spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa setoran BTC tersebut mencerminkan pembelian pengguna di wallet exchange, bukan pembelian internal oleh exchange itu sendiri.

users on those exchanges bought…

— CZ 🔶 BNB (@cz_binance) January 14, 2026

Meski sudah ada penegasan ini, para analis menilai bahwa data tersebut menunjukkan adanya arus masuk yang kuat dari investor institusi dan investor dengan kekayaan besar.

Hal ini terjadi tidak lama setelah arus masuk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin mencapai level tertinggi seperti terakhir di bulan Oktober 2025, karena investasi ke instrumen keuangan tersebut mencapai US$753 juta pada hari Selasa, 13 Januari.

Bitcoin ETF Flows
Arus Masuk ETF Bitcoin | Sumber: SoSoValue

FBTC milik Fidelity mencatatkan arus masuk tertinggi pada hari Selasa, mencapai US$351 juta, dan menandai salah satu sinyal permintaan harian terkuat untuk eksposur institusi pada BTC di tahun ini.

Apakah US$100.000 Jadi Target Berikutnya ?

Dengan harga Silver menargetkan US$100, Bitcoin pun berlomba ke US$100.000 yang didorong oleh aktivitas beli terbaru dan sentimen bullish yang meluas di pasar aset kripto.

Kenaikan Bitcoin menuju US$100.000 terjadi saat investor mempertimbangkan faktor ekonomi makro, termasuk tren inflasi dan kebijakan likuiditas bank sentral, bersamaan dengan perkembangan ekosistem aset digital yang lebih luas.

Kenaikan tersebut memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka panjang di tengah ketidakpastian keuangan dan kekacauan geopolitik.

Data Arkham menunjukkan konsentrasi aktivitas di exchange besar, yang seringkali menjadi pintu masuk utama bagi pembelian institusi.

Arus masuk seperti ini secara historis biasanya terjadi sebelum reli harga yang signifikan. Ini mencerminkan permintaan yang meningkat dan pasokan yang terbatas di pasar. Tapi, meski skala pembeliannya besar, pasar kripto tetap bergejolak dan pembalikan harga secara tiba-tiba selalu mungkin terjadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang aksi borong Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Harga ETH Breakout, Holder Bertambah 447 Ribu Hanya Dalam Waktu 24 Jam

15 January 2026 at 16:35

Harga Ethereum Memasuki Fase Penting Setelah Breakout dari Pola Bullish yang Menahan Pergerakan Harga Hampir Dua Bulan. ETH Bergerak Kuat Melewati Zona Resistance Utama, Mengonfirmasi Momentum Bullish yang Terbarukan.

Breakout teknikal ini terjadi bersamaan dengan lonjakan partisipasi jaringan yang bersejarah, menandai momen penting dalam narasi pemulihan Ethereum.

Ethereum Breakout Rekor 7 Tahun

Ethereum mencatat rekor 447.000 investor baru yang masuk hanya dalam periode 24 jam. Alamat baru ini mewakili wallet yang berinteraksi dengan ETH untuk pertama kalinya. Pencapaian ini mencerminkan percepatan tajam dari tren sebelumnya, di mana jumlah alamat baru harian sudah melebihi 300.000 selama pekan terakhir.

Pertumbuhan peserta baru yang terus meningkat sepanjang bulan terakhir menunjukkan permintaan organik yang semakin luas. Lebih dari 300.000 alamat baru bertransaksi setiap hari, dan lonjakan terkini ini memecahkan rekor tujuh tahun sebanyak 351.000. Masuknya peserta baru ini biasanya selaras dengan struktur harga yang membaik, menguatkan breakout Ethereum dan mendukung pemulihan yang berkelanjutan.

Ethereum New Addresses
Alamat Baru Ethereum | Sumber: Glassnode

Pertumbuhan alamat yang meningkat juga menandakan adopsi yang semakin luas di luar aktivitas trading spekulatif. Partisipasi yang makin besar memperkuat utilitas jaringan, yang secara historis membantu menjaga stabilitas harga saat reli berlangsung. Dengan semakin banyak modal segar yang masuk ke ekosistem, Ethereum menjadi lebih tangguh terhadap volatilitas jangka pendek.

Mengapa Holder ETH Muda Nampaknya Tidak Akan Menjual?

Dari perspektif makro, metrik Short-Term Holder Net Unrealized Profit and Loss mulai bergerak naik. Indikator ini memantau profitabilitas pembeli baru-baru ini dan memberikan gambaran tentang tekanan penjualan. Meskipun STH NUPL meningkat, posisi metrik ini masih kuat berada di zona kapitulasi.

Posisi ini cukup konstruktif untuk kelanjutan harga. Rata-rata holder Ethereum jangka pendek masih dalam posisi merugi, sehingga belum banyak insentif untuk menjual saat harga naik. Selama tekanan jual belum besar, sebagian besar STH kemungkinan tetap mempertahankan posisi dan distribusi token pun terbatas pada awal reli.

Ethereum NUPL
NUPL Ethereum | Sumber: Glassnode

Secara historis, reli Ethereum dapat berkembang ketika STH NUPL masih negatif namun membaik. Setelah metrik ini keluar dari zona kapitulasi dan menjadi positif, tekanan jual biasanya meningkat. Sampai hal itu terjadi, ETH masih memiliki peluang naik tanpa tekanan ambil untung yang signifikan.

Harga Ethereum Breakout

Pada waktu publikasi, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$3.317, masih bertahan di atas level support US$3.287. Zona ini menandai batas atas pola segitiga yang sudah ditembus ETH dalam 24 jam terakhir. Breakout ini memproyeksikan potensi kenaikan 29,4%, dengan target sekitar US$4.240.

Fundamental yang semakin kuat mendukung proyeksi ini. Pertumbuhan alamat baru yang signifikan dan tekanan jual yang terbatas mengindikasikan bahwa modal segar mendorong momentum. Jika ETH terus bergerak di atas US$3.441, breakout akan semakin terkonfirmasi. Ketika ETH menembus level itu, harga berpotensi menuju US$3.607, mengonfirmasi kelanjutan tren dan meningkatkan kepercayaan jangka menengah.

ETH Price Analysis.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

Namun, risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar tiba-tiba berubah. Jika holder jangka pendek buru-buru menjual untuk menutup kerugian, Ethereum bisa kembali turun di bawah US$3.287. Kembalinya harga ke dalam pola segitiga akan melemahkan struktur bullish. Jika itu terjadi, ETH dapat koreksi ke kisaran US$3.131 atau US$3.000 sehingga membatalkan proyeksi breakout.

Bagaimana pendapat Anda tentang proyeksi breakout Ethereum di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Litecoin (LTC): Retail Nyerah, Tapi Whale Aktif Siapkan Posisi

15 January 2026 at 16:20

Holder Litecoin (LTC) masih belum melihat keuntungan di tahun 2026, karena harganya masih terbebani oleh aksi jual besar pada Oktober tahun lalu. Tapi, jika melihat gambaran trading secara luas, Litecoin menunjukan beberapa tanda yang mengindikasikan potensi pembalikan arah.

Sinyal positif yang mendukung teori pembalikan arah ini meliputi aktivitas trading whale yang konsisten serta minat baru terhadap Litecoin.

Dominasi Whale dan Akumulasi Strategis Sejak Kuartal 4 2024

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa Whale vs. Retail Delta LTC sebagian besar tetap positif mulai dari kuartal 4 tahun 2024 hingga sekarang.

Whale vs. Retail Delta mengukur perbedaan aktivitas trading antara whale dan investor ritel. Jika indikator ini berada di atas nol dan cukup tinggi dibandingkan level historisnya, berarti partisipasi whale sangat kuat.

Perilaku ini bisa menjadi sinyal akumulasi posisi pada harga rendah. Indikator ini juga bisa memperingatkan tekanan jual besar jika harga mulai naik.

Untuk Litecoin, grafik menunjukan dua fase berbeda yang diberi penanda merah dan hijau.

LTC Whale vs Retail Delta. Source: Coinglass
LTC Whale vs Retail Delta | Sumber: Coinglass

Sebelum kuartal 4 tahun 2024, delta tetap negatif. Trader ritel mendominasi aktivitas pada periode ini, sementara harga LTC umumnya berada di bawah US$100. Setelah kuartal 4 tahun 2024, whale mulai menguasai aktivitas trading. Delta pun berubah positif, meski harga LTC masih bergerak sideways dalam rentang multi-tahun.

Pola ini menunjukkan bahwa investor ritel sepertinya sudah menyerah, sementara whale justru aktif mempersiapkan posisi.

Lonjakan Aktivitas Jaringan dan Potensi Pemulihan Pasar Derivatif

Data jangka pendek dari Santiment, platform analitik on-chain, menunjukkan lonjakan aktivitas jaringan Litecoin. Transaksi whale mencapai level tertinggi dalam lima minggu terakhir.

“Secara historis, sebuah aset punya peluang pembalikan arah yang jauh lebih tinggi ketika terjadi lonjakan aktivitas whale,” papar Santiment melalui laporan.

Transaksi Whale Litecoin vs. Harga | Sumber: Santiment.

Data ini semakin memperkuat peluang bahwa LTC bisa pulih atau membalik arah kapan saja, meskipun harganya masih bisa turun lebih dalam lagi.

Data pasar derivatif memberikan lapisan tambahan. Open Interest LTC baru-baru ini melonjak. Di sisi negatif, open interest yang tinggi meningkatkan risiko likuidasi ketika trader memakai leverage besar.

Total Open Interest Litecoin dalam USD | Sumber: Santiment.

Di sisi positif, ini menandakan semakin banyak trader yang menambah eksposur ke Litecoin di banding sebelumnya. Pergeseran ini bisa menunjukan minat ritel pada LTC mulai kembali.

Kesimpulannya, kombinasi aktivitas whale jangka panjang dan jangka pendek, di tambah adanya dorongan baru di pasar derivatif, bisa mengindikasikan potensi pemulihan untuk LTC.

Tapi, kenaikan harga sepertinya tidak akan mudah atau cepat terjadi, karena harga LTC masih sekitar 46% di bawah puncak tahun lalu.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi pembalikan harga Litecoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Robinhood Listing Picu Reli Ringan: Token Pulih setelah Turun 15%

15 January 2026 at 13:19

Robinhood telah melakukan listing token LIT milik Lighter DEX, meski altcoin ini sempat mengalami dump 15% pada hari Kamis. Listing ini memberikan dorongan pemulihan untuk token DEX tersebut, yang kini diperdagangkan di harga US$2,11.

Langkah ini terjadi hanya beberapa jam setelah Lighter mengumumkan peluncuran staking LIT yang sudah lama dinantikan, lengkap dengan detail tentang bagaimana para holder kini bisa mendapatkan reward serta mengakses fitur tambahan di platform tersebut.

Mengapa 86% dari Semua Kegagalan Token Kripto Terjadi di 2025

15 January 2026 at 11:52

Pada tahun 2025, pasar aset kripto mengalami gelombang besar proyek yang kolaps, dengan lebih dari 11,6 juta token gagal hanya dalam satu tahun, menurut data terbaru dari CoinGecko.

Angka ini mewakili 86,3% dari semua kegagalan aset kripto yang tercatat sejak tahun 2021, sehingga tahun 2025 menjadi tahun paling merusak sepanjang sejarah industri untuk kelangsungan hidup sebuah token.

Pembuatan Token Meledak—Tingkat Bertahan Turun, Laporan CoinGecko Menunjukkan

Temuan CoinGecko menyoroti adanya kerusakan struktural di dalam ekonomi token, yang dipicu oleh ledakan penciptaan proyek baru, membludaknya meme coin, dan gejolak pasar yang makin tinggi.

Saat ini, 53,2% dari seluruh aset kripto yang dipantau di GeckoTerminal sudah tidak aktif. Sebagian besar kegagalan ini terjadi dalam dua tahun terakhir.

53.2% Cryptocurrencies Have Died Since 2021
53,2% Aset Kripto Sudah Mati Sejak 2021 | Sumber: CoinGecko

Antara tahun 2021 hingga 2025, jumlah proyek aset kripto yang terdaftar melonjak dari 428.383 menjadi hampir 20,2 juta. Walaupun pertumbuhan cepat ini mencerminkan akses yang makin mudah terhadap alat penciptaan token, pasar pun mengalami kejenuhan parah.

Data kegagalan tahunan menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi. Pada 2021, hanya 2.584 token yang gagal. Angka ini melonjak menjadi 213.075 pada 2022 dan 245.049 di 2023.

Kondisi makin memburuk di 2024, dengan 1.382.010 token yang kolaps. Tapi tahun 2025 jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya, dengan 11.564.909 token yang gagal.

Number of Failed Cryptocurrencies by Year

2021: 2,584 tokens
2022: 213,075 tokens
2023: 245,049 tokens
2024: 1,382,010 tokens
2025: 11,564,909 tokens

What's one project that you think will succeed?

— CoinGecko (@coingecko) January 14, 2026

Secara total, tahun 2024 dan 2025 menyumbang lebih dari 96% seluruh kegagalan token kripto sejak 2021, yang menunjukkan kondisi pasar belakangan ini benar-benar mengubah ketahanan suatu token.

Metodologi CoinGecko hanya memfokuskan pada aset kripto yang setidaknya pernah mencatat satu kali perdagangan dan sudah terdaftar di GeckoTerminal sebelum akhirnya menjadi tidak aktif.

Token dengan nol aktivitas perdagangan tidak dihitung, sedangkan hanya token Pump.fun yang lulus yang dilibatkan, sehingga memperkuat kredibilitas data tersebut.

Q4 2025 Menjadi Titik Balik di Tengah Saturasi Meme Coin dan Masalah “Crime Szn”

Gelombang kolaps makin cepat di bulan-bulan terakhir tahun tersebut. Pada kuartal 4 tahun 2025 saja, ada 7,7 juta token gagal—ini mencakup 34,9% dari seluruh kegagalan yang tercatat selama lima tahun ini.

Peningkatan ini terjadi berbarengan dengan cascading likuidasi pada 10 Oktober, saat posisi leverage senilai US$19 miliar terhapus hanya dalam 24 jam, menandai peristiwa deleveraging terbesar yang pernah terjadi dalam industri kripto.

Kejadian ini membuka celah kelemahan pada token yang likuiditasnya tipis, di mana banyak di antaranya:

  • Tidak memiliki likuiditas yang memadai atau
  • Pihak pelaku pasar yang berkomitmen untuk bertahan menghadapi volatilitas ekstrem.

CoinGecko menuturkan bahwa penurunan tingkat kelangsungan hidup sangat terlihat di sektor meme coin, yang berkembang sangat pesat selama setahun terakhir.

Meningkatnya peluncuran launchpad yang mudah dipakai punya peran sentral dalam gelombang kegagalan ini. Platform seperti Pump.fun menurunkan hambatan teknis secara signifikan, sehingga hampir siapa pun bisa meluncurkan token dalam hitungan menit.

This is huge.
The 11.5M token failures in 2025 exposes a policy vacuum.

1️⃣ Zero regulation on launching a token. Anyone can deploy one in minutes.
2️⃣ Platforms like https://t.co/3tm9tPLONE massively lower friction, enable mass launches, and take no accountability for outcomes.…

— Sapna Singh (@AdvSapna_) January 14, 2026

Meskipun langkah ini mendemokratisasi eksperimen token, pasar pun kebanjiran proyek asal-asalan yang tidak punya prospek jangka panjang.

Eksekutif DWF Labs, Andrei Grachev, menggambarkan situasi ini seperti musim kejahatan, sambil menunjukkan tekanan sistemik yang dihadapi baik founder maupun investor.

Basically it created a "crime szn", failure rate is so high, which affects founders and investors – hard to get attention, hard to get liquidity, hard to find a market fit.
Market is BTC, blue chips and gambling.
Retail liquidity is being burn
Liquidity wars are ongoing https://t.co/o5EACJJ6Ft

— Andrei Grachev 🦅🟠 $FF (@ag_dwf) January 15, 2026

Pernyataannya mencerminkan tren konsolidasi yang semakin kuat di pasar kripto saat ini, di mana modal makin banyak mengalir ke Bitcoin, aset mapan, dan perdagangan spekulatif jangka pendek. Hal ini membuat proyek baru makin sulit untuk menarik likuiditas berkelanjutan.

Penumpukan kegagalan di 2025 pun semakin memperkuat kekhawatiran terhadap kesehatan praktik penciptaan token dalam jangka panjang.

Walau inovasi tetap jadi fondasi utama pasar aset kripto, data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap proyek baru benar-benar sudah terlalu terbebani.

Saat jutaan token menghilang, kepercayaan investor ritel pun terus menurun. Hal ini menyebabkan likuiditas berkurang dan persyaratan untuk peluncuran baru jadi makin tinggi.

Mengapa Siklus Kegagalan Token Mungkin Berlanjut hingga 2026

Di sisi lain, faktor-faktor yang mendorong kolapsnya pasar kripto di tahun 2025 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berbalik arah. Penciptaan token tetap mudah, likuiditas ritel terpecah-pecah, dan fokus pasar masih tertuju ke Bitcoin, aset blue-chip, serta perdagangan spekulatif jangka pendek.

Data CoinGecko memperlihatkan bahwa pertumbuhan pasokan token jauh lebih cepat ketimbang kemampuan pasar untuk menyerapnya. Dengan hampir 20,2 juta proyek terdaftar di akhir 2025, bahkan jika peluncuran lewat launchpad terus berjalan wajar saja, risiko kegagalan akan terus naik di 2026—terutama jika permintaan dan likuiditas tidak kembali menguat.

I hope we fix this in 2026.

Most launches in 2025 didn’t fail because the "market was bad."
They failed because the launch design was structurally short-vol and short-trust.

Here are the recurring launch patterns that nuked most of them ↓

1️⃣ High FDV, low float:
You’re… pic.twitter.com/FC0ngx1HrW

— Stacy Muur (@stacy_muur) December 15, 2025

Peristiwa tekanan pasar juga tetap menjadi kelemahan utama. Pada 10 Oktober terjadi likuidasi besar-besaran, yang menghapuskan US$19 miliar posisi leverage hanya dalam 24 jam, dan itu menunjukkan betapa cepatnya guncangan sistemik bisa menyebar ke aset yang volume perdagangannya tipis.

Token yang tidak memiliki likuiditas dalam atau basis pengguna yang loyal terkena dampak paling besar, sehingga volatilitas serupa bisa memicu lebih banyak kegagalan massal.

Managing partner DWF Labs, Andrei Grachev, memperingatkan bahwa kondisi pasar saat ini secara struktural memang tidak ramah bagi proyek baru, sambil menggambarkan “perang likuiditas” yang terus berlangsung di seluruh pasar aset kripto.

ketika modal ritel makin menipis dan persaingan semakin ketat, token-token baru menghadapi hambatan yang semakin besar untuk bertahan. Tanpa perubahan pada insentif peluncuran, standar pengungkapan, atau edukasi investor, pasar berisiko mengulangi siklus yang sama: penerbitan yang cepat, spekulasi sesaat, lalu akhirnya kolaps.

Walaupun para pelaku industri berpendapat bahwa pembersihan ini pada akhirnya bisa memperkuat aset kripto dengan mengeliminasi proyek-proyek lemah, data menunjukkan penyesuaian ini masih jauh dari selesai.

Jika penciptaan token terus lebih cepat daripada pertumbuhan likuiditas, pada 2026 mungkin ada lebih sedikit peluncuran, tapi bukan berarti jumlah kegagalan juga akan berkurang.

❌